Dua Nyawa dalam Kondisi Kritis, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Udara di Manggarai Timur

EtIndonesia.com — Manggarai Timur. Memasuki hari ketujuh penanganan bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) lalu, Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus mengintensifkan upaya tanggap darurat, termasuk pelaksanaan evakuasi medis udara bagi korban yang membutuhkan penanganan segera.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, memimpin langsung pelaksanaan evakuasi medis menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+ menuju wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.

Helikopter Basarnas berhasil mendarat di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, untuk mengevakuasi dua warga yang mengalami kondisi kritis akibat cedera berat pasca gempa. 

Evakuasi korban melalui udara (tangkapan layar)

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis Kementerian Kesehatan di lokasi, seorang korban laki-laki berusia 81 tahun mengalami dugaan cedera tulang belakang, sementara seorang korban perempuan berusia 71 tahun mengalami dugaan patah tulang dasar tengkorak.

Kedua korban kemudian diterbangkan menuju Bandara Komodo dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, guna mendapatkan penanganan medis intensif.

Selain melaksanakan evakuasi medis, Helikopter Basarnas juga mendistribusikan Bantuan Kepresidenan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur.

Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR akan terus melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal. (***)

[Update] – 3.002 Gempa Susulan di Flores, Aktivitas Menunjukkan Tren Menurun

ETIndonesia.com  LABUAN BAJO – Ribuan gempa susulan tercatat pascagempa magnitude (M)7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu lalu (15/8). Kekuatan gempa susulan terbesar tercatat dengan magnitudo 6,2. Sejumlah kejadian tersebut dirasakan masyarakat sejumlah kabupaten. 

Gempa susulan hingga Rabu (19/8), pukul 14.00 WIB, tercatat mencapai 3.002 kali. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memantau proses penyesuaian kerak bumi pascagempa utama yang melanda wilayah tersebut. Berdasarkan hasil pencatatan BMKG, hingga saat ini gempa susulan terjadi bervariasi antara M1,1 hingga M6,2. 

Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Nelly Florida Riama menyampaikan sebanyak 86 kali gempa susulan yang dilaporkan langsung oleh masyarakat. 

“Dan terdapat 25 kejadian (gempa susulan) dengan magnitude 5,0 atau lebih,” ujar Deputi BMKG dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Media Center Pos Pendamping Nasional, pada Rabu (19/8) dikutip dari rilis Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

Banyaknya gempa susulan merupakan proses normal pelepasan energi agar kerak bumi mencapai keseimbangan baru. Berdasarkan pemantauan BMKG, grafik aktivitas gempa susulan secara umum telah menunjukkan tren peluruhan (menurun) dan diperkirakan akan mencapai tingkat yang relatif rendah dalam 21 hingga 30 hari ke depan, atau sekitar akhir September 2026.

BMKG masih terus melakukan monitoring dan analisis untuk memperoleh gambaran aktivitas kegempaan tersebut. 

“Namun, perlu kami tegaskan juga, ini bukan berarti setelah tanggal tersebut gempa tidak dapat dapat terjadi.” tambah Deputi BMKG. 

Ia menambahkan estimasi ini sifatnya sangat dinamis dan akan terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan data gempa susulan yang direkam. 

Sebaran episenter gempa terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat, yang berkaitan dengan zona tektonik Flores Back-arc Thrust.

Langkah Pemantauan dan Kesiapsiagaan

Untuk memastikan keselamatan masyarakat, BMKG menyiagakan tim bekerja 24 jam penuh dan telah menerjunkan ahli ke wilayah terdampak untuk melakukan survei makroseismik, mikroseismik, kondisi tanah, dan survei tsunami. Pemantauan ini didukung oleh peralatan canggih di wilayah Nusa Tenggara Barat, meliputi 39 Seismograf dan 30 Akselerograf. Intensity meter, Tsunami gauge dan Warning Receiver System.

Perlu ditegaskan bahwa seluruh instrumen ini berfungsi untuk mendeteksi dini dan mempercepat penyampaian informasi, bukan untuk memprediksi kapan gempa akan terjadi.

Sementara itu, mengingat adanya laporan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas publik, BMKG berkoordinasi intensif dengan BNPB, BPBD, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah di wilayah terdampak. Menurut Deputi BMKG,  evaluasi lebih lanjut akan tetap diperlukan terhadap kerusakan bangunan yang bersifat non-struktural maupun kerusakan yang dapat mempengaruhi keamanan struktur bangunan.  

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun harus tetap terus waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. 

Selanjutnya, warga menghindari bangunan yang retak, rusak, atau rapuh akibat guncangan sebelumnya. Hal tersebut perlu pengecekan oleh pihak yang berwenang. 

“Masyarakat juga diharapkan tidak mudah mempercayai informasi mengenai prediksi waktu dan magnitude gempa berikutnya yang tidak berasal dari sumber yang resmi,” tegasnya.  

Terakhir, selalu mengikuti arahan prosedur keselamatan, memahami jalur evakuasi, dan memantau pembaruan informasi hanya melalui kanal resmi BMKG, BNPB, dan BPBD.

Pasca-Gempa M 7,7 di Flores, BNPB Pastikan Pengungsi Manggarai Tak Kekurangan Bantuan 

EtIndonesia.com MANGGARAI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, meninjau langsung lokasi pengungsian terpusat warga terdampak gempabumi M 7,7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian terpenuhi dengan baik. Dalam dialog bersama warga, Kepala BNPB dan Menko PMK mendengarkan berbagai kebutuhan yang masih diperlukan di lokasi pengungsian. Sejumlah kebutuhan tersebut kemudian menjadi catatan untuk segera dipenuhi melalui koordinasi BNPB bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., (topi hitam rompi cokelat) bersama Menko PMK Pratikno (topi hitam rompi hijau tua) saat berdialog dan menyerahkan bantuan logistik kepada pengungsi terdampak gempa M 7,7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8). – DOK BNPB

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK Pratikno memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk segera membentuk satuan tugas (satgas) daerah dalam rangka memperkuat koordinasi dan penanganan warga terdampak. Hal ini mengingat lokasi pengungsian maupun wilayah terdampak gempabumi tidak hanya terpusat di Lapangan Pendidikan Barangkolong, tetapi juga tersebar di sejumlah titik lainnya.

“Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi,” ujar Pratikno dikutip dari rilis Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

Sejalan dengan arahan Menko PMK, BNPB memastikan kebutuhan pengungsian, mulai dari tenda keluarga, tenda serbaguna, peralatan penunjang, logistik hingga perlengkapan lainnya akan segera dilengkapi. Sebagian bantuan tersebut telah dikirim dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo melalui jalur darat menuju Kabupaten Manggarai.

“Malam ini kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik di sini,” jelas Suharyanto.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., (topi hitam rompi cokelat) bersama Menko PMK Pratikno (topi hitam rompi hijau tua) saat berdialog dan menyerahkan bantuan logistik kepada pengungsi terdampak gempa M 7,7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8).

Ia menambahkan, bantuan logistik dan peralatan yang dikirim dari Jakarta juga telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Bantuan yang telah tersedia selanjutnya segera didistribusikan menuju lokasi pengungsian untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan, BNPB telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendukung operasional dapur umum yang akan dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selama berada di pengungsian, warga terdampak akan mendapatkan makanan tiga kali sehari dengan memperhatikan kebutuhan asupan gizi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian,” kata Suharyanto.

Sementara itu, untuk pelayanan kesehatan, BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna menambah tenaga kesehatan dari berbagai wilayah. Ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis juga akan diperkuat agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis,” imbuh Suharyanto.

Sebelum meninggalkan lokasi pengungsian, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan logistik secara langsung kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani masa pengungsian pascagempabumi.

Penyu Tempayan Seberat 270 Pon Berusia Sekitar 70-80 Tahun yang Diselamatkan, “Timmy”, Dikembalikan ke Samudra Atlantik 

0

Di sebuah pantai di Key West, Florida, Amerika Serikat, baru-baru ini berlangsung sebuah aksi pelestarian laut yang menggembirakan. Seekor penyu tempayan betina bernama “Timmy” yang memiliki berat mencapai 270 pon dan berusia sekitar 70–80 tahun, kembali ke laut setelah menjalani perawatan intensif dan latihan pemulihan selama beberapa minggu.

EtIndonesia.com Pada Selasa (18 Agustus), akun resmi X Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengunggah sebuah video yang memperlihatkan penyu tempayan raksasa “Timmy” perlahan merangkak melintasi pantai dan masuk ke dalam ombak, diiringi sorak-sorai dan tatapan ratusan warga serta anggota Penjaga Pantai AS. Timmy akhirnya berhasil kembali ke Samudra Atlantik.

Pada 19 Juli, penyu tempayan “Timmy” yang berusia 70–80 tahun ditemukan berenang secara tidak normal di perairan sekitar 7 mil sebelah selatan Sugarloaf Key. Setelah itu, ia diselamatkan oleh awak kapal dan personel Penjaga Pantai AS, kemudian dibawa ke The Turtle Hospital di Marathon untuk menjalani perawatan pemulihan.

Pada Jumat (14 Agustus), para petugas dan relawan mengangkat penyu betina tersebut menggunakan tandu ke Fort Zachary Taylor Historic State Park. Ratusan orang datang untuk menyaksikan secara langsung kepulangannya ke alam liar. Para penonton pun mengeluarkan ponsel mereka untuk mengabadikan momen tersebut.

Setelah diletakkan di atas pasir, Timmy perlahan merangkak menuju tepi air dan kemudian menghilang ke tengah lautan yang luas.

Bagi para petugas perawat yang membantu memulihkan kesehatannya, pelepasan ini bukan hanya merupakan kemenangan bagi Timmy secara pribadi, tetapi juga merupakan kemenangan penting bagi kelangsungan spesiesnya di masa depan.

“Melihat penyu seperti Timmy yang telah hidup di lautan selama puluhan tahun, dan mampu mengembalikan seekor penyu betina yang masih mampu berkembang biak ke habitat lautnya, sangat penting bagi kelangsungan spesies ini,” kata Bette Zirkelbach, manajer umum The Turtle Hospital.

Anggota DPR Negara Bagian Florida Jim Mooney, yang menghadiri acara pelepasan tersebut, mengatakan bahwa untuk melindungi lingkungan Florida Keys, generasi berikutnya perlu memahami pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendidikan.

Mooney menambahkan bahwa pelestarian lingkungan juga sangat erat kaitannya dengan perekonomian Florida Keys. Industri pariwisata setempat sangat bergantung pada laut dan satwa liar di kawasan itu. 

“Sebagai orang yang lahir dan besar di Keys, tujuan saya adalah melindungi lingkungan di sini, karena saya tahu apa arti lingkungan bagi industri pariwisata kami,” katanya.

Nokia Mempercepat Penarikan Diri dari Tiongkok, Dilaporkan Akan Memberhentikan Sebagian Besar Karyawan Sebelum Akhir Tahun

Produsen peralatan telekomunikasi asal Finlandia, Nokia, dilaporkan berencana memberhentikan sebagian besar karyawannya di Tiongkok sebelum akhir tahun ini dan secara bertahap menutup pabrik-pabriknya di berbagai wilayah, dengan hanya mempertahankan layanan purnajual. Perusahaan tersebut telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menutup pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Hangzhou. Setelah beroperasi di Tiongkok selama lebih dari 40 tahun, Nokia kini mempercepat penarikannya dari pasar yang pernah menjadi pasar tunggal terbesar perusahaan tersebut di dunia.

EtIndonesia.com  Pada 18 Agustus, South China Morning Post mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut dan melaporkan bahwa pada awal Agustus, Nokia mengumumkan rencana untuk mengurangi bisnisnya di Tiongkok daratan dalam sebuah rapat video internal yang digelar di kantor pusatnya di Helsinki. 

Berbagai departemen Nokia di Tiongkok akan melakukan PHK secara bertahap, dan sebagian besar penyesuaian tenaga kerja diperkirakan selesai sebelum akhir tahun ini.

Menurut laporan tersebut, seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa setelah restrukturisasi selesai, Nokia hanya akan mempertahankan layanan purnajual, yang pada dasarnya setara dengan penarikan diri secara bertahap dari pasar. 

Seorang mantan karyawan Nokia di Shanghai yang pernah bekerja di departemen pengujian perangkat lunak mengatakan bahwa ia meninggalkan perusahaan dalam beberapa minggu terakhir dan menerima pesangon “N+3”, yaitu kompensasi berdasarkan masa kerja ditambah gaji selama tiga bulan.

Beberapa hari sebelumnya, pada 14 Agustus, media teknologi Light Reading mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut dan melaporkan bahwa Nokia telah mengonfirmasi penutupan pusat R&D-nya di Hangzhou, dengan sekitar 1.600 karyawan terkena PHK. Ada pula informasi bahwa sebagai bagian dari rencana restrukturisasi terbaru, beberapa kantor cabang Nokia lainnya di Beijing, Chengdu, Qingdao, dan Shanghai juga mungkin ditutup sebagian.

Menurut laporan tersebut, keputusan Nokia untuk menarik diri dari pasar Tiongkok juga dilatarbelakangi pertimbangan geopolitik. 

Pada September tahun lalu, seorang eksekutif Nokia mengungkapkan dalam konferensi pers di Finlandia bahwa perusahaan tersebut telah diberi tahu bahwa Nokia akan dikeluarkan dari pasar Tiongkok karena alasan keamanan nasional. Hal ini secara langsung menyebabkan hilangnya pangsa pasar Nokia.

Tiongkok sebelumnya merupakan pasar tunggal terbesar Nokia di dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, bisnis Nokia di Tiongkok terus menyusut. 

Laporan keuangan perusahaan menunjukkan bahwa pendapatan tahunan Nokia di kawasan Tiongkok Raya, yang mencakup Hong Kong dan Taiwan, telah turun dari hampir 2,2 miliar euro pada 2018 menjadi 913 juta euro pada 2025. Jumlah karyawannya juga turun dari 13.700 orang pada 2020 menjadi 7.200 orang pada 2025. (***)

Dikabarkan Lansia Sakit Parah di Changchun, Tiongkok  Lompat dari Gedung, Pasien Kanker di Nanchang Diusir karena Tunggakan Lebih dari 500 Ribu 

“Industrialisasi layanan kesehatan” yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menimbulkan tragedi bagi banyak keluarga. Beredar kabar bahwa seorang lansia di Changchun, Provinsi Jilin, Tiongkok yang tidak memiliki uang untuk berobat, melompat dari gedung hingga meninggal dunia; sementara seorang pasien kanker di Nanchang, Provinsi Jiangxi, diusir dari rumah sakit hanya karena menunggak biaya sebesar 200 yuan RMB.

EtIndonesia.com  Pada 17 Agustus, beredar video dari Distrik Nanguan, Kota Changchun, Provinsi Jilin, yang memperlihatkan seorang lansia dengan tubuh sangat kurus berjalan mondar-mandir di atas atap gedung. Ia kemudian jatuh ke atap sebuah mobil di bawahnya dan kondisinya tampak sangat kritis. 

Menurut kabar yang beredar di internet, lansia tersebut menderita penyakit parah dan telah lama disiksa oleh rasa sakit. Namun, uang pensiun sebesar 120 yuan yang diberikan oleh pemerintah PKT jauh dari cukup untuk membayar biaya pengobatan, sehingga pada akhirnya ia memilih mengakhiri hidupnya.

Selain itu, dari Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, juga beredar video yang memperlihatkan seorang pria menahan rasa sakit dan meringkuk di sudut sebuah pusat perbelanjaan. Beberapa petugas medis kemudian meninggalkan lokasi. Setelah itu, pria tersebut diduga menceritakan pengalamannya kepada orang-orang yang lewat. Ada orang yang memberinya uang, tetapi ia menolaknya.

Media mandiri di Tiongkok daratan mengungkapkan bahwa pria tersebut adalah pasien kanker yang telah menghabiskan seluruh tabungan sebesar jutaan yuan untuk pengobatan. Ia kemudian diusir dari rumah sakit hanya karena menunggak biaya pengobatan sebesar 200 yuan. Di sebuah pusat perbelanjaan di dekat rumah sakit, ia bahkan sempat pingsan karena rasa sakit yang hebat. Saat ini ia tidak memiliki uang sepeser pun, bahkan tidak memiliki ongkos untuk pulang, tetapi menolak bantuan dari seorang pemilik usaha yang bersimpati kepadanya.

Di bawah pemerintahan PKT, lembaga kesehatan telah berubah menjadi tempat yang secara gila-gilaan menguras uang rakyat. Sistem yang tidak sehat menyebabkan biaya pengobatan menjadi sangat mahal. 

Banyak pasien yang menderita penyakit parah meninggal setelah lama disiksa penyakit karena tidak memiliki uang untuk berobat, bahkan sebagian memilih bunuh diri. Situasi seperti ini bukanlah hal yang jarang terjadi; di beberapa daerah bahkan disebut telah menjadi sesuatu yang umum.

Tim Liu Yanwu, dosen Departemen Sosiologi Universitas Wuhan, pernah melakukan penelitian selama enam tahun dengan mengunjungi lebih dari 40 desa di 11 provinsi, termasuk Hubei, Shandong, Jiangsu, Shanxi, Henan, dan Guizhou. Pada 2014, tim tersebut menerbitkan Studi Sosiologis tentang Bunuh Diri pada Lansia Pedesaan. Penelitian itu mengungkapkan bahwa fenomena bunuh diri di kalangan lansia pedesaan Tiongkok “sudah sangat parah hingga mengejutkan”, dengan proporsi lansia yang meninggal karena bunuh diri di sejumlah desa mencapai angka yang mengejutkan, “setidaknya 30%”.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa penyebab utama bunuh diri di kalangan lansia pedesaan antara lain sulitnya bertahan hidup, penyakit yang terus-menerus diderita, serta kurangnya kasih sayang keluarga dan anak-anak yang tidak berbakti.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pula warganet mengungkapkan bahwa lansia di pedesaan masih banyak yang melakukan bunuh diri. Sebagian dari mereka menderita penyakit parah dan tidak ingin menjadi beban bagi keluarga.  (***)

Hujan Lebat Mengguyur Kunming, Tiongkok, Genangan di Jalan Mencapai 7–8 Meter, Kendaraan Terendam

Belakangan ini, banjir meluas di berbagai provinsi dan kota di Tiongkok. Pada 18 Agustus, Kunming, Provinsi Yunnan, dilanda hujan lebat yang menyebabkan banjir perkotaan parah. Di sejumlah ruas jalan, genangan disebut mencapai kedalaman 7–8 meter dan kendaraan terendam. Warga mengatakan mereka belum pernah melihat hujan sebesar ini.

EtIndonesia.com Pada 18 Agustus dini hari, Kunming mengeluarkan peringatan merah hujan badai. Hujan lebat melanda seluruh wilayah Kunming, terutama pada pukul 23.00 tanggal 17 Agustus hingga pukul 06.00 tanggal 18 Agustus, dengan intensitas terkuat antara pukul 02.00–05.00.

Curah hujan yang lebih tinggi terutama terkonsentrasi di Distrik Guandu, Distrik Panlong, Kabupaten Fumin, Kabupaten Xundian, dan Kabupaten Songming. Curah hujan tertinggi tercatat di pos pengamatan Jinma Liangting, Guandu, sebesar 158,1 milimeter.

Hujan deras menyebabkan banjir perkotaan parah, dengan sejumlah ruas jalan tergenang berat hingga lalu lintas terputus.

Video yang beredar di internet menunjukkan arus air yang deras di jalan-jalan, kendaraan terendam, bahkan beberapa kendaraan terseret arus.

Menurut laporan terbaru polisi lalu lintas Kunming, hingga pukul 07.30 tanggal 18 Agustus, terdapat 12 titik genangan banjir di kawasan pusat kota Kunming yang menyebabkan jalan terputus dan diberlakukan pengaturan lalu lintas sementara.

Menurut media setempat, di persimpangan Changrun Street, sekitar 50 meter dari terowongan bawah Jalan Changrun di Minhang Road, telah dipasang garis pengamanan lalu lintas. Sejumlah petugas berada di lokasi untuk mencegah warga melanjutkan perjalanan.

Seorang warga dengan cemas bertanya kepada petugas seberapa dalam genangan di depan dan kapan jalan dapat kembali dilalui. Petugas menjawab: “Genangannya sedalam tujuh atau delapan meter. Pukul 08.00 tadi sudah diberitahukan kepada perusahaan drainase Kota Kunming untuk datang memompa air.”

Seorang warga setempat menulis di internet: “Sekitar pukul 11.30 pagi ini saya tiba di persimpangan Minhang Road dan terjebak di sini. Ke arah timur menuju Juhua Village dan ke selatan menuju Guandu Square, banjirnya sangat parah. Kedua sisi ke arah barat juga tergenang parah. Melawan arus sangat berbahaya. Ke arah utara ada terowongan bawah Minhang Road, dan seluruh terowongan sudah terendam.”

Zheng, seorang warga setempat, mengatakan kepada Xiaoxiang Morning Post bahwa sebelumnya ia belum pernah melihat hujan sebesar ini. Ketinggian air di luar kompleks perumahannya sangat tinggi, bahkan mencapai kap mesin mobil. Sepeda listrik yang diparkir di pinggir jalan seluruhnya terendam.

Seorang warga bermarga Xiao dari Distrik Guandu mengatakan bahwa pagi itu ia bermaksud pergi ke tempat parkir untuk memeriksa kondisi kendaraannya. Namun, setelah berjalan setengah perjalanan, ketinggian air sudah mencapai pinggangnya, sekitar 60–70 sentimeter, sehingga ia tidak berani melanjutkan perjalanan.

Video lain yang beredar di internet menunjukkan bahwa Desa Qinglong, Jalan Baofeng, Distrik Jinning, Kunming, mengalami banjir yang sangat parah. Arus banjir menghanyutkan banyak kendaraan.

Sementara itu, di beberapa ruas wilayah Jalan Shuanglong, Distrik Panlong, Kunming, terjadi longsor pada lereng jalan.

Departemen meteorologi setempat memperkirakan bahwa selama dua hari berikutnya, wilayah tengah dan selatan Kunming masih akan mengalami hujan ringan hingga sedang secara lokal.

Sumber : NTDTV.com

【Serial Sejarah】Jiang Zemin yang Sebenarnya (Bagian 2)

Catatan redaksi: Empat belas tahun lalu, Jiang Zemin yang Sebenarnya pertama kali diterbitkan untuk pembaca. Empat belas tahun kemudian, Jiang Zemin telah meninggal dunia, tetapi dampak buruk politik yang ditinggalkannya belum hilang. Banyak kekacauan dan krisis yang terjadi di Tiongkok saat ini dapat ditelusuri kembali ke masa ketika Jiang berkuasa. Pemerintahan melalui korupsi, pengabaian terhadap supremasi hukum, penghancuran moral, serta penganiayaan terhadap Falun Gong dan berkembangnya mesin otoriter serta represif PKT sebagai akibatnya telah meninggalkan berbagai persoalan bagi Tiongkok. Untuk memahami PKT saat ini dan mengapa Tiongkok sampai pada kondisi seperti sekarang, perlu memahami Jiang Zemin yang Sebenarnya. Oleh karena itu, artikel ini diterbitkan kembali.

Batas Moral di Tengah Perkembangan Ekonomi (Bagian Akhir) — Jiang Zemin yang Sebenarnya (Episode 2)

3. Siapa yang Mendobrak Batas Moral?

Di Tiongkok terdapat kasus penggelapan dana jaminan sosial Shanghai.

Di Amerika Serikat ada skandal pembukuan palsu perusahaan Enron, serta kasus penipuan Bernie Madoff yang mengguncang dunia.

Di Tiongkok terdapat kasus Sun Zhigang, yang dipukuli hingga meninggal oleh petugas pusat penahanan; juga kasus yang dikenal sebagai “permainan petak umpet”, ketika seseorang dipukuli hingga tewas di rumah tahanan.

Di Amerika Serikat terdapat kasus penyiksaan tahanan oleh tentara Amerika di Irak.

Pada 2010, Tiongkok mengalami serangkaian kasus pembunuhan anak di sekolah dasar. Amerika Serikat juga mengalami kasus penembakan di sekolah.

Lantas, apakah benar seperti yang dikatakan PKT bahwa “semua burung gagak di dunia sama-sama hitam”?

Ada kasus pekerja yang dipaksa menjadi budak di tempat pembakaran batu bata ilegal di Shanxi.

Ada kasus Peng Yu di Nanjing, yang memicu perdebatan mengenai orang-orang yang takut menolong lansia yang terjatuh.

Ada kasus Yueyue di Foshan, ketika orang-orang tidak memberikan pertolongan kepada seorang anak kecil yang terluka.

Ada kasus Yao Jiaxin, yang setelah menabrak seseorang justru menikam korban delapan kali hingga tewas.

Ada kasus Guo Meimei yang memamerkan kekayaan, yang mengungkap korupsi mengejutkan di Palang Merah Tiongkok.

Ada pula kasus “budak seks” di Luoyang, Henan, yang melibatkan aparat penegak hukum.

Ditambah berbagai skandal seperti susu bubuk beracun, clenbuterol pada daging babi, minyak jelantah yang didaur ulang menjadi minyak konsumsi, serta bakpao berwarna buatan.

Semua kasus tersebut berulang kali disebut oleh media dan pengguna internet sebagai bukti bahwa batas moral telah ditembus.

Lalu, siapa sebenarnya yang mendobrak batas moral?

Yi Junqing, mantan kepala Biro Penerjemahan dan Penyusunan Pusat Komite PKT yang mengembangkan konsep moral berdasarkan Marxisme, diberhentikan pada Januari 2013 karena masalah moral.

Kasus tersebut bermula ketika seorang perempuan pascadoktoral di biro tersebut yang mengaku telah menjadi korban praktik hubungan tidak pantas dengan Yi Junqing mengetahui bahwa Yi juga memiliki hubungan dengan beberapa perempuan lain. Ia menggambarkan Yi sebagai orang yang terbiasa berbohong dan berpura-pura bermoral. Hubungan mereka akhirnya memburuk.

Perempuan tersebut menerbitkan tulisan sepanjang sekitar 120.000 karakter di internet, yang kemudian dikenal sebagai “Catatan Romantis Biro Penerjemahan dan Penyusunan Marxisme-Leninisme”. Ia menggunakan nama asli untuk melaporkan dugaan korupsi dan skandal seksual yang melibatkan Yi Junqing.

Perilaku Yi yang selama bertahun-tahun diduga memanfaatkan mahasiswa untuk hubungan tidak pantas akhirnya terungkap. Karena Yi merupakan pejabat yang memiliki latar belakang Marxis-Leninis, kasus tersebut menimbulkan reaksi besar di masyarakat.

Pada Juni 2012, Yi Junqing pernah menerbitkan sebuah artikel di Guangming Daily yang membahas panjang lebar nilai-nilai dan keyakinan spiritual Marx. Menurut pengakuan perempuan tersebut dalam tulisannya, Yi sangat bangga dengan artikel itu dan mengatakan bahwa Li Changchun serta Liu Yunshan merasa senang setelah membacanya.

Pada Oktober 2012, dalam sebuah wawancara dengan netizen, Yi kembali berbicara panjang lebar mengenai pembangunan soft power budaya. Kepada kaum muda, ia bahkan merekomendasikan sebuah buku berjudul Why Marx Was Right.

Kini orang-orang menemukan bahwa tokoh PKT yang terus-menerus berbicara mengenai Marxisme-Leninisme tersebut ternyata, menurut tuduhan yang dimuat dalam tulisan itu, memiliki perilaku yang sangat bertentangan dengan moral yang ia ajarkan.

Tulisan tersebut tidak hanya mengungkap Yi Junqing, tetapi juga membongkar berbagai skandal sejumlah pakar Marxisme-Leninisme di biro tersebut. Biro Penerjemahan dan Penyusunan Marxisme-Leninisme Pusat, yang mengklaim sebagai lembaga yang membentuk standar moral PKT, digambarkan dalam tulisan itu sebagai tempat berlangsungnya transaksi kekuasaan, uang, dan seks.

Dalam tulisan tersebut, seorang peneliti di biro itu mengatakan kepadanya: “Apa itu dialektika? Siapa yang memiliki jabatan lebih tinggi, dialah yang menguasai dialektika.”

Lembaga penelitian PKT yang begitu besar menghabiskan dana sangat besar, tetapi para penelitinya sendiri, menurut artikel tersebut, pada dasarnya tidak percaya pada Marxisme.

Mengatakan satu hal tetapi melakukan hal lain, serta dengan serius menyampaikan kebohongan dan jargon politik, hampir menjadi pola standar di kalangan pejabat PKT.

Lantas, siapa sebenarnya pendorong utama yang mendobrak batas moral?

4. “Masalahnya Ada di Tiga Baris Terdepan”

Dalam anggaran dasar partainya, PKT masih mengusung slogan komunisme dan bahkan memasukkan istilah seperti Marxisme-Leninisme, komunisme, serta “Tiga Representasi” ke dalam konstitusi.

Alasannya hanya satu: terus menggunakan komunisme sebagai “panji dan kulit harimau” untuk mempertahankan kepentingan kelompok yang sudah menikmati keuntungan.

Cobalah periksa pernyataan para pejabat korup sebelum mereka dijatuhkan. Hampir semuanya pernah berpidato di berbagai rapat, menyerukan kepada pejabat dan masyarakat untuk memerangi korupsi serta menjunjung integritas.

Pada September 2006, Chen Liangyu, mantan Sekretaris Komite PKT Shanghai yang kemudian tersingkir karena keterlibatannya dalam kasus dana jaminan sosial Shanghai, masih berpidato penuh semangat hanya sebulan sebelum kasus tersebut mencuat.

Dalam rapat pejabat mengenai penguatan pembangunan pemerintahan yang bersih, ia mengatakan bahwa perjuangan melawan korupsi dan membangun pemerintahan bersih tidak boleh mengendur sedikit pun.

Ada fenomena yang sangat umum dalam masyarakat Tiongkok: semakin korupsi diberantas, korupsi justru semakin banyak; semakin pemalsuan diberantas, semakin banyak pula pemalsuan muncul; semakin sering slogan masyarakat harmonis dikumandangkan, masyarakat justru semakin tidak harmonis.

Di mana letak masalahnya?

Ada pepatah di kalangan masyarakat: “Masalahnya ada di tiga baris terdepan.”

Artinya, akar persoalan moral terletak pada PKT dan sistemnya sendiri. Filosofi perjuangan PKT dan ateisme menciptakan lingkungan ideologis yang membuat masyarakat mengabaikan nilai kehidupan manusia. Ketika nyawa manusia dianggap tidak berharga, moral pun kehilangan pondasinya.

Ambil contoh gempa Wenchuan. Jumlah korban tewas akibat runtuhnya sejumlah gedung sekolah yang diduga dibangun dengan konstruksi bermutu buruk terus ditutup-tutupi oleh pemerintah.

Seniman terkenal Tiongkok Ai Weiwei menginisiasi kegiatan relawan untuk melakukan penyelidikan oleh masyarakat sipil, tetapi pemerintah tetap tidak memberikan kerja sama. Pada saat yang sama, pemerintah terus menekan orang tua siswa yang tewas dan aktivis hak-hak sipil yang melakukan petisi.

Pada 3 Juni 2008, lebih dari seratus orang tua siswa yang tewas di Dujiangyan melakukan aksi di luar pengadilan setempat. Mereka memprotes kualitas bangunan sekolah dan meminta pengadilan menerima gugatan mereka.

Namun, mereka dihalangi dan dibawa pergi oleh polisi. Aparat keamanan mengatakan pengadilan tidak akan menerima gugatan tersebut. Polisi juga menahan dua wartawan Kyodo News asal Jepang selama satu jam dan menghalangi wartawan Associated Press melakukan wawancara.

Pada 9 Februari 2010, Tan Zuoren, seorang penulis Sichuan yang turut menyelidiki konstruksi bermutu buruk pada bangunan sekolah akibat gempa Wenchuan, dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan tiga tahun pencabutan hak politik.

Pemerintah juga berupaya keras melindungi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan sekolah tersebut. Bahkan pemerintah secara terbuka menyatakan bahwa hasil penyelidikan tidak menemukan kasus bangunan yang runtuh akibat masalah kualitas konstruksi.

Bangunan sekolah bermutu buruk yang disebutkan di atas diyakini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan ribuan siswa tewas dalam gempa Wenchuan.

Bangunan sekolah bermutu buruk tersebut, menurut artikel ini, merupakan produk dari lingkungan dalam sistem PKT yang mengabaikan nyawa manusia, serta dibuat oleh pihak-pihak yang kehilangan moral demi mendapatkan keuntungan.

Mengapa ketika terjadi bencana gempa semua pihak memberikan bantuan, tetapi ketika dilakukan penyelidikan terhadap penyebab tragedi tersebut, masyarakat tidak berani bersuara dan memberikan dukungan?

Karena yang pertama diizinkan oleh pemerintah, sedangkan yang kedua tidak diizinkan pemerintah.

Inilah yang disebut artikel ini sebagai moralitas sosialisme ala PKT: berbuat baik harus merupakan perbuatan baik yang diakui pemerintah. Ketika diberitakan secara selektif, moral masyarakat digunakan untuk mempercantik citra partai.

Kemerosotan Moral Tiongkok

Kemerosotan moral di Tiongkok memiliki ciri khas tersendiri.

Menurut artikel ini, pendorong utama yang mendobrak batas moral adalah PKT sendiri dan pemerintah yang dikendalikan PKT.

Inti dari pendidikan moral PKT, pada tingkat paling mendasar, adalah mencintai Partai Komunis Tiongkok.

Untuk mengendalikan sepenuhnya pandangan masyarakat mengenai benar dan salah, pandangan dunia, serta moralitas, PKT melarang masyarakat memiliki keyakinan kepada Tuhan dan menjadikan ateisme sebagai doktrin partai sekaligus doktrin negara.

Beberapa agama yang masih dipertahankan untuk menjaga citra pun harus berada di bawah kepemimpinan partai. Agama yang independen dilarang.

Baik dalam Revolusi Kebudayaan ketika Konfusius difitnah, maupun pada masa Jiang Zemin ketika Falun Gong difitnah, propaganda politik dimasukkan ke dalam buku pelajaran untuk menyesatkan dan meracuni pemikiran anak-anak.

Pada saat yang sama, dengan mengendalikan pandangan moral orang tua, pengaruh tersebut terus diteruskan kepada generasi berikutnya di dalam keluarga.

Jiang Zemin memiliki sebuah ungkapan terkenal: “Diam-diam menjadi kaya.”

Hubungan antara pemerintah dan modal menjadi salah satu inti model pembangunan ekonomi setelah Jiang Zemin berkuasa.

Yang satu adalah kekuasaan, yang lainnya adalah uang. Keduanya berpelukan erat dan sangat mendorong para pejabat untuk secara terbuka mengatasnamakan pembangunan ekonomi, tetapi menurut artikel ini justru menimbulkan berbagai konsekuensi jangka panjang bagi masyarakat Tiongkok.

Setelah Jiang Zemin berkuasa, muncul berbagai kasus korupsi kolektif yang melibatkan kelompok-kelompok besar pejabat.

Pada 2000, kasus penyelundupan besar-besaran Yuanhua di Xiamen memasuki persidangan terbuka. Dari 25 kasus pertama, 14 orang dijatuhi hukuman mati, termasuk empat pejabat setingkat kepala departemen. Dua belas orang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, termasuk dua pejabat setingkat kepala departemen, sementara 58 orang lainnya menerima hukuman penjara dengan masa yang berbeda-beda.

Selain kasus penyelundupan Yuanhua di Xiamen, artikel ini juga menyebut beberapa kasus besar kolusi antara pejabat dan pengusaha.

Pada 2001, terjadi kasus korupsi besar di Shenyang yang melibatkan mantan Wali Kota Shenyang Mu Suixin, mantan Wakil Wali Kota Ma Xiangdong, serta sejumlah pejabat korup lainnya.

Pada 2004, kasus korupsi besar di Heilongjiang terungkap setelah Han Guizhi, mantan Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Provinsi Heilongjiang, terseret kasus korupsi. Jaringan korupsi yang terungkap dari kasus tersebut menyebabkan banyak pejabat tersingkir, termasuk sejumlah pejabat tingkat provinsi dan kementerian.

Pada 2006, kasus korupsi besar di Chenzhou, Hunan, melibatkan Sekretaris Komite PKT Chenzhou, Sekretaris Komisi Disiplin, Kepala Departemen Propaganda, pejabat Biro Pertanahan dan Sumber Daya Mineral, serta lebih dari 20 pengusaha swasta. Kasus tersebut menyeret 158 orang dari kalangan pejabat pemerintah dan dunia usaha.

Pada 2006, kasus dana jaminan sosial Shanghai juga melibatkan Sekretaris Komite PKT Shanghai Chen Liangyu, kepala biro jaminan sosial, kepala Distrik Baoshan, ketua perusahaan milik negara, serta puluhan orang dari kalangan politik dan bisnis.

Upaya PKT mengejar GDP menciptakan kemakmuran ekonomi di permukaan, sehingga sebagian orang menjadi tidak peduli terhadap penganiayaan terhadap Falun Gong.

Alasannya adalah: ekonomi sedang berkembang, jadi hal-hal lainnya untuk sementara tidak perlu dipedulikan.

Menurut artikel ini, Jiang Zemin telah membalikkan secara menyeluruh standar “Sejati, Baik, dan Sabar” yang telah menjadi nilai moral selama ribuan tahun. Fondasi moral yang menjadi dasar kehidupan masyarakat dan individu justru diperlakukan sebagai sesuatu yang harus diberantas, sehingga masyarakat mengalami kemerosotan moral dengan sangat cepat.

Gagasan absurd bahwa “setelah ekonomi berkembang, moral secara alami akan menjadi lebih baik” secara tidak sadar berubah, melalui propaganda PKT, menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengejar kekayaan secara sepihak dan mengabaikan batasan moral.

Kasus Yueyue yang mengejutkan dunia, menurut artikel ini, hanyalah gambaran nyata dari era Jiang Zemin dengan semboyan “diam-diam menjadi kaya” dan konsep “Tiga Representasi”.

Jika menengok kembali tiga dekade pembangunan ekonomi Tiongkok oleh PKT, terutama tindakan Jiang Zemin ketika berkuasa, di satu sisi masyarakat menjadi semakin materialistis.

Di sisi lain, kepercayaan masyarakat yang dapat meningkatkan moral ditekan, sehingga orang-orang kehilangan pengendalian moral terhadap diri mereka yang berasal dari keyakinan.

Pada saat yang sama, fondasi supremasi hukum di Tiongkok juga mengalami kerusakan serius.

Dalam lingkungan yang seolah tidak mengenal hukum ini, masyarakat Tiongkok didorong ke tepi jurang krisis moral, budaya, ekonomi, dan lingkungan kehidupan.

GIIAS Surabaya 2026 Hadir Lebih Meriah: 37 Merek Siap Ramaikan Pameran Otomotif Terbesar se-Jatim

SURABAYA — Pecinta otomotif di Jawa Timur bersiaplah. Setelah sukses digelar di BSD Tangerang, pameran otomotif bergengsi GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 akan segera hadir di Kota Pahlawan. GIIAS Surabaya 2026 digelar selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Agustus 2026 di Grand City, Surabaya—dan tahun ini janjinya lebih besar dari sebelumnya.

37 Merek, Satu Lokasi

Untuk pertama kalinya, GIIAS Surabaya menghadirkan 37 merek kendaraan dalam satu pameran, menjadikannya jumlah terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan di Surabaya.

Rinciannya:

  • 26 merek kendaraan penumpang: BAIC, BYD Group, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, Vinfast, Wuling, dan X-PENG
  • 1 merek kendaraan komersial: Foton
  • 10 merek sepeda motor: Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa

Merek Baru dan Kembali Hadir

Tahun ini, ada 14 merek baru atau yang kembali hadir di GIIAS Surabaya, yaitu Changan, Foton, Hyundai, iCAR, Jeep, Jetour, KIA, Leap Motor, Lepas, Polytron, QJ Motor, Triumph, dan Xpeng【0†L34-L36】. Selain itu, 25 merek dari industri pendukung otomotif juga turut memeriahkan pameran.

Dengan tambahan satu hall baru, area pameran tahun ini lebih luas, membuat pengunjung semakin nyaman mengeksplorasi seluruh stan dan melihat dari dekat berbagai pilihan kendaraan terbaru.

Mengapa Surabaya?

Jawa Timur bukan pilihan sembarangan. Berdasarkan data penjualan mobil hingga April 2026, Jawa Timur konsisten berada di posisi ketiga nasional dengan angka penjualan mencapai 25.228 unit, atau menyumbang 9,1 persen dari total penjualan nasional.

Bahkan, berdasarkan data BPS yang diperbarui pada 23 Februari 2026, Jawa Timur merupakan daerah dengan jumlah mobil penumpang terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 5,58 juta unit.

Sekretaris I GAIKINDO, Eddy Sumedi, menegaskan bahwa pameran ini menjadi jawaban langsung atas tingginya minat dan kebutuhan masyarakat Jawa Timur terhadap kendaraan roda empat.

Harga Tiket dan Cara Pembelian

Pengunjung bisa memanfaatkan tiket khusus dengan harga lebih hemat:

  • Presale 2 (19–21 Agustus 2026 via Auto360): Rp15.000 (weekdays) | Rp20.000 (weekend)
  • Tiket reguler (22–30 Agustus 2026 via Auto360): Rp25.000 (weekdays) | Rp40.000 (weekend)
  • Pembelian langsung di lokasi: Rp35.000 (weekdays) | Rp50.000 (weekend).

Sponsor dan Dukungan

GIIAS Surabaya 2026 didukung oleh Astra Credit Companies dan Toyota Astra Finance sebagai Platinum Financial Partner, serta PLN Mobile sebagai pendukung ekosistem kendaraan listrik. Sponsor lainnya antara lain Superchallenge, KAHF, Kopi Kenangan, dan Berkah Event.

GIIAS The Series 2026: dari Bandung hingga Bali

GIIAS Surabaya 2026 adalah bagian dari rangkaian GIIAS The Series 2026 yang akan berlanjut ke:

  • GIIAS Bandung: 9–13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom
  • GIIAS Semarang: 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome
  • GIIAS Makassar: 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.

Tak hanya itu, tahun depan GIIAS akan hadir di kota baru: GIIAS Bali dijadwalkan pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali.

Banyak Kematian Mendadak Selama Puncak Wabah di Tiongkok, Pekerja Pemakaman Juga Terinfeksi

Baru-baru ini, pihak berwenang Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa wabah COVID-19 telah memasuki periode puncak dan jumlah pasien yang terinfeksi meningkat tajam. Rumah sakit di berbagai daerah penuh sesak dan ketersediaan tempat tidur sangat terbatas. Menurut para pelaku usaha pemakaman, kasus kematian mendadak belakangan ini meningkat dan kremasi harus mengantri. Industri pemakaman sangat sibuk, dan banyak pekerjanya juga telah terinfeksi.

EtIndonesia.com  Baru-baru ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok mengumumkan bahwa pada Juli 2026, jumlah kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi secara nasional mencapai 522.000 kasus, meningkat 5,6 kali lipat dibandingkan Juni. Data yang diumumkan menunjukkan terdapat 487 kasus parah, dengan jumlah kasus yang terus meningkat, sementara jumlah kematian yang dilaporkan hanya satu kasus.

Mengingat PKT selama ini menyembunyikan data epidemi, pihak luar mempertanyakan apakah situasi sebenarnya jauh lebih parah. 

Seorang petugas Komisi Kesehatan mengatakan bahwa 522.000 kasus tersebut merupakan data orang yang datang ke rumah sakit untuk berobat, sedangkan jumlah orang yang sebenarnya terinfeksi jauh lebih banyak. Biasanya, orang baru pergi ke rumah sakit ketika kondisi tubuh mereka sudah tidak mampu menahannya lagi.

Li, seorang petugas Komisi Kesehatan di Hebei (nama samaran), mengatakan: “COVID-19 sekarang sedang merebak besar-besaran. Jumlah orang yang positif meningkat tajam, dan banyak orang di rumah sakit yang tertular. Tentu saja tempat tidur tidak akan cukup. Saya juga tahu ada orang yang meninggal, dan di banyak tempat harus mengantri untuk kremasi. Banyak informasi sekarang tidak boleh diumumkan dan tidak boleh dibicarakan.”

Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa rumah sakit di berbagai daerah di Tiongkok penuh sesak, tempat tidur sangat terbatas, dan tempat tidur tambahan terus dipasang di koridor serta lorong.

Petugas Komisi Kesehatan mengungkapkan bahwa banyak orang mengira mereka hanya terkena flu biasa sehingga kurang waspada. Ditambah lagi, saat ini para pelajar sedang libur musim panas dan banyak keluarga bepergian untuk berwisata, sehingga penyebaran wabah semakin terdorong. Begitu satu orang terinfeksi, seluruh keluarga dapat tertular. Karena jumlah infeksi meningkat tajam, obat khusus saat ini mengalami kelangkaan.

Li (nama samaran) mengatakan: “Obat khusus COVID-19 tidak diperbolehkan dijual oleh apotek. Beberapa rumah sakit juga tidak memilikinya. Jumlah orang yang datang ke rumah sakit meningkat, sehingga persediaannya habis.” 

“Rumah sakit di tingkat kabupaten mungkin bahkan tidak memilikinya. Jangan mengira setelah meminumnya pasti akan sembuh. Obat itu tidak 100% efektif, tingkat efektivitasnya mungkin hanya sedikit di atas 40%. Kalau sudah lebih dari 48 jam, meminumnya mungkin tidak banyak berguna lagi.”

Wang, pemilik perusahaan pemakaman di Dalian, mengungkapkan bahwa sebelumnya perusahaannya rata-rata mengangkut 7–8 jenazah setiap hari. Sekarang jumlahnya telah berlipat ganda, bahkan dalam satu hari pernah mencapai 30 jenazah.

Wang, pemilik perusahaan pemakaman di Dalian, mengatakan: “Pada  Juli dan Agustus tahun-tahun sebelumnya, rumah duka tidak perlu mengantri. Sekarang harus mengantri. Kemarin dan dua hari lalu, jumlahnya sudah lebih dari 90, bahkan meningkat hingga lebih dari 120 atau 130. Sejujurnya, kami sangat sibuk. Ada juga yang meninggal karena sakit, dan kasus kematian mendadak cukup banyak, umumnya berusia sekitar 50–60 tahun.”

Para pekerja pemakaman mengungkapkan bahwa mereka sering pergi ke rumah sakit dan bersentuhan dengan jenazah, sehingga risiko tertular sangat tinggi. Banyak di antara mereka yang sudah jatuh sakit.

Zhang, seorang petugas pemulasaraan jenazah di Liaoning, mengatakan: “Semua orang terkena flu. Gelombang ini datang, lalu gelombang berikutnya datang. Saya terkena flu dan belum sembuh.” 

“Karena kelelahan, saya terbangun tengah malam dalam keadaan tidak enak badan dan langsung jatuh sakit sampai tidak mampu bangun dari tempat tidur. Saya bekerja di bidang ini; tidak menutup kemungkinan kita harus mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan uang. Kita harus melakukan hal-hal yang membawa pahala dan berbuat baik.”

Liu, seorang petugas pemulasaraan jenazah di Shandong, mengatakan: “Saya mengambil cuti dan beristirahat selama dua hari, baru kemudian demam saya turun. Ini pertama kalinya separah ini.” 

“Bahkan ketika pandemi sebelumnya, kondisinya tidak separah ini. Setelah pulang bekerja, hidung saya tersumbat, tubuh terasa tidak nyaman, dan saya merasa seluruh badan tidak bertenaga.”

Laporan wawancara wartawan New Tang Dynasty Television, Xiong Bin dan Chen Jianming.

Apakah Seluruh Motor Penggerak Ekonomi Macet? Pernyataan Langka, Perdana Menteri Li Qiang Akui Kurangnya Permintaan Domestik Tiongkok 

Biro Statistik Nasional Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 17 Agustus merilis data yang menunjukkan bahwa pada Juli, sektor industri dan ritel sama-sama mengalami perlambatan, sementara penurunan investasi aset tetap melebar menjadi 6,7%. Pada hari yang sama ketika data tersebut diumumkan, Perdana Menteri Li Qiang dalam rapat Dewan Negara secara tidak biasa menyatakan secara terus terang bahwa “masalah kekurangan permintaan domestik masih sangat menonjol.”

EtIndonesia.com  Menurut data yang dirilis Biro Statistik Nasional PKT, nilai tambah industri skala besar nasional pada Juli meningkat 4,5% secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 5%. Total penjualan ritel barang konsumsi hanya meningkat 0,6% secara tahunan, juga jauh di bawah ekspektasi kenaikan 1,5%. 

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, investasi aset tetap nasional menyusut 6,7% secara tahunan, lebih buruk daripada perkiraan, yang mencerminkan bahwa investasi terus melemah.

Dalam sektor investasi, investasi aset tetap selama tujuh bulan pertama turun 6,7% secara tahunan, dengan penurunan yang melebar 1 poin persentase dibandingkan paruh pertama tahun ini. Investasi pengembangan properti turun 19,2%, sementara investasi untuk pembangunan perumahan turun 19,1%. 

Pada periode yang sama, luas bangunan yang sedang dalam proses pembangunan turun 12,7%, sedangkan luas pembangunan perumahan turun 13%. Luas proyek yang baru dimulai turun 24%, sementara proyek perumahan yang baru dimulai merosot 24,6%.

“Pertumbuhan industri dan ritel Tiongkok pada Juli sama-sama menurun, sementara penurunan investasi aset tetap pada Juli melebar menjadi 6,7%. Ini merupakan kinerja yang sangat serius,” ujar Profesor Xie Tian dari Aiken School of Business, University of South Carolina. 

“Sebenarnya, saya merasa penurunan sektor ritel Tiongkok mungkin jauh lebih besar daripada angka yang dilaporkan PKT. Dari berbagai laporan di lapangan, terlihat bahwa kontraksi sektor ritel sangat parah. Penurunan besar dalam investasi aset tetap berarti tidak ada kekuatan yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi di masa mendatang,” katanya. 

Profesor Xie Tian menilai bahwa kemerosotan ekonomi Tiongkok pada paruh kedua tahun ini kemungkinan akan semakin parah.

“Peningkatan pembiayaan sosial baru di Tiongkok pada Juli hanya sekitar 1,14 triliun yuan, yang mencerminkan melemahnya permintaan kredit. Hal ini sebenarnya sejalan dengan penurunan konsumsi dan investasi aset tetap,” katanya. 

“Karena ekonomi menurun, permintaan dan produktivitas juga turun, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan menjadi tidak begitu kuat. Ini juga berarti bahwa perekonomian pada paruh kedua tahun ini akan menghadapi kemunduran yang lebih besar,” tambahnya. 

Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran yang disurvei di wilayah perkotaan meningkat menjadi 5,2% pada Juli. Biro Statistik Nasional mengatakan bahwa sebagian perusahaan masih menghadapi masalah seperti “ketidakseimbangan antara produksi dan penjualan serta tekanan yang relatif besar terhadap arus kas perusahaan”, yang menunjukkan bahwa tekanan operasional perusahaan belum mereda.

Xu Zhen, seorang veteran pasar modal Tiongkok, menilai bahwa ini bukan gangguan jangka pendek, melainkan sinyal bahwa mesin permintaan domestik terus kehilangan tenaga.

“Rangkaian data ini mengungkap masalah lama dalam ketidakseimbangan struktur ekonomi Tiongkok, yaitu kuat di eksternal tetapi lemah di internal. Yang dimaksud kuat di eksternal adalah perekonomian sangat bergantung pada ekspor, sedangkan lemah di internal berarti konsumsi dan investasi sama-sama melemah,” ujar Xu Zhen. 

“Begitu lingkungan perdagangan eksternal mengalami sedikit saja perubahan, karena tidak memiliki penyangga berupa permintaan domestik, ketidakseimbangan struktural ini akan menunjukkan kerentanan ekonomi,” katanya. 

“Ditambah lagi, tingkat pengangguran perkotaan pada Juli naik menjadi 5,2%, meningkat 0,2 poin persentase dibandingkan Juni. Memburuknya pasar tenaga kerja secara bersamaan menunjukkan bahwa tekanan penurunan pada paruh kedua tahun ini lebih serius daripada yang diperkirakan pasar,” ujarnya. 

Di sisi lain, pasar kredit menunjukkan kondisi pasokan kuat tetapi permintaan lemah. Dalam tujuh bulan pertama 2026, pertambahan kumulatif pembiayaan sosial mencapai 22,25 triliun yuan, atau 1,74 triliun yuan lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli saja, tambahan pembiayaan sosial mencapai sekitar 1,41 triliun yuan.

“Total pembiayaan sosial pada Juli mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,41 triliun yuan. Namun, pendorong utamanya bukanlah ekspansi kredit swasta, melainkan pembiayaan melalui obligasi pemerintah dan sumber lainnya yang memainkan peran penting sebagai penopang,” ujar Xu Zhen. 

“Ini menunjukkan bahwa meskipun dana menjadi lebih murah, rumah tangga dan perusahaan tetap tidak bersedia meminjam uang untuk melakukan ekspansi. Mereka lebih memilih melunasi utang lebih awal atau menimbun uang tunai. Inilah yang sering disebut sebagai resesi neraca,” tambahnya. 

“Peningkatan obligasi pemerintah dan pembiayaan langsung perusahaan juga berarti bahwa pertumbuhan ekonomi akan semakin bergantung pada investasi yang dipimpin oleh pemerintah daerah dan perusahaan milik negara, bukan pada ekspansi yang muncul secara alami dari mekanisme pasar,” jelasnya. 

Perdana Menteri Dewan Negara PKT Li Qiang dalam rapat pada 17 Agustus mengatakan bahwa “masalah kekurangan permintaan domestik masih sangat menonjol” di Tiongkok, dan menekankan perlunya terus memperluas permintaan domestik. (***)

Setelah Sempat Diperingatkan, Pria Tiongkok Malah Kembali untuk Kedua Kalinya dan Diam-Diam Memotret Pesawat Pembom B-2 AS

EtIndonesia.com  Pada 19 Agustus 2026 waktu Beijing, seorang warga negara Tiongkok mengabaikan peringatan untuk tidak memotret fasilitas penting dan peralatan militer AS. Ia berulang kali secara ilegal memotret pesawat pembom B-2 dan fasilitas militer lainnya di pangkalan militer AS, hingga akhirnya dijatuhi hukuman enam bulan penjara. Saat ini, ia ditahan oleh ICE dan menunggu untuk dideportasi ke Tiongkok.

Kantor Investigasi Khusus Angkatan Udara Amerika Serikat kembali menyebut kasus ini pada 13 Agustus.

Warga negara Tiongkok bernama Wu Qilin ditemukan pada Desember tahun lalu di dekat Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, Missouri, diam-diam memotret pesawat pembom siluman B-2 “Spirit” serta berbagai fasilitas terkait pangkalan tersebut.

Menurut dokumen dakwaan, ketika pertama kali ditemukan oleh petugas patroli, Wu Qilin mengatakan bahwa ia datang untuk melihat pesawat pembom B-2. Saat itu, petugas patroli sudah secara jelas memperingatkannya agar tidak memotret fasilitas militer. Namun, keesokan harinya, ia kembali datang ke dekat pagar pangkalan. Setelah ditangkap, ia mengakui bahwa dirinya telah memotret pesawat pembom B-2.

Petugas penegak hukum kemudian menemukan 18 rekaman video di ponselnya. Selain pesawat pembom B-2, ia juga merekam pagar pangkalan, pintu masuk dan keluar, serta peralatan militer lainnya.

Wu Qilin juga mengakui bahwa sebelumnya ia pernah memotret pangkalan militer dan pesawat militer AS di Florida dan Virginia.

Pada Juli lalu, Pengadilan Federal Distrik Barat Missouri menjatuhkan hukuman enam bulan penjara kepada Wu Qilin berdasarkan Kitab Undang-Undang Amerika Serikat serta Perintah Eksekutif Presiden Nomor 10104. Karena sejak ditangkap ia terus ditahan, masa hukumannya pada dasarnya sudah hampir selesai. Saat ini, ia ditahan oleh ICE dan menunggu untuk dideportasi ke Tiongkok.

Para penyelidik mengatakan bahwa yang patut diperhatikan dari kasus ini bukan hanya tindakan memotret secara ilegal. Yang lebih penting adalah mengapa Wu Qilin kembali lagi setelah sebelumnya diperingatkan.

Selain pesawat militer, ia juga memotret lingkungan sekitar pangkalan dan infrastruktur. Menurut para penyelidik, tujuannya sangat jelas, yaitu menyediakan informasi intelijen militer bagi Partai Komunis Tiongkok. (***)

Trump Tutup Pintu Damai! Iran Makin Terjepit, Selat Hormuz Membara dan Pentagon Siapkan Langkah Besar

EtIndonesia.com Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah berakhirnya periode 60 hari memorandum sementara kedua negara. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Washington tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Teheran dan tidak memiliki agenda dialog baru dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut sekaligus memperkecil harapan tercapainya terobosan diplomatik dalam krisis yang terus mengguncang kawasan Teluk Persia.

Melalui unggahan di Truth Social pada pagi hari 18 Agustus, Trump mengatakan tidak ada pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung maupun dijadwalkan dengan Republik Islam Iran. Ia juga menegaskan bahwa blokade maritim Amerika Serikat terhadap Iran tetap diberlakukan secara penuh.

Trump bahkan mengklaim bahwa Selat Hormuz telah terbuka dan beroperasi, serta seluruh ranjau laut di kawasan tersebut telah disingkirkan atau diledakkan. Namun, klaim Washington itu bertentangan dengan pernyataan Teheran. Ketua Parlemen sekaligus salah satu negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Iran menganggap Selat Hormuz tetap tertutup sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah ketentuan yang menurut Teheran telah disepakati sebelumnya.

Perselisihan tersebut menunjukkan bahwa bukan hanya proses diplomasi yang mengalami kebuntuan, tetapi kedua negara kini bahkan memberikan gambaran yang sangat berbeda mengenai kondisi jalur pelayaran strategis tersebut.

Situasi semakin kontroversial setelah Trump mengunggah sebuah gambar peta yang menandai Selat Hormuz sebagai “New U.S. Territory” atau “Wilayah Baru Amerika Serikat”. Unggahan tersebut dipandang sebagai penegasan simbolis atas klaim Washington mengenai kendalinya terhadap jalur laut tersebut, meskipun tidak mengubah status hukum internasional Selat Hormuz.

Perkembangan itu terjadi hanya sehari setelah periode 60 hari memorandum sementara Amerika Serikat-Iran berakhir pada Senin, 17 Agustus 2026, tanpa menghasilkan kesepakatan perdamaian yang lebih luas. Memorandum tersebut sebelumnya diharapkan membuka jalan menuju penyelesaian perang sekaligus mengatasi perselisihan mengenai program nuklir Iran dan kebebasan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Namun bukannya mereda, ketegangan di laut kembali meningkat.

Pada 18 Agustus 2026, sebuah kapal yang sedang meninggalkan kawasan Selat Hormuz dilaporkan terkena serangan proyektil. Insiden itu semakin memperkuat kekhawatiran perusahaan pelayaran terhadap keamanan rute perdagangan energi terpenting dunia tersebut.

Rudal dari Arah Iran Picu Alarm di UEA

Ketegangan kemudian merembet langsung ke Uni Emirat Arab.

Pada hari yang sama, Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Trump untuk membahas hubungan bilateral dan perkembangan regional. Akan tetapi, tidak lama kemudian, otoritas pertahanan UEA mengumumkan telah mendeteksi dua rudal balistik yang datang dari arah Iran.

Menurut Kementerian Pertahanan UEA, satu rudal jatuh di luar wilayah negara tersebut, sementara rudal lainnya jatuh di dalam perairan teritorial UEA. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Abu Dhabi kemudian menegaskan bahwa pasukan pertahanannya tetap berada dalam tingkat kesiagaan tinggi menghadapi kemungkinan ancaman berikutnya.

Dampak diplomatik dan ekonominya berlangsung cepat. Pemerintah UEA mengumumkan penghentian sementara seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah tersebut menjadi pukulan baru terhadap hubungan kedua negara yang sebelumnya berusaha menurunkan ketegangan.

Iran sendiri membantah bertanggung jawab atas peluncuran tersebut. Dengan demikian, tuduhan mengenai asal dan pihak yang memerintahkan serangan tetap menjadi bagian dari perselisihan antara Teheran dan Abu Dhabi.

Pentagon Mulai Memikirkan Ulang Kehadiran Militer di Teluk

Di tengah meningkatnya ancaman terhadap negara-negara Teluk, muncul perkembangan lain yang tidak kalah penting.

Menurut laporan yang mengutip The Washington Post, Pentagon tengah mengevaluasi kembali struktur penempatan pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk kemungkinan mengurangi secara permanen jejak militernya di kawasan Teluk Persia setelah konflik Iran berakhir.

Pertimbangan tersebut muncul setelah sejumlah pangkalan dan fasilitas Amerika Serikat di kawasan menjadi sasaran serangan selama konflik. Kerusakan terhadap fasilitas militer AS menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas mempertahankan konsentrasi pasukan dalam jumlah besar di pangkalan tetap yang dapat menjadi sasaran rudal dan drone Iran.

Salah satu contoh paling serius adalah fasilitas Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima. Analisis citra satelit dan sumber terbuka sebelumnya menunjukkan adanya kerusakan akibat serangan Iran terhadap fasilitas tersebut.

Karena itu, Pentagon dilaporkan mulai mempertimbangkan apakah sejumlah fasilitas yang rusak harus dibangun kembali sepenuhnya atau justru menjadi momentum untuk menciptakan struktur kekuatan yang lebih tersebar dan sulit diserang. Jika benar-benar diterapkan, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu perubahan terbesar dalam postur militer Amerika di Teluk dalam beberapa dekade terakhir.

Isu Senjata Nuklir Penembus Bunker Ikut Mencuat

Di tengah kebuntuan tersebut, perhatian juga tertuju pada persoalan fasilitas nuklir Iran yang dibangun jauh di bawah tanah.

Salah satu senjata nuklir Amerika yang memang dirancang untuk menghadapi target bawah tanah adalah B61-11, bom gravitasi nuklir penetrasi yang dikembangkan untuk menyerang sasaran bawah tanah yang diperkuat. Keberadaan senjata tersebut kembali mendapat perhatian karena fasilitas nuklir Iran yang dibangun jauh di bawah pegunungan dinilai menjadi tantangan bahkan bagi senjata konvensional penembus bunker terbesar Amerika.

Namun, klaim bahwa Washington saat ini secara konkret sedang mempertimbangkan penggunaan satu atau dua B61-11 terhadap fasilitas Iran, berdasarkan sumber anonim Israel sebagaimana disebutkan dalam bahan awal, belum dapat dikonfirmasi secara memadai dari sumber kredibel yang tersedia. Karena konsekuensi penggunaan senjata nuklir akan sangat besar, informasi tersebut perlu diperlakukan sebagai klaim yang belum terverifikasi, bukan keputusan atau rencana resmi pemerintah Amerika Serikat.

Tekanan Ekonomi Iran Semakin Berat

Sementara tekanan militer dari luar terus meningkat, pemerintah Iran juga menghadapi persoalan ekonomi yang semakin serius di dalam negeri.

Pada 18 Agustus 2026, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyoroti persoalan pasokan bensin dan mendesak pemerintah mencari solusi yang efektif terhadap tekanan sektor energi. Persoalan bahan bakar menjadi semakin sensitif karena terjadi ketika Iran juga menghadapi sanksi ekonomi, gangguan perdagangan, tekanan terhadap ekspor energi, serta biaya perang yang semakin besar.

Dengan demikian, berakhirnya memorandum 60 hari ternyata tidak membawa Amerika Serikat dan Iran mendekati perdamaian. Sebaliknya, 18 Agustus 2026 justru menjadi titik baru peningkatan ketegangan: Trump menutup pintu pembicaraan, Washington dan Teheran saling bertentangan mengenai status Selat Hormuz, kapal kembali menjadi sasaran serangan, UEA menghentikan hubungan perdagangan dan keuangan dengan Iran setelah insiden rudal, sementara Pentagon mulai mempertimbangkan kembali bentuk kehadiran militernya di Teluk.

Jika ketegangan ini terus meningkat tanpa jalur diplomasi yang efektif, pertarungan berikutnya mungkin tidak lagi hanya menentukan siapa yang mengendalikan Selat Hormuz. Krisis tersebut berpotensi mengubah arsitektur keamanan Teluk Persia, pola penempatan militer Amerika Serikat, dan keseimbangan kekuatan di Timur Tengah untuk tahun-tahun mendatang. (***)

Gila! Hampir 800 Drone Ukraina Serbu Rusia dalam Semalam, 600 Lebih Mengarah ke Moskow!

EtIndonesia.com  Perang Rusia-Ukraina kembali memasuki fase serangan udara yang semakin intensif. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, Ukraina melancarkan salah satu serangan drone terbesar terhadap wilayah Rusia sejak perang skala penuh dimulai pada Februari 2022. Hampir 800 pesawat nirawak dilaporkan dikerahkan dalam satu malam, dengan sebagian besar diarahkan ke Moskow dan wilayah sekitarnya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan 791 drone Ukraina. Lebih dari 600 drone disebut diarahkan ke kawasan Moskow, menjadikan serangan tersebut sebagai salah satu gelombang serangan udara paling masif yang pernah dihadapi ibu kota Rusia selama perang berlangsung.

Besarnya jumlah drone menunjukkan perubahan penting dalam pola operasi Ukraina. Kyiv kini semakin mengandalkan serangan dalam jumlah besar untuk menekan pertahanan udara Rusia sekaligus membawa dampak perang semakin jauh dari garis depan.

Serangan pada 18 Agustus juga bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Hanya beberapa hari sebelumnya, Ukraina telah melancarkan serangan udara besar lainnya ke berbagai wilayah Rusia. Intensitas serangan yang berlangsung berdekatan memperlihatkan kemampuan Kyiv untuk mengerahkan drone dalam jumlah sangat besar secara berulang.

Di Oblast Moskow, kebakaran kembali dilaporkan terjadi di sebuah kawasan industri. Sebuah gudang yang berkaitan dengan salah satu perusahaan perdagangan daring terbesar Rusia dilaporkan terbakar. Insiden semacam ini menjadi perhatian karena fasilitas logistik dan industri Rusia semakin sering berada dalam jangkauan operasi drone Ukraina.

Namun, eskalasi tidak hanya terjadi di wilayah Rusia.

Pada hari yang sama, 18 Agustus 2026, serangan Rusia menghantam Pechenihy di Oblast Kharkiv, Ukraina timur laut. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dan 17 lainnya terluka, sementara sejumlah rumah dan bangunan mengalami kerusakan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan tersebut sebagai serangan brutal. Ia menegaskan bahwa Ukraina tidak akan membiarkannya tanpa respons dan berjanji negaranya akan memberikan balasan.

Dua rangkaian serangan tersebut memperlihatkan karakter perang yang semakin didominasi pertarungan jarak jauh. Rusia terus menggunakan rudal dan drone untuk menghantam wilayah Ukraina, sementara Kyiv secara bertahap meningkatkan kemampuan untuk menyerang sasaran ratusan kilometer di dalam wilayah Rusia.

Drone Inggris Mulai Menjadi Sorotan

Di tengah serangan besar tersebut, perhatian juga tertuju pada perubahan sumber persenjataan drone Ukraina.

Laporan media Inggris mengungkap bahwa drone buatan Inggris telah digunakan Ukraina dalam operasi serangan jarak jauh terhadap sasaran militer, industri, dan ekonomi di wilayah Rusia. Salah satu sistem yang menjadi sorotan adalah drone bernama Nyan, sebuah one-way effector atau wahana nirawak sekali jalan yang dikembangkan oleh perusahaan Inggris Callen-Lenz, yang berada di bawah BAE Systems.

Keberadaan Nyan sebenarnya telah diketahui sebelumnya. Pada 18 Juni 2026, Callen-Lenz mengungkapkan bahwa ribuan unit sistem tersebut telah dikirim dan telah digunakan secara operasional oleh pelanggan yang identitasnya tidak diumumkan. Sejumlah publikasi pertahanan menduga pelanggan tersebut adalah Ukraina.

Nyan merupakan drone serang yang menggunakan mesin microturbine dan diluncurkan melalui sistem katapel pneumatik. Sistem tersebut dirancang sebagai wahana sekali jalan, sehingga dalam operasi tertentu fungsinya menyerupai rudal jelajah berbiaya lebih rendah.

Konsep seperti ini memberikan keuntungan strategis bagi Ukraina. Dibandingkan mengandalkan rudal jelajah yang jauh lebih mahal dan jumlahnya terbatas, drone serang dapat diproduksi serta dikerahkan dalam jumlah lebih besar.

Jika puluhan atau bahkan ratusan drone diluncurkan hampir bersamaan dari berbagai arah, pertahanan udara Rusia dipaksa mendeteksi, melacak, menentukan prioritas, dan menembak jatuh banyak sasaran dalam waktu singkat. Bahkan apabila sebagian besar berhasil dihancurkan, sejumlah kecil drone yang lolos masih berpotensi mencapai sasaran.

Karena itulah penggunaan drone jarak jauh semakin menjadi salah satu unsur penting strategi Ukraina untuk menyerang fasilitas militer, kilang minyak, pusat logistik, serta infrastruktur lain jauh di belakang garis pertempuran.

Inggris Siapkan 150.000 Drone

Dukungan London terhadap kemampuan nirawak Ukraina juga terus meningkat.

Pada 18 Juni 2026, Pemerintah Inggris secara resmi mengumumkan paket senilai sekitar 752 juta pound sterling, yang antara lain mencakup penyediaan 150.000 drone hingga akhir 2026, selain lebih dari 350 rudal pertahanan udara dan sistem radar.

Sebagian besar drone tersebut memang merupakan sistem yang dibutuhkan untuk operasi medan tempur dan tidak semuanya merupakan drone serang jarak jauh buatan Inggris. Namun, masuknya sistem serangan jarak jauh ke dalam operasi Ukraina memiliki konsekuensi politik yang jauh lebih besar karena membuka kemungkinan meningkatnya serangan terhadap sasaran jauh di wilayah Rusia.

Moskow pun bereaksi keras.

Pada 18 Agustus 2026, Kedutaan Besar Rusia di London memperingatkan bahwa Inggris akan menghadapi “konsekuensi” atas keterlibatannya dalam memasok kemampuan yang kemudian digunakan Ukraina untuk melakukan serangan jauh ke wilayah Rusia. Rusia menuduh London sengaja mendorong eskalasi konflik.

Pemerintah Inggris menolak mundur.

Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan London tetap berdiri bersama Ukraina dan berkomitmen menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan Kyiv untuk mempertahankan negaranya. Namun, kementerian tersebut tidak secara resmi mengonfirmasi rincian mengenai penggunaan drone Inggris dalam serangan tertentu ke Rusia.

Perkembangan pada 18 Agustus 2026 dengan demikian menandai babak penting dalam perang drone Rusia-Ukraina. Hampir 800 drone yang dikerahkan dalam satu malam bukan sekadar menunjukkan besarnya skala serangan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana teknologi nirawak semakin menggantikan sebagian fungsi senjata jarak jauh konvensional.

Dan dengan semakin banyaknya teknologi serta kapasitas produksi Barat yang masuk ke dalam ekosistem drone Ukraina, pertempuran udara jarak jauh tampaknya akan semakin sulit dipisahkan dari persaingan industri pertahanan antara Rusia dan negara-negara pendukung Kyiv.

Bagi Moskow, ancamannya kini bukan hanya apa yang terjadi di garis depan. Perang semakin mampu menjangkau pusat industri, fasilitas energi, jaringan logistik, bahkan kawasan di sekitar ibu kota Rusia—sementara peringatan keras Moskow kepada London menunjukkan bahwa dampak politik dari perang drone tersebut kini juga semakin meluas ke hubungan langsung Rusia dengan negara-negara NATO. (***)

Rusia Diguncang Serangan Besar! Ratusan Drone Terbang ke Moskow, Gudang Raksasa Dilalap Api

EtIndonesia.com  Perang Rusia-Ukraina kembali menunjukkan perubahan besar pada pertengahan Agustus 2026. Pertempuran kini tidak lagi hanya berlangsung di parit dan kota-kota dekat garis depan. Serangan jarak jauh menggunakan drone semakin dalam menembus wilayah Rusia, sementara meningkatnya insiden di sekitar perbatasan Eropa memperlihatkan bahwa dampak konflik semakin sulit dibatasi secara geografis.

Salah satu perkembangan paling mencolok terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026, ketika Ukraina melancarkan gelombang serangan drone berskala sangat besar ke sejumlah wilayah Rusia. Kawasan Moskow menjadi salah satu sasaran utama.

Di tengah serangan tersebut, kebakaran hebat melanda sebuah pusat logistik yang dikaitkan dengan Wildberries, salah satu perusahaan e-commerce terbesar Rusia. Kompleks itu bukan gudang kecil. Berdasarkan materi sumber, fasilitas tersebut memiliki luas sekitar 250.000 meter persegi dan melibatkan sekitar 13.000 pekerja.

Setelah serangan, api besar dilaporkan melahap bagian fasilitas, sementara asap hitam membubung tinggi dan dapat terlihat dari kejauhan.

Peristiwa ini menjadi penting karena memperlihatkan pergeseran sasaran dalam kampanye serangan jarak jauh Ukraina. Selain instalasi militer, kilang minyak dan industri pertahanan, jaringan pergudangan dan distribusi yang menopang aktivitas ekonomi Rusia kini semakin berada dalam jangkauan serangan.

Wildberries sendiri sebelumnya telah beberapa kali dikaitkan dengan serangan drone. Materi sumber menyebut fasilitas perusahaan itu menjadi sasaran pada 20 Juli dan 28 Juli 2026, meskipun tingkat kerusakan dalam serangan-serangan tersebut disebut lebih terbatas.

Gelombang 16 Agustus berbeda karena skala serangannya jauh lebih besar.

Menurut materi sumber, salah satu alasan jaringan logistik Wildberries dianggap memiliki nilai strategis adalah dugaan bahwa platform tersebut turut memperdagangkan barang-barang dual-use, yakni produk yang secara sipil dapat digunakan masyarakat tetapi dalam kondisi tertentu juga mempunyai kegunaan militer.

Dengan demikian, serangan terhadap pusat distribusi tidak semata-mata dipandang sebagai upaya menghancurkan barang konsumsi. Dalam perang modern, sebuah gudang besar merupakan simpul yang menghubungkan produsen, transportasi, pemasok, perusahaan dan konsumen. Ketika simpul sebesar itu terganggu, efeknya dapat merambat ke berbagai bagian perekonomian.

Tekanan tersebut bahkan mulai menjadi perhatian di tingkat politik Rusia.

Pada 12 Agustus 2026, persoalan kerugian yang berkaitan dengan serangan terhadap fasilitas Wildberries dibahas dalam pertemuan di Duma Negara Rusia. Berdasarkan perkiraan industri yang disebut dalam materi sumber, potensi kerugian perusahaan dan para penjual yang menggunakan platform tersebut dapat mencapai ratusan miliar rubel.

Namun, dampak strategis serangan drone tidak hanya dihitung dari nilai bangunan atau barang yang terbakar.

Serangan semacam ini juga menciptakan dilema besar bagi sistem pertahanan udara Rusia. Sebagai negara dengan wilayah sangat luas, Rusia harus melindungi ribuan sasaran potensial secara bersamaan—mulai dari pangkalan udara, depot amunisi, pabrik pertahanan, kilang minyak dan pembangkit listrik hingga pusat logistik dan kota-kota besar.

Setiap sistem pertahanan udara yang ditempatkan untuk menjaga sebuah fasilitas ekonomi berarti sumber daya tersebut tidak dapat ditempatkan di lokasi lain.

Di sinilah drone murah mulai mengubah perhitungan ekonomi peperangan.

Sebuah drone dapat memiliki biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan rudal pertahanan udara yang digunakan untuk menghancurkannya. Ketika puluhan atau bahkan ratusan drone diterbangkan secara bersamaan, pihak bertahan menghadapi pilihan sulit: menggunakan persediaan rudal mahal dalam jumlah besar atau menerima risiko sebagian drone berhasil menembus pertahanan.

Efek lainnya bersifat psikologis.

Selama bertahun-tahun, konsekuensi fisik terbesar perang dirasakan oleh masyarakat Ukraina serta wilayah Rusia yang berada dekat perbatasan. Moskow, yang terletak ratusan kilometer dari Ukraina, relatif jauh dari medan pertempuran.

Perkembangan teknologi drone Ukraina perlahan mengubah kondisi tersebut.

Ketika pusat distribusi, fasilitas industri, kilang minyak dan infrastruktur transportasi di sekitar ibu kota mulai menjadi sasaran, perang semakin terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Rusia.

Pada saat yang sama, tekanan perang juga mulai menjadi bagian dari perdebatan mengenai kemampuan ekonomi Rusia bertahan dalam konflik berkepanjangan.

Salah satu tokoh yang menjadi sorotan adalah ekonom Rusia Andrei Klepach, mantan wakil menteri pembangunan ekonomi yang kemudian menjadi kepala ekonom VEB.RF.

Dalam pidato pada Mei 2026, Klepach memperingatkan mengenai risiko Rusia tertinggal dalam kompetisi ekonomi dan teknologi. Ia juga mempertanyakan anggapan bahwa Ukraina secara otomatis akan runtuh apabila perang berlangsung cukup lama.

Menurut pandangannya, bahaya bagi Rusia tidak harus berbentuk keruntuhan ekonomi secara mendadak. Risiko yang lebih serius justru dapat muncul secara perlahan melalui melemahnya produktivitas, tertinggalnya teknologi, meningkatnya ketergantungan ekonomi dan terus terkurasnya sumber daya untuk membiayai perang.

Pada 17 Agustus 2026, Klepach dilaporkan meninggalkan posisinya sebagai kepala ekonom VEB. Namun, tidak ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa kepergiannya secara langsung disebabkan oleh kritik yang pernah disampaikannya.

Di tengah tekanan tersebut, Ukraina juga terus mempercepat pengembangan senjata buatan dalam negeri.

Materi sumber menyebut sebuah bom udara berpemandu yang dikenal sebagai Vyrivniuvach atau “Balancer”, dengan hulu ledak sekitar 250 kilogram dan jangkauan yang diklaim dapat mencapai sekitar 130 kilometer. Ukraina juga disebut sedang mengembangkan sejumlah senjata udara-ke-darat berpemandu lainnya.

Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan terhadap pasokan senjata Barat sekaligus membangun kemampuan produksi sendiri dalam skala besar.

Perkembangan yang lebih mengkhawatirkan kemudian muncul di luar wilayah Rusia dan Ukraina.

Pada periode yang sama, muncul laporan mengenai aktivitas drone di sekitar wilayah udara negara-negara tetangga. Rumania, sebagai anggota NATO yang berbatasan dengan Ukraina, berada dalam posisi sangat sensitif karena serangan Rusia terhadap kawasan Ukraina di sekitar Sungai Danube berlangsung tidak jauh dari wilayahnya.

Semakin banyak drone dan rudal diterbangkan, semakin besar pula risiko salah satu wahana keluar jalur, memasuki wilayah negara tetangga, atau memicu respons militer.

Moldova menghadapi risiko serupa. Negara yang bukan anggota NATO tersebut berbatasan langsung dengan Ukraina dan berulang kali menghadapi kekhawatiran mengenai limpahan perang ke wilayahnya.

Situasi ini memperlihatkan bahwa konsekuensi konflik semakin sulit dibatasi hanya pada Rusia dan Ukraina.

Sementara itu, pada 18 Agustus 2026, kekerasan kembali menunjukkan wajah sebaliknya. Ketika Rusia menghadapi serangan drone Ukraina dalam skala besar, serangan Rusia terhadap Ukraina kembali menimbulkan korban sipil. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan Rusia, yang kemudian mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa negaranya akan memberikan respons.

Artinya, meningkatnya kemampuan Ukraina menyerang jauh ke wilayah Rusia sama sekali tidak berarti ancaman terhadap kota dan permukiman Ukraina telah berkurang.

Justru sebaliknya, kedua negara semakin meningkatkan kemampuan untuk menyerang jauh di belakang wilayah lawan.

Perang Rusia-Ukraina kini memasuki sebuah perlombaan yang tidak hanya ditentukan oleh siapa memiliki lebih banyak tank, pesawat tempur atau rudal.

Pertarungan juga ditentukan oleh siapa yang mampu memproduksi drone paling cepat dan murah, siapa yang mempunyai jaringan logistik paling tahan terhadap serangan, siapa yang dapat mempertahankan persediaan rudal pertahanan udara, serta siapa yang memiliki kekuatan ekonomi untuk menanggung biaya perang lebih lama.

Dalam konteks itulah kebakaran pusat logistik Wildberries mempunyai arti lebih luas.

Sebuah pusat e-commerce yang dalam kehidupan normal identik dengan paket, perdagangan dan aktivitas konsumen kini dapat berubah menjadi bagian dari perhitungan strategis sebuah perang.

Dan ketika drone mulai mendekati atau memasuki wilayah negara-negara tetangga, muncul bahaya yang jauh lebih besar: risiko perang Rusia-Ukraina berkembang menjadi krisis keamanan regional yang melibatkan negara lain.

Rangkaian perkembangan 16 hingga 18 Agustus 2026 pada akhirnya memberikan gambaran mengenai wajah baru peperangan modern. Drone yang relatif murah dapat diterbangkan ratusan hingga ribuan kilometer, infrastruktur ekonomi dapat berubah menjadi sasaran strategis, dan pertahanan udara bernilai jutaan dolar dipaksa menghadapi gelombang senjata tanpa awak yang terus bertambah.

Perang yang dahulu terkonsentrasi di wilayah Ukraina kini semakin meninggalkan jejak jauh di dalam Rusia—dan pada saat bersamaan, semakin mendekati perbatasan negara-negara Eropa lainnya. (***)