Nekat atau Keterlaluan? : Pria Daratan Tiongkok Menembaki Kamera Keamanan Sepanjang Jalan dengan Ketapel 

EtIndonesia. Kediktatoran brutal PKT (Partai Komunis Tiongkok) semakin kehilangan dukungan rakyat. Sebuah video yang beredar di media sosial  daratan Tiongkok memperlihatkan seorang pria menggunakan ketapel untuk menembaki kamera pengawas di sepanjang jalan. 

Aksi ini dipahami oleh para warganet sebagai bentuk perlawanan terhadap pengawasan PKT, dan banyak yang menyambutnya dengan sorakan dukungan.

Video pengawasan yang beredar itu menampilkan tulisan beraksara sederhana “Wenquan Road (Perusahaan Bahan Peledak Sipil)”. 

Dalam video terlihat seorang pria memegang ketapel dan berjalan di tengah jalan. Ia terlebih dahulu mengarahkan ketapelnya ke sebuah bangunan di sisi kiri jalan dan melepaskan satu peluru. 

Setelah itu, ia berlari beberapa langkah ke depan dan menghancurkan kamera pengawas yang merekam video tersebut. Sebagian besar gambar kamera langsung menjadi buram, hanya terlihat retakan pada kaca lensa.

Banyak warganet di  daratan Tiongkok memberikan komentar dukungan, seperti dengan meninggalkan tulisan :

 “Orang berbakat”,
“Tembakannya sangat tepat”,
“Aku ingin menyumbang uang untuknya”,
“Para sopir berterima kasih padamu, kali ini tidak akan (ditilang) karena pelanggaran.”

Di kota-kota daratan Tiongkok, kamera pengawas yang dipasang pemerintah tersebar di hampir setiap sudut jalan. Kamera-kamera ini dituding digunakan untuk mengawasi warga, atau untuk merekam “pelanggaran lalu lintas” demi mengenakan denda.

Sebelumnya, dari berbagai daerah di daratan juga beredar video yang memperlihatkan sekelompok anak berdiri di persimpangan jalan sambil memperingatkan kendaraan yang melintas bahwa “ada polisi lalu lintas di depan”. 

Video-video tersebut juga menuai banyak tanda suka dari warganet. Sejumlah netizen berkomentar bahwa hal ini menunjukkan betapa tidak populernya pemerintah PKT di mata rakyat.

Editor penanggung jawab: Chen Zhenjin)

Trump : Meksiko Akan Hentikan Pasokan Minyak ke Kuba, Kuba Terancam Pemadaman Listrik Total

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengatakan kepada media bahwa Meksiko akan menghentikan pasokan minyak ke Kuba, negara yang saat ini mengalami kekurangan energi parah. Ia juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan kontak dengan pimpinan Kuba. 

Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Luar Negeri Kuba menyatakan bahwa meskipun kedua negara masih menjaga komunikasi, belum ada dialog resmi yang dimulai. Seiring Washington terus memperketat sanksi ekonomi terhadap Kuba, negara tersebut kini menghadapi krisis energi dan ekonomi yang sangat serius.

“Kuba sekarang adalah negara yang gagal. Mereka tidak bisa lagi mendapatkan uang dari Venezuela, dan juga tidak bisa mendapatkan uang dari tempat lain mana pun. Itu adalah negara yang gagal. Meksiko akan berhenti mengirimkan minyak kepada mereka,” kata Trump. 

Meksiko merupakan pemasok minyak tunggal terbesar bagi Kuba. Diperkirakan pada tahun 2025, Meksiko menyalurkan rata-rata 12.284 barel minyak per hari ke Kuba, yang mencakup 44% dari total impor minyak mentah Kuba.

Kuba sangat bergantung pada bahan bakar impor dan produk minyak jadi untuk pembangkit listrik, bensin, serta bahan bakar penerbangan. Selama bertahun-tahun, sanksi Amerika Serikat yang dikombinasikan dengan krisis ekonomi yang parah telah membuat rezim komunis Kuba tidak mampu membeli energi dalam jumlah cukup. Negara itu pun terpaksa bergantung pada segelintir sekutu, sehingga dalam jangka panjang terus mengalami kekurangan energi dan pemadaman listrik berskala besar.

 Januari lalu, setelah diktator Venezuela Nicolás Maduro ditangkap oleh militer Amerika Serikat, Washington menguasai ekspor minyak Venezuela. Langkah ini secara efektif memutus dukungan dari sekutu terpenting Kuba, dan semakin memperburuk kondisi energi negara tersebut.

Trump menambahkan: “Saya berharap bisa memperhatikan rakyat Kuba yang sekarang berada di sini. Kami memiliki banyak orang Kuba; mereka diusir dari Kuba atau melarikan diri dari sana. Mereka datang dengan rakit, menyeberangi lautan yang penuh hiu. Banyak dari mereka ingin kembali, setidaknya ingin mengunjungi keluarga mereka. Saya rasa kita sudah cukup dekat. Saat ini kami sedang berhubungan dengan para pemimpin Kuba.”

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernández de Cossío, pada 2 Februari mengatakan bahwa Kuba dan Amerika Serikat memang masih menjaga komunikasi, namun belum memasuki tahap dialog resmi.

“Kami juga yakin bahwa ada banyak isu yang dapat dibahas oleh kedua pihak, termasuk banyak perbedaan pendapat. Dan di antaranya, mungkin cukup banyak yang dapat ditemukan solusinya melalui dialog,” katanya. 

Saat ini, Kuba tengah terjerumus dalam krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Dengan pasokan listrik dan bahan bakar yang berada di ambang kehancuran, sistem kesehatan dan pasokan pangan juga ikut terancam. Jika Meksiko secara resmi menghentikan pengiriman minyak, Kuba dikhawatirkan akan menghadapi pemadaman listrik total di seluruh negeri.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Selasa (3 Februari) menyatakan bahwa Meksiko minggu ini akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Kuba. Bantuan tersebut terutama berupa barang-barang non-minyak. Ia sebelumnya menegaskan bahwa langkah ini akan dilakukan dengan harapan “tidak berkonfrontasi dengan Amerika Serikat.” (Hui)

Reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, laporan dari Amerika Serikat.

Menjelang Dimulainya Putaran Terbaru Pembicaraan Trilateral, Rusia Serang Ukraina dengan 71 Rudal dan 450 Drone

Etindonesia. Sehari sebelum Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina dijadwalkan menggelar putaran kedua perundingan tiga pihak, Rusia melancarkan serangan rudal dan drone terbesar tahun ini terhadap Ukraina. Hanya dalam semalam, ribuan warga Kyiv kehilangan pemanas di tengah suhu ekstrem di bawah minus 20 derajat Celsius. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin kembali mengingkari janji. Sebelumnya, Putin dikatakan telah berjanji kepada Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan serangan terhadap Ukraina sementara waktu karena gelombang udara dingin yang melanda kawasan tersebut.

Menjelang Perundingan Damai Baru

Rusia Luncurkan 71 Rudal dan 450 Drone, Menggempur Ukraina

Dari Senin (2 Februari) malam hingga Selasa (3 Februari) dini hari, ketenangan singkat di Kyiv mendadak pecah. Rusia melancarkan serangan udara terbesar musim dingin ini terhadap Ukraina, dengan menembakkan 71 rudal, termasuk 32 rudal balistik (jumlah tertinggi yang pernah tercatat), 28 rudal jelajah, serta mengerahkan 450 drone tempur.

Serangan tersebut memicu kebakaran di gedung-gedung tinggi dan menyebabkan puluhan korban tewas dan luka-luka di seluruh negeri. 

Selain Kyiv, infrastruktur energi di berbagai wilayah Ukraina juga menjadi sasaran, termasuk Sumy di utara, Kharkiv di timur laut, Dnipro di wilayah tengah, serta Odesa di selatan. Kondisi ini membuat pekerjaan perbaikan fasilitas yang sudah sulit menjadi semakin berat.

Serangan ini menyebabkan 1.170 gedung apartemen di Kyiv lumpuh sistem pemanasnya, sementara di Odesa sekitar 50.000 orang mengalami pemadaman listrik, di saat suhu udara di Ukraina telah turun hingga minus 20 derajat Celsius.

Warga Ukraina, Hlobenko, mengatakan: “Menurut kalian, di mana sebenarnya perundingan itu? Mereka (Rusia) mengklaim setuju untuk berunding, bahkan setuju pada suatu bentuk gencatan senjata. Lalu, di mana gencatan senjatanya? Di mana?”

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina akan menerapkan gencatan senjata selama seminggu. Moskow sebelumnya menyatakan bahwa gencatan senjata berakhir pada hari Minggu lalu, sementara Kyiv menuduh Rusia telah melanggar komitmennya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan: “Faktanya, keputusan gencatan senjata mulai berlaku sejak Jumat malam lalu. Namun malam ini (serangan udara terjadi), kami menilai Rusia telah mengingkari janji mereka.”

Zelensky mengecam Rusia karena menyetujui usulan gencatan senjata sementara dari Amerika Serikat bukan untuk mendukung upaya diplomasi, melainkan untuk memanfaatkan periode paling dingin dalam setahun guna menimbun rudal, dengan tujuan tetap melanjutkan perang.

Juru bicara Gedung Putih Leavitt mengatakan: “Saya berbicara dengan Presiden (Trump) pagi ini mengenai serangan tersebut. Reaksinya adalah sangat menyesalkan, namun tidak merasa terkejut.”

Serangan besar Rusia ini terjadi tepat sehari sebelum putaran kedua perundingan tiga pihak antara Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina. Para analis menilai, langkah ini merupakan sinyal politik dari Moskow untuk menunjukkan sikap keras menjelang meja perundingan.

Sekjen NATO Kunjungi Kyiv di Tengah Dentuman Senjata

Meragukan Ketulusan Gencatan Senjata Moskow

Pada hari Selasa, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengunjungi Kyiv dan bersama Zelensky mengheningkan cipta bagi para prajurit yang gugur, di tengah bunyi sirene serangan udara. Ia juga meninjau langsung pembangkit listrik Kyiv yang diserang pasukan Rusia.

Rutte menyatakan bahwa pencapaian kesepakatan damai berarti harus membuat pilihan-pilihan yang sulit.

Sekjen NATO Mark Rutte mengatakan: “Kesepakatan ini harus dapat diterima oleh semua pihak, terutama oleh Ukraina — ini tidak diragukan lagi. Namun tentu saja, hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Rusia benar-benar memiliki ketulusan untuk mencari perdamaian. Semoga mereka memang serius.”

Rutte juga menyebutkan bahwa ia yakin negara-negara anggota NATO pada tahun 2026 dapat menyediakan 15 miliar dolar AS bagi Ukraina, melalui mekanisme Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina (PURL), untuk membeli senjata buatan Amerika Serikat.

Selain itu, kedua pihak juga membahas isu yang sangat krusial, yaitu jaminan keamanan Ukraina pascaperang.

Zelensky menegaskan: “Yang paling penting adalah, jika Rusia kembali menyerang kami, apa yang siap dilakukan oleh Eropa, apa yang dapat dilakukan Amerika Serikat, dan bagaimana kesiapan mereka untuk bertindak.”

Harian Inggris Financial Times pada hari Selasa mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, menyebutkan bahwa Ukraina telah mencapai kesepahaman dengan negara-negara Barat. Jika Rusia melanggar aturan dalam perjanjian gencatan senjata apa pun di masa depan, hal itu dapat memicu respons militer bertingkat dan terkoordinasi antara Ukraina, Eropa, dan Amerika Serikat.

Reporter New Tang Dynasty Television, Yi Jing, laporan gabungan.

Luar Biasa! Seorang Bocah Australia Berusia 13 Tahun Berenang Selama 4 Jam Demi Menyelamatkan Keluarganya yang Terjebak

EtIndonesia. Seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun di Australia menunjukkan naluri bertahan hidup yang “melampaui orang kebanyakan”. Di tengah laut lepas Australia yang bergelombang besar, ia bahkan melepaskan jaket pelampungnya dan berenang dengan sekuat tenaga selama 4 jam untuk mencari pertolongan. Berkat aksinya, anggota keluarganya yang terjebak di laut akhirnya berhasil diselamatkan, dan ia pun mendapat pujian dari tim penyelamat.

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), pada 30 Januari remaja tersebut sedang berlibur bersama keluarganya di kota wisata Quindalup, Australia Barat. Saat itu, ibu serta dua adik kandungnya yang masih kecil bermain kayak dan paddle board di perairan sekitar, namun terseret arus hingga ke tengah laut. Melihat kejadian tersebut, sang remaja berenang sejauh sekitar 4 kilometer kembali ke daratan untuk melapor dan meminta bantuan.

“Anak itu memperkirakan bahwa selama dua jam pertama ia berenang sambil mengenakan jaket pelampung. Kemudian, pemuda pemberani ini merasa bahwa dengan memakai jaket pelampung ia tidak akan bisa berenang kembali ke darat, sehingga ia melepasnya dan melanjutkan berenang tanpa jaket pelampung selama dua jam berikutnya,” kata relawan penyelamat laut Paul Bresland mengatakan kepada ABC News Australia. 

Menurut BBC, Kepolisian Australia Barat dalam pernyataannya pada 2 Februari menyebutkan bahwa remaja tersebut berhasil menghubungi polisi sekitar pukul 18.00 sore pada 30 Januari. Polisi kemudian melancarkan operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran di sekitar Pantai Quindalup, wilayah Busselton. Akhirnya, sekitar pukul 20:30 malam hari yang sama, helikopter penyelamat menemukan anggota keluarganya tengah mengapung di laut, berpegangan erat pada sebuah papan dayung, sekitar 14 kilometer dari garis pantai.

Inspektur Polisi James Bradley mengatakan bahwa tindakan remaja tersebut “layak mendapat pujian setinggi-tingginya”. Ia mengatakan kepada ABC:

“Tekad dan keberaniannya pada akhirnya menyelamatkan ibu serta adik-adiknya.”

Paul Bresland menggambarkan aksi remaja itu sebagai sesuatu yang “melampaui kemampuan orang biasa”. Ia berkata:

“Saya langsung berpikir, ini benar-benar tidak dapat dipercaya.”

Editor : Cheng Yiren

Pasukan Pakistan Melancarkan Serangan Mendadak, 177 Militan Baloch Tewas dalam 2 Hari

EtIndonesia. Baru-baru ini, wilayah barat daya Pakistan diguncang oleh serangkaian serangan terkoordinasi yang menyebabkan sedikitnya 33 orang—termasuk warga sipil dan personel keamanan—tewas. Menanggapi hal tersebut, pasukan keamanan Pakistan melancarkan beberapa gelombang serangan mendadak sepanjang malam, dan menewaskan sekitar 24 militan bersenjata.

Para analis menyatakan bahwa dalam dua hari terakhir, jumlah militan yang tewas telah mencapai total 177 orang, mencatat rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. 

Menurut laporan Associated Press (AP), sejak 31 Januari dini hari, polisi Pakistan dengan dukungan militer melancarkan operasi terhadap Tentara Pembebasan Balochistan (Baloch Liberation Army/BLA). 

Sebelumnya, hampir 200 militan terbagi dalam beberapa kelompok dan melancarkan serangan “terkoordinasi” berupa bom bunuh diri dan penembakan, yang menargetkan kantor polisi, rumah warga, serta fasilitas keamanan di provinsi tersebut.

Serangan akhir pekan yang diklaim dilakukan oleh Tentara Pembebasan Balochistan itu menewaskan sedikitnya 18 warga sipil dan 15 personel keamanan, memicu kecaman keras dari berbagai kalangan di Pakistan.

 Para pemimpin politik lintas partai—termasuk partai yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Imran Khan yang kini dipenjara—secara serempak mengecam terjadinya tindakan kekerasan. (Hui).

YELLO Hotel Jemursari Surabaya Hadirkan “Urban District Market”, Destinasi Baru Urban Lifesyle di Kota Pahlawan

0

SURABAYA, 2026 – Menjawab kebutuhan masyarakat urban akan ruang berkumpul yang kreatif dan dinamis, YELLO Hotel Jemursari Surabaya resmi meluncurkan “Urban District Market – Special Market Edition”. Pasar urban modern ini dirancang sebagai pusat aktivitas yang menggabungkan belanja produk lokal, kuliner kekinian, dan hiburan langsung dalam satu lokasi, setiap Kamis dan Jumat mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

Acara ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, melainkan sebuah ruang ekspresi bagi pelaku UMKM, brand lokal, dan komunitas kreatif Surabaya. Pengunjung dapat menjelajahi beragam stan yang menampilkan produk unik mulai dari fashion, aksesoris, karya seni (artwork), kopi spesialti, nail art, hingga berbagai pilihan makanan dan minuman (food & drinks) yang sedang tren.

Atmosfer Urban Hangout dengan Live Entertainment
Untuk memperkaya pengalaman, Urban District Market juga menghadirkan DJ Live Performance dan Live Music yang akan mengiringi suasana sore hingga malam. Alunan musik yang enerjik dan santai ini diharapkan menciptakan atmosfer hangout ala urban lifestyle yang nyaman dan stylish, menjadikannya destinasi ideal untuk melepas penat setelah beraktivitas.

Martha Chrisma, Asst Marketing Brand Manager YELLO Hotel Jemursari Surabaya, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung ekosistem kreatif lokal.
“Melalui Urban District Market, kami ingin menciptakan sebuah platform yang tidak hanya mendukung brand lokal, tetapi juga menjadi destinasi gaya hidup baru di Surabaya. Ini adalah ruang untuk berkumpul, berekspresi, dan menikmati hiburan dalam satu pengalaman yang utuh,” ujarnya.

Dukungan untuk UMKM dan Ekosistem Lokal
Special Market Edition kali ini turut didukung oleh berbagai tenant dan partner lokal yang menghadirkan produk-produk eksklusif. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat jaringan komunitas kreatif di Surabaya.

Dengan konsep yang fun, interaktif, dan modern, Urban District Market menawarkan alternatif aktivitas yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama teman, keluarga, atau rekan kerja.

“Zumba Party Vol. 2” Sukses Kobarkan Semangat Hidup Sehat Komunitas di Grand Mercure Malang Mirama

Malang – Semangat hidup sehat kembali dikobarkan di Kota Malang melalui gelaran “Zumba Party Volume 2”. Acara yang digelar oleh Muse Health Club, fasilitas kebugaran Grand Mercure Malang Mirama, bekerja sama dengan Radio MAS 104.5 FM Malang ini, sukses menarik antusiasme puluhan peserta dari berbagai kalangan, Minggu (31/1) pagi.

Bertempat di area hotel bintang lima tersebut, sekitar 50 peserta yang berasal dari komunitas Zumba dan masyarakat umum Malang Raya tampak bersemangat mengikuti gerakan dinamis yang dipandu oleh instruktur profesional, Zin Diandra & Zin Puput. Tema selebrasi Imlek yang diusung tercermin dari dominasi warna merah pada pakaian para peserta, menciptakan atmosfer yang energik dan penuh keceriaan sejak pukul 06.00 pagi.

Lebih dari Sekadar Olahraga, Wadah Komunitas yang Eksklusif
Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk membangun komunitas sehat di Malang.

“Kami melihat antusiasme luar biasa pada volume pertama, sehingga kami hadirkan kembali sesi ini sebagai bagian dari gaya hidup rutin masyarakat. Ini bukan sekadar olahraga bersama, tetapi juga ajang networking yang eksklusif di tengah fasilitas mewah hotel,” ujar Sugito.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah menginspirasi lebih banyak orang untuk memulai hidup sehat dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. Melalui latar belakang kemewahan Grand Mercure Malang Mirama, peserta diajak merasakan pengalaman berolahraga yang berbeda dan berkelas.

Kolaborasi Solid dengan Mitra dan Penawaran Menarik
Sugito juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya acara, terutama Radio MAS 104.5 FM Malang sebagai mitra utama, serta sponsor lainnya seperti Madu Enak, Inaco, Deoksi Clinic Beauty Center, Jab Milk, dan My Republic.

Gelombang Dingin Langka Hantam Florida, Iguana Membeku dan Berguguran dari Pohon

EtIndonesia. Pada Minggu lalu (1 Februari), negara bagian Florida mengalami serangan udara dingin yang jarang terjadi, menyebabkan banyak iguana kehilangan kesadaran karena kedinginan dan jatuh dari pepohonan. Jumlah iguana yang jatuh sangat banyak sehingga pemerintah setempat secara khusus mendirikan pos pengumpulan sementara untuk menerima iguana yang dibawa oleh warga.

Pada hari itu, suhu di Miami, Fort Lauderdale, dan West Palm Beach mencapai rekor terendah, dengan suhu minimum turun hingga minus 1 derajat Celsius (30 derajat Fahrenheit). Ini merupakan cuaca terdingin di Florida Selatan dalam 15 tahun terakhir.

Jessica Kilgore, dari perusahaan jasa pengendalian hama Iguana Solutions, mengatakan kepada stasiun WPLG Local 10 bahwa ia telah mengumpulkan “ratusan pon” iguana yang jatuh. Ia mengenang bahwa pada gelombang dingin sebelumnya, ia menemukan banyak iguana mati di pantai—kemungkinan karena angin laut dingin meniup mereka dari pohon—dan memperkirakan jumlah kali ini akan lebih banyak.

Dalam kondisi normal, hukum Florida melarang warga memindahkan iguana secara sembarangan. Namun karena situasinya dinilai cukup serius tahun ini, Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida (FWC) memutuskan untuk mendirikan titik-titik pengumpulan sementara di seluruh negara bagian.

Media lokal melaporkan bahwa sebuah titik pengumpulan di kota Sunrise berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 iguana dalam satu hari. Seorang warga mengatakan ia membawa 50 hingga 100 iguana, sementara warga lainnya mengaku mengumpulkan lebih dari 100 pon iguana dalam waktu kurang dari satu jam.

Menanggapi fenomena ini, FWC menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa ketika suhu turun dan bertahan mendekati atau di bawah titik beku, iguana hijau akan memasuki kondisi dorman, sementara kehilangan kendali otot. Mereka tampak seperti “membeku”, dan terkadang jatuh dari pohon.

Seiring kenaikan suhu, iguana-iguana tersebut akan pulih dan kembali normal, lalu memanjat kembali ke pepohonan.

Iguana hijau dikategorikan sebagai spesies invasif di Florida. Menurut FWC, hewan ini menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan perekonomian Florida. Iguana yang diserahkan ke FWC akan disuntik mati secara manusiawi atau diserahkan kepada pihak berizin untuk dijual.

Laporan disusun oleh jurnalis Jin Jing / Penyunting Wen Hui

Bill Clinton, yang Namanya Tercantum dalam Berkas Epstein, Setuju untuk Bersaksi di Hadapan Kongres

EtIndonesia. Mantan Presiden AS, Bill Clinton dan istrinya, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, telah setuju untuk hadir di hadapan Kongres untuk memberikan kesaksian dalam kasus pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, menurut Bloomberg.

Komite Pengawasan DPR sedang menyelidiki kasus Jeffrey Epstein, seorang pengusaha yang tercela, dan pengacara keluarga Clinton telah memberi tahu panel bahwa Bill dan Hillary Clinton bersedia hadir dan memberikan kesaksian.

Sebelumnya, DPR telah merencanakan pemungutan suara tentang apakah keluarga Clinton dapat dikenai sanksi penghinaan terhadap Kongres karena sebelumnya mengabaikan panggilan pengadilan terkait penyelidikan Epstein. Dalam surat kepada ketua komite, James Comer dari Partai Republik, pengacara keluarga Clinton mengatakan bahwa klien mereka bersedia untuk mematuhi persyaratan komite dan hadir pada tanggal yang disepakati bersama, sambil meminta konfirmasi bahwa proses penghinaan tidak akan berlanjut.

Kantor Comer mencatat bahwa posisi pengacara masih agak tidak jelas, karena tanggal spesifik untuk kesaksian belum diusulkan. Anggota senior Partai Demokrat di komite tersebut, Anggota Kongres Robert Garcia, menyatakan bahwa keluarga Clinton siap untuk bekerja sama dan menyarankan bahwa Comer tidak punya pilihan selain menerima tawaran tersebut.

Bill Clinton sebelumnya menyatakan bahwa dia telah memutuskan semua hubungan dengan Epstein bertahun-tahun sebelum kematian pengusaha tersebut di penjara New York pada tahun 2019 dan tidak mengetahui aktivitas kriminalnya. Meskipun demikian, mantan presiden tersebut muncul dalam penyelidikan karena penerbangan dengan pesawat pribadi Epstein dan kontak pribadi pada tahun 2000-an.

Hillary Clinton tidak secara langsung terlibat dalam kasus ini, meskipun namanya disebutkan secara tidak langsung melalui interaksi suaminya dengan Epstein setelah dia meninggalkan jabatan publik.

Bloomberg mencatat bahwa seorang mantan presiden AS yang memberikan kesaksian di hadapan badan kongres adalah kejadian yang sangat jarang terjadi. (yn)

Merajut Kolaborasi, Menyambut Ramadan 2026 Bersama Kokoon Hotel Surabaya

Surabaya – Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan hubungan baik yang telah terjalin selama ini, Kokoon Hotel Surabaya menggelar acara Dinner Gathering yang berlangsung di The Arch Bistro, berlokasi di Jalan Slompretan No. 26, Bongkaran, Surabaya. Acara yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh para mitra korporat, perwakilan pemerintah, rekan media, komunitas, hingga influencer.

Dinner Gathering ini dikemas dalam suasana yang hangat dan santai, menjadi ruang silaturahmi sekaligus ajang kebersamaan dalam menyambut tahun baru 2026. Kehadiran para tamu undangan mencerminkan sinergi yang telah terbangun antara Kokoon Hotel Surabaya dengan berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan dan program-program hotel.

Selain sebagai ajang apresiasi, acara ini juga memiliki tujuan strategis untuk memperkenalkan tema serta menu Ramadan 2026 yang akan dihadirkan oleh Kokoon Hotel Surabaya. Bulan Ramadan yang diperkirakan dimulai pada minggu ketiga Februari 2026 menjadi momen penting yang dipersiapkan secara khusus, terutama dalam menghadirkan pengalaman bersantap yang berkesan bagi para tamu.

Dalam kesempatan ini, para tamu undangan tidak hanya mendapatkan gambaran konsep Ramadan yang akan diusung, tetapi juga berkesempatan mencicipi langsung pilihan hidangan yang dirancang sebagai bagian dari sajian berbuka puasa dan Ramadan dining experience di Kokoon Hotel Surabaya yang berteme Pasar Senggol Volume 3. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman awal sekaligus membangun antusiasme menjelang bulan suci.

“Acara Dinner Gathering ini kami selenggarakan sebagai bentuk terima kasih atas kepercayaan dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik selama ini,” ujar Tegar Kanugran, Asst. Marketing Communications Manager Kokoon Hotel Surabaya. “Melalui momen lanching Pasar Senggol Vol.3 ini, kami ingin semakin memperkuat relasi dengan para mitra, sekaligus memperkenalkan lebih awal konsep dan hidangan Ramadan 2026 agar para tamu dapat merasakan langsung pengalaman yang akan kami hadirkan.”

Dengan terselenggaranya Dinner Gathering ini, Kokoon Hotel Surabaya berharap hubungan baik dengan para mitra, media, dan komunitas dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kokoon Hotel Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, pelayanan terbaik, serta pengalaman kuliner yang relevan dan bermakna di setiap momen spesial.

Jenderal Garis Depan PKT : Jika Xi Jinping Datang untuk Inspeksi, Saya sendiri yang Akan Melenyapkannya

EtIndonesia. Baru-baru ini, Du Wen, seorang mantan pejabat dalam sistem pemerintahan yang kini berada di luar negeri, mendorong sebuah program penyelamatan keluarga para jenderal Tentara Komunis Tiongkok (PKT). Setelah itu, sejumlah tokoh militer berpangkat sangat tinggi menghubungi Du Wen.

Pada 2 Februari, Du Wen mengungkapkan di kanal YouTube-nya percakapan antara dirinya dan seorang komandan garis depan PKT, seraya menyatakan bahwa upaya penyelamatan saat ini berjalan lancar. Melalui pertukaran mendalam dengan kalangan militer, Du Wen juga memperoleh informasi terbaru mengenai dinamika di tubuh militer PKT.

Du Wen menyebutkan bahwa saat ini terdapat angka yang mengejutkan di dalam militer: lebih dari 60% prajurit dan lebih dari 80% perwira pada kenyataannya bersimpati dan mendukung Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Kedua tokoh ini digambarkan memiliki wibawa “bak sosok dewa” di kalangan militer.

Zhang Youxia masuk dinas militer pada 1968 dan memiliki pengalaman tempur di garis depan Laoshan. Rekam jejaknya melintasi tingkat kelompok tentara, wilayah militer besar, hingga markas Komisi Militer Pusat. Hampir 60 tahun ia berkiprah di militer, membangun bukan sekadar jabatan, melainkan jaringan personalia yang rapat dan luas. Para kader yang pernah ia promosikan atau tandatangani penunjukannya, secara logika sistem, secara alami menjadi “orang-orangnya”.

Menanggapi istilah yang diajukan media militer, “berganti bulu dan terlahir kembali”, Du Wen menjelaskan bahwa itu pada hakikatnya adalah pembersihan total militer oleh Xi Jinping. Istilah tersebut dinilai sangat kejam, bermakna mencabut bulu dan mematahkan paruh seperti elang, yakni menyapu bersih sistem jenderal yang ada. Akibatnya, seluruh militer terjerumus dalam ketakutan dan kebingungan ekstrem, karena tak seorang pun merasa aman dan siapa pun bisa menjadi target berikutnya.

Jika ketidakpuasan mencapai 80%, mengapa tidak bertindak? Du Wen secara langsung menanyakan hal ini kepada seorang “komandan tentara” yang terancam pembersihan. Sang komandan menjawab lugas:

“Saya juga ingin memberontak bersenjata, tapi di Tiongkok ini lebih sulit daripada memanjat ke langit.”

Ia mengungkap mekanisme pembatasan yang sangat ketat yang dirancang PKT:

Rantai komando terpecah dan pengawasan “xiaofenhong”:

Sang jenderal mengakui bahwa ia hanya dapat memerintah langsung kompi pengawal di sekitarnya. Untuk menggerakkan pasukan besar harus melewati divisi, brigade, resimen, batalion, kompi, peleton, hingga regu—rantai yang terlalu panjang. Selain itu, militer dipenuhi “xiaofenhong” (nasionalis garis keras) dan oportunis; cukup satu orang melapor ke atasan atau polisi, rencana akan langsung terbongkar. Di era komunikasi modern, ruang kerahasiaan nyaris nol.

Distribusi amunisi dan logistik “lintas wilayah”: 

Walau senjata berada di tangan unit, pasokan amunisi skala besar sering kali tidak disimpan secara lokal, bahkan lintas komando teater. Stok yang ada hanya cukup untuk latihan, sama sekali tidak memadai untuk operasi militer berkelanjutan.

Kendala “cabang membangun, teater bertempur”:

Reformasi militer yang didorong Xi Jinping memisahkan total kewenangan komando dan manajemen. Logistik dan komunikasi berada di bawah otoritas berbeda, menciptakan hambatan koordinasi besar. Upaya “menghubungkan” unit-unit berbeda untuk bangkit bersama nyaris mustahil.

Sang komandan kemudian menganalisis kebuntuan saat ini :

Hambatan geografis dan penindasan militer :

Jika unit memberontak di tempat, mereka akan menghadapi serangan “pemenggalan kepala” dari kekuatan darat, laut, udara, dan rudal. Jika menyerang Beijing, kecuali Biro Pengawal Pusat berbalik arah dari dalam, peluang keberhasilan serangan dari luar hampir nol.

“Bermuka dua” dan saling lapor:

Di bawah tekanan tinggi, Komisi Militer Pusat mewajibkan prajurit menulis surat jaminan dan laporan ideologi. Di balik layar semua tidak puas, namun di depan publik harus berperan sebagai “bermuka dua”. Di dalam unit bahkan mulai terjadi saling lapor demi menyelamatkan diri—siapa yang bersimpati pada Zhang Youxia. Kekejaman konflik internal ini bisa melampaui perang sesungguhnya.

Du Wen menilai bahwa langkah-langkah ekstrem Xi Jinping sedang mendorong militer ke tepi jurang. Sang komandan melontarkan pernyataan keras:

“Jika Xi Jinping datang ke unit kami untuk inspeksi, saya pastikan akan menyingkirkannya dengan tangan saya sendiri.”

Pernyataan ini mencerminkan keputusasaan para komandan akar rumput dengan mentalitas “apa pun akhirnya sama-sama mati”.

Pada hari yang sama, komentator urusan aktual Wang Youqun menulis di The Epoch Times, memberikan bukti historis bagi rumor “komandan garis depan ingin menyingkirkan Xi”. Ia menunjukkan bahwa dalam sejarah berdirinya PKT, setidaknya delapan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat mengalami nasib tragis akibat pertarungan hidup-mati internal:

  • Peng Dehuai: Disiksa berat selama Revolusi Kebudayaan, dipenjara 8 tahun dan wafat akibat penganiayaan.
  • He Long: Dituduh menyiapkan “kudeta Februari”, meninggal dalam tahanan karena sakit tanpa perawatan.
  • Lin Biao: Berselisih dengan Mao Zedong, melarikan diri dan tewas dalam kecelakaan pesawat di Öndörkhaan, Mongolia.
  • Zhao Ziyang: Berselisih dengan Deng Xiaoping terkait peristiwa 4 Juni, ditahan rumah 16 tahun hingga wafat.
  • Guo Boxiong, Xu Caihou: Diselidiki karena korupsi; Xu meninggal saat proses peradilan, Guo dijatuhi penjara seumur hidup.
  • He Weidong: Pernah dianggap “orang kepercayaan nomor satu Xi di militer”; pada 2025 dilaporkan dibawa untuk diselidiki, lalu dipecat dari militer, dan dikabarkan bunuh diri.
  • Zhang Youxia: Januari 2026, Zhang Youxia (76) secara resmi diumumkan jatuh.

Wang Youqun menyimpulkan bahwa PKT sejak lama meyakini “kekuasaan lahir dari laras senjata”—siapa menguasai militer, dialah penguasa sesungguhnya. Siapa yang paling dekat dengan Ketua Komisi Militer Pusat? Wakil Ketua. Apa yang paling ditakuti Ketua? Kudeta. Siapa yang paling mungkin melancarkannya? Orang terdekat. Daripada kamu menyingkirkan saya, lebih baik saya menyingkirkan kamu lebih dulu. Inilah sebab utama mengapa Wakil Ketua KMP kerap bernasib buruk.

Wang juga menegaskan bahwa karena kekuasaan militer tidak berasal dari mandat sah rakyat, maka Ketua dan Wakil Ketua KMP akan selalu berada dalam ketidakamanan. (***)

Segelas Susu Segar

EtIndonesia. Seorang mahasiswa miskin, demi membayar uang sekolahnya, berkeliling dari rumah ke rumah untuk menjual barang dagangan.

Saat malam tiba, perutnya terasa sangat lapar, sementara di sakunya hanya tersisa satu koin kecil.

Ketika seorang gadis muda yang cantik membuka pintu, keberaniannya tiba-tiba menghilang. 

Dia tidak berani meminta makanan, dan hanya berkata dengan pelan: “Bolehkah saya meminta segelas air?”

Gadis itu melihat wajahnya yang jelas menunjukkan rasa lapar. Tanpa berkata banyak, dia justru membawakan segelas besar susu segar.

Pemuda itu meminumnya perlahan, lalu bertanya dengan sopan: “Berapa yang harus saya bayar?”

Gadis itu menjawab lembut :  “Kamu tidak berutang apa pun. Ibu kami mengajarkan, jangan pernah meminta imbalan atas perbuatan baik.”

Pemuda itu berkata :  “Kalau begitu, izinkan saya mengucapkan terima kasih dengan sepenuh hati.”

Saat Howard Kelly pergi, dia merasakan tubuhnya menjadi lebih kuat. Bukan hanya fisiknya yang pulih, iman dan kepercayaannya kepada Tuhan dan kepada manusia pun tumbuh kembali.

Padahal sebelumnya, dia telah berada di titik putus asa dan hampir menyerah pada segalanya.

Beberapa tahun kemudian, gadis muda itu jatuh sakit parah. Para dokter setempat sudah angkat tangan.

Akhirnya, keluarganya membawanya ke kota besar untuk menemui para dokter spesialis, guna memeriksa penyakit langka yang dideritanya.

Dokter yang menangani kasus tersebut adalah dr. Howard Kelly.

Ketika dia mendengar bahwa pasien itu berasal dari sebuah kota kecil tertentu, matanya memancarkan cahaya yang aneh.

Dia segera mengenakan jas dokternya dan berjalan menuju bangsal rumah sakit, lalu memasuki kamar pasien.

Sekali melihatnya, dia langsung mengenalinya.

Dia kembali ke ruang diagnosa dan bertekad dalam hati untuk mencurahkan seluruh kemampuannya demi menyelamatkan nyawa wanita itu.

Sejak hari itu, dia memberi perhatian khusus pada kondisi pasien tersebut.

Setelah perjuangan panjang dan melelahkan, akhirnya wanita itu berhasil diselamatkan dan pulih dari penyakitnya.

Suatu hari, bagian administrasi mengirimkan tagihan biaya rumah sakit ke meja dokter untuk ditandatangani.

Dokter itu menatap tagihan tersebut sejenak, lalu menuliskan beberapa kata di tepi kertas, sebelum mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut membuka tagihan tersebut, karena dia yakin perlu menghabiskan seumur hidup untuk melunasi biaya pengobatan itu.

Namun akhirnya dia memberanikan diri membukanya.

Dan matanya tertuju pada kalimat yang tertulis di tepi tagihan itu: “Segelas susu segar telah cukup untuk melunasi seluruh biaya pengobatan.”

Tertanda:
Dr. Howard Kelly

Air mata pun mengalir di wajahnya. Dengan hati penuh syukur, dia berdoa: “Ya Tuhan, terima kasih. Terima kasih atas kasih-Mu yang terus mengalir dan disebarkan melalui hati dan tangan manusia.”

Hikmah Cerita

Ada sebuah kalimat indah dalam film Evan Almighty yang berbunyi:  “Jika setiap orang melakukan satu perbuatan baik secara acak, dunia akan ikut berubah.”

Mengubah dunia memang terdengar sangat sulit. Namun Tuhan mengajarkan satu hal sederhana: mengubah diri sendiri jauh lebih mudah daripada mengubah dunia. Ketika cara berpikir, sikap, dan tindakan seseorang berubah, dunia di sekitarnya pun ikut berubah.

Sebuah senyuman kecil bisa dibalas dengan senyuman lain. Satu perbuatan baik, sekecil apa pun, bisa mengubah takdir seseorang— bahkan, tanpa disadari, juga mengubah takdir diri kita sendiri di masa depan.

Jangan menunda berbuat baik hanya karena terlihat kecil. Jangan meremehkan keburukan meski tampak sepele.

Kami percaya, ketika niat hati berubah, jalan hidup pun ikut berubah. Semoga kita semua hidup dalam kebahagiaan dan keberkahan. (jhn/yn)

Warga Tiongkok Kabur dari Sindikat Penipuan Telekomunikasi, Terlantar di Kamboja dan Tak Bisa Pulang

EtIndonesia. Belakangan ini, otoritas Kamboja melakukan pembersihan terhadap sejumlah kawasan penipuan telekomunikasi. Akibatnya, sejumlah besar warga Tiongkok melarikan diri dari kawasan tersebut namun kemudian terdampar di Kamboja dan tidak dapat pulang ke Tiongkok. 

Saat ini, banyak dari mereka ditempatkan secara terpusat di sebuah gudang besar dengan kondisi yang sangat sederhana. Proses kepulangan belum jelas dan memakan waktu lama, hingga ada yang hampir mengalami gangguan emosional.

Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa sejumlah besar warga Tiongkok yang melarikan diri dari kawasan penipuan telekomunikasi ditempatkan di sebuah gudang besar yang sederhana di dekat bekas bandara Phnom Penh. Di lantai hanya digelar tikar bambu, banyak orang berbaring langsung di lantai. Mayoritas adalah pria, namun ada juga beberapa perempuan. Karena cuaca panas, banyak yang bertelanjang dada. Di dalam gudang, mereka hanya dibagikan sedikit air minum dan makanan.

Mereka yang terlantar ini kehilangan paspor  setelah masuk ke kawasan penipuan, karena paspor telah disita. Mereka hanya bisa menunggu proses deportasi oleh Imigrasi Kamboja untuk dapat kembali ke Tiongkok, namun proses ini diperkirakan akan memakan waktu yang sangat lama.

Dalam salah satu video terlihat seorang pria yang diduga sebagai perantara atau koordinator sedang berbicara kepada para orang yang terlantar tersebut, kemungkinan menjelaskan prosedur serta pengaturan deportasi.

Seorang warga Tiongkok yang menunggu kepulangan di tempat penampungan sederhana itu mengatakan secara langsung:

“Sudah hampir tidak tahan, rasanya mau runtuh.”

Video-video tersebut memicu perbincangan hangat di platform X. Banyak warganet Tionghoa berkomentar:

  • “Lingkungan seperti ini benar-benar tidak memperlakukan mereka sebagai manusia.”
  • “Persis seperti dulu waktu diseret ke tempat karantina.”
  • “Binatang-binatang ini menipu orang ke Kamboja untuk dijadikan ‘babi ternak’, sekarang akhirnya berhasil kabur, tapi negara malah membiarkan kami tidur di lantai pabrik sambil menunggu pesawat?!”

Menurut pernyataan Direktorat Jenderal Imigrasi Kamboja, pada 31 Januari telah mendeportasi 406 warga asing, termasuk 140 warga negara Tiongkok. Sisanya berasal dari Indonesia, Bangladesh, Uganda, Nigeria, Korea Selatan, India, Thailand, dan Sierra Leone.

Pihak Imigrasi menyatakan bahwa orang-orang tersebut melanggar hukum karena masuk secara ilegal, tinggal secara ilegal, bekerja secara ilegal, serta menggunakan dokumen kode QR palsu, sehingga dikenakan tindakan deportasi sesuai hukum.

Pada 31 Januari, polisi Kamboja menggelar operasi penegakan hukum berskala besar di Kota Bavet, Provinsi Svay Rieng, di perbatasan Kamboja–Vietnam. Sekitar 700 personel dikerahkan untuk membongkar kawasan penipuan telekomunikasi A7 dan menangkap lebih dari 2.000 warga asing, termasuk 1.792 warga Tiongkok daratan dan 5 warga Taiwan.

Sebelumnya, di bawah tekanan pemerintah Kamboja, banyak warga Tiongkok korban penipuan yang melarikan diri dari kawasan penipuan mendatangi Kedutaan Besar Tiongkok di Kamboja untuk meminta bantuan. Namun karena tidak memiliki paspor, mereka harus menjalani prosedur deportasi, sehingga waktu kepulangan menjadi sangat tidak pasti. Banyak orang terpaksa terlantar di pinggir jalan di luar gedung kedutaan. Video terkait menyebar luas di internet dan menarik perhatian media internasional.

Baru-baru ini, seorang warganet Tionghoa di Kamboja mengunggah video yang mengatakan bahwa, karena banyaknya warga Tiongkok yang terlantar dan berdampak buruk pada citra pemerintah PKT, semua warga Tiongkok yang sebelumnya berada di luar kedutaan telah dipindahkan secara seragam ke sebuah gudang bekas bandara di Phnom Penh.

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui

AS Menembak Jatuh Drone Shahed Iran yang Mendekati Kapal Induk

EtIndonesia. Pada hari Selasa, militer AS menembak jatuh sebuah drone Iran dan mencegah penangkapan kapal dagang oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Insiden tersebut terjadi di perairan Laut Arab dan Selat Hormuz, hal ini dinyatakan dalam komentar kepada Fox News oleh Kapten Tim Hawkins, perwakilan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Penembakan Shahed-139 di Dekat Kapal Induk

Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) berada di Laut Arab sekitar 500 mil lepas pantai selatan Iran ketika sebuah UAV Shahed-139 Iran mulai bermanuver agresif menuju kapal tersebut.

Menurut CENTCOM, drone tersebut terus mendekat dengan niat yang tidak jelas, meskipun pasukan AS telah mengambil langkah-langkah de-eskalasi.

“Sebuah jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya,” kata Hawkins.

Tidak ada personel militer AS yang terluka, dan tidak ada peralatan yang rusak akibat insiden tersebut.

Upaya penyitaan kapal tanker di Selat Hormuz

Beberapa jam setelah insiden pertama, pasukan IRGC mulai mengejar kapal tanker berbendera AS dengan awak Amerika. Kapal tanker M/V Stena Imperative secara sah melintasi jalur laut internasional di Selat Hormuz.

“Dua kapal IRGC dan sebuah drone Mohajer Iran mendekati M/V Stena Imperative dengan kecepatan tinggi dan mengancam untuk naik dan menyita kapal tanker tersebut,” kata seorang perwakilan CENTCOM.

Kapal perusak USS McFaul (DDG 74) segera datang membantu kapal tanker tersebut, didukung oleh perlindungan udara Angkatan Udara AS. Intervensi militer tersebut meredakan situasi, dan kapal tersebut terus berlayar dengan aman.

Eskalasi Ketegangan antara AS dan Iran

Seperti yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal, Presiden AS, Donald Trump diduga telah memerintahkan pengembangan opsi untuk serangan cepat terhadap Iran.

Menurut para jurnalis, pemerintahan AS sedang mempertimbangkan skenario serangan udara terhadap target pemerintah Iran dan IRGC untuk memaksa rezim tersebut membuat konsesi terkait program nuklirnya dan membebaskan para pembangkang.

Tujuan Washington adalah untuk menimbulkan kerusakan signifikan tanpa menyeret AS ke dalam perang yang berkepanjangan.

Sebuah kelompok angkatan laut yang kuat saat ini berada di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam menyusul penindakan keras terhadap protes anti-pemerintah di Teheran awal bulan ini. (yn)