NTD
Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada 1 Agustus bahwa Amerika Serikat membunuh orang yang paling dicari di dunia dan pemimpin al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri di Afghanistan. Operasi kontra terorisme tersebut adalah yang pertama diketahui di Afghanistan sejak Taliban menginvasi Afghanistan tahun lalu.
Drone milik CIA menewaskan Ayman al-Zawahiri dalam serangan udara di ibukota Afghanistan Kabul selama akhir pekan, sebagaimana diungkapkan oleh para pejabat AS. Dua rudal Hellfire ditembakkan saat itu.
Gedung Putih menyebutnya sebagai “operasi kontra terorisme yang berhasil.” The New York Times, The Washington Post, dan CNN, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan kematian Ayman al-Zawahiri dengan mengatakan bahwa al-Qaeda paling terpukul sejak pembunuhan Osama bin Laden.
Joe Biden mengatakan dalam pembicaraan yang disiarkan televisi bahwa militer AS melancarkan serangan udara di Kabul pada 30 Juli. “Saya menyetujui operasi kontra terorisme ini,” kata Biden, tanpa korban sipil.
“Keadilan sekarang telah ditegakkan, pemimpin teror tidak ada lagi,” kata Biden, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah mundur.
2
Presiden AS Joe Biden berbicara di balkon Ruang Biru Gedung Putih di Washington pada 1 Agustus 2022, tentang operasi kontra terorisme yang “berhasil” yang menewaskan pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri. (JIM WATSON / POOL/AFP via Getty Images)
Pasukan AS menarik diri dari Afghanistan pada 31 Agustus 2021, dan tidak jelas bagaimana AS menentukan bahwa Zawahiri telah tewas, tetapi pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan kepada media bahwa intelijen AS “sangat yakin” mengidentifikasi yang terbunuh sebagai Zawahiri.
Namun demikian, kementerian dalam negeri Afghanistan pada 30 Juli membantah laporan media sosial tentang serangan pesawat tak berawak di Kabul. Pihak Afghanistan juga mengatakan kepada AFP bahwa sebuah roket menghantam “sebuah rumah kosong” di Kabul tanpa korban.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam cuitan sebelumnya bahwa sebuah rumah di daerah Sherpur Kabul terkena “serangan udara”. Ia mengutuk keras serangan tersebut dengan mengatakan melanggar “prinsip-prinsip internasional”.
Sumber Taliban lainnya, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan ada laporan setidaknya satu pesawat tak berawak terbang di atas Kabul pada pagi hari. Ada ledakan keras di pagi hari.
Foto tak bertanggal Bin Laden (kiri) duduk dengan penasihatnya al-Zawahiri. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Karachi pada 10 November 2001, bin Laden mengatakan dia memiliki senjata nuklir dan kimia dan dapat menggunakannya sebagai tanggapan atas serangan AS. (Berita Visual/Getty Images)
Ayman Al- Zawahiri awalnya adalah seorang ahli bedah Mesir yang mengambil alih kepemimpinan setelah Osama bin Laden terbunuh di Pakistan pada 2011. Ia menjadi orang nomor satu Al-Qaeda dan kemudian menjadi salah satu teroris paling dicari di dunia.
Al-Qaeda meluncurkan serangan teroris 9/11 di Amerika Serikat pada tahun 2001, menewaskan hampir 3.000 orang, dan diyakini bahwa Ayman al-Zawahiri berada di balik layar. Amerika Serikat telah menawarkan hadiah sebesar $25 juta bagi siapa saja yang memberikan petunjuk untuk membantu menangkap Ayman al-Zawahiri. (hui)


