Kanada Memperingatkan FBI dalam Perdagangan Bebas dengan Tiongkok

Pemerintah federal Kanada mendapat kabar baik dari sektor bisnis dan warga negara pada berbagai kesulitan dalam berbisnis dengan Tiongkok.

Pada 10 November, Ottawa melaporkan umpan balik yang diterima dari konsultasi publik mengenai kemungkinan free trade agreement (FTA), kesepakatan perdagangan bebas, dengan Tiongkok.

Pemerintah harus memutuskan apa kepentingan terbaik Kanada dalam hubungannya dengan Tiongkok mengingat nilai-nilai inti demokrasi Kanada, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan peraturan hukum.

Banyak orang Kanada mengatakan kepada pemerintah bahwa mereka melihat “tantangan signifikan” dalam berbisnis dengan Tiongkok. Ini termasuk peraturan hukum yang tidak konsisten, keraguan tentang kesediaan Tiongkok untuk memenuhi kewajibannya di bawah potensi FTA, bersaing dengan badan usaha milik negara (BUMN) Tiongkok, dan menghindari dampak buruk pada pekerjaan dan sumber daya Kanada.

“Masalahnya adalah bahwa pemerintah Tiongkok tidak menghormati kesepakatan perdagangan, mereka tidak menghormati kesepakatan WTO [Organisasi Perdagangan Dunia] mereka. … Begitu kesepakatan menjadi tidak menguntungkan mereka, mereka mengabaikannya,” kata mantan anggota parlemen dan sekretaris negara untuk Asia Pasifik, David Kilgour, dalam sebuah wawancara.

“Dan menurut saya pengalaman Australia dan Selandia Baru dan negara-negara lain sudah sangat banyak di barisan itu,” tambahnya. Tiongkok memiliki kesepakatan perdagangan bebas dengan Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Chili.

Sudah jelas dari umpan balik orang Kanada bahwa masalah ekonomi negara dan peraturan hukum yang tidak konsisten akan sulit dipecahkan melalui perundingan perdagangan bebas.

Perundingan eksplorasi untuk melihat prospek FTA telah berlangsung selama lebih dari setahun. Keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan yang diharapkan sebelum akhir tahun.

Pemerintah federal mengatakan bahwa mereka berbagi kekhawatiran orang-orang Kanada tentang hubungan yang lebih erat dengan Tiongkok dan telah memiliki, bersama dengan negara-negara dagang lainnya, mengangkat isu-isu seputar perilaku buruk dalam perdagangan global dengan Tiongkok melalui berbagai dialog.

“Mengingat kegigihan isu-isu ini, bagaimanapun, jelas bahwa status quo, keadaan yang ada, tidak memberikan hasil terbaik bagi bisnis dan pekerja Kanada,” menurut ringkasan umpan balik pemerintah.

“Ekspektasi umum adalah bahwa, seiring pertumbuhan Tiongkok, ia akan melakukan reformasi secara politis,” kata Ian Bremmer, pendiri dan presiden firma konsultan politik global Eurasia Group dalam sebuah wawancara dengan CNBC. Dengan jelas, reformasi yang diharapkan tersebut belum terjadi dan bisnis Kanada terus menghadapi sejumlah perdagangan yang menjengkelkan.

“Mereka tidak tertarik sama sekali dalam pertumbuhan menjadi seperti orang Amerika atau seperti ekonomi pasar bebas,” kata Bremmer.

Lingkungan Bisnis yang Tidak Ramah

Keberadaan pemerintah komunis satu partai yang meluas telah mengakibatkan korupsi dan telah menghalangi perkembangan kerangka hukum yang sehat.

Sebagai contoh akibat tidak konsistennya peraturan undang-undang, pemangku kepentingan Kanada mengatakan kepada pemerintah, “Tiongkok masih belum memberikan penegasan dan penghargaan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin perlindungan hak IP [intellectual property].”

Bisnis Kanada juga mengungkapkan kekhawatiran tentang subsidi khusus, kurangnya transparansi, dan perlakuan istimewa yang diberikan kepada BUMN. Lanskap kompetitif di Tiongkok disusun secara efektif melawan perusahaan asing.

Tiongkok mulai membuka sektor keuangannya, namun hanya akan memberi tahu efek perubahan ini. Dengan ekspansi kredit yang cepat, Tiongkok telah menghasilkan pertumbuhan yang cukup besar; Namun, International Monetary Fund (IMF) telah timbul kekhawatiran ini dengan bank sentral Tiongkok. Jika tidak ada yang lain, Tiongkok mungkin memerlukan liberalisasi keuangan untuk mendorong perusahaan asing membiayai pertumbuhan masa depannya.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan,  menempatkan Tiongkok Negara ke 59 dari 62 negara dalam hal keterbukaan terhadap kepemilikan asing.

Tiongkok berniat menjadi negara adidaya global untuk menyaingi Amerika Serikat. Pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengkhotbahkan kebaikan globalisasi, yang mana Tiongkok telah memanfaatkannya dengan mengorbankan negara-negara lain. Dalam kasus Kanada, ekspor barang-barang murah dengan biaya murah dari Tiongkok menghasilkan marjin turun di Kanada dan membuat beberapa perusahaan Kanada gulung tikar.

Orang-orang Kanada juga telah mengecam kamp buruh kerja paksa Tiongkok dan pelanggaran hak asasi manusia. Mereka telah memberi pemerintah banyak makanan untuk dipikirkan dalam hubungannya dengan Tiongkok. (ran)

Omid Ghoreishi memberikan kontribusi untuk laporan ini.

Alaska Airlines Hentikan Penerbangan Harian Los Angeles Kuba Akibat Kebijakan Politik Trump

0

EpochTimesId – Maskapai penerbangan Amerika Serikat, Alaska Airlines mengatakan akan menghentikan penerbangan harian ke Kuba dengan rute Los Angeles-Havana, mulai 22 Januari 2018. Penghentian penerbangan berjadwal itu menyusul perkembangan kebijakan politik terkait peringatan perjalanan ke Kuba oleh Pemerintah AS.

Gedung Putih pekan lalu mengeluarkan kebijakan yang mempersulit warga Amerika untuk mengunjungi Kuba dan melakukan bisnis ke negara tersebut. Presiden Donald Trump bernjanji untuk mengembalikan gerakan pendahulunya dari Demokrat untuk membatasi hubungan dengan Havana.

Peraturan tersebut mencakup larangan terhadap orang Amerika yang melakukan bisnis dengan sekitar 180 entitas pemerintah Kuba, perusahaan holding, dan perusahaan pariwisata.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika juga mengumumkan bahwa mereka menarik semua pekerja non-darurat dari Kuba. Langkah itu diambil menyusul serangan misterius menyerupai gelombang mikro terhadap para diplomatnya.

Padahal, Alaska Airlines baru memulai penerbangan Los Angeles-Havana pada bulan Januari tahun ini. Mereka mengatakan akan memindahkan pesawat yang selama ini melayani rute itu ke rute atau pasar lain yang memiliki permintaan yang lebih kuat.

Penumpang yang sudah membeli tiket tujuan Havana setelah 22 Januari akan dihubungi dan dipindahkan menuju maskapai lain. Mereka tidak akan dikenai biaya tambahan. Penumpang juga bisa memilih untuk membatalkan tiket dan akan menerima pengembalian dana secara penuh tanpa potongan apa pun. (waa)

Tiongkok Sedang Mempercepat Eksplorasi Gas Alam Padat

Epochtimes.id- Meski eksploitasi gas alam padat masih memiliki kontroversi terhadap lingkungan hidup, tetapi Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya Alam Tiongkok menyebutkan bahwa Dewan Negara Tiongkok secara resmi telah menyetujui pencatatan gas alam padat (natural gas hydrate atau NGH) sebagai mineral baru pada tanggal 3 November lalu.

Hal ini dinilai akan sangat membantu dalam percepatan eksplorasi dan pengembangan mineral tersebut.

Gas alam padat adalah campuran air dan gas alam yang terkontaminasi. Nama ilmiahnya adalah methane hydrate.

Tiongkok dan Jepang dalam beberapa tahun terakhir ini sedang aktif mengembangkan teknologi penambangannya. Meskipun gas alam padat ini dapat digunakan sebagai pengganti batubara atau energi lainnya yang juga berpolusi mencemari lingkungan.

Tetapi sejumlah besar gas metana yang timbul saat eksploitasi gas alam padat akan terlepas ke atmosfir. Hal ini masih membuat para ilmuwan khawatir apakah akan memperburuk kondisi iklim bumi.

Media The Papers melaporkan, Wakil Direktur Kantor Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya Alam Tiongkok, Xia Jun menjelaskan bahwa Dewan Negara Tiongkok pada 3 November lalu secara resmi telah menyetujui pencatatan gas alam padat sebagai mineral ke 173. Pencatatan ini memiliki arti penting.

Dikatakan bahwa setelah mineral tersebut diklasifikasikan sebagai bahan tambang, maka memberi kemudahan bagi Biro Keamanan Energi Nasional dalam melakukan perlindungannya. Mengingat gas alam terdistribusi di berbagai perairan Tiongkok, dengan jenis yang berbeda-beda dan dan volumenya besar,

“Ini sekarang menjadi sumber cadangan penting untuk negara. Lagi pula, pengembangan dan pemanfaatannya dapat memberikan arah baru dalam perlindungan sumber daya alam bagi Biro Keamanan Energi Nasional kita”.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa ini juga akan berdampak positif pada pengoptimalan pola produksi dan konsumsi energi.

Dampak lainya adalah membuka pasar untuk hak penambangan gas alam padat, mendiversifikasi badan investasi untuk eksplorasi dan pengembangan gas alam padat, mendorong investasi dalam dan luar negeri yang memiliki kekuatan finansial dan teknologi untuk memasuki bidang eksplorasi dan pengembangan mineral tersebut. Ini mampu  merangsang vitalitas pasar.

Laporan juga mengatakan bahwa dengan diklasifikasikannya mineral ini sebagai barang tambang akan mempromosikan inovasi ilmiah dan teknologi dalam eksplorasi dan produksi gas alam padat.

Pengembangan ini dinilai mampu mendorong pengembangan industri terkait, termasuk pembuatan peralatan pengeboran, konstruksi jaringan pipa, konstruksi, kapal pengangkut gas alam cair, teknologi khusus dan peralatan untuk eksplorasi dan pengembangan gas alam tidak konvensional. Serta bertujuan meningkatkan lapangan kerja dan menumbuhkan titik pertumbuhan ekonomi baru.  (Sinatra/asr)

Sumber : CNA

Serangan Udara Militer Libya Bombardir Kamp Pertahanan ISIS

Epochtimes.id- Militer Libya mengatakan bahwa mereka melancarkan serangan udara terhadap tersangka teroris ISIS pada Rabu (15/11/2017) di daerah yang dihuni kelompok militan Sirte.

“Angkatan udara Libya menyerang dan menghancurkan konsentrasi terbesar Daesh (ISIS) di selatan Sirte, setelah memantau lokasi tersebut selama periode waktu tertentu,” kata Sherif al-Awami, Komandan Angkatan Udara Tentara Nasional Libya.

Kawasan tersebut terdapat sebuah kamp besar dengan kendaraan militer dan stok bensin serta air yang digunakan sebagai logistik meningkatkan penyerangan.

ISIS diusir dari Sirte tahun lalu dan telah mencoba menyerang dari wilayah padang pasir ke daerah Selatan dengan melancarkan serangan darat ke daerah yang berpenduduk.

Kelompok ini juga melakukan penyerangan terhadap pasukan lokal.

Amerika Serikat telah melaporkan menggelar tiga kali serangan udara terhadap kamp-kamp militan pada tahun ini.

Sumber : Ayman al-Warfalli dan Aidan Lewis/Reuters

Rex Tillerson Ungkapkan Keprihatinan dan Nilai Sanksi Ekonomi Tak Selesaikan Krisis Rohingya

Epochtimes.id- Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson, dalam kunjungan ke Myanmar, mengungkapkan keprihatinannya atas “laporan yang bisa dipercaya mengenai kekejaman luas yang dilakukan pasukan keamanan dan warga” di negara bagian Rakhine namun mengatakan tidak akan menganjurkan “sanksi ekonomi yang luas”.

“Saya sulit melihat sanksi ekonomi akan membantu menyelesaikan krisis ini,” kata Tillerson, berbicara tentang apa yang disebut PBB “pembersihan etnis ” minoritas Muslim Rohingya.

Menurut Tillerson, Amerika Serikat dan Myanmar telah membangun kemitraan setahun yang lalu untuk mempromosikan kerja sama antara kedua negara.

Tillerson mengatakan terus mendukung pemerintah terpilih karena berusaha untuk membuat kemajuan dalam reformasi yang sangat dibutuhkan. Selain itu, untuk memperkuat keuntungan demokratis serta membawa perdamaian dan rekonsiliasi, kemakmuran, dan penghormatan terhadap HAM.

Tillerson dalam pernyataannya menyampaikan krisis di Negara Bagian Rakhine adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Myanmar sejak pemerintah terpilih mulai berkuasa tahun lalu.

Tillerson mengungkapkan keprihatinan dengan laporan kredibel tentang kekejaman meluas yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar dan oleh warga yang tidak terkendali oleh pasukan keamanan selama kekerasan baru-baru ini di Negara Bagian Rakhine.

“Kami juga tertekan oleh fakta bahwa ratusan ribu pria, wanita, dan anak-anak terpaksa melarikan diri ke Bangladesh,” jelasnya.

Tillerson menambahkan sanksi terhadap individu “mungkin paling tepat” . Ia berbicara didampingi pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dalam keterangan pers bersama, Rabu (15/11/2017) dilansir dari VOA Indonesia.

“Kami ingin melihat Myanmar berhasil,” kata Tillerson dan mengumumkan bahwa Amerika akan memberikan bantuan tambahan 47 juta dolar kepada pengungsi Rohingya, sehingga totalnya mencapai 87 juta dolar.

Tillerson mendesak Myanmar untuk mematuhi rekomendasi laporan yang diketuai mantan Sekjen PBB Kofi Annan, yang termasuk menciptakan jalur menuju kewarganegaraan penuh bagi warga Rohingya.

Aung San Suu Kyi menanggapi dengan menyampaikan terima kasih kepada Tillerson karena telah mengetahui tantangan situasi, dan tetap berpikiran terbuka.

“Pikiran terbuka sangat jarang akhir-akhir ini,” kata Aung San Suu Kyii.

Tillerson sebelumnya juga bertemu pimpinan militer Min Aung Hlaing, yang pasukannya telah dituduh melancarkan serangan bumi hangus terhadap desa-desa Rohingya di negara bagian Rakhine di Myanmar.

Aung San Suu Kyi yang dikenal sebagai peraih Nobel perdamaian dan ikon pro-demokrasi ternoda karena dianggap lamban merespons krisis itu. Namun demikian, dikarenakan ia berbagi kekuasaan dengan militer, banyak pemerintah Barat enggan mengucilkan Aung San Suu Kyi selama transisi demokrasi . (asr)

Sumber : VOA Indonesia/State.gov

Senator Texas Mendorong untuk Menghalangi Investasi Tiongkok yang Mempengaruhi Keamanan Nasional A.S.

0

WASHINGTON – Senator dari Partai Republik AS, John Cornyn, mengatakan bahwa sebuah RUU yang telah diperkenalkan akan mencegah investasi asing di Amerika Serikat yang menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional. Dalam sebuah pidato pada 14 November, Cornyn melukis Tiongkok sebagai sumber risiko keamanan nasional yang harus ditangani oleh undang-undang tersebut, dan mengatakan bahwa ini adalah “waktu untuk bangun” dengan meningkatnya risiko serangan Tiongkok pada ekonomi A.S.

RUU tersebut, yang dikenal sebagai Foreign Modern Risk Act Actization (FIRRMA), diperkenalkan minggu lalu oleh Senator John Cornyn dari Texas dan disponsori oleh sebuah kelompok bipartisan dari senator kelas berat termasuk Dianne Feinstein (D-Calif.) Dan Richard Burr (R-NC), ketua komite intelijen Senat. Perwakilan Republik Robert Pittenger dari Carolina Utara juga memperkenalkan sebuah RUU yang identik.

Sementara RUU tersebut tidak secara khusus menyebutkan nama Tiongkok, itu jelas di garis bidik. Dalam pidato utama Cornyn yang disampaikan di Pusat Studi Strategis dan Independen, konferensi tahunan kedua tentang “Tiongkok’s Power” pada 14 November, dia dengan tajam menyalahkan Tiongkok karena telah melakukan banyak kejahatan terhadap kepentingan ekonomi A.S. dan keamanan nasional.

“Sudah waktunya bagi A.S. untuk mengadopsi sebuah kebijakan baru atas Tiongkok, yang tidak mengecilkan akibat tantangan Tiongkok,” kata Cornyn.

Cornyn dan sponsor lain dari undang-undang tersebut mengatakan bahwa mereka akan memodernisasi dan memperkuat proses dimana Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS), Komite Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat, meninjau akuisisi, merger, dan investasi asing lainnya di Amerika Serikat untuk risiko keamanan nasional.

RUU tersebut akan memberdayakan CFIUS untuk menghentikan investasi yang lebih kecil daripada yang biasanya ditinjau, dan akan menambahkan faktor keamanan nasional baru untuk dipertimbangkan oleh CFIUS, termasuk apakah informasi tentang orang Amerika, seperti besarnya Jaminan Sosial, akan dikenakan pada pelaku asing sebagai akibat dari kesepakatan investasi

Cornyn mengatakan bahwa dia tidak berusaha melarang semua investasi Tiongkok tapi hanya itu yang menjadi ancaman bagi kepentingan A.S. Namun, Cornyn menekankan perlunya tindakan yang mendesak karena Tiongkok “menghisap teknologi A.S. kapan pun itu bisa terjadi “dan bahwa Tiongkok dapat menggunakan teknologi yang dicuri dari Amerika Serikat melawannya dalam sebuah konflik.

Mengutip sebagian pidato Presiden Trump di Vietnam pekan lalu, Cornyn mengatakan, merujuk pada Tiongkok, bahwa Amerika Serikat akan “tidak lagi mentolerir pencuri kekayaan intelektual yang lancang,” dan bahwa Amerika Serikat tidak lagi mentolerir praktek Tiongkok dalam memaksa bisnis Amerika untuk menyerahkan teknologinya sebagai ganti akses pasar.

“Tiongko, terlalu sering, menuntut transfer teknologi sebagai kompensasi pada perusahaan A.S. untuk mengakses pasarnya sendiri. Pendekatan ini menempatkan Partai Komunis Tiongkok di ruang rapat hampir setiap perusahaan multinasional A.S. di sektor teknologi tinggi.” kata John Cornyn.

Cornyn mengatakan bahwa dia mengharapkan sebuah dengar pendapat Senat mengenai undang-undang tersebut sebelum akhir tahun dan tindakan komite segera setelahnya. Dengan dukungan sekelompok senator bipartisan berpengaruh, RUU tersebut mungkin menghadapi beberapa hambatan di dalam Kongres. Pengambilan suara di kedua dewan bisa saja hanya beberapa bulan lagi. (ran)

FDA Ijinkan Obat Pertama dengan Pelacakan Konsumsi Digital Beredar di Amerika

0

EpochTimesId – Otoritas Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa mereka telah menyetujui obat pertama yang menggunakan sistem pelacakan konsumsi digital. Obat itu adalah Abilify MyCite yang diproduksi oleh Otsuka Pharmaceutical Co Ltd’s.

Obat itu kini disetujui untuk beredar dan digunakan di Amerika Serikat. Produk yang menggunakan pelacakan digital untuk mencatat jika obat tersebut diminum, telah disetujui untuk pengobatan skizofrenia.

“Selain itu juga untuk pengobatan akut episode manic dan campuran yang terkait dengan gangguan bipolar I serta untuk digunakan sebagai pengobatan tambahan untuk depresi pada orang dewasa,” kata FDA dalam keterangan tertulis, seperti dilansir TheEpochTimes baru-baru ini.

Sistem digital akan mengirimkan pesan dari sensor pil ke patch yang dapat dipakai, yang kemudian mentransmisikan informasi ke aplikasi mobile. Sehingga, pasien dapat melacak laporan konsumsi obat di smartphone mereka.

Abilify MyCite tidak disetujui untuk pasien dengan psikosis terkait demensia dan berisi peringatan peringatan yang memperingatkan profesional layanan kesehatan bahwa pasien lanjut usia dengan psikosis terkait demensia yang ditangani dengan obat antipsikotik berisiko tinggi mengalami kematian.

Sensor ingestible yang digunakan pada Abilify MyCite pertama kali diijinkan untuk pemasaran oleh FDA pada tahun 2012. Namun belum menggunakan digital tracking. (waa)

Suami Istri Ngemis Sambil Makan Rumput demi Pengobatan Anak yang Sakit Kanker

0

EpochTimesId – Sebuah video pengemis makan rumput beredar di Internet dan menarik perhatian sejumlah netizen. Video itu diduga direkam di Kota Sanhe, Provinsi Hebei, Tiongkok.

Sepasang suami istri tampak berlutut di atas rerumputan di pinggir jalan dengan tangan menggenggam sejumput rumput yang kemudian dikunyah dengan mulut sebagai upaya untuk meminta sumbangan dari para pejalan kaki baik hati. Dia meminta uang untuk membiayai pengobatan penyakit kanker darah putra mereka yang berusia 9 tahun.

Pasangan itu mengaku sang anak sedang opname di rumah sakit. Perilaku suami istri tersebut menarik banyak orang untuk berhenti dan menonton, lalu kemudian memberikan sumbangan.

https://www.youtube.com/watch?v=bORcXRJu5A4

Dalam video berdurasi 1 menit 42 detik itu terlihat pasangan suami istri itu berlinang air mata. Di samping mereka berdiri sebuah kertas tebal yang bertulisan, ‘Tontonan makan rumput yang dilakukan secara sukarela’.

Pria bermarga Kuang itu sambil menangis menuturkan bahwa putranya yang berumur 9 tahun didiagnosa menderita penyakit kanker darah oleh dokter pada Maret tahun ini. Kemudian diteruskan dengan operasi transplantasi. Setelah operasi itu, anaknya mengalami infeksi paru-paru sehingga membutuhkan lebih banyak biaya pengobatan.

Untuk pengobatan penyakit kanker darah itu, mereka sudah menghabiskan biaya lebih dari RMB 700.000,- sehingga tabungan mereka habis terkuras. Kini mereka mengaku tidak mampu lagi untuk membayar biaya pengobatan yang sangat mahal.

“Justru karena terdorong untuk mengobati anak kami, maka kami terpaksa mengemis bantuanan dengan cara ini,” tukas Kuang.

“Kami tidak bisa menyanyi atau menari, kami tidak memiliki bakat lainnya. Oleh karena itu kami hanya mampu menggunakan cara paling primitif yaitu mempertontonkan makan rumput. Sejak kecil di pedesaan, saya sering menyaksikan sapi makan rumput,” imbuh sang Suami.

Istrinya kemudian menimpali, “Makan rumput tidak berpengaruh terhadap kesehatan kami. Toh kami ini orang-orang dari desa”.

Sang Ayah melukiskan bahwa putranya yang sebelumnya lincah, kemudian berubah jadi pendiam setelah menyadari akan kesulitan yang dialami kedua orangtuanya. Anaknya bahkan meminta orangtuanya untuk membawa dirinya pulang dari rumah sakit.

Sang Anak tidak ingin memperburuk kondisi keuangan keluarga. Tetapi, pasangan suami istri tersebut bertekad untuk menyelamatkan putra mereka dengan menanggung beban berat sekalipun.

Diceritakan juga bahwa pria bernama Kuang ini beberapa tahun silam pernah sampai 3 kali keluar masuk rumah sakit akibat serangan struk sehingga harus tetap minum obat sampai sekarang dan tidak ada perusahaan yang mau menerimanya bekerja.

Beberapa netizen menyatakan rasa simpati kepada mereka di sosial media, “Shock, sedih, menangis, apakah ini situasi kemakmuran yang diucapkan para politisi? Ekonomi terbesar kedua di dunia, tragedi terbesar di dunia, memalukan!”

Beberapa netizen lainnya juga mengatakan, “Masyarakat dipaksa untuk makan rumput demi menanggulangi biaya pengobatan. Orang-orang berhati baja sekalipun akan bersedih. Apakah kita masih akan terus mengabaikan hati nurani dan terus memuji negara tersebut yang kuat dan memberi kemakmuran rakyat padahal tidak …….”

“Jika Tuhan tidak menghabisi Partai komunis Tiongkok yang tidak tahu malu itu, maka rakyat Tiongkok akan terus tertindas.” (Sin/waa)

Diplomat Australia Untuk PBB Tewas di Amerika Usai Bermain Trust Game

0

EpochTimesId – Seorang diplomat Australia yang bertugas di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Amerika Serikat, Julian Simpson, tewas usai jatuh dari lantai tujuh sebuah apartemen. Dia jatuh dari sebuah balkon di New York City, Rabu (15/11/2017) pagi waktu setempat.

Sejumlah saksi mata mengatakan dia terjatuh ketika bermain ‘Trust Game’ atau permainan kepercayaan.

Diplomat yang berusia tiga puluh tahun itu jatuh dari balkon apartemennya sendiri di Clinton Street di kawasan Lower East Side, Manhattan, sekitar pukul 1.35 dinihari, seperti dikutip NTD.tv dari New York Post.

Beberapa saat sebelum jatuh, Simpson menawari seorang teman laki-laki untuk memainkan ‘trust game’ di mana dia akan bersandar dan menjatuhkan diri di pagar teras. Temannya yang diajak bermain kemudian akan menangkapnya.

“Saya akan membuktikannya bahwa Anda bisa mempercayai saya. Mari bermain ‘trust game’,” kata Simpson kepada seorang pria berusia 24 tahun, beberapa saat sebelum dia terjatuh dan jatuh. Hal itu dituturkan seorang saksi kepada New York Post.

Sebelumnya dilaporkan, bahwa Simpson dan istrinya pergi makan malam dan minum alkohol bersama teman-temannya. Mereka pergi bersama, yang terdiri dari sekitar 10 orang.

Ketika kembali ke apartemen Simpson di Clinton Street, mereka naik ke atas dak atap untuk melihat Empire State Building dan pemandangan kota New York. Simpson kemudian naik ke tempat lapang yang lebih tinggi. Dia sempat mengayunkan seorang teman wanita sambil berputar.

Sang istri yang berusia 24 tahun lalu memarahi sang suami karena aksinya tadi dinilai berbahaya. Teman-teman mereka pun akhirnya turun dari atap.

Namun sang suami berusaha meyakinkan sang istri bahwa aksinya tidak berbahaya.

Diplomat itu lalu menawarkan kepada sang istri untuk memainkan permainan yang sama. Simpson lalu melompat ke pagar yang menghadap apartemen, bersandar ke belakang dan terjatuh. Pria lain mencoba menangkap Simpson, tapi dia tidak sanggup menahan berat badannya.

Simpson jatuh dengan keras ke sebuah teras lantai dua apartemen. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit Mount Sinai Beth Israel. Namun, dokter menyatakan bahwa dia sudah meninggal ketika tiba di rumah sakit.

Polisi tidak menetapkan tersangka dalam insiden ini dan menganggapnya sebagai kecelakaan. Polisi mengatakan bahwa mereka mengkonsumsi alkohol terlalu banyak malam itu.

Simpson sendiri menjabat sebagai sekretaris kedua delegasi Australia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Simpson rutin melakukan perjalanan dinas. Dia baru-baru ini berkunjung ke Ekuador bersama 55 orang delegasi PBB lainnya. (waa)

Media Afghanistan Sebut Pakistan Tembakkan 120 Rudal ke Afghanistan untuk Targetkan Sarang Teroris

Epochtimes.id- Pasukan bersenjata Pakistan dilaporkan telah menembakkan lebih dari 100 rudal ke wilayah Afghanistan untuk menargetkan sarang militan.

Media Afghanistan mengklaim kejadian satu hari setelah dua tentara Pakistan tewas dalam teroris di lintas batas di Bajur Agency daerah perbatasan Pakistan dengan Aghanistan.

Kepala polisi Kunar Juma Gul Hamat berbicara dengan media lokal mengklaim lebih dari 120 rudal ditembakkan dalam 24 jam terakhir oleh tentara Pakistan di provinsi Kunar.

Petugas kepolisian mengklaim bahwa daerah yang berbeda di provinsi ini termasuk distrik Dangam dan Narai telah ditargetkan dalam penembakan rudal tersebut.

Pejabat Afghanistan menambahkan bahwa satu orang juga terluka dalam insiden tersebut.

Outlet media negara yang mengutip pejabat Pakistan mengatakan kelompok teroris menjadi sasaran penembakan tersebut.

Mengacu pada informasi resmi, mereka mengklaim bahwa setidaknya 1.500 rudal ditembakkan ke provinsi Kunar dari pihak Pakistan selama September.

Pada Senin, Kapten tentara Junaid Hafeez dan Sepoy Raham menjadi martir dan empat lainnya menderita luka-luka dalam serangan teroris di sebuah pos pemeriksaan di dekat perbatasan Pakistan-Afghanistan di Badan Bajaur.

Inter Service Public Relation (ISPR) Pakistan mengatakan, “Teroris dari sisi Afghanistan mencoba menyerang terhadap pos-pos Pakistan di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan di Bajaur Agency.”

Menurut media militer Pakistan, sekitar delapan sampai 10 teroris tewas saat tentara melakukan tembakan balasan. (asr)

Sumber : Dailypakistan

Pilot Ditangkap Setelah Ketahuan Bawa Pistol Dalam Tas Sebelum Bertugas

0

EpochTimesId – Seorang pilot maskapai Southwest Airlines ditangkap otoritas keamanan transportasi Amerika Serikat (TSA) di Bandara Internasional St. Louis Lambert, setelah sebuah pistol penuh peluru ditemukan pada tas bagasinya. Rilis tersebut dikeluarkan oleh pihak bandara pada 15 November 2017 waktu setempat.

Pilot berusia 51 tahun itu dijadwalkan untuk menerbangkan pesawat dengan nomor penerbangan 1106 ke Las Vegas. Petugas Dinas Keamanan Transportasi (TSA) menemukan pistol dengan kaliber peluru 9 milimeter.

Pilot tersebut membawa senjata tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah. Sang Pilot lalu ditangkap aparat TSA dan langsung diserahkan kepada polisi di pos pemeriksaan Terminal 2, seperti dikutip dari NTD.tv Kamis (16/11/2017).

Juru bicara TSA, Mark Howell mengatakan bahwa pistol itu dilengkapi dengan tujuh peluru saat ditemukan di tas kerja Southwest. Pihak maskapai pun membenarkan insiden tersebut, namun menolak berkomentar lebih banyak.

“Kami mengetahui situasi yang melibatkan Pilot Southwest di Bandara St. Louis. Saat ini kami bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengumpulkan lebih banyak informasi. Kami tidak memiliki informasi lebih lanjut untuk dibagikan saat ini,” kata Southwest Airlines dalam sebuah pernyataan.

Tidak jelas apakah pilot tersebut akan menghadapi dakwaan.

Howell mengatakan bahwa sejauh ini, sebanyak 46 senjata api telah ditemukan di pos pemeriksaan keamanan oleh petugas TSA pada tahun 2017. Sementara di pos pemeriksaan bandara St. Louis sendiri sebanyak 31 senjata api disita pada tahun 2016.

Dia menambahkan, senjata api terdeteksi di pos pemeriksaan keamanan bandara setiap hari. Penumpang pesawat seharusnya hanya boleh membawa senjata api dan amunisi secara terpisah, tidak dalam keadaan siap tembak.

Senjata api pun harus dilengkapi dengan dokumen dan surat ijin yang sah dan masih berlaku. Selain itu, senjata harus dimasukkan ke dalam kontainer yang terkunci dengan kunci standar yang bisa dibuka sewaktu-waktu oleh petugas keamanan dengan kunci khusus. (waa)

Beijing Umumkan Rencana untuk Mengirim Utusan Khusus ke Korea Utara

oleh Wu Ying

Epochtimes.id- Pihak berwenang Beijing mengumumkan akan mengirim seorang utusan khusus ke Korea Utara pada 17 Nopember.

Presiden AS Donald Trump pada 8 November tiba di Beijing untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Salah satu agenda utama pertemuan adalah membujuk Beijing untuk lebih mengintensifkan tekanan terhadap sang diktator Korea Utara Kim Jong-un agar menghentikan program nuklir.

Fox News mengutip berita dari media resmi Tiongkok pada 15 November menyebutkan bahwa Beijing akan mengutus Menteri Penghubung Internasional Song Tao untuk mengunjungi Korea Utara pada hari Jumat (17 Nopember). Song menjadi pejabat tertinggi Tiongkok pertama yang mengunjungi negara itu sejak bulan Oktober 2015.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa Departemen Penghubung Internasional Tiongkok bertanggung jawab atas hubungan antara Beijing dan pihak asing yang saat ini sedang fokus pada kebijakan luar negeri RRT – DPRK.

Laporan menyebutkan, Partai Komunis Tiongkok adalah pelindung utama rezim komunis di Korea Utara. Hubungan RRT – DPRK selalu menjadi sumber kontroversi antara pejabat Beijing dan Washington.

Trump mengkritik Beijing karena tidak menggunakan pengaruhnya terhadap Pyongyang untuk membantu Amerika Serikat dalam upaya menekan Korea Utara  meninggalkan program nuklir dan senjata pemusnah.

Pada September lalu Trump mengatakan : “DPRK adalah negara berbahaya yang telah menimbulkan ancaman luar biasa bagi Tiongkok dan mempermalukan Beijing. Namun, meskipun Beijing telah berusaha untuk membantunya, tetapi belum berhasil”.

Usai bertemu dengan Xi Jinping pekan lalu, Trump melalui Twitter menyebutkan : “Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa Tiongkok saat ini sedang memperparah sanksi terhadap Korea Utara dan dirinya percaya bahwa program denuklirisasi Korea Utara bisa memperoleh kemajuan.” (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Makan Pisang Sama Dengan Makan Nasi Tidak Cocok Untuk Diet

0

EpochTimesId – Jika ada yang menyarankan untuk makan pisang sebagai ganti makan nasi ketika hendak berdiet, sebaiknya saran tersebut dipertimbangkan kembali. Ya, pisang belum tentu cocok untuk diet, salah-salah berat badan malah naik.

Setiap 100 gram pisang mengandung 20 gram karbohidrat, 1,2 gram protein, dan mengandung kalori sebanyak 91 kkal. Kalori per 100 gr beras adalah 116 kkal, jadi dengan kata lain, pisang adalah makanan pokok yang rendah kalori.

Sehingga makan 1-2 pisang dengan makan semangkuk nasi tidak jauh berbeda. Karena itu, diet pisang bukan hanya tidak efektif, bahkan mungkin bisa menyebabkan obesitas, seperti dikutip EraBaru.Net dari how01.com.

Para atlet profesional sering mengonsumsi pisang saat istirahat dalam pertandingan. Kebiasaan itu digunakan untuk menambah kebugaran fisik.

Jadi, ketika lapar, lelah atau seusai berolaharaga, satu biji pisang akan sangat ampuh untuk memulihkan stamina.

Alhasil, pisang juga bisa mencegah rasa lapar. Pada beberapa daerah tropis, pisang bahkan juga digunakan sebagai makanan pokok.

Bahkan, Pisang mungkin tidak dapat menurunkan berat badan!

Karena pisang bisa menahan rasa lapar, berarti kandungan kalorinya tidak rendah. Dari perspektif lain, kalori pisang tidak rendah, tapi sifat membuat kenyang kurang baik. Rasa lapar akan lebih cepat datang lagi, jika dibandingkan makan nasi.

Walau demikian, makan pisang memiliki segudang manfaat.

Pisang dipadukan dengan susu bisa melengkapi kalsium dan menguatkan tulang. Pisang kaya akan magnesium, sementara kalsium pada susu lebih mudah diserap, keduanya dikonsumsi bersamaan bukan hanya berefek sebagai suplemen kalsium, tapi juga mencegah osteoporosis.

Kemudian, paduan pisang dengan susu juga bisa mengurangi depresi dan stres. Hal ini disebabkan kadar potassium, magnesium pada pisang dan vitamin B2 dalam susu.

Kalium dapat menjaga fungsi normal saraf dan otot. Tubuh akan mudah menjadi lemah, ngantuk, malas berolahraga jika kekurangan kalium.

Dengan kalium yang cukup, orang akan lebih aktif, bisa meningkatkan efisiensi kerja, melepaskan tekanan. Orang-orang yang stres jangka panjang membutuhkan suplemen vitamin B2.

Meskipun pisang terasa halus-licin saat dimakan, tapi sifatnya tidak demikian di usus, kemungkinan besar karena pisang yang belum terlalu matang banyak mengandung asam tannic, sehingga menyebabkan sembelit. Jadi pisang lebih cocok dikonsumsi untuk mereka yang diare.

Selain itu, serat makanan pada pisang juga tidak banyak, jauh lebih rendah dari pada apel, jeruk dan buah naga. Sehingga jika ingin menggunakan serat makanan untuk melicinkan dinding usus, jauh lebih efektif makan sayur setiap hari. (jhn/yant/waa)

Puluhan Negara Eropa Anggarkan Lebih Banyak Uang Untuk Pertahanan

EpochTimesId – Negara-Negara Eropa akan mengalokasikan lebih banyak lagi uang mereka untuk memperkuat pertahanan. Itu menjadi salah satu kesepakatan yang ditandatangani oleh 23 Negara Eropa dalam proyek pertahanan bersama.

Proyek itu dikenal sebagai Permanent Structured Cooperation atau PESCO. Kesepakatan itu secara legal mengikat penandatangannya dalam meningkatkan anggaran pertahanan.

“Sesuatu yang baru setahun lalu oleh sebagian besar pihak kita, dan seluruh dunia, menganggap tidak mungkin dicapai, kini terjadi,” ujar Menteri Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Negara Italia, Federica Mogherini, seperti dikutip dari VOA, Kamis (16/11/2017).

Para pendukung PESCO mengatakan kesepakatan ini akan mengakhiri kelemahan yang tampak setelah intervensi mereka di Libya pada 2011. Ketika itu, sekutu Eropa bergantung pada kekuatan udara dan amunisi Amerika.

Kesepakatan ini juga dilatarbelakangi oleh kekhawatiran meningkatnya ancaman Rusia terhadap Eropa. Ketakutan itu muncul menyusul invasi Rusia ke Krimea pada 2014.

Kesepakatan itu didukung oleh dana sebesar $US 5,8 miliar untuk membeli senjata. Belum lagi anggaran ekstra bagi kegiatan dan riset pertahanan.

Sophia Besch dari lembaga Pusat Reformasi Eropa mengatakan bahwa Negara-Negara Eropa juga khawatir sekutu terdekat mereka, Amerika Serikat tidak akan selamanya mampu mendukung kebijakan politik luar negeri Eropa.

“Eropa merasa bahwa Amerika tidak akan ada lagi untuk menyelamatkan mereka, dan mereka harus serius, harus membangun pertahanan diri mereka sendiri. Kemudian yang kedua, Eropa memiliki Brexit. Inggris selalu bersikap kritis mengenai integrasi pertahanan Eropa di tingkat Uni Eropa,” ujar Sophia Besch.

Inggris, akan meninggalkan Uni Eropa tahun 2019. Namun, Negeri Ratu Elisabeth itu berjanji untuk mendukung pakta Uni Eropa. (waa)

Setelah Kejadian 24 Tahun Silam, Kereta di Stasiun MRT Singapura Kembali Tabrakan Cederai 29 Orang

Epochtimes.id- Setidaknya 29 orang terluka setelah sebuah kereta MRT di Singapura bertabrakan dengan kereta transit di stasiun Joo Koon pada pukul 8.20 waktu setempat, Rabu (15/11/2017) pagi.

Tabrakan stasiun MRT Singapura terakhir pada 5 Agustus 1993 silam. Saat itu dua kereta tabrakan di stasiun Clementi yang melukai 156 penumpang.

Kini, laporan yang dihimpun menyebutkan tabrakan ini terjadi dikarenakan kegagalan sistem perlindungan hingga menyebabkan terjadinya tabrakan kereta MRT dengan kereta lainnya yang berada di depannya.

Wakil Presiden Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) Chua Chong Kheng dilansir dari Channel News Asia mengatakan kereta pertama dengan fitur perlindungan perangkat lunak yang “secara tidak sengaja terhapus” ketika melewati sebuah sirkuit sinyal yang salah.

Menurut dia,  selanjutnya mengakibatkan kereta memberi profil sinyal yang salah, dari harusnya kereta enam rangkaian menjadi hanya tiga.

Hingga akhirnya mengakibatkan, kereta kedua (dari belakang) mendeteksi kereta pertama sebagai kereta tiga rangkaian dan salah menilai jarak antara keduanya sehingga terjadilah tabrakan.

Pihak Kementerian Transportasi Singapura,  LTA dan SMRT Singapura menyatakan telah bersama penumpang yang terluka untuk diberikan bantuan yang diperlukan.

Lembaga-lembag aini mengatakan 15 orang dikirim ke Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura. Sedangkan satu penum[ang menolak untuk menerima perawatan dan kembali ke rumah dan 13 mendapat perawatan dan diizinkan pulang ke rumah.

“Tiga belas orang termasuk tiga yang kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong,” jelas sumber yang dikutip kantor berita Bernama. (asr)