Serangan Udara Rusia yang Bertubi-tubi Tewaskan 9 Warga Sipil di Ukraina dalam Dua Hari; Perdamaian Masih Sulit Dicapai

EtIndonesia.com Perang Rusia–Ukraina terus berlanjut. Pada Sabtu (26/9), Rusia kembali melancarkan serangan terhadap Ukraina, menewaskan setidaknya 2 orang dan melukai 6 orang. Sejumlah bangunan hancur. Pabrik baja terbesar di Ukraina juga menghadapi kemungkinan penutupan.

Api merah berkobar dari jendela-jendela rumah, sementara sebagian besar bangunan tempat tinggal diselimuti asap tebal.

Dinas Situasi Darurat Negara Ukraina mengatakan bahwa pada Sabtu, Rusia menyerang Kyiv, menyebabkan 4 orang terluka. Sebuah gedung apartemen dan sebuah supermarket terbakar akibat serangan tersebut.

Anastasiia, warga yang tinggal di bangunan yang rusak: “Waktu itu pagi hari. Tempat tidur saya berada tepat di dekat jendela. Suara ledakan dan suara kaca jendela yang pecah membangunkan saya dan anjing saya.”

Pada hari yang sama, wilayah Zaporizhzhia di Ukraina juga diserang oleh drone. Dua perempuan tewas, sementara seorang pria dan seorang anak terluka. Rumah-rumah pribadi, gedung tempat tinggal, dan sebuah pusat perbelanjaan juga mengalami kerusakan.

Tim penyelamat melakukan operasi di berbagai lokasi dan menggali jasad para korban dari reruntuhan.

Belakangan ini, serangan udara Rusia terhadap Ukraina hampir terjadi setiap hari. Sasaran serangan telah meluas dari fasilitas militer ke perusahaan, jaringan logistik, fasilitas pelabuhan, serta infrastruktur sipil.

Baru sehari sebelumnya, drone Rusia menyerang Kyiv dan menewaskan 7 orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 14 tahun. Sebanyak 58 orang lainnya terluka.

Perang juga telah memberikan pukulan berat terhadap industri baja Ukraina, yang menyumbang sekitar 15% dari total ekspor negara tersebut.

Pada Jumat, produsen baja ArcelorMittal di Ukraina mengatakan bahwa setelah mengalami empat serangan besar berturut-turut dalam lima minggu terakhir, lima pekerja tewas dan fasilitas pabrik mengalami kerusakan parah. Perusahaan tersebut memutuskan untuk menutup pabrik baja terbesar Ukraina yang berada di Kryvyi Rih.

Di wilayah Donetsk, Ukraina, para tentara yang berada di garis depan mengatakan bahwa mereka harus terus waspada akibat ancaman berbagai rudal dan drone Rusia dari udara. Mereka berharap perang dapat dihentikan.

Prajurit Ukraina Kipish: “Kami selalu ‘memasang telinga’ disini dan tetap waspada. Selama 24 jam sehari, selalu ada sesuatu yang terbang di udara.”

Kipish: “Saya benar-benar berharap semua ini (perang) dapat segera berakhir. Namun sayangnya, perang masih terus berlangsung. Kami bekerja tanpa henti, siang dan malam.”

Laporan gabungan Tang Li, NTD Television.

INSPIRASI ERABARU

Harmoni Langit dan Bumi: Bagaimana Lima Unsur Menghubungkan Alam, Musim, dan Kesehatan

Di Tiongkok kuno, filosofi “langit, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan” telah menjadi pedoman untuk menjaga kesehatan selama ribuan tahun. “Empat musim dan yin-yang...

Perlambat Makan, Nikmati Hidangan Anda Sebaik-baiknya

Shoba Rajamani Anda sibuk, terlalu banyak bekerja, dan mengalami stres. Terkadang Anda bahkan hampir tidak menyadari apa yang sedang Anda makan—atau siapa yang duduk di...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine