Apakah Trump Mengatakan Dia ‘Senang’ AS Tidak Memberikan Rudal Tomahawk kepada Ukraina Setelah Putin Menuduh Adanya Serangan Drone Terhadap Kediamannya?

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia “senang” pemerintahannya tidak memasok rudal Tomahawk jarak jauh kepada Ukraina, setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan kepadanya bahwa Kyiv diduga menargetkan salah satu kediaman resminya dalam serangan drone. Ukraina telah membantah klaim tersebut sebagai rekayasa.

Menurut pernyataan Kremlin tentang percakapan telepon antara kedua pemimpin tersebut, Putin mengatakan kepada Trump bahwa Ukraina telah melakukan apa yang dia gambarkan sebagai “serangan teroris” menggunakan drone terhadap kediaman yang terkait dengan kepresidenan Rusia. Moskow mengklaim Trump “terkejut” dan “benar-benar marah” dengan laporan tersebut.

Apakah AS lega karena tidak memberikan rudal Tomahawk kepada Ukraina?

Pernyataan Kremlin mengklaim bahwa ketika diberitahu tentang dugaan serangan terhadap kediaman Putin, Trump berkomentar bahwa dia “bahkan tidak dapat membayangkan tindakan gila seperti itu” dan menambahkan bahwa insiden yang diduga tersebut pasti akan memengaruhi pendekatan Washington terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Laporan itu juga mengutip Trump yang mengatakan, “syukurlah, pemerintahan saat ini belum memberikan ‘Tomahawk'”.

Apakah Trump marah pada Zelenskyy?

Trump kemudian mengkonfirmasi percakapan telepon tersebut, menggambarkannya sebagai “percakapan yang sangat baik,” sambil mengakui bahwa beberapa “masalah pelik” masih belum terselesaikan.

Berbicara kepada wartawan, dia mengatakan bahwa dia “sangat marah” ketika Putin mengungkapkan dugaan serangan tersebut, dengan alasan bahwa menargetkan kediaman seorang pemimpin melanggar batasan yang berbeda dari operasi medan perang. Dia mengatakan bahwa “bersikap ofensif” adalah satu hal dan “menyerang rumahnya (Putin) adalah hal lain”.

Pada saat yang sama, Trump mengakui bahwa klaim Rusia mungkin tidak akurat. Ditanya apakah intelijen AS telah memverifikasi insiden tersebut, dia mengatakan bahwa “mungkin” serangan itu tidak terjadi seperti yang dijelaskan.

Kediaman Putin diserang?

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menegaskan bahwa pertahanan udara Rusia mencegat drone yang diarahkan ke tempat peristirahatan presiden di wilayah Novgorod, meskipun belum ada bukti yang dipublikasikan. Lokasi tersebut bukanlah kediaman utama Putin dan biasanya digunakan sebagai tempat peristirahatan.

Ukraina secara tegas membantah tuduhan tersebut. Zelenskyy mengatakan Moskow menyebarkan kebohongan untuk menggagalkan momentum diplomatik antara Kyiv dan Washington, terutama setelah pertemuannya baru-baru ini dengan Trump di Mar-a-Lago. Menyebut tuduhan itu sebagai “Putaran kebohongan lain dari Federasi Rusia,” Zelenskyy mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia memandang peningkatan hubungan AS-Ukraina sebagai kemunduran bagi tujuan perangnya.

“Jelas bahwa kami mengadakan pertemuan dengan Trump kemarin, dan jelas bahwa bagi Rusia, jika tidak ada skandal antara kami dan Amerika, dan kami membuat kemajuan—bagi mereka itu adalah kegagalan, karena mereka tidak ingin mengakhiri perang ini.” (yn)

Ramalan Terbaru untuk  2026: Anak dari  India Prediksi Akan Terjadi Peristiwa Besar di Tiongkok

EtIndonesia. Belakangan ini, astrolog ternama asal India, Abhigya Anand, menyampaikan ramalan terbarunya di Moskow. Ia memprediksi bahwa pada tahun 2026, dunia akan memasuki sebuah titik sejarah besar yang hanya terjadi sekali dalam 400 tahun. Ia secara khusus menyebut wilayah barat laut atau timur laut Tiongkok sebagai kawasan yang berpotensi mengalami peristiwa besar.

Anand menyampaikan ramalan tersebut saat berkunjung ke Moskow, ketika ia diminta memberikan prediksi mengenai arah perkembangan global di masa depan. Ia mengungkapkan bahwa selama beberapa hari terakhir, ia mendalami secara intensif struktur astrologi tahun 2026. 

Dalam proses tersebut, ia menemukan sejumlah konfigurasi yang sangat istimewa dan langka, yang tidak hanya mengarah pada perubahan besar, tetapi juga menimbulkan rasa keprihatinan.

Anand menekankan bahwa umat manusia saat ini berada pada sebuah titik sejarah penting yang hanya muncul setiap 400 tahun sekali. Dalam konteks ini, tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat unik, dengan tingkat kepentingan yang dapat disejajarkan dengan tahun 2020, 2022, dan 2025—tahun-tahun yang bersama-sama menandai bahwa dunia sedang memasuki sebuah era baru.

Ia menyatakan bahwa dalam lima tahun terakhir, jumlah korban sipil akibat konflik telah meningkat secara signifikan dan tiba-tiba. Memasuki tahun 2026, tren ini tidak hanya akan berlanjut, tetapi juga berpotensi mencapai sebuah titik balik melalui peristiwa-peristiwa kunci.

Dalam prediksi yang lebih spesifik, Anand mengatakan bahwa berdasarkan analisis astrologi, pada tahun 2026 perhatian khusus perlu diberikan kepada wilayah barat laut dan timur laut Tiongkok, Filipina, Korea Utara, serta negara-negara di sekitar Semenanjung Korea.

Terkait Tiongkok, Anand memprediksi bahwa tahun 2026 dapat menjadi sebuah titik balik penting, terutama di wilayah barat laut negara tersebut.

Ia menyebutkan bahwa wilayah Xinjiang Uighur telah lebih dari sepuluh tahun tidak mengalami ketegangan besar. Namun, dari sudut pandang astrologi, ia menilai bahwa pada tahun 2026 Tiongkok mungkin menghadapi risiko geopolitik yang cukup besar, termasuk kemungkinan terjadinya serangan teror atau insiden keamanan besar lainnya di wilayah barat laut atau timur laut Tiongkok.

Selain itu, Anand juga menyatakan bahwa Filipina dan Semenanjung Korea akan menjadi kawasan berisiko tinggi lainnya pada tahun 2026, khususnya Korea Utara. Ia berpendapat bahwa jika terjadi perubahan besar di Korea Utara, dampaknya dapat menjalar ke wilayah lain di apa yang ia sebut sebagai “dunia bebas”.

Oleh karena itu, ia secara khusus mengingatkan masyarakat yang tinggal di Korea Selatan atau di sekitar Semenanjung Korea agar meningkatkan kewaspadaan pada tahun 2026.

Terkait potensi risiko terorisme dan keamanan pada tahun 2026, Anand menyebutkan tiga periode waktu berbahaya utama, yaitu:

  • Periode pertama: April 2026, khususnya paruh kedua bulan tersebut;
  • Periode kedua: Sekitar 24 Juli 2026, mencakup kira-kira 9 hari sebelum dan 10 hari sesudah tanggal tersebut;
  • Periode ketiga: Pertengahan November 2026.

Ia mengatakan bahwa April, Juli, dan November merupakan tiga kerangka waktu penting di mana dunia perlu meningkatkan kewaspadaan secara tinggi.

Anand menegaskan bahwa penyebutan wilayah dan periode waktu tersebut bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan agar masyarakat dapat melakukan persiapan mental dan pencegahan keamanan sejak dini.

Meski tantangan geopolitik dan keamanan diperkirakan akan muncul, Anand juga memprediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang “cukup menarik” di beberapa bidang. Khususnya dalam bidang medis, perkembangan teknologi canggih berpotensi menghadirkan terobosan yang mengejutkan.

Pandangan bersifat kepercayaan tradisional dan hanya sebagai referensi, tidak mewakili sikap media ini 

Trump Mengkonfirmasi Serangan Darat Pertama AS ke Venezuela, Bersikap Tertutup Tentang Detail Pastinya

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump pada hari Senin (29/12) mengkonfirmasi bahwa Washington telah melakukan serangan darat pertama di Venezuela. Presiden AS itu mengatakan bahwa AS menyerang “area dermaga” yang terkait dengan dugaan kapal-kapal penyelundup narkoba.

Berbicara kepada wartawan di Florida, Trump mengatakan serangan itu menyebabkan “ledakan besar” di lokasi yang menurutnya “mereka memuat kapal-kapal itu dengan narkoba”.

Apakah Trump tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu?

Meskipun dia mengkonfirmasi serangan itu, Trump tidak mengungkapkan di mana dermaga itu berada, kapan serangan itu terjadi, atau badan AS mana yang melaksanakannya.

Ketika didesak tentang keterlibatan CIA, Trump menjawab secara samar: “Saya tidak ingin mengatakannya. Saya tahu persis siapa pelakunya, tetapi saya tidak ingin mengatakannya”.

“Kami menyerang semua kapal, dan sekarang kami menyerang area… itu adalah area pelaksanaan. Di situlah mereka melaksanakan, dan area itu sudah tidak ada lagi,” tambahnya.

Pemerintah Venezuela belum berkomentar, dan masih belum jelas apakah serangan itu terjadi di wilayah Venezuela.

Presiden AS dengan santai mengkonfirmasi serangan darat

Ini adalah kali kedua Trump secara terbuka menyebutkan serangan darat. Sebelumnya, dia menyebutkan serangan terhadap “fasilitas besar” selama wawancara radio pekan lalu tanpa memberikan detail.

Sejauh ini, baik Gedung Putih maupun Pentagon belum merilis gambar atau video dari dugaan serangan dermaga tersebut, sebuah penyimpangan dari operasi AS sebelumnya di mana bukti visual dibagikan secara online.

Sejak September, pasukan AS telah berulang kali menargetkan apa yang Washington tuduh sebagai kapal penyelundup narkoba di Karibia dan Pasifik timur. Menurut pejabat AS, lebih dari 20 kapal telah dihantam, dengan setidaknya 100 orang tewas.

Pada hari Senin, Komando Selatan AS mengatakan dua terduga “teroris narkoba” tewas dalam “serangan kinetik mematikan” di Pasifik timur, meskipun mereka tidak menghubungkan operasi itu dengan ledakan dermaga yang dijelaskan oleh Trump.(yn)

Video Pantai Ekuador Jadi Medan Pembantaian — Baku Tembak Kartel Narkoba Tewaskan 6 Orang, 3 Lainnya Terluka

EtIndonesia. Pada 28 Desember, terjadi insiden penembakan di sebuah dermaga kayu pantai di wilayah barat daya Ekuador. Sekelompok pria yang datang menggunakan sebuah mobil van dan dua sepeda motor melepaskan tembakan ke arah dermaga pantai, lalu melarikan diri. Insiden tersebut menewaskan 6 orang, termasuk seorang anak perempuan berusia dua tahun, dan melukai 3 orang lainnya. Polisi menduga motif awal adalah konflik internal kelompok kriminal.

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), peristiwa ini terjadi di lokasi wisata populer untuk pengamatan paus, yaitu Pelabuhan Puerto López.

Media setempat melaporkan bahwa ini merupakan serangan mematikan ketiga yang terjadi di kota pelabuhan tersebut pada akhir pekan ini, dengan total korban tewas mencapai 9 orang.

Dalam pernyataannya, pihak kepolisian menyebutkan bahwa para penembak berhasil melarikan diri dan hingga kini keberadaan mereka belum diketahui. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa motif serangan kemungkinan besar berkaitan dengan konflik internal kelompok kejahatan terorganisir. 

Ekuador terletak di antara dua negara pengekspor kokain terbesar di dunia, Kolombia dan Peru. Dalam beberapa waktu terakhir, kekerasan antar geng meningkat tajam dan diyakini memiliki kaitan dengan kartel narkoba dari Meksiko dan Kolombia.

Presiden Ekuador Daniel Noboa telah mengambil langkah keras untuk menindak kejahatan, namun hingga kini hasilnya masih terbatas dan belum mampu membendung gelombang kekerasan.

Lembaga yang berbasis di Jenewa, Organized Crime Observatory (Observatorium Kejahatan Terorganisir), memperkirakan bahwa tingkat pembunuhan di Ekuador tahun ini akan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni sekitar 52 kasus per 100.000 penduduk. Pembunuhan serta bentrokan di lingkungan komunitas dan tempat umum terjadi berulang kali. (Hui)

Amukan Berdarah di Suriname: Pria Bersajam Membunuh 9 Orang, Bocah 11 Tahun Ditikam 44 Kali

EtIndonesia. Negara Suriname di timur laut Amerika Selatan pada 28 Desember mengalami kasus pembunuhan dengan senjata tajam. Seorang pria pada malam hari di ibu kota Paramaribo menikam hingga tewas 9 orang, di antaranya seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang ditusuk hingga 44 kali. Tersangka diduga mengalami gangguan mental dan telah ditangkap oleh polisi.

Setelah menerima laporan, polisi setempat segera tiba di lokasi. Pelaku juga menyerang petugas dengan senjata tajam. Dalam proses penangkapan, pelaku ditembak dan terkena di bagian kaki.

Pejabat setempat menyatakan bahwa para korban termasuk anak-anak pelaku sendiri serta para tetangga yang datang untuk membantu.

Menurut laporan Reuters, polisi menyebutkan bahwa pelaku melakukan penyerangan dari larut malam pada 27 Desember hingga 28 Desember dini hari di Paramaribo. Insiden itu mengakibatkan 4 orang dewasa dan 5 anak-anak meninggal dunia. 

Selain itu, seorang anak dan seorang dewasa lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

Menurut laporan media setempat, di antara para korban tewas terdapat 4 anak kandung pelaku. Lokasi kejadian berada di rumah pelaku dan area sekitarnya.

Kantor berita Agence France-Presse (AFP) melaporkan bahwa sebelum kejadian, pelaku sempat terlibat pertengkaran melalui telepon dengan istrinya, lalu di dapur rumahnya ia menikam putrinya yang berusia 11 tahun hingga 44 kali. (Hui)

Mengapa Saat Bertengkar Kita Berteriak?

EtIndonesia. Suatu hari, seorang guru yang bijaksana bertanya kepada murid-muridnya:  “Mengapa ketika seseorang marah, dia berbicara dengan cara berteriak?”

Para murid berpikir lama. 

Akhirnya, seorang murid menjawab :  “Karena saat marah kita kehilangan ketenangan, maka kita pun berteriak.”

Guru itu lalu bertanya lagi : “Tapi mengapa harus berteriak, padahal orang yang kita ajak bicara berada tepat di dekat kita? Mengapa tidak berbicara dengan suara pelan saja?”

Hampir semua murid menjawab bersahut-sahutan, namun tak satu pun jawaban yang benar-benar memuaskan sang guru.

Akhirnya, guru itu menjelaskan: “Ketika dua orang sedang marah, jarak hati mereka sangat jauh. Agar suara dapat menembus jarak hati itu dan terdengar oleh pihak lain, mereka pun harus berteriak. Namun saat berteriak, amarah justru semakin membesar. Semakin marah, jarak hati semakin jauh; semakin jauh jaraknya, semakin keras pula teriakan yang dibutuhkan.”

Guru itu melanjutkan “Lalu bagaimana saat dua orang saling mencintai? Keadaannya justru berlawanan. Mereka tidak perlu berteriak; bahkan berbicara pun dengan suara lembut. Mengapa? Karena hati mereka sangat dekat, hampir tak ada jarak di antara hati yang satu dengan yang lain. Itulah sebabnya orang yang sedang jatuh cinta sering berbicara dengan berbisik. Namun justru karena itu, cinta di dalam hati semakin dalam. Pada akhirnya, kata-kata pun tak lagi diperlukan—cukup dengan tatapan mata, pesan sudah tersampaikan, karena saat itu jarak hati benar-benar lenyap.”

Sebagai penutup, sang guru menyimpulkan: “Ketika dua orang bertengkar, jangan biarkan jarak hati semakin menjauh. Terlebih lagi, jangan mengucapkan kata-kata yang membuat jarak itu kian melebar. Tunggu sejenak, hingga hati mulai mendekat kembali—barulah berbicaralah dengan baik.”

Saat marah, jarak hati memang sedang jauh.  Karena itu, ketika sedang marah: diamlah sejenak. Jangan membuat keputusan apa pun saat emosi sedang memuncak.

Pencerahan: Komunikasi antarmanusia bukanlah pertemuan tubuh dengan tubuh, melainkan pertemuan hati dengan hati. Terkadang, meski jarak fisik sangat dekat, hati justru berjauhan—hingga kita merasa perlu meninggikan suara, agar pesan bisa sampai ke hati yang terasa begitu jauh.(jhn/yn)

Selama Puncak Wabah Flu di Beijing, Seorang Mantan Produser CCTV Meninggal Dunia

Beijing saat ini sedang mengalami puncak wabah flu. Sejumlah pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan tokoh ternama dari berbagai kalangan dilaporkan meninggal dunia secara beruntun. Baru-baru ini, mantan produser Pusat Produksi Drama Televisi CCTV PKT, Jin Yusheng, meninggal dunia karena sakit di Beijing pada usia 88 tahun.

EtIndonesia. Menurut laporan The Paper (澎湃新聞), Jin Yusheng—mantan produser Pusat Produksi Drama Televisi Tiongkok CCTV, mantan anggota tetap Dewan Produser Federasi Radio dan Televisi Tiongkok, serta salah satu perintis Penghargaan Feitian—meninggal dunia pada 26 Desember di Beijing setelah upaya perawatan medis tidak membuahkan hasil.

Data publik menunjukkan bahwa Jin Yusheng merupakan warga Beijing. Ia bergabung dengan militer pada Maret 1953, pernah bertugas di kelompok seni budaya militer, dan sempat pergi ke medan perang Korea untuk menghibur para prajurit. 

Setelah itu, ia bergabung dengan Pusat Drama Televisi Tiongkok CCTV sebagai produser. Karya-karya terkenalnya antara lain “Nurhaci”, “Tang Minghuang”, dan “Yang Guifei”, yang membuatnya berulang kali menerima penghargaan dari PKT.

Belakangan ini, wabah influenza meluas di berbagai wilayah Tiongkok, dengan  Desember memasuki masa puncak. Sejumlah pejabat tinggi PKT dan tokoh masyarakat dari berbagai bidang dilaporkan meninggal dunia secara beruntun.

Menurut media resmi PKT, mantan anggota Dewan Negara dan mantan Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, Peng Peiyun, meninggal dunia karena sakit di Beijing pada 21 Desember pada usia 96 tahun.

Peng Peiyun merupakan pejabat tinggi PKT setingkat wakil negara. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Federasi Perempuan Seluruh Tiongkok, Wakil Direktur Komisi Pendidikan Nasional, Direktur Komisi Perencanaan Keluarga Nasional, serta Ketua Palang Merah Tiongkok.

Pada 13 Desember, aktris terkenal Tiongkok He Qing meninggal dunia karena sakit di Beijing pada usia 61 tahun. He Qing dijuluki “kecantikan klasik nomor satu” di dunia hiburan Tiongkok, dan merupakan satu-satunya aktris yang pernah membintangi seluruh adaptasi televisi dari “Empat Karya Klasik Besar” Tiongkok.

Pada 14 Desember, atlet binaraga Wang Kun meninggal dunia secara mendadak akibat henti jantung, pada usia 30 tahun. Wang Kun merupakan juara binaraga Tiongkok dan pernah meraih delapan gelar juara berturut-turut dalam Liga Profesional Elit Binaraga Nasional CBBA Tiongkok. (Hui)

Luo Tingting, laporan kompilasi / Editor Wen Hui

Kawanan Beruang dan Singa Ditemukan Militer Thailand di Kasino Kamboja, Untuk Apa Keberadaan Hewan-hewan Ini?  

Tiga minggu setelah konflik Thailand–Kamboja, kedua pihak mengumumkan gencatan senjata. Setelah konflik pecah, Thailand pernah melancarkan serangan udara ke fasilitas di wilayah Kamboja yang diduga sebagai kompleks scam online yang terkenal kejam. Di sebuah “kasino” di Kamboja, tentara Thailand menemukan lima ekor beruang hitam dan singa yang sangat kurus dan kelaparan, sebuah temuan yang belakangan membuat banyak orang merasa ngeri.

EtIndonesia. Sejumlah media, termasuk Bangkok Post, sebelumnya melaporkan bahwa setelah tentara Thailand mengebom dan menguasai sebuah kasino di perbatasan Kamboja, marinir Thailand yang memeriksa bangunan kasino di seberang perbatasan Provinsi Trat menemukan lima hewan yang kurus tinggal tulang ditinggalkan di dalam kandang. Hewan-hewan tersebut meliputi 1 singa jantan, 1 singa betina, 2 beruang hitam Asia, dan 1 beruang hitam Malaya.

Diperkirakan singa dan beruang hitam itu awalnya adalah satwa liar yang ditangkap lalu dibawa ke kasino. Setelah kasino diserang, hewan-hewan tersebut ditinggalkan tanpa makanan selama berhari-hari hingga kondisinya sangat lemah.

Departemen Taman Nasional serta Perlindungan Satwa Liar Thailand kemudian mengatur pemindahan kelima hewan tersebut ke pusat penyelamatan dan pembiakan satwa liar, dan memberikan perawatan sesuai prinsip kesejahteraan hewan.

Namun setelah kabar ini beredar, semakin banyak pertanyaan dan spekulasi bermunculan: mengapa di sebuah kasino terdapat beruang hitam dan singa? Sejumlah warganet Tiongkok di berbagai portal daring menulis bahwa makna di balik berita ini “jika dipikirkan lebih jauh, sangat mengerikan.”

Seorang penulis warganet bertanya: “Di kasino-kasino besar di Kamboja, hewan buas seperti beruang hitam dan singa dipelihara di kandang besi yang tertutup rapat dan dibiarkan kelaparan hingga nyaris mengamuk—sebenarnya untuk apa? Jika diduga untuk menakut-nakuti penjudi yang kehabisan uang, atau sebagai alat pemerasan dan ancaman, dugaan ini sepenuhnya masuk akal. Jika ditelusuri lebih jauh, bisa jadi tersembunyi rantai kejahatan gelap lintas negara milik sindikat perjudian.”

Artikel tersebut menyebutkan: “Kasino lintas negara tidak pernah sekadar tempat berjudi. Banyak kelompok kriminal menjalankan pola ‘melindungi judi dengan kekerasan’ dan ‘menghidupi kejahatan dengan judi’, menggunakan cara-cara brutal untuk mempertahankan keuntungan ilegal.”

 “Hewan buas yang kelaparan hingga nyaris gila itu kemungkinan besar merupakan ‘alat ancaman pamungkas’.”

Namun, apakah hanya untuk menakut-nakuti “penjudi”?  Sebelumnya, media juga melaporkan bahwa banyak orang yang ditipu dan dibawa ke kompleks penipuan daring atau kasino di Asia Tenggara, lalu menghilang tanpa kabar—kemungkinan besar dibungkam.

Artikel tersebut menyinggung bahwa kasino di Kamboja memiliki keterkaitan erat dengan kompleks penipuan daring. Para korban yang ditahan secara ilegal, jika gagal memenuhi target penipuan, akan dipukuli dan disiksa. Hewan buas di kasino kemungkinan juga digunakan sebagai alat teror terhadap para korban ini.

Investigasi wartawan New Tang Dynasty menemukan bahwa pada September lalu, media Jepang melaporkan: pada Agustus, 29 warga Jepang yang ditipu dan dibawa ke kompleks penipuan daring di Kamboja berhasil dibebaskan dan pulang ke negaranya. Beberapa korban mengatakan kepada penyelidik bahwa mereka melihat singa, harimau, dan buaya di dalam kompleks tersebut.

Sebelumnya, aktor Tiongkok Wang Xing pernah diculik ke kompleks penipuan daring di Myanmar dan kemudian berhasil diselamatkan. Seorang blogger Tiongkok pernah menggunakan drone untuk merekam dari udara kompleks penipuan daring KK di Myanmar.

Dalam videonya, ia mengatakan bahwa kompleks tersebut sangat luas, dikelilingi tembok setinggi 4–5 meter dengan kawat berduri, serta pos penjagaan setiap sekitar 30 meter. Di dalam kompleks juga terdapat “penjara air”, dan tepat di sebelahnya ada “kolam buaya.”

Menurut sejumlah informasi, orang-orang yang berhasil melarikan diri dari kompleks KK mengenali penjara air dan kolam buaya tersebut. Ada yang dipukuli hingga mati lalu diberikan sebagai pakan buaya, ada pula yang diambil organnya saat masih hidup, dengan sisa tubuhnya kemudian diberikan kepada buaya.

Banyak tuduhan menyebutkan bahwa di balik kompleks penipuan daring ini terdapat PKT (Partai Komunis Tiongkok) dan para agennya, sementara operasionalnya dijalankan oleh orang-orang Tiongkok.

Putaran terbaru konflik Thailand–Kamboja tiba-tiba meningkat pada 7 Desember dan berlangsung sekitar tiga minggu, menyebabkan sedikitnya 101 orang tewas dan 500.000 orang mengungsi. 

Tentara Thailand membombardir berbagai fasilitas di perbatasan Kamboja, termasuk kasino dan kompleks penipuan daring. Banyak warganet Tiongkok menyambutnya dengan dukungan, bahkan meninggalkan pesan terima kasih kepada pemerintah Thailand di kolom komentar akun Weibo Kedutaan Besar Thailand di Tiongkok.

Seorang korban mengungkapkan bahwa di Kamboja terdapat lebih dari 50 kompleks besar, serta ratusan hingga ribuan kompleks kecil, sebagian dipindahkan dari Myanmar. Setiap hari orang ditipu dan dibawa masuk; dipukuli hingga mati atau cacat adalah hal biasa, dan hanya segelintir orang yang cukup beruntung untuk diselamatkan dan pulang ke negara asal. (Hui)

Xue Fei, laporan kompilasi / Editor Liu Ming

“Bukti Tak Terbantahkan” — Kejahatan Pengambilan Organ PKT Terbongkar di Skala Global, Dunia Kini Memegang Kunci Menghentikan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

EtIndonesia. Ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) menjadikan “pengambilan organ hidup” sebagai sebuah rantai industri hitam yang diekspor ke seluruh dunia, sebuah laporan investigasi kebenaran yang mengungkap bagaimana kejahatan pengambilan organ hidup oleh PKT menyebar dari Tiongkok ke dunia—berjudul “Bukti Tak Terbantahkan”—untuk pertama kalinya secara sistematis memaparkan kejahatan tersebut kepada dunia internasional.

I. Ini bukan buku biasa, melainkan “basis data bukti kejahatan yang dapat diverifikasi”

“Bukti Tak Terbantahkan” bukanlah opini, bukan spekulasi, apalagi luapan emosi. Buku ini adalah karya investigasi mendalam yang berbasis bukti, menghimpun secara lengkap bukti-bukti kunci yang diperoleh oleh World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG) (追查國際) dari tahun 2006 hingga 2023 terkait kejahatan genosida tingkat negara berupa pengambilan organ hidup terhadap praktisi Falun Gong oleh PKT.

Yang disajikan dalam buku ini bukan sekadar “klaim”, melainkan:

  1. 290 rekaman audio investigasi;
  2. 764 bukti tertulis, dokumen, dan data;
  3. Melibatkan anggota tetap Politbiro Komite Sentral PKT;
  4. Melibatkan wakil ketua Komisi Militer Pusat, menteri pertahanan, serta pejabat tinggi Departemen Kesehatan Logistik Umum militer;
  5. Melibatkan pejabat Komisi Urusan Politik dan Hukum, sistem “610”, serta sistem peradilan PKT;
  6. Melibatkan 41 rumah sakit (pusat) transplantasi organ;
  7. Melibatkan 45 direktur rumah sakit, kepala departemen, dan dokter bedah utama, dengan nama asli dan rekaman investigasi langsung.

Bukti-bukti ini bukan hasil kutipan ulang, melainkan panggilan telepon dan rekaman asli yang secara langsung berasal dari rumah sakit terkait, dokter terkait, dan pejabat terkait. Yang lebih penting, setiap bukti dapat didengar, diverifikasi, dan ditelusuri kembali.

Buku ini juga dilengkapi dengan:

  1. Kode QR MP3 rekaman investigasi;
  2. PDF transkrip rekaman;
  3. Video lokasi investigasi.

Cukup dengan memindai melalui ponsel, pembaca dapat langsung masuk ke lokasi investigasi. Ini merupakan salah satu sistem bukti kejahatan terhadap kemanusiaan yang langka di dunia, yang dapat diverifikasi secara independen oleh publik internasional.

II. Mengapa sumber “pengambilan organ hidup” hanya mungkin berasal dari Tiongkok?

Dalam diskusi khusus “Elite Forum”, para pakar isu Tiongkok dan pakar medis menunjukkan satu fakta yang tidak dapat disangkal oleh sistem penyelidikan kriminal mana pun:
di seluruh dunia, hanya Tiongkok yang secara sistematis dan jangka panjang “memecahkan” persoalan sumber organ.

Justru inilah kontradiksi yang paling ingin ditutupi oleh PKT, namun paling tidak mampu mereka jelaskan.

Di negara normal, hambatan terbesar transplantasi organ adalah ketersediaan donor, karena menyangkut hukum, etika, prosedur, serta waktu tunggu yang dihitung dalam hitungan tahun.

Namun di Tiongkok:

  • waktu tunggu bisa hanya beberapa hari, bahkan beberapa jam;
  • bisa dilakukan pencocokan sesuai permintaan;
  • bisa menyediakan beberapa organ sekaligus.

Ini bukan keajaiban medis, melainkan rantai pasokan organ yang diciptakan oleh kekerasan negara.

Sejak 1999, PKT melancarkan penindasan menyeluruh terhadap praktisi Falun Gong. Ratusan juta praktisi diawasi secara ilegal, diculik, ditahan, dengan kebijakan: “dipukuli sampai mati dianggap tidak apa-apa, mati dianggap bundir.”

Dalam kriminologi, ini setara dengan membangun sebuah “bank tubuh manusia yang sempurna”. Ini bukan kejahatan insidental, melainkan kejahatan tingkat negara yang dilembagakan di dalam kamp kerja paksa, penjara, dan sistem medis militer.

III. Dari Tiongkok ke Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika — ini bukan kebetulan, melainkan “jalur ekspor”

Kini, pengambilan organ hidup tidak hanya terjadi di Tiongkok. Kasus-kasus muncul di Myanmar, Kamboja, Timur Tengah (Dubai), Afrika (Nigeria), dan tempat lainnya.

Ada urutan waktu dan pola jalur yang sangat jelas:
bukan ledakan serentak di banyak titik, melainkan menyebar dari satu pusat ke luar.

Lokasi-lokasi ini memiliki beberapa kesamaan penting:

  1. Kerja sama dengan PKT dalam proyek “Belt and Road”;
  2. Pertukaran resmi dengan PKT;
  3. Kerja sama medis dengan Tiongkok;
  4. Arus besar populasi abu-abu dan ilegal.

Dalam ilmu kriminal, ini disebut “ekspor pola kejahatan.”

IV. “Hotel horor” Nigeria: mengapa ini bukan kejahatan lokal?

Kasus “Jessy Best Hotel” di Nigeria mengejutkan dunia. Di dalam hotel ditemukan lebih dari seratus jenazah korban, melibatkan warga Tiongkok, dengan pola penipuan terpusat, penahanan terpusat, pembunuhan terpusat, pemrosesan organ cepat, pelabelan, dan peredaran.

Ini bukan kekerasan jalanan, melainkan alur pembantaian tingkat industri. Yang lebih mengerikan, prosesnya sangat matang.

Dan contoh paling awal serta paling lengkap dari sistem ini—ada di Tiongkok.

Di Tiongkok, waktu penyimpanan organ sangat singkat. Sistem medis Barat mewajibkan penelusuran ketat terhadap sumber organ.
Satu-satunya sistem di dunia yang tidak memeriksa sumber, mengklasifikasikannya sebagai rahasia negara, dan memenjarakan para penyelidik—hanyalah PKT.

Apa artinya ini?
Ujung akhir rantai industri organ ini sangat mungkin tetap kembali ke Tiongkok.

V. “Belt and Road Organ”: dari wisata transplantasi ke ekspor sistem

Pada Desember 2025, di Guangzhou diselenggarakan Konferensi Internasional Transplantasi Organ Tiongkok ke-7, yang secara khusus membahas bagaimana mengekspor transplantasi organ Tiongkok ke dunia melalui kerangka “Belt and Road.”

Ini bukan seminar akademik biasa. Konferensi ini dipandu dan diselenggarakan langsung oleh Komisi Kesehatan Nasional PKT, Palang Merah Tiongkok, dan sistem resmi transplantasi organ PKT. Ini bukan tindakan individu dokter, melainkan proyek negara.

Lebih penting lagi, model industri transplantasi telah berubah:

  • dahulu, orang asing terbang ke Tiongkok untuk transplantasi (wisata transplantasi);
  • kini:
    1. Dokter Tiongkok pergi ke luar negeri;
    2. Teknologi diekspor;
    3. Standarisasi pencocokan, penyimpanan, dan transportasi organ;
    4. Integrasi dengan sistem negara-negara Belt and Road.

Artinya apa?
Sebuah sistem organ dengan sumber tidak transparan sedang ditanamkan ke dalam sistem medis negara-negara dengan institusi lemah. Ini bukan lagi sekadar isu HAM, melainkan masalah keamanan publik global.

VI. Makna sejati “Bukti Tak Terbantahkan”: menghentikan pipa hitam ini agar tidak terus menyebar

Hari ini, yang dilakukan PKT bukan hanya menutupi masa lalu, melainkan:

  • mencuci sejarah;
  • menstandarkan kejahatan;
  • menginternasionalkan praktiknya;
  • membungkus kejahatan terhadap kemanusiaan dengan label “kerja sama”, “teknologi”, dan “kemanusiaan”.

Nilai “Bukti Tak Terbantahkan” terletak pada satu hal:
rantai industri hitam ini tidak lagi bisa disangkal.

Ini bukan “perang opini”, melainkan pertempuran untuk mempertahankan batas moral peradaban manusia.

Jika pengambilan organ hidup oleh PKT tidak segera dihentikan, hari ini korbannya orang Tiongkok, besok akan menjadi rakyat dari semakin banyak negara dengan sistem lemah.

Informasi Pembelian Buku “Bukti Tak Terbantahkan”

“Bukti Tak Terbantahkan (Jilid I)”
Laporan Investigasi Kejahatan Negara PKT atas Pengambilan Organ Hidup Massal terhadap Praktisi Falun Gong (2006–2015)
Terbit: 6 November 2025

“Bukti Tak Terbantahkan (Jilid II)”
Laporan Investigasi Kejahatan Negara PKT atas Pengambilan Organ Hidup Massal terhadap Praktisi Falun Gong (2015–2023)
Terbit: 6 November 2025

Di  daratan Tiongkok tersedia versi elektronik; di seluruh dunia dapat dipesan dalam bentuk buku fisik melalui Amazon masing-masing negara.

Ketika sebuah rezim mengubah “manusia” menjadi “suku cadang”, lalu mengekspor model ini ke dunia, itu bukan lagi tragedi satu negara.

Apa yang diungkap oleh “Bukti Tak Terbantahkan” bukan hanya kejahatan masa lalu, melainkan sebuah pipa hitam yang masih terus beroperasi.

Menghentikannya bukan pilihan politik, melainkan pilihan moral yang harus diambil oleh umat manusia. (Hui)Dikutip dari WOIPFG

Psikiater Memperingatkan: Percakapan Jangka Panjang dengan Chatbot AI  Dapat Memicu Kasus Gangguan Mental

Sejumlah dokter terkemuka di bidang psikiatri menilai bahwa penggunaan chatbot AI dalam jangka panjang berpotensi terkait dengan kasus psikosis. Dalam beberapa bulan terakhir, para pakar ini menelaah puluhan kasus pasien yang mengalami gejala gangguan mental setelah terlibat dalam percakapan panjang dan sarat delusi dengan alat obrolan AI. Meskipun sebagian besar pengguna chatbot tidak mengalami masalah kesehatan mental, luasnya penggunaan AI sudah cukup untuk menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter.

EtIndonesia. The Wall Street Journal melaporkan bahwa sejak musim semi tahun ini, telah muncul puluhan kasus yang diduga terkait, di mana pasien menunjukkan gejala psikosis delusional setelah melakukan percakapan berkepanjangan dengan ChatGPT milik OpenAI dan chatbot lainnya. 

Dilaporkan, beberapa di antaranya meninggal dunia akibat bunuh diri, dan setidaknya terjadi satu kasus pembunuhan. Peristiwa-peristiwa ini memicu serangkaian gugatan hukum. Para dokter dan akademisi terus mencatat serta meneliti berbagai kasus yang terjadi.

Psikiater Keith Sakata dari Universitas California, San Francisco, mengatakan bahwa ia telah merawat 12 pasien rawat inap dan 3 pasien rawat jalan yang mengalami psikosis yang dipicu oleh AI. 

Menurut Sakata, teknologi AI itu sendiri mungkin tidak secara langsung menimbulkan delusi, namun pasien sering kali menyampaikan realitas versi mereka kepada komputer, lalu komputer menerimanya sebagai kebenaran dan memantulkannya kembali kepada pengguna, sehingga memperkuat lingkaran delusi tersebut.

Saat ini, belum ada definisi resmi mengenai psikosis yang dipicu oleh AI. Para dokter menjelaskan bahwa psikosis umumnya memiliki tiga ciri utama:

  1. halusinasi,
  2. gangguan dalam berpikir atau berkomunikasi,
  3. delusi.

Dalam banyak kasus terbaru yang melibatkan chatbot, delusi menjadi gejala utama.

Delusi tersebut sering kali sangat berlebihan, misalnya pasien meyakini bahwa mereka telah mencapai terobosan ilmiah, membangkitkan mesin yang memiliki kesadaran, menjadi tokoh kunci dalam konspirasi pemerintah, atau dipilih oleh Tuhan. Hal ini sebagian disebabkan oleh kecenderungan chatbot untuk menyetujui atau mengiyakan pengguna, serta mengembangkan respons secara improvisatif berdasarkan input pengguna.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa kini Sakata dan para dokter lainnya menambahkan pertanyaan tentang penggunaan AI dalam proses anamnesis, serta mendorong lebih banyak penelitian terkait.

Sebuah studi dari Denmark yang dipublikasikan bulan lalu menemukan bahwa 38 pasien yang menggunakan chatbot AI mungkin mengalami dampak merugikan terhadap kesehatan mental mereka.

Teknologi sejak lama menjadi fokus berbagai delusi—di masa lalu, ada orang yang percaya bahwa televisi sedang berbicara kepada mereka. Namun para dokter menilai bahwa kasus-kasus yang berkaitan dengan AI saat ini berbeda, karena chatbot tidak hanya terlibat dalam proses delusi, tetapi kadang justru memperkuat delusi tersebut.

“Mereka meniru hubungan antarmanusia,” kata Adrian Preda, profesor psikiatri dari Universitas California, Irvine.

 “Dalam sejarah manusia, belum pernah ada sesuatu yang mampu melakukan hal seperti ini,” jelasnya. (Hui)

Diterjemahkan dan dilaporkan oleh Jin Jing / Editor Fan Ming

Miliarder dan Nenek Penyapu Jalan

EtIndonesia. Kazuo Inamori, yang dijuluki “Dewa Manajemen” Jepang, dikenal lewat filosofi bisnisnya yang khas. Di bawah kepemimpinannya, Japan Airlines berhasil bangkit cepat dari kerugian menjadi perusahaan yang kembali mencetak laba.

Pada usia 65 tahun, Inamori jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Diagnosis dokter menyatakan dia mengidap kanker lambung.

Di Jepang, namanya telah masyhur: dua perusahaan yang dia dirikan—Kyocera dan KDDI—keduanya masuk jajaran Fortune Global 500.

Namun, di balik pencapaian dan kekayaan bernilai miliaran, ada satu pertanyaan sederhana yang tak kunjung terjawab di hatinya: “Apa sebenarnya makna hidup?”

Dua bulan kemudian, Inamori keluar dari rumah sakit. Dia melangkah menuju Kuil Enpuku-ji di Kyoto, mengundurkan diri dari seluruh jabatannya, meninggalkan hiruk-pikuk dunia usaha, dan mencukur rambutnya untuk menjadi biksu.

Meski hartanya cukup untuk membeli banyak kuil, dia tak menerima perlakuan istimewa.
Dia tinggal di asrama yang sama, mengenakan pakaian yang sama, dan menyantap makanan yang sama seperti biksu lain. Bahkan saat tubuhnya belum pulih sepenuhnya, dia tetap mengemis sedekah (takuhatsu)—membawa mangkuk derma dari rumah ke rumah.

Suatu hari di akhir musim gugur, udara sudah terasa dingin seperti musim dingin. Inamori berjalan tanpa alas kaki, mengenakan sandal jerami, mengetuk pintu demi pintu untuk meminta sedekah. Jari-jari kakinya yang keluar dari sandal terluka hingga berdarah, namun dia menahan perih.

Menjelang senja, dengan tubuh kelelahan dan langkah berat, dia menyusuri jalan pulang. Di tepi jalan, daun-daun berguguran beterbangan seperti kupu-kupu, lalu tenggelam menjadi hamparan kuning kecokelatan. Kesunyian akhir gugur itu membuatnya merenung tentang nasib manusia, dan dia menghela napas panjang.

Saat itulah, dari seberang jalan, seorang nenek penyapu jalan meletakkan sapunya dan menghampirinya. Nenek itu merogoh saku dalam bajunya, mengeluarkan sebuah koin 500 yen, lalu menyodorkannya ke tangan Inamori sambil berkata dengan lembut: “Anda seorang biksu yang sedang berlatih, bukan? Pasti lapar. Ambillah ini—belilah roti untuk mengganjal perut.”

Detik ketika tangan renta itu menaruh koin ke telapak tangannya, Inamori seakan tersengat listrik. Seluruh tubuhnya bergetar; air mata mengalir tanpa tertahan. Dia merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia alami.

Pada momen itu juga, dia merasa mendapat pencerahan—menyentuh kebahagiaan yang selama ini ia cari.

Belas kasih yang tulus dari nenek yang tampak sederhana—tanpa ragu, tanpa kesombongan—membuat seorang miliarder memahami makna kebahagiaan sejati.

Tak lama kemudian, Inamori meninggalkan kehidupan biara dan kembali ke masyarakat dengan misi baru: menyebarkan nilai kebahagiaan dan kebaikan.

Di dunia ini, makna uang dalam hidup tidak diukur dari jumlahnya, melainkan dari berapa banyak cinta dan niat baik yang terkandung di dalamnya. Membuat orang lain merasakan kasih, dan menerima pemberian kasih dari orang lain—bukankah itu juga nilai keberadaan?

Kita hidup di dunia ini untuk menghangatkan orang lain, dan juga membutuhkan kehangatan. Hanya ketika hati saling berhangat, dunia dan kehidupan tak akan kehilangan makna oleh keputusasaan.(jhn/yn)

Drone Ukraina Menghancurkan Sistem Artileri D-74 yang Diduga Dipasok ke Rusia oleh Korea Utara

EtIndonesia. Pasukan Ukraina telah menghancurkan sebuah artileri langka milik tentara Rusia, yang diyakini berasal dari Korea Utara, demikian pernyataan seorang prajurit dari Resimen Serangan ke-413 Sistem Tak Berawak Angkatan Bersenjata Ukraina, dan pakar senjata Ivan Kyrychevskyi dari Defense Express.

Menurutnya, selama salah satu operasi tempur, operator UAV menemukan dan menyerang meriam artileri korps D-74 122 mm. Aspek yang tidak biasa dari kasus ini adalah bahwa sistem artileri tersebut secara resmi tidak terdaftar dalam depot penyimpanan Angkatan Bersenjata Rusia.

“D-74 diproduksi pada tahun 1950-an dan kemudian secara aktif dipasok ke negara-negara blok komunis,” kata Kyrychevskyi.

Kemungkinan adanya “persediaan yang tidak tercatat” di Rusia tidak dapat dikesampingkan, tetapi tampaknya lebih mungkin bahwa sistem tersebut dipasok dari Korea Utara, di mana sistem ini masih digunakan. Sebelumnya, tentara Rusia telah menggunakan amunisi 122 mm tiruan Korea Utara, yang menurut informasi yang tersedia, tidak diproduksi di dalam negeri Rusia.

Fitur utama D-74 adalah jangkauan tembaknya hingga 23,9 km, jauh melebihi jangkauan maksimum meriam D-30 yang lebih umum di tentara Rusia, yaitu 16 km. Hal ini memungkinkan operator untuk menempatkan sistem artileri lebih jauh dari garis depan.

D-74 memiliki berat tempur sekitar 5,5 ton, laju tembak 6–7 tembakan per menit, dan awak hingga 10 personel.

“Kemunculan D-74, yang berasal dari tahun 1950-an, dalam dinas Rusia sejak musim gugur 2024 — terlepas dari sumber pasokannya — merupakan indikator langsung dari penipisan akut persediaan artileri Rusia,” kata seorang prajurit.

Dengan latar belakang kerugian yang melebihi 35.000 sistem artileri, pasokan eksternal apa pun menjadi sangat penting bagi Kremlin. Hancurnya persenjataan langka tersebut semakin memperburuk masalah artileri tentara Rusia.

Sebelumnya, kami melaporkan bahwa Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina melakukan serangan dahsyat terhadap unit GRU Rusia di wilayah Donetsk yang diduduki sementara.(yn)

Donald Trump Akan Mendukung Serangan Baru Israel ke Iran

EtIndonesia. Washington telah memberi sinyal bahwa langkah lebih lanjut Iran terkait program nuklir dan rudalnya dapat memicu respons militer yang keras dari Israel dengan dukungan Amerika Serikat, menurut publikasi CNN.

Posisi Washington

Presiden AS, Donald Trump mengatakan dia siap mendukung serangan baru Israel ke Iran jika Teheran terus mengerjakan pengembangan rudal dan program nuklirnya. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Trump mengindikasikan bahwa upaya Iran untuk melanjutkan aktivitas terkait nuklir akan memaksa respons yang tegas, sambil menambahkan bahwa dia berharap skenario seperti itu dapat dihindari.

Apa yang Dapat Memicu Tindakan

Menurut Trump, langkah lebih lanjut Iran dalam pengembangan senjata dapat menjadi pemicu. Dia menyarankan bahwa kemajuan berkelanjutan dalam program rudal, atau pergerakan cepat menuju senjata nuklir, akan memicu respons segera dan tegas.

Kekhawatiran Israel

Israel diharapkan akan memberi pengarahan kepada AS tentang skenario potensial untuk serangan baru ke Iran. Para pejabat di Tel Aviv khawatir bahwa Teheran telah mulai memulihkan fasilitas pengayaan uranium yang rusak akibat serangan AS pada bulan Juni. Otoritas Israel memandang upaya Iran untuk menghidupkan kembali produksi rudal balistik dan memperbaiki elemen sistem pertahanan udaranya sebagai ancaman yang lebih serius.

Netanyahu berencana untuk membahas kemungkinan tindakan baru terhadap Iran dengan Trump di tengah kekhawatiran Israel atas aktivitas rudal dan nuklir Teheran.

Selama pemerintahan mantan Presiden Joe Biden, intelijen AS untuk sementara membatasi berbagi informasi strategis tertentu dengan Israel, dengan alasan kekhawatiran terkait konflik Gaza.(yn)

Harga Perak Meroket Mendekati US$80 per Ons, Euforia Investor Ritel Menguat—Lembaga Keuangan Global Memperingatkan Ancaman Kejatuhan Tajam

Belakangan ini, seiring dengan lonjakan tajam harga logam mulia secara keseluruhan, harga perak spot juga meroket secara gila-gilaan. Dalam sehari perdagangan terakhir, harga perak sempat mendekati level 80 dolar AS (Rp 1.33 juta) per ons. Di pasar investasi, sentimen optimistis dari investor ritel dan sebagian institusi meningkat tajam. Namun, sejumlah bank investasi besar, perusahaan sekuritas, serta analis teknikal memperingatkan bahwa harga perak berisiko mengalami lonjakan lalu koreksi tajam, bahkan pada tahun depan mungkin terjadi apa yang disebut sebagai “penarikan besar abad ini.”

EtIndonesia. Pada 26 Desember 2025, harga perak spot internasional melonjak ke atas 79 dolar AS per ons, hanya selangkah lagi menembus level psikologis 80 dolar. 

Sepanjang tahun ini, kenaikan kumulatifnya telah mencapai 170%. Perkiraan pasar terhadap arah pergerakan harga perak selanjutnya menunjukkan perpecahan yang jelas—sebagian pakar industri dan banyak trader ritel sangat optimistis, meyakini bahwa pada 2026 perak berpeluang melanjutkan penguatan, bahkan berpotensi menembus 100 dolar AS per ons atau lebih. Pada saat yang sama, sejumlah bank besar dan lembaga keuangan mulai bersikap lebih hati-hati.

Media keuangan FX168 pada  27 Desember menerbitkan artikel yang merangkum perubahan tren harga perak sepanjang tahun ini pada berbagai tahap.

Menurut laporan tersebut, saat memasuki awal 2025, harga perak spot bergerak relatif datar, diperdagangkan di sekitar level dukungan 29,50 dolar AS per ons. 

Pada Januari dan Februari, harga perak mulai pulih dan menembus 31,50 dolar AS per ons. Memasuki Maret, perak spot menunjukkan tren naik yang lambat namun stabil. Hingga Mei, harga perak spot masih berkisar di area 32–33 dolar AS.

Pada Juni, harga perak spot mengalami terobosan yang nyata, naik ke 34,76 dolar AS per ons. Pada September meningkat ke sekitar 41 dolar AS. Setelah itu, perak terus naik secara stabil dan pada 15 Oktober menembus 54 dolar AS per ons, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pada awal November, harga perak sempat terkoreksi singkat sebelum kembali menguat. Pada 1 Desember, perak kembali naik ke 58,50 dolar AS, lalu melesat tajam; pada 8 Desember menembus level 60 dolar AS, dan dalam waktu dua minggu menembus 70 dolar AS. Hingga 26 Desember, harga melonjak ke atas 79 dolar AS per ons.

Menatap 2026, mayoritas investor ritel bersikap optimistis dan menilai perak masih memiliki potensi untuk terus menguat. Namun, sikap lembaga keuangan profesional menunjukkan perbedaan yang signifikan: sebagian institusi industri bertaruh harga perak bisa mencapai 100 dolar AS atau lebih tinggi; sementara sejumlah bank investasi besar dan analis teknikal memperingatkan kemungkinan puncak harga diikuti penurunan, serta periode konsolidasi dan koreksi yang relatif panjang.

Bank investasi dan penyedia jasa keuangan asal Kanada, TD Securities, dalam laporannya memperkirakan bahwa harga perak pada 2026 kemungkinan akan mengalami penurunan dan “koreksi moderat” ke kisaran pertengahan 40 dolar AS per ons.

TD menjelaskan bahwa London Bullion Market Association (LBMA) telah mengalami pengisian ulang persediaan yang dapat diperdagangkan secara historis, dengan perkiraan lebih dari 212 juta ons perak kembali tersedia. Dalam kondisi persediaan yang kembali melimpah, momentum kenaikan harga perak dinilai melemah.

Sementara itu, BMO Capital Markets (pasar modal Bank of Montreal) menilai bahwa logam mulia secara keseluruhan pada 2026 masih berpotensi relatif kuat, tetapi perak dan platina menunjukkan tanda-tanda “overbought”. Seiring menyempitnya kesenjangan pasokan dan permintaan, kepercayaan untuk mempertahankan harga perak di level tertinggi historis diperkirakan akan menurun. BMO memperkirakan harga rata-rata tahunan perak pada 2026 sekitar 56,3 dolar AS per ons.

Analis Elliott Wave, pendiri ElliottWaveTrader Avi Gilburt, juga berpendapat bahwa reli emas dan perak sedang memasuki tahap akhir siklus. Meskipun dalam jangka pendek perak masih berpeluang naik selama level dukungan kunci tidak ditembus, secara teknikal para investor sebaiknya bersiap menghadapi kemungkinan koreksi berskala multi-tahun pada 2026.

He Yating / Lin Qing

Takut Terjadi Peristiwa Besar? Banyak Daerah di Tiongkok Batalkan Acara Malam Tahun Baru 2026

EtIndonesia. Menjelang berakhirnya tahun 2025 dan memasuki Tahun Baru 2026, sejumlah daerah di Tiongkok daratan secara beruntun mengumumkan pembatalan seluruh kegiatan malam pergantian tahun. Alasan resmi tidak dijelaskan secara rinci, namun keputusan ini memicu perbincangan dan spekulasi luas di kalangan warganet.

Berdasarkan gambar pemberitahuan yang beredar di media sosial, berbagai provinsi dan kota di Tiongkok mengeluarkan pengumuman pembatalan acara malam tahun baru. Daerah-daerah tersebut antara lain Xi’an (Shaanxi), Hefei dan Suzhou (Anhui), Guangzhou, Suzhou (Jiangsu), Zhengzhou (Henan), dan sejumlah wilayah lainnya.

Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa menjelang 1 Januari 2026, banyak pemerintah daerah menyatakan tidak akan menyelenggarakan acara resmi malam pergantian tahun.

Pada 25 Desember, akun resmi Zhengdong Release mengumumkan bahwa kawasan Qianxi Plaza, Financial Island, Smart Island, serta pusat-pusat perbelanjaan di sekitarnya di Zhengzhou tidak akan mengadakan kegiatan hitung mundur, pertunjukan, atau acara publik berskala besar apa pun pada malam tahun baru.

Sehari kemudian, 26 Desember, Kepolisian Kota Guangzhou mengumumkan bahwa pada malam 31 Desember 2025, di sejumlah lokasi publik seperti Beijing Road, Dongshankou, Menara Guangzhou, Yongqingfang, Huacheng Square, serta kawasan di sepanjang Sungai Mutiara, tidak akan ada kegiatan resmi penyambutan tahun baru maupun acara hitung mundur massal.

Masih pada 25 Desember, panitia “Meet the Beauty · Beihai New Year Music Festival” mengumumkan pembatalan festival musik yang semula dijadwalkan berlangsung pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Pada 19 Desember, otoritas Hefei juga mengumumkan bahwa pada malam tahun baru, kawasan Jalan Pejalan Kaki Huaihe Road dan Taman Luogang tidak akan mengadakan kegiatan terkait perayaan pergantian tahun.

Sementara itu, pada 17 Desember, akun resmi Suzhou Tongqiao mengumumkan bahwa akibat faktor “force majeure”, acara “2026 Suzhou New Year Music Carnival Night” yang semula dijadwalkan pada 31 Desember 2025 resmi dibatalkan.

Pusat perbelanjaan Suzhou Center Mall juga mengumumkan bahwa pada malam tahun baru tidak akan mengadakan acara hitung mundur, serta tidak menyediakan jam operasional tambahan khusus malam pergantian tahun.


Reaksi dan Spekulasi Warganet

Serangkaian pembatalan ini langsung memicu diskusi hangat di kalangan netizen, baik di dalam maupun luar negeri. Beragam komentar bermunculan, antara lain:

  • “Kenapa bisa begitu?”
  • “Ada apa sebenarnya? Mengapa begitu banyak daerah membatalkan acara malam tahun baru?”
  • “Bukankah katanya ingin mendorong konsumsi?”
  • “Apakah ini berarti kita diminta ramai-ramai tinggal di rumah menonton acara tahun baru CCTV?”

Ada pula komentar bernada sinis dan curiga:

  • “Apakah ini larangan terselubung untuk tidak mengadakan acara malam tahun baru?”
  • “Bagaimana bisa semuanya berkembang sampai ke titik seperti ini?”
  • “Kami juga tidak berani bertanya, apalagi bicara.”

Sebagian warganet bahkan menilai ada ketakutan yang lebih dalam:

  • “Sebenarnya mereka takut apa?”
  • “Takut terjadi peristiwa besar.”
  • “Pemerintah Tiongkok selalu takut pada kerumunan massa.”
  • “Situasi sudah seperti dikepung dari segala arah.”
  • “Kondisi ekonomi sedang buruk, acara besar berpotensi memicu kekacauan.”

Ada pula analisis yang menyoroti aspek finansial dan stabilitas:

  • “Intinya, pemerintah daerah sudah kehabisan uang, termasuk anggaran pemeliharaan stabilitas.”
  • “Membatalkan acara malam tahun baru berarti tidak ada kerumunan besar pekerja lembur ‘996’, sehingga tekanan biaya stabilitas bisa berkurang.”

(jhon)