32.129 Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Lombok, Upaya Perbaikan Rumah Terus Dilakukan

Epochtimes.id- Pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa Lombok terus dilakukan di 7 kabupaten/kota di wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan petugas terus melakukan verifikasi sesuai tingkat kerusakan rumah yaitu rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan sesuai nama pemilik dan alamat. Bahkan di beberapa daerah juga dicantumkan foto rumahnya.

“Data sementara kerusakan rumah hingga Rabu (29/8/2018) terdapat 83.392 unit rumah rusak, dimana 32.129 unit rumah sudah diverifikasi,” tulis Sutopo dalam rilisnya.

Dari 32.129 rumah rusak yang sudah terverifikasi terdapat 16.231 unit rumah rusak berat, sedangkan sisanya rusak sedang dan rusak ringan. Jumlah rumah rusak ini masih dapat bertambah mengingat proses pendataan masih berlangsung. Petugas dari Dinas PU, BPBD, SKPD dan relawan masih melakukan pendataan.

Sebaran 83.392 unit rumah rusak terdapat di Kabupaten Lombok Utara 23.098 unit (terverifikasi 12.493 unit), Lombok Barat 37.285 unit (11.787 unit), Lombok Timur 7.280 unit (3.121 unit), Lombok Tengah 4.629 unit (3.246 unit), Kota Mataram 2.060 unit (1.482 unit) dan Sumbawa 9.040 unit (belum terverifikasi).

BNPB telah menyalurkan bantuan perbaikan rumah sebesar Rp 250 milyar. BNPB sudah mengajukan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk bantuan perbaikan rumah. Upaya mempercepat perbaikan rumah terus dilakukan. 20 unit rumah contoh dengan teknologi tahan gempa RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat).

Kementerian PUPERA akan mengerahkan 400 orang insinyur untuk membantu percepatan pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi. Saat ini masih dilakukan rekuitmen 135 orang tenaga fasilitator pendamping.

Perbaikan perumahan dan permukiman nantinya dikerjakan oleh masyarakat dengan menggunakan pola Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Permukiman Berbasis Komunitas).

Pola Rekompak ini telah berhasil diterapkan dalam pascabencana gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2006, pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010, pascagempa Pidie Jaya 2016, dan lainnya.

Sementara itu, perbaikan darurat fasilitas publik seperti pasar darurat, sekolah, puskesmas, perkantoran juga dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat segera berjalan kembali. Sebagian masyarakat telah kembali melakukan aktivitas di pasar.

Sebagian juga tetap melakukan aktivitas di ladang, kebun dan lahan pertaniannya. Saat siang hari mereka bekerja, dan malam hari mereka tinggal di pengungsian atau tenda.

Pembersihan puing-puing bangunan roboh terus dilakukan oleh aparat gabungan dengan mengerahkan alat-alat berat. Masyarakat di Lombok dan Sumbawa juga bergotong royong memperbaiki rumah dan membersihkan lingkungan pascagempa. (asr)

Demi Menyingkirkan Kedudukan Taiwan, Beijing Mengharuskan Eksportir Membuang Label ‘Made in Taiwan’

0

Beijing tampaknya melakukan upaya untuk mendelegitimasi Taiwan.

Meskipun pulau yang diperintah sendiri tersebut memiliki militer, mata uang serta pemerintahan yang dipilih secara demokratis, Beijing bersikeras mengklaim kedaulatan dan menganggap Taiwan sebagai provinsi Tiongkok yang akan bersatu kembali dengan daratan suatu hari.

Dalam beberapa bulan terakhir, rezim Tiongkok telah menekan perusahaan-perusahaan, negara, dan maskapai penerbangan secara agresif untuk mengadopsi agenda politik Beijing: hanya mengakui “satu Tiongkok” dan menyingkirkan Taiwan dari panggung internasional.

Sekarang, berita telah muncul bahwa pihak berwenang Tiongkok telah memaksa perusahaan-perusahaan Taiwan yang mengekspor barang ke Tiongkok untuk mengakui klaim kedaulatan Beijing tersebut.

Seorang CEO firma biotek Taiwan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar Taiwan, Liberty Times dalam laporannya pada 27 Agustus bahwa para distributor di Tiongkok mengatakan kepadanya bahwa pihak berwenang Tiongkok mewajibkan semua produk yang diberi label “Made in Taiwan” untuk dikeluarkan dari rak dengan segera. Hanya akan dikembalikan ke rak-rak jika perusahaan tersebut setuju untuk mengubah label menjadi “wilayah Tiongkok Taiwan,” menyiratkan bahwa Taiwan adalah wilayah administrasi di bawah lingkup Beijing.

Liberty Times telah menemui pedagang-pedagang di Tiongkok, yang mengatakan bahwa sejak paruh kedua tahun ini, produk “made in Taiwan” untuk ekspor ke Tiongkok telah dihentikan di bea cukai. Pejabat meminta agar barang-barang tersebut diberi label “Tiongkok Taiwan” atau “wilayah Tiongkok Taiwan,” atau mereka akan dikembalikan, kata mereka.

CEO biotek menyatakan keprihatinan bahwa produk-produk perusahaannya memiliki masa simpan yang singkat dan tidak dapat bertahan terlalu lama. Beberapa bisnis Taiwan sudah memenuhi permintaan tersebut.

Sementara itu, beberapa orang dalam industri biotek mengatakan kepada Liberty Times bahwa Tiongkok telah mencoba memikat perusahaan-perusahaan biotek Taiwan untuk mendirikan pabrik di Tiongkok. Beberapa orang memerintahkan bahwa, agar obat-obatan baru dari suatu perusahaan dapat memasuki pasar Tiongkok, perusahaan tersebut harus melakukan uji klinis di Tiongkok. Akibatnya, beberapa perusahaan terpaksa memilih antara mendirikan pabrik di Tiongkok, atau mematuhi aturan pelabelan baru tersebut.

Beberapa media Taiwan mengatakan bahwa hal itu telah melanggar pemberitahuan tahun 2001 yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok. Pemberitahuan yang tertuang dalam ketetapan ketujuh bahwa produk-produk dari Taiwan dilabeli sebagai dari “Taiwan”, “Republic of China” atau “Republic of China Taiwan”. Ini adalah praktik standar, hingga sekarang.

Perusahaan Lain Dalam Kesulitan

Sementara itu, Tiongkok masih terus melecehkan perusahaan-perusahaan internasional karena tidak mengikuti klaim-klaim kedaulatan Beijing. Pada bulan Februari, pengecer Jepang Muji dipaksa untuk menghancurkan salinan-salinan katalog produk setelah pihak berwenang Tiongkok menemukan bahwa peta yang muncul tidak memasukkan Kepulauan Senkaku yang dikuasai Jepang dan beberapa pulau di Laut China Selatan sebagai wilayah di bawah wilayah Tiongkok. Beijing telah mengklaim kedaulatan tersebut, meskipun ada klaim-klaim dari negara-negara Asia lainnya.

Pada bulan April, regulator penerbangan Tiongkok memberi batas waktu 25 Mei bagi maskapai penerbangan internasional untuk menghapus referensi di situs web mereka atau di materi lain yang menunjukkan Taiwan, Hong Kong, dan Makau adalah terpisah dari Tiongkok, langkah yang telah digambarkan oleh Gedung Putih Amerika Serikat sebagai “omong kosong Orwellian.” Beberapa maskapai penerbangn sejak itu telah memenuhi permintaan tersebut.

Pada bulan Mei, pengecer pakaian, Gap, meminta maaf karena telah menjual kaos dengan peta Tiongkok yang tercetak di atasnya yang tidak memasukkan Taiwan dan pulau di Laut China Selatan, meskipun kaos tersebut tidak dijual di Tiongkok.

Sementara itu, sebuah artikel 27 Agustus oleh Global Times, sebuah surat kabar yang dikuasai negara, telah mengkritik produsen furnitur dan alat rumah tangga Ikes, yang berbasis di Swedia karena memasukkan referensi tentang Taiwan sebagai terpisah dari Tiongkok pada situs web dan manual produknya. Artikel tersebut menyatakan bahwa tindakan Ikea telah melanggar prinsip “satu Tiongkok” dan bahwa Ikea harus “memperbaiki kesalahannya,” karena Tiongkok adalah salah satu pasar terbesar untuk perusahaan tersebut.

Para pengguna internet Tiongkok segera meninggalkan komentar marah di akun Ikea di Sina Weibo, sebuah platform yang mirip dengan Twitter, memberi tahu perusahaan tersebut untuk keluar dari pasar Tiongkok, mengekspresikan penyesalan atas pembelian dari Ikea, atau menuduh perusahaan mendukung kemerdekaan Taiwan.

Hingga 28 Agustus, mayoritas lebih dari 2.300 komentar di pos terbaru Ikea terkait dengan masalah Taiwan. Ikea tidak berkomentar tentang kritik tersebut. (ran)

Kematian Para Ahli Pembuatan Kapal Membuat Suram Masa Depan Pembangunan Militer Tiongkok

0

Kematian tiga peneliti pembuatan kapal, yang tenggelam ketika mencoba menyelamatkan kapal percobaan yang sedang mengapung yang digempur oleh Topan Rumbia, telah mengungkapkan kekurangan-kekurangan dalam rencana militer Partai Komunis Tiongkok dan mungkin mempengaruhi perkembangan masa depan kapal induk Tiongkok atau kapal selam nuklir, para ahli militer mengatakan.

Tiga ahli almarhum tersebut: Huang Qun, Song Yuecai, dan Jiang Kaibin, telah bekerja untuk Perusahaan Industri Kapal Tiongkok (CSIC) milik negara, yang sering berbisnis dengan militer Tiongkok. CSIC adalah konglomerat Tiongkok terbesar dalam perancangan, manufaktur, dan perdagangan kapal-kapal militer dan sipil, teknik perkapalan, dan perlengkapan perkapalan.

Ketiganya adalah pemimpin di Institut Riset 760 (760 Research Institute) milik CSIC, yang berbasis di Dalian, sebuah kota pantai di Provinsi Liaoning Tiongkok timur laut.

Pada 20 Agustus, Topan Rumbia menyebabkan angin kencang dan ombak besar di pelabuhan Dalian, menyebabkan kapal percobaan penting oleh Institut 760 tersebut mengalami risiko hancur atau terbalik. Media negara melaporkan bahwa kapal tersebut digunakan untuk penelitian ilmiah dan teknologi inti penting dalam industri pembuatan kapal Tiongkok, meskipun tidak lebih spesifik.

Untuk melindungi kapal, tiga ahli dan sembilan anggota staf lainnya berusaha memperbaiki kabel yang telah dilonggarkan oleh gelombang tinggi. Karena kondisi badai, tujuh dari mereka jatuh ke air. Empat berhasil diselamatkan, tetapi tiga ahli tersebut terseret ke laut.

Ketiganya adalah insinyur kunci. Huang (51 tahun) meneliti model-model senjata dan perlengkapan. Song (61 tahun) adalah kepala proyek kapal percobaan tersebut dan ahli dalam kapal selam. Jiang (61 tahun) bertanggung jawab atas sistem elektromekanik kapal dan telah bekerja di bidang teknik elektromekanik selama lebih dari 30 tahun.

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping menyesalkan kematian mereka dalam pernyataan 26 Agustus, menunjukkan betapa pentingnya pekerjaan para peneliti tersebut.

Li Cheng-hsiu, seorang ahli militer di lembaga think tank Taiwan National Policy Foundation mengatakan kepada Radio Free Asia dalam wawancara 24 Agustus bahwa karena topan telah diperkirakan, CSIC seharusnya tahu bahwa kondisi tersebut tidak cocok. “Anda dapat memprediksi seberapa kuat hembusannya, seberapa serius dampak dari gelombang itu,” katanya. “Itu kelalaian dari pihak perusahaan.”

Proyek Misterius

Li berpendapat bahwa kapal tersebut terkait dengan kapal induk buatan domestik pertama Tiongkok, Type 001A, sehingga kematian ketiga ahli ini telah membuat masa depan pengembangan kapal induk di masa depan tidak pasti.

“Sangat sulit untuk melatih seorang ahli,” kata Li.

Menurut media pemerintah Tiongkok, galangan kapal CSIC Dalian yang telah membangun Type 001A; kapal percobaan milik Institute 760 tersebut ditempatkan di dalam dermaga pribadi di galangan kapal yang sama.

Mei lalu, Tipe 001A menyelesaikan uji coba laut pertamanya, dengan uji coba laut kedua, yang dimulai 26 Agustus, berfokus pada komunikasi, GPS, dan sistem elektromekaniknya. Militer kemudian akan menguji radar dan senjatanya. Waktu peluncuran pelaksanaan yang diproyeksikan adalah tahun 2020.

Sementara itu, Huang Dong, seorang peneliti militer Macau, mengatakan kepada surat kabar Hong Kong Apple Daily bahwa dia berpikir kapal tersebut sedang mengembangkan kapal selam nuklir baru.

Tiongkok telah menyimpan rincian-rincian penelitian dari Institut 760 secara super rahasia. Semua institut penelitian milik negara Tiongkok dengan angka yang dimulai dengan 7 sedang mengerjakan kapal militer. Bisnis mereka bersifat rahasia.

Tiongkok memiliki dua kapal selam nuklir yang sedang dibangun di galangan kapal Bohai CSIC, yang terletak di Huludao, kota lain di Provinsi Liaoning, menurut citra satelit. (ran)

Pesawat Penumpang Tiongkok Mendarat Darurat karena Dua Roda Lepas

0

SHANGHAI – Sebuah pesawat penumpang Tiongkok dengan 166 orang di dalamnya melakukan pendaratan darurat karena dua roda lepas di bandara Shenzhen pada hari Selasa, setelah pilot membatalkan pendaratan di dekat Macau dan mengirimkan sinyal “Mayday”, kata otoritas penerbangan.

Penerbangan tersebut, yang telah lepas landas dari Beijing, dioperasikan oleh Capital Airlines, Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC) mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya. Capital Airlines adalah unit dari Hainan Airlines.

Para kru juga melaporkan kesalahan di salah satu mesin Airbus A320, menurut CAAC.

Capital Airlines mengatakan dalam sebuah posting di Weibo, mirip denganTwitter di Tiongkok, bahwa mereka menduga penerbangan mengalami terpaan angin yang menggeser roda-roda ketika mencoba mendarat di Macau dan para awak “menyimpulkan bahwa gigi roda pendaratan mungkin telah rusak.”

Dilaporkan ada 157 penumpang dan sembilan awak di dalamnya.

Bandara di Shenzhen, sekitar 40 kilometer arah timur laut dari Macau, menutup salah satu landasan terbang selama tiga jam untuk mengakomodasi pendaratan darurat tersebut, kata bandara di microblog resmi Weibo.

CACC mengatakan lima penumpang melaporkan ketidaknyamanan fisik selama insiden tersebut. (ran)

Wakil Ketua PKT Berpandangan Sama dengan Trump Soal Perang Dagang

0

EpochTimesId – Wakil Ketua Partai komunis Tiongkok (PKT) dalam pertemuan resmi dengan Jepang mengungkapkan pandangannya tentang konflik perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok untuk pertama kalinya. Dia mengatakan bahwa perselisihan antara kedua negara bukan perang dagang. Pandangan Wang pada dasarnya konsisten dengan pandangan Presiden AS, Donald Trump.

Wang Qishan menemui delegasi yang dipimpin oleh presiden Asosiasi Jepang-Tiongkok, Takeshi Noda, pada 24 Agustus di Beijing. Kedua belah pihak sama-sama menyatakan akan bekerja keras untuk meningkatkan hubungan bilateral. Noda mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya Wang Qishan secara resmi bertemu dengan delegasi Jepang, setelah diangkat menjadi wakil ketua PKT, pada Maret 2018.

Kantor berita Jepang, Kyodo melaporkan pada 25 Agustus bahwa kedua pihak juga membicarakan masalah konflik perdagangan Tiongkok-AS yang semakin meruncing. Wang Qishan berpendapat bahwa pergesekan dalam perdagangan kedua negara adalah sangat alami. Dia tidak menganggapnya sebagai perang dagang. Pada kesempatan itu Wang juga mengungkapkan bahwa situasi dan latar belakang di Amerika Serikat sedang dianalia untuk memberikan respon yang diperlukan.

Sedangkan Presiden Trump melalui berita di tweetnya pada 4 April tahun ini telah menegaskan tidak sependapat dengan istilah perang dagang. Istilah itu digunakan untuk menggambarkan perselisihan yang terjadi dalam perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

“Kita tidak berperang dagang dengan Tiongkok. AS telah kalah dalam perselisihan perdagangan selama bertahun-tahun lalu yang dilakoni oleh orang-orang bodoh, yang tidak kompeten, orang-orang yang mewakili Amerika Serikat pada waktu itu. Karena itu kita sekarang memiliki defisit perdagangan 500 miliar dolar AS setiap tahun. Ditambah lagi kerugian dari pencurian kekayaan intelektual senilai 300 miliar dolar. Itulah sebabnya kita tidak bisa membiarkan perdagangan tidak adil ini terus berlanjut!” Trump berkicau di Twitter.

Wang Qishan diakui sebagai sekutu terpercaya dan terpenting bagi Xi Jinping. Wang yang sudah mundur dari jabatan di Politbiro Tiongkok diangkat menjadi Wakil Kepala Negara melalui Dwi Konperensi yang diadakan pada bulan Maret tahun ini. Dalam 20 tahun terakhir, pejabat wakil presiden Partai komunis Tiongkok umumnya dipilih dari anggota Komite Tetap Biro Politik Partai Komunis Tiongkok atau anggota Politbiro.

Wang Qishan pernah menjadi wakil perdana menteri Tiongkok yang bertanggung jawab atas keuangan dan perdagangan. Dia juga memiliki pengalaman dalam berurusan dengan Amerika Serikat.

Dunia luar memprediksi bahwa Wang akan sangat diharapkan untuk memainkan peran penting dalam masalah perdagangan dengan AS. Namun, dalam 3 putaran perundingan perdagangan dengan AS (bulan Mei dan Juni) semuanya dipercayakan kepala Wakil Perdana Menteri, Liu He, yang merupakan pemikir ekonomi utama Xi Jinping.

Media Hongkong ‘South China Morning Post’ mengutip ungkapan dari sumber yang akrab dengan negosiasi perdagangan Tiongkok-AS memberitakan bahwa Wang Qishan masih memainkan peran penting dalam negosiasi ini, meskipun secara tidak langsung. Menurut sumber bahwa Wang Qishan telah mendominasi dialog strategis antara Tiongkok dan Amerika Serikat selama bertahun-tahun dan sangat dekat dengan Xi Jinping, jadi sarannya masih dapat mempengaruhi Xi Jinping.

Beberapa analis percaya bahwa ungkapan menolak istilah perang dagang yang disampaikan oleh Wang Qishan, mungkin juga sebagai inisiatif untuk meredahkan konflik Tiongkok-AS yang belakangan semakin meruncing. Hal itu akan menyediakan ruang bagi rezim Tiongkok komunis, jika perlu membuat langkah mengalah di kemudian hari. (Xiao Jing/NTDTV/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Dua Kubu Demonstran Bentrok di Jerman Timur

EpochTimesId – Dua kubu demonstan bentrok di kota Chemnitz, Jerman timur, Senin (27/8/2018) malam waktu setempat. Demonstran berbeda pandangan dalam menanggapi kasus pembunuhan terhadap seorang pria Jerman. Pelaku pembunuhan diduga kuat adalah dua imigran dari Timur Tengah.

Bentrokan menyebabkan enam orang terluka. Bentrokan juga menyebabkan otoritas setempat menghimbau warga agar tidak ‘main hakim sendiri’.

Pihak yang bentrok itu adalah demonstran sayap kanan dengan massa sayap-kiri yang tidak sependapat dengan demonstran. Aksi demonstrasi terjadi menyusul penangkapan warga Irak dan Suriah atas serangan pisau mematikan terhadap seorang pria Jerman.

Dalam bentrokan tersebut, kubu ‘sayap-kiri’ melemparkan botol kepada kubu liberal. Kedua kubu kemudian terlibat perang kembang api. Polisi setempat pun mengerahkan meriam air untuk meredam kekerasan.

Pejabat negara bagian meminta warga untuk tetap tenang di tengah laporan sejumlah aksi serangan balas dendam dan main hakim sendiri terhadap imigran. Pemerintah Pusat Jerman juga menyerukan agar warga tidak main hakim sendiri.

“Itu adalah insiden yang mengerikan,” kata Kanselir Angela Merkel pada konferensi pers di Berlin, mencela pembunuhan itu.

“Tapi bagaimanapun, bahwa warga negara menegakkan hukum dengan tangan mereka sendiri adalah sesuatu yang tidak memiliki tempat di negara di bawah kekuasaan hukum.”

Kerusuhan mencerminkan perpecahan dalam masyarakat Jerman setelah pemerintah Merkel mengizinkan sekitar 1 juta pencari suaka untuk memasuki negara itu pada tahun 2015. Kebijakan itu memicu kekhawatiran bahwa migrasi massal akan melemahkan stabilitas sosial.

Festival Jalanan
Jaksa Christine Muecke mengatakan kepada wartawan bahwa pembunuhan itu dipicu pertengkaran lisan di sela-sela festival jalanan lokal pada dini hari tanggal 26 Agustus 2018. Tidak jelas apa yang menyebabkan perselisihan, yang berakhir dengan terluka parahnya seorang warga Jerman berusia 35 tahun. Korban kemudian meninggal dunia di rumah sakit.

Dua pria Jerman lainnya, berusia 33 dan 38 tahun, menderita luka serius dalam insiden penusukan yang sama. Tiga korban itu dilaporkan diserang oleh sekitar 10 imigran.

Seorang warga Suriah berusia 22 tahun dan seorang warga Irak berusia 21 tahun ditangkap dan ditahan karena dicurigai melakukan pembunuhan berencana. “Mereka diduga menikam korban berkali-kali tanpa alasan yang dapat dibenarkan,” kata jaksa pada 27 Agustus 2018.

Korban telah diidentifikasi sebagai Daniel H, seorang tukang kayu, menurut BBC.

Protes di Balik Pembunuhan
Demonstrasi pertama oleh sekitar 100 orang terjadi tanpa insiden pada 26 Agustus 2018, menurut kantor berita AFP. Ketegangan meningkat, ketika sekitar 800 orang berkumpul di hari berikutnya, mengikuti seruan di media sosial untuk respon yang lebih kuat.

Di antara para pengunjuk rasa terdapat sekelompok orang yang yang siap melakukan kekerasan. Massa keos itu menurut polisi beranggotakan sekitar 50 orang.

Politisi Alternative for Germany (AfD), Markus Frohnmaier berkata di twitter, “Jika negara tidak lagi melindungi warga, maka orang-orang turun ke jalan dan melindungi diri mereka sendiri. Kejadian itu adalah sesederhana itu!”

AfD adalah partai sayap kanan dan oposisi utama di Parlemen. Mereka selalu kritis terhadap penerimaan imigran oleh Jerman. Karena imigran yang diterima itu adalah imigran gelap yang sebelumnya masuk ke sejumlah negara Uni Eropa secara ilegal.

Namun, sejumlah politisi AfD lainnya, termasuk Frohnmaier mengkritik tweet itu, seperti diberitakan oleh Deutsche Welle, sebuah layanan berita Jerman. Dia memberi jaminan bahwa partai tersebut menentang aksi main hakim sendiri.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki laporan-laporan tentang serangan terhadap seorang Afghanistan, seorang Suriah, dan seorang Bulgaria pada hari Minggu. Aksi tersebut diduga adalah aksi balas dendam terhadap imigran.

Protes yang lebih besar terjadi pada 27 Agustus. Beberapa orang memegang plakat anti-imigrasi dengan pesan-pesan seperti, “Hentikan banjir suaka.”

Demonstran kontra dari ‘sayap-kiri’ berkumpul di dekatnya. Lemparan proyektil dari kedua belah pihak mengakibatkan sejumlah orang cedera.

Sementara itu, menteri dalam negeri Sachsen, provinsi tempat Chemnitz berada, meminta warga untuk tenang.

“Sekarang adalah waktu untuk tetap tenang dan berkepala dingin,” kata Roland Woeller. Dia menambahkan bahwa otoritas Chemnitz, “Tidak akan mengizinkan para pelaku kekerasan dan anarkis untuk merajalela di jalan-jalan kami, tetapi kami akan menegakkan supremasi hukum.”

Risiko Peradilan Jalanan
Peningkatan kekerasan tampaknya telah mengejutkan polisi, karena para pejabat mengakui bahwa terlalu sedikit petugas yang dimobilisasi untuk demonstrasi hari Senin, kantor berita Jerman DPA melaporkan.

Bala bantuan akhirnya didatangkan dari negara bagian lain. Namun, Ketua Federal Police Union Jerman (GdP) memperingatkan bahwa pengurangan sekitar 16.000 petugas polisi dalam beberapa tahun terakhir telah memperburuk risiko kekerasan massa.

“Setiap perkelahian desa bisa berubah menjadi perburuan,” kata Oliver Malchow, menurut koran New Osnabrück.

Dia menambahkan bahwa, jika orang kehilangan kepercayaan pada kemampuan pemerintah untuk memberikan perlindungan, “Ada bahaya bahwa warga negara akan menegakkan hukum dengan tangan mereka sendiri. Kondisi itu menjadi surga bagi aksi main hakim sendiri.”

“Untuk situasi operasional seperti di Chemnitz, beberapa ratus kolega harus selalu disimpan sebagai cadangan,” kata Malchow.

Dia menambahkan bahwa, dalam situasi saat ini jumlah pasukan cadangan sama sekali tidak realistis.

The GdP menuntut pemulihan atau penerimaan sebanyak 20.000 posisi penegak hukum.

“Negara telah gagal di bidang keamanan internal karena telah mengurangi staf secara besar-besaran,” kata ketua GdP. “Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan cepat.” (The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Pembunuhan Penumpang Didi Chuxing Menuai Tindakan Keras Tiongkok

0

Tiongkok berjanji pada tanggal 27 Agustus untuk memperketat pengawasan industri transportasi dan memperingatkan bahwa negara tersebut tidak membutuhkan perusahaan layanan aplikasi Hitch yang mengurangi kualitas pada keselamatan penumpang, pada 25 Agustus seorang penumpang Didi Chuxing diperkosa dan dibunuh oleh sopirnya.

Aplikasi Hitch adalah aplikasi pemesanan kendaraan online hanya dengan membuka aplikasi untuk meminta tumpangan dan mobil datang menjemput pengguna. Tetapi Hitch membedakan dirinya dari sisa paket dengan membuat penggunaan semua kursi yang ada dalam mobil, yang menurunkan biaya untuk para penggunanya, dengan kata lain memaksimalkan jumlah penumpang yang dapat masuk ke dalam mobil.

Pembunuhan seorang penumpang berusia 20 tahun yang mengendarai kendaraan Didi pada 24 Agustus di kota timur Wenzhou adalah insiden kedua seperti itu sejak Mei, merusak citra perusahaan yang berbasis di Beijing, yang merupakan layanan pemesanan kendaraan online terbesar di dunia oleh jumlah penumpang dan meluas secara global.

Serangan terakhir memicu kritik keras terhadap Didi di media sosial dan mendorong regulator untuk memperingatkan tindakan mencakup semua bagian industri.

“Jika sebuah perusahaan tidak patuh dan disiplin diri, dan mengambil nyawa penumpang sebagai sebuah permainan, masyarakat akan mengekspresikan ketidakpuasannya dengan meninggalkannya dan pemerintah tidak akan hanya berpangku tangan,” kata kementerian transportasi dalam komentar di situsnya.

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional mengatakan bahwa berbagai departemen pemerintah akan mendorong untuk memperbaiki tata kelola keseluruhan operator dan akan memperluas penggunaan sistem kredit sosial yang baru di seluruh sektor transportasi.

Didi menolak berkomentar pada 27 Agustus. Ia telah menangguhkan layanan carpooling Hitch-nya (pengaturan antar orang-orang untuk melakukan perjalanan biasa dalam satu kendaraan) dan sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya merasa sangat bertanggung jawab dan akan menyelesaikan pada 1 September operasi kepatuhan baru untuk diperiksa oleh kementerian dan masyarakat.

Polisi mengatakan seorang pengemudi berusia 27 tahun bernama Zhong ditahan sekitar pukul 04.00 pada 25 Agustus dan mengaku memperkosa dan membunuh penumpangnya, yang telah menggunakan layanan Hitch untuk memesan perjalanannya. Tubuhnya dibuang di atas pagar pembatas dan menuruni tebing, kata polisi.

Didi mengatakan tersangka tidak memiliki catatan kriminal, telah memberikan dokumentasi otentik dan lulus tes pengenalan wajah sebelum mulai bekerja.

Namun, ia juga mengatakan telah gagal untuk bertindak atas keluhan yang dibuat terhadap sopir tersebut pada 24 Agustus oleh seorang penumpang yang menuduh sopir membawanya ke tempat terpencil dan mengikutinya setelah dia keluar dari mobil.

Diperlukan Perubahan

Pihak berwenang di Shenzhen mengatakan kepada anak perusahaan lokal Didi untuk melakukan perbaikan pada layanannya pada akhir September, lapor People’s Daily.

Biro lalu lintas Shenzhen mengatakan bahwa jika Didi tidak mematuhi persyaratan tersebut, biro kota dapat mencabut izin usaha lokal perusahaan dan mengharuskannya untuk berhenti menawarkan layanan internet di Shenzhen.

Tiongkok memiliki lebih dari 80 perusahaan yang memegang lisensi untuk bersaing di sektor angkutan penumpang, kementerian transportasi mengatakan pekan lalu.

Pendukung Didi termasuk SoftBank Group Corp Jepang, Apple Inc dan Uber Technologies yang berbasis di Amerika Serikat, yang memperoleh bisnis Didi Tiongkok pada tahun 2016, menjadikan Didi operator dominan di negara paling padat di dunia tersebut.

Didi, yang bernilai $56 miliar dalam putaran penggalangan dana tahun lalu, telah melakukan ekspansi ke pasar luar negeri termasuk Australia dan Meksiko, akan berhadapan langsung dengan Uber. Perusahaan tersebut juga telah mempersiapkan penawaran umum perdana secepatnya tahun ini, menurut orang-orang yang mengetahui rencananya.

Didi mengatakan ia membuat 30 juta perjalanan sehari, dengan lebih dari 30 juta pengemudi di platformnya. Ia menawarkan 14 layanan termasuk Hitch, yang memungkinkan pengguna untuk memanggil mobil melalui smartphone mereka dan berbagi tumpangan dengan seseorang menuju ke arah yang sama. Didi mengatakan Hitch telah menjalankan lebih dari 1 miliar perjalanan dalam tiga tahun terakhir.

Dua tuntutan hukum diajukan di pengadilan di provinsi Jiangsu dan Guangdong tahun lalu terhadap pengemudi Hitch Didi oleh penumpang-penumpang yang mengatakan para pengemudi telah memperkosa atau menyerang mereka, menurut dokumen pengadilan. Seorang pengemudi dijatuhi hukuman 10 bulan penjara, sementara yang lain menerima hukuman 3,5 tahun.

Setelah seorang pramugari berusia 21 tahun dibunuh pada bulan Mei, diduga oleh sopir Hitch Didi, perusahaan mengambil langkah termasuk membatasi jam di mana pengemudi carpool dapat mengambil penumpang dari lawan jenis, dan menguji “mode pengawalan” di aplikasinya memungkinkan penumpang untuk berbagi rute dan tujuan mereka dengan kontak darurat.

Pembunuhan terbaru tersebut telah menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas di layanan Weibo seperti Twitter di Tiongkok sejak akhir pekan, dengan posting permintaan maaf resmi Didi yang memperoleh lebih dari 500.000 komentar.

Beberapa komentar mengkritik outsourcing Didi terhadap beberapa fungsi pelayanan pelanggan di beberapa kota, setelah serangkaian laporan media terfokus pada hal itu. Didi mengatakan, insiden tersebut telah mengungkapkan banyak kekurangan dengan proses pelayanan pelanggannya.

Reuters menemukan iklan di portal kerja yang sudah ada sejak 2014 dari perusahaan pihak ketiga yang mencari personil pelayanan pelanggan untuk Didi di kota-kota seperti Beijing, Hefei, dan Chengdu yang menawarkan gaji mulai dari sekitar 3.000 yuan ($436,43) sebulan.

Banyak pengguna media sosial mengatakan bahwa mereka ingin melihat perubahan besar yang dibuat dan kepercayaan publik sedang terkikis karena itu bukan insiden pertama.

“Saya tidak berani menggunakan Didi di masa depan,” kata salah seorang.

Saingan Didi AutoNavi Maps menghentikan layanan carpooling pada 27 Agustus mengatakan bahwa ia melakukannya karena kekhawatiran untuk “keselamatan penumpang”. Ia menolak berkomentar apakah keputusan tersebut terkait dengan kasus Didi. (ran)

Gempa Bumi Magnitudo 6,2 dan 5,8 Dirasakan di Kupang, Tak Berpotensi Tsunami

Epochtimes.id- BMKG melaporkan telah terjadi gempa bumi dua kali dengan kekuatan M 6,2 dan M 5,8 di tenggara Kupang, NTT, Selasa (28/08/2018).

Ini laporan BMKG :

1) Gempa Mag:6.2, 28-Aug-18 14:08:10 WIB, Lok:10.96 LS,124.16 BT (106 km Tenggara KUPANG-NTT), Kedalaman:10 Km.

2) Gempa Mag:5.8, 28-Aug-18 14:13:29 WIB, Lok:10.99 LS,124.09 BT (105 km Tenggara KUPANG-NTT), Kedalaman:10 Km.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Posko BNPB telah mengkonfirmasi ke BPBD dari gempa ini.

Laporan yang dihimpun BNPB menyebutkan, gempa dirasakan lemah selama 2 detik di Kota Kupang. Tidak ada kepanikan di masyarakat. Masyarakat tetap melakukan aktivitas secara normal.

Laporan lainnya juga menyebutkan, gempa tidak dirasakan di Kabupaten Kupang. Adapun, Gempa dirasakan lemah di Kabupaten Rotendao selama ±2 detik. Akan tetapi, aktivitas masyarakat tetap normal.

“Gempa ini tidak berpotensi berpotensi tsunami,” demikian laporan Posko BNPB.

Sedangkan sumber gempa berasal dari zona subduksi yaitu pertemuan lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia.

Sumber gempa berbeda dengan sumber gempa di Lombok dan Sumbawa. Kedua gempa yang terjadi pada hari ini tidak ada kaitannya.

Berdasarkan analisis peta intensitas gempa dirasakan II-III MMI. Artinya ringan dan tidak merusak.

Atas kejadian ini, BPBD NTT terus memantau dampak gempa. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan akibat gempa.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang,” demikian laporan BNPB. (asr)

Usulan Pajak Baru Beijing Membuat Pembayaran Pajak Penghasilan Dua Kali Lipat Bagi Warga Taiwan

0

Usulan baru Partai Komunis Tiongkok untuk memaksakan pajak penghasilan pribadi dapat membuat warga Taiwan yang bekerja atau tinggal di Tiongkok daratan pada posisi yang kurang menguntungkan.

Pada akhir Agustus, Komite Tetap legislatif stempel karet Partai, Kongres Rakyat Nasional, bersidang untuk membahas usulan reformasi undang-undang pajak penghasilan pribadi.

Taiwan memiliki konstitusi, pemerintahan yang dipilih secara demokratis, dan militer sendiri. Namun, Beijing menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsi milik sendiri yang akan bersatu kembali dengan daratan suatu hari, dengan kekuatan militer, jika perlu.

Dengan demikian, ada beberapa peraturan dan kebijakan unik yang berkaitan dengan hubungan-hubungan lintas selat.

Rancangan undang-undang tersebut menetapkan bahwa mereka yang telah tinggal di Tiongkok daratan selama lebih dari 183 hari dalam suatu tahun pajak akan dianggap sebagai penduduk yang membayar pajak. Dengan demikian, pendapatan pribadi mereka, apakah diperoleh di perbatasan Tiongkok atau tidak, akan dikenakan pajak di daratan Tiongkok.

Menurut Li Renxiang, CEO Hamber Consulting Service di Taiwan, rancangan tersebut berbeda dengan skema pajak Tiongkok saat ini, di mana siapa saja yang belum tinggal di Tiongkok secara berturut-turut selama 30 hari dalam setahun, atau belum tinggal di Tiongkok selama lebih dari 90 hari total , tidak akan dianggap sebagai penduduk yang membayar pajak.

Li mengatakan bahwa di bawah skema baru tersebut, semua pendapatan pribadi yang diperoleh di luar Tiongkok akan dikenakan pajak di Tiongkok.

Aturan 183 hari untuk dianggap sebagai penduduk dalam kode pajak adalah standar internasional, kata Li.

Namun, menurut “Undang-Undang Pengaturan Hubungan antara Rakyat Wilayah Taiwan dan Wilayah Daratan,” warga Taiwan yang menghasilkan uang di Tiongkok daratan harus melaporkan pendapatan tersebut di Taiwan dan dikenakan pajak.

Jadi jika usulan baru tersebut disetujui di Beijing, orang-orang Taiwan dapat membayar pajak dua kali lipat dari penghasilan mereka.

Li menjelaskan bahwa sebagian besar negara memiliki perjanjian pengadaan pajak yang memastikan bahwa seseorang hanya membayar pajak satu kali. Amerika Serikat dan Tiongkok, misalnya, memiliki perjanjian di mana layanan perpajakan kedua negara memutuskan negara mana yang harus dibayar oleh seorang individu.

Perjanjian pengadaan pajak antara Beijing dan Taiwan telah ditandatangani pada tahun 2015 tetapi terjebak dalam legislatif Taiwan yang menunggu persetujuan.

Keamanan

Keprihatinan lain untuk orang Taiwan yang bekerja di Tiongkok adalah kartu izin tempat tinggal terbaru dari Beijing. Direktur Departemen Keamanan Siber Taiwan, Jian Hong-wei, memperingatkan bahwa kartu tersebut akan menimbulkan risiko privasi dan keamanan nasional bagi warga Taiwan, menurut laporan 20 Agustus oleh Taipei Times, sebuah surat kabar berbahasa Inggris yang berbasis di pulau itu.

Kartu-kartu tersebut, yang akan tersedia mulai bulan September untuk orang-orang tertentu dari Taiwan, Hong Kong, dan Makau yang bekerja di daratan Tiongkok, berisi nama pemegang kartu, sidik jari, foto, tanggal lahir, alamat, dan nomor seri 18 digit, sistem ID yang dimiliki oleh warga Tiongkok daratan.

Orang-orang dari Taiwan, Hong Kong, dan Makau dapat mengajukan permohonan izin tempat tinggal jika mereka dipekerjakan dalam posisi pekerjaan yang stabil, telah tinggal di Tiongkok setidaknya selama setengah tahun, memiliki tempat tinggal permanen di Tiongkok, dan memenuhi setidaknya satu persyaratan untuk melanjutkan pendidikan, menurut pihak berwenang Tiongkok.

Tetapi informasi di kartu tersebut telah membuat khawatir pihak berwenang Taiwan. “Sidik jari adalah data biometrik pribadi dan tidak ada habisnya cara yang dapat digunakan pihak berwenang Tiongkok setelah mereka memegangnya,” kata Jian, mencatat bahwa pihak berwenang Tiongkok dapat menyimpan informasi tersebut dan berpotensi memanfaatkannya untuk pelanggaran hak asasi manusia. (ran)

Di Tiongkok, Layanan Otentikasi Barang Mewah Kemungkinan Palsu

0

Tiongkok terkenal untuk barang-barang tiruan, termasuk versi palsu dari merek pakaian terkenal, gadget elektronik, dan barang mewah. Akibatnya, para konsumen Tiongkok telah beralih ke layanan otentikasi untuk memverifikasi bahwa barang yang mereka beli adalah asli.

Sekarang, ironisnya, beberapa layanan yang dirancang untuk melawan barang palsu tersebut telah terungkap menjadi palsu juga.

Media Tiongkok yang dikelola pemerintah, Beijing Youth Daily, melaporkan pada 27 Agustus kisah Zhang, yang pergi ke layanan otentikasi untuk tas bahu merek mewah yang dibeli melalui platform online pada bulan Juli. Layanan tersebut kemudian menegaskan kecurigaan Zhang, bahwa tas itu tiruan.

Zhang kemudian menemui platform tempat dia membeli tasnya. Platform tersebut membantah tas itu tiruan dan menawarinya nama perusahaan tempat ia dapat membawa tas tersebut untuk memeriksa keasliannya. Setelah masuk ke situs web perusahaan autentikasi yang disediakan oleh platform, Zhang menyadari bahwa perusahaan itu palsu: Konten situs web, termasuk logonya, disalin langsung dari situs web layanan pertama yang dia gunakan.

Beijing Youth Daily mengatakan bahwa perusahaan layanan otentikasi palsu tersebut tidak membalas permintaan untuk komentar.

Tiongkok adalah sumber dari sebagian besar barang palsu di dunia, dan pasar AS adalah salah satu tujuan utama. Menurut laporan tahun 2017 tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, semua barang palsu yang berasal dari Hong Kong dan Tiongkok yang disita oleh agen bea cukai AS pada tahun 2017 akan memiliki nilai sekitar US$940 juta jika barang asli.

Di Tiongkok, sebuah industri yang didedikasikan untuk layanan otentikasi merek mewah telah tumbuh dengan mantap dalam beberapa tahun terakhir, karena pemalsuan produk yang meluas.

Banyak barang palsu dijual melalui platform e-commerce seperti Taobao dan Pinduoduo dari Alibaba. Pada bulan Januari, Perwakilan Perdagangan AS menempatkan Taobao dalam daftar Notorious Markets (pasar yang terkenal dengan kualitas buruk) untuk pelapak-pelapak (marketplace) yang terlibat di dalamnya, mengambil manfaat, atau menutup mata terhadap pemalsuan, untuk tahun kedua berturut-turut atas dugaan pemalsuan.

Pada bulan Januari, seorang netizen Tiongkok meminta bantuan pada Zhihu, layanan Tiongkok yang setara dengan Quora, mencari informasi tentang layanan otentikasi yang andal untuk barang-barang mewah. Dia menjelaskan bahwa dia membutuhkan informasi itu karena seorang teman baiknya hampir putus dengan istrinya setelah produk Givenchy yang dia beli untuknya ternyata palsu.

Liang Chen berhenti dari pekerjaannya sebagai dokter gigi setelah 10 bulan menjadi asisten di departemen otentikasi produksi sebuah perusahaan e-commerce, menurut laporan Mei 2016 di portal berita Tiongkok Sina. Dia menjelaskan bahwa dia ingin menjadi ahli otentikasi barang mewah, sebuah profesi yang katanya memiliki potensi karir yang lebih baik.

Keterampilan otentikasi biasanya termasuk memeriksa garis jahit, ukuran kancing, dan jenis kulit pada tas. Untuk barang-barang dengan logam yang terpasang, seseorang dapat belajar bagaimana membedakan antara bahan-bahan material murah dan mahal.

Ada juga kelas-kelas kursus yang mengajarkan orang bagaimana menjadi ahli otentikasi barang mewah. Tetapi bahkan beberapa kelas ini curang, menurut artikel 16 Mei oleh China Youth Daily yang dikelola negara, mengutip contoh sebuah kelas di Beijing yang berjanji untuk mengajar orang-orang untuk menjadi ahli hanya dalam enam hari. (ran)

Devaluasi Yuan Menutupi Masalah Mendasar Dalam Perekonomian

0

Oleh Daniel Lacalle

Saya merasa senang membaca beberapa analis yang menyatakan devaluasi yuan tipuan pemerintah Tiongkok telah mengimbangi dampak tarif-tarif.

Namun tarif 10 persen telah melukai sebagian kecil perekonomian. Bagaimanapun, devaluasi 10 persen merugikan semua warga Tiongkok dengan cara yang sama dan besar-besaran.

Devaluasi yuan bukan alat untuk ekspor. Devaluasi adalah bentuk kontrol harga dan pengurangan gaji yang disamarkan. Dengan demikian, mereka menyakiti lebih dari apa yang mereka ingin lindungi.

Namun, dengan meningkatnya utang rumah tangga dan perusahaan, devaluasi yuan adalah melakukan sesuatu yang secara tidak sengaja merusak kepentingan ekonomi, karena daya beli sedang berkurang dan kapasitas pembayaran pinjaman menurun. Adalah salah untuk percaya bahwa devaluasi tidak menimbulkan masalah bagi utang yang timbul dalam yuan. Margin jatuh karena yuan terdevaluasi, tetapi biaya-biaya tidak jatuh secara bersama-sama.

Sebagian besar biaya perusahaan tidak jatuh bersama yuan, mereka meningkat, kekuatan, biaya-biaya tetap, layanan-layanan jasa dan barang-barang impor, serta kebutuhan modal kerja telah meningkat, seperti yang telah kita lihat dalam pendapatan yang dipublikasikan sebagian besar perusahaan di Indeks Saham Gabungan Shanghai. Sekitar 65 persen dari indeks tersebut menghasilkan pengembalian di bawah biaya modal dan sebagian besar perusahaan membayar biaya bunga dengan utang tambahan, menurut Moody, dan terbukti dalam hasil kuartal kedua yang dipublikasikan.

Pukulan Utang

Pendapatan rumah tangga sekali pakai juga jatuh karena inflasi tampak diremehkan oleh statistik resmi. Sebagian besar analisis independen melihat inflasi riil mendekati 2 poin persentase lebih tinggi daripada data resmi. Biaya hidup telah naik jauh lebih cepat daripada yang disarankan oleh inflasi sensasional tersebut, dan devaluasi baru-baru ini menambah masalah ini, yang membuat kapasitas pembayaran utang menderita dengan mata uang yang lebih lemah.

Ada banyak alasan mengapa kita harus khawatir tentang keputusan Tiongkok untuk mengakhiri kontrolnya terhadap pertumbuhan kredit. Pemerintah telah mendorong pemberian pinjaman yang lebih berisiko dengan memangkas suku bunga simpanan dan memompa likuiditas ke dalam sistem tersebut.

Bailout (menyuntikkan dana segar yang likuid pada entitas yang hampir bangkut dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya) yang dilakukan diam-diam, yang telah menyebabkan People’s Bank of China (PBOC) menyuntikkan ratusan miliar dolar ke dalam sistem keuangan, tidak mengurangi pengambilan risiko yang berlebih, ia sedang membesarkan hati.

Produksi Industri menunjukkan sinyal jelas tentang adanya perlambatan juga dalam investasi tetap.

Gelembung perumahan jelas merupakan ancaman dan pertumbuhan kredit kehilangan tenaga.

Pertumbuhan jumlah uang beredar Tiongkok melebihi pertumbuhan suplai uang AS, sementara sebagian besar investasi tetap dan kredit penting mengalir ke sektor-sektor dengan produktivitas rendah atau menghasilkan pengembalian di bawah biaya modal.

Gagasan aneh lain dari pengamat luar bahwa yuan adalah “didukung emas” menghilang dengan cepat ketika kita melihat total cadangan emas dibandingkan dengan jumlah uang beredar. Cadangan emas kurang dari 0,25 persen dari jumlah uang beredar Tiongkok.

Sayangnya, devaluasi tipuan Tiongkok tidak membuat negara lebih kompetitif, membuat utang rumah tangga dan perusahaan lebih berisiko karena daya beli yuan berkurang. Tetapi pihak berwenang tampaknya menganggap perlu untuk mencegah pengaturan situasi utang yang tidak stabil dari keruntuhan.

Sementara itu, cadangan devisa tetap hampir 20 persen di bawah tingkat tertinggi dan Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) telah meninggalkan tujuannya untuk melawan terlalu banyak utang.

Singkatnya, devaluasi yuan tidak menyelesaikan masalah ekonomi. Dengan mempertahankan kendali modal yang salah arah dan menghindari reformasi-reformasi struktural yang diperlukan, devaluasi sedang mempercepat masalah-masalah ekonomi Tiongkok sambil melukai para penabung, pekerja, dan pensiunan di negara ini. (ran)

Daniel Lacalle adalah ekonom kepala di Hedge fund Tressis dan penulis “Escape From the Central Bank Trap,” yang diterbitkan oleh BEP.

Tiongkok Lepas Sinyal Minta Damai Lewat Apresiasi Renminbi

EpochTimesId – Bank Sentral Tiongkok menyesuaikan kembali ‘Faktor kontra-siklik’ harian terhadap kurs tengah mata uang Renminbi. Setelahnya, nilai tukar RMB terhadap USD ditutup pada level tertinggi selama 4 pekan terakhir, pada Senin (27/8/2018).

Kondisi tersebut mencegah merosotnya RMB lebih lanjut, yang sudah berlangsung selama 10 pekan terakhir. Harga penutupan Renminbi dalam negeri pada hari Senin adalah yang terkuat sejak 1 Agustus 2018, dibuka pada 6.8080 dan ditutup pada 6.8171 per dolar AS.

Reuters melaporkan bahwa langkah Tiongkok komunis yang kembali meluncurkan faktor kontra-siklik pada hari Jumat mengisyaratkan bahwa mereka merasa tidak nyaman tentang depresiasi lebih lanjut dari Renminbi. Depresiasi Renminbi dapat memicu pelarian modal keluar dari Tiongkok.

Langkah Bank Sentral Tiongkok itu terjadi setelah negosiator perdagangan Tiongkok gagal menghasilkan kesepakatan. AS diperkirakan akan memperkenalkan tindakan lebih keras bulan depan, termasuk memberikan tekanan lebih besar kepada Renminbi.

“Mengingat Tiongkok komunis telah membuat sikap yang jelas (tidak akan secara sengaja untuk mendevaluasi mata uangnya), nilai RMB akan digantungkan pada prospek ekonomi fundamental Tiongkok sendiri dan track dari dolar AS,” ujar ekonom OCBC, Tommy Xie.

“Jika ekonomi Tiongkok melambat lebih dari yang diperkirakan, tekanan depresiasi RMB mungkin dapat kembali lagi. Jika tidak, kami memperkirakan bahwa nilai tukar USD/RMB tetap stabil berada di bawah angka 7,” tambahnya.

CNBC memberitakan bahwa langkah Bank Sentral Tiongkok untuk mengapresiasi nilai Renminbi menyiratkan kepada dunia luar, bahwa pihak berwenang Tiongkok tidak bermaksud menggunakan devaluasi Renminbi sebagai senjata untuk melawan Amerika Serikat dalam perang dagang.

Pada saat AS dan Tiongkok terlibat dalam perang tarif, Renminbi telah berada di bawah tekanan kuat dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu dipicu kekhawatiran tentang prospek ekonomi Tiongkok. Pada Jumat (24/8/2018) lalu, Bank Sentral Tiongkok bereaksi terhadap tekanan dan mengumumkan peluncuran kembali metode perhitungan ‘Faktor kontra-siklik’ untuk mempertahankan kurs tengah harian RMB pada level yang lebih stabil.

Bank Sentral Tiongkok tidak pernah menjelaskan arti dari ‘faktor kontra-siklik’. Banyak orang memahami bahwa istilah ini berarti bahwa bank sentral sedang mencoba untuk melawan kekuatan pasar yang ingin menyeret arah pergerakan Renminbi.

Dalam kondisi seperti saat ini, Beijing siap untuk menolak tren penurunan RMB terhadap USD. Bank Sentral Tiongkok setiap harinya akan menetapkan sebuah kurs tengah sebagai patokan penukaran, dan nilai tukar pasar dapat berfluktuasi sebesar 2 persen dari kurs tengah ini.

Mizuho Bank mengatakan bahwa faktor kontra-siklik itu sendiri tidak mengandung bias terarah terhadap Renminbi. Akan tetapi hanya untuk mempertahankan nilai tukar Renminbi terhadap mata uang lainnya agar berada pada level yang relatif stabil.

Nilai tukar RMB terhadap USD berdampak pada perang dagang, karena depresiasi RMB telah mengurangi dampak dari tarif AS pada ekspor Tiongkok. Presiden Trump menyadari hal ini dan menuduh otoritas Beijing mempraktikkan penilaian valuta asing yang tidak adil.

“Saya pikir Tiongkok komunis mengendalikan mata uang mereka, itu sudah pasti,” kata Trump kepada Reuters pekan lalu.

Secara umum, depresiasi mata uang dapat membantu kinerja ekspor suatu negara karena membuat produk negara itu lebih murah di negara lain, dan karenanya lebih kompetitif di pasar global.

Mizuho mengatakan pada hari Senin bahwa langkah Tiongkok komunis menggunakan faktor kontra-siklik menunjukkan bahwa mereka sedang mempersiapkan diri untuk memperkenalkan kebijakan apresiasi bagi Renminbi.

Bank of Japan mengatakan bahwa langkah ini menyoroti bahwa Tiongkok komunis tidak menggunakan devaluasi Renminbi sebagai senjata dalam perang dagang.

Dalam pengumuman hari Jumat, Bank Sentral Tiongkok mengatakan mereka berharap bahwa dengan dilucurkannya kembali ‘Faktor kontra-siklik’ akan memainkan peran aktif dalam menstabilkan nilai tukar Renminbi. Bank sentral mengatakan bahwa metode ini sebelumnya telah secara efektif mengurangi perilaku pasar pro-siklikal dan telah berhasil menstabilkan ekspektasi pasar.

Perwakilan perdagangan Tiongkok dan Amerika Serikat pekan lalu telah mengakhiri negosiasi dua hari di Washington. Namun, mereka tidak membuat kemajuan signifikan untuk menghentikan perang tarif. (Qin Yufei/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Pengadilan Penjarakan Pemimpin Oposisi Koordinator Demo Rusia

EpochTimesId – Pengadilan Rusia menjatuhkan vonis hukuman 30 hari penjara untuk pemimpin oposisi, Alexei Navalny pada 27 Agustus 2018 waktu setempat. Dia dihukum oleh hakim karena melanggar undang-undang protes publik.

Namun, menurut Navalny, dia dijebloskan ke penjara agar menghentikan upayanya untuk memimpin aksi unjuk rasa menentang reformasi pensiun bulan depan.

Navalny ditangkap oleh polisi di depan rumahnya pada 25 Agustus 2018, pekan lalu. Dia dinyatakan bersalah melanggar hukum karena menggerakkan aksi unjuk rasa tidak resmi di Moskow pada 28 Januari 2018. Aksi berbulan-bulan yang lalu itu menyerukan boikot terhadap pemilihan presiden yang dituding akan dicurangi oleh Presiden Vladimir Putin.

Undang-undang Rusia mengatur bahwa waktu, tempat, dan ukuran aksi protes semacam itu harus mendapat persetujuan dari pemerintah. Akan tetapi pihak berwenang mengeluarkan penolakan permohonan untuk menggelar aksi demonstrasi di Moskow tengah. Polisi menyarankan agar aksi unjuk rasa digelar di tempat yang tidak mencolok sebagai gantinya.

Politisi yang dilarang ikut serta dalam pemilihan presiden pada bulan Maret 2018 lalu mengatakan bahwa ini adalah hukuman penjara yang dibuat-buat. Dia sudah berulang kali dipenjara karena menggelar dan memimpin aksi protes yang tidak mendapat ijin dari aparat keamanan.

Politisi berusia 42 tahun itu mengatakan kepada pengadilan bahwa dia tidak akan pernah menyerah untuk mencoba mengorganisir protes jalanan. Dia mengatakan kepada hakim bahwa pihak berwenang justru menangkapnya lebih dari enam bulan setelah dakwaan pelanggaran. Penangkapan ini adalah strategi licik untuk mencegahnya untuk ambil ambil bagian dalam protes yang direncanakan pada 9 September 2018, dalam melawan langkah untuk menaikkan usia pensiun di Rusia.

Itu adalah hari yang sama ketika Moskow memilih seorang walikota baru. Masyarakat menyebutnya sebagai sebuah kontes yang diprediksi akan dengan mudah dimenangkan oleh petahana, Sergei Sobyanin. Petahana adalah sekutu Presiden Vladimir Putin. Pihak berwenang telah menolak permohonan ijin untuk menggelar aksi unjuk rasa di Moskow tengah oleh para pendukung Navalny.

“Pengadilan aneh ini terjadi dengan tujuan tunggal untuk tidak mengizinkan saya ikut serta dalam protes,” kata Navalny kepada hakim ketua. “Kamu dan aku sama-sama tahu itu.”

Ketika dia dibawa keluar dari ruang sidang, dia meneriakkan tanggal dan waktu dari aksi demo yang sudah direncanakan.

“Sembilan September 2018. Semua orang datang ke pertemuan itu,” teriaknya. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Bendungan yang Dibangun Tiongkok Menghancurkan Ekosistem Himalaya

EpochTimesId – Guru Besar studi strategi pada Pusat Penelitian Kebijakan di New Delhi, India, Brahma Chellaney, baru-baru ini menulis; “Dari pembangunan bendungan berskala besar hingga ekstraksi sumber daya alam yang tanpa mengindahkan moral, kegiatan manusia itu sedang menimbulkan kerusakan serius pada ekosistem Himalaya”.

“Meskipun semua negara di kawasan ini (dan karenanya) harus mendapatkan kutukan sampai batas tertentu, namun tidak ada negara yang bertindak seperti Tiongkok komunis. Mereka menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem Himalaya,” sambung Brahma.

Masa depan Asia berhubungan erat dengan Himalaya. Kawasan Himalaya adalah pegunungan tertinggi di dunia, yang juga merupakan sumber daya air yang intensif bagi sungai-sungai utama yang mengalir di pedalaman Tiongkok.

Akan tetapi proyek nasional Tiongkok yang ceroboh sedang merongrong ekosistem yang rapuh di Himalaya. Proyek Tiongkok menyebarkan ancaman keamanan ekosistem hingga luar Asia.

Dipandang dari sudut sumber daya airnya, 5 sungai yang airnya berasal dari Himalaya masuk dalam sepuluh sungai terancam di dunia. Mereka adalah Sungai Yangtze, Sungai Indus, Sungai Mekong, Sungai Salween (Nu Jiang) dan Sungai Gangga.

Brahma Chellaney mengatakan, di India ada gerakan akar rumput untuk mengawasi perubahan lingkungan demi pengendalian diri, namun di Tiongkok komunis tidak ada. Mereka menggunakan proyek konstruksi besar dan tidak terawasi, untuk membuat alam tunduk pada kehendak rezim komunis yang berkuasa. Penguasa yang otoriter kemudian gembar-gembor bahwa itu adalah cerminan atau kinerja demi kebangkitan dari sebuah negara besar.

Tiongkok komunis mengubah jalur sungai alami melalui bendungan yang mereka bangun. Dilaporkan bahwa seperlima sungai di daratan Tiongkok setiap tahunnya memiliki debit air yang lebih sedikit dibandingkan jumlah air yang dialirkan ke dalam reservoir buatan.

Brahma Chellaney mengatakan, upaya otoritas Tiongkok berkonsentrasi pada proyek pengalihan air internasional semakin tinggi ketimbang pengalihan air dalam negeri. Terutama wilayah yang tertutup gletser Himalaya (yang meliputi hampir 3/4 bagian Dataran Tinggi Tibet). Sehingga ancaman lingkungan ini menjadi jauh lebih berbahaya daripada ancaman keamanan perbatasan.

Mengubah pegunungan Himalaya dan membangun bendungan hanyalah permulaan
Tiongkok komunis mengubah wilayah pegunungan Himalaya dengan membangun sejumlah bendungan hanyalah sebuah permulaan. Dilaporkan bahwa Dataran Tinggi Tibet atau Dataran Tinggi Qinghai-Tibet juga merupakan objek eksperimen teknik geologi Tiongkok komunis.

Para ahli Tiongkok komunis itu melakukan uji coba membuat hujan buatan di bagian utara dan barat laut wilayah tersebut yang terkenal gersang. Percobaan ini merupakan perpanjangan dari rencana rekonstruksi cuaca yang didanai oleh militer Tiongkok. Karena curah hujan di Tibet terkonsentrasi di wilayah pegunungan Himalaya.

Dunia luar khawatir bahwa rekayasa cuaca buatan manusia ini dapat menyerap uap air dari area lain yang dapat mempengaruhi pembentukan monsun Asia.

Selain itu, Tiongkok komunis juga secara besar-besar mengeksploitasi sumber daya mineral. Brahma Chellaney mengatakan bahwa Tiongkok komunis terus mengeksploitasi sumber daya mineral dari dataran tinggi yang kaya akan sumber daya alamnya dengan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

Sebagai contoh; Eksploitasi tambang tembaga telah mencemari sebuah daerah yang oleh orang Tibet dinamakan Pemako yang merupakan daerah tertinggi di dunia. Kawasan itu adalah sumber air utama bagi sungai Brahmaputra.

Musim gugur yang lalu, warna air Sungai Siang yang merupakan jalur utama Sungai Yarlung Zangbo tiba-tiba berubah menjadi hitam keabu-abuan ketika memasuki wilayah India. Media India melaporkan bahwa itu mungkin adalah akibat pembangunan terowongan di hulu sungai oleh Tiongkok komunis, yang mengeksplorasi pertambangan atau melakukan kegiatan pemblokiran sungai.

Namun pemerintah Tiongkok menanggapinya dengan membuat kebohongan. Mereka mengatakan bahwa sekitar pertengahan bulan November tahun lalu terjadi gempa di bagian tenggara propinsi Tibet. Itu mungkin saja menimbulkan perubahan warna pada air sungai itu.

Brahma Chellaney mengatakan bahwa sebelum gempa terjadi air sungai Siang itu sudah terkontaminasi dan tidak layak untuk dikonsumsi manusia.

Tiongkok komunis berencana mengembangkan Himalaya menjadi ‘Laut Tiongkok Selatan Baru’
Tentunya, Tiongkok komunis tidak akan mengendurkan pengembangan Dataran Tinggi Qinghai-Tibet karena memiliki sejumlah besar sumber daya mineral. Menurut sebuah artikel yang dipublikasi oleh China Morning Post pada 20 Mei lalu, seorang sumber yang akrab dengan proyek tersebut mengatakan bahwa Beijing mengeksploitasi secara besar-besaran sumber daya alam dan pembangunan infrastruktur pada wilayah di pegunungan Himalaya yang disengketakan dengan India.

“Tampaknya, (komunis) akan segera mengubahnya menjadi Laut Tiongkok Selatan lainnya”, kata sumber tersebut.

Mereka mengatakan bahwa daerah penambangan itu adalah bagian dari upaya aneksasi Beijing. Tiongkok komunis ingin mengambil kembali bagian selatan dari wilayah Tibet (Arunachal Pradesh) dari tangan India.

Profesor dari School of Earth Sciences and resources, China University of Geosciences, Beijing, Zheng Youye menegaskan bahwa setelah mereka melakukan serangkaian survei mineral di Himalaya utara, mereka menemukan, cadangan mineral di sekitar daerah Lhunze County memiliki nilai hampir 60 miliar dolar AS.
Sebagian besar endapan logam berharga berada di sana. Bahkan termasuk logam tanah jarang (LTJ) yang biasanya digunakan untuk membuat produk berteknologi tinggi.

Pada saat yang sama, industri air kemasan Tiongkok adalah yang terbesar di dunia. Perusahaan-perusahaan mengekstraksi ‘air minum berkualitas’ dari gletser Himalaya yang sudah tertekan. Namun di Himalaya timur, tanda-tanda pencairan es yang cepat sudah tampak jelas. Sehingga ekstraksi rezim komunis akan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan kerusakan pada ekosistem yang sudah terbentuk.

Para sarjana India menyerukan kepada Tiongkok komunis agar mencegah tindak pengrusakan terhadap lingkungan
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah melaporkan temuan mereka atas deforestasi (penggundulan hutan) di sejumlah area yang luas pada pegunungan Himalaya. Tingkat variasi genetik yang sangat tinggi, dan kepunahan spesies dataran tinggi di Himalaya sedang berlangsung.

Bagi Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, tingkat kenaikan suhu udara hampir tiga kali lipat dari rata-rata global. Dampak terhadap lingkungan dari kerusakan ekosistemnya jauh lebih tinggi, daripada daerah-daerah lainnya di Asia. Bahkan mungkin membawa pengaruh pada pola cuaca di Eropa dan Amerika Utara.

Brahma Chellaney menghimbau semua negara yang berada di Lembah Himalaya, serta wilayah hilir Sungai Mekong, Termasuk Tiongkok dan Asia Selatan untuk bekerja sama mencegah degradasi secara dramatis terhadap lingkungan Himalaya. Dia mengatakan bahwa untuk kerja sama semacam ini, seluruh komunitas internasional harus menekan Tiongkok komunis untuk mengendalikan perilaku kerusakan lingkungan yang sembrono, karena hal itu akan menjadi sumber bencana terbesar bagi dunia. (Lin Yan/ETSinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Skema Penipuan Konsultan Pendidikan Tiongkok di New York untuk Menempatkan Mahasiswa Tiongkok di Universitas Bergengsi

0

Dua mahasiswa internasional Tiongkok yang belajar di Amerika Serikat telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan konsultan pendidikan Tiongkok setelah mereka dikeluarkan dari universitas tempat mereka menimba ilmu.

Gugatan tersebut, yang diajukan di pengadilan federal New York, diajukan oleh penggugat Yu Shanchun dan Jin Ruili, yang sebelumnya belajar di Sekolah Studi Profesional Universitas Columbia sebelum pengusirannya, dan yang terakhir sebelumnya belajar di Universitas Stony Brook sebagai sarjana, menurut dokumen pengadilan.

Keduanya menuduh Diguo Jiaoyu, sebuah perusahaan konsultan pendidikan yang berbasis di New York, melakukan penipuan dan pengayaan tidak adil (unjust enrichment). Yu dan Jin telah membayar banyak uang untuk layanan perusahaan tersebut, yang mengklaim membantu siswa diterima di universitas bergengsi di Amerika.

Menurut pengaduannya, Diguo yang seharusnya diorganisir di New York pada tahun 2017 dan memiliki alamat yang berlokasi di Manhattan. Ia terutama mengandalkan kata dari mulut ke mulut untuk mempromosikan perusahaan dan berkomunikasi dengan klien melalui aplikasi perpesanan Tiongkok WeChat yang populer.

Meskipun mengklaim sebagai layanan yang sah, Diguo menyediakan transkrip akademik, resume, dan surat rekomendasi yang dibuat-buat untuk membantu klien mereka mendapatkan pengakuan masuk perguruan tinggi “tanpa sepengetahuan penggugat,” menurut pengaduan pengadilan.

Selain itu, Diguo akan memberi tahu klien bahwa perusahaan memiliki apa yang disebut “koneksi internal” dengan banyak universitas bergengsi di Amerika Serikat, dan bahwa hubungan tersebut, termasuk dengan dekan penerimaan dan profesor, akan bersedia menerima uang sebagai bentuk sumbangan, atau kontribusi ke yayasan universitas, sebagai imbalan untuk menjamin penerimaan sekolah.

Dalam kasus Yu, ia telah memperlajari layanan Diguo ketika ia menjadi mahasiswa sarjana di Ohio State University. Pada bulan Desember 2016, sekitar sebulan sebelum wisuda kelulusannya, Yu diberitahu oleh seorang mahasiswa Ohio State bernama Zhang Nanhao bahwa dia bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar di universitas bergengsi di AS melalui Diguo, bahkan jika nilainya tidak cukup tinggi. Yu mulai mempertimbangkan melamar program master di New York.

Yu kemudian berhubungan dengan Zhang Shuantao, seorang manajer di Diguo, juga dikenal dengan nama Inggrisnya Kimi Zhang, yang meyakinkan Yu untuk menggunakan layanan perusahaannya. Zhang mengklaim bahwa perusahaan tersebut memiliki tingkat keberhasilan 100 persen dalam membantu para siswa masuk ke perguruan-perguruan tinggi bergengsi. Yu yakin dan setuju untuk membayar sekitar $45.000 ke Diguo untuk layanan tersebut.

Menurut pengaduannya, Zhang mengatakan kepada Yu bahwa sebagian besar uang $45.000 akan menjadi sumbangan bagi Universitas Columbia.

Yu diterima pada tahun 2017 ke sekolah pascasarjana Columbia. Namun pada bulan Mei 2018, ia dikeluarkan setelah diberi tahu oleh Lembaga Urusan Mahasiswa Columbia bahwa sekolah telah memutuskan bahwa ia telah menyerahkan materi-materi persyaratan pendaftaran palsu untuk dapat diterima.

Dalam kasus Jin, dia mengetahui tentang layanan Diguo melalui seorang teman dan mahasiswa Universitas Boston bernama Zhong Peixi pada Desember 2017. Seperti Yu, Jin berhubungan dengan Zhang Shuantao.

Zhang, pada awalnya, meminta Jin membayar $48.000 untuk membantunya mendaftar di Universitas Boston, tetapi setelah negosiasi panjang, ia mengurangi harganya menjadi $45.000.

Dalam beberapa minggu, Jin diberitahu olehnya bahwa dia telah diterima di Boston University. Kemudian, pada tanggal 6 Juli, Jin menerima paket FedEx dari Zhang, berisi transkrip yang disegel yang akan dibawa Jin ke universitas selama orientasi mahasiswanya yang baru sebelum tahun ajaran.

Bahkan sebelum Jin mulai di Boston University, ia diberitahu oleh dewan akademik di Universitas Stony Brook, di mana dia sudah lulus belajar sebagai sarjana, tentang transkrip palsu yang telah dikirim atas namanya ke Boston University, yang menyebabkan pengusirannya dari Stony Brook. (ran)