Tinggalkan Pyongyang, Kim Jong-un Diledek Kabur Karena Takut Dipenggal

0

ErabaruNews – Latihan militer terbesar antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan berlangsung dari tanggal 4 sampai dengan 8 Desember 2017. Pada saat yang sama, media Korea Utara mempublikasikan berita bahwa Kim Jong-un meninjau sejumlah pabrik di berbagai tempat Korea Utara.

Tetapi dilihat dari rekaman video yang diedarkan, pihak berwenang Korea Selatan menyebut tempat-tempat yang dikunjungi itu tidak lain adalah beberapa wilayah yang dekat dengan perbatasan Tiongkok. Interprestasi mereka mengarah pada kesimpulan bahwa ada rasa takut bagi Kim Jong-un untuk tinggal di Pyongyang, sehingga ‘menyembunyikan diri’ di daerah perbatasan dengan Tiongkok.

Akibat peluncuran rudal antar benua ‘Hwasong-15’ rezim Korea Utara kembali mendapat protes keras dari dunia internasional. Selain itu juga memicu AS dan Korea Selatan melakukan latihan militer terbesar.

Korea Selatan pun pada awal bulan ini membentuk sebuah pasukan khusus ‘pemenggal kepala’ dan memperluas kemampuan unit intelijen militer ISR yang targetnya diarakan kepada Kim Jong-un.

Media Korea Selatan ‘JoongAng Ilbo’ mengutip ucapan pejabat memberitakan bahwa dalam beberapa hari ini, Kim Jong-un gencar melakukan kunjungan ke beberapa pabrik di berbagai lokasi pedesaan, termasuk pabrik pengolahan tepung kentang di Samjiyŏn, Ryanggang-do dan pabrik ban Yalu di Chagang, Manpo-si. Pihak berwenang memperkirakan bahwa ini mungkin merupakan cara Kim Jong-un untuk menghindari serangan pemenggalan kepala sehingga ‘bersembunyi’ di pabrik-pabrik yang tak jauh dari perbatasan dengan Tiongkok.

Pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan, pada saat pecahnya Perang Irak, para pemimpin Korea Utara juga menghentikan semua aktivitas publik mereka pada saat pesawat tempur Amerika Serikat F-22 tiba di Korea Selatan. Mereka sempat menunjukkan kewaspadaan yang tinggi.

“Apakah kali ini Kim Jong-un meninggalkan Pyongyang dengan alasan mengunjungi pedesaan ada relevansinya dengan latihan militer AS-Korsel? Kita sedang mendalami,” ujar pejabat militer Korsel.

Selain itu, media Jepang baru-baru ini melaporkan bahwa Presiden Trump sudah mengambil keputusan untuk ‘m’ yang ditargetkan di sekitar 18 Desember 2017. Info intelijen AS menunjukkan bahwa Korea Utara mungkin akan melakukan uji coba bom hidrogen lagi pada saat itu.

Beberapa analis percaya bahwa serangkaian kegiatan kunjungan Kim Jong-un belakangan ini, termasuk ke pabrik produksi senjata yang juga berada di daerah Chagang dan Ryanggang-do, mungkin sebagai persiapan untuk menghadapi serangan militer AS, atau untuk mempersiapkan gelombang provokasi baru. (NTDTV/Sinatra/Waa)

Trump Minta Arab Saudi Ijinkan Bantuan Kemanusiaan Masuk Yaman

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta Arab Saudi untuk segera mengizinkan bantuan kemanusiaan menjangkau orang-orang Yaman. Washington nampaknya telah kehabisan kesabaran dengan blokade yang dipimpin oleh Saudi, yang telah dikutuk oleh organisasi bantuan kemanusiaan.

Koalisi militer pimpinan-Arab memerangi gerakan bersenjata Houthi di Iran dalam perang sipil Yaman. Mereka juga memulai sebuah blokade pelabuhan sejak sebulan yang lalu, setelah Arab Saudi mencegat sebuah rudal yang ditembakkan ke ibukota Riyadh dari Yaman.

Meski blokade tersebut kemudian mereda dan menunjukkan tanda-tanda melonggar, situasi Yaman tetap mengerikan. Sekitar delapan juta orang berada di ambang kelaparan dengan wabah kolera dan difteri.

“Saya telah mengarahkan pejabat di pemerintahan saya untuk memanggil pimpinan Kerajaan Arab Saudi untuk meminta agar mereka benar-benar mengizinkan makanan, bahan bakar, air dan obat-obatan untuk menjangkau orang-orang Yaman yang sangat membutuhkannya,” kata Trump, Rabu (6/12/2017) waktu setempat.

“Ini harus segera dilakukan untuk alasan kemanusiaan,” sambung Trump.

Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) mengatakan bahwa makanan dan bahan bakar pertama telah tiba di pelabuhan Hodeidah dan Saleef. Namun persediaan sedikit berkurang dibandingkan dengan yang dibutuhkan, karena jumlah penduduk Yaman yang berjumlah 27 juta hampir bergantung pada impor untuk makanan, bahan bakar dan obat.

Oxfam International memuji pernyataan Trump, yang menyebutnya ‘sudah lama terlambat tapi sangat penting’. Senator Demokrat Chris Murphy, yang menyerukan pembatasan penjualan senjata AS ke Arab Saudi, mengatakan bahwa dia mengharapkan Kerajaan tersebut untuk memperhatikan permintaan Trump.

Pernyataan singkat Trump, walau satu paragraf adalah salah satu tanda paling jelas dari perhatian AS mengenai aspek kebijakan luar negeri Arab Saudi. Arab Saudi juga telah berpisah dengan Trump atas keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kepada Publik, Trump, ajudan utamanya, dan pejabat senior Saudi memuji apa yang mereka katakan adalah kemajuan besar dalam hubungan AS-Saudi. Jika dibandingkan dengan hubungan dua negara di bawah mantan Presiden Barack Obama, yang membuat marah orang-orang Saudi dengan mengakui kesepakatan nuklir dengan musuh bebuyutan mereka, Iran.

Meski hubungan membaik, namun para diplomat dan analis intelijen AS secara pribadi mengungkapkan kegelisahan atas beberapa tindakan bermusuhan oleh pangeran mahkota Arab Saudi, terutama terhadap Yaman dan Lebanon. Karena Arab Saudi berusaha untuk menahan pengaruh Iran.

Pada gilirannya, Arab Saudi menjadi luar biasa tidak senang tentang keprihatinannya atas kebijakan Amerika di Yerusalem.

Raja Salman mengatakan kepada Trump menjelang pengumumannya di Yerusalem pada hari Rabu bahwa keputusan mengenai status Yerusalem sebelum kesepakatan damai permanen tercapai akan membahayakan perundingan damai dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut, seperti dikabarkan media milik pemerintah Saudi.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pernyataan Trump tentang bantuan ke Yaman bukan pembalasan atas posisi Saudi terkait Yerusalem.

“Ini berkaitan dengan fakta bahwa ada masalah kemanusiaan yang serius di Yaman. Dan, Saudi harus dan dapat berbuat lebih banyak,” kata pejabat tersebut.

Kekurangan bahan bakar yang disebabkan oleh blokade tersebut berarti bahwa daerah yang sangat terpukul akibat perang, kekurangan gizi dan kolera serta kekurangan generator rumah sakit, bahan bakar untuk memasak dan juga pompa air. Kondisi ini juga membuat lebih sulit untuk menyalurkan makanan dan bantuan medis ke seluruh wilayah Yaman.

Koalisi militer yang dipimpin Saudi meningkatkan serangan udara di Huthi, Yaman pada hari Rabu karena gerakan bersenjata memperketat cengkeramannya pada Sanaa sehari setelah putra mantan presiden Abdullah Abdullah Saleh bersumpah untuk membalas dendam atas kematian ayahnya.

Saleh, yang tewas dalam serangan terhadap konvoi, membuat Yaman semakin terjerumus dalam kekacauan pada pekan lalu dengan beralih kesetiaan setelah bertahun-tahun membantu Huthi menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibukota.

Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis mengatakan pada hari Selasa bahwa pembunuhan Saleh kemungkinan akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di negara ini dalam jangka pendek.

https://twitter.com/HerryRodin/status/938425056861896704

“Di sinilah kita semua harus menyingsingkan lengan baju dan mencari tahu apa yang akan Anda lakukan dengan obat-obatan serta makanan dan air bersih, termasuk kolera,” kata Mattis. (Steve Holland dan Phil Stewart/The Epoch Time/waa)

Dua Komandan Tertinggi Taliban Terbunuh Ketika Operasi Militer di Pakistan

Epochtimes.id- Dua komandan tertinggi Taliban tewas pada Kamis (7/12/2017) dalam operasi yang dilancarkan oleh pasukan keamanan Pakistan.

Aksi ini digelar dalam sebuah serangan di wilayah kesukuan barat laut yang berbatasan dengan Afghanistan.

Press Trust of India (PTI) melaporkan, pasukan keamanan dan polisi melakukan penggerebekan di daerah Charol Swat di provinsi Khyber Pakhtunkhwa Provinsi, Pakistan.

sejumlah militan dan komandan tertinggi Tehrik-e- Taliban Pakistan (TTP) yang dilarang, melepaskan tembakan setelah pasukan keamanan membunuh mereka.

Kedua militan tersebut paling dicari oleh polisi dalam kasus pembunuhan terorgansir dan serangan teror.

“Militan dikejar atas keterlibatan mereka sebelumnya dalam kegiatan teroris di divisi Malakand,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Dua fasilitator militan juga ditangkap selama operasi tersebut.

Menurut pasukan keamanan, militan tersebut berhubungan dengan pemimpin TTP di Afghanistan.

Melansir dari media Jerman, dw.world, Tahrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dulunya bawahi beberapa kelompok militan dari suku-suku Pakistan.

Disebutkan, mereka berakar dalam jaringan militan yang disokong Pakistan tahun 80-90an untuk berperang di Afghanistan dan Kashmir. Ketika Pakistan dukung AS setelah serangan 11 September, banyak dari mereka bentuk TTP.

Tapi TTP terbentuk resmi 2007. Banyak anggotanya punya hubungan dengan Taliban Afghanistan dan Haqqani sebelum bergabung.

Tujuan Tahrik-i-Taliban Pakistan membubarkan negara Pakistan dan menggantinya dengan sistem garis keras. Pada dasarnya, TTP ingin agar di Pakistan berjalan sistem seperti yang dipaksakan Taliban di Afghanistan tahun 1990an. (asr)

Sumber : PTI/Dw.world

 

NATO Bahas Perannya dalam Melawan Terorisme di Afghanistan

Epochtimes.id- Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg membahas perannya dalam memproyeksikan stabilitas dan perang melawan terorisme serta rencana peningkatan pasukan untuk “misi pelatihan” mereka di Afghanistan.

“Kami telah meningkatkan kontribusi kami dalam perang melawan terorisme. Kami tetap berkomitmen untuk misi pelatihan kami di Afghanistan,” kata Stoltenberg.

Hal demikian disampaikannya pada awal pertemuan Dewan Fakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengenai memproyeksikan stabilitas dan memerangi terorisme di tingkat Menteri Luar Negeri NATO.

“Kami menambahkan tiga ribu tentara lagi,” tambahnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi Georgia terhadap keamanan Euro-Atlantik. Setelah pertemuan Komisi NATO-Georgia, Sekretaris Jenderal NATO juga mengatakan kemitraan aliansi dengan Georgia luar biasa.

“Pasukan kita saling berhadapan di Afghanistan dan berlatih bergandengan di Georgia.”

Strategi Trump di Afghanistan, yang diumumkan pada Agustus lalu berdasarkan pada penyediaan lebih banyak tentara dengan dukungan sekutu NATO.

“Kami telah melihat – dan saya sangat terkesan dengan banyaknya negara-negara kecil yang telah bersedia untuk maju dan memberikan kekuatan mereka, bahkan ketika mereka memiliki kekuatan terbatas, ke tempat-tempat seperti Afghanistan, ke Syria, ke Irak,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.

“Jika negara-negara tersebut, pada kenyataannya, memberikan kekuatan tersebut, saya akan mengucapkan terima kasih. Terima kasih atas nama pemerintah AS,” tambahnya.

Personel NATO yang baru tidak akan memiliki peran tempur. Namun demikian sekutu tersebut berharap lebih banyak tentara dapat melatih tentara Afghanistan dan Angkatan Udara untuk melengkapi strategi Amerika Serikat mengirim lebih banyak tentara kontra-terorisme ke negara tersebut. (asr)

Sumber : Ariananews.af

Ingin Libur Jalan-jalan? Di Tiongkok, Beli Surat Keterangan Dokter Palsu

0

Selama bertahun-tahun, Tiongkok telah dikenal memproduksi semua jenis produk tiruan, mulai sepatu, pakaian, hingga gadget elektronik. Baru-baru ini, berita terungkap tentang tersedianya surat keterangan dokter palsu.

Li, pemilik sebuah pabrik pakaian di Distrik Shunyi di Beijing, menyadari bahwa banyak karyawannya yang cuti sakit namun sama sekali tidak sakit, lapor portal berita Tiongkok Sina. Li pertama kali masuk ke pola tersebut saat dia mencoba mengunjungi rumah karyawannya saat pekerja tersebut izin cuti sakit, hanya untuk mengetahui bahwa pekerja tersebut diam-diam bekerja di tempat kedua sebagai satpam.

Polisi melakukan penyelidikan menyeluruh dan menemukan bahwa lebih dari 20 karyawan telah menggunakan surat keterangan dokter palsu, yang mencantumkan penyakit mulai dari penyakit jantung, patah tulang, hingga tekanan darah tinggi, untuk mengantongi 350.000 yuan ($52,885) senilai gaji dan  asuransi kesehatan.

Insiden ini bukan merupakan kasus satu-satunya. Investigasi yang menyamar oleh surat kabar Tiongkok China Daily yang dikelola negara pada 4 Desember mengungkapkan bahwa sertifikat dokter palsu banyak dijual di WeChat, jaringan sosial terbesar Tiongkok dan aplikasi instant mengirim pesan, dan Taobao, setara dengan eBay di Tiongkok.

Sebuah perusahaan dengan nama “Xin Xin” menawarkan sertifikat dokter palsu untuk 120 yuan (sekitar $18). Seorang klien hanya perlu memberikan nama, usia, jenis kelamin, nama penyakit, hari cuti, dan nama rumah sakit yang diinginkan, menurut artikel China Youth Daily. Sertifikat palsu bisa dibuat dalam 15 menit dan dikirim ke ponsel klien untuk digunakan kemudian.

Perusahaan lain menawarkan berbagai sertifikat palsu untuk kisaran harga antara 50-300 yuan ($7.56 – $45.3). Produk premiumnya datang dengan stempel rumah sakit yang sebenarnya. Perusahaan hanya menawarkan rumah sakit bernama tersebut untuk rujukan rumah sakit tertentu. Paket lengkap, yang terjual 340 yuan (sekitar $51,3), dilengkapi dengan sertifikat palsu yang tampak meyakinkan, formulir pendaftaran rumah sakit, hasil pemeriksaan medis, catatan medis, dan tanda terima. Menurut China Youth Daily, perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka memiliki koneksi dengan sumber di rumah sakit yang dapat membantu menawarkan dokumen palsu berkualitas lebih baik.

Salah satu penjual sertifikat palsu mengatakan 70 persen pelanggannya adalah pelajar dan pekerja kerah putih.

Bahkan meskipun seorang pejabat rumah sakit dengan cepat dapat mengidentifikasi sertifikat mana yang palsu, biasanya font huruf yang tidak benar dan memberikan penambahan nomor seri palsu, perusahaan dan sekolah jarang berkonsultasi ke rumah sakit untuk memverifikasi keaslian sertifikat tersebut, sehingga memudahkan surat keterangan dokter palsu menjadi menyebar seperti api, menurut China Youth Daily.

Banyak karyawan menggunakan sertifikat palsu karena biasanya sangat sulit untuk mengambil cuti dari pekerjaan mereka, dengan tekanan perusahaan memaksa mereka untuk sering bekerja lembur, menurut portal berita Tiongkok NetEase. Para pekerja tersebut berisiko kehilangan pekerjaan, karena sertifikat palsu tersebut melanggar undang-undang kontrak kerja di Tiongkok.

Pada bulan Agustus 2016, seorang siswa sekolah menengah atas dengan julukan Xiao Gao mengatakan bahwa banyak teman sekelasnya membeli surat keterangan dokter palsu sehingga mereka dapat menghindari kelas pelatihan militer mereka, menurut surat kabar yang dikelola pemerintah Beijing Morning Post. Dia mengatakan salah satu sertifikat palsu teman sekelasnya memiliki “catatan dokter” ini: “menyarankan lima hari cuti untuk gastroenteritis.”

Mungkin tidak mengherankan bahwa tidak ada kehormatan di antara pencuri. Seorang pria lain bermarga Li (tidak ada hubungannya dengan Mr. Li di atas), yang bekerja di industri TI di Kota Guangzhou di Tiongkok selatan, telah ditipu ketika dia mencoba untuk membeli surat keterangan dokter palsu di Taobao pada bulan April, menurut Nanfang Daily yang dikelola pemerintah. Dia telah merencanakan untuk menggunakan sertifikat tersebut untuk meminta cuti dari hari kerja, namun penjual menutup akun Taobao setelah Li mentransfer pembayarannya sebesar 220 yuan (sekitar $33). (ran)

Warga Tiongkok Utara Kedinginan Akibat Pengalihan Penggunaan Batubara ke Gas Alam

oleh Li Bowen

Epochtimes.id- Tiongkok bagian utara sudah memasuki musim dingin. Namun, akibat pemerintah terus mendorong program anti batubara dan memaksa warga memakai gas atau listrik sebagai penggantinya dengan tanpa peduli kondisi di lapangan.

Akibatnya, jutaan penduduk di provinsi di Tiongkok bagian utara kedinginan tidak kebagian pemanas karena gas yang disuplai tidak mencukupi.

Penggunaan gas alam sebagai pengganti pembakaran batubaru dipaksakan pada musim dingin ini jelas kurang tepat, apalagi cadangan gas alam tidak mencukupi.

Di berbagai tempat sering terjadi suplaian gas terhenti di tengah malam, sehingga warga terpaksa kedinginan.

Larangan menggunakan batubara sudah dikeluarkan, untuk itu pemerintah menghendaki warga menggunakan gas alam atau listrik sebagai pengganti bahan bakar.

Tetapi  konstruksi pembangunan pipa saluran gas tertinggal sehingga baik pasokan gas alam maupun listrik mengalami kekuaranga pasokan yang serius.

Hanya di daerah Langfang, Hebei dan kota Baoding saja, sudah ada 1 juta lebih rumah warga yang mengalami kekurangan bahkan sama sekali tidak memperoleh pasokan gas.

Di 28 kota propinsi bagian utara, sedikitnya puluhan juta penduduk kedinginan pada suhu minus 4 ~ 5 derajat celcius.

Selain itu, pengalihan batubara ke gas ini juga menyebabkan harga gas alam cair melonjak.

Pihak berwenang menganggap dengan pengalihan penggunaan batubara ke gas alam atau listrik dapat membuat kualitas udara menjadi lebih baik.

Lebih mudah untuk mengatasi masalah kabut polusi. Namun masyarakat umum belum melihat peningkatan kualitas udara yang signifikan meskipun ada larangan penggunaan batubara secara luas. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv.com

Pengawal-Pengawal di Sekitar Xi Jinping

oleh Wen Xin

Epochtimes.id- Terlepas apakah itu kegiatan penelitian di dalam negeri atau pun kegiatan kunjungan ke luar negeri, Presiden RRT Xi Jinping selalu dikawal oleh orang-orang berperawakan tegap dan tinggi.

Baru-baru ini, media mengenali seorang pengawal kawakan yang terus mengikuti Xi Jinping dalam pertemuan partai politik global yang diadakan di Beijing.

Media mengenali kalau pengawal tinggi besar itu adalah pengawal legendaris Zhongnanhai dan dari pangkatnya terlihat bahwa ia adalah seorang mayor.

Biasanya para pengawal Xi Jinping akan memakai seragam militer dalam acara-acara resmi.

Menurut informasi publik, agen yang bertanggung jawab atas keamanan pemimpin tertinggi Tiongkok adalah Biro Keamanan Pusat PKT (disebut Biro Keamanan Pusat).

Biro tersebut membawahi Resimen 61889 yang terdiri dari tujuh brigade dengan personil-personil yang handal karena harus melalui seleksi sangat ketat.

Setelah Xi menjabat kepala negara melalui Kongres Nasional ke 18, ia segera merombak mekanisme pengawalan, mengganti seluruh personil pengawal terdahulunya dengan personil dari Komisi Militer Pusat yang tergabung dalam pasukan khusus.

Personil-personil pilihan tersebut berikut tugas pengawalan presiden kemudian diserahkan kepada Komisi Militer Pusat. Jadi bukan lagi beban Biro Keamanan Pusat. Mereka sekarang langsung di bawah perintah Direktur Kantor Kepresidenan, Li Zhanshu.

Menurut media Hongkong, sejak Xi Jinping berkuasa dan menggerakan anti korupsi, melumpuhkan sebagian besar kekuatan kelompok Jiang Zemin.

Xi terpaksa mengganti seluruh personil yang mengawal dirinya untuk mencegah pembunuhan oleh lawan politik. Termasuk ‘mengambil’ perwira dari militer lapangan dan diserahi tugas pengawalan di Zhongnanhai.

Selama berlangsungnya Kongres Nasional ke 19, pejabat PKT menuding Zhou Yongkang, Bo Xilai, Lin Jihua dan lainnya membuat rencana untuk merebut kekuasaan partai dan negara.

Menurut media Prancis, usai kongres, pihak berwenang Tiongkok mengeluarkan edaran internal yang isinya mengharuskan seluruh personil di Zhongnanhai dari pengawal dan petugas keamanan untuk menjaga, dari sopir sampai asisten dan sekretaris, termasuk para staf di rumah sakit Zhongnanhai bagian utara dan selatan, semua wajib menerima pemeriksaan ulang integritas guna penilaian kembali. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv

Pejabat Tinggi PBB Kembali Kunjungi Korea Utara Setelah 17 Tahun

0

EpochTimesId – Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Politik, Jeffrey Feltman mengunjungi Korea Utara pada hari Selasa (5/12/2017). Dia berencana mengadakan pembicaraan dengan pejabat senior DPRK, seperti dikutip dari EpochTimes.com, Rabu (6/12/2017).

Ini adalah kunjungan pejabat tinggi PBB yang pertama sejak 17 tahun terakhir. Pendahulu Feltman, B. Lynn Pascoe pernah mengunjungi negara terisolir ini pada tahun 2010.

Jeffrey Feltman, yang baru pertama kalinya mengunjungi Korea Utara sejak 5 tahun menjabat, akan mengadakan pembicaraan tingkat tinggi selama tiga hari dengan pejabat Korea Utara di Pyongyang. PBB mengatakan bahwa dialog akan meliputi bidang politik yang cukup luas.

Jurubicara PBB, Stephane Dujarric pada hari Senin mengatakan bahwa Feltman akan menemui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho dan Wakilnya untuk membahas ‘masalah kepentingan dan mendapatkan perhatian bersama’. Feltman akan mengakhiri kunjungan pada hari Jumat pekan ini.

Hari Rabu pekan lalu, Korea Utara meluncurkan sebuah rudal antar benua ‘Hwasong-15’ dan mengklaim bahwa jangkauan rudal baru ini akan mencakup seluruh wilayah Amerika Serikat. Meskipun pernyataan Korea Utara tersebut disangsikan oleh beberapa ahli.

Fox News mengutip ucapan pejabat AS melaporkan bahwa para ahli yang memantau peluncuran roket menemukan hulu ledak Hwasong-15 hancur meledak saat memasuki kembali atmosfer bumi. Sejumlah petugas dari Amerika Serikat dan sekutunya kemudian dikerahkan ke perairan Laut Jepang untuk mencari reruntuhan, agar bisa dianalisa.

Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat darurat pada 29 November 2017, Dutabesar AS untuk PBB Nikki Haley meminta pemerintah Tiongkok untuk menghentikan pasokan minyak mentah ke DPRK. Dia juga memperingatkan bahwa rezim Korea Utara akan dihancurkan secara total jika mereka melakukan tindakan gila.

Feltman juga akan bertemu dengan kepala program kemanusiaan PBB di Korea Utara, termasuk UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia dan Dana Kependudukan PBB. Namun, Stephane Dujarric menolak mengungkapkan apakah Feltman akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat berkunjung ke DPRK.

Menurut ‘Wall Street Journal’ bahwa Feltman juga akan bertemu dengan diplomat dan personil Perserikatan Bangsa-Bangsa di Pyongyang. Stephane Dujarric mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan tanggapan atas undangan Pyongyang untuk melakukan dialog politik dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sehari sebelum kunjungan Feltman, Komando Tempur Udara Korea Selatan dan Komandan AU di Armada Ketujuh Amerika Serikat untuk Korea Selatan meluncurkan latihan udara berskala besar tahunan di Semenanjung Korea.

Dalam latihan ini, angkatan bersenjata AS dan Korea Selatan mengerahkan total lebih dari 230 buah pesawat tempur dan melibatkan pasukan tidak kurang dari 12.000 orang, termasuk pesawat siluman terbaru F-22 Raptor dan F-35 juga ikut berpartisipasi dalam latihan tersebut.

Kantor berita Korea Selatan ‘Yonhap’ mengutip sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya memberitakan bahwa bagian dari latihan militer kali ini adalah simulasi untuk menyerang beberapa lokasi yang memiliki instalasi militer, termasuk peluncur rudal dan unit artileri Korea Utara. (ET/Sinatra/waa)

Bagaimana Rezim Tiongkok Mengontrol Orang Tionghoa di Luar Negeri

0

Sudah diketahui bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) memerintah dengan tangan besi, dengan organisasi partai di semua lapisan masyarakat. Baru-baru ini, dorongan untuk membentuk alat-alat partai telah diperluas ke perusahaan asing dan universitas yang didanai asing di Tiongkok.

Tidak jelas bagaimana Partai memberikan kontrol atas warganya di luar negeri. Sebuah artikel baru-baru ini oleh Global Times, terbitan nasionalistik Tiongkok yang dikelola negara, menunjukkan bagaimana orang Tionghoa perantauan terus hidup di bawah bayang-bayang Partai. Sebuah insiden baru-baru ini di University of California, Davis, di mana para ilmuwan Tiongkok daratan membentuk sebuah cabang partai namun membatalkannya setelah khawatir bahwa hal itu mungkin telah melanggar undang-undang federal AS, dan ini hanya seperti setetes air di dalam ember ketika menyangkut pengaruh PKT terhadap warga Tiongkok tinggal di luar negeri.

Menurut artikel Global Times yang diterbitkan pada 28 November, National University of Defense Technology, salah satu akademi militer teratas Tiongkok, mendirikan delapan cabang luar negeri untuk pelajar dan cendekiawan pertukaran pada tahun 2012. Mengutip PLA Daily, publikasi resmi People’s Liberation Army (PLA), Tentara Pembebasan Rakyat, artikel tersebut menyatakan bahwa cabang Partai membantu siswa Tiongkok di luar negeri “menolak pengaruh korosif dari ideologi berbahaya” di Barat.

Shanghai International Studies University (SISU) memiliki cabang Partai Mahasiswa untuk siswa pertukaran luar negeri di negara-negara Meksiko, Cile, dan Eropa, termasuk Spanyol, Portugal, Yunani, Italia, dan Belanda. Wang Xinyu, kepala cabang Spanyol yang saat ini belajar di Universitas Otonomi Madrid, mengatakan bahwa siswa Tiongkok di cabang tersebut menulis laporan tentang pemikiran mereka. Laporan menyeluruh biasanya terdiri dari pandangan dan pendapat seseorang tentang Partai Komunis Tiongkok, dan merupakan cara untuk menentukan apakah orang tersebut setia kepada Partai.

“Secara reguler, kami mempelajari teori Partai sesuai dengan persyaratan cabang Partai kami yang lebih tinggi di Tiongkok,” kata Wang kepada The Global Times.

Selain institut dan universitas asing, perusahaan Tiongkok yang melakukan bisnis di luar negeri melalui One Belt One Road Initiative, sebuah proyek infrastruktur dan jaringan perdagangan yang dipromosikan oleh pemimpin Tiongkok Xi Jinping, yang didasarkan pada Silk Road kuno yang menghubungkan Tiongkok dengan negara-negara Eurasia, juga mendirikan cabang Partai lokal dimana mereka berada.

Mengutip sebuah laporan dari media pemerintah, Guangming Daily, Global Times melaporkan bahwa Zheng Xuexuan, wakil presiden perusahaan konstruksi milik negara, China State Construction Engineering Corporation, menganggap sebuah cabang Partai untuk karyawan diperlukan untuk memantau pemikiran mereka dan memastikan mereka mematuhi Partai tersebut.

“Mudah bagi pikiran mereka berfluktuasi, menimbulkan tantangan terhadap karya ideologis dan politik,” kata Zheng pada Guangming Daily.

Sementara itu, rezim Tiongkok telah mendorong perusahaan asing yang melakukan bisnis di Tiongkok untuk membentuk organisasi Partai di dalam perusahaan mereka. Menurut PKT, organisasi-organisasi tersebut dapat mengambil bagian dalam pengambilan keputusan perusahaan, untuk memastikan kegiatan bisnis sejalan dengan kebijakan Tiongkok.

Perusahaan Jerman yang beroperasi di Tiongkok baru-baru ini menyuarakan keprihatinan, melalui Delegasi Industri dan Perdagangan Jerman. Sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs web organisasi tersebut pada 24 November mengatakan, “Kami telah mengamati bahwa keputusan bisnis tanpa campur tangan luar adalah dasar kuat untuk inovasi dan pertumbuhan.”

“Jika usaha-usaha ini untuk mempengaruhi perusahaan investasi asing terus berlanjut, tidak dapat dikesampingkan bahwa perusahaan Jerman mungkin mundur dari pasar Tiongkok atau mempertimbangkan kembali strategi investasi,” bunyi pernyataan tersebut.

Bertentangan dengan lingkungan bisnis yang kurang menguntungkan di Tiongkok, perusahaan Jerman terus memiliki kepercayaan terhadap investasi mereka di Taiwan, menurut survei kepercayaan bisnis tahunan terbaru yang dipublikasikan oleh German Trade Office Taipei pada 30 November.

Survei tersebut menemukan bahwa 39 persen perusahaan berencana untuk berinvestasi di lokasi baru di Taiwan dalam dua tahun ke depan, sementara 67 persen menemukan otoritas Taiwan bersikap ramah atau sangat ramah terhadap bisnis.

Sementara Tiongkok daratan terus hidup di bawah peraturan satu partai, orang Taiwan telah menikmati pemerintahan yang demokratis sejak tahun 1990-an. Lingkungan bisnis juga lebih bebas.

“[Di Taiwan], sebuah sistem yang berbasis pada demokrasi dan kebebasan, kerja sama antara industri dan pemerintah adalah basis pengembangan masa depan,” kata Axel Limberg, direktur eksekutif Kantor Perdagangan Jerman Taipei, dalam sebuah wawancara dengan New Tang Dynasty Television Asia Pasifik (NTDTV AP), menambahkan bahwa dia belum pernah melihat pihak berwenang Taiwan mengganggu bisnis asing. (ran)

Pengacara HAM di Tiongkok Membela Ratusan Praktisi Falun Gong Tahun Ini

Pengacara hak asasi manusia Tiongkok, meski mendapat tekanan, terus menghadapi kasus terberat, membela praktisi Falun Gong.

Di Tiongkok pada bulan Juli 2015, ratusan pengacara hak asasi manusia disapu oleh tindakan keras yang telah terjadi sebelumnya, dan banyak pengacara tersebut masih dipenjara dan menghadapi penyiksaan. Namun, pada 2017, pengacara telah membela ratusan praktisi Falun Gong di pengadilan.

Menurut statistik terbaru dari Minghui.org, sebuah situs yang berbasis di AS yang melacak penganiayaan Falun Gong di Tiongkok, pengacara Tiongkok telah mewakili lebih dari 350 praktisi Falun Gong di pengadilan dan memperjuangkan atas ketidakbersalahan mereka, sejak awal tahun ini sampai akhir Oktober Pada bulan Oktober saja, pengacara mewakili 31 praktisi yang diadili.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin spiritual kuno dengan latihan meditasi, dan ajaran inti tentang sejati, baik, dan sabar. Sejak diperkenalkan ke publik pada tahun 1992, para praktisi berbagi dengan keluarga dan teman-teman tentang perbaikan kesehatan fisik dan peningkatan spiritual yang mereka alami, dan praktik tersebut menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Tiongkok di antara semua bagian masyarakat.

Pada bulan Juli 1999, rezim Tiongkok, yang dipimpin oleh pemimpin Partai, Jiang Zemin, menjadi takut akan popularitas Falun Gong, negara tersebut memperkirakan 70 juta di Tiongkok telah menerapkan latihan tersebut, dan praktisi melaporkan bahwa jumlahnya mencapai 100 juta, kemudian meluncurkan sebuah penganiayaan di seluruh dunia, melemparkan jutaan praktisi Falun Gong ke penjara, pusat pencucian otak, dan kamp kerja paksa, dengan tujuan memaksa mereka untuk meninggalkan keyakinan mereka.

Dalam Pertahanan seorang Guru

Membela praktisi Falun Gong mungkin adalah kasus terberat yang bisa dilakukan pengacara di Tiongkok: Pengacara dipukuli, ditahan, dan dicabut izinnya.

Dengan mengambil kasus Falun Gong, pengacara memiliki kesempatan untuk memperdebatkan peraturan hukum di Tiongkok dengan meminta perlindungan hukum Tiongkok untuk kebebasan berkeyakinan dan kebebasan berbicara. Dua kasus dari tahun ini menggambarkan pendekatan mereka.

Liang Jianjun, seorang guru berusia di atas 20 tahun di Sekolah Tinggi Pendudukan Kota Lechang di Propinsi Guangdong, Tiongkok selatan, diculik di tempat kerjanya pada 25 Mei 2017 oleh petugas keamanan masyarakat setempat dan dilemparkan ke pusat penahanan setempat, menurut Minghui. org.

Kantor 610 setempat, sebuah kepolisian rahasia mirip Gestapo yang didirikan dengan tujuan melakukan penganiayaan, bekerja dalam kerahasiaan dengan kantor kejaksaan setempat untuk memberikan tuduhan pada Liang dengan kode kriminal yang menakutkan “sekte takhayul atau masyarakat terselubung,”dimana rezim Tiongkok tersebut menggunakannya untuk melegitimasi penganiayaan Falun Gong. Pada 7 November, Liang dibela oleh seorang pengacara yang bermarga Li dan seorang pengacara lain bernama Zheng dari Beijing, di sebuah pengadilan di Lechang.

Untuk membela Liang, Zheng mengutip Pasal 36 Konstitusi Tiongkok, yang menjamin kebebasan keyakinan beragama kepada warga negara.

Zheng juga menyatakan bahwa Pasal 251 Hukum Pidana menetapkan: “Setiap pejabat alat pemerintahan negara yang secara tidak sah menghilangkan kebebasan beragama atau melanggar budaya dan kebiasaan kelompok etnis, jika keadaannya serius, harus dijatuhi hukuman penjara permanen selama tidak lebih dari dua tahun karena penahanan pidana.”

Sidang berlangsung selama tiga jam. Menurut informasi terbaru tentang Minghui.org, Liang saat ini ditahan di Pusat Penahanan Sangongli di Lechang, sambil menunggu pengumuman hukuman yang diperkirakan akan datang dalam tiga bulan.

Kalimat Ilegal

Wang Yuhong, 54 tahun, mantan karyawan yang bekerja di sektor listrik Beijing, mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1996. Setelah Juli 1999, dia berulang kali dianiaya, termasuk menjadi sasaran kerja paksa dan cuci otak. Dia juga dipecat dari pekerjaannya karena keyakinannya.

Penindasan tersebut memberi tekanan dan keputusasaan pada ayahnya yang meninggal tak lama setelah mengetahui bahwa Wang ditahan oleh keamanan publik setempat pada bulan Maret 2008.

Pada tanggal 13 Mei 2017, Wang sekali lagi dipaksa dibawa ke kantor polisi setempat. Polisi kemudian menggeledah rumahnya, membawa empat komputer, satu printer, dan beberapa buku ajaran Falun Gong, menurut Minghui.org. Wang diadili pada 2 November. Dia menyewa Wang Lei (tidak ada hubungan keluarga) sebagai pengacaranya.

Pada hari persidangan di sebuah pengadilan di Distrik Chaoyang di Beijing, Wang Lei berpendapat bahwa polisi secara ilegal menahannya dengan membawa Wang pergi tanpa menunjukkan identitas mereka atau surat perintah penangkapan. Selain itu, apa yang disebut bukti memberatkan, buku, komputer, dan materi lainnya tentang Falun Gong, adalah tuduhan tak berdasar yang diberikan bagaimana kebebasan berbicara dijamin oleh konstitusi Tiongkok. Pengacara tersebut berpendapat bahwa kebebasan berbicara membuatnya sah bagi materi Falun Gong diterbitkan dan Wang memilikinya.

Wang sejak itu telah dijatuhi hukuman satu setengah tahun penjara. (ran)

Jepang Membutuhkan Rudal dengan Jangkauan yang Cukup untuk Menyerang Korea Utara

Epochtimes.id- Dua sumber kepada Reuters menyebutkan bahwa Jepang sedang bersiap untuk mendapatkan rudal yang mampu ditembakkan secara presisi. Rudal ini nantinya mampu menyerang lokasi rudal milik Korea Utara.

Jepang berencana untuk memasukkan anggaran ini ke dalam anggaran pertahanan berikutnya mulai April tahun depan untuk mempelajari apakah pesawat tempur F-15 milik Jepang mampu menembakkan rudal jarak jauh.

Jenis rudal jarak jauh tersebut termasuk rudal Joint Air-to-Surface Standby Lockheed Martin Corp (JASSM-ER), yang dapat mencapai target 1.000 km. Laporan ini dibeberkan oleh salah satu sumber yang mengetahui rencana tersebut.

“Ada kecenderungan global untuk menggunakan rudal jarak jauh dan wajar jika Jepang ingin mempertimbangkannya,” katanya.

Sumber itu meminta untuk tetap diberi nama anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara ke media.

Fuji Television melaporkan Jepang juga tertarik untuk membeli rudal Joint Strike 500 km yang dirancang oleh Norway’s Kongsberg Defense & Aerospace untuk dibawa oleh pesawat tempur siluman F-35.

Namun demikian, tak satu pun dari dua item tersebut termasuk dalam permintaan anggaran sebesar 5,26 triliun yen ($ 46,76 miliar) yang telah diajukan oleh Kementerian Pertahanan Jepang.

“Namun dana tambahan akan tersedia untuk mengevaluasi pembelian rudal tersebut,” lanjut sumber tersebut.

Dinamika tersebut menunjukkan ancaman yang berkembang ditimbulkan oleh rudal balistik Korea Utara telah memberi pendorong peningkatan kemampuan alutsista dalam perencanaan militer.

Pembatasan pada senjata penyerangan yang diberlakukan oleh konstitusi perang Jepang terhadap kekuatan rudal Jepang terdiri dari rudal anti-pesawat terbang dan anti-kapal dengan jarak tempuh kurang dari 300 km (186 mil).

Setiap keputusan untuk membeli senjata jarak jauh yang mampu menempuh  Korea Utara atau bahkan daratan Tiongkok akan menjadi kontroversial. Namun demikian para pendukung berpendapat alutsista tersebut dapat memainkan peran defensif.

“Kami saat ini tidak melihat pendanaan untuk ini,” kata Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan pada Selasa di sebuah konferensi pers.

“Kami mengandalkan Amerika Serikat untuk menyerang basis musuh dan tidak melihat-lihat perubahan apa pun mengenai bagaimana kami berbagi peran kami,” tambahnya.

Sebelum dia memulai jabatannya pada Agustus lalu, Onodera memimpin sebuah kelompok anggota parlemen Partai Demokrat Liberal yang memerintah agar merekomendasikan pemerintah Jepang memperoleh alutsita penyerang yang mampu mencegah Pyongyang meluncurkan serangan ke Jepang.

Korea Utara sejak itu telah menembakkan rudal balistik di atas wilayah Jepang. Belum lama ini Korut lagi-lagi menggelar uji coba rudal balistik antar benua yang melesat ke ketinggian lebih dari 4.000 km sebelum jatuh ke Laut Jepang. Area ini masuk dalam zona ekonomi eksklusif Jepang. (asr)

Sumber : Reuters via The Epochtimes

Presiden Duterte Tanda Tangani Proklamasi Pemberontak Partai Komunis Sebagai Teroris

Epochtimes.id- Presiden Filiphina Rodrigo Duterte pada Selasa (5/12/2017) resmi menandatangani proklamasi yang mengumumkan Partai Komunis Filipina – Tentara Rakyat Baru atau Communist Party of the PhilippinesNew People’s Army (CPP-NPA) sebagai organisasi teroris.

Deklarasi tersebut menandai sebuah perubahan besar dalam hubungan pemerintah Filiphina dengan pemimpin yang sulit diajak berdialog dan pasukan kiri bersenjata.

Juru Bicara Kepresidenan, Harry Roque Jr. mengatakan Duterte menandatangani proklamasi yang mengumumkan CPP-NPA sebagai organisasi teror dengan menggunakan Undang-Undang Penegakan Pencegahan Terorisme di negara tersebut sebagai landasan.

Jubir Kepresidenan mengatakan, setelah penandatanganan proklamasi tersebut, Kementerian Eksekutif Salvador Medialdea, dalam sebuah memorandum, memerintahkan Kementerian Kehakiman Vitaliano Aguirre mengajukan petisi ke pengadilan.

Nantinya, di Pengadilan untuk mengklasifikasikan CPP-NPA sebagai kelompok teroris, sesuai dengan ketentuan UU di negara tesebut yang menetapkan tindakan yang didefinisikan sebagai terorisme.

Juru bicara kepresidenan tersebut menambahkan bahwa petisi tersebut diajukan ke pengadilan dikarenakan “mengingat tindakan kekerasan CPP-NPA yang menabur dan menciptakan kondisi ketakutan dan kepanikan yang meluas dan luar biasa di antara masyarakat.”

Penasihat Presiden untuk Proses Perdamaian, Yesus Dureza menjelaskan bahwa setelah dikeluarkannya proklamasi eksekutif, langkah selanjutnya adalah agar Departemen of Justice (DOJ) mengajukan ke pengadilan “larangan” kepada CPP-NPA sebagai kelompok teror berdasarkan UU di negara tersebut.

Roque menjelaskan bahwa DOJ harus meminta persetujuan dari pengadilan ketika menyatakan CPP-NPA sebagai teroris karena tindakan eksekutif dinilai masih tidak cukup.

“Mereka (CPP-NPA) telah diproklamirkan oleh Presiden dan itu sudah berlaku, tentu saja, kita tak berbicara damai dengan teroris sekarang,” katanya.

“Tapi untuk keperluan UU, Pengadilan harus memutuskan bahwa berdasarkan petisi pemerintah bahwa CPP-NPA sebenarnya adalah organisasi teroris,” tambahnya.

Proses pengadilan akan memberi kesempatan kepada CPP-NPA untuk didengar pendapatnya.

Presiden Filiphina pada November lalu mengakhiri pembicaraan dengan Front Demokratik Nasional Filipina (NDFP) di tengah serangan pemberontakan yang terus berlanjut terhadap militer.

Duterte juga baru-baru ini memerintahkan konsultan NDFP yang dibebaskan secara kondisional sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam perundingan perdamaian untuk “menyerah atau menghadapi tindakan hukuman.”

Ada harapan tinggi ketika Duterte berkuasa bahwa perdamaian akhirnya bisa dicapai antara pemerintah dan komunis setelah lima dekade pemberontakan.

Tapi harapan semacam itu pupus setelah Presiden memutuskan untuk membatalkan perundingan karena pembangkangan yang terus dilakukan oleh gerilyawan komunis. (asr)

Sumber : news.abs-cbn.com

Tembakan Mati Milisi Houthi ke Mantan Presiden Yaman Setelah Beralih Sisi dalam Perang Sipil

Epochtimes.id- Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh tewas dalam penembakan pada Senin tak lama setelah beralih sisi dalam perang sipil Yaman.

Dia sebelumnya menyatakan meninggalkan mitranya milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran untuk mendukung koalisi dipimpin oleh Arab Saudi.

Sumber di milisi Houthi mengatakan pejuangnya menghentikan kendaraan lapis baja Saleh dengan tembakan roket RPG di luar ibukota Sanaa dan kemudian menembaknya hingga tewas.

Sumber di partai Saleh mengonfirmasi bahwa dia tewas dalam serangan saat konvoi.

Rekaman yang tidak diverifikasi kebenarannya memperlihatkan tubuh Saleh berdarah setelah diserang milisi Houthi.

Ali Abdullah Saleh tewas setelah menghentikan aliansinya dengan Houthi setelah hampir tiga tahun di mana mereka bersama-sama melawan koalisi pimpinan Arab Saudi. Koalisi Arab Saudi mencoba mengembalikan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Dalam pidato di televisi pada Senin, pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi mengucapkan selamat kepada orang-orang Yaman atas apa yang dia gambarkan sebagai sebuah kemenangan melawan sebuah “konspirasi pengkhianatan” yang direkayasa oleh musuh-musuh kelompok Saudi di kelompok tersebut. Namun demikian, dia tidak menyebut kematian Saleh.

Sebelumnya Saleh (75) dalam pidatonya mengatakan dirinya bersiap untuk sebuah “halaman baru” dalam hubungan dengan koalisi Arab Saudi.

Saleh juga menyebut bahwa milisi Houthi sebagai “milisi kudeta.” Tudingan tersebut membuat Houthi menuduh Saleh sebagai pengkhianat.

Peperangan antara mantan sekutu telah menghancurkan penduduk Sanaa yang sebelumnya berpenduduk terpadat. Ini terjadi karena para pejuang Houthi menguasai sebagian besar ibukota tersebut.

Houthi pada Senin meledakkan rumah Saleh sementara jet tempur koalisi Arab Saudi mengebom posisi Houthi.

Jalan buntu di Yaman telah menyebabkan malapetaka terhadap krisis kemanusiaan sebagai akibat blokade yang dipimpin oleh Saudi. Ditambah pertempuran pemberontakan di Yaman mendorong jutaan orang dilanda kelaparan dan wabah penyakit mematikan.

Pandangan sekarang akan beralih ke sekutu politik dan komandan militer Saleh. Sebelumnya pasukan ini membantu gerakan Houthi ke selatan pada tahun 2014 untuk menguasai wilayah-wilayah di Yaman barat.

“Apa yang terjadi sekarang dan apakah keluarga dan sekutu politiknya bertempur? belum jelas,” kata Adam Baron, pakar Yaman di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa.

“Rakyatnya akan marah, dan banyak pasti akan keluar untuk darah, tapi ada banyak di posisi tengah terutama di antara suku-suku yang akan berpihak dengan siapa pun yang tampak lebih kuat,” katanya.

Saleh sebelumnya pernah membandingkan 33 tahun kekuasaannya di Yaman untuk “menari di kepala ular”, sebuah periode yang mencakup penyatuan konservatif di Utara dan selatan Yaman, perang sipil, pemberontakan, militan dan permusuhan antar suku.

Tapi dia dipaksa lengser dari kekuasaan pada 2012 setelah pemberontakan Arab Spring. Saleh terluka akibat percobaan pembunuhan hingga mengarah ke politik transisi yang ditengahi Arab Saudi.

Dia melarikan diri ke sekutunya satu kali Arab Saudi untuk mengobati luka-lukanya dan pangeran di Riyadh mengizinkan dia untuk kembali ke Yaman beberapa bulan kemudian.

Namun akhirnya menjadi sesuatu yang disesali saat Saleh membuyarkan rencana transisi dan kemudian bergabung dengan Houthi.

Hal itu membuat panggung untuk peran terakhirnya – yaitu sekutu gerakan Houthi yang sebelumnya dia pertaruhkan enam kali selama masa kepresidenannya sendiri, dan kepada Iran selaku pendukung politik Houthi.

Tapi mereka bersaing untuk mendapatkan supremasi atas wilayah yang mereka kuasai, termasuk Sanaa. Kota ini dirampas oleh Houthi pada September 2014, dan perseteruan Saleh dengan Houthi pecah dalam pertempuran terbuka pada 29 November.

Manuver tersebut berakhir pada Senin, saat rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan jenazah Saleh.

Pejabat di partai Kongres Rakyat Rakyat mengatakan bahwa Saleh terbunuh di luar Sanaa akibat tembakan RPG dan serangan senjata saat konvoinya bersama dengan asisten sekretaris GPC, Yasser al-Awadi.

Kematiannya dikonfirmasi oleh keponakan Saleh dan mantan kepala pasukan keamanan Yaman, Yahya Mohammed Abdullah Saleh, yang memuji dia sebagai martir di laman facebooknya. (asr)

Sumber : Reuters/Al-Ahram

Apakah Teori Kebahagiaan Einstein Sesukses Seperti Relativitas Umum ?

0

Pada tahun 1915, Albert Einstein menerbitkan Teori Relativitas Umum-nya, dengan alasan bahwa alam semesta terdiri dari materi dasar: ruang waktu. Apalagi, katanya, materi dasar ini, yang bisa dibayangkan seperti kain, bisa melentur oleh benda masif. Membelok dan melengkung yang dihasilkan menjelaskan apa yang kita anggap sebagai gravitasi.

Lebih dari seratus tahun kemudian, relativitas umum telah terbukti menjadi kerangka kerja paling sukses untuk memahami alam semesta, membimbing ilmuwan ke lubang hitam, pelebaran waktu, dan gelombang gravitasi, serta penemuan lainnya yang tak terhitung jumlahnya.

Tujuh tahun setelah Einstein merumuskan relativitas umum, dia juga menyodorkan teori lain. Yang ini tidak persis terkait dengan fisika, ruang kemudi intelektualnya, juga tidak terperinci secara terperinci dalam publikasi ilmiah. Sebaliknya, renungan singkat tersebut menggambarkan resepnya untuk kebahagiaan, dan ditulis di atas sebuah alat tulis dari Imperial Hotel di Tokyo, Jepang. Kantongnya kosong, Einstein dengan nada meminta maaf kepada sang pembawa pesan sebagai pengganti tip, mengatakan bahwa itu bisa bernilai jauh lebih lama.

Dia benar. Catatan yang memuat “Teori Kebahagiaan” Einstein yang dijual di lelang minggu lalu seharga $1,56 juta. Penjual tersebut dikabarkan menjadi keponakan sang pembawa pesan tersebut.

Lelang yang sangat dipublikasikan akhirnya mengungkapkan kebijaksanaan Einstein tentang kepuasan terhadap publik setelah sembilan puluh lima tahun ditulis:

“Kehidupan yang tenang dan sederhana membawa lebih banyak kebahagiaan daripada mengejar kesuksesan yang dikombinasikan dengan kegelisahan yang konstan.”

Sangat menarik bahwa Einstein menulis sesuatu seperti itu, karena sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk pencarian intelektual yang sulit dan revolusioner. Mungkinkah dia merasa anak laki-laki yang terbebani saat itu? Pada bulan Oktober 1922, ketika Einstein menuliskan pemikirannya tentang kebahagiaan di hotel Tokyo itu, dia baru saja diberitahu bahwa dia telah memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang Fisika. Tak ayal publisitas dan ketenaran mendadak secara fisik dan mental melelahkan.

Jadi, bagaimana “Teori Kebahagiaan Einstein” berdiri setelah bertahun-tahun? Kebahagiaan jauh lebih relatif daripada relativitas umum, jadi sulit bagi sains untuk menawarkan jawaban pasti. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa beralih dari pekerjaan reguler ke kehidupan hingar-bingar wirausaha dan kewiraswastaan ​​benar-benar mengarah pada peningkatan kepuasan hidup, telah membantah catatan Einstein. Studi lain menunjukkan bahwa orang-orang yang paling bahagia menjalani kehidupan yang “seimbang”, bekerja sedikit diatas tujuh jam per hari, sering berolahraga, menikmati makanan yang dimasak lima kali seminggu, dan bertemu teman mereka sekali seminggu, memperkuat catatan Einstein.

Salah satu eksplorasi ilmiah yang paling mendalam tentang kebahagiaan dan kesuksesan diterbitkan pada tahun 2005. Periset meninjau ulang 225 studi dan menyaring bahwa kebahagiaan lebih sering mengarah pada kesuksesan dan bukan sebaliknya. Singkatnya, “kebahagiaan [mengarah] terhadap perilaku yang sering menghasilkan kesuksesan lebih lanjut dalam pekerjaan, hubungan dan kesehatan, dan keberhasilan ini berawal dari pengaruh positif seseorang.”

Jadi, mungkinkah saat itu adalah momen tenang dan perenungan Einstein yang memberinya kebahagiaan untuk bekerja dengan tekun dan mencapai begitu banyak?

Sebagaimana banyak psikolog telah mengamati, manusia berjalan di atas “hedonistic treadmill”, usaha pencarian kebahagiaan yang melelahkan.

“Kita bekerja sangat keras untuk mencapai sebuah tujuan, mengantisipasi kebahagiaan yang akan dialaminya. Sayangnya, setelah perbaikan singkat, kita dengan cepat meluncur kembali ke garis dasar kita, dengan cara biasa pada umumnya mulai mengejar hal berikutnya yang kita yakin akan hampir pasti, dan akhirnya, membuat kita bahagia,” Frank T. McAndrew, seorang Profesor Psikologi di Knox College, menulis.

Itulah sebabnya orang-orang yang seharusnya mencapai puncak kebahagiaan, pemenang undian, pengusaha sukses, dan selebriti, seringkali tidak tampak jauh lebih bahagia daripada orang lain setelah terbiasa dengan situasi mereka.

Pada puncak bintang ilmiah, Einstein mungkin telah melihat ke bawah dari posisi tinggi dan merasa anak laki-laki kurang beruntung. “Teori Kebahagiaan” -nya yang sederhana bisa menjadi hasilnya. Jadi, pertimbangkan nasihat bijak Einstein, tapi jangan berharap itu menjadi sketsa untuk kepuasan seperti relativitas umum adalah untuk memahami alam semesta. (Livescience/ran)

Menhan AS Mendesak Pakistan Meningkatkan Tindakan Terhadap Kelompok Ekstremis

Epochtimes.id- Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis bertemu dengan pemimpin sipil dan militer Pakistan, Senin (4/12/2017) dalam lawatan resminya.

Mattis mendesak Pakistan untuk melipatgandakan tindakan mengatasi kelompok-kelompok ekstremis yang dituduh menggunakan negara tersebut sebagai basis serangan di negara tetangga, Afghanistan.

Mattis, dalam kunjungan satu hari ke Pakistan, mengatakan bahwa negara Asia Selatan telah membuat kemajuan dalam perang melawan militansi dengan negara perbatasan namun perlu dilakukan lebih meluas.

Lebih dari 100 hari sejak Presiden A.S Donald Trump mengumumkan strategi Asia Selatan, dia menyerukan agar lebih tegas terhadap Islamabad.

Pejabat dan analis Amerika Serikat mengatakan bahwa hanya ada sedikit keberhasilan dan tidak jelas bagaimana perkembangan mengatasi ekstremis akan terus dicapai.

Pejabat Amerika Serikat menyatakan telah lama merasa frustrasi dengan  yang mereka lihat dikarenakan keengganan Pakistan untuk bertindak melawan kelompok-kelompok seperti Taliban Afghanistan dan jaringan Haqqani.

Kelompok-kelompok radikal ini dipercayai memanfaatkan tempat berlindung yang aman di wilayah Pakistan untuk melancarkan serangan ke Afghanistan.

“Pakistan harus melipatgandakan upayanya untuk menghadapi gerilyawan dan teroris yang beroperasi di dalam negeri, “kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Mattis, mengunjungi Pakistan untuk pertama kalinya sebagai Menteri Pertahanan, mengatakan sebelum perjalanan bahwa tujuan pertemuannya dengan pejabat Pakistan adalah menemukan kesamaan.

Dalam diskusi dengan Mattis, Perdana Menteri Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi mengatakan bahwa kedua sekutu tersebut memiliki tujuan bersama.

“Kami berkomitmen perang melawan teror,” katanya.

“Tidak ada yang menginginkan perdamaian di Afghanistan lebih dari Pakistan,” tambahnya.

Mattis juga bertemu dengan pejabat tinggi dari militer Pakistan yang berkuasa, termasuk panglima militer Jenderal Qamar Javed Bajwa dan Letnan Jenderal Naveed Mukhtar, Kepala Badan Intelijen Inter-Services Intelligence yang menurut pejabat AS memiliki hubungan dengan Haqqani dan gerilyawan Taliban.

Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa percakapan Mattis ‘langsung “dan spesifik.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa salah satu topik pembicaraan membuat Pakistan membantu mengajak Taliban ke meja perundingan.

Pada Agustus lalu, Trump menggariskan strategi baru untuk perang di Afghanistan, mengkritik Pakistan atas dugaan dukungannya terhadap teroris Afghanistan. Tapi di luar itu, pemerintahan Trump tidak banyak mengartikulasikan strateginya.

Pejabat A.S. mengatakan bahwa mereka belum melihat adanya perubahan dalam dukungan Pakistan untuk teroris, meskipun menerima kunjungan dari pejabat senior Amerika Serikat termasuk Rex Tillerson.

“Kami sangat langsung dan jelas dengan orang-orang Pakistan, kami belum melihat perubahan tersebut diterapkan,” Jenderal John Nicholson, selaku Jenderal tertinggi A.S. di Afghanistan.

Pejabat Pakistan mengembalikan kembali tuduhan Amerika Serikat. Paksitan mengatakan pihaknya telah melakukan banyak hal untuk membantu Amerika Serikat dalam mengejar teroris.

Pejabat Amerika Serikat menyatakan harapan atas hubungan dapat membaik setelah pasangan AS-Kanada yang diculik di Afghanistan dibebaskan di Pakistan pada Oktober lalu dengan ketiga anak mereka.

Sementara pemerintahan Trump menggunakan kata-kata yang lebih keras lagi dengan Pakistan. Namun Islamabad belum mengubah sikapnya. Beberapa ahli mengatakan AS kehilangan pengaruh di Pakistan jika dilihat sebagai intimidasi.

Sementara Mattis menggelar perjalanan ke wilayah tersebut awal tahun ini. Dia tak mengakhiri kunjungannya di Pakistan. Mattis juga mengunjungi saingan utama Pakistan, India.

“Tidak ada tongkat yang efektif lagi karena Pakistan tidak terlalu peduli dengan bantuan AS, namun jumlahnya terus berkurang dan mendapatkan uang yang dibutuhkan di tempat lain,” kata Madiha Afzal dari Institusi Brookings.

Kunjungan singkat Mattis ke Islamabad terjadi seminggu setelah kelompok garis keras di Pakistan membatalkan demonstrasi nasional setelah pemerintah memenuhi permintaannya bahwa seorang menteri yang dituduh menghujat telah mengundurkan diri.

Secara terpisah, seorang tokoh radikal Pakistan yang dituduh mendalangi serangan berdarah tahun 2008 di kota Mumbai, India dibebaskan dari tahanan rumah.

Gedung Putih mengatakan pembebasan tersebut dapat menimbulkan dampak bagi hubungan Amerika Serikat -Pakistan.

“Saya pikir untuk Pakistan, waktunya sangat buruk. Ada pembicaraan tentang kemajuan yang dibuat melawan ekstremis dan di sini Anda memiliki situasi di mana kelompok garis keras pada dasarnya telah menyerahkan semua yang mereka inginkan, “kata Michael Kugelman, dari Woodrow Wilson think tank di Washington. (asr)

(Idrees Ali/Reuters via NTD.TV)