Korea Selatan Menemukan Lagi Kapsul Terbuat dari Jasad Janin Manusia Produksi Tiongkok

oleh Wu Huanxin

Setelah 2 tahun menghilang, insiden penyelundupan kapsul terbuat dari jasad janin manusia yang diproduksi Tiongkok muncul lagi di Korea Selatan. Opini publik percaya bahwa ini selain perbuatan amoral tetapi juga menimbulkan risiko keamanan yang serius.

Yang disebut kapsul terbuat dari jasad janin manusia adalah janin bayi yang meninggal secara alami atau akibat aborsi, kemudian dijual secara gelap atau ilegal. Karena beberapa orang percaya bahwa janin memiliki efek tonik yang hebat, sehingga ada pasar permintaan dan penawarannya.

Kim Yeong-seon, anggota parlemen dari Partai Kekuatan Nasional Korea Selatan, dengan data yang ia peroleh dari Kantor Bea Cukai pada 28 September menunjukkan bahwa, sejak 2016 hingga 2021, bea cukai Korea Selatan telah menemukan 6 kasus penyelundupan kapsul terbuat dari jasad janin manusia yang disita dari barang bawaan wisatawan yang masuk Korea Selatan sebanyak 1.000 butir lebih. Lima kasus itu ditemukan dari 2016 hingga 2018. Kemudian tidak ditemukan lagi insiden serupa selama dua tahun, tetapi satu kasus tertangkap lagi pada 2021.

Penyitaan pertama kapsul daging manusia oleh bea cukai Korea Selatan terjadi pada 2011. Untuk memahami kebenaran masalah ini, SBS TV Korea Selatan kemudian pergi ke Tiongkok untuk melakukan penyelidikan tanpa pemberitahuan, dan memfilmkan bagian dari proses rumah sakit Tiongkok berkolusi dengan personel pasar gelap untuk menjual jasad janin manusia kemudian bagaimana jasad itu diproduksi menjadi kapsul. Film telah diekspos di media pada Agustus 2011 sehingga menimbulkan kegemparan di kalangan masyarakat Korea Selatan.

TKP yang dikunjungi kru SBS TV adalah kota kecil di daratan Tiongkok. Menurut laporan itu, setelah personel pasar gelap memperoleh jasad janin yang sudah dibekukan (janin berusia antara 6 hingga 8 bulan) dari rumah sakit, lalu dikeringkan dalam mesin oven, setelah itu dikirim ke pabrik yang mengkhususkan diri pada pencacahan lalu dikemas dalam bentuk kapsul.

Kapsul daging ini digambarkan memiliki gizi tinggi yang laku dijual di pasar gelap Tiongkok, setelah dibeli oleh warga etnis Korea di daratan Tiongkok, kemudian diselundupkan ke Korea Selatan untuk dijual dengan harga tinggi.

Pada 2011, Institut Nasional Investigasi Ilmiah Korea Selatan menganalisis bahan dari beberapa kapsul yang terbuat dari jasad janin manusia yang disita oleh bea cukai dan menemukan bahwa ada hal-hal seperti rambut di dalamnya. Hasil tes menunjukkan bahwa urutan gen benar-benar sama dengan manusia, dan bahkan jenis kelaminnya pun dapat dibedakan.

Penyelidikan resmi Korea Selatan menunjukkan bahwa antara 2011 dan 2013, ada lebih dari 100 insiden penyelundupan kapsul obat termasuk di Korea Selatan, dengan jumlah kapsul yang disita mencapai lebih dari 60.000 butir.

Pada Oktober 2013, seorang mahasiswi Tiongkok ditahan oleh polisi Korea Selatan di Pulau Jeju karena menjual “pil diet” yang sebenarnya adalah kapsul jasad janin manusia.

Pada Mei 2013, seorang pria etnis Korea di Tiongkok juga ditahan karena menjual kapsul serupa. Pria tersebut telah menyelundupkan kapsul jasad janin manusia dari Tiongkok ke Korea Selatan sejak 2004.

Lee Seung Won, presiden Asosiasi Etika Transplantasi Organ Korea (KAEOT), mengatakan kepada Epoch Times bahwa daging manusia dijual dalam bentuk kapsul di pasar gelap Tiongkok dan diselundupkan terus menerus ke Korea Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok, perilaku biadab para atheis terhadap tubuh manusia sudah sampai pada tingkat tidak memiliki garis dasar moral manusia. Hal ini juga menunjukkan bahwa warga Tiongkok di bawah kekuasaan PKT sudah tidak memiliki lagi rasa dasar etika manusia dan moralitas terhadap jasad manusia, termasuk tidak punya kesadaran hukum.

Dia menekankan bahwa masyarakat Korea Selatan harus terus menerus dan secara terbuka membahas kasus-kasus yang disebutkan di atas dan memberikan tekanan untuk mencegah terjadinya pemrosesan daging manusia lalu diperdagangkan secara rahasia di Tiongkok”.

Kapsul yang terbuat dari jasad janin manusia tidak hanya merusak hubungan manusia, tetapi juga sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Korea Selatan pernah mengungkapkan bahwa, kapsul daging manusia adalah barang berbahaya yang dapat terinfeksi oleh bakteri. Hasil pemeriksaan pihaknya pada 2012 menemukan bahwa ada sekitar 18,7 miliar bakteri yang terdeteksi dalam satu butir kapsul daging manusia, bahkan juga menemukan virus hepatitis B di dalamnya.

Kim Yeong-seon menghimbau masyarakat : “Demi keselamatan seluruh rakyat, warga negara Korea Selatan saat proses kepabeanan, seyogyanya mencegah agar barang-barang yang tidak pantas ini tidak masuk ke Korea Selatan”. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine