Apakah Ekonomi Negara-Negara yang Memutus Hubungan dengan Taiwan demi Beralih ke Tiongkok Lebih Membaik ?

Epoch Times

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Tiongkok telah memperluas pengaruh ekonomi dan militernya ke Afrika, Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin dan Pasifik. Beberapa negara demi pertumbuhan ekonominya sampai memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan beralih ke Tiongkok. Analisis percaya bahwa pemerintah Tiongkok menggunakan kepentingan ekonomi sebagai sarana untuk memaksa negara-negara ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa pengalihan diplomatik ke Tiongkok tidak membantu pengembangan ekonomi negara-negara bersangkutan.

“Timur sedang bangkit, Barat sedang tenggelam” adalah penilaian situasi yang keliru

Pada saat “Forum Kepulauan Pasifik” diadakan di Suva minggu lalu, Tiongkok dan negara-negara kepulauan Pasifik juga mengadakan dialog politik terpisah dengan thema “Dialog Partai Politik Negara-negara Kepulauan Tiongkok – Pasifik”, tetapi negara-negara ini menolak perluasan pengaruh Partai Komunis Tiongkok. Perdana Menteri Kepulauan Solomon Sogavare mengatakan secara terbuka bahwa negara itu tidak akan mengizinkan pemerintah Tiongkok membangun pangkalan militer.

Dalam sebuah wawancara dengan VOA, Miles Yu, mantan kepala penasihat kebijakan Tiongkok untuk Kantor Perencanaan Kebijakan dari Kementerian Luar Negeri di era pemerintahan Trump mengatakan, bahwa sesungguhnya banyak negara yang tidak mengetahui tujuan dari strategis pemerintah Tiongkok.

Miles Yu mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok memberikan manfaat ekonomi dengan sikapnya yang agresif, membuat orang tidak sadar apakah ada tujuan militer atau keamanan di balik tujuan ekonominya. Meskipun secara ekonomi maju, tapi Tiongkok adalah negara komunis yang sulit untuk menyelaraskan kedua aspek tersebut.

Miles Yu yang saat ini menjadi peneliti senior di Institut Hudson di Amerika Serikat, mengatakan bahwa PKT bangga akan kekuatan ekonomi dan militernya dan percaya bahwa “Timur sedang bangkit dan Barat sedang tenggelam”, dan bahwa pamor Amerika Serikat sedang menurun, yang juga telah menyebabkan kesalahan penilaian yang serius terhadap situasi internasional. Miles Yu percaya bahwa salah satu dari praktik ini adalah sangat tidak realistis, dan yang lainnya adalah tidak akan terwujud.

Apakah ekonomi negara-negara yang beralih dari Taiwan ke Tiongkok kini membaik ?

Pada bulan Mei tahun ini, European and American Institute of the Academia Sinica merilis sebuah laporan komparatif yang diberitakan oleh Suara Amerika. Laporan tersebut berisikan perbandingan sejauh mana ekonomi negara-negara di keempat wilayah yakni Afrika, Amerika Latin dan Karibia, Eropa Tengah dan Timur, serta Oseania terpengaruh saat masih menjalin diplomatik dengan Taiwan dan ketika beralih ke Tiongkok.

Penyaji laporan, Chien-Huei Wu, seorang peneliti asosiasi di Taiwan Academia Sinica, dan Derek Sheridan, seorang anggota tim, masing-masing dalam Pertemuan Tahunan Asosiasi Amerika Utara untuk Studi Taiwan yang diadakan secara online pada 9 Juli, dan diskusi online di Wilson Center, AS pada bulan Mei tahun ini telah mempresentasikan hasil penelitian tersebut.

Chien-Huei Wu mengatakan bahwa cara paling efektif untuk membujuk negara-negara ini agar beralih ke pengakuan Beijing adalah dengan iming-iming ekonomi, terutama menggunakan 3 cara ini, paksaan ekonomi, bantuan diplomatik dan kegiatan perdagangan dan investasi.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa negara-negara yang telah beralih secara diplomatis dari Taipei ke Beijing, atau berpartisipasi dalam proyek Sabuk dan Jalan yang ditawarkan oleh Beijing, mereka jarang memperoleh pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang diharapkan oleh masyarakat setempat, dan bahwa “kepentingan jangka pendek terkadang diperhatikan. Namun, manfaat ini mungkin terkikis oleh utang yang tinggi atau ketidakseimbangan dalam transaksi perdagangan”.

Negara Afrika Malawi : Masih tetap miskin

Derek Sheridan mengambil negara Afrika, Malawi sebagai contoh : Sejak tahun 2008 Malawi memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan mengakui Beijing, tetapi ekonominya tidak juga meningkat sampai saat ini.

Meskipun investasi langsung pemerintah Tiongkok di Malawi yang berfokus pada manufaktur, menciptakan 13.796 kesempatan kerja dari tahun 2005 hingga 2012 sebelum dan setelah Malawi menjalin diplomatik dengan Beijing. Tetapi angka ini jauh di bawah 300.000 kesempatan kerja yang semula dijanjikan Beijing. Sementara Industri Malawi yang menyumbang 15% dari PDB, tidak juga beranjak dari angka itu meski sudah menjalin diplomatik dengan Tiongkok.

Dia mengatakan bahwa ketika Malawi menjalin hubungan diplomatik dengan Beijing, presiden Malawi saat itu mengatakan bahwa langkah itu akan membantu Malawi keluar dari kemiskinan, tetapi 10 tahun telah berlalu, penduduk setempat masih menganggap Malawi tergolong negara miskin.

Negara-negara Pasifik : Nauru kembali beralih ke mengakui Taiwan

Di antara hanya 14 negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, 4 berada di kawasan Pasifik, yaitu Kepulauan Marshall, Nauru, Palau, dan Tuvalu.

Pejabat dari Kementerian Luar Negeri Republik Tiongkok (Taiwan) dan para duta besar Kepulauan Marshall, Palau, Tuvalu dan Nauru untuk Taiwan berfoto bersama pada upacara penyerahan pasokan medis ke negara-negara kepulauan Pasifik di Taiwan pada 15 April, 2020. (Situs web Kementerian Luar Negeri Republik Tiongkok)

Guo Pei-yi, anggota Kelompok Riset Kepulauan Pasifik di Academia Sinica, mengatakan Nauru memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tahun 2002 dan beralih ke Beijing, tetapi kembali mengakui Taipei pada tahun 2005 setelah ekonomi gagal membaik.

Tonga memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tahun 1998 dan beralih ke Beijing, namun dibandingkan dengan Tuvalu yang masih merupakan negara diplomatik dengan Taiwan, kinerja ekonomi Tonga tidak sebaik Tuvalu. Selain gara-gara peralihan diplomatik, perekonomian Tonga juga terkena dampak bencana alam dari beberapa angin topan yang melanda, serta kerusuhan yang terjadi di ibu kota pada tahun 2006.

Guo Pei-yi mengatakan bahwa meskipun ekonomi Tonga secara bertahap dapat mengejar Tuvalu sekarang, tetapi memiliki utang yang berjumlah besar, sementara keuangan nasional Tuvalu relatif sehat.

Samoa, sekutu lama Beijing, melihat ekonominya tumbuh secara signifikan setelah tahun 2000, mungkin karena bantuan dana dari pemerintah Tiongkok, tetapi setelah mencapai puncaknya pada tahun 2006, ekonomi Samoa mulai melambat dan stagnan dalam 10 tahun kemudian.

Perdana menteri baru Samoa tahun lalu membatalkan proyek pembangunan pelabuhan yang didanai Beijing karena utang Samoa ke Tiongkok sudah terlalu tinggi untuk mendukung proyek tersebut, kata laporan itu.

Amerika Latin dan Karibia : Peralihan diplomatik tidak mendukung pertumbuhan ekonomi lokal

Peneliti juga menyimpulkan situasi yang dialami negara-negara di Amerika Latin dan Karibia, menyebutkan bahwa bukti tidak mendukung hipotesis bahwa pengalihan diplomatik akan membantu ekonomi lokal.

Kosta Rika, Dominika dan Grenada, setelah mengakui Beijing, mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat daripada negara-negara yang mempertahankan hubungan diplomatik dengan Taiwan, menurut analisis laporan tersebut. Defisit perdagangan Kosta Rika dengan Tiongkok telah meningkat, dan ekonomi mereka semakin terpengaruh oleh pembatalan Tiongkok atau penangguhan proyek yang telah disepakati sebelumnya.

Derek Sheridan mengatakan, para peneliti melakukan analisis perbandingan dari 2 masalah yang dihadapi 7 negara di Amerika Latin yang kehilangan hubungan diplomatik dengan Taiwan sebelum dan sesudah pemerintahan Partai Progresif Demokrat (pemerintah Chen Shui-bian kehilangan 3, pemerintah Tsai Ing-wen kehilangan 4), dengan 8 sekutu diplomatik Taiwan yang tersisa.

Yang pertama adalah negara-negara yang diplomasinya telah beralih ke Beijing, hasil analisis menunjukkan bahwa “tidak terbukti pengalihan diplomatik telah membantu pertumbuhan ekonomi negara-negara itu”.

Menurut wawancara dengan diplomat lokal oleh Su Yan-bin, seorang profesor di Universitas Nasional Chengchi Taiwan yang bertanggung jawab atas penelitian terhadap kawasan itu, mengatakan, negara-negara Amerika Latin dan Karibia yang sebelumnya percaya bahwa menjalin hubungan diplomatik dengan Beijing dapat membantu memperbaiki perekonomian negara-negara di kawasan itu, tetapi melalui perbandingan, ditemukan bahwa kinerja ekonomi negara yang mengakui Beijing belum tentu lebih baik daripada negara yang menjaga hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Kedua, laporan tersebut tidak menemukan bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa negara yang berhubungan diplomatik dengan Taiwan beralih ke Beijing karena tertarik pada proyek Sabuk dan Jalan. Oleh karena itu, pandangan arus utama yang beranggapan bahwa negara-negara yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok setelah pemutusan hubungan diplomatik dengan Taiwan telah mengalami  peningkatan pertumbuhan ekonomi, atau proyek Sabuk dan Jalan yang menarik minat sekutu tradisional Taiwan untuk mengakui Tiongkok itu adalah tidak benar.

Eropa Tengah dan Timur : Kinerja ekonomi negara 16+1 tidak lebih baik

Di kawasan Eropa Tengah dan Timur, tim peneliti menganalisis kinerja ekonomi negara-negara peserta setelah peluncuran “Inisiatif 16+1 Tiongkok – Eropa Tengah dan Timur”, yang dibandingkan dengan Turki, yang tidak berpartisipasi dalam mekanisme ini, menemukan bahwa kinerja ekonomi Kroasia, Republik Ceko, Hongaria, Montenegro dan Slovenia tidak tumbuh lebih baik.

Hal ini telah menyebabkan beberapa negara di Eropa Tengah dan Timur mengeluh bahwa Inisiatif 16+1 tersebut ternyata gagal memenuhi janji awalnya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine