Juru Kamera Menceritakan Detail Visual Mengerikan dan ‘Asap Membara’ Akibat Serangan Geng di Haiti

EtIndonesia. Juru kamera veteran Associated Press, Pierre-Richard Luxama, sedang merekam unit polisi taktis yang berpatroli di ibu kota Haiti pada hari Senin (19/1) ketika beberapa anggota geng yang mengendalikan hampir seluruh kota menyerang.

Mereka membakar atap kendaraan lapis baja polisi dengan bom molotov, memenuhi kendaraan dengan asap. Para petugas membalas tembakan, membuat geng tersebut lari. Kendaraan itu kembali ke markas, dan sekelompok warga sipil dan petugas polisi berlari untuk menyiramkan air ke atap.

Selama hampir dua dekade, Luxama dan rekannya, Danica Coto, di San Juan, Puerto Rico, telah meliput kehancuran Haiti yang semakin kacau. Setidaknya 5,7 juta warga Haiti berada pada tingkat krisis, dengan 1,9 juta di antaranya menghadapi tingkat kelaparan darurat. Jurnalis di Haiti diserang seperti belum pernah terjadi sebelumnya, menghindari peluru saat mereka mendokumentasikan kejatuhan ibu kota.

Sehari setelah serangan itu, Luxama menceritakan pengalamannya dan serangkaian gambar dari patroli yang mungkin tidak akan pernah hilang dari ingatannya: Lengan yang terputus dan kaki yang diikat ke kabel listrik tergantung di depan toko yang terbengkalai dan dijarah. Jalanan penuh sampah dan bangunan hancur, tanpa pintu atau jendela. Lingkungan yang kosong karena ketakutan mendalam warga terhadap geng yang kuat.

Kekerasan geng telah menyebabkan 1,4 juta orang mengungsi dalam beberapa tahun terakhir meskipun ada upaya dari polisi Haiti dan misi polisi yang didukung PBB, dengan satu lagi yang dijanjikan.

Di pusat kota Port-au-Prince, Luxama mengingat: “Anda hanya mendengar kicauan burung.”

Pada hari serangan itu, Luxama berkata: “Kami berangkat sekitar pukul 10:30 pagi (dan) dua jam setelah patroli, kami diserang dengan bom molotov … di sepanjang jalan utama ibu kota.

“Semua orang tenang, tetapi asap masuk ke dalam. Polisi menyuruh kami bernapas sangat perlahan. Di dalam mobil lapis baja, asapnya sangat tebal dan menyebar ke mana-mana dengan cepat.

Ketika serangan terjadi, seorang petugas yang duduk di depan berkata: ‘Kita telah diserang dengan bom molotov, jadi mari kita bergerak. Mari kita bergerak karena kita tidak ingin mobil lapis baja itu mogok.’”

Selama serangan geng tahun lalu, petugas polisi ditarik keluar dari kendaraan lapis baja yang mogok dan dibunuh, dengan video mengerikan tentang pembunuhan tersebut beredar di media sosial.

“Butuh waktu sekitar tujuh atau sepuluh menit bagi kami untuk kembali ke markas polisi.

Saya sangat tenang. Saya berusaha untuk tidak bernapas terlalu cepat karena saya tidak ingin asap yang terbakar masuk ke dalam tubuh saya. Saya benar-benar tetap tenang.

Ketika kendaraan lapis baja tiba di markas, ada sedikit kepanikan.

Semua orang berlarian di sekitar kami. Mereka panik ketika melihat atap terbakar.

Kami membuka pintu, dan ketika kami keluar, sekelompok warga sipil dan petugas polisi mulai mendekati kami untuk menyiramkan air ke atap.”

“Itu menakutkan. (Tapi) dengan pengalaman saya, saya telah belajar untuk tidak khawatir.”

Ketika saya berada dalam situasi sulit, hal pertama yang harus saya lakukan adalah tetap tenang. Ketika Anda tetap tenang, Anda memikirkan situasi selanjutnya dan apa yang harus Anda lakukan.

Jika Anda panik, itu tidak akan baik untuk Anda.”

“Saat itu hari yang cerah.

Ketika Anda pertama kali memasuki beberapa daerah, Anda tidak melihat siapa pun di jalan. Jalanan benar-benar kosong, tanpa tap-tap (bus umum kecil berwarna-warni), tanpa penumpang, tanpa sepeda motor.

Anda hanya mendengar kicauan burung.

Jalanan penuh dengan sampah dan ada bangunan yang hancur. Pintu dan jendela bangunan telah dilepas. Geng itu benar-benar ditakuti. Anda bisa merasakannya.

Kami melihat lengan dan kaki seseorang yang terputus diikat ke kabel listrik tergantung di depan toko yang ditinggalkan dan sudah dijarah.

Saya juga melihat dua bendera Haiti kecil diletakkan di atas barikade geng di salah satu jalan, dengan logam bengkok dan oven serta kulkas tua yang menjadi bagian dari barikade.

Viv Ansanm (sebuah federasi geng yang kuat) mengendalikan daerah tersebut.

Saya juga ingat seorang polisi wanita mengambil foto selfie di dalam kendaraan lapis baja saat kami diserang.” (yn)

Biarkan Anak Mengenal Kebenaran Hidup

EtIndonesia. Suatu hari, seorang anak perempuan kehilangan satu gigi susunya. Dia membungkus gigi itu dengan sapu tangan, lalu meletakkannya dengan rapi di samping tempat tidurnya.

Malam harinya, sang ayah pulang kerja. Dengan wajah penuh kegembiraan, si anak segera memberitahunya:  “Papa, gigiku tanggal! Aku sudah membungkusnya dan meletakkannya di samping tempat tidur. Besok, peri gigi pasti akan menaruh uang 10 yuan di dalam sapu tangan itu!”

Mendengar hal itu, sang ayah tersenyum, lalu berkata dengan nada tegas namun tenang:  “Sayang, ingat baik-baik, hal seperti itu tidak pernah terjadi.”

“Papa, itu tidak mungkin!” sang anak langsung membantah. “Di sekolah, guru dan buku cerita semuanya mengatakan begitu. Kakak tetangga juga bilang begitu. Bulan lalu saat giginya tanggal, peri gigi benar-benar memberinya uang 10 yuan!” 

 Dia semakin emosional, wajah kecilnya memerah karena kesal.

“Kalau kamu tidak percaya, tidak apa-apa. Coba saja,” kata ayahnya. “Besok pagi setelah bangun, lihat sendiri di samping tempat tidurmu, apakah ada hadiah dari peri gigi atau tidak.”

Keesokan paginya, ketika sang ayah masuk ke kamar putrinya, dia mendapati anak itu sudah terbangun. Gadis kecil itu duduk di atas tempat tidur dengan wajah murung, termenung tanpa semangat.

Dengan nada kecewa, dia berkata : “Papa, sepertinya Papa benar… ternyata di dunia ini memang tidak ada peri gigi.”

Peristiwa ini kemudian diketahui oleh guru di sekolah dan juga orang-orang di sekitar mereka.

Banyak yang berkata kepada sang ayah :  “Bukankah cara Anda terlalu kejam terhadap anak?”

Namun sang ayah menjawab dengan serius : “Saya merasa anak memang perlu mengetahui kebenaran hidup. Lagipula, orangtua tidak mungkin mendampingi anak seumur hidup.”

Ayah dalam kisah ini bernama Jet Li. (jhn/yn)

Konsumsi Rumah Tangga Tetap Solid, Penjualan Eceran Surabaya Tumbuh Positif di Akhir 2025

Kinerja konsumsi rumah tangga di Kota Surabaya menunjukkan ketahanan yang kuat menjelang akhir tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Periode November 2025, penjualan eceran secara tahunan tercatat meningkat dan diprakirakan tetap tumbuh positif pada Desember 2025, meskipun dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat. Kondisi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga, terutama didorong oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Indeks Penjualan Riil (IPR) Surabaya pada November 2025 tercatat tumbuh 21,4 persen (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 19,1 persen (yoy). Secara bulanan, penjualan eceran juga mengalami akselerasi dengan pertumbuhan 1,3 persen (month-to-month/mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,4 persen (mtm). Peningkatan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan aktivitas konsumsi masyarakat, seiring dengan meningkatnya mobilitas dan belanja menjelang akhir tahun .

Kinerja positif penjualan eceran pada November 2025 terutama ditopang oleh beberapa kelompok komoditas utama. Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Barang Budaya dan Rekreasi mencatatkan pertumbuhan yang signifikan secara tahunan. Kenaikan pada kelompok tersebut mencerminkan peningkatan kebutuhan masyarakat baik untuk konsumsi rutin maupun kebutuhan pendukung aktivitas sosial dan rekreasi.

Memasuki Desember 2025, penjualan eceran diprakirakan tetap berada pada zona ekspansif. IPR Surabaya diproyeksikan tumbuh 17,0 persen (yoy), meskipun melambat dibandingkan realisasi November 2025. Perlambatan ini bersifat musiman dan masih mencerminkan kondisi yang sehat, mengingat tingginya basis pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Secara bulanan, IPR Desember 2025 diprakirakan tumbuh 0,9 persen (mtm), tetap positif meskipun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya .

Pertumbuhan penjualan eceran pada Desember 2025 diperkirakan tetap ditopang oleh peningkatan permintaan masyarakat pada momen HBKN Natal dan Tahun Baru. Beberapa kelompok yang menjadi motor pertumbuhan antara lain Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Barang Budaya dan Rekreasi. Selain itu, kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi juga menunjukkan kinerja yang tetap solid, seiring dengan meningkatnya kebutuhan perangkat teknologi dan komunikasi.

Dari sisi ekspektasi pelaku usaha, survei menunjukkan bahwa optimisme terhadap kinerja penjualan ke depan masih terjaga. Indeks Ekspektasi Penjualan berada pada level optimis, mencerminkan keyakinan pedagang eceran terhadap prospek permintaan yang relatif stabil dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, prakiraan intensitas tekanan harga untuk tiga dan enam bulan ke depan diperkirakan relatif stabil, sejalan dengan terjaganya keseimbangan antara permintaan dan pasokan di pasar ritel.

Stabilitas tekanan harga ini menjadi sinyal positif bagi pengendalian inflasi daerah. Terjaganya pasokan barang, didukung oleh kelancaran distribusi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, turut menahan potensi kenaikan harga yang berlebihan. Dengan demikian, meskipun permintaan meningkat pada periode HBKN, risiko lonjakan inflasi dinilai masih terkendali .

Secara regional, kinerja penjualan eceran Surabaya tetap kompetitif dibandingkan kota-kota besar lain di Pulau Jawa. IPR Surabaya menunjukkan pertumbuhan tahunan yang relatif tinggi, mencerminkan peran Surabaya sebagai salah satu pusat konsumsi utama di kawasan timur Pulau Jawa. Hal ini juga mengindikasikan kontribusi konsumsi rumah tangga Surabaya yang signifikan terhadap perekonomian regional Jawa Timur.

Ke depan, kinerja penjualan eceran diperkirakan tetap positif pada awal 2026, dengan dukungan dari momentum musiman seperti perayaan Imlek. Namun demikian, pelaku usaha tetap perlu mencermati berbagai risiko eksternal, termasuk dinamika harga komoditas global dan ketidakpastian ekonomi global, yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Secara keseluruhan, hasil SPE November 2025 menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga di Surabaya masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan tetap terjaganya daya beli, stabilitas harga, serta optimisme pelaku usaha, sektor perdagangan eceran diharapkan mampu mempertahankan kinerja positifnya dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian regional pada periode mendatang.

Wajib Dibaca Pecinta Kopi! Kebiasaan Ini Bisa Membuat Anda Menelan 360 Ribu Partikel Mikroplastik per Tahun

EtIndonesia. Di musim dingin, membawa secangkir kopi panas ke kantor sudah menjadi kebiasaan banyak pekerja kantoran. Namun, sebuah penelitian terbaru tentang gelas kopi sekali pakai yang melepaskan mikroplastik dalam jumlah besar mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali sebelum melakukannya.

Gelas kopi sekali pakai lepaskan mikroplastik dalam jumlah besar

Penelitian terbaru dari Universitas Griffith, Australia, mengungkapkan bahwa gelas kopi sekali pakai yang dijual di pasaran akan melepaskan mikroplastik saat digunakan untuk minuman panas. Jika seseorang minum satu cangkir kopi panas setiap hari, jumlah mikroplastik yang terakumulasi dalam setahun dapat mencapai hingga 360 ribu partikel plastik.

Para peneliti menguji dua jenis gelas kopi sekali pakai yang umum digunakan di pasaran. Jenis pertama adalah gelas plastik murni (polipropilena/PP atau polietilena/PE). Jenis kedua adalah gelas kertas dengan lapisan plastik tipis di bagian dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya melepaskan mikroplastik, tetapi jumlah yang dilepaskan dipengaruhi oleh dua faktor utama.

Faktor pertama: bahan

Penelitian dilakukan pada suhu 5°C (suhu kopi dingin) dan 60°C (suhu kopi panas). Pada kedua suhu tersebut, gelas kertas berlapis plastik melepaskan mikroplastik lebih sedikit dibandingkan gelas plastik murni.

Faktor kedua: suhu

Pada gelas plastik murni, pergantian dari air dingin ke air panas meningkatkan pelepasan mikroplastik sekitar 33%. Sementara itu, gelas kertas berlapis plastik tidak menunjukkan peningkatan serupa. 

Para peneliti menghitung bahwa jika seseorang setiap hari minum 300 ml kopi menggunakan gelas plastik murni, maka dalam setahun dapat menelan sekitar 363 ribu partikel mikroplastik.

Sebaliknya, lama waktu perendaman minuman di dalam gelas tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Menurut para peneliti, suhu awal cairan saat dituangkan ke dalam gelas jauh lebih penting dibandingkan lamanya cairan berada di dalam gelas.

Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkemuka Journal of Hazardous Materials: Plastics.

Rekomendasi para ahli

Para peneliti menyarankan, untuk minuman panas sebaiknya menggunakan cangkir yang dapat digunakan ulang, seperti berbahan baja tahan karat, keramik, atau kaca, karena bahan-bahan ini tidak melepaskan mikroplastik.

Jika terpaksa menggunakan gelas sekali pakai, gelas kertas dengan lapisan plastik di bagian dalam umumnya melepaskan mikroplastik lebih sedikit dibandingkan gelas plastik murni, meskipun keduanya tidak dapat sepenuhnya menghindari pelepasan mikroplastik.

Terakhir, karena suhu tinggi dapat memicu pelepasan plastik, sebaiknya hindari menuangkan air mendidih langsung ke dalam gelas kertas berlapis plastik. Membiarkan kopi sedikit mendingin sebelum dituangkan ke dalam gelas dapat mengurangi risiko pelepasan mikroplastik.

Apa itu mikroplastik?

Mikroplastik adalah fragmen plastik berukuran sekitar 1 mikrometer hingga 5 milimeter—kira-kira sebesar butiran debu hingga biji wijen. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia terpapar mikroplastik secara luas, yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan kemasan. Para ilmuwan masih meneliti dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia.

Diterjemahkan oleh Jin Jing / Editor Lin Qing 

Jangan Kalah oleh Keuntungan Sesaat

EtIndonesia. Pada awal abad ke-20, di wilayah Bavaria, Jerman, terdapat dua pembuat jam tangan terkenal. Yang satu bernama Field, dan yang lainnya Hans. Keduanya sama-sama bercita-cita menciptakan jam tangan terbaru dan terbaik untuk menguasai pasar dunia.

Dari segi keterampilan teknis dalam membuat jam tangan, Field sedikit lebih unggul dibanding Hans. Lalu bagaimana caranya Hans bisa mengalahkan Field? Hans pun berpikir keras mencari jalan keluar.

Suatu hari, dia mengetahui bahwa selain meneliti dan mengembangkan jam tangan, Field juga menjalankan bisnis sampingan berupa topi jerami. Dari situlah sebuah ide muncul di benak Hans. Dia lalu menyuruh orang-orangnya mendatangi Field dan membeli topi jerami dengan harga tinggi.

Melihat bisnis topi jerami ternyata sangat menguntungkan, Field pun tergoda. Dia mulai mengalihkan perhatiannya dan untuk sementara waktu menunda pengembangan jam tangan.

Saat Field lengah dan sibuk mengejar keuntungan dari bisnis topi jerami, Hans justru memanfaatkan kesempatan itu. Dia fokus sepenuhnya pada riset dan pengembangan jam tangan. Tak lama kemudian, Hans berhasil menciptakan sebuah jam tangan dengan fitur tahan air dan berfungsi otomatis. Jam tangan itu ia beri nama “Rolex”.

Tidak lama berselang, jam tangan Rolex berhasil menguasai pasar dunia. Pada saat itulah Field baru tersadar, namun semuanya sudah terlambat. Penyesalan pun tak lagi berguna.

Ada yang mengatakan bahwa Field kalah karena kecerdikan Hans. Namun menurut saya, bukan itu penyebab utamanya. Field bukan kalah oleh orang lain, melainkan kalah oleh dirinya sendiri—kalah oleh kelemahan sifat manusia: terbuai oleh keuntungan sesaat hingga hati dan pandangannya tertutup.

Baik dalam fenomena alam maupun dalam kehidupan nyata, kita sering mendapatkan pelajaran yang sama: dalam banyak momen kehidupan, manusia bukan dikalahkan oleh orang lain, melainkan oleh dirinya sendiri—oleh kelemahan sifat manusia yang tak mampu menahan godaan kepentingan jangka pendek. (jhn/yn)

Saling Ancam Habis-habisan! AS Siap Hapus Iran, Teheran Janji Bakar Dunia

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran resmi memasuki fase paling berbahaya dalam sejarah hubungan kedua negara. Dalam dua hari berturut-turut, pernyataan keras, ancaman militer, dan pengerahan kekuatan bersenjata skala besar saling berbalasan, memicu kekhawatiran dunia akan pecahnya konflik regional yang berpotensi berubah menjadi perang global.

Ultimatum Trump: “Iran Akan Dihapus dari Muka Bumi”

Pada Selasa, 21 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang mengguncang komunitas internasional. 

Dia secara terbuka menyatakan bahwa dirinya telah mengeluarkan perintah langsung kepada militer AS: Jika Teheran berani merencanakan atau melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya, maka Amerika Serikat akan segera bertindak dan menghapus Iran dari muka bumi.

Trump menegaskan bahwa respons Amerika tidak akan terbatas pada individu atau kelompok tertentu, melainkan akan berupa penghancuran negara Iran sebagai entitas politik.

“Harga dari pilihan yang salah adalah lenyapnya Iran sebagai sebuah negara,” tegas Trump.

Dia bahkan secara eksplisit menyatakan bahwa apabila rencana pembunuhan terhadap dirinya benar-benar terjadi, ia akan memerintahkan pemboman besar-besaran terhadap Iran hingga terhapus dari peta dunia.

Ancaman Balasan Iran: “Dunia Akan Tenggelam dalam Lautan Api”

Pernyataan Trump langsung disambut dengan respons keras dari pihak Iran.

Sehari sebelumnya, pada Senin, 20 Januari 2026, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, menyampaikan pernyataan resmi melalui media pemerintah Iran:

“Jika ada yang berani menyentuh Pemimpin Tertinggi, kami akan memotong tangan itu dan membakar dunia. Mereka tidak akan punya tempat bersembunyi di kawasan ini.”

Militer Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang terhadap seluruh dunia Islam.

Pernyataan resmi Teheran bahkan lebih jauh menyebutkan bahwa jika provokasi tersebut terjadi, Iran:

  • Tidak lagi terikat pada aturan perang konvensional
  • Akan melancarkan jihad global
  • Memanggil seluruh kekuatan bersenjata Muslim di dunia
  • Mengancam bahwa Eropa tidak akan aman

Seorang pejabat tinggi militer Iran menyatakan secara terbuka: “Jika Khamenei disakiti, dunia akan diseret ke dalam lautan api.”

Video Resmi AS: “Rezim Iran Berperang Melawan Rakyatnya Sendiri”

Pada 21 Januari 2026, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat merilis video resmi berbahasa Persia yang ditujukan langsung kepada rakyat Iran.

Dalam video tersebut ditegaskan bahwa:

Ketika truk militer dan senapan mesin berbaris di jalanan Iran, itu bukan tanda keamanan, melainkan bukti bahwa rezim sedang berperang melawan rakyatnya sendiri.

Pesan tersebut menyebut bahwa rezim Teheran tidak melindungi rakyat, melainkan menjadikan rakyat sebagai musuh internal.

Namun di sisi lain, pesan itu juga mengakui satu hal penting: “Sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa rakyat Iran, dalam kondisi apa pun, tidak pernah berhenti melawan penindasan.”

Trump Perintahkan Penambahan Bomber Siluman B-2

Dalam wawancara dengan CNBC pada 21 Januari 2026, Trump mengungkap langkah strategis militer yang sangat signifikan.

Dia menyatakan telah memerintahkan penambahan 25 unit pesawat pengebom siluman B-2 Spirit ke dalam kesiapan operasional, sembari mengatakan: “Saya berharap kita tidak perlu melangkah lebih jauh.”

Pernyataan ini ditafsirkan sebagai sinyal bahwa opsi militer telah masuk tahap kesiapan penuh, meskipun Trump masih menyisakan ruang diplomasi.

Iran Balas Peringatan: “Perang Ini Akan Berdarah dan Global”

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan peringatan keras kepada Amerika Serikat.

Dia menyatakan bahwa jika Iran diserang:

  • Iran akan menggunakan seluruh kemampuan militernya
  • Konflik tidak akan bersifat singkat
  • Perang akan berlangsung berdarah, kacau, dan berkepanjangan
  • Dampaknya akan dirasakan oleh rakyat di seluruh dunia

Pengamat geopolitik internasional menilai bahwa sikap keras Teheran mencerminkan tekanan ekstrem yang kini dihadapi rezim Iran, baik dari dalam negeri (krisis sosial dan politik) maupun dari luar negeri (tekanan militer dan diplomatik Barat).

Mobilisasi Militer Iran: Drone, Rudal, dan Klaim Uji Coba ICBM

Dalam perkembangan paralel, Iran mulai melakukan pengerahan militer nasional:

  • Seluruh komandan militer diperintahkan kembali ke pos dalam waktu 48 jam
  • Drone pengintai Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) beroperasi di atas Teluk Persia
  • Kanal Telegram afiliasi IRGC menyebarkan foto konvoi militer:
    • Pemindahan drone
    • Rudal
    • Persenjataan berat
    • Kendaraan tempur ke berbagai kota

Seorang pakar Iran, Profesor Tabriz, mengungkap informasi sensitif:

Dengan bantuan Rusia, Iran telah melakukan uji coba pertama rudal balistik antarbenua (ICBM) dengan klaim jangkauan sekitar 10.000 km, diluncurkan ke arah Siberia atas persetujuan Moskow.

Secara teknis:

  • Rudal >5.500 km = kategori strategis (potensi nuklir)
  • Jangkauan 10.000 km = mampu menjangkau:
    • Eropa
    • Amerika Serikat
    • Wilayah lintas benua lainnya

Jika informasi ini terbukti, maka kapabilitas strategis Iran meningkat drastis dan mengubah keseimbangan keamanan global.

Trump Bocorkan Senjata Rahasia di Davos

Pada 21 Januari 2026, dalam forum World Economic Forum (WEF) Davos, Trump membocorkan keberadaan sistem senjata rahasia AS:

“Kami memiliki senjata yang tidak bisa saya sebutkan. Dua minggu lalu seseorang menyaksikannya. Sistem pertahanan udara mereka tidak bereaksi. Rudal darat-ke-udara naik sekitar 30 kaki, lalu kembali ke peluncur dan meledak sendiri. Semua sistem itu buatan Rusia dan Tiongkok.”

Pernyataan ini menjadi peringatan strategis terbuka kepada negara-negara yang berpotensi bermusuhan dengan AS, khususnya Iran.

Pengerahan Militer AS Skala Besar di Timur Tengah

Dalam 24 jam terakhir (20–21 Januari 2026), aktivitas militer AS meningkat drastis:

  • 13 pesawat tanker KC-135R diterbangkan dari California ke Pangkalan Al-Udeid, Qatar
    • Total tanker AS di kawasan: hampir 30 unit
  • 15 pesawat angkut C-17 diterbangkan ke:
    • Qatar
    • Yordania
  • Satu skuadron F-15 dikerahkan oleh Komando Pusat AS
  • Drone MQ-4 patroli maritim real-time di Teluk Persia
  • Sistem drone buatan Inggris ditempatkan di Pangkalan Udara Gabir
  • Media The Wall Street Journal melaporkan persiapan pengiriman:
    • Sistem Patriot
    • Sistem THAAD

Pada 21 Januari 2026, pesawat C-40A Angkatan Udara AS yang diduga membawa Panglima Komando Pusat Jenderal Brad Cooper mendarat di pangkalan militer AS di Yordania, memicu spekulasi bahwa keputusan serangan bisa terjadi dalam hitungan hari.

Israel Ikut Siaga Perang

Media Israel melaporkan:

  • IDF menaikkan status kesiapan tempur
  • 3 jet tempur F-35 baru tiba di Pangkalan Udara Nevatim
  • Data penerbangan menunjukkan pesawat pribadi Perdana Menteri Netanyahu lepas landas menuju lokasi luar negeri yang tidak diungkapkan

Situasi ini dinilai sangat mirip dengan kondisi menjelang eskalasi konflik Israel–Iran sebelumnya.

Kesimpulan Strategis

Dunia kini menyaksikan konfrontasi terbuka antara dua kekuatan yang:

  • Saling mengancam kehancuran total
  • Melakukan mobilisasi militer besar-besaran
  • Menggunakan bahasa politik yang tidak lagi diplomatis, tetapi eskalatif dan eksistensial

Ancaman Trump untuk “menghapus Iran dari bumi” dan ancaman Iran untuk “membakar dunia” menempatkan kawasan Timur Tengah — dan dunia — di ambang krisis global paling berbahaya dalam beberapa dekade terakhir.

Pertanyaan besar yang kini muncul di tingkat internasional:

Apakah rezim Iran akan runtuh dari dalam akibat tekanan internal dan eksternal — atau dunia justru akan lebih dulu terseret ke dalam konflik global berskala penuh?

Situasi berkembang dari jam ke jam. Dunia menahan napas.

Jendela di Rumah Sakit

EtIndonesia. Ada dua orang yang sama-sama menderita penyakit serius dan dirawat di satu kamar rumah sakit.

Salah seorang di antaranya setiap sore diperbolehkan duduk di tempat tidur selama satu jam untuk membantu mengeluarkan cairan di paru-parunya. Tempat tidurnya berada tepat di samping satu-satunya jendela di kamar itu. Sementara temannya harus terbaring telentang sepanjang hari dan tidak bisa bangun sama sekali.

Setiap hari mereka mengobrol tanpa henti—tentang istri dan keluarga, tentang rumah dan pekerjaan, tentang masa dinas militer dan rencana liburan.

Setiap sore, saat pasien yang dekat jendela duduk, dia selalu menyapa temannya dan menggambarkan pemandangan di luar jendela dengan detail. Bagi pasien yang terbaring, satu jam itu menjadi waktu paling berharga—melalui cerita tentang aktivitas dan warna-warna di luar, dunianya terasa lebih luas dan hidup.

Dari jendela tampak sebuah taman. Di tengahnya ada danau yang indah. Bebek dan angsa berenang di permukaan air. Anak-anak memainkan perahu mainan. Pasangan muda saling bersandar di antara bunga-bunga yang berwarna-warni. Di kejauhan, terlihat garis langit kota yang menawan.

Saat pasien dekat jendela bercerita dengan rinci, temannya menutup mata dan membayangkan keindahan itu dalam benaknya.

Pada suatu sore yang hangat, sebuah iring-iringan pawai melintas. Pasien dekat jendela mulai menggambarkannya. Temannya memang tidak bisa mendengar musik orkestra, tetapi di mata batinnya, dia melihat semua yang diceritakan.

Hari demi hari berlalu.

Suatu pagi, perawat sif pagi masuk untuk menyiapkan air mandi dan mendapati bahwa pasien yang dekat jendela telah meninggal dunia dengan tenang di dalam tidurnya. Perawat sangat berduka, dan tak lama kemudian petugas rumah sakit memindahkan jenazahnya.

Beberapa waktu setelah semuanya kembali normal, pasien yang tersisa bertanya kepada perawat apakah ia boleh dipindahkan ke tempat tidur dekat jendela. Perawat dengan senang hati mengabulkan. Setelah memastikan pasien itu nyaman, perawat pun pergi.

Dengan menahan rasa sakit, pasien itu perlahan menopang tubuhnya dan berusaha melihat dunia luar yang sesungguhnya.

Dengan susah payah dia menoleh— yang dia lihat hanyalah sebuah dinding putih polos.

Dia bertanya kepada perawat mengapa teman sekamarnya yang telah meninggal menggambarkan pemandangan luar dengan begitu indah dan berwarna-warni.

Perawat menjawab lembut : “Mungkin dia hanya ingin memberimu semangat. Teman sekamarmu itu seorang tunanetra—dia tidak bisa melihat dinding itu.”

Renungan Redaksi

Kebahagiaan… bagi kedua pasien itu, melihat dunia di luar jendela adalah kebahagiaan. Bisa berjalan-jalan di luar adalah kebahagiaan yang mereka impikan. Dan kesehatan—itulah kebahagiaan yang tak ternilai.

Namun bagi kita, kebahagiaan-kebahagiaan itu sering terasa sederhana dan mudah didapat. Mampu menghargainya—bersyukur atas yang ada—itulah kebahagiaan sejati.

Pasien yang berada dekat jendela tampak sebagai sosok optimis dan cerah. Dia menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi orang lain, bahkan di saat dirinya berada dalam kesulitan paling berat. Ia tetap berpikir positif, berjuang melawan nasib, dan memberi semangat kepada orang-orang di sekitarnya.

Apa pun yang kita hadapi dalam hidup, semoga kita mampu bersikap seperti itu— menghadapi dengan hati yang positif, dan menjadi sumber semangat bagi sesama. (jhn/yn)

Sorotan Utama dari Pidato Trump di Forum Ekonomi Dunia 2026 Davos dari Greenland Hingga Tentang Negara yang “Memanfaatkan” AS

EtIndonesia. DAVOS, Swiss — Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdiri di hadapan para pemimpin terkaya dan paling berpengaruh di dunia pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Ia menyampaikan pidato yang menurutnya menghadirkan “berita yang benar-benar fenomenal dari Amerika.”

Ia memamerkan agenda dan keberhasilan ekonomi AS selama setahun terakhir, sambil menghabiskan waktu signifikan untuk memperjuangkan akuisisi Greenland oleh Amerika Serikat. 

Berikut poin-poin utama dari pidatonya di Davos:


Trump Menolak Akuisisi Greenland dengan Paksa

Setelah lama enggan menyingkirkan kemungkinan aksi militer untuk mengambil Greenland dari Denmark, sekutu NATO, Trump menegaskan kepada audiens di Davos bahwa kekerasan bukanlah opsi.

 “Kami mungkin tidak akan mendapatkan apa pun kecuali saya memutuskan untuk menggunakan kekuatan berlebihan, di mana, sejujurnya, kita akan tak tertandingi. Tapi saya tidak akan melakukannya, oke?” katanya di Davos  (21/1/2026). 

Pernyataan de-eskalasi ini muncul di tengah percakapan dengan pihak Eropa mengenai isu tersebut, termasuk dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Trump menegaskan bahwa akuisisi Greenland oleh AS “tidak akan menjadi ancaman bagi NATO.”

 “Ini akan sangat meningkatkan keamanan seluruh aliansi,” ujarnya.

 Ia juga menyerukan “negosiasi segera untuk membahas kembali akuisisi Greenland oleh Amerika Serikat.”


AS ‘Akan Mengingat’ Pilihan atas Greenland

Trump menekankan bahwa Amerika Serikat harus memiliki Greenland untuk kepentingan pertahanan nasional dan internasional, sambil meremehkan pentingnya sumber daya mineral langka di pulau tersebut.

Ia menyebut Greenland krusial bagi pembangunan sistem pertahanan misil “Golden Dome” yang ia rencanakan untuk melindungi Amerika. Meskipun secara hukum AS berhak meningkatkan kehadiran militernya di Greenland, Trump menegaskan bahwa kepemilikan penuh diperlukan untuk mempertahankan wilayah tersebut.

 “Pertama, secara hukum, itu sama sekali tidak defensibel. Kedua, secara psikologis, siapa yang mau mempertahankan perjanjian lisensi atau sewa?” ujarnya.

 Trump juga menegaskan bahwa Greenland adalah bagian dari Amerika Utara, tampaknya mengacu pada Doktrin Monroe, untuk menunjukkan bahwa pulau itu berada dalam lingkup pengaruh AS.

Kepada Denmark, ia memberi pilihan tegas: “Kamu bisa bilang ya, dan kami akan sangat menghargainya, atau kamu bisa bilang tidak, dan kami akan mengingatnya.”


Trump Mencabut Ancaman Tarif terhadap Eropa

Tak lama setelah pidato publik di Davos, Trump mengumumkan bahwa pertemuannya dengan Rutte meyakinkan dia untuk mengubah arah terkait tarif baru yang dijadwalkan berlaku awal Februari.

Tarif ini ditujukan pada beberapa negara Eropa sebagai reaksi atas penolakan mereka terhadap upaya Trump untuk mengakuisisi Greenland.

 “Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, bahkan, seluruh Kawasan Arktik,” tulis Trump di Truth Social.

 “Solusi ini, jika terealisasi, akan menjadi luar biasa bagi Amerika Serikat dan seluruh negara NATO.”

Pengumuman Trump terjadi pada hari yang sama ketika Uni Eropa menangguhkan pembahasan legislasi kesepakatan dagang baru dengan AS, sebagai respons terhadap retorika pemerintahan Trump mengenai Greenland.


Trump Buka Sedikit Tabir Kesepakatan Greenland

Dalam wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan kesepakatan yang muncul akan melibatkan Denmark terkait Golden Dome dan hak atas mineral. Ia menambahkan, kesepakatan itu akan mengikat AS dalam hubungan permanen dengan Greenland.

 “Ini agak kompleks, tapi kami akan menjelaskannya nanti,” ujar Trump kepada Joe Kernen dari CNBC.


Reaksi NATO dan Rusia

Pasca pengumuman Trump soal penundaan tarif dan kerangka Greenland, NATO dan Rusia bereaksi.

Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pembahasan infrastruktur keamanan Arktik “akan fokus pada memastikan keamanan Arktik melalui upaya kolektif para sekutu, terutama tujuh sekutu Arktik,” yaitu AS, Denmark, Swedia, Finlandia, Kanada, Islandia, dan Norwegia.

“Negosiasi antara Denmark, Greenland, dan AS akan dilanjutkan dengan tujuan memastikan bahwa Rusia dan Tiongkok tidak pernah mendapatkan pijakan—ekonomi maupun militer—di Greenland,” kata Hart.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa posisi AS soal status Greenland “tidak menjadi perhatian kami sama sekali.”


Kritik Trump terhadap Eropa

Trump membuka pidatonya dengan pesan keras untuk para pemimpin Eropa, mengkritik kebijakan energi mereka dan ketergantungan pada sumber energi terbarukan seperti tenaga angin.  Ia juga menyoroti perubahan budaya dan migrasi massal.

 “Beberapa tempat di Eropa bahkan tidak bisa dikenali lagi,” kata Trump.

 “Dan saya mencintai Eropa, saya ingin Eropa berjalan baik, tapi arahnya salah.”

 Ia menuding negara-negara Eropa meningkatkan belanja pemerintah, membiarkan migrasi massal tanpa kontrol, dan terlalu bergantung pada impor asing, yang menurutnya menyebabkan hilangnya pekerjaan.

 Trump juga menyebut mereka mengganti sumber energi murah seperti minyak dan gas dengan apa yang ia sebut “penipuan hijau baru.”


Memulihkan ‘Landasan Impian Amerika’

Trump menyoroti langkah pemerintahan untuk memulihkan keterjangkauan rumah bagi keluarga AS.

 Ia mengecam raksasa Wall Street yang membeli ratusan ribu rumah keluarga tunggal, mendorong harga naik.  “Saya bertindak untuk mengembalikan landasan Impian Amerika,” katanya.

 Ia menandatangani perintah eksekutif “Mencegah Wall Street Bersaing dengan Pembeli Rumah Main Street” sebelum berangkat ke Davos.

 Langkah ini mengarahkan lembaga federal menyusun batasan baru dan menyesuaikan aturan terkait pembelian rumah oleh korporasi.

“Rumah dibangun untuk orang, bukan perusahaan,” tegasnya.

 Ia juga menekankan perlunya batas suku bunga kartu kredit satu tahun sebesar 10 persen untuk membantu jutaan warga AS menabung membeli rumah.


AS Tidak Akan Mensubsidi Dunia

Trump menegaskan AS tidak akan menanggung seluruh dunia.  Tarif global diberlakukan untuk mengatasi defisit perdagangan besar, karena banyak negara “memanfaatkan” AS.

 “Tanpa kami, negara-negara ini tidak akan bertahan. Kami ingin bekerja sama, bukan menghancurkan mereka,” ujarnya.  Menurut Trump, AS seharusnya menikmati suku bunga terendah di dunia.


Perubahan Ekonomi ‘Belum Terjadi 10 Tahun’

Trump memuji pencapaian ekonomi satu tahun pemerintahannya: inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi kuat.

 “Dalam satu tahun, agenda kami menghasilkan transformasi yang belum pernah terjadi dalam 10 tahun terakhir,” katanya.

Ia menyoroti inflasi inti tiga bulan sebesar 1,6 persen dan pertumbuhan kuartal keempat yang diprediksi melebihi 5 persen.

Trump menekankan reindustrialisasi Amerika, peningkatan ekspor, produksi baja domestik, dan lonjakan pembangunan pabrik berkat “kesepakatan perdagangan historis.”

 Ia juga menyebut harga bensin turun menjadi rata-rata $1,99, level yang menurutnya “tidak terdengar bertahun-tahun.”


Laporan ini juga mendapat kontribusi dari Associated Press.

Nak, Apa yang Sebaiknya Ayah Wariskan untuk Kamu?

EtIndonesia. Seorang anak laki-laki memiliki seorang sahabat karib. Sejak kecil, setiap hari mereka selalu bersama—tak terpisahkan. Sahabat itu adalah seekor anak babi.

Ayah si anak adalah seorang tukang jagal yang mencari nafkah dengan menyembelih babi. Anak babi itu, ketika dewasa, suatu hari akan menjadi hewan yang harus disembelih oleh ayahnya.

Anak laki-laki itu selalu takut sahabat kecilnya tumbuh besar. Dia takut kehilangan teman terbaiknya.

Namun ada satu hal yang tidak dia ketahui—ayahnya juga sedang menghadapi kematian. Ayahnya mengidap kanker, dan dokter menyatakan bahwa dia hanya memiliki waktu hidup sekitar enam bulan.

Ayah tetap bekerja dengan tenang setiap hari. Dia berpikir: “Waktuku tinggal sedikit. Aku harus bekerja lebih giat agar bisa meninggalkan cukup uang untuk anakku.”

Lalu dia merenung :  “Selain uang… Nak, apa lagi yang seharusnya kutinggalkan untukmu?”

Suatu hari, ayah berkata kepada anaknya : “Sebentar lagi aku akan menyembelih babi kecilmu itu. Saat waktunya tiba, aku ingin kamu menjadi asistanku dan membantuku di samping.”

Anak itu bukan hanya sedih—dia juga marah.

 Dalam hatinya dia berkata :  “Papa tega sekali! Papa kejam!”

Ayah tetap bekerja setiap hari, menyembelih babi seperti biasa.

Anak itu sangat menyayangi anak babinya. Dia menikmati setiap hari kebersamaan mereka sepenuh hati. Karena kecewa pada ayahnya, dia memaksa dirinya untuk menjadi lebih kuat menghadapi semua ini. Dia tidak ingin menunjukkan kelemahan di hadapan ayahnya.

Tibalah hari ketika anak babi itu seharusnya disembelih…

Namun ayah tidak menyembelih anak babi itu. Karena pada hari itu—ayah meninggal dunia.

Anak laki-laki itu menangis dalam diam. Saat itulah dia benar-benar memahami niat ayahnya.

Dia tidak meraung-raung dalam tangis, karena sejak lama dia telah bersiap menghadapi kehilangan. Kini dia tahu—ayahnya ingin dia selalu siap menghadapi kehilangan dalam hidup.

Setiap orangtua mencintai anaknya. Cara mencintai yang paling sering terpikir adalah: melindungi anak, memberi kebahagiaan, dan memastikan anak mendapatkan sebanyak mungkin hal baik.

Namun hidup bukan hanya tentang mendapatkan, bukan?  Kita juga harus belajar menghadapi kehilangan.

Kehilangan besar—seperti anak itu yang kehilangan orangtua. Kehilangan kecil—kehilangan mainan kesayangan, atau sahabat yang pindah rumah atau sekolah.

Bukankah semua itu adalah hal-hal yang anak-anak hadapi setiap hari? Bagaimana mungkin mereka tidak diajari menghadapinya?

Takut anak diculik? Perlindungan terbaik bukan mengawasinya 24 jam, melainkan mengajarinya cara melindungi diri saat menghadapi bahaya.

Takut anak sakit? Jangan mengurungnya di ruang steril, tetapi ajarkan cara menjaga kesehatan, dan apa yang harus dilakukan bila sakit.

Takut anak jatuh dan terluka? Justru ajarkan cara mencegah jatuh, dan bila jatuh, bagaimana bangkit dan menanganinya sendiri.

Semakin kita mencintai anak, semakin kita perlu bertanya: “Jika suatu hari aku tidak lagi berada di sisinya, apa yang seharusnya kutinggalkan untuknya?”

Mengajarkan anak menghadapi kehilangan, menerima hidup yang tidak selalu sempurna, dan mampu menghibur dirinya sendiri—itulah warisan yang benar-benar penting.

Renungan Redaksi

Di masyarakat modern, banyak keluarga hanya memiliki satu anak. Anak itu disayangi luar biasa—apa pun diupayakan agar ia tumbuh tanpa beban, tanpa kekhawatiran, dan selalu mendapatkan yang terbaik. Itu adalah wujud cinta orang tua, dan tentu tidak salah.

Namun kisah ini memberi kita bahan perenungan yang mendalam: Ketika orangtua memberikan begitu banyak hal kepada anak, apakah mereka juga memberikan hal terpenting dalam hidup—ketangguhan menghadapi kegagalan, dan kemampuan untuk bangkit saat terjatuh?

Seseorang yang hidup tanpa kesulitan, selalu mendapatkan apa yang diinginkan, dan tumbuh dalam kelancaran, cenderung memiliki daya tahan mental yang lebih lemah dan sulit menghadapi kegagalan.

Kesulitan dan tempaan di masa muda akan menjadi fondasi berharga ketika kelak menghadapi badai kehidupan, dunia kerja, dan dunia usaha.(jhn/yn)
Semakin banyak ditempa, semakin besar pula kemungkinan seseorang meraih pencapaian yang tinggi.

Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 pada Hari Kelima Operasi SAR

EtIndonesia. Makassar — Tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat berupa Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) dari badan pesawat yang mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan dilakukan pada hari kelima operasi pencarian, Rabu (21/01/2026), sekitar pukul 11.00 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa penemuan black box merupakan bagian krusial dalam rangkaian penanganan kecelakaan pesawat.

“Black box yang ditemukan terdiri dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder. Keduanya ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian,” ujarnya.

Ia menerangkan, Flight Data Recorder (FDR) berfungsi untuk merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin. Data tersebut sangat penting untuk membantu pihak berwenang dalam merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.

Sementara itu, Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antar awak pesawat dan suara-suara penting lainnya selama penerbangan.

“Secara umum, perangkat FDR dan CVR disimpan di bagian ekor pesawat. Penempatan ini dirancang karena area ekor dinilai memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data menjadi lebih besar,” jelas Arif.

Ia menambahkan, setelah ditemukan, black box akan segera diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang yaitu KNKT yang berwenang melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.

“Penemuan ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. Tim SAR tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek penting di lokasi kejadian,” pungkasnya

Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung Berlanjut, Korban Kedua Berhasil Dievakuasi dari Medan Ekstrem

EtIndonesia. Makassar — Operasi SAR terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan hingga Selasa (20/01/2026) masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan bekerja tanpa jeda di tengah medan terjal dan cuaca yang berubah-ubah.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa pada Selasa (20/1), tim berhasil mengevakuasi korban kedua dari kedalaman jurang dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Sore ini, tim SAR gabungan fokus melanjutkan pencarian dan evakuasi di beberapa sektor dengan membagi kekuatan menjadi enam Search and Rescue Unit (SRU), termasuk SRU darat dan vertical rescue. Dan akhirnya, korban kedua berjenis kelamin perempuan berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter dengan kondisi medan yang sangat ekstrem,” ujar Arif dalam siaran persnya. 

Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi geografis berupa lembah curam, tebing terjal, serta jarak pandang terbatas akibat hujan dan kabut.

“Evakuasi korban membutuhkan teknik vertical rescue dan koordinasi lintas unsur yang sangat ketat. Tim bekerja dari lembah menuju puncak dengan peralatan khusus, dan saat ini sementara menuju ke Posko Tompobulu, untuk kemudian diserahkan ke tim DVI,” tambahnya.

Arif Anwar juga menegaskan bahwa operasi SAR ini melibatkan kekuatan besar, dengan total 1.075 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, komunitas pecinta alam, hingga unsur medis. Dukungan alutsista darat dan udara, seperti helikopter, pesawat intai, dan drone thermal, turut dikerahkan untuk mempercepat pencarian.

“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat. Operasi ini adalah wujud nyata sinergi dan kemanusiaan. Fokus kami tetap pada pencarian seluruh korban dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan,” tegasnya. (***)

Evakuasi Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 dari Kedalaman Jurang Kawasan Pegunungan Bulusaraung, Tim SAR Bertahan 30 Jam di Medan Ekstrem

EtIndonesia — Proses evakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, dilakukan melalui operasi teknis berisiko tinggi di medan ekstrem dengan kedalaman mencapai ratusan meter.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan melakukan teknik rappeling di titik yang tidak jauh dari lokasi awal pesawat menabrak pegunungan.

“Tim menurunkan tali sekitar 100 meter ke dasar jurang yang berada dekat dengan serpihan pesawat. Proses turun menggunakan tali dan alat descender memakan waktu sekitar dua hingga tiga menit per orang,” ujar Arif dalam keterangannya. 

Sebanyak 10 personel dari unsur Basarnas Makassar, Kopasgat TNI AU, BPBD Kota Makassar, Brimob, Pramuka Peduli, dan Jasdam diturunkan ke dasar jurang. Setibanya di bawah, tim melakukan penyisiran dengan berjalan mengikuti celah jalur air sambil menelusuri jejak serpihan pesawat sejauh kurang lebih 200 meter ke arah bawah.

Salah satu rescuer Basarnas Makassar yang turun langsung ke jurang, Rusmadi, mengungkapkan kondisi yang dihadapi tim di lapangan.

Korban pertama berjenis kelamin laki-laki ditemukan dengan posisi tersangkut di dahan pohon pada pukul 13.43 WITA. Setelah itu, tim melakukan proses packing jenazah selama kurang lebih satu jam karena posisi korban berada di kemiringan kurang lebih 30° dan tepat di bibir tebing.

Upaya pengangkatan jenazah sempat dilakukan ke arah atas sejauh sekitar 60 meter. Namun karena keterbatasan tenaga, peralatan, serta kondisi hujan deras yang terus mengguyur lokasi membuat tim melakukan evaluasi lapangan.

“Setelah diskusi, tim memutuskan mengubah arah evakuasi ke bawah menuju kampung terdekat karena medan dinilai lebih memungkinkan untuk proses evakuasi lanjutan,” jelas Rusmadi.

Namun selama proses evakuasi ke bawah yang berlangsung sekitar tiga jam, kondisi cuaca semakin memburuk. Hujan deras disertai kabut tebal dan suhu dingin menyelimuti area operasi, membuat pergerakan tim semakin terbatas.

Tim akhirnya memutuskan untuk bermalam di lereng tebing dengan kontur tanah berbatu yang labil dan berisiko longsor akibat hujan yang tidak berhenti. Seluruh personel bertahan bersama jenazah selama kurang lebih 30 jam di lokasi.

“Kami turun dari titik dekat punggungan awal pesawat jatuh. Setelah menemukan korban, kondisi medan dan cuaca benar-benar tidak bersahabat. Hujan deras, kabut tebal, dan dingin membuat kami harus bertahan di lereng tebing semalaman sambil menjaga jenazah,” kata Rusmadi.

Ia menambahkan, pada siang hari berikutnya Senin (19/01), tim pertama melakukan estafet penyerahan jenazah kepada tim lanjutan karena kondisi fisik dan keselamatan personel sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan evakuasi.

“Keselamatan tim tetap menjadi prioritas, sehingga proses evakuasi dilanjutkan oleh tim berikutnya,” ujarnya.

Tim kedua yang melanjutkan estafet jenazah menuju area persawahan kampung Lampeso dengan waktu tempuh 20 jam perjalanan Selasa (20/01), dan melanjutkan intercept dengan tim ketiga di Desa Lampeso untuk menuju ke kampung baru melalui jalan setapak sekitar 15 kilometer dengan melewati medan yang bervariasi (punggungan dan sungai). 

Kemudian dilanjutkan lagi  dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 5 kilometer untuk mencapai jalan poros Kecamatan Cenrana dan kemudian akan dievakuasi ke RS Bayangkhara Makassar untuk diserahkan ke pihak DVI.

Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026)  di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat ini  mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 awak dan 3 penumpang. (***)

Foto-foto suasana evakuasi oleh Tim SAR Gabungan (Dokumentasi Basarnas)

Sehari Dua Insiden: Mobil Listrik Xiaomi Terbakar Saat Dicuci, Pernyataan Resmi Picu Keraguan 

EtIndonesia. Insiden kecelakaan yang melibatkan mobil listrik Xiaomi kembali terjadi. Pada 19 Januari, dua kebakaran kendaraan dilaporkan terjadi secara beruntun di Hainan dan Henan. Beruntung, kedua kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, pernyataan resmi Xiaomi yang dirilis keesokan harinya, yang menyebut kondisi baterai “normal” sebelum kebakaran, justru memicu keraguan luas dari publik.

Pada 19 Januari, sebuah kebakaran terjadi di sebuah pusat layanan otomotif di Haikou, Hainan. Sebuah sedan kecil berwarna merah terbakar di dalam area layanan tersebut. Api berwarna kuning menyala hebat disertai asap hitam pekat, hingga bagian depan toko hangus menghitam. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan : “Lagi-lagi mobil Xiaomi, semuanya habis terbakar.”

Pada 20 Januari, Xiaomi merilis pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa pada 19 Januari 2026, sebuah bengkel perbaikan mobil Xiaomi di Haikou mengalami insiden kebakaran. Menurut pernyataan tersebut, pada pukul 17: 30, kendaraan telah masuk dalam kondisi parkir, dan pengemudi serta penumpang depan telah meninggalkan mobil. Pada 17 : 34, kursi depan kendaraan dilaporkan bergerak. Kemudian pada 17: 37, api mulai muncul di dalam kendaraan.

Xiaomi menyatakan bahwa : “Hingga data kendaraan terputus (offline), baterai penggerak berada dalam kondisi normal.”

Api di lokasi berhasil dipadamkan tepat waktu dan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Dalam pernyataan yang sama, Xiaomi juga menyebutkan bahwa pada 19 Januari pukul 16:03, di Jalan Tol Lannan S83, wilayah Cai Zhuang, Kabupaten Weishi, Kota Kaifeng, Provinsi Henan, sebuah mobil Xiaomi YU7 mengalami kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan verifikasi awal, sebelum kecelakaan terjadi, kendaraan berada dalam mode dikemudikan manusia. Sebuah truk di sisi kanan melakukan perpindahan jalur berbahaya. Karena kondisi jalan licin akibat salju, pengemudi tidak sempat menghindar, sehingga terjadi tabrakan yang kemudian memicu kebakaran.

Xiaomi kembali menegaskan bahwa : “Hingga pukul 16:14 sebelum kendaraan offline, kondisi baterai penggerak dan baterai kecil berada dalam rentang normal.”

Namun, pernyataan tersebut tidak menjelaskan penyebab kebakaran, dan hanya menekankan bahwa baterai berada dalam kondisi “normal” sebelum kendaraan offline.

Setelah pernyataan itu dirilis, banyak warganet menyampaikan keraguan dan kritik tajam.

Seorang sumber yang mengetahui kejadian di Haikou mengungkapkan bahwa mobil listrik Xiaomi tersebut bukan terbakar saat perbaikan, melainkan saat proses pencucian kendaraan. Warganet tersebut juga mengunggah foto yang menunjukkan mobil berada di dalam sebuah bangunan, dengan seluruh bodi mobil dipenuhi busa sabun putih.

Menanggapi klaim Xiaomi bahwa “baterai berada dalam kondisi normal sebelum offline”, sejumlah warganet menyindir:

“Sebelum offline itu baik, berarti memang baik?”
“Seseorang juga hidup sebelum meninggal.” 

“Pernyataan humas macam apa ini? Sama saja seperti bilang orang itu hidup sebelum mati.”

Warganet lain mempertanyakan:

“Bisa jelaskan kenapa dua kejadian ini sama-sama terbakar setelah kendaraan offline?”
“Katanya semuanya normal, tapi tetap terbakar. Bukankah itu justru lebih menakutkan?”

Sebelumnya, mobil listrik Xiaomi telah beberapa kali terlibat insiden kebakaran yang menimbulkan korban jiwa.

Pada 29 Maret 2025 pukul 21: 00, di Wuhan, tiga mahasiswa dari sebuah universitas mengendarai Xiaomi SU7 menuju Chizhou, Anhui. Setelah terjadi tabrakan, kendaraan meledak dan terbakar hebat, menewaskan ketiganya di dalam mobil.

Kemudian pada 13 Oktober 2025, di Chengdu, Sichuan, seorang pria berusia 31 tahun mengendarai mobil listrik Xiaomi dan mengalami tabrakan dengan kendaraan di depannya, lalu melintasi pembatas hijau jalan. Kendaraan tersebut kemudian terbakar.

Menurut laporan, beberapa warga sekitar berusaha melakukan penyelamatan setelah melihat mobil terbakar. Namun, pintu kendaraan tidak dapat dibuka dan kaca juga tidak bisa dipecahkan. Sang pengemudi akhirnya tewas terbakar hidup-hidup di dalam mobil.
Saat warga mencoba memadamkan api dengan alat pemadam api ringan, terjadi ledakan ketiga, memaksa semua orang menjauh. Ketika petugas pemadam tiba, kendaraan telah hangus hingga hanya tersisa rangka, dan tubuh pengemudi telah mengalami karbonisasi.

Berdasarkan informasi publik, Xiaomi merupakan salah satu produsen perangkat pintar utama di Tiongkok daratan dan dalam beberapa tahun terakhir menggelontorkan investasi besar ke sektor kendaraan listrik pintar. Namun, akibat serangkaian kecelakaan yang terus berulang, keamanan produknya serta sistem manajemen baterai kini mendapat sorotan dan keraguan luas dari masyarakat.(jhn/yn)

Tangani Jutaan Orang per Tahun, Jumlah Pejabat Korup PKT Capai Rekor Tertinggi dalam 20 Tahun

EtIndonesia. Komisi Pusat Inspeksi Disiplin Partai Komunis Tiongkok (PKT) merilis data terbaru pemberantasan korupsi. Sepanjang tahun 2025, jumlah kasus korupsi yang diselidiki secara resmi menembus angka satu juta kasus, sementara hampir satu juta pejabat dijatuhi sanksi. Kedua angka tersebut mencetak rekor tertinggi baru.  Para analis menilai, perluasan kampanye antikorupsi oleh PKT mengandung dua tujuan utama, yakni menstabilkan kekuasaan sekaligus mengalihkan tekanan internal.

Menurut informasi yang dipublikasikan di situs resmi Komisi Pusat Inspeksi Disiplin PKT pada 17 Januari, sepanjang tahun 2025 tercatat 1,012 juta kasus korupsi yang masuk dalam proses penyelidikan di seluruh Tiongkok.

Dari jumlah tersebut, terdapat 115 pejabat setingkat provinsi dan kementerian ke atas yang diselidiki, meningkat sekitar 15,4% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, total pejabat yang dijatuhi sanksi sepanjang tahun mencapai 983.000 orang, termasuk 69 pejabat setingkat provinsi dan kementerian ke atas, naik 10,6% secara tahunan. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak statistik serupa mulai dipublikasikan 20 tahun lalu.

Mayoritas pejabat yang diselidiki dan dijatuhi sanksi berasal dari tingkat akar rumput (grassroots).

Peneliti Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Taiwan, Gong Xiangsheng, menganalisis bahwa lonjakan tajam sanksi terhadap pejabat tingkat bawah berkaitan erat dengan struktur pengambilan keputusan di dalam PKT.

Gong Xiangsheng menyatakan: “Masalah utamanya terletak pada pengambilan keputusan dalam lingkaran kecil di tingkat atas. Kebijakan yang mereka dorong sering kali sulit diterapkan di tingkat bawah. Akhirnya, para pelaksana di garis depan yang harus menanggung tanggung jawab dan memberikan ‘pertanggungjawaban’ kepada atasan.”

Para analis menilai, fenomena ini menunjukkan bahwa kampanye antikorupsi PKT kini secara bertahap merambah hingga ke tingkat bawah, dengan menggunakan tekanan tinggi untuk mengguncang pejabat yang dianggap malas bekerja, tidak bertindak, atau memilih ‘rebahan’.

Gong Xiangsheng menambahkan: “Menurut saya, selain harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kebijakan, persoalan yang lebih besar terletak pada keseluruhan struktur tata kelola PKT itu sendiri. Inilah yang memicu situasi seperti sekarang.”

Sejak Xi Jinping menjabat pada akhir tahun 2012, dengan mengusung slogan pemberantasan korupsi, lebih dari 7,2 juta pejabat dari berbagai tingkatan telah dijatuhi hukuman.

Direktur Eksekutif Asosiasi Inspirasi Taiwan, Lai Rongwei, menilai bahwa tekanan tinggi dalam kampanye antikorupsi berkaitan erat dengan krisis tata kelola PKT secara menyeluruh.

Lai Rongwei menyatakan: “Sejak Xi Jinping menjabat, Tiongkok menghadapi berbagai masalah besar. Ekonomi, hubungan internasional, dan banyak indikator lainnya terus menurun. Ketika kekuatan nasional melemah, ketidakpuasan sosial pasti muncul. Dalam kondisi seperti ini, pemecatan dan penyelidikan menjadi pilihan yang diambil.”

Para pakar menegaskan bahwa perluasan terus-menerus kampanye antikorupsi mencerminkan dua motif utama: menjaga stabilitas kekuasaan dan mengalihkan tekanan yang kian meningkat.

Lai Rongwei menambahkan:

“Ada makna seperti ini di baliknya: seolah ingin mengatakan bahwa masalah terjadi karena orang-orang ini bekerja buruk, sementara kekuasaan besar masih berada di tangannya dan ia mampu menyelesaikan semuanya. Dengan menangkap semakin banyak orang, dia berharap meredam kemarahan rakyat sekaligus menunjukkan kepada dunia internasional bahwa kekuasaan masih sepenuhnya dia kuasai. Namun pada akhirnya, langkah ini justru berpotensi menjadi bumerang yang memukul PKT sendiri.”(jhn/yn)