50 Kali Lebih Kuat dari Fentanyl, Narkoba Buatan Tiongkok Mengancam Terjadinya ‘Tsunami Kematian’ di Inggris

oleh Li Zhaoxi

Saat ini, obat opioid Nitazenes sedang melanda Inggris. Para ahli memperingatkan bahwa jenis narkoba baru ini, yang 50 kali lebih kuat daripada fentanyl, dapat mengancam terjadinya “tsunami kematian” di Inggris.

Nitazenes juga dikenal sebagai obat pembunuh “Frankenstein”, sebagian besar diproduksi oleh laboratorium rahasia di Tiongkok kemudian diselundupkan ke Inggris melalui jalur penyelundupan. Dengan adanya penurunan pasokan heroin, dan setelah Taliban melarang penanaman opium, maka peredaran opioid ini kemungkinan akan terus meningkat. 

Akibat pasokan heroin dari Afghanistan akan habis dalam 6 bulan mendatang, maka Nitazenes menjadi semakin populer di kalangan pengedar narkoba. Menurut penuturan Tony D’Agostino, seorang pakar narkoba pelatih pekerja garis depan, bahwa ahli kimia bawah tanah sedang mencari obat semacam itu.

Bulan lalu, polisi Inggris menemukan 150.000 butir pil Nitazenes dan uang tunai senilai GBP. 60.000,- (setara USD. 75.000,-) dalam suatu penggerebekan di wilayah utara Kota London.

Kepada media “The Mirror” Tony D’Agostino mengatakan : “Narkoba itu dikenal sebagai obat ‘Frankenstein’ karena dapat dicampur dengan pil atau bubuk. Ia tidak ‘berwajah’ atau berbentuk lainnya.”

Narkoba sintetik tersebut dicampurkan ke dalam heroin oleh para pengedar narkoba yang sangat membutuhkan uang tunai, karena harganya yang murah selain sangat membuat pemakainya ketagihan dan meningkatkan perasaan gembira berlebihan (euforia). Ketika Nitazenes dicampurkan ke dalam obat terlarang jalanan, hal ini dapat berakibat fatal karena efeknya seringkali lebih kuat dari perkiraan pengguna. Di Kota Dublin misalnya, ada 40 orang pecandu heroin mengalami overdosis hanya dalam waktu 36 jam setelah mengonsumsi obat terlarang tersebut.

Kadang-kadang pengguna pun tidak tahu jika dirinya menggunakan Nitazenes, dan ketika polisi menangkap beberapa pecandu narkoba yang mengira mereka menggunakan heroin, menemukan bahwa mereka sebenarnya menggunakan Nitrazenes, parasetamol, dan kafein.

Di Inggris, Nitazenes telah membunuh 49 orang, termasuk seorang pengusaha muda dan remaja pengembang perangkat lunak.

“Mereka bisa masuk ke rantai pasokan heroin dan obat-obatan mirip alprazolam yang bisa dibeli secara online atau melalui media sosial”, kata D’Agostino. 

“Kekhawatiran yang lebih besar adalah obat terlarang ini bisa memasuki pasar ganja, karena ada sebanyak 16 Juta orang perokok ganja di Inggris”.

Polisi sedang menguji pasokan obat tersebut, namun perusahaan farmasi belum mengembangkan tes urin atau usap untuk pemakai Nitazenes, sehingga sulit untuk mendeteksinya. Bulan lalu, Nitazenes ditemukan di Inggris yang dimasukkan ke dalam 9 batch paket pil dan heroin yang diuji oleh layanan narkoba “Wedinos”.

Nitazenes awalnya dikembangkan sebagai obat penghilang rasa sakit oleh perusahaan farmasi Swiss “Ciba” pada tahun 1950an, namun tidak diperkenalkan ke pasar karena efeknya terlalu kuat.

Office for Health Improvement and Disparities (OHID) di Inggris menyatakan, bahwa Naloxone (penangkal overdosis opioid) dapat melawan Nitazenes, namun obat ini harus segera diberikan, karena efek Nitazenes terlalu kuat sehingga dapat menyebabkan berhentinya napas.

Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang overdosis dengan Nitazenes seringkali memerlukan dua dosis Naloxone untuk menetralisirnya, sedangkan pengguna fentanyl hanya membutuhkan satu dosis.

Dengan meluasnya peredaran Nitazenes, bukan hanya pengguna narkoba yang terkena dampaknya, tetapi para gembong narkoba pun bisa mengalami pertumpahan darah ketika narkoba jenis baru buatan Tiongkok ini memasuki pasar. Keterlibatan mereka dapat memicu konflik antar geng yang bersaing.

“Kita tahu bahwa beberapa jenis narkoba yang masuk itu diproduksi secara massal di pabrik-pabrik Tiongkok. Jika geng kriminal Tiongkok memasuki pasar, hal ini dapat menyebabkan perpecahan di antara kelompok pedagang narkoba yang berbeda,” kata D’Agostino. (sin)

Patuhi Perubahan Perilaku, KPPU Hentikan Perkara PT Kobe Boga Utama

JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengeluarkan Penetapan untuk penghentian Perkara Nomor 11/KPPU-L/2023 terkait Dugaan Pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam Perjanjian Distribusi PT Kobe Boga Utama (“KOBE”), seiring dengan dilaksanakannya Pakta Integritas Perubahan Perilaku oleh KOBE. 

Ketetapan tersebut disampaikan dalam Sidang Majelis Komisi Pemeriksaan Pendahuluan beragendakan Penilaian Majelis Komisi terkait Pengawasan Pakta Integritas Perubahan Perilaku yang dilaksanakan kemarin,  4 Desember 2023 di Kantor Pusat KPPU Jakarta. Bertindak sebagai Ketua Majelis Komisi dalam sidang tersebut, Komisioner Yudi Hidayat, dengan dibantu oleh Komisioner Chandra Setiawan dan Komisioner Dinni Melanie sebagai Anggota Majelis Komisi.   

KOBE merupakan produsen tepung bumbu yang berlokasi di Tangerang sejak tahun 1995.Mulai tahun 2006, mereka mulai meluncurkan divisi Food Service untuk melayani pelanggan industri bidang makanan dan retail.

 Pada tahun 2009 melalui tim pemasarannya, mereka mencari dan menawarkan kerja sama kepada pelaku usaha untuk menjadi distributornya dengan ketentuan-ketentuan yang telah dibakukan dalam suatu perjanjian distribusi. Ketentuan dan pelaksanaan perjanjian distribusi inilah yang menjadi asal perkara yang bersumber dari laporan masyarakat tersebut. 

Diduga berbagai ketentuan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, antara lain persyaratan bahwa (i) harga jual produk ditetapkan oleh KOBE; (ii) distributor tidak diperbolehkan menyalurkan, memasarkan, dan menjual produk sejenis milik pihak lain yang bersifat kompetitif; serta (iii) menyalurkan, memasarkan, dan menjual dengan cakupan outlet modern dan tradisional di area/wilayah distribusi yang diberikan KOBE. Perjanjian distribusi tersebut dimulai sejak 2009, dan berdasarkan dokumen alat bukti yang dimiliki, ketentuan dalam perjanjian masih berlaku sampai dengan tahun 2022.

Dalam pemeriksaan pendahuluan, KOBE mengakui perjanjian distribusi tersebut memuat berbagai ketentuan yang bersinggungan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. Tetapi ditegaskan bahwa perjanjian tersebut merupakan perjanjian lama, karena sebelumnya mereka tidak memiliki tim legal/hukum. 

KOBE sendiri telah mulai melakukan perubahan format perjanjian distribusi, dan setidak-tidaknya pada saat pemeriksaan dilakukan, telah menggunakan format perjanjian distribusi yang telah menghilangkan berbagai ketentuan tersebut. Untuk itu KOBE mengajukan perubahan perilaku pada 26 September 2023, yang dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas Perubahan Perilaku pada 10 Oktober 2023.

KPPU kemudian melaksanakan pengawasan perubahan perilaku selama 45 hari kerja, sejak 11 Oktober 2023. Berdasarkan hasil pengawasan, disimpulkan bahwa telah dilaksanakan perubahan perilaku oleh KOBE sebagaimana poin-poin dalam Pakta Integritas Perubahan Perilaku. 

Poin-poin pelaksanaan perubahan perilaku tersebut antara lain meliputi:

  • Pembatalan perjanjian dan penghentian kegiatan yang melanggar Pasal 8, Pasal 15 ayat (1) dan ayat (3), dan Pasal 19 huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999;
  • Pembatalan perjanjian distribusi dan/atau Memorandum of Understanding kepada para distributor yang telah bekerja sama dengan KOBE;
  • Perbaikan perjanjian distribusi dan penyampaian bukti-bukti pelaksanaan perubahan perilaku; dan
  • Telah aktif dan kooperatif dalam setiap proses verifikasi, klarifikasi dan/atau validasi bukti.

Dengan dilaksanakannya seluruh isi Pakta Integritas Perubahan Perilaku tersebut, Majelis Komisi mengeluarkan Penetapan yang menyatakan bahwa KOBE telah melaksanakan Pakta Integritas Perubahan Perilaku, dan menghentikan Perkara Nomor 11/KPPU-L/2023. (asr)

Nippo Corporation Terlambat Notifikasi, KPPU Jatuhkan Denda Rp 1 Miliar

JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi denda kepada Nippo Corporation sebesar Rp1 miliar atas keterlambatan pemberitahuan atau notifikasi transaksi pengambilalihan saham yang dilakukannya atas PT Kadi Indonesia Manufaktur (PT KIM). 

Sanksi tersebut dijatuhkan Majelis Komisi pada Sidang Pembacaan Putusan Perkara Nomor 16/KPPU-M/2023 yang dipimpin oleh Komisioner Chandra Setiawan sebagai Ketua Majelis Komisi dan didampingi oleh Komisioner Dinni Melanie dan Komisioner Yudi Hidayat sebagai Anggota Majelis Komisi, pada 4 Desember 2023 di Kantor KPPU Jakarta.   

Perkara ini bermula dari penyelidikan terhadap dugaan keterlambatan pemberitahuan pengambilalihan 51 persen saham yang dilakukan Nippo Corporation atas PT Kadi Indonesia Manufaktur yang berlaku efektif pada tanggal 3 Juni 2021 (berdasarkan dokumen Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Kadi Indonesia Manufaktur dengan Nomor AHU-AH.01.03-0346714 dan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dengan Nomor AHUAH.01.03-0346719). Pengambilalihan saham tersebut telah mengakibatkan Nippo Corporation menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali atas PT Kadi Indonesia Manufaktur, sehingga wajib diberitahukan kepada KPPU.

Memperhatikan Peraturan KPPU Nomor 3 Tahun 2020 terkait Relaksasi Penegakan Hukum yang mengatur penambahan waktu penghitungan kewajiban Notifikasi, pemberitahuan pengambilalihan saham KIM oleh Nippo Corporation kepada Komisi disesuaikan jangka waktunya yang semula seharusnya dilakukan paling lambat 30  hari kerja yaitu pada tanggal 14 Juli 2021, menjadi paling lambat 60 hari kerja sejak tanggal efektif secara yuridis, yaitu tanggal 30 Agustus 2021. 

Namun, faktanya Nippo Corporation baru menyampaikan pemberitahuan atas pengambilalihan saham tersebut pada tanggal 18 Oktober 2021. Sehingga Nippo Corporation dinilai terlambat melakukan notifikasi selama 35  hari kerja terhitung dari waktu ketentuan notifikasi.

Akibat keterlambatan tersebut, Majelis Komisi memutus bahwa Nippo Corporation terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010, dan menjatuhkan sanksi denda kepada Nippo Corporation sebesar Rp1 miliar. Pembayaran denda tersebut wajib dibayarkan ke Kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha, selambat-lambatnya 30  hari sejak Putusan memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). (Amel/asr)

Wabah Pneumonia yang Tak Diketahui Menyebar ke Seluruh Dunia, Pakar Medis : Perhatikan 8 Gejalanya

NTD

Wabah radang paru-paru komunis Tiongkok yang diduga ada kaitannya dengan virus komunis Tiongkok (COVID-19) sedang menyebar luas di Tiongkok, dan saat ini kasusnya sudah banyak ditemukan di negara-negara Eropa, Asia dan Amerika Serikat. Pakar medis Inggris mengingatkan kita semua untuk mewaspadai 8 gejalanya.

Dalam sebuah laporan pada 5 Desember, media Inggris “Daily Star” menyebut virus ini sebagai “virus pneumonia baru yang misterius dan mirip dengan virus corona dari Wuhan, Tiongkok”.

Menurut laporan tersebut, pejabat medis dari Denmark dan Belanda telah mengonfirmasi bahwa virus tersebut telah menyebar ke negara mereka. Pejabat Belanda mengatakan bahwa hanya dalam satu minggu, tingkat infeksi di antara anak-anak berusia 5 hingga 14 tahun telah meningkat menjadi 130 per 100.000 orang. Sedangkan Denmark melaporkan bahwa peningkatan infeksi di negaranya mencapai 3 kali lipat dalam 5 minggu, dari 168 menjadi 541 kasus.

Sebelumnya dilaporkan bahwa hanya 3 gejala yang menjadi kunci untuk mendeteksi virus tersebut. Namun, Hana Patel, seorang dokter umum komunitas NHS (National Health Service), juga seorang saksi ahli medis dan hukum dokter umum, mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan “Daily Star”, bahwa ada 8 gejala yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.

Kedelapan gejala tersebut antara lain : demam tinggi, berkeringat dan gemetar, detak jantung cepat, nyeri dada yang sangat menusuk, sesak napas, kesulitan bernapas di saat tenang, batuk kering yang mengganggu, gangguan kesadaran atau kebingungan.

Menurut Hana Patel, bahwa pneumonia dimulai ketika bakteri, virus atau jamur menginfeksi paru-paru. Hal ini menyebabkan alveoli (kantung udara) di paru-paru meradang dan terisi cairan. Ini mungkin terjadi pada satu paru-paru atau kedua paru-paru. Pneumonia dapat membuat penderitanya cepat sakit dan berakibat fatal. Oleh karena itu, jika ada orang yang merasa menderita pneumonia, maka ia harus segera mendapatkan pengobatan.

“Ini adalah peradangan paru-paru, biasanya disebabkan oleh infeksi, dan kebanyakan orang akan membaik dalam waktu 2-4 minggu, namun bayi, orang lanjut usia, dan penderita penyakit jantung atau paru-paru berisiko mengalami penyakit parah, jadi mungkin membutuhkan perawatan rumah sakit”, kata Hana.

Dr. Hana Patel juga menyinggung soal “paru-paru putih”.

Ia mengatakan bahwa WHO sedang menyelidiki tentang lonjakan kasus pneumonia dan mengapa hal itu terjadi di Tiongkok.

Penyakit pernapasan yang mirip dengan pneumonia komunis Tiongkok ini sedang mewabah di Tiongkok, dan telah menyebabkan banyak munculnya kasus “paru-paru putih”, bahkan kematian akibatnya. Namun PKT masih berusaha keras untuk menutup-nutupi kenyataannya. Banyak orang menduga ini adalah penyebaran dari jenis virus PKT yang bermutasi. Beberapa orang menduga bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh gejala sisa dari infeksi virus PKT atau merupakan efek samping dari vaksin buatan dalam negeri Tiongkok.

Beberapa hari lalu, juru bicara WHO menyatakan bahwa wabah ini hanyalah “penyakit yang umum terjadi di musim dingin”. Sedangkan Partai Komunis Tiongkok menegaskan bahwa pihaknya “tidak menemukan adanya virus baru”, dan “wabah ini semestinya tidak akan mempengaruhi pertukaran internasional”. Konsistensi retorika antara WHO dengan pejabat PKT mengingatkan kita pada kejadian 4 tahun lalu, ketika epidemi virus komunis Tiongkok pertama kali merebak. Pada saat itu, PKT dan WHO dituduh sengaja meremehkan epidemi ini, yang mengakibatkan wabah virus PKT menyebar ke seluruh dunia. (sin)

Wanita Terkejut Menemukan Posum Hidup Bersembunyi di Pohon Natalnya

EtIndonesia. Seorang wanita terkejut saat menemukan hiasan tambahan di pohon Natalnya – seekor binatang hidup yang bersembunyi di antara dahan.

Tiktoker Brett, dari California, membagikan video penemuannya yang tidak biasa, menemukan seekor posum bersembunyi di pohon natal palsu di antara pernak-pernik dan perada.

“Saya benar-benar panik sekarang,” katanya

“Saya tidak tahu bagaimana posum ini bisa masuk ke rumah saya dan naik ke pohon saya dan saya mencoba mengeluarkannya tetapi dia tidak mengizinkan saya dan saya tidak tahu harus berbuat apa.

“Saya tidak tahu bagaimana barang itu bisa masuk ke sini, saya tidak membiarkan pintunya terbuka,” jelasnya.

Posum terlihat duduk dengan tenang jauh di dalam pohon Natal, nenatap ke wanita itu.

Video tersebut dengan cepat menjadi viral dan ditonton lebih dari 4,2 juta kali, dengan ribuan orang memenuhi bagian komentar untuk mengungkapkan keterkejutan mereka.

“Apa?!?! Itu gila,” tulis seseorang, sementara yang lain menimpali, “Nak, aku akan mengemasi koperku dan membiarkan dia memiliki pohon dan rumahnya.”

“Santa memberimu hadiah awal,” canda seseorang, menambahkan emoji tertawa di komentar.

“Tidak mungkin aku bisa sedingin ini dengan sesuatu di pohonku!” seorang wanita mengungkapkan.

Seorang pengguna menulis: “Ketakutan baru terbuka!!”

Dalam video lanjutannya, Brett juga membagikan foto posum dari dekat dan berkata: “Hai sobat kecil. Bagaimana kamu bisa masuk ke rumahku dan ke pohonku tanpa aku sadari?”

“Kamu benar-benar manis tapi aku tidak tahu harus berbuat apa.”

Dia kemudian menjelaskan bagaimana serangkaian bersin menyebabkan dia menemukan posum dan kemudian mengeluarkannya dari rumahnya.

“Saya mendengar suara bersin. Saya melihat ke sana dan saya punya tiga anjing dan seekor kucing, jadi saya pikir salah satunya ada di sana, tapi ternyata tidak ada,” katanya.

“Jadi saya pikir mungkin saya gila dan terus bekerja.”

“Kemudian saya mendengarnya lagi tetapi sedikit lebih keras dan beberapa suara lainnya dan saya bangun dan mulai mencari untuk melihat apakah kucing saya terjebak di belakang sofa atau sesuatu atau tidur di jendela,” lanjutnya.

“Tetapi saat saya melihat sekeliling, saya melihat ekor tikus yang sangat besar dan tampak panjang dan saya berhenti karena terkejut. Saya tidak tahu apa itu.”

Wanita itu tidak menyangka akan menemukan “bola bulu raksasa yang bisa bernapas” di dalam pohonnya dan mengambil beberapa sarung tangan karet untuk mengeluarkan hewan tersebut.

“Saya mengambil sarung tangan dan memegang tubuhnya dan mulai mencoba menariknya keluar dari pohon,” katanya.

“Yah, mereka punya tangan dan dia berpegangan erat pada pohon Natal ini dan tidak peduli seberapa keras saya mencoba menariknya, dia tidak bisa lepas.”

@brettbratt359

I don’t understand how this thing is in my house right now.

♬ original sound – Brett

Brett menjelaskan bahwa butuh waktu sekitar 10 menit untuk mengeluarkan posum tersebut, karena dia ketakutan dan melarikan diri dari pohon untuk bersembunyi di bawah sofa beberapa kali setelah dia akhirnya berhasil mendapatkannya.

“Saya memindahkan sofa dengan seluruh kekuatan saya dan langsung melakukannya dan menjegalnya seperti pemain sepak bola NFL dan menangkapnya serta menenangkannya,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa dia mencoba menghubungi Pengendalian Hewan, tetapi “mereka tidak datang setelah jam kerja, ini adalah kota kecil,” jadi dia bisa membiarkan posum keluar.

“Sebagai seorang penyayang binatang dengan tiga anjing, dua ular, seekor naga berjanggut, dan seekor kucing, saya mungkin akan memeliharanya jika baunya tidak terlalu menyengat,” candanya.

Wanita itu menyebutkan dia akan membeli hiasan posum untuk mengenang pertemuan yang tidak biasa itu. (yn)

Sumber: nypost

Pria Melawan Keluarganya dan Menikahi Cinta dalam Hidupnya Meskipun Ada ‘Komentar Negatif’ Tentang Penampilannya

EtIndonesia. Cinta seharusnya tidak mengenal batas, karena dua orang harus bisa mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain tanpa memandang seperti apa penampilan mereka. Sayangnya, tidak semua orang mempunyai pendapat yang sama. Ketika seseorang yang dekat dengan Anda mencoba menghentikan Anda dari mencintai seseorang, patah hati yang diakibatkannya bisa sangat menghancurkan.

Inilah yang terjadi pada pasangan bernama Yesi dan Bryan, yang menentang segala rintangan dan menikah satu sama lain di luar keinginan keluarga pria tersebut.

Pasangan ini muncul dalam sebuah wawancara dengan Truly, yang diterbitkan pada tahun 2023, di mana mereka merinci romansa mereka.

Yesi, yang terlahir dengan jenis dwarfisme yang disebut diastrophic dysplasia, dan Bryan berada dalam “hubungan perbedaan tinggi badan” karena pria itu tingginya 175 cm sedangkan kekasihnya hanya 83 cm.

Mereka terpaut jarak hampir 1 m, namun itu tidak menghentikan mereka untuk saling mencintai.

“Dulu orang-orang selalu bilang padaku, ‘oh kamu sebaiknya berkencan dengan orang kecil saja,’” kata Yesi, dan dia mencatat bahwa dia tidak pernah berkencan dengan orang kecil mana pun karena hubungan sebelumnya semuanya rata-rata.

Selain itu, Yesi juga berkutat dengan perlakuan masyarakat terhadap dirinya, karena ada saja yang mendiskriminasi dirinya karena tinggi badannya.

Yesi dan Bryan bertemu secara online, dan Bryan tidak pernah terlalu peduli dengan penampilannya. Dia tahu sejak awal hubungan mereka bahwa dia masih kecil karena foto-fotonya.

Kemudian, mereka memutuskan untuk bertemu, dan mereka rukun.

“Dia membuatku nyaman saja, maksudnya aku baru tahu kalau aku bisa menjadi diriku sendiri seratus persen,” kata Yesi.

Setahun kemudian, mereka memutuskan untuk tinggal bersama dan kemudian menikah.

Meski sudah menikah, mereka tetap mendapat komentar negatif dari masyarakat, hingga banyak yang berasumsi Bryan adalah pengasuh Yesi.

“Saya perhatikan kebanyakan orang berasumsi dia pengasuh saya dan saya seperti ‘tidak’, dia bukan pengasuh saya, dia suami saya,” tambah Yesi.

Sebagian besar teman dan anggota keluarga Yesi menyambut baik hubungan mereka, namun ada beberapa anggota dekat yang melontarkan “komentar jahat” terhadap mereka.

Mengenai keluarga Bryan, itu tidak mudah baginya karena pertama kali dia memberi tahu ibunya, Maggie, tentang tinggi badan Yesi, ibunya awalnya menentang hubungan mereka, tetapi terlepas dari itu, dia tetap bersikeras bahwa dia mencintainya.

Bahkan sampai pada titik di mana Maggie memberi tahu Bryan: “Apakah kamu yakin ingin bersama seseorang yang akan kamu layani seumur hidupmu?”

Akibatnya, Bryan mengatakan dia dan ibunya tidak berbicara satu sama lain selama lebih dari setengah tahun.

Dalam video tersebut, Maggie dan Bryan melupakan masalah tersebut dan bisa berbicara terbuka satu sama lain dan Yesi tentang masalah tersebut.

Ketika ditanya mengapa awalnya dia tidak menyetujui hubungan mereka, Maggie yang bekerja di bidang medis menjelaskan bahwa ketika dia mengetahui bahwa Yesi sebagian membutuhkan kursi roda, itu berarti cepat atau lambat, dia harus mengurusnya di sepanjang waktu.

Maggie kemudian mencatat bahwa putranya mungkin menganggap kata-katanya sebagai “ketidaksetujuan”, tetapi dia mencatat bahwa itu sebenarnya tentang “komitmen”.

Sepertinya ketiganya sudah mengubur masalah itu ketika Maggie berkata: “Jika kalian memberinya kebahagiaan, dan kalian saling mencintai, saya lebih dari bahagia.” Mereka kemudian saling berpelukan erat. (yn)

Sumber: apost

Remaja 15 Tahun yang Peduli akan Sejarah, Berhasil Memenangkan Lomba Peneliti Belia Tingkat Nasional

SURABAYA -Generasi Z berusia di bawah 25 tahun yang saat ini hidup di era post modern, mayoritas kurang peduli akan sejarah yang telah lampau. Mereka menganggap sejarah itu kuno, ketinggalan zaman, dan tidak menarik untuk diteliti.

Beda halnya dengan Elnathan Hamonangan Parasian Manalu, 15 tahun, seorang remaja yang masih berstatus pelajar kelas X di SMA Negeri 16 Surabaya. Ia tertarik meneliti tentang rumah kelahiran Ir. Soekarno atau Bung Karno, Sang Proklamator, dan hasil penelitian tersebut ia ikutkan dalam Lomba Peneliti Belia (LPB) yang diadakan oleh CYS yaitu Center for Young Scientist. Lomba tersebut diadakan di Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta pada 30 November 2023 dan diikuti oleh sekitar 250 peserta dari berbagai kota di seluruh Indonesia. 

Awalnya karena ia membaca berita pada 6 Mei 2023 silam mengenai  Eri Cahyadi, walikota Surabaya yang meresmikan sebuah rumah kecil di Jalan Pandean IV/40, Peneleh, Surabaya sebagai rumah tempat kelahiran Bung Karno. Ia pun penasaran dan ingin mengunjungi rumah tersebut. Tepat pada hari kemerdekaan RI, 17 Agustus 2023, ia bersama keluarga datang berkunjung ke rumah tersebut.

“Namun ketika saya membagikan foto dan caption tentang rumah tersebut, beberapa anggota keluarga yang berusia 40 tahun ke atas terkejut, sebab selama ini mereka mengetahui kelahiran Bung Karno adalah di Blitar, bukan Surabaya,” kata Elnathan. Maka mulailah ia meneliti akan fakta-fakta sejarah tentang hal tersebut.

Ia menemukan adanya fakta bahwa data pribadi tempat kelahiran Bung Karno dengan sengaja dikaburkan karena alasan politis, ketika di era Orde Baru. Tempat kelahiran di Blitar ini bukan saja tertulis di buku biografi dan literatur, namun juga di buku pelajaran sekolah yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan. 

Pada pidatonya di Blitar saat memperingati hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2015, presiden Joko Widodo menyebut bahwa Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur. Penulis pidato Presiden Jokowi pada saat itu, akhirnya mengakui kesalahannya. Ia mengatakan, telah menggunakan situs Tropenmuseum.nl yang menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar. Hal ini tercatat beritanya di harian Kompas.

Menurut Elnathan, setiap orang berhak untuk diluruskan kebenaran akan data personalnya, terlebih lagi Bung Karno, seorang bapak pendiri bangsa, seorang proklamator. Meluruskan kesalahan yang telah sangat lama terjadi, adalah salah satu bentuk penghormatan kita terhadap pahlawan bangsa ini. 

Tanpa mengurangi rasa hormat pada Walikota Surabaya, namun saran dalam penelitiannya, ia mengusulkan agar rumah tersebut diresmikan oleh presiden saat ini yaitu  Jokowi, pada salah satu momen bersejarah. Putera tunggal dari Andreas Manalu dan Intan Tetty Siringoringo itu juga menyarankan publikasi yang massif dan efektif melalui berbagai media oleh pemerintah kota Surabaya, agar rumah tersebut dapat menjadi destinasi wisata sejarah.

Metodologi penelitian yang ia gunakan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Guru pembimbing penelitian ini adalah guru sejarah bernama Muhamad Fikri Nur Rizal. Ketika penutupan lomba, Ketua CYS, Ibu Monika Raharti, Ph.D. mengatakan bahwa para pemenang di tingkat nasional berhak untuk maju ke tingkat internasional di Januari 2024. (amel/asr)

Nama : Elnathan Hamonangan Parasian Manalu

TTL : Surabaya, 8 Juli 2008

Sekolah : SMA Negeri 16, Surabaya

Nama ayah : Andreas Nelson Manalu

Nama ibu : Intan Tetty Siringoringo

Prestasi : Juara 3 Lomba Peneliti Belia tingkat Nasional – 30 November 2023

  Finalis Lomba Band Se-Jawa Timur yang diadakan oleh Dinas Pendidikan –

Putra Tertua Pendiri Hamas: Para Pemimpin Tertinggi Hamas Harus Dieksekusi, termasuk Ayah Saya

Li Yihong – NTDTV Asia Pasifik

Pemerintah Israel merilis video wawancara mantan anggota Hamas Mosab Hassan Yousef pada Kamis (30 November), yang mengatakan bahwa Israel harus mengeksekusi seluruh pejabat senior anggota Hamas, termasuk ayahnya,Hassan Yousef, salah satu pendiri Hamas.

Mosab Hassan Yousef, putra tertua salah satu pendiri Hamas pada 30 November berkata: “Selama para sandera dirugikan dengan cara apa pun, Israel harus mengeksekusi para pemimpin tertinggi Hamas, tanpa kecuali. Israel memiliki ratusan petinggi Hamas pemimpin di tangannya, ini adalah satu-satunya bahasa yang dipahami Hamas. Saya berbicara tentang para pemimpin tertinggi Hamas, termasuk Syekh Hassan Yosef, tanpa kecuali. Dia tidak bisa begitu saja menghasut kekerasan, mengirim orang mati, dan berjudi dengan darah anak-anaknya, hanya untuk mewujudkan ambisi ideologis dan politiknya.”

Menurut Mosab Hassan, dia pernah menjadi anggota penting Hamas, namun setelah menyadari kebrutalan Hamas, dia memilih membelot ke Israel pada tahun 1997 dan bekerja untuk Badan Keamanan Nasional Israel. Dia bekerja selama sepuluh tahun, selama itu dia diam-diam masuk Kristen dan berimigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 2007. (Hui)

Remaja Australia Hampir Meninggal Setelah Digigit Gurita Cincin Biru Saat Mengambil Cangkang di Laut

EtIndonesia. Seorang remaja Australia hampir mati ketika dia digigit oleh gurita cincin biru beracun yang bersembunyi di dalam cangkang yang dia ambil dari laut untuk ditunjukkan kepada keponakannya.

Jacob Eggington, 18 tahun, sedang berenang dan mencari kerang di Pantai Shoalwater di Perth, Australia, ketika gurita – yang membawa racun yang sangat mematikan – menggigitnya.

Remaja itu tidak menyadari bahwa dia digigit sampai dia menunjukkan cangkangnya kepada keponakannya, menangkap tanda-tanda hewan mematikan itu sebelum hewan itu dapat membahayakan keponakannya juga.

“Saat dia melihat gurita itu, dia berteriak sangat keras. Saya membawa bayi itu,” kata saudara laki-lakinya, Joshua, kepada 7 News Perth. “Itu adalah salah satu pemikiran yang lebih traumatis tentang apa yang mungkin terjadi.”

Setelah melihat makhluk itu, yang ukurannya tidak lebih besar dari telapak tangan, Eggington memeriksa kakinya dan menemukan gigitan yang tidak menimbulkan rasa sakit – sebuah tindakan yang menyelamatkan nyawanya karena mendorongnya untuk segera mencari pertolongan medis.

Gurita cincin biru membawa racun mematikan yang belum ada obatnya, dan dokter memerlukan waktu enam jam untuk menstabilkan remaja tersebut setelah dia dibawa dengan tandu keluar dari pantai. Gigitan salah satu makhluk ini dapat membunuh seseorang dalam waktu 30 menit, menurut para ahli.

Para ahli menyarankan agar pengunjung pantai menghindari air tanpa sepatu karang dan selalu waspada, karena makhluk ini pandai menyamarkan diri.

Gurita menggunakan racunnya untuk membunuh mangsanya demi makanan.

Mereka hidup di lautan Pasifik dan Hindia, biasanya di dekat terumbu karang, menurut Museum Sejarah Nasional.

Makhluk itu hanya memperlihatkan cincin birunya saat merasa terancam.

Gurita cincin biru berukuran kecil, panjangnya kurang dari 12 cm. (yn)

Sumber: nypost

Apakah Makan Organik Lebih Baik untuk Kita dan Lingkungan?

EtIndonesia. Produk makanan organik, rata-rata, 47 persen lebih mahal dibandingkan makanan standar supermarket—namun berkat klaim kesehatan dan manfaat lingkungannya, banyak pembeli tidak keberatan dengan pengeluaran ekstra tersebut. Faktanya, total nilai pasar produk organik di Amerika Serikat bernilai lebih dari 50 miliar dolar pada tahun 2020.
Namun, meskipun industri makanan organik merupakan bisnis besar bagi perusahaan dan petani, pertanyaannya masih tetap ada: Apakah makanan organik benar-benar lebih baik bagi kita dan lingkungan?

AsapSCIENCE merilis sebuah video yang menjelaskan mengapa mengonsumsi makanan organik mungkin bukan obat universal yang dipikirkan kebanyakan orang. Sebenarnya, pola makan organik tidak sepenuhnya bebas bahan kimia. Faktanya, petani organik masih bisa menggunakan pestisida dan fungisida alami untuk menjauhkan serangga perusak tanaman—dan penelitian menunjukkan bahwa pestisida dan fungisida alami tidak lebih baik bagi Anda atau tanah dibandingkan pestisida kimia.

Label juga cenderung menyesatkan. Jika pada kemasan suatu produk tertulis “organik”, maka produk tersebut hanya perlu mengandung 95 persen bahan organik. Persentase ini bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan produk berlabel “terbuat dari bahan organik” atau “mengandung bahan organik”. Dan dalam banyak kasus, bahan-bahan kimia bukanlah hal yang paling dikhawatirkan oleh pembeli: Setiap tahun, makanan organik menyumbang 7 persen makanan yang harus ditarik kembali karena potensi kontaminasi bakteri.

Meskipun kita sangat berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang hanya berlabel “100 persen organik”, masih belum ada bukti konklusif apakah makanan tersebut lebih baik bagi kita atau bagi lingkungan.

Beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan Universitas Stanford merilis meta-analisis terhadap 237 penelitian yang membuktikan bahwa buah-buahan dan sayuran organik tidak memberikan manfaat nutrisi lebih banyak dibandingkan produk standar. Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Nature menemukan bahwa tanaman organik menghasilkan hasil yang jauh lebih rendah dibandingkan tanaman konvensional. Mereka membutuhkan lebih banyak lahan pertanian untuk pertumbuhannya, sehingga memberikan tekanan yang lebih besar terhadap lingkungan.

Yang menambah kebingungan kita, penelitian lain menunjukkan bahwa metode pertanian organik sebenarnya dapat meningkatkan nutrisi penting dalam makanan, dan beberapa ahli pertanian menyatakan bahwa metode tersebut meningkatkan kualitas tanah.

Singkatnya, tidak ada jawaban pasti mengenai apakah kita membuang-buang uang di Whole Foods atau tidak—namun pada akhirnya, metode produksi sangat bervariasi baik untuk makanan organik maupun konvensional dari satu pertanian ke pertanian lainnya. (yn)

Sumber: science-a2z

Studi: Induk Penguin Tidur Siang Lebih dari 10.000 Kali Per Hari

EtIndonesia. Kebanyakan orangtua yang memiliki anak kecil mengalami kekurangan tidur — namun beberapa penguin telah menemukan cara untuk mendapatkan lebih banyak Zzz.

Penguin chinstrap yang bersarang membutuhkan lebih dari 10.000 tidur siang singkat per hari, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Science.

Micronaps ini masing-masing berlangsung selama sekitar empat detik, memungkinkan penguin Antartika untuk tidur sebentar sambil tetap menjaga anak-anaknya.

Para peneliti dari berbagai negara, yang dipimpin oleh Neuroscience Research Centre of Lyon di Prancis, melakukan penelitian dengan membiakkan penguin chinstrap dan menggunakan pemantauan remote electroencephalogram (EEG), yang mendeteksi perubahan aktivitas otak.

10.000 tidur siang selama empat detik berarti 11 jam tidur sepanjang hari, yang menurut para peneliti merupakan waktu tidur yang cukup bagi induk penguin.

“Jika tidur mikro memang memenuhi fungsi tidur, maka hewan yang dihadapkan dengan kebutuhan kewaspadaan yang terus-menerus mungkin akan menggunakan strategi tidur ini,” ungkap studi tersebut.

Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa hewan dapat berfungsi dengan waktu tidur yang singkat, menurut rekan penulis studi Paul-Antoine Libourel, seorang peneliti di CNRS Prancis di Neurosciences Research Center of Lyon.

“Mereka mampu memenuhi kebutuhan tidurnya dengan mengumpulkan 600 kali tidur empat detik per jam, yang berarti lebih dari 14.000 kali tidur sehari,” ujarnya.

Meskipun microsleeping telah dilaporkan terjadi pada spesies lain, termasuk manusia, Libourel mengatakan masih “tidak biasa” untuk mendeteksi pola tidur ini pada penguin.

“Biasanya hewan lain yang mengalami microsleep melakukannya saat transisi ke tidur yang lebih terkonsolidasi,” ujarnya.

“Tampaknya penguin chinstrap mampu mempertahankan fragmentasi tidur tersebut tanpa dampak fisiologis yang jelas, karena mereka berhasil membiakkan anak-anaknya.”

Para peneliti percaya bahwa jenis tidur ini “bisa menjadi adaptasi untuk menghadapi kebutuhan untuk tetap waspada dan melindungi telur mereka dan tetap mendapatkan manfaat dari tidur.”

Editor senior National Geographic Christine Dell’Amore di Washington, D.C., yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengomentari temuan ini dan bertukar pikiran dengan Fox News Digital.

Banyak orangtua yang “memahami betapa sulitnya mendapatkan tidur yang cukup dengan si kecil,” katanya.

“Fakta bahwa spesies penguin ini telah menemukan strategi cerdas dalam melakukan micronapping sangatlah mengesankan,” kata Dell’Amore.

Dia menambahkan bahwa penguin yang tidur total hingga 11 jam ini “tidak terlalu buruk.”

“Penelitian ini juga sangat relevan karena menunjukkan bahwa masalah kita sering kali serupa dengan masalah hewan liar: Semua induk, apa pun spesiesnya, membutuhkan tidur.”

Namun, Libourel melarang manusia untuk mencoba “tidur seperti penguin”, dan memperingatkan bahwa jenis tidur yang terfragmentasi ini diketahui “berbahaya bagi manusia.”

“Namun, tidur siang selama satu menit (bukan yang kedua) diketahui bermanfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Dell’Amore mengatakan tidur siang singkat ini bermanfaat bagi induk penguin chinstrap yang “sibuk” saat bergiliran merawat kedua anak penguin mereka di daerah asal mereka, Antartika, yang merupakan “tempat terdingin, terkering, dan paling berangin di Bumi.”

Dia menambahkan: “Mereka harus terus-menerus mencari makanan di laut dan menjaga anak-anaknya tetap hangat, jadi tidur siang sebentar setiap hari memungkinkan mereka mendapatkan tidur yang cukup agar dapat berfungsi.”

Musim panas di Antartika juga mendapat sinar Matahari 24/7, menurut National Geographic – sehingga hal ini menjadi faktor tambahan dalam kesulitan tidur, selain tinggal di tengah kawanan burung yang berisik.

Karena penelitian ini hanya meneliti penguin yang bersarang, Dell’Amore mengatakan kemungkinan besar penguin yang tidak memiliki anak tidak akan sering tidur siang.

“Itu masuk akal, karena mereka tidak menghadapi tekanan dalam mengasuh anak,” katanya.

Libourel membenarkan bahwa para peneliti tidak mengetahui apakah penguin chinstrap mengalami microsleep saat mereka tidak sedang mengerami, namun dia mengatakan hal tersebut “sangat menarik untuk diketahui.”

Dell’Amore menambahkan beberapa rincian lebih lanjut tentang perilaku penguin chinstrap, dan mencatat bahwa mereka “cepat, menembus air dengan kecepatan 20 mil per jam.”

Dia berkata: “Mereka mengisi perutnya dengan krill, sejenis krustasea kecil, lalu ketika mereka kembali ke sarangnya, mereka memuntahkan makanannya untuk anak-anaknya.”

Lebih lanjut tentang penguin chinstrap dan cerita ini dapat ditemukan di nationalgeographic.com.(yn)

Sumber: nypost