Kawanan Beruang dan Singa Ditemukan Militer Thailand di Kasino Kamboja, Untuk Apa Keberadaan Hewan-hewan Ini?  

Tiga minggu setelah konflik Thailand–Kamboja, kedua pihak mengumumkan gencatan senjata. Setelah konflik pecah, Thailand pernah melancarkan serangan udara ke fasilitas di wilayah Kamboja yang diduga sebagai kompleks scam online yang terkenal kejam. Di sebuah “kasino” di Kamboja, tentara Thailand menemukan lima ekor beruang hitam dan singa yang sangat kurus dan kelaparan, sebuah temuan yang belakangan membuat banyak orang merasa ngeri.

EtIndonesia. Sejumlah media, termasuk Bangkok Post, sebelumnya melaporkan bahwa setelah tentara Thailand mengebom dan menguasai sebuah kasino di perbatasan Kamboja, marinir Thailand yang memeriksa bangunan kasino di seberang perbatasan Provinsi Trat menemukan lima hewan yang kurus tinggal tulang ditinggalkan di dalam kandang. Hewan-hewan tersebut meliputi 1 singa jantan, 1 singa betina, 2 beruang hitam Asia, dan 1 beruang hitam Malaya.

Diperkirakan singa dan beruang hitam itu awalnya adalah satwa liar yang ditangkap lalu dibawa ke kasino. Setelah kasino diserang, hewan-hewan tersebut ditinggalkan tanpa makanan selama berhari-hari hingga kondisinya sangat lemah.

Departemen Taman Nasional serta Perlindungan Satwa Liar Thailand kemudian mengatur pemindahan kelima hewan tersebut ke pusat penyelamatan dan pembiakan satwa liar, dan memberikan perawatan sesuai prinsip kesejahteraan hewan.

Namun setelah kabar ini beredar, semakin banyak pertanyaan dan spekulasi bermunculan: mengapa di sebuah kasino terdapat beruang hitam dan singa? Sejumlah warganet Tiongkok di berbagai portal daring menulis bahwa makna di balik berita ini “jika dipikirkan lebih jauh, sangat mengerikan.”

Seorang penulis warganet bertanya: “Di kasino-kasino besar di Kamboja, hewan buas seperti beruang hitam dan singa dipelihara di kandang besi yang tertutup rapat dan dibiarkan kelaparan hingga nyaris mengamuk—sebenarnya untuk apa? Jika diduga untuk menakut-nakuti penjudi yang kehabisan uang, atau sebagai alat pemerasan dan ancaman, dugaan ini sepenuhnya masuk akal. Jika ditelusuri lebih jauh, bisa jadi tersembunyi rantai kejahatan gelap lintas negara milik sindikat perjudian.”

Artikel tersebut menyebutkan: “Kasino lintas negara tidak pernah sekadar tempat berjudi. Banyak kelompok kriminal menjalankan pola ‘melindungi judi dengan kekerasan’ dan ‘menghidupi kejahatan dengan judi’, menggunakan cara-cara brutal untuk mempertahankan keuntungan ilegal.”

 “Hewan buas yang kelaparan hingga nyaris gila itu kemungkinan besar merupakan ‘alat ancaman pamungkas’.”

Namun, apakah hanya untuk menakut-nakuti “penjudi”?  Sebelumnya, media juga melaporkan bahwa banyak orang yang ditipu dan dibawa ke kompleks penipuan daring atau kasino di Asia Tenggara, lalu menghilang tanpa kabar—kemungkinan besar dibungkam.

Artikel tersebut menyinggung bahwa kasino di Kamboja memiliki keterkaitan erat dengan kompleks penipuan daring. Para korban yang ditahan secara ilegal, jika gagal memenuhi target penipuan, akan dipukuli dan disiksa. Hewan buas di kasino kemungkinan juga digunakan sebagai alat teror terhadap para korban ini.

Investigasi wartawan New Tang Dynasty menemukan bahwa pada September lalu, media Jepang melaporkan: pada Agustus, 29 warga Jepang yang ditipu dan dibawa ke kompleks penipuan daring di Kamboja berhasil dibebaskan dan pulang ke negaranya. Beberapa korban mengatakan kepada penyelidik bahwa mereka melihat singa, harimau, dan buaya di dalam kompleks tersebut.

Sebelumnya, aktor Tiongkok Wang Xing pernah diculik ke kompleks penipuan daring di Myanmar dan kemudian berhasil diselamatkan. Seorang blogger Tiongkok pernah menggunakan drone untuk merekam dari udara kompleks penipuan daring KK di Myanmar.

Dalam videonya, ia mengatakan bahwa kompleks tersebut sangat luas, dikelilingi tembok setinggi 4–5 meter dengan kawat berduri, serta pos penjagaan setiap sekitar 30 meter. Di dalam kompleks juga terdapat “penjara air”, dan tepat di sebelahnya ada “kolam buaya.”

Menurut sejumlah informasi, orang-orang yang berhasil melarikan diri dari kompleks KK mengenali penjara air dan kolam buaya tersebut. Ada yang dipukuli hingga mati lalu diberikan sebagai pakan buaya, ada pula yang diambil organnya saat masih hidup, dengan sisa tubuhnya kemudian diberikan kepada buaya.

Banyak tuduhan menyebutkan bahwa di balik kompleks penipuan daring ini terdapat PKT (Partai Komunis Tiongkok) dan para agennya, sementara operasionalnya dijalankan oleh orang-orang Tiongkok.

Putaran terbaru konflik Thailand–Kamboja tiba-tiba meningkat pada 7 Desember dan berlangsung sekitar tiga minggu, menyebabkan sedikitnya 101 orang tewas dan 500.000 orang mengungsi. 

Tentara Thailand membombardir berbagai fasilitas di perbatasan Kamboja, termasuk kasino dan kompleks penipuan daring. Banyak warganet Tiongkok menyambutnya dengan dukungan, bahkan meninggalkan pesan terima kasih kepada pemerintah Thailand di kolom komentar akun Weibo Kedutaan Besar Thailand di Tiongkok.

Seorang korban mengungkapkan bahwa di Kamboja terdapat lebih dari 50 kompleks besar, serta ratusan hingga ribuan kompleks kecil, sebagian dipindahkan dari Myanmar. Setiap hari orang ditipu dan dibawa masuk; dipukuli hingga mati atau cacat adalah hal biasa, dan hanya segelintir orang yang cukup beruntung untuk diselamatkan dan pulang ke negara asal. (Hui)

Xue Fei, laporan kompilasi / Editor Liu Ming

“Bukti Tak Terbantahkan” — Kejahatan Pengambilan Organ PKT Terbongkar di Skala Global, Dunia Kini Memegang Kunci Menghentikan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

EtIndonesia. Ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) menjadikan “pengambilan organ hidup” sebagai sebuah rantai industri hitam yang diekspor ke seluruh dunia, sebuah laporan investigasi kebenaran yang mengungkap bagaimana kejahatan pengambilan organ hidup oleh PKT menyebar dari Tiongkok ke dunia—berjudul “Bukti Tak Terbantahkan”—untuk pertama kalinya secara sistematis memaparkan kejahatan tersebut kepada dunia internasional.

I. Ini bukan buku biasa, melainkan “basis data bukti kejahatan yang dapat diverifikasi”

“Bukti Tak Terbantahkan” bukanlah opini, bukan spekulasi, apalagi luapan emosi. Buku ini adalah karya investigasi mendalam yang berbasis bukti, menghimpun secara lengkap bukti-bukti kunci yang diperoleh oleh World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG) (追查國際) dari tahun 2006 hingga 2023 terkait kejahatan genosida tingkat negara berupa pengambilan organ hidup terhadap praktisi Falun Gong oleh PKT.

Yang disajikan dalam buku ini bukan sekadar “klaim”, melainkan:

  1. 290 rekaman audio investigasi;
  2. 764 bukti tertulis, dokumen, dan data;
  3. Melibatkan anggota tetap Politbiro Komite Sentral PKT;
  4. Melibatkan wakil ketua Komisi Militer Pusat, menteri pertahanan, serta pejabat tinggi Departemen Kesehatan Logistik Umum militer;
  5. Melibatkan pejabat Komisi Urusan Politik dan Hukum, sistem “610”, serta sistem peradilan PKT;
  6. Melibatkan 41 rumah sakit (pusat) transplantasi organ;
  7. Melibatkan 45 direktur rumah sakit, kepala departemen, dan dokter bedah utama, dengan nama asli dan rekaman investigasi langsung.

Bukti-bukti ini bukan hasil kutipan ulang, melainkan panggilan telepon dan rekaman asli yang secara langsung berasal dari rumah sakit terkait, dokter terkait, dan pejabat terkait. Yang lebih penting, setiap bukti dapat didengar, diverifikasi, dan ditelusuri kembali.

Buku ini juga dilengkapi dengan:

  1. Kode QR MP3 rekaman investigasi;
  2. PDF transkrip rekaman;
  3. Video lokasi investigasi.

Cukup dengan memindai melalui ponsel, pembaca dapat langsung masuk ke lokasi investigasi. Ini merupakan salah satu sistem bukti kejahatan terhadap kemanusiaan yang langka di dunia, yang dapat diverifikasi secara independen oleh publik internasional.

II. Mengapa sumber “pengambilan organ hidup” hanya mungkin berasal dari Tiongkok?

Dalam diskusi khusus “Elite Forum”, para pakar isu Tiongkok dan pakar medis menunjukkan satu fakta yang tidak dapat disangkal oleh sistem penyelidikan kriminal mana pun:
di seluruh dunia, hanya Tiongkok yang secara sistematis dan jangka panjang “memecahkan” persoalan sumber organ.

Justru inilah kontradiksi yang paling ingin ditutupi oleh PKT, namun paling tidak mampu mereka jelaskan.

Di negara normal, hambatan terbesar transplantasi organ adalah ketersediaan donor, karena menyangkut hukum, etika, prosedur, serta waktu tunggu yang dihitung dalam hitungan tahun.

Namun di Tiongkok:

  • waktu tunggu bisa hanya beberapa hari, bahkan beberapa jam;
  • bisa dilakukan pencocokan sesuai permintaan;
  • bisa menyediakan beberapa organ sekaligus.

Ini bukan keajaiban medis, melainkan rantai pasokan organ yang diciptakan oleh kekerasan negara.

Sejak 1999, PKT melancarkan penindasan menyeluruh terhadap praktisi Falun Gong. Ratusan juta praktisi diawasi secara ilegal, diculik, ditahan, dengan kebijakan: “dipukuli sampai mati dianggap tidak apa-apa, mati dianggap bundir.”

Dalam kriminologi, ini setara dengan membangun sebuah “bank tubuh manusia yang sempurna”. Ini bukan kejahatan insidental, melainkan kejahatan tingkat negara yang dilembagakan di dalam kamp kerja paksa, penjara, dan sistem medis militer.

III. Dari Tiongkok ke Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika — ini bukan kebetulan, melainkan “jalur ekspor”

Kini, pengambilan organ hidup tidak hanya terjadi di Tiongkok. Kasus-kasus muncul di Myanmar, Kamboja, Timur Tengah (Dubai), Afrika (Nigeria), dan tempat lainnya.

Ada urutan waktu dan pola jalur yang sangat jelas:
bukan ledakan serentak di banyak titik, melainkan menyebar dari satu pusat ke luar.

Lokasi-lokasi ini memiliki beberapa kesamaan penting:

  1. Kerja sama dengan PKT dalam proyek “Belt and Road”;
  2. Pertukaran resmi dengan PKT;
  3. Kerja sama medis dengan Tiongkok;
  4. Arus besar populasi abu-abu dan ilegal.

Dalam ilmu kriminal, ini disebut “ekspor pola kejahatan.”

IV. “Hotel horor” Nigeria: mengapa ini bukan kejahatan lokal?

Kasus “Jessy Best Hotel” di Nigeria mengejutkan dunia. Di dalam hotel ditemukan lebih dari seratus jenazah korban, melibatkan warga Tiongkok, dengan pola penipuan terpusat, penahanan terpusat, pembunuhan terpusat, pemrosesan organ cepat, pelabelan, dan peredaran.

Ini bukan kekerasan jalanan, melainkan alur pembantaian tingkat industri. Yang lebih mengerikan, prosesnya sangat matang.

Dan contoh paling awal serta paling lengkap dari sistem ini—ada di Tiongkok.

Di Tiongkok, waktu penyimpanan organ sangat singkat. Sistem medis Barat mewajibkan penelusuran ketat terhadap sumber organ.
Satu-satunya sistem di dunia yang tidak memeriksa sumber, mengklasifikasikannya sebagai rahasia negara, dan memenjarakan para penyelidik—hanyalah PKT.

Apa artinya ini?
Ujung akhir rantai industri organ ini sangat mungkin tetap kembali ke Tiongkok.

V. “Belt and Road Organ”: dari wisata transplantasi ke ekspor sistem

Pada Desember 2025, di Guangzhou diselenggarakan Konferensi Internasional Transplantasi Organ Tiongkok ke-7, yang secara khusus membahas bagaimana mengekspor transplantasi organ Tiongkok ke dunia melalui kerangka “Belt and Road.”

Ini bukan seminar akademik biasa. Konferensi ini dipandu dan diselenggarakan langsung oleh Komisi Kesehatan Nasional PKT, Palang Merah Tiongkok, dan sistem resmi transplantasi organ PKT. Ini bukan tindakan individu dokter, melainkan proyek negara.

Lebih penting lagi, model industri transplantasi telah berubah:

  • dahulu, orang asing terbang ke Tiongkok untuk transplantasi (wisata transplantasi);
  • kini:
    1. Dokter Tiongkok pergi ke luar negeri;
    2. Teknologi diekspor;
    3. Standarisasi pencocokan, penyimpanan, dan transportasi organ;
    4. Integrasi dengan sistem negara-negara Belt and Road.

Artinya apa?
Sebuah sistem organ dengan sumber tidak transparan sedang ditanamkan ke dalam sistem medis negara-negara dengan institusi lemah. Ini bukan lagi sekadar isu HAM, melainkan masalah keamanan publik global.

VI. Makna sejati “Bukti Tak Terbantahkan”: menghentikan pipa hitam ini agar tidak terus menyebar

Hari ini, yang dilakukan PKT bukan hanya menutupi masa lalu, melainkan:

  • mencuci sejarah;
  • menstandarkan kejahatan;
  • menginternasionalkan praktiknya;
  • membungkus kejahatan terhadap kemanusiaan dengan label “kerja sama”, “teknologi”, dan “kemanusiaan”.

Nilai “Bukti Tak Terbantahkan” terletak pada satu hal:
rantai industri hitam ini tidak lagi bisa disangkal.

Ini bukan “perang opini”, melainkan pertempuran untuk mempertahankan batas moral peradaban manusia.

Jika pengambilan organ hidup oleh PKT tidak segera dihentikan, hari ini korbannya orang Tiongkok, besok akan menjadi rakyat dari semakin banyak negara dengan sistem lemah.

Informasi Pembelian Buku “Bukti Tak Terbantahkan”

“Bukti Tak Terbantahkan (Jilid I)”
Laporan Investigasi Kejahatan Negara PKT atas Pengambilan Organ Hidup Massal terhadap Praktisi Falun Gong (2006–2015)
Terbit: 6 November 2025

“Bukti Tak Terbantahkan (Jilid II)”
Laporan Investigasi Kejahatan Negara PKT atas Pengambilan Organ Hidup Massal terhadap Praktisi Falun Gong (2015–2023)
Terbit: 6 November 2025

Di  daratan Tiongkok tersedia versi elektronik; di seluruh dunia dapat dipesan dalam bentuk buku fisik melalui Amazon masing-masing negara.

Ketika sebuah rezim mengubah “manusia” menjadi “suku cadang”, lalu mengekspor model ini ke dunia, itu bukan lagi tragedi satu negara.

Apa yang diungkap oleh “Bukti Tak Terbantahkan” bukan hanya kejahatan masa lalu, melainkan sebuah pipa hitam yang masih terus beroperasi.

Menghentikannya bukan pilihan politik, melainkan pilihan moral yang harus diambil oleh umat manusia. (Hui)Dikutip dari WOIPFG

Psikiater Memperingatkan: Percakapan Jangka Panjang dengan Chatbot AI  Dapat Memicu Kasus Gangguan Mental

Sejumlah dokter terkemuka di bidang psikiatri menilai bahwa penggunaan chatbot AI dalam jangka panjang berpotensi terkait dengan kasus psikosis. Dalam beberapa bulan terakhir, para pakar ini menelaah puluhan kasus pasien yang mengalami gejala gangguan mental setelah terlibat dalam percakapan panjang dan sarat delusi dengan alat obrolan AI. Meskipun sebagian besar pengguna chatbot tidak mengalami masalah kesehatan mental, luasnya penggunaan AI sudah cukup untuk menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter.

EtIndonesia. The Wall Street Journal melaporkan bahwa sejak musim semi tahun ini, telah muncul puluhan kasus yang diduga terkait, di mana pasien menunjukkan gejala psikosis delusional setelah melakukan percakapan berkepanjangan dengan ChatGPT milik OpenAI dan chatbot lainnya. 

Dilaporkan, beberapa di antaranya meninggal dunia akibat bunuh diri, dan setidaknya terjadi satu kasus pembunuhan. Peristiwa-peristiwa ini memicu serangkaian gugatan hukum. Para dokter dan akademisi terus mencatat serta meneliti berbagai kasus yang terjadi.

Psikiater Keith Sakata dari Universitas California, San Francisco, mengatakan bahwa ia telah merawat 12 pasien rawat inap dan 3 pasien rawat jalan yang mengalami psikosis yang dipicu oleh AI. 

Menurut Sakata, teknologi AI itu sendiri mungkin tidak secara langsung menimbulkan delusi, namun pasien sering kali menyampaikan realitas versi mereka kepada komputer, lalu komputer menerimanya sebagai kebenaran dan memantulkannya kembali kepada pengguna, sehingga memperkuat lingkaran delusi tersebut.

Saat ini, belum ada definisi resmi mengenai psikosis yang dipicu oleh AI. Para dokter menjelaskan bahwa psikosis umumnya memiliki tiga ciri utama:

  1. halusinasi,
  2. gangguan dalam berpikir atau berkomunikasi,
  3. delusi.

Dalam banyak kasus terbaru yang melibatkan chatbot, delusi menjadi gejala utama.

Delusi tersebut sering kali sangat berlebihan, misalnya pasien meyakini bahwa mereka telah mencapai terobosan ilmiah, membangkitkan mesin yang memiliki kesadaran, menjadi tokoh kunci dalam konspirasi pemerintah, atau dipilih oleh Tuhan. Hal ini sebagian disebabkan oleh kecenderungan chatbot untuk menyetujui atau mengiyakan pengguna, serta mengembangkan respons secara improvisatif berdasarkan input pengguna.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa kini Sakata dan para dokter lainnya menambahkan pertanyaan tentang penggunaan AI dalam proses anamnesis, serta mendorong lebih banyak penelitian terkait.

Sebuah studi dari Denmark yang dipublikasikan bulan lalu menemukan bahwa 38 pasien yang menggunakan chatbot AI mungkin mengalami dampak merugikan terhadap kesehatan mental mereka.

Teknologi sejak lama menjadi fokus berbagai delusi—di masa lalu, ada orang yang percaya bahwa televisi sedang berbicara kepada mereka. Namun para dokter menilai bahwa kasus-kasus yang berkaitan dengan AI saat ini berbeda, karena chatbot tidak hanya terlibat dalam proses delusi, tetapi kadang justru memperkuat delusi tersebut.

“Mereka meniru hubungan antarmanusia,” kata Adrian Preda, profesor psikiatri dari Universitas California, Irvine.

 “Dalam sejarah manusia, belum pernah ada sesuatu yang mampu melakukan hal seperti ini,” jelasnya. (Hui)

Diterjemahkan dan dilaporkan oleh Jin Jing / Editor Fan Ming

Miliarder dan Nenek Penyapu Jalan

EtIndonesia. Kazuo Inamori, yang dijuluki “Dewa Manajemen” Jepang, dikenal lewat filosofi bisnisnya yang khas. Di bawah kepemimpinannya, Japan Airlines berhasil bangkit cepat dari kerugian menjadi perusahaan yang kembali mencetak laba.

Pada usia 65 tahun, Inamori jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Diagnosis dokter menyatakan dia mengidap kanker lambung.

Di Jepang, namanya telah masyhur: dua perusahaan yang dia dirikan—Kyocera dan KDDI—keduanya masuk jajaran Fortune Global 500.

Namun, di balik pencapaian dan kekayaan bernilai miliaran, ada satu pertanyaan sederhana yang tak kunjung terjawab di hatinya: “Apa sebenarnya makna hidup?”

Dua bulan kemudian, Inamori keluar dari rumah sakit. Dia melangkah menuju Kuil Enpuku-ji di Kyoto, mengundurkan diri dari seluruh jabatannya, meninggalkan hiruk-pikuk dunia usaha, dan mencukur rambutnya untuk menjadi biksu.

Meski hartanya cukup untuk membeli banyak kuil, dia tak menerima perlakuan istimewa.
Dia tinggal di asrama yang sama, mengenakan pakaian yang sama, dan menyantap makanan yang sama seperti biksu lain. Bahkan saat tubuhnya belum pulih sepenuhnya, dia tetap mengemis sedekah (takuhatsu)—membawa mangkuk derma dari rumah ke rumah.

Suatu hari di akhir musim gugur, udara sudah terasa dingin seperti musim dingin. Inamori berjalan tanpa alas kaki, mengenakan sandal jerami, mengetuk pintu demi pintu untuk meminta sedekah. Jari-jari kakinya yang keluar dari sandal terluka hingga berdarah, namun dia menahan perih.

Menjelang senja, dengan tubuh kelelahan dan langkah berat, dia menyusuri jalan pulang. Di tepi jalan, daun-daun berguguran beterbangan seperti kupu-kupu, lalu tenggelam menjadi hamparan kuning kecokelatan. Kesunyian akhir gugur itu membuatnya merenung tentang nasib manusia, dan dia menghela napas panjang.

Saat itulah, dari seberang jalan, seorang nenek penyapu jalan meletakkan sapunya dan menghampirinya. Nenek itu merogoh saku dalam bajunya, mengeluarkan sebuah koin 500 yen, lalu menyodorkannya ke tangan Inamori sambil berkata dengan lembut: “Anda seorang biksu yang sedang berlatih, bukan? Pasti lapar. Ambillah ini—belilah roti untuk mengganjal perut.”

Detik ketika tangan renta itu menaruh koin ke telapak tangannya, Inamori seakan tersengat listrik. Seluruh tubuhnya bergetar; air mata mengalir tanpa tertahan. Dia merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia alami.

Pada momen itu juga, dia merasa mendapat pencerahan—menyentuh kebahagiaan yang selama ini ia cari.

Belas kasih yang tulus dari nenek yang tampak sederhana—tanpa ragu, tanpa kesombongan—membuat seorang miliarder memahami makna kebahagiaan sejati.

Tak lama kemudian, Inamori meninggalkan kehidupan biara dan kembali ke masyarakat dengan misi baru: menyebarkan nilai kebahagiaan dan kebaikan.

Di dunia ini, makna uang dalam hidup tidak diukur dari jumlahnya, melainkan dari berapa banyak cinta dan niat baik yang terkandung di dalamnya. Membuat orang lain merasakan kasih, dan menerima pemberian kasih dari orang lain—bukankah itu juga nilai keberadaan?

Kita hidup di dunia ini untuk menghangatkan orang lain, dan juga membutuhkan kehangatan. Hanya ketika hati saling berhangat, dunia dan kehidupan tak akan kehilangan makna oleh keputusasaan.(jhn/yn)

Drone Ukraina Menghancurkan Sistem Artileri D-74 yang Diduga Dipasok ke Rusia oleh Korea Utara

EtIndonesia. Pasukan Ukraina telah menghancurkan sebuah artileri langka milik tentara Rusia, yang diyakini berasal dari Korea Utara, demikian pernyataan seorang prajurit dari Resimen Serangan ke-413 Sistem Tak Berawak Angkatan Bersenjata Ukraina, dan pakar senjata Ivan Kyrychevskyi dari Defense Express.

Menurutnya, selama salah satu operasi tempur, operator UAV menemukan dan menyerang meriam artileri korps D-74 122 mm. Aspek yang tidak biasa dari kasus ini adalah bahwa sistem artileri tersebut secara resmi tidak terdaftar dalam depot penyimpanan Angkatan Bersenjata Rusia.

“D-74 diproduksi pada tahun 1950-an dan kemudian secara aktif dipasok ke negara-negara blok komunis,” kata Kyrychevskyi.

Kemungkinan adanya “persediaan yang tidak tercatat” di Rusia tidak dapat dikesampingkan, tetapi tampaknya lebih mungkin bahwa sistem tersebut dipasok dari Korea Utara, di mana sistem ini masih digunakan. Sebelumnya, tentara Rusia telah menggunakan amunisi 122 mm tiruan Korea Utara, yang menurut informasi yang tersedia, tidak diproduksi di dalam negeri Rusia.

Fitur utama D-74 adalah jangkauan tembaknya hingga 23,9 km, jauh melebihi jangkauan maksimum meriam D-30 yang lebih umum di tentara Rusia, yaitu 16 km. Hal ini memungkinkan operator untuk menempatkan sistem artileri lebih jauh dari garis depan.

D-74 memiliki berat tempur sekitar 5,5 ton, laju tembak 6–7 tembakan per menit, dan awak hingga 10 personel.

“Kemunculan D-74, yang berasal dari tahun 1950-an, dalam dinas Rusia sejak musim gugur 2024 — terlepas dari sumber pasokannya — merupakan indikator langsung dari penipisan akut persediaan artileri Rusia,” kata seorang prajurit.

Dengan latar belakang kerugian yang melebihi 35.000 sistem artileri, pasokan eksternal apa pun menjadi sangat penting bagi Kremlin. Hancurnya persenjataan langka tersebut semakin memperburuk masalah artileri tentara Rusia.

Sebelumnya, kami melaporkan bahwa Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina melakukan serangan dahsyat terhadap unit GRU Rusia di wilayah Donetsk yang diduduki sementara.(yn)

Donald Trump Akan Mendukung Serangan Baru Israel ke Iran

EtIndonesia. Washington telah memberi sinyal bahwa langkah lebih lanjut Iran terkait program nuklir dan rudalnya dapat memicu respons militer yang keras dari Israel dengan dukungan Amerika Serikat, menurut publikasi CNN.

Posisi Washington

Presiden AS, Donald Trump mengatakan dia siap mendukung serangan baru Israel ke Iran jika Teheran terus mengerjakan pengembangan rudal dan program nuklirnya. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Trump mengindikasikan bahwa upaya Iran untuk melanjutkan aktivitas terkait nuklir akan memaksa respons yang tegas, sambil menambahkan bahwa dia berharap skenario seperti itu dapat dihindari.

Apa yang Dapat Memicu Tindakan

Menurut Trump, langkah lebih lanjut Iran dalam pengembangan senjata dapat menjadi pemicu. Dia menyarankan bahwa kemajuan berkelanjutan dalam program rudal, atau pergerakan cepat menuju senjata nuklir, akan memicu respons segera dan tegas.

Kekhawatiran Israel

Israel diharapkan akan memberi pengarahan kepada AS tentang skenario potensial untuk serangan baru ke Iran. Para pejabat di Tel Aviv khawatir bahwa Teheran telah mulai memulihkan fasilitas pengayaan uranium yang rusak akibat serangan AS pada bulan Juni. Otoritas Israel memandang upaya Iran untuk menghidupkan kembali produksi rudal balistik dan memperbaiki elemen sistem pertahanan udaranya sebagai ancaman yang lebih serius.

Netanyahu berencana untuk membahas kemungkinan tindakan baru terhadap Iran dengan Trump di tengah kekhawatiran Israel atas aktivitas rudal dan nuklir Teheran.

Selama pemerintahan mantan Presiden Joe Biden, intelijen AS untuk sementara membatasi berbagi informasi strategis tertentu dengan Israel, dengan alasan kekhawatiran terkait konflik Gaza.(yn)

Harga Perak Meroket Mendekati US$80 per Ons, Euforia Investor Ritel Menguat—Lembaga Keuangan Global Memperingatkan Ancaman Kejatuhan Tajam

Belakangan ini, seiring dengan lonjakan tajam harga logam mulia secara keseluruhan, harga perak spot juga meroket secara gila-gilaan. Dalam sehari perdagangan terakhir, harga perak sempat mendekati level 80 dolar AS (Rp 1.33 juta) per ons. Di pasar investasi, sentimen optimistis dari investor ritel dan sebagian institusi meningkat tajam. Namun, sejumlah bank investasi besar, perusahaan sekuritas, serta analis teknikal memperingatkan bahwa harga perak berisiko mengalami lonjakan lalu koreksi tajam, bahkan pada tahun depan mungkin terjadi apa yang disebut sebagai “penarikan besar abad ini.”

EtIndonesia. Pada 26 Desember 2025, harga perak spot internasional melonjak ke atas 79 dolar AS per ons, hanya selangkah lagi menembus level psikologis 80 dolar. 

Sepanjang tahun ini, kenaikan kumulatifnya telah mencapai 170%. Perkiraan pasar terhadap arah pergerakan harga perak selanjutnya menunjukkan perpecahan yang jelas—sebagian pakar industri dan banyak trader ritel sangat optimistis, meyakini bahwa pada 2026 perak berpeluang melanjutkan penguatan, bahkan berpotensi menembus 100 dolar AS per ons atau lebih. Pada saat yang sama, sejumlah bank besar dan lembaga keuangan mulai bersikap lebih hati-hati.

Media keuangan FX168 pada  27 Desember menerbitkan artikel yang merangkum perubahan tren harga perak sepanjang tahun ini pada berbagai tahap.

Menurut laporan tersebut, saat memasuki awal 2025, harga perak spot bergerak relatif datar, diperdagangkan di sekitar level dukungan 29,50 dolar AS per ons. 

Pada Januari dan Februari, harga perak mulai pulih dan menembus 31,50 dolar AS per ons. Memasuki Maret, perak spot menunjukkan tren naik yang lambat namun stabil. Hingga Mei, harga perak spot masih berkisar di area 32–33 dolar AS.

Pada Juni, harga perak spot mengalami terobosan yang nyata, naik ke 34,76 dolar AS per ons. Pada September meningkat ke sekitar 41 dolar AS. Setelah itu, perak terus naik secara stabil dan pada 15 Oktober menembus 54 dolar AS per ons, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pada awal November, harga perak sempat terkoreksi singkat sebelum kembali menguat. Pada 1 Desember, perak kembali naik ke 58,50 dolar AS, lalu melesat tajam; pada 8 Desember menembus level 60 dolar AS, dan dalam waktu dua minggu menembus 70 dolar AS. Hingga 26 Desember, harga melonjak ke atas 79 dolar AS per ons.

Menatap 2026, mayoritas investor ritel bersikap optimistis dan menilai perak masih memiliki potensi untuk terus menguat. Namun, sikap lembaga keuangan profesional menunjukkan perbedaan yang signifikan: sebagian institusi industri bertaruh harga perak bisa mencapai 100 dolar AS atau lebih tinggi; sementara sejumlah bank investasi besar dan analis teknikal memperingatkan kemungkinan puncak harga diikuti penurunan, serta periode konsolidasi dan koreksi yang relatif panjang.

Bank investasi dan penyedia jasa keuangan asal Kanada, TD Securities, dalam laporannya memperkirakan bahwa harga perak pada 2026 kemungkinan akan mengalami penurunan dan “koreksi moderat” ke kisaran pertengahan 40 dolar AS per ons.

TD menjelaskan bahwa London Bullion Market Association (LBMA) telah mengalami pengisian ulang persediaan yang dapat diperdagangkan secara historis, dengan perkiraan lebih dari 212 juta ons perak kembali tersedia. Dalam kondisi persediaan yang kembali melimpah, momentum kenaikan harga perak dinilai melemah.

Sementara itu, BMO Capital Markets (pasar modal Bank of Montreal) menilai bahwa logam mulia secara keseluruhan pada 2026 masih berpotensi relatif kuat, tetapi perak dan platina menunjukkan tanda-tanda “overbought”. Seiring menyempitnya kesenjangan pasokan dan permintaan, kepercayaan untuk mempertahankan harga perak di level tertinggi historis diperkirakan akan menurun. BMO memperkirakan harga rata-rata tahunan perak pada 2026 sekitar 56,3 dolar AS per ons.

Analis Elliott Wave, pendiri ElliottWaveTrader Avi Gilburt, juga berpendapat bahwa reli emas dan perak sedang memasuki tahap akhir siklus. Meskipun dalam jangka pendek perak masih berpeluang naik selama level dukungan kunci tidak ditembus, secara teknikal para investor sebaiknya bersiap menghadapi kemungkinan koreksi berskala multi-tahun pada 2026.

He Yating / Lin Qing

Takut Terjadi Peristiwa Besar? Banyak Daerah di Tiongkok Batalkan Acara Malam Tahun Baru 2026

EtIndonesia. Menjelang berakhirnya tahun 2025 dan memasuki Tahun Baru 2026, sejumlah daerah di Tiongkok daratan secara beruntun mengumumkan pembatalan seluruh kegiatan malam pergantian tahun. Alasan resmi tidak dijelaskan secara rinci, namun keputusan ini memicu perbincangan dan spekulasi luas di kalangan warganet.

Berdasarkan gambar pemberitahuan yang beredar di media sosial, berbagai provinsi dan kota di Tiongkok mengeluarkan pengumuman pembatalan acara malam tahun baru. Daerah-daerah tersebut antara lain Xi’an (Shaanxi), Hefei dan Suzhou (Anhui), Guangzhou, Suzhou (Jiangsu), Zhengzhou (Henan), dan sejumlah wilayah lainnya.

Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa menjelang 1 Januari 2026, banyak pemerintah daerah menyatakan tidak akan menyelenggarakan acara resmi malam pergantian tahun.

Pada 25 Desember, akun resmi Zhengdong Release mengumumkan bahwa kawasan Qianxi Plaza, Financial Island, Smart Island, serta pusat-pusat perbelanjaan di sekitarnya di Zhengzhou tidak akan mengadakan kegiatan hitung mundur, pertunjukan, atau acara publik berskala besar apa pun pada malam tahun baru.

Sehari kemudian, 26 Desember, Kepolisian Kota Guangzhou mengumumkan bahwa pada malam 31 Desember 2025, di sejumlah lokasi publik seperti Beijing Road, Dongshankou, Menara Guangzhou, Yongqingfang, Huacheng Square, serta kawasan di sepanjang Sungai Mutiara, tidak akan ada kegiatan resmi penyambutan tahun baru maupun acara hitung mundur massal.

Masih pada 25 Desember, panitia “Meet the Beauty · Beihai New Year Music Festival” mengumumkan pembatalan festival musik yang semula dijadwalkan berlangsung pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Pada 19 Desember, otoritas Hefei juga mengumumkan bahwa pada malam tahun baru, kawasan Jalan Pejalan Kaki Huaihe Road dan Taman Luogang tidak akan mengadakan kegiatan terkait perayaan pergantian tahun.

Sementara itu, pada 17 Desember, akun resmi Suzhou Tongqiao mengumumkan bahwa akibat faktor “force majeure”, acara “2026 Suzhou New Year Music Carnival Night” yang semula dijadwalkan pada 31 Desember 2025 resmi dibatalkan.

Pusat perbelanjaan Suzhou Center Mall juga mengumumkan bahwa pada malam tahun baru tidak akan mengadakan acara hitung mundur, serta tidak menyediakan jam operasional tambahan khusus malam pergantian tahun.


Reaksi dan Spekulasi Warganet

Serangkaian pembatalan ini langsung memicu diskusi hangat di kalangan netizen, baik di dalam maupun luar negeri. Beragam komentar bermunculan, antara lain:

  • “Kenapa bisa begitu?”
  • “Ada apa sebenarnya? Mengapa begitu banyak daerah membatalkan acara malam tahun baru?”
  • “Bukankah katanya ingin mendorong konsumsi?”
  • “Apakah ini berarti kita diminta ramai-ramai tinggal di rumah menonton acara tahun baru CCTV?”

Ada pula komentar bernada sinis dan curiga:

  • “Apakah ini larangan terselubung untuk tidak mengadakan acara malam tahun baru?”
  • “Bagaimana bisa semuanya berkembang sampai ke titik seperti ini?”
  • “Kami juga tidak berani bertanya, apalagi bicara.”

Sebagian warganet bahkan menilai ada ketakutan yang lebih dalam:

  • “Sebenarnya mereka takut apa?”
  • “Takut terjadi peristiwa besar.”
  • “Pemerintah Tiongkok selalu takut pada kerumunan massa.”
  • “Situasi sudah seperti dikepung dari segala arah.”
  • “Kondisi ekonomi sedang buruk, acara besar berpotensi memicu kekacauan.”

Ada pula analisis yang menyoroti aspek finansial dan stabilitas:

  • “Intinya, pemerintah daerah sudah kehabisan uang, termasuk anggaran pemeliharaan stabilitas.”
  • “Membatalkan acara malam tahun baru berarti tidak ada kerumunan besar pekerja lembur ‘996’, sehingga tekanan biaya stabilitas bisa berkurang.”

(jhon)

Perebutan Kekuasaan di Zhongnanhai Makin Panas? Beredar Kabar Menhan Tiongkok Dong Jun Mendadak Dicopot

EtIndonesia. Pembersihan besar-besaran di tubuh militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus berlanjut. Di tengah tumbangnya banyak jenderal senior, kini beredar luas kabar bahwa Menteri Pertahanan Tiongkok, Dong Jun, ikut terseret masalah.

Menurut sejumlah bocoran terbaru, militer Tiongkok kembali mengalami perubahan personel besar. Disebutkan bahwa Zhong Shaojun, sekretaris militer pribadi pemimpin PKT, telah dibawa untuk diperiksa, sementara Dong Jun dikabarkan telah dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan. Namun hingga kini, otoritas resmi belum mengumumkan apa pun, sehingga kebenaran informasi tersebut masih belum dapat diverifikasi.

Pada Kamis, 25 Desember, Politbiro PKT menggelar rapat dan menyatakan bahwa pada tahun depan mereka akan meningkatkan intensitas kampanye anti-korupsi. Pernyataan ini pun memicu spekulasi: sinyal apa sebenarnya yang sedang dilepaskan oleh Beijing?

Isyarat dari Politbiro

Media resmi PKT melaporkan bahwa pada 25 Desember, Politbiro Komite Sentral mengadakan pertemuan untuk mendengarkan laporan kerja Komisi Inspeksi Disiplin Pusat dan Komisi Pengawas Negara, sekaligus membahas rencana pembangunan integritas dan pemberantasan korupsi tahun depan.

Dalam rapat tersebut ditegaskan perlunya mendorong kerja pengawasan disiplin dengan “standar yang lebih tinggi”, serta menempatkan “kekuasaan di dalam sangkar sistem”.

Pembawa acara program Tianliang Commentary, Zhang Tianliang, menilai: “Kita kemungkinan besar akan melihat, pada 2026, gelombang pejabat tinggi pemerintahan tumbang dalam skala yang mirip dengan pembersihan di tubuh militer. Bahkan, pembersihan terhadap aparat pemerintah, partai, dan kementerian pusat bisa setara dengan apa yang sekarang terjadi di militer. Ini menandakan eskalasi pembersihan.”

Pembersihan Militer Terus Meluas

Sejak 2023, PKT memulai pembersihan besar di militer. Dimulai dari Pasukan Roket, kemudian merembet ke Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan kini bahkan menyentuh Angkatan Udara.

Menjelang Sidang Pleno Keempat, pada 17 Oktober, Kementerian Pertahanan Tiongkok secara langka mengumumkan dalam satu hari yang sama tumbangnya sembilan jenderal berpangkat penuh, termasuk He Weidong dan Miao Hua.

Setelah itu, media militer PKT terus menerbitkan artikel yang membahas kasus tersebut, menekankan perlunya “membersihkan racun sisa”. Para analis menilai, para jenderal ini justru merupakan orang-orang yang diangkat langsung oleh pemimpin PKT, dan nada pemberitaan media militer justru memperlihatkan posisi sang pemimpin yang semakin canggung di internal partai.

Pengamat politik yang bermukim di AS, Chen Pokong, menyatakan: “Dengan tumbangnya dua pilar utama di militer, serta tekanan yang kini merambah sistem partai dan pemerintahan, Xi Jinping perlahan menjadi ‘panglima tanpa pasukan’, kekuasaannya semakin terpinggirkan.”

Penulis kolom Epoch Times, Wang He, juga menilai: “Pemberantasan korupsi di militer saat ini justru menghantam para jenderal yang diangkat langsung oleh Xi Jinping. Hampir semuanya tumbang. Ini sama saja menampar wajah Xi. Kekuasaan Xi kini berada pada fase yang sangat berbahaya, bahkan mendekati tahap akhir.”

Dong Jun Ikut Terseret?

Pada hari yang sama dengan rapat Politbiro, media militer PKT kembali mengangkat kasus He Weidong dan Miao Hua, menegaskan bahwa “militer tidak boleh menjadi tempat berlindung bagi koruptor” dan harus “membersihkan oknum perusak dari dalam”.

Wang He menambahkan: “Keseimbangan kekuasaan di puncak PKT telah berubah secara fundamental. Media militer yang menggaungkan kembali pembersihan sisa pengaruh He Weidong dan lainnya, sejatinya bertujuan untuk menyapu bersih pengaruh Xi Jinping di tubuh militer.”

Pengamat politik Cai Shenkun membocorkan pada 25 Desember bahwa, seiring semakin banyaknya jenderal senior yang terseret kasus Miao Hua dan He Weidong, Zhong Shaojun, sekretaris militer pribadi Xi Jinping, telah dipastikan ditangkap. Sementara itu, Dong Jun disebut telah dicopot dari jabatan Menteri Pertahanan, meski masih mempertahankan pangkat jenderal penuh.

Namun demikian, pada 22 Desember, Dong Jun masih terlihat menghadiri upacara kenaikan pangkat jenderal, sehingga memunculkan tanda tanya besar.

Dong Jun sendiri baru menjabat Menteri Pertahanan pada Desember 2023, menggantikan Li Shangfu yang tumbang lebih dulu. Hingga kini, ia belum diangkat sebagai anggota Komisi Militer Pusat maupun anggota Dewan Negara—sesuatu yang lazim bagi seorang Menhan. Setelah kasus Miao Hua mencuat, Dong Jun beberapa kali diterpa rumor penyelidikan.

Karena sistem politik Tiongkok yang tertutup dan tidak transparan, kebenaran informasi ini hingga kini masih sulit diverifikasi. (jhon)

Pasca Natal, Rusia Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran

AS dan Ukraina Kembali Bahas Rencana Perdamaian

EtIndonesia. Tak lama setelah Hari Natal berlalu, pada Sabtu pagi Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina. Di saat yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan kembali berdiskusi dengan Donald Trump untuk membahas “Rencana Perdamaian 20 Poin”. Namun, persoalan wilayah tetap menjadi tantangan paling rumit dalam konflik Rusia–Ukraina.

Pada Sabtu dini hari, serangkaian ledakan terdengar di ibu kota Kyiv. Rusia meluncurkan sejumlah rudal hipersonik “Kinzhal” (Belati), empat rudal balistik “Iskander”, serta beberapa rudal jelajah “Kalibr”. Presiden Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia mengerahkan sekitar 500 unit drone dan 40 rudal dalam serangan tersebut.

Serangan udara ini menyebabkan 1 orang tewas dan setidaknya 28 orang luka-luka, termasuk dua anak-anak. Para petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api yang melahap gedung-gedung permukiman. Akibat serangan tersebut, lebih dari 320.000 rumah tangga kehilangan pasokan listrik dan pemanas di tengah cuaca musim dingin yang ekstrem.

Gelombang serangan ini terjadi tepat ketika Zelensky bersiap melakukan kunjungan ke Amerika Serikat untuk mendorong proses perundingan damai.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan: “Kami sedang dalam perjalanan menuju Florida, Amerika Serikat. Di tengah perjalanan kami akan singgah di Kanada untuk bertemu Perdana Menteri Mark Carney.”

Diperkirakan pada hari Minggu, delegasi Amerika Serikat dan Ukraina akan bertemu di resor Mar-a-Lago milik Donald Trump, guna membahas Rencana Perdamaian 20 Poin. Sebelumnya, pihak AS mengusulkan skema jaminan keamanan mirip Pasal 5 NATO, yakni jika Rusia kembali menyerang Ukraina, maka Amerika Serikat dan sekutunya akan memberikan pertahanan kolektif.

Zelensky menegaskan: “Yang terpenting adalah jaminan keamanan apa yang akan diberikan Presiden Trump kepada Ukraina.”

Sebelum keberangkatannya, Zelensky juga menyampaikan dalam sebuah konferensi pers bahwa rencana perdamaian tersebut telah selesai sekitar 90%, namun persoalan wilayah masih menjadi hambatan paling sulit. Ia menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan wilayahnya secara sepihak.

Zelensky berkata: “Kami harus memastikan keamanan wilayah udara dan kedaulatan teritorial negara, setidaknya hingga pemilihan umum atau referendum dilaksanakan.”

Ia menambahkan bahwa jika ada perubahan terkait wilayah negara, hal tersebut harus diputuskan melalui referendum nasional, sehingga keputusan benar-benar diambil oleh rakyat Ukraina sendiri.(jhon)

Mantan Menteri Pertahanan Rusia Meninggal Dunia Secara Mendadak di Hari Natal, Picu Berbagai Spekulasi

EtIndonesia. Media Inggris melaporkan bahwa pada Hari Natal, 25 Desember, mantan Menteri Pertahanan Rusia berusia 56 tahun, Yuri Sadovenko, meninggal dunia secara tiba-tiba. Media Rusia menyebutkan penyebab kematian adalah serangan jantung, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sadovenko lahir di Ukraina dan merupakan tokoh penting di jajaran tinggi militer Rusia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan hingga Mei 2024, sebelum diberhentikan dalam gelombang pembersihan pejabat tinggi Kementerian Pertahanan yang dilakukan oleh Presiden Vladimir Putin.

Sadovenko dikenal sebagai orang kepercayaan lama mantan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, serta menguasai berbagai rahasia inti Kementerian Pertahanan. Sejumlah analis menilai, sebagai sosok “penjaga gerbang” kekuasaan, kematiannya yang mendadak menimbulkan banyak kecurigaan.

Laporan menyebutkan bahwa sebelum kematiannya, tidak ada informasi mengenai Sadovenko menderita penyakit serius.

Dalam beberapa waktu terakhir, serangkaian kematian misterius yang menimpa pejabat tinggi dan perwira militer Rusia telah menarik perhatian media dan memicu spekulasi luas. Banyak dari kasus tersebut terjadi setelah yang bersangkutan dicopot dari jabatan, terjerat penyelidikan korupsi, atau mengalami ketegangan dengan Kremlin.

Surat kabar The Sun melaporkan bahwa pada pekan yang sama, kematian perwira Rusia lainnya juga dikonfirmasi. Seorang letnan kolonel berusia 44 tahun, Stanislav Orlov, yang dikenal sebagai pemimpin unit “hooligan sepak bola” yang kontroversial dan pernah bertempur di Ukraina, dilaporkan tewas. Menurut The Guardian, media independen Rusia menyebut Orlov diduga disergap dan ditembak oleh pasukan keamanan Moskow pada awal bulan ini.

Awal tahun ini, mantan anggota parlemen Rusia sekaligus letnan kolonel berusia 49 tahun, Buvaisar Sayditiev, ditemukan tewas setelah jatuh dari jendela sebuah gedung di Moskow. Istrinya mengatakan ia percaya kejadian itu adalah kecelakaan, namun laporan lanjutan menyebutkan bahwa penyebab kematiannya adalah henti jantung mendadak.

Pada Juli, Menteri Transportasi Rusia berusia 53 tahun, Roman Starovoit, ditemukan tewas hanya beberapa jam setelah diberhentikan dari jabatannya. Kematian tersebut secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri.

Di hari yang sama, pejabat lain berusia 42 tahun, Andrei Kornechuk, meninggal dunia setelah pingsan di kantor Kementerian Transportasi. Media pemerintah Rusia menyebutkan penyebab kematiannya kemungkinan adalah “gagal jantung akut”.

Laporan juga menyebutkan bahwa sejak pecahnya perang Rusia–Ukraina pada tahun 2022, puluhan pejabat pemerintah Rusia, perwira militer, serta eksekutif perusahaan energi telah meninggal dunia secara misterius. (jhon)

Setelah Larangan Ponsel di Sekolah New York, Terungkap Banyak Siswa Tak Bisa Membaca Jam Analog

Sejak awal semester tahun ini, sekolah-sekolah di New York City memberlakukan larangan penggunaan ponsel pintar di lingkungan sekolah. Namun kebijakan ini justru memunculkan temuan yang mengejutkan: banyak siswa ternyata sudah tidak mampu membaca jam dinding analog dengan jarum penunjuk.

EtIndonesia. Laporan Gothamist menyebutkan Wakil Kepala Sekolah Cardozo High School di Queens, New York, Amerika Serikat, Tiana Milner, mengungkapkan bahwa sejak ponsel dilarang, semakin banyak remaja yang kesulitan membaca jam tradisional.

 “Ini adalah keterampilan penting yang sama sekali sudah tidak mereka biasakan lagi,” ujarnya.

Di sebuah SMA di Manhattan, guru Bahasa Inggris Maddie Monshonwig juga menghadapi situasi serupa. Ia mengatakan bahwa murid-muridnya kerap bertanya, “Bu, sekarang jam berapa?” hanya untuk memastikan berapa lama lagi waktu pelajaran akan berakhir.
“Ini cukup membuat frustrasi. Setiap kali saya harus mengarahkan mereka lagi: jarum panjang di mana, jarum pendek di mana,” tuturnya.

Beberapa siswa mengaku pernah diajarkan membaca jam analog saat kelas satu sekolah dasar, tetapi kemampuan itu perlahan hilang karena dianggap sudah ketinggalan zaman dan tidak lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski generasi Z dikenal sangat unggul dalam penguasaan teknologi, para orang tua dan guru menilai bahwa ketergantungan pada teknologi juga berdampak pada menurunnya sejumlah keterampilan dasar. Di antaranya adalah tulisan tangan yang semakin buruk serta kemampuan konsentrasi yang menurun.

Sebuah penelitian di Oklahoma pada tahun 2017 menemukan bahwa dari anak-anak usia 6 hingga 12 tahun, hanya sekitar seperlima yang mampu membaca jam analog. Sementara itu, di United Kingdom, sejak tahun 2018 banyak sekolah mengganti jam jarum dengan jam digital. Akibatnya, jam dinding klasik dan jam bandul semakin jarang ditemui, sehingga anak-anak pun makin minim kesempatan berlatih membaca jam tradisional.

Juru bicara Departemen Pendidikan New York, Isla Gessin, menegaskan bahwa kemampuan membaca jam analog maupun digital sama-sama penting.

 “Ketika anak-anak tumbuh di dunia yang semakin digital, keterampilan membaca waktu secara tradisional tidak boleh sampai dilupakan,” katanya.

Di luar persoalan membaca jam, para guru juga melaporkan bahwa larangan ponsel membawa dampak positif yang cukup signifikan. Siswa terlihat lebih fokus di kelas, lebih banyak berinteraksi secara sosial saat jam makan siang, arus lalu lintas di koridor sekolah menjadi lebih tertib, dan tingkat keterlambatan masuk kelas pun menurun. (jhon)

Pria Sejati

EtIndonesia. Pria, sejak dilahirkan, dia seolah telah ditakdirkan untuk menempuh perjalanan hidup yang berat dan panjang. Sebab yang dia pikul bukan hanya hidupnya sendiri, melainkan juga gelar “pria”—sebuah sebutan yang bobotnya terasa ribuan kati. Apa pun yang terjadi, panji ini tak boleh roboh. Seorang pria harus memikul panjinya sendiri dan melangkah maju dengan kepala tegak.

Perjuanganlah yang membentuk seorang pria

Sebagai pria sejati, sepanjang hidup dia memanggul janji dan tanggung jawab terhadap kehidupan.

Seorang pria harus hidup dengan lurus dan bermartabat

Melangkah benar, bertindak jujur; tidak merugikan orang lain, tidak mengkhianati nurani. Hatinya lapang, dadanya terbuka, tidak sibuk menghitung dendam pribadi, tidak diliputi rasa takut kehilangan. 

Dia berjiwa besar—mampu menampung hal-hal yang bahkan dunia pun sulit menerimanya. Dia bekerja keras tanpa menggubris gosip dan cibiran: aku berjalan di jalanku sendiri, aku bernyanyi dan menangis di jalanku sendiri. Bertemu gunung, dia belah; bertemu harimau, dia hadapi. Karena tak selalu ada alasan untuk berbagi, kebosanan, keluh-kesah, dan rasa sakit pun dia telan sendiri. Begitulah pria.

Kebahagiaan pria sering kali bersumber dari pencapaian diri, bahkan kadang kebahagiaan yang semu. Karena tak selalu punya tempat untuk berbagi, kebahagiaan itu sering datang dan pergi diam-diam—hingga beban di pundaknya kian bertambah. 

Kesepian pria adalah kesepian yang menggantung sendirian di dunia. Saat ingin menangis, dia menahan air mata demi kekuatan; saat ingin menyesal, dia menguatkan diri dan tak mengelak. Maka bahunya justru semakin kokoh oleh beban. Keteguhan pria adalah keteguhan yang berdiri tegak di hadapan dunia.

Pria—senyum boleh dibagi, pahit dia telan sendiri

Namun pria sejati juga memiliki sisi lembut. Dia melindungi istri, berbakti kepada orangtua, menyayangi anak-anak, tulus pada sahabat. Dia ramah pada orang asing, peduli pada kemanusiaan. Kadang dia menatap bintang di malam hari, melamun pada bulan; tertarik pada bunga, burung, dan serangga; membaca hingga fajar; sesekali melontarkan humor sederhana.

Pria sejati tidak memasang wajah kaku, juga tidak menempelkan senyum palsu. DIa tak memerlukan topeng—cahayanya lahir dari jati diri lelaki itu sendiri.

Kesedihan terbesar hidup bukanlah kemiskinan atau kerendahan, melainkan kehilangan rasa nilai dan arah—ketika tak lagi menemukan alasan, bahkan sebutir pun, untuk dibanggakan. Jika seorang pria kehilangan modal harga dirinya, dia akan runtuh.

Ada kalanya seorang pria mengepalkan tangan dan berkata pada diri sendiri: “Aku bisa. Aku pasti berhasil.”

Menjadi pria berarti membusungkan dada hingga akhir. Pria sejati tidak gentar oleh kesulitan apa pun, tidak menyembah siapa pun sebagai dewa, dan tidak gemetar di hadapan siapa pun yang disebut “maestro”.

Sebetulnya, tidak semua pria ingin menjadi pahlawan. Mereka hanya berharap, dari bayang-bayang pahlawan, dapat melihat secercah makna untuk menenangkan jiwa yang kadang hampa.

Pria yang baik bukanlah yang berusaha keras agar perempuan tak pernah terluka sedikit pun, melainkan yang memandang cinta kepada perempuan setara dengan keyakinan—sesuatu yang dijalani dengan segenap hidup. Seorang pria justru memperoleh tenaga dan vitalitas yang lebih besar dari pengakuan, penghargaan, dan cinta perempuan; dari sanalah dia menuntaskan banyak hal. Pria unggul membuat perempuan merasa setara, bebas, bahagia, aman, dan dipercaya. Yang paling berharga dalam diri manusia adalah kualitas dan karakter yang utuh sepanjang hidup—tak memudar oleh waktu. Jika pada usia 18 engkau pria sejati, dan pada usia 80 engkau tetap pria sejati, itulah pria yang sesungguhnya.

Yang paling harus dihindari seorang pria adalah pengecut dan rendah diri. Penilaian terendah bagi pria ialah: “tak berjiwa lelaki.” Layar yang harus dikibarkan pria adalah kepercayaan diri. Melakukan apa pun dengan keyakinan; saat berhasil tak terlena, saat gagal tak runtuh. Pria yang merasa dirinya tak mampu melakukan apa-apa adalah pria paling tak berguna—bahkan nyaris tak layak disebut pria.

Engkau mungkin tak mampu memeluk dunia, tetapi setidaknya milikilah kelapangan hati—ringan memikul yang berat, berjalan di jalan besar.  Engkau mungkin tak mampu membidik jauh ke cakrawala, tetapi setidaknya milikilah iman—terang, jujur, dan menapaki jalan yang lurus.(jhn/yn)

Iblis dan Petani


EtIndonesia.
Saat pertama kali membaca kisah ini, mungkin orang hanya berniat melihatnya sekilas. Namun setelah selesai membacanya, getaran maknanya justru sangat dalam. Kisah ini layak dibagikan kepada siapa pun yang sedang berjuang mengejar mimpi—sebuah pengingat agar dalam mengejar impian, kita tidak kehilangan hati nurani dan tujuan awal.

Kisah ini berasal dari kumpulan fabel karya sastrawan besar Rusia, Leo Tolstoy, dalam bukunya Si Bodoh Ivan.

Suatu hari, iblis tua melihat kehidupan manusia yang terasa terlalu damai dan bahagia. 

Dia berkata: “Kalau manusia hidup terus begini, iblis akan kehilangan arti keberadaannya. Kita harus membuat kekacauan.”

Dia pun mengutus iblis kecil pertama untuk mengganggu seorang petani. Petani ini bekerja sangat keras setiap hari, hasilnya sedikit, tetapi dia tetap hidup bahagia dan merasa cukup.

Iblis kecil berpikir: Bagaimana caranya membuat petani ini menjadi buruk?

Dia lalu membuat tanah petani itu menjadi sangat keras, berharap petani akan menyerah. Petani mencangkul tanah itu lama sekali, tubuhnya lelah, tetapi dia hanya beristirahat sejenak lalu kembali bekerja tanpa mengeluh sedikit pun.

Rencananya gagal. Iblis kecil pun pulang dengan tangan kosong.

Iblis tua mengutus iblis kecil kedua.

Iblis ini berpikir, Kalau membuatnya lebih menderita tidak berhasil, maka ambil saja apa yang dia miliki.

Dia mencuri roti dan air minum petani itu. Dia yakin, setelah bekerja keras lalu mendapati makanan dan airnya hilang, petani pasti akan marah besar.

Petani yang kehausan dan kelaparan duduk berteduh di bawah pohon. 

Saat menyadari roti dan airnya lenyap, dia justru berkata :  “Mungkin ada orang lain yang lebih membutuhkan roti dan air itu daripadaku. Kalau dengan itu dia bisa kenyang, syukurlah.”

Rencana itu pun kembali gagal. Iblis kecil kedua melarikan diri dengan kecewa.

Iblis tua mulai heran: “Apakah benar-benar tidak ada cara membuat petani ini menjadi buruk?”

Saat itu, iblis kecil ketiga maju dan berkata : “Aku punya cara. Aku pasti bisa mengubahnya.”

Dia mendekati petani dan berteman dengannya. Petani pun dengan senang hati menerima persahabatan itu. Karena iblis memiliki kemampuan meramal, dia berkata kepada petani bahwa tahun depan akan terjadi kekeringan, dan menyarankan agar benih ditanam di tanah yang lembap.

Petani menuruti saran itu.

Tahun berikutnya, semua orang gagal panen—kecuali petani itu. Ladangnya penuh hasil. Dia pun mulai hidup berkecukupan. Tahun demi tahun, iblis terus memberi saran apa yang sebaiknya ditanam. Dalam tiga tahun, petani itu menjadi sangat kaya.

Iblis lalu mengajarinya mengolah padi menjadi arak dan menjualnya. Keuntungannya semakin besar.

Perlahan, petani berhenti bekerja sendiri. Dia hidup dari perdagangan dan uang terus mengalir.

Suatu hari, iblis tua datang. 

 Iblis kecil berkata dengan bangga: “Lihatlah hasilnya. Sekarang petani ini sudah memiliki darah babi.”

Petani mengadakan pesta besar. Semua orang kaya datang. Mereka minum arak terbaik, menyantap hidangan paling mewah, dilayani banyak pelayan. Mereka makan dan minum dengan berlebihan, pakaian berantakan, mabuk tak sadarkan diri—perlahan berubah rakus, gemuk, dan bodoh seperti babi.

Iblis kecil melanjutkan: “Sebentar lagi, Tuan akan melihat bahwa dia juga memiliki darah serigala.”

Seorang pelayan membawa anggur, tetapi terpeleset dan menjatuhkannya.

Petani langsung memaki: “Kamu ini ceroboh sekali!”

Pelayan menjawab dengan lemah: “Tuan… kami belum makan seharian. Kami sudah terlalu lapar.”

Petani membentak : “Pekerjaan belum selesai, bagaimana kalian berani makan?!”

Iblis tua tertawa puas dan berkata: “Kamu luar biasa! Bagaimana kamu melakukannya?”

Iblis kecil menjawab dengan tenang:  “Aku hanya memberinya lebih dari yang dia butuhkan. Dari situlah keserakahan manusia muncul dengan sendirinya.”

Ketika hati berubah, sikap pun berubah.
Sikap berubah, kebiasaan ikut berubah.
Kebiasaan berubah, watak pun berubah.
Watak berubah, maka hidup pun ikut berubah.

Kisah ini mengingatkan kita:  yang paling berbahaya bukanlah kekurangan, melainkan kelebihan tanpa kendali. Dan sering kali, bukan penderitaan yang merusak manusia—melainkan kelimpahan yang membuatnya lupa diri.(jhn/yn)