Genap Setahun Trump Kembali ke Gedung Putih, Dampaknya Sangat Besar bagi Amerika Serikat dan Dunia

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (20 Januari) menandai setahun kembalinya ia ke Gedung Putih. Selama setahun terakhir, ia telah mengesahkan lebih dari 225 Perintah Eksekutif atau keputusan Presiden mengubah arah kebijakan pemerintah federal. Ia juga secara aktif mendorong agenda “America First” (Amerika Pertama). Di panggung internasional, Trump membentuk ulang perdagangan global, memfasilitasi perjanjian perdamaian, dan pada momen-momen krusial bahkan mengerahkan militer Amerika Serikat.  Berikut kilas baliknya.

Pada hari pertama menjabat, Trump membentuk Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) untuk menyelidiki dan menghentikan pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan anggaran. Data menunjukkan bahwa langkah ini telah menghemat 215 miliar dolar AS uang pembayar pajak.

Ia mencabut pedoman federal yang berkaitan dengan keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas (DEI).

Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan bahwa Amerika Serikat hanya mengakui dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan, serta melarang pemerintah federal memberikan pendanaan kepada sekolah dan lembaga yang mengizinkan laki-laki berpartisipasi dalam olahraga perempuan.

Pada Juli 2025, Kongres AS meloloskan Undang-Undang “One Big Beautiful Bill”, yang mana akan melakukan reformasi menyeluruh terhadap kebijakan pajak dan sosial dalam 10 tahun ke depan.

Di bidang kesehatan, program “Make America Healthy Again” (MAHA) mendorong reformasi sistem pangan dan pengelolaan obat-obatan, serta secara signifikan menurunkan harga obat tertentu bagi konsumen Amerika.

Dalam isu keamanan perbatasan, pemerintahan Trump menerapkan kebijakan ketat yang menyebabkan jumlah imigran ilegal anjlok ke titik terendah dalam sejarah. Menurut data Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang dirilis pada Desember lalu, selama setahun lebih dari 2,5 juta imigran ilegal meninggalkan Amerika Serikat, dengan anggota geng dan pelaku kejahatan kekerasan menjadi prioritas deportasi. Dari jumlah tersebut, 1,9 juta orang memilih untuk pulang secara sukarela.

Trump juga mengerahkan Garda Nasional di Los Angeles, Washington D.C., Portland, dan Chicago, serta memberlakukan larangan masuk terhadap warga dari sejumlah negara.

Pemerintahannya meluncurkan “Kartu Emas Trump”, yang mempercepat proses pengajuan izin tinggal permanen bagi pihak yang memenuhi syarat. Program undian Green Card dibatalkan.

Untuk membentuk ulang tatanan perdagangan global dan memindahkan manufaktur kembali ke Amerika Serikat, Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran dan memulai perundingan dagang dengan puluhan negara.

Melalui penerapan tarif dan tekanan ekonomi sebagai alat negosiasi, Trump mengklaim telah membantu menyelesaikan delapan konflik global.

Militer Amerika Serikat juga menunjukkan kekuatannya dalam sejumlah operasi. Pada Juni 2025, sepuluh hari setelah pecahnya konflik Israel–Iran, Trump memerintahkan operasi dengan sandi “Midnight Hammer”, yang menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Dua hari kemudian, konflik tersebut berakhir dengan gencatan senjata.

Operasi lain yang mengejutkan dunia internasional terjadi pada 3 Januari, ketika militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya dari sebuah kediaman yang dijaga ketat di ibu kota Venezuela. Keduanya dibawa ke Amerika Serikat untuk diadili, dengan dakwaan konspirasi narkoterorisme dan sejumlah tuduhan lainnya.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat memperdalam kerja sama keamanan dengan Panama, serta secara aktif merebut kembali pengaruh atas Terusan Panama dari tangan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pada Januari tahun ini, Trump dengan alasan keamanan nasional meningkatkan upaya untuk mengakuisisi Pulau Greenland.

Setelah dilantik, Trump juga memulai proses penarikan diri dari Perjanjian Iklim Paris, dan sekaligus mengumumkan penarikan Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional dan badan PBB, dengan alasan organisasi-organisasi tersebut tidak lagi sejalan dengan kepentingan Amerika.

Reporter New Tang Dynasty Television: Guo Yuexi, laporan dari Amerika Serikat.

Produsen Baterai AS Alihkan Rantai Pasok dari Tiongkok ke Korea Selatan, Pakar Beri Penjelasan

Amerika Serikat sebelumnya memperketat pembatasan terhadap pengembangan drone dan pesawat listrik canggih di dalam negeri. Untuk mematuhi ketentuan tersebut, perusahaan baterai Amerika kini mulai memindahkan rantai pasok mereka dari Tiongkok ke Korea Selatan. Para pakar menilai, langkah ini jelas merupakan pemutusan keterkaitan (decoupling) secara paksa yang didorong oleh kebijakan, dengan dampak nyata yang sangat kuat.

EtIndonesia. Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS (National Defense Authorization Act/NDAA) menetapkan bahwa mulai Oktober 2027, Departemen Pertahanan AS akan melarang pembelian baterai buatan Tiongkok. 

Berdasarkan hal ini, media Nikkei Asia melaporkan bahwa dua produsen baterai canggih AS, SES AI dan Amprius Technologies, telah mengumumkan akan memindahkan fokus produksi mereka keluar dari Tiongkok dan memperluas kapasitas produksi baterai di Korea Selatan.

“Ini jelas merupakan pemutusan keterkaitan secara paksa yang didorong oleh kebijakan. Dampaknya sangat nyata. Demi mempertahankan Departemen Pertahanan AS sebagai klien besar, perusahaan-perusahaan Amerika ini harus sepenuhnya membersihkan unsur Tiongkok dari rantai pasok mereka sebelum larangan tersebut mulai berlaku,” ujar peneliti madya Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Hsieh Pei-hsueh. 

Presiden AS Donald Trump juga menandatangani sebuah perintah eksekutif pada Juli tahun lalu, yang mewajibkan lembaga federal mempercepat proses persetujuan bagi produsen drone AS, serta melindungi rantai pasok drone Amerika dari “pengaruh asing”.

“Karena baterai adalah jantung dari drone dan pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL), maka pemindahannya keluar dari Tiongkok menunjukkan bahwa perusahaan Amerika menilai produksi bahan baku atau komponen kunci di Tiongkok—terutama yang melibatkan teknologi militer—mengandung risiko politik dan keamanan yang tidak dapat dikendalikan,” tambah Hsieh Pei-hsueh.

Profesor bidang studi internasional Universitas St. Thomas di AS, Ye Yaoyuan, mengatakan bahwa produsen baterai terbesar di dunia adalah Tiongkok. Jika sekarang bahkan sektor baterai—di mana Tiongkok memiliki dominasi besar dan bahkan keunggulan harga global—tetap bersedia dipindahkan oleh perusahaan Amerika Serikat. Hal demikian, kata dia,  menunjukkan bahwa sebenarnya semua hal bisa dibicarakan dan semua bisa diputus. 

“Pemutusan keterkaitan ini hanyalah soal waktu. Sekitar tahun 2028 atau 2029, Anda akan melihat bahwa persaingan AS–Tiongkok saat ini adalah bentuk Perang Dingin baru, dan perang dingin ini akan terlihat sangat jelas dalam seluruh rantai pasok global,” lanjutnya. 

Para analis menilai, hal ini menunjukkan bahwa biaya rendah tidak lagi menjadi pertimbangan utama. Rantai pasok di masa depan akan semakin dibangun di antara negara-negara yang memiliki nilai yang sama atau merupakan sekutu militer, yang mana akan memberikan dampak langsung terhadap industri manufaktur berteknologi tinggi milik Partai Komunis Tiongkok (PKT).

“Langkah ini akan menimbulkan efek demonstratif dalam rantai industri. Tindakan kedua perusahaan ini mengirimkan sinyal bahwa produsen lain—terutama perusahaan Amerika—akan mengalami efek gentar, sehingga pemasok yang ingin mendapatkan kontrak pertahanan AS atau Barat akan ikut bergerak, mempercepat pemindahan lini produksi mereka keluar dari Tiongkok,” kata Hsieh Pei-hsueh. 

“Selain itu, hal ini akan semakin memperdalam pemisahan antara Tiongkok dan Barat di bidang teknologi kunci. Ke depan, perusahaan Tiongkok akan semakin sulit memasuki pasar pertahanan AS dan industri kedirgantaraan kelas atas, sehingga pangsa pasar mereka akan direbut oleh pesaing lain seperti Korea Selatan,” tambahnya. 

Reporter New Tang Dynasty Television: Yi Jing dan Chang Chun, laporan wawancara

Seorang Gadis Berusia 12 tahun di Fujian, Tiongkok, Tewas Setelah Dikurung di Toilet Selama 17 Hari, Ibu Tirinya yang Kejam Dieksekusi Mati 

Seorang gadis berusia 12 tahun di Putian, Provinsi Fujian, Tiongkok, bernama Kiki (nama samaran), tewas akibat penyiksaan oleh ayah kandung dan ibu tirinya. Pada 20 Januari, ibu tiri Xu Jinhua telah dieksekusi mati.

EtIndonesia. Baru-baru ini, Mahkamah Agung Tiongkok mengeluarkan putusan peninjauan ulang atas perkara pembunuhan dengan sengaja dan penganiayaan yang dilakukan Xu Jinhua. Hasil putusan menyetujui hukuman mati. Pada 20 Januari pagi, Pengadilan Menengah Kota Putian melaksanakan eksekusi mati terhadap Xu Jinhua.

 “Xu Jinhua akhirnya membayar kejahatannya dengan harga paling mahal. Nyawanya telah dibayar, tetapi putriku Sisi tidak akan pernah kembali. Yang ia rampas adalah kehidupan indah yang seharusnya dimiliki Sisi, dan itulah hal paling berharga dalam hidupku. Utang nyawa ini, bahkan di alam baka pun tidak akan pernah terbayar,” kata Ibu kandung Kiki, Ny. Bai, mengatakan kepada Jimu News

Setelah mengetahui Xu Jinhua telah dieksekusi, Ny. Bai mengatakan perasaannya hampa.
“Kematian dia tidak bisa menebus penderitaan yang dialami putriku semasa hidup, dan tidak bisa mengurangi rasa bersalahku,” katanya. 

Ia menambahkan bahwa sudah lebih dari dua tahun sejak putrinya meninggal dunia dan ia terus hidup dalam penyesalan dan rasa bersalah, membenci dirinya sendiri karena tidak berjuang sekuat tenaga untuk menjemput putrinya kembali dan mencegah tragedi tersebut.

Menurut laporan media daratan sebelumnya, Kiki lahir pada 2011. Pada 2015, orang tuanya bercerai karena keretakan hubungan. Pada 2017, ayah kandungnya Liu Jiang menikah lagi dengan Xu Jinhua, dan Kiki tinggal bersama ayahnya. Selama itu, Ny. Bai berulang kali berusaha membawa putrinya pulang, namun selalu ditolak.

Setelah menikah dengan mantan suaminya, Xu Jinhua membeli secara ilegal seorang bayi perempuan dan seorang bayi laki-laki. Saat tinggal bersama Liu Jiang, pada 2016 ia juga membeli seorang anak laki-laki.

Sejak 2020, Xu Jinhua secara berkepanjangan menyiksa tiga anak di bawah umur, termasuk memukuli, memaki, membuat kelaparan, memaksa mereka memakan kotoran dan urin, menyiram dengan air mendidih, serta memaksa anak-anak saling memukul. Anak-anak lain mengalami luka yang relatif lebih ringan, namun di tubuh Kiki terdapat lebih dari sepuluh bagian dengan luka lama dalam berbagai tingkat keparahan.

Antara 6 hingga 21 Desember 2023, Xu Jinhua mengikat Kiki di dalam kamar mandi, serta menghasut anak-anak lain untuk memukulinya, termasuk dengan memukul menggunakan tongkat, membenturkan kepala ke dinding, membiarkannya kedinginan dan kelaparan, merendam luka dengan air kotor, serta menyiramnya dengan air mendidih.

Pada 22 Desember pagi, meski melihat kondisi Kiki sangat lemah, Xu Jinhua masih memukulinya dengan tongkat. Baru ketika Kiki mengalami kejang-kejang di seluruh tubuh, ia melepaskannya, menyeretnya ke kamar tidur untuk mengganti pakaian berlumuran darah, serta membersihkan kamar mandi dan menghapus rekaman CCTV.

Akhirnya, Kiki meninggal dunia akibat gagal sirkulasi akut, yang dipicu oleh cedera luar dan infeksi bernanah pasca cedera, kelaparan, serta kedinginan.

Selama 17 hari Kiki dikurung di kamar mandi, Xu Jinhua berkali-kali mengirim foto-foto Kiki melalui WeChat kepada Liu Jiang. Namun Liu Jiang menyatakan dukungan dan membiarkan, serta tidak pulang untuk menyelamatkan Kiki. Meski mengetahui Xu Jinhua sering menyiksa Kiki dan anak-anak lain, Liu Jiang membiarkannya, bahkan membantu membeli secara daring sekitar 1.600 tablet obat pencahar untuk diberikan kepada Kiki.

Hasil otopsi forensik menunjukkan bahwa sebelum meninggal dunia, Kiki mengalami anemia paru, bronkitis, anemia limpa, radang limpa akut, serta edema dan nekrosis pada banyak organ, kulit kaki kanan bawah terkelupas, dan memar pada punggung tangan serta kepala. Data ponsel Xu Jinhua juga menunjukkan bahwa ia pernah mencari cara menyiksa anak melalui internet.

Baru pada 7 Oktober 2024, saat sedang bekerja, Ny. Bai menerima kabar kematian putrinya.
“Aku menatap pemberitahuan itu—kata-katanya seolah aku kenal namun juga tidak—sampai melihat dua kata ‘meninggal dunia’, barulah aku menyesal mengapa tidak bersikeras membawa Kiki pulang,” katanya.

Mengenang saat melihat jenazah putrinya di rumah duka, Ny. Bai menangis tersedu-sedu: “Tidak ada daging sama sekali, hanya tulang. Aku berdiri di depan jasadnya, kakiku seperti tak bisa melangkah. Aku tidak percaya itu adalah anakku sendiri.”

Pada 21 April 2025, Xu Jinhua dijatuhi hukuman mati atas tuduhan pembunuhan dengan sengaja dan penganiayaan. Liu Jiang dijatuhi hukuman 5 tahun 6 bulan penjara. Pada 23 Desember di tahun yang sama, setelah sidang ulang, hukuman Liu Jiang diubah menjadi 13 tahun 6 bulan penjara.

Warganet di daratan Tiongkok ramai berkomentar:

 “Lebih buruk dari binatang! Ayah kandungnya juga pantas ditembak.”
“Benar-benar kejam dan tidak manusiawi, dieksekusi mati pun terlalu ringan baginya.”
“Iblis, tidak layak disebut manusia. Kasihan anak itu.”
“Ini bukan kasus tunggal, sungguh menyedihkan.”

Editor Li Enzhen – NTDTV.com

Jumlah Pemohon Keadilan ke Beijing Melonjak, Dalam Keputusasaan Warga Berbondong-bondong Menuju Zhongnanhai

Seiring terus memburuknya kondisi ekonomi Tiongkok dan meningkatnya tekanan stabilitas sosial di tingkat daerah, jumlah warga yang datang ke Beijing untuk mengajukan pengaduan (petisi) melonjak tajam.  Menurut sejumlah warga yang datang ke Beijing untuk mengajukan petisi, sistem kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan saling berkolusi serta terus melakukan penindasan, membuat para pemohon keadilan terjerumus ke dalam keputusasaan. Akibatnya, semakin banyak orang memilih langsung mendatangi Zhongnanhai untuk menuntut hak mereka

EtIndonesia. Seorang pemohon keadilan asal Shanghai berusia 70 tahun, Liu Dongbao, telah berulang kali datang ke Beijing untuk mengajukan petisi. Selama itu, ia pernah ditahan di penjara gelap, dipukuli, hingga kedua kakinya cacat akibat penganiayaan dan belum pernah pulih hingga kini. 

Pada 16 Januari, ia kembali ke Beijing dengan menyeret kakinya yang cacat untuk mengajukan petisi. Ia mengatakan bahwa jumlah pemohon di Kantor Pengaduan saat ini meningkat sedikitnya sepuluh kali lipat dibandingkan sebelumnya.

“Tidak bisa lagi mengantre, akhirnya lari ke Zhongnanhai. Sekarang jumlah orangnya bertambah berkali-kali lipat, untuk bisa mengantri saja totalnya perlu 20 jam. Di usia kami yang sudah tua, mana sanggup? Lebih baik langsung ke Zhongnanhai. Semua orang berpikir seperti itu,” ujar Liu Dongbao. 

Seorang pemohon lama yang menetap di Beijing, Liu Mei, juga mengatakan bahwa meskipun PKT terus melakukan penindasan, jumlah orang yang datang ke Beijing untuk mengajukan petisi tetap meningkat pesat. Ia menyebutkan bahwa beberapa tahun lalu saja sudah beredar kabar bahwa jumlah pemohon tetap yang menetap di Beijing mencapai sekitar 2 juta orang, dan memperkirakan angka saat ini jauh lebih besar.

 “Saya sebagian besar waktu tinggal di Beijing. Beberapa tahun lalu sudah dikatakan bahwa jumlah penduduk tetap yang tertahan di Beijing mencapai lebih dari 2 juta orang. Rumah sudah digusur, semuanya hilang. Pulang ke kampung juga sudah tidak ada harapan, jadi kami bertahan hidup di Beijing, sambil bekerja dan sambil mengajukan petisi. Begitu ada ketidakadilan, semua datang ke sini. Jumlah orangnya jauh lebih banyak daripada biasanya,” ujar Liu Mei.  

Dalam kunjungannya kali ini, Liu Dongbao langsung menuju Zhongnanhai untuk mengajukan petisi. Pada 16 Januari pagi, saat masih berada di dalam bus dan dua halte lagi sebelum tiba di Zhongnanhai, ia dibawa oleh polisi yang sedang melakukan pemeriksaan ke Kantor Polisi Zhongnanhai. Di sana, ia melihat sebuah tempat seperti gedung bioskop yang digunakan untuk menahan sejumlah besar pemohon keadilan. Mobil polisi terus-menerus mengangkut para pemohon ke lokasi tersebut, lalu mereka dipisahkan dan diserahkan kepada petugas stabilitas dari daerah asal masing-masing.

 “Saya memang menuju Zhongnanhai, saya tahu betul. Dulu tidak banyak orang. Bus besar paling banyak hanya dua atau tiga bus per hari. Sekarang luar biasa, sekali datang bisa ratusan orang,” ujar Liu Dongbao. 

Seorang warga daratan Tiongkok bernama Yube mengatakan bahwa kesewenang-wenangan dan kekerasan kekuasaan PKT telah membuat masyarakat berada di ambang kehancuran, dan rakyat hidup dalam penderitaan yang mendalam. Menurutnya, masyarakat yang ingin mencari keadilan melalui jalur hukum sama sekali tidak memiliki jalan keluar.

 “Kami rakyat kecil benar-benar menderita, tidak punya tempat untuk mencari keadilan. Orang seperti Gui Shanhong, yang begitu jujur dan hanya mengajukan petisi secara normal ke Kantor Pengaduan Nasional, bisa sampai dipukuli hingga meninggal. Rezim ini membangkitkan kemarahan rakyat,” katanya. 

Laporan wawancara oleh Hong Ning dan Huang Yuning, reporter New Tang Dynasty Television.

Kucing Entah Bagaimana Menemukan Jalan Pulang Sejauh 250 Kilometer, Setelah Lima Bulan Kemudian

0

EtIndonesia. Pada awal Agustus 2025, Patrick dan Evelyne Sire sedang dalam perjalanan pulang ke Olonzac, di wilayah Hérault, Prancis, setelah perjalanan ke Delta Ebro di Spanyol, ketika mereka berhenti untuk mengisi bahan bakar di tempat peristirahatan di Catalonia. Mereka membiarkan salah satu jendela penumpang di mobil kemping mereka sedikit terbuka saat mereka pergi untuk minum kopi, dan saat itulah mereka menduga kucing peliharaan mereka, Filou, berhasil keluar.

Pasangan itu melanjutkan perjalanan mereka, berpikir bahwa Filou telah menemukan tempat yang nyaman untuk tidur, seperti biasanya, dan baru beberapa jam kemudian, ketika mereka berhenti di tepi Danau Jouarres, di wilayah Aude, Prancis, mereka menyadari Filou hilang. Setelah mencari di semua tempat persembunyian kucing yang biasa di mobil kemping dan mencoba memancingnya dengan makanan, mereka menyadari kucing itu telah pergi.

Keesokan harinya, Patrick dan Evelyne menelusuri kembali jejak mereka, kembali ke tempat peristirahatan di mana mereka terakhir kali melihat Filou, memanggilnya dan bertanya kepada orang-orang apakah mereka melihat kucing hitam putih. Asosiasi kesejahteraan hewan setempat di Maçanet dihubungi, dan laporan kucing hilang diajukan ke Guardia Civil, tetapi pasangan itu tidak menerima kabar selama beberapa hari.

Pada tanggal 19 Agustus, penampakan baru menghidupkan kembali harapan keluarga: seekor kucing hitam putih telah terlihat di dekat tempat peristirahatan di Catalonia. Pasangan itu kembali berkendara ke sana dari Olonzac dan menghabiskan malam di sana, berharap untuk bertemu kembali dengan hewan peliharaan kesayangan mereka, tetapi harapan mereka sia-sia.

Seekor kucing yang menyerupai Filou memang terlihat di sana, tetapi menghilang sebelum ada yang bisa mendekatinya. Mereka menerima foto-foto kucing hitam putih yang ditemukan oleh asosiasi kesejahteraan hewan di Spanyol, tetapi itu bukanlah Filou.

Seiring waktu berlalu, keluarga Sires menyadari bahwa Filou kemungkinan besar telah pergi untuk selamanya. Namun kemudian, pada tanggal 9 Januari 2026, lima bulan setelah hilangnya kucing itu, sesuatu yang luar biasa terjadi.

Mereka dihubungi oleh seorang wanita dari Homps, sebuah desa di pinggiran Olonzac, yang mengaku merawat hewan peliharaan mereka. Wanita itu, bernama Hélène, mengatakan bahwa kucing itu muncul entah dari mana sekitar sebulan sebelumnya. Kucing itu kurus, kedinginan, dan kelelahan, jadi dia membawanya ke dokter hewan setempat, di mana sebuah microchip di bawah kulitnya mengungkapkan bahwa kucing itu terdaftar atas nama Patrick dan Evelyne Sire, penduduk Olonzac.

Nomor telepon yang terdaftar sudah tidak aktif, tetapi ada alamat, jadi Hélène berhasil melacak keluarga Sire dan menyampaikan kabar baik. Patrick segera pergi ke Homps bersama wanita itu dan terkejut menemukan Filou yang kurus tetapi sehat.

Bagaimana Filou berhasil menemukan jalan pulang, menempuh perjalanan sejauh 250 kilometer melintasi beberapa wilayah dan perbatasan negara, masih menjadi misteri bagi semua orang. Menelusuri kembali rute persisnya adalah hal yang mustahil, tetapi para ahli hewan menjelaskan bahwa kucing memiliki memori spasial yang sangat berkembang yang memungkinkan mereka untuk mengenali baik penanda visual, maupun bau dan suara yang familiar, dalam jarak yang sangat jauh.(yn)

Akankah Angka Kematian Tahun 2025 Melampaui Angka Kematian Selama Pandemi? Fakta Sebenarnya Data PKT Terbongkar

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Partai Komunis Tiongkok (PKT) menunjukkan bahwa tingkat kematian di Tiongkok pada tahun lalu mencapai rekor tertinggi, bahkan melampaui angka kematian yang diumumkan PKT pada masa puncak pandemi COVID-19. Hal ini memicu keraguan luas di tengah opini publik. Para analis menilai, kondisi ini mengindikasikan bahwa PKT telah menyembunyikan data kematian yang sebenarnya selama pandemi tiga tahun lalu.

EtIndonesia. Pada 19 Januari, Biro Statistik Nasional PKT mengumumkan bahwa pada tahun 2025, jumlah kelahiran di Tiongkok hanya 7,92 juta jiwa, dengan angka kelahiran 5,63‰, turun lebih jauh dibanding 9,54 juta jiwa pada 2024. Sementara itu, jumlah kematian mencapai 11,31 juta jiwa, dengan angka kematian 8,04‰.

Menurut laporan Reuters, tingkat kematian tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 1968.

 “Pada tahun 2025, tingkat kematian justru jauh lebih tinggi dibandingkan tiga tahun masa puncak pandemi. Ini jelas tidak normal. Menurut saya, tidak ada yang disebut sebagai efek ‘kematian tertunda’ yang terjadi secara terpusat,” kata Pengamat isu politik senior Tang Jingyuan. 

COVID-19 pertama kali merebak di Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019. Berdasarkan data resmi PKT, jumlah kematian di Tiongkok pada 2020 adalah 9,976 juta jiwa, 2021 sebanyak 10,14 juta jiwa, dan 2022 mencapai 10,41 juta jiwa. Pada 2023, saat gelombang kedua pandemi mencapai puncaknya, jumlah kematian nasional tercatat 11,10 juta jiwa, dengan tingkat kematian 7,87‰.

Para analis menilai bahwa data resmi PKT selama ini sarat dengan manipulasi, dan angka sebenarnya diyakini telah diperkecil secara signifikan.

Tang Jingyuan menambahkan:  “Jika demikian, bisa dibayangkan bahwa selama tiga tahun pandemi, terutama pada dua gelombang puncak yang sangat jelas itu, tingkat kematian sesungguhnya pasti mencapai angka yang jauh lebih tinggi—bahkan berkali-kali lipat dari 8,04‰ saat ini. Dalam kondisi seperti ini, hanya ada satu penjelasan: pemerintah telah melakukan pemalsuan data secara besar-besaran. Mereka sepenuhnya mengelabui rakyatnya sendiri dan juga menipu komunitas internasional.”

Dalam beberapa tahun terakhir, video-video yang beredar di internet menunjukkan bahwa di Tiongkok muncul banyak desa tanpa penghuni. Bahkan di kota-kota lapis kedua dan ketiga, serta kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen, pusat perbelanjaan dan supermarket tampak sepi, nyaris tanpa pengunjung, menghadirkan pemandangan yang suram dan lesu.

Seorang warga Tiongkok daratan mengatakan:  “Dulu pusat perbelanjaan ini sangat ramai, sekarang semuanya tutup. Ini sebenarnya apa yang terjadi? Rasanya seperti masuk ke kota hantu.”

Data lain dari Biro Statistik Nasional PKT menunjukkan bahwa jumlah penduduk Tiongkok pada akhir tahun lalu sekitar 1,405 miliar jiwa, berkurang 3,39 juta jiwa dibandingkan akhir 2024. Ini merupakan penurunan selama empat tahun berturut-turut.

Namun belakangan, banyak vlogger dan blogger di Tiongkok daratan mengunggah video yang mempertanyakan klaim pemerintah tentang populasi 1,4 miliar jiwa. Mereka bertanya: ke mana perginya semua orang, dan mengapa kota maupun desa tampak semakin kosong?

Seorang blogger Tiongkok daratan mengatakan:  “Sekarang ini benar-benar masih ada 1,4 miliar penduduk? Dulu saat penduduk baru 1,2 miliar, rasanya selalu ramai—baik di jalanan, pusat perbelanjaan, bahkan di setiap persimpangan desa. Tapi sekarang katanya sudah 1,4 miliar, justru jalanan terasa sepi dan dingin.”

Para analis menilai bahwa seiring tingkat kematian yang terus meningkat, penurunan tajam angka kelahiran, serta memburuknya masalah rendahnya angka kelahiran dan penuaan penduduk, Tiongkok kini menghadapi krisis demografi yang serius.

“Saat ini, struktur demografi Tiongkok menunjukkan tiga tren utama: pertama, pertumbuhan penduduk negatif; kedua, semakin sedikit kelahiran; dan ketiga, percepatan penuaan penduduk yang sangat tajam. Jika ketiga faktor ini digabungkan, maka struktur demografi Tiongkok mengalami kemerosotan yang cepat dan hampir tidak dapat dipulihkan,” ujar Kolumnis Epoch Times Wang He. 

Laporan wawancara oleh Tang Rui, reporter New Tang Dynasty Television, dan Luo Ya, reporter khusus.

Sears: Menolak Tenggelam dan Bangkit dari Keterpurukan

EtIndonesia. Sears, perusahaan ritel yang telah lebih dari satu abad mendominasi panggung bisnis Amerika Serikat, memulai perjalanannya dari sebuah usaha kecil penjualan lewat katalog pos. Seiring waktu, Sears tumbuh menjadi raksasa ritel nomor satu di Amerika, bahkan dunia. Namun, jalan yang dilaluinya sama sekali tidak mulus.

Seperti banyak perusahaan berusia seabad lainnya, pada dekade 1980-an Sears sempat mengalami kemerosotan serius. Pada tahun 1992, kondisi perusahaan nyaris kolaps, dengan akumulasi kerugian mencapai 3,9 miliar dolar AS. Bahkan menurut majalah bisnis paling berpengaruh di Amerika, Fortune, Sears telah menjadi simbol “dinosaurus modern” yang hampir punah.

Namun, hanya berselang lima tahun kemudian, Sears justru bangkit kembali secara dramatis. Di bawah kepemimpinan presiden baru, Martin Eiz, perusahaan ini berhasil melakukan transformasi besar dan kembali menembus jajaran teratas 500 perusahaan terbesar dunia, menggemparkan dunia bisnis Amerika.

Berkat keberhasilannya menyelamatkan Sears, Martin Eiz disejajarkan dengan Lee Iacocca, yang menyelamatkan Chrysler, serta Lou Gerstner, yang membangkitkan IBM. Ketiganya dikenal sebagai tokoh pengusaha paling cemerlang di Amerika modern.

Martin Eiz mulai menjabat pada tahun 1992, tepat saat Sears berada di ambang kehancuran. Langkah pertamanya adalah perombakan total: menekan biaya dan mencegah kebangkrutan. Dia memangkas seluruh bisnis non-ritel Sears, termasuk asuransi, properti, jasa perantara, dan kartu kredit, dengan memisahkannya dari perusahaan induk.

Dia bahkan menjual Menara Sears setinggi 110 lantai, sebuah simbol kebanggaan perusahaan. Dalam proses restrukturisasi besar-besaran ini, Martin Eiz menutup 113 toko yang merugi dan memangkas sekitar 50.000 lapangan pekerjaan—keputusan yang berat, tetapi tak terhindarkan.

Setelah itu, dia mendefinisikan ulang posisi Sears. Target utama pelanggan diarahkan kepada ibu rumah tangga Amerika usia menengah, dengan citra baru yang lebih lembut dan bersahabat. 

Perusahaan menyampaikan pesan jelas kepada konsumen: “Sears yang sekarang bukan lagi Sears yang dulu kalian bayangkan.”

Tata letak toko pun diubah, menampilkan berbagai produk yang erat kaitannya dengan kebutuhan keluarga dan para ibu.

Langkah berikutnya adalah penerapan strategi besar “harga murah setiap hari” (everyday low price) untuk menghadapi langsung maraknya toko-toko diskon. Saat strategi ini mulai dijalankan, seluruh gerai Sears di Amerika Serikat ditutup selama 24 jam demi menata ulang harga puluhan ribu produk, disertai kampanye promosi berskala nasional.

Manajer penjualan Sears menyebut langkah ini sebagai sebuah “revolusi penjualan”. Namun strategi harga murah harian menuntut biaya operasional yang juga harus ditekan setiap hari—tantangan besar bagi sistem distribusi dan manajemen perusahaan.

Langkah paling menentukan dari Martin Eiz adalah membangun kembali merek internal Sears. Dia meyakini bahwa kekuatan sejati perusahaan bukan sekadar menjual produk pihak lain, melainkan pada merek milik sendiri.

Merek perkakas Craftsman mampu menyumbang 3,5 miliar dolar AS per tahun, sementara merek peralatan rumah tangga Kenmore menghasilkan 3,6 miliar dolar AS per tahun. Kedua merek ini menjadi mesin uang utama Sears dan dijual terutama melalui toko-toko khusus milik perusahaan.

Strategi ini begitu efektif hingga bahkan Home Depot, raksasa ritel perkakas Amerika, terpaksa mengakui bahwa toko perkakas Sears adalah pesaing paling berbahaya.

Upaya Martin Eiz akhirnya membuahkan hasil gemilang. Pendapatan dan laba perusahaan melonjak tajam. Pada tahun 1996, Sears mencatat pendapatan 38,2 miliar dolar AS dengan laba mencapai 1,3 miliar dolar AS. Hampir di setiap kategori produk, Sears berhasil merebut kembali pangsa pasar dari para pesaingnya. Harga saham perusahaan pun menembus rekor tertinggi, bahkan melampaui perusahaan legendaris seperti Coca-Cola dan Disney.

Dalam survei majalah Fortune tentang “Perusahaan Paling Dikagumi”, Sears yang sebelumnya dinilai sebagai perusahaan dengan tingkat inovasi produk paling mengecewakan, justru berubah menjadi peritel paling inovatif pada tahun berikutnya.

Para pengamat bisnis internasional menilai kebangkitan Sears sebagai simbol arah baru perusahaan-perusahaan besar Amerika—sejajar dengan Coca-Cola, Disney, IBM, dan General Electric—yang akan menjadi pilar utama ekonomi Amerika di abad berikutnya.

Baik perusahaan yang gagal beradaptasi seperti Woolworths dan Montgomery Ward, maupun Sears yang berhasil bangkit, semuanya menunjukkan satu kenyataan: perusahaan berusia panjang menghadapi tekanan hidup dan mati yang luar biasa di era perubahan besar.

Bertahan atau tenggelam bukan soal usia, melainkan soal kemampuan beradaptasi dengan zaman dan menciptakan keunggulan kompetitif baru. Peringatan ini bukan hanya berlaku bagi perusahaan Amerika, tetapi juga bagi industri ritel di dalam negeri. 

Kejatuhan sejumlah pusat perbelanjaan besar telah membunyikan lonceng bahaya: berdiam diri dan menolak berubah akan disingkirkan oleh zaman, sementara mereka yang berani berinovasi akan menjadi “peselancar ombak zaman”. (jhn/yn)

Penindasan di Iran Terus Berlanjut, Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Melintasi Selat Malaka

EtIndonesia. Aksi protes nasional di Iran telah memasuki hari ke-23. Pemerintah terus melakukan penindasan dan penutupan informasi terhadap para demonstran. Menurut konfirmasi dari Human Rights Activists News Agency (HRANA), lebih dari 4.000 orang telah tewas dalam gelombang protes ini, sementara 9.049 kasus kematian lainnya masih dalam proses verifikasi. Namun, berdasarkan laporan sejumlah media, jumlah korban tewas dikhawatirkan telah melampaui 20.000 orang.

Penindasan di Iran Berlanjut, Uni Eropa Siapkan Sanksi Baru dan Pembatasan Ekspor

Menurut statistik awal HRANA, penindasan yang dilakukan otoritas Iran telah menyebabkan 4.029 orang tewas, termasuk 3.786 demonstran, 180 personel keamanan, 28 anak-anak, serta 35 warga sipil yang tidak terlibat dalam aksi protes.

Selain itu, setidaknya 5.811 orang mengalami luka berat dalam operasi penindasan, sementara jumlah orang yang ditangkap meningkat menjadi 26.015 orang. Di tengah pemblokiran informasi yang ketat di Iran, angka korban sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.

Wakil Presiden Komisi Eropa sekaligus Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, pada Selasa (20/1/2026) menyatakan bahwa Uni Eropa mengusulkan pembatasan ekspor baru terhadap komponen yang dapat digunakan Iran untuk memproduksi drone dan rudal. Ia juga menegaskan bahwa Uni Eropa sedang menyiapkan sanksi tambahan sebagai respons atas penindasan brutal Iran terhadap para demonstran.

“Hari ini kami akan mengusulkan sanksi teknis baru yang menargetkan komponen yang dapat digunakan Iran untuk memproduksi drone dan rudal. Langkah ini akan semakin membatasi kemampuan Iran dalam terus mendukung agresi Rusia terhadap Ukraina,” katanya. 

“Selain itu, kami juga tengah menyusun sanksi baru terhadap penindasan kejam rezim Iran terhadap para demonstran, guna mendukung tuntutan sah rakyat Iran. Kami sedang secara aktif mengevaluasi langkah-langkah lanjutan yang dapat diambil,” tambahnya. 

Iran Melontarkan Ancaman Pribadi terhadap Presiden Trump, Trump Memberi Tanggapan Keras

Pada Selasa, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, kembali melontarkan pernyataan keras dan secara langsung menyampaikan ancaman terhadap keselamatan pribadi Presiden Trump.

Sebelumnya, Presiden Trump telah menyerukan agar pemerintahan Ayatollah Khamenei yang telah berkuasa hampir 40 tahun diakhiri, serta menegaskan bahwa “Iran sudah saatnya mencari kepemimpinan baru.”

Kapal Induk AS “USS Abraham Lincoln” Melintasi Selat Malaka, Armada Dapat Tiba di Timur Tengah dalam Hitungan Hari

Sementara itu, data pelacakan kapal menunjukkan bahwa kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln, yang sebelumnya ditempatkan di Laut Tiongkok Selatan, telah melintasi Selat Malaka pada Selasa. 

Seorang pejabat Angkatan Laut AS yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa kapal induk tersebut bersama tiga kapal perusak pengawal sedang berlayar ke arah barat.

Meskipun pejabat AS tidak secara eksplisit menyatakan bahwa gugus tempur kapal induk tersebut menuju Timur Tengah, berdasarkan arah pelayaran dan posisinya saat ini, armada tersebut diperkirakan hanya membutuhkan beberapa hari untuk mencapai kawasan Timur Tengah.

Organisasi Perlawanan Kurdi Iran Membentuk Pasukan “Berani Mati” untuk Menggulingkan Rezim

Seiring dengan penindasan berdarah terhadap protes nasional, sejumlah kelompok perlawanan di Iran menilai bahwa rezim Iran semakin kehilangan kekuasaan dan dukungan rakyat, dan era pemerintahan teokratisnya mendekati akhir.

Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI) merupakan organisasi perlawanan Kurdi terbesar dan tertua di Iran. Salah satu unitnya menyebut diri mereka sebagai “pasukan berani mati.”

Wartawan internasional senior Ben Wedeman mengatakan:  “Ini hanyalah salah satu dari banyak organisasi yang selama puluhan tahun telah bersiap untuk hari ketika rezim Teheran tumbang.”

Pemimpin KDPI, Mustafa Hijri, menyatakan:  “Dukungan Eropa dan Amerika terhadap rakyat Iran sungguh mengharukan, tetapi rakyat tidak akan menggantungkan harapan mereka pada keputusan dan tindakan Presiden Trump atau pemimpin internasional lainnya.”

Seorang perempuan berusia 19 tahun, Farina, melarikan diri dari rumahnya di Iran dan kini menjadi anggota pasukan Kurdi “berani mati”. Ia sedang menjalani pelatihan sebagai penembak jitu.

 “Di Iran, kami sama sekali tidak memiliki hak, terlebih lagi sebagai perempuan. Inilah alasan saya bergabung dengan pasukan berani mati: untuk membela hak kami sebagai orang Kurdi dan sebagai perempuan,” ujarnya. 

Laporan gabungan oleh Zhao Fenghua, reporter New Tang Dynasty Television.

Pria yang Menciptakan Sepatu Hak Tinggi Itu

EtIndonesia. Seorang teman pernah bertanya:  “Siapa orang pertama yang memakai sepatu hak tinggi? Pasti dia adalah wanita paling modis di dunia pada zamannya.”

Faktanya, orang pertama yang memakai sepatu hak tinggi bukanlah seorang wanita, melainkan seorang pria—bahkan seorang raja.

Dia adalah Louis XIV, Raja Prancis. Tingginya hanya sekitar 160 sentimeter. Raja yang dijuluki Raja Matahari ini memang bertubuh kecil, tetapi ambisinya luar biasa besar.

Masa pemerintahannya adalah yang terpanjang dalam sejarah Eropa—dari 1643 hingga 1715. Dia memimpin Prancis berperang melawan hampir seluruh negara besar Eropa dalam empat perang besar. Dia juga membangun istana megah yang berkilau, lengkap dengan taman-taman luas, yang kita kenal sebagai Istana Versailles.

Namun, semua pencapaian gemilang itu tetap tidak mampu memuaskan kesombongan pribadinya. Soal tinggi badan, Louis XIV selalu merasa kurang. Dia sangat ingin tampil memukau dan menerima pemujaan rakyat sebagai sosok yang agung dan mengesankan.

Untungnya, pria bertubuh kecil biasanya tidak kekurangan akal. 

Louis XIV menemukan solusinya: dia mengenakan wig tinggi menjulang, serta sepatu hak setinggi 5 inci yang terbuat dari gabus. Dengan “kecurangan” ini, dia bisa berdiri sejajar dengan orang-orang yang secara alami lebih tinggi darinya.

Agar kaum bertubuh tinggi merasa gentar, sepatu-sepatu itu dihiasi lukisan kemenangan militer Prancis—tentu saja, kemenangan yang diklaim sebagai hasil kepemimpinannya.

Pada masa itu, Istana Versailles dipenuhi para dayang muda yang cantik. Hidup istana yang membosankan membuat mereka kerap menyelinap keluar untuk bersenang-senang. 

Ada yang memberi saran kepada raja: jika dibuatkan sepatu yang menyulitkan mereka bergerak, mereka tidak akan mudah kabur dari istana.

Louis XIV menganggap ide itu masuk akal. Dia memerintahkan para pembuat sepatu untuk merancang alas kaki yang aneh dan merepotkan, khusus untuk “mendisiplinkan” para dayang yang gemar kabur. Saat itu, aktor tragedi di panggung Prancis mengenakan sepatu teater dengan alas tinggi penuh. Dari sanalah sang pembuat sepatu mendapat inspirasi, lalu menciptakan sepatu dengan bagian tumit yang tinggi dan terangkat ke belakang—cikal bakal sepatu hak tinggi.

Bisa dibayangkan betapa “puasnya” Louis XIV ketika melihat prototipe sepatu hak tinggi pertama dalam sejarah. Tanpa ragu, itu adalah alat penyiksaan yang elegan, cukup untuk membuat para dayang yang bandel menyerah.

Ketika para dayang melihat sepatu hak tinggi dengan bentuk aneh itu, mereka menjerit ketakutan dan menolak habis-habisan. Namun perintah raja tak bisa dibantah. Akhirnya, dengan wajah muram, mereka pun terpaksa memakainya.

Di sinilah keajaiban terjadi. Kita mau tak mau harus mengagumi daya adaptasi perempuan. Setelah melewati masa penyesuaian, para dayang mulai bisa berjalan dengan cukup luwes memakai “alat penyiksaan” tersebut. Memang tak lagi bisa berlari kencang seperti dulu, tetapi juga tidak sampai tertatih-tatih.

Lebih dari itu, mereka menemukan sebuah kejutan besar: sepatu hak tinggi membuat mereka terlihat jauh lebih anggun dan memesona. Dibandingkan dengan daya tarik itu, rasa sakit yang ditimbulkan terasa sepele. Mereka bahkan rela membayar harga yang lebih mahal demi efek tersebut.

Jika ingin membuat orang bodoh menabrak tembok, adakan lomba menabrak tembok.
Jika ingin membuat perempuan tertipu, cukup katakan bahwa itu adalah mode.

Bayangkan saja, sepatu hak tinggi menyebar ke seluruh Eropa dengan kecepatan sepuluh kali lebih ganas daripada wabah, hingga akhirnya menguasai dunia.

Louis XIV yang agung tidak pernah menyangka bahwa ini adalah penaklukan terindah dalam hidupnya. Wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh pasukannya, justru berhasil ditaklukkan oleh sepatu hak tinggi.

Dia membuat perempuan benci sekaligus cinta, karena hubungan perempuan dengan sepatu hak tinggi memang selalu penuh dilema.

Suatu hari, seorang pegawai kantoran perempuan yang kelelahan mengeluh : “Mengapa perempuan harus menanggung penderitaan memakai sepatu hak tinggi, sementara pria tidak? Sepatu terkutuk ini! Aku lebih rela bertelanjang kaki. Siapa sih yang menciptakan sepatu hak tinggi? Aku benar-benar ingin membunuhnya!”

Aku menjawab santai :  “Kecuali kamu bisa naik mesin waktu, kembali ke Prancis abad ke-17, lalu membunuh Louis XIV. Tapi sebaiknya kamu bertanya dulu pada perempuan lain—belum tentu mereka setuju.”

Setidaknya, Marilyn Monroe pasti tidak akan mendukung rencana itu. 

Dia pernah berkata:“Siapa pun orang yang menciptakan sepatu hak tinggi, saya rasa perempuan berutang budi kepadanya.” (jhn/yn)

Viral Video Fenomena “Mata Naga” Muncul di Air Terjun Dalongqiu, Zhejiang, Tiongkok

EtIndonesia. Belakangan ini, fenomena alam menyerupai “mata naga” muncul di Air Terjun Dalongqiu, Pegunungan Yandang, Kota Yueqing, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.  Video terkait beredar luas di internet dan menarik perhatian publik.

Air Terjun Dalongqiu dikenal sebagai “air terjun nomor satu di dunia” dan merupakan salah satu dari “Tiga Keajaiban Yandang”, dengan ketinggian mencapai 197 meter. Pada musim hujan, air terjun ini mengalir deras menghantam Kolam Naga, menciptakan pemandangan yang sangat megah. 

Namun pada paruh kedua tahun 2025, akibat curah hujan yang lebih sedikit, permukaan air kolam turun drastis. Air terjun yang biasanya megah pun menghilang, sehingga struktur batuan yang sebelumnya tersembunyi di bawah air menjadi terlihat jelas.

Menurut laporan Wenzhou Evening News, gambar yang diambil dari ketinggian memperlihatkan dasar kolam yang menyerupai sebuah “mata” yang sangat hidup. Kontur keseluruhannya tampak jelas: sisa genangan air berwarna hijau tua di bagian tengah kolam terlihat seperti “pupil” yang dalam, sementara batuan berwarna krem muda dan coklat keabu-abuan di sekelilingnya membentuk “bagian putih mata”. Cekungan batu berwarna gelap di bagian atas menyerupai lipatan “kelopak mata atas”. Beberapa warganet bahkan menggambarkannya sebagai mata dengan kelopak ganda.

Seorang pemandu wisata bernama Lin Lin, yang telah bekerja di Yandang selama 23 tahun, mengatakan bahwa saat air masih melimpah, garis besar “mata naga” sebenarnya sudah terlihat—sebuah kolam berwarna biru yang oleh banyak wisatawan disebut mirip mata orang Barat.

Pada 17 Januari sore, saat ia naik gunung dan mendapati air semakin surut, pemandangan tersebut tampak semakin nyata. Ia pun merekamnya menggunakan drone. Lin Lin menjelaskan bahwa perjalanan menuju titik pandang memakan waktu sekitar satu jam, bahkan anak-anak pun bisa mencapainya, namun pada bagian akhir jalur terdapat tebing curam di kedua sisi yang sangat berbahaya.

Lin Lin juga mengingatkan bahwa lokasi pengamatan berada di ketinggian lebih dari 200 meter, berseberangan langsung dengan Air Terjun Dalongqiu, dan sangat tersembunyi. Tempat ini hanya diketahui oleh sebagian warga lokal dan wisatawan berpengalaman.

Setelah video tersebut beredar, warganet Tiongkok daratan ramai memberikan komentar, antara lain:

 “Rahasia alam.”
“Sangat nyata.”
“Mirip sekali, benar-benar terlihat hidup.”
“Ya ampun, sudah berkali-kali ke Dalongqiu di kampung halaman, baru kali ini tahu itu seperti sebuah mata—bahkan dengan kelopak ganda.”
“Tatapannya tidak seperti sedang tersenyum, sangat berwibawa, seperti tatapan waspada. Apakah kalian juga merasakan hal yang sama?”

Hong Yu – NTDTV.com

Bagaimana Rusia Meraup Keuntungan dari Kekacauan Greenland 

EtIndonesia. Greenland mendominasi Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, dan inilah yang diincar Rusia karena Ukraina merupakan prioritas yang lebih tinggi bagi Moskow daripada wilayah semi-otonom tersebut.

Posisi Rusia Mengenai Greenland

Meskipun Rusia membantah niat untuk merebut wilayah Arktik tersebut, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan pada hari Senin bahwa Presiden AS, Trump akan “tercatat dalam sejarah” jika dia mengambil alih pulau tersebut.

“Ada para ahli internasional yang percaya bahwa dengan menyelesaikan masalah penggabungan Greenland, Trump pasti akan tercatat dalam sejarah. Dan bukan hanya dalam sejarah Amerika Serikat, tetapi juga dalam sejarah dunia,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Senin.

Sementara itu, utusan khusus Presiden Rusia, Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, memuji “runtuhnya persatuan transatlantik” — aliansi yang selalu dianggap Moskow sebagai ancaman. “Runtuhnya persatuan transatlantik. Akhirnya – sesuatu yang benar-benar layak dibahas di Davos.”

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengejek Eropa pada X ketika dia menggunakan “persamaan” yang menyatakan bahwa Make America Great Again (MAGA) sama dengan Make Denmark Small Again (MDSA), yang sama dengan Make Europe Poor Again (MEPA). “Apakah ide ini akhirnya meresap, dasar bodoh?” tulis Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia.

Meskipun demikian, tidak ada kritik Trump atas Greenland karena pemimpin Republikan itu dibutuhkan untuk memastikan perang Ukraina diakhiri dengan syarat-syarat Rusia.

Selain itu, keretakan transatlantik antara negara-negara yang telah membiayai dan mempersenjatai perang Ukraina dapat terbukti menguntungkan bagi Rusia.

Vasily Kashin, seorang ahli di Sekolah Tinggi Ekonomi Rusia, mengatakan kepada AFP: “Tentu saja, perpecahan di dalam NATO, blok yang memusuhi Rusia, adalah kabar baik bagi Rusia.”

“Meskipun belum tentu hal ini akan berdampak positif langsung bagi kebijakan Rusia, misalnya di Ukraina, ini adalah langkah ke arah yang benar,” tambahnya.

Kekhawatiran mengenai Greenland telah membuat para pemimpin Eropa bergegas ke Davos untuk mencoba meredakan masalah tersebut. Ini sendiri merupakan kemenangan bagi Rusia, karena mereka melihat krisis Ukraina sedang didorong ke sudut.

“Greenland [adalah] solusi ideal,” tulis Sergei Markov, seorang analis politik pro-Kremlin, di Telegram. Dia mengatakan bahwa ketegangan di dalam NATO dapat menyebabkan perpecahan aliansi tersebut, yang pada gilirannya dapat memaksa Uni Eropa untuk “menghentikan perangnya melawan Rusia”.

Vladimir Kornilov, seorang ilmuwan politik Rusia terkemuka, mengatakan dalam acara bincang-bincang politik televisi pemerintahnya: “Prinsip panduan kita adalah: Biarkan mereka saling menghancurkan.”

Tarif Trump Terhadap Eropa

Trump mengumumkan pada 18 Januari bahwa delapan sekutu Eropa, termasuk Denmark, Prancis, Jerman, Swedia, Belanda, Finlandia, Norwegia, dan Inggris Raya, akan menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni, kecuali mereka setuju untuk bernegosiasi mengenai Greenland.

Perang tarif besar-besaran Trump dengan Eropa untuk mendapatkan keinginannya dalam mengendalikan Greenland telah membuat banyak sekutu terdekat Amerika memperingatkan akan keretakan dengan Washington yang mampu menghancurkan aliansi NATO yang dulunya tampak tak tergoyahkan.

Pejabat tinggi Uni Eropa pada hari Selasa menyebut rencana tarif baru Trump terhadap delapan negara anggotanya terkait Greenland sebagai “kesalahan” dan mempertanyakan kepercayaan Trump. Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan Uni Eropa dapat membalas dengan mengerahkan salah satu alat ekonomi paling ampuhnya, yang secara umum dikenal sebagai “bazooka” perdagangan.(yn)

Pembunuh Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

EtIndonesia. Pengadilan Distrik Nara menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Tetsuya Yamagami, pembunuh mantan Perdana Menteri, Jepang Shinzo Abe, menurut laporan Kyodo.

Disebutkan bahwa jaksa penuntut umum menginginkan hukuman ini untuk terdakwa. Pengacara tersangka bersikeras bahwa masa hukuman penjara tidak boleh melebihi 20 tahun.

Yamagami percaya bahwa mantan perdana menteri itu terkait dengan Gereja Unifikasi, yang telah membuat keluarganya bangkrut: ibunya menyumbangkan 670.000 dolar kepada organisasi tersebut.

Jaksa penuntut umum menyebut pembunuhan itu sebagai kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pascaperang negara itu. Pada saat yang sama, pihak pembela berpendapat bahwa Yamagami adalah korban pelecehan oleh kelompok agama dan bahwa masa kecilnya yang “tragis” mendorongnya untuk membunuh Abe.

Sumber investigasi melaporkan bahwa Abe dipilih sebagai target karena kakeknya, mantan perdana menteri Nobusuke Kishi, membantu menyebarkan Gereja Unifikasi di Jepang setelah didirikan di Korea Selatan pada tahun 1954.

Serangan terhadap Abe

Shinzo Abe menjabat sebagai perdana menteri Jepang pada tahun 2006–2007 dan 2012–2020, masa jabatan terpanjang dalam sejarah negara tersebut.

Serangan terhadap mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe terjadi pada 8 Juli 2022, di Kota Nara. Tetsuya Yamagami menembak mantan perdana menteri tersebut dua kali dengan senapan rakitan pada 8 Juli 2022, saat pejabat tersebut sedang berpidato di hadapan para pendukungnya.

Setelah itu, Abe langsung kehilangan kesadaran dan dirawat di rumah sakit. Dilaporkan bahwa dia terluka di area paru-paru dan leher. Pelaku penembakan segera ditahan oleh polisi. Diketahui bahwa dia sebelumnya bertugas di Angkatan Laut Bela Diri Jepang.

Pada tanggal 27 Oktober 2025, Tetsuya Yamagami yang berusia 45 tahun mengaku di Pengadilan Distrik Nara bahwa dia telah melakukan pembunuhan tersebut.(yn)

Juara Ketiga

EtIndonesia. Di atas jalan aspal itu, seorang remaja laki-laki berlari sambil menundukkan kepala. Jelas terlihat bahwa tubuhnya sudah sangat kelelahan. Sambil berlari, dia terus menggumamkan kata-kata yang sama berulang kali:

“Kamu pasti bisa…
Kamu pasti bisa…
Kamu pasti bisa…”

Ucapan itu hanya didengar oleh hatinya sendiri. Dia memang ingin membuktikan sesuatu, tetapi lebih dari itu, dia sedang menyemangati dirinya sendiri.

Dengan penuh kehati-hatian dan tekad, dia terus melangkah maju. Kakinya terangkat lalu menapak, menapak lalu terangkat kembali—berulang kali, tanpa henti. Pandangannya tertuju pada sepasang kaki yang mengenakan sepatu olahraga baru, melangkah satu demi satu dengan irama teratur di atas aspal. Dia melihat jalan yang basah oleh tetesan keringat perlahan-lahan tertinggal di belakangnya.

Bunyi “tap… tap…” dari telapak kakinya yang menyentuh aspal menandakan betapa lelahnya dia. Dia mengangkat kepala, mengusap keringat di dahinya, lalu menatap ke depan, mencoba melihat seberapa jauh lagi garis akhir.

“Pasti sudah tidak jauh lagi,” katanya lirih pada dirinya sendiri.

Namun kenyataannya, garis akhir masih berada cukup jauh di depan. Meski begitu, Chris Burke telah mengambil keputusan bulat: dia harus terus berlari sampai garis akhir.

Setelah perjuangan yang sangat melelahkan, akhirnya dia mencapai garis finis. Ketika dia melintasinya, para kameramen dan wartawan sudah lebih dulu mengerumuni atlet yang meraih juara pertama. Kamera-kamera besar berputar ke sana kemari, kilatan lampu kamera berkelap-kelip tanpa henti, sementara para wartawan berebut mengulurkan mikrofon, berharap bisa merekam sebanyak mungkin ucapan sang juara.

Melihat pemandangan itu, Chris justru tersenyum lebar dengan penuh kebahagiaan. Dia berlari menghampiri peraih juara pertama, berdiri bangga di sampingnya, lalu merentangkan tangan dan memeluk atlet muda yang seusia dengannya—meskipun sebelum perlombaan itu mereka belum pernah saling mengenal.

Ketika wawancara terhadap sang juara selesai dan reporter hendak menutup siaran, Chris segera melangkah maju dan berjabat tangan dengan seorang penonton yang mengulurkan tangan memberi ucapan selamat.

“Wah! Ini benar-benar luar biasa!” seru Chris dengan penuh semangat, nyaris tak bisa menahan kegembiraannya.
“Aku hanya ingin bilang betapa bahagianya aku sekarang. Bisa meraih juara ketiga, aku benar-benar senang!”

Saat itulah sang wartawan merasakan pesona unik yang dimiliki Chris. Tiba-tiba saja muncul keinginan kuat untuk mewawancarainya.

“Oh, tentu!” kata Chris ceria.  “Pertama-tama, terima kasih sudah mau mewawancaraiku. Ini luar biasa! Benar-benar luar biasa! Aku sangat senang bisa datang dan ikut bertanding di sini. Ini sebuah kehormatan besar! Dan ya, aku dapat juara ketiga. Juara ketiga—cukup bagus, kan? Benar-benar bagus, bukan?”

Pertanyaan itu sebenarnya tidak dia tujukan untuk dijawab siapa pun. 

Lalu dia menoleh ke arah kamera televisi nasional dan berkata dengan wajah berseri-seri: “Terima kasih sudah berbagi momen spesial ini bersamaku. Sekarang saatnya kita merayakan!”

Setelah itu, Chris berlari kembali berdiri di samping juara pertama, dengan hangat berjabat tangan dengan banyak orang dan menerima pelukan penuh keakraban.

Saat itu, Chris baru berusia 14 tahun. Ajang olahraga yang dia ikuti adalah Olimpiade Khusus, dan dalam nomor lari tersebut, hanya ada tiga peserta.

Sebagai catatan tambahan, Chris Burke lahir di New York pada 26 Agustus 1965. Dia adalah seorang penyandang Down Sindrom , namun juga merupakan aktor televisi berbakat. Namanya dikenal luas setelah membintangi serial televisi Life Goes On sebagai tokoh Corky Thatcher. (jhn/yn)