EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah kedai kopi di Dongyang, Zhejiang, Tiongkok meluncurkan minuman unik bernama “Americano telur direbus dengan air kencing anak laki-laki”, yang mana langsung memicu perdebatan publik. Pihak toko menyebut minuman ini cukup laris, bisa terjual ratusan cangkir per hari, bahkan menarik pengunjung dari luar daerah untuk mencicipinya.
Telur Air Kencing Anak Dipadukan dengan Kopi
Video yang beredar di internet menunjukkan sebuah kedai kopi bernama “燊·肃雍” “Shen Suyong” di Dongyang, Zhejiang, Tiongkok, memperkenalkan produk kreatif “Americano telur air kencing anak”, dengan harga 28 yuan (RMB) per cangkir, yang mana memicu perbincangan hangat.
Staf toko mengatakan minuman ini cukup populer, bisa terjual sekitar seratus cangkir per hari, dan banyak pelanggan dari luar kota datang khusus untuk mencobanya. “Namun demikian, bagi yang pertama kali mencoba, mungkin akan merasa agak aneh, bahkan sedikit ‘memabukkan’ rasanya.”
Menurut penjelasan staf, telur yang direbus dengan air kencing anak laki-laki kemudian dipanggang dengan arang hingga kulitnya sedikit gosong, menghasilkan rasa gurih dan agak asin.
Telur tersebut disajikan terpisah dari kopi: sebutir telur ditusuk dan diletakkan di atas gelas, sementara di dalam gelas berisi kopi Americano. Keduanya biasanya dimakan dan diminum terpisah, tetapi ada juga pelanggan yang meminta telur dihancurkan dan dicampur ke dalam kopi.
Minuman ini memicu banyak reaksi dari warganet, banyak yang menyatakan sulit menerima konsep tersebut, seperti: “Sekarang selera orang benar-benar aneh—telur air kencing anak, teh ‘aroma kotoran bebek’—memangnya apa yang harum dari itu?”
“Apa pun alasannya, urin tetaplah urin, siapa yang bisa menerimanya?”
“Silakan saja yang mau minum, saya tidak tertarik.”
“Apakah benar pakai air kencing anak? Dari mana asalnya?”
Telur Direbus dengan Air Kencing Anak
Diketahui, telur yang direbus dengan air kencing anak laki-laki merupakan warisan budaya takbenda di Kota Dongyang. “Air kencing anak” merujuk pada urin anak laki-laki berusia di bawah 10 tahun. Telur ini biasanya dikonsumsi pada musim dingin dan semi, dipercaya memiliki manfaat seperti menurunkan panas dalam, meredakan demam, dan menenangkan tubuh.
Dalam kitab pengobatan tradisional Tiongkok Bencao Gangmu disebutkan bahwa air kencing anak bersifat asin dan dingin, tidak beracun, serta memiliki khasiat menurunkan panas dan membersihkan sumbatan dalam tubuh tanpa merusak organ.
Pada tahun 2011, Gong Mingwei, yang saat itu menjabat sebagai kepala pusat perlindungan warisan budaya takbenda Dongyang, menyatakan bahwa telur ini cukup umum di kalangan masyarakat setempat. “Dulu banyak praktisi bela diri di Dongyang, dan makanan ini efektif untuk pemulihan cedera. Petani juga sering mengalami luka saat bekerja, dan telur ini dianggap membantu pemulihan.”
Ia juga menjelaskan bahwa tradisi ini sudah ada sejak lama. Pada masa lalu, kondisi hidup sulit dan makanan bergizi terbatas, sehingga telur menjadi salah satu sumber nutrisi utama. Endapan dalam urin setelah beberapa waktu dapat membentuk kristal yang mirip dengan bahan obat tradisional yang disebut “renzhongbai”, yang mana dipercaya memiliki efek menghentikan pendarahan dan menyeimbangkan tubuh.
Laporan disusun oleh reporter Luo Tingting / Editor: Wen Hui
EtIndonesia. Pada malam hari Maduro berteriak dalam bahasa Spanyol di dalam selnya: “Saya adalah presiden Venezuela! Katakan kepada negara saya bahwa mereka menculik saya dan menyiksa kami di sini!”
Para penjaga penjara maupun narapidana lain dilaporkan dapat mendengar teriakannya dengan jelas.
Sumber itu juga mengatakan bahwa untuk mencegah kemungkinan insiden, pihak penjara menempatkan mantan pemimpin Venezuela tersebut di area pengawasan khusus. Area ini biasanya digunakan untuk menahan narapidana yang berisiko bunuh diri, membutuhkan isolasi disiplin, atau dianggap sangat sensitif dan berbahaya.
Maduro ditempatkan sendirian di sel berukuran sekitar 3 meter × 2 meter, yang dilengkapi dengan tempat tidur logam, toilet, wastafel, dan sebuah jendela kecil.
Ia hanya diizinkan keluar dari sel sebanyak tiga kali seminggu, dengan waktu sekitar satu jam setiap kali.
Selama waktu keluar tersebut, ia harus tetap memakai borgol dan selalu dikawal oleh dua penjaga penjara. Dalam waktu singkat itu, ia bisa memilih untuk mandi, memeriksa email yang diawasi, menggunakan telepon, atau berjalan di halaman kecil penjara.
Manajemen Metropolitan Detention Center Brooklyn juga mengkonfirmasi kepada media asing bahwa Maduro memang mengalami masalah psikologis serius di penjara. Ia sering mengalami serangan kecemasan dan berulang kali berteriak di area keamanan tinggi: “Saya presiden!”
Pada 3 Januari dini hari, militer AS melakukan operasi mendadak di ibu kota Venezuela, Caracas, dan menangkap Maduro serta istrinya hidup-hidup di kediaman resmi mereka, sebelum langsung menerbangkan mereka ke New York untuk ditahan. Peristiwa ini mengejutkan dunia.
Presiden AS Donald Trump pada pukul 04.21 pagi hari itu juga mengunggah foto penangkapan Maduro di platform media sosial Truth Social, yang menunjukkan Maduro dalam keadaan mata tertutup kain penutup, tangan diborgol, dan mengenakan celana olahraga abu-abu.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa Maduro didakwa atas berbagai tuduhan, termasuk:
narco-terrorism (terorisme narkoba)
konspirasi penyelundupan kokain
kepemilikan senapan mesin dan senjata destruktif terhadap Amerika Serikat
Maduro dan istrinya telah didakwa di Pengadilan Distrik Federal Distrik Selatan New York.
Setelah Maduro ditangkap, Wakil Presiden Venezuela sekaligus Menteri Perminyakan Delcy Rodríguez pada 5 Januari secara resmi dilantik sebagai presiden sementara. Ia menyatakan bahwa prioritas utama pemerintah baru adalah membangun hubungan yang “seimbang dan saling menghormati” dengan Amerika Serikat.
Namun Trump memperingatkan bahwa jika pemerintah baru tidak bekerja sama dengan Amerika Serikat, mereka akan “membayar harga yang sangat mahal.”
Tak lama kemudian, pemerintah Venezuela memenuhi beberapa tuntutan AS, termasuk membebaskan seluruh tahanan politik. Banyak warga Venezuela turun ke jalan merayakan dan menyambut kebebasan yang telah lama dinantikan.
Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting/Wen Hui
EtIndonesia. Di saat rezim otoriter Iran mengalami pukulan besar, muncul tanda-tanda baru dari Kuba. Pemimpin negara tersebut baru-baru ini secara terbuka menyatakan bahwa pemerintahnya sedang melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk mencari solusi.
Para pengamat menilai bahwa “aliansi kediktatoran anti-Amerika” yang selama bertahun-tahun dibangun oleh PKT kini sedang mulai runtuh, sehingga Beijing terus menerima kabar buruk.
Pada 13 Maret, pemimpin tertinggi Kuba Miguel Díaz-Canel dalam pidato di televisi menyatakan bahwa pemerintah Kuba sedang berdialog dengan Amerika Serikat untuk “mencari solusi atas perbedaan antara kedua negara.”
Pada awal Januari lalu, militer AS melakukan serangan mendadak ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Setelah itu, pemerintah baru Venezuela bekerja sama dengan AS dan memutus pasokan minyak ke Kuba.
Akibatnya, Kuba dengan cepat jatuh ke dalam krisis energi. Banyak penerbangan dibatalkan, pemadaman listrik terjadi berulang-ulang, harga barang melonjak, dan ekonomi berada di ambang kehancuran. Warga yang selama bertahun-tahun mengalami tekanan akhirnya turun ke jalan untuk melakukan protes.
Sejak Januari, Presiden AS Donald Trump sebenarnya sudah mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang bernegosiasi dengan pimpinan tinggi Kuba, tetapi pihak Kuba sebelumnya selalu membantah hal tersebut.
“Sekarang situasi Kuba sangat sulit karena tidak ada pasokan minyak. Rakyat Kuba sudah lama membenci Partai Komunis. Sekarang mereka menghadapi seorang presiden AS yang sangat keras. Dalam situasi ini, pemerintah Kuba yang terjepit dari dalam dan luar negeri akhirnya tidak punya pilihan selain mengalah kepada Trump,” ujar Kolumnis The Epoch Times, Wang He.
Wang He juga menyebutkan bahwa pada masa pemerintahan Barack Obama, hubungan AS–Kuba sempat mengalami normalisasi. Namun setelah Trump berkuasa, kebijakan terhadap Kuba berubah secara mendasar, yang berkaitan erat dengan strategi global Trump.
“Sekutu global Partai Komunis Tiongkok seperti Venezuela, Kuba, dan Iran sekarang semuanya mengalami pukulan berat. Trump ingin menggunakan cara ini untuk membuat aliansi otoriter yang dipimpin Beijing benar-benar runtuh dan membuat Tiongkok menjadi semakin terisolas,” katanya.
Pada 12 Maret malam, pemerintah Kuba juga secara mengejutkan memulai pembebasan tahanan politik, dengan 51 orang dibebaskan dalam gelombang pertama.
Pengamat politik AS Fang Wei mengatakan: “Ini adalah awal dari sebuah penyerahan. Mengapa? Karena mereka tidak punya kartu lagi untuk dimainkan. Di dalam negeri tidak ada sumber daya, di luar negeri tidak ada bantuan. Jika Kuba mencoba strategi menunda waktu dalam negosiasi dengan AS, Amerika kapan saja bisa kembali melakukan tekanan. Saya menyebut strategi Amerika terhadap Kuba sebagai ‘pengepungan energi’.”
Pada 13 Maret malam, di kota Morón, provinsi Ciego de Ávila Province, para demonstran masuk ke gedung komite lokal Partai Komunis Kuba dan membakar potret serta materi propaganda di jalan.
“Jika kehidupan rakyat sudah tidak bisa dipertahankan dan rezim komunis tidak memiliki solusi, masyarakat tentu tidak akan tahan lagi. Awalnya mungkin protes damai, tetapi kemudian bisa berkembang menjadi tindakan kekerasan. Kuba sekarang memilih menyerah karena mereka tahu bahwa mereka sudah tidak mampu bertahan,” kata Fang Wei.
Fang Wei juga menyatakan bahwa Trump menjalankan Monroe Doctrine, yang berarti tidak akan membiarkan rezim komunis seperti Kuba berada di ‘halaman depan’ Amerika di Belahan Barat. Dalam kondisi ini, Partai Komunis Tiongkok kemungkinan kehilangan satu lagi “teman lama.”
Ia menambahkan: “Jika sekutu yang sangat dekat seperti ini runtuh, bagi Beijing itu seperti perasaan ‘kelinci mati rubah berduka’. Ini akan menjadi pukulan besar bagi psikologi dan moral Partai Komunis Tiongkok.”
Pada akhir 2025, Iran juga mengalami gelombang besar protes nasional. Pada Januari, pemerintah Iran melakukan penindasan brutal terhadap demonstrasi, yang dilaporkan menewaskan puluhan ribu orang.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran. Pada hari pertama, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah tokoh militer serta politik utama dilaporkan tewas dalam serangan presisi, sehingga rezim Iran saat ini disebut berada di ambang runtuh.
Fang Wei mengatakan: “Setelah sekutu-sekutu kecil ini jatuh, apakah Trump akan menargetkan Partai Komunis Tiongkok? Ini adalah pertanyaan yang dipikirkan banyak orang, termasuk Beijing sendiri. Apakah itu mungkin? Tentu saja mungkin. Selama Tiongkok terus dianggap mengancam Amerika Serikat, Trump tidak akan membiarkan ancaman itu tetap ada.”
Pengamat juga memperhatikan bahwa saat Díaz-Canel menyampaikan pidato televisinya, Raúl Guillermo Rodríguez Castro—cucu dari mantan pemimpin Kuba Fidel Castro—juga hadir di lokasi. Meskipun ia tidak memiliki jabatan resmi dalam pemerintahan saat ini, beberapa media menyebut bahwa ia adalah perwakilan Kuba dalam pembicaraan rahasia dengan Amerika Serikat.
Editor:/Li Qian/ Wawancara: Luo Ya/ Produksi akhir: Chen Jianming
Membuka jalan bagi pertemuan Trump–Xi? perundingan AS–Tiongkok di Paris fokus pada empat isu
EtIndomesia. Putaran baru perundingan ekonomi dan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dimulai pada 15 Maret di Paris.
Pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng.
Menurut laporan, selain bertujuan mengatasi hambatan dalam kesepakatan gencatan dagang, pembicaraan ini juga dimaksudkan untuk membuka jalan bagi kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada akhir Maret, termasuk kemungkinan pertemuan dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping.
Menurut laporan Reuters, perundingan perdagangan kali ini diperkirakan akan fokus pada empat isu utama:
Penyesuaian tarif Amerika Serikat
Ekspor mineral tanah jarang dari Tiongkok ke AS
Pembatasan ekspor teknologi tinggi dari AS
Pembelian produk pertanian AS oleh Tiongkok
Namun pihak Amerika juga membawa isu sensitif dalam perundingan tersebut, yaitu penyelidikan “Section 301” yang dilakukan AS terhadap 16 negara termasuk Tiongkok, serta penyelidikan praktik kerja paksa terhadap 60 negara, yang juga mencakup Tiongkok.
Kedua isu ini menimbulkan ketidakpuasan dari pihak Beijing, yang menyatakan bahwa mereka berhak mengambil langkah balasan.
Para analis menilai bahwa kemungkinan tercapainya terobosan perdagangan besar sangat kecil, karena waktu persiapan yang terbatas dan karena perhatian pemerintah Washington, D.C. saat ini lebih terfokus pada perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran.
Karena itu, baik perundingan di Paris maupun kemungkinan pertemuan Trump–Xi di Beijing, kemungkinan hanya bertujuan mencegah hubungan kedua negara semakin memburuk dan menghindari eskalasi ketegangan.
Menlu Iran Ungkap Hal Mengejutkan: PKT dan Rusia Terlibat dalam Konflik Timur Tengah
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini menyatakan bahwa PKT dan Rusia sedang mempertahankan kerja sama militer dengan Iran, guna membantu negara tersebut menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan ini berbeda dengan jaminan yang sebelumnya diberikan oleh Russia kepada Amerika Serikat bahwa mereka tidak memberikan intelijen kepada Iran. Hal ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai peran Beijing dan Moskow dalam konflik Timur Tengah.
Menurut laporan New York Post pada 14 Maret, Araghchi mengatakan dalam wawancara dengan NBC: “Rusia dan Tiongkok adalah mitra strategis kami. Kami selalu memiliki kerja sama yang erat, dan kerja sama itu masih berlanjut hingga sekarang, termasuk kerja sama militer.”
Walaupun ia tidak mengungkap rincian bantuan militer secara spesifik, Araghchi menggambarkan hubungan tersebut sebagai “kerja sama yang baik.”
Beberapa hari sebelumnya, Araghchi juga sempat mengatakan bahwa keterlibatan Rusia dalam perang “bukanlah rahasia”, dan kemudian ia juga mengungkapkan bahwa Partai Komunis Tiongkok turut terlibat.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah berulang kali menuduh Tiongkok dan Rusia memberikan informasi intelijen tentang lokasi aset militer AS kepada Iran, khususnya selama operasi militer yang disebut: Operation Epic Fury.
Pernyataan terbuka dari Menteri Luar Negeri Iran ini kembali menimbulkan kecurigaan terhadap peran Tiongkok dan Rusia dalam konflik tersebut. (Hui)
EtIndonesia. Ketua Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat, Brendan Carr, pada Sabtu (14 Maret) memperingatkan bahwa jika lembaga penyiaran televisi atau radio menyebarkan informasi yang menyesatkan atau memutarbalikkan fakta dalam pemberitaan tentang perang Iran, mereka bisa menghadapi risiko saat proses perpanjangan lisensi penyiaran di masa mendatang.
Carr menulis dalam unggahan di X bahwa lembaga penyiaran yang selama ini menyebarkan rumor atau memutarbalikkan berita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki masalah sebelum lisensi mereka diperpanjang.
Ia menegaskan bahwa hukum sangat jelas: perusahaan penyiaran harus beroperasi dengan mengutamakan kepentingan publik, jika tidak maka lisensi mereka bisa dicabut.
Dalam unggahannya, Carr juga menyertakan tangkapan layar dari unggahan Presiden AS Donald Trump di platform media sosial Truth Social.
Trump mengkritik sebagian media arus utama yang menurutnya menggunakan judul berita yang menyesatkan untuk memutarbalikkan perkembangan terkait perang Iran, bahkan menyajikan laporan yang berlawanan dengan fakta sehingga seolah-olah berharap Amerika Serikat mengalami kekalahan dalam konflik tersebut.
Trump secara khusus menyebut dua media besar, yaitu The New York Times dan The Wall Street Journal.
Carr juga menyinggung pemilihan presiden AS tahun 2024 sebagai contoh. Ia mengatakan bahwa meskipun lingkungan media dipenuhi rumor dan distorsi, kandidat masih dapat memenangkan pemilu dengan selisih besar, yang menurutnya menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap media sudah menurun.
Ia menegaskan bahwa situasi seperti ini tidak boleh terus berlanjut.
Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Xu Zhe dan Chi Xiao.
EtIndonesia. Warga New York City yang ingin menuju bandara segera memiliki pilihan baru—naik pesawat kecil seperti taksi udara.
Kota New York telah dipilih untuk ikut serta dalam program percontohan taksi udara federal, yang memungkinkan penumpang terbang dari Manhattan ke bandara hanya dalam beberapa menit, sehingga tidak perlu lagi terjebak kemacetan lalu lintas di darat.
Port Authority of New York and New Jersey akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan penerbangan untuk menggunakan pesawat jenis baru yang dapat membawa penumpang ke bandara sekitar dalam waktu 5 hingga 15 menit, dengan biaya sekitar sama seperti layanan mobil limusin mewah.
Program percontohan ini diperkirakan mulai melakukan uji terbang dalam tiga bulan ke depan.
Salah satu perusahaan yang terpilih adalah Archer Aviation. Perusahaan ini mengatakan bahwa harga taksi udara diperkirakan antara 110 hingga 165 dolar AS. Penumpang juga dapat memesan paket tiket pesawat yang sudah termasuk perjalanan taksi udara dari Manhattan.
Menurut peta rute penerbangan yang direncanakan Archer, penumpang dapat berangkat dari Lower Manhattan atau Midtown Manhattan, menuju beberapa bandara utama, yaitu:
John F. Kennedy International Airport (JFK)
LaGuardia Airport
Newark Liberty International Airport
Di masa depan, rute juga mungkin diperluas ke:
Teterboro Airport di New Jersey
Westchester County Airport
Republic Airport di Long Island
Archer menyatakan bahwa taksi udara mereka menggunakan pesawat kecil listrik sepenuhnya yang dilengkapi 12 mesin dan baling-baling, dengan tingkat kebisingan lebih rendah dibanding helikopter tradisional, dan dapat membawa hingga 4 penumpang.
Perusahaan lain yang juga ikut dalam program uji coba ini adalah Electra.aero. Perusahaan ini mengembangkan pesawat listrik kecil yang dapat lepas landas dan mendarat di landasan sangat pendek, sekitar 45 meter.
Karena itu pesawat tersebut tidak harus menggunakan bandara resmi, dan bahkan dapat lepas landas atau mendarat di tempat seperti lapangan atau area parkir.
Program percontohan ini akan berlangsung selama tiga tahun dan merupakan bagian dari proyek pemerintah federal yang diumumkan pada 9 Maret, yaitu program “Advanced Air Mobility and Electric Vertical Takeoff and Landing (eVTOL)”.
Program ini bertujuan mendorong penggunaan transportasi udara canggih di wilayah udara Amerika Serikat.
Selain New York, program uji coba taksi udara juga akan diluncurkan di beberapa wilayah lain seperti:
Florida
Texas
North Carolina
serta beberapa wilayah di pantai barat Amerika Serikat.
Laporan oleh jurnalis Jin Jing, Editor: Lin Qing – NTDTV.com
EtIndonesia. Suatu hari, seorang pria berhenti dengan mobilnya di depan sebuah toko bunga. Ia berniat memesan satu buket bunga untuk dikirim kepada ibunya yang tinggal jauh di kampung halaman.
Ketika pria itu hendak masuk ke toko bunga, ia melihat seorang gadis kecil duduk di pinggir jalan sambil menangis.
Pria itu menghampiri gadis kecil tersebut dan bertanya dengan lembut:
“Anak kecil, mengapa kamu duduk di sini sambil menangis?”
Gadis itu menjawab dengan suara tersedu:
“Aku ingin membeli setangkai bunga mawar untuk ibu, tapi uangku tidak cukup.”
Mendengar itu, pria tersebut merasa sangat iba.
“Oh begitu…”
Lalu ia menggandeng tangan gadis kecil itu masuk ke dalam toko bunga.
Pertama-tama, ia memesan buket bunga yang akan dikirim kepada ibunya. Setelah itu, ia juga membeli setangkai bunga mawar untuk gadis kecil tersebut.
Ketika mereka keluar dari toko bunga, pria itu berkata kepada gadis kecil itu:
“Mau aku antar kamu pulang?”
Gadis kecil itu bertanya dengan mata berbinar:
“Benarkah Anda mau mengantar saya pulang?”
“Tentu saja.”
“Kalau begitu, tolong antar saya ke tempat ibu saya. Tapi, Om… tempat ibu saya agak jauh dari sini.”
Pria itu bercanda sambil tersenyum:
“Kalau dari tadi tahu jauh, mungkin aku tidak akan mengantarmu.”
Namun ia tetap mengemudi mengikuti petunjuk gadis kecil itu.
Mobil mereka keluar dari jalan besar kota, lalu memasuki jalan pegunungan yang berkelok-kelok.
Akhirnya, mereka tiba di sebuah pemakaman.
Gadis kecil itu turun dari mobil, lalu berjalan ke sebuah makam yang masih baru.
Dengan hati-hati ia meletakkan bunga mawar itu di samping makam tersebut.
Ternyata, ia telah berjalan sangat jauh hanya untuk memberikan setangkai mawar kepada ibunya yang baru meninggal satu bulan yang lalu.
Pria itu terdiam.
Setelah mengantar gadis kecil itu pulang ke rumahnya, ia kembali lagi ke toko bunga.
Ia membatalkan pesanan bunga yang sebelumnya akan dikirim kepada ibunya.
Sebagai gantinya, ia membeli seikat bunga segar yang besar.
Lalu ia langsung mengemudi menuju rumah ibunya yang berjarak lima jam perjalanan.Kali ini, ia ingin memberikan bunga itu sendiri secara langsung kepada ibunya. (Jhon)
EtIndonesia. Ia adalah seorang ayah tunggal yang harus membesarkan seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun seorang diri.
Setiap kali anaknya pulang bermain dengan teman-temannya dalam keadaan terluka atau menangis, rasa kehilangan terhadap istrinya yang telah meninggal selalu kembali terasa di hatinya. Ia sering merasakan kesedihan yang dalam, karena anaknya harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.
Peristiwa ini terjadi pada suatu hari ketika ia harus pergi keluar kota untuk bekerja.
Pagi itu ia harus mengejar kereta, sehingga tidak sempat menemani anaknya sarapan. Ia pun buru-buru keluar rumah.
Sepanjang perjalanan, pikirannya tidak pernah tenang. Ia terus memikirkan anaknya.
Apakah anaknya sudah makan? Apakah anaknya menangis?
Perasaan khawatir itu membuat hatinya tidak pernah benar-benar tenang.
Bahkan setelah tiba di tempat tujuan, ia masih terus menelepon ke rumah untuk memastikan keadaan anaknya.
Namun setiap kali ditelepon, sang anak selalu berkata dengan sangat pengertian:
“Papa jangan khawatir.”
Meski begitu, hati sang ayah tetap gelisah. Akhirnya ia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan segera pulang.
Ketika ia tiba di rumah, anaknya sudah tertidur pulas.
Barulah ia merasa lega.
Perjalanan yang melelahkan membuat tubuhnya terasa sangat letih. Ia bersiap untuk tidur.
Namun tiba-tiba ia terkejut.
Di bawah selimut, ternyata ada semangkuk mi instan yang sudah tumpah!
Melihat itu, ia langsung marah besar.
“Anak ini!”
Dalam kemarahannya, ia memukul pantat anaknya yang masih tertidur.
“Mengapa kamu begitu nakal sampai membuat Papa marah? Kamu membuat selimut menjadi kotor seperti ini! Siapa yang akan mencucinya?”
Sejak istrinya meninggal, ini adalah pertama kalinya ia menghukum anaknya.
Sambil menangis tersedu-sedu, sang anak mencoba menjelaskan:
“Aku tidak nakal… ini… ini makan malam untuk Papa.”
Ternyata, anak itu menyiapkan dua mangkuk mi instan.
Satu mangkuk untuk dirinya sendiri. Dan satu lagi khusus untuk ayahnya.
Ia ingin menunggu ayahnya pulang agar mereka bisa makan bersama.
Namun karena takut mi instan ayahnya menjadi dingin, ia memasukkan mangkuk itu ke dalam selimut agar tetap hangat.
Mendengar penjelasan itu, sang ayah tidak berkata apa-apa lagi.
Ia hanya memeluk anaknya dengan erat.
Ia menatap mangkuk mi instan yang sudah mengembang dan hanya tersisa setengah di dalam mangkuk.
Dengan suara bergetar ia berkata:
“Anakku… ini adalah… mi instan paling lezat di dunia.” (Jhon)
EtIndonesia. Ada seorang wanita yang hubungannya dengan keluarga tidak terlalu baik. Ia jarang pulang ke rumah.
Suatu hari, ketika ia pulang, ia melihat ibunya yang sudah tua berjalan tertatih-tatih.
Setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata kuku kaki ibunya sudah terlalu panjang hingga tumbuh masuk ke dalam daging, menyebabkan luka, darah, bahkan bernanah.
Saat itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia benar-benar memperhatikan wajah ibunya dengan sungguh-sungguh.
Barulah ia menyadari bahwa ibunya sudah sangat tua —tua sampai-sampai ia tidak lagi mampu membungkuk untuk memotong kuku kakinya sendiri.
Wanita itu pun menangis.
Sejak saat itu, setiap bulan ia selalu pulang ke rumah. Ia menyiapkan satu baskom air hangat untuk merendam kaki ibunya.
Setelah kuku kaki ibunya menjadi lunak, ia akan dengan hati-hati memotongnya.
Selama ini ia selalu berpikir bahwa orang tua seharusnya mampu mengikuti perubahan dunia seperti dirinya.
Namun baru dalam beberapa tahun terakhir ia menyadari sesuatu:
Sering kali orang tua menahan banyak hal yang ingin mereka katakan atau lakukan — hanya karena mereka takut anak-anaknya merasa tidak sabar atau terganggu.
Suatu ketika, lima saudara perempuan dalam keluarga itu hanya bisa berkumpul tiga orang. Mereka memutuskan untuk mengajak kedua orang tuanya berlibur ke Singapura.
Di dalam pesawat, selama empat jam perjalanan, ayah mereka sama sekali tidak mau pergi ke toilet.
Meskipun mereka sudah berkali-kali membujuknya, ayah mereka tetap duduk diam seperti seorang biksu yang sedang bermeditasi.
Bahkan di setiap tempat wisata yang mereka kunjungi, ia hanya pergi ke toilet jika benar-benar sudah tidak bisa menahan lagi.
Suatu kali, wanita itu memperhatikan bahwa ayahnya sangat lama berada di kamar kecil.
Ketika ayahnya keluar, ia tidak melihat anak-anaknya di sekitar.
Ia melihat ayahnya memandang ke timur… lalu ke barat… mencari-cari di tengah kerumunan orang.
Namun bahkan dalam situasi seperti itu, ayahnya tetap tidak mau berteriak memanggil mereka.
Ia tidak ingin membuat anak-anaknya merasa malu.
Di tengah keramaian itu, ayahnya berdiri dengan wajah kebingungan dan cemas, berharap putrinya segera muncul.
Saat itulah wanita itu akhirnya mengerti mengapa ayahnya tidak suka pergi ke toilet ketika sedang berada di luar rumah.
Dulu, cucu kecilnya sering menertawakan kakeknya karena bahkan tidak bisa memasang kancing baju dengan benar.
Cucu itu berkata:
“Kakek kok lama sekali… kakek kok bodoh sekali… ini kan gampang!”
Mengapa sesuatu yang sangat sederhana justru sulit bagi orang tua?
Karena kita belum mengalaminya.
Ketika usia semakin tua, terkadang tangan dan kaki tidak lagi patuh pada keinginan kita.
Sejak saat itu, selama perjalanan wisata tersebut, wanita itu tidak lagi bisa menikmati liburan dengan santai.
Setiap kali melihat ekspresi ayahnya sedikit saja berubah, ia segera membujuk ayahnya pergi ke toilet.
Ia bahkan hampir “mengawal” ayahnya masuk ke kamar kecil, sementara ia sendiri menunggu di luar.
Pada awalnya ayahnya merasa sangat tidak nyaman.
Namun lama-kelamaan ia mulai terbiasa.
Dalam perjalanan pulang di pesawat, wanita itu menemani ayahnya ke kamar kecil.
Tiba-tiba ayahnya berkata pelan:
“Sebenarnya… aku tidak tahu bagaimana cara mengunci pintu toilet di pesawat.”
Wanita itu menepuk bahu ayahnya dan berkata dengan lembut:
“Tidak apa-apa.”
Namun di dalam hatinya, ia merasakan kesedihan yang mendalam.
Saat itu ia ingin sekali segera memberi tahu saudara perempuannya yang ikut dalam perjalanan:
“Lain kali kalau kita bepergian lagi, ajak juga suami kalian. Dengan begitu kita bisa membantu merawat ayah dan ibu dengan lebih baik.”
Ia juga ingin mengatakan kepada saudara yang tidak ikut:
“Uang masih bisa dicari lagi di masa depan. Namun orang tua yang masih sehat dan masih bisa kita ajak bepergian bersama — itulah kebahagiaan terbesar bagi seorang anak.”
Ia juga ingin berkata kepada ayahnya:
“Sekarang masalah toilet sudah teratasi. Lain kali kita bisa pergi ke tempat yang lebih jauh lagi.”
Perjalanan ini memberinya banyak sekali perasaan yang mendalam.
Ternyata ayah dan ibunya telah berubah.
Mereka tidak lagi seperti dulu — bukan lagi “lengan kuat yang selalu melindungi” atau “pelabuhan hangat tempat berlindung.”
Ternyata raksasa yang selama ini menopang langit di atas kepalanya…
EtIndonesia. Israel menyatakan operasi militer Israel tidak bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Hal demikian disampaikan oleh Juru bicara Israel Defense Forces, Effie Defrin, pada 15 Maret malam dalam konferensi pers.
“Sebaliknya, kami sedang menciptakan kondisi dan melemahkan rezim ini, sehingga rakyat Iran seiring waktu dapat menentukan nasib mereka sendiri,” ujarnya.
Defrin menjelaskan bahwa Israel telah melancarkan serangan terhadap sejumlah lembaga yang terkait dengan penindasan terhadap oposisi di dalam negeri Iran, termasuk departemen keamanan dalam negeri, lembaga intelijen, serta pasukan paramiliter Basij yang berada di bawah Islamic Revolutionary Guard Corps.
Ia juga menyatakan bahwa Israel telah menyerang lebih dari 2.000 target, di antaranya:
500 target pusat komando dan kendali
700 target yang terkait dengan sistem rudal
lebih dari 100 fasilitas produksi drone dan rudal
Menurut Defrin, saat ini sekitar 80% sistem pertahanan udara Iran telah dihancurkan, sementara 70% peluncur rudal Iran sudah tidak lagi memiliki kemampuan tempur. (Hui)
EtIndonesia. Berbagai tanda menunjukkan bahwa rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang menghadapi krisis yang mendalam. Memasuki tahun 2026, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok Zhang Youxia dilaporkan “dijatuhkan”, mengejutkan publik. Pada saat yang sama, pemimpin PKT Xi Jinping juga kehilangan dua sekutu penting dalam waktu singkat: Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei yang mana disebut memberikan pukulan besar bagi Xi.
Dua Jenderal Tinggi Militer Jatuh, Mengguncang Politik Tiongkok
Pada Januari lalu, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Liu Zhenli dilaporkan jatuh dari kekuasaan secara bersamaan, mengejutkan opini publik.
Peristiwa ini juga menyoroti bahwa pertarungan internal di kalangan elit PKT semakin tajam.
Selama liburan Tahun Baru Imlek, beredar cerita di kalangan pejabat bahwa seorang mantan pejabat senior yang memberi ucapan selamat tahun baru kepada “mantan pimpinan” bertanya:
“Apakah terjadi sesuatu yang besar di Beijing?”
Namun ia justru dijawab dengan nada sinis: “Apakah kalian setiap hari berharap sesuatu terjadi pada ‘bos besar’ (merujuk pada Xi Jinping)?”
Komentator politik Xin Gaodi menulis di platform X bahwa percakapan ini mencerminkan ketegangan mendalam dalam politik Tiongkok pada tahun 2026.
Setelah jatuhnya Zhang Youxia dan Liu Zhenli, terjadi kekosongan yang jarang terjadi di tingkat pimpinan militer tertinggi. Dari pejabat aktif hingga kalangan pensiunan pejabat senior, muncul kecemasan bahwa di permukaan tampak tenang, tetapi di bawahnya arus konflik sangat kuat.
Xi Kehilangan Dua Sekutu Penting
Pada Januari, Amerika Serikat menangkap hidup-hidup Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Pada Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran dan melakukan “serangan pemenggalan kepemimpinan” yang menewaskan lebih dari 40 pejabat tinggi Iran, termasuk Ali Khamenei.
Dalam beberapa bulan saja, Xi Jinping kehilangan dua sekutu penting, yang dianggap sebagai pukulan besar bagi Beijing.
Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa setelah rezim Iran runtuh, rezim Kuba kemungkinan akan segera menyusul.
Pada 9 Maret, Trump mengatakan bahwa Kuba sedang menghadapi krisis kemanusiaan serius dan mungkin akan mengalami “pengambilalihan secara bersahabat”.
Karena perubahan kekuasaan di Venezuela, negara yang selama ini menjadi pendukung utama Kuba, bantuan kepada Kuba telah diputus, sehingga pemerintah Kuba kini menghadapi krisis sumber daya yang sangat parah.
Lima Peristiwa Besar Mengguncang Rezim PKT
Seorang komentator politik menulis di The Epoch Times pada 15 Maret bahwa saat ekonomi Tiongkok melemah, masyarakat tidak stabil, dan ketidakpuasan publik meningkat, tekanan dari perubahan situasi internasional datang seperti gelombang tsunami yang menghantam para pemimpin di Zhongnanhai.
Menurut analisis tersebut, setidaknya ada lima peristiwa besar yang mengguncang rezim PKT:
Kuba mulai bergerak mendekati Amerika Serikat
Elit kepemimpinan Iran mengalami kehancuran besar
Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap hidup-hidup
Rahasia senjata nuklir PKT terungkap
CIA merekrut informan dari dalam PKT
Laporan Mengungkap Rahasia Nuklir Tiongkok
Pada 9 Maret, U.S. Air Force University melalui lembaga penelitiannya tentang kedirgantaraan PKT merilis laporan mengenai manajemen hulu ledak nuklir Pasukan Roket PKT.
Laporan tersebut mengungkap proses pengiriman hulu ledak nuklir dari basis pusat di Pegunungan Qinling ke berbagai lokasi, termasuk nomor unit militer yang terlibat serta prosedur respons dalam keadaan darurat.
Komentator Zhou Xiaohui mengatakan bahwa waktu publikasi laporan ini sangat sensitif—bertepatan dengan serangan terhadap Iran dan menjelang kemungkinan kunjungan Trump ke Tiongkok.
Menurutnya, langkah itu bisa menjadi peringatan strategis dari Amerika Serikat kepada Beijing, bahwa Washington memiliki informasi jauh lebih banyak tentang kemampuan nuklir PKT daripada yang dibayangkan Beijing, dan mampu menyerang fasilitas nuklir tersebut jika diperlukan.
Hal ini diyakini menimbulkan ketakutan besar di kalangan pimpinan tertinggi Zhongnanhai, yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan pembersihan internal di militer.
Daftar Kritik terhadap Xi Jinping
Baru-baru ini, komentator Xin Gaodi juga menulis artikel berjudul “Seberapa Besar Bahaya Xi Jinping?”
Dalam artikel tersebut ia membagikan daftar 30 poin yang menggambarkan kondisi Tiongkok “selama Xi masih berkuasa.”
Sejak Xi Jinping mengambil alih kekuasaan pada 2012, masa pemerintahannya telah berlangsung lebih dari 13 tahun.
Daftar tersebut menggambarkan situasi yang sangat pesimistis:
ekonomi yang memburuk
masyarakat yang semakin tertekan
diplomasi yang terisolasi
kehidupan rakyat yang memburuk
kemunduran peradaban
Artikel itu menyebut bahwa daftar tersebut telah beredar di internet selama bertahun-tahun, dan pada Februari 2026, banyak dari prediksi dalam daftar tersebut tidak lagi sekedar asumsi, tetapi sudah menjadi kenyataan atau sedang terjadi dengan semakin cepat.
Penulis artikel menyimpulkan bahwa: “Bahaya yang ditimbulkan Xi Jinping telah meningkat dari sekadar risiko potensial menjadi ancaman sistemik terhadap kelangsungan hidup.” (Hui)
EtIndonesia. Video yang beredar di internet menunjukkan seekor kuda tiba-tiba terkejut dan kehilangan kendali, lalu melompat dan berlari di tengah arena. Seorang wanita yang mengenakan kostum pertunjukan berwarna merah jatuh dari punggung kuda. Saat ia terjatuh, kakinya diduga tersangkut di sanggurdi, sehingga tidak bisa terlepas dari kuda tersebut.
Kuda yang panik itu kemudian menyeret penunggangnya di arena, membuatnya terguling dan terseret sambil kuda berlari kencang, hingga debu beterbangan di sekitar arena.
Setelah terseret cukup jauh, beberapa orang yang juga mengenakan kostum pertunjukan berlari ke arah mereka dan akhirnya berhasil memisahkan wanita tersebut dari kuda.
Beberapa media daratan Tiongkok melaporkan bahwa setelah kejadian tersebut, pihak Chimelong Safari Park belum mengeluarkan penjelasan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan maupun kondisi cedera penunggang.
Pada 16 Maret, staf layanan pelanggan taman tersebut menyatakan bahwa para penampil adalah profesional, dan kecelakaan seperti ini biasanya tidak menimbulkan masalah besar. Dokter di lokasi juga telah melakukan pemeriksaan dan mengatakan bahwa “penunggang tidak mengalami cedera serius.”
Saat ini pertunjukan berkuda di taman tersebut telah kembali berlangsung normal dan tidak terpengaruh oleh insiden yang terjadi sehari sebelumnya.
Staf lain juga menyebutkan bahwa area di dalam pagar arena hanya diisi oleh para pemain pertunjukan, dan tidak ada bagian acara yang melibatkan wisatawan masuk ke dalam arena. Namun ketika ditanya mengenai penyebab pasti kejadian tersebut, pihaknya mengatakan “tidak nyaman untuk menjelaskan secara rinci.”
Sementara itu, warganet di Tiongkok menyampaikan berbagai komentar:
“Kalau dibilang tidak cedera serius, saya sulit percaya.”
“Mungkin yang dimaksud tidak apa-apa itu kudanya.”
“Kalau pihak resmi bilang tidak apa-apa, belum tentu penunggangnya benar-benar tidak kesakitan.”
“Diseret seperti itu, kalau tidak patah tangan atau kaki rasanya mustahil. Tapi tentu saja mereka akan mengatakan tidak apa-apa.”
Ada juga yang berkomentar:
“Ini tidak terlihat profesional, kemungkinan kakinya salah menginjak sanggurdi.”
“Sangat berbahaya, hampir saja kepalanya terbentur batu di pinggir arena.”
“Benar-benar situasi yang sangat berbahaya.”
“Saya ada di lokasi kemarin, benar-benar menakutkan.”
“Sangat mengerikan.”
Menurut laporan, teater pertunjukan tersebut baru dibuka pada Februari lalu, dan taman tersebut mempromosikannya sebagai arena pertunjukan berkuda. (Hui)
EtIndonesia. Perang di Timur Tengah telah memasuki minggu ketiga. Serangan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran masih terus berlangsung dengan intensitas tinggi. Militer AS bahkan mengerahkan pesawat pembom jarak jauh Boeing B-52 Stratofortress untuk ikut serta dalam operasi tempur pada malam hari.
Sementara itu, klaim Iran yang menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel telah tewas dibantah pada 15 Maret. Perdana Menteri Israel sendiri merilis video yang menanggapi rumor tersebut dengan nada bercanda.
Serangan militer terhadap Iran masih terus berlanjut. Pada 15 Maret, militer Israel memulai serangan udara besar-besaran di Iran bagian barat, dengan target markas Islamic Revolutionary Guard Corps dan milisi Basij di kota Hamadan.
Sebuah video yang diunggah warga setempat menunjukkan asap hitam tebal membumbung di sekitar gedung kepolisian di kota tersebut.
Militer AS pada 14 Maret juga merilis rekaman video yang memperlihatkan sebuah Boeing B-52 Stratofortress lepas landas pada malam hari, menandai keterlibatan resmi pesawat itu dalam operasi serangan terhadap Iran.
Pesawat pembom B-52 memiliki daya tempur yang sangat kuat. Pesawat ini dapat membawa lebih dari 30 ton persenjataan dalam satu misi, serta memungkinkan militer AS melancarkan serangan jarak jauh di luar jangkauan sistem pertahanan udara Iran.
Selain B-52, United States Central Command juga merilis gambar peralatan logistik yang digunakan, termasuk pesawat angkut Lockheed C-130 Hercules.
Di pihak lain, Iran mengancam akan meningkatkan serangan balasan. Negara-negara seperti Bahrain dan Saudi Arabia telah mengeluarkan peringatan bahaya kepada warga, sambil berusaha mencegat rudal dan drone yang datang.
Media Iran pada 15 Maret juga melaporkan bahwa 20 warga ditangkap oleh pemerintah Iran. Mereka dituduh membocorkan informasi sensitif, termasuk lokasi fasilitas militer dan keamanan kepada Israel.
Pada saat yang sama, pemblokiran internet di Iran masih terus berlangsung. Warga Iran sudah 16 hari tidak memiliki akses internet, namun sebagian orang yang memahami teknologi masih dapat berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan perangkat Starlink.
Sementara itu, rumor yang disebarkan Iran bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah tewas juga mendapat tanggapan langsung darinya pada 15 Maret.
Ia mengunggah sebuah video di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat berada di sebuah kafe dan menanggapi rumor tersebut dengan cara yang santai.
Benjamin Netanyahu: “Apakah yang ingin kamu tanyakan?”
Suara di luar kamera: “Perdana Menteri, ada orang di internet yang mengatakan Anda sudah meninggal.”
Benjamin Netanyahu: “Saya sangat mencintai kopi. Dan Anda tahu, saya sangat mencintai rakyat saya. Mereka luar biasa.”
Sebelumnya, Iran juga menyebarkan tangkapan layar pidato Netanyahu, dengan mengklaim bahwa ia memiliki enam jari dan bahwa videonya dibuat menggunakan AI.
Netanyahu menanggapi dengan bercanda: “Apakah kalian ingin menghitung berapa jumlah jari saya?”
Ketika diminta memperlihatkannya, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih sering keluar rumah, menghirup udara segar, dan tetap menjaga keselamatan.
Menurut laporan, perang ini telah menyebabkan lebih dari 1.300 orang tewas di Iran, sementara 12 orang di Israel tewas akibat serangan rudal. Selain itu, 13 tentara Amerika juga dilaporkan tewas. Serangan Iran di berbagai lokasi juga menyebabkan setidaknya 12 warga sipil di negara-negara Teluk Persia meninggal dunia.
Laporan gabungan oleh reporter Li Jiayin dari New Tang Dynasty Television.
EtIndonesia. Media resmi Iran pada 15 Maret melaporkan bahwa kapten tim nasional sepak bola wanita Iran yang sebelumnya memperoleh suaka di Australia, Zahra Ghanbari, telah mengubah keputusannya dan menarik permohonan suaka.
Sumber informasi menyebutkan bahwa ibu Ghanbari di Iran mendapat tekanan dari Islamic Revolutionary Guard Corps, sehingga memaksanya memilih untuk kembali ke Iran.
Menurut kantor berita resmi Iran Islamic Republic News Agency (IRNA), Ghanbari—yang menjabat sebagai kapten tim, penyerang, dan pencetak gol terbanyak tim nasional—telah menarik permohonan suakanya. Ia disebut akan berangkat dari Australia ke Malaysia terlebih dahulu, sebelum kemudian kembali ke Iran.
Saat ini, karena serangan udara dari pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, tim sepak bola wanita Iran sementara berada di Malaysia, dan jadwal perjalanan selanjutnya masih belum dipastikan.
Pada 6 Maret, ketika serangan udara terhadap Iran sedang berlangsung, tim nasional sepak bola wanita Iran yang sedang bertanding di Australia dalam Piala Asia memilih diam saat lagu kebangsaan diputar sebelum pertandingan, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah di Tehran. Tindakan ini menarik perhatian luas dari masyarakat internasional.
Setelah kejadian itu, seorang pembawa acara televisi nasional Iran menuduh para pemain tersebut sebagai “pengkhianat negara”, yang memicu kekhawatiran bahwa mereka dapat menghadapi penganiayaan atau konsekuensi lebih buruk jika kembali ke Iran.
Dalam situasi ketakutan tersebut, para pemain juga meminta bantuan kepada dunia luar. Sebanyak 7 pemain meninggalkan tim dan mendapat perlindungan dari pemerintah Australia.
Namun, di bawah ancaman dan tekanan dari otoritas Iran, termasuk kapten tim Zahra Ghanbari, 5 pemain serta beberapa staf akhirnya membatalkan permohonan suaka dan kemudian dibawa oleh staf konsulat Iran di Australia. Keselamatan para pemain ini kemudian menjadi perhatian luas opini publik internasional.
Pihak berwenang Australia belum memberikan komentar resmi mengenai situasi Ghanbari. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke pernah menyatakan bahwa tiga pemain timnas wanita Iran yang membatalkan suaka telah memutuskan untuk kembali ke Iran.
Ia mengatakan bahwa setelah para pemain menyampaikan keputusan tersebut kepada pejabat Australia, “kami memberikan beberapa kesempatan kepada mereka untuk mendiskusikan pilihan mereka.” Namun menurutnya, para pemain tersebut menghadapi “keputusan yang sangat sulit.”
Ada laporan yang menyebutkan bahwa para pemain yang sempat melarikan diri itu dipaksa mengubah keputusan mereka karena keluarga mereka di Iran menerima ancaman.
Mantan pemain tim nasional futsal wanita Iran yang kini hidup dalam pengasingan di luar negeri, Shiva Amini, menulis di platform X bahwa ia mendapat informasi bahwa Federasi Sepak Bola Iran bekerja sama dengan Garda Revolusi Iran untuk memberikan tekanan kuat dan sistematis kepada keluarga para pemain di Iran.
Amini—yang sebelumnya meninggalkan Iran setelah menuai kontroversi karena tidak mengenakan hijab—mengatakan bahwa pemerintah di Tehran memberi tekanan langsung kepada ibu Ghanbari, yang menunjukkan betapa keras dan tanpa komprominya metode yang digunakan pemerintah untuk memaksa para atlet tersebut tunduk.
Saluran televisi oposisi Iran International juga menyatakan bahwa mereka menerima informasi bahwa keluarga para pemain mendapat ancaman. Ibu Ghanbari bahkan disebut dipanggil oleh badan intelijen Garda Revolusi, dan setelah itu Ghanbari diberi tahu mengenai interogasi tersebut.
Kelompok hak asasi manusia sebelumnya juga berulang kali menuduh pemerintah Republik Islam Iran bahwa jika seorang atlet melarikan diri ke luar negeri atau menyampaikan kritik terhadap pemerintah, pihak berwenang sering menekan mereka dengan cara mengancam keluarga atau menyita harta milik mereka di dalam negeri. (Hui)
EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 14 Maret 2026 menyatakan bahwa Iran kini mulai menunjukkan kesediaan untuk melakukan negosiasi gencatan senjata, di tengah serangan udara intensif yang terus dilancarkan militer Amerika Serikat.
Namun Trump menegaskan bahwa dirinya belum berniat segera mencapai kesepakatan, karena menurutnya syarat yang diajukan oleh pihak Iran belum cukup menguntungkan bagi Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan NBC News, di mana ia menjelaskan bahwa Iran telah mengirimkan sinyal ingin mengakhiri konflik, tetapi Washington menilai waktu untuk bernegosiasi belum tepat.
Trump mengatakan: “Iran ingin mencapai kesepakatan, tetapi saya tidak ingin melakukannya sekarang karena syarat-syaratnya belum cukup baik.”
Ia menambahkan bahwa Iran harus terlebih dahulu menyerah jika ingin perang yang sedang berlangsung ini benar-benar berakhir.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyebutkan bahwa ia mendengar laporan bahwa pemimpin tertinggi baru Iran kemungkinan telah meninggal dunia, meskipun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi.
Trump juga menyatakan bahwa Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran, telah dihancurkan sepenuhnya oleh militer Amerika Serikat dalam serangan sebelumnya.
Namun ia menegaskan bahwa serangan tambahan masih mungkin dilakukan jika situasi di lapangan menuntut demikian.
Trump menambahkan bahwa komitmen Iran untuk meninggalkan seluruh program nuklirnya akan menjadi salah satu syarat utama dalam setiap kesepakatan yang mungkin dicapai di masa depan.
Pada 1 Maret 2026, sebuah kapal angkatan laut berlayar di Strait of Hormuz, jalur laut penting bagi sebagian besar pengiriman minyak dan gas dunia. (Foto: AFP)
Banyak Negara Ikut Menjamin Keamanan Selat Hormuz
Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung mengenai situasi keamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik terpenting dalam perdagangan energi dunia.
Menurut Trump, sejumlah negara telah berkomitmen membantu menjaga keamanan selat tersebut, guna memastikan kelancaran jalur perdagangan internasional.
Ia juga menyatakan tidak terlalu khawatir terhadap kemungkinan lonjakan harga minyak akibat konflik.
Trump mengatakan: “Cadangan minyak dan gas alam sangat melimpah. Memang saat ini lalu lintas di selat sedikit terganggu, tetapi situasinya akan segera kembali lancar.”
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali mengungkapkan keraguannya mengenai kondisi Mojtaba Khamenei, yang disebut-sebut sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.
Beberapa jam sebelum wawancara tersebut, Trump juga mengatakan:
“Saya tidak tahu apakah Mojtaba masih hidup. Sampai sekarang tidak ada yang bisa membuatnya muncul di depan publik. Saya mendengar bahwa dia mungkin sudah tidak ada lagi.”
Trump menambahkan bahwa apabila Mojtaba Khamenei masih hidup, maka langkah paling bijak yang bisa ia lakukan adalah menyerah demi kepentingan negaranya.
Ketika ditanya mengenai masa depan kepemimpinan Iran, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat tetap menjaga jalur komunikasi dengan sejumlah tokoh Iran yang dinilai memiliki potensi menjadi pemimpin masa depan.
Ia menyatakan: “Kami mengenal banyak orang berbakat. Mereka sepenuhnya mampu menjadi pemimpin besar bagi Iran di masa depan.”
Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi milik Angkatan Darat Amerika Serikat (HIMARS) melakukan serangan jarak jauh terhadap target militer Iran. (Sumber: Komando Pusat AS)
Gedung Putih Ungkap Tujuan “Epic Fury”
Pada hari yang sama, 14 Maret 2026, Gedung Putih merilis sebuah video resmi yang menjelaskan tujuan utama operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang disebut sebagai Epic Pury.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah untuk menghancurkan jaringan kelompok proksi Iran di Timur Tengah yang selama ini dianggap mengancam stabilitas kawasan.
Dalam rekaman tersebut, Trump mengatakan: “Tujuan operasi ini adalah memastikan kelompok bersenjata yang didukung Iran tidak lagi mampu mengganggu stabilitas kawasan atau menyerang pasukan Amerika.”
Ia menambahkan: “Kami akan memastikan para ekstremis proksi di kawasan ini tidak lagi dapat mengganggu stabilitas regional maupun global, dan tidak lagi dapat menyerang pasukan kami.”
Video B-52 Lepas Landas untuk Serangan Malam
Pada 14 Maret 2026 malma, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis video terbaru yang memperlihatkan pesawat pengebom strategis Boeing B-52 Stratofortress lepas landas untuk menjalankan misi serangan malam terhadap target di Iran.
Video tersebut dipublikasikan melalui platform X (sebelumnya Twitter).
Dalam rekaman tersebut terlihat pesawat pengebom raksasa itu melaju di landasan dalam gelapnya malam sebelum akhirnya lepas landas menuju misi tempur.
Kehadiran B-52 menunjukkan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran masih terus berlangsung dengan intensitas tinggi.
Kapal Rudal Iran Buatan Tiongkok Hancur
Militer Amerika Serikat juga merilis rekaman lain yang memperlihatkan serangan terhadap kapal rudal milik Garda Revolusi Iran (IRGC) di sebuah pelabuhan.
Video tersebut menunjukkan kapal rudal yang hancur setelah terkena serangan.
Sejumlah pengamat militer dan warganet segera mengenali bentuk kapal tersebut. Kapal itu diduga merupakan kapal rudal tipe P-29B yang dijual oleh Tiongkok kepada Iran pada tahun 1992.
Pada masanya, kapal ini merupakan salah satu senjata penting Iran untuk mengamankan Selat Hormuz.
Namun dalam konflik terbaru ini, kemampuan sistem tempur Iran dinilai tidak mampu menandingi kekuatan militer Amerika Serikat.
Kelompok kapal induk Amerika Serikat dilaporkan mampu menetapkan zona patroli sejauh 300 hingga 400 kilometer dari wilayah operasi Iran, membuat armada Iran kesulitan melakukan pendekatan.
Drone Iran yang mencoba mendekati wilayah tersebut bahkan dilaporkan langsung ditembak jatuh, sementara posisi kapal induk Amerika sendiri sangat sulit dilacak secara akurat.
Kapal Kargo Tiongkok Diserang di Dekat Selat Hormuz
Sementara itu, perkembangan lain yang cukup menarik terjadi di sekitar Selat Hormuz.
Sebelumnya, pemerintah Iran sempat mengancam akan memblokade selat tersebut, sementara propaganda media Tiongkok menyebutkan bahwa kapal-kapal Tiongkok akan tetap diizinkan melintas dengan aman.
Namun sebuah insiden justru terjadi pada kapal kargo milik Tiongkok.
Menurut laporan Reuters dan sejumlah media internasional, sebuah kapal kontainer besar bernama Yuan Quan Zhu Fu diserang oleh benda tak dikenal ketika berada sekitar 35 mil laut di utara Pelabuhan Jebel Ali, Uni Emirat Arab, saat mendekati Selat Hormuz.
Kapal tersebut merupakan kapal kargo besar milik perusahaan leasing Tiongkok yang terdaftar di Hong Kong.
Sebelum terkena serangan, kapal tersebut terus menyiarkan sinyal AIS dengan pesan:
“Pemilik kapal Tiongkok, pemilik kapal Tiongkok.”
Pesan itu diduga merupakan upaya untuk menunjukkan identitas Tiongkok agar tidak menjadi target serangan.
Namun laporan awal menyebutkan kapal tersebut tetap terkena serangan dan mengalami kebakaran.
Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Teluk Persia, yang saat ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (***)