38 Surat Rockefeller untuk Putranya — Surat ke-11: Serakah Itu Sangat Diperlukan

    

EtIndonesia. Anakku, John yang terkasih: Jangan hiraukan orang-orang yang mengatakan bahwa aku serakah.

Bertahun-tahun lamanya, aku sudah terbiasa “dipuji” dengan sebutan yang bagi banyak orang terdengar tidak menyenangkan — serakah.

Pujian yang aneh itu pertama kali muncul ketika bisnis yang kudirikan sedang mencapai puncak kejayaan.

Saat itu, nama Rockefeller bukan lagi sekadar nama seseorang, melainkan simbol kekayaan, simbol dari sebuah kerajaan bisnis raksasa.

Aku ingat dengan jelas, banyak orang dan surat kabar ikut bergabung dalam “paduan suara” penghinaan itu. Namun semua itu tidak membuat detak jantungku berubah. Aku tahu, tujuan mereka hanyalah menyerang, menempelkan bau busuk uang pada kerajaan bisnis yang telah kubangun.

Tetapi, anakku, aku lebih tahu satu hal: Dalam diri manusia, sejak awal tersembunyi sebuah kekuatan — kekuatan yang tumbuh subur di tempat di mana kemampuan dan tekad tidak ada — yaitu iri hati.

Saat kamu melampaui mereka, mereka akan iri. Mereka akan menggunakan kata-kata merendahkan, bahkan menciptakan fitnah untuk menjatuhkanmu. Namun di hadapanmu, mereka justru berpura-pura tinggi hati. Padahal, menurutku itu bukanlah sikap mulia — itu adalah tanda kelemahan.

Ironisnya, saat kamu hidup miskin dan tidak berdaya, orang-orang yang sama akan menertawakanmu, menganggapmu bodoh, bahkan merendahkanmu hingga tidak memiliki harga diri sedikit pun.

Anakku, inilah sifat manusia.

Tuhan tidak memberiku misi untuk mengubah sifat manusia. Dan aku tidak punya waktu untuk menahan orang-orang yang ingin “memuji” keserakahanku. Yang bisa kulakukan hanyalah membiarkan mereka terus iri.

Aku tahu, kalau pun aku memberikan seluruh kekayaan yang kubangun kepada mereka, kecemburuan itu akan hilang — tapi kekayaan itu juga akan hilang. Dan tentu saja, aku tidak bisa — dan tidak akan — melakukan itu.

Seorang gentleman tidak akan berdebat dengan orang bodoh. Aku tentu tidak akan berargumen dengan mereka yang “memuji” keserakahanku.  Namun aku tidak bisa menahan perasaan jijik terhadap kebodohan mereka.

Jika kita menelusuri jejak sejarah, kita dapat melihat sebuah fakta: Tidak ada satu peradaban pun yang berdiri tanpa dorongan rasa serakah.

Mereka yang mengutukku seolah penjaga moral suci — siapa di antara mereka yang tidak ingin memiliki lebih banyak?  Siapa yang tidak ingin menguasai hal-hal terbaik?  Siapa yang tidak ingin memegang kendali atas segala yang diinginkan orang lain?

Kemunafikan adalah sifat umum manusia.

Tidak ada seorang pun yang tidak memiliki rasa serakah. Kalau kamu memiliki sebutir zaitun, kamu pasti ingin memiliki seluruh pohonnya. Selama hampir delapan puluh tahun aku hidup, aku pernah bertemu orang yang tidak makan steak — tetapi belum pernah sekalipun aku bertemu orang yang benar-benar tidak serakah, apalagi dalam dunia bisnis.

Di balik keuntungan dan uang, hanya ada satu kata: serakah.  Dan aku yakin, di masa depan, orang yang tidak serakah akan menjadi makhluk paling langka di bumi. Tidak ada yang mau berhenti mengejar hal-hal yang indah dan menguasai hal-hal yang baik.

Mr. Archibald pernah menggambarkanku sebagai kuda pacu yang bisa mencium aroma garis finish dari kejauhan — dan begitu mencium aroma itu, aku langsung berlari kencang. Mungkin itu bentuk sanjungan, tapi aku akui, aku memang memberi tempat khusus bagi rasa serakah dalam hidupku.

Ketika aku masih belajar di sekolah bisnis, seorang guru pernah mengatakan sesuatu yang tidak pernah kulupakan seumur hidup: “Tidak ada yang salah dengan serakah. Aku malah menganggap serakah itu baik.  Dari rasa serakahlah, harapan mulai tumbuh.”

Saat itu, seluruh kelas terkejut mendengar kata-kata itu. Karena jika kita memikirkan maknanya, kita tahu bahwa kata “serakah” bertentangan dengan nilai moral yang diajarkan sejak kecil — nilai moral yang diterapkan dalam agama, masyarakat, etika, politik, bahkan hukum. Tidak heran, kata itu dicap kotor.

Namun ketika aku benar-benar masuk ke dunia nyata dan mulai membangun kekayaan, aku menyadari betapa berharganya pelajaran itu. Guru itu benar-benar memiliki pandangan yang tajam.

Seperti yang dikatakan para ahli evolusi: alam bukan tempat yang penuh belas kasih — dia adalah panggung di mana yang kuat bertahan, yang lemah tersingkir. Masyarakat yang tampak beradab ini pun sama saja.

Jika kamu tidak serakah, orang lain akan “menelanmu”.  Karena bagian paling lezat dari kue dunia ini tidak banyak.

Anakku, jika kamu ingin menciptakan prestasi besar, membangun kekayaan, dan menjalani hidup yang luar biasa, maka bagiku, tidak cukup mengatakan “serakah itu hal yang baik”.

Lebih dari itu — Makna tersembunyi di balik serakah adalah: Aku ingin. Aku ingin lebih

Lebih baik kalau dapat semuanya. Siapa yang tidak pernah berseru seperti itu di dalam hatinya?

Politikus berkata: “Aku ingin berkuasa. Dari gubernur aku ingin menjadi presiden.”

Pebisnis berkata:  “Aku ingin untung. Aku ingin lebih banyak uang.”

Orangtua berkata: “Aku ingin anakku berhasil dan hidup berkecukupan.”

Dan masih banyak lagi. Hanya karena moral, harga diri, dan penampilan sosial, orang menutupi rasa serakah rapat-rapat—  hingga membuatnya terdengar seperti dosa besar.

Padahal, selama dunia yang mengejar reputasi dan keuntungan belum hancur, selama kebahagiaan belum semudah udara untuk diperoleh, manusia tidak akan berhenti serakah, sehari pun tidak.

Orang-orang yang suka mengumbar keburukan orang lain selalu menganggap serakah itu iblis. Tapi menurutku, membuka kunci rasa serakah tidak sama dengan membuka kotak Pandora. Membiarkannya berdetak dalam diri justru berarti melepaskan potensi hidup kita.

Dari seorang juru buku yang hanya menerima gaji lima dolar per minggu menjadi orang terkaya di Amerika— itu adalah keajaiban yang tercipta dari rasa serakah. Serakah adalah tenaga pendorong yang membantuku membangun kekayaan, seperti halnya ia menjadi kekuatan besar yang mendorong perkembangan masyarakat.

Saat aku menggunakan kata serakah, mungkin kau berharap aku menggantinya dengan kata ambisi. Tidak, anakku. Kita hidup di dunia yang dipenuhi serakah, dan menurutku menyebutnya “serakah” jauh lebih jujur daripada “ambisi”.

Kejujuran semacam itu adalah kesederhanaan jiwa, lebih murni daripada sekadar ketulusan.

Ketika aku baru mendirikan perusahaan minyak bersama Sam Andrews, rasa serakahku mulai mengembang.

Setiap malam sebelum tidur, aku berkata pada diriku sendiri: “Aku harus menjadi pemilik kilang terbesar di Cleveland.  Aku harus mengubah aliran minyak menjadi tumpukan uang. Setiap pikiran harus tunduk pada satu tujuan: keuntungan. Aku harus menjadi Raja Minyak.”

Pada masa awal itu, aku bekerja tanpa henti, mengurus kilang, mengatur transportasi kereta,
merancang cara menekan biaya, memikirkan bagaimana memperluas pasar produk sampingan minyak.

Aku tidak akan pernah lupa hari-hari ketika aku lapar, berlarian ke sana kemari siang dan malam, bertahan hanya dengan tekad. 

Anakku,  nasib harus kamu ciptakan sendiri. Apa pun yang benar-benar kamu inginkan, kamu harus mencari cara untuk meraihnya. Perbedaan antara sukses dan gagal tidak sejauh yang dibayangkan orang— hanya setipis satu tekad: siapa yang lebih serakah untuk menang.

Siapa yang punya kekuatan itu, siapa yang sanggup mengerahkan seluruh kemampuan, dialah yang melampaui dirinya sendiri.

Setiap langkahku menuju depan mengajarkanku satu hal: rasa serakah memberi tenaga yang luar biasa. Dia membuat seseorang mencapai batas tertingginya, memaksanya mengorbankan segalanya, menyingkirkan segala penghalang, dan berlari sekuat tenaga.

Banyak orang pernah bertanya: “Mr. Rockefeller, apa yang membuat Anda bisa mencapai puncak kekayaan?”

Aku tidak pernah menjawab jujur, karena serakah adalah kata yang tidak ingin orang dengar. Namun sebenarnya,  tiang yang menopang kesuksesanku adalah: aku membangkitkan rasa serakahku — dan mengembangkannya.

Setiap orang menyimpan benih rasa serakah yang hidup, peka, dan kuat. Tetapi kamu harus menyayanginya.

 Kamu harus berkata dalam hati: “Aku ingin. Aku ingin lebih.”

 Maka rasa serakah itu akan keluar dan bekerja untukmu— mengiringimu pada keberhasilan.

Tidak ada kekuatan yang dapat menghentikanku melepaskan rasa serakah, karena aku mengejar kesuksesan.  Kesuksesan yang lahir dari rasa serakah bukanlah dosa.

Kesuksesan adalah tujuan mulia. Dan jika kesuksesan itu diraih dengan cara yang benar dan bermoral, manfaat yang kita berikan pada manusia akan jauh lebih besar daripada saat kita hidup miskin.

Dan itu telah kubuktikan. Lihatlah apa yang kita lakukan sekarang: membiayai pendidikan, dunia medis, gereja, dan mereka yang miskin.  Itu bukan sedekah sesaat—  itu adalah gerakan amal besar yang membuat dunia lebih baik.

Tampaknya serakah tidaklah buruk, bahkan sama sekali bukan dosa.

Jika mereka yang menyebutku serakah tidak bermaksud menghina, aku akan menerima penilaian itu dengan senang hati.

John, aku adalah pusat hidupku. Aku yang menentukan apa yang terbaik bagiku. Karena itu, aku tidak peduli apa kata orang. Hatiku tetap tenang.

Bagi sebagian orang, aku selamanya adalah pebisnis bermotif kotor. Bahkan ketika aku memberikan sumbangan besar untuk kesejahteraan masyarakat, mereka tetap menganggapnya sebagai trik atau upaya menutupi kejahatan— bahkan mengatakan aku melakukan amal besar
untuk menebus dosa. Itu sungguh lucu.

Aku ingin berkata dengan sangat jujur: Aku tidak pernah membuatmu malu. Setiap sen yang ada di sakuku adalah uang bersih. Aku menjadi kaya sebagai balasan dari kecerdasanku dan cintaku pada dunia usaha.

Aku percaya Tuhan itu adil. Uangku adalah karunia Tuhan. Dan selama uang mengalir kepadaku, aku percaya itu karena Tuhan tahu aku akan mengembalikannya kepada masyarakat untuk kebaikan sesama.

Sekarang sudah waktuku membaca Alkitab. Malam ini sangat indah.

Bintang-bintang di langit seakan berkata: “Kerja bagus, John.”

Dengan kasih sayang,
Ayahmu
6 Mei 1918

Kutipan Rockefeller:

  1. Biarkan setiap pikiran tunduk pada tujuan keuntungan.
  2. Aku adalah pusat hidupku; aku menentukan apa yang tepat untukku.
  3. Nasib harus diciptakan sendiri; apa yang benar-benar kau inginkan, harus kau raih dengan segala cara. (jhn/yn)

Dari Laut Hitam ke Markas PBB: Ledakan, Diplomasi Rahasia, dan Ancaman Runtuhnya Organisasi Dunia!

EtIndonesia. Ketegangan di Laut Hitam kembali meningkat setelah sebuah kapal tanker kimia milik Rusia diserang oleh drone tak dikenal di perairan internasional. Otoritas Maritim Turki melaporkan bahwa insiden terjadi sekitar 80 mil laut dari pantai Turki pada 2 Desember 2025.

Kapal tersebut diketahui:

  • Membawa muatan minyak bunga matahari
  • Berlayar dari Rusia menuju pelabuhan di Georgia
  • Mengangkut 13 awak kapal, seluruhnya dilaporkan selamat
  • Tidak meminta bantuan SAR
  • Kini dialihkan menuju salah satu pelabuhan Turki untuk pemeriksaan keselamatan

Ini merupakan serangan ketiga dalam beberapa hari terakhir yang terjadi terhadap kapal-kapal Rusia di Laut Hitam. Otoritas regional menduga bahwa insiden tersebut berkaitan dengan operasi drone jarak jauh Ukraina yang menargetkan apa yang disebut sebagai “armada bayangan Rusia” — jaringan kapal komersial yang diduga digunakan Moskow untuk menghindari sanksi energi internasional.

Para analis menilai bahwa pola serangan baru ini menunjukkan pergeseran strategi Ukraina, yaitu memukul logistik Rusia jauh dari garis depan perang.

Dukungan Tiongkok untuk Rusia: Rantai Pasokan Militer Terungkap

Sejumlah laporan lembaga riset internasional yang diterbitkan antara 30 November–2 Desember 2025 mengungkap detail baru tentang bagaimana Tiongkok menjadi salah satu faktor penopang utama operasi militer Rusia.

Penelitian tersebut menemukan bahwa:

Komponen Kritis dari Tiongkok

  • Ban militer dan ban kendaraan berat yang digunakan tank dan kendaraan tempur Rusia
  • Mesin industri untuk pabrik amunisi dan fasilitas pertahanan
  • Komponen elektronik termasuk chip, sensor, dan modul avionik
  • Peralatan dual-use seperti drone komersial, sistem navigasi, dan perangkat optik

Menurut para analis dari Eropa dan Amerika Serikat, bila Tiongkok menghentikan ekspor kritis tersebut—even untuk tiga bulan saja—kemampuan mobilitas dan produksi senjata Rusia dapat lumpuh secara drastis.

Laporan itu menambah tekanan politik pada Beijing, yang selama ini menyangkal memasok material militer kepada Moskow.

Misi Perdamaian Baru: Utusan Trump Tiba di Moskow

Dalam perkembangan diplomatik besar, Reuters dan Washington Post melaporkan bahwa Steve Witkoff , utusan khusus Presiden AS Donald Trump, bersama Jared Kushner, telah tiba di Moskow pada 2 Desember 2025.

Mereka membawa paket perdamaian 19 poin versi revisi, yang sebelumnya sempat ditolak Kyiv.

Sikap Rusia

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa proposal terbaru itu: “Bisa menjadi dasar perjanjian.”

Namun dia menegaskan bahwa Rusia akan melanjutkan operasi militer bila Ukraina menolak rencana tersebut.

Isi Syarat Rusia

Putin menyampaikan garis merah Rusia, yang mencakup:

  • Ukraina harus meninggalkan rencana bergabung dengan NATO
  • Pengakuan penuh atas kendali Rusia di:
    • Donetsk
    • Luhansk
    • Zaporizhzhia
    • Kherson
  • Pembatasan signifikan terhadap kekuatan militer Ukraina
  • Pembatasan terhadap kebijakan dalam negeri, termasuk pengawasan keamanan

Sikap Kyiv dan Eropa

  • Ukraina menolak seluruh syarat yang mencakup penyerahan wilayah
  • Pemimpin Eropa menyebut usulan Rusia sebagai “kapitulasi terselubung”
  • Utusan AS dijadwalkan bertemu Presiden Zelenskyy 3 Desember 2025 untuk menyampaikan tanggapan Moskow

Proses negosiasi ini dinilai sebagai upaya paling serius menuju gencatan senjata sejak awal tahun 2025, tetapi juga yang paling kontroversial

PBB Nyaris Bangkrut: Krisis Terburuk dalam 80 Tahun Sejarah Organisasi

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyatakan bahwa PBB sedang menghadapi krisis keuangan terburuk sepanjang sejarahnya.

Dalam laporan anggaran 2026 yang dipresentasikan pada 1 Desember 2025, Guterres mengusulkan langkah darurat:

Rencana Pemotongan Besar PBB

  • Pemotongan anggaran inti 2026 sebesar 577 juta dolar
  • Pengurangan 18% pegawai di berbagai departemen
  • Penundaan sejumlah program bantuan internasional

Penyebab Krisis

Hingga akhir November 2025, negara-negara anggota PBB menunggak kontribusi sebesar: 1,586 miliar dolar

Jumlah ini adalah tunggakan terbesar dalam dua dekade terakhir, mengancam operasional utama kantor-kantor:

  • WFP (World Food Programme)
  • UNICEF
  • UNHCR
  • UNDP dan badan lainnya

Dalam peringatannya, Guterres menyatakan: “Jika kontribusi tidak segera dibayar, PBB mungkin menghadapi risiko runtuh.”

Krisis ini dapat mengguncang jaringan bantuan global yang setiap hari menyokong lebih dari 300 juta penerima manfaat di seluruh dunia.

Kesimpulan

Perkembangan internasional pada awal Desember 2025 memperlihatkan:

  • Konflik Rusia–Ukraina memasuki fase baru, dengan serangan jauh di Laut Hitam
  • Rantai suplai militer Rusia yang bergantung pada Tiongkok  semakin menjadi sorotan global
  • AS mencoba memaksakan formula perdamaian baru, tetapi syarat Rusia dinilai sebagai penyerahan
  • PBB berada di ambang kolaps finansial akibat kontribusi negara anggota yang tidak dibayar

Situasi global memasuki periode yang semakin tak menentu, baik di medan perang, diplomasi, maupun stabilitas lembaga internasional.

Kata Sang Mutiara: Kegelapan Melahirkan Cahaya, Penderitaan Menempa Keindahan

EtIndonesia. Aku berasal dari keluarga petani. Tak jarang, rasa minder muncul dari cara bicaraku dan sikapku sehari-hari. Suatu hari, seorang teman berbincang denganku tentang mutiara.  

Dia bertanya: “Menurutmu, kenapa mutiara itu begitu berharga?”

Aku menjawab : “Karena permukaannya halus, indah, berkilau, dan putih bersih.”

Temanku menggeleng dan berkata : “Itu semua hanya tampilan luar. Yang membuat sebuah benda benar-benar berharga adalah hakikatnya, bukan permukaannya. Mutiara mahal karena hatinya yang mahal.”

Aku bertanya : “Lalu… apa yang dimaksud dengan ‘hati’ mutiara?”

Dia menjelaskan dengan pelan:  “Awalnya, mutiara hanyalah sebutir pasir kecil— tak berarti, kusam, dan tidak menarik.  Suatu hari, takdir membawanya masuk ke dalam kerang. Di tempat gelap itu,  di bawah tekanan dan gesekan yang menyakitkan dari daging kerang, butiran pasir itu tidak menyerah pada nasib. Dalam kegelapan dan penderitaan itu, perlahan dia membentuk kilau kehidupan— itulah hati sebuah mutiara.”

Temanku menepuk bahuku dan berkata tulus : “Kalau mutiara bisa bicara, dia akan berkata: kegelapan bisa melahirkan cahaya,  penderitaan bisa menempa keindahan. Semoga kamu punya hati seperti mutiara.”

Beberapa waktu kemudian, aku sedang berada pada masa tersulit dalam hidupku. Teman yang sama kembali membahas tentang mutiara.

Dia mengeluarkan sebutir mutiara dan bertanya : “Menurutmu, apa benih dari sebuah mutiara?”

Aku terdiam. Mutiara berasal dari dalam kerang—mana mungkin punya benih?

Dia tersenyum, lalu berkata: “Tentu mutiara punya benih. Benihnya adalah butir-butir pasir itu— pasir yang tajam, pasir yang menyakiti kerang,  pasir yang membawa penderitaan. Justru karena pasir yang menyakitkan itulah, kerang bisa ‘melahirkan’ mutiara yang bersinar.”

Aku tertegun: “Benih mutiara adalah butir-butir penderitaan.”

Jawaban temanku benar-benar di luar dugaanku.

Dia melanjutkan:   “Dalam hidup kita, kegagalan, kemunduran, pukulan, dan kemalangan… semuanya juga adalah benih.  Asalkan kita punya hati yang tidak menyerah pada penderitaan, benih-benih itu, melalui darah dan keringat kita, akan tumbuh menjadi mutiara kehidupan.”

Kata-kata teman itu mengubah cara pandangku. Tentang hidup. Tentang penderitaan.

Setiap kali aku berada di tengah cobaan, seakan-akan aku mendengar suara perlahan berkata kepadaku: Kegelapan dapat menumbuhkan cahaya. Penderitaan dapat menempa keindahan. (jhn/yn)

Penegakan Hukum dan Pengawasan Ketat Jadi Kunci Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jakarta, 3 Desember 2025 – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegaskan komitmennya untuk mengawal iklim persaingan usaha yang sehat sebagai infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Pemerintah. Dalam keterangan pers hari ini, Wakil Ketua KPPU, Aru Armando, menyebut bahwa persaingan usaha yang adil adalah solusi untuk mengatasi praktik “Serakahnomics”, yaitu pola ekonomi di mana pelaku usaha mengambil keuntungan berlebih dengan cara mematikan pesaing kecil.

“Keberadaan KPPU dan persaingan usaha merupakan cara untuk mengatasi ‘Serakahnomics’. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, kompetisi harus ditingkatkan,” tegas Aru Armando dalam pertemuan dengan media di Jakarta.

Penegakan Hukum yang Lebih Tegas

Sepanjang tahun 2025 hingga 30 November, KPPU telah menjatuhkan total denda sebesar Rp695 miliar, angka yang meningkat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hingga 2 Desember 2025, denda yang telah dibayarkan mencapai Rp52,9 miliar. Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa KPPU tidak mentolerir praktik yang merugikan konsumen dan menghambat persaingan sehat.

Selain itu, aktivitas merger dan akuisisi juga mengalami peningkatan signifikan. KPPU mencatat 141 notifikasi transaksi dengan total nilai mencapai Rp1,3 kuadriliun, yang didominasi oleh sektor pertambangan dan logistik. Meski mencerminkan geliat hilirisasi, KPPU mengingatkan pentingnya pengawasan ketat untuk mencegah terjadinya konsentrasi pasar yang berlebihan.

Fokus pada UMKM dan Pencegahan Korupsi

Tidak hanya mengawasi korporasi besar, KPPU juga aktif mendorong kemitraan yang adil bagi UMKM. Tahun ini, lebih dari 5.000 mitra waralaba ritel telah memiliki perjanjian yang lebih transparan, sementara praktik bundling yang merugikan peternak kecil di sektor peternakan ayam telah dihapuskan.

KPPU juga berperan sebagai instrumen pencegahan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Dari 12 perkara yang diputus tahun ini, beberapa masih terkait persekongkolan tender. “Penegakan hukum di sektor ini adalah bentuk dukungan langsung KPPU terhadap Asta Cita pemerintah untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan efisien,” jelas Aru.

Mengawal Program Strategis Pemerintah

Dalam program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), KPPU telah memberikan rekomendasi kepada Presiden agar pemilihan mitra dilakukan secara transparan dan mengutamakan UMKM serta koperasi. Hal ini bertujuan mencegah munculnya kartel pangan yang dapat mengambil keuntungan dari program sosial tersebut.

Di sisi lain, KPPU juga mengawasi perkembangan platform digital yang berpotensi melakukan praktik anti-persaingan, seperti kolusi algoritma dan self-preferencing. KPPU saat ini sedang mempersiapkan instrumen hukum untuk menjerat perilaku tersebut di ranah digital.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Menurut laporan World Bank B-Ready 2024, skor persaingan pasar Indonesia masih berada di angka 52, di bawah Vietnam dan Singapura. Sementara itu, Indeks Persaingan Usaha Indonesia berada di angka 4,95 dari skala 7.

“Untuk mencapai pertumbuhan 8 persen, dibutuhkan peningkatan kualitas persaingan usaha secara signifikan. Studi menunjukkan, diperlukan peningkatan 29% tingkat persaingan usaha, atau skala indeks 6,33, untuk mendukung target tersebut,” jelas Aru.

KPPU menegaskan bahwa persaingan usaha yang sehat bukan sekadar pelengkap, melainkan infrastruktur utama pertumbuhan ekonomi. Dengan memastikan level playing field yang adil, KPPU berkomitmen agar pembangunan ekonomi dapat dinikmati secara merata, bukan hanya oleh segelintir pelaku usaha besar.

Serangan Rusia Mulai Macet Total! Ukraina Bangkit dan NATO Siapkan Langkah Kejutan

EtIndonesia. Medan perang Ukraina–Rusia di sepanjang front timur memasuki fase yang semakin menentukan. Pada akhir November 2025, sejumlah laporan lapangan menunjukkan bahwa operasi ofensif Rusia mulai kehilangan momentumnya. Ukraina, yang beberapa pekan terakhir meningkatkan serangan balik serta efektivitas drone, berhasil menahan dan bahkan membalikkan beberapa sektor vital.

Gagal Total di Vovchansk: Drone Ukraina Gagalkan Aksi Simbolis Rusia

Brigade ke-57 Ukraina menggagalkan aksi simbolis Rusia yang hendak menancapkan bendera di pusat Kota Vovchansk. Ketika sekelompok pasukan Rusia mencoba mengibarkan bendera tersebut, sebuah drone FPV Ukraina menghantam titik itu secara presisi, menghentikan operasi simbolik yang dipromosikan Rusia sebagai “keberhasilan moral”.

Laporan video dari garis depan menunjukkan ledakan tepat pada saat bendera ditegakkan, menandai pukulan psikologis serius bagi pasukan Rusia.

Kerugian Rusia Membengkak di Ivanivka (Kharkiv)

Dalam periode lima hari terakhir per November, pasukan Rusia mengalami kerugian signifikan di sektor Ivanivka, Kharkiv. Data yang dikonfirmasi beberapa unit Ukraina menyebut:

  • ≈100 kendaraan tempur Rusia hancur
  • Divisi ke-90 Rusia mengalami kerugian terberat sejak musim panas
  • Banyak kendaraan terperangkap oleh ranjau, drone FPV, dan artileri presisi

Sementara Rusia mengklaim telah mencapai kemajuan di wilayah ini, rekaman satelit menunjukkan bahwa garis pertahanan Ukraina masih solid.

Kupiansk: Klaim Rusia “Menguasai Kota” Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Sejak pertengahan November 2025, Rusia mengaku telah “sepenuhnya menguasai” Kupiansk. Namun laporan independen, termasuk analisis citra satelit dan laporan OSINT, menunjukkan fakta berbeda:

  • Rusia hanya menguasai ±30% wilayah kota
  • Kontrol mereka terbagi dalam dua koridor sempit
  • Ukraina masih melancarkan serangan balik setiap hari

Sejumlah rumor beredar bahwa Jenderal Valery Gerasimov, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia, tengah diselidiki karena diduga memanipulasi laporan operasi untuk menunjukkan “kemajuan” yang tidak sesuai kondisi lapangan.

Ukraina Rebut Ivanivka (Dnipropetrovsk): Operasi Kilat dan Keruntuhan Unit Rusia

Di garis tempur wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina berhasil merebut kembali Ivanivka setelah pertempuran darat intensif.

Hasil operasi:

  • 53 tentara Rusia tewas
  • 19 tentara Rusia ditawan
    Sebagian tertangkap dalam penyamaran sebagai warga sipil, menimbulkan indikasi ketakutan dan disintegrasi unit.

Produksi Rudal Ukraina Melesat: Neptune & Firebird Menjadi Kunci Perang 2026

Analisis militer dari Urvideonpress menunjukkan bahwa industri pertahanan Ukraina kini telah mencapai kapasitas produksi rudal tertinggi sejak perang dimulai:

  • 40–50 rudal anti-kapal Neptune per bulan
  • 90 rudal jelajah Firebird per bulan

Kedua rudal ini dirancang untuk:

  • Menembus pertahanan udara Rusia
  • Menghancurkan infrastruktur energi strategis
  • Menyerang pangkalan militer jauh di dalam Rusia

Selain itu, intelijen Ukraina dilaporkan telah menyusup ke jaringan komunikasi Rusia, termasuk ke unit Rusia yang beroperasi di Afrika.

Pertempuran Pokrovsk: Rusia Tertahan Meski Sudah 4 Bulan Bertempur

Pokrovsk tetap menjadi salah satu titik paling panas dalam perang. Rusia berusaha mengepung kota sejak Juli 2025, tetapi laporan terbaru menunjukkan mereka masih gagal.

Fakta utama:

  • 3 unit BMP Rusia dihancurkan drone FPV
  • Jalur kereta Pokrovsk–Myrnohrad berhasil dipertahankan Ukraina
  • Posisi pengepungan Rusia masih berjarak ±5 km dari pusat kota
  • Jet F-16 Ukraina menyerang pos komando Rusia di timur kota

Dalam 48 jam terakhir:

  • 20 serangan Rusia digagalkan
  • Beberapa segmen rel kereta direbut balik oleh Ukraina

Menurut Institute for the Study of War (ISW):

“Meski bertempur hampir empat bulan, Rusia baru menguasai sekitar dua pertiga Pokrovsk, dan itu tidak mengubah arah perang.”

Nasionalis Rusia Mengakui Kemandekan: “Rusia Tidak Punya Kelayakan Menawarkan Perdamaian”

Tokoh garis keras sekaligus mantan pejabat FSB, Igor Strelkov (Girkin), kembali mengkritik strategi Kremlin. Ia menyatakan:

  • Rusia hanya meraih kemenangan taktis kecil
  • Tidak memiliki kekuatan memaksa Ukraina menyerah
  • Tanpa kemenangan di Kupiansk, Pokrovsk, Orikhiv, dan Velyka Novosilka, kemenangan strategis mustahil tercapai

Strelkov, yang kerap mengkritik operasi militer Rusia, menyebut bahwa “pijakan kemenangan Rusia semakin mengecil”.

Kerugian Besar Rusia di Pokrovsk – Data Resmi November 2025

Menurut Staf Umum Ukraina, kerugian Rusia di satu sektor Pokrovsk pada November mencapai:

  • 1.221 personel tewas
  • 545 terluka
  • 140 kendaraan hancur
  • >3.200 drone Rusia ditembak jatuh

Jumlah ini menjadi salah satu kerugian bulanan terbesar Rusia sejak 2022.

AS–Ukraina Tetapkan “Batas Bawah” Negosiasi Perdamaian

Dalam pertemuan tingkat tinggi AS–Ukraina, Kyiv menolak tegas tuntutan Rusia agar Ukraina mundur dari seluruh wilayah Donbas.

Tiga alasan utama penolakan Kyiv:

  1. Melanggar Konstitusi Ukraina
  2. Tidak diterima publik Ukraina
  3. Secara militer tidak realistis dan akan melemahkan pertahanan nasional

Isu keanggotaan Ukraina di NATO juga dibahas, namun menjadi sensitif karena bisa dipengaruhi hasil negosiasi gencatan senjata.

Eropa & NATO Meningkatkan Kesiagaan Hadapi ‘Tekanan Rusia’

Dukungan Militer Eropa

Pada 30 November – 1 Desember 2025, Belanda mengumumkan:

  • Bantuan tambahan €250 juta
    Untuk pembelian senjata dari AS, dengan fokus pada:
    • Rudal pertahanan udara kompatibel F-16
    • Sistem amunisi dan drone tempur

Latihan Perang NATO

Beberapa latihan besar dikerahkan:

1. Latihan di Rumania

Simulasi pertahanan darurat di sayap timur NATO.

2. Northern Forge 2025

  • ±3.000 pasukan
  • Latihan pertempuran malam hari
  • Simulasi suhu ekstrem Arktik
  • Fokus pada pencegahan agresi Rusia di Skandinavia

Ketua Komite Militer NATO, Laksamana Giuseppe Cavo Dragone, menegaskan bahwa aliansi mungkin perlu mempertimbangkan aksi pre-emptive untuk mengimbangi ancaman hibrida Rusia yang meningkat.

Kesimpulan: Garis Depan Bergerak, Tetapi Arah Perang Tidak Berubah

Akhir November 2025 menandai fase perang yang semakin menentukan:

  • Rusia menekan, tetapi gagal mencapai kemenangan strategis
  • Ukraina bertahan dan bahkan merebut kembali sektor-sektor penting
  • Industri persenjataan Ukraina meningkat tajam
  • NATO memperkuat kesiagaan menghadapi ekspansi agresi Rusia

Situasi ini menegaskan bahwa perang belum mendekati akhir—justru memasuki babak baru yang semakin intens dan penuh ketidakpastian.

Dari Laut Turki hingga Jantung Moskow: Operasi Siluman Ukraina yang Mengacaukan Mesin Perang Rusia

EtIndonesia. Gelombang serangan Ukraina kembali menghantam sasaran strategis Rusia di Laut Azov. Pada malam 29 November, Pelabuhan Berdiansk—yang sepenuhnya berada di bawah kendali militer Rusia dan menjadi pusat suplai di sektor selatan—diguncang dua ledakan dahsyat dalam sebuah operasi presisi tinggi.

Menurut komunitas intelijen sumber terbuka Defenders, dua ledakan besar menerangi langit Berdyansk dan memicu kebakaran masif pada sebuah kapal kargo berlabel “Kadyrov”. Garis pantai yang biasanya sepi berubah menjadi zona tempur.

Direktorat Intelijen Utama Ukraina (HUR) memastikan bahwa target utama adalah satuan pasukan khusus Chechnya yang diduga terlibat penyelundupan solar militer. Dalam serangan tersebut, Ukraina mengklaim keberhasilan menghancurkan:

  • 4 kendaraan lapis baja Tiger
  • 2 pikap militer
  • 1 regu penuh pasukan Chechnya

Unit darurat Rusia bergegas ke lokasi. Rekaman visual menunjukkan kobaran api yang membumbung tinggi dan terlihat hingga beberapa kilometer dari pelabuhan.

Mengapa Berdyansk Menjadi Sasaran Utama?

Berdyansk merupakan salah satu urat nadi logistik Rusia di front selatan. Setiap kerusakan pada pelabuhan ini langsung mengganggu suplai amunisi, BBM, dan rotasi pasukan ke garis depan Zaporizhzhia dan Mariupol.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina terus meningkatkan kemampuan serangan jarak jauhnya. Selain Berdyansk, sasaran strategis lain yang berkali-kali dihantam adalah Pelabuhan Novorossiysk, salah satu pusat ekspor energi terbesar Rusia.

Serangan terbesar sebelumnya, yang dikenal sebagai Operasi “Jaring Baru”, menggunakan rudal anti-kapal R-360 Neptune, dan berhasil merusak:

  • Terminal Minyak Sheskharis (mengelola ±20% ekspor minyak laut Rusia)
  • Satu baterai sistem pertahanan udara S-400, termasuk 4 peluncur yang hancur

Media pro-militer Rusia mengkritik keras kepemimpinan Armada Laut Hitam, bahkan menyerukan pencopotan beberapa komandan.

Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia Terbakar di Turki

Pada 28 November, dua kapal tanker tua milik armada bayangan Rusia—yang sering digunakan untuk mem-bypass sanksi internasional—diserang drone laut Ukraina di perairan lepas Turki.

Pada 29 November, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) secara resmi mengklaim operasi tersebut.

Dampaknya signifikan:

  • Tanker Kairos terbakar hebat hingga tinggal rangka
  • Tanker Virat mengalami robekan besar pada lambung dan kehilangan daya gerak
  • Rekaman kru menunjukkan drone laut melaju cepat menghantam badan kapal sesaat sebelum ledakan

Serangan ini dilakukan menggunakan SeaBaby, drone laut berkecepatan ±80 km/jam dengan muatan bahan peledak 300–900 kg dan navigasi multi-sistem (GPS, inersia, Starlink).

“Armada Bayangan”: Urat Finansial Rusia yang Mulai Terkikis

Armada bayangan Rusia mencakup sekitar 600 kapal tanker tua, yang bertanggung jawab atas ±70% ekspor minyak mentah Rusia. Kapal-kapal ini beroperasi dengan registrasi tidak jelas, tanpa standar keselamatan modern, dan sering memalsukan pelacak AIS.

Kedua kapal tanker yang diserang tengah menuju Novorossiysk, pelabuhan energi vital Rusia.

Serangan tersebut memicu efek domino:

  • Jadwal kapal di Novorossiysk kacau balau
  • Premi asuransi tanker di Laut Hitam melonjak lebih dari 6% dalam 1 minggu
  • Beberapa perusahaan logistik menghentikan operasi ke wilayah itu
  • Banyak tanker Rusia terpaksa memutar lewat Afrika Barat dan Oman, menambah biaya dan waktu pengiriman

Dampaknya, minyak Rusia semakin sulit bersaing meski sudah dijual dengan harga diskon.

Dampak Global: Harga Minyak Naik, Eropa Tingkatkan Kewaspadaan

Setelah kabar serangan meluas ke publik:

  • Harga minyak global naik 1,5%
  • Baltic Dry Index (indeks tarif pengiriman global) meningkat 13% dalam 7 hari
  • Uni Eropa dan Turki meningkatkan patroli dan perhatian di rute Laut Hitam

Laut Hitam sendiri menangani sekitar 3% ekspor minyak mentah dunia. Jika gangguan terjadi di Selat Turki, 80% ekspor minyak Kazakhstan dapat terblokir—sebuah potensi krisis energi global.

Ukraina membela operasinya dengan dasar hukum perang: kapal tanker yang menyuplai minyak ke Rusia dianggap sebagai bagian dari “kapasitas perang musuh”.

Moskow Diguncang Ledakan: Pakar Militer Rusia Tewas

Ibu kota Rusia kembali diguncang insiden mematikan. Pada 1 Desember, sebuah Toyota Land Cruiser 200 meledak di distrik barat Moskow.

Korban tewas adalah:

  • Seorang ilmuwan fisika kuantum, 41 tahun, bekerja di lembaga riset Stermak-Polius, pemasok giroskop laser dan sistem navigasi presisi untuk Angkatan Dirgantara Rusia.

Ledakan ganda tersebut memecahkan kaca rumah dan apartemen di sekitarnya. Meski otoritas Rusia tutup mulut, media lokal menduga kuat keterlibatan unit operasi Ukraina.

Peristiwa ini menjadi salah satu dari serangkaian pembunuhan terarah terhadap ilmuwan dan teknisi militer Rusia sepanjang tahun 2025.

Serangan Besar Ukraina terhadap Infrastruktur Energi Rusia

Pada 23 November, Ukraina meluncurkan salah satu serangan jarak jauh terbesarnya terhadap fasilitas energi Rusia. Sasaran utama adalah Pembangkit Listrik Shatura, yang menyuplai sebagian jaringan listrik Moskow.

Akibatnya:

  • Ibu kota Rusia mengalami pemadaman listrik sporadis
  • Sistem komunikasi strategis terganggu
  • Intelijen Rusia melaporkan penggunaan besar-besaran drone dan rudal buatan Ukraina, termasuk rudal jelajah Firebird

Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina akan menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia selama Moskow terus memaksa Kyiv menerima “proposal menyerah”.

Kisah Filsafat: Tak Ada Jalan yang Lebih Panjang dari Langkah Kaki

EtIndonesia. Kerajaan Arab kuno terletak jauh di tengah gurun.  Bertahun-tahun diterpa angin pasir, kota yang dahulu makmur kini menjadi rusak dan sepi—  penduduknya semakin berkurang. Sang raja menyadari bahaya yang mengancam negeri itu.

Suatu hari, dia memanggil keempat pangerannya dan berkata: “Aku berencana memindahkan ibu kota ke wilayah Kalen yang indah dan subur.”

“Kalen sangat jauh dari sini.  Kalian harus melintasi gunung-gunung tinggi, padang rumput, rawa, bahkan menyeberangi banyak sungai besar. Tetapi seberapa jauhnya, tak seorang pun benar-benar tahu,” ujar raja.

Raja menatap putra-putranya dan melanjutkan: “Aku memutuskan untuk mengirim kalian berempat, masing-masing melalui jalur yang berbeda, untuk mencari tahu.”

Keempat pangeran itu terkejut, tetapi tetap mematuhi perintah ayah mereka. Mereka menyiapkan perlengkapan dan berangkat.

Pangeran sulung naik kereta selama delapan hari, melintasi empat gunung besar hingga tiba di padang rumput tak berujung. Orang-orang di sana memberitahunya bahwa setelah padang rumput itu  masih ada rawa-rawa, sungai besar, dan pegunungan es. Terkejut akan jauhnya perjalanan, dia pun berhenti dan kembali.

Pangeran kedua menunggang kuda dan berhasil melewati rawa. Namun sebuah sungai besar yang deras menghalangi jalannya. Melihat air yang mengalir begitu kuat, dia pun berbalik pulang.

Pangeran ketiga menyeberangi dua sungai besar, tetapi kemudian masuk ke gurun luas yang tak bertepi. Di tengah pasir yang membentang tanpa arah, dia kehilangan orientasi dan mulai mencari jalan kembali.

Sebulan kemudian, tiga pangeran itu kembali ke istana dan melaporkan apa yang mereka lihat. Mereka berulang kali menegaskan bagaimana sulitnya perjalanan itu, dan semua orang yang mereka temui juga mengatakan bahwa Kalen sangat jauh, hampir mustahil dijangkau.

Enam hari berlalu— barulah pangeran bungsu kembali, tubuhnya penuh debu perjalanan. 

Dengan wajah bersemangat dia berkata kepada ayahnya: “Menuju Kalen hanya membutuhkan delapan belas hari perjalanan!”

Raja tersenyum puas:  “Kamu benar, anakku. Sebenarnya aku sudah pernah ke Kalen.”

Para pangeran tertegun :  “Kalau Ayah sudah tahu, mengapa Ayah masih mengirim kami?”

Dengan wajah serius raja berkata:  “Ada empat kata yang ingin kusampaikan: ‘Kaki lebih panjang dari jalan.’”

Renungan Hidup

“Tak ada jalan yang lebih panjang dari langkah kaki, dan tak ada gunung yang lebih tinggi dari manusia.”

Sering kali, dalam hati kita, perjalanan terasa jauh, berat, dan tak mungkin dicapai.

Padahal kita seharusnya mengerti: Selama kita terus melangkah, tak ada jalan yang tidak bisa ditembus.  Langkah kitalah yang menentukan jarak—bukan sebaliknya. (jhn/yn)

Pasca Diterjang Banjir-Longsor, (Foto-foto) Pembukaan Akses Tarutung–Sibolga dan Tarutung–Padang Sidempuan Dipercepat

EtIndonesia. Upaya kolaboratif antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam penanganan darurat bencana hidromteorologi di Sumatera Utara, semakin dirasakan masyarakat terdampak. Salah satunya terlihat di jalur Tarutung menuju Padang Sidempuan, yang sebelumnya terputus karena tertimbun material longsor.

Perlahan tapi pasti, akses darat yang juga menghubungkan Medan menuju Padang di Sumatra Barat itu mulai terbuka berkat dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum, TNI dan Polri.

Dari hasil pantauan BNPB di lapangan  Senin (1/12), tepatnya di jalan lintas Tarutung kilometer 12m Dusun Bupayung, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok hingga Batu Jomba, sejumlah alat berat dikerahkan untuk membuka akses. Petugas lapangan juga melakukan pembersihan material secara semi-manual menggunakan sekop dan alat bantu lainnya.

Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB

Dari proses pembukaan jalur ini sudah ada 11 titik yang kini dapat dilalui oleh jenis kendaraan tertentu dengan kecepatan terbatas. Sisanya, hanya tinggal beberapa titik saja yang ditargetkan akan dapat pulih dalam waktu yang tak begitu lama.

Sejumlah kendaraan mulai sepeda motor hingga mini sedan telah dapat menjangkau lebih jauh dari jarak yang sebelumnya tertutup. Masyarakat yang sebelumnya terisolasi kini mulai mengakses jalur dan kebutuhan logistik dapat didistribusikan secara maksimal oleh pemerintah dan relawan.

Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB

Sementara itu, di Jalur Tarutung-Sibolga, pembukaan akses jalan ini juga memberikan dampak yang nyata bagi warga maupun lintas sektor kementerian/lembaga dalam penanganan darurat bencana.

Titik yang sudah dapat ditembus dari jalur ini telah sampai di Dusun Sibalanga Jae atau lebih tepatnya di depan Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Selatan.

Usai akses mulai terbuka, distribusi logistik kepada warga terdampak di pengungsian pun dapat dilengkapi sesuai kebutuhan. Di samping itu, terjangkaunya akses ini juga memudahkan tim operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) dalam melakukan tugasnya dengan armada yang lebih lengkap.

Pihak PLN juga dapat lebih jauh menjangkau wilayah untuk pemulihan jaringan listrik, sehingga diharapkan dalam waktu dekat semua kehidupan masyarakat dapat berjalan seperti sedia kala.

Segenap pihak terus berupaya membuka akses yang masih tertutup material longsor melalui kolaborasi secara terpadu. Jalur Tarutung-Sibolga dan Tarutung-Padang Sidempuan memang belum seluruhnya dapat ditembus, namun tim di lapangan tak henti berupaya memulihkan akses agar segenap penanganan darurat dapat lebih dimaksimalkan.

Upaya pembukaan akses jalur yang tertutup ini menjadi salah satu prioritas dalam penanganan darurat sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Sejalan dengan itu, BNPB juga telah mengerahkan beberapa kekuatan dan armada untuk mencapai wilayah yang masih terisolasi akibat dampak bencana, demi memenuhi kebutuhan logistik dan peralatan bagi masyarakat.

Upaya itu dilakukan dengan mengerahkan lima helikopter dari BNPB dan TNI AD pengangkut logistik yang diterbangkan dari Bandara Sisingamangaraja XII, Silangit, menuju titik-titik yang belum terjangkau.

Di samping itu, BNPB juga mengerahkan prajurit darat dari TNI dan Polri untuk membawa bantuan logistik menembus titik longsor mencapai wilayah yang terisolasi dengan cara berjalan kaki.

 “Bergerak juga pasukan TNI membawa logistik dengan ransel di punggung untuk membantu masyarakat yang terjebak di jalur Tarutung menuju Sibolga dan wilayah lainnya,” ungkap Suharyanto, Minggu (30/11).

“Tinggal ada beberapa desa yang mulai berangsur-angsur pulih,” pungkasnya.

Berbagai upaya ini tentunya menjadi salah satu fokus utama yang terus dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam fase tanggap darurat hingga pemulihan nanti. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dari berbagai sektor melalui kolaborasi dan sinergi yang terpadu dalam percepatan penanganan darurat bencana ini. (***)

Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB
Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB
Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB
Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB
Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB
Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB
Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB
Kondisi jalan lintas Tarutung-Padang Sidempuan kilometer 12 hingga Batu Jomba, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) – Dok BNPB
Sejumlah petugas PLN memperbaiki jaringan listrik jalur Tarutung-Sibolga di Dusun Sibalanga, Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Selatan, Senin (1/12).
Sejumlah petugas PLN memperbaiki jaringan listrik jalur Tarutung-Sibolga di Dusun Sibalanga, Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Selatan, Senin (1/12).

Setelah Membaca Kisah-kisah Ini, Sudahkah Kamu Berkaca pada Diri Sendiri?

EtIndonesia. Seorang ibu bertanya kepada putranya yang berusia lima tahun: “Kalau Mama dan kamu jalan-jalan, lalu kita haus tetapi tidak membawa minum, dan di tas kecilmu kebetulan ada dua apel, apa yang akan kamu lakukan?”

Anak itu miringkan kepala, berpikir sejenak, lalu menjawab:  “Aku akan menggigit kedua apel itu.”

Ibu itu langsung kecewa. Dia sempat ingin memarahi anaknya seperti kebanyakan orangtua, lalu mengajarkan bagaimana bersikap. Namun ketika kata-kata itu hampir keluar, dia menahan diri.

Dia mengusap pipi anaknya, lalu bertanya lembut: “Boleh Mama tahu… kenapa kamu menggigit dua-duanya?”

Anak itu berkedip, tersenyum polos: “Soalnya… aku mau pilih yang paling manis buat Mama.”

Sekejap itu juga, mata sang ibu berkaca-kaca.

Renungan: Mendengarkan sebelum menghakimi adalah sebuah kemampuan.

Seorang ayah sedang mencuci mobil. Anaknya mengambil batu kecil dan menggores pintu mobil itu.

Ayah yang marah besar langsung memukul tangan si anak dengan kunci inggris. Anaknya dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan jari-jari kecilnya patah.

Saat ayah menunduk penuh penyesalan, anak itu berkata pelan: “Papa, jangan sedih… jariku nanti sembuh kok.”

Ayah itu semakin hancur hatinya. Dia berlari pulang, berniat merusak mobilnya sendiri. Namun ketika dia melihat bekas goresan anaknya, tulisan itu berbunyi: “Papa, aku sayang Papa.”

Renungan: Betapa banyak hal yang seharusnya kita lihat dulu, pahami dulu… baru memutuskan sesuatu.

Di padang rumput, seekor anak singa bertanya kepada induknya:  “Ibu, di mana sih letaknya kebahagiaan?”

Induk singa menjawab: “Kebahagiaan ada di ujung ekormu.”

Mendengar itu, anak singa pun terus berputar mengejar ekornya. Namun dia tak pernah berhasil menggigitnya.

Induknya tertawa dan berkata:  “Bodoh kecil… kebahagiaan bukan didapat dengan mengejarnya. Kalau kamu berjalan ke depan dengan tegap, kebahagiaan akan selalu mengikuti di belakangmu.”

Renungan: Kadang yang kita cari mati-matian justru akan datang ketika kita berani maju.

Ada seorang gadis buta yang tidak punya apa-apa  selain pacarnya yang setia.

Pacarnya bertanya: “Kalau nanti matamu sembuh, kamu mau menikah denganku?”

Gadis itu mengangguk. Tak lama kemudian dia menerima donor kornea dan kembali bisa melihat.

Namun dia terkejut ketika tahu bahwa pacarnya… juga seorang tuna netra. Saat sang pria melamarnya, gadis itu menolak.

Pria itu pergi. Dia hanya meninggalkan satu kalimat: “Jaga baik-baik mataku.”

Renungan: Jaga mataku—karena yang membuatmu melihat adalah pengorbananku.

Ketika dia melamarnya, dia hanya berkata: “Tolong percaya padaku.”

Saat istrinya melahirkan putri pertama mereka, dia berkata: “Kamu hebat, terima kasih sudah berjuang.”

Ketika putri mereka menikah, dia memeluk bahu istrinya dan berkata: “Masih ada aku di sini.”

Pada hari dia menerima kabar bahwa istrinya kritis, dia berulang-ulang mengatakan: “Aku sudah datang… aku di sini.”

Ketika istrinya hendak pergi untuk selamanya, dia mencium dahi wanita itu dan berbisik: “Tunggulah aku.”

Seumur hidupnya, dia tidak pernah mengucapkan “Aku mencintaimu”. Namun cintanya tidak pernah pergi sedetik pun.

Renungan: Ada orang yang tak pandai berkata-kata, tetapi cintanya bekerja tanpa henti.

Seorang anak lelaki sudah tidak sanggup menanggung biaya hidup ibunya yang sudah tua. Dia memutuskan membawa ibunya ke gunung untuk ditinggalkan di sana.

Sore itu, dia berkata pada ibunya bahwa dia ingin mengajaknya berjalan-jalan. Ibu tua itu dengan susah payah naik ke punggung putranya.

Sepanjang jalan, anak itu hanya berpikir: “Harus naik lebih tinggi… lebih jauh… agar Ibu tidak bisa pulang.”

Tiba-tiba dia melihat ibunya mengeluarkan kacang-kacang kecil dan menebarkannya di sepanjang jalan.

Dengan marah dia bertanya: “Ibu buang kacang untuk apa?!”

Ibu itu menatapnya lembut dan berkata: “Anakku… Ibu takut kamu nanti tersesat saat pulang sendirian.”

Renungan: Cinta orang tua mengikuti kita seumur hidup — meskipun mereka sudah senja. (jhn/yn)

Kuda yang Malas Pada Akhirnya Akan Gagal

EtIndonesia. Ada sebuah kisah seperti ini: Dua ekor kuda masing-masing menarik satu gerobak besar. Kuda yang berada di depan berjalan dengan baik, langkahnya mantap. Sementara kuda di belakang sering berhenti, malas melangkah.

Akhirnya, orang-orang memindahkan muatan dari gerobak belakang ke gerobak depan. Setelah semua barang dipindahkan, gerobak belakang menjadi kosong. Kuda di belakang pun melangkah dengan ringan dan cepat.

dIa bahkan mengejek kuda di depan sambil berkata: “Kerja saja terus, berkeringatlah… semakin kaMu berusaha, semakin orang memanfaatkanmu.”

Ketika mereka tiba di penginapan untuk kuda dan gerobak, sang pemilik berkata: “Kalau hanya satu kuda yang menarik semuanya, buat apa aku memelihara dua?  Lebih baik aku rawat satu dengan baik, sedangkan yang satu lagi aku sembelih saja — paling tidak masih dapat kulitnya.”

Dan begitulah yang dia lakukan.

Kisah ini menunjukkan bahwa kemalasan selalu berakhir dengan hukuman. Orang yang hanya bermalas-malasan, makan enak tanpa bekerja, tidak mungkin merasakan kebahagiaan dari hasil jerih payah.

Dalam kondisi apa pun, kita tidak boleh membenci pekerjaan — itulah sikap terburuk yang bisa dimiliki seseorang. Orang merasa kerja itu berat biasanya karena dia ingin cepat-cepat menyelesaikannya, agar bisa beristirahat atau bersenang-senang. Keinginan cepat lepas dari beban itulah yang membuat pekerjaan terasa sangat membosankan.

Rasa jenuh juga bisa muncul karena pekerjaan terlalu berat, tetapi ada kalanya rasa jenuh datang karena kita belum mampu mengerjakannya dengan baik. Ketika pekerjaan membuahkan hasil dan mendapatkan penghargaan, pekerjaan yang tadinya membosankan pun bisa berubah menjadi menyenangkan.

Bekerja keras membutuhkan kerajinan dan keteguhan, tetapi bekerja keras dengan hati gembira adalah sebuah kebijaksanaan.

Tanamkan keyakinan ini dalam hati: dalam bekerja, kita harus mengerahkan segala kemampuan. Orang yang bekerja lebih giat saat bos tidak ada, akan mendapat penghargaan lebih besar.

Jika hanya bekerja baik ketika diawasi, maka selamanya kita tidak akan mencapai puncak kesuksesan.

Bila harapanmu terhadap dirimu sendiri lebih tinggi daripada harapan bos terhadapmu, maka kamu tidak perlu khawatir kehilangan pekerjaan. Dan bila kamu mampu mencapai standar terbaik versimu, kenaikan jabatan tinggal menunggu waktu.

Kesuksesan adalah hasil akumulasi dari usaha. Kalau ingin naik ke tangga tertinggi keberhasilan, kita harus selalu mengambil inisiatif dan bergerak lebih dulu. Jika kebiasaan ini terbentuk, kitalah yang suatu hari akan menjadi pemimpin.

Jika di hatimu ada seekor “kuda pemalas”, segeralah usir ia jauh-jauh —  jangan sampai dia menyeretmu menuju jurang kegagalan!(jhn/yn)

Status yang Tertunda, Mempertanyakan Kenapa Longsor-Banjir Sumatera Tak Layak Menjadi Bencana Nasional

 EtIndonesia. Gelombang air bah telah surut, menyisakan lumpur pekat dan angka-angka statistik yang mengerikan. Di tiga provinsi—Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh—bencana banjir bandang dan tanah longsor telah menelan ratusan jiwa.

Data mencatat total korban jiwa meninggal dunia mencapai 753 orang per Rabu (3/12), sementara itu lebih dari 576.000 warga harus mengungsi dan secara keseluruhan 3,3 juta jiwa yang terdampak. Bencana ini menimpa 50 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Skala bencana ini telah mendorong Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), untuk menyebutnya “tsunami kedua”

Namun, di tengah krisis kemanusiaan yang masif dan kengerian yang terulang ini, ada satu hal yang macet: status resmi bencana. Pemerintah Pusat, melalui Kepala BNPB, dinilai enggan menetapkan status Bencana Nasional, memicu kritik dari institusi perwakilan rakyat daerah, DPD RI.

Senator dari Sumatera Barat, Irman Gusman, yang juga berpengalaman menangani tsunami 2004, menilai situasi saat ini tidak kalah dahsyatnya.

“Ini enggak kalah dasarnya [dari tsunami],” tegas Irman Gusman. Ia melanjutkan, “Jadi tepat sekali yang disampaikan oleh Gubernur Aceh Mualim itu, ini buat dia yang merasakan betul dari bawah, ini boleh katakan seperti tsunami kedua… tapi kalau saya melihat ini mungkin enggak kalah juga dahsyatnya gitu karena melibati lintas provinsi, betul lintas kabupaten kota.”

Batas Daya Dukung Daerah

Bencana yang melanda tiga provinsi ini bukanlah kejadian lokal biasa. Situasi ini telah melumpuhkan infrastruktur vital. Di Sumatera Barat, jalan nasional yang paling sering dilalui, Padang-Bukittinggi, terputus. Di Aceh, tiga kepala daerah—Bupati Aceh Selatan, Aceh Tengah, dan Pidijaya—bahkan secara formal menyatakan ketidaksanggupan daerah masing-masing untuk menangani bencana.

Keterbatasan ini, menurut Irman Gusman, adalah alasan utama mengapa status Bencana Nasional menjadi krusial dan bukan sekadar urusan birokrasi semata.

“Kalau lintas provinsi harusnya sejoganya ini harus pusatIni bukan soal status ee nasional atau lokal ataupun apapun gitu loh,” ujarnya. “Sebab setiap status itu punya konsekuensi hukumnya… Kalau hanya tidak dibuat statusnya nanti bagaimana penanganannya.”

Status Bencana Nasional memiliki konsekuensi langsung pada pembiayaan dan kecepatan penanganan. Irman Gusman menjelaskan bahwa tanpa status tersebut, pemerintah daerah hanya bisa berjuang dengan anggaran terbatas (APBD).

“Kalau ini diterapkan status nasional artinya apa artinya pemerintah pusat APBN itu punya anggaran khusus kalau ada hal-hal yang luar biasa,” jelas Irman. “Ini sebetulnya yang diharapkan oleh ee daerah [karena melihat signifikannya persoalan],” tambahnya.

Emosi yang Terluka oleh Birokrat

Irman Gusman mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan beberapa pembantu presiden, termasuk Kepala BNPB, yang dinilai meremehkan skala bencana ini dengan membandingkannya dengan COVID-19 atau tsunami (di Aceh yang dianggap skalanya hanya beberapa lokasi di provinsi).

“ini menurut saya enggak ada empati gitu lho,” kritik Irman. Ia menyayangkan statement yang kurang bijak dari pimpinan nasional, seolah-olah penanganan hanyalah business as usual. “ah itu kan hanya di media sosmet kenyataannya tidak ini kan menyakiti gitu lho kalaupun tidak mau tapi jangan ngomongnya asal-asalan gitu lho,”

Pihaknya bersama 12 senator yang mewakili rakyat di Sumatera telah menyuarakan aspirasi ini secara tegas, namun merasa dibenturkan pada birokrasi yang lambat dan keengganan untuk mendengarkan suara dari daerah.

“Kami hanya minta tolong pusat ya kalau kami dianggap bagian dari publik. ini tetapkan  status bencana nasional. Mari kita berargumen apakah ini layak atau tidak. Jangan dibanding-bandingkan. Sudah jelas tuh gubernur Aceh mengatakan ini tsunami kedua…,” pintanya.

Kebutuhan Jangka Pendek dan Komprehensif

Penetapan status Bencana Nasional juga penting untuk memudahkan koordinasi lintas sektoral yang efektif, yang saat ini masih berjalan sporadis. Kebutuhan mendesak di lapangan saat ini adalah evakuasi orang hilang dan perbaikan infrastruktur, seperti jembatan sementara bagi daerah yang terisolir. Logistik, seperti beras, menjadi masalah pelik karena terputusnya jalur transportasi. 

Oleh karena itu, DPD berharap Presiden dapat melihat situasi ini secara langsung dan menetapkan penanganan yang terintegrasi.  

“Kita ingin kehadiran pemerintah pusat supaya menangani secara komprehensif gitu ya lintas sektoral lintas departemen dan sebagainya,” harap Irman Gusman. Ia menambahkan bahwa persoalan ini bukanlah masalah sektoral lagi, melainkan harus diambil alih secara nasional, yang akan mempermudah pengerahan sumber daya dan pendanaan khusus.

Bencana ini adalah pengingat keras bahwa apa yang selama ini disebut sebagai otonomi daerah, praktiknya sering kembali pada resentralisasi, dan dalam keadaan darurat, daerah menjadi tidak berdaya. 

Harapan terbesar adalah agar pemerintah pusat menunjukkan perhatian dan “kearifan” untuk menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh gubernur dan senator yang mewakili wilayah terdampak. Bencana ini juga harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk lebih ketat menjaga lingkungan dan mengelola perubahan iklim di masa depan.

“Status ini buat kami penting lagi-lagi saya ingin katakan karena begitu aturan birokrasinya,” tutup Irman.  (WJ)

Hilirisasi: Hulu di Kita, Hilir di Tiongkok

EtIndonesia—Forum Ekonomi Baru Bloomberg (Bloomberg New Economy Forum) yang digelar pada 19-21 November lalu di Singapura menjadi lokasi Presiden RI ke-7 Joko Widodo  menyampaikan pidato penutupnya selama 13 menit. Dalam pidato tersebut, Jokowi menggarisbawahi pembangunan infrastruktur sebagai “legasi dia” dan program hilirisasi sebagai upaya industrialisasi demi nilai tambah.

Namun, di tengah klaim tersebut, sosiolog dari NCU Singapura, Profesor Sulfikar Amir, di channel Abraham Samad Speak up,  menilai kehadiran dan substansi pidato Jokowi tersebut perlu disikapi kritis.

“Pidatonya itu sepertinya adalah upaya untuk menghibur diri,” ujar Prof. Sulfikar. Ia menilai pidato tersebut bertujuan untuk menjustifikasi keberhasilan tanpa menyebutkan masalah fundamental yang diakibatkan oleh pemerintahannya.

Politik Ganda di Panggung Internasional

Prof. Sulfikar menjelaskan bahwa meskipun Forum Bloomberg New Economy diklaim luar biasa di Indonesia, forum itu sebenarnya “tidak sebesar yang kita duga”. Forum ini, yang mencoba mencontoh World Economic Forum di Davos, adalah event “biasa aja di Singapura itu hampir tiap bulan ada forum-forum seperti itu”.

Legasi Infrastruktur yang Tak Terintegrasi

Jokowi dalam pidatonya menegaskan bahwa kepemimpinannya membawa perubahan transformatif di dalam pola pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, bandara, dan kereta cepat.

Namun, Prof. Sulfikar mengkritik keras klaim tersebut dengan menunjuk pada masalah teknokratik yang fundamental. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Jokowi tidak dihitung “secara teknokratik dengan cermat” dan “tidak terencana dengan baik”.

Akibatnya, pemanfaatan infrastruktur tersebut sangat rendah. “Utilisasi atau pemanfaatan dari infrastruktur yang dibangun oleh Jokowi ini sangat rendah,” tegas Prof. Sulfikar. Studi menunjukkan bahwa utility rate-nya, atau tingkat penggunaannya, hanya sekitar “30 40 persen”.

“Infrastruktur yang dibangun tidak terkoneksi. Tidak integrated,” katanya. Model yang diadopsi dari Tiongkok 20 tahun lalu ini melompati tiga lapisan dasar: sistem ekonomi berbasis pasar, kemampuan produksi, dan yang paling fundamental, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Tanpa basis yang kuat, aktivitas ekonomi yang seharusnya muncul dari pembangunan infrastruktur tersebut “tidak seperti yang diharapkan oleh Jokowi”.

Hilirisasi: Hulu di Kita, Hilir di Tiongkok

Klaim kedua Jokowi adalah hilirisasi, khususnya nikel, yang diklaim memberi nilai tambah bagi bangsa melalui lapangan pekerjaan dan pajak.

Prof. Sulfikar menyebut bahwa model hilirisasi ini lagi-lagi mencontoh Tiongkok. Namun, ia mengungkapkan bahwa hilirisasi hanyalah “tameng aja. Tameng dari sebuah sistem ekonomi ekstraktif yang lebih masif”.

“Program hilirisasi ini sebenarnya adalah upaya untuk mengambil nikel dari Indonesia secara murah,” katanya.

Proses pemurnian (smelter) yang menghasilkan polusi kini tidak dilakukan di Tionggkok, tetapi di Indonesia, dekat lokasi tambang seperti Morowali. Prof. Sulfikar menekankan bahwa program ini justru memicu “penambangan mineral secara membabi buta, secara ugal-ugalan dan menghancurkan lingkungan”.

Di sisi lain, masyarakat lokal di Morowali dan Maluku Utara “tetap miskin”. Prof. Sulfikar menyimpulkan dengan tegas: “Hilirisasi itu sebenarnya adalah proyek di mana hilirnya itu ada di Tiongkok gitu. Jadi hilirnya ada di Cina Kita tetap jadi hulu aja”. Ia menambahkan, lapangan pekerjaan yang dihasilkan pun sangat kecil, sekitar 70.000, jauh dari janji jutaan.

Hal ini diperparah dengan skandal Bandara di Morowali, di mana entitas swasta memiliki otoritas yang sangat otonom, seolah “melewati otoritas negara”. Skandal ini dinilainya sebagai “pelanggaran berat”.

Naifnya Visi Teknologi dan Pentingnya Kejujuran

Dalam wawancara di forum yang juga membahas revolusi robot humanoid, Jokowi sempat merespons mengenai dampak Artificial Intelligence (AI) terhadap lapangan kerja. Jokowi menyatakan bahwa AI tidak akan menghilangkan pekerjaan, asalkan masyarakat diajar coding, algoritma, dan machine learning.

Respons ini dinilai Prof. Sulfikar “naif sekali”. Ia menjelaskan bahwa profesi yang paling terancam hilang oleh generasi AI terbaru justru adalah ilmu komputer dan coding itu sendiri, karena “codingnya sudah bisa dikerjakan oleh AI”.

Prof. Sulfikar menyimpulkan bahwa pidato 13 menit Jokowi hanya habis untuk oversell apa yang dianggap prestasi, tanpa menyebut anjloknya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dan menurunnya Indeks Kinerja Logistik (LPI) Indonesia—dua hal yang sangat penting bagi investor.

“Saya kira kita bisa belajar satu hal bahwa Jokowi ini saya kira masih belum berani untuk jujur ya belum berani untuk jujur ee tentang masalah-masalah yang muncul yang diakibatkan oleh  pemerintahan dia,” pungkas Prof. Sulfikar. (Yud)

Pria Tiongkok Hidup dengan Korek Api yang Masih Berfungsi di Perutnya Selama 30 Tahun

EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok yang lupa menelan korek api 30 tahun lalu, sebagai tantangan, terkejut karena korek api itu masih berfungsi setelah dikeluarkan oleh dokter.

Seorang pria berusia 67 tahun bermarga Deng dari Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok, mulai mengalami kembung dan nyeri perut sebulan yang lalu, tetapi awalnya menganggapnya sebagai gejala gastroenteritis. Dia baru pergi ke rumah sakit setelah menyadari bahwa pengobatan dan perubahan pola makan sama sekali tidak membantu. Kondisinya memburuk hingga fia tidak bisa berbaring tanpa merasakan sakit yang luar biasa.

Setelah melakukan gastroskopi darurat, dokter menemukan sebuah benda berbentuk kubus aneh, halus, dan menghitam yang terkikis oleh asam lambung jauh di dalam perut pria tersebut. Namun, upaya untuk mengeluarkannya gagal karena bagian luarnya yang halus dan licin. Tim medis memutuskan untuk menunda pengeluaran benda tersebut agar mereka dapat menyelidiki sifat dan asal-usulnya.

Ketika ditanya apakah dia tahu benda kecil berbentuk persegi panjang di perutnya itu, Deng teringat sebuah kejadian di awal tahun 1990-an, ketika dia sedang minum-minum bersama teman-temannya di suatu malam, dia menelan korek api plastik sebagai tantangan. Dia tidak pernah menceritakannya kepada keluarganya dan selalu membayangkan korek api itu sudah lama masuk ke dalam tubuhnya. Mengingat kembali, dia ingat pernah mengalami sakit perut tanpa alasan yang jelas, tetapi dia tidak pernah membayangkan itu disebabkan oleh korek api yang ditelannya bertahun-tahun yang lalu.

Setelah memastikan benda asing itu adalah korek api, tim medis menilai metode pengangkatan terbaik. Pembedahan dianggap terlalu invasif, tetapi endoskopi rutin juga memiliki peluang keberhasilan yang rendah karena tekstur korek api yang halus. Akhirnya, tim memilih teknik “seperti kondom”, yaitu membungkus benda asing sepenuhnya sebelum menariknya keluar.

Meskipun casing korek api telah terkorosi dan menghitam karena asam lambung, masih ada gas di dalamnya, dan para dokter terkejut menemukan bahwa alat itu masih berfungsi. Mereka menjelaskan bahwa casing korek api umumnya terbuat dari polipropilena atau plastik ABS, yang sangat tahan asam, sehingga mampu menahan korosi asam lambung dalam jangka waktu yang lama.(yn)