Spanyol Berduka, Warga Maroko Bersukacita Setelah Masuk Babak Delapan Besar Piala Dunia 2022

oleh Reuters via The Epoch Times

Penggemar Spanyol menangis pada Selasa (6/12) setelah tim mereka tersingkir dari Piala Dunia 2022 melalui adu penalti lawan Maroko tanpa satu bola pun berhasil membobol gawang tim Singa Atlas, yang mana para penggemarnya memenuhi jalanan dengan sorakan, suar dan bendera dari Barcelona ke Madrid.

Orang-orang memadati bar yang dihiasi bendera Spanyol merah dan kuning untuk menonton tim kesayangan mereka, tetapi pendukung Marokolah yang memiliki malam itu saat tim mereka mengalahkan Spanyol 3-0 melalui adu penalti dan membukukan tiket mereka ke perempat final.

Achraf Hakimi dari Maroko, yang lahir di Madrid, mencetak gol penentu dalam adu penalti.

Spanyol dan Maroko memiliki sejarah panjang persaingan dan pengaruh budaya timbal balik sejak penaklukan Muslim di Iberia pada abad kedelapan dan Reconquista Spanyol yang mengikutinya, dengan hubungan diplomatik yang sulit dalam beberapa dekade terakhir, sering terganggu oleh masalah migrasi.

Fans Spanyol sedih melihat tim mereka tersingkir dari turnamen Piala Dunia.

“Kami kembali ke Spanyol sambil menangis dan kami harus merefleksikan diri” kata Julia Calvet, 21, di bar Barcelona.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dengan cepat memberikan pesan penghiburan, mengatakan dalam sebuah tweet: “Anda telah membuat kami senang dan membuat kami bangga.”

Keluarga Kerajaan Spanyol menulis di Twitter “Tidak ada yang berakhir di sini … Mari terus maju, terus bersaing, dan terus berjuang.”

Beberapa fans bersikap filosofis tentang kekalahan tersebut, yang terjadi setelah Spanyol mendominasi penguasaan bola namun gagal menembus pertahanan ketat Maroko.

“Mereka tak mengecewakan saya, karena mereka bermain sangat baik, tapi saya agak sedih. Melawan Maroko, tim yang tidak terlalu kuat, kami bisa saja menang… mereka selalu bermain bertahan,” kata Rafael Gomez (27) yang menyaksikan pertandingan di bar Barcelona yang dibungkus bendera Spanyol.

Tetapi, pada malam itu sangat berbeda bagi penduduk Maroko Spanyol — komunitas asing terbesar yang mencapai 16 persen dari semua penduduk asing menurut data resmi.

Di Barcelona, suporter Maroko memadati lingkungan pusat Raval untuk merayakan serta menyalakan suar dan bernyanyi.

“Kami harus menang agar orang Maroko percaya diri di Spanyol, kami berharap untuk pergi ke final,” kata Anass, juru masak Maroko berusia 22 tahun kepada Reuters di pusat kota Barcelona. 

 TVE menunjukkan, orang-orang turun ke jalanan di Melilla, kantong Afrika utara Spanyol yang berbatasan dengan Maroko, bersorak, menari, dan membunyikan klakson dalam perayaan. 

Kepolisian Spanyol mengerahkan petugas tambahan jika terjadi gangguan pasca pertandingan, tetapi sebagian besar perayaan berlangsung damai. (asr)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine