Ibu di Tiongkok Mendapat Pujian Daring Karena Menyiram Putranya Setelah Dia dengan Sengaja Menyiram Teman Sekelasnya

EtIndonesia. Seorang ibu di Tiongkok timur menyiram putranya yang masih sekolah dasar dengan air beberapa kali sebagai bentuk hukuman setelah dia menyiram teman-teman sekelasnya di sekolah, yang memicu tepuk tangan daring.

Hampir 6 juta orang di Douyin menonton klip ibu yang menyiramkan air ke putranya, yang berdiri di luar blok perumahan mereka di Provinsi Zhejiang.

Diidentifikasi dengan nama akun Douyin-nya, @lanxichen, dia memerintahkan putranya untuk berdiri lebih dekat ke jendela flat lantai dua mereka sementara dia terus-menerus menyiramkan air ke putranya dari baskom kecil.

Meskipun putranya protes, dia bersikeras untuk melaksanakan hukuman itu.

Ketika anak laki-laki itu mulai berteriak: “Tidak!”, dia bertanya kepadanya: “Mengapa tidak? Bukankah kamu bilang ini menyenangkan?”

Sang ibu menghukum putranya karena seorang guru meneleponnya hari itu juga untuk melaporkan bahwa putranya telah menyiramkan air ke teman-teman sekelasnya dari lantai tiga sekolah, selain melemparkan karton susu ke arah mereka.

Dia mengaku melihat teman-teman sekelasnya bermain-main dan menganggapnya menyenangkan.

Akibatnya, sang ibu memutuskan untuk “membiarkannya merasakan air seolah-olah dia adalah korban.”

“Apakah kamu memikirkan anak-anak di bawah ketika kamu menyiramkan air ke mereka?” tanyanya kepada putranya ketika putranya mengeluh bahwa dia kedinginan.

Dia berhenti menyiramkan air ke putranya setelah putranya menyatakan penyesalannya.

Metode pengajarannya mendapat dukungan luas di internet.

“Ini adalah pola asuh terbaik yang pernah saya lihat. Sang ibu tidak melampiaskan rasa frustrasinya, tetapi dengan tenang mengajari putranya melalui pengalaman dan akal sehat,” komentar seorang pengguna di Douyin.

Yang lain menambahkan: “Tidak ada yang mencintai anak-anak seperti ibu mereka. Dia melakukan ini untuk kebaikannya sendiri.”

Namun, beberapa orang mempertanyakan apakah hukuman sang ibu “terlalu keras”.

Menanggapi kritik tersebut, sang ibu bertanya: “Bagaimana jika lain kali dia menganggap melempar batu kepada orang lain itu menyenangkan?”(yn)

Sumber: scmp

Pemimpinnya Tewas, “Unit 910”, Pasukan Rahasia Hizbullah yang Tersebar di Seluruh Dunia Siap Balas Dendam ke Dunia

Pemimpin Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, tewas pada Jum’at (27/9) setelah serangan udara Israel. Berbagai kelompok bersenjata yang didukung Iran, termasuk Hamas, menyatakan solidaritas dengan Hizbullah, sementara Irak menegaskan bahwa tindakan Israel telah “melampaui garis merah”. Para ahli memperingatkan bahwa pasukan rahasia Hizbullah yang disebut “Unit 910” mungkin akan melakukan serangan balasan terhadap komunitas Yahudi di seluruh dunia

www.aboluowang.com

Menurut laporan harian The Jerusalem Post, lembaga think tank Israel, Alma Research and Education Center, melaporkan pada Sabtu (28/9) bahwa terbunuhnya Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah yang sangat dihormati, membuat situasi di Timur Tengah semakin rumit. Unit 910, yang juga dikenal sebagai “Pasukan Hitam” (Black Unit) atau “Pasukan Bayangan” (Shadow Unit), mungkin akan melancarkan serangan balasan terhadap komunitas Yahudi dan Israel di seluruh dunia.

Unit 910 adalah salah satu bagian paling rahasia dan paling berbahaya dari Hizbullah. Dipimpin oleh Talal Hamiyah, unit ini pernah beroperasi di Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia, serta mampu melancarkan serangan balasan besar dalam waktu singkat. Pada tahun 1992, setelah pemimpin Hizbullah sebelumnya, Abbas al-Musawi, dibunuh, Unit 910-lah yang melakukan misi balas dendam.

Peneliti dari Alma, Tal Barry, menyebutkan bahwa anggota Unit 910 biasanya memiliki kewarganegaraan asing dan melakukan operasi di bawah perlindungan warga sipil. Unit 910 adalah unit operasi utama Hizbullah untuk serangan internasional dan bertanggung jawab atas kegiatan teroris di luar Lebanon. Unit ini bekerja sama erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, sehingga komunitas Yahudi di seluruh dunia bisa menjadi target balas dendam.

Dalam beberapa tahun setelah pembunuhan al-Musawi, Unit 910 melancarkan tiga serangan besar terhadap komunitas Israel dan Yahudi di seluruh dunia, termasuk pengeboman Kedutaan Besar Israel di Argentina pada tahun 1992, serta pengeboman gedung pusat komunitas Yahudi AMIA di Argentina pada tahun 1994. Pada tahun yang sama, Unit 910 juga meledakkan sebuah bom di dalam bus yang membawa wisatawan Israel di Bulgaria. Mereka juga pernah merencanakan serangan terhadap Bandara Kennedy di New York. (jhon)

Dunia Membara ! Mata-mata Iran Dituding Bocorkan Lokasi Pemimpin Hizbullah ke Israel

www.aboluowang.com

New Delhi TV mengutip laporan media Prancis Le Parisien yang mengatakan bahwa beberapa jam sebelum pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, tewas akibat serangan udara Israel pada Jum’at (27/9/2024), seorang mata-mata Iran memberitahukan kepada otoritas Israel mengenai lokasi Nasrallah.

Menurut sumber keamanan Lebanon, mata-mata ini memberitahukan kepada otoritas Israel tentang gerak-gerik Nasrallah, yaitu ketika dia akan menuju markas bawah tanah Hizbullah di pinggiran selatan Beirut untuk bertemu dengan beberapa anggota senior.

Sebelumnya, pada Sabtu (28/9), militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan setelah mereka mengetahui bahwa Nasrallah akan bertemu dengan para komandan tinggi Hizbullah di markas bawah tanah. Serangan ini disetujui oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, menyatakan bahwa Nasrallah pergi ke markas bawah tanah untuk merencanakan tindakan lebih lanjut terhadap Israel: “Kami memiliki intelijen kilat, ini adalah kesempatan operasi yang memungkinkan kami melancarkan serangan.”

Israel telah melakukan pengeboman secara kontinyu di Lebanon yang menyebabkan banyak korban jiwa, dan bahkan setelah Nasrallah terbunuh, serangan lintas batas masih berlanjut.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa dalam dua minggu terakhir, lebih dari 1.000 orang tewas dalam serangan udara Israel, dan lebih dari 6.000 orang terluka, meskipun mereka tidak merinci berapa banyak yang merupakan warga sipil atau kombatan. (jhon)

Selain Hassan Nasrallah, Serangan Militer Israel Menewaskan Komandan Hizbullah Nabil Qaouk 

Hizbullah mengalami pukulan telak selama beberapa hari terakhir, di mana pemimpin mereka, Hassan Nasrallah, tewas dalam serangan udara Israel pada Jumat (27/9), yang membuat situasi di Timur Tengah dengan cepat memanas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Minggu (29/9) mengumumkan bahwa dalam serangan udara pada Sabtu (28/9), mereka menewaskan seorang pejabat senior Hizbullah lainnya

www.aboluowang.com

Pejabat yang tewas pada Sabtu adalah komandan Pasukan Keamanan Pencegahan Hizbullah dan Wakil Ketua Komite Sentral Hizbullah, Nabil Qaouk. IDF mengatakan bahwa serangan udara ini dilakukan oleh pesawat Angkatan Udara Israel berdasarkan informasi intelijen.

Hizbullah belum memberikan komentar atas pernyataan IDF.

IDF menyatakan bahwa Nabil Qaouk  dianggap “dekat dengan pucuk pimpinan Hizbullah” dan dalam beberapa hari terakhir terlibat langsung dalam upaya mengorganisir kegiatan teroris yang menargetkan “Negara Israel dan warganya.”

Kematian Nabil Qaouk  dipastikan akan semakin mengguncang Hizbullah. Beberapa minggu terakhir, banyak komandan senior Hizbullah yang tewas dalam serangan udara Israel, termasuk pendiri organisasi tersebut, yang selama puluhan tahun berhasil menghindari penangkapan dan pembunuhan dari pihak luar, serta memiliki hubungan dekat dengan Nasrallah.

Nabil Qaouk  adalah anggota senior Hizbullah yang telah aktif sejak tahun 1980-an. Dalam perang Hizbullah dengan Israel pada tahun 2006, ia menjabat sebagai komandan militer kelompok tersebut di Lebanon selatan. Ia sering tampil di media setempat untuk mengomentari perkembangan politik dan keamanan, serta memberikan penghormatan pada upacara pemakaman militan senior.

Pada Oktober 2020, Amerika Serikat menetapkan Nabil Qaouk  sebagai teroris global, dengan tuduhan bahwa ia mewakili Hizbullah dalam acara peringatan teroris Hizbullah yang telah meninggal dan komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleimani. Soleimani tewas dalam serangan udara AS pada Januari 2020.

Hizbullah terus menembakkan roket dan rudal ke Israel utara, namun sebagian besar berhasil dicegat atau jatuh di area kosong, menyebabkan sedikit korban jiwa dan kerusakan sporadis.

IDF dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pada hari Minggu, sekitar delapan roket ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel. Roket-roket tersebut jatuh di daerah terbuka dekat kota Tiberias, Israel utara. Tahun lalu, ribuan warga Israel dari komunitas yang dekat dengan perbatasan Lebanon dievakuasi ke Tiberias, menyebabkan peningkatan populasi kota sebesar 20%.

Organisasi bersenjata Palestina, Hamas, menyerang Israel dari Gaza pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang Gaza. Sejak 8 Oktober, Hizbullah mulai menembakkan roket, rudal, dan drone ke arah Israel utara. Hizbullah dan Hamas adalah sekutu, yang dianggap sebagai bagian dari “poros perlawanan” anti-Israel yang didukung oleh Iran.

Sebagai tanggapan atas serangan Hizbullah dan Hamas, Israel melancarkan serangan udara berulang kali, yang membuat masyarakat internasional khawatir bahwa konflik ini dapat menyebar ke seluruh kawasan Timur Tengah. (jhon)

Sarapan untuk Menurunkan Lemak Darah, Mendukung Kesehatan Jantung

EtIndonesia. Para ahli berpendapat bahwa oatmeal yang direndam semalaman adalah hidangan sarapan enak yang membantu mengurangi lemak darah dan baik untuk kesehatan jantung.

Kolesterol tinggi berarti tubuh memiliki terlalu banyak lemak. Seiring waktu, kolesterol dapat menumpuk di pembuluh darah, menyebabkan penyumbatan dan mencegah darah mengalir secara normal melalui arteri. Oleh karena itu, kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke dan serangan jantung.

Beberapa faktor berkontribusi terhadap kolesterol tinggi, termasuk pola makan. Secara khusus, makan terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol. Namun melakukan perubahan tertentu pada pola makan Anda juga dapat menurunkan kolesterol.

Berbicara kepada Heart Care Healthy Living, yang berbasis di Walsall, Inggris, ahli fisiologi olahraga Ryan Hodgkinson menyarankan siapa pun yang memiliki kolesterol tinggi untuk mencoba makan oatmeal yang direndam semalaman untuk sarapan. Hidangan cepat saji ini tidak hanya membantu menurunkan kolesterol tetapi juga baik untuk kesehatan jantung karena mengandung sejenis serat yang disebut beta-glukan.

Menurut Express, hidangan ini dibuat dengan merendam oatmeal dalam cairan semalaman – seperti air, susu, atau yogurt, bukan dimasak di pagi hari. Sarapan ini akan semakin nikmat jika dilengkapi dengan buah-buahan dan perasa seperti madu. Ryan secara khusus merekomendasikan menggabungkan oatmeal dengan yogurt untuk hasil penurunan kolesterol terbaik.

“Mengonsumsi oat yang direndam semalaman adalah cara yang bagus untuk memulai hari,” jelasnya. “Oat membantu menurunkan kolesterol darah dan secara alami rendah lemak jenuh. Oat sangat mengenyangkan, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama dan mencegah keinginan ngemil.”

Heart UK mengatakan mengonsumsi tiga gram beta-glukan sehari, sebagai bagian dari pola makan dan gaya hidup sehat, dapat menurunkan kolesterol darah.

“Saat Anda mengonsumsi beta-glukan, dia akan membentuk gel di usus yang membantu mempertahankan asam empedu yang kaya kolesterol. Ini berarti lebih sedikit kolesterol yang berpindah dari usus ke dalam darah. Hati Anda kemudian harus mengambil lebih banyak kolesterol dari darah untuk menghasilkan lebih banyak empedu, yang membantu mengurangi kolesterol darah,” jelas Heart UK.

Saat memilih yogurt untuk dipadukan dengan oat semalaman, British Heart Foundation (BHF) merekomendasikan untuk memilih jenis yogurt yang rendah lemak.

“Untuk memastikan Anda memilih yang paling sehat, carilah dengan keterangan ‘tanpa tambahan gula dan ‘100% susu’ pada kemasan kotak. Pastikan bahan yang digunakan hanya ‘susu’ dan kultur hidup’. Anda juga akan melihat yogurt berlabel rendah lemak atau 0% lemak. Para ilmuwan sedang mencari tahu apakah ini lebih sehat daripada yogurt penuh lemak. Saat ini, pemerintah Inggris merekomendasikan memilih varietas rendah lemak, karena jenis yogurt ini memiliki lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan yogurt penuh lemak , yang membantu menurunkan kadar kolesterol Anda, yang membantu penurunan berat badan. Tapi hati-hati dengan yogurt buah rendah lemak karena sering kali mengandung banyak jalan,” kata BHF.

Resep oat yang direndam semalaman ahli fisiologi olahraga Ryan mencakup 40g oat gulung, 100g yogurt alami tanpa lemak, 100ml susu skim atau semi-skim, satu sendok teh campuran biji rami. (yn)

Sumber: ngoisao.vnexpress.net

Pemimpin Hizbullah Tewas Membuat Iran Khawatir? Calon Pengganti Terkuat Terungkap Hingga Ayatollah Ali Khamenei Dipindahkan 

Secretchina.com

Hizbullah telah mengonfirmasi bahwa pemimpin mereka, Hassan Nasrallah, tewas dalam serangan udara Israel di pinggiran Beirut. Menurut sumber, pengganti yang paling mungkin adalah Hashem Safieddine, yang juga merupakan sepupu Nasrallah. Safieddine saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Eksekutif Hizbullah dan sudah lama dipandang sebagai penerus Nasrallah.

Pada 28 September, kantor berita Turki, Anadolu Agency, melaporkan bahwa Safieddine lahir pada tahun 1964 di desa Deir Qanoun En Nahr, wilayah Tirus, Lebanon selatan. Sejak Hizbullah didirikan pada tahun 1982, Safieddine telah menjadi tokoh inti organisasi tersebut. Dia dan Nasrallah pernah belajar bersama di Qom, Iran, pada tahun 1980-an dan kembali ke Beirut pada tahun 1994. Sejak itu, dia memimpin Komite Eksekutif Hizbullah, yang bertanggung jawab atas urusan politik dan keuangan organisasi.

Safieddine dikenal karena sikap politiknya yang tegas dan pidatonya yang berapi-api, sering menekankan komitmen untuk melawan Israel. Dalam sebuah pidato pada Juli 2024, ia mengatakan, “Kami siap mengorbankan segalanya untuk Lebanon selatan, dan percaya bahwa Allah akan memberi kami kemenangan seperti pada tahun 2006.” Dia juga menegaskan bahwa Hizbullah akan terus mendukung Gaza hingga Israel berhenti menyerang.

Safieddine memiliki hubungan dekat dengan Iran dan pernah belajar agama di Qom untuk waktu yang lama. Ia juga memiliki hubungan keluarga dengan Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) yang telah meninggal. Putra Safieddine menikah dengan putri Soleimani pada tahun 2020. Pada tahun 2017, Departemen Keuangan AS memasukkan Safieddine ke dalam daftar hitam teroris versi Amerika.

Kematian Jenderal IRGC Iran

Pada 28 September, media Iran melaporkan bahwa seorang jenderal terkenal dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Abbas Nilforushan, tewas dalam serangan udara Israel di Lebanon.

Menurut Associated Press, kematian Nilforushan merupakan kerugian terbaru bagi Iran sejak pertempuran antara Israel dan Hamas di Gaza dimulai hampir setahun lalu. Ini menambah tekanan pada Iran untuk membalas, terutama karena konflik Israel-Hamas saat ini hampir berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas.

Tehran Times melaporkan bahwa Nilforushan, yang berusia 58 tahun, tewas pada 28 September dalam operasi yang menewaskan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah.

Wakil kepala pengadilan Iran, Ahmad Reza Pour Khaghan, mengonfirmasi kematian Nilforushan di Lebanon dan menyebutnya sebagai “tamu rakyat Lebanon,” sambil menegaskan bahwa Iran berhak untuk membalas sesuai dengan hukum internasional.

Departemen Keuangan AS sebelumnya telah menuduh Nilforushan sebagai wakil komandan operasi IRGC dan menjatuhkan sanksi terhadapnya pada tahun 2022 karena perannya dalam memimpin unit yang bertanggung jawab langsung atas penindasan demonstrasi.

Nilforushan juga pernah bertempur di Suriah, mendukung Presiden Bashar Assad selama perang saudara di negara itu.

Pemimpin Tertinggi Iran Dipindahkan ke Tempat Aman

Setelah serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut pada 27 September yang menewaskan Hassan Nasrallah, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan bahwa Lebanon akan membuat Israel “menyesal.”

Pada 28 September, Sky News melaporkan bahwa meskipun Israel telah membunuh Nasrallah, Khamenei mengklaim bahwa kekuatan Israel “terlalu kecil” untuk menimbulkan kerusakan besar pada Hizbullah. Khamenei menyatakan bahwa semua kekuatan perlawanan di wilayah tersebut akan berdiri bersama Hizbullah dan mendukungnya.

Penasihat senior Khamenei, Ali Larijani, menyebut bahwa pembunuhan pemimpin “poros perlawanan” tidak akan menyelesaikan masalah Israel, karena akan ada orang lain yang menggantikannya. Ia juga menyatakan bahwa Israel telah melampaui batas merah Iran, membuat situasi semakin tegang.

Sumber yang dikutip oleh Reuters mengungkapkan bahwa Khamenei telah dipindahkan ke tempat yang aman. Sumber-sumber tersebut juga mengindikasikan bahwa Iran terus berkoordinasi dengan Hizbullah dan kelompok proksi lainnya di wilayah tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya setelah kematian Nasrallah.

Diplomat dan Keluarga dari AS dan Jerman Ditarik dari Lebanon

Pada 28 September, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan keluarga staf kedutaan besar di Beirut serta beberapa pegawai untuk meninggalkan Lebanon. Pemerintah Jerman juga mengumumkan bahwa mereka akan mengevakuasi keluarga diplomat yang ditempatkan di Lebanon, Israel, dan Tepi Barat, serta mengurangi jumlah staf di wilayah tersebut.

Menurut AFP, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa karena serangan udara telah membuat situasi di Beirut semakin tidak stabil, mereka memutuskan untuk menarik keluarga staf kedutaan serta beberapa pegawai dari negara tersebut. Selain itu, Departemen Luar Negeri AS juga mendorong warga negara Amerika untuk memanfaatkan kesempatan meninggalkan Lebanon melalui jalur komersial yang masih tersedia.

Kementerian Luar Negeri Jerman juga mengeluarkan pernyataan bahwa pada 28 September, sebuah tim krisis mengadakan pertemuan untuk membahas meningkatnya ketegangan di Lebanon dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas. Mereka kemudian memutuskan untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan terhadap ancaman yang dihadapi oleh kedutaan besar di Beirut, Ramallah (Tepi Barat), dan Tel Aviv.

Kementerian Luar Negeri Jerman menyebut bahwa keputusan ini berarti keluarga staf yang ditempatkan di lokasi-lokasi tersebut akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman, baik di kawasan tersebut maupun ke Jerman. Selain itu, mereka akan mengurangi jumlah staf di lapangan sambil memastikan bahwa kedutaan besar tetap dapat menjalankan fungsinya. (jhon)

Kepanikan Pemerintahan Tiongkok Atas Kondisi  Perekonomian

Michael Wilkerson

Di tengah-tengah perekonomian domestik yang memburuk secara cepat, People’s Bank of China (PBOC), bank sentral Tiongkok, mengumumkan pada 24 September sebuah badai kebijakan stimulus moneter yang dirancang untuk menangkis potensi krisis keuangan.

Otoritas regulator mengambil serangkaian tindakan darurat tak biasa yang dimaksudkan untuk meringankan beban bank-bank di negara ini dan para pemberi pinjaman lainnya, serta para konsumen yang terhimpit, dan menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.

Di antaranya, PBOC telah mengurangi biaya pinjaman dari bank sentral, sehingga memudahkan bank-bank untuk mengakses dana, dan  menyuntikkan likuiditas setara dengan puluhan miliar dolar ke dalam sistem keuangan dalam upaya untuk menstabilkan pasar. PBOC telah menurunkan rasio cadangan wajib minimum untuk bank-bank di Tiongkok, yang mana secara efektif mengurangi jumlah modal yang harus dimiliki bank terhadap aset-aset berisiko. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan mempermudah bank-bank untuk memberikan pinjaman. Langkah ini juga mengurangi tekanan pada bank-bank yang lebih lemah yang mana berada di bawah tekanan dan berisiko dari cadangan modal yang sangat rendah.

Menanggapi para konsumen Tiongkok, PBOC telah menurunkan suku bunga KPR yang sudah ada dan mengurangi uang muka yang dibutuhkan untuk pembelian rumah kedua dari 25% menjadi 15%. Suku bunga deposito akan diturunkan untuk melindungi margin bank dan mendorong konsumen untuk membelanjakan uang mereka daripada menabung.

Menghadapi pasar saham yang lesu, PBOC juga telah mengumumkan sebuah fasilitas yang memungkinkan perusahaan-perusahaan pialang sekuritas dan dana investasi dapat mengakses likuiditas bank sentral untuk membeli saham. Intervensi negara untuk mendukung valuasi pasar saham ini sangat tidak lazim dan dapat mencerminkan rasa panik yang mungkin terjadi di antara pihak berwenang di Beijing.

PBOC sedang berjuang melawan gelombang tekanan deflasi yang meningkat. Perekonomian Tiongkok tidak pernah sepenuhnya pulih dari penutupan bisnis yang disebabkan oleh pandemi di pasar domestik pada tahun 2020. Tiongkok mengadopsi beberapa praktik karantina wilayah yang paling ketat di dunia, dan kebijakan “zero-COVID” dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) membuat banyak dari pembatasan tersebut tetap berlaku hingga tahun 2022. Produktivitas menurun, dan pertumbuhan ekonomi mandek. Bagi sebagian orang, pengalaman pelatihan dan pendidikan selama bertahun-tahun menjadi sia-sia.

Pada saat yang sama, PKT mengubah arah dan mengumumkan pengendalian ekses kapitalisme yang dipersepsikan di pasar. Dengan ini muncul intervensi ekonomi yang lebih besar, yang menghasilkan efek mengerikan pada pasar keuangan dan ekonomi yang lebih luas. Investor AS dan investor asing lainnya di Tiongkok mulai melepas posisi mereka dan mengurangi eksposur ke pasar ekuitas Tiongkok-sebuah tren yang terus berlanjut sepanjang tahun ini. Harga indeks saham Tiongkok telah turun lebih dari 22% dalam tiga tahun terakhir, sebagai contoh, selama periode kinerja pasar saham yang kuat di Amerika Serikat dan Eropa.

Tahun ini, pertumbuhan pendapatan nasional melambat dan kemungkinan akan berada di bawah target nasional sebesar 5 persen. Pengangguran kaum muda berada di atas 17 persen, sebuah konsekuensi tambahan dari era COVID-19. Pertumbuhan harga rumah  berubah menjadi negatif karena kelebihan persediaan dan penurunan nilai yang mengganggu pemilik rumah dan neraca bank. Pasar ekspor telah melambat karena Amerika Serikat dan negara-negara lain mempertimbangkan kembali kebijakan perdagangan mereka dengan Tiongkok. Hal ini memberikan lebih banyak tekanan pada ekonomi domestik karena konsumen yang tidak aman secara ekonomi menolak untuk membuka dompet dan membelanjakan uang mereka.

Rumor tentang meningkatnya frustrasi dan kerusuhan sosial beredar, meningkatkan taruhan bagi PKT yang berkuasa. Pihak berwenang tidak dapat membiarkan ekonomi keluar dari jalur dan tampaknya telah melakukan segala cara untuk mencegahnya.

Tindakan-tindakan kebijakan baru-baru ini oleh PBOC adalah pertanda peringatan bagi ekonomi global. Tiongkok tetap menjadi negara terpadat kedua di dunia dan ekonomi terbesar kedua. Amerika Serikat dan Eropa – yang mana masing-masing sedang berjuang dengan tantangan mereka sendiri dalam ekonomi domestik mereka – tidak kebal terhadap efek knock-on dari Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi di Eropa stagnan, dengan banyak negara yang sudah mengalami resesi. Perekonomian AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan, sehingga menimbulkan kekhawatiran yang cukup besar bagi para gubernur The Federal Reserve untuk memotivasi mereka menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin. Terakhir kali the Fed menurunkan suku bunga dalam jumlah besar dalam satu waktu adalah pada saat gelembung “dotcom” (2000) dan krisis keuangan global (2007).

Risiko krisis keuangan di Tiongkok melampaui ekonomi dan pasar keuangan AS, meskipun risiko tersebut sudah cukup besar. Meskipun ada tantangan AS dengan Tiongkok, tidak menjadi kepentingan strategis Amerika Serikat jika Tiongkok  terpuruk ke dalam depresi ekonomi.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah pendapat penulis dan tidak mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Michael Wilkerson adalah penasihat strategis, investor, dan penulis. Ia adalah pendiri Stormwall Advisors dan Stormwall.com. Buku terbarunya adalah “Why America Matters: The Case for a New Exceptionalism” (2022).

Pria Menyimpan Mutiara Seberat 34 Kg di Bawah Tempat Tidurnya Selama 10 Tahun Tanpa Menyadari Bahwa Nilainya Sangat Tinggi

EtIndonesia. Seorang nelayan mengaku telah menyimpan mutiara di bawah tempat tidurnya selama satu dekade, yang mungkin merupakan mutiara alami terbesar yang pernah ditemukan dalam sejarah.

Pria asal Philipina itu menemukan mutiara besar dengan lebar 30 cm dan panjang 67 cm serta beratnya mencapai 34 kg.

Jika penilai mengonfirmasi bahwa mutiara itu benar-benar terbentuk di dalam kerang raksasa, pria ini bisa menjadi kaya dalam semalam.

Menurut Palawan News, nelayan dari Puerto Princesa, Philipina itu menemukannya lebih dari 10 tahun yang lalu saat dia sedang mencari ikan di laut.

Media berita lokal melaporkan bahwa dia menemukannya saat jangkar kapalnya tersangkut kerang raksasa, dan dia harus turun ke air untuk melepaskan keduanya.

Namun, saat menemukan mutiara itu, dia menyimpannya sebagai jimat keberuntungan dan menyimpannya di bawah tempat tidurnya.

Saat dia pindah ke bagian lain provinsi itu, dia memberikan mutiara itu kepada bibinya.

Aileen Cynthia Maggay-Amurao bekerja di pemerintah daerah sebagai petugas pariwisata, dan dialah yang membawa mutiara itu kepadanya.

Maggay-Amurao mengatakan kepada Guardian: “Itulah sebabnya dia membawanya kepadaku, karena mutiara itu cukup berat.”

Dia menjelaskan bahwa dia sekarang sedang mencari para ahli untuk mengautentikasi mutiara itu sehingga bisa dinilai.

Maggay-Amurao mengatakan: “Sejauh ini berdasarkan penelitian kami di web, kami tidak dapat menemukan artikel yang tercatat tentang jenis dan ukuran sebesar ini.

“Dia mengatakan setiap kali dia pergi memancing, dia akan menyentuh mutiara itu.”

Namun, jika dipastikan berasal dari kerang raksasa, kemungkinan nilainya akan melebihi 100 juta dolar, yang akan membuat pria itu menjadi milioner dalam semalam.

Untuk sementara waktu, bibi pria itu, dengan izinnya, memberikan mutiara itu kepada walikota mereka, Lucilo R Bayon, sebagai objek wisata dan sekarang mutiara itu berada di Balai Kota New Green di Puerto Princesa.

Dalam upayanya mencari jawaban tentang seberapa berharganya mutiara itu, Maggay-Amurao bertanya kepada para ahli di Facebook dan menulis: “Kota Puerto Princesa kemungkinan akan mendapatkan gelar bergengsi lainnya dan pemecah rekor karena memiliki mutiara raksasa alami terbesar di dunia dari kerang raksasa (34 kilogram) setelah disertifikasi keasliannya.

“Butuh bantuan dari ahli gemologi!

“Sekadar informasi untuk semua orang, semua mutiara raksasa yang tercatat di dunia berasal dari perairan Palawan.”

Dia ingin semua penduduk pulau dan daerah sekitarnya membantu meningkatkan kesadaran akan mutiara itu dan tampaknya mendapat tanggapan yang luar biasa karena postingannya dibagikan ribuan kali.

Jika mutiara itu terbukti asli, maka akan mengalahkan mutiara terbesar di dunia saat ini, yang ditemukan oleh seorang penyelam lokal dari Brooke’s Point di Palawan, yang dijuluki Mutiara Lao Tzu.

Mutiara ini beratnya 6,4 kg saat ditemukan pada tahun 1939.

Jika itu benar-benar asli, beratnya hampir 30 kg lebih besar.

Pada tahun 2003, pemegang rekor tersebut dinilai sebesar 93 juta dolar oleh ahli gemologi Colorado Springs, Michael Steenrod. (yn)

Sumber: unilad

Kuil Jepang Menjual Ramen untuk Mendanai Perawatan Papan Kayu Guna Mencetak Kitab Suci Buddha

EtIndonesia. Kuil Buddha berusia 350 tahun di Jepang mungkin memiliki ramen terbaik di kota.

Kuil Hozoin, di prefektur Kyoto di Jepang tenggara, memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1669, dan kepala biara kuil tersebut berbagi dengan Yomiuri TV bahwa para relawan telah mulai menjual ramen vegetarian untuk mendanai pengelolaan dan perawatan koleksi mereka yang terdiri dari 60.000 papan kayu.

Potongan kayu tipis tersebut digunakan untuk menulis teks klasik, dan 48.000 tablet telah ditetapkan sebagai “properti budaya penting” oleh Pemerintah Jepang.

Namun, tablet tersebut ditumpuk di ruang penyimpanan yang berusia lebih dari 60 tahun dan tidak memiliki sistem pendingin atau pemanas.

Pekerjaan manual yang diperlukan untuk merawat kayu-kayu tersebut dalam kondisi seperti ini mahal, dan kuil tersebut membutuhkan strategi kreatif untuk menghasilkan uang. Pendapatan dari persembahan tradisional jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan keuangan kuil.

“Pemilik properti budaya harus memikul tanggung jawab pengelolaan. Kita harus mengelola dan merawat benda-benda klasik ini dengan hati-hati agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” kata kepala biara.

“Namun, setelah lebih dari 350 tahun, benda-benda klasik yang disimpan di sini rentan terhadap jamur dan serangga. Oleh karena itu, diperlukan dana yang cukup untuk pelestarian. Secara keseluruhan, biayanya setidaknya 500 juta yen (sekitar Rp 53 miliar), bahkan mungkin 1 miliar yen (sekitar Rp 106 miliar.”

Pada bulan Oktober 2022, kuil mulai menawarkan ramen vegetarian kepada publik, yang hanya tersedia pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Supnya terjangkau, seharga 600 yen (sekitar Rp 63 ribu), dan para juru masak biasanya membuat 30 porsi yang cepat habis terjual.

Ramen disiapkan oleh relawan kuil, yang mendedikasikan perhatian yang signifikan untuk menyiapkan setiap sajian vegetarian yang lezat. Selain harganya yang terjangkau, sekarang ramen ini terkenal karena rasanya yang sangat lezat.

“Saya belum pernah makan ramen seperti ini. Rasanya meresap jauh ke dalam jiwa saya,” kata Fukuko Sudo, 79 tahun, dari Kyoto.

Kepala biara kuil mengatakan bahwa menjual ramen vegetarian membantu kuil menghasilkan uang dan menarik perhatian, menarik lebih banyak orang untuk menjelajahi koleksi klasik Buddha di kuil tersebut.

Meskipun ramen tentu saja membantu Kuil Hozoin menutupi sebagian biaya operasionalnya, angka pendapatan sebenarnya tidak dipublikasikan. (yn)

Sumber: scmp

Perkembangan Media Sosial Sangat Berdampak Bagi Masyarakat

Forum Elite

Media berita, yang memperoleh predikat “Hak kuasa keempat” (Fourth Estate), kini menghadapi perang habis-habisan secara global. Kita sadari bahwa pengaruh media tradisional sedang berangsur-angsur menurun, dan digantikan oleh berbagai media baru yang memanfaatkan sepenuhnya sarana teknologi terkini. Di antaranya media sosial adalah yang paling menarik perhatian karena revolusi media sosial telah membawa perpecahan dalam masyarakat. Saat ini manusia sedang menghadapi sebuah tantangan segunung.

Pesatnya kebangkitan media baru menurunkan peran pentingnya media tradisional

Guo Jun, pemimpin redaksi The Epoch Times, menyatakan dalam program “Forum Elite” NTDTV bahwa media berita adalah kekuatan keempat dalam masyarakat modern setelah ketiga kekuatan tersebut terpisah dalam struktur politik. Selama dekade terakhir, peran media berita tradisional telah menurun dengan sangat cepat. Surat kabar dan majalah adalah media yang terkena dampak pada gelombang pertama, kemudian stasiun TV terkena dampak pada gelombang kedua, dan WEB1.0, yang disebut portal berita, terkena dampak pada gelombang ketiga.

Dalam hal surat kabar di Amerika Serikat (AS), pendapatan iklan langsung dari surat kabar dalam 10 tahun terakhir telah mengalami penurunan sekitar 90%, sehingga banyak penerbit surat kabar yang gulung tikar, dan situasi serupa juga dialami di berbagai negara di dunia, termasuk di daratan Tiongkok.

Ketika di Hong Kong, saya bertemu dengan seorang teman yang bekerja di sebuah stasiun TV di Tiongkok, stasiun TV mereka cukup populer di sana, bahkan menduduki top 3 di Tiongkok. Namun pendapatan iklan mereka turun drastis selama 5 tahun ini, dan tidak sebanding lagi dengan pendapatan sebelumnya.

Oleh karena itu, apa yang kita hadapi saat ini adalah revolusi besar dalam industri media dan perombakan besar-besaran di seluruh industri. Setiap tahun di AS, selalu diumumkan daftar peringkat pendapatan pekerjaan magang lulusan perguruan tinggi dari berbagai jurusan keilmuan. Di masa lalu, pendapatan terendah selalu diraih oleh bidang psikologi dan ilmu politik. Namun, data tahun lalu menunjukkan bahwa lulusan jurnalisme dan media memiliki pendapatan paling rendah. Hal ini menonjolkan suatu dilema yang dihadapi oleh media tradisional saat ini.

Namun industri media belumlah musnah. Saya ingin mendefinisikan ulang tentang apa itu media. Media artinya medium, suatu platform yang menyampaikan informasi dan pesan. Dahulu, masyarakat mengandalkan media massa untuk memperoleh informasi, kemudian berubah menjadi media khusus (niche media), dan kini menjadi media sosial.

Media sosial, termasuk Facebook (Meta), Twitter (platform X), YouTube, Instagram, Linkedln, WhatsApp, Line, Telegram, WeChat, TikTok, dan lain-lain., telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, yang kesemuanya merupakan media baru dalam penyampaian berita dan informasi, yang kita kenal dengan sebutan media sosial. Dampak yang ditimbulkannya memiliki dua karakteristik utama:

Pertama, dampaknya sangat luas dan mencakup negara, ras, dan bahasa. Yang kedua adalah penyebarannya sangat cepat. Tidak heran bila Tiongkok tiba-tiba mengatakan bahwa di negaranya terdapat lebih dari 2.000 stasiun TV, 700 di antaranya telah ditutup, dan lebih dari 1.300 lainnya bisa bangkrut kapan saja. Fenomena seperti ini juga terjadi di berbagai negara. Di AS, ada sejumlah besar stasiun TV kecil yang tutup dalam beberapa tahun terakhir.

Guo Jun mengatakan bahwa proses mendefinisikan ulang dan merombak industri media secara global telah menimbulkan banyak permasalahan, dan perpecahan sosial merupakan masalah terbesarnya yang dihadapi. Setiap negara di dunia akan menghadapi masalah serupa, yaitu terpecahnya nilai-nilai dan ideologi, selain semakin meningkatkan konflik sosial, yang merupakan pula perpecahan besar dalam masyarakat.

Padahal di industri media tradisional, ada peraturan dan regulasinya sendiri yang membatasi, dan para praktisinya memiliki standar moral dan etika profesionalnya sendiri, yang merupakan kurikulum wajib di perguruan tinggi. Namun di media sosial sekarang, sebagian besar penulis yang menulis tidak memiliki pelatihan tersebut, dan mereka juga tidak memiliki kode etik yang harus ditegakkan. Jadi apa yang kami lihat adalah sebuah situasi yang sangat membingungkan.

Terlalu banyak diskriminasi rasial, diskriminasi budaya, diskriminasi terhadap agama dan kepercayaan, segala macam ujaran kebencian di media sosial, serta rumor jahat dan kebohongan untuk berbagai tujuan, penyesatan emosi yang jahat, dan lain-lain. Pada dasarnya, segala sesuatu yang Anda lihat dan dengar di jalan dapat ditemukan di media sosial.

Jadi kita melihat bahwa konflik antara media sosial dengan masyarakat modern menjadi semakin besar. Ambil contoh isi surat tulisan Mark Zuckerberg, pendiri Meta yang ditujukan kepada Kongres AS baru-baru ini, ia mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah memberikan tekanan untuk mengontrol ucapan semua orang selama epidemi dan pemilu lalu. Suratnya menimbulkan kegemparan karena Zuckerberg mengatakan bahwa di kemudian hari dirinya tidak mau lagi mendengarkan ucapan pemerintah dan akan menolaknya.

Tekanan sangat besar yang sama juga dialami oleh Elon Musk, pemilik platform X. Sampai-sampai Pengadilan Brasil langsung melarang penggunaan platform X dengan menyebutkan bahwa siapa pun yang menggunakan platform X akan didenda hingga ribuan dolar. Sesungguhnya, pendekatan ini pada dasarnya sudah tidak jauh berbeda dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang mengekang kebebasan. Namun lain lagi yang terjadi di Argentina, yang sama-sama di Amerika Selatan, yang presidennya menyukai Elon Musk, bahkan menyiarkan percakapan langsung keduanya di platform X.

Baru-baru ini, pendiri Telegram ditangkap di Prancis, pasalnya, ia menolak menyerahkan informasi klien, juga menolak memblokir akun yang dianggap tidak pantas oleh Prancis.

Selain itu, para elite AS telah mendiskusikan dampak TikTok terhadap masyarakat, terutama terhadap generasi muda Amerika Serikat. Karena pengaruh yang berdampak langsung terhadap sistem dan struktur politik ini, bahkan dapat ikut menentukan hasil pemilu AS.

Guo Jun menyatakan, tentu saja tindakan yang paling ekstrem masih dilakukan oleh PKT, yang tidak hanya mengontrol dan memblokir pembicaraan di media sosial, tetapi juga mengontrol langsung platform tersebut. Pemerintah komunis Tiongkok bahkan mempunyai hak istimewa untuk masuk ke dalam “dapur” platform, untuk langsung melakukan penghapusan komentar atau memblokir akun yang bersangkutan. Yang lebih serius adalah mereka dapat menangkap orang berdasarkan informasi akun mereka. Semua platform media sosial yang tidak dapat mereka kendalikan akan diblokir oleh pemerintah komunis Tiongkok. Dengan kata lain, PKT dapat menggunakan media sosial untuk menciptakan masalah di negara lain.

Namun di dalam negeri, ia sepenuhnya dimanfaatkan untuk menghilangkan efek “negatif” yang timbul dari media sosial. Tentu saja ini adalah rencana mereka sendiri. Selama Internet eksis dan teknologi baru, termasuk AI terus berkembang, niche media semacam ini, bahkan media mikro, dipastikan akan terus berkembang.

Saya berpendapat bahwa masyarakat manusia kelak akan menemukan titik equilibrium untuk menyeimbangkan kontradiksi antara privasi pribadi dan hak untuk mengetahui, demi menyeimbangkan kontradiksi antara tanggung jawab sosial dan kebebasan berbicara. Namun sepertinya hal ini memerlukan waktu yang tidak pendek. Beberapa orang bahkan percaya bahwa dampak negatif yang timbul terhadap masyarakat manusia jika media sosial sekarang menggunakan algoritma AI dapat mendekonstruksi beberapa fondasi peradaban Barat modern, termasuk fondasi moralitas dan keyakinan, serta menyebabkan situasi kekacauan yang sangat besar.

Alasan di balik pengontrolan algoritma TikTok atas keinginan dan kesukaan orang

Produser TV independen Li Jun menyatakan bahwa PKT selalu menaruh perhatian besar dalam mempelajari cara untuk mencuci otak masyarakat. Setelah tahun 2000, dengan maraknya Internet, PKT di satu sisi menghabiskan dana raksasa untuk membangun firewall dan menyaring informasi; di sisi lain, PKT juga menginvestasikan sejumlah besar dana, tenaga kerja, dan sumber daya material dengan kekuatan seluruh negeri, termasuk membentuk departemen khusus, yaitu “Administrasi Dunia Maya Tiongkok” yang bertugas untuk memantau pembicaraan.

Begitu pula Departemen Propaganda Pusat dan Kementerian Keamanan, mereka juga dilibatkan. Mereka menganggap Internet sebagai suatu medan perang dan membentuk pasukan khusus untuk mencuci otak masyarakat. Setelah saya datang ke AS, saya menemukan bahwa media sosial RRT, termasuk WeChat, Weibo, dan lain-lain., lebih maju dalam teknologi dan fungsionalitas dibandingkan dengan masyarakat Barat.

Seorang gadis dengan ponselnya di Manhattan, New York, pada 27 Februari 2017. (Samira Bouaou/The Epoch Times)

Li Jun mengatakan bahwa PKT telah menciptakan serangkaian sarana teknologi tinggi untuk mencuci otak masyarakat dan mengendalikan mereka secara lebih terselubung. Oleh karena itu, PKT bersifat lebih “profesional” dalam hal mencuci otak dan mengendalikan orang, termasuk TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan Tiongkok ByteDance. Yang disebut “Algoritma” dalam pengertian PKT adalah suatu metode penggunaan teknologi tinggi yang dirancang untuk mengendalikan pikiran orang.

Algoritma TikTok didasarkan pada rekomendasi berlapis dan analisis multi-sudut untuk menggali keinginan Anda agar dapat memuaskan Anda. Misalnya, jika ternyata Anda menyukai game tertentu, ia akan berulang kali merekomendasikan game tersebut atau game terkait. Ini adalah rekomendasi tingkat pertama. 

Untuk rekomendasi kedua, TikTok melalui penelitian dan analisis untuk mencoba menemukan kemungkinan orang lain yang juga menyukai game ini, atau ada kesamaan hobi lainnya, seperti mendengarkan jenis musik tertentu, maka ini akan masuk dalam rekomendasi tingkat kedua. 

Rekomendasi tingkat ketiga adalah jika Anda tidak menyukai musiknya, maka ia akan merekomendasikan hobi lain dari orang yang menyukai game tersebut. Jika Anda menyukai rekomendasi tingkat ketiga ini, maka hobi kedua Anda telah ditemukan. Dengan analogi ini berarti bahwa semakin banyak ia menemukan hobi Anda, maka semakin kuat pula ia mengendalikan Anda. Ketika ternyata Anda bosan dengan hobi tertentu, maka ia akan segera beralih ke hobi lain untuk mengendalikan agar Anda tidak meninggalkannya. 

Untuk beberapa pencarian, seperti informasi yang berkaitan dengan kekerasan, pornografi, atau horor, meskipun banyak platform besar mengetahui bahwa Anda memiliki hobi seperti itu, mereka tidak akan terlalu merekomendasikannya kepada Anda. Namun tidak demikian halnya dengan TikTok. Ia akan menangkap hobi Anda dan terus-menerus merekomendasikan video kepada Anda, membuat Anda tidak bisa melepaskan diri, dengan demikian ia akan lebih mudah lagi mengendalikan Anda.

Li Jun menyatakan bahwa dalam artian tertentu, algoritma TikTok seperti suatu robot cerdas AI. Ia mengenal diri Anda lebih baik daripada Anda mengenal diri Anda sendiri, dan ia dengan jelas mengetahui keinginan dan preferensi Anda, sehingga Anda lebih mudah untuk dikendalikan. Dalam situasi seperti ini, sangat mudah bagi TikTok untuk melakukan banyak hal.

Misalnya, jika mereka ingin ikut campur dalam pemilu AS dan tidak ingin Anda memilih Trump, maka ia dapat melakukan kritikan tentang Trump dengan cara yang sangat Anda sukai, dan tentu saja Anda akan menerimanya dengan sepenuh hati. Itulah sebabnya mengapa badan keamanan AS adalah pihak yang paling keras menuntut pelarangan penggunaan TikTok, karena mereka mengetahui cerita di dalamnya dengan sangat baik.

Perkembangan media sosial telah membawa dampak yang sangat besar bagi umat manusia

Qin Peng, seorang komentator politik dan ekonomi menyatakan bahwa karena kekhawatiran terhadap keamanan data dan keamanan nasional, maka TikTok mungkin menghadapi desakan dari pemerintah AS untuk dijual. Karena itu pemerintah komunis Tiongkok lalu buru-buru mengeluarkan undang-undang yang menyatakan bahwa algoritma tersebut tidak dapat dijual, karena mereka takut rahasianya akan bocor.

Qin Peng mengatakan bahwa suatu ciri khas di era media sosial ini adalah selama Anda online, semua informasi pribadi Anda, termasuk buku alamat, suara, riwayat pencarian, riwayat penelusuran situs web lain, dan lain-lain., sangat mungkin tersebar ke berbagai platform yang berbeda. Jadi informasi tentang diri Anda menjadi transparan di hadapan banyak perusahaan teknologi besar di Internet. Oleh karena itu, ketika Anda melakukan operasi tertentu, platform akan memanfaatkan ini untuk memperkuat kegemaran Anda.

Ambil contoh TikTok, jika ia ingin mengendalikan pikiran Anda, atau jika ia ingin Anda memperluas lalu lintas jaringan, maka ia akan berusaha untuk menemukan cara agar Anda dapat melihat dan merasakan lebih banyak informasi tertentu yang Anda inginkan itu. Jadi sebenarnya, apa yang Anda lihat, Anda pikir adalah dunia objektif, namun bisa jadi apa yang Anda lihat itu adalah sebuah “lapisan kegemaran bersama” atau suatu dunia virtual yang sudah disempurnakan, jadi itu bukan suatu dunia nyata dan sempurna. Inilah ciri khas lain yang sangat gamblang dari era media sosial.

Setelah maraknya situs jejaring sosial, oleh karena algoritma yang dipersonalisasi, sehingga sebagian besar orang di ekosistem online, hanya terpapar pada informasi yang mirip dengan ide pemikiran mereka sendiri, dan telah mengabaikan konsepsi yang berbeda dari diri mereka, itulah “Stratosfer” atau “lapisan kegemaran bersama”.

Qin Peng menyatakan bahwa fungsi orisinil dari berbagai platform adalah untuk memungkinkan lebih banyak informasi berbeda mengalir dengan bebas di jejaring Internet. Tapi faktanya, banyak perusahaan teknologi besar tidak menginginkan kebebasan arus informasi. Mereka bersedia berkolusi dengan pemerintah yang sangat kuat (otoriter) agar Anda hanya melihat apa yang ingin diperlihatkan oleh pemerintah.

Guo Jun menyatakan bahwa ada pepatah semacam dalam agama Buddha yang berbunyi “pengamat adalah apa yang diamati”. Artinya ada korelasi antara siapa Anda dan apa yang Anda lihat. Saat Anda dalam suasana senang, Anda melihat bunga musim semi di malam yang diterangi cahaya rembulan. Saat Anda sedih, Anda melihat bunga-bunga berguguran. Tentara melihat senjata dan konflik, sedangkan pengusaha semestinya melihat untung dan rugi. Orang baik melihat keindahan, sedangkan orang yang tidak bermoral melihat intrik dan penipuan. Karena lingkungan mempunyai dampak yang besar terhadap manusia, jadi kebanyakan dari kita telah dibentuk oleh lingkungan ini. Oleh sebab itu, pepatah “pengamat adalah apa yang diamati” juga dapat dipandang dari sudut kebalikannya, yaitu Anda adalah orang seperti apa dan memiliki nilai serta moral seperti apa, itu juga ditentukan oleh informasi yang Anda terima. Jadi dari sudut pandang ini, dapat dikatakan bahwa perkembangan media sosial akan membawa dampak yang sangat besar bagi umat manusia. Dan diperkirakan dalam 10 tahun ke depan kita semua akan melihat konsekuensinya.  (sin/whs)

Mengungkap Rahasia Fregat Jerman yang Melintasi Selat Taiwan

Xia Luoshan 

Bukan hal baru bagi kapal-kapal Angkatan Laut dari Amerika Serikat, Inggris dan Kanada untuk melintasi Selat Taiwan yang selama ini diakui sebagai perairan terbuka internasional. Namun pada 13 September ketika 2 unit kapal Angkatan Laut (AL) Jerman melintasi selat tersebut, situasinya menjadi berubah dan menimbulkan kegemparan.

Pada 13 September siang, fregat milik AL Jerman “Baden-Wuerttemberg, F222) bersama kapal pasokannya “Frankfurt am Main, A1412) yang baru mengakhiri kunjungan mereka di Korea Selatan, berlayar melintasi Selat Taiwan dari utara ke Selatan untuk menuju Filipina. Pada 16 September pagi, kedua kapal AL Jerman tersebut tiba di Manila dan berlabuh di Dermaga 15 Pelabuhan Selatan Manila untuk memulai kunjungan empat harinya di Filipina. Setelah itu, kedua kapal juga akan mengunjungi Singapura dan India.

Sebagai bagian dari strategi Indo-Pasifik 2024, ini merupakan pertama kalinya dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun terakhir kapal AL Jerman berlayar melintasi Selat Taiwan untuk mengunjungi Filipina, sebuah negara di Samudera Pasifik yang kebetulan akhir-akhir ini bersitegang dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Laut Tiongkok Selatan gegara konflik teritorial. Ketika tatanan di Laut Tiongkok Selatan berdasarkan hukum internasional terus menerus dirusak oleh PKT, maka pelayaran ini menarik perhatian besar dari komunitas internasional.

Juru bicara dari Komando Militer Timur Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) RRT menyatakan bahwa lewatnya dua kapal Jerman itu merupakan “upaya terbuka untuk menimbulkan keonaran” dan mengirimkan “sinyal yang salah”. Kedutaan Besar RRT untuk Jerman juga menyebutkan bahwa Selat Taiwan adalah perairan milik RRT (Republik Rakyat Tiongkok), dan tidak ada yang namanya “perairan internasional”.

Menanggapi hal ini, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius membalasnya dengan mengatakan: “Perairan internasional adalah perairan internasional”.

“Mengingat kondisi cuaca, ini adalah jalur terpendek dan juga teraman. Jadi kita melintasinya”, ujarnya.

Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam sebuah konferensi pers di Berlin yang tidak terkait dengan masalah tersebut sambil lalu menyatakan: “Tidak banyak yang bisa saya katakan tentang melintasnya (kedua) kapal, karena itu adalah jalur perairan internasional”.

Andreas Pfaffernoschke, Duta Besar Jerman untuk Filipina dalam upacara penyambutan tibanya kedua kapal di Manila menyatakan, kunjungan ini membuktikan bahwa Jerman dan Filipina sedang berupaya untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pertahanan. Ia juga menyebutkan bahwa kehadiran AL Jerman di kawasan Indo-Pasifik menyoroti kesediaan Jerman untuk menjaga hak kebebasan navigasi yang telah ditetapkan oleh Konvensi PBB tentang Hukum Laut dan hukum internasional. Ia juga menegaskan kembali kesediaan Jerman untuk memperkuat partisipasinya dalam menjaga keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Saat kedua kapal melewati Selat Taiwan, mereka melintas perlahan dengan kecepatan sekitar 10 knot per jam. Menariknya, media PKT menggambarkannya sebagai “ketar-ketir”. Siapa pun yang memiliki sedikit akal sehat tentu mengetahui bahwa sistem C3I pada kapal kelas ini memiliki fungsi yang unggul dalam pengumpulan data intelijen, jadi tujuan pelayaran lambat itu mungkin saja tidak cuma untuk melintas secara aman.

Berat benaman normal fregat kelas ini adalah sekitar 7.200 ton, menjadikannya sebagai fregat terbesar di dunia. Panjangnya 149,5 meter, lebarnya 18,8 meter, dengan kecepatan maksimumnya adalah 26 knot. Jangkauan jelajah pada kecepatan 18 knot adalah sekitar 4.000 mil laut. Karena kecanggihan dari kapal tersebut, awaknya hanya 120 orang, hampir separuh jumlahnya dibandingkan fregat tradisional. Pada saat yang sama, terdapat fasilitas akomodasi tambahan untuk mengangkut sekitar 190 personel tambahan, seperti Kopassus, Marinir, awak pesawat, dan lainnya.

Kapal tersebut dapat membawa 2 buah helikopter anti-kapal selam berukuran sedang, serta 4 buah kapal tempur bersenjata khusus “FASSMER” yang panjangnya 11 meter, dan 4 buah perahu karet kaku (RHIB) SFB10.1. Karena daya tahannya yang lama dalam pelayaran, dilengkapi dengan peralatan khusus, dan jumlah awaknya yang kecil, kapal ini dapat melakukan operasi anti-pembajakan atau ikut dalam misi patroli gabungan berskala besar. Kapal tersebut juga dapat berfungsi sebagai kapal komando untuk gugus tugas multinasional, memberikan dukungan tembakan ke laut / darat, dan sebagai alat transportasi untuk mendukung pelaksanaan tugas tim operasi khusus.

 “Baden-Württemberg” yang cukup inovatif dalam banyak bidang teknis, termasuk memperkenalkan konsep “pulau ganda”, yang mendistribusikan sensor komando, kontrol, komunikasi dan intelijen (C3I) utama antara superstruktur depan dan belakang yang independen, memungkinkan kapal untuk melanjutkan operasi bahkan setelah kerusakan serius, atau pun kehilangan sensor yang mengakibatkan titik buta pertempuran. Kapal menggunakan radar C-band Active Electronically Scaned Array (AESA) canggih dengan jangkauan deteksi maksimum hingga 250 kilometer, serta kemampuan untuk melacak hingga 1.000 target. Selain itu, gabungan radar, langkah-langkah dukungan elektronik komunikasi, sistem komunikasi tautan data taktis, dll. sudah sejak awal dirancang khusus untuk menunjang efektivitas dari sistem pengomandoan, pengendalian, serta kesadaran situasional.

Meriam utama “Baden-Württemberg” adalah meriam ringan OTO Melara 127 mm. Sistem ini terdiri dari empat subsistem utama, termasuk perakitan meriam, sistem penanganan amunisi otomatis, dukungan pengendalian tembakan angkatan laut, dan amunisi seri VULCANO. Rangkaian amunisi VULCANO 127mm terdiri dari amunisi Ballistic Extended Range (BER) dan amunisi Guided Remote (GLR), dilengkapi dengan bahan bakar multi-fungsi, sensor, dan panduan terminal yang berbeda, yang dapat memperluas jangkauan artileri hingga 100 kilometer. Magasin drum menampung 56 putaran tembakan, dan laju tembakannya adalah 32 putaran per menit. Reload dimungkinkan selama penembakan, dan memiliki fleksibilitas tinggi dalam pemilihan amunisi. Sistem ini terutama didukung oleh senjata tembakan ke permukaan, tembakan artileri angkatan laut, ditambah dengan senjata antipesawat.

Kapal ini juga dilengkapi dengan dua sistem senjata Rheinmetall MLG 27 RWS. MLG 27 merupakan singkatan dari Marineleichtgeschütz 27mm, yang merupakan versi angkatan laut dari meriam 27mm yang digunakan oleh jet tempur Tornado dan Gripen. Juga dikenal sebagai revolver otomatis, senjata ini memiliki laju tembakan hingga 1.700 putaran per menit dan jangkauan maksimum 4.000 meter. Senjata ini dapat digunakan untuk mencegat pesawat sayap tetap, helikopter, speedboat, dan rudal dari jarak dekat. Sistem ini sangat cocok untuk bertahan melawan target masuk berkecepatan tinggi. 

MLG 27 menggunakan rangkaian sensor EO terintegrasi SAM Electronics, yang dilengkapi dengan kamera TV, pencitraan termal, pengintai laser, sensor sikap, stabilisasi optik, dan sistem pelacakan video untuk mencapai pelacakan target otomatis. Itu terhubung ke sistem kapal dan dapat dioperasikan dari jarak jauh.

Kapal ini juga dilengkapi dengan lima menara (NT) OTO Melara Hitrole yang dikendalikan dari jarak jauh. Setiap menara dilengkapi dengan senapan mesin berat FN M2HB 12,7 mm dengan laju tembakan 450-550 putaran/menit dan jangkauan efektif tembakan sekitar 2 kilometer. Penargetan dan pelacakan dapat dilakukan melalui kamera berperforma tinggi, sensor inframerah, pengukur jarak laser, dan sistem pelacakan otomatis.

Selain artileri, “Baden-Württemberg” juga dilengkapi dengan dua sistem pertahanan rudal RAM Block II yang masing-masing dilengkapi peluncur rudal Mk49, dilengkapi 21 rudal pencegat berpemandu inframerah, dengan jangkauan lebih dari 9 kilometer dan kecepatan luncur lebih dari 2 Mach.

Kapal tersebut juga membawa delapan rudal anti kapal Boeing RGM-84D “Harpoon”. Ini adalah solusi sementara sambil menunggu pengiriman Naval Strike Missile (NSM). NSM memiliki jangkauan tempur 185 kilometer dan terbang dengan kecepatan subsonik tinggi. Ia menggunakan navigasi inersia, GPS dan navigasi referensi medan serta teknologi inframerah. Hulu ledaknya berbobot 125 kilogram. Rudal Harpoon yang ada ini memiliki jangkauan kurang lebih 120 kilometer, kecepatan Mach 0,9, dan hulu ledak seberat 221 kilogram. Rudal “Harpoon” juga memiliki kemampuan terbang skimming di ketinggian rendah dan fungsi panduan radar aktif. Ia terbang pada ketinggian 2 hingga 5 meter di atas air. Setelah mendekati sasaran, ia dengan cepat naik hingga ketinggian sekitar 1.800 meter, kemudian menentukan sasaran dan langsung menukik lurus untuk menghunjam sasaran.

Meskipun fregat kelas “Baden-Württemberg” memiliki berat benaman dan ukuran yang besar, tetapi ia tidak dilengkapi dengan sistem peluncuran vertikal rudal anti-pesawat jarak jauh (VLS), juga tidak dilengkapi dengan senjata serangan darat jarak jauh seperti “Tomahawk”, rudal jelajah. Ide desain ini pernah menimbulkan kontroversi besar, yang membatasi jangkauan pertahanan rudalnya pada jarak menengah dan pendek, serta jangkauan serangan laut dan darat hanya satu atau dua ratus kilometer. Mengingat Jerman tidak memiliki kapal induk dan tidak perlu membentuk jaringan pertahanan jarak jauh yang diperlukan untuk kelompok tempur kapal induk, maka dapat dimengerti bahwa tata letak sistem senjata kelas “Baden-Württemberg” tidak berfokus pada penerapan jangka panjang, jangkauan sistem senjata ofensif dan defensif. Perlu disebutkan di sini bahwa fregat kelas “Baden-Württemberg” juga dilengkapi dengan fitur siluman (tak terdeteksi oleh radar) yang canggih, yang sampai batas tertentu meringankan persyaratan kaku untuk sistem pertahanan jarak jauh.

Tentu saja, meski tidak ada peluncur rudal antipesawat jarak jauh, tetapi tidak ada pihak yang dapat menyangkal bahwa kapal perang ini berteknologi maju dan dilengkapi dengan sarana tempur yang baik untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya. Pada saat yang sama, tidak menutup kemungkinan untuk memasang sistem peluncuran vertikal pada kapal tersebut di masa mendatang, sehingga dapat lebih mandiri melakukan tugas-tugas kompleks di lingkungan yang sangat penuh dengan tekanan. (sin/whs)

Tiga Faktor Perlebar Kesenjangan Teknologi Kuantum Tiongkok – AS

Song Tang dan Yi Ru

Gegara pemerintah komunis Tiongkok melakukan penekanan terhadap industri keuangan, yang menyebabkan pengusaha semakin takut mengambil risiko, bahkan di bidang keamanan nasional, yang dianggap penting oleh Beijing juga menghadapi kesulitan dalam menarik investasi. Namun pada saat yang sama, pemerintah komunis Tiongkok yang ingin mendominasi penelitian teknologi kuantum terpaksa harus menjadi petarung tunggal karena menghadapi isolasi dari dunia luar. Ketiga faktor ini mungkin yang membuat kesenjangan dalam teknologi kuantum antara Tiongkok dengan Amerika Serikat menjadi semakin lebar.

Tekanan keras terhadap industri keuangan dan pelarian modal

Modal ventura adalah salah satu sumber inovasi teknologi modern. Namun akibat pemerintah komunis Tiongkok yang lebih menekankan terhadap pengembangan “teknologi keras”, maka modal ventura Tiongkok sedang beralih ke bidang teknologi keras seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, ruang angkasa, dan material baru. Demikian media di daratan Tiongkok melaporkan.

Menurut data yang dikumpulkan oleh “Asset Management Association of China”, di antara investasi baru dana modal ventura pada 2021, dana 70,62% tersebut terinvestasi di bidang aplikasi komputer, kedokteran dan biologi, semikonduktor, peralatan kedokteran serta layanan medis.

Para pengusaha semakin takut untuk mengambil risiko lantaran rezim Beijing terus menindak industri keuangan. Menurut data dari perusahaan riset “Dealogic”, jumlah investasi modal ventura di Tiongkok pada 2023 telah turun 66% dibandingkan 2021. Dan penurunan ini masih berlanjut hingga saat ini.

Apalagi investasi modal ventura yang melibatkan institusi Amerika Serikat, penurunannya bisa mencapai hampir 90% dibandingkan tahun 2021. Hal mana mencerminkan bahwa decoupling antara AS dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) semakin nyata.

Perusahaan modal ventura Tiongkok juga sedang hengkang dari pasar Tiongkok. Media “Financial Times” melaporkan bahwa dana ekuitas swasta terkenal asal Tiongkok seperti “Sequoia Capital” dan “Hillhouse Capital’, telah meningkatkan investasi mereka di luar negeri, atau lebih aktif mencari peluang transaksi di pasar seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Perusahaan dan investor yang mengalami kesulitan memperoleh pembiayaan di Tiongkok ingin pergi ke luar negeri. Media Jepang “Nikkei” melaporkan bahwa banyak pengusaha dan tenaga teknis telah pindah dari Tiongkok ke Jepang.

Dengan ditariknya modal asing dari Tiongkok, modal ventura dalam negeri menjadi lebih berhati-hati. Pemerintah daerah, yang selalu menjadi sumber modal ventura, juga mengalami kemunduran keuangan, sehingga semakin memperparah keadaan mereka.

Laporan “Financial Times” menyebutkan bahwa di puncak investasi modal ventura yang terjadi pada 2018, di daratan Tiongkok telah berdiri 51.302 perusahaan rintisan, tetapi pada 2023, jumlah itu menyusut menjadi hanya 1.202 perusahaan.

Pembiayaan untuk startup bioteknologi dan farmasi pada 2023 turun sebanyak 60% dari puncaknya yang sekitar USD 18 miliar pada 2021.

Menurut sebuah laporan berjudul “Analisis Komparatif Pembiayaan Industri Kuantum AS-Tiongkok” yang dirilis oleh perusahaan konsultan teknologi “ICV” baru-baru ini, disebutkan bahwa pembiayaan modal ventura perusahaan Tiongkok selain tidak lancar juga ada sekitar 2/3 startup kuantum yang belum menerima pembiayaan selama lebih dari setahun. 

Sebastian Mallaby, peneliti senior di Dewan Hubungan Luar Negeri AS mengungkapkan bahwa “mentalitas utang” yang ada di industri modal ventura Tiongkok saat ini menggambarkan bahwa “eksperimen ilmiah dan teknologi mutahir yang dapat mendorong Tiongkok menuju garis depan teknologi akan menyusut”.

Menurut perkiraan “Quantum Insider” bahwa komputasi kuantum berpotensi untuk menghasilkan nilai ekonomi sebesar USD 1 triliun pada 2035. Tetapi tanpa komunitas start-up kuantum yang kuat, Tiongkok mungkin akan kehilangan triliunan dolar pendanaan dalam ekosistem teknologi kuantum global.

Sun, Kuo-Hsiang, seorang profesor penuh waktu di Departemen Urusan Internasional dan Kewirausahaan, Universitas Nanhua di Taiwan, menyatakan kepada “The Epoch Times” bahwa modal ventura memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi tinggi, khususnya di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan kendaraan listrik. Investasi-investasi tersebut memberikan dukungan finansial yang sangat dibutuhkan bagi perusahaan-perusahaan inovatif dan mempercepat komersialisasi serta pengembangan teknologi berskala besar.

Sun, Kuo-Hsiang menyatakan bahwa penindasan pemerintah komunis Tiongkok terhadap industri keuangan telah membuat para pengusaha semakin bersikap hati-hati dan takut mengambil risiko. Jika investor kurang percaya diri, maka dana akan menjadi lebih langka dan penelitian serta penerapan di bidang teknologi kuantum akan semakin terhambat. Meskipun laporan media Tiongkok menyerukan modal sosial dan modal ventura untuk meningkatkan dukungan finansial bagi teknologi kuantum, namun realisasinya bukan hal yang gampang.

Henry Wu, seorang ekonom makro di Taiwan menyatakan kepada “The Epoch Times” bahwa dalam jangka waktu tertentu perkembangan teknologi tidak akan menghasilkan pendapatan dan keuntungan bagi perusahaan, bahkan masih terus menghabiskan dana. Oleh karena itu, perlu mengizinkan masuknya dana modal ventura. Jauh dari cukup jika mengharapkan perkembangan tercapai hanya dengan mengandalkan laboratorium tingkat nasional, dan bidang teknis seperti sekolah pascasarjana saja.

Lebih lanjut Henry Wu mengatakan bahwa bank komersial biasa hanya berkecimpung dalam penghimpunan dan penyaluran dana dari dan ke masyarakat secara teratur, mereka tidak dapat terlibat dalam investasi modal ventura. Sedangkan modal sosial atau dana negara dapat menggunakan investasi finansial untuk memegang sebagian ekuitas, namun tidak tepat untuk mendapatkan hak dominasi, karena pemegang hak dominasi itu adalah pihak yang mengambil risiko. “Tetapi di Tiongkok, meskipun pihak negara hanya menyertakan 1% modal dalam perusahaan, mereka bisa menjadi pihak yang dominan. Sistem ini tidak cocok untuk pengembangan bidang modal ventura yang sedang berkembang”, kata Henry Wu.

Dominasi negara vs dominasi sektor swasta

Pada 2022, Perusahaan penelitian dan analisis “Global Data” menyebutkan bahwa di Amerika Serikat, perusahaan swasta memimpin dalam penelitian kuantum, sementara di Tiongkok keahlian semakin terkonsentrasi di lembaga-lembaga milik negara.

Pemerintah Tiongkok telah menginvestasikan sejumlah besar dananya dalam pengembangan teknologi kuantum. McKinsey memperkirakan bahwa pada 2022, pemerintah Tiongkok telah mengumumkan total pendanaan setara USD.15,3 miliar. Namun “Quantum Insider” berpendapat bahwa investasi Partai Komunis Tiongkok dalam pengembangan teknologi kuantum berkisar antara USD.4 miliar hingga USD.17 miliar.

Namun investasi sektor swasta Tiongkok di teknologi kuantum sangat tertinggal. McKinsey memperkirakan bahwa perusahaan rintisan kuantum Tiongkok hanya menerima USD 482 juta dari sektor swasta antara 2001 hingga 2022, jauh di bawah angka investasi dari sektor swasta Amerika Serikat.

Menurut laporan terbaru dari lembaga pemikir AS “Information Technology and Innovation Foundation” (ITIF), bahwa lantaran pemerintah Tiongkok memperketat kendalinya atas penelitian dan pengembangan kuantum telah menyebabkan menurunnya partisipasi dari sektor swasta Tiongkok. Bahkan kedua raksasa seperti Alibaba dan Baidu, mereka sudah hengkang dari penelitian kuantum.

Henry Wu menyatakan bahwa di bidang-bidang yang sedang berkembang dimana teknologi berfluktuasi secara dramatis, pengembangan modal ventura berisiko tinggi harus dikelola oleh perusahaan swasta, biarkan sektor swasta yang menganalisis peluang pasar, menemukan bakat, merancang struktur modal, struktur organisasi, dan sebagainya.

Modal ventura tidak bisa melibatkan diri dalam sosialisme, karena pemikiran ekonomi sosialis selalu menekankan perebutan kekuasaan, dan melakukan pengendalian melalui organisasi partai. Model tersebut sangat bertentangan dengan model kapitalisme. Di samping itu, intervensi dari badan usaha milik negara juga tidak diperkenankan. Karena pengembangan yang dimodali ventura berisiko tinggi maka tidak cocok untuk dilakukan oleh PNS, yang pada dasarnya tidak berani menanggung risikonya, kecuali pengusaha swasta”.

Lai Jung Wei, CEO Asosiasi Inspirasional Taiwan (Taiwan Inspiration Association. TIA), menyatakan kepada “The Epoch Times” bahwa saat ini Tiongkok masih mengandalkan badan usaha milik negara (BUMN) dan modal milik negara sebagai kekuatan dalam perkembangan (teknologi kuantum). Meski kebijakan yang kaya dengan warna sudah diterapkan, tetapi minim dengan hasil.

Ia berpendapat bahwa alasan pertama adalah baik perbankan maupun pemerintah daerah yang sudah didominasi oleh pemikiran politik, tidak mungkin memperhatikan aspek ekonomi, dan bagian teknologi yang lebih profesional. Sedangkan para pegawai negeri, partai, dan tokoh-tokoh pemerintah ini semuanya berada di bawah tekanan politik, yang membuat mereka menggunakan berbagai cara untuk mempertahankan eksistensinya, yang akhirnya menyebabkan pemborosan dana dan menyia-nyiakan investasi. Tentu saja mereka juga dapat menggunakan penawaran umum. Masalahnya, para pejabat yang duduk sebagai anggota panitia peninjau juga adalah orang-orang yang ditunjuk oleh partai dan tokoh pemerintah. Di saat kekuasaan Kementerian Keamanan Nasional sedang di atas angin seperti sekarang ini, beranikah mereka berbicara secara jujur?

“Kedua, kesempatan bagi mental korup yang bertemu dengan tumpukan dana investasi dari berbagai penjuru. Korupsi di industri chip sudah tidak aneh. Hal ini adalah masalah struktural akibat dari kediktatoran satu partai (Partai Komunis Tiongkok), yang tidak ada cara untuk memperbaikinya”.

Lai Jung Wei menyatakan, banyak orang beranggapan bahwa PKT yang memiliki begitu banyak modal milik negara, ditambah lagi sedang mengeluarkan seluruh kekuatan negara untuk mensukseskan perkembangan di industri semikonduktor. Namun permasalahannya adalah, tujuan pengembangan PKT itu bukan untuk kepentingan masyarakat sipil dan masyarakat dunia, melainkan hanya tertuju untuk memperkuat strategi negara.

“Walau APBN dapat disamakan sebagai patokan untuk bertindak, tetapi jika semua kepentingan itu hanya dituangkan untuk  mensukseskan industri di teknologi keras, maka investasi di bidang lain pasti akan terdesak. Tetapi dalam kenyataannya, tidak ada terobosan yang berarti meskipun teknologi keras telah memperoleh begitu banyak dana untuk pengembangannya”.

Ia mengatakan, pada masa-masa awal, pemerintah Taiwan juga bertindak sebagai pendorong dalam pengembangan semikonduktor, namun kemudian pemerintah secara bertahap beralih menjadi peran pendukung. Setelah teknologi semikonduktor diperluas ke sektor swasta, ternyata sektor swasta mampu membentuk kekuatan yang lebih besar dibandingkan negara. Para bos besar dan profesional di sektor swasta lebih mengetahui banyak hal yang tidak diketahui oleh pejabat pemerintah, karena pejabat pemerintah memang tidak berkecimpung di pasar.

 “Mereka akan memberitahu pemerintah di mana pendanaan tersedia, teknologi apa saja yang masih kita butuhkan, apa yang perlu kita lakukan, dan di mana kita ingin menghasilkan uang, jadi bukan apa dan bagaimana yang dikehendaki pemerintah”.

Lai Jung Wei menyatakan bahwa di bawah struktur masyarakat yang dikendalikan oleh negara-partai, sulit bagi teknologi untuk mencapai terobosan, karena jika teknologi selalu harus mempertimbangkan kepentingan politik yang berada di luar profesionalisme, maka semuanya akan tergantung pada preferensi pimpinan partai dan Xi Jinping. Lama kelamaan, jalan terdahulu akan digunakan lagi, jadi mulai menggunakan beberapa produk generasi kedua.

Bertarung sendirian vs bekerja sama dengan sekutu memperlebar kesenjangan

Teknologi kuantum merupakan sebuah upaya interdisipliner yang kompleks dan hanya sedikit negara yang dapat mempertahankannya secara mandiri dalam hal teknologi dan bakat.

Laporan ITIF menyebutkan bahwa strategi kerja sama global Partai Komunis Tiongkok yang terbatas akan mengurangi kemampuannya dalam mempertahankan kemajuan berkelanjutan di teknologi kuantum yang kompleks.

Sementara itu, Amerika Serikat dapat memperoleh keuntungan strategis dengan bekerja sama dengan sekutu dan membangun kemitraan yang mendalam dengan negara-negara yang memiliki kekuatan yang saling melengkapi untuk membangun ekosistem kuantum yang kuat dan tangguh. Misalnya, Jerman telah menunjukkan kinerja yang baik dalam penginderaan kuantum, dan perusahaan-perusahaan rintisan di Australia dan Inggris mendorong pengembangan industri kuantum.

Ketika Partai Komunis Tiongkok bertarung sendirian, sikap isolasi Partai Komunis Tiongkok terhadap teknologi kuantum telah menjadi kelemahan yang fatal bagi mereka sendiri.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat juga memperkuat kontrol ekspor teknologi kuantum. Pada 5 September, AS mengumumkan rencananya untuk memperketat kontrol ekspor komputasi kuantum. Pada Agustus tahun lalu, pemerintahan Biden mengumumkan pembatasan investasi kuantum di Tiongkok, yang semakin memperlebar kesenjangan teknologi kuantum antara kedua negara tersebut.

Henry Wu menyatakan bahwa Amerika Serikat bekerja sama dengan sekutu-sekutunya untuk menghubungkan pencapaian talenta-talenta luar biasa dari berbagai negara untuk menutupi kekurangan AS, pada saat yang sama, talenta-talenta dari berbagai negara termasuk Yahudi, Eropa Timur, Rusia, Asia, dll. telah diserap oleh Amerika Serikat dan digunakan oleh para talenta dunia.

Ia mengatakan, meski Tiongkok memiliki basis populasi yang besar, namun jika dilakukan secara tertutup, dan hasil inovasinya kurang memiliki perlindungan hukum, yang pada akhirnya akan “dirampas” (oleh pemerintah). Setelah semua orang memahaminya, maka semua struktur operasional akan tidak berarti.

“Jika PKT tetap mengandalkan pengawasan negara, atau melakukan nasionalisasi, maka kesenjangan pasti akan semakin lebar di kemudian hari”.

Lai Jung Wei menyatakan bahwa kini RRT jelas merupakan musuh negara-negara Barat, dan terdapat banyak pembatasan politik dalam berurusan dengan negara asing. Ketika RRT sudah tidak dapat berintegrasi secara efektif dengan negara-negara lain di dunia, apakah ia dapat bersaing secara terbuka dengan seluruh dunia? Menembus ambang batas teknologi yang semula? Ini adalah masalah besar bagi PKT.

Apakah PKT akan menjadi siklus yang terus menerus tertutup secara internal sehingga terjadi involusi? Dengan kata lain, teknologi tidak bisa membuat terobosan, namun tetap melakukan hal-hal yang tidak efisien bahkan membuang-buang waktu dan uang.

“Mungkin di bidang teknologi tingkat rendah, seperti deep AI, yang membuat foto dan teks palsu, teknologi tersebut sudah matang dan sudah menyebar luas, namun AI-nya terjebak pada level ini dan tidak bisa menuju Tingkat yang lebih tinggi”, kata Lai Jung Wei.

Ia mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok tidak terbuka terhadap persaingan, yang pada akhirnya membuat mereka tidak mempunyai cara untuk menerobos teknologi-teknologi baru. Mungkin di kemudian hari nanti, kita akan menemukan bahwa barang-barang yang diperoleh dan dipakai oleh masyarakat Tiongkok adalah buatan teknologi yang relatif lebih rendah, produk-produk yang kalah canggih. (sin/whs)

Serangan Mendahului untuk Meraih Keunggulan, Dampak Operasi Pager dan Walkie-Talkie Israel

Shen Zhou

Pada 17 September, militer Israel melancarkan “Operasi Pager dan Walkie-Talkie” terhadap Hizbullah di Lebanon yang mengejutkan dunia. Insiden meledaknya pager dan walkie-talkie telah menyebabkan kerugian besar bagi anggota Hizbullah. Menghadapi pembalasan Hizbullah, Israel kemudian melancarkan serangan udara dan menewaskan seorang komandan senior Hizbullah. Israel yang telah mengambil pelajaran berdarah, langsung melakukan serangan mendahului untuk meraih keunggulan terhadap musuh nomor duanya. Saat ini situasi di Timur Tengah kembali tidak kondusif dan sulit diprediksi.

Israel menargetkan Hizbullah setelah mengalahkan Hamas

Pada 7 Oktober 2023, hampir 1 tahun lalu, Hamas menyerbu Israel yang menyebabkan tewasnya 767 warga sipil dan 376 personel keamanan Israel, selain itu juga menyandera lebih dari 200 orang sipil. Selain itu Hamas juga menembakkan lebih dari 5.000 roket dari Jalur Gaza ke arah Israel, yang telah memicu berkobarnya perang Israel – Hamas.

Selama setahun terakhir, tentara Israel telah memasuki jalur Gaza untuk melenyapkan militan Hamas, dan mengumumkan bahwa pihaknya berhasil menewaskan lebih dari 15.000 orang militan Hamas, menyita banyak persenjataan dan amunisi, serta menghancurkan sejumlah benteng dan terowongan Hamas. Laporan internal Hamas juga mengungkapkan bahwa setengah lebih dari sekitar 30.000 orang pasukannya telah gugur, dan sisanya dianggap tidak sehat secara mental atau fisik untuk melanjutkan pertempuran.

Hamas telah dikalahkan. Jelas militer Israel memiliki keunggulan karena berhasil melenyapkan sejumlah besar personel bersenjata Hamas dengan korban yang minim di pihaknya. Hal ini membuat anjloknya semangat tempur Hamas. Kini, militer Israel sedang memburu anggota kelompok Hamas yang tersisa sekaligus mencari para sandera yang belum diketahui keberadaannya.

Meskipun Israel telah meraih kemenangan melawan Hamas, namun serangan paling awal itu harus dibayar dengan mahal. Di permukaan, Israel seakan telah mengalami kesalahan fatal dalam bidang intelijen, sehingga mengakibatkan kematian dan penangkapan sejumlah besar warga sipil Israel oleh kelompok Hamas. Namun, pada dasarnya, Israel melihat Hamas yang kekuatannya semakin membesar, berharap tidak membuat konfrontasi langsung, tetapi melalui bertahan dan merespons secara pasif. Dan nyatanya, tembok perbatasan yang tinggi tidak mampu menghentikan serangan Hamas, teknologi tinggi yang seharusnya digunakan sebagai peringatan dini telah gagal berfungsi, juga tidak berhasil menghentikan langkah Hamas menggali terowongan sampai ke Israel.

Walau Israel memiliki banyak keunggulan tetapi baru memutuskan untuk menyerang setelah Hamas melancarkan serangan teror. Perang Israel-Hamas selain membuat Israel kehilangan nyawa warga sipil dan tentara, tetapi juga menimbulkan kekacauan politik, ekonomi, sosial di dalam dan luar negeri. Hal ini jelas merupakan sebuah pelajaran berdarah. Di masa lalu, Israel sering mengambil inisiatif untuk mendahului serangan sebelum dirinya diserang musuh.

Hal yang membuat Israel semakin tidak nyaman adalah, kelompok anti-Israel di komunitas internasional terus berusaha membesar-besarkan kerugian yang diderita warga sipil dalam serangan Israel ke Hamas, sehingga menjadikan Israel cukup pasif secara internasional. Kelompok militan Hamas yang memanfaatkan warga sipil sebagai tempat persembunyian dan tamengnya telah membuat tentara Israel dalam dilema. 

Israel akhirnya mampu keluar dari tekanan dan melumpuhkan Hamas, meskipun masa depan pemerintahan di Gaza masih diperdebatkan tiada henti; namun saat ini yang menjadi kekhawatiran besar Israel adalah bagaimana mencegah kembalinya Hamas. Untuk itu ia perlu mengarahkan perhatiannya terhadap musuh berikutnya, yaitu Hizbullah Lebanon.

Pada hari kedua Hamas melancarkan serangan setahun lalu, Hizbullah juga bergabung dengan kelompok tersebut untuk menyerang Israel. Menurut data yang dihimpun militer Israel, Hizbullah setidaknya telah meluncurkan total 6.700 lebih roket, rudal, dan drone bunuh diri ke Israel dalam waktu kurang dari setahun. Tetapi Israel hanya melancarkan serangan udara terbatas ke Hizbullah karena berfokus terhadap pembersihkan kelompok Hamas, dan adanya upaya untuk menghindari pertempuran di dua front. Kini setelah ancaman dari Hamas berkurang secara signifikan, Israel dapat berkonsentrasi untuk menghadapi Hizbullah.

“Operasi Pager dan Walkie-Talkie ” yang menghebohkan

Pada 25 Agustus, Israel mengetahui bahwa Hizbullah telah menempatkan ribuan peluncur roket dan rudal di lebih dari 40 lokasi peluncuran, sedang bersiap untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Israel. Hizbullah dengan cepat melakukan sekitar 230 serangan sejak dini hari itu, dan 90% serangan yang ditembakkan berasal dari peluncur yang ditempatkan di wilayah sipil, seperti dekat masjid, sekolah, kediaman PBB, dan tempat lainnya.

Israel segera mengirimkan sekitar 100 unit jet tempur dan secara akurat menghancurkan ribuan peluncur roket Hizbullah di Lebanon selatan. Meski serangan besar-besaran ini bisa dicegah, Israel harus menyadari bahwa ancaman besar dari Hizbullah selalu ada. Jika mereka terus merespons secara pasif, dampak serangan ala Hamas kemungkinan besar bisa terulang kembali.

Badan intelijen Israel, Mossad sempat mendapat kritikan tajam karena tidak memberikan peringatan mengenai adanya serangan Hamas. Namun, pada akhirnya kemarahan Mossad bisa dilampiaskan kepada Hizbullah.

Pada 17 September, “Operasi Pager dan Walkie-Talkie” diluncurkan. Pager milik ribuan personel Hizbullah meledak secara bersamaan, disusul dengan ledakan walkie-talkie yang menyebabkan puluhan kematian dan ribuan orang luka-luka. Tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mengejutkan dunia.

Dunia luar tertarik untuk mendiskusikan di mana pager dan walkie-talkie itu diproduksi, tetapi para profesional lebih menaruh perhatian terhadap soal bagaimana Israel menjalankan operasi yang sangat rumit itu. Karena menarik, boleh jadi di waktu mendatang, aksi tersebut akan difilmkan, dan berbeda dengan plot film yang ada selama ini. Apalagi terjadi dalam kenyataan.

Bagaimana Israel menguasai rantai pasokan Hizbullah, secara diam-diam memasang bahan peledak dan detonator yang dikendalikan dari jarak jauh ke dalam ribuan perangkat pager, walkie-talkie, serta bagaimana Israel dapat melakukan peledakan yang dikendalikan dari jarak jauh itu dalam skala besar? Semuanya sepertinya masih saja misterius. Mossad, yang dikritik karena serangan Hamas, kini dalam semalam sudah bisa bangkit.

Lantaran keterbatasan jumlah bahan peledak yang dapat dimasukkan ke dalam pager dan walkie-talkie, sehingga hanya puluhan orang anggota Hizbullah yang terbunuh di tempat. Namun di mata personel militer, melukai ribuan musuh lebih terasa hasilnya ketimbang menewaskan mereka. Di medan perang, melumpuhkan serangan personel musuh dapat mengakibatkan pihak musuh menghabiskan lebih banyak sumber daya dan memberikan tekanan yang lebih besar terhadap mereka.

Kelihaian lainnya adalah Israel tidak menggunakan serangan udara atau pembunuhan yang umumnya bisa menyebabkan rantaian korban. Tetapi dengan melancarkan “Operasi Pager dan Walkie-Talkie” ini militer Israel mampu meminimalkan jumlah korban dan kerusakan yang dialami warga sipil. 

Pasca Keberhasilan “Operasi Pager dan Walkie-Talkie”

Hasil yang dipetik dari “Operasi Pager dan Walkie-Talkie” jauh melampaui operasinya itu sendiri. Gejolak atau keributan yang terjadi di setiap lokasi ledakan sama dengan mendemarkasi secara terbuka setiap benteng Hizbullah, atau tempat persembunyian personel Hizbullah. Hal ini memberikan kemudahan bagi Informan Mossad dalam mengumpulkan informasi penting lainnya.

Jika agen intelijen Israel ditempatkan di berbagai rumah sakit atau klinik untuk mendata pasien Hizbullah yang terluka dan dikirim untuk perawatan, maka mereka hampir pasti dapat mengetahui sebagian besar struktur organisasi Hizbullah.

Hizbullah dipastikan akan segera menghentikan penggunaan peralatan komunikasi nirkabel dan untuk membahas tindakan lebih lanjut, mereka terpaksa harus kembali ke pertemuan tatap muka dalam berkomunikasi. Jika hal ini yang terjadi, maka menjadi kesempatan bagi Israel untuk melakukan serangan yang lebih tepat sasaran.

Pada 20 September, baik Israel maupun Lebanon memberikan konfirmasi tentang tewasnya komandan senior Hizbullah, yakni Ibrahim Aqil dan beberapa orang komandan senior lainnya dalam serangan udara Israel. Kementerian Luar Negeri AS pernah menawarkan hadiah sebesar USD 7 juta (15,1 miliar rupiah) untuk memburu orang itu. 

Setelah “Operasi Pager dan Walkie-Talkie ” Israel, Hizbullah terpaksa menghentikan komunikasi jarak jauh, dan pemimpinnya hanya dapat memilih lokasi di Beirut, Lebanon untuk melakukan pertemuan mereka. Akibatnya, lokasi tersebut terlacak oleh Israel untuk dilakukan pembersihan.

Hizbullah telah merencanakan dan melakukan banyak serangan teroris serta telah dimasukkan sebagai organisasi teroris oleh Barat. Sehingga Tindakan Israel tidak menimbulkan hambatan hukum atau bertentangan dengan moral. Organisasi Hizbullah mengalami pukulan telak, dan Israel juga merasakan hasil dari melakukan serangan mendahului untuk meraih keunggulan.

Untuk sementara waktu Hizbullah mungkin terjerumus ke dalam kekacauan, sehingga sulit untuk mengatur tindakan pembalasan berskala besar dalam waktu dekat, dan mungkin juga anggotanya tidak lagi berani berkumpul dan menjaga kontak dekat, namun ini tidak berarti Hizbullah sudah runtuh dan berhenti membalas. Setelah Hizbullah berhasil membangun jaringan komunikasi baru yang aman, ia tetap menjadi ancaman besar bagi Israel. Israel pun semestinya tidak akan menghentikan tindakannya terhadap Hizbullah. Pada 2006, keduanya pernah berperang dalam skala besar, Jadi Israel tahu bahwa Hizbullah lebih sulit dihadapi dibandingkan Hamas.

Berbagai organisasi bersenjata yang terkait dengan Hizbullah, termasuk Iran sang majikan, mungkin akan membatasi berkomunikasi lewat nirkabel untuk sementara waktu dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap peralatan yang digunakan. Hal serupa mungkin juga akan ditiru oleh militer, badan intelijen, dan unit rahasia Partai Komunis Tiongkok.

“Operasi Pager dan Walkie-Talkie” telah meninggalkan pengaruh yang cukup luas hingga melampaui Timur Tengah. Tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini dapat memicu perubahan total dalam metode komunikasi dan operasi internal di berbagai negara dan organisasi. Bagaimanapun, tidak ada pihak yang ingin memasang bahan peledak di perangkat nirkabel yang sering mereka gunakan.

Israel mungkin tidak berpikir terlalu jauh kecuali ingin melemahkan Hizbullah dan, jika perlu menghancurkannya untuk menekan ancaman. Karena itu Israel selalu siap menghadapi pembalasan Hizbullah di setiap saat. Meskipun demikian, Amerika Serikat tidak menghendaki perang di Timur Tengah meluas, tapi tidak begitu dengan PKT yang lebih senang bila kekacauan di Timur Tengah meluas.

Masa depan Timur Tengah belum menentu

Beberapa waktu lalu militer AS menempatkan 2 armada kapal induk di Timur Tengah karena meningkatnya ketegangan situasi di sana. Setelah situasi mulai tenang, kapal induk USS Theodore Roosevelt meninggalkan Timur Tengah melalui jalur perairan di Pasifik Barat. Namun situasi kembali tegang setelah Israel tiba-tiba menerapkan “Operasi Pager dan Walkie-Talkie”. Meski Amerika Serikat telah menekan Israel agar menahan diri, namun Israel mungkin tidak mau lagi mengulangi kesalahannya di masa lalu yakni bersikap defensif secara pasif.

Menurut perkiraan militer Israel, Hizbullah memiliki 20.000 hingga 25.000 personel militer penuh waktu dan puluhan ribu tentara cadangan. Pasukan elite Radwan dengan ribuan personel terlatihnya yang telah mengumpulkan kemampuan tempur dalam konflik regional, dengan mendapat dukungan dari Pasukan Quds Iran, sedang bersiap untuk menyerang Israel.

Israel memperkirakan Hizbullah memiliki lebih dari 150.000 roket atau rudal, termasuk: 400 roket dan rudal jarak jauh dengan jangkauan 180 hingga 700 kilometer. Ratusan rudal presisi dengan jangkauan 70 hingga 250 kilometer. Ratusan unit drone dengan jangkauan terbang sekitar 400 kilometer. 4.800 roket jarak menengah dengan jangkauan 40 hingga 180 kilometer. 65.000 roket jarak pendek dengan jangkauan 20 hingga 40 kilometer. Dan mortir sebanyak 140.000 unit.

Iran akan terus mendorong Hizbullah dan Hamas yang didukungnya untuk menyerang Israel, walau sulit mengharapkan Hamas untuk pulih dalam jangka pendek. Selain itu Iran juga harus mempertimbangkan jika Israel melancarkan kampanye besar-besaran untuk menghancurkan Hizbullah. Dalam situasi seperti ini tampaknya sangat sulit bagi Iran untuk berkonfrontasi dengan AS.

Hizbullah perlu bekerja keras untuk kepentingan Iran, namun ia juga perlu mempertahankan kekuatannya dan tidak mau kehilangan segalanya. Ketika Israel memberantas Hamas, seharusnya ini adalah waktu terbaik bagi Hizbullah untuk mengambil tindakan. Namun, ternyata Hizbullah hanya berpangku tangan menyaksikan Hamas terpukul, dengan tidak ikut berperang dengan Israel. Organisasi militan berpura-pura saling mendukung, tetapi sebenarnya mareka cuma saling memanfaatkan. Hal ini hampir sama dengan yang dilakukan RRT, Rusia, Iran, dan Korea Utara.

PKT akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong Iran dan Hizbullah mengambil tindakan terhadap Israel agar kekacauan terus meluas. PKT tidak peduli apakah Hizbullah atau Hamas yang hancur. PKT membutuhkan perang Rusia-Ukraina terus berlanjut, kekacauan di Timur Tengah meluas demi membendung “ikut campurnya” Amerika Serikat dan Barat dalam urusan Asia Pasifik. PKT mendukung kekuatan anti-Israel dari belakang layar, bahkan mengundang Hamas datang ke Beijing. Sebenarnya PKT merupakan biang kerugian bagi dunia Arab, karena ia terus mendorong organisasi-organisasi anti-Israel dan terus ikut mengacaukan Timur Tengah.

Setelah Israel melancarkan “Operasi Pager dan Walkie-Talkie”, risiko perang telah meningkat secara signifikan, membuat situasi di Timur Tengah kembali tidak mudah untuk diprediksi.  (sin/whs)

Ucapan Deng Xiaoping Terbukti, Kini PKT Menjadi Musuh Bagi Dunia

Chu Yiding

Pada 9 April 1974, Deng Xiaoping memimpin delegasi atas nama Partai Komunis Tiongkok (PKT) menghadiri Sesi Khusus Keenam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-28 dan menyampaikan pidato. Dalam pidato tersebut, Deng dengan tegas menyampaikan kepada dunia:

“Tiongkok saat ini bukan, bahkan di kemudian hari pun tidak akan menjadi negara adidaya. Jika pada suatu hari nanti Tiongkok berubah warna, menjadi sebuah negara adidaya, juga menyebut diri sebagai raja dan bertindak hegemoni, menindas dimana-mana, mengagresi negara lain, dan mengeksploitasi pihak lain, maka, sudah sewajarnya masyarakat dunia memberikan predikat imperialisme sosial kepada Tiongkok, maka sewajarnya mengungkapnya, menentangnya, dan bersama rakyat Tiongkok, menggulingkannya”.

Waktu berjalan cepat, dalam sekejap mata setengah abad telah berlalu. Pada September tahun ini, PBB akan mengadakan sidang Majelis Umum ke-79.

Bila saja ucapan Deng Xiaoping di PBB 50 tahun silam itu kita tinjau kembali, maka tidak sulit bagi kita untuk melihat, bahwa kini PKT telah menjadi “imperialisme sosial” yang disebutkan Deng dalam pidatonya kala itu. Dengan demikian PKT kini sudah semakin mendekati hari digulingkan oleh rakyat Tiongkok dan dunia.

Dari bersandar pada crazy rich hingga imperial dream

Pada Oktober 2017 lalu, PKT secara resmi memasukkan semboyan yang disebut “membangun komunitas takdir bersama bagi umat manusia” ke dalam konstitusi partainya. Pada Desember tahun yang sama, ketika Xi Jinping menghadiri konferensi kerja tahunan para utusan diplomatik yang ditempatkan di luar negeri, ia menjelaskan gagasannya tentang “perubahan besar yang belum pernah terlihat dalam satu abad terakhir”. Pada 2021, Xi Jinping lebih lanjut mengusulkan konsep “kebangkitan Timur dan kemerosotan Barat” berdasarkan “perubahan besar” yang ia canangkan sebelumnya. Dengan demikian, bingkai tentang bangkitnya sebuah kekaisaran Partai Komunis Tiongkok telah mulai terbentuk.

Pada 18 Desember 2023, media corong PKT “Renmin Rebao” menerbitkan sebuah artikel dalam rangka memperingati 45 tahun Sidang Pleno Ketiga Komite Sentral PKT ke-11, yang juga merupakan peringatan 45 tahun “reformasi dan keterbukaan”. Artikel bertajuk “Satu-Satunya Cara Membangun Negara Kuat dan Meremajakan Bangsa” ini memiliki total lebih dari 10.000 kata. Dalam artikel tersebut nama Xi Jinping sampai 48 kali disebutkan tetapi nama Deng Xiaoping sama sekali tidak muncul. Mengapa demikian?

Tentu saja, hal ini disebabkan karena PKT saat ini sudah tidak lagi membutuhkan kemasan berlabel reformasi di era Deng Xiaoping. Bahkan baik target yang ingin dicapai PKT, jalur yang ditempuh, dan cara yang digunakan telah terekspos tanpa sembunyi-sembunyi di hadapan dunia.

Reformasi ekonomi yang diprakarsai oleh Deng Xiaoping yang disebut sebagai teori “tahap awal menuju era sosialisme” yang “membiarkan segelintir orang menjadi kaya terlebih dahulu”. Tujuan Deng pada saat itu hanyalah untuk menyelesaikan masalah keruntuhan perekonomian Tiongkok yang terpaksa dihadapi rezim akibat dari 1 dekade berlangsungnya Revolusi Kebudayaan (1966-1976).

Ideologi pemandu Deng Xiaoping, “sang kepala arsitek” ini adalah “menyeberangi sungai lewat meraba bebatuan”, alias bertindak spekulatif dan belum tahu bagaimana hasilnya. Adapun soal apakah yang harus dilakukan rezim setelah membuat beberapa orang menjadi kaya lebih dahulu, jelas dalam benak Deng belum ada jawabannya.

Pada Januari 1979, kurang dari sebulan setelah RRT dan AS menjalin hubungan diplomatik, Deng Xiaoping sudah tidak sabar lagi untuk memulai kunjungan ke Amerika Serikat. Di antara rombongan Deng saat itu terdapat Li Shenzhi, Wakil Presiden Akademi Ilmu Sosial Tiongkok merangkap Direktur Institut Urusan Amerika Serikat. Dalam pesawat khusus yang menerbangkan mereka ke AS ia bertanya kepada Deng: “Mengapa kita begitu mementingkan hubungan dengan Amerika Serikat?” Deng Xiaoping menjawab: “Semua negara yang menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat telah menjadi kaya”. Di kemudian hari, ucapan Deng ini menjadi populer.

Pada tahun 2000, Jiang Zemin yang berwatak licik menerima wawancara eksklusif di program 60 Menit CBS, di sana ia melafalkan potongan Pidato Lincoln di Gettysburg dalam bahasa Inggris. Pidato ini disampaikan oleh Presiden Lincoln pada tahun 1863 untuk memperingati para prajurit yang mengorbankan hidup mereka untuk mengakhiri perbudakan kulit hitam dalam Perang Saudara. Dalam pidatonya ini, Lincoln untuk pertama kali mengemukakan konsep pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Ini adalah sumber asli dari Prinsip Tiga Rakyat yang dianut Sun Yat-sen dalam mendirikan Republik Tiongkok.

Alasan mengapa Jiang Zemin menerima wawancara ini adalah untuk mendapatkan dukungan opini publik AS, dan mencari peluang bagi RRT untuk bergabung dengan WTO.

Dari Deng Xiaoping hingga Jiang Zemin, PKT hanya mempunyai satu tujuan yakni bersandar pada crazy rich. Menggunakan kekayaan dunia bebas Barat untuk memperpanjang umur PKT.

Namun, setelah bergabung dengan WTO pada 2001, dengan masuknya investasi dan teknologi dari Barat ke Tiongkok, dan terbukanya pasar Barat bagi Tiongkok, sikap Beijing terhadap Barat mulai berubah secara bertahap. Dari semboyan “Kebangkitan Negara Besar” pada 2006 hingga “Negeriku yang Luar Biasa” pada 2018, apa yang PKT tunjukkan kepada dunia persis yang dikatakan Deng Xiaoping dalam pidatonya di depan PBB, yaitu Tiongkok “telah berubah warna” dan sedang berjalan menuju “imperialisme sosial”. PKT juga telah memperlihatkan hasratnya untuk menjadi “negara adikuasa” yang “menghegemoni dunia”. Bukankah begitu?

Ekspansi yang disembunyikan dalam kemasan berlabel “kebangkitan”

Dalam 10 tahun pertama (2001-2011) sejak bergabung dengan WTO, Tiongkok yang mengandalkan investasi, teknologi dan pasar dari Barat telah berhasil menaikkan PDB-nya menjadi 10 kali lipat dari sebelumnya. Kinerja dari sikap spekulatif Deng itu rupanya membuat para pemimpin Beijing dapat meninggalkan pemikiran “menyeberangi sungai lewat meraba bebatuan” dan memasuki tahun-tahun “menyeberangi sungai dengan membawa uang”.

Tentu saja PKT merasa lebih kuat setelah mengantongi banyak uang, dan mulai menjalankan diplomasi yang disebut “diplomasi negara besar”. Namun, yang disebut diplomasi negara besar ia interpretasikan sebagai diplomasi “Serigala perang”.

Sejak 2013, PKT mulai melakukan reklamasi pulau-pulau karang dan terumbu di Laut Tiongkok Selatan. Pada 2015, Xi Jinping berjanji kepada Presiden AS Obama bahwa mereka tidak akan memiliterisasi pulau-pulau hasil reklamasi tersebut. Namun hingga 2022, 3 dari 7 pulau buatan dan terumbu karang yang direklamasi oleh PKT di Laut Tiongkok Selatan telah sepenuhnya dipakai untuk kebutuhan militer.

Pada Maret 2019, pesawat militer Tiongkok melintasi garis tengah Selat Taiwan. Ini adalah pertama kalinya dalam hampir 20 tahun sejak Juli 1999 pesawat militer Tiongkok dengan sengaja melintasi perbatasan. Pada September 2020, Kementerian Luar Negeri RRT secara sepihak menyatakan tidak ada garis tengah di Selat Taiwan. Pada Juni 2022, Beijing mengklaim kedaulatan penuh atas Selat Taiwan. Jika kapal AS ingin memasuki Selat Taiwan, mereka harus mendapatkan persetujuan Beijing terlebih dahulu.

Dalam tiga tahun terakhir, militer Tiongkok dan Korea Utara telah berulang kali meluncurkan rudal ke zona ekonomi eksklusif di sekitar Jepang. Jet tempur RRT dan Rusia dalam berbagai formasi gabungan sering kali memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korea Selatan. Angkatan Laut RRT dan Rusia telah berkali-kali melakukan latihan militer gabungan di Pasifik Barat dan Laut Tiongkok Selatan. Bahkan, pada Agustus 2023, lokasi latihan militer gabungan RRT dan Rusia telah dipindahkan ke perairan di Kepulauan Aleutian, Alaska yang dekat dengan Amerika Serikat.

Pada Agustus 2023, Beijing merilis peta Tiongkok versi terbaru, yang menimbulkan protes keras dari banyak negara tetangga, termasuk India, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Filipina, Brunei, Jepang dan Taiwan.

Pada 24 Oktober 2023, sebuah jet tempur RRT dengan sengaja mengarahkan pesawatnya menubruk ke arah pesawat pembom B-52 AS yang sedang terbang di Laut Tiongkok Selatan, hingga jarak terdekat antara kedua pesawat tersebut kurang dari 3 meter. Hari itu juga, Pentagon mempublikasikan rekaman video kejadian berbahaya itu di situs webnya dan mengklaim bahwa insiden serupa telah terjadi tidak kurang dari 180 kali dalam 2 tahun terakhir.

Dari 2022 hingga 2023, kapal Penjaga Pantai RRT berulang kali memprovokasi kapal Filipina di perairan Filipina. Pada Agustus tahun ini, insiden tersebut meningkat sampai pesawat militer RRT melakukan gerakan yang berbahaya terhadap pesawat militer Filipina. Pada saat yang sama, berbagai latihan militer angkatan laut dan udara Tiongkok acap kali diadakan di sekitar Taiwan. Sejak 17 hingga 18 September 2023, jumlah total pesawat militer yang diterbangkan RRT secara provokatif di Selat Taiwan dalam sehari bisa mencapai 103 kali.

Pada Juli 2024, pesawat pembom dari militer Tiongkok dan Rusia mengadakan latihan gabungan di dekat Alaska, Amerika Serikat.

Pada 9 hingga 11 Juli 2024, NATO mengadakan pertemuan puncak peringatan 75 tahunnya di Washington, ibu kota Amerika Serikat. Sehari sebelum pembukaan KTT NATO tersebut, PKT mengirimkan pasukan khusus angkatan darat ke Belarus untuk melakukan latihan militer bersama dengan tentara Belarusia. Lokasi latihan militer tersebut berjarak kurang dari 5 kilometer dari perbatasan Polandia, atau kurang dari 50 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Akibat dari upaya Beijing menerapkan “imperialisme sosial”

Ekspansi Beijing yang tidak terkendali telah menjadikan RRT sebagai negara penantang tatanan dunia terbesar setelah Perang Dunia II, dan sebagai kekuatan “sosial-imperialisme” yang baru muncul setelah berakhirnya Perang Dingin. Tanpa perlu berpanjang lebar, kita sekarang dapat melihat bahwa di bidang keamanan dan ekonomi, komunis Tiongkok sudah tidak lagi berpihak ke dunia Barat, sudah berlawanan dengan semua negara-negara Barat yang menganut kebebasan.

Di satu sisi, negara-negara Barat terus menarik investasinya dari Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya risiko geopolitik, mengakibatkan Tiongkok harus kehilangan statusnya sebagai pabrik dunia, dan membuat perekonomian RRT mengalami kelesuan yang berjangka panjang.

Di sisi lain, demi menjaga stabilitasnya sendiri dalam konfrontasi jangka panjang dengan seluruh dunia Barat pada hari-hari mendatang, PKT terpaksa harus membentuk aliansi dengan negara-negara sekitarnya yang sama-sama anti-Amerika Serikat dan anti-Barat. Akibatnya, “Pakta Warsawa” abad ke-21 di Eurasia saat ini dibentuk di sekitar kelompok kepemimpinan poros Beijing, Moskow, Teheran, dan Pyongyang, serta kekuatan negara sub-kelas satu seperti Belarus, Afghanistan, dan Organisasi teroris Timur Tengah.

Akan tetapi, pemimpin “Pakta Warsawa” yang baru ini adalah Partai Komunis Tiongkok.

Konfrontasi global baru di abad ke-21 ini tidak sebatas hanya pada tingkat militer dan keamanan, tetapi juga tercermin pada tingkat ekonomi. Organisasi Kerja Sama Ekonomi Shanghai (SCO) dan Organisasi BRICKS yang dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok dan dipromosikan bersama oleh Rusia, telah menjadi penantang dalam persaingan ekonomi dengan AS dan Eropa dalam Perang Dingin baru ini.

Sejak 2019, Beijing dan Moskow telah bekerja sama untuk mempromosikan tren de-dolarisasi internasional di negara-negara SCO dan BRICKS, dan mendorong negara-negara anggota untuk melakukan transaksi perdagangan luar negeri satu sama lain di luar Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT). Karena dolar AS merupakan mata uang standar untuk transaksi dalam organisasi SWIFT, maka penyelesaian transaksi perdagangan antar negara di luar SWIFT tidak perlu bergantung pada dolar AS.

Dasar nilai dolar adalah kredit dari pemerintah AS. Alasan mengapa RMB dan rubel tidak dapat menggantikan dolar AS adalah karena kelayakan kredit pemerintah Tiongkok dan Rusia tidak dapat melebihi kelayakan kredit pemerintah federal AS. Oleh karena itu, tujuan gerakan de-dolarisasi yang dicanangkan bersama oleh RRT dan Rusia bukan untuk menggantikan status internasional dolar AS, melainkan untuk menyerang kekuatan dasar Amerika Serikat di tingkat ekonomi. Ketika Xi Jinping mengunjungi Kerajaan Arab Saudi, produsen minyak terbesar di dunia ini pada Desember 2022, ia secara terbuka meminta keluarga kerajaan Saudi untuk menerima pembayaran minyak yang dibeli RRT dengan mata uang renminbi. Motif mendasar yang berada di balik tindakan Beijing ini tak lain adalah untuk memenangkan konfrontasi global baru di tingkat ekonomi.

Tentu saja, selain de-dolarisasi, perang tanpa batas yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok terhadap Barat di tingkat ekonomi juga mencakup Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan, dumping harga rendah, dan monopoli sumber daya langka.

Memperoleh antipati dari semua orang di dunia

Setelah berakhirnya Perang Dingin, negara-negara Barat mempercayai kebohongan politik dari reformasi institusional yang dijanjikan oleh Partai Komunis Tiongkok. Orang-orang Barat yang berharap dapat membantu PKT dalam pelaksanaan reformasi, dengan semangat pergi ke Tiongkok daratan dengan membawa serta teknologi, dana, dan pasar mereka. Dan selama 20 tahun terakhir ini mereka seakan-akan telah ikut berpartisipasi dalam memperjuangkan kebangkitan PKT. Bahkan orang-orang Barat secara naif percaya bahwa selama mereka berhasil membantu ratusan juta orang rakyat Tiongkok keluar dari kemiskinan, maka PKT akan melakukan reformasi dan menjadikan Tiongkok sebagai anggota dunia demokratis. Ini adalah win-win solution yang diimpikan oleh orang-orang Barat yang naif.

Namun hal yang tidak disangka oleh orang-orang Barat adalah bahwa Partai Komunis Tiongkok tidak memerlukan win-win solution. Tetapi situasi saling menguntungkan yang diinginkan Beijing adalah mau 2 kali menang (ucapan Jin Canrong, seorang pembimbing nasional PKT).

Menurut jajak pendapat Perusahaan AS “GALLUP”, pada Maret 1989, (3 bulan sebelum insiden pembantaian Tiananmen), proporsi jajak pendapat Amerika Serikat yang berpandangan positif terhadap Tiongkok mencapai 72%, sementara hanya 13% responden yang berpandangan negatif. Sejak pembantaian Tiananmen pada 1989 hingga 2019, tingkat jajak pendapat negatif di Tiongkok dalam 30 tahun terakhir terus berfluktuasi di sekitar 50%, sedangkan tingkat jajak pendapat positif hanya berkisar di antara 30 hingg 50%.

Namun angka ini mulai berubah secara signifikan setelah 2019. Pada Februari tahun ini, proporsi responden yang berpandangan negatif terhadap Tiongkok telah naik menjadi 77%, sementara proporsi mereka yang berpandangan positif turun menjadi 20%.

Pada saat yang sama, jajak pendapat yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Pemilu Universitas Nasional Chengchi di Taipei pada Februari tahun ini menunjukkan, bahwa proporsi orang yang menganggap dirinya adalah orang Tiongkok telah turun menjadi 2,4%, mencapai titik terendah sejak 1992.

“Pew Research Center” yang terkenal di Amerika Serikat merilis jajak pendapat pada Juli 2023 tentang pandangan warga Amerika Serikat keturunan Asia terhadap negara-negara Asia dan negara asal mereka. Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa 52% warga Amerika Serikat keturunan Asia memiliki pandangan negatif terhadap Tiongkok. Sekitar 78% warga Amerika Serikat keturunan Asia memiliki pandangan positif terhadap Amerika Serikat. Pada saat yang sama, 68% dari mereka memiliki pandangan positif terhadap Jepang, 62% berpandangan positif terhadap Korea Selatan, dan 56% terhadap Taiwan. Sekitar 37% warga Amerika Serikat keturunan Asia mempunyai pandangan positif terhadap Vietnam dan Filipina, dan 33% mempunyai pandangan positif terhadap India. Dan hanya 20% yang berpandangan positif terhadap Tiongkok.

Jajak pendapat tersebut juga mencerminkan bahwa bahkan di antara warga Amerika Serikat keturunan Tionghoa, hanya 41% yang memiliki pandangan positif terhadap Tiongkok.

Dengan meninjau kembali pidato Deng Xiaoping pada sesi khusus Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1974, satu pertanyaan yang pasti ditanyakan adalah, apa itu “imperialisme sosial”?

Istilah imperialisme sosial ini pertama kali dikemukakan oleh Vladimir Lenin. Menurut Lenin, imperialisme sosial adalah sosialisme dalam kata-kata, dan imperialisme dalam praktik.

Lenin pernah menyimpulkan bahwa imperialisme adalah tahap tertinggi dari kapitalisme. Jadi, apakah imperialisme sosial juga dapat diartikan sebagai tahap tertinggi dari sosialisme?

Lenin juga mengatakan: Imperialisme adalah kapitalisme yang dekaden, monopolistik, parasit, dan sekarat. Jadi, bisakah kita juga menyimpulkan bahwa imperialisme sosial adalah sosialisme yang korup, monopolistik, parasit, dan sekarat?

Coba kita tanyakan: Apakah negara yang kini didominasi oleh satu partai saat ini tidak korup? Tidak monopoli? Tidak parasit? Jika semua jawabannya diawali masih, (masih korup, masih monopoli, masih parasit), maka menurut penilaian Lenin, negara yang didominasi oleh satu partai ini adalah sebuah kerajaan yang sedang sekarat.

Alasan yang membuat PKT sulit keluar dari kondisi sekaratnya adalah, apa yang diucapkan dalam pidato Deng Xiaoping kepada dunia di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1974: “ ….. maka sudah sewajarnya masyarakat dunia memberikan predikat Tiongkok sebagai imperialisme sosial. Hal tersebut perlu diekspos, ditentang, bahkan rezim tersebut harus digulingkan melalui kerja sama dengan rakyat Tiongkok”. (sin/whs)