Daun Hijau

EtIndonesia. Gambarlah sehelai daun bagi kehidupan. Selama hati masih percaya, keajaiban selalu punya peluang untuk terjadi. Harapan mungkin tampak kecil, tetapi dia hidup abadi di dunia ini.

Sastrawan Amerika O. Henry pernah menuliskan sebuah kisah menyentuh dalam novelnya The Last Leaf (Daun Terakhir).

Di sebuah kamar rumah sakit, terbaring seorang pasien yang hidupnya berada di ujung tanduk. Dari balik jendela kamarnya, dia dapat melihat sebuah pohon di luar. Setiap hari, diterpa angin musim gugur, daun-daun pohon itu satu per satu berguguran.

Sang pasien menatap daun-daun yang rontok itu dengan perasaan putus asa. Seiring berkurangnya daun di pohon, kondisi tubuhnya pun semakin melemah—hari demi hari kian memburuk. 

Dia berkata lirih: “Ketika semua daun di pohon itu gugur, saat itulah aku akan mati.”

Seorang pelukis tua yang mengetahui hal tersebut merasa sangat tersentuh. Diam-diam, dia mengambil kuas dan cat, lalu melukis sehelai daun hijau dengan urat daun yang tampak segar, kemudian menggantungkannya di salah satu dahan pohon.

Hari demi hari berlalu. Daun terakhir itu tak kunjung jatuh.

Dan karena sehelai “daun hijau” dalam hidupnya itulah, sang pasien perlahan menemukan kembali harapan. Secara ajaib, dia pun berhasil bertahan dan hidup.

Renungan

Dalam hidup, seseorang mungkin bisa kehilangan banyak hal. Namun ada satu hal yang tidak boleh hilang sama sekali, yaitu harapan.

Harapan adalah nilai penting dalam kehidupan manusia. Di mana ada harapan, di sanalah kehidupan terus berdenyut dan tak pernah berhenti.(jhn/yn)

 Menegakkan Kepala Itu Indah

Etindonesia. Jangan pedulikan dia seekor sapi betina berwarna hitam—susu yang dihasilkannya tetap putih.

Jenny adalah seorang gadis kecil yang selalu berjalan dengan kepala tertunduk. Dia merasa dirinya tidak cukup cantik, sehingga rasa percaya dirinya sangat rendah.

Suatu hari, dia pergi ke sebuah toko aksesori dan membeli sebuah pita kupu-kupu berwarna hijau. Pemilik toko terus memujinya, mengatakan bahwa Jenny terlihat cantik saat mengenakannya. Walau Jenny tidak sepenuhnya percaya, hatinya tetap terasa senang. Tanpa sadar, dia pun menegakkan kepalanya, ingin segera memperlihatkan dirinya kepada orang lain. Dia bahkan menabrak seseorang saat keluar dari toko, tetapi sama sekali tidak memedulikannya.

Ketika Jenny memasuki kelas, dia berpapasan dengan gurunya.

“Jenny, kamu terlihat sangat cantik saat menegakkan kepala,” kata sang guru sambil menepuk bahunya dengan penuh kasih.

Hari itu, Jenny menerima banyak pujian dari orang-orang di sekitarnya. Dia mengira semua itu berkat pita kupu-kupu yang dibelinya. Namun ketika dia bercermin, ternyata pita itu sudah tidak ada di kepalanya—mungkin terjatuh saat dia bertabrakan dengan seseorang ketika keluar dari toko.

Saat itulah Jenny menyadari bahwa kepercayaan diri itu sendiri adalah sebuah keindahan. Sayangnya, banyak orang justru kehilangan kebahagiaan hanya karena terlalu memusingkan penampilan luar.

Renungan

Entah kita miskin atau kaya,  entah berparas rupawan atau berpenampilan biasa saja, selama kita berani menegakkan kepala, kebahagiaan akan membuat kita tampak menawan— menawan dengan cara yang disukai semua orang. (jhn/yn)

Grand Mercure Malang Mirama Berbagi Sukacita Natal di Lapas Perempuan Malang

Malang, 19 Desember 2025 – Menyebarkan cahaya kasih Natal, Grand Mercure Malang Mirama menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Kota Malang pada Kamis (18/12). Kegiatan bertema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” ini bertujuan berbagi kebahagiaan dan memberikan dukungan moril bagi sekitar 50 warga binaan.

Acara diisi dengan ibadah perayaan Natal yang khidmat, diikuti oleh warga binaan beragama Kristen dan Katolik. Rangkaian kegiatan meliputi doa bersama, puji-pujian, paduan suara, serta penampilan gerak tari, menciptakan suasana hangat penuh sukacita dan pengharapan.

Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen hotel dalam berperan aktif bagi masyarakat. “Kami ingin merayakan Natal dengan cara yang lebih bermakna, salah satunya dengan berbagi kebahagiaan bersama warga binaan Lapas Perempuan Malang. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami sebagai bagian dari industri perhotelan,” ujarnya.

Sinergi antara Grand Mercure Malang Mirama dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang diharapkan dapat memperkuat pembinaan kepribadian yang humanis, membangun semangat kebersamaan, serta menumbuhkan optimisme warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bingkisan kasih berupa body care dari pihak manajemen hotel kepada para warga binaan, sebagai simbol kepedulian dan dukungan moral.

Leedon Hotel & Suites Surabaya Gelar Persiapan Perayaan Natal & Tahun Baru 2025

Surabaya – Menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2026, umat Kristen di Surabaya menggelar acara persiapan yang meriah di Leedon Hotel & Suites Surabaya. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (16/12) ini dihadiri oleh jemaat, pendeta, serta tamu undangan dalam suasana hangat penuh sukacita.

Bertempat di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 37, Kelurahan Ketabang, acara ini turut dimeriahkan oleh paduan suara OMK Kristus Raja yang membawakan lagu-lagu rohani dengan merdu, menambah kekhusyukan dan semangat perayaan. Persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru ini menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus merefleksikan makna kasih Kristus.

Inggrid Tjokro Saputro, selaku Director of Finance & Owner Leedon Hotel & Suites Surabaya, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu. “Atas nama Leedon Hotel & Suites Surabaya, kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak dan Ibu Pendeta serta seluruh hadirin yang telah berkenan hadir,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Orkestra OMK Kristus Raja yang telah mengharumkan suasana dengan alunan lagu pujian yang penuh khidmat. “Suara merdu paduan suara ini benar-benar mengangkat semangat perayaan kita malam ini,” tambahnya.

Inggrid menekankan bahwa perayaan Natal bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan kasih Yesus yang kekal. “Sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk memancarkan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari, menjadi terang bagi sesama,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa acara ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat berbagi kasih tanpa memandang latar belakang, usia, maupun ras. “Harapan kami, Leedon Hotel & Suites Surabaya dapat menjadi saluran berkat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya di Surabaya,” pungkasnya.

Acara ini menjadi bukti komitmen Leedon Hotel & Suites Surabaya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kebersamaan masyarakat, sekaligus menyiapkan suasana penuh sukacita menyambut pergantian tahun.

Dafam Pacific Caesar Surabaya Gelar “Melihat Bersama #SetaraBerkarya”, Ruang Apresiasi untuk Anak Disabilitas

Surabaya – Dalam rangka memberikan ruang ekspresi dan apresiasi bagi anak-anak disabilitas, Dafam Pacific Caesar Surabaya menggelar acara bertajuk “Melihat Bersama #SetaraBerkarya” pada Sabtu (14/12) di Pacific Sky Hall. Acara ini merupakan kolaborasi inklusif dengan Disabilitas Berkarya, UPTD Kampung Anak Negeri, Melihat Bersama, dan Matanesia sebagai kurator foto.

Acara ini menampilkan beragam karya kreatif dari 18 peserta disabilitas asal Jawa Timur, berupa pameran fotografi yang menggambarkan sudut pandang unik mereka. Selain itu, penampilan musik dari tiga musisi tuna netra, Krisna, Willy, dan Rafly, serta live painting oleh seniman tuna rungu-wicara Kiking dan Pina, turut memeriahkan acara.

Hogi Budiarto, General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, menyatakan bahwa acara ini lebih dari sekadar pameran. “Kami ingin menciptakan ruang di mana anak-anak ini tidak hanya tampil, tetapi benar-benar hadir, dilihat, dan dihargai sebagaimana adanya. Kreativitas adalah hak setiap manusia,” ujarnya.

Salah satu momen pengharuan terjadi ketika Sophie, perwakilan peserta, menyampaikan pidato dalam Bahasa Inggris tentang pengalamannya berkarya sebagai anak disabilitas. Ia juga menyerahkan karya fotografi potret ibunya sebagai bentuk penghargaan dalam rangka Hari Ibu. Selain itu, Aqsa, peserta tuna rungu-wicara, berbagi cerita melalui bahasa isyarat tentang makna di balik karya fotonya, menekankan pentingnya kesempatan untuk diakui setara.

Edy Santoso, Sales & Marketing Manager, menambahkan, “Kami ingin membuka ruang bagi anak-anak ini untuk hadir, dilihat, dan dihargai. Karya mereka adalah pernyataan bahwa kreativitas tidak mengenal syarat.”

Acara ini merupakan wujud nyata komitmen Dafam Pacific Caesar Surabaya dalam mendukung inklusivitas dan kesetaraan, sekaligus memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan aksi konkret, bukan sekadar seremonial.

Seorang Pria Meninggal Akibat Rabies Setelah Menerima Ginjal dari Donor Organ yang Dicakar Sigung

EtIndonesia. Seorang pria di Michigan secara tragis kehilangan nyawanya setelah terinfeksi virus rabies setelah transplantasi ginjal yang seharusnya menyelamatkan hidupnya.

Dalam apa yang disebut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) sebagai “kejadian yang sangat langka,” seorang pria dewasa di Michigan terinfeksi rabies setelah transplantasi ginjal. Menurut laporan CDC, pria tersebut menerima ginjal kiri dari donor yang telah meninggal di Idaho pada Desember 2024. Prosedur berjalan sempurna, dan pasien pulih sepenuhnya, tetapi hanya lebih dari lima minggu kemudian, dia mulai mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

Penerima ginjal yang tidak disebutkan namanya itu awalnya mulai mengalami tremor, kelemahan kaki, kebingungan, dan inkontinensia urin, tetapi keadaannya semakin memburuk. Dalam beberapa hari, dia dirawat di rumah sakit dengan demam, kesulitan menelan, tanda-tanda hidrofobia, dan disfungsi sistem saraf otonom. Dia segera harus menggunakan ventilator karena tidak dapat bernapas sendiri, dan meninggal seminggu setelah dirawat di rumah sakit.

Tes yang dilakukan setelah kematian mengejutkan pria itu mengungkapkan adanya virus rabies di air liurnya, kulit lehernya, dan jaringan otaknya. Ini tidak masuk akal karena keluarga pria itu mengklaim bahwa dia tidak memiliki kontak dengan hewan yang dapat menularkan penyakit tersebut. Saat itulah para penyelidik mulai menyelidiki donor ginjalnya.

Ternyata ginjal tersebut berasal dari seorang pria di Idaho yang telah dinyatakan mati otak setelah beberapa hari dirawat di ruang perawatan intensif. Kuesioner penilaian risiko donornya menunjukkan bahwa dia menderita cakaran sigung beberapa minggu sebelum koma yang tidak pernah dia sadarkan lagi.

Keluarga donor organ tersebut mengingat bahwa beberapa minggu sebelum kematiannya, pria itu melawan sigung untuk melindungi seekor anak kucing di pertaniannya di Idaho. Meskipun dia melaporkan tidak digigit, pria itu mengalami goresan di tulang keringnya.

Dalam waktu lima minggu setelah kejadian tersebut, pria itu mulai menunjukkan tanda-tanda kebingungan, kesulitan berjalan dan menelan, kaku leher, dan halusinasi. Dua hari kemudian, dia ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya, dan meskipun dokter telah berusaha sebaik mungkin, dia tidak pernah sadar kembali.

Setelah dinyatakan mati otak, keluarga mulai mengatur donasi organ. Ginjal kirinya, jantung, paru-paru, dan kedua korneanya berhasil didonorkan. Menariknya, tes rabies menunjukkan hasil negatif, dan gejala anehnya akhirnya dikaitkan dengan kondisi kronis lainnya. Namun, setelah kematian penerima ginjalnya, CDC menyetujui pengujian lebih lanjut pada sampel yang disimpan, dan kali ini, dokter menemukan RNA virus rabies dalam biopsi ginjal kanannya.

Setelah mengkonfirmasi keberadaan virus rabies, tiga orang di California, Idaho, dan New Mexico yang telah menerima transplantasi kornea dari donor yang sama antara Desember 2024 dan Januari 2025 harus menjalani pengangkatan transplantasi. Mereka juga menerima imunoglobulin rabies dan empat dosis vaksin, dan tidak satu pun dari mereka yang menunjukkan gejala apa pun.

Terlepas dari sifat mengejutkan kasus ini, CDC mencatat bahwa risiko tertular rabies atau infeksi lain melalui transplantasi organ atau jaringan tetap sangat rendah. Hanya empat kasus penularan rabies melalui transplantasi yang telah didokumentasikan di Amerika Serikat sejak tahun 1978.(yn)

 Bayangan Itu Hanyalah Naga Kertas

EtIndonesia. Dalam hidup, kita sering menerima berbagai pukulan dari luar. Namun, seberapa besar dampaknya terhadap diri kita, pada akhirnya ditentukan oleh pilihan kita sendiri.

Kakekku pernah membuatkan sebuah naga panjang dari kertas untukku. Rongga di dalam perut naga itu sebenarnya sangat sempit—hanya cukup untuk menampung beberapa ekor belalang.

Ketika belalang-belalang itu dimasukkan ke dalamnya, semuanya mati tanpa terkecuali.

Kakek berkata, “Belalang itu terlalu gelisah dan mudah panik. Mereka hanya tahu memberontak dan meronta. Mereka tidak pernah terpikir untuk menggigit dinding naga kertas itu, juga tidak sadar bahwa jika terus bergerak ke satu arah, mereka sebenarnya bisa keluar dari ujung lainnya. Akibatnya, meski mereka punya rahang keras seperti capit besi dan kaki bergerigi yang kuat, semua itu tidak ada gunanya.”

Kemudian kakek memasukkan beberapa ulat hijau yang ukurannya hampir sama ke dalam naga kertas itu, dari bagian kepala, lalu menutupnya.

Keajaiban pun terjadi.

Hanya dalam beberapa menit, ulat-ulat kecil itu satu per satu merayap keluar dari bagian ekor naga.

Renungan

Takdir sejatinya tersembunyi di dalam cara kita berpikir.

Banyak orang gagal keluar dari bayang-bayang kehidupan—baik besar maupun kecil—bukan karena kemampuan mereka jauh lebih rendah dari orang lain, melainkan karena:

  • mereka tidak pernah terpikir untuk menggigit dan menembus “naga kertas” itu,
  • dan mereka tidak cukup sabar untuk menentukan satu arah, lalu melangkah maju perlahan, setahap demi setahap.

Padahal, jika terus bergerak ke depan, suatu saat cakrawala baru pasti akan terbuka di hadapan mereka.(jhn/yn)

KPPU Perkuat Institusi, Lantik 394 Pegawai Menjadi Aparatur Sipil Negara

Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memasuki babak baru transformasi kelembagaan dengan melantik seluruh 394 pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal KPPU menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa ini dilaksanakan pada Rabu (18/12) di Gedung KPPU Jakarta, sekaligus menandai konsolidasi institusional otoritas persaingan usaha di Indonesia.

Pelantikan massal ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2024 tentang KPPU. Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan amanah strategis untuk memperkuat efektivitas penegakan hukum persaingan usaha di tengah kompleksitas pasar yang semakin meningkat.

“Status ASN memberikan kepastian, stabilitas, sekaligus tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan mandat KPPU sebagai pengawal persaingan usaha yang sehat,” tegas Fanshurullah dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa profesionalisme, objektivitas, dan integritas seluruh insan KPPU menjadi kunci kepercayaan publik terhadap institusi ini.

Dengan sumber daya manusia yang kini berstatus ASN, KPPU berharap dapat lebih optimal menjalankan spektrum tugasnya, mulai dari penegakan hukum, pencegahan praktik tidak sehat, advokasi kebijakan, hingga pelayanan publik yang kredibel. Penguatan kelembagaan ini juga diharapkan sejalan dengan agenda reformasi regulasi, termasuk revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Regulasi yang lebih adaptif dan berdaya jangkau luas akan memperkuat KPPU dalam menjaga pasar tetap kompetitif, adil, dan efisien, sesuai dengan dinamika ekonomi modern,” tambah Fanshurullah.

Pelantikan ASN KPPU menjadi sinyal kuat komitmen negara dalam membangun rezim persaingan usaha yang modern dan kredibel. Dengan fondasi kelembagaan yang semakin solid, KPPU menegaskan kesiapan untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum dan pencegahan pelanggaran secara lebih konsisten, terukur, dan berbasis kepentingan publik, guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Dafam Pacific Caesar Surabaya Gelar Turnamen Mobile Legends dengan Hadiah Menarik

0

Surabaya – Menyambut semarak akhir tahun, Dafam Pacific Caesar Surabaya akan menggelar turnamen esports bertajuk “DAFAM INFINITY BATTLE” yang mempertandingkan game populer Mobile Legends: Bang Bang. Turnamen ini menawarkan total hadiah menarik senilai Rp 1.500.000 plus voucher hotel, jersey, dan 9.000 diamond.

Turnamen yang terbuka untuk umum ini akan menampung hingga 16 tim terbaik. Para peserta akan berlomba menunjukkan strategi dan skill terbaik mereka dalam pertandingan offline yang digelar pada 13 Desember 2025, mulai pukul 10.00 WIB di Caesar Lounge, Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya.

Hogi Budiarto, General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, menyatakan antusiasmenya dalam mendukung perkembangan esports lokal. “DAFAM INFINITY BATTLE adalah wujud komitmen kami untuk memberikan wadah bagi talenta gaming di Surabaya. Kami berharap acara ini tidak hanya menjadi kompetisi seru, tetapi juga ajang silaturahmi yang positif bagi komunitas,” ujarnya.

Sementara itu, Edy Santoso, Sales Marketing Manager, menambahkan bahwa kolaborasi dengan komunitas esports merupakan langkah strategis untuk mendekatkan brand dengan audiens muda yang dinamis. “Kami melihat potensi besar dalam ekosistem esports dan berharap para peserta dapat menikmati fasilitas serta atmosfer yang kami sediakan,” imbuhnya.

Pendaftaran tim telah dibuka dengan biaya Rp 50.000 per tim. Kuota terbatas, sehingga komunitas gamers di Surabaya dan sekitarnya diharap segera mendaftar. Acara ini didukung penuh oleh berbagai sponsor, termasuk Padi Technology, Telkomsel, by.U, Dunia Games, Esports, EZ Sport Wear, dan sejumlah komunitas lokal.

Nilai Sebuah Kehidupan

EtIndonesia. Dalam sebuah forum diskusi, seorang pembicara ternama naik ke atas panggung tanpa mengucapkan sepatah kata pun sebagai pembukaan. Dia hanya mengangkat tinggi-tinggi selembar uang 20 dolar di tangannya.

Menghadap sekitar 200 orang di ruang konferensi itu, dia bertanya : “Siapa yang menginginkan 20 dolar ini?”

Hampir semua tangan terangkat.

Dia lalu berkata: “Saya berniat memberikan uang ini kepada salah satu dari kalian. Tetapi sebelum itu, izinkan saya melakukan satu hal.”

Sambil berkata demikian, dia meremas uang itu hingga kusut, lalu bertanya lagi : “Sekarang, siapa yang masih menginginkannya?”

Beberapa tangan tetap terangkat.

Dia melanjutkan : “Kalau begitu, bagaimana jika saya melakukan ini?”

Dia menjatuhkan uang tersebut ke lantai, menginjaknya dengan kaki, bahkan menggeseknya hingga tampak kotor dan lecek. Setelah itu, dia memungut kembali uang tersebut—kini sudah kusam, kotor, dan penuh lipatan.

“Sekarang, siapa yang masih menginginkannya?”

Masih ada tangan yang terangkat.

Pembicara itu pun berkata dengan tenang: “Teman-teman, barusan kalian telah mengikuti sebuah pelajaran yang sangat berharga. Tidak peduli bagaimana saya memperlakukan uang ini, kalian tetap menginginkannya, karena nilainya tidak berubah—dia tetap bernilai 20 dolar.”

Dia melanjutkan: “Dalam perjalanan hidup, kita berkali-kali dijatuhkan oleh keputusan kita sendiri atau oleh berbagai cobaan hidup. Kita dipermalukan, dilukai, bahkan seolah-olah dihancurkan hingga tak bersisa. Saat itu, kita merasa diri kita tidak lagi berharga.”

“Namun, apa pun yang telah terjadi atau yang akan terjadi, di mata Tuhan, nilai diri kalian tidak pernah berkurang. Dalam pandangan-Nya, entah kalian kotor atau bersih, rapi atau berantakan, kalian tetap merupakan harta yang tak ternilai.”

Renungan

Nilai sebuah kehidupan tidak ditentukan oleh apa yang kita lakukan, tidak pula bergantung pada siapa yang kita kenal, melainkan ditentukan oleh siapa diri kita sebenarnya.

Kita masing-masing unik dan tak tergantikan— dan jangan pernah melupakan hal itu.  (jhn/yn)

Satu Hari Dua Krisis Dunia: Brussels Chaos, Iran Dicekik

EtIndonesia.  Jantung politik Uni Eropa berubah menjadi lautan traktor. Pada Rabu, 18 Desember, ribuan petani dari berbagai negara Eropa melakukan aksi protes besar-besaran di Brussels, Belgia, mengepung pusat pemerintahan Uni Eropa sebagai bentuk penolakan keras terhadap rencana perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara Amerika Selatan.

Aksi ini bukan sekadar demonstrasi simbolik. Ratusan traktor bergerak konvoi dari berbagai penjuru kota, memblokir jalan-jalan utama menuju kawasan institusi Uni Eropa. Para petani datang dari Prancis, Belgia, Spanyol, Polandia, hingga sejumlah negara Eropa lainnya, menyatukan suara dalam satu tuntutan utama: menghentikan PerjanjianPerjanjian Asosiasi Uni Eropa–Mercosur (EU–Mercosur Agreement).

Traktor, Api, dan Gas Air Mata di Jantung Eropa

Situasi dengan cepat memanas. Ban-ban dibakar di persimpangan strategis, asap hitam membumbung tinggi dan menyelimuti pusat kota Brussels. Bentrokan pun tak terhindarkan ketika polisi antihuru-hara berupaya membubarkan massa dengan meriam air dan gas air mata.

Sebagian petani terlihat membawa telur dan kentang sebagai bentuk simbol perlawanan, sementara sejumlah petani asal Prancis bahkan melemparkan kotoran ternak ke arah kendaraan polisi. Ketegangan meningkat hingga Parlemen Eropa sempat dievakuasi, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, kendaraan militer dikerahkan di sekitar kawasan Uni Eropa guna mengamankan situasi.

Inti Masalah: Produk Murah dan Perang Harga

Perjanjian yang diprotes tersebut akan membuka pintu pasar Uni Eropa bagi produk pertanian dari Brasil, Argentina, Uruguay, Paraguay, dan Bolivia. Dalam skema jangka panjang—sekitar 15 tahun—hampir seluruh tarif bea cukai akan dihapuskan.

Bagi Komisi Eropa, kesepakatan ini dinilai strategis: produk murah dari Amerika Selatan dapat menekan inflasi pangan, sementara dana yang dihemat dari subsidi tertentu bisa dialihkan untuk mendukung Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia.

Namun bagi petani Eropa, perjanjian ini dianggap sebagai vonis mati. Mereka menilai produk pertanian Amerika Selatan diproduksi dengan biaya jauh lebih rendah dan standar lingkungan yang berbeda, sehingga akan menghancurkan daya saing petani lokal.

Seorang petani Prancis berusia 23 tahun menyampaikan kemarahannya di tengah demonstrasi: “Kami tidak berjuang demi slogan politik. Kami berjuang agar bisa bertahan hidup.”

Uni Eropa Terbelah Dua

Perpecahan tajam pun muncul di antara negara anggota Uni Eropa. Prancis, Italia, Polandia, Belgia, Austria, dan Irlandia secara terbuka menolak penandatanganan perjanjian tersebut dalam waktu dekat. Mereka menuntut perlindungan lebih kuat bagi sektor pertanian domestik.

Sebaliknya, Jerman bersikeras mendorong kelanjutan perjanjian, dengan alasan bahwa pembatalan atau penundaan akan merusak kredibilitas Uni Eropa sebagai mitra dagang global. Berlin memperingatkan bahwa Uni Eropa tidak boleh terlihat goyah di tengah persaingan geopolitik global yang semakin keras.

Pengamat menilai, konflik ini mencerminkan perubahan besar dalam perdagangan internasional. Perdagangan global kini bergerak dari liberalisasi menuju politisasi, di mana keputusan geopolitik langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari rakyat. Ketika strategi besar menyentuh isi piring makan masyarakat, benturan sosial menjadi sulit dihindari.

Amerika Serikat Gempur Armada Bayangan Iran

Di hari yang sama ketika Eropa dilanda gejolak, Amerika Serikat melancarkan langkah keras terhadap Iran. Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru terhadap armada bayangan minyak Iran, yang selama ini dituding menjadi tulang punggung ekspor minyak ilegal Teheran.

Sebanyak 29 kapal dan perusahaan pengelolanya dijatuhi sanksi karena membantu Iran menghindari sanksi internasional. Menurut Washington, kapal-kapal tersebut secara sistematis menyamarkan identitas dengan mengganti nama dan bendera, serta mematikan sistem pelacakan otomatis (AIS) untuk menghindari pengawasan global.

Pemerintah AS menegaskan bahwa seluruh aset pihak yang terlibat di wilayah Amerika Serikat akan dibekukan, dan setiap pelanggaran terhadap sanksi ini dapat berujung pada hukuman pidana maupun perdata yang berat.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal tegas bahwa Washington tidak akan mentoleransi upaya Iran mempertahankan pendapatan minyaknya melalui jalur gelap, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kesimpulan

Tanggal 18 Desember 2025 menjadi potret nyata dunia yang sedang bergeser. Di Eropa, petani turun ke jalan demi kelangsungan hidup mereka. Di Amerika, sanksi ekonomi kembali dijadikan senjata utama. Dua peristiwa berbeda, namun disatukan oleh satu benang merah: ketika geopolitik dan ekonomi global bertabrakan, tekanan paling keras sering kali jatuh langsung ke rakyat.

Sentimen Konsumen Jawa Timur Makin Membaik, Tertinggi di Pulau Jawa

SURABAYA – Optimisme konsumen di Jawa Timur terus menguat seiring berakhirnya tahun 2025. Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur pada November 2025 menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 131,74, melampaui rata-rata nasional dan menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.

Angka tersebut naik dari posisi Oktober yang sebesar 127,93, dan mengukuhkan sentimen masyarakat berada pada zona optimis (indeks di atas 100). Peningkatan ini sejalan dengan tren nasional, di mana IKK Indonesia pada November 2025 juga naik menjadi 124,00 dari 121,20.

“Peningkatan keyakinan konsumen di Jawa Timur didorong oleh peningkatan persepsi kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang,” tulis Bank Indonesia dalam Siaran Persnya, Senin (15/12/2025).

Pendapatan dan Lapangan Kerja Jadi Pendorong Utama

Penguatan keyakinan ini bersumber dari perbaikan di dua indikator utama. Pertama, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik menjadi 118,91, didorong oleh membaiknya persepsi terhadap penghasilan saat ini (124,99)ketersediaan lapangan kerja (116,11), dan konsumsi barang tahan lama (115,64) seperti elektronik dan kendaraan.

Kedua, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) melonjak signifikan menjadi 144,57, yang mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap perekonomian semester pertama 2026. Optimisme ini ditopang oleh ekspektasi positif terhadap perkembangan usaha (141,03), peningkatan penghasilan (150,11), dan ketersediaan lapangan kerja di masa depan (142,58).

Kinerja Regional: Surabaya Stabil, Kota Lain Melonjak

Secara spasial, optimisme tersebar merata di seluruh wilayah pantauan. Kota Kediri mencatatkan lonjakan IKK tertinggi menjadi 152,33, diikuti oleh Kabupaten Jember yang naik ke level 135,67. Kota Surabaya sebagai ibu kota provinsi juga mengalami peningkatan tipis menjadi 120,23, sementara Kota Malang mengalami sedikit koreksi menjadi 159,92 dari posisi sebelumnya yang sangat tinggi.

Yang patut dicatat, seluruh indikator keyakinan konsumen Jawa Timur (IKK, IKE, dan IEK) berada di atas rata-rata provinsi di Pulau Jawa. Hal ini mengindikasikan bahwa kekuatan ekonomi dan sentimen masyarakat di Jawa Timur relatif lebih tangguh.

Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Semakin Sehat

Survei ini juga mengungkapkan pola pengelolaan keuangan rumah tangga yang semakin seimbang. Proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi (APC ratio) meningkat menjadi 75,80%, mencerminkan daya beli yang terjaga. Di sisi lain, rasio utang terhadap pendapatan (debt to income ratio) justru turun menjadi 10,91%, dan proporsi tabungan (saving to income ratio) meningkat menjadi 13,29%.

“Kondisi ini mencerminkan peningkatan konsumsi masyarakat yang tetap diiringi dengan pengelolaan keuangan yang lebih sehat,” jelas Bank Indonesia.

Secara keseluruhan, survei ini memberikan sinyal positif bagi perekonomian regional. Optimisme konsumen yang tinggi, ditopang oleh peningkatan pendapatan, lapangan kerja, dan pengelolaan keuangan yang prudent, diharapkan dapat menjadi motor penggerak permintaan domestik menuju stabilisasi ekonomi yang berkelanjutan di awal tahun 2026.

Daya Beli Menguat, Penjualan Eceran Surabaya Diproyeksi Tumbuh 19,7% di November 2025

SURABAYA – Optimisme konsumen di Kota Surabaya terus menguat seiring mendekatnya momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memproyeksikan kinerja perdagangan ritel pada November 2025 akan meningkat secara signifikan.

Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2025 diprakirakan mencapai 489,4, atau tumbuh 19,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi September 2025 yang tercatat sebesar 19,1%. Peningkatan ini didorong oleh geliat program promosi dan diskon besar-besaran para pedagang dalam menyambut Hari Belanja Khusus Natal (HBKN) serta tahun baru.

“Prakiraan peningkatan kinerja tersebut didorong oleh kenaikan permintaan menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru,” tulis Bank Indonesia dalam Siaran Persnya, Rabu (16/12/2025).

Kelompok Barang Ini Jadi Penopang Utama

Secara spesifik, peningkatan penjualan paling kuat diprakirakan berasal dari tiga kelompok:

  1. Suku Cadang dan Aksesori (otomotif).
  2. Barang Budaya dan Rekreasi (buku, alat olahraga, perlengkapan wisata).
  3. Barang Lainnya Subkelompok Sandang (pakaian dan alas kaki).

Sementara itu, penjualan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau diprakirakan tetap tumbuh meski mengalami perlambatan. Di sisi lain, beberapa kelompok seperti Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Peralatan Informasi dan Komunikasi, serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya masih diperkirakan mengalami kontraksi, meski tidak sedalam Oktober lalu.

Oktober 2025 Tunjukkan Perbaikan Nyata

Data realisasi bulan sebelumnya (Oktober 2025) telah memberikan sinyal positif. IPR Surabaya tercatat sebesar 489,6, tumbuh 19,1% (yoy), lebih tinggi dari September (17,9%). Secara bulanan (month-to-month/mtm), penjualan juga membaik dengan pertumbuhan 0,4%, berbalik dari kontraksi -1,5% pada September.

Perbaikan di Oktober ditopang oleh peningkatan penjualan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Sandang. Momentum event regional seperti Pekan Raya Jatim dan Jatim Fest dalam rangka HUT Jawa Timur turut menyumbang peningkatan permintaan, terutama untuk Suku Cadang dan Aksesori serta Peralatan Informasi dan Komunikasi.

Optimisme Masih Terjaga Hingga Pertengahan 2026

Optimisme pelaku usaha ritel juga masih kuat untuk bulan-bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) menunjukkan angka di atas 100, yang mengindikasikan sentimen positif.

  • IEP untuk Januari 2026 mencapai 174,4, didorong oleh permintaan berlanjut pascatahun baru.
  • IEP untuk April 2026 juga meningkat menjadi 164,6, seiring dengan momen tahunan Hari Kartini yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas belanja.

Namun, di balik optimisme penjualan, tekanan inflasi juga diprakirakan meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum untuk Januari dan April 2026 masing-masing diproyeksikan naik, seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat pada momen-momen tersebut. Hal ini perlu menjadi perhatian untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Secara keseluruhan, data ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat Surabaya masih tangguh. Geliat konsumsi yang tinggi, terutama yang didorong oleh momen spesial, menjadi penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi regional di akhir tahun 2025 dan awal 2026.

Anak Panah yang Patah

EtIndonesia. Pada zaman Musim Semi dan Gugur serta Negara-negara Berperang, hiduplah seorang ayah dan anak yang bersama-sama turun ke medan perang. Sang ayah telah menjadi seorang jenderal, sementara sang anak masih sebatas prajurit biasa yang bertugas di barisan depan.

Ketika terompet perang kembali ditiup dan genderang perang bergemuruh, sang ayah dengan penuh wibawa mengangkat sebuah kantong anak panah. Di dalamnya tertancap satu anak panah.

Dengan nada serius, dia berkata kepada putranya: “Ini adalah anak panah pusaka keluarga. Bawalah selalu di sisimu, kekuatannya tak terhingga. Tetapi ingat, jangan sekali-kali menariknya keluar.”

Kantong anak panah itu terlihat sangat indah—terbuat dari kulit sapi tebal, dihiasi tepian tembaga yang berkilau redup. Ujung ekor anak panah yang tampak keluar jelas dibuat dari bulu merak pilihan. Melihatnya, sang anak langsung diliputi kegembiraan. Dalam benaknya, dia membayangkan betapa sempurnanya batang dan mata anak panah itu. Di telinganya seakan terdengar suara “swoosh” anak panah melesat, dan dia membayangkan panglima musuh jatuh tersungkur dari kudanya.

Benar saja, sejak membawa anak panah pusaka itu, sang anak bertempur dengan sangat gagah berani. Dia maju tanpa gentar dan tak terkalahkan di medan laga.

Namun, ketika terompet tanda mundur ditiup, rasa bangga karena kemenangan membuatnya tak lagi mampu menahan diri. Dia melupakan pesan ayahnya. Dorongan rasa ingin tahu yang kuat membuatnya berseru pelan dan menarik keluar anak panah pusaka itu, ingin melihatnya dengan jelas.

Sekejap dia tertegun.

Di dalam kantong itu… ternyata hanya ada sebuah anak panah yang patah.

“Aku selama ini bertempur hanya dengan sebuah anak panah patah?”

Keringat dingin langsung membasahi tubuhnya. Seperti rumah yang tiba-tiba kehilangan tiangnya, tekadnya runtuh seketika. Keberanian yang selama ini menopangnya pun ambruk total.

Akhirnya, tanpa perlu dijelaskan lebih jauh, sang anak tewas di tengah kekacauan perang.

Setelah asap pertempuran perlahan menghilang, sang ayah memungut anak panah patah itu, meludah dengan getir, lalu berkata: “Orang yang tidak percaya pada tekadnya sendiri, selamanya tidak akan pernah menjadi seorang jenderal.”

Menggantungkan kemenangan dan kekalahan pada sebuah “anak panah pusaka” betapa bodohnya. Dan ketika seseorang menyerahkan inti kehidupannya, kendali nasibnya, kepada pihak lain—betapa berbahayanya itu.

Misalnya:

  • Menggantungkan harapan sepenuhnya pada anak,
  • Menggantungkan kebahagiaan pada pasangan,
  • Menggantungkan rasa aman hidup pada pekerjaan atau institusi.

Renungan

Sesungguhnya, kitalah anak panah itu sendiri. Jika ingin kuat, jika ingin tajam, jika ingin melesat tepat sasaran dan selalu mengenai target, maka yang dapat menempa, mengasah, dan menyelamatkan anak panah itu hanyalah diri kita sendiri. (jhn/yn)