Belasan Ribu Orang Kaya Daratan Tiongkok yang Memiliki Total Nilai Kekayaan USD. 48 Miliar Sibuk Berimigrasi

NTD

Lockdown kota secara ekstrem oleh pihak berwenang Tiongkok dalam rangka mencegah penyebaran epidemi telah membuat masyarakat Tiongkok hidup dalam ketakutan dan tidak nyaman. Media AS mengutip sumber terpercaya memberitakan bahwa sekitar 10.000 orang kaya Tiongkok yang memiliki total nilai kekayaan USD. 48 miliar sedang berencana untuk berimigrasi ke luar negeri.

Bloomberg melaporkan bahwa kebijakan Nol Kasus dalam menangani penyebaran telah menjadikan Tiongkok sebagai negara aneh daripada yang aneh di dunia. Kekacauan akibat lockdown ketat di Kota Shanghai telah meninggalkan bayangan psikologis pada setiap orang yang tinggal di sana. Akibatnya, para elit Tiongkok termasuk orang-orang kaya, berencana untuk pindah hidup ke luar negeri.

Laporan tersebut mengutip informasi dari sebuah biro konsultan imigrasi investasi “Henley & Partners” yang memperkirakan bahwa sekitar 10.000 orang kaya daratan Tiongkok dengan total nilai kekayaan USD.48 miliar tahun ini berencana untuk meninggalkan daratan Tiongkok “dengan membawa serta kekayaan mereka”.

Sumi, seorang konsultan imigrasi yang berada di Shanghai mengatakan bahwa beberapa klien sebelumnya ragu-ragu mengambil keputusan imigrasi, tetapi pembatasan kegiatan akibat pencegahan dan pengendalian epidemi yang diterapkan pemerintah pusat Tiongkok telah membuat banyak orang sadar bahwa mereka tidak punya pilihan lain, dan mereka “Sekarang tiba pada keputusan akhir”, katanya.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Mr. Hu, yang awalnya membuka dua restoran kelas atas di Shanghai, baru-baru ini menjual seluruh saham restorannya seharga RMB. 20 juta, dan menyewa seorang pengacara imigrasi dan manajer kekayaan untuk membantunya mengatasi rintangan dan berimigrasi ke Kanada.

Mr. Hu berkata bahwa dia sangat sedih karena menjual saham restoran yang sudah dikelola selama bertahun-tahun, tetapi ini adalah “waktunya untuk pergi”. “Dapatkah Anda membayangkan bahwa di Shanghai, kota paling maju di Tiongkok, ketika kota itu dikunci, saya hampir mati kelaparan ?”

Konsultan dan pengacara imigrasi Tiongkok mengungkapkan bahwa, selama penutupan Kota Shanghai, jumlah konsultasi imigrasi meningkat tiga hingga lima kali lipat dibandingkan 2021. Beberapa eksekutif bank mengatakan banyak sekali pertanyaan dari nasabah tentang cara memindahkan uang ke luar negeri, yang jumlahnya melonjak selama penutupan.

Namun, seiring dengan otoritas Tiongkok memperketat kontrolnya, semakin sulit bagi warga negara Tiongkok untuk meninggalkan Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir. Selain pemrosesan paspor yang lebih merepotkan dan persyaratan dokumen yang lebih berat dan rumit, juga menjadi lebih sulit untuk mentransfer dana dalam jumlah besar keluar dari Tiongkok. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine