Gara-gara Seekor Anjing Lari ke Landasan Pacu Pesawat, 14 Penerbangan di Bandara Jepang Ini Ditunda

Epochtimes.id- Belum lama ini bandara di Jepang heboh gara-gara seekor anjing kabur lalu berlari di runway bandara. Akibatnya belasan penerbangan dari bandara ini ditunda.

Ceritanya, anjing jenis pudel milik seorang penumpang melarikan diri dari kandangnya. Saat itu anjing akan dibawa melalui kargo maskapai Japan Airlines (JAL).

Seperti ditulis The Asahi Shimbun, akibatnya sejumlah penerbangan dari Bandara Haneda Tokyo pada 9 Oktober 2017 ditunda karena para staf berusaha menangkap anjing itu.

Pejabat Kementerian Transportasi di Bandara itu mengatakan sebanyak 14 penerbangan tertunda setelah pudel dewasa itu kabur dari kandangnya sekitar pukul 08.50 pagi waktu setempat.

Setelah kabur dari kandangnya anjing ini lalu melintasi landasan pacu dan memasuki lapangan rumput.

Saat itu si pemilik anjing sudah naik pesawat Japan Airlines ke Naha, Okinawa. Si pemilik akhirnya diminta untuk membantu menangkap anjing tersebut.

Anjing itu pada akhirnya berhasil tertangkap setelah pukul 9.30 pagi.

Runway sempat ditutup selama 6 menit. Bahkan, tiga pesawat yang ingin mendarat diinstruksikan oleh menara kontrol untuk menunda pendaratan. (asr)

Astaga! Hilang Sembilan Tahun Seorang Kakek Ditemukan Dalam Kolam Bersama Mobilnya

0

EpochTimesId – Seorang pria jompo berhasil ditemukan setelah dilaporkan hilang selama sembilan tahun. Dia ditemukan oleh seniman pohon natal dan bantuan citra satelit Google Maps, seperti dikutip EraBaruNet dari laman WOOD TV8.

David Lee Niles (76) dilaporkan menghilang bahkan mobil yang dia kendarai pada 11 Oktober 2006. Almarhum Niles sedang menghabiskan malam dengan temannya di sebuah pub lokal, Jake’s Bar, di Byron Center, Michigan, AS.

David meninggalkan pub itu terlebih dahulu. Namun, almarhum yang mengidap kanker dikabarkan tidak pernah tiba di rumahnya.

Baru-baru ini, seorang seniman yang sedang memasang lampu Natal melihat sesuatu yang aneh di pinggir kolam. Brian Houseman yang sedang mendekorasi sebuah pohon natal di luar Taman Pemakaman Cook di Byron Center, tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah benda di pinggir kolam yang terlihat seperti mobil.

Houseman bersama warga sekitar lalu memastikannya dengan bantuan citra satelit Google. Houseman juga segera menghubungi polisi yang bergegas menuju lokasi.

“Tiba-tiba, saya berteriak, ‘Whoa, ada mobil di dalam kolam.’ Tidak ada yang bisa melihatnya. Air kolam itu keruh dan bergelombang,” tutur Houseman.

Kendaraan itu pun berhasil diangkat dari dalam kolam. Kerangka David berhasil ditemukan di dalam mobil tua berkarat dan berlendir itu. Kolam ini ditemukan terletak kurang dari satu mil dari tempat pria tua itu terakhir terlihat.

Keluarga dan kerabat David pun segera datang dan berkumpul di lokasi mobilnya ditemukan. Menantu laki-laki David bernama Scott Hathaway mengaku terharu.

“Bagi kami, hari ini adalah hari penutupan pencarian yang panjang. Mengapa Tuhan membiarkan kita menunggunya selama sembilan tahun, saya tidak tahu. Tapi kita bahagia jasad ayah mertua saya ditemukan. Dan kami akan membawanya pulang. Memakamkan dengan layak,” ujar Hathaway.

Saat penguburan jasad David, keluarganya menuliskan pada batu nisannya, “Davie Lee Niles, usia 72, dari Wyoming, AS telah meninggal dunia, dan hanya Tuhan yang mengetahui waktu dan tempat ia meregang nyawa”.

Sekarang keluarga akhirnya bisa tenang, begitu pun David Lee Niles yang lega telah dikebumikan dengan layak oleh keluarganya.(int/yant/waa)

 

Wartawan Kriminal Kaget Polisi Teman Kuliahnya Tewas Ditembak Penjahat

0

EpochTimesId – Seorang kameraman kriminal yang bertugas untuk berita WWL-TV New Orleans, terkejut melihat mantan teman sekamarnya di perguruan tinggi, Marcus McNeil terbaring tewas di tempat kejadian kasus penembakan. Marcus McNeil adalah petugas Kepolisian New Orleans, seperti dikutip NTD.tv dari WWL-TV.

“Saat aku bangun pagi ini, aku mendapat informasi baku tembak yang melibatkan NOPD, Pasukan Negara. Ketika melihat itu Marcus, jantungku berhenti berdetak. Sahabatku baru saja tewas,” kata Lewis.

McNeil ditembak mati pada dini hari, 13 Oktober 2017 ketika berpatroli. Dia dan empat petugas lainnya turun dari mobil patroli saat mereka melihat ada yang mencurigakan.

Tersangka penembakan diidentifikasi berusia 30 tahun, Darren Bridges. Pelaku pernah ditangkap polisi sekitar sepuluh tahun silam. Dia sedang menjalani pembebasan bersyarat ketika memberondong petugas kepolisian yang menewaskan McNeil.

https://twitter.com/AlwaysActions/status/919206740562006016

McNeil yang berusia 29 tahun meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan, masing-masing berusia 5 dan 2 tahun.

Teman sekolah McNeil lainnya, Chris Quest, juga tidak percaya sahabatnya meninggal pada usia yang sangat muda. Mereka bermain dalam grup marching band bersama. Quest sekarang menjadi guru di SMA yang sama, dan adik laki-laki McNeil adalah muridnya.

“Awal tahun ini, kami bercanda tentang fakta bahwa kami adalah teman sekelas dan bahwa saya sekarang sedang mengajar saudaranya. Dia menyuruh saya untuk mengawasi adiknya, memastikan dia melakukan yang terbaik di sekolah. Dan saya meyakinkannya, itu sebabnya kami ada di sini,” kata Quest kepada WWL.

Quest mengatakan kematian McNeil membuat sedih seisi sekolah. “Ini adalah persaudaraan. Ini adalah ikatan yang tidak dapat dipisahkan. Dan untuk kehilangan satu dalam kapasitas apapun… Ini membuat kami sangat terpukul,” sambung Quest.

Setelah menembaki petugas, tersangka sempat mengurung diri di sebuah apartemen sebelum menyerahkan diri kepada polisi. Dia dibawa ke rumah sakit dengan pengawalan ketat aparat polisi karena luka tembak yang dia dapatkan ketika baku tembak dengan polisi. (waa)

 

Berkat Liverpool Manchester City Kokoh Di Puncak Klasemen

EpochTimesId – Super Big Match Liga Inggris akhir pekan ini berakhir tanpa gol. Liverpool ditahan imbang oleh Manchetser United di Anfield, Sabtu (14/10/2017).

Liverpool yang menjamu Setan Merah tampil mendominasi pada lagi ini. Sedikitnya 16 peluang untuk mencetak gol dibuat oleh The Reds. Lima peluang diantaranya mengarah langsung ke gawang Red Devils.

Sementara itu, Manchester United hanya berhasil membuat tiga peluang. Satu diantaranya mengarah tepat ke pelukan Simon Mignolet.

Dengan hasil ini, Liverpoll tertahan di peringkat delapan klasemen sementara pekan ke-8 Liga Inggris. Sementara Manchester United gagal mengimbangi Manchester City di puncak klasemen.

Berkat hasil tersebut juga, Manchester City makin kokoh di puncak klasemen. The Citizens sebelumnya menang besar atas Stoke City.

City pesta gol ketika menjamu Stoke di Etihad Stadium dengan skor 7-2. Tujuh Gol Manchester Biru dibukukan oleh Gabriel Jesus (menit 17′ dan 55′), Raheem Sterling (19′), David Silva (27′), Fernandinho (60′), Leroy Sane (62′) dan Bernardo Silva (79′). Sementara Stoke mencoba mengimbangi dengan gol-gol Mame Biram Diouf pada menit 44′ dan gol bunuh diri bek Kyle Walker menit ke-47.

City kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 22 poin. Manchester merah menguntit pada peringkat dua dengan koleksi 20 poin, atau tertinggal dua poin dari rival sekotanya. (waa)

Amerika Perketat Sistem Suaka Dan Pengungsi Selama Ini Dianggap Sangat Longgar

0

EpochTimesId — Jaksa Agung Jeff Sessions mengatakan sistem suaka Amerika penuh masalah. Masalah penyelundup manusia bahkan marak terjadi selama bertahun-tahun. Sistem suaka yang ada bahkan seolah menganjurkan para imigran gelap untuk datang ke Amerika untuk mencari suaka.

“Rasa takut yang kredibel dimaksudkan untuk menjadi peluang hidup bagi orang-orang yang menghadapi penganiayaan serius. Tapi di sini, justru menjadi tiket murah untuk masuk secara ilegal ke Amerika Serikat,” kata Jeff Sessions di kantor pusat Imigrasi Amerika (Executive Office for Immigration Review/EOIR), Virginia, Amerika Serikat baru-baru ini.

Sangat mudah sekali bagi imigran untuk melintasi perbatasan Amerika secara ilegal. Ketika mereka ditangkap oleh agen imigrasi, mereka dapat mengklaim bahwa mereka memiliki ‘ketakutan yang kredibel’ untuk kembali ke negara asal mereka.

Kemudian, karena kebijakan era Obama 2009, otoritas imigrasi berkewajiban melepaskan individu tersebut untuk tinggal di wilayah Amerika Serikat. Mereka boleh tinggal sambil menunggu sidang pengadilan penuh, yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Tidak perlu biaya untuk mengajukan permohonan suaka. Ketika permohonan menjadi pengungsi ditunda selama enam bulan, pemohon boleh menjadi pekerja lepas tanpa perlu diawasi.

Begitu memasuki negara Paman Sam, pencari suaka memiliki waktu setahun untuk mengajukan klaim suaka. Sessions mengatakan setengah dari mereka yang mengaku memiliki ‘rasa takut yang kredibel’ ketika memasuki perbatasan, bahkan tidak mengajukan permohonan sebagai pengungsi.

“Ini menunjukkan bahwa mereka tahu bahwa formulir suaka mereka tidak memiliki kelebihan. Dan klaim ketakutan mereka hanyalah tipu muslihat untuk memasuki negara kita secara ilegal,” imbuh Sessions.

Pencari suaka seharusnya memenuhi kriteria yang sama dengan pengungsi. Perbedaannya adalah suaka berlaku di dalam Amerika Serikat, dan pengungsi biasanya berlaku saat berada di negara kedua, setelah melarikan diri dari negara asalnya.

Jaksa Agung mengatakan banyak dari mereka yang dilepaskan ke Amerika Serikat setelah determinasi ‘rasa takut yang kredibel menghilang dan tidak pernah muncul di hadapan hakim imigrasi. Jika seseorang gagal untuk tampil dalam audiensi imigrasi, mereka secara otomatis ditolak sebagai pencari suaka secara in absentia (tanpa kehadiran).

“Sistem kita sedang dipermainkan. Tidak ada keraguan tentang itu. Undang-undang suaka kita dimaksudkan untuk melindungi orang-orang yang datang karena karakteristik seperti ras, agama, kewarganegaraan, atau opini politik dan tidak dapat menemukan perlindungan di negara asal mereka. Undang-Undang tidak pernah bermaksud memberikan suaka kepada semua orang yang takut akan kekerasan, kejahatan, dendam pribadi, atau kurangnya prospek pekerjaan,” beber Sessions.

Sessions mengatakan bahwa dengan kecurangan dan penyalahgunaan yang merajalela, sistem jadi kebanjiran klaim palsu. Sistem tidak akan mampu menangani permohonan secara efektif hanya dengan selembar formulir. “Lonjakan dalam persidangan, dengar pendapat, banding, proses persidangan sangat banyak,” kata Jaksa Agung pilihan Donald Trump ini.

Dia berpendapat bahwa kebijakan era Obama, bersama dengan kasus hukum, telah memperluas konsep suaka yang jauh melampaui maksud konstitusi. Kebijakan tersebut menciptakan lebih banyak insentif untuk imigran ilegal.

“Konsekuensinya hanya seperti yang Anda harapkan. Klaim rasa takut untuk kembali telah meroket, dan persentase klaim yang benar-benar terpercaya telah merosot,” sambung Sessions.

Pada tahun 2009, Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) melakukan lebih dari 5.000 tinjauan ‘ketakutan yang kredibel’ menurut data Departemen Kehakiman. Pada 2016, jumlah tersebut meningkat menjadi 94.000 klaim.

Jumlah pencari suaka yang ditempatkan dalam proses permohonan kurang dari 4.000 di tahun 2009 menjadi lebih dari 73.000 pada tahun 2016. Jumlah tersebut meningkat hampir 19 kali lipat. Jumlah itu mengalahkan sistem dan membiarkan formulir dari mereka yang hanya mengklaim tertumpuk.

Kenaikan tersebut terutama terjadi di perbatasan. Dari tahun 2009 sampai 2016, klaim ketakutan yang kredibel di perbatasan beralih dari sekitar 3.000 kasus menjadi lebih dari 69.000 orang. Pengadilan imigrasi tingkat pertama menangani lebih dari 600.000 kasus, naik tiga kali lipat dari tahun 2009.

Tahun lalu, ada tujuh perintah penolakan yang dikeluarkan secara in absentia untuk kasus-kasus yang dimulai dengan klaim ketakutan yang kredibel dari tahun 2009. Sebenarnya, perintah penghapusan yang dikeluarkan secara in absentia dalam semua kasus imigrasi telah berlipat ganda sejak 2012, dengan hampir 40.000 dikeluarkan selama tahun 2017. Setiap tahun, sejak tahun 2001, Amerika Serikat telah memberikan rata-rata 26.000 status imigran resmi bagi pencari suaka (umumnya berupa Green Card).

Presiden Donald Trump mengeluarkan kebijakan imigrasi pada 8 Oktober 2017. Salah satunya adalah memperbaiki sistem suaka. Penyalahgunaan sistem suaka akan diatasi dengan memperketat standar dan persyaratan, menjatuhkan hukuman atas kecurangan, dan memastikan penahanan sementara ketika klaim sedang diverifikasi. Jumlah hakim yang diperbantukan juga akan ditambah guna membantu mengurangi penumpukan permohonan suaka di pengadilan.

“Kecurangan suaka dan celah suaka kronis memungkinkan imigran gelap untuk masuk Amerika dengan cepat dan mudah. Keputusan pengadilan yang salah telah menghambat pencegahan terhadap imigran yang berniat melakukan kejahatan,” ujar Trump, ketika mengumumkan kebijakan baru Imigrasi Amerika. (waa)

Produsen Pesawat Tempur Inggris PHK Hampir Dua Ribu Pegawai

EpochTimesId – Kontraktor pertahanan terbesar Inggris, BAE Systems, mengurangi hampir 2.000 pekerja. PHK terbanyak akan terjadi pada industri penerbangan. Sebanyak 1.400 pekerjaan akan hilang dalam cabang usaha penerbangan militer selama tiga tahun ke depan.

Selain itu, BAE juga akan memberhentikan 375 pekerja pada divisi bisnis angkatan laut. Sebanyak 150 pekerja pada divisi bisnis Intelijen Cyber juga akan dikurangi.

Keputusan tersebut diambil ketika perusahaan mengurangi produksi pesawat tempur jenis Typhoon. Sebanyak 750 pegawai diberhentikan pada cabang Warton dan Samlesbury. Pekerja di Brough, Yorkshire timur akan dikurangi sebanyak 400 orang, dan total 180 koresponden perusahaan akan ditutup di London, Guilford, dan lokasi lainnya.

Perusahaan tersebut sebelumnya mengharapkan pesanan dari pemerintah Qatar. Sayangnya, kedua pihak belum mencapai kata sepakat dalam proses negosiasi pemesanan.

“Negosiasi terus berlanjut untuk menyetujui sebuah kontrak dengan pemerintah Qatar, yang jika dijamin akan mempertahankan pekerjaan produksi Typhoon dan manufaktur sampai dekade berikutnya,” tulis BAE dalam pernyataan tertulis.

Serikat pekerja yang memiliki sekitar 1,42 juta anggota di berbagai cabang mengatakan bahwa mereka akan menggugat keputusan perusahaan yang dianggap berpikir pendek.

“Serikat tidak akan berhenti berjuang menyampaikan pembelaan, kita akan mempersatukan kekuatan dari seluruh cabang. Kebijakan-kebijakan sumbu pendek ini akan membahayakan masyarakat, pekerjaan dan keterampilan rakyat. Serikat akan berjuang untuk setiap pekerjaan dan mendukung setiap komunitas yang berada dalam ancaman PHK pada divisi penerbangan dan laut BAE,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Berbicara di Parlemen, Menteri Bisnis Claire Perry menegaskan bahwa keputusan PHK tersebut adalah kebijakan bisnis yang wajar. “Akan keliru jika Pemerintah mencampuri proses bisnis,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak terkait dengan keputusan anggaran pertahanan Inggris. Pelanggan utamanya adalah Kementerian Pertahanan, yang telah dikritik oleh serikat pekerja karena mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli senjata dan pesawat terbang dari Amerika Serikat, daripada membeli dari industri dalam negeri.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa BAE Systems telah mengambil keputusan restrukturisasi internal. Namun, pemerintah siap membantu pekerja yang terkena dampak.

Direktur Utama BAE yang baru menjabat, Charles Woodburn mengatakan bahwa restrukturisai akan mempercepat evolusi perusahaan menjadi lebih ramping dan gesit. Dia berharap BAE segera memiliki daya saing yang lebih tinggi karena adanya efisiensi, yang dibantu oleh penggunaan teknologi untuk menggantikan peran pekerja. (waa)

Dua Percobaan Mengungkapkan Mengapa Bayi Tidak Takut Ular (Video)

0

Rasa takut pada ular adalah salah satu fobia yang paling umum dan kuat terjadi pada manusia, dengan satu dari tiga orang dewasa di seluruh dunia menderita ‘ophidiophobia’.

Para ahli sebelumnya menjelaskan respons tersebut sebagai mekanisme bertahan hidup untuk melindungi kita dari reptil yang berpotensi mematikan.

Namun sebuah video yang menakjubkan menunjukkan bahwa bayi tidak memiliki ketakutan alami pada ular, mendukung gagasan bahwa banyak fobia kita dipelajari selama masa kanak-kanak.

Klip video berikut menunjukkan bahwa anak-anak muda tanpa rasa takut bermain dengan ular, yang tampaknya tidak mempedulikan bahaya yang mungkin ditimbulkan binatang tersebut.

Video BBC Earth berbunyi: ‘Selama beberapa bulan pertama kehidupan kita, kita benar-benar tidak takut.”

Kemampuan kita untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat mengancam kelangsungan hidup kita adalah sesuatu yang kita pelajari dari orang-orang di sekitar kita.

“Itulah sebabnya beberapa ketakutan kita rasional tapi ada juga yang tidak.”

Klip ini didasarkan pada sebuah studi tahun 2015 yang menunjukkan bahwa anak-anak berusia 11 bulan dapat menonton ular tanpa menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menggunakan semburan cahaya tiba-tiba sebagai ‘penyelidikan mengejutkan’ untuk menguji tanggapan bayi.

Anak-anak menonton video ular dan gajah yang digabungkan dengan suara gembira atau ketakutan.

Kilatan cahaya kemudian bersinar untuk melihat betapa takutnya para peserta, dengan respon yang lebih besar yang diharapkan dari mereka yang tegang dan ketakutan.

Namun penelitian tersebut menemukan bahwa bayi yang menonton video ular menunjukkan respons yang rendah dan denyut jantung rata-rata rendah.

Tanggapan ini memberi kesan bahwa bayi tidak takut dengan ular sebelum pemeriksaan diaktifkan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa bayi tersebut menonton ular lebih lama saat suara takut dimainkan, namun ini bukan karena takut, kata periset.

“Sebaliknya, mereka memiliki kecenderungan untuk mendeteksi dan merespon dengan cepat terhadap ular,” kata rekan penulis Dr Vanessa LoBue, dari Rutgers University di New Jersey, kepada BBC pada tahun 2015.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak dapat dengan cepat melihat ular di foto di antara banyak foto non-ular lainnya.

Monyet juga telah terbukti lebih tertarik pada ular, menunjukkan bahwa reptil entah bagaimana istimewa, namun para periset tidak yakin mengapa.

Alih-alih ketakutan ini terprogram, Dr LoBue mengklaim bahwa ketakutan akan ular atau laba-laba dikondisikan secara kultural.

“Sementara kami menemukan tanggapan diferensial terhadap ular sejak dini, yang berarti mereka istimewa, tampaknya tidak terkait dengan ketakutan di awal perkembangan,” katanya kepada BBC.

‘Mungkin saja memberi lebih banyak perhatian pada sesuatu bisa membuat rasa takut belajar lebih mudah nantinya. (ran)

https://youtu.be/iehfH6vEQ5s

Donald Trump Keluarkan Kebijakan Baru Bagi Program Nuklir Iran

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan kebijakan baru dalam mencegah rezim Iran mengembangkan senjata nuklir. Trump tidak akan menyetujui kembali kesepakatan nuklir Iran untuk dikirim kepada kongres. Dia juga mengancam akan membatalkan sepenuhnya kesepakatan nuklir Iran jika tidak ada perbaikan.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh pemerintahan Obama pada tahun 2015, Iran yakin dapat mengembangkan senjata nuklir pada tahun 2026. Tahun itu kesepakatan pembatasan Program Nuklir Iran akan berakhir.

Trump mengatakan sejarah telah menunjukkan bahwa sebuah masalah akan menjadi lebih berbahaya, jika kebijakan yang diambil hanya bersifat menunda penyelesaian masalah. Dia menunjuk masalah nuklir Korea Utara sebagai contoh nyata.

“Kami akan menghadapi tindakan bermusuhan Iran untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Saya tidak pada posisi membiarkan Iran memiliki senjata nuklir untuk kemudian mengendalikan dan mengakuisisinya,” ujar Trump, di Gedung Putih, Jumat (13/10/2017) waktu setempat.

Tiga kebijakan utama baru yang diambil oleh Trump adalah tidak menyetujui kembali kesepakatan dengan Kongres terkait Kesepakatan Program Nuklir Iran. Kedua adalah mencoba menegosiasikan kembali bagian dari kesepakatan yang lama sebelum disetujui kembali. Dan yang ketika adalah, Dia juga ingin Amerika dan dunia memberikan sanksi tambahan kepada Garda Revolusi Iran.

Amerika Serikat turut serta menandatangani perjanjian pembatasan nuklir dengan Iran dengan sejumlah negara. Bagi sistem politik Amerika, perjanjian dengan tajuk Iran Nuclear Agreement Review Act of 2015 (INARA) itu harus disetujui kembali oleh presiden dan mengirim sertifikat nya kepada Kongres Amerika, setiap 90 hari sekali.

Langkah-langkah persetujuan kembali atau sertifikasi ulang biasanya didasari oleh kajian tentang apakah sanksi yang diberikan kepada rezim Iran sebanding dengan upaya negara tersebut untuk membatasi pengembangan senjata nuklirnya.

Trump mengatakan setelah melakukan kajian selama berbulan-bulan bahwa sangsi yang diberikan tidak sanggup membatasi Program Nuklir Iran.

“Berdasarkan catatan faktual yang telah saya sampaikan, saya mengumumkan bahwa kita tidak dapat, dan tidak akan, menyetujui kembali sertifikasi ini,” kata Trump.

Dengan Trump tidak menyetujui perjanjian INARA, sekarang saatnya Kongres memutuskan bagaimana kelanjutannya. Mereka kini dihadapkan pada tiga pilihan: Tidak melakukan apa-apa dan menjaga Amerika Serikat tetap dalam kesepakatan; Kembali memberlakukan sanksi terhadap rezim Iran; atau Tetap pada perjanjian INARA namun mengajukan klausul baru dengan menambahkan ‘titik pemicu’ tertentu, yang jika dilanggar, secara otomatis akan menjatuhkan sanksi kepada Iran.

Penasihat Keamanan Nasional AS, H.R. McMaster mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah berbicara dengan para pemimpin kongres. Menurutnya ada banyak dukungan dari kedua partai yang ada mengenai masalah ini. Trump juga akan menangani beberapa masalah mendasar dengan kesepakatan nuklir itu sendiri, yang terpisah dari sertifikasi INARA dan akan segera diajukan kepada Kongres.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, yang secara resmi disebut Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Iran menghentikan sementara program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi dan pemberian bantuan lebih dari dari US$ 100 miliar.

Namun, setelah 10 tahun, pada 2026, Iran diizinkan untuk memasang ribuan sentrifugal canggih. Menurut para ahli, ini akan membuat Iran mampu mengembangkan senjata nuklir hanya dalam waktu enam bulan.

“Jamnya berdetak; kita tahu kapan tanggal pemicunya,” ujar Sekretaris Negara, Rex Tillerson dalam sebuah acara baru-baru ini.

Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengambil tindakan untuk mengatasi batas waktu sanksi, serta pengembangan teknologi rudal balistik Iran. Ini akan dilakukan melalui renegosiasi ulang bagian kesepakatan atau dengan mencapai kesepakatan terpisah. Jika pemerintahannya tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Iran serta dengan para penandatangan perjanjian nuklir lainnya, dia akan menghentikan kesepakatan tersebut.

“Bisa diakhiri oleh saya setiap saat. Mereka adalah rezim fanatik yang merebut kekuasaan pada tahun 1979. Mereka enyebarkan kematian, kehancuran, dan kekacauan di seluruh dunia,” tegas Trump.

Dia menagaskan bahwa Iran tetap menjadi salah satu negara terkemuka yang menjadi sponsor terorisme. Ini memberi rezim Suriah senjata dan bantuan militer lainnya, menyediakan dana untuk kelompok teror Hizbullah, dan mendukung pejuang radikal lainnya di seluruh wilayah Timur Tengah.

“Agresi kediktatoran Iran berlanjut hingga hari ini, “kata Trump, menunjuk pada penindasan rezim terhadap rakyat dan permusuhannya terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Trump merujuk pada seringnya teriakan ‘death to America’ dan ‘death to Israel’ yang digunakan oleh rezim tersebut. Dia mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan Menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Garda Revolusi Iran atas dukungannya terhadap terorisme. Sanksi tersebut secara khusus akan menargetkan individu dan aset Iran, seperti ahli senjata dan cyberactivity yang mendukung terorisme.

“Kami berdoa untuk masa depan di mana orang muda, Amerika dan Iran … dapat tumbuh dalam dunia yang bebas dari kebencian. Sampai saat itu tiba, kita akan melakukan apa yang harus kita lakukan agar Amerika tetap aman,” tutup Trump.

Inggris Enggan Anggarkan Uang Jika Tidak Ada Kesepakatan Brexit

EpochTimesId – Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond menolak anggapan bahwa persiapan atau penganggaran keuangan akan memperkuat posisi tawar Inggris dalam bernegosiasi dengan Uni Eropa. Dia mengatakan kepada sebuah komite parlemen bahwa pemerintah Inggris merencanakan semua kemungkinan, namun menolak untuk mengurangi anggaran untuk kesehatan atau pendidikan.

“Ada yang mendesak saya untuk mengeluarkan uang hanya untuk mengirim pesan ke UE untuk menunjukkan keseriusan kita. Saya pikir Uni Eropa tahu bahwa kita sangat serius. Saya tidak mau kita harus menganggarkan sesuatu yang sia-sia, kita harus menunggu hingga semuanya menjadi pasti,” kata Hammond.

Tidak ada uang yang dianggarkan untuk membiayai keluarnya Inggris dari Uni Eropa jika tidak ada kesepakatan yang tercapai hingga batas waktu perundingan.

David Jones, seorang mantan Menteri mengatakan Uni Eropa akan menilai Inggris tidak memiliki uang sehingga tidak akan mau memberikan kesepakatan. Kondisi itu hanya akan membuat situasi negosiasi menjadi makin runyam. Tapi Hammond tetap bersikukuh bahwa dia sama sekali tidak perlu mengalokasikan anggaran.

“Kita memang harus selalu memastikan di setiap hal pada titik terakhir. Kita juga harus memperhatikan pengeluaran rutin yang sudah dianggarkan, kita juga harus siap jika suatu saat tidak ada kesepakatan dengan Uni Eropa,” kata sang Bendahara Negara.

Menteri Hammond dianggap sebagai salah satu menteri paling pro-Uni Eropa. Dia juga dinilai lebih memilih untuk tetap berada di UE. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di antara para Pendukung Brexit, yang menuding Hammond tidak sepenuhnya mendukung agenda pemerintah.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May sendiri kini masih memilih untuk tetap memperjuangkan hasil referendum, keluar dari Uni Eropa. Namun, dia harus bisa meyakinkan masyarakat Inggris dan menyampaikan dengan tegas apakah dia akan memilih untuk tetap tinggal atau membawa negaranya pergi meninggalkan kerajaan ekonomi Uni Eropa.

Baru-baru ini dalam sebuah wawancara di radio LBC dia sekarang akan memilih dalam sebuah referendum, dia dinilai ragu-ragu dan tidak dapat memberikan jawaban yang meyakinkan.

“Ya dan saya adalah perdana menteri, yang wajib memastikan untuk memperjuangkan Brexit untuk orang-orang Inggris. Saya terbuka dan jujur ​​dengan Anda. Apa yang telah saya lakukan, saya telah melakukan sebisanya, dan saya sampai pada sebuah keputusan Saya akan tetap melanjutkan apa yang sudah saya lakukan. Tapi kita tidak mengadakan referendum lain dan itu sangat penting,” ujar Theresa.

Anggota Parlemen dari Partai Konservatif, Bernard Jenkin, mendukung Theresa Mey untuk tetap pada hasil jajak pendapat. Salah satu juru kampanye dan pendukung utama brexit itu mengatakan kepada BBC, agar Theresa tidak membawa rakyat Inggris menuju perpecahan. “Dia benar sekali untuk menghindari upaya untuk memecah belah,” komentarnya.

 

Perdana menteri memang secara normatif masih memilih untuk menjalankan hasil jajak pendapat. Namun, Penasehat Senior PM, Damian Green mengatakan kepada BBC Newsnight bahwa dia yakin, akan lebih baik bagi Inggris jika memilih untuk tetap tinggal di UE.

“Tidak ada yang berjuang lebih keras dari saya untuk tetap tinggal. Saya tidak membantah pandangan saya,” ujarnya.

Namun, Green menegaskan bahwa dia masih yakin dirinya bisa mebjalankan tugas untuk memperjuangkan keinginan masyarakat. “Publik mengambil pandangan mereka, saya seorang demokrat. Saya percaya bahwa jika rakyat mengatakan sesuatu, maka ini adalah tugas politisi demokratis untuk melakukan yang terbaik guna mewujudkan apa yang diinginkan oleh mayoritas rakyat.” (waa)

Pekerja Menunjukkan Jalan Cerdik untuk Menghaluskan Beton dengan Cepat (Video)

0

Setiap hari, Anda berjalan di atasnya, karena trotoar sangat penting untuk jalan, di jalanan, dan kehidupan perkotaan pada umumnya.

Membuat trotoar semen bukanlah pekerjaan yang paling gemilang. Anda harus menuangkan material beton dan air ke dalam mesin pengaduk sebelum menuangnya ke bingkai. Maka Anda harus membuatnya halus dan sejajar.

Tapi satu orang telah membuat prosesnya menarik.

Tidak jelas apakah metode ini lebih efisien, namun membutuhkan tiga orang, orang dengan kekuatan tubuh bagian atas yang baik, dan dua alat finishing beton.

Menurut Daily Mail, ini terjadi di Australia November lalu. (ran)

Bom Peninggalan Perang Dunia II Meledak di MRT Malaysia, 1 Tewas dan 2 Orang Kritis

Epochtimes.id – Tiga orang pekerja asal Bangladesh menjadi korban ledakan bom di lokasi pembangunan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) di Malaysia.

Korban terluka akibat ledakan sebuah bom yang diketahui sebagai peninggalan Perang Dunia II pada Selasa (10/10/2017).

Mengutip laporan Kantor Berita Bernama, Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Datuk Amar Singh Ishar Singh menuturkan, bom tersebut merupakan bom era Perang Dunia II yang meledak saat pembangunan sedang berlangsung.

Ketiga pekerja berasal dari Bangladesh terluka parah akibat kejadian itu. Mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Kuala Lumpur untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Satu dari korban tewas pada 11 Oktober 2017, sedangkan dua orang pekerja lainnya dalam keadaan kritis.

Aparat Departemen Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran mengatakan pihaknya tiba ke lokasi kejadian sepuluh minit setelah menerima panggilan darurat pada pukul 17:23 sore.

Pada saat itu 25 pegawai dan anggota pemadam kebakaran dan lima kenderaan pemadam diterjunkan ke lokasi kejadian. (asr)

Sumber : Erabaru.com.my

Sekularisasi dan Penembakan Massal di Amerika

0

Penembakan massal terus meningkat di Amerika Serikat. Sebuah studi Harvard tahun 2014 menunjukkan bahwa dari tahun 1982 sampai 2011, rata-rata insiden penembakan massal (didefinisikan sebagai empat atau lebih orang dibunuh oleh senjata api dalam satu insiden) terjadi setiap 200 hari. Namun sejak 2011, trennya telah meningkat tajam: ada insiden penembakan massal rata-rata setiap 64 hari.

Pada periode yang sama, masyarakat Amerika menjadi lebih sekuler. Menurut jajak pendapat pelacakan Gallup tahun 2016 tentang agama-agama di Amerika, sementara hampir tiga perempat orang Amerika menggambarkan diri mereka sebagai orang Kristen, sekitar 18 persen mengatakan bahwa mereka ateis atau agnostik, tertinggi sejak 2008, ketika Gallup memulai polling pelacakan harian.

Sebaliknya, 9 dari 10 orang Amerika diidentifikasi sebagai orang Kristen pada tahun 1940an dan 1950an, dengan sebagian besar sisanya diidentifikasi sebagai orang Yahudi; hanya 2-3 persen orang yang melaporkan bahwa mereka tidak memiliki identitas religius formal.

Survei ARIS Pew pada dasarnya menceritakan kisah yang sama. Ada sedikit keraguan bahwa orang Amerika akan meninggalkan agama-agama Yahudi-Kristen. Orang beriman telah perlahan tapi dengan mantap menjauh dari jangkauan gereja.

Mungkinkah munculnya penembakan massal dan meningkatnya sekularisasi Amerika terkait? Korelasi belum tentu penyebabnya. Namun berdasarkan sejarah dan studi masa lalu tentang kekerasan dan agama, adalah mungkin untuk menyimpulkan efek sekularisasi terhadap penembakan massal.

Mari kita telaah contoh ekstrem dulu. Di negara-negara di mana atheis berusaha untuk memusnahkan agama Kristen dan Budha, beberapa pembunuh massal terburuk dalam sejarah manusia muncul: Stalin, Mao, dan Pol Pot. Diperkirakan rezim komunis atheis di abad ke-20 menewaskan lebih dari 100 juta orang, menurut “The Black Book of Communism.”

Studi lain menyebutkan jumlah kematian manusia yang disebabkan oleh komunis atheis antara 40.472.000 dan 259.432.000 dari tahun 1900 sampai 1987.

Bagaimana manusia berubah menjadi pembunuh massal di bawah rezim komunis? Novelis Rusia Dostoevsky meringkasnya sebagai yang terbaik: “Tanpa Tuhan, segala sesuatu diperbolehkan.”

Dibandingkan dengan revolusi komunis yang keras, sekularisasi di Amerika lebih teratur dan halus. Tapi hasil akhirnya sama: orang berhenti percaya kepada Tuhan.

Ketika orang meninggalkan keyakinan Yudeo-Kristen mereka, mereka cenderung kurang terikat oleh ajaran agama, ajaran gereja, dan kode moral. Keturunan ateis dan agnostik ini, tanpa atau sedikit sentuhan agama, kemungkinan tidak memiliki kendala sama sekali.

Penelitian telah membuktikan bahwa agama Yahudi-Kristen dapat membantu mengurangi kejahatan kekerasan. Dalam sebuah penelitian, para peneliti menganalisis data kejahatan dan agama dari 182 negara bagian di California, New York, dan Texas. Salah satu temuannya adalah jika lebih banyak penduduk daerah menjadi anggota kongregasi Kristen atau merupakan pengunjung gereja biasa, kekerasan kulit hitam dan putih menurun secara signifikan.

Selain itu, komunitas dengan persentase yang lebih tinggi dari kaum evangelis memiliki tingkat kekerasan kulit putih yang lebih rendah; Demikian pula, kekerasan Latin berkurang secara signifikan di masyarakat dengan sebagian besar penduduk Katolik aktif.

Akhirnya, agama tampaknya dapat melawan dampak negatif dari faktor sosial ekonomi terhadap kekerasan kulit hitam, seperti kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan yang buruk. Di komunitas di mana sejumlah besar penduduk kulit hitam adalah peserta gereja aktif, kekerasan kulit hitam menurun secara substansial.

Sebuah studi terpisah menunjukkan bahwa religiusitas remaja dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya pertempuran, pertarungan kelompok, dan serangan kekerasan di Amerika Serikat.

Religiusitas ditemukan terkait dengan konsumsi alkohol, rokok, dan ganja seumur hidup yang lebih rendah, dan penggunaan alkohol dan rokok yang kurang sering terjadi pada remaja Amerika dengan Meksiko.

Agama Yahudi-Kristen terbuktikan memiliki dampak positif pada kebahagiaan, stres, depresi, dan pencegahan bunuh diri. Orang yang bahagia cenderung lebih puas dengan kehidupan, cenderung memiliki sikap positif menghadapi penolakan dan kesulitan, lebih cenderung untuk menikah dan tetap menikah, dan kurang suka menunjukkan perilaku agresif dan antisosial.

Menurut analisis “Survei Sosial Umum” National Opinion Research Center tahun 2017, orang-orang yang secara teratur menghadiri kebaktian gereja (untuk agama Yahudi-Kristen) dan ritual Budhisme (untuk umat Budha) lebih cenderung melaporkan tingkat kebahagiaan yang tinggi. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki agama kurang bahagia.

Studi lain meneliti hubungan antara kebahagiaan wanita Amerika dan kehadiran di gereja. Dengan menggunakan data komprehensif dari Survei Sosial Umum untuk tahun 1972-2008, ditemukan bahwa penurunan kebahagiaan di kalangan perempuan disebabkan oleh turunnya kehadiran di gereja selama periode tersebut. Studi tersebut juga menemukan bahwa kehadiran di gereja bertindak sebagai mekanisme yang melindungi perempuan dari berbagai faktor yang menurunkan tingkat kebahagiaan diri mereka.

Keterlibatan dalam agama-agama Yahudi-Kristen ternyata merupakan solusi yang baik untuk stres dan depresi. Setelah meninjau sekitar 80 penelitian yang meneliti hubungan antara agama dan religiusitas dengan gejala dan gangguan depresi, para periset menyimpulkan bahwa orang-orang yang tidak berafiliasi dengan agama berisiko tinggi, dibandingkan dengan orang-orang yang berafiliasi dengan agama, sementara orang-orang dengan tingkat keterlibatan religius tinggi berada pada risiko rendah untuk gangguan ini.

Banyak psikolog dan ilmuwan perilaku percaya bahwa penembak jitu memiliki profil yang konsisten. Sebagai contoh, kebanyakan penembak jitu memiliki kebiasaan buruk dan pernikahan yang gagal; Mereka depresi dan merasa ditolak terus-menerus, dengan beberapa menunjukkan tanda-tanda penyakit jiwa; banyak menyendiri dan tertarik pada video game kekerasan. Ini adalah masalah yang bisa dikurangi atau dicegah dengan keterlibatan agama, menurut penelitian.

Apa yang digenggam di masa depan? Akankah ada lebih banyak penembakan massal? Satu statistik dalam survei ARIS Pew yang telah disebutkan sebelumnya membuat saya khawatir: lebih dari sepertiga generasi milenium (mencapai dewasa muda sekitar tahun 2000) mengatakan bahwa mereka tidak beragama. Mengikuti lintasan ini, dalam beberapa generasi, Amerika bisa menjadi negara sekuler dengan mayoritas ateis atau agnostik.

Agama Yahudi-Kristen, sebagai garis pertahanan untuk mencegah kejahatan dan kerusakan sosial, akan menjadi tipis. Jika dugaan ini benar, kita mungkin akan melihat lebih banyak penembakan massal di Amerika.

Senjata di tangan orang yang takut akan Tuhan adalah sarana pembelaan diri dan alat berburu. Tapi di tangan penyendiri yang tidak beragama, depresi, senjata bisa digunakan untuk menciptakan kehancuran dan kehancuran.

Hak untuk memiliki senjata bisa menjadi berkat ketika orang Amerika percaya kepada Tuhan dan penyelamatan; kombinasi lebih dari 300 juta senjata dan orang-orang yang tidak beriman, bagaimanapun, hanya bisa menjadi resep untuk bencana. (ran)

Veteran Perang Dunia II Temui Kekasih Setelah Puluhan Tahun Berpisah

0

EpochTimesId – Seorang veteran Perang Dunia II, Carl Warner terpaksa meninggalkan kekasihnya semasa SMA karena dipanggil Negara untuk berperang. Carl Warner bergabung dengan pasukan marinir setelah Pearl Harbor diserang tentara Jepang.

Sejak saat itu, dia kehilangan komunikasi dengan kekasihnya selama 76 tahun. Walau demikian, Warner selalu mengenang kisahnya ketika selalu berusaha menabung untuk mengajak kekasihnya, Abby Deutsch jalan-jalan dan kencan.

“Saya tidak punya mobil, saya tidak punya pekerjaan, saya tidak punya uang, bagaimana Anda bisa mengajak anak perempuan keluar kencan? Saya sangat ingin berkencan dengannya. Namun sepertinya saya harus membatalkan niatan tersebut, karena tepat setelah saya berusia 17 tahun, saya dipanggil negara untuk menjalani pelatihan sebagai tentara Marinir,” kata Warner kepada PEOPLE, dikutip NTD.TV.

 

https://www.facebook.com/lovewhatreallymatters/videos/1652298358125889/

Setelah perang, Warner menjadi wartawan koresponden asing yang melakukan tugas-tugas berbahaya. Sementara Deutsch bekerja sebagai sekretaris. Mereka berdua akhirnya menikah dengan orang lain dan menjalani hidup mereka masing-masing.

Tapi Warner masih memiliki keinginan untuk bertemu Deutsch sekali lagi. Kira-kira 10 tahun yang lalu, harapan Warner sepertinya bisa diwujudkan menjadi kenyataan, karena dia bisa terhubung kembali dengan Deutsch melalui seorang temannya.

Mereka mulai menelepon dan berkirim surat satu sama lain. Namun, mereka tidak pernah bertemu hingga saat itu.

Berkat Living Senior Brookdale, di mana Deutsch tinggal, dan Wish of a Lifetime, sebuah organisasi yang membantu para manula mewujudkan harapan dan keinginan mereka, Warner dan Deutsch bisa saling pandang untuk pertama kalinya pada Agustus 2017. Keduanya benar-benar tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan mereka.

“Kami saling memeluk dan saling berciuman. Kami berbicara satu sama lain tentang seperti apa hidup kami selama berpuluh-puluh tahun ketika kami berpisah,” kata Warner.

Mereka pun merayakan reuni langka ini dengan menjalani tur Warner Bros Studio sebelum makan malam di rumah Warner. Dan ketika waktunya tiba, Deutsch merasa kecewa karena pertemuan tersebut berakhir begitu cepat.

Tapi dia juga senang akhirnya ia bisa melihat dan bertemu belahan-jiwanya. “Kami beruntung kita telah hidup begitu lama dan masih sehat. Ini sungguh luar biasa, saya sangat merinding rasanya!” timpal Deutsch.

Kisah Warner dan Deutsch ini adalah bukti betapa hebatnya mereka. Dan hubungan mereka adalah sesuatu yang diharapkan bisa mengantarkan mereka berdua mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian selama sisa hidup mereka. (Int/Rp/waa)

Lubang Besar Muncul Di Laut Antartika Kutub Selatan Bingungkan Ahli Puluhan Tahun

0

EpochTimesId – Sebuah lubang seukuran Pulau Maine terbentuk pada lautan es beku di Laut Weddell, Antartika. Para ilmuwan masih kebingungan dan tidak memiliki teori pasti penyebab terbentuknya lubang tersebut.

Lubang ini muncul sejak beberapa bulan yang lalu, ketika es biasanya sangat tebal di Kutub Selatan. Karena lokasinya yang terpencil, para peneliti kebanyakan hanya mengandalkan citra satelit untuk mempelajarinya.

Teori sementara tentang penyebab munculnya lubang diperkirakan berkaitan dengan arus dan aliran air hangat yang naik ke permukaan sehingga mencairkan lapisan es.

“Lapisan es pada bagian selatan samudera Antartika sangat tebal dan berlapis-lapis. Lapisan air yang sangat dingin namun relatif segar. Massa air lebih hangat dan lebih asin, sehingga berperan sebagai lapisan isolasi,” kata kepala Divisi Riset di Geomar Helmholtz Center for Ocean Research Kiel, Mojib Latif.

Dalam keadaan tertentu, air yang lebih hangat bisa menembus air pendingin isolasi dan melelehkan es. Ini adalah sebuah fenomena yang biasanya terjadi secara teratur di sekitar daerah pesisir di Kutub Utara dan Antartika. Namun, fenomena ini biasanya tidak akan terjadi di tengah laut.

“Ini seperti membuka katup pelepas tekanan. Laut kemudian melepaskan surplus panas ke atmosfer selama beberapa musim dingin berturut-turut sampai waduk panas habis,” tambah Latif.

“Air hangat mendingin saat mencapai udara, lalu tenggelam ke dasar dan memanas kembali. Siklus ini bisa diulang selama sisa musim dingin. Begitulah kebiasaanya,” jelas Kent Moore, seorang profesor fisika di University of Toronto, dikutip NTD.TV dari CBC.

Ini adalah kedua kalinya dalam dua tahun munculnya fenomena lubang es yang disebut Polynya. Sebelumnya, fenomena lubang es ini terjadi pada 2016.

Fenomena Polynya tahun ini jauh lebih besar dari tahun lalu. Namun lubang tahun ini masih jauh lebih kecil dari fenomena yang sama pada 1970-an. Waktu itu, lubang es muncul selama tiga musim berturut-turut.

“Yang terbentuk 40 tahun yang lalu sekitar lima kali lebih besar,” kata Torge Martin, seorang ahli meteorologi dan pemodel iklim di Pusat Penelitian Lautan Helmholtz di Kiel, Jerman.

Banyak ilmuwan dan ahli iklim berpikir bahwa, berdasarkan teori perubahan iklim mereka, pembentukan Polynya laut-dalam ini tidak akan terbentuk lagi di Antartika. Karena ada rentang 40 tahun antara terakhir kali hal ini terjadi. Namun, tidak ada pola jelas yang bisa dijadikan pedoman bagi para ilmuwan.

“Dua dari peristiwa yang terjadi dua tahun berturut-turut ini sebenarnya bukan merupakan tren yang cukup lama bagi kita untuk mengatakan bahwa ini adalah hasil pemanasan global,” kata tutup Moore. (CBC/NTD.TV/TheEPochTimes/waa)

Senjata Api Adalah Kebudayaan Tradisional Bangsa Amerika Sekaligus Pencegah Rezim Diktator

EpochTimesId – Insiden penembakan dengan senjata api akhir-akhir ini mulai marak terjadi di Amerika Serikat. Terakhir, Pada awal Oktober lalu, di kota Las Vegas seorang pria bersenjata menembaki massa berjubel yang sedang menyaksikan Country Music Festival.

Ditulis Oleh Liang Yan/ Epoch Times Internasional

Insiden Las Vegas menewaskan 59 orang dan 527 lainnya mengalami luka-luka. Ini merupakan kasus penembakan yang paling tragis dalam sejarah AS dan sekali lagi menarik perhatian masyarakat terhadap masalah pengontrolan senjata api oleh pemerintah Amerika.

Polisi menyatakan, Stephen Paddock (64) sang pelaku penembakan yang tewas bunuh diri ketika digerebek polisi, bertindak sendirian. Dia bukan anggota organisasi ekstrim, namun motif penembakan belum bisa dipastikan.

Fakta yang cukup membingungkan bagi polisi adalah, ditemukannya 17 pucuk senjata api di dalam kamar pelaku. Biro Investigasi Federal (FBI) mengeluarkan pernyataan, oknum tersebut tidak ada hubungannya dengan organisasi teroris internasional.

Pasca penembakan brutal di kota Kasino isu pengawasan senjata api di AS sekali lagi memantik polemic yang memanas.

Penyelidikan FBI menemukan, Paddock sebelumnya membeli senjata dari toko ‘Guns and Guitars’. Toko itu beralamat di Nevada Mascot. Pemilik toko mengakui telah menjual semua senjata api itu. Dia menegaskan sebelum menerima pesanan, telah melakukan penyelidikan latar belakang si pembeli sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Federal, dan Negara Bagian.

Pemilik ‘Guns and Guitars’ mengaku tidak menemukan alasan yang menunjukkan bahwa pembeli tidak layak untuk memiliki senjata api. Walau demikian, Kantor Kejaksaan Agung Federal kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pemilik toko.

Dalam 20 tahun belakangan, sangat sering terjadi kasus penembakan di Amerika. Namun pemerintah federal dan kongres tidak melakukan dorongan kuat terhadap pelarangan kepemilikian senjata api. Kondisi ini sangat berhubungan erat dengan nilai tradisional Amerika tentang kepemilikan senjata api dan ‘Bill of Rights’. Bill of Rights atau deklarasi hak adalah sebutan bagi sepuluh perubahan atau amendemen pertama terhadap Konstitusi atau Undang-Undang Dasar Amerika Serikat. Amendemen ini dibuat untuk melindungi hak-hak asli dari kebebasan individu dan hak atas harta benda.

Pada Bab II ‘Bill of Rights’ disebutkan, ”Hak rakyat dalam memiliki dan membawa senjata, tidak dapat dilanggar.”

Ini merupakan sejenis kesiap-siagan yang diciptakan oleh para Founding Father Amerika dalam menghadapi kemungkinan terjadinya metamorfosa oleh pemerintah. Memang benar hal itu telah secara maksimum mencegah terjadinya kondisi seperti negara-negara lain, dimana ketika pasukan militer pemerintah melakukan penindasan terhadap rakyatnya, berhubung rakyat tidak memiliki senjata api maka rakyat samasekali tidak berdaya.

Hak memiliki senjata api merupakan nilai tradisional Amerika. Nilai tradisional yang memposisikan sikap hati-hati terhadap pemerintahan yang berkuasa. Nilai tradisional tersebut mewujudkan hak melindungi rakyat lebih didahulukan daripada hak kekuasaan pemerintah.

Pemahaman seperti itu juga terwujud dalam banyak pidato Trump yang berkali-kali menegaskan kan, ”Rakyat Amerika tidak memuja pemerintah, hanya memuja Tuhan”. Hak untuk memiliki senjata api juga membuat rakyat Amerika mempunyai kepercayaan yang kuat dalam melindungi harta dan tanah milik pribadinya.

Selain itu, pada ‘Amandemen Kedua Kontitusi’ Amerika Serikat tentang masalah senjata api juga sangat istimewa. Konstitusi tidak mengatakan memberi hak kepemilikan senjata api kepada rakyat, melainkan meguatkan hak rakyat yang tidak dapat dilanggar atas kepemilikan dan hak membawa senjata api.

Dengan kata lain, para ‘Founding Father’ Amerika beranggapan, hak tersebut bukan berasal dari pemberian atas kebaikan hati pihak manapun. Hak ini adalah hak asasi manusia pemberian sang Pencipta. Kebijakan ini juga memperlihatkan dengan jelas, Amerika merupakan sebuah negara yang sangat menekankan perlindungan terhadap kerahasiaan pribadi, harta pribadi dan tanah pribadi milik rakyat.

Kesimpulannya, pada 200 tahun silam para pendiri utama negara Amerika Serikat dan para tokoh golongan konservatif meyakini, ‘pemerintahan’ merupakan ‘hewan aneh’ ciptaan manusia, maka harus diwaspadai agar jangan sampai tidak terkendali. Itulah sebabnya, setiap pemerintahan AS selalu menyerukan penambahan undang-undang demi pengontrolan atas senjata api.

Pemerintah antara lain sudah mengeluarkan Undang-Undang hanya tentang pembatasan terhadap beberapa tipe senjata api, melakukan penyelidikan terhadap kondisi dan latar belakang pembeli, apakah mereka pernah berbuat kejahatan pelanggaran hukum dan lain-lain, demi mengurangi bahaya dari perbuatan jahat penggunaan senjata api. Akan tetapi, sulit bagi pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang yang memuat pelarangan secara total atas penggunaan senjata api, karena hal itu bertentangan dengan ‘Konstitusi’ dan kebudayaan tradisional. (tys/whs/waa)