Serangan Bom di Stasiun Kereta Moskow yang Menargetkan Polisi Menewaskan Tersangka dan Melukai Dua Orang Lainnya

EtIndonesia. Pada Senin, 23 Februari dini hari di pusat kota Moskow, seorang pria meledakkan bahan peledak di dekat kendaraan patroli polisi. Insiden tersebut menyebabkan pelaku tewas di tempat, sementara dua orang lainnya terluka. Hingga kini, polisi belum memberikan keterangan lanjutan mengenai motif kejadian.

Menurut laporan AFP, mengutip pernyataan Kementerian Dalam Negeri Rusia yang disampaikan melalui aplikasi pesan Telegram, ledakan terjadi pukul 00.05 waktu setempat di Savyolovsky railway station square.

Saat itu, polisi sedang berpatroli di area pusat kota bagian utara di sekitar Stasiun Savyolovsky. Pihak kepolisian menyatakan bahwa “seorang individu dengan identitas belum diketahui meledakkan sebuah perangkat yang belum diidentifikasi.”

Pada laporan awal, otoritas menyebut pelaku sempat melarikan diri dari lokasi, namun pembaruan informasi kemudian memastikan bahwa pelaku telah meninggal dunia di tempat kejadian. Ledakan tersebut juga menyebabkan dua petugas polisi mengalami luka-luka.

Hingga saat ini, motif ledakan masih belum dapat dipastikan.

Sumber ; NTDTV.com

Pemadaman Listrik Besar Kedua dalam 3 Bulan di Republik Dominika, Transportasi Terganggu dan Layanan Terhenti

EtIndonesia. Pada Senin (23 Februari), jaringan listrik nasional Republik Dominika mengalami “gangguan besar” yang menyebabkan pemadaman listrik berskala nasional. Insiden ini menghambat lalu lintas, menghentikan layanan transportasi umum, serta memaksa sebagian usaha menghentikan operasional. Tim teknis kini berupaya memulihkan pasokan listrik. Ini merupakan pemadaman besar kedua dalam tiga bulan terakhir.

Perusahaan milik negara Dominican Electricity Transmission Company menyatakan bahwa pembangkit listrik utama tiba-tiba menurunkan kapasitas produksi tanpa peringatan sebelum tengah hari, yang kemudian memicu berhentinya unit pembangkit lain secara berantai.

Menteri Energi dan Pertambangan, Joel Santos, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa gangguan jaringan terjadi sekitar pukul 10.50 pagi. Pemadaman dipicu oleh kerusakan pada sakelar sebuah jalur transmisi, yang membuat sistem masuk ke mode perlindungan.

Santos mengatakan kepada media:  “Sejak awal kejadian, prosedur tanggap darurat yang telah ditetapkan langsung diaktifkan dengan tujuan secepat mungkin memulihkan operasi sistem.”

Ia menambahkan bahwa hingga sore hari, pasokan listrik telah pulih mendekati 30% dari kapasitas normal. Rumah sakit, sistem penyediaan air, transportasi umum, dan bandara saat ini mengandalkan pasokan listrik cadangan.

Pemadaman listrik merupakan hal yang cukup sering terjadi di negara Karibia tersebut. Pemadaman nasional sebelumnya terjadi pada November tahun lalu. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Pelajaran dari Sebatang Sumpit

EtIndonesia. Suatu kali saat berkumpul bersama teman dan sedang makan, tanpa sengaja saya menjatuhkan satu batang sumpit. Karena pelayan tidak kunjung datang, saya mencoba makan hanya dengan satu sumpit.

Ternyata, jauh lebih sulit dari yang saya bayangkan. Mengambil lauk hampir mustahil. Satu sumpit saja tidak bisa menjepit apa pun.

Dengan dua sumpit, kita bisa dengan mudah mengambil sayur, memilih daging, menyuwir ikan, menjepit kacang, bahkan menyuap nasi dengan leluasa. Namun begitu satu sumpit hilang, seolah-olah tidak ada makanan yang bisa dimakan.

Secara teori, menggunakan satu sumpit seharusnya masih bisa menghasilkan “setengah” kemampuan makan. Tetapi kenyataannya tidak demikian.

Jika fungsi sepasang sumpit dinilai “100”, maka ketika tinggal satu batang, nilainya bukan “50”, melainkan “0”.

Seperti rel kereta api yang hanya tersisa satu jalur—kecepatannya bukan berkurang setengah, melainkan kereta tak bisa berjalan sama sekali.

Demikian pula manusia. Jika seseorang memiliki bakat tetapi tidak memiliki karakter atau moral, maka bakatnya bukan sekadar berkurang setengah, tetapi bisa menjadi tidak berguna.

Jika seseorang memiliki ambisi tetapi tidak memiliki konsistensi, ambisi itu hanya akan menjadi angan-angan kosong.

Jika seseorang punya kemampuan bertindak tetapi tidak punya ketekunan, yang tersisa hanyalah penyesalan.

Karena itu, keberhasilan bukan ditentukan oleh tinggi rendahnya IQ atau EQ semata. Kunci keberhasilan terletak pada kemauan untuk terus belajar sepanjang hayat dan berlatih secara sadar.

Bakat ditambah latihan—itulah sepasang sumpit yang utuh. Dengan keduanya, seseorang bisa mengembangkan potensinya dan menjadi luar biasa.

Renungan

Tulisan ini memang singkat, tetapi sarat makna. Dari hal sederhana seperti sumpit, kita bisa belajar prinsip besar tentang kehidupan.

Namun ada satu sudut pandang tambahan.

Jika seseorang memiliki bakat tetapi tidak memiliki moral, dampaknya bukan sekadar “tidak berguna”. Justru bisa menjadi berbahaya.

Semakin besar kemampuan seseorang, semakin besar pula dampaknya. Tanpa hati nurani dan arah yang benar, kemampuan besar bisa berubah menjadi ancaman bagi masyarakat.

Karena itu, bukan hanya bakat dan latihan yang penting, tetapi juga integritas dan nilai-nilai moral yang menjadi landasannya.

Sumpit yang lengkap bukan hanya dua batang,  melainkan dua batang yang digunakan dengan benar.

Kadang pelajaran hidup memang datang dari hal kecil. Dari satu batang sumpit yang jatuh pun, kita bisa belajar tentang kesempurnaan, keseimbangan, dan tanggung jawab.(jhn/yn)

Trump Mengatakan Negosiasi dengan Iran Memiliki Tujuan Utama

EtIndonesia. Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak akan pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir, meskipun bagi Gedung Putih, jalur diplomatik tetap menjadi prioritas, menurut pidatonya di Kongres.

“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat,” kata Trump.

Dia juga menekankan bahwa perwakilan Teheran telah diperingatkan untuk tidak melakukan upaya apa pun di masa mendatang untuk menghidupkan kembali program senjata strategis mereka, termasuk senjata nuklir. Namun, mereka terus melakukan pekerjaan tertentu.

“Kami sedang bernegosiasi dengan mereka, mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu — kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” tambahnya.

Menurut presiden AS, akan lebih baik bagi semua orang untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur diplomatik.

Trump menekankan bahwa dia tidak akan pernah mengizinkan apa yang disebutnya sebagai sponsor terorisme nomor satu di dunia, yang menurutnya memang demikian, untuk memperoleh senjata nuklir, dengan menyatakan bahwa hal ini tidak boleh diizinkan.

Apa yang mendahului ini?

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan beberapa skenario untuk menakan Iran, mulai dari serangan terarah hingga strategi perubahan rezim.

Selain itu, Axios melaporkan bahwa AS siap untuk mengadakan putaran pembicaraan lain dengan Iran di Jenewa pada hari Jumat jika Teheran memberikan proposal terperinci dalam waktu 48 jam. Washington menganggap pertemuan ini kemungkinan akan menjadi kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan.

Kemudian, Iran memberi sinyal kepada AS bahwa mereka siap untuk membuat konsesi terkait program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan pengakuan haknya untuk memperkaya uranium. Dengan demikian, negara tersebut bermaksud untuk mencegah konflik bersenjata.(yn)

Bambu Tidak Akan Selamanya Membungkuk Hanya Karena Ditiup Angin

EtIndonesia. Seorang pegawai wanita yang bekerja di loket pelayanan administrasi kependudukan selalu tampak murung. Bisa dibilang dia menderita fenomena “takut masuk kerja”.

Dia memiliki kebiasaan unik. Setiap kali bertengkar dengan warga yang datang mengurus sesuatu, dimarahi, atau diperlakukan tidak menyenangkan, dia menulis satu kata kecil “忍” (sabar) di buku catatannya.

Jika kemarahannya besar, dia menulis satu kata “忍” (ren=Sabar) yang lebih besar.

Lima tahun berlalu. Buku catatannya penuh dengan kata “忍” dalam berbagai ukuran.

Bukan hanya harus memikul rasa kesal setiap hari, dia juga memikul beban mental dari semakin banyaknya “忍” yang dia tulis. Akhirnya dia jatuh sakit.

Seorang senior mengetahui penyebabnya dan memberi solusi.

“Buang buku lama itu. Ambil buku baru. Bagi setiap halaman menjadi dua bagian.
Di sebelah kiri tulis ‘warga sulit’, di sebelah kanan tulis ‘warga baik’.

Jika bertemu warga sulit, tulis satu ‘忍’ di kiri.
Jika bertemu warga baik, coret satu ‘忍’.
Jika tidak ada ‘忍’ yang bisa dicoret, gambar satu wajah tersenyum di sebelah kanan.

Setiap minggu, hitunglah. Mana yang lebih banyak—‘忍’ atau senyum?”

Dia mengikuti saran itu.

Memang, di sebelah kiri ada cukup banyak ‘忍’, tetapi semuanya terhapus oleh senyum di sebelah kanan—bahkan senyumnya jauh lebih banyak.

Hatinya berubah.

“Ternyata, orang yang membuatku bahagia lebih banyak daripada yang membuatku kesal.”

Sejak itu, dia berusaha sebisa mungkin untuk tidak menulis ‘忍’.

Jika bertemu warga yang mudah diajak berkomunikasi, dia menggambar senyum kecil. Jika bertemu warga yang sulit, dia mengerahkan seluruh kemampuannya agar orang itu puas—lalu menggambar senyum besar.

Lama-kelamaan, buku itu penuh dengan wajah tersenyum.

Senyum-senyum itu terpancar di wajahnya, juga menghangatkan hatinya. Penyakitnya sembuh. Dia kembali bersemangat. Pergi bekerja tidak lagi menjadi beban, melainkan kesempatan untuk mencari nafkah sekaligus menemukan kebahagiaan.

Kabarnya, dia kemudian menikah dengan seorang pengusaha kaya. Orang yang memperkenalkan mereka adalah seorang ibu yang dulu pernah membuatnya hampir “naik darah”, tetapi akhirnya dilayaninya dengan sepenuh hati hingga sangat terkesan.

Ibu mertua itu sering berkata dengan bangga di kantor pelayanan :  “Di mana lagi bisa menemukan menantu yang wajahnya selalu cerah seperti ini?”

Angin datang, batang bambu membungkuk. Angin pergi, bambu kembali tegak, seolah angin tak pernah datang.

Awan datang, meninggalkan bayangan di dasar danau. Awan pergi, danau kembali jernih, seolah bayangan itu tak pernah ada.

Bambu tidak akan selamanya membungkuk hanya karena pernah diterpa angin. Air yang jernih tidak akan selamanya menyimpan bayangan awan.

Begitu pula orang yang berhati lapang. Ia tidak akan membiarkan dua kata kasar menjadi badai abadi di dalam hatinya. Dia tidak akan mengukir luka permanen hanya karena sikap orang lain yang tidak sopan.

Seperti danau yang jernih—awan berlalu tanpa jejak. Seperti bambu yang lentur—angin berlalu tanpa bekas.

Renungan

Kalimat “Bambu tidak akan selamanya membungkuk hanya karena pernah ditiup angin” tentu bukan berarti bambu tak bisa patah. Jika dihantam topan besar, bambu pun bisa tumbang.

Namun maksudnya adalah tentang kehidupan sehari-hari—tentang masalah kecil, rasa tidak nyaman, atau perlakuan kurang menyenangkan yang kita alami.

Sakit dan bahagia itu seperti magnet. Kesedihan menarik lebih banyak kesedihan. Kebahagiaan menarik lebih banyak kebahagiaan.

Jika kita terus mengingat, menyimpan, dan memikirkan semua kepahitan, maka rasa sakit itu tidak akan berkurang—justru semakin membesar hingga membuat kita sulit bernapas.

Sebaliknya, jika kita sering mengingat pengalaman menyenangkan, perlahan kita akan menjadi lebih optimis dan terbuka.

Alam memberi banyak pelajaran. Bambu tidak sekeras pohon besar, tetapi justru karena kelenturannya ia mampu bertahan dari terpaan angin. Pohon besar bisa patah, tetapi bambu membungkuk lalu kembali tegak.

Masalah dalam hidup ibarat angin yang menerpa bambu. Yang perlu kita pelajari adalah kelenturan dan ketangguhan itu—tidak melawan keras hingga patah, tetapi mampu menyesuaikan diri dan kembali berdiri.

Karena angin pasti berlalu. Yang penting, kita tetap utuh ketika dia pergi.(jhn/yn)

Iran Mempercepat Kesepakatan Rudal dengan Tiongkok Saat AS Mengerahkan Pasukan Angkatan Laut

EtIndonesia. Danny Citrinowicz, mantan perwira intelijen Israel dan analis di Institut Studi Keamanan Nasional, mengatakan bahwa akuisisi rudal anti-kapal supersonik oleh Iran dapat secara radikal mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut, menurut Reuters.

Kesepakatan di Tahap Akhir

Menurut sumber, Teheran semakin dekat untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Beijing untuk membeli rudal jelajah anti-kapal CM-302. Jangka waktu pengiriman belum ditentukan, tetapi negosiasi berada di tahap akhir.

Rudal-rudal tersebut mampu menyerang target pada jarak sekitar 290 kilometer dan dirancang untuk melewati pertahanan kapal berkat lintasan terbangnya yang rendah dan kecepatannya yang tinggi.

Para ahli percaya bahwa munculnya senjata semacam itu dapat secara signifikan memperkuat kemampuan militer Iran dan menciptakan risiko bagi pasukan angkatan laut AS.

Pembicaraan Dipercepat Setelah Konflik

Negosiasi tentang pembelian sistem rudal telah berlangsung selama sekitar dua tahun. Namun, setelah perang singkat antara Israel dan Iran pada musim panas, pembicaraan semakin intensif.

Sumber-sumber mengklaim bahwa perwakilan dari pimpinan Iran melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk Wakil Menteri Pertahanan Masoud Oraei.

“Ini akan mengubah segalanya jika Iran memiliki kemampuan supersonik untuk menyerang kapal-kapal di wilayah tersebut,” kata Danny Citrinowicz.

Reaksi AS dan situasi regional

Washington, DC. belum secara langsung mengomentari kemungkinan kesepakatan tersebut. Namun, seorang perwakilan Gedung Putih mengingatkan kembali pernyataan Presiden Donald Trump, yang memperingatkan bahwa tindakan keras dapat dilakukan jika tidak tercapai kesepakatan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, AS meningkatkan kehadiran militernya di dekat Iran. Kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok serangnya saat ini berada di wilayah tersebut, dan USS Gerald R. Ford juga sedang menuju ke sana.

Para analis percaya bahwa potensi kesepakatan tersebut dapat memperkuat kerja sama militer antara Teheran dan Beijing dan mempersulit upaya AS untuk membendung program rudal Iran. Selain itu, transfer sistem tersebut dapat terpengaruh oleh pembatasan yang diberlakukan oleh PBB.

Iran dan Rusia telah menyepakati perjanjian rahasia senilai sekitar €500 juta yang membahas pasokan sistem pertahanan udara portabel modern Verba. Menurut informasi yang tersedia, kesepakatan tersebut bersifat non-publik dan menyangkut transfer sejumlah MANPADS (Sistem Pertahanan Udara Portabel) rancangan Rusia terbaru untuk kebutuhan Iran.

AS siap mengadakan putaran pembicaraan baru dengan Iran di Jenewa paling cepat Jumat depan, tetapi mengharapkan Teheran untuk memberikan proposal terperinci dalam waktu 48 jam yang dapat dibahas dalam pertemuan tersebut. (yn)

Pelajaran dari Sepotong Kue

EtIndonesia. Kadang kita bertanya pada diri sendiri:  “Mengapa aku harus menderita? Jika Tuhan itu ada, mengapa Dia membiarkan semua ini terjadi dalam hidupku?” 

Mungkin, inilah salah satu jawabannya.

Seorang anak perempuan mengeluhkan pada ibunya bahwa hidupnya sedang kacau: 

Nilai ujian akhirnya hampir membuatnya tidak lulus. Pacarnya yang telah tiga tahun bersamanya meninggalkannya demi sahabatnya sendiri. Dan guru yang paling dia cintai meninggal karena sakit.

Di tengah kesedihan itu, sang ibu tidak banyak berkata-kata. Dia hanya ingin melakukan sesuatu untuk menghibur anaknya.

Ibu berkata :  “Mari kita membuat kue.”

Mereka masuk ke dapur. Saat ibu menyiapkan bahan dan peralatan, sang anak duduk termenung tanpa berkata apa-apa.

Ibu bertanya lembut :  “Kamu suka kue buatan Ibu, bukan?”

“Tentu, Bu. Itu kue favoritku.”

“Baiklah,” kata ibu sambil tersenyum. “Coba kamu minum sedikit minyak zaitun ini.”

Anak itu terkejut : “Kenapa? Aku tidak mau!”

“Kalau begitu makan dua butir telur mentah?”

“Bu, apa Ibu bercanda?”

“Atau coba makan sedikit tepung?”

“Nanti aku sakit, Bu!”

Ibu lalu berkata :  “Semua bahan ini, jika dimakan mentah-mentah, rasanya tidak enak. Tapi ketika dicampur dan diproses bersama, semuanya berubah menjadi kue yang lezat.”

Tuhan seperti seorang koki. Ketika kita bertanya mengapa kita harus mengalami penderitaan, sebenarnya kita tidak tahu ke mana penderitaan itu akan membawa kita, atau hasil apa yang akan lahir darinya.

Yang penting adalah Tuhan tahu. Dia tidak membiarkan kita jatuh tanpa makna.

Mungkin kita tidak sanggup menghadapi ‘bahan-bahan mentah’ dalam hidup. Namun kita bisa memilih untuk percaya dan menunggu, untuk melihat apa yang sedang Dia kerjakan dalam hidup kita.

Seperti tertulis:  “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Tuhan setia dan tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu…” (1 Korintus 10:13)

Kapan pun kamu ingin mencurahkan isi hatimu, Dia mendengar.Tuhan mengasihi kita dan memiliki rencana indah dalam hidup kita.

Dia memberi bunga bermekaran setiap musim semi. Dia membuat matahari terbit setiap pagi. Dia bisa saja tinggal di mana pun di dunia ini, namun Dia memilih tinggal di dalam hati kita.

Renungan

Jika berbagai peristiwa hidup diibaratkan sebagai bahan-bahan masakan, maka sikap kita, cara kita menghadapi masalah, kemampuan pribadi, relasi, dan kecerdasan emosi—itulah teknik memasaknya.

Kita tidak bisa memilih agar sepanjang hidup hanya bertemu hal-hal baik. Seperti bahan makanan, tidak semuanya terasa enak.

Namun enak atau tidaknya sebuah hidangan tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan, melainkan oleh keterampilan si koki.

Begitu pula hidup. Baik buruknya hidup tidak hanya ditentukan oleh nasib atau kesempatan, melainkan oleh cara kita menyikapinya.

Bahan terbaik sekalipun bisa menjadi makanan yang gagal jika dimasak tanpa keahlian. Sebaliknya, bahan sederhana di tangan koki yang terampil bisa menjadi hidangan istimewa.

Dalam hidup, kita bisa menjadi tiga jenis orang:

  1. Mereka yang sejak awal tampak berbakat—bahkan dari keadaan sulit pun mampu menghasilkan sesuatu yang baik.
  2. Mereka yang selalu gagal, bahkan dengan peluang terbaik sekalipun.
  3. Mereka yang awalnya tidak mahir, tetapi mau belajar dan terus berkembang hingga akhirnya mampu menciptakan hasil yang baik.

Kita mungkin tidak dilahirkan sebagai orang pertama. Namun kita selalu bisa memilih menjadi yang ketiga.

Melalui usaha, pembelajaran, dan kemauan untuk memperbaiki diri, kita bukan hanya memperkaya hidup sendiri, tetapi juga memberi kebaikan bagi orang lain.

Pelajaran dari sepotong kue ini sederhana: Yang menentukan rasa kue bukanlah bahan semata, melainkan cara mengolahnya.

Dan yang menentukan baik buruknya hidup bukanlah peristiwa yang kita alami, melainkan cara kita merespons dan menghadapinya. (jhn/yn)

Beberapa Teori yang Perlu Dipahami oleh Orang Modern

Efek Kupu-Kupu (Butterfly Effect)

Pada tahun 1970-an, seorang ahli meteorologi Amerika bernama Edward Lorenz menjelaskan teori sistem atmosfer. Dia mengatakan bahwa kepakan sayap seekor kupu-kupu di hutan Amazon bisa saja, dua minggu kemudian, memicu badai tornado di Texas.

Efek kupu-kupu menjelaskan bahwa perubahan kecil pada kondisi awal dapat berkembang dan membesar, hingga akhirnya menimbulkan dampak yang sangat besar di masa depan.

Artinya, ada hal-hal kecil yang bisa kita abaikan, tetapi ada juga hal kecil yang jika terus berkembang, bisa membawa dampak besar bagi organisasi, negara, bahkan kehidupan pribadi. Dalam hal tertentu, kita tidak boleh ceroboh terhadap “hal kecil”.

Fenomena Katak Rebus (Boiling Frog)

Jika seekor katak dimasukkan langsung ke dalam air panas, dia akan segera melompat keluar karena merasakan bahaya.

Namun jika katak dimasukkan ke dalam air dingin yang dipanaskan perlahan-lahan, dia tidak akan langsung melompat. Saat suhu air semakin naik, katak tidak menyadari bahaya hingga akhirnya dia mati karena terlambat bereaksi.

Teori ini mengajarkan bahwa perubahan drastis sering membuat kita waspada. Namun bahaya yang paling mematikan justru datang dari kemunduran perlahan yang terjadi saat kita merasa semuanya baik-baik saja.

Hukum Buaya (Alligator Principle)

Bayangkan seekor buaya menggigit kakimu. Jika kamu mencoba melepaskannya dengan tangan, buaya akan menggigit tanganmu juga.

Semakin kamu meronta, semakin banyak bagian tubuhmu yang digigit, hingga akhirnya kamu habis dimangsa.

Satu-satunya cara adalah mengorbankan kaki itu agar tidak kehilangan seluruh tubuh.

Dalam dunia saham, prinsip ini berarti: Jika transaksi yang kamu lakukan ternyata berlawanan dengan arah pasar, segera hentikan kerugian (cut loss). Jangan menunda dan jangan berharap keberuntungan. Jika tidak, kerugian bisa menjadi total.

Efek Lele (Catfish Effect)

Dulu, ikan sarden yang diangkut sering mati karena kekurangan oksigen.

Kemudian ditemukan bahwa jika satu ekor ikan lele dimasukkan ke dalam tangki sarden, tingkat kelangsungan hidup meningkat.

Mengapa?

Karena lele yang agresif membuat sarden bergerak lebih aktif, sehingga tidak kekurangan oksigen.

Efek ini menunjukkan bahwa adanya “unsur berbeda” atau kompetitor justru bisa mendorong dinamika dan meningkatkan daya hidup.

Efek Kawanan (Bandwagon Effect)

Ke mana domba pemimpin pergi, domba lain akan mengikutinya.

Dalam investasi, ini menggambarkan kecenderungan orang untuk meniru keputusan orang lain tanpa analisis sendiri.

Fenomena ikut-ikutan ini sering membuat banyak orang membeli atau menjual hal yang sama pada waktu yang sama—tanpa berpikir kritis.

Hukum Landak (Hedgehog Concept)

Dua landak yang kedinginan saling mendekat untuk menghangatkan diri. Namun duri mereka saling melukai, sehingga mereka menjauh. Karena tetap kedinginan, mereka mendekat lagi.

Akhirnya mereka menemukan jarak yang tepat: cukup dekat untuk berbagi kehangatan, tetapi tidak sampai saling melukai.

Dalam hubungan manusia, ini disebut “jarak psikologis yang sehat”. Terlalu dekat bisa melukai, terlalu jauh bisa membekukan hubungan.

Hukum Jam Tangan (Segal’s Law)

Jika seseorang hanya memiliki satu jam tangan, dia tahu pukul berapa sekarang.

Namun jika dia memiliki dua jam tangan dengan waktu berbeda, dia justru menjadi bingung dan kehilangan kepastian.

Dalam manajemen, ini berarti:  Satu orang atau satu organisasi tidak boleh memiliki dua arah tujuan atau dua sistem komando yang berbeda. Jika tidak, akan timbul kebingungan dan ketidakefektifan.

Teori Ember (Bucket Effect)

Sebuah ember terdiri dari papan-papan kayu dengan panjang berbeda.

Daya tampung airnya tidak ditentukan oleh papan terpanjang, tetapi oleh papan terpendek.

Artinya, dalam tim atau organisasi, kelemahan terbesar sering menjadi batas utama keberhasilan.

Teori Jendela Pecah (Broken Windows Theory)

Jika satu jendela rumah pecah dan tidak diperbaiki, tak lama kemudian jendela lain akan ikut pecah.

Jika dinding dicoret dan tidak dibersihkan, coretan lain akan muncul.

Jika tempat bersih mulai dipenuhi sampah, orang akan lebih mudah membuang sampah lagi tanpa rasa bersalah.

Pesannya: Kerusakan kecil yang dibiarkan bisa memicu kerusakan yang lebih besar.

Prinsip 80/20 (Prinsip Pareto)

Ekonom Italia Vilfredo Pareto menemukan bahwa sekitar 80% kekayaan dikuasai oleh 20% populasi.

Secara umum, 20% faktor penting sering menghasilkan 80% hasil.

Dalam bisnis dan kehidupan, kita harus fokus pada “20% yang krusial” daripada membagi perhatian secara rata.

Efek Matius (Matthew Effect)

Dalam Injil Matius tertulis: “Siapa yang mempunyai, akan diberi lebih banyak; dan siapa yang tidak mempunyai, bahkan apa yang dimilikinya akan diambil.”

Efek Matius menggambarkan fenomena keunggulan kumulatif—yang kuat semakin kuat, yang lemah semakin tertinggal.

Fenomena ini sering terlihat dalam pendidikan, ekonomi, dan karier.

Teori-teori ini bukan hanya untuk dunia bisnis atau ekonomi.  Semua bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Jangan abaikan hal kecil.
  • Waspada terhadap kemunduran perlahan.
  • Berani menghentikan kerugian.
  • Jangan hanya ikut-ikutan.
  • Temukan jarak yang sehat dalam hubungan.
  • Fokus pada hal yang benar-benar penting.

Di zaman modern yang serba cepat, memahami pola-pola ini membantu kita berpikir lebih jernih dan bertindak lebih bijak.(jhn/yn)

Badai Salju Sebabkan Ribuan Penerbangan Dibatalkan, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS: Respons Bencana Tetap Berjalan

EtIndonesia. Sejak badai salju hebat melanda, dampaknya menyebabkan puluhan ribu penerbangan dibatalkan atau ditunda. Sejumlah penumpang bahkan mengalami pembatalan penerbangan hingga tiga kali berturut-turut. Gangguan penerbangan diperkirakan berlanjut setidaknya hingga Selasa (24 Februari), kembali menguji kemampuan maskapai untuk memulihkan operasi menjelang akhir musim dingin tahun ini.

Penumpang bandara di Pennsylvania, Daniel Gueyikian, mengatakan:  “Penerbangan pertama saya dari Newark tadi malam dibatalkan. Lalu dijadwal ulang pagi ini dari Philadelphia, tapi dibatalkan lagi. Kemudian diubah ke sekitar pukul 1 siang dari Philadelphia—masih dibatalkan. Sekarang dijadwalkan pukul 5 sore.”

Pada Senin (23 Februari), Bandara LaGuardia membatalkan lebih dari 1.000 penerbangan lepas landas dan mendarat, sekitar 98% dari jadwal hari itu.

Di Bandara Internasional Logan Boston, lebih dari 90% penerbangan dibatalkan. Sementara Bandara Internasional Philadelphia dan Bandara Internasional Newark Liberty masing-masing membatalkan lebih dari 80% penerbangan.

Selain itu, Bandara Internasional T. F. Green menghentikan seluruh operasional sementara.

Menurut data FlightAware, gangguan penerbangan masih akan berlanjut hingga Selasa.

Penumpang bandara Pennsylvania lainnya, Chad Spohn, berkata:  “Kami datang lebih awal semalam dan menginap di hotel Marriott. Pagi-pagi kami ke bandara, tapi penerbangan pukul 5.30 pagi dibatalkan. Jadi kami baru berangkat pukul 5.30 sore. Sekarang kami datang terlalu awal dan harus menunggu dua jam hanya untuk check-in dan masuk bandara.”

Maskapai American Airlines, Delta, JetBlue, Spirit, dan United Airlines membebaskan biaya perubahan jadwal dan selisih harga tiket bagi penumpang yang bepergian akhir pekan ini. Sebagian kebijakan fleksibel tersebut berlaku hingga 4 Maret.

Hingga penutupan berita pada Senin, badai salju telah menyebabkan lebih dari 7.500 penerbangan tertunda dan 3.400 penerbangan dibatalkan.

Pada hari yang sama, sejumlah landmark dan institusi budaya—termasuk Museum of Modern Art dan Arlington National Cemetery—ditutup sementara.

Ahli dari National Weather Service menyatakan bahwa meskipun badai mulai melemah pada Senin sore, masih akan turun salju setebal 5–6 inci. Pembersihan salju diperkirakan memakan waktu hingga satu minggu.

Pada 22 Februari, Department of Homeland Security menyampaikan bahwa meski menghadapi keterbatasan dana, Federal Emergency Management Agency (FEMA) akan tetap menjalankan respons bencana dan memberikan bantuan penting bagi para korban.

Laporan oleh jurnalis New Tang Dynasty Television Wang Ziyi, dari Amerika Serikat.

Gelombang Protes Baru Meletus di Iran, Diplomat AS Dievakuasi dari Lebanon

Akhir pekan lalu, gelombang protes baru pecah di sejumlah universitas di Iran. Para demonstran meneriakkan slogan seperti “Rebut kembali Iran”, menentang rezim kediktatoran Islam Iran. Seiring meningkatnya ketegangan AS–Iran, Amerika Serikat memperkuat penempatan militernya di Timur Tengah dan memerintahkan evakuasi segera diplomat non-esensial dari Kedutaan Besar AS di Beirut, Lebanon.

EtIndonesia.  Setelah protes anti-pemerintah meletus di sejumlah kampus Iran pada 22 Februari, pada Senin (23 Februari) mahasiswa Universitas Alzahra di Tehran turun ke jalan menentang rezim otoriter. 

Para pengunjuk rasa meneriakkan seruan seperti:  “Kami akan berjuang, kami akan berkorban, kami akan merebut kembali Iran,”  untuk memperingati 40 hari wafatnya para demonstran yang tewas baru-baru ini. Bulan lalu, otoritas Iran menindak keras protes nasional, menewaskan setidaknya ribuan orang.

Sementara itu, militer AS terus memperkuat kehadirannya di Timur Tengah. Pada Senin, USS Gerald R. Ford milik Angkatan Laut AS tiba di Pelabuhan Souda, Pulau Kreta, dan bergerak menuju Laut Mediterania Timur.

Sebelumnya, USS Abraham Lincoln telah ditempatkan di Laut Arab. Kedua kapal induk tersebut membawa kelompok tempur udara besar, termasuk jet F-35 dan F/A-18 “Hornet”.

Pejabat Departemen Luar Negeri AS  mengatakan kepada Associated Press pada Senin bahwa kemungkinan aksi militer AS meningkat seiring memburuknya ketegangan dengan Iran. Pemerintah AS telah memerintahkan evakuasi diplomat non-esensial dan keluarga mereka dari Kedutaan Besar di Beirut. Staf inti tetap bertugas untuk menjaga operasional. Langkah ini bersifat sementara, demi keselamatan personel sekaligus memastikan layanan bagi warga negara AS di Lebanon tetap berjalan.

Pada Juni tahun lalu, menjelang perintah Presiden Donald Trump untuk melancarkan operasi “Midnight Hammer” terhadap fasilitas nuklir Iran, AS juga pernah mengeluarkan perintah evakuasi serupa untuk kedutaan di Beirut dan Baghdad.

Di saat yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memperingatkan Iran agar tidak menyerang Israel, atau akan menghadapi balasan yang tak terbayangkan.
Netanyahu menyatakan:  “Saya menyampaikan pesan yang jelas kepada rezim Ali Khamenei: jika mereka berani menyerang Israel, itu akan menjadi kesalahan terburuk dalam sejarah, dan mereka akan menghadapi pembalasan yang tidak dapat mereka bayangkan.”

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, mengkonfirmasi bahwa AS dan Iran akan menggelar putaran ketiga perundingan pada Kamis (26 Februari) di Geneva. Sebagai mediator, Badr menyatakan perundingan ini bertujuan mendorong kesepakatan terkait program nuklir Teheran.

Namun, perundingan AS–Iran lama menemui kebuntuan. Iran hingga kini menolak membahas tuntutan AS dan Israel, termasuk pengurangan program rudal serta penghentian dukungan kepada kelompok seperti Hamas dan Hezbollah.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19 Februari) lalu mengeluarkan ultimatum, mendesak Iran mencapai kesepakatan dalam 10–15 hari, atau menghadapi konsekuensi serius.

Laporan komprehensif oleh jurnalis New Tang Dynasty Television Zhao Fenghua

Ratusan Akun AI Terkait PKT Terungkap Campuri Pemilu Jepang, Pakar Bongkar Operasinya

EtIndonesia. Laporan Nikkei menyebutkan, selama periode pemilihan anggota DPR Jepang baru-baru ini, muncul lebih dari 400 akun bot di media sosial X yang diduga dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Akun-akun tersebut menyebarkan informasi palsu yang merugikan Sanae Takaichi dan Partai Demokrat Liberal.  Para pakar memperingatkan bahwa perang informasi PKT kian agresif, sehingga komunitas internasional perlu memperkuat kerja sama dan mengambil tindakan tegas.

 “Intervensi pemilu melalui platform media sosial oleh PKT merupakan operasi yang sistematis dan terstruktur, dengan pola yang bisa dilacak. Kasus-kasusnya terlihat di Taiwan dan Amerika Serikat—di antara negara demokrasi lainnya—dan Taiwan menjadi medan perang kognitif terbesar dan paling serius,” kata Peneliti madya Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Hsieh Pei-hsueh. 

Peneliti Institut yang sama, Shen Ming-shih, menilai bahwa dampak intervensi kali ini relatif kecil, bahkan bisa berbalik arah:  “Jepang menyadari bahwa mereka menghadapi situasi propaganda dan perang kognitif PKT yang mirip dengan Taiwan. Jepang juga menyatakan ingin belajar dari Taiwan dalam merespons, yang justru mendorong kerja sama keamanan siber Taiwan–Jepang menjadi lebih erat.”

Pola penyebaran akun yang diduga dikendalikan PKT disebut terbagi menjadi dua jenis: akun sumber dan akun akselerator penyebaran. Meski skala penyebaran hoaks kali ini terbatas dan sulit mempengaruhi hasil pemilu, kualitas operasinya jelas meningkat—bahasa Jepang dalam unggahan lebih fasih, serta menggunakan gambar hasil AI generatif.

Hsieh menekankan pentingnya kesiapsiagaan jangka panjang:  “Bukan hanya saat pemilu. Pada masa damai pun, kita perlu membangun mekanisme pemantauan dan berbagi informasi jangka panjang antara pemerintah, akademisi, media, dan organisasi masyarakat sipil untuk menghadapi risiko hoaks yang berkembang pesat di era AI.”

Shen menambahkan:  “Begitu informasi terbukti tidak benar, harus segera ditanggapi dan diluruskan. Selain itu, perlu pernyataan resmi melalui jalur yang sah agar dunia memahami tujuan, niat, dan metode PKT.”

Para pakar menyerukan agar masyarakat internasional memperkuat kolaborasi menghadapi perang informasi PKT yang semakin meningkat.

Shen menutup:  “Metode propaganda dan intervensi pemilu lintas negara terus diperbarui. Karena itu, pertukaran dan kerja sama antarnegara menjadi sangat penting.”

Laporan oleh jurnalis New Tang Dynasty Television Zhao Fenghua dan reporter khusus Luo Ya.

Menjelang Peringatan ke-4 Perang Rusia-Ukraina, Militer Ukraina Mencapai Hasil yang Menakjubkan, Berhasil Merebut Kembali Sejumlah Besar Wilayah

EtIndonesia. Menjelang empat tahun pecahnya perang Rusia–Ukraina, militer Ukraina mengumumkan hasil tempur yang mengejutkan. Sepanjang Februari saja, pasukan Ukraina berhasil merebut kembali sekitar 400 kilometer persegi wilayah di garis depan selatan, kontras dengan kemajuan pasukan Rusia yang lambat dan berbiaya tinggi.

Dalam wawancara terbaru, Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan dengan tegas bahwa Vladimir Putin telah memulai Perang Dunia Ketiga, namun Ukraina tidak akan mengorbankan wilayah demi gencatan senjata.

Perang Rusia–Ukraina Hampir Empat Tahun

Tinggal satu hari lagi perang Rusia–Ukraina memasuki tahun keempat. Pada Senin dini hari, wilayah Odesa di selatan Ukraina kembali diserang drone Rusia. Dua warga sipil tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Warga Odesa, Lyudmyla, mengatakan:  “Setahun terakhir adalah yang paling berat bagi saya. Pemadaman listrik, cuaca dingin, dan serangan yang makin sering—itu hanya sebagian dari yang kami alami.”

Di sebuah pusat pelatihan di Zaporizhzhia, para rekrutan baru Ukraina berlatih merayap di bawah simulasi tembakan untuk persiapan penugasan ke garis depan.

Rekrutan Ukraina, Vladyslav, berkata:  “Perang ini sudah memasuki tahun kelima. Perang ini harus diakhiri—seratus persen. Orang-orang terus meninggal, kita harus berbuat sesuatu.”

Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, pada Senin menyatakan bahwa sejak akhir Januari, Ukraina telah merebut kembali 400 km² wilayah garis depan, termasuk delapan permukiman.

Capaian langka ini terjadi di wilayah tenggara Dnipropetrovsk, dan dinilai sangat kontras dengan kemajuan Rusia yang lambat namun mahal di medan perang.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengatakan:  “Rusia tidak lagi membuat kemajuan di garis depan. Sebaliknya, pasukan pertahanan Ukraina mencapai kemajuan teritorial yang mengejutkan pada Februari. Ekonomi Rusia berada di bawah tekanan berat akibat sanksi dan perang—jauh lebih parah dari yang dilaporkan media.”

Serangan Ukraina ke Jalur Energi Rusia, Hungaria Hambat Sanksi Baru UE

Serangan balasan Ukraina tidak hanya terjadi di darat. Serangan terhadap fasilitas energi Rusia terus dilakukan untuk melemahkan ekonomi perang Moskow.

Dalam serangan terbaru pada Minggu malam, tangki penyimpanan besar di pipa minyak Druzhba terbakar hebat. Fasilitas ini berjarak sekitar 1.200 km dari garis depan dan merupakan urat nadi pasokan minyak Rusia ke Eropa Timur.

Sejak 27 Januari, pengiriman minyak Rusia ke Hungary dan Slovakia terhenti. Kedua negara itu mengancam akan memutus pasokan listrik ke Ukraina jika aliran minyak tidak dipulihkan.

Uni Eropa semula berencana meluncurkan paket sanksi ke-20 terhadap Moskow bertepatan dengan empat tahun perang, namun mendapat penolakan keras dari Hungaria.

Kepala kebijakan luar negeri European Union, Kaja Kallas, mengatakan:
“Saya kira hari ini belum ada kemajuan di isu ini, tetapi kami akan terus berupaya mendorong sanksi terhadap Rusia.”

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, Presiden Zelenskyy kembali menegaskan bahwa Putin telah memulai Perang Dunia Ketiga. Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah demi gencatan senjata; satu-satunya jalan adalah meningkatkan tekanan militer dan ekonomi agar Moskow mengalah.

Akhir pekan lalu, warga di Kanada, Turkey, Italy, dan Hungaria menggelar aksi unjuk rasa mendukung Ukraina.

Para demonstran meneriakkan:  “Hentikan Putin! Hentikan perang!”

Laporan komprehensif oleh reporter New Tang Dynasty Television, Yi Jing.

Pesawat Medis India Jatuh Mendadak, Tak Ada yang Selamat

EtIndonesia. Pernyataan Directorate General of Civil Aviation (DGCA) India mengumumkan sebuah pesawat  medis lepas landas dari Ranchi pada 23 Februari 2026 pukul 19.11. Selama penerbangan, awak pesawat sempat menghubungi menara pengawas dan menyampaikan permintaan “menyimpang dari rute semula karena kondisi cuaca”. Namun pada pukul 19.34, pesawat kehilangan kontak dengan darat dan kemudian ditemukan jatuh di kawasan hutan Jharkhand.

 “Kami menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 22.00. Karena kondisi medan, mencapai lokasi sangat sulit sehingga menyulitkan proses penyelamatan. Tim dari Delhi akan datang untuk melakukan penyelidikan dan mencari kotak hitam. Saat ini dipastikan ketujuh penumpang di dalam pesawat semuanya meninggal dunia,” kata seorang pejabat kepolisian kepada ANI. 

Pejabat terkait juga menyampaikan kepada Press Trust of India (PTI) bahwa para korban terdiri dari seorang pasien luka bakar, istrinya dan seorang kerabat, seorang dokter, seorang perawat, serta dua pilot—tidak ada satu pun yang selamat.

Laporan India Today menyebutkan bahwa pasien luka bakar tersebut berasal dari keluarga kurang mampu. Pekan lalu ia mengalami sengatan listrik yang menyebabkan lebih dari 60% kulit tubuhnya mengalami luka bakar. Keluarga korban mengumpulkan dana dengan meminjam uang dari kerabat hingga 800 ribu rupee (sekitar 8.703 dolar AS) untuk menyewa pesawat medis guna membawanya ke rumah sakit.

Sementara itu, Hindustan Times mengutip Kepala Bandara Ranchi, Vinod Kumar, yang mengatakan bahwa cuaca buruk kemungkinan menjadi salah satu penyebab kecelakaan, namun penyebab pasti insiden ini masih harus ditentukan melalui penyelidikan lebih lanjut.  (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Badai Salju Menerjang Amerika Serikat: Enam Negara Bagian Terapkan Keadaaan Darurat, 600.000 Rumah Tanpa Listrik 

EtIndonesia. Badai salju yang  turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York, pada Senin (23/2/2026) pagi. Otoritas cuaca menyebut badai ini sebagai “siklon bom” khas pesisir Timur Laut, yang menyebabkan lebih dari 600 ribu pelanggan di Pantai Timur Amerika Serikat mengalami pemadaman listrik. 

“Kami sekarang berada di Penn Station di Manhattan, yang dulu merupakan salah satu lokasi tersibuk. Untuk pertama kalinya sejak 2017, New York City mengeluarkan peringatan badai salju. Saat ini, bus kota dan sebagian layanan subway dihentikan sepenuhnya, sementara sebagian besar jalur kereta dan subway mengalami keterlambatan besar. Transportasi antarkota sudah ditutup sejak tadi malam, dan lalu lintas lintas negara bagian terdampak parah,” demikian jurnalis NTD melaporkan. 

Akibat badai salju yang menyapu wilayah Timur AS, puluhan juta orang terdampak aktivitas perjalanannya, dan ribuan penerbangan dibatalkan.

Reporter NTD melaporkan dari lokasi badai salju yang turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York (Tangkapan layar NTD)

Wisatawan di New York:  “Semua penerbangan dibatalkan. Penerbangan saya beberapa kali dijadwal ulang lalu akhirnya dibatalkan, jadi saya baru bisa terbang besok. Itu pun harus transit tiga kali sebelum bisa pulang ke Texas.”

Termasuk New York dan New Jersey, enam negara bagian mengumumkan keadaan darurat dan meminta warga tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan penting. Polisi di Maryland menyatakan bahwa salju lebat menyebabkan kecelakaan lalu lintas serius yang menewaskan dua orang.

Badai salju yang turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York (Tangkapan layar NTD)

Mulai 23 Februari pukul 07.00 pagi, NJ Transit menghentikan sementara seluruh layanan kereta, bus, light rail, dan akses layanan difabel.

Data Pemerintah Kota New York menunjukkan bahwa hingga Senin sore, badai salju telah membawa 19 inci (sekitar 48 cm) salju ke sebagian besar wilayah kota, dengan beberapa daerah mencatat lebih dari 24 inci (sekitar 61 cm)—berpotensi memecahkan rekor curah salju.

badai salju yang turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York (Tangkapan layar NTD)

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengatakan:  “Negara Bagian New York masih berada dalam status darurat. Larangan perjalanan telah dicabut pada siang hari ini, tetapi peringatan bahaya bepergian akan berlaku hingga tengah malam. Saya kembali mengimbau semua kendaraan non-darurat—termasuk mobil, truk, sepeda motor, dan sepeda listrik—untuk tidak turun ke jalan.”

Hingga pukul 12.30 siang, Dinas Kebersihan Kota New York menyatakan telah menaburkan sekitar 50 juta pon garam dan membersihkan setidaknya 99,5% jalan kota.

Warga New York:  “Memang ada sedikit keterlambatan. Saya datang dari Brooklyn, tapi kondisi hari ini tidak separah yang saya bayangkan. Semua petugas bekerja keras membersihkan jalan, jadi saya tidak banyak mengeluh.”

badai salju yang turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York (Tangkapan layar NTD)

Wisatawan di New York:  “Kami berasal dari Cina selatan dan belum pernah melihat salju sebesar ini. Saljunya tebal dan licin saat berjalan.”

Wisatawan lainnya:  “Saya dari Kanada—di sana juga sedang turun salju.”
“Saya dari Tennessee, tempat kami hampir tidak pernah melihat salju sebesar ini. Ini pertama kalinya dalam hidup saya mengalami badai salju.”
“Sayangnya semua tempat tutup. Kami ingin berkeliling, tapi semuanya tutup.”

Saat ini New York dan New Jersey telah mencabut larangan perjalanan, namun warga tetap dianjurkan tinggal di rumah dan mengurangi mobilitas. Sekolah negeri New York akan kembali menggelar pembelajaran tatap muka pada Selasa.

Meski begitu, masih ada warga yang memanfaatkan badai salju untuk menikmati kesenangan musim dingin.

Wisatawan di New York:  “Kami bermain lempar bola salju dan berusaha meninggalkan jejak terdalam di salju. Seru sekali!”
“Cuacanya indah.”

 “National Weather Service memperkirakan suhu rendah dan salju akan berlanjut hingga pekan depan. Pejabat kota menyatakan akan terus membersihkan salju, menjaga kelancaran jalan, dan bersiap menghadapi keadaan darurat,” demikian jurnalis NTD melaporkan. (Hui)

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television Yu Liang dan Ying Xiang, dari New York.