Belakangan ini, banjir meluas di berbagai provinsi dan kota di Tiongkok. Pada 18 Agustus, Kunming, Provinsi Yunnan, dilanda hujan lebat yang menyebabkan banjir perkotaan parah. Di sejumlah ruas jalan, genangan disebut mencapai kedalaman 7–8 meter dan kendaraan terendam. Warga mengatakan mereka belum pernah melihat hujan sebesar ini.
EtIndonesia.com Pada 18 Agustus dini hari, Kunming mengeluarkan peringatan merah hujan badai. Hujan lebat melanda seluruh wilayah Kunming, terutama pada pukul 23.00 tanggal 17 Agustus hingga pukul 06.00 tanggal 18 Agustus, dengan intensitas terkuat antara pukul 02.00–05.00.
Curah hujan yang lebih tinggi terutama terkonsentrasi di Distrik Guandu, Distrik Panlong, Kabupaten Fumin, Kabupaten Xundian, dan Kabupaten Songming. Curah hujan tertinggi tercatat di pos pengamatan Jinma Liangting, Guandu, sebesar 158,1 milimeter.
Hujan deras menyebabkan banjir perkotaan parah, dengan sejumlah ruas jalan tergenang berat hingga lalu lintas terputus.
Video yang beredar di internet menunjukkan arus air yang deras di jalan-jalan, kendaraan terendam, bahkan beberapa kendaraan terseret arus.
Menurut laporan terbaru polisi lalu lintas Kunming, hingga pukul 07.30 tanggal 18 Agustus, terdapat 12 titik genangan banjir di kawasan pusat kota Kunming yang menyebabkan jalan terputus dan diberlakukan pengaturan lalu lintas sementara.
Menurut media setempat, di persimpangan Changrun Street, sekitar 50 meter dari terowongan bawah Jalan Changrun di Minhang Road, telah dipasang garis pengamanan lalu lintas. Sejumlah petugas berada di lokasi untuk mencegah warga melanjutkan perjalanan.
Seorang warga dengan cemas bertanya kepada petugas seberapa dalam genangan di depan dan kapan jalan dapat kembali dilalui. Petugas menjawab: “Genangannya sedalam tujuh atau delapan meter. Pukul 08.00 tadi sudah diberitahukan kepada perusahaan drainase Kota Kunming untuk datang memompa air.”
Seorang warga setempat menulis di internet: “Sekitar pukul 11.30 pagi ini saya tiba di persimpangan Minhang Road dan terjebak di sini. Ke arah timur menuju Juhua Village dan ke selatan menuju Guandu Square, banjirnya sangat parah. Kedua sisi ke arah barat juga tergenang parah. Melawan arus sangat berbahaya. Ke arah utara ada terowongan bawah Minhang Road, dan seluruh terowongan sudah terendam.”
Zheng, seorang warga setempat, mengatakan kepada Xiaoxiang Morning Post bahwa sebelumnya ia belum pernah melihat hujan sebesar ini. Ketinggian air di luar kompleks perumahannya sangat tinggi, bahkan mencapai kap mesin mobil. Sepeda listrik yang diparkir di pinggir jalan seluruhnya terendam.
Seorang warga bermarga Xiao dari Distrik Guandu mengatakan bahwa pagi itu ia bermaksud pergi ke tempat parkir untuk memeriksa kondisi kendaraannya. Namun, setelah berjalan setengah perjalanan, ketinggian air sudah mencapai pinggangnya, sekitar 60–70 sentimeter, sehingga ia tidak berani melanjutkan perjalanan.
Video lain yang beredar di internet menunjukkan bahwa Desa Qinglong, Jalan Baofeng, Distrik Jinning, Kunming, mengalami banjir yang sangat parah. Arus banjir menghanyutkan banyak kendaraan.
Sementara itu, di beberapa ruas wilayah Jalan Shuanglong, Distrik Panlong, Kunming, terjadi longsor pada lereng jalan.
Departemen meteorologi setempat memperkirakan bahwa selama dua hari berikutnya, wilayah tengah dan selatan Kunming masih akan mengalami hujan ringan hingga sedang secara lokal.
Sumber : NTDTV.com


