EtIndonesia.com Pada Jumat (25 September), pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengakhiri kunjungannya ke Amerika Serikat di tengah gelombang protes yang semakin keras. Pertemuan Trump–Xi kali ini membahas lima isu utama, tetapi hampir seluruh konflik inti di antara kedua pihak tidak mengalami kemajuan berarti. Berikut laporan reporter NTD Zhang Liang dan Ren Hao.
Zhang Liang, reporter NTD di Washington: “Pertemuan Trump–Xi yang berlangsung selama tiga hari di Washington berakhir. Presiden Trump memberikan sambutan dengan tingkat kehormatan yang sangat tinggi kepada pihak Tiongkok. Kedua pihak juga membahas isu-isu terpenting antara kedua negara, termasuk perdagangan, Taiwan, kecerdasan super, dan pengendalian krisis. Namun, perbedaan inti tidak terselesaikan. Selama tiga hari tersebut, gelombang protes terhadap Xi Jinping juga semakin keras dari waktu ke waktu.”
Pada Jumat, sebelum Xi Jinping meninggalkan Amerika Serikat, Trump mengatur kunjungan Xi ke Arsip Nasional Amerika Serikat. Trump memperlihatkan kepada Xi Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, Konstitusi, dan Bill of Rights.
Sebelumnya pada hari yang sama, kedua pemimpin mengadakan jamuan teh dan mengumumkan bahwa mereka akan kembali bertemu pada KTT APEC yang akan digelar di Tiongkok pada November serta KTT G20 yang akan berlangsung di Miami, Amerika Serikat, pada Desember. Trump mengatakan bahwa mereka akan membahas lebih banyak isu perdagangan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya.
Presiden AS Donald Trump: “Saya rasa para petani kita akan sangat senang. Banyak hal yang sangat positif telah terjadi dalam pertemuan Trump–Xi.”
Kunjungan Xi Jinping ke Amerika Serikat kali ini terus diwarnai aksi-aksi protes di Washington.
Pada Kamis (24 September), ketika aksi protes berlangsung di luar Gedung Putih, Trump dan Xi mengadakan pertemuan tingkat tinggi di dalam Gedung Putih.
Para pejabat Amerika Serikat menjelaskan isi pembicaraan tersebut pada Jumat.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer: “Perundingan ini lebih banyak berfokus murni pada persoalan perdagangan dan hasil ekonomi yang nyata, untuk memastikan para petani, peternak, dan pihak lainnya dapat memasarkan produk mereka, sekaligus memastikan kita memperoleh mineral tanah jarang yang dibutuhkan industri manufaktur. Jadi, seluruh persoalan pengendalian ekspor yang berkaitan dengan keamanan nasional tidak kami bahas.”
Duta Besar AS untuk Tiongkok David Perdue: “Beberapa minggu lalu kami sudah dengan jelas memberi tahu mereka (pihak Tiongkok) bahwa bantuan apa pun yang mereka berikan kepada Iran, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik berupa intelijen, suku cadang maupun peralatan militer, sama sekali tidak dapat diterima. Presiden Trump kembali menyampaikan posisi ini dengan jelas kemarin.”
Pada Kamis malam, Trump menjadi tuan rumah jamuan kenegaraan. Suara para demonstran yang memprotes Xi Jinping di luar Gedung Putih bahkan mengalahkan suara musik dari band yang tampil dan terdengar hingga ke dalam tempat jamuan.
Dalam jamuan tersebut, Trump memberikan patung elang kepada Xi Jinping, yang dianggap memiliki makna simbolis yang kuat.
Trump: “Patung ini dirancang bersama oleh Melania dan saya. Elang botak adalah simbol nasional Amerika Serikat dan merupakan perwujudan semangat kebebasan Amerika untuk terbang bebas. Kami berharap patung ini dapat menemukan tempat yang baik, tempat yang sangat bagus, di Beijing.”
Pertemuan Trump–Xi kali ini memiliki lima agenda utama.
Di bidang perdagangan, Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat memperpanjang gencatan tarif selama dua bulan. Persoalan inti mengenai tarif, pembelian produk Tiongkok, pasokan mineral tanah jarang, serta pembatasan teknologi akan dibahas lebih lanjut.
Mengenai kecerdasan super, kedua pihak sepakat mempertahankan kondisi saat ini. Namun, persoalan pencurian teknologi Amerika Serikat oleh PKT serta pemanfaatan kecerdasan super untuk melakukan serangan siber terhadap Amerika Serikat belum terselesaikan.
Dalam persaingan di bidang teknologi, rantai pasokan, keamanan militer, dan pengaruh global, kedua negara juga belum mencapai hasil mengenai bagaimana mengelola risiko krisis yang dapat muncul dari persaingan sengit tersebut.
Mengenai Iran, kedua negara hanya bertukar pandangan. Belum ada informasi mengenai apakah Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap bank-bank dan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang mendukung Iran.
Dalam persoalan Taiwan, Trump tidak memberikan konsesi.
Zhang Liang: “Pemimpin PKT Xi Jinping telah menyelesaikan kunjungan kenegaraan selama tiga hari dua malam di Amerika Serikat dan hari ini meninggalkan Washington. Ke depan, Amerika Serikat dan Tiongkok diperkirakan akan melakukan pertukaran pandangan secara berkala mengenai kecerdasan super, sembari melanjutkan perundingan mengenai perdagangan, bantuan PKT kepada Iran, serta berbagai persoalan lain yang memiliki perbedaan serius. Pertentangan kedua negara mengenai Taiwan dan persaingan persenjataan juga masih akan berlanjut.”
Laporan Zhang Liang dan Ren Hao, reporter NTD, dari Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Amerika Serikat.


