inDrive Berkomitmen Perkuat Pada Kegiatan Kepedulian Sosial

Jakarta, 25 Mei 2026 — Pendidikan yang berkualitas tidak hanya dibangun melalui fasilitas fisik, tetapi juga melalui sistem pengelolaan sekolah yang kuat, transparan, dan berkelanjutan. inDrive, sebagai global mobility dan delivery platform, tidak hanya berfokus pada layanan ride-hailing, tetapi juga memiliki komitmen sosial dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian inisiatif sosial melalui, inDrive memulai berbagai kegiatan yang berfokus pada kepedulian terhadap komunitas. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan volunteer bersama Food Cycle Indonesia, di mana beberapa perwakilan karyawan inDrive Indonesia turut membantu proses pengemasan makanan yang kemudian disalurkan kepada Yayasan Al Ishlah di Jakarta Pusat. Bantuan tersebut diterima oleh anak-anak yang membutuhkan sebagai bentuk semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, inDrive ingin menghadirkan dampak sosial yang dimulai dari aksi sederhana namun bermakna, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dan empati yang menjadi bagian dari nilai. Komitmen tersebut kemudian dilanjutkan melalui program jangka panjang di bidang pendidikan, yaitu School Management Training bekerja sama dengan Happy Hearts Indonesia bagi kepala sekolah dan bendahara sekolah di 12 sekolah binaan di Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Program ini menjadi bagian dari komitmen inDrive dalam membuka akses terhadap pendidikan berkualitas bagi anak-anak di wilayah underserved atau daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Melalui pelatihan ini, para peserta akan mendapatkan pendampingan terkait manajemen sekolah berbasis kebutuhan komunitas, perencanaan keuangan, transparansi pengelolaan dana, hingga penguatan komunikasi dengan para pemangku kepentingan sekolah.
Di banyak daerah, sekolah-sekolah yang telah dibangun kembali masih menghadapi tantangan dalam membangun sistem manajemen yang efektif dan berkelanjutan. Kondisi tersebut seringkali berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan perkembangan siswa. Karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan satu arah, tetapi juga menghadirkan monitoring pasca-pelatihan untuk memastikan implementasi yang nyata dan berdampak jangka panjang.
Melalui School Management Training, inDrive percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang memperkuat fondasi pendidikan di tingkat sekolah. Ketika sekolah memiliki tata kelola yang baik, maka guru dapat mengajar dengan lebih optimal, orang tua dapat terlibat lebih aktif, dan anak-anak memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.

Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen inDrive dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. “inDrive ingin terus menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama, baik melalui dukungan terhadap pendidikan maupun aksi berbagi kepada komunitas yang membutuhkan. Kami berharap berbagai inisiatif yang dijalankan dapat membantu memperkuat komunitas, menciptakan lingkungan yang lebih baik, serta mendorong kolaborasi positif antara masyarakat dan para pemangku kepentingan.”
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai manajemen berbasis sekolah, memperkuat sistem pengelolaan sekolah, serta mendorong keterlibatan aktif para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan masing-masing.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, inDrive berharap dapat menjadi langkah nyata dalam menghadirkan perubahan positif dan membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Pemprov DKI Jakarta Gerak Cepat Tangani Jalan Amblas di Lenteng Agung, Perbaikan Permanen Dilakukan Malam Hari

EtIndonesia.com— Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). 

Pengamanan awal dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara, sementara perbaikan permanen saluran air di bawah badan jalan dijadwalkan mulai Jumat malam (29/5) untuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas.

Jalan amblas dengan lebar sekitar tiga meter tersebut diduga terjadi akibat kerusakan konstruksi saluran air lama di bawah badan jalan. Kondisi saluran diperkirakan menurun seiring usia infrastruktur dan tingginya intensitas hujan.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, mengatakan penanganan dilakukan bertahap dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas warga.

“Pengamanan awal sudah dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara. Perbaikan permanen kami jadwalkan malam hari agar pekerjaan dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak besar terhadap lalu lintas,” ujarnya di Jakarta, pada Jumat (29/5) dikutip dari siaran pers Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta.  

Perbaikan permanen akan dilakukan dengan mengganti konstruksi saluran lama menggunakan box culvert beton berukuran 2×2 meter sepanjang 16 meter. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama tiga hari, menyesuaikan kondisi lapangan.

Santo mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi, mengikuti arahan petugas, serta mematuhi pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

“Kami terus memantau penanganan di lapangan agar perbaikan dapat selesai secepat mungkin, dengan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan dan kualitas konstruksi saluran,” jelasnya.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). (Pemprov DKI Jakarta)
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). (Pemprov DKI Jakarta)
Ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). (Pemprov DKI Jakarta)

Banjir Melanda Beberapa Wilayah di Tiongkok, Tim Penyelamat Diperingatkan Agar Tidak Melakukan Operasi Penyelamatan Tanpa Izin 

Belakangan ini, hujan deras melanda banyak wilayah di Tiongkok selatan dan memicu banjir besar dengan korban jiwa yang cukup banyak. Di tengah situasi tersebut, organisasi Blue Sky Rescue di Provinsi Henan mengumumkan bahwa tiga tim di bawah naungannya pergi ke Hunan untuk melakukan penyelamatan tanpa melapor dan tanpa memperoleh persetujuan resmi. Mereka juga dituduh secara pribadi mengunggah video ke internet sehingga memicu opini publik dan menimbulkan apa yang disebut sebagai “dampak buruk.” Akibatnya, mereka diperintahkan mundur dan diberi peringatan. Karena menyangkut keselamatan jiwa manusia, pengumuman ini memicu perdebatan luas di dunia maya.

Etindonesia. Tiga tim Blue Sky Rescue dari Yichuan, Yiyang, dan Songxian di Henan pada 22 Mei diperintahkan segera menarik seluruh personel mereka karena melakukan operasi penyelamatan lintas wilayah akibat banjir. Seluruh tim juga menerima satu kali peringatan tertulis.

Tak lama kemudian, pada 24 Mei, Biro Keamanan Siber Kementerian Keamanan Publik Tiongkok menerbitkan “Surat Imbauan Peradaban Internet untuk Pencegahan Banjir dan Penanggulangan Bencana,” yang melarang publikasi informasi mengenai bencana dan melarang apa yang disebut “menciptakan sensasi opini publik.” Seorang warga mengatakan bahwa langkah itu sebenarnya untuk mencegah video-video kondisi nyata tersebar keluar.

Seorang mantan pekerja media di Tiongkok bermarga Long (nama samaran) mengatakan kepada NTD bahwa Partai Komunis Tiongkok menunjukkan kesombongan kekuasaan, di mana semua hal harus mendapat persetujuan pemerintah terlebih dahulu.

Ia berkata:“Ketika Anda pergi melakukan penyelamatan, Anda melihat sendiri kondisi nyata di lapangan dan penderitaan rakyat. Penderitaan rakyat menunjukkan bahwa Partai Komunis tidak melakukan tugasnya dengan baik. Mereka sendiri tidak melakukan penyelamatan, tetapi juga tidak mengizinkan orang lain menyelamatkan. Mereka tidak berbuat baik, tetapi juga tidak membiarkan Anda berbuat baik.”

Menurut Long, dalam menghadapi kecelakaan dan bencana, praktik PKT selama ini adalah menutupi kebenaran, mengendalikan opini publik, dan menunda penyelamatan, sehingga banyak bencana pada akhirnya menjadi lebih bersifat “bencana buatan manusia.”

Ia menambahkan: “Partai Komunis Tiongkok tidak tahu bagaimana mengelola negara atau menenangkan rakyat. Mereka hanya membuat kekacauan, terus bertarung dan saling menjatuhkan, hidup jauh dari kenyataan rakyat. Mereka hanya mengeruk keuntungan, sebenarnya tidak melakukan apa-apa. Bahkan untuk membantu pun harus mendapat persetujuan mereka. Memang selalu seperti itu.”

Kepala Overseas Lawyers Alliance, Wu Shaoping, mengatakan bahwa ketika rakyat mengalami kesulitan, pemerintah PKT bukan hanya tidak aktif membantu, tetapi juga menghalangi upaya penyelamatan spontan dari masyarakat.

Wu mengatakan: “Rezim ini begitu jahat hingga sama sekali tidak peduli pada hidup mati dan penderitaan rakyat. Mereka menutup mata, bahkan sampai pada tingkat membiarkan begitu saja.”

Saat ini, adanya apa yang disebut “pengawasan internal” yang mengganggu operasi tim penyelamat membuat Wu berpendapat bahwa Blue Sky Rescue kemungkinan mendapat tekanan dari pemerintah PKT. Menurutnya, hal itu bertentangan dengan tujuan awal pendirian organisasi tersebut, dan tujuan pemerintah adalah agar kebenaran situasi tidak tersebar keluar.

Wu mengatakan: “PKT tidak ingin orang lain membongkar bahwa mereka hanyalah pemerintah rakyat yang palsu. Kedua, mereka tidak ingin seluruh masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya dari bencana itu. Karena itulah mereka menghalangi Blue Sky Rescue.”

Sumber : NTDTV.com

Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menipis, Zelenskyy Kirim Surat Mendesak kepada Trump untuk Meminta Bantuan

EtIndonesia.com. Baru-baru ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengirim surat darurat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meminta bantuan, dengan menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Ukraina, terutama rudal anti-balistik, mengalami kekurangan serius.

Menurut laporan The Kyiv Independent, dalam surat tersebut Zelensky mengakui bahwa saat ini Ukraina sangat bergantung pada sekutu Barat dalam pertahanan rudal, terutama untuk mencegat rudal balistik yang “hampir sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat.”

Belakangan ini, Rusia tidak hanya sering melancarkan serangan rudal dan drone, tetapi juga mengancam akan melakukan gelombang baru serangan jarak jauh terhadap Kyiv, bahkan secara khusus menyebut “pusat pengambilan keputusan” Ukraina sebagai target.

Pejabat Ukraina khawatir jumlah rudal pencegat Patriot PAC-3 yang terbatas kini semakin sulit menghadapi serangan Rusia yang makin intensif. Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan: “Dalam hal pertahanan anti-balistik, situasinya memang sangat sulit.”

Menurut laporan, Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat, Olga Stefanishyna, telah mendistribusikan surat tersebut kepada Gedung Putih, Ketua DPR AS Mike Johnson, dan anggota Kongres lainnya.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa kecepatan pengiriman senjata melalui program “Priority Ukraine Requirements List” (PURL) sudah tidak mampu mengikuti perkembangan situasi medan perang saat ini. Zelensky meminta Amerika membantu Ukraina mempertahankan wilayah udaranya dari serangan rudal Rusia.

Pada malam 24 Mei, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina. Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia menembakkan 90 rudal dan 600 drone dalam satu serangan.

Sebenarnya, sejak April tahun ini Zelensky sudah memerintahkan komandan angkatan udara untuk segera menghubungi negara-negara sekutu guna menambah stok rudal Patriot. Saat itu ia telah memperingatkan bahwa cadangan rudal pencegat Ukraina mendekati titik kritis.

Sementara itu, ancaman dari Rusia terus meningkat. Pada 25 Mei, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Moskow siap menyerang “pusat pengambilan keputusan” Ukraina dan mendesak Washington untuk mengevakuasi staf kedutaan AS di Kyiv.

Menghadapi perang yang terus meningkat, Zelensky menegaskan dalam suratnya bahwa wilayah udara Ukraina sebenarnya masih dapat dipertahankan.

Ia mengatakan:“Sebagian besar rudal Rusia sebenarnya bisa dicegat.”

sumber : NTDTV.com

Kanada Longgarkan Aturan Masuk bagi Sebagian Pelancong dari Malaysia dan Indonesia

William Hetherington

Kanada melonggarkan aturan masuk bagi sebagian penumpang pesawat dari Malaysia dan Indonesia yang datang ke negara tersebut untuk bepergian atau transit.

Mulai 26 Mei, pelancong dari Malaysia dan Indonesia dapat mengajukan otorisasi perjalanan elektronik (electronic travel authorization/eTA) sebagai pengganti visa kunjungan apabila mereka pernah memegang visa penduduk sementara Kanada dalam 10 tahun terakhir. Mereka yang memiliki visa non-imigran Amerika Serikat yang masih berlaku juga memenuhi syarat.

Menurut departemen imigrasi, eTA biasanya melibatkan proses pengajuan daring yang lebih sederhana dengan biaya sebesar 7 dolar Kanada dan dapat diproses hanya dalam hitungan menit. Sementara itu, visa kunjungan bagi warga Indonesia dan Malaysia dapat menelan biaya lebih dari 100 dolar Kanada dan memerlukan waktu pemrosesan yang jauh lebih lama.

Pemerintah Kanada mengatakan pelonggaran tersebut merupakan bagian dari upaya Kanada untuk memperdalam dan memperluas hubungan di seluruh Asia, memperkuat investasi di kawasan, meningkatkan perdagangan internasional, dan membantu memperluas peluang bagi bisnis Kanada.

“Mengubah persyaratan visa bagi pelancong yang memenuhi syarat dari Indonesia dan Malaysia merupakan bagian dari upaya pemerintah secara menyeluruh untuk memperdalam keterlibatan Kanada di kawasan Indo-Pasifik, mendukung perdagangan dan investasi, serta mempermudah masyarakat untuk terhubung, berbisnis, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang Kanada,” kata Menteri Imigrasi Lena Metlege Diab dalam siaran pers pada 25 Mei.

Perdana Menteri Mark Carney telah melakukan serangkaian perjalanan ke kawasan tersebut dalam enam bulan terakhir seiring upayanya mendiversifikasi perdagangan agar tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat.

Ia bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam sebuah KTT ASEAN di Kuala Lumpur pada Oktober tahun lalu. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat memperdalam investasi di sektor gas alam cair, minyak, nuklir, dan energi terbarukan. Kantor Perdana Menteri Kanada mengatakan kedua negara menargetkan peningkatan perdagangan bilateral dengan fokus kerja sama di bidang “energi bersih dan konvensional”, mineral kritis, pertahanan, dan kecerdasan buatan.

Saat ini Kanada mengalami defisit perdagangan yang cukup besar dengan Malaysia. Nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 6,1 miliar dolar Kanada pada 2025, terdiri dari 1,7 miliar dolar Kanada ekspor Kanada dan 4,4 miliar dolar Kanada impor.

Carney juga bertemu Presiden Prabowo Subianto di Ottawa pada September 2025. Pertemuan itu merupakan kunjungan bilateral pertama antara pemimpin Kanada dan Indonesia dalam 25 tahun terakhir. Keduanya menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kanada–Indonesia, sebuah usulan pakta perdagangan yang bertujuan menurunkan hambatan perdagangan dan meningkatkan kerja sama di sektor energi, pertanian, manufaktur, dan perdagangan digital.

Kanada juga mengalami defisit perdagangan moderat dengan Indonesia, dengan impor berupa barang manufaktur dan komoditas seperti minyak sawit serta mesin listrik, sementara ekspornya mencakup gandum, pupuk, pulp, dan kertas.

Sumber : Theepochtimes.com

Psikologi Uang: 7 Cara Mengatasi Blind Spot Finansial

Mengelola investasi dapat menambah stres dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dengan beberapa langkah sederhana, kita bisa merasa lebih tenang secara emosional dan lebih percaya diri

Mike Donghia 

Saat ini ada ratusan ribu penasihat keuangan di Amerika Serikat, tetapi McKinsey memprediksi akan terjadi kekurangan 100.000 penasihat pada tahun 2034.

Permintaan terhadap orang yang dapat memberikan nasihat keuangan di negara-negara maju hampir tidak ada habisnya. Alasannya bukan semata-mata karena uang adalah topik yang rumit, meskipun terkadang memang demikian. Penyebab utamanya adalah karena keputusan finansial sangat memicu tekanan emosional, dan kita sering memiliki blind spot besar dalam cara berpikir.

Memiliki pihak ketiga yang memberi nasihat, bahkan untuk persoalan keuangan sederhana, dapat membantu mencegah kita membuat keputusan buruk akibat ketidaktahuan atau rasa takut. Perspektif dari luar sering kali sangat membantu dan dapat mengurangi stres yang banyak orang rasakan saat menghadapi keputusan penting terkait uang.

Penulis tidak menawarkan layanan keuangan apa pun dan tidak menjual apa pun kepada Anda. Penulis  hanya berbagi nasihat gratis berdasarkan pengalaman pribadi. Meski banyak orang bisa memperoleh manfaat dari penasihat keuangan, tujuan utama penulis adalah membantu Anda mengenali titik buta diri sendiri agar bisa menguranginya semaksimal mungkin.

7 Blind Spot Finansial

Berikut tujuh titik buta finansial yang paling sering saya temui dalam berbagai percakapan, beserta “solusi cepat” untuk mengatasinya.

1. Takut Rugi Lebih Besar daripada Potensi Untung

Secara alami, kebanyakan orang merasakan sakit emosional yang lebih besar ketika kehilangan sesuatu dibanding kebahagiaan saat memperoleh jumlah yang setara. Dalam investasi rutin, rasa takut kehilangan uang sering membuat kita menunda berinvestasi sejak dini dan secara konsisten.

Solusi cepat:

Otomatiskan investasi Anda sehingga sejumlah kecil uang tetap diinvestasikan setiap bulan, apa pun kondisi pasar.

2. Gaya Hidup Meningkat Tanpa Disadari

Sebagian besar orang melihat pendapatannya meningkat sepanjang karier, tetapi uang tambahan itu sering habis terserap oleh berbagai pengeluaran baru yang kemudian dianggap sebagai kebutuhan normal.

Solusi cepat:

Catat pengeluaran Anda agar pada akhir tahun Anda bisa melihat berapa banyak uang yang dihabiskan dibandingkan dengan pendapatan.

3. Identitas dan Ego Memengaruhi Perilaku Finansial

Sering kali keputusan finansial yang benar untuk mencapai tujuan sebenarnya sudah jelas, tetapi sulit dilakukan karena alasan emosional. Kita melihat teman-teman mengganti kendaraan atau berlibur mewah, lalu tidak ingin merasa tertinggal. Akibatnya, kita terombang-ambing antara keinginan menikmati kesenangan saat ini dan tujuan jangka panjang yang sebenarnya sudah kita tetapkan sendiri.

Solusi cepat:

Pertimbangkan menggunakan jasa penasihat keuangan yang dapat membantu Anda mengambil keputusan sesuai tujuan hidup, bukan sekadar dorongan emosi sesaat.

4. Menganggap Masa Depan Akan Sama dengan Masa Lalu

Orang sering terlalu berhati-hati setelah krisis keuangan dan terlalu bersemangat ketika pasar mencapai rekor tertinggi. Dengan kata lain, kita mudah terbawa pesimisme atau optimisme berlebihan sehingga keputusan yang diambil menjadi kurang optimal.

Solusi cepat:

Jangan hanya mengandalkan pengalaman pribadi saat mengambil keputusan finansial besar. Gunakan chatbot kecerdasan buatan favorit Anda untuk mencari data historis dan rata-rata jangka panjang agar keputusan lebih berdasarkan informasi.

5. Membuat Keputusan Emosional Saat Sedang Stres

Salah satu alasan orang melebih-lebihkan kemampuan finansialnya adalah karena mereka hanya menilai perilaku mereka saat keadaan baik. Ketika situasi nyaman, membuat keputusan keuangan yang benar memang relatif mudah. Namun saat muncul rasa takut dan ketidakpastian, banyak orang panik dan membuat keputusan besar yang akhirnya disesali.

Solusi cepat:

Tentukan terlebih dahulu bagaimana Anda akan bertindak dalam berbagai situasi, lalu minta orang lain—seperti pasangan atau penasihat keuangan—untuk membantu menjaga komitmen Anda.

6. Menghindari Keputusan yang Membosankan tetapi Efektif

Dunia modern melatih otak kita untuk selalu mengharapkan sensasi dan hadiah di balik setiap klik. Hal ini menciptakan ekspektasi tidak sehat terhadap keuangan dan membuat sebagian orang memperlakukan investasi seperti perjudian.

Solusi cepat:

Sisihkan sebagian kecil kekayaan Anda untuk memenuhi “hasrat mencari sensasi”, sementara semua keputusan keuangan lainnya dilakukan secara tenang, terukur, dan rasional.

7. Memuaskan Keinginan Sesaat dengan Mengorbankan Masa Depan

Masalah klasik menunda kepuasan sangat terlihat dalam keputusan finansial, karena taruhannya jauh lebih besar. Semakin mudah Anda berkata “mulai besok saja” atau membuat pengecualian “sekali ini saja”, semakin sulit menghentikan pola tersebut.

Solusi cepat :

Belilah kartu Visa prabayar setiap awal tahun khusus untuk belanja impulsif. Cara ini memungkinkan Anda tetap bersenang-senang tanpa kebablasan—sebuah bentuk kompromi dengan diri sendiri.

Banyak titik buta dapat diatasi hanya dengan menyadari keberadaannya. Namun, sebagian lainnya lebih sulit dihilangkan karena biasanya muncul pada saat kita sedang lemah secara emosional, misalnya ketika berada di bawah tekanan.

Meskipun stres adalah bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan modern, keadaan itu akan semakin buruk jika kita panik dan membuat keputusan yang keliru, yang akhirnya dapat menimbulkan masalah finansial lebih besar dan bahkan berdampak pada kesehatan fisik.

Dengan tujuh solusi cepat ini, semoga Anda dapat mulai mengambil langkah kecil untuk melindungi kondisi finansial dan perlahan mengurangi stres keuangan dalam hidup Anda.

Wabah Ebola Menyebar, AS Memperketat Pembatasan Masuk

Seiring wabah Ebola yang terus memburuk, Amerika Serikat kembali meningkatkan langkah pencegahan. Pada 27 Mei, AS memperluas program pemeriksaan terhadap virus Ebola. 

EtIndonesia. Menurut aturan terbaru dari otoritas kesehatan federal Amerika Serikat, siapa pun yang dalam 21 hari terakhir pernah mengunjungi Democratic Republic of the Congo, Uganda, atau South Sudan wajib masuk ke Amerika melalui bandara yang telah ditentukan.

Selain Washington Dulles International Airport dan Hartsfield–Jackson Atlanta International Airport, Amerika kini menambahkan bandara ketiga, yaitu George Bush Intercontinental Airport. Para pelancong terkait akan menjalani pemeriksaan Ebola yang lebih ketat di ketiga bandara tersebut.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS menyatakan bahwa penumpang yang masuk harus mengisi kuesioner, menjalani pemeriksaan suhu tubuh, dan menjelaskan apakah pernah melakukan kontak dengan kasus yang diduga Ebola.

Jika tidak menunjukkan gejala, penumpang akan diminta terus memantau kondisi kesehatannya. Namun jika muncul gejala seperti demam, mereka akan menjalani pemeriksaan dan isolasi lebih lanjut. Kasus yang serius akan dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan isolasi.

Organisasi bantuan internasional International Rescue Committee menyebut wabah Ebola di Kongo berkembang menjadi “salah satu wabah paling mematikan yang pernah tercatat.” Penyebaran penyakit ini disebut lebih cepat dibandingkan upaya pengendaliannya. Saat ini telah ditemukan lebih dari 900 kasus suspek dengan sedikitnya 223 korban meninggal.

World Health Organization kemudian mengumumkan status darurat kesehatan masyarakat.

Pada 27 Mei, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyerukan gencatan senjata. Dalam unggahannya di platform X, ia mengatakan bahwa wilayah timur Kongo kini menghadapi wabah penyakit sekaligus konflik bersenjata. Wabah Ebola di Provinsi Ituri telah melampaui kapasitas penanganan.

Ia menulis:  “Di tengah hujan tembakan, kami tidak dapat membangun kepercayaan masyarakat dan juga tidak dapat mengisolasi pasien. Kami mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera melakukan gencatan senjata demi mengendalikan wabah.”

Pada hari yang sama, organisasi bantuan anak Save the Children menyatakan bahwa seperempat dari korban meninggal yang telah terkonfirmasi adalah anak-anak, dan menyerukan peningkatan langkah pencegahan infeksi.

Menurut laporan Reuters, meskipun Amerika Serikat dan negara-negara lain memimpin upaya mediasi, konflik di wilayah timur Kongo masih terus berlangsung dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

Sebuah dokumen menunjukkan bahwa United Nations High Commissioner for Refugees menyebut pusat penampungan dan transit di wilayah West Nile, Uganda—yang berbatasan dengan Kongo—sudah menampung lebih dari dua kali kapasitas maksimalnya.

Saat ini organisasi-organisasi bantuan sedang berupaya mengirim personel dan peralatan darurat ke wilayah timur Kongo. Namun demikian, karena kurangnya kepercayaan masyarakat setempat, tenaga medis mengalami serangan dan upaya penyelamatan pun terhambat.

Sumber : NTDTV.com

Militer Israel Kembali Bertindak, Pemimpin Militer Hamas Tewas

Setelah berbulan-bulan melakukan pelacakan, militer Israel pada Selasa (26 Mei) berhasil menewaskan kepala militer baru Hamas, Mohammed Odeh, dalam sebuah serangan udara presisi. Ia baru menjabat selama 11 hari. Menteri Pertahanan Israel kemudian bersumpah akan memburu seluruh perancang pembantaian 7 Oktober 2023. 

EtIndonesia.com Pada Selasa 26 Mei malam, militer Israel bersama badan keamanan dalam negeri Shin Bet melaksanakan operasi gabungan dengan menargetkan sebuah gedung apartemen di pusat Kota Gaza melalui serangan udara.

Pasukan Pertahanan Israel kemudian mengkonfirmasi bahwa Mohammed Odeh, kepala militer baru Hamas, tewas dalam serangan tersebut. Peristiwa ini terjadi hanya 11 hari setelah komandan sebelumnya, Izz al-Din al-Haddad, juga tewas.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa tokoh senior organisasi Hamas tersebut “telah dikirim ke neraka untuk bergabung dengan rekan-rekannya.”

Katz menegaskan bahwa Israel berkomitmen untuk melenyapkan seluruh perancang pembantaian 7 Oktober 2023.

Pihak Hamas kemudian juga mengkonfirmasi kematian Odeh dan menyatakan bahwa istrinya serta dua anaknya turut tewas.

Selain itu, militer Israel juga mengumumkan telah menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah sepanjang 11 kilometer di wilayah Beit Hanoun, Gaza utara. Hamas disebut menggunakan jaringan bawah tanah yang dibangun di bawah rumah warga, fasilitas umum, dan jalan raya untuk melancarkan serangan terhadap warga sipil dan tentara Israel.

“Ini mengirim sinyal kepada Hizbullah, Iran, dan kelompok proksi Iran lainnya di kawasan bahwa Pasukan Pertahanan Israel pada akhirnya mampu menyerang siapa pun. Itu hanya soal waktu.” kata Peneliti senior dari Institute for National Security Studies, Michael Kobbi. 

Sumber : NTDTV.com

Kepribadian Xi Jinping Disebut Berubah Drastis Tahun Ini, Analisis AI Tunjukkan Emosi Sedih dan Antipati Meningkat Tajam

EtIndonesia. Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping, sejak awal tahun ini belum pernah melakukan kunjungan ke luar negeri, dan frekuensinya meninggalkan Beijing juga terlihat jauh berkurang. Para ahli menggunakan analisis AI terhadap perubahan ekspresi wajah Xi Jinping dan menemukan bahwa emosi “sedih” serta “antipati” meningkat drastis. Mereka menilai berkurangnya perjalanan Xi kemungkinan berkaitan dengan pembersihan besar-besaran di kalangan petinggi militer Tiongkok.

Menurut laporan media Jepang Yomiuri Shimbun, Xi Jinping sudah lebih dari setengah tahun tidak melakukan kunjungan luar negeri. Kunjungan inspeksi domestiknya di Tiongkok juga sebagian besar terbatas pada perjalanan jarak dekat dan jarang meninggalkan Beijing.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Tiongkok, sebelum pandemi COVID-19 pada tahun 2019, Xi Jinping melakukan tujuh kunjungan luar negeri ke 12 negara. Setelah pandemi, jumlah kunjungannya menurun drastis. Pada tahun 2024 ia hanya melakukan empat kunjungan ke sembilan negara, sedangkan pada tahun 2025 juga hanya empat kali dan mengunjungi enam negara saja.

Kunjungan luar negeri terakhir Xi adalah ke Korea Selatan pada Oktober hingga November 2025. Hingga tahun 2026 ini, Xi belum sekalipun keluar dari Tiongkok.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa menurut kebiasaan sebelumnya, Xi Jinping biasanya melakukan inspeksi domestik sekitar sebulan sekali. Namun tahun ini ia jarang meninggalkan Beijing. Kalaupun bepergian, hanya terbatas ke lokasi dekat seperti Beijing dan Provinsi Hebei yang dapat ditempuh pulang-pergi dalam sehari.

Pada akhir April, Xi sempat pergi ke Shanghai untuk menghadiri forum mengenai penguatan riset dasar, namun pihak luar menduga ia segera kembali ke Beijing setelah acara selesai.

Laporan itu mengutip analisis peneliti Academia Sinica Taiwan, Cai Wenxuan, yang menilai bahwa Xi Jinping tidak bepergian jauh kemungkinan bukan karena masalah kesehatan, melainkan berkaitan dengan perubahan situasi politik di Tiongkok.

Cai Wenxuan, yang meneliti politik Tiongkok, menggunakan AI (kecerdasan buatan) untuk menganalisis perubahan emosi Xi Jinping berdasarkan rekaman laporan televisi pemerintah Tiongkok CCTV. Hasilnya menunjukkan perubahan ekspresi Xi sangat mencolok antara parade militer tahun 2015 dan 2025.

Dalam analisis tersebut, proporsi emosi “sedih” Xi Jinping meningkat dari 17,3% menjadi 48,6%, sementara emosi “jijik” naik dari 5,8% menjadi 13,6%, keduanya mengalami peningkatan besar.

Menjelang parade militer September 2025, militer PKT diguncang peristiwa besar. Sembilan jenderal bintang empat, termasuk mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat He Weidong dan mantan Direktur Departemen Kerja Politik Militer Miao Hua, dicopot dari keanggotaan partai dan militer pada hari yang sama serta diserahkan ke jaksa militer untuk diperiksa dan dituntut.

Saat itu, banyak pihak percaya bahwa penyingkiran sembilan loyalis Xi di militer menjelang parade militer dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Youxia, yang menunjukkan sengitnya perebutan kekuasaan di kalangan elite PKT. Zhang sebelumnya dianggap sebagai sekutu kuat Xi di militer. Namun dalam pembersihan militer yang dilakukan Xi, Zhang sendiri ikut terdampak dan terpaksa melakukan perlawanan.

Cai Wenxuan mengatakan bahwa selama parade militer 2025, “Xi Jinping kemungkinan merasakan adanya risiko potensial dari pihak militer.”

Namun pada 24 Januari 2026, situasi di tubuh militer PKT berubah drastis. Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat Liu Zhenli sama-sama dicopot, mengejutkan dunia internasional.

Pernyataan resmi PKT terhadap Zhang Youxia menggunakan bahasa yang sangat keras, menuduhnya “secara serius merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer Pusat.” Karena Xi Jinping menjabat sebagai ketua komisi tersebut, tuduhan ini dianggap hampir menyiratkan bahwa Zhang memiliki niat “merebut kekuasaan.”

Sejumlah pengamat menilai konflik antara Xi dan Zhang merupakan kelanjutan dari sejarah panjang perebutan kekuasaan internal PKT selama seratus tahun, di mana salah satu inti utamanya adalah perebutan kendali atas militer.

Mantan pejabat intelijen senior Amerika Serikat dan peneliti senior di Georgetown University, Dennis Wilder, pernah menganalisis: “Saya rasa Xi Jinping tidak menyukai besarnya kekuasaan yang dikumpulkan Zhang Youxia selama proses ini. Selain itu, mungkin Zhang juga tidak sepenuhnya patuh secara internal.”

Cai Wenxuan menambahkan bahwa pembersihan besar-besaran terhadap petinggi Komisi Militer Pusat seperti Zhang Youxia kemungkinan berdampak besar pada Xi Jinping.

“Untuk mempertahankan kekuasaannya, Xi Jinping selalu menunjukkan sikap bahwa bahkan petinggi militer yang ia sendiri promosikan pun bisa disingkirkan. Namun bawahan Zhang Youxia tersebar di seluruh negeri. Jika Xi khawatir ketidakpuasan di militer meningkat, bahkan takut akan pembalasan, itu bukan hal yang aneh,” katanya. 

Luo Tingting /Wen Hui

Pergeseran Strategis dalam Hubungan AS-Tiongkok?  Perwakilan Dagang AS : Tarif Tinggi terhadap Tiongkok akan Menjadi Hal yang Biasa

EtIndonesia.com.  Meskipun pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah berakhir, serta kedua pihak kembali melanjutkan kontak tingkat tinggi, sikap keras Washington terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT) tampaknya tidak melunak. Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer, pada Selasa (26 Mei) secara terbuka menyatakan bahwa pihak AS tidak lagi berharap PKT akan mengalami perubahan mendasar melalui kerja sama ekonomi. Karena itu, ke depan Washington akan mendorong “perdagangan terkelola” (managed trade) dan mempertahankan tarif tinggi atas produk-produk Tiongkok dalam jangka panjang.

Para analis menilai, hal ini menunjukkan bahwa meskipun setelah “pertemuan Trump-Xi” kedua negara kembali berdialog, strategi inti Amerika terhadap Tiongkok tetap tidak berubah, bahkan semakin beralih ke arah “membatasi PKT dan mengurangi risiko.”

Walaupun dialog AS–Tiongkok kembali dilanjutkan setelah pertemuan Trump-Xi, tekanan ekonomi dan perdagangan Amerika terhadap PKT jelas tidak menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.

Pada Selasa, Greer dalam forum di Council on Foreign Relations menyatakan bahwa Washington tidak lagi percaya bahwa PKT akan secara bertahap bergerak menuju reformasi pasar dan reformasi sistem melalui globalisasi serta integrasi ekonomi. Ia mengakui bahwa pemerintah AS kini menerima kenyataan bahwa sistem PKT sulit diubah melalui kerja sama ekonomi, sehingga ke depan kebijakan akan bergeser menuju bentuk tertentu dari “perdagangan terkelola.”

Greer bahkan secara terang-terangan mengatakan bahwa kemampuan Amerika Serikat untuk terus mempertahankan tarif tinggi terhadap Tiongkok adalah sesuatu yang “sangat bagus.” Ia juga memprediksi bahwa tarif terhadap produk-produk Tiongkok akan tetap lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain dalam jangka panjang.

“Dulu Amerika Serikat percaya bahwa selama PKT terintegrasi ke dalam pasar global, Tiongkok perlahan akan bergerak menuju sistem yang lebih terbuka dan berorientasi pasar. Tetapi sekarang Amerika telah menyimpulkan bahwa sistem PKT tidak akan berubah secara mendasar hanya karena kerja sama ekonomi. Karena itu, AS mulai beralih ke perdagangan yang dikelola,” kata penasihat senior Taiwan Institute of Japan Studies, Chen Wenjia. 

Greer juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS segera akan memulai proses pembentukan “Komite Perdagangan” dan dalam waktu dekat akan menerbitkan pemberitahuan resmi di Federal Register untuk membuka konsultasi publik secara formal.

Ke depan, pihak AS akan menilai produk-produk nonstrategis dan nonsensitif mana yang dapat dimasukkan ke dalam daftar pengurangan tarif timbal balik antara kedua negara.

Para analis menilai bahwa hal ini menunjukkan Amerika Serikat saat ini bukan ingin sepenuhnya “memutus hubungan” dengan PKT, melainkan ingin membangun model perdagangan jangka panjang yang “dapat dikendalikan, dapat dibatasi, dan dapat mengurangi risiko.”

“Tujuan jangka panjang Amerika memang ditujukan kepada PKT. Ketika kekuatan nasional dan ekonomi Tiongkok sedang melemah, AS tentu berharap menggunakan cara-cara ekonomi agar PKT tidak mampu menantang Amerika. Jadi selain militer dan diplomasi, ekonomi tentu menjadi alat yang penting,” kata peneliti dari Taiwan Institute for National Defense and Security Research, Shen Mingshi. 

Selain itu, terkait kebijakan tarif global 10% yang saat ini diterapkan berdasarkan Pasal 122 Trade Act of 1974 dan akan berakhir pada Juli mendatang, Greer juga mengisyaratkan bahwa pemerintah AS tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengaktifkan instrumen tersebut di masa depan.

Sumber : NTDTV.om

Trump : Sanksi Tidak Akan Dicabut Hanya Karena Iran Menghentikan Pengayaan Uranium

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Mei dalam sebuah wawancara menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mencabut sanksi hanya karena Iran menghentikan pengayaan uranium. Pernyataan ini menunjukkan sikap Washington yang tidak akan mudah berkompromi. Pada saat yang sama, Amerika secara resmi menyerahkan pesawat tanker pengisian bahan bakar jarak jauh udara pertama kepada Israel, yang secara signifikan meningkatkan potensi kemampuan Israel dalam melakukan serangan jarak jauh dan dianggap mengubah “aturan permainan” di medan perang masa depan.

EtIndonesia. Di tengah upaya Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan, Presiden Trump mengatakan bahwa Iran tidak akan mendapatkan pencabutan sanksi hanya karena menyerahkan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi.

Dalam wawancara dengan PBS, Trump menegaskan bahwa kesepakatan tidak berarti Iran dapat menukar penghentian pengayaan uranium tingkat tinggi dengan pencabutan sanksi dari Amerika Serikat. Ia dengan jelas menyatakan bahwa Iran harus melepaskan kartu tawar utamanya, tetapi Amerika tidak akan memberikan imbalan besar sebagai gantinya.

Sikap keras Trump muncul di tengah situasi pemilu domestik dan ketegangan global. Pernyataan tersebut juga dipandang sebagai sinyal kepada para pemilih, negara lawan, dan masyarakat internasional bahwa Amerika Serikat tidak akan berkompromi atau mengalah dalam isu sanksi.

Sebelumnya, televisi pemerintah Iran mengklaim telah memperoleh apa yang disebut sebagai “draf kerangka awal tidak resmi nota kesepahaman AS-Iran.” Isinya menyebut bahwa Iran dalam waktu satu bulan akan memulihkan pelayaran komersial di Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang. Selain itu, Amerika Serikat disebut akan menarik pasukannya dan mengakhiri blokade angkatan laut.

Namun laporan itu segera dibantah oleh Gedung Putih melalui platform X, yang dengan keras menyangkal informasi tersebut.

Gedung Putih menyatakan:“Laporan yang dirilis media yang dikendalikan Iran ini tidak benar. Nota kesepahaman yang mereka klaim ‘dipublikasikan’ sepenuhnya dibuat-buat. Tidak seorang pun seharusnya mempercayai informasi apa pun yang dirilis media pemerintah Iran.”

Di bawah pemerintahan rezim Iran, berbicara dengan warga Israel dianggap sebagai tindak kriminal. Namun baru-baru ini, dua warga Iran mengambil risiko dengan mengirim surat kepada media Israel, The Jerusalem Post, menyatakan bahwa “rakyat Iran berada dalam kondisi psikologis yang sangat buruk dan hampir tidak memiliki harapan terhadap masa depan.”

Menurut laporan Jerusalem Post, surat itu menyebut bahwa sejak pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, meninggal dunia dan digantikan oleh Mojtaba, situasi nyaris tidak membaik. Rakyat Iran khawatir bahwa jika AS dan Iran mencapai kesepakatan, pengorbanan mereka dalam aksi-aksi demonstrasi akan menjadi sia-sia.

Surat anonim itu juga menyebut bahwa Mojtaba kini hampir hanya menjadi simbol semata, sementara negara sebenarnya dijalankan oleh para petinggi Garda Revolusi Iran. Keinginan rakyat untuk perubahan rezim disebut semakin kuat, dan “selain perang, tidak ada lagi jalan keluar yang terlihat.” Semua orang disebut sedang menunggu “Tuan Trump menyelesaikan apa yang telah ia mulai dan menyingkirkan orang-orang ini dari dunia.”

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa setelah bertahun-tahun menunggu, Angkatan Pertahanan Israel akhirnya menerima pesawat tanker udara jarak jauh pertama dari sedikitnya enam unit yang dijanjikan Amerika Serikat.

Dibandingkan pesawat tanker generasi lama Israel “Raam” yang saat ini digunakan, pesawat KC-46 buatan Amerika memiliki kapasitas bahan bakar 15% lebih besar dalam satu penerbangan, sementara kemampuan pengisian bahan bakar di udara meningkat hingga dua kali lipat.

Militer Israel menyatakan bahwa KC-46 memberikan daya jelajah yang lebih besar bagi angkatan udara dan membantu kemungkinan operasi serangan udara terhadap Iran maupun target jarak jauh lainnya di masa depan.

Penyerahan pesawat ini dipandang sebagai langkah yang “mengubah permainan,” karena memberi Israel tingkat kemandirian operasional yang lebih tinggi.

Sementara itu, Bandara Ben Gurion Israel juga telah bersiap menghadapi kemungkinan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, di mana seluruh pesawat militer Amerika akan dipindahkan dari bandara sipil tersebut.

Pihak Israel diberitahu bahwa sejak kesepakatan disetujui, seluruh pesawat militer AS harus dipindahkan ke pangkalan-pangkalan terdekat di Eropa dalam waktu 72 jam.

Jika situasi kembali memburuk atau meningkat, pesawat-pesawat terkait akan ditempatkan dalam status siaga tinggi. Saat ini, sebagian besar pesawat telah dipindahkan dari Bandara Ben Gurion ke Pangkalan Udara ke-27 di dekatnya.

Sumber : NTDTV.com

AS Dikabarkan Akan Pangkas Besar-besaran Kekuatan Militer NATO, Pesawat Bomber Dipangkas Separuh dan Kapal Selam Nuklir Ditarik

EtIndonesia. Hubungan aliansi antara Amerika Serikat dan NATO sedang menghadapi ujian serius. Menurut laporan media Jerman, Amerika Serikat akan secara besar-besaran mengurangi sumber daya militer strategis yang disediakan bagi negara-negara anggota NATO, termasuk pesawat tempur, kapal perang, dan drone, serta tidak lagi menyediakan kapal selam bertenaga nuklir.

Media Jerman Der Spiegel baru-baru ini melaporkan bahwa utusan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yaitu Welles-Greene, membuat geger dalam sebuah pertemuan tertutup di Brussel pekan lalu. Ia memberitahu negara-negara anggota NATO bahwa Amerika Serikat akan mengurangi sumber daya militer yang dapat disediakan untuk NATO pada masa krisis.

Secara rinci, Amerika berencana mengurangi jumlah pesawat pengebom strategis hingga setengahnya, memangkas sepertiga penempatan pesawat tempur, dan juga mengurangi jumlah kapal perusak. Ia bahkan secara tegas menyatakan bahwa Amerika tidak akan lagi menyediakan kapal selam bertenaga nuklir, sementara jumlah drone kemungkinan juga akan dikurangi secara signifikan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Amerika Serikat ingin mempertahankan sebagian kemampuan militernya untuk menghadapi kebutuhan strategis global lainnya. Selain itu, ketidakpuasan Presiden Donald Trump terhadap sekutu-sekutu Eropa dianggap sebagai salah satu alasan pengurangan dukungan militer ini. 

Trump sejak lama mengkritik rendahnya anggaran pertahanan negara-negara Eropa dan terus menegaskan bahwa Eropa harus memikul tanggung jawab pertahanannya sendiri lebih besar.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengakui bahwa NATO sedang mempertimbangkan untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada satu negara anggota dan memperkuat kemampuan pertahanan mandiri.

Hingga saat ini, Washington belum secara resmi mengumumkan rincian kebijakan terkait. Amerika Serikat diperkirakan akan memberikan informasi lebih lanjut dalam pertemuan pembahasan komposisi pasukan pada awal Juni mendatang.

Sumber : NTDTV.com

Seorang Wanita Menang Tiket Piala Dunia 2026 Setelah Membeli Pasta Gigi, Ada yang Menawar Rp1 Miliar Lebih untuk Membelinya

Baru-baru ini, seorang wanita di Henan, Tiongkok, menjadi perbincangan hangat setelah secara beruntung memenangkan satu tiket Piala Dunia babak “16 besar” melalui undian saat membeli pasta gigi di supermarket. Bahkan ada netizen yang menawarkan harga hingga 500 ribu yuan untuk membeli tiket tersebut.

EtIndonesia. Seorang wanita dari Provinsi Henan, Tiongkok pada 25 Mei mengunggah video di internet dan mengatakan bahwa beberapa hari sebelumnya ia membeli pasta gigi di sebuah supermarket di Nanyang, Henan, lalu mengikuti undian berhadiah. Tak disangka, ia memenangkan hadiah utama berupa “satu tiket pertandingan babak 16 besar Piala Dunia pada 3 Juli” yang akan digelar di Miami, Amerika Serikat.

Wanita tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak dapat pergi langsung ke lokasi pertandingan, sehingga berharap bisa mengalihkan tiket itu kepada penggemar sepak bola yang benar-benar ingin menonton Piala Dunia.

Video yang beredar dengan cepat menjadi viral dan meraih ratusan ribu tayangan dalam waktu singkat. Kolom komentar pun ramai. Banyak netizen mendorong wanita itu agar tidak melewatkan kesempatan langka tersebut. Selain itu, sejumlah penggemar sepak bola menawarkan harga tinggi, mulai dari 100 ribu hingga 500 ribu yuan, untuk membeli tiket tersebut.

Pihak supermarket terkait membenarkan bahwa tiket itu asli. Undian tersebut merupakan bagian dari acara perayaan ulang tahun pusat perbelanjaan Kaiyuan Plaza yang berlangsung pada 23–24 Mei. Setiap pelanggan yang berbelanja minimal 128 yuan di toko mana pun di pusat perbelanjaan tersebut berhak mengikuti undian.

Staf supermarket menjelaskan bahwa “hadiah utama tiket Piala Dunia hanya ada satu, dan disediakan oleh merek pasta gigi sponsor.”

Pihak supermarket juga menegaskan bahwa pemenang harus melakukan verifikasi online sebelum menerima tiket. Jika tiket dijual kembali, hal itu merupakan tindakan pribadi pemenang. Mengenai apakah tiket menggunakan nama asli dan apakah dapat dipindahtangankan, pihak supermarket mengaku tidak mengetahui secara pasti dan mengingatkan calon pembeli agar berhati-hati.

2026 FIFA World Cup akan berlangsung pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026 di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia diselenggarakan bersama oleh tiga negara.

Wanita pemenang tiket tersebut kembali menyatakan bahwa ia hanya ingin memberikan tiket itu kepada orang yang benar-benar ingin menonton sepak bola, dan berharap netizen yang sekadar ikut meramaikan bisa bersikap lebih rasional.

Reporter Luo Tingting / Editor: Wen Hui – NTD

Wabah Mematikan Ebola Bundibugyo di Kongo Menjadi yang Terbesar Ketiga dalam Sejarah

EtIndonesia.com – Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan wabah Ebola varian Bundibugyo di Democratic Republic of the Congo baru berlangsung beberapa minggu, namun jumlah total infeksinya sudah menjadi wabah Ebola terbesar ketiga dalam sejarah. 

Hingga saat ini, statistik World Health Organization (WHO) melaporkan lebih dari 900 kasus suspek dan lebih dari 220 kematian suspek. Namun, banyak pakar kesehatan masyarakat sepakat bahwa skala infeksi sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa kecepatan penyebaran virus masih melampaui upaya pengendalian, dan ia akan secara pribadi mengunjungi Kongo untuk menilai situasi di lapangan, lapor The Guardian. Pengamat Tang Hao juga memperingatkan bahwa Piala Dunia mendatang bisa menjadi titik risiko terbesar bagi jebolnya pertahanan perbatasan Amerika Serikat.

Varian Mematikan yang Terabaikan

Penyebab wabah ini adalah virus Bundibugyo—varian Ebola yang sangat langka. Virus ini dinamai dari wilayah pegunungan di Uganda barat tempat pertama kali muncul pada 2007, dan sebelum wabah kali ini hanya pernah menyebabkan dua wabah.

Karena sangat langka, laboratorium setempat bahkan tidak memasukkannya dalam protokol standar pemeriksaan Ebola, sehingga identifikasi mengalami keterlambatan besar dan memungkinkan virus menyebar secara diam-diam.

Pengamat Tang Hao mencatat bahwa tingkat kematian varian Bundibugyo mencapai sekitar 40 persen, jauh lebih tinggi dibanding tingkat kematian COVID-19 yang diperkirakan sebesar 1,08 persen. Yang lebih mengkhawatirkan, saat ini belum ada vaksin yang disetujui maupun pengobatan efektif untuk varian ini. Artinya, setelah terinfeksi, pasien pada dasarnya hanya dapat bergantung pada sistem imun mereka sendiri untuk bertahan hidup.

Virus ini menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, keringat, air liur, kotoran, dan muntahan penderita, bukan melalui udara seperti COVID-19. Meski tampak mengurangi risiko penularan, Tang Hao menegaskan bahwa kondisi ini justru membuat pengendalian lebih sulit—petugas medis, pekerja pemulasaraan jenazah, dan kontak dekat menghadapi risiko paparan yang sangat tinggi. Bahkan setelah meninggal, jenazah tetap sangat menular.

Di banyak komunitas lokal, tradisi pemakaman melibatkan menyentuh dan memandikan jenazah serta berkumpul untuk ritual berkabung bersama, yang menurutnya menjadi “celah budaya” dalam pengendalian epidemi.

Menurut Associated Press, pada 21 Mei terjadi insiden mengejutkan di kota tambang Rwampara di Kongo timur: setelah seorang pasien Ebola meninggal dunia, kerabatnya menyerbu fasilitas medis dan membakar seluruh bangunan—dilaporkan karena rumah sakit menolak menyerahkan jenazah untuk ritual pemakaman tradisional.

Tang Hao menyebut insiden itu sebagai “perang antarperadaban,” yang menunjukkan benturan mendalam antara protokol medis modern dan praktik budaya lokal, serta menandakan bahwa pengendalian wabah menghadapi tantangan yang jauh melampaui virus itu sendiri.

Banyak Faktor Penyebab Penyebaran Tak Terkendali

Provinsi Ituri, pusat wabah, terletak di timur laut Kongo dan berbatasan dengan Uganda serta Sudan Selatan, wilayah yang telah lama dilanda konflik bersenjata. Sekitar 2 juta orang mengungsi, puluhan juta menghadapi kekurangan pangan parah, dan kekerasan meningkat selama dua bulan terakhir, sehingga sangat menghambat penyaluran bantuan.

Masalah diperburuk oleh ketidakpercayaan publik yang mendalam terhadap pemerintah dan organisasi luar, yang secara langsung menghambat langkah penting seperti pelacakan kontak, karantina, dan distribusi vaksin.

Yang sangat mengkhawatirkan bagi komunitas kesehatan internasional adalah perkembangan baru: kematian terkonfirmasi juga telah dilaporkan di Provinsi Kivu Selatan di tenggara Kongo, lapor Reuters. Lokasi ini berjarak ratusan kilometer dari zona wabah awal, menandakan virus telah melakukan “lompatan” lintas wilayah.

Kivu Selatan saat ini dikuasai kelompok pemberontak M23, yang tidak memiliki pengalaman menangani wabah berskala besar dan kekurangan kapasitas medis maupun pengendalian, sehingga penyebaran tak terkendali sangat mungkin terjadi.

Tang Hao juga mengutip pernyataan mantan Direktur CDC AS sekaligus ahli virologi Robert Redfield.

Dalam wawancara dengan NewsNation, Redfield mengatakan wabah Ebola di Kongo biasanya dapat diidentifikasi dan dikendalikan dengan cepat saat baru terdapat 5–10 kasus. Sebaliknya, wabah saat ini baru terdeteksi ketika jumlah kasus sudah mencapai ratusan, keterlambatan yang menurutnya sangat mengkhawatirkan.

Redfield memperingatkan bahwa wabah ini dapat berkembang menjadi pandemi global lintas negara, dan menyebut Tanzania, Sudan Selatan, serta Rwanda sebagai negara dengan risiko limpahan penularan tertinggi.

Pertahanan Perbatasan AS di Bawah Tekanan

Menghadapi risiko penyebaran internasional, Amerika Serikat dengan cepat memperketat kontrol masuk.

Pada 21 Mei, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pembatasan masuk baru: seluruh warga negara asing yang pernah mengunjungi Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam tiga minggu terakhir dilarang memasuki Amerika Serikat. Warga AS dan pemegang green card yang kembali dari wilayah tersebut wajib melalui Bandara Internasional Washington Dulles untuk pemeriksaan Ebola tambahan sebelum diizinkan masuk.

Mengapa Dulles dipilih sebagai satu-satunya titik pemeriksaan Ebola? Menurut Tang Hao, alasannya mencakup beberapa faktor: bandara itu merupakan pusat utama kedatangan pelancong Afrika yang transit melalui Eropa; memiliki fasilitas lengkap CDC, bea cukai, karantina, dan evaluasi medis; serta berada dekat dengan National Institutes of Health (NIH) dan rumah sakit yang mampu menangani penyakit menular berisiko tinggi.

Pendekatan ini mengikuti pelajaran dari wabah Ebola Afrika Barat tahun 2014, ketika AS menunjuk lima bandara untuk menyaring pelancong dari wilayah terdampak, dengan Dulles menangani sekitar 22 persen kedatangan tersebut. Kali ini, sistem dipersempit menjadi satu titik masuk guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko kebocoran.

Namun, pertahanan itu hampir langsung diuji. Menurut The New York Times, pada 21 Mei, penerbangan Air France 378 dari Paris menuju Detroit terpaksa dialihkan setelah otoritas AS menemukan seorang penumpang di dalam pesawat baru saja melakukan perjalanan dari Kongo, yang melanggar aturan masuk baru. Pesawat dialihkan ke Montreal, lebih dari 800 kilometer dari tujuan semula.

Air France menyatakan insiden itu terjadi akibat kesalahan operasional yang memungkinkan penumpang tersebut naik pesawat, namun rinciannya masih belum jelas.

Tang Hao menafsirkan insiden itu memiliki tiga implikasi: pertama, AS sedang mendorong garis pertahanannya keluar untuk memerangi epidemi di luar perbatasannya; kedua, keamanan nasional dan kesehatan publik telah menjadi isu politik sensitif menjelang pemilu sela mendatang; dan ketiga—yang paling penting—sebuah ajang olahraga global besar segera dimulai.

Piala Dunia: Risiko Penularan Besar

Pada 11 Juni, FIFA World Cup akan dimulai di Amerika Utara. Lebih dari 200 pemain top dari 48 negara akan berpartisipasi, dan lebih dari 100 juta penggemar diperkirakan bepergian ke kota-kota tuan rumah termasuk New York, Los Angeles, dan Dallas—lokasi yang sulit dijangkau oleh cakupan pemeriksaan Ebola secara menyeluruh.

Tang Hao memperingatkan bahwa Piala Dunia dapat menjadi titik kelemahan terbesar dalam pertahanan AS terhadap Ebola. Pergerakan internasional berskala besar secara signifikan meningkatkan kemungkinan kegagalan pemeriksaan. Bahkan satu orang terinfeksi tanpa gejala atau masih dalam masa inkubasi dapat memicu rantai penularan yang tidak terlacak.

Meski Kongo telah membatalkan kamp pelatihan pra-Piala Dunia untuk mengurangi risiko infeksi, tim nasionalnya tetap berencana berangkat ke AS untuk bertanding, menciptakan sinyal yang saling bertentangan dan mempersulit upaya pencegahan.

Virus Masih Jauh dari Terkendali: Dunia Harus Bertindak Cepat

Gejala Ebola semakin mempersulit pengendalian. Pada tahap awal, infeksi menimbulkan demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, dan sakit tenggorokan—hampir tidak dapat dibedakan dari influenza. Baru setelah empat hingga lima hari muncul gejala yang lebih parah, termasuk diare, muntah, ruam, serta pendarahan internal maupun eksternal yang dapat menyebabkan gagal hati dan ginjal.

Selama masa inkubasi, pasien mungkin sudah mampu menularkan virus, sehingga deteksi dini menjadi salah satu tantangan paling sulit dalam pengendalian wabah.

Tang Hao juga menyoroti bahwa meningkatnya pertukaran ekonomi dan personel antara Tiongkok dan Afrika, ditambah sulitnya mendeteksi varian Bundibugyo melalui tes konvensional, menimbulkan risiko tersembunyi bagi Tiongkok dan kawasan Asia-Pasifik secara lebih luas.

Secara keseluruhan, dunia saat ini berada dalam perlombaan berisiko tinggi melawan waktu. Vaksin belum dapat dikerahkan dengan cepat, kondisi lokal di wilayah wabah masih tidak stabil, dan mobilitas global semakin meningkat akibat ajang seperti Piala Dunia. Di bawah tekanan gabungan ini, peringatan Direktur Jenderal WHO Tedros semakin terasa berat:

“Kami sedang meningkatkan operasi secara mendesak, tetapi saat ini epidemi bergerak lebih cepat daripada kami.”

Sumber : Visiontimes.com

AS-Iran Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata Selama 60 Hari 

Kesepakatan 60 hari itu menunggu persetujuan akhir dari Trump, kata seorang sumber AS.

EtIndonesia.com —Amerika Serikat dan Iran untuk sementara telah menyetujui sebuah nota kesepahaman selama 60 hari guna memperpanjang gencatan senjata yang berlaku saat ini. Gencatan senjata ini memungkinkan negosiasi lebih lanjut mengenai program nuklir Iran, demikian dikonfirmasi seorang sumber pemerintah AS kepada The Epoch Times.

Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump, kata sumber itu pada 28 Mei. Axios pertama kali melaporkan perkembangan terbaru gencatan senjata.

Kesepahaman itu dicapai setelah Trump memerintahkan aksi militer ofensif terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu 38 hari pertempuran berskala besar sebelum Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata pada 7 April.

Ketegangan tetap tinggi meskipun ada gencatan senjata.  Pasukan AS serta Iran telah beberapa kali saling baku tembak, termasuk beberapa putaran serangan semalam pada 27 Mei.

Komando Pusat AS mengatakan tindakan terbaru Iran, termasuk peluncuran drone yang menargetkan Selat Hormuz dan peluncuran rudal yang menargetkan Kuwait, merupakan “pelanggaran gencatan senjata yang sangat serius.”

Sebaliknya, Teheran merasa keberatan atas blokade berkelanjutan AS terhadap sejumnlah pelabuhan Iran, yang dimulai Trump hanya beberapa hari setelah gencatan senjata 7 April.

Komando Pusat AS pada 28 Mei melaporkan bahwa pasukan AS telah mengalihkan 111 kapal sehubungan dengan operasi blokade tersebut. Pasukan AS juga menggunakan tembakan pelumpuh terhadap beberapa kapal kargo Iran.

Kekhawatiran Nuklir Memicu Kebuntuan

Trump telah berjanji untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, dan menjadikan ancaman tersebut sebagai alasan peluncuran operasi tempur.

Para anggota pemerintahan Trump, termasuk Menteri Perang Pete Hegseth, menggambarkan aksi tempur terbaru AS sebagai upaya untuk membongkar perlindungan militer Iran yang dapat digunakan untuk menahan serangan jika negara itu berupaya cepat memperoleh senjata nuklir.

Para pemimpin Iran berulang kali mengatakan program nuklir negara itu bersifat damai, meskipun para pengamat internasional tetap skeptis mengingat kemajuan yang telah dicapai sejauh ini.

Setelah Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan memulai kampanye “tekanan maksimum” berupa sanksi ekonomi baru, Teheran mulai meningkatkan cadangan uranium secara keseluruhan dan memperkaya uranium ke tingkat kemurnian yang lebih tinggi, sehingga semakin mendekati bahan bakar nuklir tingkat senjata, menurut Badan Energi Atom Internasional.

Tahun lalu, Trump memerintahkan pasukan AS, termasuk pembom siluman B-2 Spirit, untuk melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di Isfahan, Fordow, dan Natanz.

Dalam negosiasi terbaru, Trump berfokus pada bagaimana melucuti Iran dari cadangan uranium yang diperkaya tinggi, yang mungkin masih terkubur di fasilitas yang diserang tahun lalu.

Dalam rapat kabinet pada 27 Mei, Trump menolak gagasan membiarkan Iran memindahkan cadangan uraniumnya ke Tiongkok atau Rusia, yang keduanya merupakan negara bersenjata nuklir.

“Saya tidak akan merasa nyaman dengan itu,” kata presiden.

Sebaliknya, Trump menawarkan tiga opsi: Iran menyerahkan cadangan uraniumnya kepada Amerika Serikat, menghancurkannya di tempat, atau setuju untuk menghancurkannya di bawah pengawasan pemantau pengawas nuklir.

Sepanjang pembicaraan terbaru, pejabat Iran mengatakan program nuklir adalah hak kedaulatan mereka dan menyatakan keinginan untuk mempertahankan sebagian kapasitas pengayaan domestik dalam hasil akhir.

Isu Lain Membebani Negosiasi

Beberapa faktor lain juga dapat menjadi tantangan bagi Washington dan Teheran untuk mencapai nota kesepahaman 60 hari tersebut serta mendorong penyelesaian permanen atas kebuntuan saat ini di Timur Tengah.

Pada akhir pekan lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan nota kesepahaman yang sedang disusun akan memprioritaskan penghentian permusuhan dan blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Hal demikian dilakukan sebelum membuka jalan bagi tahap negosiasi berikutnya. Negosiasi yang dimaksud adalah membahas program nuklir Iran dan isu lain yang menjadi kepentingan bersama.

Pasukan Iran mulai menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz dan Teluk Persia sebagai bagian dari respons mereka terhadap serangan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari. Di tengah gencatan senjata dan blokade AS, Teheran bergerak memformalkan kendali Iran atas lalu lintas selat tersebut dengan mengumumkan administrasi tarif baru.

Departemen Keuangan AS pada 28 Mei menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap kantor tarif Iran yang baru dibentuk tersebut.

Baghaei juga mengindikasikan bahwa nota kesepahaman yang sedang dibahas akan membuka jalan bagi pelonggaran sanksi terhadap Iran di masa mendatang.

Dalam rapat kabinet 27 Mei, Trump mengatakan ia tidak mempertimbangkan pencabutan sanksi secara langsung, tetapi mengisyaratkan terbuka terhadap kemungkinan pelepasan aset Iran yang dibekukan di kemudian hari.

“Kami mengendalikan uang yang mereka klaim sebagai milik mereka,” katanya. “Kami akan tetap mengendalikan uang itu. Ketika mereka berperilaku dengan baik, dan ketika mereka melakukan hal yang benar, kami akan membiarkan mereka mendapatkan uang mereka.”

Dukungan Iran terhadap kelompok teroris yang ditetapkan secara internasional, khususnya Hezbollah di Lebanon, juga dapat meningkatkan taruhan dalam negosiasi. Dalam pidato utama pada 1 April, Trump mengatakan operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran dirancang untuk melumpuhkan dukungan Teheran terhadap terorisme.

Ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, Hezbollah memulai putaran baru serangan yang menargetkan Israel. Sebagai tanggapan, pasukan udara Israel meningkatkan serangan di seluruh Lebanon, dan pasukan darat Israel yang telah menduduki wilayah selatan negara itu memperluas patroli dan penggerebekan darat.

Pasukan Israel terus menyerang Lebanon bahkan setelah Amerika Serikat dan Iran memasuki gencatan senjata 7 April, sehingga memicu kecaman dari Teheran. Amerika Serikat kemudian menengahi gencatan senjata paralel untuk Lebanon, meskipun pertempuran di sana masih terus berlanjut.

Sumber : Theepochtimes.com