Terjangan Badai Ian Porak Porandakan Sejumlah Tempat di Florida, Menjadi Pekerjaan Besar Rekonstruksi Pasca Bencana

NTD

Badai kategori 4 Ian mendarat di pantai barat daya Florida pada 28 September. Terjangan badai menyebabkan rumah, restoran, dan bisnis porak poranda yang menewaskan sedikitnya 44 orang. Warga terperangah saat melihat bencana tersebut. Selain membutuhkan pekerjaan rekonstruksi pascabencana yang sangat besar, mereka  khawatir bahwa dampak badai akan membawa lebih banyak banjir ke wilayah pantai timur.

Badai Ian adalah salah satu badai terkuat yang pernah melanda Amerika Serikat. Tim penyelamat masih mencari korban selamat di daerah yang terendam banjir.

Korban tewas di seluruh negara bagian Florida akibat badai telah dikonfirmasi sebanyak  44 orang, tetapi daerah terus melaporkan lebih banyak kematian, menurut Komisi Pemeriksa Medis Florida.

Polisi di Lee County yang dilanda bencana mengatakan sebanyak 35 orang tewas, seperti dikutip AFP. Outlet media seperti NBC dan CBS melaporkan bahwa lebih dari 70 orang tewas secara langsung atau tidak langsung akibat badai tersebut.

Menurut Unit Manajemen Darurat Florida, pada 30 September, sekitar 10.000 orang masih hilang di Florida.

Seorang pria berjalan melewati puing-puing yang berserakan di Pine Island Road setelah Badai Ian pada 1 Oktober 2022, di Materacha, Florida. (RICARDO ARDUENGO/AFP via Getty Images)

Gubernur Florida, Ron DeSantis mengatakan sejumlah orang yang tidak diketahui terjebak dan memilih untuk tinggal di rumah daripada mengindahkan perintah evakuasi.

Petugas penyelamat dan orang-orang yang antusias menyelamatkan penduduk yang masih terjebak di Pulau Matlacha dengan perahu di daerah Lee yang hancur pada  1 Oktober. Mereka melihat puing-puing, kendaraan yang ditinggalkan, dan pohon tumbang.

Personel Penjaga Pantai AS mengevakuasi seorang pria dan anjingnya setelah Badai Ian di Materacha, Florida, pada 1 Oktober 2022. (RICARDO ARDUENGO/AFP via Getty Images)

Daerah berpenduduk 800 orang terputus dari pulau utama karena dua jembatan di luar rusak, dan orang-orang yang sebelumnya meninggalkan rumah mereka sekarang kembali untuk memeriksa dampak badai.

Warga juga mulai mencari kerabat dan teman mereka yang tidak bisa dihubungi pada dini hari 1 Oktober. Jalanan penuh dengan pohon-pohon yang bertumbangan, puing-puing dan kabel listrik.

“Tidak ada yang memberitahukan kepada kami apa yang harus dilakukan, ke mana harus pergi,” kata Chip Farrar kepada AFP sambil duduk di sebelah rumah yang ditinggalkan.

“Perintah evakuasi dikeluarkan sangat terlambat, tetapi sebagian besar orang yang masih di sini tetap tidak akan pergi. Ini adalah daerah yang sangat makmur, dan kebanyakan orang tidak punya tempat untuk pergi. Itu adalah masalah terbesar,” ujarnya. 

Badan Ian menghancurkan rumah di Pine Island Road pada 1 Oktober 2022 di Materacha Florida. (RICARDO ARDUENGO/AFP via Getty Images)

Setelah melanda Florida, Badai Ian memasuki Samudra Atlantik, dan kemudian mendarat di Amerika Serikat lagi, kali ini mendarat di pantai Carolina Selatan sebagai badai Kategori 1 pada 30 September. Kecepatan angin maksimum yang berkelanjutan adalah 140 kilometer per jam.  Kemudian menjadi siklon pasca-tropis. Pada  1 Oktober badai menghilang di atas Virginia pada malam hari.

Kantor Patroli Perbatasan AS (USBP) mengatakan sebanyak  20 orang hilang ketika sebuah kapal imigran tenggelam selama badai. Empat orang Kuba berenang ke pantai di Florida Keys, dan penjaga pantai menyelamatkan tiga orang.

Lebih dari 55.000 orang hidup tanpa listrik di Carolina Utara dan Virginia, menurut poweroutage.us, situs web pelacakan listrik nasional.

“Ini bisa menjadi badai paling mematikan dalam sejarah Florida,” kata Presiden Biden setelah briefing di Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) di Washington beberapa hari lalu. 

“Bencana besar” telah diumumkan di Florida untuk menggunakan dana bantuan federal. 

Orang-orang berjalan melewati rumah-rumah yang hancur setelah Badai Ian di Materacha, Florida, pada 1 Oktober 2022. (RICARDO ARDUENGO/AFP via Getty Images)

Perahu dan rumah yang rusak terlihat setelah Badai Ian di Pulau San Carlos, Florida, pada 1 Oktober 2022. (GIORGIO VIERA/AFP via Getty Images)

Sebuah kapal yang terdampar terlihat setelah Badai Ian di Pulau San Carlos, Florida, pada 1 Oktober 2022. (GIORGIO VIERA/AFP via Getty Images)

Anggota kelompok bantuan Teknik Tenaga berbicara dengan seorang penduduk di rumah mereka yang rusak akibat badai setelah Badai Ian pada 1 Oktober 2022 di Pulau Sanibel, Florida. (Sean Rayford/Getty Images)

Kapal-kapal yang rusak akibat badai tersebut tersebar pasca Badai Ian di Pulau Sanibel, Florida, pada 1 Oktober 2022. (Sean Rayford/Getty Images)

Kerusakan akibat Badai Ian di Pulau Sanibel, Florida, pada 1 Oktober 2022. (Sean Rayford/Getty Images)

Seorang pria berjalan di bagian yang rusak dari Pine Island Road setelah Badai Ian di Materacha, Florida, pada 1 Oktober 2022. (RICARDO ARDUENGO/AFP via Getty Images)

Bagian jalan dari Pine Island Road terlihat putus setelah Badai Ian di Materacha, Florida, pada 1 Oktober 2022. (RICARDO ARDUENGO/AFP via Getty Images)

Pekerja dan penduduk membersihkan puing-puing dari bar yang hancur di Pulau San Carlos di Fort Myers setelah Badai Ian menghantam Florida pada 1 Oktober 2022. (GIORGIO VIERA/AFP via Getty Images)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine