Apa Saja Manfaat Minum Segelas Susu Kunyit Sebelum Tidur?

EtIndonesia. Air kunyit bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, baik ketika diminum di pagi hari atau di malam hari sebelum tidur.

Meskipun begitu, manfaat kunyit akan sama-sama didapatkan oleh tubuh meskipun dikonsumsi di waktu yang berbeda. Nah apa saja manfaat minum susu yang dicampur dengan kunyit saat diminum sebelum tidur? Berikut manfaatnya:

Membantu tidur lebih nyenyak

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang dikenal karena khasiatnya yang menenangkan. Jika dipadukan dengan susu hangat yang mengandung asam amino triptofan, haldi doodh membantu menenangkan pikiran dan tubuh, membantu Anda lebih mudah tidur.

Meningkatkan kekebalan

Kunyit adalah anti-inflamasi dan antioksidan kuat yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Minum susu kunyit secara rutin dapat melindungi Anda dari infeksi, terutama saat musim pilek dan flu.

Mengurangi peradangan

Kurkumin dalam kunyit memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat, menjadikan susu kunyit sebagai obat yang sangat baik untuk mengurangi peradangan pada tubuh. Ini bisa sangat membantu bagi penderita radang sendi atau nyeri sendi, karena minuman ini mengurangi rasa tidak nyaman dan mempercepat penyembuhan.

Mendukung pencernaan

Minum susu kunyit sebelum tidur dapat melancarkan pencernaan dan mengurangi gejala kembung dan gangguan pencernaan. Kunyit merangsang produksi empedu, membantu pemecahan makanan dan mengurangi masalah pencernaan.

Meningkatkan kesehatan kulit

Kunyit dikenal karena khasiat penyembuhan kulitnya. Dapat membantu menghilangkan jerawat, mengurangi noda, dan membuat kulit bercahaya alami. Mengonsumsi susu kunyit secara rutin dapat meningkatkan kesehatan kulit dari dalam sehingga membuat kulit Anda lebih cerah dan bersinar.

Detoksifikasi hati

Susu kunyit bertindak sebagai detoksifikasi alami, membantu membersihkan racun di hati. Dengan meminum susu kunyit sebelum tidur, Anda mendukung hati agar berfungsi dengan baik, memastikan detoksifikasi lebih efektif saat Anda tidur.

Melawan masalah pernapasan

Susu kunyit terkenal sebagai obat untuk pilek, batuk, dan masalah pernapasan lainnya. Sifat anti-inflamasi dan antibakteri kunyit dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan dan meredakan sakit tenggorokan sehingga membuat pernapasan menjadi lebih mudah.

Mengendalikan berat badan

Minum susu kunyit di malam hari membantu meningkatkan metabolisme sehingga dapat membantu mengendalian berat badan. Sifat anti-inflamasi kunyit juga membantu mengatur proses penyimpanan lemak tubuh, menjaga berat badan yang sehat.

Cara membuat susu kunyit

Anda bisa menggunakan susu segar atau susu kedelai tergantung selera, tambahkan sesendok bubuk kunyit, aduk rata, masukkan ke dalam panci dan rebus dengan api sedang. Anda bisa menambahkan esens vanilla dan kapulaga jika diinginkan. Jika sudah cukup panas, matikan kompor, tuang susu ke dalam cangkir, tambahkan gula atau madu sesuai selera sesuaikan manisnya dan nikmatilah. (yn)

Sumber: ngoisao.vnexpress.net

Serangan Udara di Beirut Memakan Banyak Korban Jiwa, AS Desak Warganya Meninggalkan Lebanon Sesegera Mungkin

Israel melancarkan serangan udara ke sebuah gedung di Beirut, Lebanon, yang menargetkan para pemimpin militer Hizbullah yang sedang mengadakan pertemuan. Jumlah korban tewas akibat serangan ini meningkat mencapai hampir 500 jiwa. Konflik yang semakin memanas antara kedua pihak memicu kekhawatiran akan potensi terjadinya perang besar

NTD

Pada 21 September, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mendesak warga negaranya di Lebanon agar segera meninggalkan negara itu selagi masih ada penerbangan komersial. Seruan ini menyusul serangan udara Israel yang menyasar wilayah Lebanon selatan, termasuk Nabatiyeh dan Jezzine, di mana Israel mengklaim telah menghancurkan ribuan peluncur roket dan sekitar 180 sasaran lainnya.

Di sisi lain, Hizbullah yang didukung oleh Iran, mengklaim telah meluncurkan roket ke tujuh posisi militer Israel di wilayah utara dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Dalam pengumuman terbaru, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan, “Mengingat ketidakpastian berlanjutnya konflik antara Hizbullah dan Israel, serta serangkaian ledakan yang terjadi di berbagai wilayah Lebanon termasuk Beirut, Kedutaan Besar AS mendesak warga negara AS untuk meninggalkan Lebanon selagi pilihan penerbangan komersial masih tersedia.”

Mereka menambahkan bahwa, “Masih ada penerbangan komersial, tetapi kapasitas penumpang berkurang. Jika situasi keamanan semakin memburuk, mungkin tidak akan ada lagi pilihan penerbangan komersial.”

Pada akhir Juli, setelah serangan Israel di selatan Beirut yang menewaskan seorang komandan tinggi Hizbullah, Amerika Serikat meningkatkan peringatan perjalanan ke Lebanon ke tingkat tertinggi, yaitu “Jangan Bepergian.”

Orang-orang menyaksikan kerusakan setelah serangan Israel di pinggiran selatan Beirut pada 20 September 2024. (AFP melalui Getty Images)

Pada 20 September, Israel kembali melancarkan serangan terhadap wilayah selatan Beirut, yang menargetkan dan menewaskan pemimpin utama serta komandan lain dari Pasukan Radwan, pasukan elit Hizbullah. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan 37 orang.

Sebelumnya dalam minggu ini, sejumlah anggota Hizbullah tewas ketika alat panggil dan radio dua arah yang mereka gunakan diledakkan setelah ditanam bom. Peristiwa ini menyebabkan puluhan korban tewas dan ribuan lainnya terluka.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, di lokasi serangan di Beirut selatan pada  20 September, alat berat terus bekerja di antara reruntuhan. Jumlah korban tewas yang dilaporkan pada  21 september meningkat dari 31 menjadi 37, termasuk 3 anak-anak dan 7 perempuan.

Pada 21 September 2024, pelayat menghadiri pemakaman seorang anggota Hizbullah di kota Qaaqaiyet Al-Jisr, Lebanon selatan. (MAHMOUD ZAYYAT/AFP melalui Getty Images)

Pada  21 September, gambar dari Agence France-Presse (AFP) menunjukkan para pelayat berkumpul di ibu kota Lebanon, Beirut, untuk menghadiri pemakaman komandan operasi Hizbullah, Ibrahim Aqil, dan dua anggota penting lainnya yang tewas dalam serangan Israel.

Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, tidak hanya mengutuk aksi militer Israel, tetapi juga mengumumkan bahwa ia membatalkan rencananya untuk menghadiri Sidang Umum Tahunan PBB di New York karena perkembangan situasi terkait agresi Israel.

Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan bahwa situasi mendesak ini membutuhkan de-eskalasi segera. Pasalnya, konflik Israel-Hamas di Jalur Gaza bisa meluas ke Lebanon. PBB juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang peningkatan eskalasi dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri sebisa mungkin. (Hui)

Bocah yang Diculik pada Usia 6 Tahun Ditemukan Hidup Setelah 70 Tahun Melalui Pencocokan DNA Daring

EtIndonesia. Seorang bocah laki-laki California berusia 6 tahun yang diculik dari taman di Oakland oleh seorang wanita yang menawarkan untuk membelikannya permen telah ditemukan lebih dari 70 tahun kemudian.

Luis Armando Albino, yang diculik pada 21 Februari 1951 saat masih berusia 6 tahun, kini telah menjadi kakek pensiunan dan veteran Vietnam. Dia dipertemukan kembali dengan keluarganya pada bulan Juni berkat kegigihan keponakannya yang kini berusia 63 tahun, Alida Alequin—yang menemukan pamannya di Pantai Timur setelah menggunakan tes DNA daring, catatan surat kabar lama, dan foto-foto keluarga, The Mercury News melaporkan.

Petunjuk pertama Alequin adalah hasil tes DNA daring pada tahun 2020, yang mengungkapkan bahwa pamannya memiliki kecocokan 22 persen—tidak cukup untuk memastikan, tetapi cukup untuk diselidiki. Upaya awalnya untuk menghubunginya tidak mendapat balasan.

Empat tahun kemudian, pada bulan Februari 2024, dia dan kedua putrinya menemukan beberapa foto Albino dewasa secara daring dan membandingkannya dengan foto-fotonya saat masih anak-anak yang mereka gali di arsip mikrofilm surat kabar Oakland Tribune.

Kemiripannya cukup mencolok sehingga, ketika dia membawa temuannya ke kepolisian Oakland, kasus orang hilang baru dibuka dan FBI serta Departemen Kehakiman pun terlibat. Polisi menghubungi Albino dan menanyakan apakah dia bersedia mengikuti tes DNA.

Setelah hasilnya menunjukkan kecocokan, FBI membantu membawa Albino ke Oakland, bersama dengan anggota keluarganya, untuk bertemu dengan keponakannya Alequin, ibunya, dan kerabat lainnya yang tidak dikenalnya. Dia juga dapat bertemu dengan saudaranya, Roger, yang berusia 10 tahun ketika dia diculik—Roger meninggal pada bulan Agustus, tetapi tidak sebelum Albino melakukan kunjungan kedua untuk menemuinya dan anggota keluarga lainnya pada bulan Juli.

Ibu Albino, yang meninggal pada usia 92 tahun pada tahun 2005 dan selalu menjaga “harapan” untuk putranya, dilaporkan tidak pernah berhenti mengunjungi kantor polisi untuk orang hilang setiap tahun, karena yakin bahwa dia masih hidup di suatu tempat.

“Saya selalu tahu bahwa saya punya paman,” kata Alequin. “Kami sering membicarakannya. Nenek saya membawa artikel asli di dompetnya, dan dia selalu membicarakannya. Fotonya selalu digantung di rumah keluarga.”

Wanita yang menculik Albino pada tahun 1951—ketika dia masih belum bisa berbicara bahasa Inggris setelah keluarganya pindah dari Puerto Rico setahun sebelumnya—dilaporkan menerbangkannya ke Pantai Timur, di mana dia akhirnya dibesarkan oleh pasangan yang membesarkannya seperti anak mereka sendiri, The Mercury News melaporkan.

Polisi Oakland sekarang menganggap kasus orang hilang ditutup, tetapi bersama FBI tetap membuka penyelidikan penculikan tersebut. (yn)

Sumber: thedailybeast

Israel Luncurkan Serangan Udara Besar-besaran terhadap Hizbullah, Menewaskan Hampir 500 Jiwa 

Lia Yan – Epochtimes.com

Israel pada Senin (23/9/2024) melancarkan serangan udara terhadap ratusan sasaran Hizbullah, dan otoritas kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan hampir 500 orang tewas, menjadikannya hari dengan jumlah korban tewas terbanyak dalam konflik antara Hizbullah dan Israel dalam satu tahun terakhir.

Ini adalah bentrokan lintas perbatasan paling sengit antara Israel dan Lebanon sejak pecahnya konflik. Israel memperingatkan warga untuk mengungsi dari daerah-daerah yang menjadi tempat penyimpanan senjata oleh kelompok bersenjata. Sementara itu, Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan.

Setelah hampir setahun berperang dengan Hamas, Israel kini mengalihkan fokusnya ke perbatasan utara. Pada 7 Oktober tahun lalu, milisi yang dipimpin oleh Hamas menyerang Israel, yang memicu perang di Gaza, wilayah Palestina yang dikuasai Hamas. Sehari kemudian, Hizbullah yang didukung Iran mulai menembakkan roket dari Lebanon ke Israel untuk mendukung sekutunya, Hamas. Dalam sepekan terakhir, konflik di perbatasan Israel-Lebanon meningkat secara drastis.

Militer Israel pada Senin mengumumkan bahwa mereka telah menyerang sekitar 800 sasaran terkait dengan persenjataan Hizbullah, meliputi wilayah selatan Lebanon, Lembah Bekaa di timur, dan wilayah utara dekat Suriah.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, dalam video yang dirilis kantornya, mengatakan, “Operasi ini akan berlanjut sampai kami mencapai tujuan, memastikan keamanan penduduk di utara agar mereka bisa kembali ke rumah mereka.”

Dia menambahkan, “Ini adalah saatnya rakyat Israel untuk tetap tenang.” Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah mengklaim telah menembakkan puluhan roket ke Israel, termasuk ke pos militer di Galilea. Kelompok tersebut juga menyerang fasilitas pertahanan Rafael yang berpusat di Haifa untuk hari kedua berturut-turut.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa serangan Israel pada hari Senin telah menewaskan sedikitnya 274 orang dan melukai 1.024 lainnya.

Laksamana Muda Angkatan Laut Israel Daniel Hagari dalam pernyataan televisi mengatakan bahwa rumah-rumah yang menyimpan senjata Hizbullah di Lebanon selatan meledak. “Setiap rumah yang kami serang berisi senjata. Roket, rudal, drone, semuanya digunakan untuk membunuh warga sipil Israel.”

Menurut layanan ambulans Israel, serangan roket baru yang dilancarkan Hizbullah menyebabkan satu orang mengalami luka ringan.

Himbauan Evakuasi Kembali Dikeluarkan

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, sebelumnya memperingatkan bahwa tentara Israel akan segera menyerang rumah-rumah di Lebanon yang menyimpan senjata milik Hizbullah. Serangan udara tersebut meningkatkan tekanan terhadap Hizbullah, yang telah menghadapi serangkaian serangan pekan lalu, di mana ribuan pager dan walkie-talkie milik anggotanya meledak. Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, menyebut ini sebagai peristiwa “belum pernah terjadi dalam sejarah” kelompok tersebut.

Pada hari Jumat (20/9), Israel melakukan serangan besar-besaran di pinggiran selatan Beirut. Hizbullah menyatakan bahwa 16 anggotanya, termasuk pemimpin senior Ibrahim Aqil dan komandan lain Ahmed Wahbi, tewas dalam serangan udara Israel pada hari itu.

Pada hari Senin, Hagari kembali memperingatkan, mendesak warga Lebanon segera mengungsi dari daerah-daerah yang menyimpan senjata Hizbullah, termasuk wilayah di lembah. Peringatan ini menunjukkan bahwa beberapa penduduk mungkin tinggal di atau dekat bangunan yang menjadi sasaran, tetapi mereka tidak mengetahui bahwa mereka dalam bahaya.

Imad Kreidieh, kepala perusahaan telekomunikasi Lebanon Ogero, mengatakan kepada Reuters bahwa lebih dari 80.000 panggilan otomatis terdeteksi di jaringan, yang meminta orang-orang untuk mengungsi dari daerah tersebut, tetapi tidak semua panggilan tersebut dijawab.

Bahkan telepon di ibu kota Lebanon, Beirut, menerima panggilan evakuasi. Namun, Kreidieh menyebut bahwa panggilan-panggilan tersebut adalah bagian dari “perang psikologis yang bertujuan menciptakan kekacauan dan kepanikan.”

Ketika ditanya oleh wartawan apakah Israel mungkin akan melakukan invasi darat ke Lebanon, Hagari sebelumnya mengatakan, “Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan” untuk memastikan bahwa penduduk Israel di utara yang telah mengungsi dapat kembali ke rumah dengan aman, yang merupakan prioritas utama perang bagi pemerintah Israel.

Sejak Hizbullah memulai serangan lintas batas ke Israel pada 8 Oktober tahun lalu, puluhan ribu orang di kedua sisi perbatasan Israel-Lebanon telah dipaksa meninggalkan rumah mereka. (jhon)

Sistem PBB Perlu Mengikutsertakan Taiwan, Demi Menciptakan Dunia yang Lebih Aman, Bebas dan Setara

oleh John Chen

Sidang ke-79 Majelis Umum PBB sedang diadakan di New York, Amerika Serikat, dengan tema “Unity in diversity, for the advancement of peace, sustainable development and human dignity for everyone everywhere” atau “Kesatuan dalam keberagaman, untuk memajukan perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan martabat masyarakat di seluruh dunia”, namun sangat disayangkan bahwa 23,5 juta penduduk Taiwan masih dikecualikan dari sistem PBB.

Sistem PBB tidak hanya mencegah pemerintah Taiwan untuk menghadiri pertemuan dan acara PBB, tetapi juga melarang pemegang paspor Taiwan, serta media dan jurnalis Taiwan untuk masuk ke lingkungan dan kawasan PBB atapun untuk meliput pertemuan dan acara terkait. Hal ini sangat berlawanan dengan tema dari Sidang Majelis Umum PBB.

Pada saat Presiden Sesi ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations General Assembly (UNGA) Kamerun Philemon  menyerukan dengan lantang pada sidang Majelis Umum PBB tahun ini bahwa negara-negara anggota PBB harus memperkuat kerja sama internasional untuk menghadapi serangkaian tantangan global seperti perubahan iklim dan eskalasi konflik regional, di sisi lain Tiongkok semakin intensif dalam meningkatkan upaya dan tindakan provokatifnya di Laut China Timur, Laut China Selatan dan Selat Taiwan.

Tiongkok dengan sengaja mendistorsi Resolusi 2758 Majelis Umum PBB yang disahkan tahun 1971 untuk menyangkal status yang layak bagi Taiwan, dan dengan sengaja mengaitkan resolusi tersebut dengan “Prinsip Satu Tiongkok” untuk menekan hak sah Taiwan dalam berpartisipasi secara bermakna di PBB dan badan-badan khusus PBB.

Resolusi 2758 Majelis Umum PBB tidak menyebutkan Taiwan pada keseluruhan teks, juga tidak menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok, apalagi mengesahkan Tiongkok untuk mewakili Taiwan di PBB. Oleh karena itu resolusi tersebut tidak ada hubungan dengan Taiwan. Tiongkok terus memperluas niat buruk dengan menyalahartikan Resolusi 2758 Majelis Umum PBB untuk menekan partisipasi Taiwan dalam berbagai platform internasional dan di berbagai kesempatan menyebarkan narasi palsu bahwa resolusi tersebut merupakan dasar hukum kedaulatan Beijing atas Taiwan, yang mana faktanya sangat bertentangan.

John Chen, Representative, Taipei Economic and Trade Office (TETO)

Saat ini, semakin banyak negara yang menyampaikan kritik mereka terhadap interpretasi Tiongkok yang menyimpang terhadap Resolusi 2758 Majelis Umum PBB, yaitu antara lain: pada laporan implementasi tahunan “Common Foreign and Security Policy” Uni Eropa yang disahkan Februari 2024 menegaskan bahwa Taiwan dan Tiongkok tidak saling membawahi satu sama lain, dan hanya pemerintah Taiwan yang dipilih secara demokratis yang dapat mewakili rakyat Taiwan secara internasional; pada  April 2024, Mark Baxter Lambert, Deputi Asisten Sekretaris, Biro Asia Timur dan Pasifik, Kementerian Luar Negeri AS, menjelaskan posisi Amerika Serikat terhadap Resolusi 2758 Majelis Umum PBB di German Marshall Fund, sebuah lembaga think-tank di Washington, D.C. Isinya yaitu resolusi tersebut tidak mendukung, tidak setara, dan tidak mencerminkan konsensus Tiongkok terhadap “Prinsip Satu Tiongkok”; pada 30 Juli 2024, Aliansi Antar-Parlemen untuk Tiongkok (IPAC) yang terdiri dari lebih 250 anggota parlemen dari 38 negara di seluruh dunia dan Uni Eropa mengesahkan “Model Resolusi IPAC terhadap Resolusi 2758 Majelis Umum PBB” menunjukkan dukungan nyata untuk Taiwan; Senat Parlemen Australia dan Dewan Perwakilan Rakyat Parlemen Belanda baru-baru ini juga mengeluarkan mosi yang menyatakan bahwa Resolusi 2758 Majelis Umum PBB tidak menetapkan kedaulatan Tiongkok atas Taiwan, juga tidak mempunyai kualifikasi untuk mengecualikan partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional.

Republik Tiongkok (Taiwan) adalah negara yang berdaulat, merdeka dan tidak berafiliasi dengan Republik Rakyat Tiongkok. Hanya pemerintah yang dipilih oleh rakyat Taiwan dapat mewakili 23,5 juta penduduk Taiwan di dunia internasional. Republik Rakyat Tiongkok tidak pernah memerintah Taiwan, dan Taiwan jelas bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok. Hal ini merupakan status quo Selat Taiwan saat ini dan juga merupakan fakta objektif yang diakui secara internasional. Upaya Beijing untuk memaksakan “Prinsip Satu Tiongkok” kepada negara-negara lain dan organisasi internasional telah melanggar kemerdekaan politik negara lain dan hanya akan meningkatkan antipati rakyat Taiwan dan komunitas internasional terhadap perilaku intimidasi dan tirani dari Tiongkok.

Dengan menggunakan Resolusi 2758 Majelis Umum PBB sebagai senjata, Beijing terus menyebarluaskan narasi palsu bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok demi membangun dasar hukum menggunakan kekerasan untuk menyerang Taiwan di masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok secara sepihak menyatakan bahwa Selat Taiwan dan perairan 10 mil di lepas pantai timur Taiwan akan ditetapkan sebagai laut teritorial Tiongkok. Kemudian, mengabaikan risiko keselamatan penerbangan regional dan secara sepihak mengumumkan perubahan rute penerbangan M503, W122 dan W123. Ditambah lagi baru-baru ini Tiongkok mengumumkan “Coast Guard Law” yang memungkinkan personelnya untuk memasuki perairan yang disengketakan dan naik serta memeriksa kapal dengan maksud memperkuat klaim teritorial palsu dan memperluas pengaruh Tiongkok. Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa Beijing berupaya mengubah status quo secara sepihak di Selat Taiwan, memperluas otoritarianisme di kawasan Indo-Pasifik, dan merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan global.

Taiwan adalah mitra dagang dan ekonomi penting yang memainkan peran krusial dalam rantai pasokan global. Taiwan memiliki klaster industri semikonduktor terlengkap di dunia yang memproduksi lebih dari 60% chip dan 92% chip tercanggih bagi kebutuhan global.

Apabila Tiongkok meggunakan kekerasan untuk menyerang Taiwan, diperkirakan akan menyebabkan kerugian ekonomi global yang sangat besar yaitu lebih dari 10 triliun dolar AS atau sekitar 10% dari total GDP global serta skala kerugian yang lebih besar dari perang Rusia-Ukraina dan pandemi Covid-19.

Di sisi lain, Selat Taiwan adalah jalur penting transportasi laut dan transportasi udara global. Lebih dari 40% kargo maritim global melewati Selat Taiwan.

Setiap tahun, sekitar 2 juta penerbangan dan 72 juta penumpang lepas landas, mendarat dan transfer di “Taipei Flight Information Region (Taipei FIR)” yang berada di bawah tanggung jawab Taiwan. Selain itu, jumlah warga negara asing dari Asia Tenggara yang saat ini tinggal di Taiwan melebihi 1.000.000 orang, termasuk diantaranya sekitar 400.000 orang warga negara Indonesia.

Jika Tiongkok menggunakan kekerasan untuk menyerang Taiwan, maka akan merugikan masyarakat di seluruh dunia, terutama akan sulit menjamin keselamatan 400.000 orang warga negara Indonesia yang berada di Taiwan. Pada saat yang sama, hal ini akan berdampak serius pada arus transportasi laut, transportasi udara dan perdagangan di kawasan Indo-Pasifik dan global.

Piagam PBB dengan jelas menetapkan bahwa tujuan utama PBB adalah untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia, dan menekankan bahwa konflik internasional harus diselesaikan dengan cara damai.

Negara-negara anggota PBB harus menghindari penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menegakkan semangat Piagam PBB dan memelihara tatanan internasional yang berbasis aturan.

Pada 23 Mei, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stéphane Dujarric menyoroti hal ini dengan menyatakan bahwa semua negara anggota PBB mempunyai tugas dan kewajiban untuk menjaga moral dan martabat yang tercantum di Piagam PBB. Mengenai Tiongkok dan Selat Taiwan, ia mendesak pihak-pihak terkait untuk menahan diri dari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.

Saya dengan ini menyerukan kepada PBB agar dapat proaktif dalam mengambil tindakan dan menghadapi niat buruk Tiongkok yang telah menyalahartikan Resolusi 2758 Majelis Umum PBB. Hal ini menjadi ancaman serius bagi status quo di Selat Taiwan serta perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Saya juga menyerukan kepada Sekretariat PBB untuk menegakkan netralitas, berhenti secara keliru menerapkan Resolusi 2758 Majelis Umum PBB, dan berhenti merampas hak rakyat dan media Taiwan untuk mengunjungi, menghadiri atau meliput pertemuan dan acara PBB. Praktik diskriminatif sekretariat PBB telah secara serius melanggar Pasal 2 Ayat 1 Piagam PBB mengenai tujuan PBB yaitu “penghormatan terhadap prinsip persamaan hak dan penentuan nasib sendiri” dan prinsip-prinsip lain yang dianut oleh PBB termasuk inklusivitas dan universalitas.

Sistem PBB didirikan untuk memajukan kepentingan publik dan melayani masyarakat di seluruh dunia. Oleh karena itu akses ke PBB seharusnya menjadi hak semua orang, bukan hanya karena pertimbangan politik kemudian mengabaikan hak asasi manusia dari rakyat Taiwan.

Kami menyerukan kepada sekretariat PBB untuk segera mengakhiri kebijakan diskriminatif terhadap rakyat Taiwan dan mencari cara yang tepat untuk mengakomodasi partisipasi Taiwan guna berkontribusi dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Usaha keras Taiwan selama beberapa dekade telah membuktikan kepada komunitas internasional bahwa Taiwan adalah anggota internasional yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan, serta mitra yang sangat krusial dan sebuah kekuatan untuk kebaikan.

Oleh karena itu dengan memasukkan Taiwan ke dalam sistem PBB akan memungkinkan komunitas internasional secara keseluruhan mendapat manfaat dari Taiwan.

Tema sidang Majelis Umum PBB tahun ini adalah tidak meninggalkan siapa pun, yang juga merupakan komitmen inti Agenda Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030. Sangat penting bagi Taiwan untuk dimasukkan ke dalam sistem PBB demi menjamin tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tahun 2030.

Sekali lagi saya menyerukan kepada teman-teman dari seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk terus mendukung partisipasi Taiwan dalam sistem PBB. Hanya dengan menerima partisipasi penuh Taiwan kita dapat menciptakan dunia yang damai, berkelanjutan, dan indah yang menghargai martabat manusia di generasi sekarang dan yang akan datang.

Representative, Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia

Bendungan Raksasa di Tiongkok Telah Mengubah Putaran Bumi, Begini Caranya

EtIndonesia. Bendungan hidroelektrik terbesar di dunia di Tiongkok yang disebut “Bendungan Tiga Ngarai” adalah proyek infrastruktur yang sangat besar dan ukurannya begitu besar sehingga telah memengaruhi putaran Bumi.

Bendungan yang terletak di Provinsi Hubei di Tiongkok bagian tengah ini membentang di sungai terpanjang di Eurasia, yaitu Sungai Yangtze.

Bendungan tersebut menggunakan aliran air dari tiga ngarai terdekat, yang dikenal sebagai Qutangxia, Wuxia, dan Xilingxia, untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.

Bendungan ini ditemukan memiliki kemampuan menggeser Bumi untuk pertama kalinya pada tahun 2005 ketika NASA menemukan bagaimana rotasi Bumi dipengaruhi oleh gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia yang dahsyat.

Hal ini selanjutnya menjelaskan bagaimana perubahan dalam distribusi massa di seluruh Bumi dapat memiliki pengaruh yang sangat kecil pada momen inersia planet ini.

Dengan cara yang sama, putaran Bumi dipengaruhi oleh gempa bumi karena pergeseran lempeng tektonik.

Menurut ilmuwan NASA, inilah yang terjadi setelah gempa bumi di Samudra Hindia pada tahun 2004.

Ilmuwan mengamati bahwa distribusi massa di Bumi berubah akibat gempa bumi dan panjang hari berkurang hingga 2,68 mikrodetik.

Ilmuwan menjelaskan bagaimana bendungan raksasa Tiongkok mengubah putaran Bumi

Ilmuwan telah menjelaskan bahwa pergeseran besar pada air juga dapat mengubah putaran Bumi.

Seorang ahli geofisika di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA, Dr. Benjamin Fong Chao, menjelaskan bahwa sekitar 40 kilometer kubik (10 triliun galon) air ditahan oleh bendungan raksasa Tiongkok.

Menurut perhitungannya, panjang hari dapat bertambah hingga 0,06 mikrodetik karena pergeseran massa dan posisi kutub Bumi dapat bergerak sekitar 2 sentimeter.

Ini bukanlah dampak yang besar dibandingkan dengan dampak marjinal gempa bumi raksasa.

Peradaban manusia juga telah memengaruhi rotasi Bumi dengan cara lain. Perputaran Bumi dipengaruhi oleh perubahan iklim dan dampaknya terhadap distribusi massa di Bumi.

Dengan meningkatnya suhu dan mencairnya lapisan es kutub serta naiknya permukaan laut tropis, lebih banyak massa yang terkumpul di ekuator planet ini dibandingkan dengan kutubnya.

Hal ini memperlambat perputaran Bumi dan menyebabkan hari-hari menjadi sedikit lebih panjang. (yn)

Sumber: wionews

Menjelajahi Hubungan Antara Bau dan Kematian

EtIndonesia. Kematian adalah topik yang sering kali diliputi ketidakpastian dan ketakutan. Sepanjang sejarah, orang-orang telah mencari cara untuk memahaminya dan bahkan memprediksinya. Menariknya, penelitian baru menunjukkan bahwa kemampuan kita untuk mencium dapat memberikan petunjuk tentang semakin dekatnya kematian.

Ada banyak cerita tentang orang-orang yang memperhatikan bau tertentu sebelum kematian orang yang mereka cintai, yang menunjukkan kemungkinan adanya indra keenam yang terkait dengan bau. Salah satu gagasan adalah bahwa tubuh melepaskan zat kimia khusus saat mendekati kematian, yang dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki indra penciuman yang tajam.

Teori lain menghubungkan bau dengan perubahan emosional, yang memungkinkan beberapa orang tanpa sadar merasakan kematian sudah dekat. Meskipun bukti ilmiahnya terbatas, penelitian menunjukkan bahwa hewan dapat mendeteksi perubahan kimia pada individu dengan penyakit tertentu, dan manusia mungkin memiliki kemampuan yang sama.

Hilangnya indra penciuman dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang mendasarinya. Penelitian telah mengungkapkan bahwa penurunan fungsi penciuman mungkin terkait dengan penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer, serta masalah pernapasan dan jantung.

Sistem penciuman sering kali mulai melemah sebelum gejala lain muncul, sehingga menjadi indikator awal yang berguna bagi penyedia layanan kesehatan.

Menurut sebuah penelitian dalam Journal of the American Geriatrics Society, orang dewasa yang lebih tua dengan indra penciuman yang berkurang memiliki peluang lebih tinggi untuk meninggal dalam waktu lima tahun dibandingkan dengan mereka yang memiliki indra penciuman yang normal.

Seiring kemajuan ilmu pengetahuan, kita belajar lebih banyak tentang bagaimana indra kita terhubung dengan kesehatan kita secara keseluruhan. Indera penciuman, meskipun sering kali tidak terlalu diperhatikan, menunjukkan harapan besar dalam memprediksi kematian dan potensi masalah kesehatan.

Para peneliti sedang mengeksplorasi perubahan kimia yang terjadi sebelum kematian dan dampak disfungsi penciuman pada risiko kesehatan dan kematian. Dengan memahami hubungan ini, metode diagnostik baru dapat dikembangkan, menggunakan penciuman untuk menawarkan intervensi dini dan mungkin menyelamatkan nyawa.

Konsep bahwa “tubuh tahu kapan kematian sudah dekat, dimulai dengan hidung Anda” adalah bidang penelitian yang menarik.

Potensi untuk mendeteksi kematian pada orang lain dan kemampuan penurunan penciuman untuk memprediksi masalah kesehatan di masa mendatang membuka kemungkinan baru untuk penelitian dalam bidang kedokteran dan biologi manusia.

Dengan memanfaatkan kekuatan indra penciuman kita, kita dapat mengungkap wawasan yang lebih mendalam tentang kehidupan dan kematian, yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan kita dalam prosesnya. (yn)

Sumber: thoughtnova

Wanita Tiongkok yang Selamat dari Percobaan Pembunuhan Suaminya dengan Menjatuhkannya dari Tebing Melahirkan Bayi

EtIndonesia. Seorang wanita di Tiongkok yang kehilangan anak yang belum lahir setelah didorong dari tebing di Thailand oleh suaminya telah melahirkan seorang putra lima tahun kemudian, menghangatkan hati di media sosial daratan.

Wang Nan, 37 tahun, yang dikenal di dunia maya sebagai Wang Nuannuan, menderita cedera parah saat terjatuh dari ketinggian 34 meter saat berlibur di Taman Nasional Pha Taem di timur laut Thailand pada bulan Juni 2019.

Wang yang sedang mengandung itu mengalami 17 patah tulang, lebih dari 100 peniti baja dimasukkan ke dalam tubuhnya, dan harus menggunakan kursi roda selama tiga tahun. Setelah menjalani beberapa operasi, dia mampu berdiri dan berjalan tanpa bantuan tahun lalu.

Suaminya, Yu Xiaodong, berusaha membunuhnya agar dia dapat mewarisi aset besarnya untuk melunasi utang judinya. Yu dijatuhi hukuman 33 tahun dan empat bulan penjara oleh pengadilan Thailand pada bulan Juni tahun lalu setelah sidang ketiga kasus tersebut.

Pada tanggal 17 September, Wang mengunggah di Weibo bahwa dia telah melahirkan seorang putra dan menyertakan foto dirinya bersama bayi tersebut: “Putraku dan aku selamat. Terima kasih, bayiku tersayang, karena telah hadir di duniaku,” tulisnya.

Hari itu juga menandai Festival Pertengahan Musim Gugur, tanggal yang baik dalam budaya Tiongkok yang didedikasikan untuk reuni keluarga di bawah bulan purnama.

Wang memilih untuk tidak mengungkapkan informasi apa pun tentang ayah dari anak tersebut karena “keadaan khusus” yang dialaminya.

Dia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kelahiran putranya, dengan mengatakan: “Pada Festival Pertengahan Musim Gugur ini, kalian telah melengkapi hidupku.”

“Aku juga berterima kasih kepada setiap orang baik dalam hidupku karena tanpa kalian aku tidak akan dapat bertahan, dan aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menyambut kehidupan baru lagi,” tambahnya.

Pada tanggal 20 April, Wang kembali mengunjungi Taman Nasional Pha Taem untuk memeluk para pekerja yang menyelamatkannya dan memberikan spanduk ucapan terima kasih kepada kantor polisi setempat. Keberanian dan rasa terima kasihnya menuai pujian luas.

Dalam wawancara sebelumnya dengan portal berita Tiongkok daratan 163.com, dia mengatakan bahwa cobaan mengerikan yang dialaminya telah membuatnya terlalu takut untuk mencintai seorang pria lagi dan bahwa dia “secara naluriah takut pada pria”.

Pada tanggal 1 Juni, Wang membagikan kabar baik tentang kehamilannya kepada para penggemarnya di Douyin, dengan mengungkapkan bahwa dia telah mengandung bayinya melalui fertilisasi in vitro (IVF).

Lokasi prosedur IVF masih belum jelas. Di Tiongkok, pasangan harus menunjukkan surat nikah dan kartu identitas mereka ke lembaga medis untuk menjalani prosedur tersebut.

Berita tentang Wang yang melahirkan seorang putra dengan cepat menjadi berita utama di media sosial Tiongkok daratan, dengan topik terkait mengumpulkan 35 juta penayangan di Weibo.

“Saya terharu hingga menangis untuk Wang sekali lagi. Selamat atas kelahiran anaknya. Wang pantas mendapatkan yang terbaik di dunia ini,” komentar seorang pengamat daring.

“Semoga Anda dan anak Anda diberkati. Saya menantikan lebih banyak video yang mengharukan dengan bayi kecil Anda,” komentar yang lain.

Wang mengajukan gugatan cerai tahun lalu dan pengacaranya mengatakan kepada media daratan Jimu News bahwa kasusnya masih tertunda.

Wang memulai hidup baru di Hangzhou, Tiongkok timur, tempat dia menjual produk kosmetik kepada 4,4 juta pengikutnya di Douyin melalui streaming langsung.

Profilnya di platform tersebut mencerminkan perjalanannya yang berani: “Saya selalu menjadi orang yang hangat, hanya terjebak dalam mimpi buruk yang panjang. Masa depan masih panjang; saya butuh waktu untuk pulih, dan saya akan menjadi lebih baik.” (yn)

Sumber: scmp

Wanita yang Meninggal dan Hidup Kembali Mengungkapkan Apa yang Dilihatnya Saat ‘Menyeberang’ Jembatan Pelangi

EtIndonesia. Seorang wanita mengaku tahu persis apa yang terjadi pada manusia saat kita meninggal setelah melalui pengalamannya sendiri yang mengubah hidupnya.

Apa yang terjadi pada kita saat kita meninggal telah menjadi pertanyaan yang membingungkan pikiran manusia selama ribuan tahun.

Masyarakat, agama, dan komunitas sepanjang sejarah manusia sampai pada jawaban mereka sendiri yang diterima untuk pertanyaan-pertanyaan ini.

Sebagian besar menyatakan bahwa ‘pencipta’ atau Tuhan akan memainkan peran dan bahwa ada kehidupan kedua atau kehidupan setelah kematian yang menunggu umat manusia dan perilaku Anda selama hidup Anda akan memengaruhi di mana Anda berakhir.

Meskipun demikian, seorang wanita Katolik yang taat dari Ohio, AS, Nanci Danison, mengatakan bahwa dia telah mengalami sebagian dari kehidupan setelah kematian setelah ‘meninggal’ di rumah sakit pada tahun 1994 – mengatakan agama tradisional mengajarkannya informasi yang ‘salah’ tentang apa yang terjadi saat kita meninggal.

Saat itu, Danison yang kini berusia 74 tahun menderita reaksi alergi parah terhadap obat bius selama ‘prosedur radiologi invasif’, yang menurutnya mengakibatkan ‘pengalaman akhirat yang sangat luas’.

Berbicara kepada Daily Mail, dia menjelaskan bahwa jantungnya berubah dari ‘berdetak terlalu cepat menjadi tidak berdetak sama sekali’, tetapi apa yang diduga dialaminya setelah itu yang mengubah hidupnya selamanya.

Dia mengatakan: “Saya tidak tahu tubuh saya sedang sekarat. Saya tidak kehilangan satu momen pun kesadaran selama tubuh saya sekarat dan mati, atau selama saya sendiri menyeberang dan kehidupan setelah kematian.

“Saya sadar selama itu dan saya mengingat semuanya.”

Dia mengatakan bahwa dia bertemu dengan lima teman ‘Makhluk Cahaya’ dan menyerap sejarah Bumi ‘tipe dokumenter’ yang menjelaskan ‘mengapa agama saya telah mengajarkan saya informasi yang salah tentang kehidupan, kematian, Tuhan, dan kehidupan setelah kematian’.

Yang terjadi selanjutnya adalah keinginan yang membara untuk mengetahui lebih banyak tentang realitas: Apakah Tuhan itu? Apa arti hidup? Di mana surga dan neraka?

Danison menambahkan: “Saya marah karena saya tidak mempelajari jawaban-jawaban ini sebelum saya meninggal, karena saya berasumsi semua orang di Bumi mengetahui informasi ini kecuali saya.

“Saya pergi ke Cahaya, sepenuhnya dipenuhi dengan cinta tanpa syarat, kebahagiaan, dan penerimaan.

“Saya benar-benar menggabungkan Energi dan keberadaan saya ke dalam lima teman Makhluk Cahaya saya sehingga saya dapat mengalami kehidupan fisik mereka.”

Setelah pengalaman ini, dia mengatakan bahwa dia meninggalkan firma hukum tempat dia bekerja dan memulai firma hukumnya sendiri, sambil juga ‘mengubah hidupnya’ untuk memulai perjalanan memberi tahu orang lain.

Dia juga telah memperoleh lisensi pilot, menjadi detektif swasta berlisensi, dan menulis beberapa buku tentang pengalamannya.(yn)

Sumber: unilad

Pasangan di Australia Terkejut Menemukan Telur Kecil di Dalam Telur

EtIndonesia. Rachael Ward dan tunangannya Jamie sedang menyiapkan sarapan akhir pekan mereka ketika mereka memecahkan telur dan terkejut.

Di dalam telur ayam yang sederhana itu ada telur kecil lain yang sudah terbentuk sempurna.

“Jamie memecahkan telur itu dan berkata, ‘Apa itu?’,” kata Ward.

“Awalnya, saya bilang, ‘Oh, ini kuning telur ganda’, lalu saya menyentuhnya, dan ternyata itu telur kecil.

“[Saya] benar-benar takjub karena itu telur di dalam telur.”

Pasangan itu menimbang dan mengukur telur itu, yang panjangnya lebih dari 1 sentimeter dan beratnya hanya 2 gram.

Ward mengatakan telur itu berasal dari telur yang sedikit lebih kecil dari telur ayam berukuran biasa.

Mereka memegang telur kecil itu, tetapi belum melihat ke dalamnya.

“Saya tidak berani memecahkannya … bisa jadi itu kuning telur, atau hanya putihnya saja, saya tidak yakin,” kata Ward.

Warga Coffs Harbour, Australia itu membeli telur itu dari petani setempat, Gerald Gauci.

Dia memiliki sekitar 100 ekor ayam dan menjual telur di gerbang peternakannya.

Gauci mengatakan ayam betina yang menghasilkan telur ganda itu masih menjadi misteri.

“Sungguh menakjubkan … seumur hidup saya belum pernah melihat yang seperti itu … Saya berusia 60 tahun dan tumbuh besar dengan ayam, ayah saya biasa memamerkan ayam,” katanya.

“Saya pernah melihat telur yang sebelumnya keluar mungkin lunak di dalam cangkang, tetapi yang ini adalah telur kecil yang sudah terbentuk sempurna … di dalam cangkang kecil yang keras.”

Bagaimana itu bisa terjadi?

Fenomena telur yang terbentuk di dalam telur memang kadang terjadi.

Contoh lain yang dilaporkan telah ditemukan di Australia, meskipun dalam kasus tersebut, telur berukuran biasa terkurung di dalam telur yang jauh lebih besar.

Dalam kasus ini, telur yang terkurung itu sangat kecil.

Brian Alley, seorang peternak unggas yang berkantor di Lorne di Pantai Utara Tengah NSW, mengatakan itu adalah kejadian langka.

Telur di dalam telur dapat terjadi setelah dua kuning telur dilepaskan, dan satu, yang sudah memiliki cangkang yang terbentuk, bergerak mendekati yang lain di beberapa titik sementara cangkang kedua masih terbentuk.

“Itu biasanya terjadi karena ovulasi ayam,” kata Alley.

“Dia menjatuhkan satu [ke dalam saluran telur] untuk menaruh cangkang, dan dia menjatuhkan dua sekaligus, dan cangkang terbentuk di sekitar keduanya … satu masuk ke dalam yang lain [selama fase pembentukan].

“Anda sangat jarang mendengarnya — saya telah berkecimpung di bidang peternakan selama 69 tahun, dan saya belum pernah melihatnya.” (yn)

Sumber: abc.net.au

Beberapa Bola Cahaya Beterbangan di Langit Malam  Beijing,  Bola Api Besar Secara Tiba-tiba Jatuh 

Setelah beberapa hari, seberkas cahaya aneh muncul lagi di langit malam di atas Beijing, dengan beberapa bola cahaya terbang dengan cepat. Ada pula bola api besar yang jatuh dari langit,  disebut sebagai “pertanda buruk” oleh netizen

NTD

Pada 20 September malam waktu Beijing, banyak perekam ponsel di Beijing dan Tianjin menangkap bola api besar yang jatuh di langit malam. Beberapa orang menyebutnya “meteor api”.

Video tersebut memperlihatkan bola api besar tersebut mula-mula tampak berwarna biru, kemudian berubah menjadi oranye, merah, dan warna lainnya di bawah pantulan awan, dan akhirnya menghilang.

Netizen di Platform X ada yang berkomentar, “Siapa yang akan mati? “Dinasti merah akan tutup dengan semua penglihatan ini.” “Intranet mengatakan, tidak bisakah Anda membidik dengan lebih akurat?” “Sekali lagi dan kita akan mencapai target.”

Selain itu, pada  21 September, video langit malam Beijing lainnya diunggah secara online. Netizen yang mengambil foto tersebut berkata, “Langit di Beijing tadi malam benar-benar biru dengan awan putih, dan Anda bisa melihatnya dengan sangat jelas.”

Video tersebut menunjukkan cuaca malam itu sangat cerah,  terdapat tiga titik terang di awan putih di salah satu sisi langit yang tenang, satu terang dan dua gelap, menampakkan warna biru muda. Di awan di sisi lain, banyak bola cahaya muncul, melompat dan terbang cepat di sepanjang jalur yang hampir sama, muncul dari sisi kanan awan, lalu menghilang ke sisi kiri awan.

Beberapa netizen berspekulasi bahwa itu mungkin pencahayaannya. Beberapa orang mengatakannya justru tidak terlihat seperti itu.

Seminggu yang lalu, pada  14 September, cahaya dan bayangan berkelap-kelip muncul di langit malam di atas Beijing. Beberapa orang mengira itu adalah “UFO” yang sangat besar. Beberapa orang juga berspekulasi penampakan itu adalah aurora.

Namun, beberapa netizen memotret tiga berkas cahaya dengan posisi tetap yang berkedip tidak beraturan, yang jelas-jelas bukan aurora. Beberapa orang mengatakan itu tampak seperti lampu piring terbang di film fiksi ilmiah.

Beberapa netizen mengatakan bahwa lingkaran cahaya misterius tiba-tiba muncul di langit Beijing. “Cahaya misterius ini memiliki jangkauan yang sangat luas dan tidak memiliki pola. Ada pemandangan di mana seberkas cahaya multi-titik yang besar tiba-tiba muncul, berputar dalam jangkauan yang luas dari langit dan kemudian menghilang dengan segera.”

Sebelumnya, UFO muncul di Tianjin dan Cangzhou, Hebei selama dua hari berturut-turut pada  11 dan 12 September, dan video terkait beredar luas di Internet. Bandara Tianjin lumpuh selama dua hari berturut-turut. Pejabat Tianjin mengklaim hanyalah drone, namun banyak netizen yang menduga sebagai UFO. (Hui)

Kesadaran Mungkin Melintasi Dunia Kita dari Dimensi Tersembunyi

EtIndonesia. Ilmuwan tidak pernah mampu menjelaskan asal mula kesadaran. Dari mana asalnya? Apa titik asalnya di tubuh manusia? Kini seorang ahli telah menyatakan bahwa kesadaran mungkin bukan bagian dari dunia tiga dimensi kita dan kemungkinan besar berasal dari dimensi tersembunyi.

Michael Pravica, PhD, seorang profesor fisika di University of Nevada, Las Vegas, percaya bahwa kesadaran berada di luar dunia fisik dan dapat melampauinya pada saat-saat kesadaran meningkat. Kemungkinan tidak ada aktivitas otak yang berperan.

Pemikiran ini terkait dengan hiperdimensionalitas, sebuah teori yang menyatakan bahwa alam semesta kita tidak hanya terdiri dari tiga dimensi. Pravica mengatakan bahwa alam semesta terdiri dari beberapa dimensi lagi yang tidak dapat dipahami manusia dan ada hubungan yang jauh lebih besar dengan dimensi tersembunyi.

Dia mengatakan untuk memahami kesadaran, manusia perlu menjelajahi dimensi tersembunyi.

“Fakta bahwa kita dapat memahami dimensi yang lebih tinggi dari empat dalam pikiran kita, dalam matematika kita, adalah sebuah anugerah… Itu adalah sesuatu yang melampaui biologi,” kata ilmuwan itu kepada Popular Mechanics.

Jika teori ini ternyata benar, maka kita mungkin melihat makhluk yang hidup di luar alam fisik di mana ruang dan waktu bukanlah suatu hal, kata Pravica.

Meskipun manusia mungkin tidak tahu banyak tentang hiperdimensionalitas, Pravica yakin mereka jauh lebih mengenalnya daripada yang mereka kira. Mengaitkannya dengan kepercayaan agama, penganut Kristen Ortodoks itu mengklaim Yesus bisa jadi makhluk hiperdimensional.

“Menurut Alkitab, Yesus naik ke surga 40 hari setelah berada di Bumi. Bagaimana Anda naik ke surga jika Anda makhluk empat dimensi?” tanya Pravica.

Dia mengatakan hal ini mungkin terjadi jika seseorang termasuk dalam dunia hiperdimensional. Anda dapat “melakukan perjalanan dari dunia yang kita kenal ke surga”, katanya.

Gagasan bahwa kesadaran berasal dari dimensi yang lebih tinggi dikaitkan dengan teori-teori lanjutan lainnya dalam fisika, seperti teori string.

“Teori string pada dasarnya adalah teori hiperdimensionalitas,” kata Pravica. “Teori ini melihat bagaimana alam semesta disusun dalam skala subkuantum.”

Namun, tidak semua orang setuju dengan Pravica. Beberapa ilmuwan mengatakan hal itu mendekati “fiksi ilmiah”.

Stephen Holler, PhD, seorang profesor fisika di Universitas Fordham di New York, mengatakan kepada Popular Science: “Pandangan Pravica menyiratkan perspektif teologis ‘Tuhan yang mengisi celah’, ‘di mana celah dalam pengetahuan ilmiah dikaitkan dengan campur tangan Tuhan, alih-alih dilihat sebagai peluang untuk penyelidikan dan pemahaman lebih lanjut’.” (yn)

Sumber: wionews

AS, Jepang, India, dan Australia Berdiskusi tentang Ekspansi Maritim Tiongkok – Pertemuan Terakhir Kishida dengan Biden Sebelum Lengser

Visiontimes.com

Untuk menyeimbangkan ekspansi militer Tiongkok, para pemimpin Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan India yang tergabung dalam Dialog Keamanan Empat Pihak (Quad) bertemu pada 21 September di Wilmington, Delaware, kampung halaman Presiden AS Joe Biden, yang akan segera lengser. Pertemuan ini membahas langkah-langkah baru terkait keamanan di Samudra Hindia.

KTT Quad AS, Jepang, India, Australia Tingkatkan Kerja Sama Keamanan Maritim – Pertemuan Terakhir Biden Sebelum Lengser

Menurut laporan dari media internasional seperti Associated Press, Agence France-Presse, dan Reuters, Biden membuka KTT Quad di Wilmington High School, tempat ia bersekolah dulu. Biden mengatakan, “Meskipun tantangan datang silih berganti, dunia akan berubah karena keberlanjutan Quad.”

Biden, yang akan lengser pada Januari tahun depan, menjadikan penguatan aliansi internasional sebagai prioritas utamanya, dengan Quad menjadi elemen penting untuk menghadapi tindakan agresif Tiongkok (Partai Komunis Tiongkok/PKT) di kawasan Asia-Pasifik.

Gedung Putih menyatakan bahwa berdasarkan catatan pertemuan Biden dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, mereka “menyatakan keprihatinan bersama atas paksaan dan tindakan destabilisasi yang dilakukan oleh PKT.”

Mereka juga menyerukan “pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.”

Biden mengatakan bahwa strategi Tiongkok (PKT) tetap sama, meskipun cara mereka terus berubah, terutama dalam menguji Amerika Serikat di Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan. Biden mengatakan, “Kami melihat bahwa saat ini Xi Jinping fokus pada tantangan ekonomi domestik, berusaha meminimalkan ketidakstabilan dalam hubungan luar negeri, dan menurut saya, dia juga sedang mencari ruang diplomasi untuk lebih aktif mengejar kepentingan Tiongkok (PKT).”

Selain itu, pejabat senior pemerintah Biden mengungkapkan bahwa para pemimpin Quad sedang meluncurkan rencana untuk memperluas inisiatif “Maritime Domain Awareness” (Kesadaran Wilayah Maritim), yang dimulai dua tahun lalu, dengan mencakup wilayah Samudra Hindia.

Para pejabat menyatakan bahwa para pemimpin ini berencana menghubungkan operasi penjaga pantai, sehingga personel dari Australia, India, dan Jepang dapat bertugas di kapal penjaga pantai AS. Mereka juga menyatakan bahwa keempat negara berencana meningkatkan kerja sama logistik militer.

Banyak analis menyatakan bahwa langkah terbaru dalam keamanan maritim ini tidak hanya mengirim pesan kepada PKT, tetapi juga menandakan bahwa fokus Quad semakin beralih ke isu keamanan, mencerminkan kekhawatiran yang meningkat terhadap niat Tiongkok.

Mengenai apakah Quad akan tetap ada setelah pemilu AS pada 5 November, Biden dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa Quad tidak hanya akan terus ada, tetapi juga akan bertahan “jauh lebih lama dari November.”

PM Jepang Kishida dan Biden Mengadakan Pertemuan Terakhir, Menegaskan Penolakan terhadap Ekspansi Militer Tiongkok di Laut China Timur dan Selatan

Sebagai perjalanan terakhirnya sebelum lengser, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengadakan pertemuan terakhir dengan Presiden Biden pada 21 September di Wilmington, Delaware, AS. Keduanya kembali menegaskan penolakan mereka terhadap upaya PKT untuk secara sepihak mengubah status quo di Laut China Timur dan Laut China Selatan melalui kekuatan militer.

Menurut laporan harian Mainichi Shimbun Jepang, Kishida mengadakan pertemuan sekitar satu jam dengan Biden di rumah Biden di Wilmington. Keduanya sepakat mengenai pentingnya terus meningkatkan kemampuan pencegahan dan tanggapan aliansi AS-Jepang.

Kishida dan Biden kembali menegaskan penolakan mereka terhadap upaya PKT untuk secara sepihak mengubah status quo di Laut China Timur dan Laut China Selatan melalui kekuatan militer, dan sepakat untuk merespons dengan tegas. Keduanya juga sepakat untuk melaksanakan langkah-langkah terkait kerja sama keamanan yang telah dikonfirmasi dalam pertemuan mereka pada April lalu.

Para pemimpin AS dan Jepang juga bertukar pandangan tentang situasi di Korea Utara. Biden menyatakan apresiasinya atas “persahabatan khusus” yang terjalin dengan Kishida dan memuji kontribusi Perdana Menteri Jepang dalam menangani perkembangan hubungan AS-Jepang serta tantangan di komunitas internasional.

Kishida juga menyampaikan apresiasinya atas kemajuan besar yang dicapai dalam kerja sama trilateral AS-Jepang-Korsel yang diadakan di Camp David, AS, pada Agustus 2023.

Selain itu, pejabat senior pemerintah AS mengatakan kepada rombongan pers Jepang bahwa Biden dan Kishida tidak membahas rencana Nippon Steel untuk mengakuisisi perusahaan baja AS, U.S. Steel.

Kishida dijadwalkan lengser setelah Jepang memilih Perdana Menteri baru pada 1 Oktober 2024. Pertemuan ini menjadi pertemuan terakhir Kishida dengan Biden selama masa jabatannya. (Jhon)

49% Orang Rusia Mendukung Penarikan Pasukan, 63% Berharap Perjanjian Damai Ditandatangani Tahun Depan

Invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki hari ke-940, menurut intelijen dari Kementerian Pertahanan Inggris, setidaknya 70.000 tentara telah tewas dan 600.000 lainnya terluka. Perang ini juga menyebabkan inflasi di Rusia semakin parah, investasi berkurang, dan produktivitas ekonomi domestik menurun

www.aboluowang.com

Berdasarkan hasil survei terbaru dari lembaga independen ExtremeScan, hampir setengah dari rakyat Rusia berharap penarikan pasukan dari Ukraina dan memulai pembicaraan damai, sementara lebih dari 60% berharap agar perjanjian damai dengan Ukraina dapat ditandatangani tahun depan.

Survei dari lembaga independen ExtremeScan yang dilakukan antara 10 hingga 17 bulan ini terhadap 800 orang Rusia menunjukkan bahwa 49% mendukung penarikan pasukan dan negosiasi damai dengan Ukraina, meningkat 9% dari 40% pada Januari 2024 lalu. Persentase yang menentang sekitar 33%, turun 6% dari 39% pada Januari. Sebanyak 63% berharap perjanjian damai yang melibatkan kompromi dapat tercapai dengan Ukraina tahun depan. Survei juga menemukan bahwa semakin banyak orang Rusia yang tidak ingin terlibat dalam perang. Hanya 29% yang mendukung mobilisasi baru di Rusia.

Pendiri bersama dari Chronicles, Aleksei Miniailo, mengatakan, “Semakin lama perang berlangsung, semakin sedikit keyakinan orang-orang bahwa perang akan berakhir dengan cara yang menguntungkan mereka dan Rusia.”

Miniailo menyatakan bahwa ketika Rusia mencapai kemenangan di medan perang, orang Rusia cenderung lebih mendukung, seperti pada musim semi tahun ini ketika pasukan Moskow maju ke wilayah Donetsk di Ukraina. Namun, setelah serangan balasan dari Ukraina, sikap rakyat Rusia juga berubah: “Invasi Ukraina ke wilayah Kursk mengejutkan banyak orang, dan jumlah orang yang ingin bertempur hingga mencapai target pun menurun.”

Miniailo menambahkan, “Ketika orang-orang langsung menghadapi konsekuensi, misalnya ketika mereka harus melarikan diri dari wilayah mereka atau rumah mereka diserang, atau mereka menyaksikan serangan, dukungan terbuka terhadap perang akan menurun tajam.”

“Kebanyakan orang yang menyatakan dukungan (untuk terus berperang dengan Ukraina) adalah mereka yang belum pernah menghadapi apapun akibat perang. Begitu orang-orang mulai merasakan dampak perang, baik secara ekonomi atau semacamnya, mereka akan kehilangan kepercayaan.” (jhon)

Reuters: Iran Menahan Pendorong Rudal dan Tidak Mengirimkannya ke Rusia

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa pada 10 September lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menuduh Iran telah mengirimkan Fath-360 dengan jangkauan hingga 121 kilometer kepada Rusia, dan rudal tersebut “kemungkinan akan digunakan dalam beberapa minggu di Ukraina.” Namun, Iran belum mengirimkan pendorong rudal tersebut. Pejabat intelijen Eropa memperkirakan Iran tidak akan memberikan senjata tersebut kepada Rusia, namun tidak memberikan penjelasan rinci.

www.aboluowang.com

Reuters memperoleh informasi terbaru bahwa Iran menahan pendorong rudal Fath-360 dan belum mengirimkannya ke Rusia. Laporan dari Reuters mengatakan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menuduh Iran telah mengirim rudal Fath-360 dengan jangkauan 121 kilometer ke Rusia dan rudal tersebut kemungkinan akan digunakan di Ukraina dalam beberapa minggu mendatang.

Para ahli menyebutkan bahwa ada beberapa alasan mengapa Iran belum mengirimkan pendorong rudal tersebut. Salah satunya adalah Rusia mungkin berencana untuk memodifikasi truk mereka untuk membawa rudal. 

Fabian Hinz, seorang ahli rudal Iran dari International Institute for Strategic Studies, menyatakan bahwa truk komersial yang dimodifikasi Iran untuk meluncurkan rudal ini dan lainnya tidak cukup tangguh untuk beroperasi di medan yang kasar selama musim dingin di Ukraina. “Truk Mercedes komersial yang tersedia sama sekali tidak memiliki kemampuan off-road.”

Alasan lainnya bahwa dengan menahan pendorong rudal, Iran mungkin ingin membuka ruang untuk meredakan ketegangan dengan negara-negara Barat dan memulai putaran negosiasi baru. 

David Albright, direktur Institute for Science and International Security yang pernah menjabat sebagai inspektur nuklir PBB, menyebutkan bahwa Presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian, dan pejabat tinggi lainnya akan bertemu dengan pejabat Eropa selama Majelis Umum PBB minggu depan di New York untuk menguji potensi diplomasi terkait program nuklir Iran, ketegangan regional, dan perselisihan lainnya.

Albright menambahkan, “Mereka (pejabat tinggi Iran) mungkin menghentikan pengiriman pendorong rudal untuk memberi ruang bagi negosiasi tersebut. Dapat dibayangkan bahwa jika rudal Iran menghujani Ukraina, mereka akan dikutuk di Majelis Umum.”

Kementerian Pertahanan Rusia menolak untuk berkomentar. Sementara Dewan Keamanan Nasional AS belum memberikan tanggapan, dan Pentagon juga menolak untuk berkomentar. Sedangkan Perwakilan Iran di PBB juga belum segera memberikan tanggapan. (jhon)