Gubernur TGB Pimpin Apel Bersama Deklarasi Lombok Bangun Kembali

Epochtimes.id- Pascabencana gempabumi di Lombok, semangat NTB bangun kembali terus digaungkan. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur NTB Zainul Majdi saat mempimpin apel bersama di lapangan pemenang Lombok Utara, Senin (27/08/2018).

Gubernur NTB Tuang Guru Bajang Zainul Majdi mengatakan Gempabumi ini tidak melemahkan masyarakat NTB dalam menghadapi bencana tetapi menguatkan ketahanan terhadap bencana.

Menurut Gubernur yang kerap disapa TGB, Pemerintah dan Pemerintah Daerah akan segera membangun kembali masyarakat NTB yang lebih baik. Apalagi, kata dia, Alam NTB memang rawan gempa.

“Itu sudah ada sejak terbentuknya bumi NTB ini. Jadi bagaimana kita harus selalu harmoni dengan alam. Untuk membangun kembali di NTB, Instruksi Presiden  dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi instansi terkait sudah mengetahui tugas dan kerjanya,” kata TGB.

Lebih lanjut Gubernur NTB mengatakan sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram, dan wilayah terdampak di Provinsi NTB ini, Presiden Jokowi berharap pemerintah bisa cepat membangun kembali NTB.

“Dalam Inpres itu, diberikan instruksi umum kepada 31 pejabat termasuk di antaranya 19 menteri Kabinet Kerja,” tambahnya dalam rilis yang disampaikan oleh Sutopo Purwo Nugroho
selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB.

“Dengan Inpres ini, kementerian dan lembaga memiliki payung untuk penanganan dampak bencana gempa bumi di lapangan. Waktu yang diberikan membangun kembali rumah yang rusak dalam tempo 6 bulan sedangkan fasilitas umum dan fasilitas sosial 1 tahun, jika lebih cepat selesai lebih baik,” tambah TGB.

Dalam apel ini diberikan secara simbolis dari Pemerintah Provinsi NTB motor roda tiga sejumlah 50 unit kepada bupati Lombok Utara dan Sekda Lombok Timur. Motor roda tiga ini berfungsi untuk membawa sampah di lokasi pengungsi, sehingga lokasi pengungsi terjaga kebersihannya.

Apel ini dilaksanakan karena masa tanggap darurat telah selesai (25/8) dan memasuki transisi darurat ke pemulihan.  Dalam tahap transisi darurat ini perlakuan terhadap korban bencana akan tetap sama, hingga masyarakat dapat kembali hidup normal.

Hadir dalam apel tersebut, Perwakilan Kementerian PUPR, ESDM, BNPB, BPBD Prov. NTB, TNI, Polri, dan mahasiswa UGM. (asr)

Terinspirasi Perang Dagang Trump Eropa Tidak Lagi Naif Tentang Investasi Tiongkok

oleh Qin Yufei

Terpengaruh oleh tindakan Amerika Serikat untuk mencegah Tiongkok komunis mengakuisisi aset utama negaranya, pemerintah Jerman yang selama ini terbuka bagi investasi asing juga mulai mewaspadai ledakan M&A (merger and akuisisi) oleh perusahaan asing khususnya yang memiliki hubungan dengan Tiongkok komunis.

Pada akhir bulan lalu, setelah pemerintah Jerman mengisyaratkan akan memblokir transaksi pengalihan saham perusahaan Jerman karena alasan keamanan, Taihai Manoir Nuclear Equipment Co., Ltd. yang terletak di kota Yantai, Shandong terpaksa menarik rencananya untuk mengakuisisi produsen mesin presisi Jerman Leifeld Metal Spinning AG.

Perusahaan Leifeld memproduksi peralatan untuk energi nuklir dan industri luar angkasa. Hanya beberapa hari sebelum rencana M&A tersebut gugur. Bank milik negara Jerman KfW mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi 20% saham dari perusahaan grid 50Hertz sebagai upaya untuk mencegah National Grid Corporation dari Tiongkok memperoleh 50 Hertz.

Pemerintah Jerman juga mengumumkan bulan ini bahwa mereka bermaksud untuk lebih memperketat investasi asing di industri pertahanan dan keamanan nasional.

Tahun lalu, pemerintah Jerman memperketat kontrol terhadap investasi asing, menetapkan bahwa pemerintah Jerman memiliki hak untuk campur tangan terhadap perusahaan Jerman yang berencana untuk menjual sahamnya melebihi 25 % kepada perusahaan investor asing.

Tetapi otoritas Berlin sekarang telah menurunkan ambang batasnya menjadi 15% dari saham perusahaan.

Langkah itu diambil pemerintah Jerman setelah terjadi serangkaian akuisisi perusahaan Jerman oleh perusahaan Tiongkok komunis. Akuisisi ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang akuisisi perusahaan-perusahaan kunci Jerman oleh Tiongkok komunis dan kekhawatiran tentang hilangnya teknologi milik Jerman.

Pada 2017, perusahaan Tiongkok dan Hongkong telah mengakuisisi 69 buah perusahaan  Jerman, dibandingkan dengan 18 buah pada tahun 2011.

Jumlah dana untuk mengakuisisi saham perusahaan-perusahaan Jerman itu telah meningkat dari EUR 690 juta pada tahun 2011 menjadi EUR 7 miliar pada tahun 2016. Itu terjadi terutama karena Midea Group Co Ltd menginvestasikan EUR. 4,5 miliar dalam akuisisi produsen robot KUKA.

Selain KUKA, perusahaan-perusahaan Tiongkok komunis juga telah mengakuisisi perusahaan pemimpin industri seperti Biotest Pharmaceuticals, dan mengakuisisi saham utama Deutsche Bank dan Daimler.

Christian Dreger, pejabat di Lembaga Penelitian Ekonomi Jerman memberitakan ‘South China Morning Post’ : Meskipun investor Tiongkok tampil sebagai pemilik perusahaan swasta untuk melakukan transaksi M&A, tetapi hubungan mereka dengan Partai Komunis Tiongkok  tampaknya sangat dekat. Sementara itu, akses pasar Tiongkok bagi perusahaan Uni Eropa masih sangat dibatasi.

Uni Eropa juga meningkatkan kewaspadaan dalam melindungi teknologi mereka. Parlemen Eropa pada bulan Mei lalu telah meloloskan sebuah proposal untuk memperluas kontrol terhadap bidang industri utama Jerman yang akan dijual-belikan sahamnya kepada investor asing.

Proposal ini didukung oleh pemerintah Prancis, Jerman dan Italia, dan undang-undangnya rencana akan diadopsikan pada akhir tahun ini oleh Uni Eropa.

Peningkatan kewaspadaan terhadap M&A perusahaan Jerman dan Uni Eropa oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok komunis sangat dipengaruhi oleh tindakan Amerika Serikat.

Pada bulan Agustus tahun ini, Foreign Investment Risk Review Modernization Act. FIRMMA) telah dimasukkan ke dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS dan sudah disahkan oleh Kongres AS.

CFIUS (Komite Investasi Asing) karena itu mendapatkan serangkaian kekuatan baru, lebih banyak sumber daya, tenaga kerja dan hak yang lebih besar dalam pengregulasiannya. Dengan demikian, pengaruhnya terhadap merger dan akuisisi oleh pihak asing juga akan diperluas.

Salah satu kunci dari FIRMMA adalah mempersulit perusahaan modal ventura Tiongkok komunis untuk berinvestasi di perusahaan AS dan menghindari pencurian kekayaan intelektual.

Lorand Laskai, seorang ahli dari Asosiasi Hubungan Luar Negeri AS menuliskan : Di atas panggung  pertarungan ekonomi antara AS dan Tiongkok, Made in China 2025 menjadi biang keladi dari ancaman nyata terhadap status AS yang telah menjadi pemimpin teknologi dunia.

Frank Proust, anggota Parlemen Eropa mengatakan : “Dalam era globalisasi, sekarang adalah saatnya Eropa untuk keluar dari rasa naif. Meskipun kita tidak menentang investasi asing, tetapi kita tidak berhadap adanya investasi yang abnormal.” (Sin/asr)

Banjir Akibat Topan Rumbia di Kota Tiongkok Diperburuk oleh Kesalahan Pemerintah

Banjir yang meluas akibat hujan Topan Rumbia dan angin kencang telah menghancurkan daerah penghasil sayur terbesar di Tiongkok dan rumah bagi pasar grosir terbesar di negara tersebut, dan penduduk setempat menyalahkan kesalahan perhitungan buatan manusia sehingga membuat kerusakan lebih buruk.

Setelah melakukan pendaratan di Shanghai pada 17 Agustus, badai bergerak melalui bagian timur Tiongkok, yang mempengaruhi provinsi Zhejiang, Jiangsu, Anhui, Shandong, dan Hubei. Shandong sangat terpukul, dengan 13 kota di zona bencana. Setidaknya 24 orang tewas, menurut corong resmi rezim Tiongkok, People’s Daily.

Di Kota Shouguang, Provinsi Shandong, penduduk marah karena pihak berwenang mengalirkan air dari tiga waduk ke sungai setempat selama periode badai, yang memperparah banjir.

Banjir telah menghancurkan banyak mata pencaharian para warga. Penduduk memposting foto dan video ke media sosial tentang kondisi di Shouguang, menunjukkan pertanian sayuran sepenuhnya terendam dan bangkai hewan mengambang di air. Postingan yang dengan cepat telah dihapus oleh sensor internet.

Warga turun ke media sosial untuk mengadukan keputusan pihak berwenang karena mengalirkan air waduk di hilir Sungai Mi dekat Shouguang. Satu posting online menunjukkan dokumen resmi pemerintah yang mengumumkan bahwa air dari tiga waduk akan dialirkan mulai dari pagi 19 Agustus pagi sampai 21 Agustus sekitar jam 6:15 sore waktu setempat.

Warga menerima berita tersebut pada 19 Agustus dan diberitahu untuk mengevakuasi daerah tersebut. Pada saat itu, sudah terlambat untuk melakukan sesuatu tentang harta benda atau hewan ternak mereka. Sementara itu, setelah badai, pihak berwenang gagal mengirim misi penyelamatan dan penduduk lokal dibiarkan berjuang sendiri untuk menghadapi akibatnya, menurut posting netizen.

Media lokal diam tentang masalah ini. Tidak sampai 22 Agustus Weifang Evening News, sebuah koran lokal, membahas banjir tersebut di pos Sina Weibo.

Beijing News, sebuah surat kabar yang bermarkas di ibukota, telah melaporkan tentang keparahan banjir di beberapa desa kecil dan kota kecil, seperti Shangkou dan Kouzi. Seorang penduduk desa, Li dari Desa Kouzi Baru, mengatakan ia telah kehilangan lebih dari 10.000 babi yang dimilikinya. Desa itu terletak di tepi Sungai Mi, dan terendam sekitar tiga meter oleh aliran sungai, menurut Beijing News.

Para netizen menyebut bencana tersebut sebagai bencana buatan manusia, karena keputusan pihak berwenang terhadap waduk tersebut.

Seorang netizen bernama “Jaly” menulis bahwa di masa lalu, ketika kota mengalami kekeringan, pihak berwenang tidak akan mengalirkan air dari salah satu waduk, yang dinamai Qingzhou, kecuali warga membayar air. “Sekarang waduk sudah penuh, Anda hanya membiarkan Shouguang tahu dengan pengumuman bahwa Anda akan mengalirkan air? Apakah Anda tahu berapa banyak orang yang tinggal di desa-desa dekat sungai harus mengungsi di tengah malam?”

Pada 23 Agustus, pemerintah Kota Weifang, Shouguang berada di bawah pemerintahannya, mengadakan konferensi pers untuk menangani insiden tersebut.

Zhou Shouzong, direktur Kantor Pengendalian Banjir dan Pengendalian Kekeringan Weifang, membela keputusan tersebut, mengatakan bahwa perlu untuk mengalirkan air, menurut laporan oleh Hong Kong Economic Times.

“Jika kita tidak membuang air, itu akan menjadi ancaman serius terhadap keselamatan waduk, dan bahkan akan meningkatkan risiko bendungan runtuh. Itu akan mengancam kehidupan jutaan penduduk yang tinggal di daerah hilir sungai,” katanya.

Seorang staf departemen pemeliharaan air Shouguang mengatakan kepada Hong Kong Economic Times bahwa dia “tidak berpikir” bahwa tingkat air akan setinggi perkiraan mereka dan mencapai tingkat air yang begitu tinggi berkaitan dengan pelepasan air waduk.

Pada 23 Agustus, perairan telah surut secara signifikan, tetapi jalan-jalan dipenuhi lumpur.

Harga sayuran di Shouguang sudah naik sebagai akibat dari banjir, termasuk untuk ketumbar, bayam, dan mentimun, para netizen juga melaporkan. Mereka khawatir bahwa sejak Shouguang memasok banyak wilayah Tiongkok dengan sayuran, banjir baru-baru ini akan menyebabkan kenaikan harga di seluruh negeri. (ran)

Pengadilan Myanmar Tunda Vonis Kasus Dua Jurnalis Reuters

Epochtimes.id- Putusan terhadap dua jurnalis Reuters yang dituduh melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi ditunda pada Senin (27/08/2018) hingga 3 September 2018. Penundaan ini dikarenakan hakim yang mengawasi kasus tersebut sedang sakit.

Puluhan wartawan dan diplomat telah berkumpul di pengadilan Yangon untuk mendengarkan putusan wartawan Wa Lone (32) dan Kyaw Soe Oo (28) puncak dari delapan bulan persidangan dalam kasus terpenting di Myanmar.

“Kami kecewa karena tidak menerima keputusan hakim hari ini,” kata Reuters dalam sebuah pernyataan.

“Wa Lone dan Kyaw Soe Oo sudah menghabiskan lebih dari delapan bulan di penjara berdasarkan dugaan kejahatan yang tidak mereka lakukan. Kami berharap dapat menerima putusan minggu depan, ketika kami sangat berharap bahwa mereka akan dibebaskan dan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka, ” lanjut Reuters.

Juru bicara pemerintah Zaw Htay tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar tentang penundaan putusan tersebut.

Klimaks dari kasus ini terjadi di tengah tekanan terhadap administrasi sipil peraih Nobel Aung San Suu Kyi atas tindakan keras keamanan di negara bagian barat Rakhine yang dipicu oleh serangan teroris pada Agustus 2017.

Kemudian pada Senin sebuah misi pencarian fakta yang diamanatkan oleh PBB akan merilis laporan tentang penindasan Rohingya. Kejadian ini memicu eksodus lebih dari 700.000 Muslim tanpa kewarganegaraan Rohingya seperti dalam laporan badan-badan PBB. Sebagian besar warga Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi di negara tetangga, Bangladesh.

Pada Selasa lalu, Dewan Keamanan PBB akan mengadakan briefing tentang Burma di New York.

Proses pengadilan ini hanya berlangsung beberapa menit, cukup lama bagi seorang hakim yang menggantikan Hakim Ye Lwin, yang telah mengawasi kasus terhadap jurnalis Reuters, untuk mengumumkan bahwa keputusan akan ditentukan minggu depan.

“Hakim sedang dalam kondisi kesehatan yang buruk, jadi saya di sini untuk mengumumkan bahwa putusan ditunda,” kata Hakim Khin Maung Maung.

Pengacara pembela Khin Maung Zaw mengatakan kepada wartawan bahwa hakim sudah siap dengan putusan tetapi harus diucapkan oleh hakim yang ditugaskan dalam kasus ini.

Wa Lone tersenyum lebar dan membuat tanda acungan jempol dengan kedua tangannya saat ia melangkah masuk ke pengadilan dengan Kyaw Soe Oo tepat di belakangnya.

“Kami tidak takut atau gemetar. Kebenaran ada di pihak kami. Apapun situasinya, kita tidak akan terguncang. Mereka tidak bisa membuat kita lemah, ”kata Wa Lone kepada wartawan setelah sidang singkat.

Beberapa wartawan yang datang untuk menutupi putusan mengenakan T-shirt yang bertuliskan “Free Wa Lone dan Kyaw Soe Oo” dan “Jurnalistik bukanlah kejahatan.”

“Tes lakmus”

Wartawan Reuters dituduh melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi era kolonial, yang membawa hukuman maksimal 14 tahun penjara, dengan mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan pasukan keamanan negara.

Mereka mengatakan kepada pengadilan selama persidangan mereka bahwa dua petugas polisi menyerahkan mereka surat-surat di sebuah restoran di Yangon utara beberapa saat sebelum petugas lainnya menangkap mereka Desember lalu.

Seorang saksi mata polisi memberi kesaksian bahwa rapat restoran itu adalah setingan untuk menjebak para jurnalis untuk menahan atau menghukum mereka atas laporan mereka tentang pembunuhan massal terhadap Rohingya. Selain itu, terkait pelanggaran lain yang melibatkan tentara dan polisi di Inn Din, sebuah desa di Rakhine.

PBB telah menyebut kampanye militer di Rakhine utara sebagai “contoh buku teks tentang pembersihan etnis.”

Myanmar membantah tuduhan pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran yang dilakukan terhadap pengungsi oleh pasukan keamanannya. Myanmar berdalih pihaknya melakukan operasi kontra pemberontakan yang sah terhadap gerilyawan Muslim.

Namun militer mengakui pembunuhan terhadap 10 pria dan anak laki-laki Rohingya di Inn Din setelah menangkap wartawan Reuters.

Pada bulan April militer mengatakan tujuh tentara telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas keterlibatan mereka dalam kasus pembunuhan.

Oleh Antoni Slodkowski/via The Epochtimes

Meroketnya Sewa Perumahan Sebagai Tujuan Otoritas Tiongkok untuk Mendinginkan Pasar Realestat

0

Beijing berusaha untuk mendinginkan pasar properti realestat yang terlalu panas dengan kebijakan-kebijakan yang mendorong investor untuk menempatkan investasi mereka di pasar persewaan Tiongkok. Tetapi pergeseran kebijakan tersebut menyebabkan lonjakan tajam dalam harga sewa perumahan, yang menyebabkan banyak orang Tiongkok kelas menengah mengeluh tentang biaya hidup yang terus meningkat.

Di 11 kota besar Tiongkok, harga sewa rumah naik rata-rata lebih dari 20 persen di bulan Juli, dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, menurut artikel 22 Agustus oleh surat kabar bisnis Tiongkok, 21st Century Business Herald, mengutip data dari situs web perumahan Tiongkok, CityHouse.cn.

Secara mengejutkan, peningkatan terbesar tidak terjadi di ibu kota Beijing; yang merupakan peringkat keenam di antara 11 kota, dengan peningkatan 21,9 persen. Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan Tiongkok barat daya, memiliki peningkatan tertinggi, lebih dari 31 persen; diikuti oleh 30,7 persen untuk Guangzhou, sebuah kota pelabuhan di Tiongkok selatan; dan 30,5 persen untuk Shenzhen, sebuah kota selatan yang berbatasan dengan Hong Kong.

Lonjakan harga sewa telah membuat kesulitan hidup bagi banyak pekerja berpenghasilan menengah dan rendah, menurut artikel online yang tersebar luas yang memicu banyak diskusi di dalam media sosial Tiongkok. Artikel ini membahas pengalaman Huang, contoh sempurna dari masalah ini.

Pemilik lahan yang disewa Huang meminta kenaikan sekitar 26 persen dalam sewa menjadi 24.000 yuan (sekitar $3.500) dari 19.000 yuan (sekitar $2.800), ketika sewanya berakhir. Dia kemudian pergi ke perusahaan persewaan untuk mencari tempat baru untuk menyewa. Ketika perusahaan tersebut menyodorkan pada pemilik lahan yang sama, pemilik lahan tersebut telah menaikkan harga lagi, menjadi 28.000 yuan ($4.100), atau meningkat sekitar 47 persen dari harga sewa awal.

Pada bulan Juli 2017, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok (NDRC), bersama dengan delapan lembaga pemerintah lainnya, mengeluarkan pengumuman bersama untuk mendorong perusahaan persewaan perumahan yang dikelola negara dan swasta untuk mempercepat pembangunan mereka di kota-kota besar. Pengumuman tersebut juga mendorong perusahaan-perusahaan realestat Tiongkok untuk memperluas bisnis-bisnis mereka ke pasar persewaan.

Pada 31 Juli, Politburo Tiongkok, kelompok beranggotakan 25 anggota dari sebagian besar pejabat elit Partai Komunis Tiongkok, mengadakan pertemuan untuk membahas kebijakan-kebijakan ekonomi nasional. Salah satu arahan yang dikeluarkan pada akhir pertemuan tersebut adalah untuk mengatur lebih lanjut pasar realestat dan untuk mengekang kenaikan harga perumahan. Para ekonom telah lama memperkirakan bahwa gelembung perumahan akan meledak jika pasar terus-menerus memanas.

Baru-baru ini, pihak berwenang Tiongkok telah mengambil tindakan konkrit untuk mengendalikan harga perumahan. Para pejabat Tiongkok di lima kota: Haikou dan Sanya di Provinsi Hainan Tiongkok selatan; Yantai di Provinsi Shandong, Tiongkok timur; Yichang di Provinsi Hebei, Tiongkok utara; dan Yangzhou di Provinsi Jiangsu di Tiongkok pesisir, dipertanyakan oleh Kementerian Perumahan dan Pembangunan Pedesaan Perkotaan Tiongkok pada Agustus 17, menurut artikel 21 Agustus di portal berita Tiongkok yang dikelola Partai Komunis, China.cn.org.

Pihak berwenang pusat meminta agar para pejabat tersebut mengambil langkah-langkah untuk memerangi spekulasi perumahan.

Sejauh ini, harga masih naik di pasar realestat. Menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok pada 15 Agustus, di 65 kota terlihat harga-harga untuk perumahan baru (dibandingkan dengan perumahan yang dijual sebelumnya) meningkat pada bulan Juli dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dari total 70 ukuran menengah dan kota-kota besar. Hanya tiga kota: Shanghai; Nanjing, ibu kota Jiangsu; dan Quanzhou, sebuah kota di Provinsi Fujian Tiongkok selatan, mengalami penurunan.

Beberapa orang sekarang memilih untuk berinvestasi di pasar persewaan rumah sebagai gantinya, yang telah menyebabkan pertumbuhan dari dua tipe perusahaan persewaan perumahan yang berbeda.

Tipe pertama adalah perusahaan persewaan apartemen Tiongkok yang menerbitkan sekuritas yang didukung aset sewa (ABS). Ini mirip dengan Dana investasi lahan yasan (realestat) atau real estate investment trust (REIT) di Amerika Serikat. Namun, kurangnya peraturan undang-undang yang berlaku untuk REIT di Tiongkok telah menyebabkan banyak orang yang menyebut ABS sebagi “kuasi-REIT” dari Tiongkok [tidak benar-benar REIT].

REIT, serupa dalam konsep untuk reksa dana, memungkinkan para investor untuk membeli saham dari perusahaan yang memiliki portofolio properti, tanpa harus membeli atau membiayai properti tersebut. Sewa dan pendapatan yang dihasilkan dari properti-properti ini pada gilirannya dibayarkan kepada para investor perusahaan dalam bentuk dividen.

Beberapa perusahaan realestat Tiongkok telah memperluas bisnis mereka menjadi ABS. Sebagai contoh, pada bulan Mei, Bursa Efek Shanghai memberikan lampu hijau untuk Evergrande, pengembang real estat terbesar kedua di Tiongkok berdasarkan penjualan, untuk menerbitkan 10 miliar yuan (sekitar $1,5 miliar) ABS yang terkait dengan persewaan apartemen, menurut Mingtiandi, situs web berita real estate.

Tipe kedua adalah perusahaan manajemen persewaan tradisional. Perusahaan-perusahaan ini mengelola unit-unit perumahan secara massal dan menawarkan pada penyewa diskon persentase dalam persewaan, jika mereka bersedia menyewa untuk jangka waktu tertentu di muka, seperti satu atau dua tahun.

Di Beijing, persaingan antara perusahaan-perusahaan persewaan apartemen di Tiongkok telah berkembang pesat, dengan perusahaan-perusahaan mencoba mengalahkan satu sama lain untuk sumber perumahan.

Misalnya, Chen (nama samaran), mengatakan ia menawarkan unit hunian seluas 4.260 kaki persegi kepada perusahaan manajemen persewaan rumah setelah perusahaan tersebut mengalahkan pesaing, menurut artikel 18 Agustus oleh surat kabar Tiongkok Southern Weekly. Chen mengatakan perusahaan tersebut menawarkan untuk menyewakan tempatnya dengan harga 10.800 yuan (sekitar $1,586) per bulan, sekitar 3.300 yuan (sekitar $484) lebih tinggi dari harapannya. (ran)

Aplikasi Didi Chuxing Tiongkok Ditangguhkan Setelah Penumpang Diperkosa dan Dibunuh

0

BEIJING — Perusahaan transportasi layanan taksi terbesar di Tiongkok, Didi Chuxing, menangguhkan layanan aplikasi Hitch-nya secara nasional, perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 26 Agustus, sehari setelah polisi mengatakan penumpang yang naik mobil tumpangan di kota Wenzhou Tiongkok timur diperkosa dan dibunuh oleh sopir.

Aplikasi Hitch adalah aplikasi pemesanan kendaraan online hanya dengan membuka aplikasi untuk meminta tumpangan dan mobil datang menjemput pengguna. Tetapi Hitch membedakan dirinya dari sisa paket dengan membuat penggunaan semua kursi yang ada dalam mobil, yang menurunkan biaya untuk para penggunanya, dengan kata lain memaksimalkan jumlah penumpang yang dapat masuk ke dalam mobil.

Didi Chuxing mengatakan bahwa layanan carpool (pengaturan antar orang-orang untuk melakukan perjalanan biasa dalam satu kendaraan) akan ditangguhkan pada 27 Agustus karena “kesalahan yang mengecewakan,” sementara model-model bisnis produk tersebut sedang dievaluasi kembali.

Korban pembunuhan seorang wanita berusia 20 tahun, yang hanya diidentifikasi oleh polisi Wenzhou dengan nama keluarga Zhao, adalah yang terbaru dalam serangkaian kejahatan kekerasan yang telah memicu kekhawatiran tentang keamanan layanan tersebut. Pada bulan Mei, penumpang wanita lainnya ditemukan tewas setelah memesan tumpangan di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, melalui Didi Chuxing. Pengemudi Didi adalah tersangka utama dalam kematiannya, dalam insiden yang memicu kemarahan di seluruh negeri.

Zhao masuk ke kendaraan carpool Hitch jam 1 siang  pada 24 Agustus, dan mengirim sebuah pesan ke teman sekitar jam 2 siang mencari bantuan sebelum kontak hilang, menurut pernyataan polisi setempat.

Seorang pengemudi berusia 27 tahun bernama Zhong ditahan sekitar pukul 04.00 pada 25 Agustus dan mengaku telah memperkosa dan membunuh penumpang tersebut, kata polisi dalam pernyataannya; tubuh korban telah ditemukan dan penyelidikan terus dilakukan, kata polisi.

Didi mengatakan pada 26 Agustus bahwa tersangka tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, telah memberikan dokumentasi otentik, dan lulus tes pengenalan wajah sebelum mulai bekerja. Tetapi perusahaan tersebut mengatakan pada 25 Agustus bahwa ada pengaduan sebelumnya yang ditujukan terhadap pengemudi tersebut oleh seorang penumpang yang menuduh sopir itu telah membawa mereka ke tempat yang terpencil dan mengikuti penumpang setelah dia keluar dari mobil.

“Anda telah mengalami begitu banyak insiden,” seorang anggota keluarga Zhao yang tidak disebutkan namanya dikutip mengatakan dalam berita Malam Qianjiang, sebuah publikasi resmi provinsi Zhejiang. “Apa yang akan Anda lakukan tentang masalah keamanan dan layanan Anda?” (ran)

Wabah Flu Babi di Tiongkok Kemungkinan Disebabkan oleh Impor dari Rusia

0

Tiongkok, produsen daging babi terbesar di dunia, mungkin tidak menyangka bahwa tarif pembalasannya untuk produk daging babi AS akan kembali menghantui. Tetapi keputusan untuk membeli daging babi dari negara lain malah sekarang terlihat seperti bencana, sejak beberapa kota Tiongkok berusaha untuk mengatasi wabah penyakit babi yang mungkin berasal dari Rusia.

Tiongkok telah mengimpor lebih sedikit barang pertanian AS sebagai akibat dari tarif. Untuk menebus hilangnya impor-impor dari AS, Tiongkok telah beralih ke negara lain untuk pengadaan. Misalnya, Tiongkok baru-baru ini mulai membeli lebih banyak kedelai dari Amerika Selatan.

Sementara itu, karena produksi daging babi domestik Tiongkok tidak cukup untuk memenuhi permintaan, Tiongkok membeli daging babi dari negara lain seperti Rusia, setelah menaikkan tarif menjadi 70 persen untuk daging babi dari AS. Menurut situs web produk pakan yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian Tiongkok, Tiongkok mengimpor 1,22 juta ton daging babi pada tahun 2017, di antaranya sekitar 170.000 ton berasal dari Amerika Serikat.

Tiongkok mulai membeli daging babi Rusia dengan harga sekitar 12 yuan ($1,76) per kilogram sejak April untuk menggantikan impor AS, menurut artikel 23 Agustus oleh Radio Free Asia (RFA).

Wabah flu babi Afrika, African swine fever (ASF), saat ini di Tiongkok pertama kali terjadi di Shenyang, ibu kota Provinsi Liaoning Tiongkok utara pada awal Agustus. ASF adalah penyakit yang sangat menular yang menyerang babi dan babi hutan; tidak ada obat atau vaksin. Namun, penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia, bahkan jika produk babi yang terinfeksi dikonsumsi.

Penyakit tersebut kemungkinan tiba di Tiongkok melalui produk daging babi impor, Wantanee Kalpravidh, seorang dokter hewan di Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, mengatakan kepada jurnal ilmiah Science. Analisis genetik menunjukkan bahwa virus yang ditemukan di Tiongkok terkait erat dengan sekelompok virus yang beredar di Rusia, lapor jurnal tersebut. Hampir 50 babi telah mati karena ASF, menurut artikel 26 Agustus oleh mingguan Tiongkok, The Economic Observer.

Rusia telah diganggu oleh ASF dalam dekade terakhir, menurut situs web Pig Progress, yang dijalankan oleh Proagrica Media, sebuah perusahaan riset pasar peternakan. Rusia telah memusnahkan lebih dari 2 juta babi sejak pecahnya ASF awal di Rusia pada tahun 2007.

Sejak wabah awal di Tiongkok, penyakit ini telah terdeteksi di Zhengzhou, ibu kota Provinsi Henan, Tiongkok tengah; Lianyungang, sebuah kota di Provinsi Jiangsu bagian timur laut Tiongkok; dan Wenzhou, kota pelabuhan di Provinsi Zhejiang Tiongkok timur, menurut artikel 26 Agustus yang dipublikasikan di portal berita Tiongkok, Sina.

Tiongkok telah memusnahkan lebih dari 25.000 babi sebagai akibat dari wabah tersebut, menurut artikel 26 Agustus oleh media Hong Kong, Apple Daily. Selain itu, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, telah mengeluarkan peringatan bagi orang-orang yang membeli daging babi dari 12 provinsi dan kota yang berisiko ASF, termasuk Beijing, Tianjin, Mongolia Dalam, Liaoning, Heilongjiang, dan Jilin, Apple Daily melaporkan dalam artikel terpisah, mengutip dokumen pemerintah.

Setidaknya sejak tahun 2016, Tiongkok telah beralih ke Rusia untuk impor daging babi dalam jumlah besar. Tiongkok menjadi pasar ekspor terbesar bagi Rusia untuk produk makanan pada tahun 2016, dengan total $1 miliar, menurut kantor berita Xinhua yang dikelola negara.

Pada bulan Mei, Presiden Rusia Vladimir Putin, ketika berbicara dengan para pejabat dari Duma Negara, dewan tingkat rendah dari Dewan Federal Rusia, mengatakan itu adalah rencana strategis Rusia untuk menyingkirkan Amerika Serikat dari pasar daging babi Tiongkok, dan memasok Tiongkok dengan babi Rusia, menurut artikel 5 Mei oleh koran Parlemen, Parliamentary Newspaper (PNP), publikasi mingguan resmi dari Dewan Federal.

Dalam wawancara 24 Agustus dengan Radio Free Asia, Zhuang Lei, seorang penduduk Provinsi Fujian Tiongkok selatan, prihatin bahwa wabah telah menyebar begitu luas dalam waktu yang singkat.

“Saya percaya negara telah gagal untuk mengatur sistem kontrol, yang mengarah ke bencana ini,” katanya.

Dua hari pembicaraan perdagangan Tiongkok-Amerika Serikat, yang berakhir pada 23 Agustus, membuat kedua belah pihak bertentangan. Selama negosiasi, yang dipimpin di sisi Amerika oleh Menteri Keuangan David Malpass, Amerika Serikat menyuarakan keprihatinan tentang bagaimana perusahaan-perusahaan Amerika telah menderita dari praktik-praktik perdagangan Tiongkok yang tidak adil, sementara Tiongkok mengklaim telah memenuhi kewajiban WTO (Organisasi Perdagangan Dunia).

Sebuah sumber menjelaskan kepada Reuters tanggapan AS: “Kami tidak akan peduli dengan WTO karena Anda mengisi kapasitas berlebih, merusak industri, dan mencuri IP (kekayaan intelektual). Kami tidak akan berpangku tangan,” menurut laporan 25 Agustus.

Pada bulan Juli, setelah Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif barang-barang Tiongkok senilai $34 miliar, Tiongkok membalas dengan memberlakukan tarif 25 persen untuk produk pertanian AS, termasuk kedelai, jagung, gandum, babi, dan unggas. (ran)

Penembakan Massal pada Turnamen Game Tewaskan Empat Orang

0

EpochTimesId – Penembakan massal terjadi pada turnamen eSport di Jacksonville, Florida, Amerika Serikat. Sebanyak empat orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk pelaku. Sementara 11 korban mengalami luka-luka, seperti dikutip dari WJXT.

Turnamen game itu dihadiri dan diikuti oleh para gamer profesional, Minggu (26/8/2018) waktu setempat. Turnamen itu adalah babak kualifikasi untuk turnamen yang lebih besar.

Pihak berwenang mengatakan bahwa penembakan massal terjadi di The Jacksonville Landing di Florida sekitar pukul 1 siang. Insiden itu terjadi di GLHF GameBar.

Seorang pemain game profesional, Drini Gjoka, turut menjadi korban luka tembak. Gamer berusia 19 tahun itu baru saja memenangkan pertandingan pertama, dan maju ke babak 32 ketika aksi penembakan terjadi.

“Sesuatu terjadi. Saya akan pergi dan tidak akan pernah kembali,” ujarnya via Twitter.

Namun, dia segera mengabarkan bahwa dia selamat dalam insiden itu. Namun, dia turut menjadi korban luka.

“Saya benar-benar sangat beruntung. Peluru itu mengenai jempol saya. Hari terburuk dalam hidupku,” sambung Gjoka.

Beberapa gamer lain juga mengatakan via sosial media bahwa mereka tertembak, atau aman. Ibu dari seorang gamer, Larry Legend mengatakan bahwa putranya ditembak tiga kali. Dia meminta semua orang untuk mendoakan agar anaknya selamat.

Turnamen ini diadakan di Las Vegas dan menarik sekitar 15.000 pengunjung. ESports adalah bisnis besar. Laporan Goldman Sachs pada 2017 mengatakan, perputaran uang pada eSports mencapai 500 juta dolar AS (sekitar 7 triliun rupiah) pada tahun 2016. Sejumlah perusahaan olahraga terkemuka bahkan membentuk dan mensponsori tim eSport.

Menurut situs web olahraga dan pengembang game, EA, dua pemenang teratas di acara Jacksonville akan mendapat tempat di acara utama Madden Classic di Las Vegas, Nevada, yang dijadwalkan pada bulan Oktober 2018. Di Las Vegas, para pesaing akan bermain untuk memperebutkan hadiah total 165.000 dolar AS. Pemenang pertama berhak membawa pulang hadiah senilai 25.000 dolar AS atau sekitar 350 juta rupiah. (NTDTV/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Jurnalis Jerman Akan Berjuang untuk Kebebasan Wartawan yang Ditangkap Rezim Turki

EpochTimesId – Jurnalis Jerman, Mesale Tolu, dibebaskan dari penjara Turki pada bulan Desember. Akan tetapi, dia dilarang meninggalkan negara hingga akhir pekan kemarin.

Setelah larangan meninggalkan Turki dicabut, Tolu kembali ke Jerman pada 26 Agustus 2018. Namun, dia bersumpah akan terus berjuang bagi kebebasan rekan-rekannya yang masih dipenjara secara tidak wajar, dalam tindakan keras Turki setelah kudeta yang gagal pada tahun 2016.

Tolu dituduh dan didakwa menjadi anggota organisasi teroris dan mempublikasikan propaganda teroris. Warga negara Jerman itu adalah salah satu dari puluhan ribu pegawai sipil dan wartawan yang ditahan setelah upaya untuk menggulingkan Presiden Tayyip Erdogan gagal.

“Saya mungkin berada di sini hari ini, tetapi ratusan kolega, aktivis oposisi, pengacara, mahasiswa. Sekitar 70.000 orang masih di penjara, masih belum bebas,” katanya kepada wartawan di bandara Stuttgart, setelah tiba dari Istanbul.

“Jadi saya tidak bisa benar-benar senang meninggalkan negara tempat saya berada di penjara. Karena saya tahu tidak ada yang berubah di sana,” sambungnya.

Tolu menggambarkan bagaimana polisi bersenjata bertopeng menyerbu rumahnya di tengah malam pada bulan April tahun lalu. Penggrebekan itu membangunkan putranya yang sedang tidur. Polisi menggeledah seisi apartemen sebelum menangkapnya.

Suaminya, Suat Corlu, masih berada di penjara Turki karena dakwaan terorisme, yang diajukan setelah kudeta. Dia mengatakan akan kembali ke negara itu untuk tampil di pengadilan, meski ada kekhawatiran bahwa dia mungkin akan ditangkap kembali.

Jerman telah menuntut pembebasan beberapa warganya. Sebagian memiliki darah Turki atau dinaturalisasi dari WN Turki. Upaya diplomatik itu sebagai langkah yang diperlukan untuk meningkatkan hubungan dengan Turki.

Hubungan antara dua mitra NATO itu memburuk setelah Jerman mengecam penangkapan Turki terhadap sekitar 50.000 orang. Krisis diplomatik juga dipicu penangguhan atau pemecatan 150.000 aparatur negara lainnya, termasuk guru, hakim, dan tentara.

Hubungan mulai membaik kembali dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah Turki melepas jurnalis Jerman-Turki, Deniz Yucel pada Februari 2018. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Pejabat AS Menilai Bantuan Uni Eropa untuk Iran Mengirim “Pesan yang Salah”

Epochtimes.id- Utusan AS untuk Iran mengecam keputusan Uni Eropa yang memberikan $ 20.7 juta bantuan ke Teheran pada 24 Agustus 2018 lalu. Bantuan ini dinilai mengirim “pesan yang salah pada waktu yang salah. ”

Pejabat AS ini menyatakan mendesak Uni Eropa untuk membantu Washington mengakhiri ancaman Iran demi stabilitas global.

“Bantuan asing dari pembayar pajak Eropa melanggengkan kemampuan rezim untuk mengabaikan kebutuhan rakyatnya dan menghambat perubahan kebijakan yang berarti,” kata Brian Hook, selaku perwakilan khusus AS untuk Iran dalam sebuah pernyataan.

“Rakyat Iran menghadapi tekanan ekonomi yang sangat nyata yang disebabkan oleh korupsi, salah urus, dan investasi mendalam pemerintah mereka dalam terorisme dan konflik luar negeri,” tambahnya.

“Amerika Serikat dan Uni Eropa harus bekerja sama untuk mencari solusi abadi yang benar-benar mendukung rakyat Iran dan mengakhiri ancaman rezim terhadap stabilitas regional dan global,” jelasnya.

Keputusan Uni Eropa pada 23 Agustus untuk memberikan € 18 juta ($ 20,7 juta) dalam bantuan ke Iran ditujukan untuk mengimbangi dampak sanksi AS. Ini karena negara-negara Eropa mencoba menyelamatkan perjanjian 2015 yang menilai Tehran membatasi ambisi nuklirnya.

Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir yang disepakati pada bulan Mei lalu. Trump memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap Teheran, bahkan ketika pihak-pihak lain dalam perjanjian tersebut mencoba mencari cara untuk menyelamatkan perjanjian tersebut.

Pendanaan Uni Eropa adalah bagian dari paket yang lebih luas dari 50 juta euro yang dialokasikan dalam anggaran Uni Eropa untuk Iran. Sebelumnya negara ini mengancam akan berhenti mematuhi perjanjian nuklir jika gagal untuk melihat manfaat ekonomi dari sanksi.

Amerika Serikat menekan negara lain untuk mematuhi sanksi-sanksinya.

“Lebih banyak uang di tangan para ayatollah berarti lebih banyak uang untuk melakukan pembunuhan di negara-negara Eropa itu,” kata Hook dalam pernyataannya.

Penasihat keamanan nasional AS John Bolton mengatakan kepada Reuters selama kunjungan ke Israel awal pekan ini bahwa berlakunya sanksi AS memiliki efek yang kuat pada ekonomi Iran dan pendapat populer.

Sanksi AS yang dilanggar bulan ini menargetkan industri mobil Iran, perdagangan emas dan logam mulia lainnya, dan pembelian dolar AS penting untuk pembiayaan internasional dan investasi serta hubungan perdagangan. Sanksi yang lebih jauh akan menyusul pada bulan November di sektor perbankan Iran dan ekspor minyak. (asr)

Kapal Pesiar Inggris Selamatkan Tiga Nelayan dari Perahu Terbalik

EpochTimesId – Kapal pesiar ‘The Pacific Princess’ mendadak berbalik arah di Laut Utara Inggris pada 25 Agustus 2018. Kapal wisata itu berubah haluan untuk menyelamatkan tiga orang dalam sekoci yang mengirim suar darurat (SOS).

Seorang wartawan Associated Press yang tengah berada di atas kapal itu, tiga orang yang diselamatkan adalah nelayan yang kapalnya terbalik di tengah lautan. Mereka menuturkan bahwa dua orang lain dari perahu nelayan yang terbalik itu masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

“Kapten (kapal) mengumumkan kepada penumpang bahwa kapal, yang tengah menuju kembali ke Dover setelah pelayaran delapan hari di sekitar Kepulauan Inggris, mengubah jalurnya. Kapal akan pergi untuk menyelamatkan orang-orang, yang mengambang di sekoci hitam dengan penutup oranye,” ujar sang wartawan, Diana Heidgerd.

Dia mengatakan, penyelamatan itu terjadi pada 25 Agustus 2018 sore waktu setempat di lepas pantai Norwich. Kapal pesiar melakukan manuver di dekat sekoci dan menarik orang-orang yang terapung itu ke atas kapal.

Otoritas kapal tidak akan mengomentari identitas atau kondisi orang-orang yang berhasil diselamatkan. Namun, mereka mengatakan bahwa peristiwa itu sudah dilaporkan kepada Penjaga Pantai Inggris.

Penumpang melihat helikopter penjaga pantai melakukan operasi pencarian udara pada 25 Agustus malam waktu setempat. Mereka diperkirakan tengah mencari dua anggota awak kapal nelayan yang hilang. Pihak berwenang juga sudah mengkonfirmasi bahwa memang ada kapal nelayan yang terbalik dan tenggelam. (AP/The Epoch Times/waa)

Video rekomendasi ;

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

3 Gempa Melanda Iran, 1 Tewas dan 100 Orang Luka

Epochtimes.id- Serangkaian tiga gempa bumi, termasuk satu gempa dengan magnitudo 6,0,telah melanda Iran barat.

Menurut laporan media pemerintah satu orang telah tewas dan sekitar 100 lainnya terluka.

Gempa dangkal pertama melanda sekitar 55 mil barat-barat laut Kermanshah.

Gempa terasa hingga di Baghdad. Kejadian ini dilaporkan oleh televisi pemerintah Irak. Laporan menyebutkan tidak ada korban luka yang tercatat di Irak.

Survei Geologi AS mengatakan, dua gempa bumi lainnya, besarnya 4,4 dan 4,2, masing-masing melanda Minggu (26/08/2018) pagi di dekat kota Javanrud di provinsi Kermanshah Iran.

Kantor berita IRNA yang dikelola negara mengutip pernyataan Gubernur Kermanshah Houshang Bazvand tentang korban terluka.

Kantor berita ini melaporkan seorang pria berusia 70 tahun meninggal karena serangan jantung di tengah-tengah gempa bumi.

Pada November 2017, gempa berkekuatan 7,3 skala Richter mengguncang wilayah yang sama, menewaskan lebih dari 530 orang dan melukai ribuan orang di Iran saja. Di Irak, sembilan orang tewas dan 550 luka-luka. (asr)

Reuters berkontribusi pada laporan ini/The Epochtimes

Kuburan Mantan Diktator Spanyol Jenderal Franco Akan Digali dan Dipindah

EpochTimesId – Pemerintah beraliran ‘kiri-tengah’ Spanyol menyetujui sebuah rencana amandemen hukum pada 24 Agustus 2018. Amandemen itu guna memastikan bahwa jenasah mantan diktator Spanyol, Jenderal Francisco Franco akan digali dan dipindahkan dari makam raya (mausoleum) nasional. Kebijakan kontroversial itu diambil untuk menghormati korban perang saudara di Spanyol.

Pemerintah Sosialis minoritas yakin bahwa parlemen akan mendukung amandemen itu. Amandemen mungkin akan dibahas dan memicu perdebatan pada bulan depan, menurut wakil Perdana Menteri, Carmen Calvo kepada wartawan.

Amandemen Undang-Undang Memori Historis Tahun 2007 akan memberi pemerintah kekuasaan kepada pemerintah untuk menggali jasad Franco. Perubahan itu bertujuan untuk menggagalkan upaya hukum di pengadilan oleh keturunan Franco dan pendukungnya, untuk menolak dan menggagalkan penggalian.

Memindahkan jasad Franco dari ‘Valley of the Fallen’, akan menjadi peristiwa penting di Spanyol. Negara yang masih menanggung luka sosial dan politik akibat perang sipil negara pada 1936-1939. ‘Valley of the Fallen’ adalah sebuah mausoleum atau makam raya yang dibangun sekitar 50 kilometer (30 mil) di sebelah barat laut Madrid.

Kompleks lembah yang luas itu adalah warisan publik yang paling mencolok dari pemerintahan Franco. Makam luas yang dibangun oleh diktator itu sebagai penghargaan kepada mereka yang tewas dalam perang ketika dia menggulingkan pemerintahan demokratis Spanyol.

Sekitar 34.000 orang dari kedua belah pihak pertempuran dimakamkan di lokasi itu. Kebanyakan dari mereka tidak pernah diidentifikasi.

“Memiliki kuburan Franco (di kompleks makam raya) menunjukkan kurangnya rasa hormat, untuk para korban yang dikuburkan di sana,” sambung Wakil PM.

Calvo mencatat bahwa delegasi PBB berkunjung ke lokasi makam raya empat tahun lalu. Ketika itu PBB mengatakan bahwa makam yang menghormati memori sejarah Franco tidak sesuai dengan demokrasi.

Selain menggali kuburan Franco, pemerintah juga berencana untuk menggali dan mengidentifikasi 114.000 sisa jenasah lainnya. Mereka adalah korban perang sipil dan korban dari empat dekade kediktatoran yang terjadi di bawah kekuasaan Franco, yang meninggal pada 1975.

Undang-Undang Memori Historis atau peninggalan bersejarah melarang acara publik mendukung rezim Franco. UU itu gagal memenuhi tuntutan luas korban perang saudara dan keluarga korban untuk melakukan penggalian dan reparasi.

Keturunan Franco akan diajak berkonsultasi dan diberi waktu 15 hari untuk memilih lokasi baru kuburan sang diktator. Jika mereka tidak memberi jawaban atau tidak menanggapi, pemerintah akan memilih tempat yang layak.

Francisco Martinez-Bordiu, cucu dari Franco, menggambarkan rencana penggalian pemerintah itu sebagai “perbuatan biadab”. Dia mengatakan kepada Antena-3 pada hari Jumat, bahwa keturunan Franco akan menggunakan pilihan dan hak hukum mereka untuk menghentikan penggalian.

Sebuah penggalian tubuh Franco yang dibalsem, kemungkinan akan digelar pada awal Oktober. Itu akan memperkuat kepercayaan reformis pemerintah, yang berhaluan liberal, setelah mengambil alih kekuasaan Juni lalu.

Memindahkan Franco dari mausoleum, yang dimiliki dan dioperasikan oleh lembaga warisan budaya, badan yang didanai publik, telah lama dibahas di Spanyol. Calvo mengatakan pemerintah ingin mempercepat penggalian karena ingin mengakhiri perbedaan pendapat yang berlarut-larut.

“Pada pertemuan Kabinet Jumat depan pada 31 Agustus, prosedur untuk penggalian akan ditetapkan,” kata wakil PM itu.

Kompleks ‘Valley of the Fallen’ termasuk makam dan basilika dalam gaya neoklasik. Itu merupakan situs ziarah populer bagi orang-orang yang ingin bernostalgia dengan zaman kediktatoran. Makam itu memiliki salib sepanjang 150 meter (500 kaki) yang dapat dilihat dari kejauhan.

Kuburan Franco sendiri berada di sebuah makam di tengah biara basilika. Kuburannya terletak di bawah batu nisan besar. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Pimpinan ISIS di Afghanistan Tewas Saat Serbuan Operasi Gabungan

Epochtimes.id- Pimpinan ISIS di Afghanistan, Abu Saad Erhabi, tewas saat serangan di tempat persembunyian kelompok tersebut di provinsi Nangarhar, Aghanistan pada Sabtu malam.

Melansir dari Reuters, Minggu (26/08/2018) sepuluh anggota lain dari kelompok militan turut tewas dalam operasi gabungan darat dan udara oleh pasukan Afghanistan dan asing.

Laporan ini disampaikan oleh Direktorat Keamanan Nasional di Kabul dalam sebuah pernyataan.

Sejumlah besar senjata berat dan ringan dan amunisi dihancurkan saat penggerebekan di dua tempat persembunyian kelompok Islamic State.

Kantor berita Amaq milik kelompok ini tidak berkomentar mengenai masalah ini. Serangan ini juga tidak ada reaksi segera dari misi Dukungan T Resolute yang dipimpin NATO. Misi ini melatih dan memberi saran kepada pasukan Afghanistan.

Gubernur provinsi Nangarhar mengatakan Erhabi adalah pemimpin ISIS ke empat di Afghanistan yang dibunuh sejak Juli 2017.

Kelompok ini telah membangun benteng pertahanan di Nangarhar, di perbatasan timur Afghanistan yang keropos dengan Pakistan. Kelompok ini menjadi salah satu kelompok militan paling berbahaya di negara itu.

Afiliasi lokal Negara Islam, kadang-kadang dikenal sebagai ISIS-Khorasan setelah nama lama untuk wilayah yang mencakup Afghanistan, telah aktif sejak 2015. Kelompok ini memerangi Taliban serta pasukan Afghanistan dan AS.

Mantan pemimpin ISIS-Khorasan, Abu Sayed, tewas dalam serangan di provinsi timur Nangarhar dan pendahulunya Sayed tewas bersama operasi AS dan Afghanistan.

Jumlah pasti pejuang ISIS di Afghanistan sulit untuk dihitung karena mereka sering mengganti aliansi, tetapi perkiraan militer AS bahwa ada sekitar 2.000.

Lebih dari 150 pejuang ISIS menyerah kepada pasukan keamanan Afghanistan bulan ini di provinsi barat laut Jawzjan. Kelompok ini berjuang untuk menguasai rute penyelundupan ke negara tetangganya, Turkmenistan. (asr)

Oleh : Ahmad Sultan, Abdul Qadir Sediqi dan Hamid Shalizi

Bus Wisata Terbalik Tewaskan Belasan Turis di Bulgaria

EpochTimesId – Sebuah bus yang tengah mengangkut puluhan turis terbalik di jalan raya dekat ibu kota Bulgaria, Sofia. Otoritas Bulgaria mengatakan, kecelakaan bus itu menewaskan sedikitnya 16 orang dan menyebabkan 26 wisatawan lainnya terluka.

Polisi mengatakan bus itu dalam perjalanan akhir pekan ke sebuah resor di dekat lokasi kejadian. Bus yang terbalik, terguling dan jatuh ke jurang sedalam 20 meter (66 kaki) di bawah jalan raya.

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 5:10 sore, pada Sabtu (25/8/2018) waktu setempat. Lokasi kejadian terletak sekitar 20 kilometer (12 mil) di sebelah utara Kota Sofia.

Sejumlah Ambulans dilaporkan bergegas ke tempat kejadian, usai adanya laporan bus masuk jurang itu. Ambulans kemudian membawa korban yang terluka ke rumah sakit Sofia. Dokter mengatakan beberapa dari korban luka-luka berada dalam kondisi kritis.

Menteri Kesehatan Bulgaria, Kiril Ananiev merilis jumlah korban yang tewas di lokasi kejadian sebanyak 15 orang. Akan tetapi para dokter dari rumah sakit darurat Sofia mengatakan, seorang korban bus lain meninggal pada Sabtu malam di rumah sakit.

Walikota Bozhurishte, sebuah kota di utara Sofia, mengatakan kepada wartawan bahwa semua penumpang berasal dari daerahnya. Pemerintah pusat kemudian menetapkan hari Senin (27/8/2018) esok hari, sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati para korban. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA