Rusia Diguncang Serangan Terjauh Drone Ukraina! Aset Militer Bernilai Miliaran Dolar AS Dilaporkan Hancur

EtIndonesia.com– Konflik Rusia-Ukraina kembali memasuki babak baru setelah militer Ukraina melancarkan serangan jarak jauh berskala besar terhadap sejumlah target militer strategis di wilayah Rusia pada malam 29 hingga 30 Mei 2026. 

Operasi ini menjadi salah satu serangan paling ambisius yang dilakukan Kyiv sejak perang pecah, karena tidak hanya menargetkan fasilitas militer jauh di belakang garis pertempuran, tetapi juga diduga menghantam aset-aset strategis yang selama ini dianggap berada di zona aman.

Serangan tersebut menegaskan semakin berkembangnya kemampuan Ukraina dalam melancarkan operasi jarak jauh ke dalam wilayah Rusia, sekaligus memperlihatkan bahwa garis pemisah antara medan perang dan wilayah belakang Rusia semakin kabur.


Pangkalan Udara Taganrog Jadi Sasaran Utama

Menurut berbagai laporan yang beredar pada 30 Mei, salah satu target utama serangan Ukraina adalah Pangkalan Udara Taganrog di Oblast Rostov, Rusia selatan.

Pangkalan ini terletak lebih dari 600 kilometer dari garis depan perang, menjadikannya salah satu fasilitas militer yang selama ini dianggap relatif aman dari serangan langsung Ukraina.

Namun perkembangan teknologi drone dan sistem serangan jarak jauh yang dimiliki Ukraina kini tampaknya mulai mengubah perhitungan tersebut.

Ledakan dan kebakaran dilaporkan terjadi di area pangkalan setelah gelombang serangan menghantam lokasi tersebut pada malam hari. Hingga berita ini ditulis, otoritas Rusia belum memberikan rincian lengkap mengenai tingkat kerusakan yang terjadi.


Dua Pesawat Tu-142 Dilaporkan Hancur

Laporan yang paling menyita perhatian adalah klaim bahwa dua pesawat patroli maritim strategis Tu-142 milik Rusia ikut hancur dalam serangan tersebut.

Pesawat Tu-142 merupakan salah satu aset udara paling penting yang diwarisi Rusia dari era Uni Soviet. Pesawat ini dirancang khusus untuk misi:

  • Patroli maritim jarak jauh
  • Perburuan kapal selam
  • Pengintaian strategis
  • Pengawasan wilayah laut luas

Selama bertahun-tahun, Tu-142 menjadi tulang punggung operasi patroli Rusia di kawasan:

  • Laut Hitam
  • Laut Barents
  • Samudra Atlantik Utara
  • Kawasan Arktik

Karena jumlah armada Tu-142 yang masih aktif relatif terbatas, setiap unit memiliki nilai strategis yang sangat tinggi.

Jika laporan mengenai kehancuran dua pesawat tersebut nantinya dapat dikonfirmasi secara independen, maka peristiwa ini berpotensi menjadi salah satu kerugian penerbangan militer terbesar yang dialami Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Selain kerugian material yang besar, hilangnya pesawat jenis ini juga dapat mengurangi kemampuan Rusia dalam melakukan pengawasan laut dan operasi anti-kapal selam dalam jangka panjang.


Sistem Rudal Iskander-M Diklaim Berhasil Dihancurkan

Selain menyerang pangkalan udara, Ukraina juga mengklaim berhasil menghancurkan satu unit sistem rudal taktis Iskander-M.

Sistem Iskander-M merupakan salah satu senjata paling penting dalam arsenal Rusia modern. Rudal ini dikenal memiliki kemampuan:

  • Serangan presisi tinggi
  • Mobilitas tinggi
  • Sulit dicegat sistem pertahanan udara
  • Jangkauan hingga ratusan kilometer

Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada tahun 2022, rudal Iskander berulang kali digunakan untuk menyerang:

  • Infrastruktur energi
  • Gudang amunisi
  • Lapangan udara
  • Pos komando militer
  • Fasilitas industri pertahanan Ukraina

Karena itu, penghancuran satu sistem Iskander memiliki nilai simbolis dan operasional yang signifikan.

Lebih penting lagi, serangan ini menunjukkan bahwa Ukraina kini mulai mampu mengancam sistem persenjataan Rusia yang ditempatkan jauh di belakang wilayahnya sendiri, sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan pada tahap awal perang.


Ukraina Perluas Penggunaan Platform Peluncur Drone Bergerak

Di tengah meningkatnya intensitas serangan, foto-foto terbaru yang beredar di media sosial dan sejumlah kanal militer memperlihatkan perubahan penting dalam taktik Ukraina.

Ukraina dilaporkan mulai mengoperasikan platform peluncur drone berbasis trailer dalam jumlah besar.

Sistem ini memungkinkan drone serang jarak jauh seperti seri FP-1 dan FP-2 diluncurkan langsung dari jalan raya atau lokasi sementara lainnya tanpa membutuhkan fasilitas militer permanen.

Keuntungan utama sistem ini meliputi:

1. Mobilitas Tinggi

Platform dapat berpindah lokasi dengan cepat sehingga mengurangi risiko terdeteksi.

2. Biaya Operasional Lebih Murah

Tidak memerlukan pangkalan peluncuran permanen yang mahal.

3. Jangkauan Serangan Lebih Luas

Drone dapat diluncurkan dari lokasi yang lebih dekat ke sasaran.

4. Sulit Dilacak

Pergerakan yang fleksibel membuat intelijen Rusia lebih sulit mengidentifikasi titik peluncuran.

Keberadaan sistem ini diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang memungkinkan Ukraina meningkatkan frekuensi serangan jauh ke dalam wilayah Rusia selama beberapa bulan terakhir.


Panglima Ukraina: Armada Laut Hitam Rusia Hampir Tidak Lagi Menjadi Ancaman

Sementara itu, dalam kunjungannya ke pasukan angkatan laut Ukraina di Odesa pada akhir Mei 2026, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Oleksandr Syrskyi menyampaikan penilaian yang cukup berani mengenai kondisi militer Rusia di kawasan Laut Hitam.

Menurut Syrskyi, kekuatan tempur Rusia di Laut Hitam dan Laut Azov telah mengalami kemunduran drastis dan “mendekati titik nol” dibandingkan kondisi sebelum perang.

Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kombinasi berbagai sistem persenjataan Ukraina, termasuk:

  • Rudal anti-kapal Neptune
  • Kapal tanpa awak (USV)
  • Drone laut kamikaze
  • Drone udara jarak jauh
  • Sistem pengintaian modern

Sejak tahun 2023, Ukraina telah beberapa kali berhasil menyerang kapal perang Rusia serta fasilitas militer penting di Krimea, memaksa sebagian armada Rusia memindahkan operasinya ke lokasi yang lebih jauh dari jangkauan serangan Ukraina.


Ukraina Bangun Jaringan Pengawasan Laut Terpadu

Selain melakukan operasi ofensif, Ukraina juga terus memperkuat kemampuan pengawasan maritimnya.

Menurut Syrskyi, Kyiv sedang membangun sistem pengawasan terpadu yang menghubungkan:

  • Armada laut
  • Pelabuhan
  • Pertahanan udara
  • Radar pesisir
  • Sistem intelijen
  • Jaringan pemantauan elektronik

Tujuannya adalah menciptakan kesadaran situasional yang lebih baik di seluruh kawasan Laut Hitam sehingga setiap pergerakan armada Rusia dapat dipantau secara lebih efektif.

Jika proyek ini berhasil diselesaikan dan keunggulan maritim Ukraina dapat dipertahankan, dampaknya diperkirakan tidak hanya memengaruhi jalur logistik Rusia, tetapi juga berpotensi mengubah keseimbangan strategis di kawasan Laut Hitam secara keseluruhan.


Rusia Semakin Sulit Menjaga Wilayah Belakang

Dalam kurun satu tahun terakhir, frekuensi serangan drone Ukraina terhadap wilayah Rusia meningkat secara signifikan.

Berbagai target strategis telah berulang kali menjadi sasaran, antara lain:

  • Kilang minyak
  • Pabrik industri pertahanan
  • Gudang amunisi
  • Lapangan udara militer
  • Infrastruktur logistik
  • Pusat komando

Perkembangan ini menunjukkan bahwa Rusia semakin kesulitan membatasi dampak perang hanya di wilayah Ukraina.

Kini, banyak fasilitas yang sebelumnya dianggap aman karena berada jauh dari garis depan mulai menghadapi risiko serangan secara langsung.


Muncul Kekhawatiran Terkait Moldova dan Potensi Operasi “Bendera Palsu”

Di tengah meningkatnya ketegangan, perhatian para analis keamanan juga mulai tertuju pada negara tetangga Rusia dan Ukraina, yaitu Moldova.

Sejumlah laporan menyebut bahwa Rusia belakangan semakin sering menyoroti insiden drone yang melintasi wilayah udara Romania, terutama yang terjadi selama operasi militer di Ukraina.

Beberapa analis menilai narasi tersebut dapat digunakan untuk membangun persepsi bahwa apabila suatu saat terjadi serangan drone di wilayah Moldova, pelakunya belum tentu berasal dari Rusia.

Meskipun belum ada bukti yang menunjukkan rencana konkret ke arah tersebut, sejumlah pengamat keamanan memperingatkan bahwa pola semacam ini sering dikaitkan dengan kemungkinan operasi “bendera palsu” (false flag operation), yaitu tindakan yang dirancang agar serangan tampak dilakukan oleh pihak lain.

Karena itu, perkembangan situasi di Moldova diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang terus diawasi oleh negara-negara Barat dalam beberapa bulan mendatang.


Kesimpulan

Serangan Ukraina pada malam 29–30 Mei 2026 menunjukkan bahwa perang Rusia-Ukraina telah memasuki fase baru yang ditandai oleh meningkatnya kemampuan serangan jarak jauh Ukraina terhadap target-target strategis jauh di dalam wilayah Rusia.

Mulai dari serangan terhadap Pangkalan Udara Taganrog, klaim penghancuran pesawat patroli strategis Tu-142, hingga dugaan penghancuran sistem rudal Iskander-M, seluruh perkembangan ini memperlihatkan bahwa wilayah belakang Rusia kini semakin rentan terhadap serangan.

Di saat yang sama, keberhasilan Ukraina melemahkan Armada Laut Hitam Rusia dan membangun jaringan pengawasan maritim modern berpotensi mengubah keseimbangan militer di kawasan Laut Hitam. Apabila tren ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya akan memengaruhi jalannya perang, tetapi juga peta keamanan Eropa Timur secara keseluruhan. (***)

Iran Kena Sorotan! Ranjau 300 Kg Peledak Ditemukan di Perairan Oman, Jalur Minyak Dunia Terancam

EtIndonesia.com — Ketegangan di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz kembali meningkat setelah otoritas Oman menemukan benda yang diduga sebagai ranjau laut buatan Iran di wilayah perairannya. Temuan tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Setiap hari, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi kawasan ini. Karena itu, setiap gangguan keamanan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi pasar energi internasional dan stabilitas ekonomi global.

Oman Temukan Dugaan Ranjau Laut Iran

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada akhir Mei 2026, Kementerian Pertahanan Oman mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sebuah benda mencurigakan yang mengapung di wilayah perairan Oman, tidak jauh dari jalur pelayaran internasional.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh kapal dagang maupun kapal militer yang melintas di sekitar lokasi diminta menjaga jarak aman hingga proses identifikasi selesai dilakukan.

Berdasarkan hasil analisis awal yang dilakukan oleh tim militer Oman, benda tersebut diduga merupakan ranjau laut tipe Maham-3 buatan Iran.

Ranjau Maham-3 dikenal sebagai salah satu senjata laut yang cukup berbahaya. Sistem ini dirancang untuk menyerang kapal yang melintas dengan memanfaatkan sensor tekanan, medan magnet, atau getaran suara kapal.

Menurut data militer yang beredar di kawasan Teluk, setiap unit Maham-3 membawa sekitar 300 kilogram bahan peledak berkekuatan tinggi, cukup untuk menyebabkan kerusakan serius pada kapal tanker minyak, kapal dagang besar, bahkan kapal perang modern.

Temuan ini langsung menarik perhatian komunitas internasional karena lokasi penemuannya berada di wilayah perairan Oman, bukan di wilayah laut Iran.

Kredibilitas Iran Dipertanyakan

Penemuan ranjau tersebut dinilai memunculkan pertanyaan serius mengenai keamanan Selat Hormuz.

Selama bertahun-tahun, Iran berulang kali menyatakan bahwa mereka mampu menjamin keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Teheran pernah mengusulkan kerja sama pengelolaan keamanan Selat Hormuz bersama Oman dan negara-negara kawasan Teluk lainnya.

Namun kini, ditemukannya ranjau yang diduga berasal dari Iran dan hanyut hingga memasuki wilayah perairan Oman justru dianggap bertolak belakang dengan klaim tersebut.

Sejumlah pengamat keamanan maritim menilai bahwa keberadaan ranjau semacam itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut yang berpotensi mengancam kapal sipil maupun kapal militer yang melintas di kawasan tersebut.

AS Klaim Menyerang Kapal Pemasang Ranjau

Ketegangan semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa militer Amerika Serikat beberapa hari sebelumnya telah melancarkan operasi terhadap kapal Iran yang diduga terlibat dalam aktivitas pemasangan ranjau laut di sekitar Selat Hormuz.

Walaupun rincian operasi tersebut tidak dipublikasikan secara lengkap, laporan dari sumber pertahanan menyebutkan bahwa kapal yang menjadi sasaran dicurigai sedang menjalankan misi peletakan ranjau di jalur pelayaran internasional.

Menyusul insiden tersebut, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan penerapan sistem pengawasan maritim baru di kawasan Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut bahwa pasukan Amerika akan meningkatkan kehadiran militer di wilayah tengah selat, terutama di kawasan perairan sebelah utara Semenanjung Musandam yang berada di bawah kedaulatan Oman.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjamin kebebasan navigasi internasional dan melindungi jalur perdagangan global.

Washington Keluarkan Peringatan Tegas

Pemerintah Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pihak yang beroperasi di kawasan tersebut.

Washington menegaskan bahwa setiap kapal yang terbukti terlibat atau membantu operasi pemasangan ranjau laut dapat dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan internasional dan berpotensi menjadi target tindakan militer Amerika.

Selain itu, seluruh pelaut dan operator kapal yang melintas di Selat Hormuz diminta meningkatkan koordinasi dengan otoritas maritim internasional dan mengikuti petunjuk keamanan yang dikeluarkan pasukan Amerika maupun negara-negara sekutu.

Langkah ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran Washington terhadap kemungkinan eskalasi konflik laut di kawasan Teluk Persia.

Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait

Di tengah meningkatnya ketegangan maritim, laporan lain yang dipublikasikan Bloomberg mengungkap insiden serius yang terjadi di Kuwait.

Menurut laporan tersebut, Iran baru-baru ini meluncurkan rudal balistik yang mengarah ke Pangkalan Udara Ali Al Salem, salah satu fasilitas militer penting Amerika Serikat di Kuwait.

Sistem pertahanan udara yang berada di kawasan itu dilaporkan berhasil mencegat rudal sebelum mencapai sasaran utama.

Namun demikian, pecahan rudal yang jatuh setelah proses pencegatan tetap menimbulkan dampak yang cukup signifikan.

Sedikitnya lima personel militer Amerika Serikat dan kontraktor sipil mengalami luka-luka akibat serpihan rudal yang berjatuhan di area pangkalan.

Selain korban luka, laporan tersebut juga menyebut bahwa satu unit drone pengintai MQ-9 Reaper mengalami kerusakan serius, sementara satu unit lainnya dilaporkan hancur akibat dampak serpihan.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa sekalipun sistem pertahanan udara berhasil menjalankan tugasnya, ancaman sekunder berupa puing-puing rudal tetap dapat menyebabkan kerugian material maupun korban jiwa.

Ancaman Drone Jadi Fokus Baru Keamanan Nasional

Sementara itu, perkembangan menarik juga muncul dari Amerika Serikat terkait perubahan strategi pertahanan menghadapi ancaman modern.

Dalam rancangan renovasi terbaru Gedung Putih yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Mei 2026, untuk pertama kalinya diperkenalkan konsep pembangunan fasilitas yang disebut sebagai “pelabuhan drone” (drone port).

Menurut dokumen perencanaan yang dipublikasikan, area atap aula perjamuan Gedung Putih di masa depan dapat dilengkapi fasilitas khusus untuk mendukung operasi drone keamanan dan sistem pertahanan udara jarak dekat.

Fasilitas tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pengawasan udara serta memberikan respons cepat terhadap ancaman drone yang semakin berkembang.

Meski proyek tersebut masih berada dalam tahap perencanaan dan belum memasuki fase konstruksi, langkah ini menunjukkan perubahan besar dalam cara pemerintah Amerika memandang ancaman keamanan masa depan.

Jika sebelumnya ancaman utama berasal dari rudal balistik dan pesawat tempur, kini drone berbiaya murah namun berkemampuan tinggi mulai dianggap sebagai salah satu tantangan keamanan nasional paling serius di abad ke-21.

Kawasan Teluk Masih Menjadi Titik Panas Dunia

Rangkaian peristiwa dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz masih menjadi salah satu titik paling sensitif dalam geopolitik global.

Mulai dari penemuan dugaan ranjau laut Iran di perairan Oman, peningkatan patroli militer Amerika Serikat, serangan rudal terhadap pangkalan AS di Kuwait, hingga meningkatnya fokus terhadap ancaman drone, seluruh perkembangan tersebut menggambarkan betapa rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

Para analis memperingatkan bahwa kesalahan perhitungan kecil di Selat Hormuz dapat memicu krisis yang jauh lebih besar, tidak hanya bagi negara-negara Timur Tengah, tetapi juga bagi ekonomi dan keamanan global secara keseluruhan. (***)

Gelombang Panas Ekstrem di Eropa: Spanyol Tembus 40 °C, Turnamen Tenis Prancis Diterpa Terik Panas

EtIndonesia.com Beberapa negara di Eropa baru-baru ini mengalami serangan gelombang panas ekstrem. Di Spanyol, Prancis, dan wilayah lainnya, suhu tinggi terus memecahkan rekor musiman. Pada Sabtu (30/5/2026), beberapa wilayah di Spanyol melampaui 40 derajat Celsius. Turnamen tenis Prancis 2026 juga terdampak terik panas yang menyengat.

Padai Sabtu, Spanyol mengalami gelombang panas ekstrem pertama tahun ini. Suhu di sebagian besar wilayah negara tersebut melonjak hingga 40°C. Badan meteorologi Spanyol mengeluarkan peringatan kuning berskala luas.

Di Sevilla, kota terbesar keempat di Spanyol, suhu pada pukul 1 siang telah mencapai 37°C. Warga berlindung di tempat teduh, menggunakan kipas angin, atau mencari cara untuk tetap sejuk dengan air.

 “Saya benar-benar tidak tahan dengan panas musim panas, sangat tidak nyaman. Tapi tidak ada pilihan, saya hanya bisa menyalakan AC sebentar di malam hari agar udara sedikit mengalir, membuka jendela di pagi hari untuk ventilasi, lalu menutupnya lagi pada siang hari,” kata seorang mahasiswa, Carlos Ruiz. 

Menurut prakiraan badan meteorologi, cuaca panas di Spanyol akan berlangsung beberapa hari dan diperkirakan menurun pada akhir pekan depan.

Seorang agen pemasaran di Paris, Nathanaël Arnold, mengatakan:  “Cuacanya sangat, sangat panas, jadi kami membawa air, kipas, tabir surya, dan kotak pendingin. Lihat, ini cara kami melawan panas ekstrem.”

Para atlet yang bertanding juga berusaha menghadapi kombinasi panas cuaca dan aktivitas fisik yang berat. Mereka memanfaatkan jeda pertandingan untuk mendinginkan tubuh dengan kantong es, air, dan kipas listrik.

Meteorolog menyatakan bahwa kondisi suhu ini menunjukkan Spanyol mungkin akan menghadapi musim panas yang panjang.

Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar Eropa juga berdampak pada turnamen Prancis Terbuka (French Open) tahun ini.

Di Paris, Prancis, suhu pada hari Jumat melampaui 32°C, mencetak rekor tertinggi untuk bulan Mei. Saat turnamen Roland Garros berlangsung, para penonton tetap datang ke stadion meskipun harus menahan panas ekstrem.

Sumber : NTDTV.com

Seorang Pengusaha Tiongkok di Kamboja Diculik dan Dibunuh, Pelaku Sempat Minta Tebusan 2 Juta Dolar AS

EtIndonesia.com. Seorang pengusaha asal Tiongkok baru-baru ini diculik di Kamboja dalam kasus pemerasan dan kemudian dibunuh secara brutal. Hasil penyelidikan awal polisi menunjukkan bahwa korban semasa hidupnya sempat dikendalikan oleh beberapa orang, dipukuli, dan disiksa. Para penculik bahkan sempat meminta tebusan sebesar 2 juta dolar AS kepada keluarganya.

Mengutip Khmer–China Times, laporan awal kepolisian Kamboja menyebutkan bahwa korban adalah seorang pria warga negara Tiongkok berusia lebih dari 50 tahun bermarga Yang (Yang Weixin, transliterasi). Ia adalah pemilik perusahaan properti dan tinggal di sebuah apartemen di lantai 19 di distrik Chbar Ampov, Phnom Penh.

Kasus ini terungkap pada 30 Mei pukul 10.30 pagi di sebuah lahan kosong di pinggir Jalan 217, distrik Kambol, Phnom Penh.

Menurut pelapor, saat ia memarkir kendaraannya di lokasi tersebut pada pagi hari, ia melihat sebuah mobil Toyota berwarna putih terparkir di sana. Karena ada seorang pria yang terlihat terbaring di kursi belakang mobil, ia awalnya mengira orang tersebut pingsan, lalu membuka pintu mobil untuk memeriksa. Namun ia menemukan bahwa pria itu telah meninggal, dengan banyak darah di dalam mobil, sehingga segera melapor ke polisi.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa di dalam dan luar kendaraan ditemukan dua senjata tajam berlumuran darah, tisu dan lakban penuh darah, kabel pengikat plastik, bantal, kaus kaki, serta banyak botol air mineral.

Hasil autopsi forensik menunjukkan bahwa korban mengalami banyak luka berat, termasuk memar luas di kepala, wajah, dan leher, mata mengalami perdarahan, serta luka akibat pemukulan dan ikatan di seluruh tubuh. Forensik menyimpulkan bahwa penyebab kematian adalah asfiksia (kekurangan oksigen), setelah korban mengalami pemukulan, penusukan, dan bentuk kekerasan lainnya. Kasus ini diklasifikasikan sebagai pembunuhan berencana.

Menurut laporan, istri korban mengatakan kepada polisi bahwa suaminya hilang sejak malam 29 Mei. Dari rekaman CCTV apartemen, terlihat pada pukul 20.16 malam, tiga pria tak dikenal memaksa suaminya masuk ke dalam mobil di area parkir, lalu membawa kabur korban.

Ia juga menyebut bahwa pada sekitar pukul 3 dini hari 30 Mei, ponsel suaminya mengirim pesan kepadanya yang meminta tebusan sebesar 2 juta dolar AS. Setelah itu, pelaku terus mengirim pesan tekanan, hingga pada pukul 08.47 pagi hari yang sama, mereka tiba-tiba mengirim pesan berbunyi “urusan ini sampai di sini”, lalu menghilang tanpa kontak lebih lanjut.

Istri korban juga menyatakan bahwa suaminya sejak 2014 memiliki konflik utang dengan seorang pria Tiongkok lain akibat kegagalan bisnis. Pada 2025, pria tersebut kembali datang menagih uang, dan konflik keduanya telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Polisi saat ini masih menyelidiki apakah kasus ini terkait dengan perselisihan bisnis kedua pihak.

Sumber : NTDTV.com

Kunjungan Wang Yi Picu Protes, Kanada Berhari-hari Gelar Aksi dan Kecam Pelanggaran HAM

Di Parliament Hill Ottawa, Kanada, serta di depan Departemen Urusan Global, pada Jumat (29 Mei) ratusan warga berkumpul untuk memprotes kunjungan Menteri Luar Negeri Partai Komunis Tiongkok dengan tuntutan keras agar Partai Komunis Tiongkok menghentikan pelanggaran HAM dan penindasan lintas negara.

EtIndonesia.com. Pada Jumat (29/5/2026), saat para pemimpin Kanada bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, ratusan pengunjuk rasa yang sebagian besar merupakan praktisi Falun Gong kembali berkumpul untuk hari kedua berturut-turut di Parliament Hill dan di depan Departemen Urusan Global untuk melakukan protes. Mereka berbaris sambil membawa spanduk, menuntut Partai Komunis Tiongkok menghentikan pelanggaran HAM dan menghentikan penindasan lintas negara.

Praktisi Falun Gong Rosy Zeng mengatakan:  “Segera hentikan penganiayaan brutal selama 27 tahun terhadap praktisi Falun Gong, hentikan penindasan lintas negara di Kanada, serta penghancuran terhadap Shen Yun. Segera bebaskan keluarga dari 9 warga negara Kanada yang ditahan di dalam negeri.”

Anggota Komite Partai Demokrat Tiongkok di Kanada, Zhao Xiaomei, mengatakan:  “Partai Komunis Tiongkok adalah rezim otoriter. Kita tidak boleh membiarkan cengkeraman rezim ini menjangkau negara bebas seperti Kanada.”

Pengunjuk rasa di Ottawa, Ge Kaiying, mengatakan:  “(Partai Komunis Tiongkok) bukan untuk memperbaiki HAM atau meningkatkan kehidupan rakyat. Mereka ingin lebih menguasai dunia.”

Praktisi Falun Gong Ruth Collins mengatakan:  “Sangat penting untuk datang ke sini. Setidaknya jika para pejabat (Tiongkok) melihat spanduk ini, mereka akan memahami bahwa kami tidak ingin Partai Komunis Tiongkok mencampuri Kanada.”

Komite Partai Demokrat Tiongkok di Kanada juga hadir untuk memprotes kunjungan Wang Yi.

Ketua Komite Partai Demokrat Tiongkok di Kanada, Yu Houqiang, mengatakan:  “Partai Komunis Tiongkok sedikit demi sedikit, dari mengancam rakyatnya sendiri, mulai mengancam warga Kanada. Pemerintah (Kanada) harus menyadari hal ini.”

Anggota komite, Yang Jun, mengatakan:  “Akhiri kediktatoran Partai Komunis Tiongkok, dan secepatnya biarkan rakyat Tiongkok hidup dalam masyarakat yang demokratis dan bahagia.”

Pada 29 Mei, saat iring-iringan kendaraan Wang Yi meninggalkan kantor Perdana Menteri Kanada, kelompok Falun Gong menggelar aksi protes terhadap penganiayaan dan penindasan lintas negara yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT). (Evan Ning/The Epoch Times)
Pada 29 Mei, iring-iringan kendaraan Wang Yi memasuki kantor Perdana Menteri Kanada untuk melakukan pertemuan dengan Mark Carney. Pada saat yang sama, kelompok Falun Gong menggelar aksi protes terhadap penganiayaan dan penindasan lintas negara yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). (Evan Ning/The Epoch Times)
Pada 29 Mei, iring-iringan kendaraan Wang Yi memasuki kantor Perdana Menteri Kanada untuk bertemu dengan Mark Carney. Di saat yang sama, kelompok Falun Gong menggelar aksi protes terhadap penganiayaan dan penindasan lintas negara yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). (Evan Ning/The Epoch Times)

Pada saat yang sama, kelompok Uyghur Rights Advocacy Project (URAP) menyerukan pemerintah untuk bernegosiasi dengan Tiongkok dengan tetap berpegang pada prinsip HAM dan akuntabilitas, bukan menukar isu HAM dengan kerja sama ekonomi.

Di sisi lain, Koalisi HAM Tiongkok Kanada yang terdiri dari berbagai organisasi HAM seperti kelompok Hong Kong, Tibet, dan Falun Gong, mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Anita Anand, mendesak pemerintah mengambil sikap lebih tegas terhadap Tiongkok dalam isu HAM dan intervensi asing, serta meminta peningkatan transparansi dan mekanisme akuntabilitas dalam kerja sama kepolisian Kanada–Tiongkok.

Sementara protes di luar gedung terus berlangsung, pembicaraan di dalam tetap berjalan seperti biasa. Anand menyatakan bahwa pembicaraan ekonomi kedua pihak dilakukan dengan dasar perlindungan nilai-nilai.

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengatakan:  “Kanada berkomitmen untuk memajukan hubungan kedua negara secara bertanggung jawab, dengan target meningkatkan ekspor ke Tiongkok sebesar 50% pada tahun 2030. Pada saat yang sama, kami tetap menjaga kepentingan ekonomi Kanada, keamanan nasional, dan nilai-nilai inti kami.”

Dalam pidatonya, Wang Yi mengemukakan konsep yang disebut “otonomi strategis”, yang oleh pihak luar dipahami sebagai upaya menekan Kanada agar mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat dalam urusan diplomatik dan perdagangan, serta berupaya memecah hubungan Kanada–AS.

Meskipun Perdana Menteri Kanada Mark Carney telah menetapkan “pagar pengaman” pada industri strategis seperti kecerdasan buatan, mineral penting, dan pertahanan untuk membatasi masuknya modal Tiongkok, para ahli tetap memperingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada pasar Tiongkok dapat membuat Kanada rentan terhadap tekanan ekonomi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi keputusan diplomatik dan keamanan nasional.

Pada sore hari, setelah pertemuan singkat dengan Perdana Menteri Carney, Wang Yi meninggalkan lokasi. Sepanjang jalan, para praktisi Falun Gong yang menunggu di pinggir jalan meneriakkan “Hentikan penganiayaan terhadap Falun Gong” saat iring-iringan mobilnya melintas.

Laporan dari stasiun NTD Television Kanada, Ottawa.

Wabah Ebola Meluas, Diduga Terkait Konsumsi Daging Hewan Liar Hingga AS Perketat Pemeriksaan Perbatasan

Terkait wabah Ebola, pengumuman terbaru dari otoritas kesehatan menyebutkan jumlah kasus suspek telah melampaui 1.000 kasus. Karena wabah ini melibatkan varian virus yang langka, saat ini belum ada vaksin atau obat khusus yang disetujui untuk digunakan. 

Sejumlah analisis menyebutkan bahwa wabah ini kemungkinan terkait dengan perdagangan dan kebiasaan konsumsi daging hewan liar yang sudah lama terjadi di wilayah Kongo.

Sementara itu, Amerika Serikat juga memperketat langkah pencegahan di perbatasan dengan meningkatkan pemeriksaan terhadap para pelancong yang datang dari wilayah terdampak.

EtIndonesia.com Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo menyatakan bahwa hingga 29 Mei 2026, jumlah kasus suspek Ebola di dalam negeri meningkat menjadi 1.028 kasus, dengan 225 kasus telah terkonfirmasi.

Wabah ini disebabkan oleh virus Ebola jenis “Bundibugyo” yang tergolong langka. Karena saat ini belum tersedia vaksin atau obat spesifik, upaya pengendalian wabah menghadapi tantangan besar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai bahwa virus kemungkinan telah menyebar di komunitas jauh sebelum wabah diumumkan secara resmi.

 “Kita harus mempercepat pemberian bantuan dan tidak hanya fokus pada keadaan darurat saat ini. Kita harus menjadikan wabah ini sebagai kesempatan untuk memperkuat sistem kesehatan. Selain Ebola, masyarakat setempat juga masih memiliki kebutuhan layanan kesehatan lain yang harus dipenuhi,” ujar Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. 

Para ahli menilai bahwa wabah ini kemungkinan berkaitan dengan perdagangan daging hewan liar yang sudah lama berlangsung di wilayah tersebut. Banyak warga masih berburu dan mengonsumsi hewan liar seperti kelelawar dan monyet, dan virus diduga menular ke manusia saat kontak atau pengolahan hewan-hewan tersebut.

Para ahli juga menyebutkan bahwa kelelawar dianggap sebagai salah satu inang utama virus Ebola, namun di beberapa wilayah Afrika masih menjadi bahan makanan umum. Selain itu, banyak warga menggantungkan hidup pada daging hewan liar, sehingga mengubah kebiasaan tersebut tidaklah mudah.

Bahkan sebelum wabah ini meluas, sejumlah pasar di ibu kota Kongo, Kinshasa, masih menjual daging hewan liar. Para pedagang mengatakan bahwa ini merupakan sumber pendapatan penting bagi banyak keluarga, yang juga menjadi tantangan dalam upaya pencegahan.

Seiring penyebaran wabah yang terus meluas, Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan. CDC mengumumkan bahwa Bandara Internasional John F. Kennedy di New York telah bergabung dalam program pemeriksaan masuk Ebola, bersama tiga bandara utama lainnya untuk memperkuat skrining kesehatan.

Menurut aturan, pelancong yang dalam 21 hari terakhir pernah berada di Republik Demokratik Kongo (DRC), Uganda, atau Sudan Selatan wajib menjalani pemeriksaan berupa kuesioner kesehatan, penelusuran riwayat kontak, dan pemeriksaan suhu tubuh saat masuk. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko juga secara bersamaan memperketat langkah pencegahan untuk mencegah penyebaran lintas negara.

Sumber : NTDTV.com

Bola Api Raksasa Meledak, Dentuman Keras Terdengar di 6 Negara Bagian AS

Pada 30 Mei waktu setempat, penduduk di enam negara bagian kawasan New England, Amerika Serikat, mendengar dentuman keras misterius yang menyebabkan sejumlah bangunan bergetar. Seorang saksi mata merekam sebuah bola api meteor raksasa yang meledak saat jatuh ke Bumi, disertai cahaya yang sangat terang.

EtIndonesia.com. Sejumlah video kamera pengawas yang beredar di platform X menunjukkan bahwa pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 14.00, dua kali dentuman keras terdengar di enam negara bagian AS, yaitu Maine, Vermont, New Hampshire, Massachusetts, Rhode Island, dan Connecticut. Di Massachusetts dan Rhode Island, beberapa bangunan bahkan dilaporkan bergetar akibat suara ledakan.

Kamera dasbor sebuah mobil merekam sebuah bola api meteor raksasa yang jatuh lurus dari langit, disertai cahaya menyilaukan dan suara ledakan keras.

Menurut laporan Associated Press, kepolisian setempat dan berbagai instansi terkait segera melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab suara dentuman tersebut. American Meteor Society menyatakan bahwa suara ledakan yang terdengar sekitar pukul 14.30 berasal dari sebuah meteor berdiameter sekitar 3 kaki (sekitar 90 sentimeter) yang memasuki atmosfer di wilayah utara Boston, dekat perbatasan antara New Hampshire dan Massachusetts.

Direktur organisasi tersebut, Robert Lunsford, mengatakan pihaknya menerima puluhan laporan dari wilayah yang membentang dari Delaware hingga Montreal. Warga melaporkan mendengar dua kali ledakan, merasakan getaran tanah, atau melihat bola api di langit.

Ia menjelaskan bahwa bola api tersebut tampak seperti meteor yang terlihat pada siang hari.

“Ukurannya jelas lebih besar daripada bola api meteor biasa, lebarnya sekitar satu meter,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa meteor tersebut “kemungkinan besar tidak menghantam daratan.” Menurutnya, “kalaupun tidak habis terbakar di atmosfer, kemungkinan besar telah jatuh ke laut.”

Beberapa video yang beredar di platform X merekam suara yang mirip dua kali dentuman pendek. Namun, tidak terlihat adanya kebakaran, asap, atau tanda-tanda kerusakan akibat guncangan.

Satelit cuaca milik Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) menangkap kilatan cahaya di langit wilayah Boston, Massachusetts. Data satelit menunjukkan bahwa meteor tersebut memasuki atmosfer di atas kawasan pesisir selatan dekat Boston. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai lokasi jatuhnya meteor tersebut.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa meskipun menerima banyak laporan dari masyarakat, seismograf mereka tidak mencatat adanya aktivitas gempa bumi.

Belakangan ini, beberapa peristiwa jatuhnya meteor juga terjadi di Amerika Serikat. Pada 17 Maret lalu, sebuah bola api meteor langka menerangi langit malam di sebagian wilayah timur Amerika Serikat dan memicu ledakan sonik.

Menurut American Meteor Society, para pengamat langit di Virginia, Maryland, Pennsylvania, dan Ohio juga menyaksikan fenomena bola api meteor yang terjadi. 

Reporter: Luo Tingting / Editor: Wen Hui – NTDTV.com

Penderitaan Akibat Panas dan Banjir! Guangdong serta Wilayah Tiongkok Selatan Dilanda Suhu Panas Ekstrem dan Hujan Badai Bak Hari Kiamat 

Ketika baru saja memasuki awal musim panas, Provinsi Guangdong dan sejumlah wilayah selatan Tiongkok sudah terjebak dalam gelombang panas yang jarang terjadi. Warga mengeluhkan kondisi yang sangat menyiksa. Pada saat yang sama, beberapa daerah di Guangdong tiba-tiba diterjang angin kencang, hujan lebat, dan badai petir yang menyebabkan kawasan perkotaan terendam banjir. Sejumlah warganet bahkan mengeluh bahwa situasinya terasa seperti “hari kiamat”.

EtIndonesia.com. Sejak 22 Mei, Guangdong, Guangxi, Fujian, Jiangxi, Hunan, dan berbagai daerah lainnya mengalami cuaca panas dan lembap. Suhu udara melampaui 34°C dengan tingkat kelembapan di atas 50 persen, sehingga suhu yang dirasakan tubuh mencapai lebih dari 40°C, bahkan mendekati 50°C.

Warga setempat mengeluhkan kondisi tersebut dan banyak yang mengatakan sudah tidak tahan lagi. Sejumlah peternak juga mengalami kerugian besar setelah banyak ayam ternakan mereka mati akibat sengatan panas.

Mulai 29 Mei, beberapa wilayah Guangdong mulai diguyur hujan sehingga gelombang panas untuk sementara mereda. Namun hujan tersebut tidak membawa kesejukan, melainkan bencana baru.

Banyak video yang beredar di internet menunjukkan bahwa pada 29 Mei, Kota Shenzhen tiba-tiba berubah gelap seperti malam hari di siang bolong. Hujan turun sangat deras disertai petir dan angin kencang yang datang secara mendadak, membuat kondisi kota porak-poranda.

Pohon-pohon di pinggir jalan dan rambu lalu lintas tumbang diterjang angin. Meja, kursi, troli belanja, serta berbagai barang lainnya beterbangan ke jalanan. Para pejalan kaki kesulitan berdiri tegak dan bahkan tidak bisa membuka mata akibat terpaan angin dan hujan, sehingga terpaksa berlari masuk ke gedung-gedung di tepi jalan untuk berlindung.

Pada hari yang sama, Guangzhou dan sejumlah daerah lainnya juga dilanda hujan badai serta angin kencang. Karena curah hujan yang sangat besar, sistem drainase kota tidak mampu menampung aliran air. Akibatnya, beberapa kawasan perkotaan di Guangzhou dan Kota Heyuan terendam banjir, sementara jalan-jalan berubah menjadi aliran sungai.

Sejumlah pengemudi yang terjebak banjir bahkan berteriak, “Saatnya berlayar!”

Tidak hanya Guangdong yang terdampak. Di Provinsi Fujian, banyak daerah juga tiba-tiba diguyur hujan lebat. Pada pagi hari cuaca masih sangat panas, tetapi pada sore harinya mendadak terjadi hujan deras dan angin kencang, sehingga banyak warga tidak sempat melakukan persiapan.

Menurut prakiraan cuaca di Hong Kong, kondisi cuaca pada 30 Mei juga menunjukkan kontras yang ekstrem: di satu sisi gelombang panas yang menyengat, sementara di sisi lain terjadi hujan deras dan angin kencang.

Sumber : NTDTV.com

Meteor Meluncur ke Bumi, Meledak di Ketinggian 64 Kilometer di Atas Wilayah Amerika Serikat

EtIndonesia.com. NASA menyatakan bahwa sebuah meteor melaju menuju Bumi dengan kecepatan lebih dari 120.000 km/jam dan meledak di langit timur laut Amerika Serikat pada Sabtu (30 Mei). Ledakan yang terjadi memiliki kekuatan setara 300 ton TNT. Bahkan menimbulkan suara dentuman keras yang menggema di wilayah sekitar.

Jennifer Dooren, wakil sekretaris pers NASA, mengatakan kepada AFP bahwa bola api tersebut hancur di udara pada pukul 14.06 waktu setempat (18.06 GMT) di langit atas wilayah timur laut Massachusetts dan tenggara New Hampshire.

Ia menjelaskan bahwa meteor tersebut saat terurai melaju dengan kecepatan lebih dari 120.000 km/jam pada ketinggian sekitar 64 kilometer.

“Bola api ini tidak terkait dengan hujan meteor aktif apa pun saat ini. Ini adalah benda langit alami, bukan puing antariksa atau satelit yang masuk kembali ke atmosfer,” ujarnya.

“Perkiraan energi yang dilepaskan saat meteor ini hancur setara dengan sekitar 300 ton TNT, itulah sebabnya terdengar suara ledakan yang sangat keras.”

Dentuman besar yang tiba-tiba membuat warga setempat panik. Di media sosial, sejumlah pengguna melaporkan bahwa getaran ledakan begitu kuat hingga membuat rumah mereka bergetar (klik untuk melihat video terkait).

Satelit Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) juga menangkap kilatan cahaya besar di bagian timur Massachusetts, yang menunjukkan bahwa suara keras tersebut kemungkinan disebabkan oleh meteor yang memasuki atmosfer Bumi.

Sumber : NTDTV.com

Kerusuhan Pecah Saat Perayaan Suporter PSG Usai Juara Liga Champions, 780 Orang Ditangkap di Paris

EtIndonesia.com. Pada 30 Mei 2026 malam, Paris Saint-Germain (PSG) mengalahkan Arsenal dalam laga final Liga Champions Eropa yang digelar di Budapest, Hungaria. Tropi yang diraih Si Merah-Biru kali ini merupakan kedua kalinya secara berturut-turut. Puluhan ribu suporter turun ke jalan-jalan Paris untuk merayakan kemenangan, namun perayaan tersebut dengan cepat berubah menjadi kerusuhan.

Para perusuh merusak toko-toko, membakar mobil, dan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Sebanyak 780 orang ditangkap.

Rekaman dari Paris yang beredar di media sosial X menunjukkan para perayaan menyalakan kembang api dan suar di jalanan, sementara beberapa mobil dan sepeda listrik dibakar. Setidaknya satu toko dijarah, dan kerusuhan ini mengganggu layanan bus, kereta, serta transportasi rel di Paris.

Demi mencegah terulangnya kerusuhan seperti setelah kemenangan Liga Champions tahun lalu, pihak kepolisian Prancis mengerahkan sekitar 22.000 petugas di seluruh negeri, termasuk 8.000 di Paris. Layanan trem dihentikan, beberapa stasiun metro ditutup, dan sebagian layanan bus juga dihentikan.

Setelah pertandingan berakhir, para suporter bentrok dengan polisi di jalanan Paris, menyebabkan sejumlah petugas terluka. Polisi juga menembakkan gas air mata di pusat kota untuk membubarkan massa.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa sebuah toko roti dan restoran di dekat Stadion Parc des Princes, markas PSG, mengalami kerusakan. Saat itu puluhan ribu suporter berada di dalam stadion untuk menonton pertandingan, sementara 4.000–5.000 orang lainnya berkumpul di luar dan melemparkan benda-benda ke arah polisi.

Juru bicara polisi mengatakan sekitar 150 orang mencoba masuk ke stadion melalui salah satu pintu dan kemudian diusir. Sebagian orang membakar sepeda sewa yang ditinggalkan di tengah jalan dan membuat barikade, yang kemudian dibersihkan polisi. Selama kerusuhan, enam mobil, dua toko, dan satu halte bus juga rusak.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez dalam konferensi pers mengatakan bahwa tahun ini terjadi peningkatan serangan terhadap aparat dengan kembang api. Bahkan, jumlah penangkapan nasional yang mencapai 780 orang meningkat 32% dibanding tahun lalu.

Ia juga menyebutkan bahwa 57 polisi terluka dan 219 warga sipil terluka, termasuk 8 orang dalam kondisi serius.

Kejaksaan Paris mengumumkan bahwa pada malam sebelumnya terjadi kecelakaan motor off-road di jalan lingkar Paris yang menewaskan seorang pria muda. Selain itu, di dalam kota Paris, satu orang juga diserang dengan senjata tajam dan masih dalam kondisi kritis.

Tahun lalu, perayaan kemenangan PSG di Liga Champions juga memicu bentrokan yang menyebabkan dua orang tewas, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun.

Kekacauan di jalanan Paris ini memicu kemarahan pemimpin sayap kanan Prancis, Marine Le Pen. Dalam unggahannya di X, ia menulis: “Hanya di Prancis, kemenangan klub sepak bola bisa memicu kerusuhan.”

Ia menambahkan: “Hanya di Prancis orang merasa perlu mengunci diri di rumah pada malam kemenangan untuk menghindari kekerasan.”

Sumber : NTDTV.com

Beijing Usir Wartawan Media AS, Washington Gerak Cepat Membalas dengan Menindak Reporter Xinhua

EtIndonesia.com. Beijing baru-baru ini mengusir seorang wartawan media Amerika Serikat dengan cara menolak memperpanjang visanya. Sebagai tanggapan, pemerintah AS segera mengambil langkah balasan.

Menurut laporan The New York Times, setelah Beijing menolak visa media dan memaksa korespondennya di Tiongkok, Wang Yuemei, meninggalkan negara tersebut, pemerintahan Presiden Donald Trump langsung mencabut visa seorang wartawan dari media corong partai komunis Tiongkok (PKT), Xinhua News Agency yang bertugas di Amerika Serikat.

Wang Yuemei telah bekerja sebagai koresponden The New York Times di Tiongkok sejak tahun 2020.

Menurut laporan tersebut, pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengatakan kepada The New York Times bahwa alasan pengusiran Wang adalah karena media tersebut mengundang Presiden Taiwan Lai Ching-te untuk menyampaikan pidato melalui video dalam acara DealBook Summit pada Desember 2025.

Namun, Wang Yuemei sendiri tidak memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan maupun undangan tersebut.

Pengamat menilai langkah Beijing bukan sekadar ditujukan kepada seorang wartawan tertentu, melainkan merupakan bentuk pembalasan politik terhadap media asing yang meliput atau berinteraksi dengan isu Taiwan.

Mantan koresponden Tiongkok untuk The Wall Street Journal, Lingling Wei, menulis di platform X bahwa pola yang digunakan Beijing sudah sangat jelas, yaitu menekan pelaporan independen dan mengendalikan opini publik.

Namun, ia menambahkan bahwa mengusir wartawan Amerika tidak membuat PKT terlihat kuat, melainkan justru memperlihatkan rasa takut dan ketidakpercayaannya terhadap kebebasan pers.

Pemimpin redaksi eksekutif The New York Times, Joseph Kahn, juga mengeluarkan pernyataan yang mengkritik keputusan Beijing.

Ia mengatakan bahwa jumlah wartawan media Amerika yang masih diizinkan bekerja di Tiongkok kini telah turun ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Menurut laporan “China Connection”, tiga surat kabar utama Amerika Serikat—The New York Times, The Wall Street Journal, dan The Washington Post—saat ini secara keseluruhan hanya memiliki dua koresponden yang masih bertugas di Tiongkok, dan Wang Yuemei adalah salah satunya.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Beijing belakangan meningkatkan tindakan balasan terhadap media asing yang melakukan wawancara atau kontak dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te.

Pada Maret tahun ini, setelah Agence France-Presse mewawancarai Lai Ching-te, otoritas Tiongkok juga menolak memberikan visa kepada koresponden baru AFP yang akan ditempatkan di Tiongkok.

Sumber lain yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa DealBook Summit kemungkinan hanya dijadikan alasan oleh Beijing, karena para pejabat PKT sebenarnya sudah lama tidak puas dengan sejumlah laporan yang pernah ditulis Wang Yuemei.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa Washington tidak dapat menerima perlakuan yang tidak setara terhadap media Amerika di Tiongkok, maupun upaya apa pun dari PKT untuk membungkam media AS.

Pemerintah AS menegaskan akan terus menyampaikan keprihatinannya melalui saluran diplomatik yang sesuai terkait pembatasan yang diberlakukan Beijing terhadap operasi media AS di Tiongkok.

Sumber : NTDTV.com

Tomat Murah Tiongkok Membanjiri Eropa, Media Prancis : Negara-Negara Produsen Merasa Terancam

Media Prancis melaporkan bahwa membanjirnya tomat murah dari Tiongkok ke pasar Eropa telah mulai menimbulkan dampak nyata. Sejumlah negara Eropa mengurangi impor karena khawatir industri domestik mereka akan terpukul. Namun berkat harga yang sangat rendah, produk tomat Tiongkok tetap berhasil mempertahankan pasar di beberapa negara Eropa yang tidak memiliki produksi tomat sendiri, sehingga dengan cepat memperoleh pangsa pasar yang signifikan. Sementara itu, para konsumen sering kali tidak menyadari asal-usul sebenarnya dari produk yang mereka beli.

EtIndonesia.com. Menurut laporan saluran berita Prancis France Info, saus tomat yang selama ini dianggap sebagai simbol masakan Italia hampir saja jatuh ke dalam dominasi pasokan Tiongkok.

Pada tahun 2021, tomat dan pasta tomat dari Tiongkok membanjiri pasar Eropa. Dengan harga yang sangat murah dan biaya tenaga kerja yang rendah hingga memunculkan dugaan eksploitasi pekerja, produk-produk tersebut dengan cepat memperoleh tempat di pasar. Banyak konsumen bahkan tidak menyadari asal sebenarnya dari produk yang mereka konsumsi.

Pada tahun yang sama, polisi Italia menemukan sejumlah besar saus tomat di gudang-gudang wilayah Tuscany. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sekitar seperempat dari produk tersebut sebenarnya tidak diproduksi di Italia, meskipun label kemasannya menyatakan demikian.

Pada tahun 2024, investigasi yang dilakukan oleh BBC juga mengungkap bahwa sebagian pasta tomat berlabel “Buatan Italia” yang dijual di supermarket Eropa kemungkinan berasal dari Xinjiang, Tiongkok, dan diduga terkait dengan praktik kerja paksa.

Impor dari Tiongkok Mulai Dibatasi

Laporan tersebut menyebutkan bahwa untuk mencegah keruntuhan industri lokal, negara-negara Eropa mulai mengambil langkah-langkah penanggulangan. Pelaku industri berupaya menjauhkan diri dari rantai pasokan Tiongkok.

Dalam beberapa bulan, impor produk tomat dari Tiongkok ke Eropa turun secara signifikan. Secara keseluruhan, penurunannya mencapai 67 persen, sedangkan di Italia saja turun hingga 76 persen.

Meski demikian, dampak masuknya produk tomat Tiongkok dalam jumlah besar masih terasa di berbagai negara Eropa, termasuk Prancis.

Salah satu alasan utamanya adalah harga. Produk tomat Tiongkok dijual dengan harga sekitar setengah dari harga produk Italia, sehingga tetap menarik bagi sejumlah negara Eropa yang tidak memiliki produksi tomat dalam negeri.

Pada November tahun lalu, majalah konsumen Prancis 60 Millions de Consommateurs mengungkap bahwa dari lima produk pasta tomat yang dipasarkan sebagai produk Italia, empat di antaranya mengandung tomat yang diduga berasal dari Tiongkok.

Merek-merek yang disebut dalam laporan tersebut mengklaim bahwa mereka telah ditipu oleh pemasok mereka dan tidak mengetahui asal bahan baku yang sebenarnya.

Konsumen Sulit Mengetahui Asal Bahan Baku

“Di pasar produk murah, Tiongkok menemukan jalur yang berbeda dari Italia. Mereka memasok negara-negara Eropa Utara seperti Polandia, Denmark, Belanda, dan Jerman. Negara-negara ini tidak menanam tomat dalam jumlah besar, tetapi memproduksi saus tomat dan berbagai jenis saus lainnya,” kata Ketua Asosiasi Industri Tomat Prancis (Sonito), André Bernard. 

Laporan tersebut menambahkan bahwa karena saus tomat dan produk sejenis tergolong makanan olahan, produsen tidak selalu diwajibkan mencantumkan asal bahan baku pada label produk.

Akibatnya, para konsumen sering kali tidak mengetahui dari mana tomat yang digunakan dalam produk tersebut berasal, sehingga gambaran sebenarnya mengenai rantai pasokan menjadi tidak transparan. (***)

Sumber : NTDTV.com

PM Tiongkok Perintahkan Perluasan Cadangan Pangan dan Minyak, Pakar Ungkap Tiga Motif di Baliknya

Di tengah ketidakpastian perang Iran dan meningkatnya ancaman terhadap pasokan strategis dunia seperti minyak dan pangan, Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang baru-baru ini melakukan inspeksi ke Zhoushan dan Ningbo di Provinsi Zhejiang. Dalam kunjungannya, ia memerintahkan perluasan kapasitas cadangan strategis serta penguatan jaminan pasokan nasional. Langkah ini segera menarik perhatian para pengamat

EtIndonesia.com. Pada akhir Mei, Li Qiang mengunjungi pusat penyimpanan komoditas strategis, minyak bumi, dan produk pertanian di Zhoushan dan Ningbo. Ia secara khusus memerintahkan agar kapasitas cadangan diperluas lebih lanjut.

Banyak pihak menilai bahwa di tengah berlanjutnya konflik di Timur Tengah dan kemungkinan terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz, langkah Li Qiang mengirimkan sinyal strategis yang sangat kuat.

“Jika Selat Hormuz ditutup akibat perang di Timur Tengah, dampaknya bagi Tiongkok akan sangat besar. Sekitar 40 persen impor minyak Tiongkok melewati selat tersebut. Minyak merupakan komoditas dasar yang memengaruhi banyak industri kimia dan manufaktur,” ujar kolumnis The Epoch Times, Wang He. 

“Dari berbagai faktor ini dapat dilihat bahwa tahun ini dan tahun depan PKT akan mengerahkan upaya besar untuk memperkuat sistem cadangan strategis nasional,” lanjutnya. 

Krisis Energi dan Pangan Jadi Kekhawatiran Utama

Komentator politik yang berbasis di Amerika Serikat, Tang Jingyuan, menilai kunjungan Li Qiang ke Zhejiang berkaitan erat dengan perubahan situasi internasional maupun domestik.

“Keamanan yang dimaksud tentu terutama adalah keamanan pangan dan energi. Kedua hal ini berkaitan langsung dengan berbagai perkembangan internasional belakangan ini, termasuk operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela dan Iran,” ujarnya. 

“Semua itu berpengaruh besar terhadap impor energi dan minyak Tiongkok. PKT kini jelas menunjukkan rasa krisis yang semakin kuat,” tambahnya

Pemberhentian pertama Li Qiang adalah Basis Cadangan Minyak Nasional Zhoushan, yang merupakan fasilitas penyimpanan minyak terbesar di Tiongkok. Sebagian besar pasokan minyak mentahnya bergantung pada jalur pengiriman dari Timur Tengah dan Amerika Latin.

Karena itu, instruksi Li untuk “terus memperbesar kapasitas cadangan” serta memperluas penyimpanan komersial dipandang sebagai upaya Beijing mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terputusnya rantai pasokan dari luar negeri.

“Cadangan minyak Tiongkok sudah termasuk yang terbesar di dunia, tetapi PKT tetap merasa tidak aman. Penyebab utamanya adalah sistem pemerintahan PKT sendiri dan cara mereka berinteraksi dengan dunia internasional yang dianggap agresif dan destruktif. Tiongkok sangat bergantung pada impor minyak. Perubahan apa pun di lingkungan eksternal dapat mengancam jalur kehidupan energi PKT,” ujar Tang Jingyuan. 

Tiga Tujuan Strategis yang Diungkap Para Pengamat

Selain minyak, cadangan pangan dan komoditas pertanian juga menjadi fokus utama inspeksi Li Qiang.

Di tengah terganggunya rantai pasokan global akibat perang, biaya pengiriman pangan melonjak dan bahkan terdapat risiko gangguan jalur pelayaran. Penggabungan strategi cadangan energi dan pangan menunjukkan bahwa kepemimpinan PKT kini menempatkan “kelangsungan hidup” sebagai prioritas utama.

Tang Jingyuan menilai bahwa salah satu tujuan penting Beijing adalah meningkatkan pengaruhnya terhadap pasar komoditas global.

“Li Qiang secara khusus menekankan pengembangan pasar berjangka dan peningkatan hak bicara dalam perdagangan komoditas. Tujuannya adalah menjadikan pusat komoditas Zhejiang sebagai basis untuk memperebutkan pengaruh di pasar internasional. Walaupun Tiongkok adalah negara importir terbesar, PKT ingin menggunakan kekuatan pembeliannya sebagai alat strategis,” ujarnya. 

Sementara itu Wang He menunjukkan bahwa Tiongkok masih sangat bergantung pada impor.

“Tingkat swasembada pangan pokok Tiongkok hanya sekitar 80 persen. Tiongkok adalah importir minyak terbesar sekaligus pembeli pangan terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa masalah keamanan energi dan pangan Tiongkok belum benar-benar terselesaikan dan masih sangat rentan terhadap guncangan eksternal,” katanya. 

Dari analisis para pakar, setidaknya terdapat tiga tujuan utama di balik kebijakan perluasan cadangan strategis tersebut:

  1. Mengantisipasi gangguan pasokan energi akibat konflik Timur Tengah, terutama jika Selat Hormuz terganggu.
  2. Memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakstabilan rantai pasokan global.
  3. Meningkatkan pengaruh Tiongkok dalam perdagangan komoditas internasional dan memperbesar daya tawarnya di pasar global.

Masalah Lama: Korupsi dalam Sistem Cadangan Negara

Wang He juga menyoroti bahwa persoalan paling mendasar dalam sistem cadangan strategis PKT adalah korupsi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Menurutnya, sejak era Kementerian Material dan Kementerian Pangan hingga pembentukan National Food and Strategic Reserves Administration pada tahun 2018, nama lembaga terus berubah, tetapi persoalan korupsi tidak pernah benar-benar hilang.

“Sistem cadangan pangan Tiongkok selama bertahun-tahun dikenal sangat bermasalah. PKT berharap dapat membangun pola keamanan nasional baru melalui sistem cadangan ini dan sekaligus mendorong pembangunan ekonomi,” kata Wang He. 

“Mereka ingin menghubungkan cadangan strategis dengan mekanisme harga berbagai komoditas. Namun sejauh mana rencana itu bisa berhasil dalam praktik masih menjadi tanda tanya,” lanjutnya. 

Selama beberapa dekade terakhir, gudang-gudang cadangan pangan Tiongkok kerap menghadapi fenomena yang dikenal sebagai “stok terlihat penuh saat damai, tetapi tidak tersedia saat darurat.”

Menurut para pengamat, risiko terbesar dari sistem yang sarat korupsi adalah manipulasi data dan laporan inventaris.

Karena itu, kunjungan Li Qiang ke Zhejiang kali ini bukan untuk membahas efisiensi biaya, melainkan untuk menyampaikan perintah politik yang jelas: terus memperluas kapasitas cadangan, apa pun biayanya.

Di tengah meluasnya konflik Timur Tengah dan meningkatnya persaingan strategis antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada tahun 2026, sejumlah analis menilai bahwa Beijing kini lebih memprioritaskan stabilitas dan keamanan rezim daripada pertimbangan keuntungan ekonomi semata.

Huang Yimei/ Luo Ya/ Gao Yu – NTD

Presiden Prabowo : Nilai-nilai Welas Asih, Toleransi, dan Kebijaksanaan yang Diajarkan Sang Budha Memperkokoh Karakter Bangsa Indonesia

EtIndonesia.com. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Buddha yang memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE). Prabowo juga mengatakan nilai-nilai welas asih, toleransi, dan kebijaksanaan yang diajarkan Sang Budha Sakyamuni memperkokoh karakter bangsa Indonesia. 

Hal demikian disampaikannya dalam video yang ditayangkan pada Puncak Peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 pada Minggu, 31 Mei 2026.

“Di Hari Waisak ini, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi dan atas nama pemerintah, mengucapkan selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era kepada seluruh umat Buddha Indonesia dan seluruh umat Buddha di berbagai penjuru dunia,” ucap Presiden.

Prabowo juga mengatakan hari Raya Waisak merupakan momentum suci untuk mengenang kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya Sang Budha Sakyamuni. ⁠Nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Waisak mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kebijaksanaan, kasih sayang, pengendalian diri, serta pengabdian kepada sesama manusia.

Kepala Negara menegaskan semangat Waisak tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam menjalin kehidupan berbangsa dan bernegara.

 “Semangat Waisak Tahun ini dengan Tema Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia, hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan, menebarkan kebaikan, mengedepankan dialog, dan menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar karena keberagamannya. Meskipun demikian, Presiden menekankan bahwa di tengah keberagaman, seluruh rakyat Indonesia dipersatukan oleh cita-cita membangun Tanah Air menjadi lebih baik.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagamannya. Kita memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi, serta adat yang berbeda-beda. Namun kita dipersatukan oleh cita-cita yang sama, yaitu membangun Indonesia yang damai, yang adil, makmur, dan sejahtera,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan optimisme di tengah dinamika global. 

“Di tengah berbagi tantangan dunia yang penuh ketidakpastian, bangsa Indonesia harus tetap teguh menjaga persatuan dan optimisme. Kita harus terus bekerja keras, saling membantu, dan bergotong royong untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Negara menilai bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Raya Waisak memberikan pelajaran berharga. Nilai-nilai tersebut, menurut Presiden, juga menjadi fondasi penting dalam memperkokoh karakter bangsa.

“Saya yakin dan percaya bahwa nilai-nilai welas asih, toleransi, dan kebijaksanaan yang diajarkan dalam ajaran Budha akan semakin memperkokoh karakter bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan perdamaian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo turut mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Raya Waisak sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan nasional. 

“Marilah kita jadikan peringatan Hari Raya Waisak ini sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan nasional, memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” imbuh Presiden.

 “Semoga cahaya kebijaksanaan, kedamaian, dan kasih sayang senantiasa menerangi langkah kita dalam membangun Indonesia yang maju, modern, kuat, dan harmonis,” tutup Presiden Prabowo. (BPMI Setpres)

Trump Gelar Rapat Tertutup Selama Dua Jam, Kesepakatan AS–Iran Masih Menggantung

EtIndonesia.com Pada Jumat (29/5/2026), Presiden AS Donald Trump menggelar rapat selama lebih dari dua jam di Situation Room Gedung Putih. Namun, hingga rapat berakhir, belum ada keputusan mengenai apakah Amerika Serikat akan menandatangani perjanjian gencatan senjata terbaru dengan Iran. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa kedua pihak sedang membahas sebuah nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata selama 60 hari, tetapi masih terdapat perbedaan pendapat mengenai sejumlah isu, termasuk pencairan dana Iran yang dibekukan. Di sisi lain, Amerika Serikat mengumumkan pencabutan blokade laut terhadap Iran, sekaligus menyita aset kripto Iran senilai sekitar 1 miliar dolar AS.

Laura Trump bertanya: “Apakah ada garis merah tertentu yang, jika dilanggar Iran, akan membuat Anda kembali melancarkan operasi militer?”

Presiden Trump menjawab: “Kesepakatan yang merugikan kami adalah garis merah terakhir.”

Dalam wawancara tersebut, Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menerima perjanjian yang dianggap tidak memuaskan.

Pada Jumat, Trump juga mengunggah pernyataan yang mengutip isi nota kesepahaman gencatan senjata 60 hari yang sebelumnya dikonfirmasi Gedung Putih. Ia menegaskan:

“Iran harus berkomitmen untuk tidak pernah memiliki senjata atau bom nuklir. Selat Hormuz harus segera dibuka tanpa biaya transit guna menjamin kebebasan pelayaran dua arah. Seluruh ranjau laut juga harus disingkirkan.”

Mengenai uranium yang diperkaya dan disimpan jauh di bawah tanah, Trump menekankan bahwa material tersebut akan dipindahkan dan dimusnahkan melalui koordinasi antara Teheran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, mengatakan kepada Financial Times bahwa Kazakhstan telah menyatakan kesediaannya untuk menerima cadangan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi tersebut apabila Amerika Serikat dan Iran berhasil mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Trump juga mengumumkan bahwa seiring dicabutnya blokade laut oleh militer AS terhadap Iran, kapal-kapal yang sebelumnya tertahan kini dapat kembali berlayar pulang secara bertahap.

Sebelumnya pada hari yang sama, kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan melalui media sosial bahwa Teheran tidak mempercayai janji maupun pernyataan lisan pihak lawan, melainkan hanya akan menilai berdasarkan tindakan nyata.

Lembaga pemantau pelayaran TankerTrackers melaporkan pada Jumat bahwa sebuah kapal tanker minyak raksasa jenis VLCC terlihat memuat sekitar dua juta barel minyak mentah di fasilitas lepas pantai Iran.

Trump mengatakan: “Saya melangkah secara bertahap, dan kita akan lihat hasilnya. Itulah yang saya lakukan, saya bernegosiasi. Mereka (Iran) juga bernegosiasi. Mereka adalah negosiator yang sangat cakap dan sangat licik. Namun pada akhirnya kami memegang semua kartu, karena kami telah mengalahkan mereka secara militer.”

Trump menegaskan bahwa rapat di Situation Room pada Jumat dimaksudkan untuk mengambil keputusan akhir terkait kesepakatan dengan Iran. Ia juga menambahkan bahwa hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, tidak akan ada transaksi dana apa pun antara kedua pihak.

Namun, pada Jumat malam, seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa rapat di Situation Room berlangsung sekitar dua jam dan berakhir tanpa keputusan mengenai perjanjian nuklir baru dengan Iran. Kedua pihak masih berselisih dalam sejumlah isu, termasuk pencairan aset Iran yang dibekukan.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan dalam Forum Ekonomi Nasional Reagan bahwa pemerintah AS telah menyita aset kripto Iran senilai sekitar 1 miliar dolar AS.

Penyitaan tersebut dipandang sebagai perkembangan penting dalam upaya Amerika Serikat untuk terus memutus jaringan pendanaan ilegal Iran dan menekan penggunaan aset digital sebagai sarana menghindari sanksi internasional.

Sumber : NTDTV.com