Kearifan Kesehatan Tiongkok Ribuan Tahun : Apa yang Dikatakan Kitab Ritus tentang Tubuh

Dalam Pemikiran Klasik Tiongkok, Kebajikan Menghasilkan Dampak Fisik yang Dapat Diamati pada Tubuh

Kitab Ritus (Liji) adalah salah satu dari tiga kitab ritual kanonik Tiongkok kuno, bersama Ritus Zhou (Zhouli) dan Etiket dan Upacara (Yili). Jika dua kitab lainnya menjelaskan apa yang harus dilakukan, Liji menjelaskan mengapa hal itu harus dilakukan, dengan mendasarkan perilaku ritual pada alasan moral dan kosmologis. 

Orang Tiongkok kuno memahami kata “ritus” (li) sebagai sinonim dari “melaksanakan” atau “memenuhi”, yang berarti ritual harus dijalani dalam kehidupan nyata, bukan sekadar dipentaskan. Menurut kitab tersebut, upacara yang kosong dari makna sama sekali kehilangan tujuan utamanya.

Di inti pandangan dunia Liji terdapat sebuah pernyataan yang tegas mengenai sebab dan akibat: segala sesuatu yang diterima seseorang dalam hidup ini—baik status, kekayaan, maupun reputasi—ditukar dengan kebajikan yang telah ia kumpulkan.

Pembelajaran Agung (Daxue), salah satu dari Empat Kitab Konfusianisme, menyatakannya dengan lugas:

“Kebajikan mendatangkan manusia; kebajikan mendatangkan tanah; kebajikan mendatangkan kekayaan.”

Sang Jalan Tengah (Zhongyong) memperluas logika ini hingga ke tubuh manusia:

“Mereka yang memiliki kebajikan besar akan memperoleh kedudukan, penghasilan, nama baik, dan umur panjang.”

Umur panjang menjadi penting. Dalam kerangka pemikiran ini, kebajikan membawa konsekuensi fisik yang langsung.

Pembelajaran Agung merangkum gagasan tersebut dalam satu kalimat:

“Kekayaan memperindah rumah; kebajikan memperindah tubuh.”

Kata yang diterjemahkan sebagai “memperindah” adalah run, yang memiliki makna lebih kuat dan spesifik: kilau, vitalitas, dan kelembapan.

Secara fisik, run menggambarkan wajah yang bercahaya, aliran darah yang lancar, kulit yang sehat dan lentur. Bayangkan bagaimana alam tampak pada musim semi dan awal musim panas, ketika segala sesuatu terlihat dipenuhi energi kehidupan. Menurut kitab ini, itulah yang dilakukan kebajikan terhadap seseorang.

Pembinaan Moral Meninggalkan Jejak yang Terlihat pada Tubuh

Catatan klasik menunjukkan bahwa pembinaan moral meninggalkan tanda yang dapat dilihat pada tubuh.

Pada Dinasti Song dan Ming, banyak cendekiawan Konfusianisme terkenal. Catatan yang ditinggalkan para murid mereka menunjukkan pengalaman yang konsisten. Berada di dekat seorang guru besar terasa secara fisik seperti berdiri di tengah angin musim semi yang hangat.

Sensasi itu bukan sekadar kiasan. Para murid menggambarkannya sebagai sesuatu yang benar-benar mereka rasakan pada kulit mereka.

Teks-teks Buddhis mencatat fenomena serupa. Mereka yang mendengarkan Dharma dari seorang guru yang tercerahkan sering kali merasa terpikat, seolah tidak mampu memalingkan pandangan. Setelahnya, mereka merasakan kegembiraan dan rasa syukur yang mendalam.

Walaupun berasal dari tradisi yang berbeda dan dipisahkan oleh berabad-abad, catatan-catatan tersebut menggambarkan pengamatan yang sama: pembinaan moral mengubah sesuatu dalam tubuh yang dapat dirasakan oleh orang lain.

Sebaliknya, kondisi yang berlawanan juga banyak dicatat.

Dalam sastra klasik Tiongkok, tokoh-tokoh yang mengalami penderitaan batin sering digambarkan merasakan tubuh yang berat, anggota badan yang lemah, dan dada yang terasa sesak. Hal ini dianggap sebagai gambaran realistis tentang respons tubuh terhadap energi vital yang terhambat atau rusak, bukan sekadar bahasa puitis.

Penulis klasik membandingkan run (kilau dan vitalitas) dengan jiang dan ku (kaku dan layu).

“Kaku dan layu” menggambarkan cabang pohon yang kehilangan kelembapan sehingga mudah patah. Dalam bahasa sehari-hari Tiongkok, terdapat hinaan yang kira-kira berarti “sekaku mayat”, yang sebenarnya mengandung penilaian moral: kekakuan dianggap sebagai tanda kurangnya kebajikan.

Kebanyakan orang yang mengucapkan ungkapan tersebut tidak menyadari bahwa mereka sedang mengutip filsafat medis klasik Tiongkok.

Catatan kuno juga menyebutkan bahwa orang-orang yang terkenal berkarakter buruk sering meninggal dengan tubuh yang cepat menjadi kaku. Sebaliknya, banyak kisah tentang para bijak dan guru spiritual besar yang mengetahui kapan kematian mereka mendekat, lalu duduk tenang menyambutnya. Setelah wafat, anggota tubuh mereka tetap lentur, pipi mereka masih berwarna kemerahan, dan bagian ubun-ubun kepala masih terasa hangat.

Penafsiran tradisional menyatakan bahwa jiwa mereka telah naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Penelitian modern tentang fisiologi stres menemukan bahwa emosi yang ekstrem, seperti kemarahan berkepanjangan atau ketakutan akut, memicu pelepasan senyawa biokimia tertentu yang dapat memengaruhi orang-orang di sekitarnya.

Bahasa yang digunakan ilmu pengetahuan modern berbeda dengan istilah klasik, tetapi pengamatannya serupa: keadaan batin seseorang dapat terbaca dari luar, dan kebajikan menghasilkan jejak fisik yang berbeda dibandingkan ketiadaannya.

Pedoman Perawatan Lansia Berdasarkan Tahapan Usia

Selain gagasan metafisik tersebut, Liji juga berisi panduan yang sangat praktis mengenai perawatan lansia yang disusun berdasarkan dekade usia.

Bab Peraturan Kerajaan (Wangzhi) menjelaskan perubahan tubuh secara rinci:

  • Pada usia 50 tahun, tubuh mulai melemah.
  • Pada usia 60 tahun, seseorang memerlukan daging dalam setiap kali makan agar merasa puas.
  • Pada usia 70 tahun, tubuh membutuhkan sutra dan pakaian hangat untuk menjaga suhu.
  • Pada usia 80 tahun, bahkan dengan bantuan pelayan, kehangatan tubuh tidak selalu dapat dipertahankan.
  • Pada usia 90 tahun, perawatan dari luar tidak lagi dapat sepenuhnya mengimbangi menurunnya kemampuan tubuh untuk mengatur dirinya sendiri.

Dalam keluarga kaya di Tiongkok kuno, anak-anak kecil sering ditempatkan sebagai pendamping bagi orang yang sangat lanjut usia.

Praktik ini mungkin terdengar aneh bagi masyarakat modern, tetapi didasarkan pada teori medis Tiongkok klasik. Anak-anak dianggap memiliki energi yang yang melimpah, murni, kuat, dan menghangatkan. Kedekatan dengan energi tersebut diyakini bermanfaat bagi tubuh lansia.

Dengan kata lain, perawatan lansia dibangun di atas teori perpindahan energi vital, dan keyakinan ini memengaruhi tata kehidupan rumah tangga selama berabad-abad.

Makanan Khusus bagi Orang Tua

Pedoman makanan dalam bab yang sama juga sangat rinci.

  • Pada usia 50 tahun, makanan harus diolah berbeda dibandingkan makanan orang yang lebih muda.
  • Pada usia 60 tahun, daging harus tersedia secara teratur.
  • Pada usia 70 tahun, makanan ringan di antara waktu makan utama dianggap sesuai.
  • Pada usia 80 tahun, makanan berkualitas tinggi harus menjadi bagian rutin kehidupan.
  • Pada usia 90 tahun, makanan harus selalu berada dalam jangkauan tangan agar dapat dimakan kapan saja saat tubuh membutuhkannya.

Bab Aturan Internal (Neize) bahkan menjelaskan delapan jenis hidangan istimewa yang dibuat khusus untuk anggota keluarga yang lanjut usia.

Potongan daging terbaik dipilih dan dimasak menjadi makanan yang lembut serta mudah dicerna. Perhatian terhadap pencernaan lansia, pemilihan bahan makanan, dan pengolahan daging menjadi sesuatu yang berada di antara sup dan bubur menjelaskan salah satu sumber kehalusan teknik kuliner Tiongkok yang sering terlewatkan.

Seni memasak Tiongkok yang rumit berkembang sebagian karena kewajiban untuk memberi makan para lansia dengan baik.

Peringatan terhadap Pakaian yang Terlalu Tebal untuk Anak-anak

Bab Yuzao (Bejana Giok) memuat aturan yang mungkin mengejutkan pembaca modern:

Anak-anak tidak boleh mengenakan bulu tebal maupun sutra tebal.

Alasannya, kehangatan yang berlebihan dianggap merusak zhuangqi, yaitu energi kuat yang secara alami dimiliki anak-anak.

Menurut pengobatan klasik Tiongkok, anak-anak secara bawaan memiliki sifat yang: hangat, aktif, dan penuh energi. Membungkus mereka dengan terlalu banyak lapisan pakaian dianggap mengganggu kondisi alami tersebut dan pada akhirnya justru melemahkan mereka.

Namun ini tidak berarti pakaian anak harus polos dan membosankan.

Yuzao memperbolehkan bahkan menganjurkan penggunaan bordir, hiasan kain brokat, dan ornamen dekoratif pada ujung pakaian. Dengan demikian, anak tetap cukup sejuk untuk menjaga energi vitalnya, tetapi tetap dapat menikmati keindahan warna dan pola.

Seorang pejabat sekaligus sarjana pada masa Tiga Kerajaan (220–280 M), Wang Lang, pernah mengamati bahwa anak-anak Kaisar Wei, Cao Rui, meninggal pada usia muda dengan tingkat yang tidak biasa.

Setelah melakukan pengamatan, Wang menyimpulkan bahwa penyebab yang paling mungkin adalah karena mereka dibesarkan dalam kondisi yang terlalu hangat.

Kesimpulannya hampir identik dengan prinsip yang telah ditulis Yuzao berabad-abad sebelumnya.

Postur Tubuh, Batu Giok, dan Keselarasan dengan Musim

Bab Yuzao juga memuat salah satu kutipan paling terkenal dari Liji:

“Seorang junzi (manusia berbudi luhur), tanpa alasan khusus, tidak membiarkan batu giok terlepas dari dirinya.”

Di Tiongkok kuno, batu giok bukan sekadar perhiasan.

Sifatnya—halus tetapi kuat, berkilau tetapi tidak mencolok, keras tetapi tidak rapuh—dipandang sebagai model fisik dari kebajikan yang harus dimiliki seseorang.

Mengenakan batu giok berfungsi sebagai pengingat terus-menerus untuk mewujudkan sifat-sifat tersebut dalam kehidupan.

Bab Liyun (Ritus dalam Gerak) menyatakan:

“Ketika keempat anggota tubuh berada dalam posisi yang benar, kulit akan terisi dan menjadi penuh.”

Dalam pandangan ini, postur tubuh dan pembinaan moral berkembang bersama. Berdiri tegak bukan hanya mencerminkan kelurusan batin, tetapi juga membantu membentuknya.

Seiring waktu, hasilnya terlihat pada kondisi fisik seseorang.

Liji juga memandang tubuh manusia sebagai bagian dari siklus alam.

Titik balik musim dingin menandai saat energi yang mulai bangkit kembali setelah masa surutnya yang panjang. Titik balik musim panas menandai mulai bangkitnya energi yin.

Pada kedua masa peralihan tersebut, kitab ini menganjurkan ketenangan, pengendalian diri, dan pembatasan keinginan.

Logikanya adalah bahwa selama masa transisi, ritme tubuh sedang berubah. Memaksakan aktivitas yang bertentangan dengan perubahan itu dianggap membuang energi dan menciptakan kerentanan.

Menunggu hingga siklus kembali stabil dipandang sebagai bentuk kecerdasan praktis, bukan takhayul.

Bab Makna Persembahan (Jiyi) mencatat bahwa ketika embun dan embun beku turun, seorang yang berbudi luhur secara alami merasakan sedikit kesedihan saat berjalan di atasnya.

Kitab tersebut tidak menganggap perasaan itu sebagai kelemahan, melainkan sebagai kepekaan yang tepat terhadap perubahan alam semesta.

Sebuah Sistem Pengetahuan yang Sebagian Besar Telah Hilang

Besarnya warisan yang tersimpan dalam teks-teks ini baru terlihat ketika dibaca secara menyeluruh.

Para penyusunnya bukanlah dokter, tetapi melalui berabad-abad pengamatan, praktik, dan pewarisan pengetahuan, mereka berhasil merumuskan berbagai pemahaman tentang penuaan, fisiologi anak-anak, keselarasan dengan musim, dan dampak fisik dari kondisi moral manusia.

Setiap petunjuk dalam Liji mengenai makanan, pakaian, postur tubuh, dan hubungan manusia dengan musim mengandung pengalaman kolektif dari ribuan kehidupan manusia yang kemudian dirumuskan menjadi aturan yang dapat diwariskan.

Teks tersebut memuat pengetahuan empiris yang diungkapkan melalui bahasa filsafat, dan keduanya tidak dapat dipisahkan dengan mudah.

Kini, sistem pengetahuan hidup itu sebagian besar telah menghilang.

Kitab Ritus saat ini lebih banyak menjadi bahan kajian para ahli teks klasik dan arkeolog. Jejak-jejaknya masih bertahan dalam tradisi rakyat, kebiasaan keluarga, dan praktik generasi yang lebih tua, tetapi semakin sulit ditemukan.

Apa yang dahulu diwariskan dari guru kepada murid dan dari orang tua kepada anak kini memerlukan upaya penggalian kembali agar dapat dipahami dan dipulihkan.

Oleh Bai Song, Vision Times.

Para Pelaut Tiongkok Terdampar di Selat Hormuz Selama 94 hari, Netizen: Cepat Cari Wu Jing!

EtIndonesia.com Menurut laporan New Tang Dynasty Television (NTD), baru-baru ini beredar informasi di internet bahwa seorang pelaut Tiongkok mengeluhkan nasibnya melalui media sosial. Ia mengatakan kapal kargo Tiongkok tempatnya bekerja telah tertahan di Selat Hormuz selama lebih dari 94 hari.

Setelah unggahan tersebut beredar, banyak warganet meninggalkan komentar bernada sindiran dan humor, dengan menyarankan agar ia “mencari Wu Jing”.

Kolom Komentar Dipenuhi Candaan “Wolf Warrior”

Menurut informasi yang beredar secara daring, pada 1 Juni seorang awak kapal dari sebuah perusahaan pelayaran mengatakan bahwa kapal kargo Tiongkok yang ditumpanginya telah terjebak di Selat Hormuz selama 94 hari.

Tak lama setelah kabar itu tersebar, kolom komentar berubah menjadi ajang berbagai lelucon yang berkaitan dengan film Wolf Warrior dan bintangnya, Wu Jing.

Beberapa komentar yang muncul antara lain:

  • “Tempel saja foto Wu Jing di wajahmu.”
  • “Coba tunjukkan paspor Tiongkok kepada mereka, mungkin langsung bisa lewat tanpa hambatan.”
  • “Kibarkan bendera nasional dan teriak lewat pengeras suara: ‘Saya orang Tiongkok!'”

Komentar-komentar tersebut merujuk pada adegan terkenal dalam film Wolf Warrior 2, yang menampilkan tokoh utama menghadapi konflik di luar negeri sambil membawa simbol-simbol nasional Tiongkok.

Warganet Mengusulkan Judul Film Baru

Sebagian warganet bahkan bercanda dengan menciptakan judul film baru, yaitu:

“Operasi Hormuz” (Operation Hormuz).

Ada pula yang berkomentar:

“Sudah 94 hari berlalu, cukup waktu bagi Wu Jing untuk menyelesaikan syuting Wolf Warrior 3.”

Memicu Diskusi tentang Film dan Realitas

Perbincangan hangat di dunia maya ini kembali memunculkan diskusi mengenai perbedaan antara narasi heroik yang ditampilkan dalam film-film patriotik dan kenyataan yang dihadapi warga Tiongkok di luar negeri.

Banyak komentar bernada satir yang membandingkan gambaran kemampuan negara dalam film dengan situasi nyata yang dialami para awak kapal tersebut.

Angin Kencang Level 11, Hujan Lebat dan Hujan Es Hantam Baoding, Tiongkok,  Pejalan Kaki Tersungkur dan Pohon Tercabut

EtIndonesia.com Berbagai bencana alam dan kecelakaan terus terjadi di Tiongkok dalam beberapa waktu terakhir. Menurut laporan New Tang Dynasty Television (NTD), pada 3 Juni, banyak wilayah di Provinsi Hebei dilanda angin kencang dan hujan lebat. 

Video-video yang beredar di internet menunjukkan bahwa di wilayah Baoding, hembusan angin yang sangat kuat mampu menjatuhkan pejalan kaki dan mencabut pohon-pohon besar dari akarnya. Beberapa kota dan kabupaten juga dilaporkan mengalami hujan es berukuran besar.

Cuaca Berubah Drastis dalam Sehari

Menurut laporan China Weather Network pada 3 Juni, sehari sebelumnya (2 Juni) Hebei masih mengalami cuaca sangat panas. Suhu tertinggi di banyak daerah bagian selatan mencapai lebih dari 37°C, bahkan beberapa lokasi melampaui 38°C.

Namun pada 3 Juni, sebagian besar wilayah Hebei diperkirakan mengalami hujan yang disertai:

  • Badai petir
  • Angin kencang
  • Hujan deras dalam waktu singkat
  • Hujan es

Bahkan di beberapa lokasi, kecepatan angin sesaat diperkirakan dapat mencapai level 11 atau lebih.

Prakiraan Resmi Cuaca

Menurut prakiraan dari Hebei Meteorological Observatory:

  • Pada siang hari, wilayah Zhangjiakou, bagian barat Baoding, dan barat laut Shijiazhuang diperkirakan mengalami hujan badai petir yang tersebar.
  • Wilayah lainnya serta kawasan Laut Bohai diperkirakan mengalami hujan dan badai petir, dengan beberapa daerah mengalami hujan sedang hingga lebat.
  • Pada malam hari, wilayah Tangshan, Qinhuangdao, Langfang, bagian selatan Shijiazhuang, Cangzhou, Hengshui, Xingtai, dan Handan diperkirakan masih mengalami hujan badai petir.

Pada saat yang sama, beberapa wilayah di Cangzhou, Hengshui, Xingtai, dan Handan masih menghadapi cuaca panas.

Video Menunjukkan Kondisi Lebih Parah dari Prakiraan

Namun, sejumlah besar video yang beredar menunjukkan bahwa setidaknya di wilayah Baoding, kondisi cuaca pada 3 Juni tampak jauh lebih ekstrim dibandingkan prakiraan resmi.

Dalam video tersebut terlihat:

  • Angin kencang menerjang kawasan perkotaan.
  • Hujan turun sangat deras.
  • Pohon-pohon besar tumbang akibat terpaan angin.
  • Jalanan dipenuhi ranting dan daun yang berserakan.
  • Beberapa fasilitas listrik mengalami kerusakan dan memercikkan bunga api.

Pohon Tercabut, Pejalan Kaki Tersapu Angin

Di berbagai kabupaten dan kota di bawah administrasi Baoding, badai juga dilaporkan menyebabkan:

  • Pohon-pohon besar tercabut hingga ke akar.
  • Pejalan kaki kesulitan berdiri dan ada yang tersungkur akibat terpaan angin.
  • Hujan es turun di banyak lokasi.

Beberapa laporan menyebutkan ukuran butiran hujan es mencapai sebesar telur ayam, yang menyebabkan kerusakan cukup serius pada:

  • Pohon-pohon
  • Lahan pertanian
  • Tanaman budidaya

Selain itu, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat angin kencang maupun atap yang bocor karena hantaman hujan es.

Cuaca Ekstrem Terjadi di Berbagai Wilayah Tiongkok

Dalam beberapa hari terakhir, banyak daerah di Tiongkok utara maupun selatan mengalami cuaca ekstrem serupa.

Heilongjiang

Pada 31 Mei, Heilongjiang dan ibu kotanya Harbin dilanda badai debu besar yang disertai angin sangat kencang hingga menggoyangkan dan merobohkan pohon-pohon besar.

Menurut informasi yang beredar di internet, terdapat laporan mengenai korban jiwa, meskipun informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Guangdong dan Fujian

Pada 29 Mei, berbagai wilayah di Guangdong dan Fujian juga mengalami hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan kerusakan di kawasan perkotaan. (***)

Mengapa Kopi yang Anda Seduh Tidak Enak? Perhatikan Empat Detail Penting Ini

EtIndonesia.com Bagi banyak orang, hari yang menyenangkan dimulai dengan secangkir kopi. Namun, terkadang meskipun biji kopi yang digunakan cukup baik, hasil seduhannya terasa terlalu asam atau terlalu pahit, dan aroma khas kopi tidak muncul dengan optimal.

Hal ini karena banyak faktor yang mempengaruhi cita rasa akhir kopi, mulai dari tingkat kehalusan gilingan, suhu air, hingga cara penyimpanan biji kopi.

1. Tingkat Kehalusan Gilingan Kopi

Banyak orang tidak menyadari bahwa ukuran gilingan kopi sangat mempengaruhi rasa.

  • Jika gilingan terlalu kasar, kopi akan terasa terlalu ringan dan cenderung asam.
  • Jika gilingan terlalu halus, kopi bisa menjadi terlalu pahit dan berat.

Karena itu, tingkat kehalusan gilingan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas rasa kopi.

2. Suhu Air yang Digunakan

Suhu air juga berperan penting dalam proses ekstraksi.

  • Biji kopi dengan sangrai gelap (dark roast) memiliki pori-pori yang lebih terbuka sehingga lebih mudah diekstraksi. Jika menggunakan air yang terlalu panas, rasa pahit akan lebih mudah muncul.
  • Sebaliknya, biji kopi dengan sangrai ringan (light roast) memiliki kepadatan lebih tinggi. Untuk mengeluarkan keasaman dan kompleksitas rasanya, biasanya diperlukan suhu air yang sedikit lebih tinggi.

Menyesuaikan suhu air dengan tingkat sangrai dapat membantu menghasilkan rasa yang lebih seimbang.

3. Kesegaran dan Cara Penyimpanan Biji Kopi

Kesegaran biji kopi sangat mempengaruhi aroma dan cita rasa.

Secara umum, biji kopi memberikan rasa terbaik dalam 1–2 minggu setelah kemasan dibuka.

Selain itu, tidak disarankan menyimpan biji kopi di dalam kulkas atau freezer karena biji kopi mudah menyerap kelembaban dan bau dari lingkungan sekitarnya.

Cara penyimpanan yang lebih baik adalah:

  • Membeli dalam jumlah secukupnya.
  • Menyimpan dalam wadah kedap udara.
  • Menaruhnya di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung pada suhu ruangan.

4. Setiap Jenis Kopi Membutuhkan Perlakuan Berbeda

Perlu diingat bahwa tidak ada dua jenis kopi yang benar-benar sama.

Baik itu:

  • kopi sangrai ringan,
  • kopi sangrai gelap,
  • kopi dengan aroma buah-buahan,
  • maupun kopi bercita rasa cokelat,

masing-masing memerlukan kombinasi yang berbeda dalam hal:

  • tingkat kehalusan gilingan,
  • suhu air,
  • dan rasio kopi terhadap air.

Menyesuaikan ketiga faktor tersebut dengan karakteristik biji kopi yang digunakan akan membantu menampilkan cita rasa terbaik dari setiap seduhan.

Ringkasan Empat Kunci Utama Seduhan Kopi yang Enak

  1. Sesuaikan tingkat kehalusan gilingan — jangan terlalu kasar atau terlalu halus.
  2. Gunakan suhu air yang tepat sesuai tingkat sangrai kopi.
  3. Pastikan biji kopi masih segar dan simpan dengan benar.
  4. Sesuaikan metode seduh dengan karakter kopi karena setiap jenis kopi memiliki kebutuhan yang berbeda.

Dengan memperhatikan empat detail sederhana ini, secangkir kopi pagi Anda dapat memiliki aroma yang lebih harum, rasa yang lebih seimbang, dan pengalaman minum kopi yang jauh lebih nikmat. ☕

Sumber : NTDTV.com

Peringatan 37 Tahun Tragedi 4 Juni: Kelompok “Ibu-Ibu Tiananmen” Berterima Kasih kepada Semua Pendukung

EtIndonesia.com Pada peringatan 37 tahun peristiwa 4 Juni (Tiananmen), anggota kelompok “Ibu-Ibu Tiananmen”, Zhang Xianling, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua individu dan organisasi yang terus mengenang serta memberikan dukungan kepada para korban Tragedi Tiananmen.

Ia menegaskan:”Sebagai keluarga korban, kami harus menyampaikan kebenaran, menolak untuk melupakan, mencari keadilan, membangkitkan hati nurani, dan memperjuangkan keadilan bagi orang-orang yang kami cintai.”

Mengenang Korban Tragedi Tiananmen

Kelompok Tiananmen Mothers merupakan organisasi hak asasi yang terdiri dari keluarga korban yang tewas dalam peristiwa 4 Juni 1989.

Pada 4 Juni 2026, Zhang Xianling yang kini berusia 88 tahun merilis sebuah video yang menyatakan: “Hari ini adalah peringatan 37 tahun Tragedi 4 Juni. Kami berterima kasih kepada semua orang yang mengenang para mahasiswa dan warga sipil yang melakukan demonstrasi damai dan dibunuh secara brutal oleh pemerintah Partai Komunis Tiongkok 37 tahun lalu.”

Ia mengenang situasi Tiongkok pada tahun 1989. Saat itu, negara baru memasuki era reformasi dan keterbukaan ekonomi. Namun sistem harga ganda menyebabkan ketimpangan sosial, sementara korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan mulai meluas. Banyak pejabat dan orang-orang yang memiliki koneksi politik memperoleh keuntungan besar, sedangkan masyarakat umum menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok dan harga perumahan yang terus meningkat.

Dalam situasi tersebut, para mahasiswa tampil menyuarakan aspirasi masyarakat dan melakukan demonstrasi damai untuk mendesak pemerintah memberantas korupsi serta praktik penyalahgunaan kekuasaan. Gerakan itu mendapat dukungan luas dari warga kota dan berbagai kelompok masyarakat.

Menurut Zhang, harapan masyarakat saat itu adalah agar pemerintah mengambil langkah nyata untuk mengatasi berbagai masalah tersebut.

Namun, katanya, pemerintah saat itu tidak menanggapi tuntutan masyarakat, melainkan mengerahkan ratusan ribu tentara bersenjata lengkap dan kendaraan lapis baja untuk membubarkan demonstrasi. Tindakan tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa dan menimbulkan penderitaan bagi ribuan keluarga.

Zhang mengatakan:”Orang-orang yang berada di Beijing saat itu tidak akan pernah melupakan suara tembakan yang memekakkan telinga, deru kendaraan lapis baja, sirine ambulans, dan teriakan kemarahan masyarakat pada malam itu.”

Ia menambahkan bahwa kehilangan anggota keluarga mereka merupakan luka yang tidak akan pernah hilang.”Air mata kami telah habis. Kesedihan tersimpan jauh di dalam hati. Yang tersisa adalah kerinduan abadi kepada keluarga kami dan kebencian terhadap kejahatan pembantaian terhadap rakyat.”

Seruan untuk Menghadapi Kebenaran Sejarah

Atas nama kelompok Tiananmen Mothers, Zhang mengucapkan terima kasih kepada masyarakat internasional yang selama 37 tahun terus mengecam tindakan penindasan tersebut dan tidak melupakan para korban.

Ia juga menyerukan agar pihak berwenang menghadapi fakta sejarah dan membuka dialog guna menyelesaikan persoalan terkait Tragedi 4 Juni.

Di akhir video, ia kembali menegaskan: “Sebagai keluarga korban, kami harus mengatakan yang sebenarnya, menolak untuk melupakan, mencari keadilan, membangkitkan hati nurani, dan memperjuangkan keadilan bagi orang-orang yang kami cintai, agar arwah para korban memperoleh ketenangan.”

Tuduhan Penutupan Informasi Mengenai Peristiwa 4 Juni

Peristiwa 4 Juni, yang juga dikenal sebagai Gerakan Demokrasi 1989, merujuk pada demonstrasi pro-demokrasi yang dipelopori mahasiswa Tiongkok sejak April 1989 dan berlangsung hampir dua bulan.

Pada dini hari 4 Juni 1989, tentara memasuki kawasan sekitar Tiananmen Square dan melakukan tindakan yang mengakhiri demonstrasi tersebut. Jumlah korban hingga kini masih menjadi perdebatan karena tidak pernah ada angka resmi yang disepakati secara luas.

Menurut artikel ini, meskipun telah berlalu 37 tahun, keluarga korban menilai kasus tersebut belum mendapatkan penyelesaian yang memadai. Mereka juga menuduh pemerintah Tiongkok terus membatasi diskusi publik mengenai peristiwa tersebut.

Menjelang peringatan 4 Juni tahun ini, anggota kelompok Tiananmen Mothers dilaporkan menerima pemberitahuan dari otoritas keamanan Beijing yang melarang mereka mengadakan kegiatan peringatan di pemakaman, membacakan pidato penghormatan, maupun mempublikasikan foto-foto kegiatan peringatan.

Pada 1 Juni, sejumlah keluarga korban mengeluarkan surat protes yang menyatakan bahwa pembatasan tersebut bertentangan dengan konstitusi, hukum, dan prinsip-prinsip kemanusiaan, serta mendesak pemerintah mencabut larangan tersebut.

Dalam wawancara dengan media asing pada 2 Juni, Zhang Xianling mengatakan bahwa sejak 28 April para anggota kelompok berada di bawah pengawasan ketat, termasuk penjagaan polisi dan pembatasan aktivitas keluar rumah maupun komunikasi dengan dunia luar.

Reaksi Internasional

Amnesty International mengkritik pemerintah Tiongkok karena dinilai terus menekan upaya masyarakat untuk mengenang peristiwa 4 Juni dan membatasi hak keluarga korban untuk berkabung.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa sensor tidak dapat menghapus ingatan tentang tindakan keras terhadap para demonstran yang tidak bersenjata pada tahun 1989, dan bahwa para korban suatu hari nanti akan memperoleh keadilan. (***)

Sumber : NTDTV.com

Donald Trump :  Iran Telah Setuju Denuklirisasi Tetapi Mungkin Akan Berubah Pikiran

EtIndonesia.com Menurut laporan New Tang Dynasty Television (NTD), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Namun, ia juga mengakui bahwa Teheran masih mungkin mengubah sikapnya di kemudian hari.

Seiring kemajuan perundingan yang disebut berjalan lancar, Trump mengatakan bahwa ia berharap dapat bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba. Sementara itu, situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran. Di Kuwait, sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan 63 orang lainnya terluka.

Trump: Iran Sudah Setuju Tidak Memiliki Senjata Nuklir

Trump mengatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Ia juga menyebut bahwa jika proses negosiasi terus berjalan dengan baik, dirinya “mungkin” akan bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba, pada suatu waktu nanti.

Trump mengatakan:”Kita tidak boleh membiarkan mereka (Iran) memiliki senjata nuklir. Ya, mereka sudah menyetujuinya. Mereka mungkin bisa berubah pikiran, tetapi ini adalah salah satu hal yang harus mereka setujui, dan mereka telah menyetujuinya. Ini adalah hal yang paling penting.”

Trump juga mengkonfirmasi bahwa Mojtaba ikut terlibat dalam proses perundingan. Menurutnya, ia mendengar bahwa kondisi kesehatan Mojtaba kurang baik, namun tetap memberikan dukungan selama negosiasi berlangsung.

Presiden AS itu juga menyebut bahwa blokade laut yang dilakukan militer AS kemungkinan akan berlanjut hingga Hari Buruh Amerika Serikat pada 7 September tahun ini. Meski demikian, ia mengisyaratkan bahwa langkah blokade terhadap Iran mungkin dapat segera diselesaikan apabila tercapai kesepakatan.

Kuwait Diserang, Bentrokan AS-Iran Kembali Terjadi

Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi bahwa sebuah drone Iran menyerang Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait.

Serangan tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 63 orang terluka. Tujuh korban dilaporkan harus menjalani operasi darurat. Bandara juga sempat ditutup untuk sementara waktu.

Rekaman dari lokasi menunjukkan dinding luar terminal runtuh, fasilitas di dalam bangunan mengalami kerusakan, serta asap dan api memenuhi area bandara. Puing-puing dan pecahan material terlihat berserakan di lokasi kejadian.

Insiden ini disebut sebagai salah satu peristiwa dengan jumlah korban luka terbanyak yang terjadi di negara-negara Arab Teluk dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Peristiwa tersebut juga menambah tekanan terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya sudah berada dalam kondisi rapuh.

Pada saat yang sama, United States Central Command (CENTCOM) mengkonfirmasi bahwa Iran meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Menurut CENTCOM:

  • Dua rudal yang diarahkan ke Kuwait jatuh atau hancur di tengah perjalanan.
  • Tiga rudal yang ditembakkan ke Bahrain berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Meski demikian, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah berhasil menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, sebuah pangkalan udara, dan beberapa helikopter.

Militer AS membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa seluruh serangan Iran gagal mencapai sasaran.

CENTCOM juga menyatakan bahwa sejauh ini sedikitnya 125 kapal dagang telah mematuhi instruksi blokade dan berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran. Selain itu, enam kapal yang dianggap melanggar aturan blokade telah dilumpuhkan.

Sebelumnya, militer AS menembakkan rudal Hellfire ke kapal tanker M/T Lexie yang sedang menuju Iran.

Menurut pihak militer AS, kapal tersebut selama 24 jam berulang kali menolak mematuhi instruksi yang diberikan. Karena itu, AS melakukan serangan yang melumpuhkan ruang mesin kapal guna mencegahnya melanjutkan pelayaran ke Iran.

Inflasi Iran Melonjak, Dikhawatirkan Memicu Krisis Politik Baru

Menurut laporan Associated Press, tingkat inflasi tahunan berdasarkan indeks harga konsumen Iran pada bulan Mei mencapai 77,2 persen.

Kenaikan harga untuk kebutuhan sehari-hari seperti obat-obatan dan layanan komunikasi bahkan mencapai 113,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lembaga kajian ekonomi Iran Bamdad Institute for Economic Studies menyebut laju kenaikan harga saat ini sebagai sesuatu yang “belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II”. Meski demikian, pemerintah Iran dinilai tidak terlalu menonjolkan pentingnya data ekonomi tersebut.

Baru-baru ini, Central Bank of Iran juga mengeluarkan laporan yang untuk pertama kalinya mengakui bahwa mata uang Iran, rial, telah mengalami depresiasi yang sangat tajam.

Sekitar sepuluh tahun lalu, satu dolar AS masih dapat ditukar dengan sekitar 32.000 rial. Kini nilai tukarnya telah merosot hingga lebih dari 1,7 juta rial per dolar AS.

Sejumlah pengamat menilai bahwa lonjakan inflasi yang sangat tinggi menunjukkan dampak tekanan militer dan ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Mereka juga memperingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi memicu krisis politik atau ketidakstabilan pemerintahan di masa mendatang.

Laporan oleh Wang Ziyi, NTD Television, Amerika Serikat.

Ukraina Menyerang Saint Petersburg, Kebakaran Besar Terjadi pada Hari Pembukaan Forum Ekonomi Putin

EtIndonesia.com   Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkonfirmasi bahwa 3 Juni dini hari, menjelang Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Saint Petersburg untuk memimpin Forum Ekonomi Internasional 2026, militer Ukraina berhasil menyerang terminal minyak di wilayah Leningrad dekat Saint Petersburg yang memiliki kapasitas bongkar muat tahunan mencapai 12,5 juta ton. Setelah beberapa ledakan, kebakaran besar terjadi dan asap tebal membumbung ke udara.

Terminal Kilang Minyak di Saint Petersburg Diserang Drone Ukraina

Pada Rabu (3 Juni), sebuah terminal pengolahan dan penyimpanan minyak berskala besar di Saint Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia, menjadi sasaran serangan drone Ukraina dalam skala besar. Api berkobar hebat dan asap hitam memenuhi langit.

Dari sekitar lokasi Saint Petersburg International Economic Forum, yang sering dijuluki sebagai “Davos versi Rusia” dan dipimpin oleh Putin, kepulan asap tebal terlihat jelas dari kejauhan.

Dalam unggahannya di platform X pada 4 Juni, Zelenskyy menulis bahwa terminal minyak Saint Petersburg, yang disebut sebagai salah satu fasilitas penyimpanan dan ekspor bahan bakar terbesar di Rusia, telah berhasil diserang meskipun berjarak sekitar 1.100 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Zelenskyy menyatakan bahwa serangan jauh ke dalam wilayah Rusia bertujuan menciptakan posisi yang lebih setara bagi Ukraina dalam perundingan damai dengan Rusia.

“Saya berterima kasih kepada angkatan bersenjata kami. Hari ini kami menunjukkan kekuatan yang besar di medan perang. Kami telah mencapai kemajuan signifikan dalam serangan jarak jauh dan berhasil menghantam target yang berjarak 1.100 kilometer,” katanya. 

Ia juga menambahkan : “Saya siap melakukan perundingan langsung dengan Putin untuk mengakhiri perang ini, bukan menunggu hingga seluruh konflik di dunia selesai baru giliran kami melakukan perundingan.”

Serangan Terjadi Saat Para Pejabat Rusia Berkumpul di Saint Petersburg

Serangan tersebut terjadi ketika para pejabat tinggi Rusia, pemimpin bisnis, dan tokoh penting lainnya sedang berdatangan ke Saint Petersburg untuk menghadiri forum ekonomi yang dipimpin Putin.

Filsuf Rusia Alexander Dugin mengatakan : “Pesan yang ingin disampaikan oleh serangan ini adalah: jangan datang ke Rusia, jangan berurusan dengan orang Rusia, jangan mempercayai mereka, karena tempat itu tidak aman.”

Sementara itu, Kremlin menyatakan bahwa Rusia akan terus melancarkan serangan terhadap Ukraina sebagai tanggapan atas serangan-serangan semacam ini.

Laporan kompilasi oleh Yu Liang, NTD Television.

Iran Luncurkan 30 Rudal dan Drone, Kuwait Laporkan 1 Orang Tewas dan 63 Orang Terluka

EtIndonesia.com  Menurut laporan New Tang Dynasty Television (NTD), situasi di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke tiga negara kawasan Teluk. Pada saat yang sama, perundingan antara Amerika Serikat dan Iran tampaknya menunjukkan kemajuan. Sejumlah analis menilai bahwa jika situasi Timur Tengah mereda, fokus strategis militer AS kemungkinan akan beralih ke kawasan Indo-Pasifik.

Militer AS Mengklaim Berhasil Mencegat Rudal dan Drone Iran

Pembawa acara Yu Ting bertanya kepada koresponden NTD di Washington, Zhang Liang, mengenai perkembangan terbaru dari pihak Iran.

Zhang Liang menjelaskan bahwa United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa pada Selasa (2 Juni), militer AS berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dan drone yang diluncurkan Iran ke wilayah Kuwait, Bahrain, dan kawasan sekitar Teluk Persia.

Menurut CENTCOM, tidak ada korban dari pihak militer AS maupun pasukan sekutunya. Namun, kondisi keamanan regional masih menjadi perhatian utama.

Trump: Dialog AS-Iran Tidak Pernah Terhenti

Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump menulis di media sosial bahwa laporan yang menyebut dialog antara Amerika Serikat dan Iran telah terhenti beberapa hari sebelumnya adalah berita palsu.

Trump mengatakan bahwa komunikasi dan perundingan antara kedua negara tetap berlangsung.

“Tidak ada yang bisa memastikan ke mana arah akhir perundingan ini. Namun apapun hasilnya, sekarang adalah saat yang tepat untuk mencapai kesepakatan. Situasi ini telah berlangsung selama 47 tahun dan tidak bisa terus berlanjut,” kata Trump. 

Dalam wawancara terpisah, Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan mediasi dengan Teheran untuk mengakhiri konflik, dan Iran pada prinsipnya telah menyetujui untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Gedung Putih: Iran Akan Berkomitmen Tidak Mengembangkan Senjata Nuklir

Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa berdasarkan nota kesepahaman yang sedang dibahas kedua pihak, Iran akan secara resmi berjanji untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Trump juga mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru terpilih, Mojtaba Khamenei, “pasti terlibat” dalam pembicaraan mengenai penghentian perang.

Ia menambahkan bahwa dirinya berharap suatu saat nanti dapat bertemu langsung dengan pemimpin Iran tersebut.

Kuwait Mendeteksi 30 Rudal dan Drone Iran

Pada Rabu (3 Juni), pemerintah Kuwait mengumumkan bahwa mereka mendeteksi sekitar 30 rudal balistik dan drone yang berasal dari Iran.

Serangan drone dilaporkan merusak Kuwait International Airport, mengakibatkan satu orang tewas dan sejumlah lainnya terluka. Operasional penerbangan di bandara tersebut juga sempat dihentikan.

Rubio: Kebijakan AS terhadap Taiwan Tidak Berubah

Selain perkembangan di Timur Tengah, perhatian juga tertuju pada kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan setelah pertemuan antara Trump dan pemimpin PKT.

Dalam sidang dengar pendapat di Senat AS, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak mengalami perubahan.

Rubio mengatakan:”Kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak berubah. Tentu saja pihak PKT berharap ada perubahan dalam penyampaiannya, tetapi faktanya tidak ada perubahan.”

Ia juga menyebut bahwa pada bulan Desember lalu pemerintah AS menyetujui paket penjualan senjata kepada Taiwan senilai sekitar 11 miliar dolar AS.

Rubio menyatakan: “Menurut saya, itu adalah penjualan senjata tunggal terbesar kepada Taiwan dalam sejarah. Nilainya sangat besar. Itu baru terjadi pada Desember lalu. Saya rasa jumlahnya bahkan lebih besar daripada total penjualan senjata kepada Taiwan selama empat tahun pemerintahan Biden.”

Rubio juga memberi tahu para senator bahwa rencana penjualan senjata tambahan senilai 14 miliar dolar AS kepada Taiwan masih dalam tahap peninjauan. (***)

Sumber : NTDTV.com

Tak Hanya Mahir Terbang, Awak Pesawat Kini Diajak Melek Saham: BEI Luncurkan Program “Awak Pesawat Investor Saham”

JAKARTA – Selama ini, pilot, pramugari, dan personel penerbangan dikenal terampil mengendalikan pesawat di angkasa. Kini, mereka juga diajak mengendalikan masa depan finansial mereka melalui pasar modal.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan program “Awak Pesawat Investor Saham” di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Program yang digelar bersamaan dengan pembukaan Sharia Investment Week (SIW) 2026 ini merupakan hasil kolaborasi BEI dengan sejumlah maskapai nasional: Garuda Indonesia, Citilink, AirAsia Indonesia, dan Jaya Trishindo.

Tujuannya? Meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman investasi di kalangan pekerja industri penerbangan yang dinamis dan penuh tantangan.

Pj. S Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa industri penerbangan memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat luas di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, sektor ini menjadi mitra penting untuk memperluas literasi keuangan sekaligus mendukung peningkatan inklusi pasar modal nasional.

“Kami berharap para pekerja di industri aviasi semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang legal, terukur, dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing,” ujar Jeffrey.

Ia menambahkan, dinamika industri penerbangan yang berkembang cepat menuntut para pekerjanya memiliki ketahanan finansial yang baik. “Di balik peran penting penerbangan dalam konektivitas nasional, para pekerjanya juga menghadapi tantangan besar. Pemahaman tentang perencanaan keuangan dan mitigasi risiko menjadi sangat relevan,” katanya.

Investor Saham Indonesia Tembus 9,5 Juta

Jeffrey juga membeberkan data menggembirakan: hingga akhir April 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 26,4 juta Single Investor Identification (SID), tumbuh lebih dari 30 persen dibanding akhir tahun sebelumnya. Khusus investor saham, angkanya telah melampaui 9,5 juta SID.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan edukasi pasar modal yang lebih dekat, relevan, dan mudah diakses oleh para pekerja industri penerbangan,” ujarnya.

Dukungan Penuh dari Maskapai

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyambut baik program ini sebagai langkah strategis membangun SDM penerbangan yang adaptif dan berdaya saing. “Kesiapan SDM tidak hanya ditentukan oleh kompetensi profesional, tetapi juga oleh kemampuan membangun ketahanan dan perencanaan finansial yang sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama AirAsia Indonesia, Kapten Achmad Sadikin, menambahkan bahwa pemahaman tentang investasi dapat membantu pekerja mempersiapkan masa depan yang lebih baik serta mendorong budaya finansial yang produktif di lingkungan penerbangan.

Simbolis Penyematan Pin “Aku Investor Saham”

Peluncuran program dilakukan secara simbolis dengan menyematkan pin “Aku Investor Saham” kepada perwakilan pekerja penerbangan, mulai dari pilot, awak kabin, hingga personel operasional. Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan cinderamata dan dukungan simbolis pembukaan rekening investasi.

BEI menyatakan bahwa ke depan, program edukasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan, baik melalui kunjungan langsung maupun platform digital.

“Kami berharap kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi berbagai industri lain di Indonesia,” tutup Jeffrey.

Sampah Sarapan Hotel Jadi Pakan Ternak: Gerakan “Beyond Waste” Grand Mercure Malang Sulap Limbah Makanan Jadi Berkah

MALANG, 5 Juni 2026 – Tepat pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, sebuah gerakan nyata lahir dari kolaborasi lintas sektor di Malang Raya. Grand Mercure Malang Mirama bersama Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Local Preneur, dan People Hub meluncurkan inisiatif “Beyond Waste” – sebuah terobosan mengubah limbah makanan hotel menjadi pakan ternak dan produk bernilai ekonomi.

Langkah ini bukan sekadar seremonial. Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, menegaskan komitmennya terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

“Beyond Waste diharapkan menjadi awal dari gerakan keberlanjutan yang dapat diterapkan secara nyata. Kami tidak hanya mengelola limbah, kami sedang membangun warisan tanggung jawab untuk generasi mendatang,” ujar Sugito dalam peluncuran di hotel setempat, Kamis (4/6/2026).

Dari Meja Sarapan ke Kandang Ternak

Bagaimana caranya? Ternyata, volume sampah makanan di hotel sangat bergantung pada tingkat hunian. Wahyu Widianto, Operational Manager Grand Mercure Malang Mirama, membeberkan data mengejutkan.

“Jika kuota sarapan 250 orang, sampah yang dihasilkan 8–10 kilogram. Saat hunian melonjak hingga 500 orang, volume sampah naik ke 13–15 kilogram,” paparnya.

Hotel ini telah menetapkan batas maksimal food waste harian sebesar 15 kilogram sesuai standar jaringan Accor global. Roti sisa dari kafe dan bar diolah kembali menjadi hidangan penutup Om Ali. Stroberi yang kurang mulus bentuknya disulap menjadi selai. Adapun sisa makanan yang benar-benar tidak layak konsumsi dialokasikan untuk kompos dan pakan ternak.

Peluang Ekonomi dari Tumpukan Sampah

Baskoro, Founder Local Preneur, menekankan bahwa bisnis masa depan harus bertanggung jawab pada lingkungan. “Langkah yang diambil tidak harus muluk-muluk, melainkan apa yang bisa dilakukan saat ini, sekecil apa pun itu,” tegasnya.

Sementara itu, pakar lingkungan dari Fakultas Peternakan Unikama, Dr. Ir. Tri Ida Wahyu Kustyorini, mengingatkan bahwa limbah makanan yang dibiarkan begitu saja akan memperparah emisi gas rumah kaca dan merusak atmosfer.

“Limbah restoran maupun rumah tangga jika tidak dimanfaatkan justru akan menambah cemaran. Padahal, jika diolah dengan baik, limbah ini memiliki nilai ekonomi tinggi yang bisa menjadi sumber pendapatan baru,” ujar Dr. Tri Ida.

Namun, ia menyayangkan masih banyak pelaku industri dan restoran yang belum mengoptimalkan pengolahan limbah mereka.

Target Ambisius: 80 Persen Pengurangan Limbah

Acara peluncuran yang dihadiri sekitar 50 delegasi dari industri perhotelan, UMKM kuliner, akademisi, dan NGO ini juga menghadirkan demonstrasi langsung pengolahan food waste menjadi pakan ternak bersama peternak lokal.

Mengusung visi “Building a Sustainable Future, One Waste at a Time” , gerakan Beyond Waste menargetkan tingkat kesadaran masyarakat sebesar 95 persen dan pengurangan limbah makanan hingga 80 persen. Inisiatif ini mendukung pencapaian SDGs, terutama SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan).

Partai Komunis Tiongkok Perketat Pengawasan, Tambah Larangan Perjalanan Menjelang Peringatan 37 Tahun Pembantaian Tiananmen 

Para aktivis melaporkan meningkatnya pemantauan, larangan bepergian, dan pengawasan ketat selama 24 jam ketika Beijing memperingati 37 tahun pembantaian tahun 1989.

EtIndonesia.com Menjelang peringatan ke-37 Pembantaian Lapangan Tiananmen 1989, rezim Tiongkok meningkatkan langkah-langkah keamanan terhadap para pembangkang dan aktivis di seluruh negeri. Hal ini berdasarkan wawancara dengan sejumlah individu yang mengatakan bahwa mereka ditempatkan di bawah pengawasan, dibatasi di rumah mereka, atau diperingatkan agar tidak berbicara secara terbuka mengenai peringatan tersebut.

Dalam pembantaian yang terjadi pada 4 Juni 1989 itu, militer Tiongkok secara brutal menindas gerakan pro-demokrasi yang dipimpin mahasiswa, mengakibatkan korban tewas dalam jumlah besar dan terluka. Hingga kini, rezim tetap sangat sensitif terhadap segala bentuk peringatan publik atas tragedi tersebut.

Pembatasan yang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Tiongkok ini mencerminkan pola yang telah berlangsung lama, di mana Partai Komunis Tiongkok (PKT) setiap tahun meningkatkan operasi keamanan politik menjelang tanggal 4 Juni.

Pada saat yang sama, organisasi advokasi yang berbasis di New York, Human Rights in China, merilis pernyataan peringatan tahunan dari Tiananmen Mothers, sebuah kelompok yang mewakili keluarga para korban yang tewas dalam pembantaian tersebut.

Kelompok itu kembali menegaskan tuntutan mereka yang telah lama disuarakan, yakni agar PKT mengungkapkan seluruh kebenaran mengenai peristiwa tersebut, memberikan kompensasi kepada keluarga korban, dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Seorang pria menyaksikan pasukan bersenjata memasuki Beijing pada malam menjelang Pembantaian Lapangan Tiananmen pada Juni 1989. Foto disediakan untuk The Epoch Times.
(Kiri) Para demonstran pro-demokrasi saat melakukan aksi unjuk rasa di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada tahun 1989. (Kanan) Lubang-lubang bekas peluru yang tersisa setelah otoritas Tiongkok melepaskan tembakan untuk menumpas gerakan pro-demokrasi di Beijing pada tahun 1989. Foto disediakan untuk The Epoch Times.
(Berlawanan arah jarum jam dari kiri atas) Mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh negeri berpartisipasi dalam demonstrasi pro-demokrasi di Beijing pada tahun 1989. (Kanan atas) Sebuah spanduk menampilkan pesan pro-demokrasi selama aksi protes di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada tahun 1989. Foto disediakan untuk The Epoch Times.
Para demonstran menyambut para perwira militer Tiongkok selama gerakan pro-demokrasi di Beijing pada tahun 1989. Foto disediakan untuk The Epoch Times.
Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk (searah jarum jam dari kiri atas) editor dan wartawan media pemerintah Tiongkok, personel militer Tiongkok, seorang profesor purnabakti Universitas Peking, serta staf Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, terlihat berpartisipasi dalam demonstrasi pro-demokrasi di Beijing pada tahun 1989. Foto disediakan untuk The Epoch Times.
Orang-orang berkumpul di dekat Zhongnanhai, kompleks kepemimpinan Tiongkok, setelah wafatnya pemimpin reformis Hu Yaobang di Beijing pada tahun 1989. Foto disediakan untuk The Epoch Times
Pasukan bersenjata memasuki Beijing pada malam menjelang Pembantaian Lapangan Tiananmen pada Juni 1989. Foto disediakan untuk The Epoch Times.
Para demonstran pro-demokrasi bersorak menyambut pasukan Tiongkok di Beijing sekitar 20 Mei 1989. Pasukan tersebut akhirnya mundur setelah para demonstran berhasil memperoleh simpati mereka. Foto disediakan untuk The Epoch Times.

Pengawasan dan Pembatasan Meningkat

Beberapa pembangkang di Tiongkok mengatakan kepada The Epoch Times bahwa petugas keamanan negara, polisi, dan pejabat lingkungan setempat mulai menghubungi mereka sejak akhir Mei, memperingatkan mereka agar tidak bepergian, menghadiri pertemuan, atau berbicara dengan media luar negeri menjelang peringatan tersebut. Mereka berbicara dengan syarat hanya nama keluarga mereka yang dipublikasikan karena khawatir akan pembalasan.

Seorang pembangkang yang tinggal di Beijing bermarga Liu mengatakan bahwa pengawasan polisi di sekitar rumahnya telah meningkat.

“Polisi sudah ditugaskan untuk mengawasi saya,” kata Liu. “Ada sebuah van tanpa tanda yang diparkir di luar, dan ke mana pun saya pergi, mereka mengikuti.”

Menurut Liu, petugas keamanan negara memerintahkannya agar tidak berpartisipasi dalam pertemuan terkait 4 Juni dan tidak mempublikasikan informasi di situs web luar negeri. Ia mengatakan bahwa pengendalian tahun ini tampaknya lebih banyak mengandalkan pengawasan langsung dibanding praktik yang di kalangan aktivis Tiongkok dikenal sebagai “perjalanan paksa”.

Dalam praktik tersebut, rezim biasanya memindahkan para pembangkang, aktivis hak asasi manusia, atau mantan peserta gerakan 1989 dari kota asal mereka dengan dalih wisata, perjalanan istirahat, atau pertemuan informal, dan menahan mereka jauh dari rumah hingga peringatan tersebut berlalu.

“Orang-orang yang terlibat langsung dalam peristiwa 4 Juni dan lebih dikenal publik mungkin masih akan dibawa pergi,” kata Liu. “Sebagian besar lainnya hanya diawasi di rumah.”

Di kalangan aktivis Tiongkok, praktik menugaskan personel untuk mengawasi seseorang selama 24 jam sehari biasanya disebut sebagai “bertugas jaga” (being on post). Pengawasan ini dapat melibatkan polisi, personel keamanan negara, komite lingkungan, petugas keamanan, atau pejabat lokal lainnya yang ditempatkan di dekat tempat tinggal seseorang.

Pembangkang dan aktivis lain yang tinggal di Beijing, bermarga Chen, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa petugas keamanan mulai mengawasinya beberapa hari sebelum peringatan tersebut.

“Dua petugas keamanan duduk bergantian di lorong luar apartemen saya,” katanya. “Bahkan ketika saya keluar untuk membeli sesuatu, mereka mengikuti saya.”

Menurut Chen, PKT sangat khawatir terhadap orang-orang yang membicarakan Pembantaian Tiananmen atau berkumpul untuk memperingatinya.

Para aktivis hak asasi manusia di wilayah lain Tiongkok juga melaporkan menerima peringatan serupa.

Seorang aktivis HAM di Provinsi Hunan bermarga Huang mengatakan kepada The Epoch Times bahwa petugas keamanan negara berulang kali menghubunginya dan memerintahkannya agar tidak meninggalkan daerah tersebut atau bertemu teman-teman di kota lain.

Menurut Huang, para aktivis di Guangxi, Chengdu, dan Chongqing menerima peringatan yang serupa dan diberitahu bahwa mereka mungkin akan dipanggil untuk diinterogasi pada 4 Juni.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, mereka mungkin membawa orang pergi selama beberapa hari,” kata Huang. “Sekarang mereka lebih cenderung mengawasi orang-orang itu di daerah masing-masing.”

Liu mengatakan ia yakin perubahan ini lebih mencerminkan upaya penghematan biaya daripada pelonggaran kontrol.

Mantan anggota Partai Demokrasi Tiongkok yang telah dilarang di Provinsi Zhejiang juga tetap berada di bawah pengawasan ketat, menurut seorang pembangkang di provinsi tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan sepenuhnya.

Pembangkang itu mengatakan bahwa beberapa aktivis terkemuka, termasuk mantan pemimpin gerakan mahasiswa Xu Guang, yang baru-baru ini dibebaskan dari penjara, serta pembangkang senior Chen Shuqing, yang menyelesaikan masa hukumannya tahun lalu, menghadapi pembatasan pergerakan dalam beberapa hari terakhir.

Ia menambahkan bahwa petugas keamanan negara memperingatkan para aktivis agar tidak menggunakan virtual private network (VPN) untuk melewati sistem sensor internet Tiongkok dan agar tidak mengunggah komentar dalam kelompok diskusi daring.

PKT tidak mengumumkan secara terbuka langkah-langkah keamanan khusus terkait peringatan tahun ini.

Namun, para aktivis di Shanghai dan Chengdu mengatakan kepada The Epoch Times bahwa pembatasan terhadap pergerakan mereka mulai diberlakukan minggu ini. Beberapa mengatakan bahwa pejabat lingkungan setempat memberi tahu mereka bahwa perjalanan normal baru akan diizinkan kembali setelah 5 Juni.

Fang Zheng, seorang aktivis pro-demokrasi yang kedua kakinya hancur terlindas tank militer Tiongkok dalam Pembantaian Lapangan Tiananmen, menghadiri aksi malam penyalaan lilin di Portsmouth Square, San Francisco, pada 3 Juni 2025. (Nathan Su/The Epoch Times)

Tiananmen Mothers Kembali Menuntut Pertanggungjawaban

Sementara itu, Tiananmen Mothers menggunakan pernyataan peringatan tahunan mereka untuk kembali menyerukan pengakuan resmi atas pembantaian tersebut.

Dalam pernyataan yang disahkan oleh kelompok itu dan dirilis oleh Human Rights in China melalui platform X pada 28 Mei, organisasi tersebut menggambarkan peristiwa 3–4 Juni 1989 sebagai sebuah tragedi ketika kekuatan militer dikerahkan terhadap mahasiswa dan warga sipil yang berpartisipasi dalam demonstrasi damai.

Kelompok tersebut mendesak PKT untuk menangani warisan tragedi tersebut melalui cara-cara yang sah dan damai serta memberikan keadilan bagi keluarga para korban.

“Selama 37 tahun, kami telah menanggung penderitaan sambil mencari kebenaran dan pertanggungjawaban,” demikian bunyi pernyataan itu, seraya menegaskan kembali tiga tuntutan utama kelompok tersebut: pengungkapan fakta-fakta yang sebenarnya, kompensasi bagi para korban, dan pertanggungjawaban bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Zhou Yu turut berkontribusi dalam laporan ini.

37 Tahun Pembantaian di Tiananmen, Penyintas Serukan Keadilan dan Kebebasan bagi Mereka yang Masih Dipenjara

Oleh : Zhou Fengsuo

Zhou Fengsuo, direktur eksekutif Human Rights in China dan pemimpin mahasiswa yang berada di Lapangan Tiananmen pada malam 3–4 Juni 1989, menyampaikan pidato berikut dalam konser peringatan 37 tahun Pembantaian Tiananmen yang diadakan di North York Civic Centre Square, Toronto, Kanada pada 30 Mei 2026.

Berada di Toronto hari ini membuat saya merasakan ikatan yang mendalam, seolah-olah saya berada di tengah teman-teman sendiri. Di saat penuh duka seperti ini, hanya ada sedikit tempat yang dapat memberikan penghiburan dan harapan, karena kita berkumpul di sini dalam jumlah besar untuk berdiri bersama Chow Hang-tung yang masih dipenjara; berdiri bersama Tiananmen Mothers; dan berdiri bersama setiap jiwa yang kehilangan nyawanya pada tahun itu.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Toronto Association for Democracy in China dan berbagai organisasi demokrasi di kota ini yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Toronto adalah salah satu kota terpenting di dunia dalam peringatan 4 Juni. Kita harus mengingat bahwa acara seperti ini, seperti aksi nyala lilin yang dahulu diadakan di Victoria Park, Hong Kong, disaksikan oleh seluruh dunia.

Tiga puluh tujuh tahun lalu, saya berada di Lapangan Tiananmen. Larut malam pada 3 Juni, saya mendengar suara tembakan dari segala arah dan melihat tank-tank bergerak masuk. Saya termasuk di antara mahasiswa terakhir yang dipaksa meninggalkan lapangan, didorong keluar oleh tank-tank itu sendiri.

Mahasiswa Universitas Peking di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada musim semi dan musim panas tahun 1989. (Epoch Times)
Beijing pada musim semi dan musim panas tahun 1989. (Epoch Times)

“Lebih dari Empat Puluh Jenazah”

Saya juga berada di sebuah rumah sakit dan melihat lebih dari empat puluh jenazah, termasuk rekan-rekan mahasiswa dari Universitas Tsinghua. Rumah Sakit Fuxing, yang terletak di bagian barat Jalan Chang’an, dipenuhi korban tewas dan terluka. Beberapa korban yang gugur dengan berani bahkan hanya bisa dibaringkan di tempat parkir sepeda di sepanjang jalan.

Saat-saat itu, hari-hari itu, tidak akan pernah saya lupakan. Saya memikul utang moral kepada setiap orang yang kehilangan nyawa. Karena itulah setiap tahun, kapan pun ada kesempatan untuk memperingati 4 Juni, saya selalu hadir.

Kita berkumpul hari ini karena terlalu banyak korban yang belum memperoleh keadilan. Kita berkumpul karena begitu banyak orang masih bertahan: bertahan di seluruh dunia, bertahan di daratan Tiongkok, dan bertahan dari balik sel-sel penjara di Hong Kong.

Hari ini saya harus berbicara tentang Xu Guang, seorang aktivis mahasiswa angkatan 1989 yang dijatuhi hukuman empat tahun penjara hanya karena memperingati 4 Juni. Ia menjalani seluruh masa hukumannya sambil melakukan mogok makan selama dipenjara. Ketika dibebaskan pada Mei 2026, tubuhnya begitu lemah hingga tidak mampu berdiri. Namun kata-kata yang ia sampaikan adalah: “Demi demokrasi dan kebebasan, kami tidak menyesal.”

Tank-tank bersiaga dalam posisi ofensif menjelang Pembantaian Lapangan Tiananmen di Beijing pada tahun 1989. Foto disediakan untuk The Epoch Times.
Lapangan Tiananmen saat peristiwa 4 Juni 1989 (sumber: internet)

Itulah makna 4 Juni. Bagi kami yang berada di sana saat itu, misi terpenting adalah mendorong Tiongkok menuju demokrasi.

Di Toronto pada 4 Juni ini, saya juga harus berbicara tentang Dong Guangping. Ia adalah seorang polisi aktif, berasal dari keluarga pejabat Partai Komunis, seorang pria yang sepenuhnya dibentuk oleh sistem tersebut. Ketika dihadapkan pada pilihan antara keadilan dan keterlibatan dalam ketidakadilan, ia memilih keadilan.

Ia berulang kali menyuarakan kebenaran tentang korban tewas dan tentang peristiwa 4 Juni. Karena itu, ia telah dipenjara sebanyak empat kali. Ia menolak menyerah dan terus mengejar kebebasan. Pada berbagai kesempatan, ia melarikan diri ke Thailand dan Vietnam, namun ditangkap dan dipulangkan secara paksa ke daratan Tiongkok.

Beberapa hari lalu, ia berhasil mencapai Korea Selatan dengan rakit yang dibuatnya sendiri setelah mengarungi laut selama lebih dari tiga puluh jam. Keluarganya telah memperoleh suaka di Kanada, dan kami bersyukur atas hal itu. Kami berharap seseorang seperti Dong Guangping dapat segera dipersatukan kembali dengan keluarganya. Saya berharap tahun depan ia dapat berdiri bersama kita, dalam keadaan bebas, untuk memperingati 4 Juni tanpa takut dibawa pergi oleh Partai.

Beijing pada musim semi dan musim panas tahun 1989. (Epoch Times)
Deskripsi saksi mata yang melihat enam jenazah mahasiswa demonstran berlumuran darah di Lapangan Tiananmen di Beijing pada pagi hari tanggal 4 Juni 1989. Diberikan kepada The Epoch Times.

“Partai Komunis Ingin Kita Melupakannya”

Kita juga memperingati 4 Juni karena satu alasan sederhana: Partai Komunis ingin kita melupakannya.

Mereka telah menggunakan segala cara yang tersedia untuk menghapus peristiwa itu dari ingatan. Namun setiap tahun, semakin banyak kebenaran yang muncul ke permukaan: lebih banyak kesaksian saksi mata, lebih banyak foto, dan lebih banyak dokumen.

Bukti paling penting yang muncul dalam setahun terakhir adalah rekaman selama enam jam dari pengadilan militer Jenderal Xu Qinxian, komandan senior PKT yang menolak perintah untuk mengerahkan pasukan terhadap para demonstran. Siapa pun yang belum menontonnya sebaiknya melakukannya. Nilai sejarahnya sangat besar.

Saat ini, militer PKT masih menjadi ancaman bagi perdamaian dunia, terutama terhadap Taiwan. Pada saat yang kritis ini, kami juga menyerukan kepada para prajurit yang masih memiliki hati nurani di dalam militer tersebut agar menolak menjadi alat penindasan dan menolak menjalankan perintah semacam itu.

Hari ini, ketika kita memperingati 4 Juni, kita juga berutang rasa terima kasih yang mendalam kepada rakyat Hong Kong.

Seorang pria Tionghoa sendirian menghalangi barisan tank yang bergerak ke arah timur di Jalan Perdamaian Abadi Beijing setelah pembantaian Lapangan Tiananmen, pada 5 Juni 1989. Jeff Widener/AP Photo

Selama lebih dari tiga dekade, aksi nyala lilin di Victoria Park—pertemuan publik tahunan terbesar di dunia untuk mengenang 4 Juni—membuat dunia tetap mengingat apa yang terjadi. Ketika PKT memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong pada tahun 2020 dan secara sistematis menghancurkan masyarakat sipil, aksi-aksi tersebut dilarang. Para penyelenggaranya dipenjara.

Rasa hormat terdalam kami ditujukan kepada para pemimpin berani Hong Kong Alliance in Support of Patriotic Democratic Movements of China, terutama Chow Hang-tung, seorang pengacara dan aktivis Hong Kong yang masih kecil ketika tragedi 4 Juni terjadi, tetapi kini menjadi simbol paling hidup dari semangat tahun 1989.

Kami yang berada di sana pada malam itu memberikan penghormatan kepadanya.

Mahasiswa pro-demokrasi menggelar aksi mogok makan di Lapangan Tiananmen di Beijing pada musim semi tahun 1989.
(Disediakan untuk The Epoch Times)
(Kiri) Seorang demonstran pro-demokrasi yang melakukan mogok makan mengamati dari Lapangan Tiananmen di Beijing pada musim semi tahun 1989. Bajunya bertuliskan, “Aku mendedikasikan darahku untuk tanah air.” (Kanan Atas) Sebuah bus membawa spanduk bertuliskan, “Hidup mahasiswa universitas,” di Beijing pada musim semi tahun 1989. (Kanan Bawah) Sekelompok demonstran pro-demokrasi berdiri di sekitar plakat bertuliskan “deklarasi mogok makan” di Beijing pada musim semi tahun 1989.
Disediakan untuk The Epoch Times
Para demonstran pro-demokrasi bersorak dan berbicara dengan pasukan Tiongkok yang diperintahkan untuk memasuki Beijing pada Mei 1989. Para tentara bersimpati kepada para demonstran dan akhirnya mundur. (Disediakan untuk The Epoch Times)
Seorang perwira militer mengangkat papan bertuliskan, “Kemenangan bagi kampus mahasiswa,” sementara kerumunan bersorak selama protes pro-demokrasi di Beijing pada musim semi tahun 1989. (Disediakan untuk The Epoch Times)
(Kiri) Seorang perwira militer melambaikan tangan kepada para demonstran pro-demokrasi di Beijing pada musim semi tahun 1989. (Searah jarum jam dari kanan atas) Para demonstran pro-demokrasi dalam konfrontasi dengan pasukan militer Tiongkok di Beijing pada Mei 1989. Disediakan untuk The Epoch Times

Hong Kong Kini Diperintah dengan Lebih Keras

Beijing pada musim semi dan musim panas tahun 1989. (Epoch Times)
Beijing pada musim semi dan musim panas tahun 1989. (Epoch Times)
Beijing pada musim semi dan musim panas tahun 1989. (Epoch Times)
Beijing pada musim semi dan musim panas tahun 1989. (Epoch Times)
Beijing pada musim semi dan musim panas tahun 1989. (Epoch Times)
Beijing pada musim semi dan musim panas tahun 1989. (Epoch Times)

Hong Kong saat ini, di bawah rezim keamanan nasional PKT, diperintah dengan lebih keras daripada banyak wilayah di daratan Tiongkok.

Chow Hang-tung dipenjara, dan akhir masa hukumannya masih belum terlihat. Namun setiap kali mendapat kesempatan, ia tetap berbicara.

Ketika Victoria Park ditutup dan aksi peringatan dilarang, ia mengubah ruang sidang menjadi Victoria Park, menggunakan persidangannya untuk menyampaikan kebenaran, berbicara bagi Tiananmen Mothers, dan berbicara demi sejarah.

Dengan adanya orang-orang seperti dirinya, saya tahu bahwa cita-cita yang diperjuangkan mereka yang gugur pada tahun 1989 masih hidup hingga hari ini. Dengan adanya orang-orang seperti dirinya, bagaimana mungkin kami yang hidup di pengasingan membenarkan diri jika berhenti berjuang?

Teladannya menunjukkan satu hal dengan jelas: sekeras apa pun tirani PKT memenjarakan tubuh seseorang, mereka tidak dapat memenjarakan hati nurani.

Tanggal 4 Juni bukan hanya milik masa lalu. Ia juga milik hari ini: milik setiap tahanan politik, setiap jurnalis yang menolak dibungkam, dan setiap orang yang berani mengatakan kebenaran.

Selama kita terus melangkah dan terus memperingatinya, impian tentang Tiongkok yang bebas dan demokratis akan tetap hidup.

Pekerjaan kita suatu hari nanti akan membantu membawa Tiongkok menuju demokrasi. Sebuah Tiongkok yang demokratis akan menjadi hadiah terbesar yang dapat diterima dunia. Terima kasih.

Sumber : Visiontimes.com

Uni Eropa Bersiap Hantam Tiongkok, Beijing Ancam Balas Tanpa Ampun

EtIndonesia.com Hubungan ekonomi antara Uni Eropa dan Tiongkok memasuki fase yang semakin menegangkan. Setelah bertahun-tahun mempertahankan hubungan dagang yang saling menguntungkan namun penuh ketidakseimbangan, para pembuat kebijakan di Brussel kini mulai mempertimbangkan langkah-langkah yang jauh lebih tegas terhadap Beijing.

Laporan yang dipublikasikan Bloomberg pada 3 Juni 2026 mengungkapkan bahwa Uni Eropa sedang mempersiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan memburuknya hubungan ekonomi dengan Tiongkok. Bahkan, sejumlah pejabat dan analis menilai blok tersebut kini tengah bersiap menghadapi bentuk baru perang dagang yang lebih luas dan lebih sistematis dibandingkan sebelumnya.

Perkembangan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai membengkaknya defisit perdagangan, ketergantungan industri Eropa terhadap rantai pasokan Tiongkok, serta semakin ketatnya persaingan ekonomi global.


Brussel Menilai Hubungan Ekonomi Saat Ini Tidak Lagi Berkelanjutan

Pada pekan terakhir Mei 2026, Komisi Eropa mengadakan serangkaian pembahasan internal dan konsultasi strategis mengenai masa depan hubungan ekonomi dengan Tiongkok.

Dalam diskusi tersebut, para pejabat Uni Eropa secara terbuka menyampaikan bahwa pola perdagangan dan investasi yang berlangsung saat ini dianggap sudah tidak lagi berkelanjutan.

Menurut pandangan Brussel, hubungan ekonomi antara kedua pihak perlu diseimbangkan kembali melalui pendekatan yang lebih tegas, konsisten, dan berorientasi pada perlindungan industri strategis Eropa.

Kekhawatiran utama Uni Eropa berpusat pada beberapa persoalan mendasar, antara lain:

  • Masuknya produk-produk murah dari Tiongkok dalam jumlah besar ke pasar Eropa.
  • Kelebihan kapasitas produksi industri Tiongkok yang terus meningkat.
  • Ketergantungan sejumlah sektor penting Eropa terhadap bahan baku dan komponen dari Tiongkok.
  • Meningkatnya persaingan global akibat kebijakan proteksionisme yang juga diterapkan Amerika Serikat.

Para pejabat Eropa menilai kombinasi faktor-faktor tersebut telah menciptakan tekanan yang semakin besar terhadap sektor manufaktur domestik.


Sejumlah Langkah Pembatasan Sedang Dipertimbangkan

Dalam upaya mengurangi risiko ekonomi dan meningkatkan ketahanan industri, Uni Eropa saat ini sedang mempertimbangkan berbagai instrumen kebijakan baru.

Beberapa langkah yang dibahas meliputi:

1. Diversifikasi Rantai Pasokan

Perusahaan-perusahaan Eropa akan didorong untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok dari Tiongkok dengan mencari sumber alternatif dari negara-negara lain.

Strategi ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi apabila terjadi gangguan geopolitik, konflik dagang, atau pembatasan ekspor di masa depan.

2. Perluasan Kuota dan Tarif Impor

Uni Eropa juga mempertimbangkan penggunaan tarif dan kuota impor yang lebih luas terhadap sejumlah produk tertentu yang dianggap mengganggu daya saing industri lokal.

Langkah ini dipandang sebagai cara untuk melindungi produsen Eropa dari persaingan yang dinilai tidak seimbang.

3. Pembatasan di Sektor Strategis

Beberapa sektor yang dianggap sangat penting bagi keamanan ekonomi dan teknologi Eropa kemungkinan akan menghadapi pembatasan lebih ketat terhadap investasi maupun ekspansi perusahaan Tiongkok.

Sektor-sektor tersebut meliputi:

  • Industri kimia
  • Industri logam
  • Teknologi energi bersih
  • Teknologi strategis dan manufaktur berteknologi tinggi

Uni Eropa Ingin Melindungi Seluruh Industri, Bukan Sekadar Produk Tertentu

Komisaris Industri Uni Eropa, Stéphane Séjourné, menegaskan bahwa pendekatan baru Eropa tidak hanya berfokus pada perusahaan atau produk tertentu.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini bersifat struktural sehingga membutuhkan perlindungan yang mencakup keseluruhan sektor industri.

Ia berpendapat bahwa Eropa harus membangun strategi industri yang mampu menjaga daya saing jangka panjang, sekaligus mengurangi kerentanan terhadap tekanan eksternal.

Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan penting dalam cara pandang Brussel, dari pendekatan perdagangan bebas menuju pendekatan yang lebih menekankan keamanan ekonomi dan kemandirian industri.


Defisit Perdagangan dengan Tiongkok Mencapai Rekor Tinggi

Salah satu alasan utama meningkatnya kekhawatiran di Brussel adalah besarnya ketimpangan perdagangan antara kedua pihak.

Data tahun 2025 menunjukkan bahwa defisit perdagangan barang Uni Eropa terhadap Tiongkok mencapai sekitar 359,9 miliar euro.

Angka tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah hubungan ekonomi kedua kawasan.

Bagi banyak pembuat kebijakan Eropa, kondisi ini menunjukkan bahwa manfaat perdagangan tidak lagi dirasakan secara seimbang.

Sementara Tiongkok terus meningkatkan ekspor ke pasar Eropa, banyak perusahaan Eropa masih menghadapi berbagai hambatan ketika mencoba memperluas akses ke pasar Tiongkok.


Beijing Ancam Melakukan Tindakan Balasan

Pemerintah Tiongkok tidak tinggal diam menghadapi rencana kebijakan baru tersebut.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa apabila Uni Eropa memberlakukan kebijakan yang dianggap diskriminatif atau merugikan kepentingan perusahaan-perusahaan Tiongkok, maka Beijing akan mengambil langkah balasan yang tegas.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa ketegangan ekonomi antara kedua pihak berpotensi meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

Para analis menilai bahwa jika kedua pihak terus memperluas pembatasan perdagangan, maka hubungan ekonomi yang selama ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia dapat memasuki periode ketidakpastian baru.


Uni Eropa Masih Terpecah Mengenai Sikap terhadap Beijing

Meskipun terdapat dorongan kuat untuk memperketat kebijakan terhadap Tiongkok, negara-negara anggota Uni Eropa belum sepenuhnya memiliki pandangan yang sama.

Beberapa negara seperti:

  • Prancis
  • Italia
  • Spanyol

cenderung mendukung pendekatan yang lebih keras terhadap Beijing.

Namun, posisi berbeda datang dari Jerman

Sebagai ekonomi terbesar di Eropa, Jerman masih menunjukkan sikap lebih hati-hati karena banyak perusahaan besar Jerman memiliki investasi besar dan ketergantungan yang tinggi terhadap pasar Tiongkok.

Sektor otomotif, mesin industri, dan manufaktur Jerman selama bertahun-tahun memperoleh keuntungan besar dari aktivitas bisnis di Tiongkok.

Karena itu, Berlin khawatir bahwa konfrontasi ekonomi yang terlalu agresif dapat berdampak negatif terhadap kepentingan bisnis nasional.


Tiga Sinyal Besar bagi Ekonomi Global

Perkembangan terbaru ini dianggap memberikan tiga pesan penting bagi dunia usaha dan ekonomi global.

Pertama, Era Globalisasi Murah Mulai Berubah

Keuntungan yang selama ini diperoleh dari rantai pasokan global yang sangat terintegrasi mulai berkurang akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.

Kedua, Model Bisnis Berbasis Biaya Murah Menghadapi Risiko Lebih Besar

Perusahaan yang hanya mengandalkan produksi berbiaya rendah kini harus memperhitungkan risiko baru berupa regulasi perdagangan, sanksi ekonomi, dan konflik geopolitik.

Ketiga, Teknologi Digital Akan Semakin Penting

Ketika rantai pasokan fisik menghadapi berbagai hambatan, perusahaan diperkirakan akan semakin mengandalkan:

  • Otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI)
  • Layanan digital lintas negara
  • Sistem logistik cerdas
  • Jaringan bisnis yang lebih terdesentralisasi

untuk mempertahankan fleksibilitas dan daya saing global.


Proposal Konkret Diperkirakan Muncul pada Kuartal Ketiga 2026

Menurut sejumlah sumber di Brussel, Uni Eropa kemungkinan akan mulai mengajukan proposal kebijakan yang lebih konkret pada kuartal ketiga tahun 2026, yakni antara Juli hingga September.

Apabila langkah-langkah tersebut benar-benar diterapkan, hubungan ekonomi antara Uni Eropa dan Tiongkok akan memasuki babak baru yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Yang dipertaruhkan bukan lagi sekadar sengketa tarif atau perselisihan dagang jangka pendek, melainkan proses restrukturisasi hubungan ekonomi yang lebih mendalam dan berpotensi mengubah pola perdagangan global dalam jangka panjang.

Dengan semakin meningkatnya rivalitas ekonomi antara kekuatan-kekuatan besar dunia, banyak pengamat menilai bahwa tahun 2026 dapat menjadi titik balik penting dalam hubungan antara Brussel dan Beijing, sekaligus menentukan arah baru sistem perdagangan internasional pada dekade mendatang. (***)

Bandara Kuwait Diserang Drone Iran : 1 Orang Tewas dan Melukai Lebih 60 Orang, Militer AS Melancarkan Operasi Balasan

EtIndonesia.com Menurut laporan New Tang Dynasty Television (NTD), pada Rabu (3 Juni), Bandara Internasional Kuwait diserang oleh drone Iran. Asap tebal terlihat membumbung di lokasi kejadian. Serangan tersebut menyebabkan satu orang tewas dan lebih dari 60 orang terluka.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dalam sebuah wawancara baru-baru ini mengatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Ia juga menyatakan bahwa jika ada kesempatan, ia mungkin akan bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba. Pada Rabu malam, Trump mengatakan bahwa perundingan dengan Iran berjalan “sangat baik” dan mengisyaratkan bahwa kesepakatan mungkin dapat dicapai pada akhir pekan ini.

Bandara Kuwait Diserang Drone Iran, AS Melakukan Serangan Balasan

Seorang perekam video di lokasi berkata:”Di sini terbakar!”

Pada Rabu, Bandara Internasional Kuwait diserang oleh drone Iran. Asap tebal membumbung ke udara dan lokasi kejadian tampak porak-poranda. Serangan tersebut menewaskan seorang warga negara India dan melukai lebih dari 60 orang. Operasional penerbangan sempat dihentikan untuk sementara.

Kementerian Luar Negeri Kuwait pada hari yang sama mengecam serangan berulang Iran dengan istilah yang paling keras, menyebutnya sebagai tindakan barbar.

Negara-negara Timur Tengah seperti Lebanon, Arab Saudi, Qatar, Yordania, dan Uni Emirat Arab juga secara serempak mengecam tindakan Iran.

Sebelumnya, Iran juga menembakkan sejumlah rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, serta mengklaim tindakan tersebut sebagai gelombang balasan terbaru. Militer AS menyatakan bahwa rudal-rudal itu either meleset dari sasaran atau berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Sehari sebelumnya, United States Central Command (CENTCOM) mengumumkan bahwa pesawat tempur AS menembakkan rudal Hellfire dan melumpuhkan kapal tanker kosong bernama Lexi yang berusaha memasuki zona blokade.

Setelah itu, Islamic Revolutionary Guard Corps dilaporkan meluncurkan drone ke arah kapal-kapal sipil di Teluk Persia. Militer AS kemudian melakukan “serangan pertahanan diri”, menembak jatuh drone yang memasuki wilayah operasi dan menghancurkan fasilitas militer Iran di Pulau Qeshm.

Menurut laporan Kantor Berita Internasional Iran, pada Rabu sejumlah kota Iran, termasuk Teheran, Karaj, Bojnurd, dan Urmia, terdengar suara ledakan disertai sirine pertahanan udara.

Seorang reporter CNN yang berada di Iran mengatakan: “Semua ini tentu membuat situasi menjadi sangat rumit. Saat ini kedua pihak masih mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk mencoba mencapai suatu bentuk kesepakatan guna mengakhiri perang.”

Trump: Iran Setuju Tidak Memiliki Senjata Nuklir, Blokade AS Mungkin Berlanjut hingga September

Dalam wawancara dengan program “Pod Force One”, Presiden Trump mengatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Menurutnya, terlepas dari apakah Iran nantinya akan mengubah sikap atau tidak, Teheran harus mematuhi komitmen tersebut.

“Kami harus memastikan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” katanya. 

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak perlu mengerahkan pasukan darat ke Iran dan menegaskan bahwa serangan udara telah menghancurkan sebagian besar kekuatan militer Iran.

“Iran tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki angkatan udara, dan jumlah tentaranya sangat sedikit. Mereka juga tidak memiliki kepemimpinan yang efektif. Maksud saya, para pemimpin awal mereka sudah disingkirkan,” katanya. 

Trump juga menyebut bahwa Mojtaba, yang jarang muncul di hadapan publik, turut terlibat dalam dialog yang sedang berlangsung. Ia menambahkan bahwa dirinya mungkin akan bertemu dengan Mojtaba pada suatu waktu nanti.

Selain itu, Trump mengungkapkan bahwa blokade laut yang diberlakukan militer AS terhadap Iran kemungkinan akan berlangsung hingga September.

CENTCOM mengkonfirmasi bahwa hingga 3 Juni, militer AS telah memerintahkan 125 kapal dagang untuk berbalik arah dan melumpuhkan enam kapal yang dianggap melanggar aturan blokade.

“Ekonomi mereka sedang runtuh. Inflasi mencapai 250 persen. Bisa dikatakan semua kondisi buruk berkumpul menjadi satu,” ujarnya. 

Sumber : NTDTV.com.

Asap Membubung di Kota Putin! Serangan Ukraina Guncang Rusia Saat Dunia Menonton

EtIndonesia.com– Medan perang Rusia–Ukraina kembali memasuki fase yang sangat intens setelah kedua belah pihak melancarkan serangkaian serangan besar dalam waktu kurang dari 24 jam. Rusia meluncurkan salah satu gelombang serangan udara terbesar sejak perang dimulai, termasuk penggunaan delapan rudal hipersonik Zircon secara bersamaan untuk pertama kalinya. Sebagai balasan, Ukraina mengirimkan drone jarak jauh yang berhasil mencapai Saint Petersburg, kota kelahiran Presiden Rusia Vladimir Putin, tepat pada hari pembukaan forum ekonomi paling bergengsi di Rusia.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya semakin brutal di garis depan, tetapi juga semakin meluas ke wilayah-wilayah strategis yang selama ini relatif jauh dari medan pertempuran utama.


Rusia Luncurkan 729 Senjata Serangan Udara dalam Satu Malam

Menurut laporan resmi Angkatan Udara Ukraina, pada malam 2 Juni 2026, militer Rusia melaksanakan serangan udara besar-besaran terhadap berbagai wilayah Ukraina.

Dalam operasi tersebut, Rusia meluncurkan total 729 senjata serangan udara, yang terdiri dari:

  • 656 unit drone serang
  • 73 rudal berbagai jenis

Di antara rudal yang digunakan, perhatian terbesar tertuju pada penggunaan:

  • 8 rudal hipersonik 3M22 Zircon
  • 33 rudal balistik Iskander-M

Penggunaan delapan rudal Zircon sekaligus merupakan jumlah terbesar yang pernah digunakan Rusia dalam satu operasi tempur sejak rudal tersebut mulai dioperasikan.

Rudal Zircon dikenal sebagai salah satu senjata paling canggih milik Rusia. Rudal ini mampu melaju dengan kecepatan hipersonik yang sangat tinggi sehingga jauh lebih sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.


Kyiv Menjadi Sasaran Utama Serangan

Serangan Rusia terutama difokuskan ke ibu kota Ukraina, Kyiv, yang kembali menjadi target utama bombardemen.

Selain Kyiv, sejumlah kota besar lainnya juga terkena dampak serangan, antara lain:

  • Dnipro
  • Kharkiv
  • Zaporizhzhia
  • Poltava

Otoritas Ukraina melaporkan bahwa di Kyiv sedikitnya:

  • 6 orang tewas
  • 63 orang terluka

Sementara itu, di kota Dnipro jumlah korban jiwa dilaporkan mencapai:

  • 11 orang tewas

Tim penyelamat dan layanan darurat terus bekerja di berbagai lokasi yang terkena serangan untuk mencari korban serta membersihkan puing-puing bangunan yang hancur.


Rudal Zircon Datang dari Arah yang Tidak Biasa

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat, mengungkapkan bahwa terdapat perubahan pola peluncuran rudal Rusia.

Menurut Ihnat, sebagian rudal Zircon kali ini tidak ditembakkan dari arah Krimea sebagaimana yang sering terjadi sebelumnya.

Sebaliknya, rudal-rudal tersebut datang dari arah utara.

Perubahan jalur serangan ini memunculkan dugaan bahwa Rusia mungkin telah memindahkan atau menata ulang sistem peluncur rudal pantai Bastion yang selama ini menjadi salah satu platform utama untuk menembakkan rudal Zircon.

Para analis militer menilai perubahan posisi peluncuran tersebut dapat menjadi upaya Rusia untuk memperumit perhitungan sistem pertahanan udara Ukraina.


Ukraina Balas Serang Saint Petersburg

Tidak menunggu lama, Ukraina segera melakukan serangan balasan yang membawa perang lebih jauh ke wilayah Rusia.

Pada 3 Juni 2026, hanya beberapa jam sebelum pembukaan Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg, drone-drone Ukraina dilaporkan menyerang sejumlah target di kota tersebut.

Salah satu sasaran utama adalah terminal minyak yang berada di kawasan pelabuhan.

Serangan tersebut memicu kebakaran dan kepulan asap tebal yang terlihat hingga dari kawasan pusat bersejarah kota.

Peristiwa ini menjadi sangat simbolis karena terjadi tepat ketika Rusia sedang bersiap menyelenggarakan forum ekonomi tahunan yang selama ini dipandang sebagai etalase kekuatan ekonomi dan diplomasi Moskow.


Bandara Pulkovo Terganggu, Puluhan Penerbangan Terdampak

Dampak serangan drone tidak hanya dirasakan oleh fasilitas industri.

Otoritas Rusia juga terpaksa memberlakukan pembatasan operasional di Bandara Pulkovo, bandara utama Saint Petersburg.

Akibat situasi keamanan tersebut:

  • Lebih dari 30 penerbangan mengalami penundaan
  • Sejumlah penerbangan dibatalkan

Gangguan tersebut menunjukkan bahwa serangan drone Ukraina kini mampu memengaruhi aktivitas sipil dan ekonomi di salah satu kota terpenting Rusia.


Rusia Klaim Tembak Jatuh 59 Drone

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh 59 drone Ukraina di wilayah Leningrad.

Meski demikian, pihak Rusia mengakui bahwa beberapa fasilitas tetap mengalami kerusakan akibat pecahan drone maupun serangan yang berhasil menembus pertahanan.

Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Namun hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai tingkat kerusakan penuh pada fasilitas energi yang menjadi sasaran.


Ukraina Klaim Serang Kapal Perang Rusia

Selain menyerang terminal minyak, Ukraina juga mengklaim telah menghantam fregat Rusia Boikiy.

Menurut pihak Ukraina, kapal perang tersebut sedang berada di galangan kapal kering di Pangkalan Angkatan Laut Kronstadt ketika serangan terjadi.

Apabila klaim tersebut terbukti benar, maka serangan ini akan menjadi salah satu operasi Ukraina yang paling berani terhadap aset militer strategis Rusia di kawasan Baltik.

Hingga kini pihak Rusia belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kerusakan kapal tersebut.


Forum Ekonomi Rusia Dibuka di Tengah Asap dan Serangan

Serangan terhadap Saint Petersburg terjadi pada momen yang sangat sensitif bagi Kremlin.

Pada hari yang sama, Rusia membuka Saint Petersburg International Economic Forum, forum ekonomi terbesar di negara tersebut yang sering dijuluki sebagai “Davos Rusia”.

Forum tersebut selama bertahun-tahun digunakan Kremlin untuk menunjukkan:

  • Ketahanan ekonomi Rusia
  • Daya tarik investasi
  • Hubungan ekonomi internasional
  • Kemampuan Rusia bertahan menghadapi sanksi Barat

Namun kali ini, pembukaan forum berlangsung di tengah laporan serangan drone, gangguan penerbangan, serta asap tebal yang membumbung dari kawasan pelabuhan.

Banyak pengamat menilai situasi tersebut menjadi simbol bahwa perang kini semakin mendekati pusat-pusat strategis Rusia.


Zelenskyy: Ukraina Siap Bertemu Putin

Di tengah meningkatnya eskalasi militer, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pernyataan penting terkait kemungkinan perundingan damai.

Dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina telah siap melakukan perundingan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut Zelenskyy, Kyiv tidak ingin terus menunggu hingga Amerika Serikat menyelesaikan berbagai konflik internasional lainnya sebelum memberikan perhatian penuh terhadap perang di Ukraina.

Ia juga menegaskan bahwa kemampuan Ukraina menyerang target jauh di dalam wilayah Rusia telah meningkatkan posisi tawar Kyiv dalam setiap kemungkinan negosiasi di masa mendatang.


Zelenskyy: NATO Membutuhkan Ukraina

Dalam kesempatan yang sama, Zelenskyy kembali menekankan pentingnya hubungan Ukraina dengan NATO.

Ia menyatakan bahwa semakin banyak negara anggota NATO yang menyadari bahwa aliansi tersebut membutuhkan Ukraina sama besarnya dengan Ukraina membutuhkan NATO.

Menurut Zelenskyy, keberadaan Ukraina sebagai negara garis depan dalam menghadapi Rusia telah memberikan pengalaman tempur dan kemampuan militer yang bernilai strategis bagi aliansi Barat.

Ia bahkan berpendapat bahwa dalam jangka panjang Rusia sendiri pada akhirnya akan lebih diuntungkan apabila Ukraina menjadi bagian dari NATO dibandingkan menghadapi konsekuensi konflik yang berkepanjangan.


Rubio Akui Jalan Menuju Perdamaian Masih Sulit

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memberikan penilaian yang lebih berhati-hati mengenai prospek perdamaian.

Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak dapat dianggap sebagai mediator yang sepenuhnya netral karena Washington:

  • Memberikan bantuan militer kepada Ukraina
  • Menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia

Menurut Rubio, hingga saat ini baik Moskow maupun Kyiv masih belum menunjukkan tingkat kompromi yang diperlukan untuk mengakhiri perang.

Ia secara khusus menyoroti bahwa Rusia masih memperlihatkan sangat sedikit kemauan untuk melakukan konsesi yang dapat membuka jalan menuju kesepakatan damai.


Konflik Memasuki Babak Baru

Rangkaian peristiwa pada 2–3 Juni 2026 memperlihatkan bahwa perang Rusia–Ukraina kini memasuki fase yang semakin berbahaya. Rusia meningkatkan penggunaan rudal hipersonik dan serangan udara massal, sementara Ukraina semakin berani menyerang target strategis jauh di dalam wilayah Rusia, termasuk kawasan Saint Petersburg yang memiliki nilai simbolis tinggi bagi Kremlin.

Dengan serangan yang kini mendekati kampung halaman Putin dan aset-aset penting Armada Baltik Rusia, serta belum adanya tanda-tanda kompromi serius dari kedua pihak, peluang tercapainya perdamaian dalam waktu dekat masih terlihat sangat sulit. Sebaliknya, konflik justru menunjukkan tanda-tanda eskalasi baru yang dapat memperluas dampaknya terhadap keamanan Eropa dan stabilitas global. (***)