Bak Drama Istana! Video Mantan Perwira Bongkar Penangkapan Jenderal Zhang Youxia, Elite Militer Bungkam, Gelombang Pengunduran Diri Guncang PLA

Setelah Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) Partai Komunis Tiongkok (PKT) Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat (CMC) Liu Zhenli ditangkap, berbagai bocoran detail bermunculan, bak drama istana versi modern. Seorang perwira purnawirawan dari Grup Angkatan Darat ke-31 PKT mengungkapkan bahwa saat ini militer PKT sudah kacau. Para perwira setingkat resimen ke atas ramai-ramai mengajukan laporan pengunduran diri dan alih tugas. Para petinggi militer juga enggan menyatakan dukungan kepada Xi Jinping. Dalam waktu dekat dikhawatirkan akan terjadi peristiwa besar.

EtIndonesia. Pada 24 Januari 2026, Kementerian Pertahanan PKT secara tiba-tiba mengumumkan bahwa Wakil Ketua CMC Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan CMC Liu Zhenli “diduga terlibat pelanggaran disiplin dan hukum berat”, dan keduanya resmi diselidiki. Meski rumor telah beredar beberapa hari sebelumnya, kecepatan pengumuman resmi ini tetap mengejutkan opini publik.

Pada 26 Januari, YouTuber “Zhen Guandian” melalui pembawa acara Zhen Fei merilis sebuah video, mengaku memperoleh informasi dari seorang mantan perwira Grup Angkatan Darat ke-31 PKT mengenai detail penangkapan Zhang Youxia serta kondisi terkini militer PKT. Grup Angkatan Darat ini pernah menjadi tempat dinas Miao Hua dan He Weidong, dan perwira tersebut pernah bekerja bersama mereka.

Menurut penuturan perwira senior yang dikutip oleh “Zhen Guandian”, setelah Zhang Youxia ditangkap, semua orang terkejut dan tidak menyangka seorang mantan komandan senior seperti Zhang bisa “ditangkap dengan begitu mudah”. 

Kini, para perwira setingkat resimen dan distrik militer ke atas ramai-ramai mengajukan pengunduran diri dan alih status, pada dasarnya melepaskan tanggung jawab. Tidak ada yang tahu kapan “api” akan menjalar ke diri mereka. Akibatnya, departemen organisasi kewalahan dan hanya bisa meneruskan laporan “berlapis-lapis ke atas”.

Yang lebih serius, Xi Jinping meminta para komandan grup angkatan darat menyatakan sikap mendukungnya, namun para komandan umumnya memilih diam. Perwira senior tersebut mengatakan bahwa setelah menjatuhkan Zhang Youxia, Xi meminta pernyataan sikap dari para komandan, tetapi tidak ada yang berbicara. Tidak ada yang mau menjadi orang pertama yang menentang Zhang Youxia, karena di militer sangat menjunjung senioritas dan Zhang memiliki wibawa tinggi. Tidak ada yang mau menyatakan dukungan kepada Xi Jinping. Menurutnya, “Xi sama sekali tidak punya wibawa di militer, caranya terlalu licik.”

Ia menyebutkan bahwa saat ini militer melakukan perlawanan pasif. Jika berlanjut, pasukan akan lumpuh—tidak ada yang mau bekerja, semua memilih “rebahan” sebagai bentuk protes. Hal ini diperkirakan akan membuat Xi Jinping frustrasi. 

Selanjutnya, Xi mungkin akan kembali mengangkat orang-orang baru, memunculkan “gelombang baru” figur seperti He Weidong dan Miao Hua. Namun semua orang sudah ketakutan dan tidak ada yang mau bekerja sama dengannya.

Mengenai proses penangkapan Zhang Youxia, perwira tersebut menilai hampir pasti terjadi bentrokan bersenjata. Dengan jabatan Zhang, pengawalan dekatnya kemungkinan berasal dari kekuatan khusus tingkat tertinggi dalam sistem militer, yakni Unit 82—Korps Polisi Bersenjata, Resimen Mobil Kedua—salah satu dari lima pasukan khusus elit teratas di seluruh sistem militer. Pengawal Zhang diperkirakan adalah anggota Pasukan Komando Snow Leopard.

Soal siapa yang bertindak, ia menilai pasukan yang terlibat adalah pasukan kepolisian di bawah Menteri Keamanan Publik Wang Xiaohong. Sistem ini merupakan versi peningkatan kekuatan kepolisian daerah, dengan keunggulan dalam penegakan hukum perkotaan dan respons cepat. Pasukan kepolisian Zhongnanhai, khususnya pengawal pribadi pemimpin, mendapat pelatihan khusus seperti anti-pembunuhan dan anti-penembak jitu, sehingga bukan polisi biasa, melainkan setara pasukan khusus militer.

Ia menyatakan bahwa pasukan elit Snow Leopard “bahkan sampai dikalahkan oleh pasukan kepolisian Wang Xiaohong”. Karena itu, militer, menurutnya, tidak akan menelan ini begitu saja. “Cepat atau lambat mereka akan membalas dendam, bahkan melakukan pembalasan berdarah terhadap Kementerian Keamanan Publik.”

Terkait penangkapan Zhang, beredar dua versi di internet. Pertama, Xi Jinping telah lama merencanakan penangkapan Zhang Youxia, berpura-pura bekerja sama dengan Zhang dan para tetua, menunggu waktu yang tepat untuk “menjatuhkan dalam satu serangan”. Versi kedua menyebutkan Zhang Youxia dan Liu Zhenli merencanakan kudeta militer, namun rencana itu dibocorkan dua jam sebelum terjadi, sehingga Xi berhasil melakukan serangan balik dan menangkap 17 perwira militer.

Perwira senior tersebut mengatakan dirinya lebih condong pada versi pertama: bahwa ini adalah serangan mematikan yang telah lama direncanakan Xi Jinping, dengan menggandeng Wang Xiaohong dan pihak lain untuk melatih pasukan polisi secara rahasia, lalu menekan pasukan Snow Leopard saat penangkapan berlangsung.

Ia juga menyebut Liu Yuan, namun menilai “kemungkinan besar juga sudah dikendalikan”. Menurutnya, jika ada tokoh berwibawa tinggi di militer yang memimpin, “seluruh Tentara Pembebasan Rakyat sangat mungkin akan terlibat perang besar dengan kepolisian”.

Mengenai perkembangan selanjutnya, ia memperkirakan dalam sepuluh hingga lima belas hari ke depan, militer PKT akan menghadapi peristiwa besar. Xi Jinping dinilai sama sekali tidak mampu memimpin militer; moral pasukan telah runtuh. Seluruh militer kini berada dalam keadaan diam—protes tanpa suara. 

Meski perintah Xi turun berlapis-lapis, tidak ada respons di tingkat bawah. Para komandan grup angkatan darat tidak menyatakan sikap—itu sendiri sudah merupakan sebuah sikap. Pada akhirnya, “yang kemungkinan akan menjadi gila adalah Xi Jinping sendiri”, dan “seluruh dunia sedang menunggu untuk menertawakan dia”.

Namun, untuk informasi di atas, New Tang Dynasty saat ini belum dapat memastikan kebenarannya. (***)

Aksi Protes di Brasil Berubah Menakutkan Saat Petir Melukai Lebih dari 70 Orang

EtIndonesia. Di ibu kota Brasil, Brasília, selama badai petir hebat, petir menyambar di dekat orang-orang yang menunggu dimulainya aksi protes untuk mendukung mantan Presiden Jair Bolsonaro yang dipenjara. Setidaknya 72 orang terluka, menurut Daily Star.

Sumber melaporkan bahwa petir menyambar area tempat pendukung Bolsonaro berkumpul selama badai hujan, sementara ribuan orang berdiri di alun-alun. Tim penyelamat membawa puluhan korban luka ke rumah sakit, dengan setidaknya delapan orang dalam kondisi serius.

Ahli meteorologi mengatakan Brasil adalah salah satu negara dengan frekuensi sambaran petir tertinggi di dunia, terutama selama badai petir musiman. Daily Star mencatat bahwa ini meningkatkan risiko cedera publik selama peristiwa cuaca ekstrem.

Insiden tersebut terjadi selama periode badai petir yang sering dan intens di wilayah tersebut, disertai hujan lebat dan petir. Layanan keamanan Brasil telah mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengikuti aturan keselamatan selama badai untuk menghindari cedera akibat fenomena alam.

Pada September tahun lalu, Mahkamah Agung Brasil menjatuhkan hukuman 27 tahun penjara kepada mantan Presiden Jair Bolsonaro karena mencoba membatalkan hasil pemilihan presiden 2022 dan percobaan pembunuhan terhadap presiden terpilih, Luiz Inácio Lula da Silva.

Bolsonaro yang berusia 70 tahun, bersama dengan terdakwa lainnya, menolak semua tuduhan dan menyebut persidangan itu sebagai penganiayaan yang bermotivasi politik.

Seminggu setelah putusan, dilaporkan bahwa Bolsonaro didiagnosis menderita kanker kulit stadium awal. Para profesional medis mencatat bahwa mantan presiden tersebut membutuhkan pemantauan kesehatan berkelanjutan.

Bulan ini, Bolsonaro untuk sementara meninggalkan sel penjara untuk pemeriksaan medis dan operasi hernia di sebuah rumah sakit di ibu kota, setelah itu ia dikembalikan di bawah pengawasan ke fasilitas polisi federal di Brasília. (yn)

2.129 Potensi SAR Dikerahkan dalam Operasi Pencarian Longsor di Cisarua Bandung Barat 

EtIndonesia. Sebanyak  2.129 potensi SAR dikerahkan dalam operasi pencarian tanah longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Operasi kali ini dilakukan tak terkendala dengan kondisi cuaca.  

“Hari ini cuaca mendukung sehingga pencarian dapat berjalan secara maksimal hingga sore hari, karena cuaca sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR. Adapun Potensi SAR yang terlibat sebanyak 2.129 potensi SAR,” kata Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, Senin (26/1/2026) dalam keterangannya. 

Potensi SAR dikerahkan dalam operasi pencarian di Dusun Pasirkuning Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Basarnas)

Ia juga mengatakan, tim pada Senin  melaksanakan pencarian terhadap kurang lebih 80 warga yang masih hilang pasca bencana tanah longsor di Dusun Pasir kuning, Desa Pasirlangu.

Adapun, fokus pencarian fokus Tim SAR Gabungan berada di 2 sektor area pencarian yakni sektor A dan Sektor B di Desa Pasirlangu. 

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/POLRI, Kementrian PU, BNPB, Kementrian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Relawan dan Komunitas SAR bersinergi melaksanakan pencarian dengan berbagai metode, mulai dari manual, alkon, hingga penggunaan alat berat. 

Potensi SAR dikerahkan dalam operasi pencarian di Dusun Pasirkuning Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Basarnas)

“Hari ini Kita fokuskan membagi tim menjadi 2 sektor, yakni sektor A di bagian Timur dan sektor B di bagian barat Ds. Pasirlangu, hari ini kami memiliki penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap dan juga potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi” ujarnya.

“Untuk pencarian menggunakan alat berat, hari ini ada 9 excavator yang akan digerakkan untuk melaksanakan pencarian” lanjutnya. 

Data korban sementara hingga saat ini, sudah dievakuasi 25 bodypack atau kantung jenazah dan kurang lebih 80 orang masih dalam pencarian. Terkait data korban masih dalam proses identifikasi pihak DVI. 

“Setiap kantung jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya tim DVI yang akan merilis data data data korban tersebut,” katanya. (asr)

Tiga Puluh Lima Kali Panggilan Darurat

EtIndonesia. Suatu sore, di Tobu Department Store di Tokyo, Jepang, seorang pramuniaga dengan sopan melayani seorang pelanggan wanita yang ingin membeli pemutar CD portabel. Saat itu, pramuniaga tersebut memilihkan sebuah CD Sony yang tampak masih tersegel dan baru.

Namun, setelah transaksi selesai dan dilakukan pengecekan barang, barulah disadari bahwa yang terjual ternyata hanyalah unit contoh (dummy)—hanya tampilan luar tanpa fungsi apa pun. Menyadari kesalahan serius ini, pramuniaga tersebut segera melapor kepada petugas keamanan toko. Para petugas langsung mencari pelanggan wanita itu ke berbagai sudut pusat perbelanjaan, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Manajer Tobu Department Store segera mengumpulkan staf terkait untuk membahas masalah ini. Informasi yang mereka miliki sangat terbatas: pelanggan tersebut adalah seorang wartawan asal Amerika bernama Kitais, dan dia hanya meninggalkan satu kartu nama dari American Express, tanpa alamat atau nomor kontak lain.

Departemen hubungan masyarakat pun langsung bekerja sepanjang malam. Mereka menelepon berbagai hotel besar di Tokyo, namun tidak memperoleh hasil. Selanjutnya, mereka menelepon kantor pusat American Express di Osaka. Larut malam barulah mereka mendapatkan balasan berupa nomor telepon orangtua Kitais di Amerika Serikat.

Tim kemudian melakukan panggilan internasional, menghubungi orangtua Kitais, dan dari sana berhasil memperoleh alamat serta nomor telepon Kitais selama berada di Tokyo. Seluruh proses pencarian ini melibatkan total tiga puluh lima panggilan darurat.

Keesokan paginya, Tobu Department Store segera menghubungi Kitais untuk menyampaikan permohonan maaf. Wakil manajer bersama staf humas mendatangi langsung tempat tinggal Kitais. Setibanya di sana, mereka membungkuk dalam-dalam sebagai tanda permintaan maaf.

Mereka menyerahkan sebuah pemutar CD Sony yang baru, ditambah satu keping CD, sebuah kotak kue, dan satu set handuk sebagai tanda penyesalan. Wakil manajer bahkan mengeluarkan buku catatan dan membacakan secara rinci seluruh proses pencarian alamat dan nomor telepon Kitais, lengkap dengan langkah-langkah koreksi yang dilakukan segera setelah kesalahan ditemukan.

Kitais sangat tersentuh oleh sikap ini. Sebenarnya, dia berniat memberikan pemutar CD tersebut sebagai hadiah perkenalan untuk kerabatnya di Jepang. Namun ketika tiba di rumah dan mendapati alat itu tidak bisa digunakan, dia sangat marah. Dia pun langsung menulis sebuah artikel kritik berjudul “Wajah Asli di Balik Senyum”, dan berencana keesokan harinya mendatangi Tobu Department Store untuk menuntut pertanggungjawaban.

Tak disangka, sebelum semua itu terjadi, Tobu Department Store telah lebih dulu memperbaiki kesalahan tersebut dengan kesungguhan dan upaya yang luar biasa.

Akibatnya, Kitais merobek artikel kritik itu dan menggantinya dengan sebuah laporan khusus berjudul “Tiga Puluh Lima Panggilan Darurat”.

Artikel tersebut kemudian dipublikasikan dan menimbulkan resonansi besar di masyarakat. Nama Tobu Department Store pun melambung, pengunjung membludak, dan kisah ini bahkan direkomendasikan oleh American Public Relations Association sebagai contoh klasik praktik hubungan masyarakat berskala dunia.

Pesan Cerita

Jangan pernah menganggap kesalahan kecil sebagai sesuatu yang sepele, dan jangan mengira memperbaiki kesalahan kecil adalah hal yang merepotkan. Sebaliknya, kita harus selalu memiliki kesadaran akan krisis.

Krisis tidak hanya muncul dari peristiwa besar. Banyak kegagalan besar justru berawal dari hal-hal kecil yang diabaikan.

Renungan

Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Namun, jika saat melakukan kesalahan kita mau mengakuinya dan segera memperbaikinya, hal itu justru akan meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi orang lain—tanpa disadari, nilai diri kita di mata mereka pun meningkat.

Sebaliknya, ada orang yang jelas-jelas bersalah tetapi menolak mengakuinya. Walaupun secara argumen dia mungkin menang, sesungguhnya dia telah kalah dalam harga dirinya di mata orang lain.

Tentu, ada pula tipe orang lain yang disebut “merasa benar tanpa memberi ampun”—meskipun pihak lawan sudah mengakui kesalahan, mereka tetap mengejar dan menghujani kritik tanpa mempertimbangkan perasaan dan posisi orang lain.(jhn/yn)

Kabasarnas dan Jajaran Pemerintah Mendampingi Wapres Gibran Tinjau Longsor Cisarua Bandung Barat 

EtIndonesia. Bandung Barat — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Mohammad Syafii meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Kabasarnas mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Menko PMK Pratikno, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Ade Dian Permana.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan secara langsung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pascabencana tanah longsor, sekaligus meninjau kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi di lapangan.

Dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Wakil Presiden, Wapres menekankan agar proses pencarian dan pertolongan korban berjalan maksimal serta kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Kunjungan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir cepat di tengah masyarakat terdampak bencana, mengutamakan keselamatan warga, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Usai meninjau lokasi longsor, Wapres melanjutkan kunjungan ke Posko Pengungsian di Balai Desa Pasirlangu untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta memberikan dukungan langsung kepada para pengungsi. Pada kesempatan ini, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi.

Wapres juga menginstruksikan agar pemerintah daerah memastikan bantuan tepat sasaran, termasuk penanganan rumah-rumah yang rusak serta rencana relokasi dan perbaikan hunian, dengan tetap memperhatikan agar lokasi baru tidak terlalu jauh dari mata pencaharian warga.

“Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki. Jika perlu relokasi, mohon disosialisasikan dengan baik dan tidak terlalu jauh dari tempat asal serta sumber penghidupan warga,” kata Wapres.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Mohammad Syafii meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026) – Dok BASARNAS

Kabasarnas menegaskan bahwa operasi SAR dilaksanakan secara maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan personel dan masyarakat, mengingat kondisi cuaca yang tidak bersahabat serta masih adanya potensi longsor susulan.

“Kami mengingatkan seluruh unsur SAR untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap tahapan operasi. Cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat mengharuskan kita bekerja lebih waspada dan terkoordinasi,” ujar Kabasarnas di sela-sela peninjauan.

Memasuki hari kedua Operasi SAR, tim SAR gabungan kembali melaksanakan pencarian terhadap sekitar 80 warga yang masih berstatus dalam pencarian. Pencarian difokuskan pada dua sektor, yakni Sektor Alpha dan Sektor Bravo, menggunakan metode pencarian manual dengan dukungan drone UAV. Penggunaan alat berat belum memungkinkan karena kondisi tanah yang masih labil dan berisiko.

Total personel yang terlibat dalam operasi ini berjumlah 504 personel, terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PLN Indonesia, serta potensi SAR, organisasi masyarakat, dan relawan.

“Sejak pukul 06.00 WIB, tim melaksanakan asesmen menggunakan drone UAV untuk pemetaan potensi bahaya, penentuan area kerja, penempatan safety officer, serta jalur evakuasi darurat,” ujar Ade Dian Permana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) di lapangan. Operasi dilanjutkan setelah area kerja dinyatakan aman.

Apabila kondisi memungkinkan, tim SAR gabungan juga akan mengerahkan dua ekor K9 Ditsamapta Polda Jawa Barat untuk melakukan asesmen pada titik-titik potensial keberadaan korban. (asr)

Rusia Berupaya Mengganti Komandan Armada Laut Hitam Setelah Kegagalan Pertahanan

EtIndonesia. Komando Angkatan Bersenjata Rusia sedang bersiap untuk mengganti komandan Armada Laut Hitam Rusia. Alasannya adalah kegagalan dalam pertahanan dan efektivitas yang rendah dalam melawan drone Ukraina, menurut gerakan partisan ATESH.

“Ada desas-desus di kalangan perwira bahwa kepemimpinan militer Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengganti komandan Armada Laut Hitam saat ini, Laksamana Sergei Pinchuk. Alasannya adalah kegagalan sistemik dalam memastikan keamanan pangkalan dan kapal, serta efektivitas yang sangat rendah dari langkah-langkah untuk melawan kapal tak berawak Ukraina,” kata agensi tersebut.

Agen ATESH dari markas armada mengatakan bahwa beberapa kandidat pengganti sedang dibahas di balik layar. Kemungkinan besar, wakil pertama, Laksamana Madya Akhmerov, mungkin akan ditunjuk.

Gerakan partisan tersebut juga menekankan bahwa mereka secara pribadi terlibat dalam penghancuran fasilitas Armada Laut Hitam Rusia.

“Sejak 2022, kami secara sistematis melakukan pengintaian terhadap kapal, fasilitas perbaikan, unit militer, dan pangkalan angkatan laut Armada Laut Hitam di Krimea dan Novorossiysk. Informasi kami membantu Pasukan Pertahanan Ukraina untuk menghancurkan armada ini,” jelas ATESH.

Menurut para partisan, serangkaian kerugian di pihak Rusia menunjukkan kurangnya perlindungan terorganisir di wilayah perairan dan infrastruktur utama. Terlepas dari laporan resmi Rusia tentang pengendalian situasi, pada kenyataannya, ancaman dari drone laut terus berhasil dilakukan.

“Dalam enam bulan terakhir saja, setidaknya ada delapan serangan yang berhasil dilakukan oleh kapal tak berawak Ukraina terhadap fasilitas Armada Laut Hitam, termasuk Sevastopol dan pangkalan di Krimea. Dalam beberapa kasus, sistem deteksi gagal berfungsi sama sekali, dan pasukan yang bertugas merespons dengan keterlambatan 20-40 menit, yang menyebabkan kerusakan pada kapal dan infrastruktur. Fakta-fakta ini tercermin dalam laporan internal, setelah itu masalah pergantian komando diangkat ke tingkat yang lebih tinggi,” demikian ringkasan gerakan tersebut.

Armada Laut Hitam Rusia dan Sekitarnya

Baru-baru ini, partisan ATESH menyerang salah satu fasilitas komando utama Armada Laut Hitam Rusia di Novorossiysk, yaitu pusat komunikasi khusus ke-37 (unit militer 09920), yang memastikan transmisi perintah terpenting dari Moskow dan koordinasi tindakan armada dengan cabang-cabang angkatan bersenjata lainnya. Fasilitas ini secara efektif berfungsi sebagai sistem komando pusat Armada Laut Hitam Rusia.

Sebagai informasi tambahan, Pengadilan Militer Distrik Barat Kedua, yang terletak di ibu kota Rusia, baru-baru ini untuk pertama kalinya mengakui bahwa militer Ukraina telah menghancurkan kapal penjelajah Moskva.

Beberapa minggu yang lalu, kami juga menulis bahwa, menurut juru bicara Angkatan Laut Ukraina, Dmytro Pletenchuk, Rusia meminimalkan pelayaran kapal mereka ke Laut Azov karena rute navigasi terbatas dan ada risiko tinggi untuk dihancurkan. (yn)

Daya Persuasi Seekor Anak Domba

EtIndonesia. Seorang pemilik peternakan memelihara banyak domba. Tetangganya adalah seorang pemburu yang memelihara sekawanan anjing pemburu yang ganas di halaman rumahnya.

Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan menyerang anak-anak domba di peternakan.

Pemilik peternakan sudah beberapa kali meminta sang pemburu agar mengurung anjing-anjingnya dengan baik. Sang pemburu selalu mengiyakan secara lisan, tetapi beberapa hari kemudian, anjing-anjing itu kembali melompat ke peternakan, berlari liar, dan menggigit beberapa ekor anak domba.

Tak tahan lagi, pemilik peternakan pun pergi mengadu kepada hakim di kota.

Setelah mendengar keluhannya, hakim yang bijaksana berkata: “Aku bisa menghukum pemburu itu, atau mengeluarkan perintah agar dia mengurung anjing-anjingnya. Namun jika itu kulakukan, kamu akan kehilangan seorang teman dan justru mendapatkan seorang musuh. Menurutmu, lebih baik bertetangga dengan musuh atau dengan seorang teman?”

“Tentu saja bertetangga dengan teman,” jawab pemilik peternakan.

“Baik, aku akan memberimu sebuah cara. Lakukan seperti yang aku katakan. Bukan hanya dombamu akan aman, kamu juga akan mendapatkan seorang tetangga yang ramah,” kata hakim.

Hakim pun menjelaskan rencananya dengan rinci, dan pemilik peternakan mengangguk setuju.

Sesampainya di rumah, pemilik peternakan memilih tiga anak domba yang paling lucu dan menggemaskan, lalu memberikannya kepada tiga orang anak sang pemburu.

Melihat anak-anak domba yang putih dan jinak itu, ketiga anak pemburu sangat gembira. Setiap hari sepulang sekolah, mereka bermain dan bercanda bersama anak-anak domba di halaman rumah.

Karena takut anjing-anjingnya melukai anak-anak domba milik anak-anaknya, sang pemburu pun membuat kandang besi besar dan mengurung anjing-anjingnya dengan kuat.

Sejak saat itu, kawanan domba di peternakan tidak pernah lagi diganggu.

Sebagai ungkapan terima kasih atas kebaikan tetangganya, sang pemburu mulai sering mengirimkan hasil buruan kepadanya. Sebaliknya, pemilik peternakan juga kerap membalas dengan daging domba dan keju.

Lambat laun, keduanya pun menjadi sahabat baik.

Untuk meyakinkan seseorang, cara terbaik adalah memikirkan kepentingannya—dan membuatnya ikut memperoleh manfaat.

Hikmah Cerita

Setelah membaca kisah sederhana ini, kita diingatkan akan satu kebenaran penting: cara paling efektif untuk meyakinkan seseorang bukanlah dengan paksaan, melainkan dengan empati dan kepedulian.

Banyak kata bijak terdengar sederhana dan mudah dipahami, tetapi menerapkannya dalam kehidupan nyata membutuhkan latihan dan kedewasaan batin.

Saat berhadapan dengan tetangga atau orang lain yang menyulitkan, kemarahan sering kali menutupi kebijaksanaan. Akibatnya, kita memilih jalan konfrontasi dan saling melukai, padahal ada jalan lain yang jauh lebih damai dan cerdas.

Semoga kisah ini tidak hanya dipahami, tetapi juga benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.(jhn/yn)

Iran Uji Rudal Antar-Benua, AS Siagakan Kapal Induk & Kapal Selam Nuklir—Dunia Masuk Detik-detik Perang

EtIndonesia. Situasi keamanan di Timur Tengah memasuki fase paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir. Dalam rentang waktu kurang dari satu minggu, Iran dan Amerika Serikat sama-sama menunjukkan eskalasi kekuatan militer secara terbuka—memicu kekhawatiran luas akan pecahnya konflik besar yang dapat mengguncang stabilitas global.

Iran Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua Terjauh dalam Sejarahnya

Dalam beberapa hari terakhir, Iran merilis rekaman resmi uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis baru, yang disebut memiliki kemiripan dengan seri Qaem-105. Rudal ini dilaporkan memiliki jangkauan hingga 3.700 mil atau lebih dari 6.000 kilometer, menjadikannya ICBM dengan jangkauan terjauh yang pernah diuji Iran sejauh ini.

Uji coba tersebut dilakukan dari pangkalan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Semnan, wilayah tengah-utara Iran. Menurut informasi yang beredar, lintasan uji coba diarahkan ke Siberia, Rusia, dan dilakukan atas persetujuan Moskow—sebuah detail yang langsung menarik perhatian komunitas intelijen Barat.

Sebelumnya, Defense Intelligence Agency (DIA) Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa hingga tahun 2035, Iran berpotensi memiliki sekitar 60 unit rudal balistik antarbenua, sebuah kemampuan yang secara signifikan mengubah keseimbangan strategis kawasan.

Iran Rilis Video Ancaman, Tandai Seluruh Pangkalan AS di Timur Tengah

Ketegangan meningkat tajam pada 22 Januari 2026, ketika Iran secara resmi merilis video propaganda militer yang menampilkan peta target berisi seluruh pangkalan utama Amerika Serikat di Timur Tengah.

Dalam video tersebut, terlihat dengan jelas penandaan terhadap:

  • Pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain
  • Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar
  • Pangkalan Udara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
  • Berbagai fasilitas militer AS di Arab Saudi dan Yordania

Pesan yang disampaikan dinilai tidak ambigu: Iran ingin menunjukkan bahwa seluruh kehadiran militer AS di kawasan berada dalam jangkauan serangan.

Drone Shahed-136 Diparkir Massal, Isyarat Persiapan Serangan

Sementara itu, citra satelit terbaru menunjukkan pemandangan mencolok di Bandara Mehrabad, dekat Teheran. Puluhan drone bunuh diri Shahed-136 terlihat diparkir secara terbuka, mengindikasikan bahwa Iran tengah mempersiapkan opsi serangan jarak jauh, termasuk kemungkinan eskalasi langsung terhadap Israel.

Maskapai Barat Hentikan Penerbangan ke Timur Tengah

Ketegangan militer mulai berdampak langsung pada sektor sipil. Pada 23 Januari 2026, sejumlah maskapai penerbangan Barat mengambil langkah drastis:

  • Air France membatalkan penerbangan ke Dubai
  • British Airways menyusul dengan kebijakan serupa
  • Maskapai Belanda mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan ke Timur Tengah, termasuk ke Tel Aviv, Riyadh, Dubai, dan Qatar

Keputusan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan penerbangan sipil di kawasan konflik.

Amerika Serikat Aktifkan Postur Perang Tingkat Tinggi

Panglima CENTCOM Bergerak ke Yordania

Pada 21 Januari 2026, Panglima Komando Pusat AS (CENTCOM), Jenderal Michael “Erik” Kurilla, terbang dari Pangkalan Udara MacDill, Tampa, Florida, menuju Yordania menggunakan pesawat C-32A.

MacDill merupakan markas utama CENTCOM yang mengoordinasikan seluruh operasi militer AS di Timur Tengah, termasuk wilayah Iran, Irak, dan Israel.

Biasanya, markas komando garis depan CENTCOM berada di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Namun kali ini, AS memutuskan tidak menggunakan Al-Udeid sebagai pusat operasi potensial terhadap Iran, sehingga Yordania diperkirakan akan menjadi pusat komando garis depan baru.

USS Abraham Lincoln Resmi Masuk Wilayah CENTCOM

Pergerakan laut AS juga mencapai tahap krusial. Hingga 23 Januari, Kapal Induk USS Abraham Lincoln tercatat melintasi Samudra Hindia dan berada di perairan barat India, masih di bawah Komando Indo-Pasifik.

Namun pada 24 Januari 2026, kapal ini memasuki Laut Arab bagian tengah dan secara resmi berada di bawah kendali CENTCOM, menandai eskalasi militer terbuka terhadap Iran.

Komposisi Kekuatan Laut AS di Kawasan

Saat ini, kekuatan laut AS di Timur Tengah mencakup:

  • 1 kapal induk USS Abraham Lincoln
  • 6 kapal perusak kelas Arleigh Burke
  • 2 kapal selam nuklir:
    • USS South Dakota (kapal selam serang)
    • USS Georgia (kapal selam rudal jelajah)

USS Abraham Lincoln membawa:

  • 1 skuadron F-35C
  • 3 skuadron F/A-18 Super Hornet
  • 1 skuadron EA-18G Growler (perang elektronik)
  • 1 skuadron E-2D Hawkeye
  • 2 skuadron helikopter
  • 1 skuadron MV-22 Osprey

Yang mengejutkan, Penjaga Pantai AS juga mengerahkan 6 kapal perang ke Teluk Persia, terutama untuk patroli dan pengamanan jalur laut.

Selain itu, AS mengoperasikan kapal logistik, 3 kapal tempur litoral, serta kapal komando USS Mount Whitney di kawasan Teluk Arab.

Yordania Jadi Pusat Operasi Kunci

Dalam beberapa hari terakhir, AS secara masif mengirimkan pesawat tempur dan logistik ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Saat ini, penempatan udara AS di Timur Tengah dan Eropa meliputi:

  • 2 skuadron F-35A
  • 3 skuadron F-15
  • 1 skuadron F-16
  • 1 skuadron A-10 Thunderbolt II

Jet F-15 terlihat berulang kali lepas landas dari pangkalan di Inggris dan mendarat di Yordania.

Berbeda dengan konflik sebelumnya, Yordania kini menjadi pusat utama operasi AS, setelah:

  • Arab Saudi melarang penggunaan wilayah udara dan pangkalannya untuk menyerang Iran (dua minggu sebelumnya)
  • Qatar dan Oman menunjukkan sikap berhati-hati karena khawatir serangan balasan Iran

Secara geografis, Muwaffaq Salti sangat strategis:

  • Sekitar 900 km dari perbatasan Iran
  • Sekitar 1.300 km dari Teheran
  • Jalur langsung melintasi Irak

Kekuatan Bawah Laut dan Opsi Serangan

Di bawah laut:

  • USS South Dakota mampu membawa 12 rudal jelajah Tomahawk
  • USS Georgia, kapal selam kelas Ohio yang dimodifikasi, mampu membawa hingga 154 rudal Tomahawk

Baru-baru ini, sebuah lembaga pemikir AS mengusulkan skenario serangan menyeluruh terhadap:

  • Kilang minyak di Teheran dan Isfahan
  • Fasilitas energi dan pelabuhan Bandar Abbas
  • Kementerian Pertahanan Iran
  • Kantor Pemimpin Tertinggi Iran

Iran Balas Ancam Israel

Sebagai respons, pada 23 Januari 2026, Iran merilis peta target Israel, mencakup:

  • Lebih dari 10 pangkalan militer
  • Kilang minyak utama
  • Markas Mossad dan Shin Bet
  • Bandara Internasional Ben Gurion

Akankah Perang Meletus?

Meski eskalasi sangat nyata, sejumlah analis menilai serangan AS belum akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Alasannya:

  1. Konsentrasi militer belum sepenuhnya rampung
  2. USS George H.W. Bush telah meninggalkan Norfolk seminggu lalu, namun belum melintasi Selat Gibraltar
  3. Sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD masih dalam tahap pengerahan dan instalasi

Dalam Perang 12 Hari tahun lalu, Iran meluncurkan lebih dari 20 rudal balistik ke Pangkalan Al-Udeid, yang hampir seluruhnya berhasil dicegat oleh Patriot—menunjukkan pentingnya kesiapan pertahanan sebelum serangan.

Kesimpulan

Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militer dalam skala yang sangat besar, namun belum mencapai tahap final. Bahkan setelah semua aset siap, keputusan menyerang Iran tetap berada sepenuhnya di tangan Presiden Donald Trump.

Yang pasti, jika keputusan itu diambil, militer AS di Timur Tengah siap bergerak dalam hitungan jam. Namun apakah langkah tersebut akan benar-benar diambil, akan sangat bergantung pada situasi internal Iran, kalkulasi risiko regional, serta keyakinan AS dan Israel untuk menjatuhkan rezim Teheran.

Dunia kini menahan napas.

Xi Khawatir Pasukan Memasuki Beijing, Pemberontakan Skala Besar di PLA Bisa Terjadi Kapan Saja

Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat Liu Zhenli secara resmi diumumkan ditangkap pada 24 Januari, memicu gejolak situasi di Tiongkok. 

Seorang mantan pejabat PKT yang memperoleh informasi internal menyebutkan bahwa setelah Zhang Youxia ditangkap, pemimpin PKT Xi Jinping khawatir pasukan lama Zhang akan memimpin tentara masuk ke Beijing untuk melakukan perlawanan, dan pemberontakan besar bisa terjadi kapan saja.

EtIndonesia. Pada 24 Januari 2026, Kementerian Pertahanan PKT mengumumkan bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli “diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum berat” dan telah ditetapkan sebagai tersangka untuk diselidiki.

Mantan pejabat Mongolia Dalam, Du Wen, dalam sebuah program media mandiri berkomentar bahwa Xi Jinping telah “membalikkan seluruh tentara PKT secara total”.

 “Dua wakil ketua Komisi Militer Pusat disingkirkan, ditambah kepala staf. Ini sama sekali bukan pembersihan biasa; badai besar sedang terjadi di internal PKT—ini adalah kudeta,” ujarnya.

Mantan pejabat di Monggolia dalam Du Wen (tangkapan layar)

Ia mengutip sumber dari dalam sistem yang menyatakan bahwa militer PKT kini berada dalam kondisi paling tegang sejak berdirinya rezim. Sebagai tokoh nomor dua di militer, Zhang Youxia telah mengangkat ribuan jenderal selama kariernya. Setelah penangkapannya, militer PKT berpotensi mengalami pemberontakan massal kapan saja.

“Xi Jinping sangat takut pasukan masuk ke Beijing,” ungkap Du Wen.

 “Ia memerintahkan semua unit untuk tetap siaga di tempat masing-masing dan melarang pergerakan pasukan.”

Ia mengatakan bahwa kini seluruh unit militer telah memasuki status siaga tingkat satu. Seluruh personel kembali ke pos masing-masing, dan semua komunikasi keluar melalui ponsel telah dihentikan.

Menurutnya, peristiwa ini menandai keretakan struktural dalam militer PKT dan menunjukkan ketidakpercayaan total Xi Jinping terhadap sistem militer PKT.

Aktivis demokrasi Tiongkok, Wang Dan, menganalisis bahwa Zhang Youxia adalah teman masa kecil Xi Jinping. Penangkapannya mencerminkan perubahan sikap Xi terhadap militer, dari “membersihkan mereka yang tidak loyal” menjadi “tidak ada seorang pun yang bisa dipercaya”, memasuki fase “akhir Stalinisme”—keadaan tanpa kepercayaan sama sekali.

Aktivis Demokrasi Tiongkok di luar negeri, Wang Dan (foto arsip). (Luo Zhengheng/The Epoch Times)

Wang Dan menyatakan bahwa membersihkan orang-orang sendiri telah secara drastis meningkatkan ketidakpastian dalam sistem PKT, membuat semua orang hidup dalam ketakutan.

Sejak berkuasa pada 2012, Xi Jinping telah menyingkirkan lebih dari seratus jenderal senior militer, termasuk empat wakil ketua Komisi Militer Pusat. Dalam periode terbaru, anggota Komisi Militer Pusat kini hanya tersisa Zhang Shengmin. Skala pembersihan militer oleh Xi tergolong sangat langka, bahkan melampaui Revolusi Kebudayaan dan pembersihan besar-besaran di Uni Soviet.

Sebagian warganet menyamakan Xi Jinping dengan Kaisar Chongzhen dari akhir Dinasti Ming, dengan mengatakan bahwa ia “tidak memiliki jenderal di militer, dikelilingi pengkhianat, dan berada dalam bahaya dari segala arah”.

Pembersihan terhadap Zhang Youxia tidak mampu menutupi keterasingan dan ketidakberdayaan Xi. Para pengamat menilai bahwa kekuasaan satu orang tidak berarti tidak ada faksi lain di dalam partai; mereka hanya memilih bersikap rendah hati karena risiko politik. Seiring percepatan perkembangan situasi, politik PKT bisa bergerak menuju arah yang tidak pasti dan semakin tidak stabil.

Komentator independen Cai Shenkun menyatakan dalam program media mandiri bahwa Xi Jinping kini tidak berani dengan mudah memberi wewenang kepada militer untuk melakukan mobilisasi besar-besaran atau operasi tempur, karena takut para jenderal akan memanfaatkan kesempatan itu untuk “bergerak ke utara dan berbalik menyerang”. Begitu kekuasaan nyata diberikan, loyalitas sulit dijamin, dan kekuatan anti-Xi bisa segera berbalik arah.

Penangkapan mendadak Zhang Youxia, tokoh nomor dua di militer PKT, juga menarik perhatian internasional. Kantor berita Reuters, Associated Press, Agence France-Presse, dan BBC melaporkannya secara serempak, menggunakan istilah seperti “guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan “pembersihan mendalam yang memasuki wilayah tak dikenal”.

Bloomberg secara gamblang menyatakan bahwa setelah penangkapan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, tingkat pengambilan keputusan militer tertinggi di Tiongkok “hanya tersisa dua orang”.

Associated Press menekankan bahwa ini adalah pembersihan militer terbesar dan pada level tertinggi sejak Xi Jinping berkuasa. Dunia luar terkejut bukan semata karena isu antikorupsi, melainkan karena Xi Jinping justru menyerang orang-orang dekatnya sendiri—diibaratkan seperti “mengayunkan pisau ke arah diri sendiri”.

Opini publik di luar negeri menilai bahwa dampak peristiwa ini sebanding dengan “Insiden Lin Biao” dan “Insiden Wang Lijun Melarikan Diri ke Konsulat”, dua peristiwa langka dalam sejarah yang sama-sama memicu perubahan besar dalam politik Tiongkok.

Laporan gabungan reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui

Filosofi Hidup Seorang Penjual Bunga

EtIndonesia. Seorang penjual bunga pernah berkata kepada saya: “Hampir semua bunga putih memiliki aroma yang harum. Justru bunga-bunga yang warnanya paling mencolok sering kali kurang memiliki aroma harumnya.”

Kesimpulannya adalah: Manusia pun sama. Semakin sederhana dan bersahaja seseorang, semakin kuat pula keharuman batin yang dia miliki.

Seorang penjual bunga lain berkata: “Sebenarnya bunga sedap malam juga harum di siang hari, hanya saja jarang tercium.”

Kesimpulannya adalah: Karena di siang hari hati manusia terlalu gelisah dan sibuk, sehingga tidak mampu menangkap keharuman itu. Jika seseorang mampu menjaga ketenangan hatinya di siang hari, dia akan menyadari bahwa sedap malam, bunga osmanthus, dan bunga tujuh rupa tetap harum—bahkan di tengah terik siang hari.

Seorang penjual bunga kembali berkata: “Jika membeli bunga teratai di pagi hari, pilihlah yang sudah mekar.”

Kesimpulannya adalah: Pagi hari adalah waktu terbaik bagi teratai untuk mekar. Jika sebuah teratai tidak mekar di pagi hari, besar kemungkinan dia juga tidak akan mekar di siang atau malam hari. Begitu pula dengan manusia—jika seseorang tidak memiliki cita-cita dan semangat saat muda, akan jauh lebih sulit memilikinya di usia paruh baya atau tua.

Seorang penjual bunga berkata lagi: “Semakin mahal bunganya, semakin mudah pula dia layu.”

Kesimpulannya adalah: Itu seolah menjadi pesan bagi para pembeli: ‘Hargailah masa muda, karena masa muda adalah bunga paling berharga—dan juga yang paling mudah layu.’

Seorang penjual bunga juga berkata: “Setiap mawar pasti memiliki duri.”

Kesimpulannya adalah: Seperti halnya setiap manusia, selalu ada sisi kepribadian yang sulit kita terima. Yang perlu dipelajari bukan bagaimana menghilangkan duri itu, melainkan bagaimana agar kita tidak terluka olehnya—dan bagaimana agar duri kita sendiri tidak melukai orang-orang yang kita cintai.

Hikmah Cerita

Melihat kehidupan dari sudut pandang seorang penjual bunga, dengan kalimat-kalimat sederhana, ia mampu memadukan bunga dan kehidupan dengan begitu indah. Setiap ungkapan mengajak kita untuk merenung.

Terutama kalimat terakhir:  “Setiap mawar pasti memiliki duri.”

 Benar adanya—manusia sering melukai orang lain tanpa sadar, dan juga sering terluka oleh orang lain tanpa disengaja.

Dalam hubungan antarmanusia, kita memang perlu belajar bagaimana tidak mudah terluka oleh sesama, dan pada saat yang sama berusaha agar tidak melukai orang lain. (jhn/yn

Afghanistan Dilanda Badai Salju Hebat Selama 3 Hari Berturut-turut, 61 Tewas dan 110 Orang Terluka

Salju lebat dan hujan deras yang mengguyur Afghanistan selama tiga hari terakhir telah menyebabkan 61 orang meninggal dunia dan 110 orang terluka. Longsoran salju akibat timbunan salju merusak rumah-rumah, menewaskan ternak, serta memutus akses jalan raya penting. Seiring pihak berwenang mengumpulkan lebih banyak informasi dari berbagai provinsi, jumlah korban diperkirakan masih dapat berubah.

EtIndonesia. Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan pada Sabtu (24 Januari) menyatakan bahwa korban jiwa dan luka-luka tersebut terjadi antara 21 hingga 23 Januari, terutama di wilayah provinsi bagian tengah dan utara negara itu.

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan menulis di platform media sosial X bahwa “data awal korban dan kerusakan” juga mencakup 458 rumah yang rusak sebagian atau hancur total. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu.

Associated Press melaporkan dari Kabul bahwa badan penanggulangan bencana menyatakan pemerintah sedang berupaya membuka kembali jalan-jalan serta menjangkau desa-desa yang terisolasi akibat tertutup salju.

Afghanistan merupakan negara yang sangat rentan terhadap dampak cuaca ekstrem. Badai salju dan hujan lebat sering memicu banjir bandang pegunungan, yang dalam satu kejadian dapat menewaskan puluhan bahkan ratusan orang. Pada musim semi 2024, banjir bandang menewaskan lebih dari 300 orang.

Puluhan tahun konflik, ditambah dengan infrastruktur yang tertinggal, kesulitan ekonomi, penggundulan hutan, serta memburuknya perubahan iklim, telah memperparah dampak bencana semacam ini, terutama di daerah terpencil. 

Di wilayah tersebut, banyak rumah dibangun dari tanah liat sehingga hampir tidak memiliki perlindungan terhadap banjir bandang atau badai salju yang datang secara tiba-tiba. (Hui)

Trump Mengungkap Senjata Misterius yang Langsung Melumpuhkan Rudal Tiongkok dan Rusia

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkonfirmasi kepada media bahwa militer AS kini memiliki sebuah senjata rahasia yang disebut “pengacau”, yang mampu melumpuhkan peralatan militer lawan dalam sekejap.

Trump mengungkapkan bahwa dalam operasi penangkapan Maduro, senjata ini memainkan peran kunci, memungkinkan militer AS menyelesaikan misi tanpa korban sama sekali.

Trump juga menyebutkan bahwa saat penangkapan Maduro, militer Venezuela memiliki rudal buatan Tiongkok dan Rusia. Namun, di bawah pengaruh senjata rahasia tersebut, tidak satu pun rudal berhasil diluncurkan.

Trump mengatakan, “Mereka menekan tombolnya, tetapi tidak terjadi apa-apa. Senjata Tiongkok dan Rusia benar-benar tidak berfungsi.”

Mengenai apakah “pengacau” ini merupakan senjata perang elektronik, senjata energi, atau teknologi baru lainnya, Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia hanya menegaskan bahwa inilah kunci keberhasilan misi tersebut.

Saat ini, pihak AS belum mengungkap detail teknis lebih lanjut. Dunia luar terus mencermati apakah hal ini menandai bahwa militer AS telah memasuki tahap baru dalam perang elektronik dan sistem penangkal. (Hui)

Sedikitnya 15 Tewas, 28 Hilang Akibat Kapal Feri Tenggelam di Philipina Selatan

EtIndonesia. Sebuah kapal feri dengan lebih dari 350 orang di dalamnya tenggelam pada Senin (26/1) pagi di Philipina selatan, menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas dan 28 orang masih hilang, kata penjaga pantai.

Kapal MV Trisha Kerstin 3 mengirimkan sinyal bahaya sekitar pukul 01 : 50 pagi (1750 GMT Minggu), sedikit lebih dari empat jam setelah berangkat dari Pelabuhan Kota Zamboanga di ujung barat daya Mindanao, kata penjaga pantai dalam sebuah pernyataan.

Setidaknya 316 orang telah diselamatkan sejauh ini, kata Romel Dua, seorang komandan penjaga pantai, kepada AFP, dengan 15 orang dipastikan tewas dan 28 orang masih belum ditemukan.

“Pesawat penjaga pantai juga sedang dalam perjalanan untuk membantu operasi. Angkatan Laut dan Angkatan Udara juga mengirimkan aset mereka,” kata Dua, yang berbasis di Mindanao selatan, kepada AFP.

Kapal feri tersebut tenggelam sekitar lima kilometer di sebelah timur Pulau Baluk-Baluk, bagian dari gugusan pulau Provinsi Basilan di lepas Semenanjung Zamboanga.

Petugas tanggap darurat Basilan, Ronalyn Perez, mengatakan kepada AFP bahwa tim penyelamat kesulitan menangani masuknya korban selamat secara tiba-tiba.

“Tantangannya adalah jumlah pasien yang datang. Saat ini kami kekurangan staf,” kata Perez, menambahkan bahwa setidaknya 18 orang telah dibawa ke satu rumah sakit setempat.

“Kapal feri tersebut berlayar dari Kota Zamboanga ke Pulau Jolo ketika insiden itu terjadi,” tambahnya.

Sebuah video yang dirilis oleh Penjaga Pantai Philipina menunjukkan para korban selamat dievakuasi dari air dan menerima perawatan medis.

Para korban selamat terdengar berteriak meminta bantuan dalam kegelapan dalam sebuah video langsung di Facebook.

“Untuk saat ini kami belum dapat mengatakan penyebab tenggelamnya kapal, tetapi kami diinstruksikan untuk melakukan investigasi kecelakaan maritim untuk menentukan penyebabnya,” kata Dua.

“Saat ini, kami fokus pada penyelamatan.”

Para korban selamat dibawa ke pos penjaga pantai di Zamboanga dan Kota Isabela, tambahnya.

Dalam pernyataannya, penjaga pantai mengatakan feri tersebut tidak kelebihan muatan.

Negara kepulauan berpenduduk 116 juta jiwa ini memiliki sejarah panjang bencana yang melibatkan feri antar pulau yang beroperasi di lautnya.

Banyak yang bergantung pada kapal dan perahu murah dan kurang diatur untuk transportasi antar lebih dari 7.000 pulau di negara itu, meskipun sering terjadi kecelakaan.

Pada tahun 2023, lebih dari 30 orang tewas ketika kebakaran melanda sebuah feri di Philipina selatan.(yn)