Tahun Baru Imlek 2026 Tiba ! Video Anjing Diam-Diam Belanja Online 100 Lentera, Pemiliknya Sampai Tercengang Hingga Butuh 2 Hari Memasangnya

EtIndonesia. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, seorang warganet di Tiongkok membagikan pengalaman tak terduga: anjing peliharaannya diam-diam memainkan ponselnya dan berhasil memesan lebih dari 100 lentera hias secara online. Ketika kiriman datang dan lentera memenuhi rumah, ia benar-benar dibuat terkejut.


Anjing “Belanja” Sambut Tahun Baru

Pada 11 Februari, seorang konten kreator Tiongkok mengunggah video dengan keterangan, “Anjingku pakai ponselku dan membeli lebih dari 100 lentera.” Kisah itu langsung mengundang tawa sekaligus rasa tak percaya.

Menurut penuturannya, minggu sebelumnya ia melihat tetangganya sudah menggantung lentera untuk menyambut Imlek. Ia pun berniat membeli beberapa secara online. Saat sedang memilih barang di ponsel, ia tertidur.

Setelah ia tertidur, anjingnya melompat ke tempat tidur, bermain-main dengan ponsel tersebut, menekan-nekan layar dengan cakarnya secara acak, lalu pergi begitu saja.

Karena akhir tahun sedang sibuk di tempat kerja, ia jarang di rumah dan biasanya paket diterima oleh temannya. Kurir pun sempat kebingungan melihat begitu banyak kiriman lentera untuk rumah kecil itu. Temannya hanya mengatakan bahwa mungkin itu pesanan anggota keluarga, lalu menaruh semua lentera di ruang makan.

Ketika suaminya pulang dan melihat tumpukan lentera, ia menelepon sang istri untuk menanyakan apakah lentera itu perlu dipasang. Ia mengira hanya beberapa lentera kecil yang dibelinya sudah tiba, lalu menjawab santai, “Pasang saja.”


Rumah Mendadak Penuh Lentera

Keesokan paginya, sebelum ia bangun, terdengar suara bor listrik. Suaminya mengatakan petugas pemasangan lentera sudah datang. Saat ia bangun dan melihat sekeliling, ia terkejut—mengapa lentera begitu banyak?

Setelah memeriksa resi pengiriman, ia baru menyadari semua pesanan atas namanya sendiri. Saat itu ia benar-benar kebingungan.

Awalnya ia ingin mengajukan pengembalian barang. Namun ketika melihat setengah halaman rumah sudah dipasangi lentera, ia pun mengurungkan niat tersebut.

Butuh dua hari penuh untuk menggantung semua lentera. Setelah itu, ia membersihkan halaman hingga kelelahan dan suaranya serak. Meski begitu, halaman yang dipenuhi lentera tampak meriah dan penuh suasana perayaan. Sang anjing pun terlihat riang bermain di bawah deretan lentera tersebut.

Video tentang anjing yang “belanja” 100 lentera ini menjadi viral dan meraih sekitar 480 ribu tanda suka. Warganet ramai-ramai bercanda bahwa ini bukan pertama kalinya anjing tersebut belanja online—sebelumnya ia juga pernah membeli sandal.


Bukan Hanya Anjing, Kucing Juga Bisa “Belanja”

Beberapa warganet juga membagikan pengalaman serupa. Ada yang mengatakan kucing peliharaannya pernah membeli seekor ayam jantan hidup secara online.

Pada Oktober tahun lalu, seorang kreator lain mengunggah video yang menceritakan bahwa kucingnya tanpa sengaja memesan seekor ayam jantan hidup. Saat paket tiba, ia dan suaminya merasa bingung. Setelah memeriksa rekaman CCTV, barulah diketahui bahwa sang kucing bermain-main dengan ponsel dan tanpa sengaja melakukan pemesanan.

Akhirnya ayam tersebut dipelihara di dalam kandang. Dengan nada setengah kesal setengah geli, sang pemilik berkata kepada kucingnya, “Sekarang keinginanmu sudah terkabul.”


Kisah-kisah ini pun menjadi pengingat lucu bagi banyak orang: jangan biarkan hewan peliharaan bermain dengan ponsel tanpa pengawasan—siapa tahu belanja online berikutnya justru lebih mengejutkan lagi 😄 (jhon)

Sumber : NTDTV.com

Penjual Darah Meningkat di Beijing, Sumber Ungkap Rumah Sakit 301 Jadi Titik Transaksi

EtIndonesia. Seiring ekonomi Tiongkok terus melemah, banyak sektor tradisional terpuruk atau mengalami kelesuan. Kelompok pekerja lepas yang disebut sebagai “pekerja fleksibel” semakin kesulitan bertahan hidup. Sebagian dari mereka disebut terpaksa menjual data pribadi, bahkan menjual darah demi menyambung hidup.

Baru-baru ini, seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa Rumah Sakit 301 di Beijing diduga telah menjadi salah satu titik transaksi perdagangan darah ilegal, memicu perhatian publik terhadap praktik di balik layar ini.


Pasar Pekerja Lepas dan Fenomena “Jual Darah”

Seorang blogger Tiongkok baru-baru ini mengunggah video yang memperlihatkan Pasar Tenaga Kerja Lepas Maqiao di Distrik Tongzhou, Beijing. Dalam video tersebut terlihat banyak orang masih berkumpul hingga larut malam, berharap mendapatkan pekerjaan.

Ia mengatakan bahwa banyak orang datang setiap hari dari pagi hingga malam untuk mencari pekerjaan, mencerminkan tekanan ekonomi yang berat.

Peneliti media independen Li Banjiang mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitiannya, antara pukul 05.00 hingga 07.00 pagi, kurang dari sepersepuluh pencari kerja di pasar tersebut berhasil mendapatkan pekerjaan.

Selain orang yang mencari dan menawarkan pekerjaan, disebutkan pula adanya sekelompok orang yang berteriak menawarkan diri untuk “menjual darah”.

Sheng Xue, Wakil Ketua Global Federasi Demokrasi Tiongkok, menyatakan bahwa banyak warga Tiongkok berada dalam situasi sulit untuk bertahan hidup. Ketika tidak memiliki harta atau sumber penghasilan lain, sebagian orang terpaksa menjual tubuhnya sendiri demi bertahan.

Seorang blogger lain mengakui bahwa sebelumnya ia menolak anggapan bahwa orang sampai harus menjual darah karena kemiskinan. Namun kini, karena tidak memiliki uang untuk biaya hidup, ia terpaksa mengakui kenyataan tersebut.


Praktik Terselubung di Balik “Donor”

Laporan menyebutkan bahwa sejak 2023, fenomena orang yang mengandalkan penjualan darah untuk bertahan hidup tidak hanya terjadi di sekitar Stasiun Beijing Barat, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Tiongkok. Harga darah disebut berbeda tergantung golongan darah.

Seorang pria di Guangdong mengaku pernah menjual darah beberapa kali ketika benar-benar tidak memiliki biaya hidup. Ia mengatakan bahwa transaksi biasanya dilakukan dengan mendatangi rumah sakit atau bank darah secara informal. Karena tidak boleh secara terang-terangan menyebutnya sebagai “menjual darah”, mereka biasanya menanyakan apakah ada “kompensasi” untuk donor darah.

Padahal sejak 1998, Tiongkok telah memberlakukan Undang-Undang Donor Darah yang mengatur sistem “donor sukarela tanpa bayaran”.

Namun, seorang perantara yang memperkenalkan penjual darah kepada media menyatakan bahwa transaksi dilakukan atas nama “donor darah”. Ia mengklaim dapat menghubungkan penjual darah dengan berbagai rumah sakit di Beijing, termasuk Rumah Sakit 301, dan membantu mengatur jadwal.

Sheng Xue menilai bahwa dalam sistem yang sangat terpusat dan otoriter, kepentingan dan keuntungan ekonomi dapat meresap ke berbagai sektor masyarakat, termasuk sektor medis.


Kekhawatiran Risiko Kesehatan

Informasi publik menunjukkan bahwa Rumah Sakit 301 merupakan fasilitas medis penting yang melayani pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok serta menangani kasus medis kompleks militer dan sipil.

Muncul kekhawatiran bahwa praktik jual beli darah yang tidak transparan dapat menimbulkan risiko serius. Tidak hanya kesehatan penjual darah yang terancam, tetapi juga potensi penyebaran penyakit menular melalui darah.

Menurut Sheng Xue, persoalan ini bukan sekadar isu medis, melainkan juga risiko kesehatan masyarakat dan persoalan sistem serta hak dasar warga untuk bertahan hidup. Ia memperingatkan bahwa selama masih ada perdagangan darah bawah tanah atau kegagalan pengawasan, risiko penyebaran penyakit menular melalui darah akan tetap tinggi.


Bayang-Bayang “Ekonomi Plasma Darah” di Henan

Tiongkok pernah mengalami tragedi besar pada 1990-an di Provinsi Henan, yang dikenal sebagai “ekonomi plasma darah”. Praktik pengumpulan plasma secara massal demi keuntungan ekonomi saat itu menyebabkan penyebaran HIV secara luas.

Laporan menyebutkan bahwa lebih dari satu juta orang terinfeksi HIV dan puluhan ribu meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Hingga kini, kebenaran penuh mengenai tragedi tersebut disebut masih tertutup dan jarang dibahas secara terbuka.


Fenomena meningkatnya penjualan darah di tengah tekanan ekonomi ini kembali menimbulkan pertanyaan serius mengenai kondisi sosial, pengawasan medis, serta jaminan hak hidup warga di Tiongkok. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Revolusi 14 Januari 2026: Ukraina Tinggalkan Perang Lama, Pilih Perang Digital

EtIndonesia. Ukraina memasuki babak baru strategi militernya setelah pada 14 Januari 2026 melantik Menteri Pertahanan baru. Mykhailo Fedorov, mengumumkan pendekatan yang secara fundamental berbeda dari pendahulunya. Bukan lagi sekadar berbicara tentang perebutan wilayah atau retorika “kemenangan mutlak”, Fedorov justru memaparkan data internal dan reformasi sistemik yang berfokus pada teknologi, insentif digital, dan optimalisasi sumber daya manusia.

Empat Kali Ganti Menteri Sejak Perang Dimulai

Sejak invasi Rusia pada 24 Februari 2022, Ukraina telah mengganti menteri pertahanannya sebanyak empat kali. Pergantian ini mencerminkan tekanan besar di dalam negeri—baik dari sisi militer, politik, maupun kebutuhan reformasi struktural di tengah perang berkepanjangan.

Fedorov, yang berusia 34 tahun saat dilantik, bukan berasal dari latar belakang militer tradisional. Sebelumnya dia menjabat sebagai Menteri Transformasi Digital Ukraina dan dikenal sebagai arsitek berbagai inovasi teknologi pemerintahan digital. Penunjukannya menandai pergeseran besar: dari pendekatan berbasis struktur militer konvensional menuju strategi berbasis data dan sistem digital.

Data Mengejutkan: Krisis Personel dan Pembelotan

Dalam pidato perdananya setelah pelantikan pada 14 Januari 2026, Fedorov menyampaikan sejumlah angka yang mengejutkan publik:

  • Sekitar dua juta orang dilaporkan “menghilang” sejak perang dimulai—yang dalam praktiknya diartikan sebagai upaya menghindari wajib militer.
  • Lebih dari 200.000 tentara tercatat membelot dan masuk dalam daftar pencarian.

Angka-angka tersebut memperlihatkan tantangan serius dalam mempertahankan moral dan kapasitas tempur. Alih-alih menutupinya, Fedorov justru menjadikannya dasar reformasi kebijakan.

Filosofi Baru: Ganti Manusia dengan Mesin, Motivasi Manusia dengan Algoritma

Inti strategi Fedorov dirumuskan dalam dua kalimat sederhana namun revolusioner:

  1. Mengurangi ketergantungan pada manusia dengan memperluas penggunaan mesin (khususnya drone).
  2. Meningkatkan motivasi prajurit melalui sistem insentif berbasis algoritma.

Langkah paling konkret adalah peresmian sistem poin tempur berbasis drone. Sebelumnya sistem semacam ini beroperasi secara informal di beberapa unit. Kini, kementerian menjadikannya kebijakan resmi berskala nasional.

Sistem Poin Tempur: “Ekonomi Pasar” di Medan Perang

Dalam sistem baru tersebut:

  • Setiap eliminasi musuh yang dikonfirmasi melalui rekaman drone akan menghasilkan poin.
  • Poin masuk ke akun digital prajurit atau unit.
  • Poin dapat ditukar dengan perlengkapan militer, mulai dari senjata, alat penglihatan malam, sistem komunikasi, hingga drone generasi terbaru.

Pendekatan ini bersifat terdesentralisasi. Artinya, unit dengan skor lebih tinggi akan memperoleh akses lebih cepat terhadap perlengkapan mutakhir. Semakin efektif unit tersebut, semakin besar peluang bertahan hidup dan mempertahankan performa tempur.

Kementerian bahkan memiliki kewenangan untuk menyesuaikan nilai poin sesuai prioritas ancaman. Misalnya, jika tank tempur utama Rusia tipe T-90 menjadi ancaman dominan di sektor tertentu, nilai poin untuk penghancuran tank tersebut bisa digandakan. Dengan demikian, prajurit terdorong mempelajari taktik spesifik dan meningkatkan kemampuan teknis mereka untuk menghadapi target prioritas.

Sejumlah analis pertahanan menyebut sistem ini sebagai “ekonomi pasar di medan perang”—di mana kinerja langsung diterjemahkan menjadi akses terhadap sumber daya.

Drone sebagai Tulang Punggung Strategi

Reformasi ini berjalan seiring dengan rencana besar Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk memperluas armada drone Ukraina secara masif sepanjang 2026.

Menurut estimasi internal yang disampaikan dalam lingkup kebijakan pertahanan:

  • Drone Ukraina saat ini diperkirakan menyebabkan sekitar 30.000 korban Rusia per bulan.
  • Target baru yang dicanangkan adalah meningkatkan angka tersebut menjadi 50.000 per bulan.

Jika target ini tercapai, maka drone akan menjadi faktor penentu utama dalam mengimbangi keunggulan numerik Rusia dalam jumlah personel.

Transformasi Medan Tempur: Dari Parit ke Panel Kendali

Perubahan ini juga mencerminkan evolusi karakter perang modern. Jika pada fase awal konflik banyak pertempuran berlangsung dalam pola konvensional—artileri berat, infanteri, dan tank—maka kini medan tempur semakin bergeser ke ranah teknologi:

  • Drone pengintai dan drone serang jarak dekat (FPV).
  • Sistem pengenalan target berbasis kecerdasan buatan.
  • Integrasi data real-time untuk penyesuaian taktik.

Dengan pendekatan ini, Ukraina tidak hanya berusaha bertahan, tetapi juga menciptakan keunggulan asimetris melalui teknologi.

Risiko dan Tantangan

Meski terlihat inovatif, sistem ini juga menimbulkan sejumlah pertanyaan:

  • Apakah sistem poin akan menciptakan tekanan berlebihan pada prajurit?
  • Apakah insentif berbasis skor dapat memengaruhi etika tempur?
  • Sejauh mana Rusia mampu beradaptasi dengan strategi berbasis drone ini?

Selain itu, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada keberlanjutan suplai teknologi, pendanaan, dan pelatihan teknis.

Babak Baru Perang

Dengan pelantikan Fedorov pada 14 Januari 2026, Ukraina secara resmi memasuki fase baru perang—bukan sekadar perang artileri atau perang wilayah, tetapi perang algoritma dan sistem insentif digital.

Jika strategi ini berhasil, konflik Rusia–Ukraina dapat menjadi contoh pertama perang modern yang sepenuhnya mengintegrasikan logika ekonomi digital dan kecerdasan buatan dalam skala nasional. Jika gagal, reformasi ini akan menjadi eksperimen mahal dalam sejarah militer abad ke-21.

Satu hal yang pasti: sejak pertengahan Januari 2026, arah strategi pertahanan Ukraina telah berubah secara signifikan—dan dampaknya akan menentukan dinamika medan tempur dalam bulan-bulan mendatang.

“Kebutuhan” Dibeli Ayah, “Keinginan” Bayar Sendiri

EtIndonesia. Di tengah musim ekonomi yang sulit, hal yang paling ingin saya ajarkan kepada anak-anak adalah perbedaan antara kebutuhan dan keinginan—itulah yang disebut nilai hidup.

Suatu hari, putri saya dengan agak sungkan mengajukan permintaan:“Sepatuku rusak, perlu beli yang baru.”

Saya menunduk melihat sol sepatunya. Benar saja, sudah aus dan berlubang besar—memang sudah waktunya diganti.

Saya menanyakan merek dan harganya, lalu menelepon seorang teman yang memiliki toko perlengkapan olahraga.Dia belum memiliki stok sepatu itu, tetapi berjanji bisa memesankannya dengan diskon 30%, karena di toko resmi tidak ada potongan harga.

Saya segera menyampaikan kabar baik itu kepada putri saya.

Namun dia menjawab: “Aku sudah janjian dengan teman-teman. Hari ini juga mau beli.”

Saya menghitung selisih harga— mencapai seribu dolar Taiwan.Hanya perlu menunggu tiga hari. Apakah selisih seribu itu benar-benar harus dihabiskan?

Raut wajah saya menunjukkan sedikit ketidaksenangan.Sejujurnya, beberapa tahun terakhir mencari nafkah memang tidak mudah. Saya memang sudah berencana agar anak-anak lebih awal memahami dari mana uang keluarga berasal.

Sumber penghasilan saya ada dua: memberi ceramah dan menulis. Keduanya berpenghasilan pas-pasan, jauh dari kata kaya.

Terutama dari menulis buku. Jika satu buku dijual seharga 250 dolar, royalti cetakan pertama hanya 25 dolar per buku.

Saya mengajaknya berhitung:
25 × 10 = 250
25 × 100 = 2.500
25 × 1.000 = 25.000

Lalu saya bertanya: “Banyak tidak?”

Setelah itu, saya mengikat 40 buku menjadi satu bundel dan menyuruhnya mengangkatnya.

Saya katakan, “Royalti dari buku-buku ini pas seribu dolar. Kalau kamu ingin beli sepatu hari ini, bawa saja buku-buku ini untuk dijual. Kalau dapat seribu, kamu bisa menutup selisih harganya.”

Saya masuk ke ruang kerja, melanjutkan naskah yang belum selesai.

Sepuluh menit kemudian, dia masuk dan berkata : “Papa, tolong papa saja yang belikan.”

Mungkin dia sudah mulai memahami perumpamaan saya. Saya mengusap kepalanya, berharap dia benar-benar mengerti.

Perbedaan antara ‘keinginan’ dan ‘kebutuhan’ adalah filosofi hidup yang ingin saya tanamkan.

Kebutuhan adalah sesuatu yang harus ada— seperti beras, minyak, garam, kecap, air minum; tanpa itu kita akan lapar atau haus, segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan juga termasuk di dalamnya.

Sedangkan keinginan adalah nafsu— bukan kebutuhan, tetapi tetap ingin dipenuhi. Misalnya, sudah punya lima pasang sepatu, namun karena tren baru, ingin membeli satu lagi, sementara sepatu lama hanya tersimpan di lemari— itu sama saja dengan pemborosan.

Saya mengingatkan anak-anak, “Yang dibutuhkan, papa yang bayar. Yang diinginkan, bayar sendiri.” Karena saya bukan orang kaya.

Bisa menghasilkan uang adalah sebuah berkah, dan berkah itu harus dijaga. Menyia-nyiakan uang sama saja dengan tidak pernah mendapatkannya.

Saya juga mengatakan, uang hanyalah alat. Setelah memilikinya, uang seharusnya mengantar kita pada kebahagiaan. Jika tidak, yang kita dapat hanyalah kertas, angka, ditambah kesibukan, kelelahan, tekanan, dan kegelisahan— dan tetap saja tidak mampu memuaskan keinginan.

Sepanjang hidup, kebutuhan manusia sebenarnya sangat sedikit, tetapi keinginan selalu terasa terlalu banyak.

Saat itu, anak saya yang masih kelas tiga SD belum sepenuhnya memahami. Namun seiring bertambah usia dan masuk universitas, dia akhirnya mengerti.

Beberapa hari lalu, saya menerima kartu ulang tahun darinya. Dia menasihati saya agar menjaga kesehatan, lebih santai, tidak terlalu sibuk, dan tidak perlu memaksakan diri mencari uang. Katanya, dia akan hidup hemat dan belajar memikirkan orang lain.

Tampaknya, dia sudah paham matematika kehidupan:  pendapatan dikurangi pengeluaran, hanya mereka yang hasilnya positif yang bisa hidup dengan tenang dan bermakna. Jika tidak, hidup akan biasa-biasa saja, sibuk mengejar uang, dan akhirnya menjadi budak pekerjaan.

Saya pun merenung, mengapa sekarang begitu banyak orang terjerat utang kartu kredit? Apakah karena orangtua terlalu memanjakan anak, memberi kehidupan yang terlalu berlimpah, hingga anak terbiasa menikmati sesuatu di luar kemampuan yang seharusnya bisa mereka hasilkan sendiri, bahkan terbiasa mendapatkan sesuatu tanpa bekerja?

Baru-baru ini, anak dari seorang kenalan menikah. Pernikahannya begitu mewah hingga membuat banyak orang iri.

Orangtuanya dengan bangga bercerita, cincin berlian pernikahan anaknya saja bernilai 1,5 juta dolar Taiwan, dan harus merek terkenal—tidak bisa yang lain.

Namun kami tahu, anak itu belum pernah bekerja, belum pernah menghasilkan satu sen pun dengan tangannya sendiri, bahkan belum tahu akan hidup dari apa.

Apakah dia tahu berapa banyak usaha yang dibutuhkan untuk mendapatkan 1,5 juta itu?

Jika suatu hari orangtuanya tiada, ke mana lagi dia bisa mencari kesempatan mendapatkan uang tanpa bekerja? Kartu kredit?

Memberi anak kehidupan yang terlalu berkelimpahan, kadang justru tidak baik bagi mereka.

Renungan

Saat membaca kisah ini, saya teringat slogan iklan lotre beberapa tahun lalu: “Mau? Papa belikan.”

Iklan itu memang menggambarkan harapan tak terbatas dalam satu kupon, namun di balik “harapan” tersebut, banyak keluarga justru berakhir dalam keputusasaan.

Artikel ini justru ingin mengajak kita semua untuk menghadapi realitas sosial, mengenali kemampuan diri, menanamkan nilai uang yang benar, dan memahami bahwa usaha adalah syarat dari hasil.

Kalimat : “Dalam hidup, kebutuhan sebenarnya tidak banyak, tetapi keinginan selalu terlalu banyak” benar-benar mengena.

Saat hidup susah, asal ada makan, tempat tinggal, dan tempat tidur, kita sudah merasa bahagia. Namun ketika hidup membaik, keinginan justru semakin bertambah, dan hidup malah terasa semakin berat.

Orang zaman dulu berkata: “Kaya tidak lebih dari tiga generasi, miskin pun tidak lebih dari tiga generasi.”

Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga terlalu kaya, sering tidak memahami sulitnya mencari uang. Karena merasa uang mudah didapat, maka uang pun mudah dihabiskan.

Ketika sadar, harta sudah habis, namun mereka tidak tahu bagaimana bekerja untuk bertahan hidup.

Generasi tua yang pernah melewati masa-masa sulit, ingin memberikan yang terbaik bagi anak cucunya. Namun tanpa disadari, kasih sayang yang berlebihan itu seperti racun yang bekerja perlahan— sedikit demi sedikit melemahkan kemampuan hidup anak, dan perlahan-lahan mewujudkan pepatah “kaya tak lebih dari tiga generasi.” (jhn/yn)

Trump Beri Iran Tenggat Sebulan: Jika Tak Capai Kesepakatan, Konsekuensinya Akan Tragis

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (12 Februari) menyatakan bahwa Amerika Serikat “harus mencapai kesepakatan dengan Iran”. Ia memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan, konsekuensinya akan sangat berat bagi Teheran.

Trump juga menegaskan bahwa meskipun sebelumnya ia mengadakan pembicaraan panjang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, keputusan akhir mengenai kelanjutan negosiasi tetap berada di tangannya.


Trump: Jika Tak Ada Kesepakatan yang Adil, Iran Akan Hadapi Masa Sulit

Dalam sesi tanya jawab dengan media di Gedung Putih pada Kamis, Trump ditanya apakah setelah pertemuannya dengan Netanyahu ia mengubah sikap atau jadwal terkait perundingan dengan Iran.

Trump menjawab tegas bahwa Washington tetap harus mendorong tercapainya kesepakatan. Ia memperingatkan bahwa jika Iran menolak mencapai perjanjian, situasi akan menjadi sangat tidak menguntungkan bagi negara tersebut.

Trump mengatakan bahwa jika kesepakatan yang dicapai bukanlah kesepakatan yang sangat adil dan sangat baik, maka Iran akan menghadapi periode yang sangat sulit.

Ia juga memberikan kerangka waktu yang relatif jelas.

Menurut Trump, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan Iran seharusnya sudah menyetujui kesepakatan tersebut, dan proses itu harus berjalan dengan sangat cepat.


Opsi “Tahap Kedua” Jika Negosiasi Gagal

Trump menegaskan bahwa dalam pertemuan dengan Netanyahu tidak pernah dibahas penghentian dialog. Ia menyatakan bahwa selama ia menilai langkah tersebut tepat, Amerika Serikat akan terus menjalin kontak dengan Iran.

Namun, jika negosiasi tidak membuahkan hasil, Washington akan memasuki “tahap kedua”.

Trump menyatakan bahwa tahap kedua akan sangat berat bagi Iran, meskipun ia berharap situasi tersebut tidak perlu terjadi.

Selain isu nuklir, Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus menyoroti program rudal balistik Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok bersenjata seperti Hamas dan Hizbullah.


Sambil Tekan Iran, Trump Longgarkan Regulasi di Dalam Negeri

Di tengah sikap tegas terhadap Iran dan situasi Timur Tengah, pemerintahan Trump juga mengumumkan langkah besar dalam kebijakan domestik.

Trump menyatakan pemerintahannya tengah meluncurkan apa yang ia sebut sebagai aksi deregulasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Menurutnya, pencabutan sejumlah regulasi akan menghemat triliunan dolar bagi konsumen Amerika dan menurunkan harga rata-rata mobil baru hampir 3.000 dolar AS per unit.

Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai tindakan deregulasi berskala terbesar dalam sejarah negara itu.

Pernyataan Trump ini memperjelas bahwa Washington tengah menggabungkan tekanan diplomatik terhadap Iran dengan agenda ekonomi domestik, sembari membuka kemungkinan langkah lanjutan jika negosiasi tidak berjalan sesuai harapan. (Jhon)

770 Korban dalam Sehari: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pokrovsk?

EtIndonesia. Kota kecil di wilayah Donetsk ini kembali menjadi pusat perhatian setelah klaim terbaru dari berbagai sumber Rusia menyebut wilayah tersebut telah “direbut”. Namun, realitas di lapangan menunjukkan situasi yang jauh lebih kompleks: pertempuran masih berlangsung sengit, dan garis depan terus berubah dari hari ke hari.

Pengepungan Panjang Sejak 2024

Sejak pertengahan 2024, sekitar 150.000 tentara Rusia dilaporkan dikerahkan untuk mengepung Pokrovsk. Kota ini memiliki nilai strategis karena menjadi simpul logistik penting yang menghubungkan sejumlah jalur suplai Ukraina di bagian barat Donetsk.

Selama lebih dari satu setengah tahun pengepungan, kedua pihak mengalami kerugian besar. Sumber militer Ukraina menyebut Rusia telah kehilangan puluhan ribu prajurit serta ribuan kendaraan lapis baja, termasuk tank dan kendaraan tempur infanteri.

Hingga pekan kedua Februari 2026, Rusia disebut menguasai sekitar 70% wilayah kota, terutama di sektor selatan dan timur. Namun, bagian utara dan sejumlah kantong pertahanan di barat masih dipertahankan Ukraina.

Ketahanan Ukraina di Luar Perkiraan

Secara terbuka, banyak analis militer Barat sebelumnya memperkirakan Pokrovsk akan jatuh dalam hitungan bulan. Namun kenyataannya, kota ini bertahan jauh lebih lama dari prediksi.

Ketahanan pasukan Ukraina di tengah kepungan kekuatan yang jauh lebih besar menjadikan Pokrovsk simbol perlawanan yang keras kepala. Sejumlah pengamat menyebutnya sebagai “mesin penggiling daging” — istilah yang menggambarkan pertempuran statis berintensitas tinggi dengan korban terus bertambah tanpa perubahan garis depan yang signifikan.

Laporan Korban Terbaru: 12 Februari 2026

Menurut laporan Korps Ketujuh Ukraina yang dirilis awal pekan ini, dalam kurun 7 hari terakhir hingga 11 Februari 2026, sebanyak 386 tentara Rusia dilaporkan tewas atau terluka di sektor utara kota serta sepanjang jalur menuju Hryshyne. Angka ini meningkat sekitar 25% dibandingkan pekan sebelumnya.

Sementara itu, pada 12 Februari 2026, Kementerian Pertahanan Ukraina mengklaim bahwa korban Rusia dalam satu hari mencapai 770 personel di seluruh sektor pertempuran sekitar Pokrovsk dan wilayah Donetsk lainnya.

Secara kumulatif, Kyiv mengklaim total korban Rusia sejak awal invasi pada Februari 2022 telah melampaui 1,25 juta jiwa (termasuk tewas dan terluka). Angka ini belum dapat diverifikasi secara independen, dan Moskow secara konsisten membantah estimasi tersebut.

Sebagai perbandingan, hanya lima negara di dunia yang memiliki personel militer aktif lebih dari 1,25 juta orang:

  • Tiongkok
  • India
  • Amerika Serikat
  • Korea Utara
  • Rusia

Sebelum perang dimulai pada 2022, jumlah personel aktif militer Rusia diperkirakan sekitar 1,3 juta. Jika klaim korban Ukraina mendekati kenyataan, maka perang empat tahun ini telah menggerus secara drastis kekuatan aktif awal Rusia.

Serangan Balik Ukraina di Selatan Sungai Vovcha

Memasuki Februari 2026, Ukraina mulai mengerahkan pasukan tambahan di beberapa titik jembatan penyeberangan di selatan Sungai Vovcha. Operasi ini difokuskan pada pembersihan posisi Rusia yang dinilai relatif lemah.

Dengan dukungan artileri berat dan serangan drone taktis, beberapa posisi Rusia berhasil direbut kembali dalam operasi beruntun. Sumber militer Ukraina menyebut langkah ini sebagai upaya mempersempit ruang gerak logistik Rusia di sektor selatan kota.

Namun situasinya berbeda di sektor timur. Di wilayah tersebut, Rusia juga memusatkan kekuatan besar, termasuk unit artileri jarak jauh dan sistem pertahanan udara. Serangan balik Ukraina di sektor ini belum menunjukkan terobosan berarti.

Mobilisasi Rusia dan Faktor Korea Utara

Besarnya skala pertempuran dan tingginya tingkat korban menjadi salah satu alasan Presiden Vladimir Putin terus melakukan mobilisasi tambahan sejak 2022.

Sejumlah laporan intelijen Barat juga menyebut adanya keterlibatan personel dan dukungan logistik dari Korea Utara dalam bentuk amunisi dan kemungkinan tenaga militer tambahan. Moskow maupun Pyongyang belum mengakui secara resmi keterlibatan tempur langsung dalam skala besar, tetapi indikasi kerja sama militer terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Titik Balik atau Perang Berkepanjangan?

Pertempuran di Pokrovsk kini menjadi gambaran jelas bagaimana perang di Ukraina telah berubah menjadi konflik gesekan berkepanjangan. Alih-alih manuver cepat dan pergeseran wilayah dramatis, yang terjadi justru adalah pertempuran posisi dengan korban besar dan kemajuan teritorial yang sangat lambat.

Selama kedua pihak masih mampu mengerahkan cadangan dan menjaga jalur suplai, pertempuran di kota ini tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Pokrovsk mungkin hanya satu kota kecil di peta, tetapi dalam konteks perang yang telah berlangsung hampir empat tahun, kota ini menjelma menjadi simbol kerasnya konflik modern—di mana setiap kilometer dipertahankan dengan harga yang sangat mahal.

Aktivis HAM: Setidaknya 7.000 Orang Tewas dalam Penindasan Demonstrasi di Iran

EtIndonesia. Para aktivis hak asasi manusia pada Kamis (12 Februari) merilis data terbaru yang menyebutkan bahwa setidaknya 7.002 orang telah tewas akibat penindasan aparat dalam gelombang protes nasional yang melanda Iran bulan lalu. Mereka juga memperingatkan bahwa angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Karena komunikasi di dalam negeri Iran masih mengalami banyak kendala, proses verifikasi informasi berjalan lambat. Akibatnya, jumlah korban yang dilaporkan terus bertambah, memperparah ketegangan yang tengah dihadapi Iran baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.

Menurut laporan Associated Press, lembaga yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency (HRANA), mengandalkan jaringan aktivis di berbagai wilayah Iran untuk memverifikasi setiap kasus kematian. Organisasi ini sebelumnya dikenal memiliki rekam jejak yang cukup akurat dalam mendokumentasikan korban pada berbagai gelombang kerusuhan di Iran.

Sementara itu, pemerintah Iran hanya sekali mengumumkan angka resmi korban, yakni pada 21 Januari, dengan klaim sebanyak 3.117 orang meninggal dunia.


Negosiasi Nuklir dan Tekanan Internasional

Di tengah situasi domestik yang memanas, Iran juga tengah berupaya membuka jalur negosiasi dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya. Namun hingga kini, kelanjutan putaran kedua perundingan antara Washington dan Teheran masih belum jelas.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang merupakan salah satu rival utama Iran di kawasan, secara langsung menyampaikan sikapnya kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Netanyahu mendesak agar Amerika Serikat mengambil sikap lebih tegas dalam setiap pembicaraan dengan Iran.

Trump kemudian menulis di platform media sosial miliknya, Truth Social, bahwa ketika Iran sebelumnya memilih untuk tidak mencapai kesepakatan, negara tersebut “menghadapi konsekuensi berupa serangan”. Ia menambahkan harapannya agar kali ini Iran akan bertindak lebih rasional dan bertanggung jawab.

Sebelum kembali ke Israel, Netanyahu menegaskan kepada wartawan bahwa setiap kesepakatan dengan Iran tidak boleh hanya terbatas pada program nuklir semata. Ia menyatakan bahwa isu program rudal balistik Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok bersenjata proksi di kawasan juga harus menjadi bagian dari perundingan.


Tekanan Internal Semakin Meningkat

Di dalam negeri, pemerintah Iran juga menghadapi kemarahan publik yang terus menguat akibat tindakan keras terhadap para demonstran dan pembangkang.

Seiring keluarga korban mulai menggelar tradisi peringatan 40 hari kematian—yang dalam budaya Iran sering menjadi momentum penting untuk berkumpul dan menyuarakan duka serta protes—ketegangan diperkirakan berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Situasi ini menempatkan Iran dalam tekanan ganda: ketidakstabilan domestik yang memanas dan tekanan diplomatik yang semakin intens di panggung internasional. (jhon)

Sumber : NTDTV.com

Sistem Laser Baru Ukraina Menghancurkan Drone Musuh Tanpa Suara atau Cahaya

EtIndonesia. Ukraina dilaporkan telah mengembangkan sistem pertahanan udara senyap yang mampu menghancurkan drone Rusia di udara tanpa suara atau jejak yang terlihat.

Prototipe sistem, yang dikenal sebagai Sunray, baru-baru ini didemonstrasikan di lapangan, di mana sistem tersebut membakar sebuah UAV kecil dalam hitungan detik, menyebabkannya jatuh dari langit, menurut The Atlantic.

Menceritakan skenario tersebut, reporter The Atlantic Simon Shuster mengatakan sistem laser, yang dikenal sebagai meriam laser, ditempatkan di atap truk pikap di lapangan kosong. Kemudian, dari jarak beberapa ratus meter, seorang insinyur meluncurkan sebuah drone kecil. Tak lama kemudian, kamera laser secara otomatis melacak drone tersebut.

Operator kemudian berteriak, “Tembak,” dan segera drone tersebut terbakar di udara.

“Dalam hitungan detik, drone mulai terbakar seolah-olah disambar petir tak terlihat, lalu jatuh ke tanah dalam lengkungan api,” kata Shuster.

Ini adalah pertama kalinya Ukraina memamerkan senjata laser Sunray. Sebelumnya dikenal sebagai “Trident”, laser ini tidak mengeluarkan suara atau pancaran cahaya yang terlihat. Kolonel Vadym Sukharevsky, yang memimpin Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina, mengatakan Sunray dapat mengenai pesawat Rusia hingga jarak 1,2 mil (sekitar 2 km) di langit, seperti yang dilaporkan oleh NY Post.

Sunray bukanlah senjata laser pertama di dunia. Angkatan Laut AS memiliki sistem laser sendiri yang disebut Helios, yang dikembangkan oleh Lockheed Martin dengan biaya 150 juta dolar dan membutuhkan waktu empat tahun untuk dibangun, dibandingkan dengan Sunray yang dibangun hanya dalam dua tahun.

Sunray dapat dijual dengan harga beberapa ratus ribu dolar per unit, menjadikannya jauh lebih murah daripada senjata laser buatan AS yang serupa.

Pada bulan Januari, Mykhailo Fedorov, Menteri Pertahanan Ukraina, mengatakan: “Pengembangan ‘kubah anti-drone’ adalah kebutuhan mendesak. Ini bukan tentang masa depan. Ini tentang kelangsungan hidup hari ini,” seperti yang dilaporkan oleh The Kyiv Post.

Pavlo Yelizarov, yang baru-baru ini diangkat sebagai komandan pasukan pertahanan udara Kyiv, menunjukkan bahwa para pembuat senjata Ukraina secara pribadi terlibat dalam perjuangan melawan Rusia, tidak seperti perusahaan-perusahaan Amerika yang sebagian besar berfokus pada keuntungan.

“Banyak perusahaan Amerika didorong oleh uang. Bagi mereka, itu adalah pekerjaan. Mereka melakukannya. Mereka dibayar. Kita memiliki komponen lain yang berperan: kebutuhan untuk bertahan hidup,” katanya. (yn)

Strategi Ramadan Hotel Daerah: Azana Style Hotel Jombang Angkat Nostalgia Milenial untuk Gaet Pasar Gen Z

4

JOMBANG, 12 Februari 2026 — Industri perhotelan daerah mulai mengadopsi strategi pemasaran berbasis tren generasi untuk meningkatkan okupansi selama Ramadan. Azana Style Hotel Jombang meluncurkan program berbuka puasa bertajuk “Iftar Package: Cita Rasa Nusantara” dengan konsep lintas generasi “Kembali ke Gen Milenial”, menggabungkan kuliner tradisional, hiburan, dan atmosfer nostalgia sebagai daya tarik utama. PRESS RELEASE – Iftar Package C…

Program berbasis konsep all you can eat ini menawarkan ragam hidangan khas Nusantara autentik dengan sentuhan modern, sekaligus menghadirkan pengalaman budaya yang dirancang untuk menjembatani preferensi lintas generasi — dari Milenial hingga Gen Alpha.

Strategi Diferensiasi Pasar

Manajemen hotel menilai tren ketertarikan generasi muda terhadap budaya era milenial dapat dimanfaatkan sebagai pendekatan pemasaran. Konsep tersebut diwujudkan melalui dekorasi tematik, pilihan musik nostalgia, serta suasana restoran yang merepresentasikan karakter budaya generasi milenial.

Sales Marketing Manager hotel, Adi Hermawan, mengatakan pendekatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman berbuka yang tidak hanya kuliner, tetapi juga emosional dan interaktif.


Paket Harga dan Nilai Tambah

Paket iftar tersedia di Damarluwulan Restaurant dengan promo grup Buy 10 Free 1, strategi yang umum digunakan industri hospitality untuk mendorong reservasi rombongan keluarga maupun korporasi.

Selain kuliner, hotel juga menambahkan nilai pengalaman melalui:

  • live music harian pukul 17.00–20.00 WIB,
  • sajian spesial kopi Turki,
  • serta konsep hiburan tematik Ramadan.

Pendekatan ini menempatkan paket buka puasa bukan sekadar layanan makanan, tetapi produk pengalaman (experience product) yang memiliki nilai jual lebih tinggi.


Tren Industri: Experience Dining Jadi Senjata Kompetisi

Dalam lanskap bisnis perhotelan, Ramadan merupakan periode strategis untuk meningkatkan pendapatan non-kamar melalui restoran dan event. Hotel-hotel kini tidak lagi bersaing hanya pada harga, tetapi juga pada konsep dan pengalaman yang ditawarkan.

Peluncuran paket tematik lintas generasi oleh Azana Style Hotel Jombang mencerminkan pergeseran strategi industri menuju experience-based marketing, di mana storytelling, atmosfer, dan hiburan menjadi faktor pembeda utama dalam menarik konsumen.

Harga Properti Surabaya Stabil di Akhir 2025, Penjualan Mulai Tunjukkan Sinyal Pemulihan

SURABAYA, 13 Februari 2026 — Pasar properti residensial primer di Surabaya dan wilayah sekitarnya menunjukkan stabilitas harga pada Triwulan IV 2025, di tengah tanda-tanda awal pemulihan penjualan. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dirilis Bank Indonesia mencatat Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) secara tahunan mengalami kontraksi tipis sebesar -0,04% (yoy), relatif stabil dibandingkan kontraksi -0,02% (yoy) pada triwulan sebelumnya. 03. Siaran Pers SHPR Tw IV 2025…

Stabilnya harga di tingkat regional ini sejalan dengan tren nasional yang masih mencatat pertumbuhan moderat 0,83% (yoy) pada periode sama, hanya sedikit melambat dari 0,84% (yoy) pada Triwulan III 2025. 03. Siaran Pers SHPR Tw IV 2025…

Harga Naik Secara Triwulanan

Secara kuartalan, harga rumah di Surabaya mencatat pertumbuhan positif 0,22% (qtq) setelah sebelumnya mengalami kontraksi -0,22% (qtq). Kenaikan terutama didorong oleh:

  • Rumah tipe besar naik 0,26% (qtq) setelah sebelumnya turun.
  • Rumah tipe kecil meningkat 0,36% (qtq), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya.
  • Rumah tipe menengah masih terkontraksi tipis -0,02% (qtq) namun membaik dibanding kontraksi lebih dalam sebelumnya. 03. Siaran Pers SHPR Tw IV 2025…

Perkembangan ini menunjukkan adanya penyesuaian harga yang lebih sehat, khususnya pada segmen besar dan kecil, meskipun segmen menengah masih tertahan.

Penjualan Masih Turun, Tapi Ada Perbaikan

Dari sisi volume transaksi, penjualan properti residensial primer secara tahunan masih turun signifikan -39,77% (yoy), lebih dalam dibanding kontraksi -35,50% (yoy) pada triwulan sebelumnya. 03. Siaran Pers SHPR Tw IV 2025…

Namun secara triwulanan, pasar mulai menunjukkan perbaikan. Penjualan hanya turun -9,85% (qtq), membaik dari kontraksi -18,50% (qtq) pada Triwulan III 2025. Peningkatan ini terutama didorong lonjakan penjualan rumah tipe besar yang tumbuh 57,89% (qtq) setelah sebelumnya anjlok. Penjualan rumah tipe menengah juga berbalik naik 14,19% (qtq). 03. Siaran Pers SHPR Tw IV 2025…

Faktor Penghambat Pasar

Responden survei mengidentifikasi sejumlah faktor utama yang masih menekan sektor properti, antara lain:

  • Pergerakan suku bunga KPR: 31,67%
  • Rendahnya daya beli masyarakat: 21,67%
  • Penolakan pengajuan kredit bank: 20,00%
  • Pajak: 13,33%
  • Kenaikan harga bahan bangunan: 13,33% 03. Siaran Pers SHPR Tw IV 2025…

Temuan ini menunjukkan tantangan pasar tidak hanya berasal dari sisi permintaan, tetapi juga dari faktor pembiayaan dan biaya konstruksi.

Struktur Pembiayaan Masih Didominasi Dana Internal

Dari sisi pembiayaan proyek, mayoritas pengembang masih mengandalkan dana sendiri. Sebanyak 57,38% kebutuhan modal pembangunan berasal dari dana internal, diikuti pembayaran konsumen 22,95%, dan pinjaman perbankan 19,67%. 03. Siaran Pers SHPR Tw IV 2025…

Sementara dari sisi pembeli, mayoritas transaksi rumah primer masih menggunakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan pangsa 81,40%, jauh lebih besar dibanding pembelian tunai 11,63% dan tunai bertahap 6,98%. 03. Siaran Pers SHPR Tw IV 2025…

Prospek Pasar

Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan pasar properti residensial Surabaya berada pada fase stabil dengan indikasi pemulihan, terutama pada segmen menengah dan besar. Bank Indonesia menilai tren ini berpotensi mendukung peningkatan aktivitas pasar pada periode mendatang apabila kondisi pembiayaan dan daya beli membaik. 03. Siaran Pers SHPR Tw IV 2025…


Analisis Singkat:
Stabilnya harga di tengah penurunan penjualan mengindikasikan strategi pengembang menahan penyesuaian harga demi menjaga nilai aset dan margin. Jika tren perbaikan penjualan kuartalan berlanjut, pasar properti Surabaya berpeluang memasuki fase pemulihan siklikal pada 2026.

Jika Anda ingin, saya juga bisa membuat versi berita singkat (straight news 5 paragraf), versi analisis mendalam, atau versi headline ekonomi seperti media nasional.

Bank Indonesia Menjadi Mitra Eptilu Farm untuk Penerapan Teknologi Modern Pertanian

Terletak di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, wilayah Kabupaten Garut, Agrowisata Eptilu merupakan destinasi agrowisata seluas lebih dari ±5 hektare yang memadukan kebun produksi hortikultura, wisata edukasi, kuliner, dan inovasi pertanian modern. Lokasinya berjarak sekitar 25 km dari pusat kota dengan waktu tempuh 45–50 menit.

Garut sendiri memiliki luas wilayah sekitar 306.519 hektare (data Pemprov Jabar), sehingga sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Keberadaan Eptilu menjadi contoh nyata bagaimana potensi pertanian daerah dapat dikembangkan menjadi pusat inovasi sekaligus destinasi wisata.

Pendiri Visioner dan Berprestasi

Tokoh di balik berkembangnya Eptilu adalah Rizal Fahreza, seorang petani milenial nasional sekaligus alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 2009. Ia dikenal aktif mempromosikan pertanian modern dan sering mendapatkan penghargaan sebagai inovator pertanian muda.

Rizal memulai Eptilu sebagai kebun edukasi sederhana. Namun seiring waktu, ia mengembangkan konsep pertanian terintegrasi berbasis teknologi (smart farming) yang memungkinkan pengelolaan lahan dilakukan dengan sistem kontrol digital. Ia juga memberikan pendampingan gratis bagi masyarakat sekitar agar petani lokal mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan.

Penerapan Teknologi Pertanian Modern

Eptilu bukan sekadar kebun wisata, tetapi juga laboratorium pertanian modern. Beberapa teknologi yang diterapkan antara lain:

  • Smart farming system: pengaturan irigasi, nutrisi, dan kondisi tanaman melalui teknologi sensor dan aplikasi.
  • Greenhouse rekayasa iklim: memungkinkan produksi tanaman hortikultura sepanjang tahun tanpa terganggu cuaca.
  • Nursery pembibitan unggul: khususnya untuk cabai dan varietas jeruk unggulan dari berbagai daerah.
  • Pengolahan pascapanen: tersedia fasilitas produksi olahan pertanian seperti makanan berbahan jeruk.

Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko gagal panen, dan meningkatkan kualitas hasil pertanian sehingga lebih kompetitif di pasar.

“Peran mitra sangat penting salah satu mitra kami adalah Bank Indonesia yang memberikan dukungan investasi sarana dengan teknologi tinggi hampir setara dengan negara yang memiliki pertanian dengan teknologi yang sudah maju,” jelas Rizal Fahreza kepada media Bank Indonesia Jatim saat berkunjung, Jumat (13/2).

Konsep Agrowisata Edukatif

Daya tarik utama Eptilu adalah pengalaman langsung bagi pengunjung untuk belajar pertanian:

  1. Petik jeruk langsung di kebun – wisatawan memilih buah matang dan memetik sendiri.
  2. Panen sayur – tersedia kebun tomat dan cabai yang bisa dipanen.
  3. Edukasi budidaya – belajar cara menanam, merawat, memupuk, dan memanen tanaman.
  4. Produk olahan jeruk – seperti pie susu jeruk dan dodol susu.
  5. Kuliner tradisional Sunda – termasuk nasi liwet lengkap dengan lalapan segar dari kebun.

Program edukasi ini sering menjadi tujuan field trip sekolah karena memberikan pembelajaran nyata tentang asal makanan dan proses produksi pertanian.

Manfaat bagi Petani Lokal

Model bisnis Eptilu memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar:

  • Transfer teknologi → petani belajar teknik modern untuk meningkatkan hasil.
  • Pendampingan gratis → pelatihan budidaya dan manajemen usaha tani.
  • Akses pasar → Eptilu membantu pemasaran produk pertanian petani.
  • Kolaborasi Closed Loop → kerja sama lintas daerah untuk stabilitas pasokan dan harga pangan.
  • Pengendalian inflasi daerah → Eptilu pernah dilibatkan dalam program kerja sama antar daerah antara DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Pendekatan ini menjadikan Eptilu bukan hanya bisnis wisata, tetapi juga pusat pemberdayaan pertanian regional.

Wisata Alam dengan Nilai Ekonomi Tinggi

Berlokasi dekat jalur pendakian Gunung Cikuray (2.821 mdpl), kawasan Eptilu memiliki udara pegunungan yang sejuk dan panorama alam indah. Faktor ini meningkatkan nilai wisata sekaligus ekonomi:

  • Menarik wisatawan keluarga dan fotografer
  • Digunakan untuk acara outdoor seperti pernikahan
  • Menjadi tempat rekreasi sekaligus edukasi
  • Meningkatkan pendapatan desa melalui sektor pariwisata

Dengan tiket masuk sekitar Rp50.000, pengunjung sudah mendapatkan pengalaman wisata, edukasi, dan aktivitas panen.

Dampak Sosial dan Lingkungan

Konsep pertanian berkelanjutan yang diterapkan Eptilu memberi manfaat jangka panjang:

  • Mengurangi penggunaan bahan kimia berlebih
  • Mendorong pertanian ramah lingkungan
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pangan sehat
  • Menginspirasi generasi muda untuk tertarik ke sektor pertanian

Eptilu Farm merupakan contoh sukses integrasi teknologi pertanian modern, agrowisata, dan pemberdayaan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Rizal Fahreza, kawasan ini berkembang dari kebun edukasi menjadi pusat inovasi pertanian sekaligus destinasi wisata unggulan di Garut.

Model seperti ini menunjukkan bahwa pertanian masa depan bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga:

  • edukasi publik,
  • inovasi teknologi,
  • pariwisata berkelanjutan,
  • dan peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan konsep tersebut, Eptilu tidak hanya menanam jeruk—tetapi juga menanam inspirasi bagi transformasi pertanian Indonesia.

Pemilu Bangladesh Pasca Runtuhnya Sheikh Hasina : Partai Oposisi BNP yang Dipimpin Tarique Rahman Menang Telak

EtIndonesia. DHAKA — Partai Nasionalis Bangladesh memenangkan pemilihan parlemen secara telak pada Jumat (13/2/2026), demikian ditayangkan stasiun-stasiun televisi lokal, meraih mandat kuat dalam pemungutan suara penting yang diperkirakan akan memulihkan stabilitas politik di negara Asia Selatan tersebut.

Pemilu parlemen yang digelar pada Kamis  merupakan pemungutan suara pertama di Bangladesh sejak pemberontakan yang digerakkan Generasi Z pada 2024 yang menggulingkan perdana menteri lama, Sheikh Hasina.

Hasil yang jelas dipandang krusial bagi stabilitas negara berpenduduk 175 juta jiwa dengan mayoritas Muslim tersebut, setelah berbulan-bulan kerusuhan mematikan anti-Hasina mengganggu kehidupan sehari-hari dan menghantam industri-industri utama, termasuk sektor garmen di negara pengekspor pakaian terbesar kedua di dunia.

Ini juga merupakan pemilu nasional pertama setelah gelombang pemberontakan yang dipimpin kaum muda di bawah 30 tahun yang muncul di kawasan tersebut. Nepal dijadwalkan menggelar pemilu bulan depan.


BNP Melaju Menuju Kemenangan

Jajak pendapat sebelumnya mengunggulkan BNP memenuhi prediksi tersebut. Koalisi yang didominasi BNP meraih 209 kursi, mengamankan mayoritas dua pertiga suara yang sangat besar di parlemen beranggotakan 300 kursi, Jatiya Sangsad (Dewan Bangsa), demikian dilaporkan Jamuna TV.

Tak lama setelah meraih mayoritas dalam penghitungan suara semalam, partai BNP menyampaikan terima kasih dan ucapan selamat kepada rakyat serta menyerukan doa khusus pada Jumat demi kesejahteraan negara dan rakyatnya.

“Meski memenangkan pemilu parlemen nasional dengan selisih suara yang besar, tidak akan diadakan pawai atau unjuk rasa perayaan oleh BNP,” demikian pernyataan partai tersebut, seraya mengimbau masyarakat untuk berdoa di masjid, kuil, gereja, dan pagoda di seluruh negeri.

BNP dipimpin oleh kandidat kuat perdana menteri, Tarique Rahman, 60 tahun, putra mantan Perdana Menteri Khaleda Zia dan mantan Presiden Ziaur Rahman.

Janji kampanye BNP mencakup bantuan keuangan bagi keluarga miskin, pembatasan masa jabatan perdana menteri maksimal 10 tahun, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi asing, serta kebijakan antikorupsi.


Jamaat Janjikan Oposisi yang Positif

Shafiqur Rahman, pemimpin rival utama BNP dari partai Islamis Jamaat-e-Islami, mengakui kekalahan setelah aliansi yang dipimpinnya hanya meraih 68 kursi. Rahman menyatakan Jamaat tidak akan menjalankan “politik oposisi” semata-mata demi menentang. “Kami akan berpolitik secara positif,” ujarnya kepada wartawan.

Partai Warga Nasional (NCP), yang dipimpin aktivis muda yang berperan penting dalam menggulingkan Hasina dan menjadi bagian dari aliansi pimpinan Jamaat, hanya memenangkan lima dari 30 kursi yang diperebutkan.

Meski hasilnya telak, pemilu ini dipandang sebagai pemungutan suara pertama yang benar-benar kompetitif di Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir. Partai Liga Awami milik Hasina, yang memerintah lebih dari 15 tahun hingga ia digulingkan, dilarang ikut serta.

Partisipasi pemilih pada Kamis tampak melampaui angka 42 persen yang tercatat dalam pemilu terakhir pada 2024. Media lokal melaporkan lebih dari 60 persen pemilih terdaftar diperkirakan menggunakan hak suaranya.

Lebih dari 2.000 kandidat—termasuk banyak calon independen—tercantum dalam surat suara, dan sedikitnya 50 partai memperebutkan kursi, rekor nasional. Pemungutan suara di satu daerah pemilihan ditunda setelah seorang kandidat meninggal dunia.


Referendum Reformasi Konstitusi

Bersamaan dengan pemilu, digelar referendum mengenai serangkaian reformasi konstitusi, termasuk pembentukan pemerintahan sementara netral selama periode pemilu, restrukturisasi parlemen menjadi sistem dua kamar, peningkatan keterwakilan perempuan, penguatan independensi peradilan, serta pembatasan dua masa jabatan bagi perdana menteri.

Belum ada pengumuman resmi mengenai hasil referendum tersebut. Surat kabar lokal terkemuka, The Daily Star, melaporkan bahwa 73 persen dari hampir 296.000 suara dalam referendum memilih “Ya”, sementara sisanya memilih “Tidak”.


Hasina Tuding Pemilu Hanya Sandiwara

Hasina kini berada dalam pengasingan sukarela di sekutu lamanya, India, yang menyebabkan hubungan antara Dhaka dan New Delhi merenggang serta membuka peluang bagi Tiongkok untuk memperluas pengaruhnya di Bangladesh.

Dalam pernyataan yang dikirim setelah tempat pemungutan suara ditutup, Hasina mengecam pemilu tersebut sebagai “sandiwara yang dirancang dengan cermat,” yang digelar tanpa partainya dan tanpa partisipasi pemilih yang nyata. Ia mengatakan para pendukung Liga Awami telah menolak proses tersebut.

“Kami menuntut pembatalan pemilu ilegal dan inkonstitusional tanpa pemilih ini … pencabutan penangguhan terhadap aktivitas Liga Awami, serta pemulihan hak pilih rakyat melalui penyelenggaraan pemilu yang bebas, adil, dan inklusif di bawah pemerintahan sementara yang netral,” katanya.

Para penentang Hasina menyatakan bahwa pemilu di bawah pemerintahannya kerap diwarnai boikot dan intimidasi.

Oleh Tora Agarwala, Krishna N. Das, dan Zia Chowdhury.

Sumber : Theepochtimes.com

Lubang Raksasa Muncul di Shanghai, Jalanan Amblas Seketika — Warga Berlarian, Otoritas Klaim Hanya “Kebocoran Lokal”

EtIndonesia. Menjelang Tahun Baru Imlek, pada 12 Februari, sebuah proyek pembangunan metro yang masih dalam tahap konstruksi di Shanghai mengalami ambruk besar-besaran. Permukaan jalan tiba-tiba ambles dan membentuk lubang raksasa, membuat orang-orang di lokasi panik dan berlarian menyelamatkan diri.

Meski insiden terlihat serius dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas konstruksi, pihak berwenang hanya menyebutnya sebagai “fenomena kebocoran lokal”, pernyataan yang kemudian memicu kritik luas dari publik.


Jalan Amblas Puluhan Meter, Air Memancar dari Bawah Tanah

Sejumlah video yang diunggah warganet menunjukkan bahwa ruas jalan di lokasi proyek tiba-tiba runtuh dan membentuk lubang besar sepanjang puluhan meter. Dua bangunan sementara di lokasi proyek, lampu lalu lintas di persimpangan, serta pagar pembatas proyek ikut terseret masuk ke dalam lubang.

Para pekerja terlihat berhamburan menjauh dari titik runtuhan. Setelah tanah amblas, terlihat pipa bawah tanah menyemburkan air dalam jumlah besar hingga membentuk kolam air di dasar lubang.

Pada malam 11 Februari, Shanghai Shentie Investment Co., Ltd. mengeluarkan pemberitahuan resmi yang menyatakan bahwa sekitar pukul 10.30 pagi, saat proyek pembangunan jalur kanan di antara Stasiun Qixin Road dan Stasiun Xinjian Road (Jalur Jiamin) sedang berlangsung, terjadi “fenomena kebocoran lokal”. Pihak perusahaan menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun, laporan media Caixin menyebutkan bahwa setelah upaya penanganan darurat semalaman, pada pagi 12 Februari lokasi tersebut justru mengalami amblesan lebih lanjut.

Sebagian ruas Jalan Qixin dan Jalan Lian di sekitar lokasi ditutup total untuk kendaraan bermotor, sepeda, maupun pejalan kaki. Gedung perkantoran, apartemen, dan rumah sakit di sekitar lokasi juga dievakuasi sementara.

Seorang staf dari Moore Dental Hospital cabang Minhang—yang berjarak kurang dari 100 meter dari lokasi—mengatakan bahwa rumah sakit menghentikan layanan sejak pagi 12 Februari dan menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari otoritas terkait.

Menurut peta dari Biro Perencanaan dan Sumber Daya Alam Shanghai, lokasi insiden merupakan bagian dari fasilitas pendukung Stasiun Qixin Road pada proyek Jalur Jiamin—tepatnya area ventilasi nomor 3.


Dugaan Masalah Teknis dan Konstruksi

Seorang pakar teknik terowongan yang dikutip media menyebutkan bahwa berdasarkan analisis video, kemungkinan terjadi kebocoran atau keretakan pada pipa utama di sekitar lokasi saat proses penggalian terowongan berlangsung. Hal tersebut memicu fenomena “piping” (aliran pasir dan air dari bawah tanah), yang kemudian menyebabkan tanah amblas.

Seorang profesional yang pernah bekerja di proyek metro Shanghai, menggunakan nama samaran Yang Sheng, mengatakan bahwa mesin bor terowongan (TBM) diduga mengalami kebocoran pada sambungan segmen beton pelapis terowongan.

Ia menjelaskan bahwa saat mesin menggali terowongan, segmen beton dipasang untuk membentuk struktur dinding. Jika celah antar-segmen bocor dan sistem penyegelan gagal, air tanah dapat masuk dan melemahkan struktur, hingga akhirnya menyebabkan keruntuhan.

Menurutnya, yang paling dikhawatirkan adalah masuknya air dalam jumlah besar sepanjang terowongan, yang berpotensi memengaruhi keseluruhan struktur. Ia memperkirakan kemungkinan lapisan kedap air tidak dikerjakan dengan baik—bisa karena masalah material atau karena proyek dikebut untuk mengejar tenggat waktu sebelum struktur benar-benar mengeras sempurna.

Yang juga menyatakan bahwa proyek-proyek semacam ini biasanya ditangani oleh perusahaan milik negara, dan jika tidak ada korban jiwa, sering kali kasus dianggap sebagai “masalah kecil” dan diselesaikan tanpa penjelasan mendalam.


Kritik Warganet: “Ini Bukan Sekadar Kebocoran”

Pernyataan resmi yang menyebut insiden tersebut hanya sebagai “kebocoran lokal” menuai kritik tajam dari warganet Tiongkok.

Beberapa komentar menyebut bahwa amblesan sebesar itu tidak mungkin hanya disebabkan kebocoran biasa. Ada yang menduga praktik penghematan biaya dengan mengurangi prosedur konstruksi, seperti tidak melakukan pengisian kembali lumpur setelah pemompaan air tanah, yang bisa menyebabkan tanah menjadi longgar dan berisiko runtuh.

Komentar lain menyinggung kemungkinan tekanan injeksi semen yang tidak memadai sehingga pasir bawah tanah hanyut dan membentuk rongga. Seiring waktu, tekanan dari atas membuat tanah akhirnya amblas.

Sebagian warganet juga mengkritik praktik subkontrak berlapis yang berujung pada penurunan kualitas proyek. Ada yang menyebut fenomena ini sebagai “proyek tahu tempe” (istilah populer untuk konstruksi berkualitas rendah).

Beberapa komentar lain menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur bawah tanah yang masif di kota besar seperti Shanghai berpotensi meningkatkan risiko jangka panjang jika pengawasan kualitas tidak ketat.

Insiden ini kembali memicu perdebatan mengenai standar keselamatan dan transparansi dalam proyek infrastruktur besar di Tiongkok, khususnya menjelang musim mudik dan perayaan Tahun Baru, ketika aktivitas masyarakat meningkat. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada 70 Tokoh Penggerak Gizi dan Ketahanan Pangan Nasional

EtIndonesia. Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah penerima dalam rangkaian acara peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan, serta groundbreaking 107 SPPG Polri yang digelar di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, pada Jumat (13/2/2026).

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan kontribusi para tokoh dalam mendukung program pemenuhan gizi dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Dikutip dari BPMI Setpres, prosesi penganugerahan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 dan 13/TK/Tahun 2026 oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayor Jenderal TNI Wahyu Yudhayana. Suasana khidmat menyelimuti lokasi acara saat keputusan tersebut dibacakan di hadapan para penerima serta para undangan.

Usai pembacaan keputusan, Presiden Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima. Penyematan tersebut menjadi simbol penghormatan negara atas kerja nyata yang telah dilakukan dalam menyukseskan agenda strategis nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ekosistem pangan.

Untuk kategori Bintang Jasa Utama, penghargaan dianugerahkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, atas kepemimpinannya dalam mengakselerasi program prioritas nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, Bintang Jasa Pratama diberikan kepada empat penerima, dan penyematan diwakili kepala Wakapolri Komjen Pol. Dedy Prasetyo dan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol. (Purn) Sony Sonjaya. Sedangkan pada kategori Bintang Jasa Nararya, penghargaan diberikan kepada lima penerima dan penyematan diwakili kepada Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Satya Lencana Wira Karya kepada 60 penerima yang terdiri atas para Kapolda, pejabat utama Polri, Kapolres dari berbagai daerah, unsur pengawas internal, hingga tokoh masyarakat dan perwakilan dunia usaha yang berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan. 

Penyematan penghargaan tersebut diwakili oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan, serta Tokoh Masyarakat Peduli Ketahanan Pangan Zaini Sidi.

Penganugerahan tanda kehormatan ini menjadi penegasan komitmen Presiden Prabowo dalam membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung agenda besar kedaulatan pangan dan pemenuhan gizi nasional. 

Melalui penghargaan tersebut, negara tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga meneguhkan semangat gotong royong sebagai fondasi utama pembangunan menuju Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaulat. (BPMI Setpres)