Trump Dorong Perdamaian Afrika Timur, Luncurkan Reformasi Kesehatan Global

EtIndonesia. Pada Kamis (4/12/2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyaksikan Republik Demokratik Kongo dan Rwanda menandatangani sebuah perjanjian perdamaian penting. Trump memuji para pemimpin kedua negara karena menunjukkan “keberanian” dengan harapan mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di timur Kongo, sekaligus membuka jalan bagi pemerintah dan perusahaan Amerika untuk memperoleh akses ke mineral penting di wilayah tersebut. Berikut laporan wartawan NTD Zhang Liang.

Wartawan:  “Pada Kamis, dalam upacara penandatanganan perjanjian perdamaian internasional itu, Presiden Trump tiba-tiba menyebut Presiden FIFA Gianni Infantino yang berada di antara hadirin, dan menyebutnya sebagai pemimpin besar di dunia olahraga. 

Trump juga bercanda dengan menyebut tempat pengundian Piala Dunia yang  berlangsung pada Jumat (5 Desember) sebagai ‘Trump Kennedy Center’, alih-alih ‘Kennedy Center’, yang membuat seluruh ruangan tertawa. Ia mengatakan bahwa penjualan tiket Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko telah memecahkan rekor.”

“Kami telah menjual lebih banyak tiket dibanding negara mana pun di dunia. Kami sudah memecahkan semua rekor, dan yang lain masih belum bisa menyamai kami. Kalian akan punya acara besar pada Jumat di ‘Trump Kennedy Center’—oh, maaf—Kennedy Center. Sampai jumpa di sana,” kata Trump. 

FIFA sebelumnya juga menyatakan bahwa hampir dua juta tiket telah terjual.

Pada hari yang sama, pemerintahan Trump meluncurkan paket pertama “Perjanjian Kesehatan Global Amerika First”, yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Presiden Kenya William Ruto. Nilai perjanjian ini mencapai 2,5 miliar dolar AS.

“Jika tujuan kita adalah membantu sebuah negara, maka bantu negara itu secara langsung. Jangan membantu organisasi non-pemerintah untuk mencari peluang bisnis baru di sana. Jadi kami sekarang ingin mengubah pola lama itu. Kami tidak akan melakukan hal tersebut lagi,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. (hui/asr)

Laporan oleh wartawan NTD Zhang Liang dan Yixin dari Amerika Serikat.

Setiap Orang Pernah Mengalami Malam yang Tak Bisa Terlelap

EtIndonesia. Setiap orang pasti pernah mengalami malam yang sulit tidur.Bukan karena tidak ingin tidur,  tetapi karena terlalu banyak belenggu, terlalu banyak yang tak mampu dilepaskan. Bukan karena tidak lelah, melainkan karena ada terlalu banyak beban dan alasan yang membuat hati terasa berat.

Jangan terus-menerus terpaku pada satu hal yang membuatmu tersiksa.

Semakin lama kamu terjebak di sana, kamu akan resah,akan sakit, akan jenuh, akan lelah, akan patah semangat, bahkan hancur hati.

Pada akhirnya——  Kamu bukan sedang melawan masalah itu,  tapi sedang melukai dirimu sendiri.

Seaneh apa pun situasinya, kamu harus belajar melepaskan diri dan mundur.

Tentang Orang dan Perasaan

Ada hal yang semakin dipahami justru menguras energi; ada orang yang semakin dimengerti justru membuat hati sakit.

 Ada kata-kata yang tak perlu dijelaskan—biarkan menjadi rahasia; ada orang yang tak perlu diungkapkan kebenarannya—biarkan berlalu begitu saja.

Setiap orang punya cara berpikir dan menilai sendiri. Tidak perlu selalu merasa tidak puas.


Daripada mengungkit kesalahan seseorang, lebih baik mengingat kebaikannya—setidaknya meninggalkan hal indah; daripada mengingat keburukannya, lebih baik memikirkan kebaikannya—setidaknya membuat hati lebih tenang.

Tentang Hidup

Sejenius apa pun dirimu, kamu takkan mengerti semua hal; sebijak apa pun dirimu, kamu takkan memahami semua orang; selapang apa pun hatimu, hidup tetap punya masalah;  sesederhana apa pun dirimu, kamu tetap punya keinginan.

Mana ada hidup yang selalu mulus, mana ada hari yang selalu sesuai harapan.

Banyak hal di luar kendali kita. Banyak orang tak sesuai ekspektasi kita.

Karena kita baik, kita memilih memaafkan; karena kita punya tanggung jawab, kita memilih menanggungnya; karena kita peduli, kita bersedia mengalah; karena kita belajar melepaskan, kita menjadi bahagia; karena kita belajar merendahkan hati, kita merasakan kedamaian.

Mulai Sekarang

Makanlah dengan baik, tidurlah dengan cukup, carilah uang dengan sungguh-sungguh, dan nikmatilah dengan layak.

Jangan marah karena orang yang tidak layak, jangan tak bisa tidur karena hal yang tidak penting.

Kalau kamu masih hidup, hiduplah dengan sungguh-sungguh. Setiap menit, hiduplah untuk dirimu sendiri! (jhn/yn)

Sebagai Manusia, Kita Harus Dapat Dipercaya

EtIndonesia. Dalam hidup, kita semua pasti pernah bertemu orang yang tidak bisa diandalkan:
omong besar, tapi tindakan nol; dapat tugas sedikit saja, kita langsung was-was apakah dia akan lupa atau malah mengacaukannya.

 1. Perkataan dan Perbuatan Harus Selaras

Orang yang “kredibel” adalah orang yang bisa kita sandarkan, bisa dipercaya, dan tidak membuat orang di sekitarnya cemas. Berada bersama orang seperti ini membuat kerja sama lebih menyenangkan, berteman pun terasa aman.

Seseorang itu dapat dipercaya atau tidak bukan dilihat dari mulutnya, tetapi dari tindakannya.
Banyak orang bicara seolah sangat meyakinkan, tapi justru merekalah yang paling sering ingkar.

Orang yang benar-benar dapat dipercaya:

  • ucapannya selaras dengan tindakannya,
  • berkata apa adanya,
  • dan benar-benar melakukan apa yang dia janjikan.

Mereka punya eksekusi kuat, tidak bertele-tele, dan mampu menyelesaikan hal yang mereka mulai. Jika berjanji, mereka akan menepati.  Jika diberi tugas, mereka akan bertanggung jawab sampai selesai.

Itulah makna sebenarnya dari “layak dipercaya”: tindakan lebih penting daripada kata-kata.

2. Berjiwa Terang dan Jujur

Orang yang benar-benar dapat dipercaya adalah orang yang bersih hati, terbuka, dan berani hidup secara terang.

Mereka:

  • menuntut diri sendiri dengan disiplin,
  • tidak suka menyebar gosip,
  • tidak bermuka dua,
  • dan tidak menyakiti orang lain diam-diam.

Mereka berjalan lurus, bekerja jujur, dan hidup dengan hati yang tenang. Orang seperti ini selalu membuat orang lain nyaman—baik berteman, bekerja, maupun bersosialisasi.

Sifat jujur dan terbuka adalah kartu nama terbaik seseorang. Itu adalah reputasi yang tidak bisa dibeli, tetapi dibangun lewat sikap sehari-hari.

Sebaliknya, orang yang penuh perhitungan, suka mengambil keuntungan kecil, atau diam-diam merugikan orang lain, tidak mungkin disebut “layak dipercaya”.

Untuk menjadi pribadi yang membuat orang merasa aman, kita harus:

  • tidak menyimpan tipu daya,
  • tidak menggulung rencana licik dalam hati,
  • tetapi menjalani hidup secara jujur, terbuka, dan tanpa beban.

Hanya orang yang hidup dengan hati lapang yang bisa hidup dengan hati tentram.

3. Selalu Bersiap Sebelum Masalah Datang

Orang yang dapat dipercaya selalu punya prinsip: “Sebelum hujan turun, payung sudah siap.”

Mereka bekerja dengan:

  • persiapan yang matang,
  • perhatian pada detail,
  • dan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan buruk.

Mereka tidak bekerja asal-asalan. Mereka memikirkan skenario cadangan, dan menyiapkan solusi jika terjadi kejadian di luar dugaan.

Karena itu, tugas apa pun jika dikerjakan oleh orang seperti ini, membuat kita seratus persen tenang. Mereka mengerjakannya sampai tuntas, bukan setengah jalan lalu menghilang.

Sikap ini bukan hanya membuat orang lain percaya, tetapi merupakan fondasi karakter yang membuat hidup seseorang jauh lebih stabil.

Dalam apa pun yang kita lakukan—bekerja, mengambil keputusan, atau merencanakan masa depan—persiapan adalah bagian dari tanggung jawab.

Kesiapan membuat kita kuat menghadapi hal yang tak terduga. Dan itulah ciri orang yang benar-benar layak dipercaya.

Penutup: Pujian Tertinggi untuk Seseorang

Di dunia yang semakin cepat, penuh kecemasan dan persaingan, memiliki teman atau rekan yang dapat dipercaya adalah sebuah kebahagiaan besar.

Dan menjadi pribadi seperti itu adalah kehormatan.

Seseorang boleh pintar, boleh menarik, boleh berbakat— tetapi dalam relasi manusia, hanya ada satu pujian yang paling tinggi nilainya: —Dia itu orang yang dapat dipercaya. (jhn/yn)

Kapal Tanker Rusia Kairos yang Rusak Akibat Serangan Drone Terombang Ambing di Dekat Bulgaria dan Meminta Bantuan

EtIndonesia. Kapal tanker minyak armada bayangan Rusia, Kairos, yang kemungkinan terkena serangan drone Ukraina di dekat Turki, telah terombang ambing di dekat Bulgaria dan membutuhkan bantuan, menurut Bloomberg.

Kapal tanker Kairos, yang diserang pada 28 November, kini berada di bawah pengawasan ketat Badan Administrasi Maritim Bulgaria (MAA) dan angkatan laut serta kepolisian karena kondisi laut yang buruk.

Tidak ada kargo di dalamnya. MAA mengatakan kapal tersebut gagal merespons permintaan komunikasi saat memasuki perairan Bulgaria. Kemudian, MAA mengirimkan permintaan untuk mengevakuasi 10 orang.

Pihak Turki merilis gambar yang menunjukkan kebakaran besar pada saat tabrakan, kemungkinan disebabkan oleh bahan bakar mesin.

Operasi penyelamatan saat ini tidak memungkinkan karena kondisi cuaca buruk, catat MAA.

“Layanan terus berupaya memberikan bantuan dan memastikan keselamatan,” kata Badan Administrasi Maritim Bulgaria.

Dua kapal tunda juga telah sepenuhnya siap untuk bergabung dalam operasi tersebut.

Serangan drone terhadap tanker ‘armada bayangan’ Rusia

RBC-Ukraina, mengutip sumber dari Dinas Keamanan Ukraina (SBU), sebelumnya melaporkan bahwa dua tanker dari “armada bayangan” Rusia – Kairos dan Virat – diserang oleh drone SBU Sea Baby yang dilengkapi hulu ledak yang ditingkatkan.

Ini merupakan operasi gabungan antara Direktorat Kontra Intelijen Militer ke-13 SBU dan Angkatan Laut Ukraina.

Sebelumnya, ledakan dilaporkan terjadi pada dua tanker milik “armada bayangan” Rusia di Laut Hitam dekat Selat Bosporus, yang menyebabkan kebakaran pada kapal-kapal tersebut.

Mengenai Kairos sepanjang 274 meter, Kementerian Perhubungan Turki mengklarifikasi bahwa ledakan dan kebakaran terjadi di atas kapal saat berlayar dari Mesir ke pelabuhan Novorossiysk di Rusia. Insiden tersebut terjadi 28 mil laut di lepas pantai Turki.

Kapal tanker lainnya, Virat, rusak akibat ledakan sekitar 35 mil laut di lepas pantai Turki, sedikit lebih jauh ke timur di Laut Hitam.(yn)

Bersikap Tulus kepada Sesama

EtIndonesia. Tulus berarti hati yang benar-benar jujur dan apa adanya. Secara logika, aku paham apa itu ketulusan; tapi ketika aku mencoba memahaminya dengan hati, aku kembali bingung.

Aku pun bertanya pada alam:“Apa itu ketulusan?”

Matahari berkata: Ketulusan adalah memberi kehangatan saat orang lain sedang kedinginan.

Bulan berkata: Ketulusan adalah diam mendengarkan ketika seseorang sedang curhat.

Bintang berkata: Ketulusan adalah memberi arah ketika seseorang tersesat.

Bunga berkata: Ketulusan adalah membuka tangan lebar-lebar ketika seseorang mengetuk pintu hatimu.

Pohon besar berkata: Ketulusan adalah menjadi pelindung ketika badai datang.

Burung berkata: Ketulusan adalah menyanyikan lagu terindah ketika seseorang sedang bersedih.

Bumi berkata: Ketulusan adalah menghargai setiap tetes anugerah yang diberikan langit.

Aku mulai sedikit mengerti.

Lalu aku bertanya pada orang-orang di sekitarku:

Kakek berkata:  Ketulusan adalah memegang tangan seorang lansia ketika ia menyeberang jalan.

Nenek berkata:  Ketulusan adalah mengangkat seorang anak kecil ketika ia jatuh.

Ayah berkata: Ketulusan adalah mendorong kereta orang lain ketika ia kewalahan.

Ibu berkata: Ketulusan adalah menarik temanmu kembali ketika ia hampir tersesat dalam hidup.

Saat itu, aku merasa aku benar-benar mulai memahami.

Ketulusan Bukan Kata-kata—Dia Ada dalam Setiap Tindakan Kecil

  • Ketulusan bukan hanya ucapan; dia adalah tindakan. Dia tersebar di dalam jutaan gerakan kecil yang kita lakukan tanpa disadari.
    – Ketulusan adalah rumah yang dibangun keluarga untukmu.
    – Ketulusan adalah tangan yang selalu terulur dari seorang sahabat.
    – Ketulusan adalah hati yang diberikan penuh oleh kekasih.

Hanya orang yang memiliki ketulusan di dalam hatinya  yang mampu melihat ketulusan orang lain.

Dengan ketulusan:

  • Matahari terasa lebih hangat,
  • bulan lebih indah,
  • bintang lebih gemerlap,
  • bunga lebih berwarna,
  • pohon lebih kokoh,
  • lagu lebih merdu,
  • bumi lebih subur,
  • keluarga lebih hangat,
  • persahabatan lebih murni,
  • cinta lebih manis,
  • dan dunia terasa jauh lebih indah.

Ketulusan Merupakan Sebentuk Kebijaksanaan

Ketulusan memancarkan cahaya yang kadang lebih memikat daripada kecerdasan. Ada banyak hal yang tidak bisa kita dapatkan dengan strategi dan kecerdasan, tapi bisa kita capai dengan ketulusan—dengan sangat mudah.

Bersikap tulus bukan untuk memancing ketulusan orang lain. Jika tujuan kita adalah mendapatkan balasan, itu sudah bukan ketulusan—itu transaksi.

Ketulusan itu bening seperti kristal—tidak boleh ada kepentingan tersembunyi.

Ketulusan vs. Kepura-puraan

Kadang ketulusan membuat kita rugi. Tetapi hati kita akan tetap tenang.

Kepura-puraan kadang membuat kita untung. Tetapi hati kita tidak akan pernah benar-benar damai.

Ketulusan tidak perlu banyak penjelasan. Jika seseorang memahami ketulusanmu, kamu tidak perlu berkata apa-apa. Jika seseorang tidak bisa memahami ketulusanmu, penjelasan justru akan membuat keadaan semakin buruk.

Kadang kita tertipu—  tetapi itu bukan alasan untuk berhenti tulus.

Itu hanya cara hidup memberi tahu kita: “Beginilah rasanya ketidak-tulusan.”

Bukan untuk membuat kita berhenti bersikap tulus, melainkan agar kita lebih bijak.

Pegang dua prinsip:

  1. Jangan mudah memercayai orang yang tidak layak dipercaya.
  2. Jangan mudah tertipu, tetaplah berhati-hati.

Dengan dua hal itu, kita bisa hidup dengan tegak.

Ketulusan Adalah Kejernihan Hati

Ketulusan yang abadi hanya akan dibalas dengan sedikit kepura-puraan.  Kepura-puraan yang abadi hanya akan dibalas dengan sekelumit ketulusan.

Jadilah orang yang tulus—hidupmu akan terasa lebih ringan. Orang yang penuh kepura-puraan akan selalu merasa lelah secara mental.

Ketulusan membuatmu diselimuti atmosfer yang menenangkan; kepura-puraan membuatmu ditutupi rasa gelisah yang tak pernah selesai.

Ketulusan seperti sebuah danau yang tenang— jernih, lembut, dan indah.

Kadang dia tersentuh lumpur dan pasir— tetapi dengan sendirinya ia kembali jernih. Dia tetap cantik, tetap murni, tetap memantulkan cahaya.

Mari Selalu Menjaga dan Merawat Ketulusan Itu

Karena dunia ini—di balik kerasnya kehidupan— selalu menyimpan ruang paling lembut bagi hati yang tulus. (jhn/yn)

Dikonfrontasi Jurnalis Ukraina, Putri ‘Rahasia’ Putin Meminta Maaf Atas Perang yang Dilakukan Ayahnya

EtIndonesia. Luiza Rozova, yang secara luas diyakini sebagai putri rahasia Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah meminta maaf atas perang yang dilakukan ayahnya di Ukraina. Permintaan maafnya ini disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang jurnalis Ukraina di jalanan Paris.

“Saya sungguh menyesal hal ini terjadi. Sayangnya, saya tidak bertanggung jawab atas situasi ini,” katanya, menurut The NY Post, ketika jurnalis Dmytro Sviatnenko menghentikannya dan meminta pertanggungjawaban ayahnya atas kematian saudaranya, Volodymyr. Dia dilaporkan tewas dalam serangan udara Rusia bulan lalu.

“Tiga minggu yang lalu, ayahmu membunuh saudaraku. Katakan sesuatu! Apakah kamu mendukung kebijakannya?” tanyanya, menambahkan bagaimana dia bisa tinggal di Eropa meskipun Putin terkenal bermusuhan terhadap Barat.

Luiza berulang kali memprotes difilmkan dan berusaha melindungi privasinya.

“Saya tidak memberimu izin untuk merekam saya,” katanya, sambil menutup mulutnya dengan masker.

Wartawan itu juga menyoroti penderitaan yang sedang berlangsung di Ukraina dan bertanya apakah dia mendukung tindakan ayahnya.

“Begini, Kyiv saat ini sedang tanpa listrik, dan ada peringatan serangan udara. Kami juga tidak memberikan izin untuk ini. Bagaimana perasaanmu tentang kebijakan ayahmu?” tanyanya.

Wartawan itu juga mendesaknya untuk berbicara dengan ayahnya dan mengakhiri perang.

“Yah, dia ayahmu. Setidaknya, kamu bisa meneleponnya sekarang dan berkata, ‘Ayah, hentikan pengeboman Kyiv,'” katanya, mengundangnya untuk mengunjungi Ukraina dan melihat kehancurannya.

“Kamu bisa datang ke Kyiv dan bekerja lebih baik daripada sistem pertahanan udara Patriot mana pun dan mengakhiri ‘kekacauan’ di negara ini,” katanya.

Luiza meminta maaf, mengatakan dia tidak memiliki wewenang dalam masalah ini dan tidak bisa membantu.

Siapakah Luiza Rozova?

Luiza dikabarkan adalah putri Putin dan mantan petugas kebersihan yang menjadi multijutawan, Svetlana Krivonogikh. Dia dilaporkan bekerja sebagai DJ di Paris.

Akta kelahiran Rozova tidak mencantumkan nama ayahnya, tetapi nama patronimiknya “Vladimirovna” menunjukkan adanya hubungan dengan Presiden Rusia.

Pada tahun 2020, sebuah media independen, Proekt, melaporkan bahwa putri Svetlana memiliki “kemiripan yang luar biasa” dengan Putin. Namun, Kremlin menepis rumor tersebut, menyebutnya “tidak berdasar dan tidak meyakinkan”. (yn)

Lampu Pohon Natal Rockefeller Center Menyala di New York : 50.000 Lampu Menerangi Malam Musim Dingin

Upacara Natal paling ikonik di New York, yaitu penyalaan pohon Natal Rockefeller Center, digelar pada Rabu  (3/12/2025) malam. Mari kita ikuti laporan wartawan NTD.

EtIndonesia. Diiringi hitungan mundur para penonton, pohon Natal Rockefeller tiba-tiba menyala terang. Lampu warna-warni menerangi seluruh plaza, disambut sorak-sorai pengunjung.

Wisatawan dari Italia:  “Upacara penyalaan Rockefeller sangat spektakuler!”

Wisatawan dari Jepang:  “Sangat luar biasa, kami menunggu selama 4 jam.”

Pengunjung:  “Saya merekomendasikan semua orang datang. Sangat seru, apalagi datang bersama teman atau dalam rombongan.”

Wartawan:  “Tahun ini, pohon Natal Rockefeller memiliki tinggi sekitar 23 meter, dihiasi lebih dari 50 ribu lampu LED berwarna. Di puncaknya, terdapat bintang kristal Swarovski seberat sekitar 408 kilogram (900 pon), yang untuk pertama kalinya bersinar tahun ini.”

Pengunjung:  “Sangat dingin, tapi sepadan.”

Wisatawan dari Italia:  “Cuacanya sangat dingin.”

Pengunjung:  “Tangan saya beku, tapi kegembiraan melihat penyalaan pohon membuat kami bertahan. Sangat sepadan.”

Wisatawan dari Korea:  “Sebelum penyalaan, saya benar-benar sangat kedinginan dan ingin pulang. Tapi sekarang saya bangga pada diri saya sendiri. Luar biasa!”

Pengunjung:  “Kami memakai banyak lapisan pakaian, datang lebih awal, dan segera ikut antre!”

Pengunjung lain:  “Di luar sangat banyak orang tidak bisa masuk. Mereka sama antusiasnya. Kami senang berhasil masuk dan bisa menyaksikan dengan dekat. Sangat beruntung.”

Pengunjung:  “Kami beruntung, karena sudah reservasi di restoran di seberang. Kami menunggu 4 jam di dalam restoran, jadi saat ke lokasi penyalaan hanya menunggu beberapa menit.”

Pengunjung lain:  “Kami tiba sekitar 4 jam lebih awal, melewati kerumunan, dan berhasil masuk untuk melihat pohon Natal.”

Tahun ini, pohon Natal berasal dari sebuah rumah di pinggiran Albany, New York. Tingginya sekitar 23 meter, diameter 13,7 meter, dan berat sekitar 9.979 kilogram (11 ton). Proses pengirimannya setiap tahun merupakan pekerjaan besar.

Wisatawan dari Italia:  “(Bahasa Italia) Selamat Natal!”

Pengunjung:  “Selamat Natal!”

Pengunjung lain:  “(Bahasa Spanyol) Selamat Natal!”

Wisatawan dari Korea:  “(Bahasa Korea) Selamat Natal!”

Pengunjung:  “Selamat Hari Raya!”

Pohon Natal ini akan menyala setiap hari dari pukul 05.00 pagi hingga tengah malam. Pada malam Natal, lampu akan tetap menyala sepanjang malam, dan pada malam Tahun Baru menyala hingga pukul 21.00. (hui/asr)

Laporan wartawan NTD Xia Wenyue dan Shang Jing dari New York.

Kelemahan Manusia

EtIndonesia. Jika kamu benar-benar tulus tertarik pada orang lain, hanya dalam dua bulan kamu bisa mendapatkan lebih banyak teman dibandingkan seseorang yang dua tahun penuh hanya sibuk mengharapkan orang lain tertarik padanya.

Bayangkan saat kamu berjalan di jalanan, tiba-tiba seekor anjing yang tidak kamu kenal mendekat—mengibas ekor dengan penuh kegembiraan. Ketika kamu menepuknya, dia bahkan hampir meloncat karena terlalu senang, seolah-olah dia benar-benar menyukaimu.

Dan kamu tahu dengan pasti, dia tidak mengincar hartamu, tidak ingin pinjaman uang, dan tidak mau “menikah” denganmu. Dia hanya menunjukkan rasa suka—tanpa syarat.

Pernahkah kamu berpikir: anjing adalah satu-satunya hewan yang tidak perlu bekerja demi makanannya?

Ayam harus bertelur. Sapi harus memberi susu. Burung kakaktua harus bisa “bernyanyi”.  Namun anjing—cukup memberikan kesetiaan dan kasih sayang, dan itu sudah cukup untuk mendapatkan makanannya.

Pelajaran dari Seekor Anak Anjing

Waktu aku berusia lima tahun, ayah membelikan seekor anak anjing berwarna kuning bernama Tibi. Dia menjadikan masa kecilku luar biasa bahagia.

Setiap sore pukul setengah lima, dia duduk di lorong rumah, matanya menatap ke arah pintu. Begitu mendengar langkah kakiku, dia langsung berlari, menyalak riang, dan melompat seakan dunia ini milik kami berdua.

Tibi tentu saja tidak pernah membaca buku psikologi— tapi secara naluri dia tahu: Membuat orang tertarik padamu dimulai dari kamu yang terlebih dulu tulus tertarik pada mereka.

Itulah sebabnya, jika kamu benar-benar tulus peduli pada orang lain, hanya dalam dua bulan kamu bisa memiliki lebih banyak teman daripada orang yang dua tahun mencoba membuat orang lain peduli padanya.

Sayangnya, banyak sekali orang yang seumur hidupnya terjebak pada pola pikir yang salah:  selalu ingin orang lain tertarik pada dirinya, bukan sebaliknya.

“Saya” adalah Kata yang Paling Sering Muncul

Perusahaan telepon New York pernah melakukan survei menarik: kata apa yang paling sering diucapkan dalam percakapan telepon?

Hasilnya mengejutkan— dari 500 percakapan, kata “saya” muncul 3.950 kali.

Betapa kuatnya keinginan manusia untuk menjadikan dirinya pusat percakapan.

Rahasia Kesuksesan Pesulap Legendaris Waterson

Waterson, pesulap yang menaklukkan lebih dari 60 juta penonton selama 40 tahun kariernya, sebenarnya tidak pernah sekolah satu hari pun.  Dia belajar membaca dari papan tanda kereta api.

Ketika aku bertanya apa rahasia suksesnya, dia berkata:

  1. Dia bisa menunjukkan kepribadiannya dengan sangat kuat di panggung.
  2. Dia sangat paham sifat manusia: setiap orang ingin merasa dirinya penting dan diperhatikan.

Dia berkata: “Banyak pesulap melihat penonton dan berkata dalam hati: ‘Lihat mereka, mudah sekali ditipu.’ Tapi sebelum naik panggung, aku selalu berkata pada diriku sendiri: ‘Aku berterima kasih pada semua orang yang datang. Mereka memberiku hidup dan pekerjaanku. Karena itu aku harus memberikan yang terbaik untuk mereka.’”

Percaya atau tidak, itulah alasan ia menjadi pesulap paling dicintai sepanjang sejarah.

Harvard: Seorang Rektor yang Mau Duduk dan Mendengarkan

Dr. Charles Eliot, rektor Harvard yang terkenal itu, juga memiliki sifat yang sama—  dia tulus tertarik pada orang lain.

Suatu hari seorang mahasiswa bernama Cranton datang memohon pinjaman pendidikan.

Permohonannya disetujui, dan ketika Cranton hendak pergi, sang rektor berkata: “Punya waktu sebentar? Duduk dulu.”

Lalu Cranton mendengar hal yang sama sekali tidak dia sangka: “Aku dengar kamu memasak sendiri di kamar asrama?  Aku juga begitu waktu kuliah. Aku sering membuat bakso sapi ala Cina. Kamu pernah coba? Kalau dimasak pelan-pelan, itu makanan paling enak di dunia.”

Kemudian dia membahas cara memilih daging, cara memotong, cara menyimpan, bahkan apa yang harus dimakan agar tubuh kuat.

Siapa yang tidak akan menyukai orang seperti ini?

Kisah “Perangko Kecil” yang Mengubah Segalanya

Charles, seorang pegawai bank, ditugaskan mengumpulkan data rahasia tentang satu perusahaan. Dia hanya tahu ketua direkturnya yang memegang kunci informasi.

Dia datang, tapi ketua direktur itu menolak memberinya data.

Sebelum pergi, Charles mendengar sekretaris berkata: “Tidak ada perangko untuk hari ini.”

Ketua direktur menjawab :  “Ah, saya mengumpulkan perangko untuk anak saya.”

Keesokan harinya, Charles kembali—membawa sekotak perangko untuk anak bos.

Ketua direktur langsung berseri-seri:  “Wah! Bahkan calon anggota kongres pun tidak seantusias ini!”

Selama satu jam mereka membahas perangko. Tanpa diminta, ketua direktur memberikan seluruh data, laporan, dokumen, dan bahkan membantu menelpon orang lain untuk melengkapi informasi!

Charles pulang dengan membawa data lengkap.

Seperti kata pepatah wartawan:  “Ini baru namanya panen besar.”

Apa yang dia lakukan bukanlah trik baru. 

Dua ribu tahun sebelumnya, penyair Romawi Silas sudah berkata: “Jika kamu tertarik pada orang lain, di saat itulah mereka tertarik padamu.”

Jika kamu ingin orang lain menyukaimu, maka ingatlah satu prinsip emas dalam hidup: Tunjukkan ketertarikan yang tulus pada orang lain.

Itu adalah kunci dari semua hubungan.

Ingatlah Nama Orang Lain

Mengapa Mengingat Nama Orang Lain Begitu Penting?

Mengingat nama seseorang—dan mampu memanggilnya dengan mudah— adalah bentuk pujian paling halus dan paling efektif yang bisa diberikan kepada siapa pun.

Jim Farley tidak pernah mengenyam pendidikan menengah. Namun sebelum berusia 46 tahun, empat perguruan tinggi telah memberinya gelar kehormatan, dan dia menjadi Ketua Komite Nasional Partai Demokrat serta menjabat sebagai Kepala Dinas Pos Amerika Serikat.

Apa rahasia kesuksesannya?

Ternyata dia memiliki kemampuan luar biasa dalam mengingat nama orang.

Ketika aku mewawancarainya, aku bertanya: “Benarkah Anda bisa mengingat sepuluh ribu nama?”

Dia tersenyum dan menjawab: “Tidak, kamu salah. Aku bisa mengingat lima puluh ribu nama.”

Dia belajar kemampuan itu saat bekerja menjual gipsum.

Metodenya sangat sederhana:

  • setiap kali bertemu seseorang, dia menanyakan nama lengkapnya,
  • berapa anggota keluarganya,
  • apa pekerjaannya,
  • dan di mana dia tinggal.

Semua itu dia hafal dengan sungguh-sungguh. 

Satu tahun kemudian, dia masih bisa menepuk bahu orang itu dan bertanya: “Bagaimana istrimu? Anaknya sehat?”

Tak heran begitu banyak orang menjadi pendukungnya.

Seni “Memanggil Nama” yang Memenangkan Pemilu

Saat Roosevelt mencalonkan diri sebagai presiden, Farley setiap hari menulis ratusan surat kepada orang-orang yang dia kenal di negara bagian barat dan barat laut.

Lalu dia naik kereta, berkeliling 19 hari, menempuh lebih dari 12.000 mil. Di setiap kota, dia makan bersama kenalan-kenalannya, mendengarkan mereka, masuk ke dalam kehidupan mereka. Setelah itu, dia pindah ke kota berikutnya.

Hasilnya?

Roosevelt menang telak dan masuk ke Gedung Putih.

Farley kemudian berkata: “Mengingat nama orang lalu memanggilnya dengan cara yang hangat adalah pujian paling manis yang bisa diterima seseorang. Aku sejak lama sadar bahwa nama adalah hal yang paling berharga bagi setiap manusia.”

Itulah rahasia kenapa dia begitu disukai, sehingga akhirnya menjadi Kepala Dinas Pos.

Manusia Sangat Menghargai Namanya

Banyak orang berusaha—dengan segala cara—membuat nama mereka abadi. Dua ratus tahun lalu, orang kaya membayar penulis untuk membuat biografi mereka supaya nama mereka dikenang.

Kini, hampir semua gereja menggunakan kaca patri indah untuk mengabadikan nama para donatur.

Tidak diragukan lagi, seseorang akan selalu lebih peduli pada namanya sendiri, jauh lebih besar dibanding semua nama lain di dunia.

Carnegie dan “Nama Anak Kelinci”

Andrew Carnegie sudah memahami hal ini sejak kecil. 

Ketika dia menangkap satu induk kelinci tapi tidak punya makanan untuknya, dia menemukan ide cemerlang: “Siapa pun yang membawa makanan untuk kelinci ini,  akan aku jadikan nama kalian sebagai nama kelincinya.”

Anak-anak sekitar pun berbondong-bondong datang membawa makanan. Strategi itu sangat berhasil, dan Carnegie tidak pernah melupakannya.

Bertahun kemudian, saat Carnegie bersaing dengan George Pullman dalam bisnis kereta tidur, dia kembali menggunakan prinsip yang sama—menjunjung tinggi nama orang lain.

Dua Perusahaan Besar dan Satu Nama yang Menentukan Sejarah

Perusahaan Carnegie dan Pullman bersaing keras hingga membuat bisnis mereka sama-sama rugi.

Suatu malam di New York, mereka bertemu di hotel.

Carnegie berkata: “Sudahlah, Tuan Pullman, kalau kita terus bersaing begini, bukankah justru mempermalukan diri sendiri?”

Pullman bertanya apa maksudnya, dan Carnegie mengusulkan solusi besar: menggabungkan perusahaan.

Pullman mendengarkan dengan saksama namun masih ragu.

Sampai akhirnya dia bertanya: “Kalau digabung, perusahaan baru ini akan bernama apa?”

Tanpa ragu Carnegie menjawab: “Tentu saja: Pullman Palace Car Company.”

Wajah Pullman langsung berubah cerah: “Silakan ke kamar saya, kita bahas lebih lanjut.”

Dan malam itu, sejarah industri kereta Amerika berubah selamanya.

Jika Kita Tak Menghargai Nama Orang Lain, Siapa Akan Menghargai Nama Kita?

Jika suatu hari kamu melupakan semua nama orang, maka orang pun akan cepat melupakanmu.

Nama adalah suara paling manis, paling penting,  di seluruh dunia bagi seseorang.

Menjadi Pendengar yang Baik

Seseorang yang berbicara denganmu selalu lebih tertarik pada:

  • kebutuhannya sendiri,
  • masalahnya sendiri, dibandingkan kebutuhan dan masalahmu.

Baru-baru ini aku menghadiri sebuah acara bermain bridge. Seorang wanita pirang mendengar bahwa aku pernah lama tinggal di Eropa.

Saat istirahat, ia mendekat dan bertanya: “Pak Carnegie, ceritakan tentang Eropa dong. Pasti banyak tempat indah dan pemandangan menakjubkan di sana.”

Ketika kami duduk, fia mulai bercerita bahwa dia baru kembali dari Afrika bersama suaminya.

Aku berseru: “Wah, Afrika! Tempat itu sangat menarik. Aku selalu ingin pergi, tapi belum pernah kesampaian. Kamu pasti beruntung sekali! Bisa ceritakan padaku seperti apa di sana?”

Lalu 45 menit berlalu.

Dia tidak lagi bertanya apa pun tentang perjalananku. Dia tidak peduli tentang Eropa. Yang dia inginkan hanyalah seseorang yang benar-benar mendengarkan, seseorang yang membuatnya merasa penting.

Dan itu sudah cukup untuk membuatnya merasa puas.

Selesaikan Dengan Menjadi Pendengar yang Baik

Apakah perempuan itu istimewa? Tidak. Banyak orang sama seperti dia.

Saat perpisahan, dia berkata kepada tuan rumah bahwa aku adalah “orang paling menarik” dan  “teman bicara yang luar biasa menarik”.

Lucu, kan?

“Teman bicara paling menarik”?

Padahal aku hampir tidak berbicara apa-apa.

Bagaimana mungkin? Karena aku memang tidak tahu apa-apa tentang Afrika— sama seperti aku tidak tahu bagaimana membedah seekor penguin. Yang kulakukan hanyalah mendengarkan dengan sepenuh hati.

Aku benar-benar tertarik pada hal-hal yang tidak kuketahui. Dan ketulusan itu dapat dirasakan oleh lawan bicara. Itulah sebabnya ia begitu senang.

Mendengarkan dengan sungguh-sungguh adalah pujian paling tinggi yang bisa kita berikan kepada seseorang.

Dan hebatnya, kemampuan ini tidak membutuhkan gelar Harvard empat tahun.  Alasan banyak orang gagal menemukannya adalah karena “pujian tak langsung” seperti ini adalah obat yang tepat untuk salah satu kelemahan terbesar dalam diri manusia: keinginan untuk merasa penting.

Kisah Pengguna Telepon yang Mengamuk

Beberapa tahun lalu, Perusahaan Telepon New York menghadapi seorang pelanggan yang sangat marah. Dia menuduh biaya telepon terlalu mahal, seperti pemerasan. Dia mengancam akan mencabut teleponnya dan melaporkan perusahaan ke mana-mana.

Akhirnya perusahaan mengirim mediator terbaiknya untuk menemuinya.

Apa yang dilakukan mediator itu?

Dia hanya mendengarkan. Dia membiarkan pelanggan tersebut mencurahkan semua kekesalannya, sesekali berkata pelan: “Saya mengerti.”

Dia menunjukkan empati atas setiap keluhan yang disampaikan.

Mediator itu bercerita: “Dia berbicara tanpa henti. Aku mendengarkan sepenuhnya. Aku mendengarkan… selama tiga jam.”

Dia mengunjungi pelanggan tersebut empat kali. Setiap kali, dia hanya menunjukkan pemahaman dan kesabaran.

Pada kunjungan keempat, pelanggan itu berkata ingin membentuk  ‘Asosiasi Perlindungan Pengguna Telepon’.

Mediator langsung berkata :  “Ide yang hebat! Kalau asosiasi itu terbentuk, saya pasti bergabung.”

Pelanggan itu belum pernah bertemu pegawai perusahaan telepon yang berbicara dengannya dengan sikap sehangat itu.  Sedikit demi sedikit, dia menjadi lunak dan bersahabat.

Pada pertemuan keempat itulah masalah benar-benar diselesaikan:

  • Dia membayar semua tagihan tanpa keberatan.
  • Dia mencabut semua laporan yang sebelumnya dia layangkan.

Padahal, selama tiga pertemuan pertama, mediator bahkan tidak membahas inti masalahnya.

Semuanya berubah hanya karena satu hal: dia merasa dirinya penting dan dihargai.

Pelajaran Besarnya: Orang Lebih Tertarik pada Diri Mereka Sendiri

Pelanggan itu merasa bahwa dia sedang membela keadilan dan memperjuangkan hak publik. Namun sebenarnya, ia hanya membutuhkan rasa dihargai. Begitu perasaan itu terpenuhi, kemarahannya lenyap begitu saja.

Dan semua itu dimulai saat mediator mendengarkan—dengan tulus dan tanpa menghakimi.

Ingatlah satu kenyataan penting: Orang yang berbicara denganmu selalu lebih peduli pada dirinya sendiri  dibandingkan pada dirimu.

Mereka lebih tertarik pada:

  • kebutuhan mereka,
  • masalah mereka,
  • pengalaman mereka,
  • dan cerita mereka sendiri.

Jika kamu ingin disukai orang lain, jika kamu ingin diterima, dihormati, dan diingat— jadilah pendengar yang baik.

Dorong orang lain untuk berbicara tentang diri mereka.

Karena bagi kebanyakan manusia, tidak ada musik yang lebih indah dibandingkan suara dirinya sendiri.

Biarkan Orang Lain Tetap Menjaga Mukanya (Harga Diri)

Kamu mungkin sudah lupa siapa saja yang pernah kamu sakiti. Tetapi orang yang pernah kamu lukai tidak akan pernah melupakanmu. Ia tak akan ingat kebaikanmu—justru yang tersimpan kuat adalah rasa sakitnya.

Beberapa tahun lalu, General Electric menghadapi masalah besar: mereka harus menghapus jabatan Charles Steinmetz sebagai kepala divisi perhitungan. Dia adalah ahli listrik kelas dunia, tetapi sangat tidak cocok memimpin departemen tersebut.

Lantas apakah mereka bisa langsung mengeluarkan surat pemecatan?
Tidak bisa.

  • Perusahaan sangat membutuhkan keahliannya.
  • Ia juga seseorang yang sensitif dan mudah tersinggung.

Akhirnya GE menemukan solusi elegan:  mereka memberinya jabatan baru sebagai “Konsultan Teknik GE”.  Pekerjaan sehari-harinya tetap sama, tetapi jabatan formalnya diubah. Pada saat yang sama, mereka diam-diam menunjuk orang lain yang lebih cocok untuk memimpin departemen.

Hasilnya? Steinmetz sangat puas.

Mereka memberikan satu hal penting yang sering dilupakan banyak orang:

Mengapa Menjaga Muka Orang Lain Itu Penting?

Kita sering tidak sadar bahwa harga diri adalah bagian paling rapuh dalam diri manusia.
Banyak orang melukai hati orang lain hanya karena:

  • mempermalukan bawahan di depan umum,
  • membentak anak kecil,
  • mencari-cari kesalahan,
  • mengeluarkan ancaman kasar,
  • atau menyindir dengan kata-kata yang menusuk.

Semua itu dilakukan tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain, tanpa memikirkan betapa berharganya martabat bagi setiap manusia.

Padahal, cukup dengan berhenti sejenak, berpikir satu–dua menit, lalu mengucapkan satu dua kalimat yang penuh pengertian— maka yang terjadi bisa sangat berbeda.

Contoh dari Sejarah: Sikap Besar Seorang Pemenang Perang

Pada tahun 1922, setelah berabad-abad permusuhan antara Turki dan Yunani, Turki akhirnya memutuskan untuk mengusir pasukan Yunani dari wilayahnya.

Mustafa Kemal (Atatürk) berpidato kepada pasukannya seperti Napoleon:“Terus maju! Tujuan kalian adalah Laut Mediterania!”

Pertempuran besar pun meletus—dan Turki keluar sebagai pemenang. Ketika dua jendera Yunani, Delikopis dan Dionis, datang ke markas Kemal untuk menyerahkan diri, para prajurit Turki berteriak menghina mereka.

Namun Kemal tidak menunjukkan sedikit pun kesombongan kemenangan.

Sebaliknya, dia mengulurkan tangan, mengajak mereka duduk: “Silakan duduk, Tuan-tuan. Kalian pasti kelelahan setelah perjalanan panjang.”

Setelah membicarakan detail penyerahan diri,  Kemal menenangkan kedua jenderal itu dengan mengatakan: “Dalam perang, selalu ada faktor kebetulan. Bahkan prajurit terbaik pun bisa mengalami kekalahan.”

Bayangkan: di tengah euforia kemenangan total, dia masih ingat satu prinsip penting:

Biarkan orang lain tetap menjaga martabatnya.

Kesimpulan

Siapa pun—teman, bawahan, rekan kerja, pasangan, atau bahkan lawan— mempunyai naluri yang sama: ingin merasa dihargai dan tidak dipermalukan.

Jika kita meruntuhkan harga diri seseorang, dia mungkin diam, tetapi luka itu tetap ada. Dan kepercayaan yang rusak jarang bisa kembali seperti semula.

Karena itu: Berikan orang lain jalan untuk tetap menjaga muka. Hormati perasaannya, jaga martabatnya, berikan ruang penghormatan. Itu bukan kelemahan—justru itulah kecerdasan sosial paling tinggi. (jhn/yn)

Dari Kartel ke Kremlin: Jaringan Bayangan Venezuela Terbongkar Lewat Satu Surat

EtIndonesia. Pada 2 Desember 2025, sebuah surat pribadi dari Hugo “El Pollo” Carvajal—mantan kepala intelijen Venezuela selama dua dekade—resmi dikirimkan ke Gedung Putih melalui mantan jaksa Departemen Kehakiman AS, Michael Firtel. Carvajal bukan sosok sembarangan. Dia adalah jenderal bintang tiga, arsitek sistem intelijen Venezuela, dan orang kepercayaan Hugo Chávez hingga Nicolás Maduro.

Ketika Dallas Express mempublikasikan isi lengkap surat tersebut pada 3 Desember 2025, publik Amerika langsung diguncang. Para analis menyebutnya “kebocoran intelijen paling berbahaya sejak runtuhnya Uni Soviet”.

Surat itu tidak hanya menyingkap operasi kriminal transnasional rezim Maduro, tetapi juga memaparkan jaringan infiltrasi yang mencakup Rusia, Kuba, Iran, dan bahkan Tiongkok.

Isi Surat Carvajal: Pengakuan Dosa dan Peringatan untuk Amerika

Dalam surat sepanjang puluhan halaman itu, Carvajal menyampaikan pernyataan yang sangat mengejutkan: “Saya bersedia mengaku bersalah dan menjalani hukuman. Yang saya ungkapkan hari ini adalah kebenaran tentang rezim Venezuela—yang telah berubah menjadi kerajaan kriminal yang menggunakan narkotika, mata-mata, geng kriminal, dan manipulasi pemilu sebagai senjata perang terhadap Amerika.”

Carvajal tidak hanya memberi opini. Dia memberikan nama, tanggal, lokasi, metode operasi, hingga alur pendanaan.

1. Rezim Maduro Disebut Sebagai “Kartel Matahari”

Carvajal menuding bahwa negara Venezuela secara resmi telah menjadi Kartel Matahari (Cartel de los Soles)—organisasi kriminal yang dipimpin langsung oleh:

  • Nicolás Maduro
  • Diosdado Cabello, ketua Partai Sosialis Bersatu Venezuela

Menurut surat tersebut, jaringan ini tidak hanya terlibat dalam perdagangan narkoba, tetapi memanfaatkan struktur negara untuk menjalankan operasi kriminal berskala global.

2. 150–250 Ton Kokain Dikirim ke AS Setiap Tahun

Carvajal menggambarkan skema yang sistematis:

  • Venezuela bekerja sama dengan kelompok FARC Kolombia.
  • Narkotika diangkut melalui pesawat militer, kapal cepat, dan jalur darat menuju Amerika Tengah dan Meksiko.
  • Volume pengiriman mencapai 150–250 ton per tahun, dan disebut sebagai “senjata strategis untuk merusak generasi Amerika.”

3. Penyusupan Geng Kriminal ke Wilayah AS

Carvajal menyebutkan bahwa Maduro memanfaatkan kebijakan perbatasan era Biden untuk menyusupkan:

  • Geng Tren de Aragua
  • Kelompok kriminal “Pearl Party”
  • Agen intelijen Venezuela yang menyamar sebagai imigran

Mereka disebut telah tersebar di:

  • New York
  • Chicago
  • Miami
  • Houston
  • Los Angeles

Menurutnya, jaringan ini ditugaskan untuk membangun sel tidur, mengoperasikan perdagangan narkoba, pemerasan, hingga perekrutan agen.

4. Infiltrasi Intelijen Kuba ke Struktur AS selama 20 Tahun

Bagian ini dianggap sebagai salah satu temuan paling mengkhawatirkan.

Carvajal menjelaskan bahwa sejak awal 2000-an:

  • Direktorat Intelijen Kuba (DI) telah menyusup ke pangkalan angkatan laut AS, menyamar sebagai diplomat, aktivis organisasi masyarakat, bahkan sebagai oposisi palsu.

Dia mengklaim bahwa informasi sensitif tentang operasi angkatan laut AS telah mengalir ke Havana, lalu diteruskan ke Caracas dan Beijing.

5. Rusia Diberi Hak Mendirikan Stasiun Penyadapan di Pulau La Orchila

Pada 2015, Maduro dikatakan memberikan izin kepada Rusia untuk membangun:

  • Stasiun penyadapan sinyal (SIGINT)
  • Sistem radar dan fasilitas pengawasan satelit

Tujuan utamanya adalah memantau komunikasi militer AS, termasuk jaringan satelit di Karibia dan Teluk Meksiko.

6. Senjata, Paspor, dan Kerja Sama dengan FARC serta Jaringan Global

Dalam suratnya, Carvajal mengakui:

  • Ia sendiri pernah bernegosiasi dengan komandan FARC untuk tukar-menukar narkotika, senjata, dan perlindungan rute penyelundupan.
  • Rezim Venezuela juga memalsukan paspor dan memberikannya kepada anggota organisasi kriminal internasional dan elemen asing tertentu.

7. Pengungkapan Terselubung: Smartmatic sebagai Mesin Manipulasi Pemilu

Salah satu tuduhan paling kontroversial:

Carvajal menyatakan bahwa perusahaan Smartmatic—yang pertama kali digunakan di Venezuela tahun 2004—sejak awal dirancang untuk melakukan manipulasi hasil pemilu.

Dia menuduh:

  • Sistem Smartmatic berisi backdoor yang memungkinkan pengubahan suara secara remote.
  • Teknologi itu kemudian diekspor ke philipina, beberapa negara Amerika Latin, dan berbagai yurisdiksi di AS.

Meskipun klaim ini masih diperdebatkan, dampaknya langsung mengguncang sektor keamanan pemilu di Amerika.

8. Venezuela–Tiongkok–Kuba–Iran: Aliansi Bayangan

Carvajal menggambarkan poros kolaborasi rahasia selama dua dekade:

Tiongkok (PKT)

  • Membantu penyadapan kabel bawah laut
  • Melatih agen-agen siber Venezuela
  • Menyediakan perangkat surveillance dan sistem kontrol pemilu

Kuba

  • Mengendalikan operasi intelijen harian Venezuela
  • Memegang akses langsung ke dokumen rahasia Maduro

Iran

  • Melakukan operasi rahasia di Amerika Latin
  • Memanfaatkan jaringan Venezuela untuk logistik dan pencucian uang

Menurut Carvajal, ketiga negara tersebut memiliki operasi aktif di dalam wilayah AS.

9. Carvajal Siap Menyerahkan Semua Dokumen dan Kesaksian

Dalam penutup suratnya, dia menyatakan:

  • Dia bersedia menjadi saksi penuh di hadapan pengadilan AS
  • Dia memiliki catatan rumah aman, daftar pejabat Amerika yang disuap, serta seluruh alur pendanaan
  • Dia menyebut ini sebagai “kesempatan terakhir untuk mengungkap kejahatan yang telah merusak keamanan Amerika selama dua dekade.”

Kesimpulan: Krisis Intelijen Terbesar AS dalam 20 Tahun Terakhir

Dengan surat yang terungkap pada 3 Desember 2025, pemerintahan Trump kini menghadapi:

  • Tuduhan infiltrasi asing berskala besar
  • Bukti manipulasi pemilu yang berpotensi berdampak global
  • Operasi narkotika transnasional yang melibatkan negara
  • Jaringan agen ganda yang membentang dari Karibia hingga Washington

Washington disebut kini berada pada titik balik sejarah—mirip keguncangan intelijen era Cold War.

Kasus Carvajal diperkirakan akan membuka penyelidikan federal berskala besar yang melibatkan:

  • Departemen Kehakiman
  • FBI
  • CIA
  • Homeland Security
  • Komisi Pemilu

Dan dapat mengubah kebijakan Amerika terhadap Venezuela, Kuba, Tiongkok, dan Iran.

Beberapa Gambar Berikut Mengajarkan Apa Itu Empati dan Berpikir dari Sudut Pandang Orang Lain !

EtIndonesia. Sebuah gambar bisa merangkum beribu kata.

Gambar Pertama: Dalam Hidup, Belajarlah Melihat dari Sudut Pandang Orang Lain — Hanya yang Mau Menghargai yang Layak Memiliki

Gambar ini mengingatkan kita bahwa hidup pada dasarnya tidak mudah. Setiap kali kamu merasa hidupmu “lebih mudah”, itu artinya ada seseorang di belakangmu yang sedang menanggung bagian tersulit untukmu.

Karena itu, sering-seringlah menempatkan diri pada posisi orang lain. Hanya orang yang tahu menghargai yang benar-benar layak memiliki.

— Bersyukurlah kepada mereka yang diam-diam memikul beban untukmu.

Gambar Kedua: Dalam Cara Berpikir, Belajarlah Empati — Barulah Ada Rasa Syukur dan Pengertian

Ada seorang pria mengajak temannya yang buta untuk makan malam. Ketika sudah larut, si teman buta hendak pulang. Tuan rumah menyalakan sebuah lentera dan memberikannya pada sang tamu.

Si buta merasa marah: “Untuk apa memberiku lampu? Aku tidak bisa melihat, apa kau sedang mengejekku?”

Tuan rumah menjawab: “Aku menyalakan lampu bukan untukmu melihat—tapi agar orang lain bisa melihatmu. Kalau orang melihatmu membawa lampu di kegelapan, mereka tidak akan menabrakmu.”

Mendengar itu, si buta terharu.

Pesan pentingnya: Pemahaman berasal dari sudut pandang berbeda. Satu peristiwa yang sama, dilihat dari perspektif berbeda, akan menghasilkan pemahaman yang berbeda pula.

Belajarlah melihat dari sisi orang lain—barulah kita bisa benar-benar memahami.

Gambar Ketiga: Dalam Posisi dan Peran, Empati Adalah Bentuk Penghargaan

Kalau kamu punya seorang putri, kamu berharap keluarga mertuanya memberikan mahar yang besar. Kalau kamu punya seorang putra, kamu merasa keluarga menantumu meminta mahar terlalu banyak.

Kalau kamu punya menantu perempuan, kamu merasa dia terlalu banyak tingkah. Kalau kamu punya putri, kamu berharap dia punya suara dan dihormati di rumah suaminya.

Saat mengemudi, kamu kesal pada pejalan kaki. Saat berjalan kaki, kamu kesal pada pengemudi.

Saat bekerja, kamu merasa bosmu pelit dan terlalu menekan. Saat menjadi bos, kamu merasa karyawanmu tidak bertanggung jawab dan kurang disiplin.

Saat menjadi pelanggan, kamu merasa pedagang mengambil untung besar. Saat menjadi pedagang, kamu merasa pelanggan terlalu banyak menuntut.

Semua ini hanya menunjukkan satu hal: Jangan hanya melihat dari posisimu sendiri. Cobalah melihat dirimu dari posisi orang lain.

Empati adalah kunci. Menempatkan hati di tempat orang lain adalah kebijaksanaan.

Sebagai Manusia, Belajarlah Berpikir dari Posisi Orang Lain, dan Perlakukan Orang Lain dengan Baik

  • Mampu merasakan kesulitan orang lain adalah kepedulian.
  • Mampu memahami ketidakmudahan orang lain adalah kelapangan hati.
  • Mampu memaafkan kesalahan orang lain adalah kebesaran jiwa.

Hidup adalah gema: Apa yang kamu berikan, itu pula yang kembali padamu.

Memberi bunga, tanganmu tetap harum. Memberi cinta, cinta akan kembali padamu. Memberi kebaikan, kebaikan akan datang lagi kepadamu.(jhn/yn)

Apa yang Sedang Direncanakan Partai Komunis Tiongkok ? Drone Terlihat Menyemprotkan Kabut pada Malam Hari di Beberapa Provinsi dan Kota di Daratan Tiongkok Hingga Tercium Bau Terbakar

Sejak akhir November 2025, banyak warga dari berbagai provinsi dan kota di Tiongkok merekam drone yang menyemprotkan cairan tak dikenal pada tengah malam, sementara udara dipenuhi bau gosong yang aneh. Banyak orang curiga ada tindakan gelap yang dilakukan oleh rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT)

EtIndonesia. Mulai akhir November 2025 warga daratan Tiongkok dari Beijing, Liaoning, Mongolia Dalam, Hebei, Henan, Chongqing, Hubei, Hunan, Shanghai, Anhui, Zhejiang, Jiangsu, Guangdong, Guangxi, Guizhou, dan banyak wilayah lainnya melaporkan bahwa mereka melihat drone menyemprotkan cairan misterius di malam hari. Udara dipenuhi bau tak dikenal yang mirip karet terbakar.

Video yang beredar menunjukkan drone menyemprotkan kabut putih di malam hari—ada yang terbang tinggi, ada yang menyemprot dekat dengan tanah—menampilkan suasana yang sangat mencurigakan.

Beberapa warganet juga mengatakan bahwa video-video serupa sempat ramai dibahas di internet, tetapi tak lama kemudian langsung dihapus oleh platform media sosial.

Pada saat yang sama, banyak warga melaporkan bahwa mereka mencium bau aneh di daerah masing-masing, yang diduga berkaitan dengan penyemprotan drone tersebut. Topik ini memicu diskusi panas di media sosial Tiongkok.

Seorang warga dari Panjin, Liaoning, melaporkan bahwa wilayah mereka diselimuti kabut tebal dengan bau gosong. Video yang diunggah mendapat lebih dari 8.000 komentar.

Ada juga yang memposting bahwa mereka mencium bau asap batubara yang sangat menyengat, dan postingannya langsung memperoleh lebih dari 11.000 tanggapan. Ini menunjukkan banyak warga mengalami hal serupa.

Menurut berbagai komentar, warga di belasan provinsi dan kota mencium bau misterius itu dalam beberapa hari terakhir. Ada yang mengalaminya pada tengah malam, ada pula pada pagi hari. Banyak dari mereka sudah berusaha mencari sumber bau, tetapi tidak menemukan apa pun. Ada yang mengatakan bau tersebut muncul beberapa malam berturut-turut.

Banyak warganet menduga ini adalah tindakan terkoordinasi dari pemerintah pusat, dan ramai berspekulasi mengenai tujuan sebenarnya.

Mengingat pihak berwenang tidak memberikan penjelasan apa pun, publik menilai hal ini kemungkinan tidak berkaitan dengan “penyemprotan disinfektan untuk memperkuat pencegahan wabah”, karena tindakan itu seharusnya menguntungkan masyarakat.

Sebaliknya, banyak yang menduga ada “kegiatan gelap” yang dilakukan pemerintah.

Sebagian bahkan berspekulasi tentang kemungkinan “penyebaran zat beracun secara terarah.” Bahka, ada warganet yang mengaku langsung demam setelah mencium bau tersebut. (hui)

Video yang diunggah warganet tentang drone yang menyemprotkan kabut pada tengah malam telah diturunkan oleh platform.” (Tangkapan layar laman web)
Sebuah video yang diunggah daring yang menunjukkan sebuah drone menyemprotkan kabut di malam hari telah dihapus oleh sebuah platform streaming. (Tangkapan layar)
Sebuah unggahan netizen di Panjin, Provinsi Liaoning, telah memicu diskusi hangat. (Tangkapan layar)


Unggahan warganet dari Panjin, Liaoning, yang mengungkap informasi tersebut memicu perbincangan hangat.” (Tangkapan layar laman web)
Sebanyak 11 ribu orang memperbincangkan bau aneh di udara.” (Tangkapan layar laman web)

Jangan Mengeluh Tentang Lingkungan, Belajarlah Mengubah Pola Pikir

EtIndonesia. Dalam hidup, kita pasti akan mengalami berbagai bentuk luka dari dunia luar. Semakin banyak pengalaman, kita semakin waspada.

Namun ada satu jenis luka yang sering tidak kita sadari: luka yang kita ciptakan sendiri.

Untuk jabatan kecil, untuk hal sepele, atau bahkan hanya karena omongan orang, kita bisa stres, marah, dan terus memikirkannya.

Lama-kelamaan, hati kita berubah menjadi penuh lubang dan luka— hingga perlahan kehilangan kasih pada hidup dan manusia.

Padahal jika kita bisa tetap tenang, tidak mudah digoyahkan oleh hal-hal yang bersifat duniawi, kita akan menemukan bahwa kehidupan sebenarnya punya banyak sisi indah.

Tidak perlu menyalahkan langit karena tidak adil— memang dunia ini tidak pernah benar-benar adil. Dan celah-celah yang dibiarkan Tuhan kosong, kitalah yang harus mengisinya sendiri.

Kita Tidak Bisa Mengubah Takdir, Tapi Bisa Mengubah Sikap

Tuhan memberi kita hak untuk hidup, maka kita pun tidak berhak meremehkan hidup itu.

Dalam hidup, selalu ada kesedihan, kegagalan, nilai ujian yang buruk, atau tekanan dari lingkungan. Banyak orang memilih menyerah, tenggelam, bahkan ada yang memilih mengakhiri hidupnya.

Melihat tragedi-tragedi itu, aku hanya ingin berkata: “Selama kamu sudah lahir ke dunia, kamu harus memilih untuk hidup. Sekalipun harus merangkak, kamu tetap harus bertahan sampai akhir.”

Karena hidupmu bukan hanya milikmu saja— ada orangtua yang melahirkanmu, mencintaimu, dan menaruh harapan pada keberadaanmu. Tubuhmu adalah titipan mereka—bagaimana mungkin kamu memilih mengakhirinya sendiri?

Di dunia ini, ada jutaan orang yang menderita— bukan hanya kamu seorang. Dalam masa-masa sulit, kita tidak punya hak untuk mengatakan hidup kita lebih buruk dari siapa pun.

Hidup berawal dari kebingungan lalu menuju kedewasaan. Waktu terasa singkat. Ketika muda, kita merasakan dunia begitu segar. Begitu dewasa, ketika akhirnya ingin menikmati hidup, kita sudah dibebani oleh keluarga, karier, pasangan, anak-anak…

Sehari-hari hidup terasa seperti memikul gunung di punggung. Dan ketika keriput mulai muncul, rambut memutih, kita menoleh ke belakang dan bertanya: “Inikah hidup?”

Bijak: Menghargai Waktu, Menghargai Hidup

Orang bijak tahu bahwa waktu lebih mahal dari emas— emas bisa dicari, tetapi hidup tidak bisa diganti.

Terlalu banyak keinginan hanya membuat kita terbelenggu oleh keinginan itu sendiri.

Kadang aku membiarkan diri berkhayal: “Seandainya aku punya cukup uang, aku akan pergi ke Gunung Zhongnan.  Di kaki gunung dan dekat air, aku membangun rumah kecil. Pagi mendengar embun turun, malam mencium wangi bunga. Siang menikmati pemandangan, malam mendengar suara hutan. Hanya menikmati keheningan dan keindahan alam…”

Hidup seperti treadmill— sekali mulai berlari, kita tidak bisa berhenti begitu saja.

Kekuatan: Saat Tidak Ada Orang Mendengarmu

Seandainya bisa, aku ingin berjalan sendiri di tempat sunyi, memandang megahnya gunung, melihat kejernihan air, membiarkan jiwaku terbang bebas.

Namun hidup di kota yang bising terlalu lama, hati menjadi gelisah, emosi menjadi tipis, hubungan antar manusia terasa semakin dangkal dan penuh kepura-puraan.

Kadang kita ingin mengungkapkan isi hati— tapi menemukan orang yang benar-benar mau mendengarkan adalah hal yang langka.

Akhirnya, aku melampiaskan beban hidupku di atas treadmill, berlari dan membuat diri sedikit lega.

Sering kali, ketika bertemu teman, kita bisa ngobrol panjang soal hal-hal tidak penting, tetapi hal yang paling tulus justru dipinggirkan oleh kepentingan. Berapa banyak orang yang benar-benar bisa diajak bicara dari hati ke hati?

Orang dan orang seperti terpisah oleh cangkang— pujian palsu disukai, kejujuran malah jadi tabu.

Dan ketika kamu jatuh pada titik paling rendah, hanya dirimu sendiri yang bisa memelukmu. Hanya dirimu sendiri yang bisa berkata: “Kuatlah.”

Kekuatan adalah jalan menuju kemudahan. Ketegasan adalah jalan menuju solusi. Kalau kamu tidak kuat, tidak ada yang menggantikanmu bertahan. Kalau kamu tidak tenang, tidak ada yang menyelamatkanmu dari kekacauan.

Jika tidak bisa menghindar dan tidak bisa bersembunyi, mengapa harus merendahkan diri? Mengapa harus peduli pada tatapan orang?

Lebih baik berdiri penuh percaya diri, seperti bulan purnama yang tinggi di langit. Jika ingin menangis, biarlah air mata jatuh, tapi biarkan ujung bibir tetap terangkat— biarkan itu menjadi hadiah kecil dari waktu untuk dirimu sendiri, sambil menunggu takdir memberi imbalan yang lebih indah.

Hidup Tidak Memberi Jalan Pasti—Tapi Memberi Arah

Hidup hanya memberi arah, bukan jalur yang pasti.

Di sepanjang arah itu, kita akan melewati berbagai jalan: jalan lebar, gang kecil, jalan berliku, jalan berlumpur, lubang perangkap, bahkan jurang.

Mungkin pada akhirnya kita tidak bisa mencapai impian tertinggi, tapi itu bukan alasan untuk berhenti.

Selama kita terus berjalan, hidup tidak akan pernah benar-benar buntu. Satu-satunya hal yang bisa membuat kita putus asa adalah hati kita sendiri.

Jalan Keluar: Sering Kali Ada di Bawah Kaki Kita Sendiri

Kita sering mencari jalan keluar ke mana-mana, padahal sering kali jalan itu ada tepat di bawah langkah kita.

Hanya saja kita sering menengadah terlalu tinggi, enggan menundukkan kepala untuk melihat yang ada di depan mata.

Jika itu sebuah jalan, selalu ada yang bisa berjalan di atasnya. Ada orang yang berhasil, ada yang gagal— karena hasilnya ditentukan bukan oleh jalan itu sendiri, tapi oleh cara kita melangkah.

Kita semua sering berkata: “Kalau mobil sampai di gunung pasti ada jalan, kalau kapal sampai jembatan pasti bisa lewat.”

Kita percaya pepatah: “Setelah kegelapan, pasti ada cahaya.” Namun ketika masalah datang, kita tetap hanyut dalam kecemasan.

Padahal hanya dengan melihat dari sudut berbeda,  kita menyadari: hidup tidak pernah benar-benar menutup semua pintu.

Orang suka membuka jalan baru, padahal jalan baru dan jalan lama sebenarnya sama saja— yang berbeda hanyalah pemandangannya.

Jalan yang tidak pernah dilewati hanyalah “baru” di mata kita— padahal ia mungkin sudah ada bertahun-tahun. Dan jalan yang dilalui banyak orang akhirnya menjadi “jalan lama”.

Jadi, jalan itu tidak ada istilah baru atau lama, baik atau buruk— semuanya tergantung kebutuhan dan pilihan kita.

Jalan yang Paling Banyak Dilewati Belum Tentu yang Terbaik

Jalan yang ditempuh banyak orang belum tentu jalan yang baik. Jalan yang jarang ditempuh bahkan tidak pernah dilewati pun belum tentu buruk.

Kebenaran pada awalnya selalu berada di tangan sedikit orang. Begitu pula hidup— tidak banyak yang mau mengakui bahwa jalan orang lain mungkin jauh lebih sulit dibanding jalannya sendiri.

Jalan mana yang harus ditempuh? Jalan mana yang paling cocok bagi kita? Tidak ada yang tahu sebelumnya.

Manusia berjalan di antara keraguan dan kebingungan sepanjang hidupnya, dan pada akhirnya… kita mungkin tetap tidak mendapatkan satu jawaban pun.

Kekuatan dari Luka

Luka juga adalah sebuah bentuk tempaan. Tapi setelah terluka, kita harus belajar menjadi kuat.

Masyarakat itu keras— sedikit lengah saja, kita bisa penuh luka. Namun setelah menangis, kita tetap harus memilih untuk hidup dengan tegar.

Bagi yang patah hati, rasa sakit itu pasti ada. Tapi jika dia sudah pergi dari hidupmu, mengapa tidak melepaskannya dengan elegan?

Rasa lemah, air mata, dan ratapan yang berlebihan hanya menambah beban yang tidak perlu.

Ada satu kalimat yang ingin aku hadiahkan: “Pernah mencintai, pernah terluka—biarkan waktu menyembuhkan semua luka. Jika kamu berani melepaskan, kamu akan bahagia.”

Seperti lagu “Terima Kasih, Patah Hati”, begitulah hidup: “Masa depan penuh cahaya, tapi jalannya berliku.”

Meski dipenuhi duri, jalan tetap harus dilalui— selangkah demi selangkah.

Jangan menghabiskan hari dengan wajah muram atau sibuk mengeluh tentang kekurangan diri sendiri. Percayalah bahwa kamu mampu— itu setidaknya menunjukkan bahwa kamu menghargai dirimu sendiri.

Ada pepatah: “Setiap orang yang lahir pasti membawa kegunaannya sendiri.”

Kamu tidak buruk, hanya saja belum menemukan kelebihanmu.

Dan seperti kata orang: “Hidup bukan kekurangan keindahan, tetapi kekurangan mata yang bisa melihat keindahan.”

Hal yang Bisa Diulang—dan Hal yang Tidak Bisa Diulang

Segala sesuatu bisa dimulai lagi— kecuali hidup.

Segala sesuatu bisa dilepaskan— kecuali keyakinan.

Segala sesuatu bisa ditinggalkan— kecuali harga diri.

Semua bisa diterima— kecuali penghinaan.

Kamu boleh lupa dengan kegagalan, tapi jangan lupa pelajarannya.

Boleh melupakan kemarin, tapi jangan melupakan sejarah.

Boleh melupakan penderitaan, tapi jangan lupakan perjuangannya.

Boleh melupakan luka, tapi jangan pernah melupakan rasa malu yang membuatmu bangkit.

Memandang Kembali Perjalanan Hidup

Melihat kembali perjalanan diri: ada mimpi, ada rasa berdebar, ada kesedihan, tapi juga ada kebahagiaan tanpa batas.

Dalam hari-hari yang tampak biasa, kita pernah mencintai, pernah mengejar, pernah berjuang, pernah memberi.

Meski tidak selalu mendapatkan tawa dan kemenangan, kita juga pernah merasakan pahitnya air mata.

Namun kita belajar bahwa: selama kita menghadapi hidup dengan positif, hidup punya maknanya. Selama kita menebar kerja keras dan harapan, hidup punya nilainya.

Kadang kita sudah berusaha keras, tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Kadang kita gagal meski sudah melakukan yang terbaik.  Kadang kita menangis berkali-kali dalam gelapnya malam. Kadang hidup menciptakan situasi yang tidak bisa kita kendalikan.

Tapi tidak apa-apa.

Hidup harus punya celah— agar cahaya bisa masuk.

Menemukan Posisi Diri: Cara Hidup Tak Pernah Hanya Satu

Hidup punya jutaan bentuk— tidak ada satu cara hidup yang cocok untuk semua orang.

Ada cara hidup yang bagi orang lain tampak mudah, tapi bagi kita terasa salah. Ada pula cara hidup yang membuat kita nyaman, tapi orang lain sulit memahaminya.

Hari terbaik adalah hari yang kamu jalani dengan cara yang kamu sukai. Gaya hidup terbaik adalah gaya hidup yang membuat hati tenang.

Belajarlah menikmati hidup, jangan menyeret hidup seperti beban.

Terimalah bahwa tidak semua orang akan memahami dirimu— dan kamu tidak perlu hidup untuk dipahami semua orang.

Pola Pikir Menentukan Hidup

Pola pikir yang baik adalah modal terbesar dalam hidup.

Dickens pernah berkata: “Satu pola pikir yang sehat lebih kuat dari seratus kecerdasan.”

Tidak diragukan lagi: semangat dalam diri akan menentukan kualitas hidup seseorang.

Hidup ini singkat— untuk apa tidak bahagia?

Jadilah orang yang mampu mengendalikan kehidupannya sendiri. Saat bahagia, tetap rendah hati agar hati damai. Saat terpuruk, tetap tenang agar tekad tetap hidup.

Hiduplah setiap hari dengan penuh: kebijaksanaan, kelapangan hati, rasa puas, keselamatan, kebahagiaan, ketenangan, dan cahaya.

Hidup Itu Sederhana: Yang Penting Cocok dengan Dirimu

Hidup punya banyak bentuk— yang penting adalah yang cocok denganmu.

Jangan buat terlalu banyak aturan untuk dirimu sendiri. Selama ada prinsip, nikmati hidup dengan cara yang membuatmu bahagia.

Karena kelak, justru hari-hari ceroboh dan penuh spontanitas itulah yang menjadi kenangan paling indah di hari tua.

Hiduplah dengan baik, jaga dirimu, jangan biarkan dirimu bersedih terlalu lama. Hidup ini singkat— bahagia itu wajib.

Setiap Orang Punya Kebahagiaannya Masing-masing

Kadang orang tidak bahagia bukan karena tidak punya kebahagiaan, tapi karena tidak bisa menghargainya.

Ketika kebahagiaan datang, mereka yang tahu menghargai akan meraihnya. Mereka yang tidak menghargai… akan melewatkannya dan menyesal.

Hidup hanya beberapa puluh tahun. Sahabatku, hargailah kebahagiaan yang datang mendekat. Jangan biarkan dirimu menyesal di masa tua.  Jangan berharap pada kehidupan berikutnya— hargai hidup yang kamu miliki sekarang.

Banyak orang berkata hidup itu melelahkan. Lelah karena tekanan mental yang berat. Lelah karena beban pikiran yang tak henti.

Ingin tidak lelah? Belajarlah melepaskan. Hidup butuh keseimbangan—ada kalanya tegang, ada kalanya longgar.

Rasa lelah yang berkepanjangan akan merusak tubuh dan jiwa. Belajarlah membebaskan diri dari kelelahan itu.

Tidak Mengejar Kebahagiaan Secara Buta — Barulah Hidup Menjadi Indah

Hidup hanya sekali. Tak ada satu orang pun yang ingin hidupnya berlalu tanpa makna.

Jika ingin menikmati inti dari kehidupan— hidup dengan semangat, penuh cahaya, penuh arti— maka arah hidup harus kamu pegang sendiri.

Jangan biarkan dirimu dikendalikan keadaan. Gunakan waktu dan potensi yang kamu punya. Gunakan sifat terbaik yang ada dalam dirimu. Dan selaraskan langkahmu dengan dunia yang luas ini.

Setiap orang bisa menemukan makna, kebahagiaan, dan kebebasan batin melalui perenungan dalam diri.

Dan ketika itu ditemukan— hidupmu akan berkembang menjadi kehidupan yang indah, kuat, dan penuh sukacita. (jhn/yn)

Pemerintahan Trump Bekukan Imigrasi dari 19 Negara, Upacara Naturalisasi Ikut Dihentikan

Dengan alasan keamanan nasional dan keamanan publik, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penghentian penuh seluruh permohonan suaka serta penangguhan pemulangan (withholding of removal). Pemerintah juga menghentikan proses pemeriksaan imigrasi dan pemberian manfaat imigrasi bagi warga dari 19 negara, serta melakukan peninjauan ulang terhadap kasus-kasus yang sudah disetujui sejak tahun 2021. 

Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS) akan mewajibkan pemeriksaan latar belakang yang lebih ketat serta wawancara ulang bila diperlukan. Pemerintahan Trump menegaskan langkah ini dapat “diperpanjang tanpa batas jika perlu”. Presiden Trump mengatakan bahwa Amerika sedang berada pada momen penting dan harus membangun kembali sistem imigrasinya serta menghilangkan risiko keamanan.

EtIndonesia. Pada Selasa (2 Desember), pemerintah AS mengumumkan bahwa seluruh permohonan Formulir I-589—yang meliputi permohonan suaka dan penangguhan deportasi—akan dihentikan sementara, tanpa memandang kewarganegaraan pemohon. 

Selain itu, AS juga menghentikan pemrosesan manfaat imigrasi bagi warga dari 19 negara, serta meninjau ulang seluruh manfaat imigrasi yang telah disetujui bagi mereka yang masuk ke AS setelah 20 Januari 2021.

USCIS akan mewajibkan para pemohon yang memenuhi syarat untuk menjalani proses pemeriksaan ulang secara menyeluruh, termasuk kemungkinan wawancara tambahan. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menilai potensi ancaman terhadap keamanan nasional maupun publik, serta menilai kembali kelayakan mereka untuk tinggal di AS.

Menurut memo resmi USCIS, negara-negara yang terdampak mencakup 1. Afghanistan 2. Myanmar 3. Chad 4. Republik Kongo 5. Guinea Ekuatorial 6. Eritrea 7. Haiti, 8. Iran 9. Libya 10. Somalia 11. Sudan 12. Yaman 13. Burundi 14. Kuba 15. Laos 16. Sierra Leone 17. Togo 18. Turkmenistan 19. Venezuela. 

Pada Juni lalu, 19 negara tersebut sudah dimasukkan ke dalam daftar larangan bepergian, di mana 12 negara dilarang masuk sepenuhnya dan 7 negara dikenakan pembatasan masuk.

Kebijakan baru ini menghentikan semua permohonan imigrasi dari negara-negara dalam daftar larangan, termasuk upacara pengambilan sumpah naturalisasi.

 “Semua kasus dari negara-negara tersebut akan dihentikan. Kasus yang sedang berlangsung juga akan ditangguhkan. Namun bagi klien Tionghoa yang berbahasa Mandarin, kebijakan ini tidak berdampak. Apakah ke depan daftar ini akan diperluas ke lebih banyak negara? Menurut saya, itu sangat mungkin, tergantung situasi politik,” ujar Pengacara imigrasi senior Chen Qigeng.

Karena meningkatnya kasus kriminal terkait imigran akhir-akhir ini, pemerintah AS menerapkan standar pemeriksaan yang lebih ketat. Memo tersebut bahkan menyinggung insiden penembakan di Washington pekan lalu, di mana dua anggota Garda Nasional ditembak oleh seorang imigran asal Afghanistan.

Pada akhir November, Presiden Trump menyatakan bahwa kebijakan penghentian permohonan suaka terutama menyasar “negara-negara dunia ketiga” dan dapat diperpanjang tanpa batas waktu. Ia menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk memulihkan sistem imigrasi Amerika. Pada Selasa, Trump kembali menegaskan bahwa AS sedang berada di masa yang sangat penting.

 “(Minnesota) adalah tempat yang begitu indah, tetapi saya melihat orang-orang itu menjarah sesuka hati. Sekarang saya mengerti, saya mendengarnya—mereka menjarah. Warga Somalia menjarah miliaran dolar setiap tahun dari negara bagian itu, miliaran dolar, sementara mereka tidak memberikan kontribusi apa pun. Pengeluaran bantuan sosial mencapai 88%.Kita harus membangun kembali negara kita. Amerika sedang berada pada momen penting,” ujar Presiden AS Donald Trump. (Hui)

Laporan oleh Guo Yuexi, NTDTV Amerika Serikat