Gedung Putih Nyalakan Mesin Perang? Kapal Induk Nuklir Raksasa Dikerahkan ke Zona Konflik

EtIndonesia. Sejumlah media Amerika Serikat pada 13 Februari 2026 melaporkan bahwa kelompok tempur kapal induk USS Gerald R. Ford diperintahkan meninggalkan kawasan Karibia dan bergerak menuju Timur Tengah. Kapal induk bertenaga nuklir generasi terbaru ini membawa Sayap Udara Kapal Induk Kedelapan (Carrier Air Wing Eight) dan diperkirakan akan ditempatkan di kawasan tersebut setidaknya hingga Mei 2026.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan strategis Washington, menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Rekam Jejak Penugasan: Dari Eropa ke Karibia

Kelompok tempur kapal induk Ford sebenarnya telah menjalani penugasan luar negeri sejak Juni 2025. Pada fase awal, kapal ini dikerahkan ke Eropa untuk mengikuti latihan militer NATO di Laut Utara sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman Rusia di kawasan Baltik.

Pada periode tersebut, kapal sempat berlabuh di Oslo, Norwegia, sebelum bergerak ke Laut Mediterania pada September 2025, dengan kunjungan ke Italia dan Kroasia.

Namun pada Oktober 2025, arah penugasannya berubah drastis. Kapal ini dialihkan ke kawasan Karibia. Pada pertengahan November 2025, kelompok tempur Ford terpantau berada di perairan dekat Venezuela.

Pada Januari 2026, sejumlah laporan menyebutkan bahwa elemen kekuatan udara yang terkait dengan penempatan tersebut turut mendukung operasi militer yang menargetkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, meski rincian resmi tidak diungkap secara terbuka oleh Pentagon.

Kini, arah baru menuju Timur Tengah menandai babak berikutnya dalam siklus operasional kapal induk ini.

Kapal Induk Generasi Baru dengan Teknologi Revolusioner

USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk kelas Ford pertama milik Angkatan Laut AS. Kapal ini menggunakan reaktor nuklir tipe A1B generasi baru yang dirancang beroperasi hingga 50 tahun tanpa perlu penggantian bahan bakar.

Keunggulan utamanya meliputi:

  • Sistem peluncur pesawat elektromagnetik (EMALS)
  • Sistem penahan pendaratan elektromagnetik
  • Otomatisasi tinggi yang mengurangi kebutuhan personel hingga 35–50%
  • Kapasitas listrik tiga kali lipat dibanding kapal kelas Nimitz

Jika kapal kelas Nimitz mampu menghasilkan 140–160 sorti per hari, kelas Ford mampu meningkatkan angka tersebut menjadi 180–220 sorti per hari, menjadikannya salah satu platform proyeksi kekuatan paling efisien di dunia.

Penugasan tempur pertamanya dimulai pada Mei 2023 dari Norfolk menuju Eropa. Setelah serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023, kapal ini segera bergerak ke Timur Tengah dan menyelesaikan misi delapan bulan pada Januari 2024.

Rekor Penugasan Terlama?

Secara umum, siklus penempatan kapal induk AS berlangsung sekitar tujuh bulan. Namun sejak 2021, rata-rata penugasan meningkat menjadi hampir sembilan bulan.

Jika USS Ford tetap berada di luar negeri setelah 15 April 2026, kapal ini berpotensi mencatatkan rekor penugasan terlama sejak era Perang Vietnam.

Sementara itu, distribusi kapal induk AS saat ini menunjukkan:

  • USS George Washington ditempatkan di Jepang (Armada Ketujuh).
  • USS Nimitz kembali ke Seattle menjelang masa pensiun.
  • USS John F. Kennedy masih dalam tahap uji coba laut.
  • USS George H. W. Bush tengah menyelesaikan latihan dan sertifikasi.
  • USS Theodore Roosevelt berbasis di San Diego.

Dengan konfigurasi ini, USS Ford kemungkinan menjadi kapal pertama yang tiba di kawasan Timur Tengah, meskipun tidak tertutup kemungkinan USS George H. W. Bush akan menggantikannya pada pertengahan tahun 2026.

Pergerakan Jet Tempur dan Sinyal Eskalasi

Selain pengerahan kapal induk, pergerakan tambahan jet tempur juga terdeteksi. Enam pesawat F-35 dilaporkan lepas landas dari Pangkalan Lakenheath, Inggris, menuju Yordania. Beberapa unit lain yang berbasis di Morón, Spanyol, juga berpotensi mengikuti.

Langkah ini dipandang sebagai penguatan lapisan udara jika konflik meningkat.

Diplomasi Tegang: Trump–Netanyahu Bahas Iran

Pada 10 Februari 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menggelar pertemuan selama tiga jam di Gedung Putih dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Netanyahu mendesak agar Washington tidak menerima kesepakatan apa pun dengan Iran yang tidak mencakup penghentian total program nuklir serta penghancuran persediaan rudal balistik Teheran.

Pada 13 Februari 2026, Reuters melaporkan bahwa militer AS tengah mempersiapkan skenario operasi militer yang dapat berlangsung beberapa minggu jika perintah dikeluarkan.

Dalam wawancara pada tanggal yang sama, Trump menyatakan bahwa jika diplomasi gagal, opsi militer siap dijalankan. Dia bahkan menyebut bahwa perubahan rezim di Iran bisa menjadi “hasil terbaik” setelah konflik panjang selama 47 tahun.

Trump juga mengindikasikan bahwa kapal induk kedua dapat dikerahkan sebagai langkah antisipatif.

Seberapa Besar Potensi Operasi?

Jika serangan benar-benar terjadi, pengamat memperkirakan operasi akan:

  • Berlangsung beberapa minggu
  • Melibatkan kapal induk dan kapal perusak
  • Menggunakan F-35, F-22, F-15, pembom B-52 dan B-2
  • Didukung operasi intelijen intensif
  • Terkoordinasi erat dengan Israel

Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pengerahan militer dapat berlangsung berbulan-bulan sebelum aksi nyata terjadi.

Untuk saat ini, banyak analis menilai kemungkinan konflik dalam satu hingga dua pekan ke depan masih relatif kecil. Indikasi yang lebih jelas kemungkinan baru terlihat setelah kelompok tempur USS Ford benar-benar tiba dan menempati posisi operasional di kawasan Timur Tengah.

15 Kebiasaan Buruk yang Membuat Para Tokoh Sukses Menggelengkan Kepala

01. Tidak Menepati Janji (Tidak Bisa Dipercaya)

Ketua Sin Yi Realty, Zhou Junji, mengatakan bahwa tidak menepati janji adalah kebiasaan kerja yang sangat buruk. “Manusia tidak akan berdiri tanpa kepercayaan.” Hal ini terlebih lagi berlaku di dunia kerja.

Hal kecil seperti datang tepat waktu saat ada janji, hingga transaksi bisnis bernilai puluhan bahkan ratusan juta, semuanya harus berlandaskan kepercayaan. Orang yang tidak bisa dipercaya bukan hanya akan dipandang rendah, tetapi juga sulit bertahan di tengah masyarakat.

Karena itu, di Shin Yi Realty, semua rapat—besar maupun kecil—harus dimulai tepat waktu. Ketepatan waktu adalah wujud nyata dari menepati janji. Siapa pun yang terlambat harus berdiri sebagai bentuk sanksi: terlambat berapa menit, berdiri selama itu pula. Aturan ini berlaku untuk semua, dari direktur hingga staf biasa.

02. Tidak Memiliki Rasa Ingin Tahu

Direktur Utama ING AnTai Life Insurance, Chen Piyao, mengatakan bahwa dalam pekerjaan, bukan hanya soal kecepatan atau kepatuhan pada target yang menentukan masa depan seseorang, melainkan cara berpikirnya.

Misalnya, ketika menerima keluhan pelanggan, dia tidak hanya fokus menenangkan dan menyelesaikan masalah di permukaan, tetapi akan menelusuri seluruh arsip lama untuk melihat apakah masalah tersebut benar-benar baru atau hanya kelanjutan dari persoalan lama. Dengan begitu, dia bisa menemukan inti masalah dan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi, bukan sekadar mengulang cara lama.

Untuk melakukan hal ini, seseorang harus memiliki rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu mendorong kita untuk berpikir lebih dalam dan berbuat lebih banyak. Jika sejak muda tidak membiasakan sikap ini, maka di kemudian hari akan sulit untuk mengubahnya.

03. Terlalu Percaya Diri (Sombong)

Direktur Utama Daewoo Information, Li Yongjin, menyebutkan bahwa persaingan industri kini semakin ketat dan kerja tim menjadi semakin penting.

Dalam kerja tim, yang paling tidak disukai adalah orang yang terlalu sombong—kemampuan biasa saja, tetapi merasa paling hebat. Orang seperti ini tidak mau mendengarkan pendapat orang lain dan justru menjadi penghambat kerja sama tim.

04. Menang Jadi Sombong, Kalah Jadi Putus Asa

Direktur Utama Soft-World Technology, Wang Junbo, mengatakan bahwa industri gim menghadapi tantangan siklus hidup produk yang semakin pendek, sehingga kecepatan pengembangan harus terus ditingkatkan.

Yang paling dia benci adalah ketika emosi seluruh tim naik turun secara ekstrem hanya karena satu produk—berhasil lalu menjadi sombong, gagal lalu kehilangan semangat. Sikap seperti ini tidak membantu pengembangan produk selanjutnya. Yang terpenting adalah belajar dari pengalaman, baik sukses maupun gagal.

05. Berbuat Salah Tidak Berani Mengaku, Tidak Paham Tapi Pura-pura Tahu

Wakil Presiden Juniper Networks Wilayah Tiongkok Raya, Yu Zhaolie, mengatakan bahwa dalam dunia penjualan, kesalahan terbesar adalah berbuat salah tetapi tidak berani mengaku, malah mencoba menutup-nutupi.

Atau ketika tidak paham suatu hal, tetapi pura-pura mengerti. Misalnya, saat orang lain mengatakan “infrastruktur ini sangat bagus”, dia ikut mengangguk dan setuju, padahal sebenarnya tidak tahu apa maksudnya. Jika tidak mau bertanya dan belajar, maka pemahaman akan selalu dangkal. Dalam jangka panjang, kurangnya penguasaan informasi bisa membuat perusahaan mengambil keputusan yang salah.

06. Tidak Menyelesaikan Masalah dari Akar

Direktur Utama KFC Taiwan, Wu Meijun, menekankan bahwa perusahaan tidak ingin karyawan hanya menyelesaikan masalah di permukaan—sakit kepala diobati kepala, sakit kaki diobati kaki.

Sebelum menemukan akar masalah, solusi setengah-setengah hanya akan mengulang kesalahan. Karena itu, mereka mengembangkan metode High Impact Coaching, yaitu dengan terus mengajukan pertanyaan agar karyawan sendiri menemukan akar persoalan, sehingga rencana kerja bisa benar-benar matang.

07. Menganggap Diri Sendiri Adalah Merek Perusahaan

Direktur Utama Montblanc, Gu Jitao, mengatakan bahwa industri barang mewah sering berhubungan dengan selebritas dan tokoh terkenal. Sebagian orang tidak bisa membedakan apakah dirinya hanyalah penggemar atau seorang manajer profesional, bahkan salah mengira dirinya juga bagian dari kalangan elite.

Akibatnya, mungkin relasi bertambah, tetapi kemampuan inti kerja tidak berkembang. Harus disadari bahwa orang menghormati perusahaan dan mereknya, bukan pribadi kita. Jangan mengenakan mahkota sejarah di kepala sendiri—cukup genggam dengan hati-hati di tangan.

08. EQ Rendah, Wajah Masam

Direktur Utama Jianhu Mountain Group, Xiao Boxun, mengatakan bahwa industri jasa menuntut interaksi langsung dengan pelanggan. Setiap gerak-gerik karyawan diperhatikan, sehingga pengelolaan emosi sangat penting.

Jika suasana hati buruk langsung terpampang di wajah, kualitas layanan akan anjlok. Pelanggan yang melihat wajah masam tentu enggan kembali.

09. Datang Terlambat Saat Rapat

Wakil Direktur SDM Ford Lio Ho Motor, Ye Qinghuang, menjelaskan bahwa sebagai perusahaan multinasional, Ford sering mengadakan rapat lintas negara dengan perbedaan zona waktu. Ketepatan waktu menjadi sangat krusial.

Banyak karyawan muda menganggap terlambat 5–10 menit bukan masalah besar. Padahal kebiasaan ini mencerminkan sikap tidak menghormati orang lain dan bisa mengganggu seluruh jadwal kerja. Atasan pun akan meragukan profesionalisme dan kualitas kerja Anda.

10. Terlalu Sering Pindah Kerja

Wakil Direktur MSN Microsoft Taiwan, Lin Yan, mengingatkan bahwa industri internet memang menawarkan banyak peluang, tetapi juga membuat stabilitas kerja generasi muda rendah.

Sering kali, hanya karena iming-iming kecil, seseorang dengan mudah berpindah kerja. Dia menekankan agar sebelum pindah, seseorang menilai perkembangan jangka panjang perusahaan dan perencanaan karier pribadinya, jangan mengorbankan masa depan demi keuntungan sesaat.

11. Wajah Profesional yang Terlalu Kaku

Wakil Direktur Rumah Sakit Shutian, Lin Qiankun, menyebutkan bahwa dokter sering terbiasa menjaga citra profesional dengan wajah serius dan istilah medis, namun kurang menggunakan kata-kata sopan seperti “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf”.

Padahal, pasien seharusnya diperlakukan seperti pelanggan. Pelayanan medis perlu dilihat dari sudut pandang pasien: suara lebih lembut dan wajah lebih ramah. Rumah sakit pun menerapkan kebijakan penyajian teh pada jam tertentu untuk mengurangi ketegangan suasana.

12. Berpenampilan Semrawut

Wakil Direktur 21st Century PR Consultant, Ding Lihong, mengatakan bahwa anak muda suka mengekspresikan kepribadian lewat pakaian, tetapi sering kali berlebihan hingga terlihat tidak rapi.

Masalah yang sering ditemui adalah keinginan tampil menonjol tanpa memperhatikan etika berpakaian dasar. Setiap pekerjaan memiliki standar citra profesionalnya masing-masing. Dalam dunia humas, berpakaian rapi dan pantas jauh lebih penting daripada sekadar tampil unik.

13. Pilih-pilih Pekerjaan

Wakil Direktur MUJI, Wang Wenxin, mengatakan bahwa kerja tim berarti tidak semua tugas itu menyenangkan atau sesuai selera.

Jika Anda tetap berusaha maksimal meski diberi tugas yang tidak disukai, atasan justru akan memberi penilaian positif. Setiap tugas adalah kesempatan. Terlalu sering memilih pekerjaan hanya akan membuat Anda kehilangan peluang belajar, berkembang, dan membangun kemampuan.

14. Mentalitas Pegawai Negeri

Direktur Chunghwa Telecom, Shi Mubiao, menegaskan bahwa mentalitas lama—minum teh, membaca koran, mengobrol saat jam kerja, dan menunggu pulang—harus ditinggalkan.

Di tengah persaingan ketat, perusahaan tidak bisa lagi pasif menunggu pelanggan. Karyawan harus aktif meningkatkan kemampuan, jika tidak ingin tersingkir saat efisiensi dilakukan.

15. Tidak Efisien

Senior Director MasterCard Taiwan, Yang Yating, mengatakan bahwa industri keuangan menuntut kecepatan tinggi. Dengan komunikasi instan melalui ponsel dan email, jika karyawan lamban—bahkan membalas email saja butuh satu jam—maka target kerja pasti tidak tercapai tepat waktu.

Renungan

Alasan atasan merekrut karyawan bukan hanya untuk membagi pekerjaan, tetapi juga untuk menutupi keterbatasan kemampuan pimpinan. Jika seorang karyawan masih harus terus diawasi secara ketat, maka kehadirannya justru melemahkan daya tempur perusahaan.

Di masa sulit, inilah saat terbaik untuk introspeksi. Lihatlah kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat para tokoh sukses menggelengkan kepala, lalu cermati diri sendiri—jika ada, perbaiki; jika tidak, pertahankan. Dengan begitu, daya saing kita di dunia kerja dan bisnis pasti meningkat.

Perusahaan mungkin bukan milik kita, tetapi pengalaman dan proses kerja adalah milik kita sepenuhnya. Dan pengalaman inilah yang kelak menjadi fondasi keberhasilan kita di masa depan.(jhn/yn)

Ukraina Uji Senjata Laser “Sunray”, Produksi Militer Melejit 50%: Era Baru Perang Modern Dimulai?

EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina yang memasuki tahun keempat pada 2026 tidak hanya ditandai oleh pertempuran sengit di garis depan, tetapi juga oleh lompatan besar dalam inovasi militer. Serangkaian laporan media internasional dalam beberapa pekan terakhir mengungkap bahwa Ukraina tengah mempercepat modernisasi pertahanannya—mulai dari pengujian senjata laser hingga lonjakan produksi industri militer dalam negeri.

Langkah-langkah ini dinilai berpotensi mengubah karakter perang modern, khususnya dalam menghadapi serangan drone dan artileri skala besar yang kini menjadi ciri khas konflik.

Uji Coba Senjata Laser “Sunray”

Majalah The Atlantic dalam laporannya yang terbit awal Februari 2026 mengungkap bahwa Ukraina telah menguji sistem senjata laser bernama “Sunray”, yang dikembangkan selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Dalam demonstrasi terbuka yang dilaporkan berlangsung pada akhir Januari 2026, sistem ini menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda dibanding sistem pertahanan udara konvensional. Tidak ada ledakan keras atau kilatan cahaya dramatis. Sinar laser nyaris tak terlihat, namun mampu melumpuhkan drone kecil hanya dalam hitungan detik.

Beberapa karakteristik utama sistem “Sunray” antara lain:

  • Ukuran ringkas, dapat dipasang pada kendaraan ringan seperti pikap.
  • Perangkat bidik sederhana, menyerupai teropong optik standar.
  • Tanpa amunisi fisik, karena menggunakan energi listrik sebagai sumber tembakan.
  • Biaya relatif rendah, diperkirakan hanya ratusan ribu dolar AS per unit—jauh lebih murah dibanding sistem rudal pertahanan udara yang dapat menelan biaya jutaan dolar per peluncuran.

Di tengah gelombang serangan drone kamikaze dan drone pengintai yang masif, terutama tipe Shahed buatan Iran yang digunakan Rusia, sistem laser seperti “Sunray” dipandang sebagai solusi efektif untuk pertahanan jarak rendah (short-range air defense).

Selain menekan biaya operasional, keunggulan lainnya adalah kemampuan menembak berulang kali tanpa harus mengganti rudal atau proyektil.

Analis militer menyebut, jika sistem ini diproduksi massal, Ukraina dapat membangun lapisan pertahanan drone yang jauh lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Modernisasi Angkatan Udara: Target 250 Jet Tempur Baru

Sementara itu, dalam laporan yang dipublikasikan oleh Reuters pada awal Februari 2026, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengumumkan rencana ambisius untuk memperkuat armada udara negaranya.

Dalam pernyataannya yang disampaikan pada 5 Februari 2026 di Kyiv, Zelenskyy menyebut Ukraina menargetkan penerimaan sekitar 250 pesawat tempur baru, yang terdiri dari:

  • Sekitar 150 unit Saab Gripen
  • Sekitar 100 unit Dassault Rafale

Langkah ini menandai transformasi besar Angkatan Udara Ukraina menuju era jet tempur generasi keempat secara penuh.

Sejak mulai menerima pesawat tempur Barat pertama pada 2024, kemampuan udara Ukraina mengalami peningkatan signifikan. Misi intersepsi rudal jelajah Rusia semakin efektif, dan operasi udara lintas perbatasan menjadi lebih presisi.

Jika realisasi 250 jet tempur tersebut tercapai, Ukraina akan memiliki salah satu kekuatan udara paling modern di kawasan Eropa Timur.

Produksi Industri Pertahanan Melonjak 50% pada 2025

Di sisi industri dalam negeri, data yang disampaikan Menteri Pertahanan Ukraina pada Januari 2026 menunjukkan peningkatan produksi militer yang signifikan sepanjang 2025.

Nilai produksi industri pertahanan Ukraina pada 2025 tercatat mencapai 180 miliar hryvnia, meningkat sekitar 50% dibandingkan tahun 2024.

Beberapa capaian utama meliputi:

  • Produksi 40 unit howitzer 155mm per bulan
  • Total produksi howitzer sejak 2023 melampaui 650 unit
  • Amunisi 155mm buatan dalam negeri lebih murah dibanding produk impor Barat

Keunggulan biaya ini menjadi faktor strategis dalam perang jangka panjang. Dengan produksi lokal yang stabil dan harga lebih rendah, Ukraina dapat mempertahankan volume tembakan artileri tanpa sepenuhnya bergantung pada suplai eksternal.

Kemandirian industri ini juga menjadi sinyal bahwa Ukraina tidak hanya bertahan, tetapi mulai membangun fondasi militer jangka panjang.

Rusia Perluas Produksi, Namun Hadapi Risiko Internal

Di sisi lain, Rusia juga meningkatkan produksi militernya secara agresif. Sepanjang 2025, Moskow dilaporkan memproduksi lebih dari 7 juta unit amunisi artileri dan roket.

Namun, ekspansi cepat tersebut tidak lepas dari risiko. Beberapa laporan menyebutkan adanya insiden teknis, termasuk jatuhnya bom udara yang dipasangi kit luncur di wilayah Belgorod pada akhir 2025. Insiden semacam ini menimbulkan pertanyaan mengenai kontrol kualitas dan tekanan terhadap industri pertahanan Rusia yang bekerja dalam kapasitas tinggi.

Analis menilai bahwa perlombaan produksi antara kedua negara kini memasuki fase industri total—di mana keberlanjutan, efisiensi biaya, dan inovasi teknologi menjadi penentu utama.

Perang Memasuki Babak Teknologi Tinggi

Kombinasi senjata laser, modernisasi jet tempur, dan lonjakan produksi artileri menunjukkan bahwa konflik ini semakin bergeser menuju perang berbasis teknologi tinggi dan industri skala besar.

Jika sistem seperti “Sunray” berhasil diintegrasikan secara luas, maka perang drone yang selama ini menjadi ancaman besar dapat berubah drastis.

Di saat yang sama, peningkatan kekuatan udara dan kemandirian produksi artileri memperlihatkan bahwa Ukraina tidak lagi hanya mengandalkan bantuan eksternal, tetapi tengah membangun kemampuan tempur berkelanjutan.

Perang Rusia–Ukraina kini bukan sekadar pertarungan wilayah, melainkan juga pertarungan inovasi, efisiensi, dan ketahanan industri—sebuah gambaran nyata tentang wajah peperangan modern abad ke-21.

Apakah Kamu Juga Sedang Berputar di Tempat?

EtIndonesia. Ada sebuah kisah perumpamaan tentang Tang Seng (Xuanzang) saat menempuh perjalanan mengambil kitab suci ke Barat.

Kuda putih yang ditunggangi Tang Seng sebenarnya hanyalah seekor kuda biasa milik sebuah penggilingan di Kota Chang’an.

Kuda ini tidak memiliki keistimewaan apa pun. Sejak lahir, hidupnya hanya dihabiskan di penggilingan: tubuhnya kuat, tahan banting, rajin bekerja, dan tidak pernah membuat masalah.

Tang Seng dalam hati berpikir:  Perjalanan ke Barat sangat jauh. Saat berangkat, aku membutuhkan tunggangan; saat kembali, aku harus memikul kitab suci. Ditambah lagi, kemampuan berkudaku tidak terlalu baik. Lebih baik memilih kuda yang setia dan dapat diandalkan.”

Setelah menimbang dan memilih berkali-kali, akhirnya ia memilih kuda dari penggilingan itu.

Sekali berangkat, perjalanan itu memakan waktu tujuh belas tahun.

Ketika Tang Seng kembali ke tanah Dinasti Tang, dia telah menjadi tokoh legendaris yang dikenal di seluruh negeri.

Kuda putih itu pun ikut menjadi pahlawan besar dalam perjalanan mengambil kitab suci, dan dipuji sebagai “Kuda Terbaik Dinasti Tang.”

Kuda putih itu pulang dengan penuh kehormatan, kembali ke penggilingan lamanya untuk menemui para sahabat lama.

Sekelompok keledai dan kuda tua mengerumuninya, mendengarkan kisah perjalanan ke Barat serta kejayaan yang kini diraihnya. Semua merasa kagum dan iri.

Namun kuda putih itu berkata dengan tenang:  “Saudara-saudara, aku sebenarnya tidaklah luar biasa. Aku hanya beruntung dipilih oleh Guru Xuanzang, lalu melangkah sedikit demi sedikit ke Barat dan kembali ke Timur.”

“Selama tujuh belas tahun ini, kalian juga tidak menganggur. Bedanya, kalian hanya berputar-putar di sekitar rumah.”

“Sesungguhnya, setiap kali aku melangkah satu langkah, kalian juga melangkah satu langkah. Jarak yang kita tempuh sama panjang, dan lelahnya pun sama.”

Mendengar itu, semua keledai dan kuda terdiam.

Benar juga. Mereka tidak malas, tidak berhenti bekerja. Lalu mengapa orang lain bisa berhasil dan terkenal, sementara mereka tetap seperti semula?

Kisah ini sungguh menggugah.

Jika kamu berjalan mengelilingi satu ruangan berulang-ulang, kamu bisa menempuh ratusan kilometer. Namun, seberapa lama pun kamu berjalan, kamu tidak akan pernah keluar dari ruangan itu.

Sebaliknya, jika kamu tahu di mana pintunya, maka kamu bisa keluar dengan sangat cepat.

Sepanjang hidup, kita sering kali hanya berputar-putar… satu lingkaran demi satu lingkaran. Kita seperti keledai dan kuda itu—sibuk setiap hari, tidak pernah benar-benar diam.

Masalahnya bukan karena kita tidak berusaha, melainkan karena kita tidak tahu untuk apa kita berusaha. Kita menderita sepanjang hidup, tetapi selain rasa sakit, seolah tidak memperoleh apa-apa.

Hampir semua orang terjebak di dalam lingkaran itu.

Fyodor Dostoevsky pernah berkata: “Aku hanya takut satu hal: aku takut tidak memahami penderitaan yang kualami.”

Dia benar. Jika kamu sudah menderita, yang kurang hanyalah kemampuan memahami makna di balik penderitaan itu.

Jangan sampai kamu menderita dengan sia-sia. Jika tidak, lingkaran itu pasti akan berulang kembali.

Psikolog Viktor Frankl pernah menulis: “Hidup adalah penderitaan, dan makna hidup adalah menemukan makna dari penderitaan itu.”

Proses bertumbuh itu menyakitkan. Namun semakin kamu bertahan dalam proses transformasi batin ini, semakin kamu akan merasakan kegembiraan, ketenangan, dan kebijaksanaan menembus ke dalam dirimu—dan pada akhirnya, kamu bisa keluar dari penderitaan.

Penderitaan terbesar dalam hidup adalah pertumbuhan diri, dan kebahagiaan terbesar dalam hidup juga adalah pertumbuhan diri— selama kamu menemukan maknanya.

Ada sebuah ungkapan: Mengikuti orang yang tepat akan membawamu ke surga; mengikuti orang yang salah bisa menghancurkan hidupmu.

Alasan utama kuda putih bisa menjadi “Kuda Terbaik Dinasti Tang” adalah karena dia mengikuti orang yang tepat—dia dipilih oleh Tang Seng sebagai tunggangan, sehingga memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan perjalanan besar itu.

Namun, kesempatan itu tidak datang begitu saja.

Mengapa kuda putih bisa terpilih? Karena hakikat dirinya.

Apa itu hakikat? Kemampuan, stamina, ketahanan, kestabilan emosi, serta kesesuaian dengan kebutuhan Tang Seng. Karena kualitas dasarnya unggul, dia memiliki peluang untuk “mengikuti orang yang tepat”.

Sebaliknya, jika seseorang memiliki hakikat yang lemah, sekalipun diberi kesempatan sukses, pada akhirnya ia akan tersingkir karena ketidakmampuan.

Seperti halnya pada masa Buddha—banyak pengikut di sekelilingnya, tetapi saat Buddha mencapai pencerahan, hanya sedikit yang bertahan sampai akhir. Begitu pula rombongan yang mengikuti Tang Seng mengambil kitab suci—jumlahnya banyak, tetapi yang benar-benar menyelesaikan perjalanan itu hanya segelintir.

Mereka sebenarnya sudah mengikuti orang yang tepat, tetapi karena kualitas diri yang belum cukup, mereka menyerah di tengah jalan.

Kesuksesan bukanlah kebetulan. Dia adalah hasil dari perpaduan berbagai faktor.

Dalam kisah ini, kuda putih dengan rendah hati berkata: “Aku melangkah satu langkah, kalian juga melangkah satu langkah.”

Namun menurutku, dunia luar penuh dengan ketidakpastian—hal-hal yang tidak bisa dirasakan oleh mereka yang hanya hidup nyaman dengan makan, minum, dan tidur di dalam ruangan.

Kuda putih memang melangkah maju setahap demi setahap, dan kuda di penggilingan juga melangkah setahap demi setahap— tetapi yang satu maju ke depan, sementara yang lain berputar di tempat.

Di antara keduanya terdapat perbedaan besar: risiko, krisis, terpaan angin dan hujan, serta tantangan hidup nyata.

Berapa banyak orang yang benar-benar mampu melewati semua itu dari awal hingga akhir?

Maka, sebelum iri pada orang lain, lihatlah diri sendiri. Apakah kualitas dasarmu sudah cukup baik? Jika sudah… lalu, apakah kamu sudah mengikuti orang yang tepat?

Gunakan sudut pandang yang berbeda untuk membaca sebuah kisah. Bangkitkan kebijaksanaan batinmu. Jangan hanya melihat permukaan—lihatlah makna yang tersembunyi di baliknya.(jhn/yn)

Pesan Keras ke Iran dan Rusia? AS Tingkatkan Daya Hancur Nuklir dan Kirim Kapal Induk Terkuat

EtIndonesia. Laporan terbaru dari media pertahanan The War Zone mengungkap bahwa Komando Serangan Global Angkatan Udara Amerika Serikat (Air Force Global Strike Command/AFGSC) menyatakan kesiapan teknis untuk mengonfigurasi ulang rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III ke mode hulu ledak majemuk atau Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles (MIRV), apabila Presiden Amerika Serikat mengeluarkan perintah resmi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START), yang secara efektif kehilangan daya ikatnya pada 5 Februari 2026 setelah masa pembatasan dan mekanisme inspeksi tidak lagi berjalan penuh akibat memburuknya hubungan Washington–Moskow.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa Amerika Serikat tengah memasuki fase kebangkitan strategis nuklir yang berpotensi mengubah keseimbangan militer global.

400 Rudal di Silo, Siap Ditingkatkan Daya Hancurnya

Saat ini, Amerika Serikat menempatkan sekitar 400 rudal Minuteman III di silo bawah tanah yang tersebar di lima negara bagian: Montana, North Dakota, Wyoming, Colorado, dan Nebraska. Sesuai ketentuan perjanjian sebelumnya, setiap rudal hanya membawa satu hulu ledak nuklir jenis W78 atau W87.

Namun secara historis, Minuteman III pernah dilengkapi hingga tiga hulu ledak W78, masing-masing berkekuatan sekitar 335 kiloton TNT. Dengan konfigurasi MIRV, satu rudal dapat menyerang beberapa target berbeda secara simultan—meningkatkan fleksibilitas sekaligus daya gentar strategis.

Juru bicara AFGSC menegaskan bahwa personel telah memiliki pelatihan dan kapasitas teknis yang memadai untuk mengembalikan konfigurasi tersebut jika diperlukan.

Meski demikian, sejumlah tantangan tetap ada. Di antaranya adalah:

  • Ketersediaan hulu ledak W87 dalam jumlah cukup
  • Biaya dan waktu rekondisi sistem
  • Potensi kebutuhan pemasangan ulang kendaraan penyalur tahap kedua

Mantan Komandan Komando Strategis AS, John Hyten, sebelumnya pernah menyampaikan dalam sidang Senat bahwa aspek teknis dan kelayakan langkah ini perlu ditinjau secara serius sebelum implementasi.

Bayang-bayang Peacekeeper dan Transisi ke Sentinel

Sebagai perbandingan historis, rudal LGM-118A Peacekeeper yang telah dipensiunkan mampu membawa hingga 11 hulu ledak W87, dengan daya ledak teoritis mencapai 475 kiloton TNT per unit.

Kini, perhatian juga tertuju pada pengembangan rudal generasi baru LGM-35A Sentinel, yang dirancang untuk menggantikan Minuteman III. Program Sentinel menghadapi lonjakan biaya dan keterlambatan teknis, serta awalnya dirancang hanya membawa satu hulu ledak. Perubahan konfigurasi strategis saat ini dapat memengaruhi arah pengembangan sistem tersebut.

Armada B-52 Siap Kembali ke Misi Nuklir Penuh

Selain ICBM, Washington juga mempertimbangkan pengembalian penuh kemampuan nuklir armada pembom B-52H Stratofortress.

Dari 76 unit aktif, sekitar 30 unit sebelumnya dibatasi hanya untuk misi konvensional sesuai ketentuan perjanjian pengendalian senjata. Menurut laporan The Wall Street Journal pada Februari 2026, jalur pengaktifan nuklir pada B-52 sebenarnya hanya dinonaktifkan secara fisik dan bersifat reversibel.

Secara teknis, pengembalian fungsi nuklir B-52 dinilai lebih sederhana dibanding rekonstruksi MIRV pada ICBM.

Saat ini, B-52 membawa rudal jelajah nuklir AGM-86B. Penggantinya, AGM-181A Long-Range Standoff Missile, tengah dikembangkan dan juga akan dipasang pada pembom siluman B-21 Raider.

Dengan modernisasi mesin dan radar, B-52 akan berganti nama menjadi B-52J dan diperkirakan tetap bertugas hingga pertengahan abad ke-21.

Dua Kapal Induk Nuklir Dikerahkan ke Timur Tengah

Tekanan Strategis terhadap Iran Meningkat

Washington, Februari 2026 — Di luar penguatan nuklir, Amerika Serikat juga meningkatkan kehadiran militer konvensionalnya di Timur Tengah.

Angkatan Laut AS secara resmi mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir kelas Ford, USS Gerald R. Ford, untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang telah lebih dahulu berada di kawasan.

Pengerahan dua kapal induk sekaligus dalam satu kawasan operasi merupakan langkah yang jarang terjadi dan biasanya menandakan kesiapan menghadapi skenario eskalasi tinggi.

Menurut pejabat AS yang dikutip The Wall Street Journal pada pertengahan Februari 2026, langkah ini bertujuan:

  • Mengantisipasi potensi aksi militer terhadap Iran
  • Memberikan tekanan strategis tambahan di tengah negosiasi nuklir
  • Memastikan kesiapan penuh jika situasi memburuk secara tiba-tiba

USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk generasi terbaru dengan sistem tenaga nuklir canggih dan kapasitas operasi udara yang lebih tinggi dibanding pendahulunya. Kapal ini mampu membawa puluhan pesawat tempur, pesawat peringatan dini, serta drone pengintai, memungkinkan peningkatan frekuensi dan fleksibilitas serangan udara.

Fase Baru Kompetisi Strategis Global

Kombinasi antara:

  • Potensi reaktivasi MIRV pada Minuteman III
  • Pemulihan penuh kemampuan nuklir B-52
  • Pengerahan dua kapal induk ke kawasan paling sensitif dunia menunjukkan bahwa Washington tengah memperluas opsi pencegahan—baik nuklir maupun konvensional—di tengah lingkungan keamanan internasional yang semakin tidak stabil.

Para analis menilai bahwa langkah ini bukan sekadar respons teknis atas berakhirnya New START, melainkan sinyal bahwa era pembatasan senjata strategis mungkin sedang memasuki babak baru—di mana fleksibilitas, kecepatan respons, dan daya gentar kembali menjadi prioritas utama dalam kalkulasi kekuatan global.

Infiltrasi Partai Komunis Tiongkok di Luar Negeri Picu Kewaspadaan Global, Banyak Negara Ambil Langkah Balasan

EtIndonesia. Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus memperluas operasi infiltrasi di luar negeri. Belakangan ini, sejumlah kasus terkait memicu kewaspadaan tinggi dan tindakan balasan dari berbagai negara.

Pekan ini, dua warga negara Tiongkok didakwa di Australia karena diduga mewakili lembaga keamanan PKT dan secara diam-diam mengumpulkan informasi tentang sebuah kelompok keagamaan lokal. Pada waktu yang hampir bersamaan, pengadilan Jerman menjatuhkan vonis terhadap seorang kontraktor Amerika Serikat yang terbukti membocorkan rahasia militer kepada PKT, dengan hukuman penjara dua tahun delapan bulan.

Sementara itu, parlemen negara bagian Florida di Amerika Serikat juga tengah mendorong rancangan undang-undang untuk meningkatkan transparansi kebijakan serta mencegah infiltrasi kekuatan asing ke dalam pemerintahan daerah.

 “Dalam 30 tahun terakhir, kita melihat bahwa campur tangan asing sebagai ancaman keamanan nasional telah melampaui spionase tradisional, baik dari segi cakupan maupun kecepatannya,” kata Mantan pejabat Badan Intelijen Keamanan Kanada (CSIS), Dan Stanton.


Strategi Infiltrasi: Dari Data Rahasia hingga Jaringan Agen

PKT dituduh memperoleh data rahasia dengan menekan perusahaan asing, serta membangun jaringan infiltrasi di berbagai sektor luar negeri melalui individu-individu tertentu untuk mengumpulkan intelijen.

Salah satu kasus yang pernah mencuat adalah ilmuwan penyakit menular Qiu Guoxiang, yang bekerja di National Microbiology Laboratory Kanada. Pada Juli 2019 ia dibawa pergi oleh aparat intelijen, dan pada 2021 dipecat karena melanggar kebijakan Kanada.

Di Jerman, pada 11 Februari 2026, Pengadilan Koblenz menjatuhkan hukuman dua tahun delapan bulan penjara kepada kontraktor Departemen Pertahanan AS bernama Martin D. Ia dinyatakan bersalah karena secara sukarela memberikan informasi militer sensitif kepada PKT, dengan dakwaan “menyetujui melakukan spionase untuk badan intelijen asing” serta “pelanggaran kerahasiaan profesional.”

Kasus serupa juga melibatkan asisten mantan politisi sayap kanan Jerman, Guo Jian, yang dijatuhi hukuman empat tahun sembilan bulan penjara karena terlibat dalam kegiatan spionase untuk PKT.


Intervensi Politik di Kanada dan Australia

Aktivis pro-demokrasi Kanada sekaligus mantan anggota dewan kota Alberta, Shi Qing, mengungkapkan bahwa saat ia mencalonkan diri pada 2021, pihak yang diduga terkait PKT menyebarkan surat fitnah dari rumah ke rumah di desa kecil tempat ia tinggal.

Selain Shi Qing, mantan anggota parlemen Kanada Kenny Chiu serta sejumlah anggota Partai Konservatif lainnya juga dilaporkan kalah dalam pemilu setelah menjadi sasaran kampanye ujaran kebencian karena mendukung isu Hong Kong, Uyghur, dan Falun Gong.

Pada Juli 2024, Parlemen Kanada mengesahkan Undang-Undang Anti-Intervensi Asing (RUU C-70) yang mengkategorikan campur tangan asing sebagai tindak pidana, sebagai upaya pencegahan terhadap agen-agen PKT.

Australia, salah satu anggota “Five Eyes”, juga menjadi sasaran utama. Laporan Centre for Public Integrity tahun 2021 menyebutkan bahwa sejak 1999 sekitar 35% donasi politik di Australia berasal dari sumber yang tidak jelas, dengan dugaan keterlibatan agen PKT.

Contohnya, pengusaha Huang Xiangmo yang pada 2018 dicabut status residensi permanennya di Australia namun kemudian diangkat sebagai anggota Komite Pemilihan Hong Kong oleh pihak Tiongkok, serta Zheng Jiefu yang dideportasi dari Australia pada 2022.

Pada 2019, media Australia mengutip informasi dari kalangan penerbitan bahwa otoritas penyiaran Tiongkok pernah memberikan “instruksi” kepada penerbit Australia: buku yang dicetak di Tiongkok namun diterbitkan di Australia tidak boleh dicetak jika penulisnya masuk daftar hitam PKT.

Bukan hanya sektor penerbitan, kelompok keagamaan Australia yang masuk daftar hitam juga disebut menjadi sasaran penyelidikan rahasia melalui “agen luar negeri”. Pada 11 Februari, dua warga negara Tiongkok didakwa di Australia dengan tuduhan “campur tangan asing secara ceroboh”, yang dapat dikenai hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Infiltrasi ke Dunia Akademik dan Politik AS

Akademisi Australia Clive Hamilton dalam bukunya tahun 2017, Silent Invasion: China’s Influence in Australia, mengungkap infiltrasi PKT ke politik, budaya, pertanian, hingga institusi pendidikan Australia.

Hamilton menyatakan, “Apa yang dilakukan PKT di Australia, juga dilakukan di Amerika Serikat.”

Di AS, salah satu kasus yang menarik perhatian adalah Sun Wen, mantan staf Gubernur Negara Bagian New York Kathy Hochul, yang didakwa pada 2025 dengan 19 tuduhan karena berperan sebagai agen PKT sekaligus staf pejabat AS.

Laporan terbaru dari American Accountability Foundation (AAF) juga menyebut sejumlah ilmuwan Tiongkok di universitas dan laboratorium terkemuka AS menerima pendanaan dari PKT serta pernah bekerja di institusi yang masuk daftar hitam, seperti iFlytek, AVIC, dan HPSTAR.

Selain itu, agen-agen yang diduga terkait PKT juga dilaporkan membeli tanah dalam jumlah besar di sekitar pangkalan militer AS. Negara bagian Texas dan Florida kini melarang individu maupun perusahaan yang terkait PKT membeli tanah dan properti secara luas.

Pada 29 Januari tahun ini, peneliti Jamestown Foundation, Cheryl Yu, dalam sidang dengar pendapat di Florida menyebut bahwa sistem “front persatuan” PKT di luar negeri memiliki lebih dari 2.000 organisasi di AS, Kanada, Inggris, dan Jerman—hampir setengahnya berada di Amerika Serikat, dan sekitar 30 diperkirakan berada di Florida. Ia mendukung RUU “Pembatasan dan Penegakan Intervensi Asing”.


Eropa Juga Waspada

Di Eropa, Inggris disebut sebagai target utama PKT. “48 Group Club” di London yang beranggotakan tokoh politik dan bisnis memiliki hubungan erat dengan Tiongkok. Pada Oktober tahun lalu, parlemen Inggris diguncang kasus spionase. 

Dua anggota parlemen yang terseret kasus tersebut meminta Perdana Menteri Keir Starmer memasukkan PKT ke dalam kategori “pengawasan ketat” dalam program Foreign Influence Registration Scheme (FIRS), sejajar dengan Rusia dan Iran, serta menjatuhkan sanksi kepada pejabat PKT yang terlibat.

 “Anggota parlemen di Kanada, Inggris, dan di seluruh dunia kini sangat waspada terhadap taktik-taktik ini dan sudah bisa melihatnya dengan jelas. Beberapa tahun lalu, kesadaran seperti ini belum ada,” kata Dean Baxendale, kepala Optimum Publishing International. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Badai Dahsyat Hantam Pulau Utara Selandia Baru, Banjir Tewaskan 1 Orang, Ribuan Rumah Tanpa Listrik

EtIndonesia. Hujan deras dan angin kencang yang dipicu oleh sistem tekanan rendah yang terus menguat menyebabkan banjir besar di Pulau Utara Selandia Baru. Bencana ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, sejumlah jalan ambruk, dan warga terpaksa mengungsi.

Pada Sabtu, 15 Februari 2026, para peramal cuaca memperingatkan bahwa badai yang lebih kuat masih akan melanda wilayah tersebut, terutama pada malam hari, sebelum kondisi cuaca berangsur membaik keesokan harinya.

Menurut laporan media setempat, hujan lebat mulai mengguyur sebagian besar wilayah Selandia Baru sejak 13 Februari, memicu banjir di berbagai daerah. Prakiraan menyebutkan kondisi terburuk diperkirakan terjadi pada malam 15 Februari, dengan intensitas hujan dan angin yang lebih ekstrem.


Otorohanga Tetapkan Status Darurat

Pemerintah setempat pada 15 Februari secara resmi menetapkan status darurat di Otorohanga, wilayah pertanian berpenduduk sekitar 10.000 jiwa yang terletak sekitar 180 kilometer di selatan kota terbesar Selandia Baru, Auckland.

Dewan Distrik Otorohanga melalui pernyataan di Facebook menyebutkan bahwa tim geoteknik bekerja sepanjang malam untuk menilai kondisi tanah longsor dan memeriksa stabilitas struktur jalan yang terdampak.

Sementara itu, perusahaan energi Powerco mengumumkan melalui situs resminya bahwa sekitar 2.452 rumah di Pulau Utara masih mengalami pemadaman listrik.

Pada 15 Februari 2026, rekaman yang diambil oleh drone dari atas Otorohanga menunjukkan besarnya skala banjir. (Cuplikan video)

Korban Jiwa dan Pengungsian

Otoritas menyampaikan bahwa pada 14 Februari, seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam mobil yang terendam banjir. Hingga kini, sekitar 80 orang telah dievakuasi dan ditempatkan di pusat-pusat darurat.

Pihak berwenang terus memantau perkembangan cuaca dan memperingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah aliran sungai.

Dengan prakiraan cuaca yang menunjukkan badai lanjutan, masyarakat di Pulau Utara diminta menghindari perjalanan yang tidak mendesak serta mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Tahukah Anda Legenda “Merayakan Tahun Baru Imlek” untuk Mengusir Roh Jahat? Bagaimana Dewa Pintu dan Jimat Kayu Persik Mengusir Roh Jahat?

0

 Penulis: Rong Naijia

Bagaimana asal-usul “merayakan Tahun Baru Imlek”? Sangat lama sekali di masa lalu, terdapat legenda dan catatan tertulis seperti berikut mengenai “merayakan Tahun Baru”.


Legenda Monster Nian

Dikisahkan bahwa “Nian” bukan hanya satuan waktu, tetapi juga seekor monster buas. Monster ini bertanduk panjang, matanya sebesar lonceng tembaga, suaranya menggelegar seperti guntur, tubuhnya lebih besar dari unta, dan berlari secepat angin. Setiap akhir musim dingin, monster ini akan bangun dari pegunungan dalam dan turun ke desa untuk mencari makan. Karena “Nian” memakan manusia, penduduk desa menyebutnya “Monster Nian”.

Untuk menghindari serangan Monster Nian, setiap akhir tahun penduduk desa beramai-ramai meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.

Ada seorang nenek yang anaknya tragis dimakan oleh Monster Nian. Karena itu, ia tinggal sendirian di desa dan bertekad melawan Monster Nian.

Pada malam Tahun Baru Imlek, seorang pengemis tua berpakaian compang-camping datang ke desa. Ia berjalan tertatih-tatih dari rumah ke rumah untuk mengemis. Saat itu penduduk desa sedang sibuk melarikan diri, sehingga tidak ada yang mempedulikannya.

Ketika pengemis itu tiba di rumah nenek tersebut, nenek itu merasa iba dan mengundangnya masuk, lalu menjamunya dengan pangsit rebus hangat.

Setelah makan pangsit, pengemis tua itu bertanya mengapa penduduk desa melarikan diri. Nenek itu menceritakan kekejaman Monster Nian, termasuk bagaimana anaknya dimakan, dan mendesaknya untuk segera pergi.

Namun, tak disangka, pengemis tua yang tampak lemah itu sama sekali tidak takut. Ia mengeluarkan selembar kain merah dan memakainya, lalu menempelkan kertas merah di pintu, serta menyalakan api unggun di halaman untuk membakar bambu. Segera terdengar suara letupan keras berderak-derak.

Saat malam tiba, Monster Nian datang ke desa dan melihat satu-satunya rumah yang masih menyala—rumah nenek itu.

Tiba-tiba, suara ledakan bambu terdengar seperti guntur. Monster Nian menutup telinganya sambil meraung kesakitan. Bayangan merah pengemis tua yang bergerak-gerak dan kertas merah di pintu membuat matanya silau dan perih. Monster Nian sangat ketakutan, lalu melarikan diri kembali ke pegunungan.

Keesokan harinya, ketika penduduk desa pulang, mereka terkejut melihat nenek itu selamat. Mereka pun bertanya apa yang terjadi, dan baru mengetahui bahwa pengemis tua telah menolongnya.

Saat mereka hendak berterima kasih, pengemis itu telah berubah menjadi kepulan asap hijau dan menghilang tanpa jejak.

Ternyata pengemis itu bukan orang biasa, melainkan jelmaan dewa yang membalas kebaikan nenek tersebut.

Sejak saat itu, tradisi mengenakan pakaian merah, menempelkan kuplet merah, dan menyalakan petasan saat Tahun Baru pun lahir. Hari ketika Monster Nian diusir pada akhir tahun itu disebut “Guo Nian” (merayakan Tahun Baru).

Nenek moyang Dewa Pintu dalam budaya Tionghoa—Shentu dan Yulei—menaklukkan iblis dan mengusir roh jahat. (Zeng Handong/The Epoch Times)

Dewa Pengusir Roh Jahat: Shentu dan Yulei

Dalam literatur tradisional, terdapat juga tokoh yang berperan mengusir roh jahat seperti Monster Nian. Mereka adalah dua dewa: Shentu dan Yulei.

Saat pergantian tahun lama dan baru, orang-orang zaman dahulu menggantung patung dewa pintu dari kayu persik, mengganti jimat kayu persik, dan menempelkan hiasan musim semi untuk mengusir roh jahat dan menyambut keberuntungan. Jimat kayu persik kemudian berkembang menjadi budaya kuplet musim semi.

Legenda kuno menyebutkan bahwa kayu persik dapat mengusir roh jahat. Kayu persik disebut sebagai “inti dari lima jenis kayu, kayu abadi” (Kamus Kangxi).

Saat Tahun Baru, orang-orang mengukir patung dewa dari kayu persik atau melukis dewa pengusir roh jahat di papan kayu persik untuk dijadikan jimat, lalu menggantungnya di pintu untuk mengusir roh jahat dan mendatangkan keberuntungan.

Yang paling terkenal di antara dewa pintu ini adalah Shentu dan Yulei.

Menurut Kitab Shanhai, di tengah lautan terdapat Gunung Dushuo, dan di sana tumbuh pohon persik raksasa dengan cabang membentang sejauh 3.000 li. Di antara cabang timur lautnya terdapat “Gerbang Hantu”, pintu keluar-masuk semua roh.

Di pohon itu tinggal dua dewa: Shentu dan Yulei.

Mereka adalah hakim dunia roh yang adil dan benar. Mereka menangkap roh jahat yang mencelakai manusia, mengikatnya dengan tali rumput, lalu memberikannya kepada harimau untuk dimakan.


Asal-Usul Dewa Pintu

Pada zaman Kaisar Kuning, Shentu dan Yulei dijadikan dewa penjaga pintu.

Kaisar Kuning menetapkan ritual untuk mengusir roh jahat:

  • Menempatkan patung kayu persik besar di pintu
  • Melukis gambar Shentu, Yulei, dan harimau di pintu
  • Menggantung tali rumput

Semua ini untuk mencegah roh jahat masuk.

Tradisi ini kemudian berkembang menjadi lukisan dewa pintu dan kuplet musim semi.

Kertas merah yang ditempel oleh pengemis tua dalam legenda Monster Nian berasal dari tradisi kuno ini.


Perkembangan di Dinasti Berikutnya

Pada Dinasti Han Timur, pejabat daerah juga mengikuti tradisi ini dengan:

  • Menghias pintu dengan patung Shentu dan Yulei
  • Menggantung tali rumput
  • Melukis harimau

Untuk mengusir roh jahat.

Pada zaman Wei, Jin, dan Dinasti Selatan-Utara, tradisi ini berkembang menjadi lukisan dewa pintu resmi.

Setiap tanggal 1 bulan pertama kalender lunar, keluarga:

  • Menggantung papan kayu persik
  • Menempelkan gambar Shentu di kiri
  • Menempelkan gambar Yulei di kanan

Ini disebut “Dewa Pintu”, dan semua roh jahat takut kepada mereka.

Orang juga menyalakan petasan untuk mengusir roh jahat bernama “Shan Sao”.

Roh ini:

  • Berasal dari pegunungan barat
  • Tingginya sekitar satu chi
  • Berkaki satu
  • Dapat menyebabkan penyakit

Namun roh ini takut pada suara ledakan, sehingga petasan digunakan untuk mengusirnya.


Dewa Pintu Terkenal dalam Sejarah

Beberapa dewa pintu terkenal antara lain:

  • Yuchi Gong
  • Qin Qiong
  • Zhong Kui

Mereka semua dipercaya memiliki kemampuan menangkap hantu.

Legenda mengatakan Yuchi Gong dan Qin Qiong melindungi Kaisar Tang Taizong dari roh naga.

Pelukis terkenal Wu Daozi melukis mereka sebagai dewa pintu, dan masyarakat kemudian menirunya.

Zhong Kui, dilukis oleh Lü Xue pada awal Dinasti Qing. (Domain publik)

Zhong Kui: Penangkap Iblis

Zhong Kui adalah seorang peserta ujian militer pada masa Dinasti Tang.

Karena wajahnya jelek, ia tidak diterima, lalu bunuh diri karena malu.

Namun Kaisar Tang memberinya pemakaman kehormatan.

Setelah menjadi roh, Zhong Kui bersumpah membasmi iblis.

Suatu hari, Kaisar Tang Xuanzong sakit malaria.

Dalam mimpi, ia melihat Zhong Kui menangkap hantu.

Setelah bangun, penyakitnya sembuh.

Kaisar lalu memerintahkan pelukis Wu Daozi melukis gambar Zhong Kui.

Sejak itu, Zhong Kui menjadi dewa pengusir roh jahat yang terkenal.

Dalam Taoisme, ia disebut:

  • Dewa Pelindung Rumah
  • Dewa Pengusir Roh Jahat

Makna Budaya

Baik legenda Monster Nian maupun cerita dewa pintu menunjukkan makna yang sama:

Tradisi Tahun Baru mengandung keyakinan bahwa:

  • Ada dewa yang mengawasi kebaikan dan kejahatan
  • Kejahatan tidak dapat mengalahkan kebenaran

Cerita-cerita kuno ini juga mewariskan cara mengusir roh jahat, mendatangkan keberuntungan, dan menyambut Tahun Baru.

Sorotan Olimpiade Musim Dingin 2026 pada Alysa Liu dan Eileen Gu Picu Perdebatan Politik AS–Tiongkok

Perjalanan yang bertolak belakang dari dua atlet kelahiran Amerika Serikat keturunan Tionghoa ini telah memperoleh makna simbolis di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Tiongkok.

EtIndonesia. Pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina Winter Olympics bulan ini, dua atlet kelahiran Amerika Serikat keturunan Tionghoa—Alysa Liu yang mewakili Amerika Serikat dan Eileen Gu yang bertanding untuk Tiongkok—telah menjadi pusat badai politik di dunia maya yang jauh melampaui olahraga.

Sebuah video lama yang kembali beredar di X memperlihatkan keduanya merayakan prestasi olahraga bersama dalam sebuah acara komunitas ketika mereka masih muda di California.

Saat itu, Liu berusia 12 tahun dan Gu berusia 14 tahun. Bertahun-tahun kemudian, keduanya telah menjadi atlet elite, tetapi kini mereka bertanding di bawah bendera yang berbeda, dan semakin dipandang oleh sebagian komentator sebagai berada di kubu politik yang berbeda.

Gu adalah atlet ski gaya bebas, sedangkan Liu adalah atlet seluncur indah. Meskipun keduanya belum pernah saling berhadapan dalam kompetisi, jalur hidup mereka yang berbeda telah memperoleh makna simbolis di tengah meningkatnya ketegangan AS–Tiongkok. Perdebatan online menggambarkan pilihan mereka sebagai cerminan perpecahan ideologis yang lebih luas antara Washington dan Beijing.


Kontroversi di Kalangan Atlet Tim AS

Tahap terbaru kontroversi ini dipicu bukan oleh Liu atau Gu, melainkan oleh atlet ski gaya bebas Amerika Hunter Hess. Pada 6 Februari, Hess mengatakan secara terbuka bahwa mewakili Amerika Serikat di Olimpiade merupakan hal yang rumit baginya karena ia tidak setuju dengan kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.

Trump menanggapi di Truth Social pada 8 Februari, dengan menyebut Hess sebagai “pecundang sejati.”

Gu kemudian menyatakan dukungannya kepada Hess dalam sebuah wawancara, dengan mengatakan bahwa ia merasakan “simpati dan empati yang sangat besar” terhadapnya.

Komentar tersebut memicu reaksi keras di media sosial dan dari sejumlah komentator Amerika, yang mempertanyakan sikapnya mengingat ia bertanding untuk Tiongkok.

Sebuah unggahan yang banyak dibagikan di X oleh mantan pejabat pemerintahan Trump, Theo Wold, berbunyi:

“Di dunia yang penuh Eileen Gu, yang menjual negaranya demi uang, jadilah Alysa Liu.”

Unggahan tersebut memperoleh puluhan ribu tanda suka dan dibagikan ulang.

Kolumnis Amerika dan pakar Tiongkok Gordon Chang juga menyatakan di X bahwa kewarganegaraan Amerika Gu dapat dicabut karena menyatakan kesetiaannya kepada Tiongkok.


Karier yang Bertolak Belakang

Gu lahir di San Francisco dan pada awal kariernya bertanding untuk Tim Amerika Serikat, memenangkan medali emas pada ajang Piala Dunia Ski Gaya Bebas FIS 2019.

Pada pertengahan 2019, ia mengumumkan bahwa ia akan mewakili Tiongkok. Pada Olimpiade Musim Dingin Beijing Winter Olympics, ia memenangkan dua medali emas dan satu medali perak untuk Tiongkok. Atlet berusia 22 tahun itu kembali bertanding untuk Tiongkok di Olimpiade Musim Dingin 2026 dan telah memenangkan medali perak nomor slopestyle.

Sementara itu, Liu, yang lahir pada tahun 2005 di Clovis, California, menjadi juara nasional seluncur indah wanita termuda Amerika Serikat pada usia 13 tahun.

Setelah sempat berhenti dari kompetisi pada usia 16 tahun, ia kembali dan membantu Tim Amerika Serikat memenangkan medali emas dalam nomor beregu seluncur indah di Olimpiade Milano Cortina.

Atlet seluncur indah Olimpiade AS Alysa Liu (tengah) dan ayahnya, Arthur Liu (kiri). Foto oleh Cao Jingzhe/The Epoch Times

Ayah Liu, Arthur Liu, datang ke Amerika Serikat pada tahun 1990-an setelah ikut serta dalam Protes Lapangan Tiananmen 1989 di Beijing dan kemudian memperoleh suaka politik.

Ia pernah mengungkapkan secara terbuka bahwa otoritas Tiongkok telah mendekati keluarganya dengan tawaran pendanaan dan peluang dukungan sponsor jika putrinya bersedia mewakili Tiongkok—namun tawaran tersebut mereka tolak.

Beberapa komentator Tionghoa-Amerika memuji keputusan keluarga Liu sebagai bentuk penerimaan terhadap nilai-nilai Amerika.

Aktivis politik Tionghoa-Amerika dan mantan kandidat Kongres Partai Republik di New Hampshire, Lily Tang Williams, mengatakan kepada NTD—media saudara dari The Epoch Times—bahwa warga Tionghoa-Amerika secara umum terbagi dalam dua kelompok:

  • Mereka yang sangat mengidentifikasi diri dengan nilai-nilai Amerika
  • Mereka yang lebih selaras dengan Partai Komunis Tiongkok di Beijing

“Ini tentang apakah Anda menerima cita-cita Amerika—bahwa kami mencintai negara ini,” katanya, seraya menyarankan Gu untuk tinggal di Tiongkok dan melihat seperti apa kehidupan di sana.


Tuduhan Standar Ganda

Gu menghadapi kritik dari beberapa komentator Amerika yang menuduhnya berbicara secara selektif.

Peraih medali perak Ailing Eileen Gu dari Tim Republik Rakyat Tiongkok merayakan di podium setelah final slopestyle putri pada hari ketiga Olimpiade Musim Dingin 2026 di Livigno Snow Park, Livigno, Italia, pada 9 Februari 2026. Michael Reaves/Getty Images

Mereka mencatat bahwa meskipun ia menyatakan dukungan terhadap komentar atlet Amerika yang mengkritik badan Imigrasi dan Bea Cukai, ia umumnya menghindari komentar tentang isu hak asasi manusia di Tiongkok, termasuk:

  • Penahanan warga Uyghur
  • Tuduhan pelecehan seksual terhadap pejabat, termasuk yang diajukan oleh bintang tenis Peng Shuai terhadap mantan pejabat tinggi PKT Zhang Gaoli

Mantan pemain NBA dan aktivis HAM Enes Kanter Freedom menulis di X pada 11 Februari bahwa Gu adalah seorang “pengkhianat.”

“Ia lahir di Amerika, dibesarkan di Amerika, tinggal di Amerika, dan memilih bertanding melawan negaranya sendiri demi negara pelanggar HAM terburuk di planet ini, Tiongkok,” tulisnya.

“Ia membangun ketenarannya di negara bebas, lalu memilih mewakili rezim otoriter sambil menerima uang dari sponsor yang dikaitkan oleh kelompok pemantau dengan kamp penahanan massal dan kerja paksa.

“Ketika isu hak asasi manusia muncul, ia menghilang. Itu bukan netral. Itu adalah pilihan.”

Pakar hubungan AS–Tiongkok Michael Sobolik dari Hudson Institute mengatakan di X bahwa mengkritik presiden Amerika Serikat adalah hal yang sangat umum bagi atlet.

Namun, ia mempertanyakan alasan di balik sikap diam Gu terhadap pelanggaran di Tiongkok dan menyatakan bahwa ia “memanfaatkan kebebasan yang diberikan Amerika Serikat untuk mewakili rezim otoriter.”

Laporan 5 Negara Eropa Ungkap Rusia Meracuni Tokoh Oposisi Alexei Navalny dengan Racun Katak Panah

Alexei Navalny, pemimpin oposisi paling terkemuka di Rusia, pingsan dan meninggal dunia pada Februari 2024 setelah berjalan-jalan di sebuah koloni penjara.

EtIndonesia. Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, meninggal dunia setelah diduga diracuni oleh Kremlin menggunakan racun dari katak panah beracun, menurut pernyataan bersama lima negara Eropa pada 14 Februari.

Inggris, Swedia, Prancis, Jerman, dan Belanda mengumumkan temuan mereka setelah analisis sampel dari Navalny diduga menunjukkan adanya epibatidine dalam tubuhnya.

Epibatidine adalah racun yang ditemukan pada katak panah beracun di Amerika Selatan dan tidak ditemukan secara alami di Rusia.

“Saya sudah yakin sejak hari pertama bahwa suami saya diracuni, tetapi sekarang ada bukti: [Presiden Rusia Vladimir] Putin membunuh Alexei dengan senjata kimia,” tulis istri mendiang Navalny, Yulia Navalnaya, dalam unggahan di X pada 14 Februari.

“Saya berterima kasih kepada negara-negara Eropa atas kerja teliti yang mereka lakukan selama dua tahun dan karena telah mengungkap kebenaran. Vladimir Putin adalah seorang pembunuh. Ia harus dimintai pertanggungjawaban atas semua kejahatannya.”

Navalny, yang merupakan pemimpin oposisi paling menonjol di Rusia, pingsan dan meninggal pada Februari 2024 setelah berjalan-jalan di sebuah koloni penjara di Lingkar Arktik, sekitar 1.200 mil di sebelah timur Moskow, tempat ia menjalani hukuman 19 tahun, menurut pejabat penjara Rusia.

“Dengan mempertimbangkan tingkat racun epibatidine dan gejala yang dilaporkan, keracunan sangat mungkin menjadi penyebab kematiannya,” demikian tuduhan dalam pernyataan bersama tersebut.

Temuan ini bertentangan dengan klaim Rusia bahwa Navalny meninggal karena sebab alami.

“Saya mungkin mengecewakan Anda, tetapi sejauh yang kami ketahui, ia memang meninggal akibat pembekuan darah. Dan ini kurang lebih telah dikonfirmasi,” kata Kyrylo Budanov, kepala Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina, kepada wartawan pada 25 Februari 2024, seperti dikutip oleh Kyiv Post.

“Ini bukan bersumber dari internet, tetapi, sayangnya, penyebab alami.”

Para pemimpin Eropa menyatakan dalam pernyataan bersama bahwa “Rusia memiliki sarana, motif, dan kesempatan untuk memberikan racun tersebut kepadanya.”

“Temuan terbaru ini sekali lagi menegaskan perlunya meminta pertanggungjawaban Rusia atas pelanggaran berulang terhadap Konvensi Senjata Kimia dan, dalam kasus ini, Konvensi Senjata Biologis dan Racun,” kata mereka.

“Perwakilan Tetap kami di Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons hari ini telah menulis kepada Direktur Jenderal untuk memberitahukan pelanggaran Rusia terhadap Konvensi Senjata Kimia.”

Para pemimpin lima negara tersebut mengatakan mereka khawatir Rusia tidak menghancurkan seluruh persediaan senjata kimianya dan mereka ingin menggunakan “semua instrumen kebijakan yang tersedia untuk terus meminta pertanggungjawaban Rusia.”

“Alexei Navalny menunjukkan keberanian luar biasa dalam menghadapi tirani,” tulis Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di X.

“Tekadnya untuk mengungkap kebenaran telah meninggalkan warisan abadi, dan doa saya bersama keluarganya hari ini. Saya melakukan segala yang diperlukan untuk melindungi rakyat kami, nilai-nilai kami, dan cara hidup kami dari ancaman Rusia dan niat pembunuhan Putin.”

Artikel ini sebelumnya terbit dengan bahasa Inggris

Konflik Aparat dan Warga Kembali Meletus di Hainan, Tiongkok, Pakar: Zona Perdagangan Bebas Ini Berpotensi Gagal Total

Setelah seluruh Pulau Hainan resmi diberlakukan kebijakan “penutupan kepabeanan” sebagai bagian dari proyek Pelabuhan Perdagangan Bebas, berbagai persoalan seperti perebutan lahan, pengangguran, dan kenaikan harga barang memicu meningkatnya konflik antara pemerintah dan warga. 

Insiden terbaru terjadi di Desa Daya, Kabupaten Lingao, Hainan, di mana bentrokan sengit antara aparat dan masyarakat pecah. Sejumlah pakar menilai proyek Hainan pada akhirnya berpotensi bernasib sama seperti Kawasan Baru Xiong’an—berakhir sebagai proyek mangkrak.

EtIndonesia. Pada 1 Februari, warga Desa Daya memprotes di depan kantor komite desa. Mereka menyatakan ketidakpuasan atas praktik pembongkaran paksa yang telah berlangsung lama, dugaan korupsi, serta ketidakadilan dalam proses pemilihan tingkat desa. Warga juga menghadang kendaraan pemerintah sebagai bentuk aksi protes. Aparat kepolisian dalam jumlah besar bersama pejabat pemerintah kemudian dikerahkan ke lokasi untuk membubarkan massa.

Rekaman video dari lokasi menunjukkan aparat polisi anti huru-hara menggunakan tameng, tongkat, serta semprotan merica untuk memukul mundur warga. Sementara itu, sebagian warga membalas dengan melempar batu dan pecahan bata. Beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Pada 12 Februari, sejumlah warga mengatakan kepada media bahwa akar konflik terletak pada sengketa lahan. Sejak Desember tahun lalu, ketika kebijakan penutupan kepabeanan di seluruh Pulau Hainan mulai diberlakukan sebagai bagian dari proyek Pelabuhan Perdagangan Bebas, perusahaan-perusahaan dari luar daerah bersama aparat pemerintah disebut melakukan pengambilalihan lahan secara paksa, menandatangani kontrak yang dianggap tidak adil, serta melaksanakan pembongkaran tanpa persetujuan yang memadai. Kondisi ini memicu akumulasi ketidakpuasan di kalangan masyarakat.

Warga juga mengungkapkan bahwa banyak keluarga kehilangan rumah dan lahan pertanian mereka. Sementara itu, janji-janji kebijakan kesejahteraan yang disampaikan pemerintah belum terealisasi. Ditambah lagi dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, sulitnya mencari pekerjaan, dan meningkatnya biaya hidup, kondisi ekonomi masyarakat semakin tertekan.

Menurut warga, persoalan lahan telah menyentuh batas toleransi masyarakat. Mereka khawatir situasi ini dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar di masa mendatang.

Ekonom Amerika Serikat, Li Hengqing, menyatakan bahwa sikap pemerintah saat ini sangat keras. Menurutnya, jika terjadi perbedaan pendapat, respons yang muncul cenderung represif. Dalam situasi seperti ini, masyarakat hanya memiliki dua pilihan: menerima keadaan tanpa perlawanan atau bangkit melawan seperti yang terjadi di Hainan. Namun, ia menilai kondisi seperti ini justru akan semakin menyulitkan terwujudnya zona perdagangan bebas yang stabil.

Sejumlah pakar juga berpendapat bahwa tujuan jangka panjang proyek Zona Perdagangan Bebas Hainan sebenarnya adalah untuk menjadi alternatif bagi Hong Kong sebagai pusat perdagangan bebas. Namun, mereka menilai proyek tersebut berpotensi bernasib sama seperti Zona Perdagangan Bebas Shanghai dan Kawasan Baru Xiong’an, yang dinilai tidak mencapai target ambisius awalnya.

Profesor Xie Tian dari Aiken School of Business, University of South Carolina, berpendapat bahwa di bawah sistem politik yang bertekanan tinggi, dengan pembatasan arus informasi serta tidak adanya kebebasan penuh dalam pertukaran dan peredaran mata uang, ditambah lemahnya jaminan supremasi hukum, konsep zona perdagangan bebas sulit untuk diwujudkan secara nyata.

Xie Tian juga menambahkan bahwa secara geografis dan ekonomi, Shanghai sebenarnya memiliki keunggulan lebih besar dibanding Hainan. Sepuluh tahun lalu, ketika kondisi ekonomi relatif lebih baik, upaya pembangunan zona perdagangan bebas di Shanghai pun tidak berkembang sesuai harapan.

Menurutnya, di tengah perlambatan ekonomi yang serius saat ini, pemerintah berupaya menjadikan proyek zona perdagangan bebas sebagai “suntikan penyelamat” bagi ekonomi yang lesu. Namun, ia menilai langkah tersebut kecil kemungkinan memberikan dampak signifikan. Akibatnya, proyek Zona Perdagangan Bebas Hainan berisiko berubah menjadi proyek besar yang mangkrak, serupa dengan Kawasan Baru Xiong’an. (Jhon)

Sumber ; NTDTV.com

Penjara Wanita Liaoning, Tiongkok, Lakukan Pengambilan Darah Tak Wajar, Mantan Tahanan Hilang Tak Lama Setelah Bebas

EtIndonesia. Penjara Wanita Provinsi Liaoning dilaporkan melakukan pengambilan darah secara kolektif terhadap para tahanan dalam kondisi yang tidak lazim. Bahkan, ada mantan narapidana yang menghilang secara misterius tak lama setelah dibebaskan.

Menurut laporan dari situs Minghui, seorang praktisi Falun Gong yang sebelumnya ditahan secara ilegal di Blok 12 Penjara Wanita Provinsi Liaoning mengungkapkan bahwa selama berada di dalam penjara, ia beberapa kali mengalami pengambilan darah massal yang tidak biasa. Pihak penjara tidak pernah menjelaskan tujuan dari tindakan tersebut.

Pada akhir Maret 2023, praktisi tersebut dipindahkan secara paksa dari Dalian ke Penjara Wanita Pertama Provinsi Liaoning yang berlokasi di Shenyang. Sebelum resmi masuk penjara, ia bersama sejumlah tahanan lain dibawa ke rumah sakit penjara yang berada di luar kompleks utama untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang sangat rinci, termasuk pengambilan darah vena.

Setelah hampir seratus orang menyelesaikan pemeriksaan, seorang praktisi Falun Gong muda dipanggil kembali secara terpisah ke ruang pengambilan darah dan kembali diambil darahnya secara khusus.

Kurang dari setengah bulan setelah masuk penjara, seluruh praktisi Falun Gong dipisahkan dan dipindahkan ke Blok 12. Blok ini disebut sebagai fasilitas khusus di Penjara Wanita Liaoning yang digunakan untuk menjalankan program “transformasi” paksa terhadap praktisi Falun Gong melalui pencucian otak secara sistematis. Di sana, para praktisi dilaporkan mengalami berbagai bentuk penyiksaan dengan tujuan memaksa mereka melepaskan keyakinan.

Tak lama kemudian, sekitar akhir April atau awal Mei 2023, seluruh praktisi Falun Gong yang ditahan di Blok 12 kembali menjalani pengambilan darah secara kolektif. Masing-masing diambil dua tabung darah vena, masing-masing sebanyak 5 mililiter. Tidak ada pemeriksaan lain yang dilakukan, dan tidak pernah ada penjelasan maupun hasil lanjutan yang diberikan kepada para tahanan.

Pada paruh kedua tahun yang sama, seorang praktisi Falun Gong asal Dalian dibebaskan dari Blok 12 dan kembali ke rumah. Namun, kurang dari enam bulan setelah dibebaskan, ia tiba-tiba menghilang secara misterius. Hingga kini, hampir dua tahun telah berlalu dan tidak ada kabar mengenai keberadaannya.

Falun Dafa, juga dikenal sebagai Falun Gong, adalah sebuah latihan spiritual yang mencakup latihan meditasi serta ajaran yang didasarkan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Latihan ini menjadi sangat populer setelah diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada tahun 1992. Pada tahun 1999, setidaknya 70 juta orang telah mulai mempraktikkannya di negara tersebut, menurut perkiraan resmi pada waktu itu.

Partai Komunis Tiongkok (PKT), yang memandang popularitas latihan damai tersebut sebagai ancaman terhadap kekuasaannya, melancarkan penganiayaan kekerasan terhadap para praktisi Falun Gong pada Juli 1999. Meskipun penganiayaan tersebut masih berlangsung dan sering kali meluas hingga ke luar negeri, orang-orang di lebih dari 100 negara telah mempelajari latihan ini. (jhon) 

Sumber : NTDTV.com

Wabah Penyakit Meluas di Tiongkok, Fenomena Kematian Mendadak Terjadi di Berbagai Kelompok Usia

EtIndonesia. Menjelang Tahun Baru Imlek, arus mudik yang meningkat di Tiongkok disebut turut mempercepat penyebaran wabah penyakit. Sejumlah warga dari berbagai daerah mengungkapkan bahwa fenomena kematian mendadak tanpa gejala kini terjadi di berbagai kelompok usia. Bahkan, dalam banyak kasus, korban tidak sempat mendapatkan pertolongan medis. Namun, menurut mereka, situasi wabah ini tidak dilaporkan secara terbuka.

Beberapa warga menyatakan bahwa gejala flu yang saat ini beredar jauh lebih parah dibandingkan flu biasa. Mereka juga menyebutkan adanya lonjakan kasus kematian mendadak tanpa peringatan, yang diduga berkaitan dengan kembali merebaknya COVID-19 (yang dalam teks disebut sebagai “virus PKT”). Meski demikian, mereka menilai informasi terkait situasi ini masih dibatasi.

Seorang warga Baotou, Mongolia Dalam, bermarga Wang, mengatakan bahwa tren kematian mendadak kini cenderung terjadi pada usia yang lebih muda.

Menurutnya, orang berusia sekitar 40 hingga 50 tahun tiba-tiba meninggal dunia. Ia menceritakan sebuah kasus terbaru: seorang pria berusia 33 tahun yang baru kembali dari dinas militer mendadak meninggal di pasar. Setelah meletakkan belanjaan ke bagasi mobil, pria tersebut tiba-tiba roboh dan tidak tertolong meskipun ambulans telah dipanggil.

Seorang warga Desa di Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang, bermarga Xiang, juga mengungkapkan bahwa kasus kematian mendadak terjadi di berbagai kelompok usia. Ia menyebutkan bahwa seorang pria sekitar 50 tahun di desanya, yang sebelumnya dalam kondisi sehat, tiba-tiba meninggal dunia tanpa sebab yang jelas. Di desa-desa lain, kasus serupa terjadi pada warga berusia 40 hingga 50 tahun. Ia menambahkan bahwa sebelumnya biasanya masih ada waktu untuk upaya penyelamatan, tetapi kini banyak kasus terjadi begitu cepat hingga tidak ada kesempatan untuk melakukan pertolongan.

Sementara itu, seorang warga Hohhot, Mongolia Dalam, bermarga Bai, yang sedang menjaga anggota keluarganya di sebuah rumah sakit kabupaten, mengatakan bahwa beberapa waktu lalu rumah sakit setempat sempat penuh sesak. Pasien dengan kondisi serius dipindahkan ke rumah sakit besar di kota. Ia menyebutkan bahwa sejumlah kasus kematian mendadak terjadi dan menduga hal itu berkaitan dengan efek samping vaksin COVID-19.

Menurut Bai, kasus kematian mendadak terjadi pada berbagai usia, mulai dari usia 20-an hingga puluhan tahun. Ia menyatakan bahwa sebagian warga mengaitkan fenomena tersebut dengan vaksinasi.

Warga Baotou bermarga Wang juga mengungkapkan bahwa banyak lansia di daerahnya mengalami gangguan kulit seperti herpes dan eksim. Ia mengatakan bahwa sebagian warga meyakini kondisi tersebut merupakan salah satu efek samping vaksin COVID-19, selain keluhan insomnia dan kecemasan yang meningkat. Menurutnya, sebagian orang berpendapat bahwa vaksin dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Pada Agustus 2023, pendiri Falun Gong, Li Hongzhi, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 terutama menargetkan Partai Komunis serta mereka yang mendukungnya. Ia juga menerbitkan sebuah tulisan berjudul “Rasional” yang mengajarkan praktik “tiga pengunduran diri” serta mengucapkan “sembilan kata kebenaran” sebagai cara untuk memperoleh keselamatan.

Seorang warga Tianjin bermarga Li mengatakan bahwa saat ini banyak orang di wilayahnya terinfeksi, dengan jumlah kematian lebih banyak terjadi pada lansia dan petani. Ia menyatakan bahwa setelah membaca tulisan Li Hongzhi di situs luar negeri, ia percaya dan kemudian menyatakan keluar dari seluruh organisasi Partai Komunis Tiongkok melalui situs pengunduran diri. Ia mengaku setiap hari mengucapkan sembilan kata tersebut—“Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik”—dan merasa tetap sehat serta aman.

Menurutnya, dengan rutin mengucapkan kalimat tersebut setiap pagi dan malam, ia merasakan ketenangan batin dan berkurangnya rasa cemas. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Donald Trump Kunjungi Pangkalan Militer, Temui Tim Penangkap Maduro

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat, 13 Februari, mengunjungi Pangkalan Militer Fort Bragg di North Carolina. Dalam kunjungan tersebut, ia secara khusus bertemu dengan anggota tim operasi militer “Absolute Resolve” yang disebut bertanggung jawab atas penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro, serta keluarga mereka.

Dalam pidatonya, Trump memuji kekuatan militer Amerika Serikat dan menyatakan bahwa kemampuan tempur pasukan AS di Iran maupun Venezuela telah membuat musuh-musuh global merasa gentar.

“Tidak ada negara lain yang memiliki prajurit sehebat yang kita miliki,” ujar Trump.
“Dengan bantuan kalian, Amerika kembali menang, kembali dihormati, dan—yang paling penting—kita membuat musuh-musuh dunia merasa takut.”


Soroti Operasi Militer dan Modernisasi Angkatan Bersenjata

Trump menyinggung operasi penangkapan pada Januari lalu sebagai bukti keunggulan militer AS. Ia menyatakan bahwa peralatan buatan Rusia maupun Tiongkok yang digunakan pihak lawan tidak mampu menghadapi serangan mendadak pasukan Amerika.

Ia juga menyoroti peningkatan kekuatan militer, termasuk operasi pengeboman menggunakan pesawat siluman B-2 dalam misi yang disebut “Midnight Hammer” di Iran, serta operasi “Absolute Resolve” di Venezuela.

Selain itu, Trump memaparkan bahwa melalui undang-undang yang disebutnya sebagai “Big and Beautiful Bill”, pemerintah telah menaikkan gaji prajurit aktif dan mengalokasikan lebih dari 1 miliar dolar AS untuk renovasi perumahan militer. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan yang dianggap sebagai “tuntutan politik yang tidak relevan” telah dihapuskan, sehingga militer kini dapat fokus sepenuhnya pada tugas pertahanan.

Menurut Trump, tren perekrutan militer juga meningkat signifikan. Ia menyebut bahwa pada 2026 jumlah pendaftar diperkirakan mencapai 116% dari target rekrutmen, dengan masuknya generasi baru prajurit yang lebih kuat dan siap tempur.


Isu Venezuela, Iran, dan Greenland

Sebelum bertolak ke Fort Bragg, Trump menyampaikan bahwa hubungan AS dengan pemerintahan sementara Venezuela berjalan baik. Ia mengatakan bahwa pendapatan dari penjualan minyak Venezuela—dengan dukungan AS—sebagian besar akan dikembalikan untuk pembangunan negara tersebut. Ia juga menyebut kemungkinan melakukan kunjungan ke Venezuela, meskipun jadwalnya belum ditentukan.

Terkait Iran, Trump mengakui bahwa perundingan berlangsung sulit. Ia mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat tengah mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah sebagai langkah kesiapsiagaan, namun tetap optimistis bahwa kesepakatan pada akhirnya dapat dicapai.

Selain itu, ia menyebut Amerika Serikat sedang berdiskusi dengan pihak Eropa mengenai isu pertahanan dan status Greenland.

Dalam konteks perang Rusia–Ukraina, Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk segera mengambil langkah konkret guna mencapai perdamaian.

“Rusia ingin membuat kesepakatan. Zelenskyy juga harus bertindak sekarang, atau ia akan kehilangan peluang besar,” tegasnya.


Anggaran Ditolak, Departemen Keamanan Dalam Negeri Terancam Tutup

Sementara itu di Kongres AS, pada Kamis (12 Februari), Senat menolak rancangan undang-undang anggaran yang diajukan DPR untuk mendanai United States Department of Homeland Security. Karena Kongres akan memasuki masa reses selama 10 hari mulai pekan depan, lembaga tersebut terancam kembali mengalami penutupan operasional.

Dampaknya berpotensi dirasakan pada berbagai sektor, termasuk penegakan hukum perbatasan, keamanan bandara, dan penanganan darurat bencana.

Pada Jumat, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, yang tengah melakukan kunjungan kerja di Phoenix, menggelar konferensi pers untuk mendukung RUU SAVE terkait verifikasi identitas pemilih. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden penggunaan laser anti-drone oleh aparat perbatasan yang menyebabkan Bandara El Paso sempat ditutup beberapa jam. Noem menegaskan bahwa dirinya tetap memimpin departemen tersebut beserta 23 lembaga di bawahnya.

Trump dalam kesempatan yang sama kembali menegaskan dukungannya terhadap aparat penegak hukum federal. Ia menyatakan bahwa dalam setahun terakhir ratusan ribu pelaku kejahatan telah ditangkap dan tingkat kriminalitas nasional berada di titik terendah dalam sejarah. (jhon)

Ia juga menyinggung data inflasi terbaru yang menurutnya menunjukkan tren yang menggembirakan. (jhon)