Ngerinya “Gerak Melingkar” yang Menipu


EtIndonesia.
Ulat memiliki kebiasaan alamiah: ke mana ulat pertama bergerak, ulat-ulat lainnya akan mengikutinya tanpa ragu. Mereka berbaris rapi, satu mengikuti jejak yang lain. Tidak peduli ulat pertama berjalan memutar, berbelok-belok, atau tersesat, yang lain tetap menirunya—tanpa pengecualian.

Hal ini terjadi karena ulat pertama akan mengeluarkan seutas benang tipis sambil berjalan. Ulat kedua menginjak benang itu, lalu mengeluarkan benang lain di atasnya. Begitu seterusnya, benang-benang itu membentuk “jalan raya ulat”. Setiap rombongan selalu memiliki satu “pemimpin”, tetapi posisi pemimpin itu sepenuhnya kebetulan—bukan hasil pemilihan, bukan juga keputusan bersama. Hari ini bisa ulat yang ini, besok bisa ulat yang lain. Tidak ada aturan yang pasti.

Sebuah Percobaan yang Mengerikan

Seorang ahli biologi pernah melakukan percobaan menarik. Dia meletakkan belasan ulat di tepi sebuah pot bunga. Di luar pot terdapat banyak daun sayuran segar, sedangkan di tengah pot tumbuh bunga indah dengan daun yang rimbun.

Ulat-ulat itu kemudian membentuk barisan melingkar—sebuah lingkaran tertutup. Mereka bergerak mengitari tepi pot dengan ritme yang sama, kecepatan yang sama, dan jarak yang sama; tampak seperti sekelompok prajurit terlatih yang berbaris dalam gerak melingkar sempurna.

Satu jam berlalu.
Dua jam berlalu.
Tiga jam berlalu…

Tidak ada satu pun yang keluar dari barisan. Tidak ada yang menyimpang sedikit pun. Kedisiplinan mereka tampak mengagumkan sekaligus mengerikan.

Delapan jam kemudian, mereka mulai melambat karena kelelahan. Udara malam semakin dingin. Lapar dan kehausan, ulat-ulat itu menggulung tubuhnya dan tertidur di tempat.

Keesokan harinya ketika suhu mulai menghangat, mereka bangun kembali, membentuk barisan lagi, dan melanjutkan lingkaran mematikan itu. Hari demi hari mereka terus melakukan hal yang sama—mengikuti jalur yang sudah dibuat—tanpa menyadari bahwa mereka sedang menghukum diri sendiri.

Hingga akhirnya, setelah berhari-hari berjalan tanpa makan dan minum, semua ulat itu mati satu per satu di tepi pot tersebut.

Pesan Penting: Lingkaran Maut Itu Sebenarnya Sangat Mudah Ditembus

Ironisnya, mereka sebenarnya hanya perlu sedikit saja mengubah arah:

  • Berbelok ke dalam, mereka akan menemukan daun segar dan bunga yang harum.
  • Berbelok ke luar, mereka akan jatuh ke tumpukan sayuran lezat di bawah pot.

Namun mereka tidak melakukannya. Mungkin karena faktor biologis, mungkin karena kemampuan berpikir mereka terbatas—dan itu dapat dimaklumi.

Tetapi ketika manusia—makhluk paling cerdas—mengulang perilaku ulat ini: hanya ikut-ikutan, hanya mengikuti arus, tidak berani keluar dari jalur lama… itulah yang patut membuat kita merenung.

Refleksi untuk Kita Semua

Selama ribuan tahun, sisa-sisa pola pikir feodal telah membatasi cara berpikir masyarakat, membuat banyak orang hanya mengikuti kebiasaan, takut berbeda, dan kurang memiliki jiwa inovasi.

Jika kita ingin membangun bangsa yang maju—berperadaban tinggi, berbudaya tinggi, dan berteknologi tinggi—kita harus:

  • mengembangkan produktivitas,
  • mendorong inovasi,
  • memperkuat kreativitas,
  • dan berani menembus pola lama yang mengekang.

Generasi muda terutama harus berani melawan arus, menolak sekadar menjadi pengikut, dan belajar menciptakan jalan baru.

Hanya dengan inovasi dan keberanian keluar dari “lingkaran ulat” itulah masyarakat dapat terus maju—dan bangsa kita dapat berkembang dengan gemilang.(jhn/yn)

Kekuatan Imajinasi

EtIndonesia. Dalam sebuah pertandingan final perebutan gelar juara tinju kelas berat, Muhammad Ali—sang legenda—terus tertekan selama 12 ronde pertama. Dia dihajar habis-habisan: sudut matanya robek, darah mengalir dari hidungnya, dan kondisi fisiknya terlihat sangat buruk. Hampir semua penonton yakin Ali akan kalah.

Saat istirahat di sudut ring, pelatihnya bertanya:  “Apa kamu ingin menyerah saja?”

Ali menjawab tegas:  “Pertanyaan seperti itu seharusnya kamu ajukan setelah pertarungan selesai.”

Di waktu istirahat yang singkat itu, Ali membayangkan berulang-ulang bagaimana dirinya menjatuhkan lawannya—bagaimana lautan manusia bersorak untuknya, bagaimana dia berdiri sebagai pemenang. 

Dia terus menggumamkan kalimat penyemangat, “Aku yang terkuat.”

Keajaiban Itu Terjadi di Ronde ke-13

Ketika bel ronde berikutnya berbunyi, Ali bangkit dengan energi baru. Dia kembali menunjukkan aura seorang juara. Pukulan-pukulannya kembali bertenaga dan ritmenya kembali tajam. Perlahan-lahan, dia membalikkan keadaan dan membuat lawannya kewalahan.

Hingga akhirnya, dengan satu pukulan hook yang keras dan tepat sasaran, Ali menjatuhkan lawannya dan memenangkan pertandingan.

Pesan Inspiratif

Imajinasi memiliki kekuatan yang sangat besar.

Banyak orang besar memulai langkah mereka dari bayangan jelas tentang diri mereka yang berhasil. Mereka adalah orang biasa, tetapi karena mampu menyalakan potensi batin melalui gambaran mental yang kuat, mereka akhirnya meraih prestasi luar biasa.

Semakin detail kamu membayangkan keberhasilanmu— semakin kuat keyakinanmu terbentuk— dan semakin besar kemungkinan kamu benar-benar mencapainya.

Hukum terpenting untuk menciptakan hidup yang hebat adalah:  Hidupmu akan terwujud sesuai dengan imajinasi dan gambaran yang kamu ciptakan tentang dirimu sendiri.(jhn/yn)

Sifat dan Takdir

EtIndonesia. Dahulu kala, ada tiga bersaudara yang ingin mengetahui nasib mereka di masa depan. Maka mereka pun pergi menemui seorang bijak. 

Setelah mendengar maksud kedatangan mereka, sang bijak bertanya: “Di sebuah negeri jauh bernama Tanah Tianzhu, terdapat sebuah mutiara malam (night pearl) yang nilainya tak terhitung. Jika kalian diminta untuk mengambilnya, apa yang akan kalian lakukan?”

Si sulung berkata lebih dulu:  “Aku berwatak tenang dan tidak mengejar duniawi. Bagiku, mutiara itu tidak lebih dari benda biasa. Jadi aku tidak akan pergi ke sana.”

Si tengah menegakkan dada dan menjawab: “Sebesar apa pun rintangannya, aku pasti akan mengambil mutiara itu.”

Si bungsu mengerutkan alis dan berkata dengan cemas: “Perjalanan menuju negeri itu jauh dan berbahaya. Belum tentu bisa mendapatkan mutiaranya—bahkan mungkin aku sudah kehilangan nyawa sebelum sampai.”

Sang bijak tersenyum dan berkata: “Takdir kalian sudah sangat jelas.”

Dia melanjutkan:

  • “Si sulung berwatak tenang dan tidak mengejar ketenaran maupun kekayaan, maka dia mungkin sulit memperoleh kemuliaan duniawi. Tetapi karena sifatnya yang sederhana dan tidak berkonflik dengan siapa pun, dia justru akan memperoleh banyak bantuan dan perhatian dari orang lain.”
  • “Si tengah memiliki tekad kuat, berani mengambil keputusan, tidak takut kesulitan. Wataknya menandakan masa depan yang cerah—dia mungkin akan menjadi orang besar.”
  • “Si bungsu penakut dan mudah ragu. Menghadapi apa pun dia diliputi ketakutan. Dengan karakter seperti itu, dia sulit meraih prestasi besar dalam hidupnya.”

Pelajaran yang Bisa Dipetik

Memang benar, sifat seseorang sangat memengaruhi perkembangan hidupnya.

 Ada pepatah India kuno yang berkata:

“Tabur tindakan, tuai kebiasaan; tabur kebiasaan, tuai karakter;  tabur karakter, tuai takdir.”

Orang Tiongkok dahulu juga berkata:“Tindakan berulang membentuk kebiasaan,
kebiasaan membentuk sifat, sifat membentuk nasib.”

Semua ini menunjukkan betapa pentingnya karakter.

Sifat yang berbeda membawa jalan hidup yang berbeda.

Menumbuhkan Karakter yang Baik

Dalam belajar maupun kehidupan sehari-hari, kita harus memperhatikan pembentukan karakter. Terutama bagi para pelajar yang sedang berada dalam masa pembentukan kepribadian. Mulailah dari hal-hal kecil, dari tindakan sederhana, agar terbentuk kebiasaan positif dan sifat yang optimis.

Apa pun tipe kepribadian kita—tenang, tegas, pendiam, atau aktif—selama kita memiliki karakter yang positif dan sikap yang penuh harapan, kita mampu menciptakan kehidupan yang indah dan penuh warna.(jhn/yn)

Kecanduan Milk Tea Berujung ke Rumah Sakit, Gadis 20 Tahun Terserang Penyakit Langka Hemiskonia Nonketotik Diabetik

Seorang gadis berusia 20 tahun di Shenzhen, yang hanya makan satu kali sehari dan kecanduan minum milk tea, tiba-tiba mengalami gejala tubuh bergerak tidak terkendali seperti menari. Ia kemudian didiagnosis menderita penyakit langka yang disebut chorea hemibalismus non-ketotik akibat diabetes.

EtIndonesia.  Menurut laporan Guangdong Radio and Television, Xiao Wen (nama samaran), seorang pekerja di Shenzhen yang baru berusia 20 tahun, belakangan mengalami gejala “gerakan tak terkendali seperti menari”, terutama makin parah pada malam hari. Berat badannya pun turun drastis.

Hasil pemeriksaan rumah sakit menunjukkan ia menderita chorea hemibalismus non-ketotik akibat diabetes, dengan kadar HbA1c mencapai 17,7% (normal <5,7%) dan kadar gula darah puasa 11,7 mmol/L (normal 3,9–6,1 mmol/L).

Menurut dokter, penyakit ini biasanya terjadi pada pasien diabetes lanjut usia. Kasus pada orang muda sangat jarang terjadi di seluruh dunia. Yang lebih mengejutkan, Xiao Wen tidak memiliki riwayat keluarga penderita diabetes.

Setelah evaluasi, dokter menyimpulkan bahwa kondisi Xiao Wen sangat berkaitan dengan kebiasaan hidupnya yang tidak sehat.

Menurut penuturan Xiao Wen, ia sering hanya makan satu kali — makan siang — setiap hari, dan kecanduan milk tea, minum setidaknya tiga gelas atau lebih per minggu. Ia juga sering begadang dan biasanya baru tidur pada pukul 03.00 pagi.

Dokter menjelaskan bahwa kebiasaan hidup yang buruk dalam jangka panjang menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Kandungan gula yang sangat tinggi dalam milk tea menjadi “pelaku utama” yang akhirnya membuatnya terserang penyakit aneh yang disebut “penyakit menari”. Hingga 9 Desember, Xiao Wen masih dirawat di rumah sakit dan kondisinya sudah membaik.

Dokter mengingatkan bahwa anak muda tidak boleh mengandalkan milk tea untuk menambah energi. Kebiasaan begadang dan duduk terlalu lama dapat membuat tubuh “menyalakan lampu merah” lebih cepat. (Hui)

Letakkan Semua Telur dalam Satu Keranjang—Dan Jagalah Baik-baik

EtIndonesia. Pada abad ke-19, penulis terkenal Amerika, Mark Twain, menghasilkan banyak karya yang sangat digemari pembaca. 

Melihat bukunya laris dan habis terjual di mana-mana, dia mendapat sebuah ide:  Daripada membiarkan penerbit dan toko buku meraup keuntungan, lebih baik aku menulis sendiri, menerbitkan sendiri, dan menjualnya sendiri.

Dia pun menetapkan target ambisius: dalam dua tahun harus menjadi milioner.

Begitu ide itu muncul, dia langsung bertindak. Sang sastrawan besar tiba-tiba berubah menjadi “pengusaha buku” yang mengurus produksi, distribusi, hingga penjualan. Namun tak lama kemudian, bencana pun datang.

Karena tidak memiliki kemampuan bisnis yang memadai, dia justru menumpuk utang, usahanya mulai goyah, dan hidupnya terancam runtuh.

Yang lebih buruk, bukan hanya bisnis bukunya gagal—bahkan karier utamanya sebagai penulis ikut terbengkalai. Telur yang dia letakkan di berbagai “keranjang” justru pecah satu per satu.

Akhirnya, Mark Twain mengambil keputusan tegas: Dia menutup bisnis bukunya dan kembali fokus penuh pada dunia sastra.

Keputusan itu menyelamatkan dirinya. Dengan fokus kembali pada keahliannya, dia meraih kesuksesan besar yang kita kenal hingga hari ini.

Pemikiran yang Diambil Mark Twain

Saat meninjau kembali perjalanan hidupnya, dia berkata: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Ungkapan ini benar adanya—untuk beberapa orang. Namun bagi saya, justru lebih baik menaruh semua telur dalam satu keranjang, asal saya menjaganya dengan baik.”

Perkataan ini mengandung kebijaksanaan yang dalam. Strategi “membagi risiko” memang cocok untuk banyak orang. Jika satu keranjang jatuh, masih ada keranjang lain yang aman. Tetapi bagi yang tahu potensi diri dan memiliki keahlian yang kuat dalam satu bidang tertentu, fokus total justru bisa menjadi jalan terbaik untuk sukses.

Pesan Inspiratif

Setiap orang memiliki kecerdasan, minat, bakat, dan keahlian yang berbeda-beda:

  • Ada yang cocok berbisnis,
  • Ada yang berbakat dalam seni dan sastra,
  • Ada yang unggul di dunia politik,
  • Ada yang hebat di bidang sains,
  • Ada yang terampil bekerja dengan tangan.

Orang lain mungkin ahli di satu bidang, tetapi kamu mungkin justru memiliki talent khusus di bidang yang sama sekali berbeda.

Keberhasilan datang ketika seseorang mampu mengenali kelebihannya dan memainkan kekuatannya.

Entah kamu menaruh telur dalam satu keranjang atau banyak keranjang, yang paling penting adalah: Apakah cara itu sesuai dengan dirimu?

Karena strategi terbaik adalah strategi yang selaras dengan kemampuanmu sendiri.(jhn/yn)

Trump Mulai Menekan dari Laut: Kapal Tanker Venezuela Disita, Rezim Maduro Terjepit dari Semua Arah

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali meningkat tajam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa, 10 Desember, secara terbuka mengonfirmasi bahwa Washington telah menyita sebuah kapal tanker besar milik Venezuela yang berada di bawah rezim sanksi internasional.

Trump menyebut penyitaan ini sebagai salah satu operasi terbesar dalam sejarah penegakan sanksi AS, langkah yang segera mengguncang pasar pelayaran global dan memicu reaksi keras dari pemerintah Venezuela.

“Kami baru saja menyita kapal itu—sangat besar, benar-benar sangat besar. Dan bukan hanya itu, kami juga melakukan langkah lain,” ujar Trump kepada wartawan.

Ketika ditanya mengenai nasib muatan minyak di dalam kapal tersebut, Trump menjawab singkat, “Mungkin akan disimpan.” Pernyataan ini langsung memicu kemarahan rezim Presiden Nicolás Maduro, yang menuduh AS melakukan perampokan terbuka.

Operasi Multilembaga dan Penyitaan Kapal “Skipper”

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan koordinasi lintas lembaga, termasuk:

  • FBI
  • Homeland Security Investigations (HSI)
  • Penjaga Pantai AS
  • Departemen Pertahanan AS

Kapal tanker yang disita bernama Skipper, sebelumnya dikenal sebagai Edison, dan telah lama masuk dalam daftar hitam sanksi AS karena diduga terlibat dalam pengiriman minyak Iran serta jaringan pengelakan sanksi internasional.

Menurut seorang pialang minyak berbasis di Singapura yang dikutip Wall Street Journal, pada pertengahan November, kapal ini secara diam-diam memuat lebih dari 1,1 juta barel minyak berat Venezuela. Untuk menghindari pelacakan, kapal tersebut mematikan sistem radar dan identifikasi otomatis (AIS) selama proses pengiriman.

Rekaman Dramatis: Operasi Ala Militer di Tengah Laut

Amerika Serikat merilis rekaman operasi yang memperlihatkan pasukan bersenjata turun langsung dari helikopter ke dek kapal, lengkap dengan perlengkapan tempur. Adegan ini menyerupai operasi militer khusus, bukan sekadar penegakan hukum sipil.

Pemerintah Venezuela, mengutip laporan BBC, mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai:

  • Perampokan internasional
  • Pembajakan laut
  • Upaya sistematis Amerika untuk merampas sumber energi Venezuela

Sebaliknya, pihak Amerika menyebut operasi ini sebagai peringatan keras bagi kapal-kapal lain yang masih mengangkut atau menunggu muatan minyak Venezuela di laut lepas—banyak di antaranya diketahui sengaja mematikan AIS untuk menghindari deteksi.

Minyak: Garis Hidup Terakhir Rezim Maduro

Bagi Venezuela, minyak hampir menjadi satu-satunya sumber pendapatan vital yang tersisa.

Menurut pakar utang publik Venezuela, Hernández, pada periode 2023–2024, rezim Maduro memperoleh sekitar 1,8–2,2 miliar dolar  dari kerja sama pengiriman minyak, dengan porsi terbesar berasal dari Chevron, perusahaan energi Amerika Serikat.

Sementara itu, Ramchi, analis Venezuela dari Atlantic Council, menilai langkah Trump sebagai tekanan terukur, bukan blokade total.

“Jika Amerika benar-benar ingin mematikan Venezuela, langkah paling mudah adalah berhenti membeli minyaknya. Namun itu tidak dilakukan. Ini tekanan selektif,” jelasnya.

Dampak Langsung ke Pasar Global

Efek penyitaan ini langsung terasa di pasar internasional:

  • Semua kontrak pelayaran terkait Venezuela kini dipaksa memasukkan klausa perang
  • Risiko penyitaan melonjak tajam
  • Ongkos angkut meningkat drastis
  • Diskon minyak berat Venezuela terhadap Brent melebar dari 8 dolar menjadi 15 dolar per barel
  • PDVSA (perusahaan minyak negara Venezuela) praktis kehilangan daya tawar

Jika kapal-kapal mulai enggan berlayar, Venezuela berisiko kehilangan 300.000–500.000 barel ekspor per hari, jumlah yang cukup untuk mengguncang ekosistem energi Karibia.

Efek Domino di Karibia: Kuba Gelap Gulita

Dampak lanjutan telah terlihat jelas di kawasan:

  • Impor minyak Kuba anjlok 35%
  • Banyak wilayah di Kuba hanya mendapatkan listrik 2–4 jam per hari

Pada saat yang sama, kehadiran militer Amerika Serikat di Karibia terus diperkuat. Hingga kini, sekitar 15.000 tentara AS telah dikerahkan, dan kapal induk USS Gerald R. Ford dilaporkan telah berada di kawasan tersebut.

Kejutan Politik: María Corina Machado Muncul di Norwegia

Di tengah memanasnya situasi, Wall Street Journal mengungkap perkembangan politik besar lainnya.

Pada 10 Desember, pemimpin oposisi Venezuela paling berpengaruh sekaligus penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025, María Corina Machado, dilaporkan diam-diam tiba di Norwegia.

Machado selama 11 bulan terakhir:

  • Dilarang keluar negeri
  • Bersembunyi
  • Tidak pernah tampil di publik

Laporannya dramatis: ia menyamar, mengenakan wig, melewati lebih dari sepuluh pos pemeriksaan militer, menyeberangi Karibia, dan akhirnya tiba di Oslo.

Saat dia muncul di sebuah hotel, para pendukungnya telah berkumpul—menandai penampilan publik pertamanya setelah hampir setahun menghilang. Bahkan Komite Nobel Norwegia merahasiakan kehadirannya hingga menjelang upacara resmi.

Nobel, Seruan Mundur Maduro, dan Tekanan Baru

Pada 2025, Hadiah Nobel Perdamaian dianugerahkan kepada Machado, namun fia tidak hadir dan diwakili oleh putrinya. Dalam pidato resmi, ketua Komite Nobel secara terbuka menyerukan pengunduran diri Nicolás Maduro.

Kemunculan dua tokoh oposisi utama dalam waktu bersamaan membuat situasi politik Venezuela semakin sensitif.

Gedung Putih membantah keterlibatan langsung dalam operasi pelarian Machado. Namun arah kebijakan Trump semakin jelas: Venezuela tanpa Maduro.

Alih-alih perang mahal, Washington tampak memilih tekanan politik, ekonomi, dan diplomatik sebagai strategi utama.

Apa Langkah Selanjutnya?

Para analis memperkirakan Machado akan:

  • Menuju Washington
  • Melakukan tur politik Eropa–Amerika
  • Memperluas dukungan internasional terhadap oposisi Venezuela

Pertanyaan besar kini menggantung:

  • Bagaimana respons Maduro?
  • Apakah akan muncul retakan baru dalam struktur kekuasaan Caracas?
  • Sejauh mana Amerika Serikat akan terus meningkatkan tekanannya?

Jawabannya akan menentukan arah masa depan Venezuela—dan stabilitas kawasan Karibia—dalam waktu dekat.

Menempuh 700 Km Melintasi Laut, Drone Ukraina Pertama Kalinya Serang Anjungan Pengeboran Minyak Rusia di Laut Kaspia

EtIndonesia. Belakangan ini, Ukraina berkali-kali mengerahkan drone untuk menyerang kapal tanker dalam “armada bayangan” Rusia, dan untuk pertama kalinya juga menyerang platform pengeboran minyak di Laut Kaspia, sehingga menghantam keras jalur energi vital Moskow. 

Menurut Badan Energi Internasional (IEA), pendapatan minyak Rusia pada November jatuh ke level terendah sejak perang dimulai. Pada saat yang sama, Amerika Serikat dan Eropa juga tengah terlibat tarik-menarik sengit seputar usulan rencana damai yang diajukan Presiden Trump.

Drone Ukraina Serang Platform Minyak Rusia di Laut Kaspia — Kapal Tanker “Bayangan” Kembali Jadi Sasaran

Pada Rabu senja (10 Desember), sebuah drone laut melaju dengan kecepatan tinggi menuju sebuah kapal tanker. Beberapa detik kemudian, bola api besar menyembur dari kapal tersebut dan asap hitam membumbung tinggi.

Ini adalah aksi serangan yang dilakukan oleh drone laut “Sea Baby” buatan unit keamanan Ukraina di Laut Hitam.

Pejabat Ukraina mengkonfirmasi bahwa kapal tanker yang diserang — Big Mountain — adalah bagian dari armada bayangan Rusia yang digunakan untuk mengangkut minyak. Kapal itu berkapasitas lebih dari 160 ribu ton dan saat kejadian sedang melintasi Zona Ekonomi Eksklusif Ukraina menuju pelabuhan Novorossiysk di Rusia.

Ini adalah serangan ketiga terhadap armada bayangan Rusia dalam dua minggu terakhir, sekaligus pertama kalinya tahun ini Ukraina mengakui bertanggung jawab atas jenis serangan tersebut. Pihak Kyiv menyatakan bahwa kapal-kapal seperti ini menggunakan jaringan pelayaran yang sangat rumit untuk menghindari sanksi Barat, membantu Moskow mengekspor minyak, dan mempertahankan pendanaan perang Putin.

Saat ini, menargetkan infrastruktur energi Rusia menjadi salah satu cara utama Ukraina untuk mencoba melemahkan ekonomi perang Moskow. Pada Kamis, pejabat keamanan Ukraina mengungkapkan bahwa drone Ukraina untuk pertama kalinya menyerang platform pengeboran Rusia di Laut Kaspia, sehingga menyebabkan lebih dari 20 sumur minyak dan gas milik perusahaan Lukoil berhenti beroperasi.Menempuh 700 Km Melintasi Laut, Drone Ukraina Pertama Kalinya Serang Anjungan Pengeboran Minyak Rusia di Laut Kaspia

Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan bahwa pendapatan ekspor minyak mentah dan produk minyak Rusia pada November kembali turun menjadi 10,97 miliar dolar AS, terendah sejak invasi Februari 2022.

Trump Ajukan Versi Ekonomi Rencana Damai Rusia-Ukraina — Picu Perdebatan Sengit di AS dan Eropa

Selain itu, seorang pejabat Ukraina pada Kamis mengungkapkan kepada media bahwa rancangan revisi berisi 20 poin proposal perdamaian telah diserahkan kepada Amerika Serikat, dan mencakup “gagasan baru” mengenai wilayah serta kendali atas PLTN Zaporizhzhia.

Sehari sebelumnya, Presiden Trump mengadakan pembicaraan telepon dengan para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman, yang berlangsung dengan perdebatan sengit.

“Kami berdiskusi mengenai isu Ukraina dengan kata-kata yang cukup keras. Kita lihat saja bagaimana perkembangan selanjutnya. Sebelum ada kemajuan, kami masih menunggu jawaban dari mereka,” ujar Presiden AS Donald Trump. 

Menurut The Wall Street Journal, Presiden Trump baru-baru ini mengusulkan rencana damai Ukraina yang berfokus pada ekonomi kepada negara-negara Eropa. Rencana tersebut mencakup pemulihan pasokan energi Rusia ke Eropa, investasi perusahaan AS di sektor strategis Rusia seperti mineral tanah jarang, serta penggunaan 200 miliar dolar AS aset Rusia yang dibekukan untuk membiayai pembangunan infrastruktur Ukraina.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, pada Kamis (11 Desember) mengatakan bahwa pada akhir pekan ia diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dengan pejabat AS mengenai versi rencana damai Eropa. Ia juga menyebut bahwa mereka akan berdiskusi dengan AS mengenai sejauh mana Ukraina bersedia membuat konsesi teritorial. (Hui)

Laporan oleh Yi Jing, New Tang Dynasty TV

Terjebak Lumpur Tapanuli : Tiga Hari Menembus Isolasi Demi Kabar Keluarga

EtIndonesia. Kisah Septiana Huta Barat menjadi cerminan keputusasaan warga yang terperangkap isolasi pasca bencana banjir dan longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Rela berjalan kaki selama tiga hari, ia menembus daerah yang terisolasi total demi mencari kabar kedua orang tuanya di Kota Sibolga.

Bencana tersebut telah memutus akses jalan dan membuat jalur komunikasi menjadi sangat terbatas. Septiana, bersama puluhan warga lainnya, terpaksa harus melewati medan curam dan berlumpur dalam perjalanannya dari Tarutung ke Sibolga.

“Jalanlah kami dari rimba-rimba ini kayak gila kami jalan menuju hulu bukit lagi,” tuturnya, menggambarkan kerasnya perjuangan.

Septiana berangkat dari Tarutung hanya berbekal makanan seadanya. Dalam perjalanan yang memakan waktu hampir empat hari—dihitung sejak hari Kamis hingga hari Minggu—ia dan warga lain terkadang mendapat makan saat melintas desa dan mencari tumpangan untuk singgah bermalam. 

Mereka bahkan menginap di tempat orang, yang berbaik hati memberikan mereka makan dan baju. Beruntung, sebelum tiba di Sibolga, Septiana berhasil berjumpa dengan adiknya, yang mengabarkan bahwa kedua orang tuanya selamat, sehat, dan memiliki cukup bekal untuk beberapa hari ke depan.

Krisis Logistik dan Skema Penanganan yang Berubah

Longsor di ruas jalan Tapanuli Utara menuju Sibolga merupakan longsor paling panjang dan berat di area yang terisolasi tersebut. Akibatnya, sejumlah warga yang masih bertahan mulai kekurangan stok kebutuhan pokok.

Sejak hari pertama bencana, tim SAR terus berupaya membuka jalur. Kini, penanganan yang melibatkan TNI Angkatan Darat (khususnya Kodam 1 Bukit Barisan sebagai pengendali wilayah), BNPB, Angkatan Laut (dengan kapal yang mulai masuk ke wilayah Sibolga), dan Angkatan Udara, menunjukkan pergeseran strategi.

Skema penanganan sudah mulai sedikit berubah. Jika sebelumnya fokus adalah distribusi logistik melalui airdrop menggunakan Hercules atau heli, atau dorongan logistik ke Lanut Swondo dan pangkalan lain, kini penanganan sudah mulai mengarah pada pendekatan yang lebih “humanis”.

Rencana terbaru mencakup distribusi logistik non-sembako. Pembahasan mengenai rencana distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah mulai dipaparkan, mengingat pasokan sebelumnya sempat terhambat karena adanya genangan yang cukup tinggi di sekitar daerah Belawan. Komunikasi juga mulai bertahap pulih setelah distribusi starting diberikan di posko atau titik lain.

Pertarungan Melawan Lumpur dan Batu

Pemulihan akses jalan terus dilakukan, baik siang, sore, maupun malam. Ini merupakan kunci agar pendistribusian bantuan tidak hanya mengandalkan metode airdrop yang mahal dan terbatas.

Namun, upaya pembersihan dan pembangunan jalan menghadapi kendala serius. Kendala tersebut tidak hanya cuaca, tetapi juga medan berat berupa jalan terputus, batu besar, dan lumpur tebal. Kecepatan untuk menyelesaikan pembersihan melambat ketika medan semakin berat.

Batalion Zen Tempur 1 Kota Bukit Barisan terus melaksanakan pembersihan dan recovery. Mereka menggunakan alat berat untuk memindahkan batu dan memastikan bahwa jalan tersebut aman. Meskipun jalan umum dari Tapanuli menuju Sibulani belum sepenuhnya bisa menembus sampai Sibolga, akses tersebut terus dibuka secara perlahan.

Hari demi hari, distribusi logistik baik melalui door lock maupun airdrop terus dilakukan, dengan harapan titik-titik yang belum tersentuh akan segera terlayani, sehingga distribusi menjadi semakin merata bagi masyarakat terdampak. Pemetaan wilayah yang luas ini terus dilakukan oleh TNI/POLRI untuk menentukan area mana yang membutuhkan rekonstruksi jalan atau distribusi logistik.

 Upaya pemulihan di Tapanuli Utara ini ibarat membuka pintu lemari besi yang tertutup lumpur dan batu besar. Distribusi bantuan melalui airdrop adalah seperti menyelipkan surat atau makanan kecil melalui celah-celah pintu yang sempit, sementara Batalion Zen Tempur yang bekerja siang malam adalah kunci utama yang perlahan tapi pasti, meski dihambat oleh kerasnya material, sedang memutar mekanisme untuk membuka pintu akses utama agar bantuan besar bisa masuk. (Yud)

Pergolakan Politik akan Segera Terjadi di Honduras, Faksi Pro-Komunis Kalah Telak, Presiden Menuduh Adanya “Kudeta Pemilu”

EtIndonesia. Pemilihan presiden Honduras kini telah menyelesaikan sekitar 99,4% penghitungan suara. Kandidat Partai Nasional yang mendapat dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Nasry Asfura, unggul 1,3 persen. Sementara itu, partai berkuasa yang pro-Tiongkok hanya memperoleh kurang dari 20% suara. Namun, Presiden petahana Xiomara Castro menolak hasil tersebut dan menyatakan akan melaporkan apa yang ia sebut sebagai “kudeta pemilu” kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan organisasi internasional lainnya.

Meskipun hasil suara hampir final dan partai pro-Tiongkok meraih kurang dari seperlima suara, Castro tetap bersikeras bahwa pemilu ini tidak sah.

“Kami mengalami proses penuh ancaman, intimidasi, manipulasi hasil pemilu, dan pemutarbalikan kehendak rakyat. Tindakan ini membentuk sebuah kudeta pemilu. Kami akan mengajukan protes kepada PBB, Uni Eropa, Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS), dan organisasi internasional lainnya,” kata Presiden Honduras, Xiomara Castro.

Dengan penghitungan yang telah mencapai 99,4%, kandidat Partai Nasional Nasry Asfura yang berusia 67 tahun memperoleh 40,52% suara, unggul atas kandidat Partai Liberal Salvador Nasralla yang berusia 72 tahun dengan 39,2% suara—selisih sekitar 40.000 suara. Kedua kandidat dikenal memiliki hubungan baik dengan Taiwan. Namun, Nasralla juga secara terbuka menuduh adanya pelanggaran dalam proses penghitungan suara.

“Penghitungan khusus mulai besok, yang menggunakan 1.753 lembar formulir, pasti akan dimanipulasi dan dipalsukan, sama seperti yang sudah terjadi sejak 30 November. Komisi Pemilihan Nasional akan mengendalikan lokasi penghitungan melalui perusahaan ASD. Kami berharap setiap suara dihitung satu per satu,” kata Kandidat Partai Liberal, Salvador Nasralla.

Komisi Pemilihan Honduras harus mengumumkan pemenang paling lambat l 30 Desember. Presiden terpilih dijadwalkan dilantik pada Januari tahun depan, untuk masa jabatan 2026–2030. Sebelum proses verifikasi dan penghitungan khusus selesai, hasil sementara akan tetap berlaku. (Hui)

Laporan oleh Zhang Kexin dan Chen Lingzhi, NTD Asia-Pasifik

4 Wabah Virus Serangkai Secara Bersamaan Melanda Inggris dan AS, “Super Flu” Mendorong Pemberlakuan Kembali Kewajiban Penggunaan Masker

Seiring cuaca semakin dingin, para ahli mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan munculnya “epidemi empat serangkai”, yaitu empat jenis virus utama yang menyebar secara bersamaan dan berpotensi membuat rumah sakit kewalahan serta meningkatkan risiko bagi para lansia. Di antaranya, varian baru flu H3N2 sedang dengan cepat melanda Inggris. Para pakar khawatir bahwa virus ini mungkin menjadi varian flu dominan berikutnya di Amerika Serikat.

EtIndonesia. Sejak pandemi mereda, setiap musim dingin COVID-19, RSV (Respiratory Syncytial Virus), norovirus, dan influenza sering muncul bersamaan, membentuk fenomena yang disebut “empat epidemi bersamaan”. Namun tahun ini situasinya lebih kompleks. Varian flu baru H3N2 subkelompok K, yang dijuluki “super flu”, menyebar cepat di berbagai negara. Jumlah pasien flu yang dirawat di rumah sakit di Inggris kini 56% lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, memicu kekhawatiran luas.

Gejala H3N2 mirip flu biasa, tetapi karena penularannya cepat dan vaksin flu tidak sepenuhnya cocok dengan varian baru ini, risikonya lebih tinggi bagi anak kecil, lansia, dan orang-orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Di Amerika Serikat, kasus flu melonjak drastis di lebih dari 30 negara bagian. Diperkirakan musim flu tahun ini akan melampaui musim lalu (September–Agustus), ketika sekitar 560.000 orang dirawat dan 38.000 orang meninggal akibat flu.

Menurut CDC, sejak 1 Oktober, 1,9 juta hingga 3,3 juta orang di AS telah terinfeksi flu, dengan 19.000 hingga 38.000 pasien dirawat. Kenaikan kasus membuat sejumlah negara bagian kembali mewajibkan masker bagi siapa pun yang memasuki fasilitas kesehatan.

Di Massachusetts, peningkatan aktivitas flu adalah yang paling signifikan: dalam dua minggu saja, jumlah rawat inap terkait flu meningkat lebih dari dua kali lipat, mencapai 0,4% dari seluruh pasien rawat inap pada pertengahan November.

Di Iowa, sebuah distrik sekolah terpaksa meliburkan sekolah selama dua hari dan membatalkan kegiatan olahraga karena hampir 30% murid dan staf sakit.

Di New Jersey, jaringan rumah sakit besar, serta beberapa fasilitas kesehatan di Sonoma County, California, juga kembali mewajibkan masker bagi tenaga medis, pasien, dan pengunjung akibat lonjakan virus musim dingin.

CDC memperkirakan bahwa pola dan tingkat keparahan musim flu tahun ini kemungkinan mirip tahun lalu, tetapi karena musim flu datang lebih awal, durasinya mungkin lebih panjang.

Data terbaru CDC menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah AS masih berada pada tingkat aktivitas flu rendah hingga sedang. Wabah nasional skala besar belum terjadi, tetapi beberapa area telah menunjukkan peningkatan signifikan.

Para ahli mengingatkan bahwa virus flu bermutasi sangat cepat, sehingga belum dapat dipastikan apakah subvarian baru H3N2 ini akan mendominasi sepanjang musim, atau apakah tingkat keparahannya lebih tinggi dibanding varian sebelumnya.

Otoritas kesehatan masyarakat merekomendasikan vaksinasi flu sedini mungkin, memakai masker bagi kelompok berisiko tinggi, rajin mencuci tangan, serta menghindari ruang tertutup dengan ventilasi buruk. Jika muncul gejala seperti demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, atau gangguan kesadaran, segera mencari pertolongan medis. (Hui)

Laporan dari Liu Jiajia, NTD Television – Amerika Serikat

Lansia Berusia 88 Tahun Masih Bekerja di Supermarket, Netizen Kumpulkan Rp 32 Miliar untuk Membantunya Menjalani Masa pensiun dengan Tenang

EtIndonesia. Di sebuah supermarket di Detroit, Amerika Serikat setiap hari orang-orang dapat melihat seorang kakek berambut putih berdiri di depan kasir, melayani pelanggan dengan senyuman. Namun, tak banyak yang tahu bahwa usianya sudah 88 tahun. Pada usia yang seharusnya menikmati masa pensiun, ia justru masih harus bekerja keras demi menyambung hidup. Tak disangka, sebuah video yang direkam secara kebetulan mengubah hidupnya sepenuhnya, sekaligus memperlihatkan kehangatan dan keajaiban kebaikan kepada dunia.

Tokoh utama cerita ini bernama Ed Bambas. Meski sudah lanjut usia, ia tetap bekerja 40 jam per minggu, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup paling dasar.

Ketika masih muda, Bambas pernah masuk dinas militer. Setelah pensiun dari militer, ia bekerja di General Motors dan akhirnya pensiun dengan lancar pada tahun 1999.

Namun, kehidupan yang awalnya sederhana dan tenang berubah drastis pada tahun 2012. Ketika General Motors bangkrut, dana pensiun yang menjadi tumpuan hidupnya pun hilang. Keadaan semakin buruk ketika istrinya, yang telah menemaninya lebih dari 50 tahun, jatuh sakit parah. Untuk membayar biaya pengobatan yang sangat mahal, ia menjual rumahnya dan hampir seluruh harta benda lainnya.

Tujuh tahun lalu istrinya meninggal dunia, meninggalkan rasa sepi dan tekanan hidup yang berat. Ia terpaksa kembali bekerja dan menjadi kasir supermarket. Meski kehidupannya sangat sulit, Bambas tak pernah mengeluh.

Dalam sebuah wawancara ia berkata,  “Saya sangat beruntung. Tuhan memberi saya tubuh yang masih cukup kuat untuk berdiri bekerja delapan, bahkan delapan setengah jam setiap hari.”

Titik balik muncul dari sebuah pertemuan tak terduga. Seorang influencer Australia, Samuel Weidenhofer, sedang membuat video pendek di supermarket itu dan memperhatikan kakek tua yang tetap bekerja di usia sangat lanjut. Ia tersentuh oleh kisah Bambas, langsung memberikan donasi 400 dolar, dan mengunggah videonya ke internet.

Setelah video itu beredar, kisah tersebut menarik perhatian luas. Ribuan warganet mulai berdonasi untuk membantu.

Weidenhofer lalu membuat penggalangan dana di GoFundMe untuk Bambas. Hingga 8 Desember, donasi telah mencapai hampir 2 juta dolar AS, jumlah yang cukup untuk membuat Bambas dapat menikmati masa pensiun dengan tenang. Weidenhofer juga berjanji akan membantu membuka rekening bank atau trust fund agar uang tersebut dapat disalurkan kepada Bambas dengan aman.

Saat mendengar kabar itu, Bambas—yang sebelumnya belum pernah menggunakan ponsel pintar—masih belum sepenuhnya mengerti apa itu “penggalangan dana online”. Namun matanya sudah berkaca-kaca. Sambil menangis, ia berkata: “Saya benar-benar tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada semua orang.”

Kisah ini sekali lagi membuktikan bahwa kebaikan benar-benar dapat mengubah hidup seseorang. (Hui)

Awan Gempa Terlihat di  Shanghai Hingga Gempa Susulan Terjadi di Tangshan, Hebei dan Liaocheng, Shandong

EtIndonesia. Pada 9 Desember 2025, langit di Shanghai muncul awan gempa. Pada 10 Desember dini hari, terjadi gempa berkekuatan magnitudo 2,3 di Distrik Lunan, Kota Tangshan, Provinsi Hebei; dan pada 11 Desember pukul 04.06, gempa berkekuatan 3,7 magnitudo terjadi di Kabupaten Guan, Kota Liaocheng, Provinsi Shandong.

Menurut pengukuran resmi dari Jaringan Gempa Tiongkok, pada 11 Desember pukul 04.06 terjadi gempa bermagnitudo 3,7 di Kabupaten Guan, Kota Liaocheng, Shandong, dengan kedalaman 10 km. Titik pusat gempa berada di 36,63° LU dan 115,62° BT.

Pusat gempa berjarak 23 km dari Kabupaten Guan, 24 km dari Kota Linqing, 29 km dari Kabupaten Linxi di Hebei, dan 32 km dari Kabupaten Guantao di Hebei. Desa-desa dalam radius 5 km dari pusat gempa termasuk Desa Ganguantun, Desa Meierzhuang, Desa Hanlu, Desa Zhangbazhai Timur, Desa Xibuzhai, Desa Daxinzhuang, Desa Zhangbazhai Barat, dan Desa Luxinzhuang.

Diketahui bahwa pusat gempa terletak pada segmen selatan Patahan Cangdong, sebuah patahan berorientasi barat daya–timur laut yang membentang dari perbatasan tiga provinsi Hebei–Shandong–Henan hingga Tianjin. Gempa kali ini tidak menyebabkan kerusakan signifikan, namun wilayah sekitar pusat gempa di barat laut Shandong, timur laut Henan, dan tenggara Hebei merasakan guncangan.

Beberapa warga menuliskan:

  • “Di Linqing guncangannya terasa jelas. Saya sampai bingung, harus lari atau tidak.”
  • “Saya juga di Linqing, terbangun karena gempa.”
  • “Saya di pusat kota Liaocheng, belum tidur, terasa tempat tidur bergoyang beberapa kali.”
  • “Di Distrik Mudan, Heze, juga terasa.”
  • “Anyang terasa guncangan.”
  • “Xingtai juga terasa, lagi tidur tiba-tiba terguncang, pintu berbunyi keras, kaget sekali.”

Belakangan ini, warga Shanghai dan Zhejiang juga merekam awan gempa.

Pada 9 Desember 2025, banyak netizen Shanghai mengunggah foto dan video awan gempa di media sosial, di mana terlihat barisan awan lurus dan teratur yang membuat warga khawatir.
Selain itu, pada 10 Desember, netizen dari Ningbo, Zhejiang juga merekam awan gempa.

Pada 8 Desember, wilayah utara Jepang dilanda gempa berkekuatan magnitudo 7,5.

Pada 10 Desember dini hari, gempa magnitudo 2,3 mengguncang Distrik Lunan, Tangshan, Hebei. Meski skalanya kecil, tetapi karena waktu dan lokasi yang sensitif, topik “Gempa Tangshan” menarik perhatian besar dan mencapai 990 juta pembacaan di Weibo. (Hui)

Mobil Porsche di Seluruh Rusia Tiba-tiba Berhenti Berfungsi

EtIndonesia. Ratusan pemilik Porsche di Rusia melaporkan bahwa kendaraan mewah mereka menolak untuk menyala, tetapi tidak ada yang tahu persis mengapa.

Produsen mobil Jerman, Porsche, menghentikan pengiriman dan menangguhkan operasi komersialnya di Rusia pada tahun 2022, setelah invasi negara itu ke Ukraina, tetapi mobil-mobilnya tetap menjadi beberapa yang paling populer di kalangan pengendara Rusia. Namun, hal itu mungkin akan segera berubah, karena sejumlah besar kendaraan mahal ini baru-baru ini mati, tanpa alasan yang jelas.

Pada akhir November, media Rusia mulai melaporkan sejumlah besar mobil Porsche di seluruh negeri, dari Moskow hingga Krasnodar, yang menolak untuk menyala. Beberapa pemilik memarkir mobil mereka di depan rumah mereka hanya untuk menemukan keesokan paginya bahwa mobil mereka telah menjadi barang dekoratif yang mahal, sementara yang lain berhenti untuk keperluan singkat dan mendapati bahwa kendaraan mereka tidak mau menyala.

Rolf, grup dealer terbesar di Rusia, melaporkan lonjakan jumlah permintaan layanan dari pemilik Porsche, karena kendaraan mereka secara misterius mati dan menolak untuk menyala kembali. Diagnosa cepat mengungkapkan bahwa pemadaman massal tersebut terkait dengan Sistem Pelacakan Kendaraan (VTS) bawaan mobil, yang berkomunikasi dengan satelit untuk melacak lokasi kendaraan.

Sesuatu atau seseorang memutuskan koneksi antara unit VTS mobil dan satelit Porsche, yang mengaktifkan immobilizer mesin dan mengubah mobil menjadi pemberat kertas raksasa. Masalah ini memengaruhi semua model Porsche dan jenis mesin yang dilengkapi dengan unit VTS, yang pada dasarnya berarti setiap Porsche yang diproduksi setelah tahun 2013.

“Saat ini, tidak ada koneksi untuk semua model dan jenis mesin pembakaran internal,” kata direktur layanan Rolf, Yulia Trushkova, kepada media berita Rusia RBC. “Kendaraan apa pun dapat diblokir. Saat ini, pemblokiran dapat diatasi dengan mengatur ulang unit alarm pabrik dan membongkarnya. Kami terus menyelidiki masalah ini dan opsi mekanik untuk membuka kunci kendaraan.”

Rolf mengatakan bahwa koneksi satelit mungkin telah diputus secara sengaja atau tidak sengaja, tetapi sejauh ini, hanya ada spekulasi. Porsche belum memberikan penjelasan mengenai masalah ini, dan belum ada kelompok peretas yang mengaku bertanggung jawab atas pemadaman massal tersebut.

Sambil menunggu jawaban yang mungkin tidak akan pernah datang, pemilik Porsche terpaksa mencari solusi di luar jalur resmi. Beberapa melaporkan bahwa membongkar VTS sepenuhnya menghidupkan kembali mobil mereka, sementara yang lain mengatakan bahwa mereset unit dengan melepaskan baterai selama sepuluh jam atau lebih berhasil. (yn)

‘Nabi Nuh’ dari Ghana Membangun Bahtera Kayu untuk Menyelamatkan Umat Manusia dari Banjir Besar yang Akan Datang

EtIndonesia. Ebo Noah, seorang pria yang mengaku nabi dari Ghana, Afrika Barat, sedang membangun bahtera raksasa untuk menyelamatkan umat manusia dari banjir besar yang akan segera terjadi pada tanggal 25 Desember.

Bagi sebagian besar dunia Kristen, tanggal 25 Desember adalah waktu perayaan yang penuh sukacita, tetapi menurut seorang yang mengaku diri nabi dari Ghana, tahun ini, tanggal tersebut menandai awal dari banjir selama tiga tahun yang akan menutupi Bumi dengan lautan yang tak berujung. Satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan menaiki salah satu bahtera kayu yang telah dipilihkan Tuhan untuk dibangunnya.

Ebo Noah, yang dikenal secara online dengan banyak nama lain, termasuk Ebo Jesus dan Igbo Noah, adalah sosok kontroversial dan misterius yang mengklaim telah dipilih oleh Tuhan untuk mengambil alih peran Nuh dan sekali lagi menyelamatkan umat manusia dan semua spesies hewan lainnya dari banjir besar yang akan terjadi pada Natal ini.

Tidak banyak orang yang benar-benar tahu tentang Nuh modern ini, termasuk informasi dasar seperti nama asli dan lokasinya, tetapi dia telah mendapatkan banyak pengikut di media sosial. Klip dirinya mengenakan pakaian compang-camping dan membaca buku, atau memeriksa bahtera kayunya, telah beredar online selama berbulan-bulan, tetapi minat orang-orang semakin meningkat menjelang Natal.

Nuh dari Ghana ini telah berkhotbah tentang banjir besar yang akan datang sejak Agustus, mengklaim bahwa dia telah diperintahkan oleh Tuhan untuk membangun hingga sepuluh bahtera. Menurut beberapa sumber, bahteranya dapat menampung beberapa ribu orang, sementara beberapa mengatakan bahwa bahtera tersebut dapat menampung hingga 600 juta orang, yang terdengar agak berlebihan.

Seperti yang dapat Anda bayangkan, Ebo Noah telah menghadapi banyak ejekan di media sosial, termasuk dari orang-orang yang bertanya apakah bahteranya memiliki Wi-Fi, atau apakah penumpang dapat menggunakan Cash App di dalamnya, tetapi dia tampaknya menerima semuanya dengan cukup baik, mengatakan bahwa Nuh sendiri pernah ditertawakan, yang tidak menghalanginya dari misinya.

Pada suatu saat, Noah mengklaim bahwa hewan-hewan seperti kambing dan burung mulai berdatangan “atas perintah ilahi” ke lokasi tempat dia membangun bahtera, meskipun tidak ada yang mengkonfirmasi klaim ini. Bahtera-bahtera itu sendiri tampak seperti perahu kayu yang hampir tidak mampu menampung beberapa lusin orang, apalagi ratusan juta orang, serta hewan.

Ebo Noah memiliki ratusan ribu pengikut di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram, tetapi beberapa orang mempertanyakan keberadaannya. Tidak ada media arus utama Ghana yang mampu menemukannya, dan bahkan lokasi bahtera pun tidak jelas. Beberapa orang percaya bahwa dia adalah produk AI, meskipun video yang menggambarkannya terlihat sangat realistis.

Tanpa cara untuk mengkonfirmasi identitas Ebo Noah atau khotbahnya, yang dapat kita lakukan hanyalah menunggu hari pertama Natal. (yn)