Memanjakan Anak adalah Merusak Anak

0

Karena cinta, orang tua ingin memberi anak-anak mereka segala hal terbaik di dunia, namun gagal mengajari mereka bahwa hidup akan membawa mereka dalam kesulitan sehingga mengakibatkan anak-anak tumbuh menjadi sia-sia, malas, dan tidak bertanggung jawab. Bila hidup dibuat terlalu mudah dan nyaman bagi mereka, anak-anak cenderung merasa tidak puas, tidak bersyukur, dan tidak pengertian.

Satu keluarga memiliki anak perempuan di perguruan tinggi. Orang tua mengelola sebuah toko kecil dan karena kemunculan e-commerce, bisnisnya menurun. Terkadang, pasangan itu tidak menghasilkan cukup uang untuk membayar uang sewa mereka. Sebagian besar waktu, mereka makan sederhana karena tidak mampu membeli daging untuk makan siang. Meski begitu, saat pertama kali putri mereka pulang saat istirahat sekolah, dia meminta iPhone, mengatakan bahwa dia merasa dipermalukan karena telepon selulernya tidak sesuai mode. Untuk memenuhi permintaannya, pasangan tersebut mengambil 5.000 yuan (sekitar US$750) uang yang seharusnya dibutuhkan untuk membayar inventaris toko untuk membeli iPhone baru sesuai permintaan anaknya, membuat mereka di bulan berikutnya mendapat tagihan.

Di Shanghai, sebuah surat kabar melaporkan bahwa seorang wanita muda terlihat menyeret seorang pekerja kebersihan di pinggir jalan pada rambutnya. Pekerja lainnya bergegas menolongnya. Si reporter menemukan bahwa pasangan itu adalah ibu dan anak perempuannya. Ibu tersebut telah menjadi pekerja kebersihan selama lebih dari satu dekade dan menghasilkan hanya beberapa ribu yuan per bulan (setara dengan beberapa ratus dolar A.S.). Meskipun anak perempuannya sudah menikah dan memiliki anak, dia sering menuntut uang dari ibunya, dan bertengkar dengannya atau menyiksanya jika permintaannya tidak terpenuhi.

Peduli pada generasi berikutnya adalah salah satu kebanggaan terhormat budaya tradisional Tiongkok, namun saat cinta orang tua menuntun mereka untuk memuaskan dan memanjakan anak-anak mereka, hal itu bisa merusak karakter anak, sehingga membutakan mereka pada pengorbanan yang dilakukan orang tua terhadap si anak. (ran)

Save The Children : Kelaparan dan Penyakit Bisa Membunuh Setidaknya 50.000 Anak-anak di Yaman

Epochtimes.id- Kelaparan dan penyakit berbahaya seperti kolera bisa membunuh sekitar 130 anak setiap harinya di Yaman.

Save The Children menyebutkan, blokade koalisi pimpinan Arab Saudi kemungkinan akan meningkatkan jumlah korban meninggal dunia. Diperkirakan lebih 50.000 anak akan meninggal pada tahun ini.

Menurut Save The Children, hampir 400.000 anak-anak memerlukan pengobatan akibat kekurangan gizi di Yaman pada tahun ini. Namun lembaga bantuan terus untuk memberikan pertolongan di tengah kekurangan dana.

Tanpa adanya akses dan penghalangan bagi organisasi kemanusiaan serta suntikan dana, Save the Children memperingatkan setengah dari anak-anak di Yaman kemungkinan besar tanpa perawatan.

Berdasarkan bukti yang ada, jika tidak ditangani kira-kira 20-30% anak-anak dengan malnutrisi akut akan meninggal setiap tahunnya.

Bahkan sebelum blokade terbaru ini, berdasarkan perhitungan diperkirakan sekitar 50.000 anak-anak yang kekurangan gizi di bawah usia lima tahun meninggal karena kelaparan atau penyakit – rata-rata 130 hari, atau satu anak setiap sepuluh menit.

Akses untuk pekerja kemanusiaan dan pendistribusian bantuan sudah mendesak di Yaman karena terhalang oleh pihak yang bertikai.

Direktur Save the Children’s Yaman, Tamer Kirolos mengatakan, “Kematian ini tidak masuk akal karena bisa dicegah. Mereka berarti lebih dari seratus ibu yang berduka atas kematian seorang anak, hari demi hari. ”

“Save the Children saat ini memiliki lima kontainer pengiriman yang penuh dengan makanan yang menyelamatkan jiwa bagi anak-anak yang sakit dan kekurangan gizi yang terjebak di Aden karena penutupan jalan,” lanjutnya.

“Staf kami tidak dapat menjangkau masyarakat untuk menyediakan perawatan yang menyelamatkan jiwa dan persediaan yang sangat dibutuhkan dan pekerja bantuan tidak dapat memasuki negara ini,” tambahnya.

“Obat-obatan, stok bahan bakar dan makanan bisa mulai habis dalam hitungan minggu. Ini sama sekali tidak dapat diterima untuk membiarkan anak-anak meninggal karena kelalaian dan kurangnya kemauan politik. ”

“Tanpa tindakan mendesak ke depan terus berlangsung. Jika blokade tak segera dicabut maka anak-anak akan mati. Perang telah menghancurkan layanan publik dan menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Tidak masuk akal untuk menghukum anak-anak di Yaman dengan membatasi akses ke wilayah-wilayah di negara ini, ” tegasnya. (asr)

Sumber : Savethechildren.net

Apakah Suara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Bertentangan dengan Presiden Xi Jinping ?

0

oleh Li Muyang

Epochtimes.id- Sebelumnya telah diberitakan bahwa Xi Jinping akan mengirim utusan khusus  Menteri Penghubung Internasional Song Tao ke Korea Utara pada 17 November.

Meskipun laporan resmi Tiongkok tidak menjelaskan secara spesifik tujuan kunjungan, tetapi masyarakat luas menduga bahwa Song Tao akan menemui Kim Jong-un untuk menjajaki masalah  denuklirisasi.

Namun, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa ‘Freeze for Freeze’ adalah pilihan pertama untuk menyelesaikan masalah Korut, ia juga mengklaim bahwa rencana tersebut saat ini dianggap yang “paling layak, paling adil, dan paling masuk akal” untuk dilaksanakan.

Ini jelas memberikan arti kebalikan atau bertentangan dengan pandangan Xi Jinping yang disampaikan secara langsung kepada Trump saat ia berkunjung ke Beijing.

Pernyataan sikap Kementerian Luar Negeri Tiongkok ini seakan-akan hendak menempatkan kedua negara kembali ke posisi lama yang saling bertentangan dalam masalah Korea Utara.

Kementerian tersebut sengaja mengeluarkan suara yang bertentangan dengan Xi Jinping, entah apa maksud tersembunyinya ?

Usai meringkas tujuan perjalanan ke Asia, Trump di Gedung Putih beberapa waktu lalu menyebutkan, Xi Jinping sadar benar bahwa krisis Korea Utara merupakan ancaman kematian.

Oleh sebab itu Trump setuju untuk menghentikan gagasan ‘Freeze for Freeze’ yang diusulkan oleh partai Partai Komunis Tiongkok.

Tetapi pada hari kedua, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok justru mengatakan ‘Freeze for Freeze’ itu gagasan “paling layak, paling adil, dan paling masuk akal”.

‘Freeze for Freeze’ adalah solusi untuk menyelesaikan masalah krisis Korea Utara yang digarap bersama oleh Rusia dengan Partai Komunis Tiongkok.

Artinya, Korea Utara sementara menghentikan program pengembangan nuklir dan Amerika Serikat dan Korea Selatan menangguhkan latihan militer berskala besar. Tetapi, Amerika Serikat menganggap gagasan tersebut sebagai suatu penghinaan.

Selama kunjungan Trump ke Asia, Amerika Serikat untuk pertama kalinya telah memobilisasi tiga kelompok kapal induk untuk memamer kekuatan dengan melakukan latihan militer bersama dengan Jepang dan Korea Selatan di perairan bagian barat Lautan Pasifik.

Tetapi di luar dugaan, PKT tidak meneriakkan ‘Freeze for Freeze’ sebagaimana mereka lakukan sebelumnya ketika menemui latihan militer AS di lokasi tersebut.

Seorang analis politik Tiongkok bernama Wen Zhao menjelaskan : “Beberapa bulan lalu, PKT sering memunculkan ‘Freeze for Freeze’ di kancah diplomatik Tiongkok. Namun selagi AS dengan nada tinggi menunjukkan kemampuan militernya seperti saat ini, pihak berwenang Tiongkok justru tidak lagi menyinggung gagasan tersebut yang berarti bahwa, ini adalah tanda-tanda rezim di Tiongkok mulai mengubah arah kebijakan terhadap Korea Utara, Tampaknya, dalam hal ini Xi Jinping tidak ingin bertentangan dengan AS.”

Jika saja kebijakan Tiongkok terhadap Korea Utara bisa seirama dengan AS. mengapa juru bicara Kementerian Luar Negeri sekarang justru menyinggung lagi ‘Freeze for Freeze’ ?

Mengeluarkan suara yang bertentangan dengan Presiden ? Alasannya perlu kita renungkan bersama.  (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Ratusan Anak Anjing Diselundupkan ke Inggris untuk Perayaan Natal

0

EpochTimesId – Ratusan anak anjing diselundupkan ke Inggris untuk memenuhi permintaan Natal. Dugaan tersebut disampaikan oleh sebuah badan amal terkemuka, the Dogs Trust.

Yayasan itu mengatakan bahwa hampir 100 anak anjing ilegal ditangkap hanya dalam satu minggu di perbatasan Inggris. Namun angka ini hanya puncak dari gunung es.

Permintaan akan ras populer seperti Bulldog Prancis dan Chow Chow sedemikian rupa sehingga penyalur bisa menghasilkan hingga £ 120.000 per tahun ($US 157.000) dengan penjualan anak-anak anjing, hanya dari 20 Bulldog Prancis saja.

The Dogs Trust melanjutkan bahwa anjing yang diimpor secara ilegal cenderung tidak divaksinasi. Sehingga mereka membawa peningkatan risiko masalah kesehatan seperti rabies, cacing pita, dan kutu.

Tahun lalu sebanyak 275.876 anjing memasuki Inggris Raya di bawah Skema Pet Travel, menurut Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Pedesaan. Skema ini dirancang untuk membuat perjalanan hewan peliharaan yang melintasi Eropa menjadi lebih mudah.

Aturan tersebut dikeluarkan pada 2012, yang menyebabkan ledakan jumlah anak anjing yang datang ke Inggris dari negara-negara Eropa Timur seperti Lithuania dan Hungaria. Perjalanan 1.000 mil yang dilalui anak anjing dari Lithuania, misalnya, bisa memakan waktu sekitar 29 jam. Perjalanan itu ditempuh tanpa makanan, air yang tidak mencukupi. Anak anjing itu juga tidak bergerak, dan tidak ada istirahat untuk buang air.

“Kami telah melihat anjing breed besar yang dijejalkan ke dalam kandang kucing, tidak dapat berdiri atau bahkan berbalik, dan kotoran anak anjing terbatas pada penampungan, tertutup urin dan kotoran,” the Dogs Trust menulis dalam penyelidikan mereka terhadap penyelundupan anjing tahun 2017.

Paula Boyden, Direktur Veteriner untuk Trust mengatakan, “Membeli anak anjing yang diimpor secara ilegal berpotensi mengurangi biaya yang sangat berarti. Keluarga tidak perlu mengeluarkan ribuan pound untuk tagihan karantina dan dokter hewan. Namun berpotensi menimbulkan sakit hati dan emosional untuk keluarga, jika anak anjing itu jatuh sakit atau meninggal dunia.”

“Kami terus menjadi heran karena para peternak dan pedagang yang menipu ini akan pergi untuk mengimpor anak-anak anjing secara ilegal untuk menghasilkan keuntungan besar dengan tidak memperhatikan kesejahteraan mereka sepenuhnya,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Kasus yang kita lihat setiap minggu sangat mengerikan dan perlu segera dihentikan.”

Badan amal tersebut meminta kenaikan denda bagi importir ilegal. Hukuman maksimal di bawah Gerakan Non-Komersial Hewan Peliharaan (Amandemen) Orde 2011, saat ini hanya tiga bulan.

Seorang juru bicara Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Pedesaan mengatakan, “Kami sedang menindak perdagangan hewan dengan salah satu rezim pemeriksaan perbatasan terberat yang paling sulit di dunia.”

“Setiap anjing peliharaan yang bepergian ke Inggris memiliki kedua microchip dan kartu identitas resmi yang diperiksa untuk memastikan mereka benar-benar divaksinasi dan cukup umur untuk bepergian,” sambungnya. (waa)

Tak Lunasi Pembayaran, Empat Orang Sekeluarga di Apartemen Tiongkok Dihabisi Penghuni yang Menagih Sewa

Epochtimes.id- Sebuah tragedi pembunuhan terjadi di Distrik Chengyang, Kota Qingtao, Propinsi Shandong, Tiongkok, Selasa (14/11/2017).

Sebanyak 4 orang dalam satu keluarga pemilik tempat tinggal di sebuah apartemen di sana satu per satu dibunuh oleh penyewa. Bahkan putra mereka yang baru berumur 10 tahun pun tidak luput dari maut. 4 orang tersangka telah ditangkap di Beijing pada 16 Nopember malam.

Kantor Kepolisian Chengyang mengetahui terjadinya pembunuhan terhadap 4 orang dalam satu keluarga pemilik salah satu tempat tinggal dari laporan penduduk setempat pada 15 Nopember. Sehari kemudian, 4 orang tersangka yang kesemuanya adalah etnis Korea warga Jilin berhasil ditangkap di Beijing.

Media mengutip berita di internet melaporkan bahwa korban kesemuanya adalah anggota keluarga pemilik tempat tinggal yang menghuni di lantai 7 apartemen. Sedangkan 1 tempat tinggal di lantai 6 miliknya disewakan kepada 4 orang etnis Korea warga Jilin. Karena mereka hanya membayar uang jaminan yang berjumlah RMB.1.000,- dan terus menunda pelunasan sisa uang sewa yang RMB.18.000 maka pemilik datang menagih.

Berita menyebutkan bahwa pada hari itu, wanita pemilik yang turun dari lantai 7 ke 6 untuk menemui penyewa dengan maksud menagih sisa uang yang dijanjikan dalam kontrak, tetapi tidak kunjung kembali sehingga pria pemilik rumah menyuruh putrinya turun mencari ibu di lantai 6.

Cukup lama ditunggu tetapi putrinya pun tidak kunjung kembali sehingga memaksa pria pemilik turun sendiri untuk mengetahui keadaan, akhirnya ia juga menjadi korban pembunuhan.

Setelah menghabisi 3 orang pemilik rumah, tersangka lalu naik ke lantai 7 untuk membunuh anak laki-laki pemilik rumah yang masih berumur 10 tahun.

Selain itu, 2 orang anak masing-masing berusia 9 dan 2 tahun yang saat itu sedang berada dalam rumah di lantai 7 diculik. Namun demikian, sampai berita ini diturunkan nasib mereka belum diketahui. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Penumpang Cedera Akibat Kecelakaan MRT di Singapura Menjadi 36 Orang

Epochtimes.id- Jumlah penumpang yang cedera saat insiden tabrakan dua kereta MRT di Singapura bertambah menjadi 36 orang. Angka ini bertambah setelah tujuh orang dirawat di rumah sakit Universitas Nasional (NUH) dan Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong Singapura.

Media Malaysia Astroawani Kamis malam (16/11/2017) mengutip laporan Channel News Asia menyebutkan, pihak rumah sakit NUH merawat seorang korban sementara Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong merawat lima korban.

Korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong dengan ambulans.

Pada sore hari waktu setempat, empat pasien dirawat di rumah sakit sementara tiga orang masih dirawat. Laporan tersebut yang mengutip pernyataan bersama dari Land Transport Authority dan SMRT Corporation.

“Kementerian Perhubungan, Otoritas Angkutan Darat dan SMRTtetap berkomunikasi dengan penumpang yang terluka.”

“Penumpang lain yang terkena dampak insiden tersebut kemarin dapat menghubungi petugas di stasiun SMRT manapun (sepanjang Rute Utara-Selatan, Rute Rute Timur-Barat dan Lingkaran) untuk mendapatkan pertolongan kapanpun,” kata pernyataan tersebut.

Kecelakaan itu terjadi saat jam sibuk ketika sebuah kereta yang membawa 517 penumpang pada kecepatan 16 kilometer per jam bertabrakan dengan kereta yang berhenti di stasiun Joo Koon di Jalur Timur-Barat, Singapura.

Saat insiden tersebut, enam orang warga Malaysia ikut terluka. Lima di antaranya sudah dipulangkan dari rumah sakit dan satu lagi korban masih dirawat. (asr)

Sumber : Astroawani

Kanada Memperingatkan FBI dalam Perdagangan Bebas dengan Tiongkok

Pemerintah federal Kanada mendapat kabar baik dari sektor bisnis dan warga negara pada berbagai kesulitan dalam berbisnis dengan Tiongkok.

Pada 10 November, Ottawa melaporkan umpan balik yang diterima dari konsultasi publik mengenai kemungkinan free trade agreement (FTA), kesepakatan perdagangan bebas, dengan Tiongkok.

Pemerintah harus memutuskan apa kepentingan terbaik Kanada dalam hubungannya dengan Tiongkok mengingat nilai-nilai inti demokrasi Kanada, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan peraturan hukum.

Banyak orang Kanada mengatakan kepada pemerintah bahwa mereka melihat “tantangan signifikan” dalam berbisnis dengan Tiongkok. Ini termasuk peraturan hukum yang tidak konsisten, keraguan tentang kesediaan Tiongkok untuk memenuhi kewajibannya di bawah potensi FTA, bersaing dengan badan usaha milik negara (BUMN) Tiongkok, dan menghindari dampak buruk pada pekerjaan dan sumber daya Kanada.

“Masalahnya adalah bahwa pemerintah Tiongkok tidak menghormati kesepakatan perdagangan, mereka tidak menghormati kesepakatan WTO [Organisasi Perdagangan Dunia] mereka. … Begitu kesepakatan menjadi tidak menguntungkan mereka, mereka mengabaikannya,” kata mantan anggota parlemen dan sekretaris negara untuk Asia Pasifik, David Kilgour, dalam sebuah wawancara.

“Dan menurut saya pengalaman Australia dan Selandia Baru dan negara-negara lain sudah sangat banyak di barisan itu,” tambahnya. Tiongkok memiliki kesepakatan perdagangan bebas dengan Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Chili.

Sudah jelas dari umpan balik orang Kanada bahwa masalah ekonomi negara dan peraturan hukum yang tidak konsisten akan sulit dipecahkan melalui perundingan perdagangan bebas.

Perundingan eksplorasi untuk melihat prospek FTA telah berlangsung selama lebih dari setahun. Keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan yang diharapkan sebelum akhir tahun.

Pemerintah federal mengatakan bahwa mereka berbagi kekhawatiran orang-orang Kanada tentang hubungan yang lebih erat dengan Tiongkok dan telah memiliki, bersama dengan negara-negara dagang lainnya, mengangkat isu-isu seputar perilaku buruk dalam perdagangan global dengan Tiongkok melalui berbagai dialog.

“Mengingat kegigihan isu-isu ini, bagaimanapun, jelas bahwa status quo, keadaan yang ada, tidak memberikan hasil terbaik bagi bisnis dan pekerja Kanada,” menurut ringkasan umpan balik pemerintah.

“Ekspektasi umum adalah bahwa, seiring pertumbuhan Tiongkok, ia akan melakukan reformasi secara politis,” kata Ian Bremmer, pendiri dan presiden firma konsultan politik global Eurasia Group dalam sebuah wawancara dengan CNBC. Dengan jelas, reformasi yang diharapkan tersebut belum terjadi dan bisnis Kanada terus menghadapi sejumlah perdagangan yang menjengkelkan.

“Mereka tidak tertarik sama sekali dalam pertumbuhan menjadi seperti orang Amerika atau seperti ekonomi pasar bebas,” kata Bremmer.

Lingkungan Bisnis yang Tidak Ramah

Keberadaan pemerintah komunis satu partai yang meluas telah mengakibatkan korupsi dan telah menghalangi perkembangan kerangka hukum yang sehat.

Sebagai contoh akibat tidak konsistennya peraturan undang-undang, pemangku kepentingan Kanada mengatakan kepada pemerintah, “Tiongkok masih belum memberikan penegasan dan penghargaan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin perlindungan hak IP [intellectual property].”

Bisnis Kanada juga mengungkapkan kekhawatiran tentang subsidi khusus, kurangnya transparansi, dan perlakuan istimewa yang diberikan kepada BUMN. Lanskap kompetitif di Tiongkok disusun secara efektif melawan perusahaan asing.

Tiongkok mulai membuka sektor keuangannya, namun hanya akan memberi tahu efek perubahan ini. Dengan ekspansi kredit yang cepat, Tiongkok telah menghasilkan pertumbuhan yang cukup besar; Namun, International Monetary Fund (IMF) telah timbul kekhawatiran ini dengan bank sentral Tiongkok. Jika tidak ada yang lain, Tiongkok mungkin memerlukan liberalisasi keuangan untuk mendorong perusahaan asing membiayai pertumbuhan masa depannya.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan,  menempatkan Tiongkok Negara ke 59 dari 62 negara dalam hal keterbukaan terhadap kepemilikan asing.

Tiongkok berniat menjadi negara adidaya global untuk menyaingi Amerika Serikat. Pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengkhotbahkan kebaikan globalisasi, yang mana Tiongkok telah memanfaatkannya dengan mengorbankan negara-negara lain. Dalam kasus Kanada, ekspor barang-barang murah dengan biaya murah dari Tiongkok menghasilkan marjin turun di Kanada dan membuat beberapa perusahaan Kanada gulung tikar.

Orang-orang Kanada juga telah mengecam kamp buruh kerja paksa Tiongkok dan pelanggaran hak asasi manusia. Mereka telah memberi pemerintah banyak makanan untuk dipikirkan dalam hubungannya dengan Tiongkok. (ran)

Omid Ghoreishi memberikan kontribusi untuk laporan ini.

Alaska Airlines Hentikan Penerbangan Harian Los Angeles Kuba Akibat Kebijakan Politik Trump

0

EpochTimesId – Maskapai penerbangan Amerika Serikat, Alaska Airlines mengatakan akan menghentikan penerbangan harian ke Kuba dengan rute Los Angeles-Havana, mulai 22 Januari 2018. Penghentian penerbangan berjadwal itu menyusul perkembangan kebijakan politik terkait peringatan perjalanan ke Kuba oleh Pemerintah AS.

Gedung Putih pekan lalu mengeluarkan kebijakan yang mempersulit warga Amerika untuk mengunjungi Kuba dan melakukan bisnis ke negara tersebut. Presiden Donald Trump bernjanji untuk mengembalikan gerakan pendahulunya dari Demokrat untuk membatasi hubungan dengan Havana.

Peraturan tersebut mencakup larangan terhadap orang Amerika yang melakukan bisnis dengan sekitar 180 entitas pemerintah Kuba, perusahaan holding, dan perusahaan pariwisata.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika juga mengumumkan bahwa mereka menarik semua pekerja non-darurat dari Kuba. Langkah itu diambil menyusul serangan misterius menyerupai gelombang mikro terhadap para diplomatnya.

Padahal, Alaska Airlines baru memulai penerbangan Los Angeles-Havana pada bulan Januari tahun ini. Mereka mengatakan akan memindahkan pesawat yang selama ini melayani rute itu ke rute atau pasar lain yang memiliki permintaan yang lebih kuat.

Penumpang yang sudah membeli tiket tujuan Havana setelah 22 Januari akan dihubungi dan dipindahkan menuju maskapai lain. Mereka tidak akan dikenai biaya tambahan. Penumpang juga bisa memilih untuk membatalkan tiket dan akan menerima pengembalian dana secara penuh tanpa potongan apa pun. (waa)

Tiongkok Sedang Mempercepat Eksplorasi Gas Alam Padat

Epochtimes.id- Meski eksploitasi gas alam padat masih memiliki kontroversi terhadap lingkungan hidup, tetapi Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya Alam Tiongkok menyebutkan bahwa Dewan Negara Tiongkok secara resmi telah menyetujui pencatatan gas alam padat (natural gas hydrate atau NGH) sebagai mineral baru pada tanggal 3 November lalu.

Hal ini dinilai akan sangat membantu dalam percepatan eksplorasi dan pengembangan mineral tersebut.

Gas alam padat adalah campuran air dan gas alam yang terkontaminasi. Nama ilmiahnya adalah methane hydrate.

Tiongkok dan Jepang dalam beberapa tahun terakhir ini sedang aktif mengembangkan teknologi penambangannya. Meskipun gas alam padat ini dapat digunakan sebagai pengganti batubara atau energi lainnya yang juga berpolusi mencemari lingkungan.

Tetapi sejumlah besar gas metana yang timbul saat eksploitasi gas alam padat akan terlepas ke atmosfir. Hal ini masih membuat para ilmuwan khawatir apakah akan memperburuk kondisi iklim bumi.

Media The Papers melaporkan, Wakil Direktur Kantor Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya Alam Tiongkok, Xia Jun menjelaskan bahwa Dewan Negara Tiongkok pada 3 November lalu secara resmi telah menyetujui pencatatan gas alam padat sebagai mineral ke 173. Pencatatan ini memiliki arti penting.

Dikatakan bahwa setelah mineral tersebut diklasifikasikan sebagai bahan tambang, maka memberi kemudahan bagi Biro Keamanan Energi Nasional dalam melakukan perlindungannya. Mengingat gas alam terdistribusi di berbagai perairan Tiongkok, dengan jenis yang berbeda-beda dan dan volumenya besar,

“Ini sekarang menjadi sumber cadangan penting untuk negara. Lagi pula, pengembangan dan pemanfaatannya dapat memberikan arah baru dalam perlindungan sumber daya alam bagi Biro Keamanan Energi Nasional kita”.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa ini juga akan berdampak positif pada pengoptimalan pola produksi dan konsumsi energi.

Dampak lainya adalah membuka pasar untuk hak penambangan gas alam padat, mendiversifikasi badan investasi untuk eksplorasi dan pengembangan gas alam padat, mendorong investasi dalam dan luar negeri yang memiliki kekuatan finansial dan teknologi untuk memasuki bidang eksplorasi dan pengembangan mineral tersebut. Ini mampu  merangsang vitalitas pasar.

Laporan juga mengatakan bahwa dengan diklasifikasikannya mineral ini sebagai barang tambang akan mempromosikan inovasi ilmiah dan teknologi dalam eksplorasi dan produksi gas alam padat.

Pengembangan ini dinilai mampu mendorong pengembangan industri terkait, termasuk pembuatan peralatan pengeboran, konstruksi jaringan pipa, konstruksi, kapal pengangkut gas alam cair, teknologi khusus dan peralatan untuk eksplorasi dan pengembangan gas alam tidak konvensional. Serta bertujuan meningkatkan lapangan kerja dan menumbuhkan titik pertumbuhan ekonomi baru.  (Sinatra/asr)

Sumber : CNA

Serangan Udara Militer Libya Bombardir Kamp Pertahanan ISIS

Epochtimes.id- Militer Libya mengatakan bahwa mereka melancarkan serangan udara terhadap tersangka teroris ISIS pada Rabu (15/11/2017) di daerah yang dihuni kelompok militan Sirte.

“Angkatan udara Libya menyerang dan menghancurkan konsentrasi terbesar Daesh (ISIS) di selatan Sirte, setelah memantau lokasi tersebut selama periode waktu tertentu,” kata Sherif al-Awami, Komandan Angkatan Udara Tentara Nasional Libya.

Kawasan tersebut terdapat sebuah kamp besar dengan kendaraan militer dan stok bensin serta air yang digunakan sebagai logistik meningkatkan penyerangan.

ISIS diusir dari Sirte tahun lalu dan telah mencoba menyerang dari wilayah padang pasir ke daerah Selatan dengan melancarkan serangan darat ke daerah yang berpenduduk.

Kelompok ini juga melakukan penyerangan terhadap pasukan lokal.

Amerika Serikat telah melaporkan menggelar tiga kali serangan udara terhadap kamp-kamp militan pada tahun ini.

Sumber : Ayman al-Warfalli dan Aidan Lewis/Reuters

Rex Tillerson Ungkapkan Keprihatinan dan Nilai Sanksi Ekonomi Tak Selesaikan Krisis Rohingya

Epochtimes.id- Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson, dalam kunjungan ke Myanmar, mengungkapkan keprihatinannya atas “laporan yang bisa dipercaya mengenai kekejaman luas yang dilakukan pasukan keamanan dan warga” di negara bagian Rakhine namun mengatakan tidak akan menganjurkan “sanksi ekonomi yang luas”.

“Saya sulit melihat sanksi ekonomi akan membantu menyelesaikan krisis ini,” kata Tillerson, berbicara tentang apa yang disebut PBB “pembersihan etnis ” minoritas Muslim Rohingya.

Menurut Tillerson, Amerika Serikat dan Myanmar telah membangun kemitraan setahun yang lalu untuk mempromosikan kerja sama antara kedua negara.

Tillerson mengatakan terus mendukung pemerintah terpilih karena berusaha untuk membuat kemajuan dalam reformasi yang sangat dibutuhkan. Selain itu, untuk memperkuat keuntungan demokratis serta membawa perdamaian dan rekonsiliasi, kemakmuran, dan penghormatan terhadap HAM.

Tillerson dalam pernyataannya menyampaikan krisis di Negara Bagian Rakhine adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Myanmar sejak pemerintah terpilih mulai berkuasa tahun lalu.

Tillerson mengungkapkan keprihatinan dengan laporan kredibel tentang kekejaman meluas yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar dan oleh warga yang tidak terkendali oleh pasukan keamanan selama kekerasan baru-baru ini di Negara Bagian Rakhine.

“Kami juga tertekan oleh fakta bahwa ratusan ribu pria, wanita, dan anak-anak terpaksa melarikan diri ke Bangladesh,” jelasnya.

Tillerson menambahkan sanksi terhadap individu “mungkin paling tepat” . Ia berbicara didampingi pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dalam keterangan pers bersama, Rabu (15/11/2017) dilansir dari VOA Indonesia.

“Kami ingin melihat Myanmar berhasil,” kata Tillerson dan mengumumkan bahwa Amerika akan memberikan bantuan tambahan 47 juta dolar kepada pengungsi Rohingya, sehingga totalnya mencapai 87 juta dolar.

Tillerson mendesak Myanmar untuk mematuhi rekomendasi laporan yang diketuai mantan Sekjen PBB Kofi Annan, yang termasuk menciptakan jalur menuju kewarganegaraan penuh bagi warga Rohingya.

Aung San Suu Kyi menanggapi dengan menyampaikan terima kasih kepada Tillerson karena telah mengetahui tantangan situasi, dan tetap berpikiran terbuka.

“Pikiran terbuka sangat jarang akhir-akhir ini,” kata Aung San Suu Kyii.

Tillerson sebelumnya juga bertemu pimpinan militer Min Aung Hlaing, yang pasukannya telah dituduh melancarkan serangan bumi hangus terhadap desa-desa Rohingya di negara bagian Rakhine di Myanmar.

Aung San Suu Kyi yang dikenal sebagai peraih Nobel perdamaian dan ikon pro-demokrasi ternoda karena dianggap lamban merespons krisis itu. Namun demikian, dikarenakan ia berbagi kekuasaan dengan militer, banyak pemerintah Barat enggan mengucilkan Aung San Suu Kyi selama transisi demokrasi . (asr)

Sumber : VOA Indonesia/State.gov

Senator Texas Mendorong untuk Menghalangi Investasi Tiongkok yang Mempengaruhi Keamanan Nasional A.S.

0

WASHINGTON – Senator dari Partai Republik AS, John Cornyn, mengatakan bahwa sebuah RUU yang telah diperkenalkan akan mencegah investasi asing di Amerika Serikat yang menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional. Dalam sebuah pidato pada 14 November, Cornyn melukis Tiongkok sebagai sumber risiko keamanan nasional yang harus ditangani oleh undang-undang tersebut, dan mengatakan bahwa ini adalah “waktu untuk bangun” dengan meningkatnya risiko serangan Tiongkok pada ekonomi A.S.

RUU tersebut, yang dikenal sebagai Foreign Modern Risk Act Actization (FIRRMA), diperkenalkan minggu lalu oleh Senator John Cornyn dari Texas dan disponsori oleh sebuah kelompok bipartisan dari senator kelas berat termasuk Dianne Feinstein (D-Calif.) Dan Richard Burr (R-NC), ketua komite intelijen Senat. Perwakilan Republik Robert Pittenger dari Carolina Utara juga memperkenalkan sebuah RUU yang identik.

Sementara RUU tersebut tidak secara khusus menyebutkan nama Tiongkok, itu jelas di garis bidik. Dalam pidato utama Cornyn yang disampaikan di Pusat Studi Strategis dan Independen, konferensi tahunan kedua tentang “Tiongkok’s Power” pada 14 November, dia dengan tajam menyalahkan Tiongkok karena telah melakukan banyak kejahatan terhadap kepentingan ekonomi A.S. dan keamanan nasional.

“Sudah waktunya bagi A.S. untuk mengadopsi sebuah kebijakan baru atas Tiongkok, yang tidak mengecilkan akibat tantangan Tiongkok,” kata Cornyn.

Cornyn dan sponsor lain dari undang-undang tersebut mengatakan bahwa mereka akan memodernisasi dan memperkuat proses dimana Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS), Komite Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat, meninjau akuisisi, merger, dan investasi asing lainnya di Amerika Serikat untuk risiko keamanan nasional.

RUU tersebut akan memberdayakan CFIUS untuk menghentikan investasi yang lebih kecil daripada yang biasanya ditinjau, dan akan menambahkan faktor keamanan nasional baru untuk dipertimbangkan oleh CFIUS, termasuk apakah informasi tentang orang Amerika, seperti besarnya Jaminan Sosial, akan dikenakan pada pelaku asing sebagai akibat dari kesepakatan investasi

Cornyn mengatakan bahwa dia tidak berusaha melarang semua investasi Tiongkok tapi hanya itu yang menjadi ancaman bagi kepentingan A.S. Namun, Cornyn menekankan perlunya tindakan yang mendesak karena Tiongkok “menghisap teknologi A.S. kapan pun itu bisa terjadi “dan bahwa Tiongkok dapat menggunakan teknologi yang dicuri dari Amerika Serikat melawannya dalam sebuah konflik.

Mengutip sebagian pidato Presiden Trump di Vietnam pekan lalu, Cornyn mengatakan, merujuk pada Tiongkok, bahwa Amerika Serikat akan “tidak lagi mentolerir pencuri kekayaan intelektual yang lancang,” dan bahwa Amerika Serikat tidak lagi mentolerir praktek Tiongkok dalam memaksa bisnis Amerika untuk menyerahkan teknologinya sebagai ganti akses pasar.

“Tiongko, terlalu sering, menuntut transfer teknologi sebagai kompensasi pada perusahaan A.S. untuk mengakses pasarnya sendiri. Pendekatan ini menempatkan Partai Komunis Tiongkok di ruang rapat hampir setiap perusahaan multinasional A.S. di sektor teknologi tinggi.” kata John Cornyn.

Cornyn mengatakan bahwa dia mengharapkan sebuah dengar pendapat Senat mengenai undang-undang tersebut sebelum akhir tahun dan tindakan komite segera setelahnya. Dengan dukungan sekelompok senator bipartisan berpengaruh, RUU tersebut mungkin menghadapi beberapa hambatan di dalam Kongres. Pengambilan suara di kedua dewan bisa saja hanya beberapa bulan lagi. (ran)

FDA Ijinkan Obat Pertama dengan Pelacakan Konsumsi Digital Beredar di Amerika

0

EpochTimesId – Otoritas Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa mereka telah menyetujui obat pertama yang menggunakan sistem pelacakan konsumsi digital. Obat itu adalah Abilify MyCite yang diproduksi oleh Otsuka Pharmaceutical Co Ltd’s.

Obat itu kini disetujui untuk beredar dan digunakan di Amerika Serikat. Produk yang menggunakan pelacakan digital untuk mencatat jika obat tersebut diminum, telah disetujui untuk pengobatan skizofrenia.

“Selain itu juga untuk pengobatan akut episode manic dan campuran yang terkait dengan gangguan bipolar I serta untuk digunakan sebagai pengobatan tambahan untuk depresi pada orang dewasa,” kata FDA dalam keterangan tertulis, seperti dilansir TheEpochTimes baru-baru ini.

Sistem digital akan mengirimkan pesan dari sensor pil ke patch yang dapat dipakai, yang kemudian mentransmisikan informasi ke aplikasi mobile. Sehingga, pasien dapat melacak laporan konsumsi obat di smartphone mereka.

Abilify MyCite tidak disetujui untuk pasien dengan psikosis terkait demensia dan berisi peringatan peringatan yang memperingatkan profesional layanan kesehatan bahwa pasien lanjut usia dengan psikosis terkait demensia yang ditangani dengan obat antipsikotik berisiko tinggi mengalami kematian.

Sensor ingestible yang digunakan pada Abilify MyCite pertama kali diijinkan untuk pemasaran oleh FDA pada tahun 2012. Namun belum menggunakan digital tracking. (waa)

Suami Istri Ngemis Sambil Makan Rumput demi Pengobatan Anak yang Sakit Kanker

0

EpochTimesId – Sebuah video pengemis makan rumput beredar di Internet dan menarik perhatian sejumlah netizen. Video itu diduga direkam di Kota Sanhe, Provinsi Hebei, Tiongkok.

Sepasang suami istri tampak berlutut di atas rerumputan di pinggir jalan dengan tangan menggenggam sejumput rumput yang kemudian dikunyah dengan mulut sebagai upaya untuk meminta sumbangan dari para pejalan kaki baik hati. Dia meminta uang untuk membiayai pengobatan penyakit kanker darah putra mereka yang berusia 9 tahun.

Pasangan itu mengaku sang anak sedang opname di rumah sakit. Perilaku suami istri tersebut menarik banyak orang untuk berhenti dan menonton, lalu kemudian memberikan sumbangan.

https://www.youtube.com/watch?v=bORcXRJu5A4

Dalam video berdurasi 1 menit 42 detik itu terlihat pasangan suami istri itu berlinang air mata. Di samping mereka berdiri sebuah kertas tebal yang bertulisan, ‘Tontonan makan rumput yang dilakukan secara sukarela’.

Pria bermarga Kuang itu sambil menangis menuturkan bahwa putranya yang berumur 9 tahun didiagnosa menderita penyakit kanker darah oleh dokter pada Maret tahun ini. Kemudian diteruskan dengan operasi transplantasi. Setelah operasi itu, anaknya mengalami infeksi paru-paru sehingga membutuhkan lebih banyak biaya pengobatan.

Untuk pengobatan penyakit kanker darah itu, mereka sudah menghabiskan biaya lebih dari RMB 700.000,- sehingga tabungan mereka habis terkuras. Kini mereka mengaku tidak mampu lagi untuk membayar biaya pengobatan yang sangat mahal.

“Justru karena terdorong untuk mengobati anak kami, maka kami terpaksa mengemis bantuanan dengan cara ini,” tukas Kuang.

“Kami tidak bisa menyanyi atau menari, kami tidak memiliki bakat lainnya. Oleh karena itu kami hanya mampu menggunakan cara paling primitif yaitu mempertontonkan makan rumput. Sejak kecil di pedesaan, saya sering menyaksikan sapi makan rumput,” imbuh sang Suami.

Istrinya kemudian menimpali, “Makan rumput tidak berpengaruh terhadap kesehatan kami. Toh kami ini orang-orang dari desa”.

Sang Ayah melukiskan bahwa putranya yang sebelumnya lincah, kemudian berubah jadi pendiam setelah menyadari akan kesulitan yang dialami kedua orangtuanya. Anaknya bahkan meminta orangtuanya untuk membawa dirinya pulang dari rumah sakit.

Sang Anak tidak ingin memperburuk kondisi keuangan keluarga. Tetapi, pasangan suami istri tersebut bertekad untuk menyelamatkan putra mereka dengan menanggung beban berat sekalipun.

Diceritakan juga bahwa pria bernama Kuang ini beberapa tahun silam pernah sampai 3 kali keluar masuk rumah sakit akibat serangan struk sehingga harus tetap minum obat sampai sekarang dan tidak ada perusahaan yang mau menerimanya bekerja.

Beberapa netizen menyatakan rasa simpati kepada mereka di sosial media, “Shock, sedih, menangis, apakah ini situasi kemakmuran yang diucapkan para politisi? Ekonomi terbesar kedua di dunia, tragedi terbesar di dunia, memalukan!”

Beberapa netizen lainnya juga mengatakan, “Masyarakat dipaksa untuk makan rumput demi menanggulangi biaya pengobatan. Orang-orang berhati baja sekalipun akan bersedih. Apakah kita masih akan terus mengabaikan hati nurani dan terus memuji negara tersebut yang kuat dan memberi kemakmuran rakyat padahal tidak …….”

“Jika Tuhan tidak menghabisi Partai komunis Tiongkok yang tidak tahu malu itu, maka rakyat Tiongkok akan terus tertindas.” (Sin/waa)

Diplomat Australia Untuk PBB Tewas di Amerika Usai Bermain Trust Game

0

EpochTimesId – Seorang diplomat Australia yang bertugas di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Amerika Serikat, Julian Simpson, tewas usai jatuh dari lantai tujuh sebuah apartemen. Dia jatuh dari sebuah balkon di New York City, Rabu (15/11/2017) pagi waktu setempat.

Sejumlah saksi mata mengatakan dia terjatuh ketika bermain ‘Trust Game’ atau permainan kepercayaan.

Diplomat yang berusia tiga puluh tahun itu jatuh dari balkon apartemennya sendiri di Clinton Street di kawasan Lower East Side, Manhattan, sekitar pukul 1.35 dinihari, seperti dikutip NTD.tv dari New York Post.

Beberapa saat sebelum jatuh, Simpson menawari seorang teman laki-laki untuk memainkan ‘trust game’ di mana dia akan bersandar dan menjatuhkan diri di pagar teras. Temannya yang diajak bermain kemudian akan menangkapnya.

“Saya akan membuktikannya bahwa Anda bisa mempercayai saya. Mari bermain ‘trust game’,” kata Simpson kepada seorang pria berusia 24 tahun, beberapa saat sebelum dia terjatuh dan jatuh. Hal itu dituturkan seorang saksi kepada New York Post.

Sebelumnya dilaporkan, bahwa Simpson dan istrinya pergi makan malam dan minum alkohol bersama teman-temannya. Mereka pergi bersama, yang terdiri dari sekitar 10 orang.

Ketika kembali ke apartemen Simpson di Clinton Street, mereka naik ke atas dak atap untuk melihat Empire State Building dan pemandangan kota New York. Simpson kemudian naik ke tempat lapang yang lebih tinggi. Dia sempat mengayunkan seorang teman wanita sambil berputar.

Sang istri yang berusia 24 tahun lalu memarahi sang suami karena aksinya tadi dinilai berbahaya. Teman-teman mereka pun akhirnya turun dari atap.

Namun sang suami berusaha meyakinkan sang istri bahwa aksinya tidak berbahaya.

Diplomat itu lalu menawarkan kepada sang istri untuk memainkan permainan yang sama. Simpson lalu melompat ke pagar yang menghadap apartemen, bersandar ke belakang dan terjatuh. Pria lain mencoba menangkap Simpson, tapi dia tidak sanggup menahan berat badannya.

Simpson jatuh dengan keras ke sebuah teras lantai dua apartemen. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit Mount Sinai Beth Israel. Namun, dokter menyatakan bahwa dia sudah meninggal ketika tiba di rumah sakit.

Polisi tidak menetapkan tersangka dalam insiden ini dan menganggapnya sebagai kecelakaan. Polisi mengatakan bahwa mereka mengkonsumsi alkohol terlalu banyak malam itu.

Simpson sendiri menjabat sebagai sekretaris kedua delegasi Australia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Simpson rutin melakukan perjalanan dinas. Dia baru-baru ini berkunjung ke Ekuador bersama 55 orang delegasi PBB lainnya. (waa)