‘Doctor Strange 2’ Terancam Disensor di Tiongkok Setelah Kotak Surat Kabar Epoch Times Muncul di Klip

Frank Fang dan David Zhang

Seorang eksekutif  dan produser film  Hollywood mengatakan rezim komunis yang berkuasa di daratan Tiongkok kemungkinan tidak akan mengizinkan film baru Marvel, “Doctor Strange in the Multiverse of Madness,” tayang di bioskop Tiongkok, setelah kotak surat kabar Epoch Times edisi bahasa mandarin tampil singkat dalam klip film tersebut. 

Chris Fenton, penulis “Feeding the Dragon: Inside the Trillion Dollar Dilemma Facing Hollywood, the NBA, and American Business,” mengatakan  “sesuatu yang mungkin tak berhasil” bagi  film “Doctor Strange”  dirilis di Tiongkok setelah beberapa film Marvel serupa tak bisa beredar di daratan Tiongkok.

“Baru-baru  ini perkembangan The Epoch Times  yang dilihat sebagai salah satu bintang utama dalam film tersebut, sudah jelas merupakan kunci pas dalam segala upaya yang mereka lakukan untuk masuk ke pasar,” kata Fenton dalam wawancara baru-baru ini dengan EpochTV dalam Program “China Insider”.

Kotak surat kabar berwarna kuning, bertuliskan karakter Mandarin untuk The Epoch Times edisi bahasa Mandarin  大紀元時報 muncul selama beberapa detik dalam klip dari film tersebut. Kemunculan itu terjadi dengan latar belakang  pertempuran antara Doctor Strange dan monster bermata satu bernama Gargantos di jalanan New York.

The Epoch Times dikenal karena liputannya tanpa sensor tentang urusan terkini di Tiongkok, termasuk pertikaian politik internal Partai Komunis Tiongkok (PKT), pelanggaran hak asasi manusia rezim terhadap etnis minoritas dan umat beragama, propaganda Beijing dan operasi infiltrasi di luar negeri. Didirikan oleh praktisi Falun Gong yang menghadapi penganiayaan di Tiongkok karena keyakinan mereka yang mengajarkan orang-orang untuk hidup sesuai dengan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.

The Epoch Times edisi berbahasa Mandarin adalah surat kabar dengan peredaran terbesar di antara komunitas Tionghoa perantauan. Seperti umumnya media lainnya dan platform media sosial, situs web Epoch Times berbahasa Inggris dan mandarin juga dilarang di Tiongkok.

Peluang film baru Marvel tayang di Tiongkok “sekarang mungkin tidak ada,” kata Fenton, tetapi orang tidak akan mengetahui mengapa tak bisa tayang. Pasalnya, “Tiongkok tak pernah [menyampaikan] kepada Anda dengan pasti mengapa mereka melarang film tertentu.” Apalagi Beijing memiliki kebiasaan ambigu. Bahkan, tak hanya semata mencekal film belaka.

“Pemerintah Tiongkok tak pernah sepenuhnya menyampaikan kepada Anda mengapa mereka menghukum sebuah perusahaan. Bahkan, banyak yang berspekulasi. Sejujurnya, spekulasi tersebut menciptakan jaringan sensor diri yang lebih luas, karena Anda tak pernah yakin secara persis apa yang membuat mereka marah,” katanya.

Marvel  Studios 

Pertanyaan  lebih besar adalah apakah Marvel Studios sengaja memasukkan kotak koran tiu dalam adegan?  Fenton mengatakan dirinya hanya bisa berspekulasi, tetapi sepertinya Marvel tak mengetahui  ada kotak surat kabar tersebut di sana.

Dia mengatakan pengalamannya secara langsung dengan film “Iron Man 3”  bahwa script supervisors dan orang-orang yang mengerjakan pasca produksi film “mengetahui secara persis alat peraga apa yang digunakan.”

“Jadi, gagasan bahwa 200 hingga 300 orang di lokasi syuting pada hari itu, dan 200 hingga 300 orang di pascaproduksi selama pascaproduksi, tak memperhatikan stan penjual The Epoch Times di sana,” kata Fenton.

Film tersebut saat ini dijadwalkan tayang perdana di Amerika Serikat pada 6 Mei. Namun demikian, masih harus dilihat apakah film tersebut masih memiliki kotak surat kabar The Epoch Times dalam adegan pertempuran. Ada kemungkinan Marvel bisa menghapusnya, mengingat media pemerintahan partai Komunis Tiongkok, Global Times, secara terbuka mengkritik Marvel dalam sebuah artikel opini.

Artikel dari media corong rezim yang diterbitkan pada 1 Mei, berusaha keras  memfitnah The Epoch Times sebelum menuduh film Doctor Strange yang baru “mempermalukan AS dan Hollywood” karena memasukkan kotak surat kabar.

(Kiri–Kanan) Benedict Cumberbatch, Elizabeth Olsen, dan Sam Raimi menghadiri sesi pemotretan “Doctor Strange in the Multiverse of Madness” di Ritz Carlton di Berlin pada 21 April 2022. (Tamir Kalifa/Getty Images)

Fenton ragu Marvel akan menghapus kotak surat kabar tersebut saat ini.

“Jadi dalam kasus Tiongkok yang benar-benar diprovokasi dengan cara di mana Marvel merasa mereka harus menghapus sesuatu untuk dilihat dunia, saya pikir mereka akan menolaknya,” kata Fenton.

“Apakah Tiongkok benar-benar meminta mereka untuk melakukannya, atau apakah mereka hanya berasumsi bahwa permintaan tersebut ada dan mereka tidak melakukannya, saya tidak mengetahuinya. Tapi saya ingin percaya bahwa Marvel tidak menghapusnya untuk dilihat dunia,” tambahnya. 

The Epoch Times telah menghubungi Disney, perusahaan induk Marvel untuk memberikan komentar.

Sensor

Fenton mengatakan hal demikian menjadi masalah ketika studio Hollywood terlibat dalam penyensorannya.

“Masalahnya dengan Tiongkok adalah kami telah menyensor diri kami sendiri dengan konten yang kami buat untuk dunia, hanya untuk mendapatkan akses ke satu pasar itu,” katanya. 

“Jadi, ketika kami melakukannya, kami pada dasarnya menenangkan Tiongkok untuk mengambil narasi mereka sendiri. Tak hanya dalam perbatasan mereka, tetapi  menyebarkannya ke seluruh dunia,” imbuhnya. 

Dia menunjuk sebagai contoh pada remake 2012 dari film klasik kultus 1984 “Red Dawn” dan sekuel “Top Gun”.

Produser “Red Dawn” akhirnya memutuskan menggambarkan penjahat yang menyerang Amerika Serikat sebagai Korea Utara daripada Tiongkok. Dikarenakan takut kehilangan pasar Tiongkok.

Trailer 2019 dari “Top Gun: Maverick,” sebuah film yang dijadwalkan akan dirilis di Amerika Serikat pada 27 Mei, menunjukkan bahwa bendera Taiwan dicopot dari tambalan jaket kulit yang dikenakan oleh karakter Tom Cruise, penerbang angkatan laut Pete “Maverick” Mitchell. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak petunjuk apa pun yang mungkin menunjukkan kemerdekaan Taiwan secara de facto.

Aktor Tom Cruise membuat penampilan kejutan di Hall H untuk mempromosikan “Top Gun: Maverick” di Convention Center selama Comic-Con di San Diego, California, pada 18 Juli 2019. (Chris Delmas/AFP via Getty Images)

Salah satu tuntutan sensor Tiongkok baru-baru ini kembali mencuat. Outlet digital Puck News, dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 1 Mei mengutip beberapa sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan regulator Tiongkok meminta Sony Pictures untuk membuat beberapa perubahan pada “Spider-Man: No Way Home,” sebuah film Marvel yang didistribusikan oleh Sony.

Pertama, regulator meminta agar Patung Liberty disingkirkan di akhir film. Setelah Sony menolak, regulator meminta agar patung tersebut diminimalkan, seperti meredupkan pencahayaan pada patung tersebut. Menurut Puck News, Sony juga menolak permintaan kedua.

“Spider-Man: No Way Home” dirilis di Amerika Serikat pada Desember 2021, tetapi belum dirilis di Tiongkok.

“Jadi apa yang saya inginkan kepada Hollywood lakukan hanyalah melindungi kebebasan berbicara dan berekspresi,” kata Fenton.

“Kita harus membuat film yang melayani penonton di seluruh dunia. Tetapi kita harus melakukannya untuk melindungi hak-hak pembuat film itu sendiri agar dapat menceritakan kisah-kisah yang sepenuhnya tak dikekang oleh segala jenis penyensoran atau segala jenis pengaruh dari tujuan propaganda  Tiongkok,” ucapnya. (asr)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine