Angka Kematian Baru di India dan Argentina Mencatatkan Rekor, Prancis Bertahap Membuka Blokir

Li Mei dan Ming Yu  – NTD

India menambahkan 267.174 kasus yang dikonfirmasi pada Selasa (18/5/2021) dengan 4.525 kasus kematian yang mencatatkan rekor tertinggi.

Beberapa pemuda setempat berinisiatif bergabung dengan relawan pertolongan.

Dua bersaudara, Murthaza Junaid dan Muteeb Zoheb adalah pebalap sepeda motor dan pengusaha terkenal di India. 

Mereka menjadi relawan sebagai pengemudi ambulans di Bangalore. Mereka menanggapi ratusan panggilan telepon setiap minggu untuk melayani masyarakat.

Pembalap dan pengusaha Muteeb Zoheb mengatakan : “Ini bukan saat saya duduk di rumah. Ini adalah saat saya melayani negara dan rakyat. Ini adalah tanggung jawab saya sebagai warga negara, tidak menyalahkan orang lain dan membiarkan saya mengambil dan memenuhi tanggung jawab saya. “

Relawan muda ini membantu keluarga pasien dalam menemukan tempat tidur perawatan intensif, obat remdesivir, generator oksigen, dan ambulans.

Seorang Mahasiswi kedokteran India Tina Mary Cherian: “Mereka benar-benar membutuhkan orang untuk membantu di saat yang menyedihkan ini.”

Sementara itu, Prancis menambahkan 17.223 kasus yang dikonfirmasi dan 228 kematian pada Selasa 18 Mei. Jumlah pasien di unit perawatan intensif dari 4.015 orang menurun menjadi 171 orang.

Pada Rabu 19 Mei, kursi-kursi mulai dibuka di restoran, kafe, museum, bioskop. Sedangkan toko ritel tidak penting lainnya akan dibuka kembali. Jam malam ditunda dari pukul 19.00 sampai pukul 21.00.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire sempat menikmati pelonggaran pemblokiran di sebuah kafe di Paris.

Ia mengatakan : “Ini adalah awal dari kembali normal, secara bertahap membuka kembali semua bisnis, restoran, dan hotel. Saya pikir itu baik untuk bersantai secara bertahap.”

Sedangkan, museum Louvre di Prancis yang sempat ditutup selama beberapa bulan, kini juga mulai dibuka pada Rabu.

Orang-orang dari segala usia datang untuk menikmati karya seni yang sangat indah.

Seorang Warga Paris, Agnes berkata : “Saya sangat gembira. Kami membutuhkan keindahan.”

Namun, wabah di Amerika Selatan mengkhawatirkan, jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai 35.543 kasus dalam waktu 24 jam. Ini adalah gelombang kedua epidemi di negara-negara Amerika Selatan.

Pada Selasa, Argentina memiliki catatan 745 kematian dalam sehari.

Ernesto Fabian Aguirre, seorang penggali kubur di pemakaman di pinggiran ibu kota Argentina, Buenos Aires, mengatakan dia harus berjibaku setiap hari.

Kini, argentina memiliki total 3.371 juta kasus infeksi dan 71.771 kasus kematian, menjadikannya salah satu negara paling serius di dunia. (hui)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine