Sanksi AS dan Uni Eropa terhadap Iran : Sumur Minyak Ditutup, Gaji Militer dan Polisi Belum Dibayar, Perselisihan Tingkat Tinggi Meletus

EtIndonesia. Menjelang berakhirnya kesepakatan gencatan senjata ASโ€“Iran, Amerika Serikat mengumumkan putaran baru sanksi terhadap Iran, sementara Uni Eropa juga memperluas langkah serupa. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa blokade menyebabkan Iran kehilangan hingga 500 juta dolar per hari, sumur minyak terpaksa dihentikan, dan aparat militer serta polisi di tingkat bawah tidak lagi menerima gaji, memicu keluhan luas sekaligus pertikaian sengit di kalangan elite.

Seiring mendekatnya tenggat gencatan senjata dan ketidakjelasan prospek negosiasi, AS terus meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengumumkan sanksi baru.

Departemen Keuangan Amerika Serikat dalam pernyataannya menyebutkan bahwa sanksi ini menargetkan rantai pasokan drone dan rudal Iran. Sanksi mencakup 14 individu dan entitas dari Iran, Turki, dan Uni Emirat Arab, termasuk yang terkait dengan drone โ€œShahed-136โ€ serta teknologi bahan bakar padat. Selain itu, jaringan logistik lintas negara milik Mahan Air yang lama membantu pengiriman senjata juga menjadi sasaran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa blokade pelabuhan oleh militer AS akan membuat fasilitas penyimpanan minyak Iran penuh, sehingga sumur minyak terpaksa dihentikanโ€”langsung memutus sumber pendapatan utama negara tersebut. AS juga akan membekukan aset luar negeri para pemimpin Iran serta menghentikan bantuan eksternal, dan memperingatkan bahwa siapa punโ€”individu atau kapalโ€”yang membantu Iran akan menghadapi sanksi.

Trump menambahkan bahwa blokade di Selat Hormuz telah menyebabkan kerugian harian sebesar 500 juta dolar, dan saat ini aparat militer serta polisi Iran sudah tidak menerima gaji, sehingga memicu ketidakpuasan luas.

Di bawah tekanan ganda berupa krisis keuangan dan blokade eksternal, konflik kekuasaan di dalam pemerintahan Iran juga semakin memanas.

Sementara itu, Uni Eropa mengambil sikap tegas dengan memperluas sanksi terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas gangguan terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

 โ€œKebebasan navigasi adalah prinsip yang tidak bisa dinegosiasikanโ€ฆ Jalur pelayaran melalui selat tersebut harus tetap terbukaโ€ฆ Kami juga telah mencapai kesepakatan politik untuk memperluas mekanisme sanksi, termasuk terhadap pihak yang melanggar kebebasan navigasi,โ€ kata Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas. 

Uni Eropa juga terus memperkuat operasi angkatan laut โ€œShieldโ€ guna menjaga keamanan jalur pelayaran.

Reporter NTD Television Zheng Shengxun melaporkan dari Amerika Serikat.

Seorang Mahasiswi Digigit Sekelompok Anjing hingga Lebih dari 20 Luka, Anjing Masih Berkeliaran di Kampus

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang mahasiswi di Pingdingshan University menjadi korban serangan sekelompok anjing liar di dalam kampus, mengalami lebih dari 20 luka di tubuhnya. Dilaporkan bahwa anjing-anjing tersebut masih berkeliaran di kampus dan belum ditangani secara efektif, sementara respons pihak kampus dianggap tidak jelas dan memicu kritik.

Menurut laporan media Tiongkok pada 21 April, insiden terjadi pada 19 April sekitar pukul 22.30. Mahasiswi bernama Gao (nama samaran), mahasiswa tahun ketiga Fakultas Sastra, sedang berjalan dari perpustakaan kembali ke asrama. 

Saat melewati persimpangan antara gedung teknologi dan Zhida College, ia diserang oleh sekelompok anjing liar. Empat hingga lima ekor anjing mengepungnya dan terus menggigit selama sekitar 30 detik.

Beruntung, sepasang mahasiswa yang melintas dengan sepeda listrik membantu. Mahasiswa pria menabrakkan kendaraannya untuk mengusir anjing-anjing tersebut, sementara mahasiswi wanita membantu korban kembali ke asrama.

Dilaporkan bahwa korban mengalami lebih dari 20 luka gigitan di seluruh tubuh, termasuk lebih dari 10 luka di kedua kaki. Rumah sakit mengklasifikasikan kasus ini sebagai paparan rabies tingkat III, yang termasuk kategori risiko tinggi.

Setelah kejadian, respons pihak kampus dinilai lambat. Anjing-anjing yang menyerang juga belum ditangkap atau ditangani, dan masih berkeliaran di area kampus. Korban kemudian mengunggah peringatan agar mahasiswa lain berhati-hati saat beraktivitas.

Menurut sumber, sebelumnya sudah terjadi beberapa kasus serupa di kampus tersebut, namun tidak ditangani dengan serius. Bahkan pada tahun 2024, seorang petugas keamanan dilaporkan dipecat karena menangani kucing liar di dalam kampus.

Setelah kasus ini menjadi sorotan publik, pihak universitas pada 21 April mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah bekerja sama dengan polisi dan dinas terkait untuk menangani hewan liar di sekitar kampus, serta memberikan dukungan psikologis kepada korban.

Banyak netizen mengkritik pihak kampus melalui media sosial dengan komentar sinis seperti:
โ€œKali ini siapa yang akan dipecat?โ€
โ€œDulu yang menangani hewan liar dipecat, sekarang yang tidak menangani apakah juga akan dipecat?โ€
โ€œKenapa tidak mengeluarkan korban saja?โ€
โ€œUniversitas tidak mengutamakan keselamatan manusia.โ€

Kasus anjing liar menyerang mahasiswa bukanlah hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian serupa juga terjadi di berbagai kampus di Tiongkok.

Pada Mei 2025, di Xiangtan University terjadi dua insiden dalam dua hari, di mana mahasiswi diserang anjing liar. Seorang mahasiswi mengalami luka di tangan dan pinggang, sementara yang lain mengalami luka di bagian belakang kaki kanan.

Dilaporkan oleh Li Li/Disunting oleh Lin Qing

Perang Dagang Trump dengan Tiongkok Mulai Membuahkan Hasil, Defisit Perdagangan Mencapai Titik Terendah dalam 20 Tahun Terakhir

EtIndonesia. Struktur perdagangan antara AS dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang mengalami titik balik. Data terbaru menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS terhadap PKT serta porsi impor dari PKT sama-sama menurun, kembali ke tingkat 20 tahun lalu. Hal ini memicu perhatian apakah kebijakan tarif dan penyesuaian rantai pasok yang didorong Presiden Donald Trump selama bertahun-tahun mulai menunjukkan hasil nyata.

Hubungan ekonomi dan perdagangan ASโ€“PKT mengalami perubahan penting. Perwakilan Dagang AS menyatakan bahwa pada 2025, defisit perdagangan barang AS terhadap PKT turun menjadi sekitar 200 miliar dolar ASโ€”terendah sejak 2004. Sementara itu, porsi barang PKT dalam total impor AS turun menjadi sekitar 9%, juga merupakan level terendah sejak 2001.

Penurunan kedua indikator ini secara bersamaan dipandang sebagai sinyal penting perubahan struktur perdagangan antara kedua negara.

Di saat yang sama, arah investasi perusahaan AS juga menunjukkan perubahan. Pada kuartal keempat 2025, pesanan barang modal terus meningkat, melampaui 4 miliar dolar AS per bulan, kembali ke tingkat sebelum PKT bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia, yang menunjukkan bahwa investasi manufaktur mulai kembali.

Para analis menilai bahwa perubahan ini bukan sekadar siklus ekonomi biasa, melainkan berkaitan erat dengan kebijakan.

Para ahli menyebut bahwa kenaikan tarif telah meningkatkan biaya masuk barang PKT ke pasar AS, memaksa perusahaan meninjau ulang penempatan rantai pasok, sehingga sebagian industri mulai berpindah atau kembali ke AS.

Profesor ekonomi dari Universitas South Carolina, Xie Tian, mengatakan bahwa ini adalah hasil dari perang dagang dan kebijakan tarif Trump. Ia menyatakan bahwa penurunan ke level tahun 2004 atau 2001 menunjukkan bahwa tren keuntungan besar PKT dari pasar AS mulai berbalik.

Ia juga menambahkan bahwa penyempitan defisit perdagangan mencerminkan perubahan arus modal. Sebelumnya, defisit besar berarti aliran modal dari AS ke PKT yang mendukung ekspansi industri PKT. Kini, dengan menyusutnya defisit, siklus tersebut ikut melemah.

Dari sisi industri, analis melihat bahwa penyesuaian rantai pasok sudah mulai berlangsung. Baik dengan memindahkan produksi kembali ke AS maupun ke negara lain, tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan pada satu sumber.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemulangan manufaktur tidak bisa terjadi secara instan. Perusahaan masih harus mempertimbangkan biaya, tenaga kerja, dan infrastruktur, sehingga restrukturisasi rantai pasok akan menjadi proses jangka panjang.

Reporter NTD Television Yi-Hsin dan Chiu Yue melaporkan.

Bursa Efek Indonesia Luncurkan Kampanye “Aku Net-Zero Hero”, Ajak Publik Hidup Rendah Karbon

JAKARTA โ€“ Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, suhu yang semakin tinggi, dan pola curah hujan yang tidak menentu menjadi bukti dampaknya semakin dekat dengan masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan kampanye “Aku Net-Zero Hero” pada Rabu (22/4) di Main Hall BEI, Jakarta. Kampanye ini bertujuan mendorong partisipasi publik dalam menerapkan gaya hidup rendah karbon sekaligus memperkuat ekosistem perdagangan karbon di Indonesia.

Dari Individu untuk Net Zero

Kampanye “Aku Net-Zero Hero” dirancang untuk membantu masyarakat memahami, mengukur, dan mengurangi jejak karbon dari aktivitas sehari-hari. Melalui pendekatan sederhana dan terukur, masyarakat dapat menghitung emisi karbon menggunakan kalkulator karbon, menetapkan target pengurangan emisi pribadi, hingga melakukan offset melalui platform IDXCarbon.

Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, Risa E. Rustam, menyampaikan bahwa kampanye ini menjadi bagian dari upaya BEI dalam memperkuat peran pasar mendukung agenda keberlanjutan nasional.

“Melalui ‘Aku Net-Zero Hero’, BEI ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung terhadap pengurangan emisi, karena transisi menuju net zero tidak hanya tanggung jawab korporasi, tetapi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat,” ujar Risa.

Partisipasi Individu Meningkat, Biaya Terjangkau

Berdasarkan data BEI, partisipasi individu dalam aktivitas offset emisi menunjukkan tren positif. Dari lebih dari 2.000 partisipan, mayoritas berasal dari kalangan individu atau ritel. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

Rata-rata jejak karbon individu di Indonesia berada pada kisaran 2 hingga 3 ton COโ‚‚ ekuivalen per tahun. Dengan harga unit karbon saat ini, offset emisi dapat dilakukan dengan biaya relatif terjangkau, yaitu sekitar Rp120.000 hingga Rp180.000 per tahun. Biaya tersebut akan lebih rendah lagi jika setiap individu mampu menetapkan dan mencapai target pengurangan emisi masing-masing.

Kolaborasi dengan Bank Mandiri dan Jejakin

Dalam implementasi kampanye ini, BEI berkolaborasi dengan berbagai pihak. Pada peluncuran perdana, Bank Mandiri melalui platform Livin’ Planet serta perusahaan climate-tech Jejakin berperan sebagai kolaborator utama. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem gaya hidup rendah karbon, mulai dari edukasi hingga kemudahan akses transaksi karbon.

Selain peluncuran kampanye, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar bertema gaya hidup rendah karbon yang menghadirkan perspektif dari korporasi, teknologi, hingga pengalaman individu.

Komitmen BEI ke Depan

BEI memandang bahwa keberhasilan transisi menuju ekonomi rendah karbon tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan inovasi teknologi, tetapi juga oleh perubahan perilaku masyarakat. Ke depan, BEI melalui IDXCarbon berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau di Indonesia, baik melalui instrumen pasar karbon maupun kampanye publik yang menjangkau masyarakat luas.

Melalui kampanye ini, BEI berharap semakin banyak individu yang tergerak untuk berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Pada akhirnya, menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama.

Seorang Wanita Ditangkap karena Membuat Keributan di Pesawat, Videonya Menjadi Viral

EtIndonesia. Penerbangan AirAsia dari Chongqing menuju Kuala Lumpur pada 22 April dini hari mengalami keterlambatan hampir dua jam akibat seorang penumpang wanita asal Tiongkok yang mengamuk di dalam pesawat. Insiden ini membuat banyak penumpang yang harus transit kehilangan jadwal penerbangan lanjutan dan menimbulkan kemarahan.

Video yang beredar menunjukkan seorang wanita di kursi pesawat dalam kondisi emosi tidak stabil. Petugas darat dan polisi kemudian naik ke pesawat untuk menangani situasi tersebut, dan akhirnya wanita itu diminta turun dari pesawat.

Seorang penumpang yang berada di lokasi mengungkapkan bahwa wanita tersebut hampir menjadi penumpang terakhir yang naik. Karena rekannya belum naik pesawat, ia menjadi emosional dan terus berbicara keras di kabin, sehingga mengganggu penumpang lain. 

Seorang penumpang asal Malaysia di sebelahnya menegur agar ia menurunkan suara, namun dibalas dengan sikap keras hingga terjadi adu mulut.

Selama konflik, wanita tersebut direkam oleh orang lain. Ia meminta rekaman dihapus dan menuntut permintaan maaf, tetapi tidak dipenuhi, sehingga ia memanggil awak kabin. Karena kru AirAsia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama komunikasi, emosinya semakin tidak terkendali.

Wanita itu mengaku sebagai pramugari dari maskapai Tiongkok dan dengan lantang mempertanyakan, โ€œMengapa kru penerbangan internasional tidak bisa berbahasa Mandarin?โ€ Ia juga menuntut kru menghapus video, meminta maaf, serta meminta penggantian tiket dan kompensasi.

Ia bahkan mengatakan bahwa jika pesawat tidak bisa berangkat, itu bukan kesalahannya, dan mengancam, โ€œKalau tidak ada penjelasan yang masuk akal, maka tidak ada yang akan terbang.โ€ Ia juga berkata, โ€œKalau saya tidak bisa pergi, itu karena kalian. Siapa yang akan mengganti kerugian saya?โ€

Karena konflik terus memanas dan sulit dikendalikan, kru akhirnya memanggil polisi. Setelah polisi naik ke pesawat, wanita tersebut dibawa turun, yang menyebabkan keterlambatan penerbangan.

Penerbangan yang dimaksud adalah AirAsia D7809, yang semula dijadwalkan berangkat pukul 02.00 dan tiba pukul 06.45 waktu setempat. Data menunjukkan pesawat baru lepas landas pukul 03.46 (terlambat 1 jam 46 menit) dan tiba pukul 08.14 (terlambat 1 jam 29 menit).

Akibat keterlambatan ini, banyak penumpang transit kehilangan penerbangan lanjutan mereka.

Menurut laporan Yangtze Evening Post, seorang penumpang bersama tiga rekannya membeli tiket terusan menuju Maladewa. Namun saat tiba di Kuala Lumpur, mereka sudah melewatkan penerbangan lanjutan.

Di bandara Kuala Lumpur, mereka kebingungan karena tidak ada panduan langsung dari staf. Setelah lebih dari satu jam, pihak maskapai baru mengatur ulang penerbangan keesokan harinya serta menyediakan akomodasi sementara, sehingga mereka terpaksa tertahan satu hari.

Pada penerbangan tersebut, lebih dari sepuluh penumpang transit menuju Maladewa mengalami kerugian karena reservasi hotel yang sudah dipesan menjadi hangus. Kerugian mencapai ribuan yuan, bahkan lebih besar bagi yang memesan hotel mewah.

Penumpang tersebut menyatakan bahwa kerugian finansial bukan hal utama, karena perjalanan itu juga mencakup urusan bisnis yang seharusnya dipersiapkan sehari sebelumnya. Seluruh rencana perjalanan menjadi kacau dan waktu yang terbuang tidak bisa diganti, sehingga ia sangat marah.

Insiden ini juga memicu perdebatan di kalangan netizen:
โ€œLagi-lagi orang Tiongkok! Ini seperti reality show di pesawat.โ€
โ€œMengaku sebagai pramugari China Southern.โ€
โ€œKalau benar pramugari, tahu aturan tapi melanggar, seharusnya dihukum lebih berat.โ€
โ€œSebagai pramugari masa tidak tahu harus mengaktifkan mode pesawat?โ€
โ€œKemampuan bahasa Inggrisnya memalukan.โ€

Komentar lain:
โ€œSangat buruk etika. Karena satu orang, seluruh jadwal penumpang lain terganggu.โ€
โ€œPenumpang lain justru sangat tenang dan sabar.โ€
โ€œJika benar pramugari, seharusnya dipecat karena merusak reputasi maskapai.โ€

Sebagian netizen juga menyerukan agar wanita tersebut diminta mengganti kerugian penumpang lain, bahkan ada yang menyarankan larangan terbang permanen.

Menanggapi hal ini, China Southern Airlines menyatakan kepada media bahwa wanita tersebut bukan karyawan mereka.

Dilaporkan oleh Li Siya/Disunting oleh Li Quan

Sopir Wanita Asal Tiongkok Menendang Seseorang, Petugas Keamanan Menamparnya dengan Keras โ€“ Kisah di Balik Kejadian Ini Berubah Arah

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang pengemudi wanita di Sanming, Tiongkok terlibat bentrokan fisik dengan seorang satpam, memicu perhatian publik.

Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa saat itu wanita tersebut awalnya berdiri di samping pintu mobil, kemudian menutup pintu, berjalan cepat ke arah satpam, lalu mengangkat kaki kanan dan menendang kaki satpam. Saat itu juga, satpam menampar wanita tersebut dengan keras hingga terdengar jelas. Setelah ditampar, wanita itu menutupi pipinya dengan tangan kiri, lalu mengeluarkan ponsel, kemungkinan untuk menelepon atau melapor ke polisi.

Dalam video terlihat banyak siswa sekolah dasar berseragam melintas di sekitar lokasi. Sejumlah warganet menduga konflik ini mungkin terkait dengan parkir sembarangan saat menjemput anak.

Pada 22 April malam, seorang sumber yang mengetahui kejadian ini mengatakan kepada China Newsweek bahwa insiden terjadi di dekat gerbang sekolah. Pengemudi wanita hendak menjemput anaknya pulang sekolah, namun satpam tidak mengizinkan parkir di lokasi tersebut, sehingga terjadi pertengkaran. Setelah kejadian, wanita tersebut melapor ke polisi, dan hasil pemeriksaan rumah sakit menunjukkan ia mengalami perforasi gendang telinga.

Namun, sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa video yang beredar tidak lengkap. Setelah pihak terkait memeriksa rekaman CCTV, diketahui bahwa sebelum wanita itu menendang, โ€œsatpam lebih dulu memaki dan mengetuk jendela mobilnya. Saat wanita hendak turun, satpam pria secara paksa menutup pintu mobil hingga menjepit kakinya.โ€

Seorang warganet juga menjelaskan kronologi kejadian: wanita datang ke sekolah untuk menjemput anak, namun tidak diizinkan parkir oleh satpam sehingga terjadi adu mulut. Satpam kemudian diduga lebih dulu memukul wanita yang masih berada di dalam mobil. Saat wanita mencoba turun dan kakinya baru menyentuh tanah, pintu mobil didorong hingga menjepit kakinya. Dalam situasi itu, wanita kemudian maju dan menendang, lalu satpam membalas dengan tamparan.

Peristiwa ini terjadi di Yong’an, di dekat perusahaan Xinyue Technology (bersebelahan dengan sebuah sekolah dasar). Warganet menyebutkan bahwa satpam tersebut bekerja di perusahaan tersebut dan sering mengusir orang tua yang berhenti sementara di dekat gerbang untuk menjemput anak.

Dilaporkan bahwa polisi Yongโ€™an kini telah membuka penyelidikan atas kasus ini.

Insiden ini memicu perdebatan di kalangan netizen:
โ€œTamparannya cukup keras, bisa masuk kategori penganiayaan.โ€
โ€œDia hanya menendang ringan, tapi dibalas tamparan kerasโ€”kontras sekali. Wanita itu memang salah lebih dulu, tapi reaksi satpam terasa berlebihan.โ€
โ€œSetelah melihat videonya, tindakan satpam jelas bukan pembelaan diri.โ€
โ€œSatpam boleh menegur, tapi tidak berhak memaksa orang tetap di dalam mobil.โ€
โ€œApa tidak akan macet kalau semua orang parkir sembarangan di depan gerbang?โ€
โ€œApalagi saat jam pulang sekolah, parkir sembarangan pasti menyulitkan orang lain.โ€
โ€œSiapa pun yang lebih dulu melakukan kekerasan harus dihukum tegas.โ€

Sumber : NTDTV.com

Militer AS Mencegat Setidaknya Tiga Kapal Tanker Minyak Iran di Perairan Asia

EtIndonesia. Menurut laporan Reuters pada 22 April, dengan mengutip sejumlah sumber dari industri pelayaran dan keamanan maritim, Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir telah mencegat setidaknya tiga kapal tanker minyak berbendera Iran di perairan Asia.

Sumber serta data pelacakan kapal dari platform MarineTraffic menunjukkan bahwa salah satu kapal yang dicegat adalah supertanker berbendera Iran, โ€œDeep Seaโ€. Kapal ini telah memuat sebagian minyak mentah, dan sinyal publik terakhirnya seminggu lalu menunjukkan posisinya berada di lepas pantai Malaysia.

Kapal lainnya adalah tanker berbendera Iran berukuran lebih kecil, โ€œSevinโ€, dengan kapasitas maksimum sekitar 1 juta barel. Saat dicegat, muatannya sekitar 65%. Data pelacakan menunjukkan kapal ini terakhir terlihat sebulan lalu di perairan lepas Malaysia.

Selain itu, supertanker Iran โ€œDorenaโ€ juga turut dicegat. Sumber menyebutkan kapal ini membawa penuh sekitar 2 juta barel minyak mentah, dan terakhir terdeteksi tiga hari lalu di lepas pantai selatan India.

Komando Pusat Amerika Serikat pada hari sebelumnya menyatakan melalui platform X bahwa โ€œDorenaโ€ saat ini berada di Samudra Hindia dan sedang dikawal oleh kapal perusak Angkatan Laut AS setelah mencoba melanggar blokade.

Selain itu, sumber pelayaran juga menyebutkan bahwa militer AS kemungkinan telah mencegat satu tanker Iran lainnya, โ€œDeryaโ€. Karena pengecualian (waiver) AS terhadap pembelian minyak Iran telah berakhir pada hari Minggu, kapal tersebut sebelumnya gagal menurunkan muatannya di India. Data MarineTraffic menunjukkan kapal ini terakhir terlihat Jumat lalu di dekat pantai barat India.

CENTCOM juga menyatakan pada Rabu (22 April) bahwa sejak dimulainya blokade terhadap kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, militer AS telah memerintahkan 29 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan. Namun, pihak AS belum merilis daftar lengkap kapal yang dicegat, dan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait โ€œDorenaโ€ dan โ€œDeep Seaโ€. (Hui)

Editor: Lu Yongxin

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026: Sinergi BI dan TNI AL Perkuat Kedaulatan Rupiah di 97 Pulau 3T

SURABAYA โ€“ Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) tahun 2026. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

Ekspedisi ini secara resmi dimulai dengan pelepasan Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar-590 di Koarmada II, Surabaya. Acara kick-off ERB 2026 dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali secara daring; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono; Wakil Asisten Operasi KSAL Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza; Kepala Staf Komando Armada II Laksamana Pertama TNI Agam Endrasomo; Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M. Anwar Bashori; Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Timur; serta perwakilan perbankan dan mitra strategis lainnya.

Tantangan Geografis dan Sinergi BI-TNI AL

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menyampaikan bahwa sesuai amanat UUD 1945, Undang-Undang Bank Indonesia, dan Undang-Undang Mata Uang, BI merupakan satu-satunya lembaga yang diberi tugas mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Ricky mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaannya, BI menghadapi sejumlah tantangan berat, antara lain kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan keterbatasan infrastruktur. Tidak semua wilayah dapat dijangkau secara optimal, dan Indonesia berbatasan dengan 11 negara tetangga. Di wilayah perbatasan, kerap ditemukan mata uang asing selain Rupiah sebagai alat pembayaran, yang berpotensi mengganggu kedaulatan mata uang nasional.

“BI dan TNI AL adalah saudara dengan garis tangan yang sama, yaitu menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Ricky.

Capaian ERB 2012โ€“2025 dan Target 2026

Sejak tahun 2012 hingga 2025, ERB telah menjangkau 565 pulau melalui 110 kegiatan kas keliling. Pada tahun 2025, tercatat 18 kegiatan ERB yang menjangkau 91 pulau dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.

Selain kegiatan penukaran uang, dalam ERB juga dilakukan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, layanan kesehatan, bantuan sosial, serta program bela negara oleh TNI AL. Ricky menambahkan bahwa inisiatif kerja sama BI dan TNI AL ini pernah meraih penghargaan internasional pada ajang bergengsi.

Di tahun 2026, ekspedisi ini menargetkan penjangkauan 97 pulau 3T, memperkuat kedaulatan Rupiah di seluruh penjuru Nusantara.

Mahasiswi Tiongkok Ikut Festival Songkran di Thailand, Malah Dijual ke Kamp Penipuan di Myanmar

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang mahasiswi dari Guangdong, Tiongkok, diundang temannya untuk pergi ke Thailand mengikuti Songkran. Namun, setelah mendarat, ia justru dikendalikan dan dijual ke kamp penipuan (scam) di Myanmar. Ayah korban telah membayar lebih dari 200 ribu yuan sebagai tebusan, tetapi pelaku tetap tidak mau melepaskannya.

Menurut laporan Yangtze Evening Post, korban berinisial Xiaoyang (nama samaran) adalah mahasiswi tahun pertama di sebuah universitas di Guangdong. Ayahnya mengatakan, seorang โ€œtemanโ€ mengundangnya ke Thailand untuk menghadiri Songkran. Ia berangkat dari Bandara Internasional Guangzhou Baiyun pada 10 April, dan sudah membeli tiket pulang untuk 15 April, berencana hanya berlibur beberapa hari.

Pada 13 April sekitar pukul 01.30 dini hari, seorang teman SMA Xiaoyang menemukan kejanggalan besar pada keberadaannya. Setelah turun dari pesawat, โ€œtemanโ€ yang mengundangnya tidak muncul, dan ia langsung dikendalikan oleh seorang pria. Setelah berpindah-pindah selama dua hari, Xiaoyang dibawa ke wilayah dekat perbatasan Myanmar, yakni daerah Tiga Pagoda, dan diduga dijual ke kamp penipuan.

Teman SMA tersebut segera menghubungi ayah Xiaoyang. Sang ayah kemudian mencoba menghubungi putrinya. Setelah beberapa kali panggilan WeChat, telepon dijawab oleh seseorang yang mengaku sebagai โ€œkakak baik hatiโ€. Orang itu mengklaim telah โ€œmembeliโ€ Xiaoyang seharga 29.000 USDT (mata uang kripto yang dipatok ke dolar AS), dan meminta tambahan 30.000 USDT untuk membebaskannya.

Pelaku juga mengancam agar ayah korban tidak melapor ke polisi, serta menyebut bahwa jika tidak membayar, Xiaoyang akan dijual lagi dan berisiko mengalami pemerkosaan berkelompok.

Dalam keadaan panik, pada 13 April sore hari, ayah Xiaoyang mentransfer 30.000 USDT (sekitar lebih dari 200 ribu yuan). Setelah menerima uang, pelaku berjanji akan โ€œsegera membebaskanโ€ korban. Keluarga juga telah menghubungi kenalan di Myanmar untuk menjemput, tetapi terus mengalami penundaan.

Pada 16 April, pelaku berdalih bahwa selama festival Songkran tidak bisa mengatur penjemputan. Pada 18 April, mereka mengatakan jalan ditutup dan menunda hingga  20 April. Pada 20 April, alasan berubah menjadi โ€œharus mengurus prosedur keluar dari kampโ€. Hingga 22 April, mereka kembali menolak dengan alasan โ€œkamp hanya menerima orang masuk, tidak ada yang keluarโ€.

Saat ini, Xiaoyang masih bisa berkomunikasi dengan keluarganya, tetapi kondisi di dalam kamp tidak diketahui, sehingga keluarganya sangat khawatir akan keselamatannya.

Pada 14 April, keluarga telah melaporkan kasus ini ke polisi Tiongkok. Sang ayah memohon kepada masyarakat dan pihak berwenang untuk segera turun tangan membantu putrinya pulang dengan selamat.

Kasus ini menjadi trending di Tiongkok. Namun, sebagian besar komentar warganet justru menyalahkan korban karena pergi ke Thailand.

Beberapa komentar menyebut:  โ€œMemangnya Thailand itu tempat seperti apa? Itu pusat perdagangan manusia global. Di dalam negeri juga ada festival air, kenapa harus ke Thailand?โ€
โ€œTerlalu lama tinggal di dalam negeri jadi mengira luar negeri juga aman.โ€

Dalam beberapa tahun terakhir, praktik gelap kamp penipuan di Myanmar telah banyak terungkap. Banyak warga Tiongkok dilaporkan berangkat ke Thailand lalu dipindahkan ke Myanmar. Hal ini, ditambah narasi di media dan internet Tiongkok, memicu sentimen bahwa bepergian ke Thailand tidak aman, sehingga jumlah wisatawan Tiongkok ke Thailand menurun tajam.

Namun, pemerintah Thailand berulang kali menegaskan bahwa berwisata di Thailand aman, dan kasus penipuan tersebut tidak terkait dengan warga Thailand.

Pada 16 Desember 2025, seorang juru bicara polisi Thailand mengatakan dalam wawancara media bahwa wisatawan Tiongkok di Thailand sebenarnya โ€œperlu waspada bukan terhadap orang Thailand, melainkan terhadap sesama orang Tiongkok yang sudah berada di Thailand.โ€

Ia juga menyatakan, โ€œOrang Tiongkok sangat pintar, orang Thailand tidak bisa menipu mereka. Selama orang Tiongkok tidak menipu sesama orang Tiongkok, tidak ada yang bisa menipu mereka.โ€ Pernyataan ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Banyak netizen menilai pernyataan tersebut mengungkap sebagian dari jaringan kejahatan penipuan lintas negara di Asia Tenggara, di mana pelaku utama di balik penculikan dan penipuan besar memang sering kali berasal dari sesama warga Tiongkok.

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui – NTDTV.com

โ€œKudeta Lunakโ€ di Teheran! Garda Revolusi Tahan Presiden dan Menteri Luar Negeri Iran, Situasi Memburuk Drastis

EtIndonesia. Menurut laporan Fox News pada Selasa (21 April), perundingan damai ASโ€“Iran yang semula dijadwalkan berlangsung Rabu (22 April) batal di saat-saat terakhir akibat pecahnya โ€œkudetaโ€ di tingkat tinggi Iran.

Dilaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam telah mengesampingkan otoritas pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei, bahkan menggunakan kekuatan militer untuk menahan delegasi diplomatik guna menggagalkan perundingan. Di tengah kekosongan kekuasaan dan kekacauan di Teheran, tiga kelompok tempur kapal induk AS kini bergerak cepat berkumpul, sementara blokade laut dan udara secara menyeluruh telah mendorong ekonomi Iran ke ambang kehancuran.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa sebelumnya Mojtaba telah menandatangani perintah yang memberi wewenang kepada Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf memimpin delegasi moderat ke Pakistan untuk melakukan perundingan penting dengan pihak AS. Namun, tepat sebelum pesawat lepas landas, Garda Revolusi tiba-tiba mengepung bandara dan menahan anggota delegasi.

Pembawa acara Fox News, Jesse Watters, juga mengungkapkan bahwa Garda Revolusi telah mengambil tindakan terhadap sejumlah tokoh moderat utama. Termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ghalibaf, dan Araghchi, yang semuanya dilaporkan berada dalam tahanan rumah.

Selain itu, sebuah video yang diunggah akun X Merlin Capital menunjukkan bahwa Garda Revolusi telah dikerahkan di berbagai wilayah ibu kota Teheran dan mengendalikan situasi.

Aksi ini dipandang sebagai kudeta militer โ€œlunakโ€ terhadap kelompok ulama, di mana Garda Revolusi berusaha memaksa AS untuk mencabut blokade ekonomi tanpa syarat melalui tekanan militer. Saat ini, pemimpin tertinggi diduga telah menjadi โ€œbonekaโ€ militer.

Pengamat menilai bahwa di bawah tekanan ganda berupa konflik internal yang semakin terbuka dan kondisi ekonomi yang terus memburuk, Iran sedang bergerak menuju krisis kekuasaan dan ekonomi yang mirip dengan Venezuela. Dengan militer yang mengambil alih kekuasaan penuh, arah perkembangan situasi ke depan menjadi sangat tidak pasti.

Menghadapi kudeta mendadak di Teheran dan menguatnya kelompok garis keras, respons Washington sangat cepat. Dalam beberapa pekan terakhir selama masa โ€œgencatan senjataโ€, Pentagon terus memindahkan peralatan berat dan amunisi dari pangkalan militer di Eropa.

Analisis militer menunjukkan bahwa sebelum akhir pekan ini, tiga kelompok tempur kapal induk ASโ€”USS Gerald R. Ford, USS Abraham Lincoln, dan USS George H.W. Bushโ€”akan menyelesaikan konsentrasi strategis di perairan Timur Tengah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga telah menyetujui daftar target pengeboman baru, untuk siap merespons setiap tindakan provokatif dari militer Iran.

Laporan gabungan oleh jurnalis Ji Yuanren, New Tang Dynasty Television.

Masa Gencatan Senjata Diperpanjang Lagi, Militer AS Perkuat Blokade Pelabuhan Iran

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump pada 23 April mengungkapkan bahwa putaran kedua perundingan ASโ€“Iran kemungkinan dapat dimulai paling cepat pada hari Jumat (24 April). Masa gencatan senjata juga berpotensi diperpanjang hingga Minggu (26 April), namun blokade tidak akan dilonggarkan.

Ia juga menyebutkan bahwa perpecahan internal di Iran sangat serius. Ia akan menunda serangan militer sambil menunggu Teheran mengajukan โ€œrencana terpadu,โ€ yang secara tidak langsung mengkonfirmasi kabar bahwa Korps Garda Revolusi Islam sebenarnya memegang kendali kekuasaan.

Komando Pusat AS sebelumnya merilis video bertajuk โ€œKami tetap siap tempur,โ€ menegaskan bahwa seluruh perlengkapan dan personel militer telah kembali dipersenjatai dan siap siaga kapan saja.

Setelah Presiden Trump pada Selasa (21 April) memerintahkan pembatalan dan penundaan negosiasi, pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa masa gencatan senjata kemungkinan akan diperpanjang 3 hingga 5 hari.

Menurut laporan Channel 12 Israel yang mengutip tiga pejabat AS, batas waktu gencatan senjata yang ditetapkan Trump jatuh pada hari Minggu.

Mengenai perundingan bilateral, Trump mengatakan kepada New York Post bahwa putaran kedua pembicaraan damai โ€œmungkinโ€ akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, paling cepat Jumat. Namun pihak Iran belum memutuskan apakah akan berpartisipasi.

Sebelumnya, Trump berulang kali menegaskan bahwa sebelum Iran menerima syarat perundingan, militer AS tidak akan melonggarkan blokade terhadap pesisir dan pelabuhan Iran.

Mantan duta besar AS untuk Timur Tengah, Dennis Ross, mengatakan:  โ€œBagi rezim Iran, selama mereka bertahan, mereka tidak perlu membuat terlalu banyak konsesi dalam negosiasi berikutnya.โ€

 โ€œPenerapan blokade bertujuan untuk melawan upaya mereka menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan untuk mendapatkan keuntungan tawar-menawar.โ€

Berbagai sumber menyebutkan bahwa dengan kedatangan kelompok tempur kapal induk ketiga ke Timur Tengah, militer AS akan meningkatkan blokade guna melemahkan ekonomi Teheran, dan pada akhirnya menggoyahkan Garda Revolusi. Analisis menilai sikap keras Garda Revolusi saat ini merupakan kesalahan penilaian situasi.

Di sisi lain, Trump juga mengkonfirmasi adanya perpecahan serius di dalam Iran.

Ia menyatakan bahwa atas permintaan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, AS diminta menunda serangan militer terhadap Iran hingga para pemimpin dan perwakilan Iran dapat mengajukan proposal yang terpadu.

Media AS Axios juga melaporkan bahwa pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mujtaba, hampir tidak berkomunikasi dengan dunia luar. Sementara itu, petinggi Garda Revolusi yang memegang kendali nyata justru secara terbuka berselisih dengan tim negosiasi.

Perpecahan ini sepenuhnya terlihat pada Jumat lalu, ketika Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz, namun ditolak oleh Garda Revolusi yang bahkan mulai mengkritiknya secara terbuka.

Dalam beberapa hari berikutnya, Iran tidak memberikan tanggapan substantif terhadap proposal terbaru dari AS, serta menolak berkomitmen untuk menghadiri putaran kedua perundingan.

Saat ini, karena Garda Revolusi yang memegang kekuasaan di Iran menghalangi Ketua Parlemen dan Menteri Luar Negeri untuk pergi ke Pakistan, putaran kedua perundingan ASโ€“Iran masih mengalami kebuntuan.

Citra satelit menunjukkan puluhan kapal cepat milik Garda Revolusi bergerak berkelompok meninggalkan perairan tengah Selat Hormuz, yang mengindikasikan bahwa mereka sedang aktif menempatkan ranjau laut di wilayah tersebut.

Selain itu, dilaporkan bahwa Iran telah menembaki tiga kapal kargo di Selat Hormuz dengan artileri. Beberapa mengalami kerusakan parah pada ruang kendali, sementara lainnya terpaksa berhenti di laut. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam ketiga insiden tersebut.

Sementara itu, kelompok Hezbollah yang didukung Iran kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan meluncurkan drone serang terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan. Namun drone tersebut berhasil dicegat dan tidak memasuki wilayah Israel.

Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon juga akan berakhir pada hari Minggu. Lebanon berharap dalam pertemuan pada Kamis (23 April) dapat memperpanjang masa gencatan senjata selama satu bulan lagi.

Laporan oleh jurnalis Wang Ziyi, New Tang Dynasty Television, dari Amerika Serikat.

NATO Membunyikan Alarm! Sekjen NATO Menyebut Tiongkok, Rusia, dan Iran; Bahaya Besar Mengintai

EtIndonesia. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada Rabu (22/4/2026) saat berkunjung ke Turkiye mengeluarkan peringatan keras. Ia menyatakan bahwa NATO sedang menghadapi ancaman besar dari berbagai dimensi, mulai dari luar angkasa hingga laut dalam.

Ia secara khusus menyebut PKT, Rusia, dan Iran sebagai sumber utama ketidakstabilan, serta untuk pertama kalinya mengkonfirmasi bahwa NATO telah empat kali berhasil mencegat rudal balistik yang ditembakkan dari Iran menuju Turki.

 โ€œKita menghadapi bahaya yang sangat besar,โ€ katanya. 

Ia menambahkan bahwa ancaman yang dihadapi NATO mencakup berbagai bidang:
โ€œDari Arktik hingga Mediterania, dari luar angkasa hingga dasar laut, dari rudal dan drone hingga serangan siber yang kompleks.โ€

Saat membahas sumber ancaman, ia secara khusus menyinggung PKT, Rusia, dan Iran:
โ€œPerang Rusia di Ukraina masih berlangsung; modernisasi militer dan ekspansi nuklir PKT juga terus berjalan. Iran menyebarkan teror dan kekacauan. Di Turki, dampaknya terasa sangat nyata.โ€

Rutte juga mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa NATO telah empat kali berhasil mencegat rudal balistik dari Iran yang ditujukan ke Turki. Ia menegaskan bahwa NATO akan terus memperkuat penempatan militer dan mekanisme kerja sama guna menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks.

Pada hari yang sama, Rutte didampingi pejabat pertahanan Turkiye mengunjungi perusahaan industri pertahanan ASELSAN. Ia menekankan bahwa peningkatan produksi pertahanan dan inovasi teknologi merupakan arah strategis penting bagi NATO ke depan, serta menjadi agenda utama dalam KTT NATO pada Juli mendatang.

Laporan oleh jurnalis Yi Jing, New Tang Dynasty Television.

Krisis Memuncak! 3 Opsi โ€˜Mengerikanโ€™ dari Trump Bikin Dunia Tahan Napas

EtIndonesia. Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memasuki fase paling genting. Pada 22 April 2026 pagi, ketegangan di Selat Hormuz meningkat tajam setelah serangkaian serangan terhadap kapal kargo dilaporkan terjadi.

Menurut berbagai sumber, setidaknya tiga kapal kargo diserang menggunakan artileri, dan dua di antaranya berhasil dikuasai oleh Garda Revolusi Iran. Insiden ini langsung memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia.


Ultimatum 3โ€“5 Hari dari Trump

Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan memberikan tenggat waktu yang sangat terbatas kepada Iran.

Berdasarkan laporan dari Axios, Trump memberi waktu 3 hingga 5 hari bagi Teheran untuk:

  • Menyatukan sikap internal pemerintahan
  • Mengajukan proposal gencatan senjata yang dinilai โ€œlayakโ€ oleh Washington

Sementara itu, militer AS telah berada dalam kondisi siaga penuh, menandakan bahwa opsi militer tetap terbuka jika negosiasi gagal.


Tiga Pilihan Keras untuk Iran

Dalam pernyataan terbarunya melalui Truth Social, Trump secara tegas menyebut bahwa Iran kini hanya memiliki tiga pilihan:

  1. โ€œMati secara terhormatโ€
    Iran dapat meluncurkan seluruh sisa rudal balistik dan drone mereka. Namun, langkah ini akan berujung pada kehancuran besarโ€”diprediksi membuat negara tersebut terpuruk hingga 10 tahun tanpa sektor minyak dan tanpa prospek pemulihan.
  2. Kembali ke meja perundingan
    Iran diminta bernegosiasi tanpa tuntutan berlebihan. AS juga menegaskan memiliki kemampuan untuk memaksa kepatuhan jika kesepakatan dilanggar.
  3. Menyerah tanpa syarat
    Pilihan ini membuka kemungkinan perubahan besar dalam struktur kekuasaan di Iran, dengan masa depan diserahkan kepada rakyatnya.

Sejumlah analis internasional menilai bahwa opsi ketiga menjadi satu-satunya jalan yang berpotensi mengarah pada perubahan rezim di Iran.


Tekanan Ekonomi: Targetkan Minyak Iran

Dari sisi ekonomi, tekanan terhadap Iran juga semakin diperketat.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan:

  • Fasilitas penyimpanan minyak di Pulau Khark diperkirakan akan lumpuh
  • Produksi minyak Iran berpotensi terhenti total akibat gangguan distribusi

Selain itu, Departemen Keuangan AS tengah merancang langkah untuk:

  • Memblokir kemampuan Iran dalam mengakses dan memindahkan dana
  • Membekukan aset yang disebut sebagai โ€œdana rakyatโ€ yang disalahgunakan oleh elit pemerintahan

Elit Iran Mulai Mengungsi ke Bunker

Di tengah tekanan militer dan ekonomi, muncul laporan yang menunjukkan adanya tanda-tanda kepanikan di kalangan elit Iran.

Rekaman yang beredar memperlihatkan:

  • Konvoi truk membawa peralatan rumah tangga seperti mesin cuci dan microwave
  • Pengiriman persediaan makanan dalam jumlah besar
  • Pergerakan menuju bunker bawah tanah dengan pengamanan tinggi di wilayah pegunungan

Langkah ini diduga sebagai upaya perlindungan terhadap kemungkinan serangan besar dalam waktu dekat.


AS dan Israel Perkuat Kekuatan Militer

Sementara itu, persiapan militer terus ditingkatkan secara signifikan.

Menurut laporan Fox News:

  • Amerika Serikat terus mengirim amunisi dan peralatan berat dari pangkalan di Eropa selama masa gencatan senjata
  • Tiga kelompok tempur kapal indukโ€”
    • USS Gerald R. Ford
    • USS Abraham Lincoln
    • USS George H. W. Bush
      โ€”akan berkumpul di kawasan konflik menjelang akhir pekan

Selain itu:

  • Kapal pendarat generasi baru dengan kapasitas hingga 800 ton pasukan berat telah disiagakan
  • Israel dikabarkan bersiap menambah hingga 150 jet tempur untuk menghadapi kemungkinan eskalasi

Konflik Melebar: Trump Kaitkan dengan Tiongkok

Dalam perkembangan yang mengejutkan, Trump mulai secara terbuka mengaitkan konflik ini dengan peran Tiongkok.

Baru-baru ini, kapal kargo โ€œTouskaโ€ yang berangkat dari Tiongkok berhasil dicegat oleh militer AS. Kapal tersebut diduga membawa bahan bakar yang cukup untuk mendukung hingga 154 rudal balistik milik Iran.

Dalam wawancara dengan CNBC, Trump menyatakan bahwa:

  • Presiden Xi Jinping โ€œtersenyum di depan, tetapi menusuk dari belakangโ€
  • Tiongkok dituduh memberikan dukungan finansial dan teknologi kepada Iran

Trump juga memperingatkan bahwa jika dukungan tersebut tidak dihentikan, AS akan:

  • Melakukan serangan balasan
  • Bahkan mempertimbangkan untuk membatalkan kerja sama bilateral tertentu

Ia juga menuding bahwa sistem senjata Iran telah:

  • Menargetkan pasukan AS
  • Menjatuhkan pesawat tempur seperti F-15E dan A-10

Kekhawatiran Keamanan Dalam Negeri AS

Di dalam negeri, kekhawatiran terhadap potensi ancaman keamanan juga meningkat.

Senator AS, Josh Hawley, mengungkapkan bahwa:

  • Sekitar 500.000 mahasiswa asal Tiongkok di Amerika Serikat perlu diawasi lebih ketat
  • Hal ini terkait dugaan adanya jaringan spionase jangka panjang

Kesimpulan: Dunia di Ambang Titik Balik

Perkembangan pada 22 April 2026 menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah tidak lagi sekadar ketegangan regional, melainkan telah berkembang menjadi krisis geopolitik global.

Dengan:

  • Ultimatum keras dari Washington
  • Tekanan militer dan ekonomi yang meningkat
  • Keterlibatan kekuatan besar seperti Tiongkok

Dunia kini berada di ambang sebuah titik balik yang berpotensi menentukan arah stabilitas global dalam waktu dekat. (***)

Kapal Ditangkap, Minyak Diblokade! Konflik ASโ€“Iran Masuk Fase Berbahaya

EtIndonesia. Dunia internasional saat ini tengah berada dalam situasi yang sulit dipahami dengan logika biasa. Perkembangan yang terjadi bukan hanya kompleks, tetapi juga terasa seperti rangkaian peristiwa yang melampaui nalarโ€”perpaduan antara intrik politik, tekanan militer, manuver diplomasi, hingga konflik terbuka yang terus membayangi.

Pada 21 April 2026, perhatian global tertuju ke Islamabad, Pakistan, yang semula dijadwalkan menjadi lokasi penting bagi putaran lanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, alih-alih menjadi ajang diplomasi, situasi justru berubah menjadi penuh ketidakpastian dan kebingungan.


Negosiasi โ€œBayanganโ€: Delegasi Tak Jelas, Diplomasi Dipertanyakan

Menjelang tenggat waktu perundingan, muncul kejanggalan besar. Tidak ada kepastian apakah delegasi dari kedua negara benar-benar hadir.

Menurut sumber diplomatik Pakistan, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dijadwalkan memimpin delegasi AS ke Islamabad. Secara diplomatik, kehadiran Vance seharusnya menandakan bahwa Iran juga telah menyiapkan delegasi resmi.

Namun kenyataannya bertolak belakang.

Media resmi Iran justru menegaskan bahwa tidak ada delegasi yang diberangkatkan ke Pakistan. Pernyataan ini diperkuat pada malam hari, ketika Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menyampaikan bahwa Iran belum memberikan konfirmasi resmi untuk ikut dalam perundingan.

Situasi ini menciptakan kebingungan besar di kalangan media internasional dan pengamat politik.


Indikasi Perpecahan Internal Iran Makin Menguat

Sejumlah analis menilai bahwa kegagalan koordinasi ini mencerminkan retaknya struktur kekuasaan di dalam Iran.

Laporan dari lembaga kajian militer Amerika Serikat menyebutkan bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps (Garda Revolusi Iran) kemungkinan telah mengambil alih kendali penuh dalam pengambilan keputusan strategis. Sementara itu, kelompok moderat yang sebelumnya memimpin jalur diplomasi diduga telah tersingkir.

Perpecahan ini memunculkan dua arah kebijakan yang bertolak belakang:

  • Kelompok moderat: cenderung membuka ruang negosiasi demi mempertahankan stabilitas dan kekuasaan.
  • Kelompok garis keras (Garda Revolusi): memilih konfrontasi dengan pendekatan ideologis yang lebih ekstrem.

Akibatnya, posisi Iran di meja perundingan menjadi tidak jelas dan tidak terkoordinasi.


Strategi AS: Diplomasi di Meja, Tekanan di Langit

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjalankan strategi yang jauh lebih agresif pada putaran kedua negosiasi ini.

Pendekatan yang digunakan sangat tegas:

  • Di meja perundingan: tawaran kesepakatan masih terbuka.
  • Di medan militer: kekuatan udara disiagakan penuh.

Pesawat pembom strategis seperti B-2 Spirit dan B-52 Stratofortress menjadi simbol tekanan nyata. Pesan yang ingin disampaikan sederhana namun keras:
terima kesepakatan, atau hadapi konsekuensi militer.


Sinyal โ€œKemanusiaanโ€ yang Mengejutkan

Di tengah tekanan tersebut, Trump sempat mengajukan permintaan yang tidak biasa:
Ia meminta Iran membebaskan delapan perempuan yang terancam hukuman mati.

Langkah ini dipandang sebagai upaya membuka jalur diplomasi melalui pendekatan kemanusiaan. Namun ironisnya, isu ini justru tidak mendapat perhatian luas dari komunitas internasional maupun organisasi HAM.


Ancaman Nuklir: Iran Selangkah Lagi

Situasi semakin mengkhawatirkan setelah laporan internasional menyebutkan bahwa Iran telah memiliki hampir 1.000 pon uranium dengan tingkat kemurnian 60%.

Artinya:

  • Iran hanya selangkah lagi mencapai level senjata nuklir (90%).
  • Cadangan tersebut diperkirakan cukup untuk memproduksi sekitar 10 hulu ledak nuklir.

Temuan ini menjadi faktor utama yang mendorong Amerika Serikat meningkatkan tekanan secara drastis.


Insiden Kapal โ€œToscaโ€: Awal Terbukanya Konflik Lebih Besar

Ketegangan meningkat tajam ketika militer AS mencegat kapal kargo bernama Tosca di kawasan Selat Hormuz.

Kapal tersebut diduga membawa material berbahaya yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer Iran.

Dalam pernyataannya, Trump bahkan secara terbuka menyebut nama Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan mempertanyakan komitmen Beijing yang sebelumnya diklaim tidak akan memasok senjata ke Iran.

Namun respons dari pihak Tiongkok justru minim. Mereka tidak membantah secara langsung, hanya menyampaikan โ€œkeprihatinanโ€โ€”sebuah sikap yang memicu spekulasi lebih luas.


Operasi Kedua: Kapal โ€œTiffanyโ€ dan Perang Ekonomi Terbuka

Tak lama setelah itu, AS kembali melakukan operasi besar dengan mencegat kapal tanker super โ€œTiffanyโ€ di Teluk Benggala.

Kapal berkapasitas 300.000 ton ini membawa sekitar:

  • 1,9 juta barel minyak mentah dari Iran
  • menggunakan metode โ€œshadow shippingโ€ untuk menyamarkan asal minyak

Berbeda dari sebelumnya, kali ini AS:

  • tidak hanya menjatuhkan sanksi
  • tetapi langsung melakukan penindakan militer

Tujuannya jelas:

  • memutus jalur pendanaan Iran
  • sekaligus membongkar jaringan perdagangan gelap global

Selat Malaka dalam Pengawasan Ketat

Perkembangan penting lainnya terjadi di kawasan Asia Tenggara.

Setelah kerja sama militer antara AS dan Indonesia, jalur strategis di Selat Malaka bagian timur kini berada dalam pengawasan ketat. Kapal-kapal yang menuju Tiongkok dilaporkan akan diperiksa secara sistematis.

Langkah ini menandai perubahan besar:
tidak ada lagi jalur aman bagi distribusi logistik yang dianggap mendukung Iran.


Kekuatan Militer AS Memuncak

Di kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat meningkatkan kekuatan militernya secara signifikan.

Saat ini, tiga kelompok tempur kapal induk telah dikerahkan:

  • USS Abraham Lincoln
  • USS Gerald R. Ford
  • USS George H.W. Bush

Kapal terakhir bahkan dilengkapi dengan sistem senjata laser โ€œLocustโ€, yang dirancang untuk:

  • menghancurkan drone dengan biaya sangat rendah
  • merespons ancaman secara cepat dan presisi

Dengan kondisi Iran yang sebagian besar kekuatan udaranya telah melemah, teknologi ini menjadi kunci dominasi AS.


Sinyal Perang: Aktivitas Militer dan Bunker Iran

Dalam 24 jam terakhir:

  • hampir 100 pesan darurat militer dikirim oleh AS
  • pesawat komando nuklir E-6B terus berpatroli

Di sisi lain, laporan menyebutkan bahwa elite Iran:

  • mulai berpindah ke bunker bawah tanah
  • membawa perlengkapan untuk bertahan jangka panjang

Namun secara kontras, pemerintah Iran justru mendorong rakyat untuk turun ke jalan melakukan demonstrasi anti-AS.


Negosiasi Gagal, Gencatan Senjata Dipertanyakan

Perkembangan terakhir semakin memperjelas kebuntuan:

  • JD Vance mengumumkan tidak akan menghadiri perundingan
  • Iran juga menyatakan tidak ikut serta
  • Donald Trump memutuskan menunda serangan
  • sekaligus memperpanjang gencatan senjata

Namun Iran langsung menolak langkah tersebut dan menyebutnya sebagai keputusan sepihak.


Kesimpulan: Dunia di Titik Kritis

Hingga 21 April 2026, situasi global berada dalam kondisi yang sangat rapuh.

Negosiasi gagal, kepercayaan runtuh, dan kekuatan militer terus ditingkatkan di berbagai lini. Perpecahan internal Iran, tekanan maksimal dari Amerika Serikat, serta keterlibatan tidak langsung kekuatan besar lain membuat konflik ini berpotensi meluas kapan saja.

Satu hal yang pasti:  dunia kini tidak lagi berada dalam situasi normalโ€”melainkan di ambang perubahan besar yang bisa mengubah peta geopolitik global secara permanen. (***)

Makin Tegang! Pergantian Elite Militer Angkatan Laut AS Terjadi di Detik-Detik Kritis Konflik Iran

EtIndonesiaโ€” Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Pentagon secara mengejutkan mengumumkan pergantian pimpinan di jajaran Angkatan Laut. Menteri Angkatan Laut AS John Phelan, secara resmi mengundurkan diri pada 22 April 2026, dan posisinya langsung digantikan oleh Wakil Menteri, Hung Cao.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui media sosial resmi Pentagon, namun hingga saat ini tidak ada penjelasan resmi terkait alasan pengunduran diri yang terjadi secara tiba-tiba tersebut. Waktu pengumuman yang bertepatan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah membuat keputusan ini langsung memicu berbagai spekulasi.


Latar Belakang: Menteri Sipil yang Kontroversial

John Phelan diketahui merupakan seorang pengusaha sekaligus tokoh politik yang mulai menjabat sebagai Menteri Angkatan Laut ke-79 sejak Maret 2025. Penunjukannya sejak awal sudah menuai kontroversi, karena ia tidak memiliki latar belakang militer.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat itu lebih menekankan kemampuan Phelan dalam manajemen dan reformasi organisasi, dibandingkan pengalaman militernya. Namun di tengah situasi krisis yang semakin kompleks, pendekatan tersebut kini kembali dipertanyakan.

Gambar menunjukkan foto arsip Kapten Angkatan Laut (purnawirawan) Cao Hong (Hung Cao). Diambil pada Maret 2022, saat Cao Hong mencalonkan diri dalam pemilihan di distrik ke-10 negara bagian Virginia. (Terri Wu/The Epoch Times)

Pengganti: Figur Militer Berpengalaman

Sebagai pengganti, Hung Cao dinilai memiliki profil yang sangat berbeda. Ia merupakan warga Amerika keturunan Vietnam dan mantan perwira Angkatan Laut dengan pengalaman dinas selama lebih dari 25 tahun.

Hung Cao pernah terlibat dalam berbagai operasi militer di Irak, Afghanistan, dan Somalia. Selain itu, ia juga dikenal memahami secara mendalam sistem anggaran militer serta mekanisme kerja Pentagon. Sejak 1 Oktober 2025, ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Angkatan Laut.

Pergantian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan kepemimpinan yang lebih siap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik militer.


Analisis: Sinyal Perubahan Strategi AS

Sejumlah analis menilai bahwa pergantian mendadak ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Langkah tersebut dianggap sebagai indikasi kuat bahwa Washington kemungkinan mulai meninggalkan jalur negosiasi dan bersiap memasuki tahap konflik berikutnya dengan Iran.

Spekulasi ini semakin menguat setelah pada hari yang sama, Presiden Trump menyatakan bahwa tidak ada tekanan waktu bagi Iran untuk melakukan gencatan senjata maupun melanjutkan negosiasi.

Ia juga membantah laporan yang menyebutkan adanya rencana perpanjangan gencatan senjata selama 3 hingga 5 hari. Gedung Putih menegaskan bahwa tidak ada tenggat waktu final, dan seluruh keputusan sepenuhnya berada di tangan presiden.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menambahkan bahwa pemerintah AS memahami dengan jelas siapa pihak yang memiliki otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan di Iran. Ia juga mengingatkan publik agar tidak mudah terpengaruh oleh pernyataan Iran di ruang terbuka, karena seringkali berbeda dengan komunikasi tertutup dalam proses diplomasi.


Perpecahan Internal Iran Memperumit Negosiasi

Menurut sejumlah pejabat AS, saat ini terjadi perpecahan serius di dalam struktur kekuasaan Iran, khususnya antara tim negosiasi dan pihak militer.

Bahkan disebutkan bahwa tidak ada jalur komunikasi langsung yang stabil dengan Pemimpin Tertinggi Iran. Kondisi ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lambat dan penuh ketidakpastian, sehingga semakin menyulitkan upaya diplomasi.


Situasi Laut Memanas: Kapal Iran Dicegat

Pada hari yang sama, United States Central Command (CENTCOM) membantah laporan bahwa sejumlah kapal Iran berhasil menembus blokade laut.

Dua kapal berbendera Iran, Hero-2 dan Hedi, dilaporkan telah dicegat dan kini berlabuh di Pelabuhan Chabahar. Sementara kapal Dorena saat ini berada di Samudra Hindia dan dikawal oleh kapal perusak Angkatan Laut AS.

CENTCOM menegaskan bahwa hingga saat ini, militer AS telah berhasil memaksa sedikitnya 29 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan, sebagai bagian dari operasi penegakan blokade.

Namun demikian, laporan dari The Washington Post menyebutkan bahwa operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz diperkirakan dapat berlangsung hingga enam bulan, menunjukkan bahwa krisis ini tidak akan selesai dalam waktu dekat.


NATO: Ancaman Datang dari Berbagai Arah

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengungkapkan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai ancaman secara bersamaan.

Ia menyebutkan tiga titik utama ketegangan global:

  • Konflik Rusia di Ukraina
  • Ekspansi nuklir Tiongkok
  • Instabilitas Iran di Timur Tengah

Rutte juga mengungkapkan bahwa NATO telah mencegat empat rudal balistik Iran yang mengarah ke Turki dalam beberapa pekan terakhir, menandakan eskalasi yang semakin meluas.


Tekanan Ekonomi: Iran Terancam Hentikan Produksi Minyak

Di sisi ekonomi, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperingatkan bahwa fasilitas penyimpanan minyak Iran di Pulau Kharg akan mencapai kapasitas maksimum dalam beberapa hari ke depan.

Pulau Kharg sendiri merupakan pusat vital ekspor minyak Iran, yang menangani sekitar 90% ekspor minyak negara tersebut, sementara sektor energi menyumbang sekitar 80% total ekspor nasional.

Jika blokade terus berlanjut, lembaga keuangan global seperti JPMorgan Chase memperkirakan Iran akan dipaksa untuk mengurangi bahkan menghentikan produksi minyaknya, yang berpotensi memicu krisis ekonomi dalam negeri.


Sanksi Baru Diberlakukan

Sebagai bagian dari tekanan tambahan, Departemen Keuangan AS juga mengumumkan sanksi terhadap 14 individu dan perusahaan dari Iran, Turkiye, dan Uni Emirat Arab yang diduga terlibat dalam pengadaan serta distribusi senjata.


Kesimpulan: Krisis Menuju Titik Kritis

Rangkaian perkembangan pada 22 April 2026 menunjukkan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki fase yang semakin kompleks dan berbahaya.

Pergantian mendadak di Pentagon, peningkatan operasi militer di laut, tekanan ekonomi yang intens, serta ketidakpastian di internal Iran, semuanya mengarah pada satu kesimpulan:

situasi kini tidak lagi sekadar krisis diplomatik, tetapi berpotensi berkembang menjadi konflik terbuka dalam waktu dekat. (***)