Tanah Longsor Melanda Banjarnegara,  2 Orang Tewas, 27 Hilang dan 823 Warga Mengungsi

EtIndonesia– Tanah longsor kembali menelan korban jiwa dan kerusakan rumah warga. Kali ini bencana menerjang wilayah di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/11), pukul 16.00 WIB. Sejumlah warga masih diperkirakan tertimbun material longsor. 

Perkembangan informasi Pusat Pengendalian Operasi BNPB, hingga Senin (17/11), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara memperkirakan 27 warga masih tertimbun. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) masih melakukan operasi penyelamatan di lokasi terdampak. Selain operasi SAR, personel gabungan telah berhasil mengevakuasi 34 orang dari kawasan hutan di sekitar longsoran.

Lokasi terdampak tanah longsor berada di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. 

“Korban jiwa tercatat warga meninggal dunia 2 jiwa, luka-luka 2 jiwa dan mengungsi 823 jiwa. Warga yang mengalami luka-luka telah dirujuk ke RSUD Banjarnegara dan Puskesmas Pandanarum, sedangkan petugas BPBD setempat masih terus mendata warga yang melakukan pengungsian,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulisnya. 

Lokasi pengungsian berpusat di tiga lokasi, di antaranya Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji dan gedung haji Desa Pringamba. Merespons adanya warga di pos pengungsi, BPBD Kabupaten Banjarnegara mengaktifkan dapur umum di kantor kecamatan. 

Kerugian material meliputi rumah rusak berat sebanyak 30 unit dan rusaknya lahan persawahan dan perkebunan. 

Selain melakukan upaya SAR dan pelayanan pengungsi, BPBD setempat terus melakukan asesmen dampak dan kebutuhan warga. Sementara ini, kebutuhan mendesak dari hasil kaji cepat terdiri dari bahan makanan, makanan siap saji, air mineral, matras, selimut, hygiene kit dan family kit. 

Menyikapi bencana tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto dan jajarannya diagendakan bertolak menuju Banjarnegara pada hari ini, Senin (17/11). Kunjungan kerja tersebut dilakukan setelah rombongan BNPB meninjau lokasi bencana longsor Majenang, Cilacap. Hingga saat ini, Pusdalops BNPB masih terus memantau dan mendukung penanganan darurat di kedua wilayah itu. 

Tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara terjadi setelah adanya hujan lebat di Kawasan Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum. Derasnya hujan dan kondisi tanah labil diduga sebagai pemicu tebing longsor dan menimpa area persawahan dan perkebunan, pada Sabtu  (15/11) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. (***) 

Kisah Inspiratif — Jangan Pernah Menyerah pada Mimpi, Tapi Kamu Boleh Mengubah Arah

EtIndonesia. Pada tahun 1982, Nick Vujicic lahir di Melbourne, Australia, di sebuah keluarga biasa. Ayahnya bekerja sebagai programmer dan akuntan, sedangkan ibunya adalah seorang perawat. 

Nick adalah anak pertama mereka, namun kelahirannya tidak membawa kebahagiaan seperti yang dibayangkan—dia terlahir dengan kondisi langka bernama tetra-amelia syndrome, atau “sindrom phocomelia”: tanpa kedua tangan dan kedua kaki, hanya memiliki satu “kaki kecil” dengan dua jari di sisi bawah pinggul kiri.

Ayahnya terkejut melihat kondisi anaknya. Ibunya pun butuh waktu lama untuk menerima kenyataan itu—bahkan baru berani menggendong Nick ketika dia berusia empat bulan. Meski demikian, setelah kesedihan itu berlalu, orangtuanya memutuskan untuk mencurahkan seluruh kasih sayang kepada anak mereka. Mereka membesarkannya seperti anak-anak lain, berharap Nick bisa hidup dan belajar sebagaimana mestinya.

Saat Nick berusia enam tahun, ayahnya mengajarinya mengetik menggunakan dua jari kecil di “kaki”-nya. Ketika tiba waktunya masuk sekolah, orangtuanya memasukkannya ke sekolah umum. Nick menggunakan kursi roda elektrik, dan seorang perawat membantunya beraktivitas. Ibunya bahkan menciptakan alat khusus dari plastik untuk membantunya memegang pensil.

Namun tanpa orangtua di sisinya, bully dari teman-teman sekolah tak terhindarkan. Nick sedih ketika menyadari satu hal pahit: dunia ini diciptakan untuk orang-orang yang memiliki tangan dan kaki. 

Suatu hari, ketika berusia 10 tahun, Nick mencoba menenggelamkan dirinya di bak mandi. Untungnya, dia gagal.

Di tengah masa-masa kelam itu, orangtuanya terus membimbingnya dengan penuh kesabaran. Mereka memintanya kuat, bertahan, dan percaya bahwa hidupnya juga bermakna.

Saat melewati masa kecil yang penuh luka batin dan rasa rendah diri, Nick mulai bertanya pada dirinya sendiri:  “Apa yang akan terjadi dengan masa depanku?”

Hingga suatu hari ketika berusia 13 tahun, dia membaca sebuah artikel di koran. Artikel itu menceritakan seorang penyandang disabilitas yang menetapkan serangkaian tujuan besar dalam hidupnya dan berhasil mewujudkannya. 

Kisah itu menggugah Nick. Dia memutuskan bahwa tujuannya adalah membantu orang lain.

Caranya? Lewat panggung dan mikrofon—menjadi seorang motivator.

Dia berkata kepada orangtuanya: “Melalui pidato, aku bisa keliling dunia dan memberi harapan yang tak bisa dibeli uang. Betapa kerennya pekerjaan itu!”

Orangtuanya terkejut.

Mereka bertanya: “Apa yang akan kamu sampaikan? Siapa yang mau mendengarkanmu? Bagaimana kamu pergi ke sana?”

Nick tidak tahu jawabannya. Yang dia tahu hanyalah: “Aku ingin menjadi pembicara.”

Seperti kebanyakan orang, perjalanan Nick mengejar mimpinya tidak berjalan mulus.
Dia menelepon ke setiap lembaga yang bisa dia temui untuk menawarkan diri sebagai pembicara—tapi ditolak 52 kali berturut-turut.

Hingga akhirnya, dia mendapat kesempatan pertamanya. Dia begitu gugup sampai keringat mengucur dari dahinya. Pidatonya pun tidak sempurna. Namun langkah pertama sudah dia ambil.

Dia selalu menyemangati dirinya dengan satu kalimat: “Jika aku bisa berhasil, maka layak untuk mencoba lagi—dan layak untuk gagal lagi.”

Di setiap tempat yang dia kunjungi, Nick berkata kepada orang-orang: “Jangan menyerah. Segala sesuatu mungkin terjadi.”

Suatu ketika, setelah sesi ceramah di sebuah sekolah, seorang remaja laki-laki 17 tahun menangis dan berkata: “Kamu salah! Kamu bilang segala sesuatu itu mungkin, tapi mimpiku tidak akan pernah terwujud. Aku menderita penyakit yang membuat tubuhku terus tumbuh tinggi. Mimpiku adalah menjadi pilot.”

Nick menjawab lembut: “Kamu tidak boleh menyerah pada mimpi itu. Tapi kamu boleh mengubah arah.  Karena kamu tidak tahu akan bertemu apa di tikungan hidupmu nanti.”

Setahun kemudian, Nick kembali ke sekolah itu. Remaja itu semakin tinggi, tetapi wajahnya berseri-seri ketika berkata: “Setelah berbicara denganmu, aku mulai bermain gitar lagi. Sekarang aku punya band sendiri dan hampir merilis album. Terima kasih. Kamu telah mengubah hidupku.”

Ucapan itu membuat Nick makin yakin bahwa hidupnya berharga.

Seiring waktu, Nick menjadi pribadi yang semakin percaya diri.

Bagian tubuh yang dahulu membuatnya merasa rendah diri kini menjadi kelebihannya.

Melalui latihan yang panjang, “kaki kecil”-nya mampu:

  • menjaga keseimbangan
  • mengetik
  • bermain bola
  • naik skateboard
  • bahkan berselancar

Dalam waktu kurang dari 10 tahun, Nick telah menyampaikan lebih dari 1.500 pidato, berkunjung ke 34 negara, meraih penghargaan “Pemuda Australia Terbaik”, bahkan membintangi film, bernyanyi, dan menulis buku yang menginspirasi jutaan orang di dunia.

Pesan Utama Kisah Nick Vujicic

  • Mimpi tidak boleh ditinggalkan, tetapi arah boleh diubah.
  • Keterbatasan bukan akhir—itu awal dari kemungkinan baru.
  • Ketika kita tetap berjalan, dunia akan membuka jalan yang belum kita lihat sebelumnya.(jhn/yn)

Dari Yogyakarta ke Medellín, Kolombia : Alternativa Film Festival Hadirkan Semangat Kolaborasi dan Transformasi Lewat Film

0

Jakarta – Setelah menginspirasi publik lewat dua edisi sebelumnya di Almaty, Kazakhstan (2023) dan Yogyakarta, Indonesia (2024), Alternativa Film Festival (AFF) kini bersiap menyapa dunia dari Medellín, Kolombia. Festival film global yang berfokus pada karya yang berdampak sosial ini akan digelar pada 21–30 April 2026, membawa semangat perubahan dan kolaborasi lintas budaya dari komunitas kreatif di berbagai belahan dunia.
Pengumuman resmi ini disampaikan dalam konferensi pers perdana Alternativa di Kolombia, yang digelar di Miradas Medellín 2025, salah satu mitra utama festival. Pemilihan Medellín sebagai tuan rumah edisi ketiga bukan tanpa alasan. Bagi tim Alternativa, kota ini bukan sekadar destinasi indah di Kolombia, melainkan simbol dari semangat kreatif dan kekuatan komunitas yang sejalan dengan nilai-nilai festival. Dengan kehidupan budaya yang dinamis, energi muda yang terasa di setiap sudutnya, serta dukungan luas dari berbagai lembaga lokal, Medellín dinilai sebagai rumah yang sempurna bagi Alternativa Film Festival tempat di mana keberagaman, kolaborasi, dan semangat perubahan dapat tumbuh bersama.
Harold Forero Neira, Senior Business Development Representative inDrive. “Tiga belas tahun lalu, inDrive berdiri dengan keyakinan untuk melawan ketidakadilan dan memberdayakan masyarakat melalui kekuatan memilih. Prinsip itu masih menjadi semangat kami hingga hari ini. Karena itu, kami sangat antusias membawa program sosial kami, termasuk inisiatif utama Alternativa, ke Medellín kota yang penuh energi dan semangat kolaborasi. Melalui Alternativa, kami ingin membuka akses yang lebih luas ke industri film di berbagai wilayah berkembang, agar setiap cerita penting dan setiap suara bisa didengar. Kami percaya, semangat kreatif Medellín sangat sejalan dengan misi kami untuk menciptakan perubahan yang nyata melalui kekuatan komunitas.”
Tahun ini, antusiasme para pembuat film semakin terasa. Sebanyak 1.831 karya dari 55 negara telah masuk ke proses seleksi dan penjurian, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah AFF! Dari jumlah tersebut, Amerika Latin memimpin dengan 1.499 film, sementara Asia tetap menjadi sumber kisah-kisah kuat dan penuh makna, dengan ratusan karya datang dari India, Iran, Kazakhstan, Indonesia, dan Malaysia.
Liza Surganova, Head of Alternativa. “Kami sangat senang melihat betapa konsistennya sineas Asia dalam menghadirkan cerita-cerita yang kuat dan berdampak sosial. Sejak awal, misi kami adalah memberikan ruang bagi para pembuat film dari komunitas kreatif di berbagai belahan dunia untuk menyuarakan perubahan. Kami berharap edisi tahun depan bisa membuka jalan baru bagi mereka untuk dikenal lebih luas, sekaligus menjalin hubungan dengan komunitas film di Amerika Latin.”
Proses seleksi AFF 2026 kini tengah berlangsung, melibatkan para kurator dan pembuat film terkemuka dari Asia, Amerika Latin, hingga Asia Tengah. Tahun ini, komite menghadapi tantangan yang menarik dengan begitu banyak karya baru yang indah, penuh makna, dan berani menghadirkan perspektif segar dari para sineas muda. Setiap keputusan menjadi perjalanan emosional tersendiri bagi tim seleksi, yang terus berupaya menemukan suara-suara baru paling kuat untuk mewakili semangat dan keberagaman perfilman dunia.
Tahun ini, semangat para pembuat film terasa luar biasa. Dari 1.831 karya yang diterima sebanyak 1.095 film berhasil lolos seleksi awal dan siap melanjut ke tahap kurasi berikutnya. Deretan karya ini menampilkan berbagai genre dan gaya dari dokumenter yang menggugah, film hibrida yang eksperimental, hingga animasi dan fiksi yang penuh imajinasi.
Selama sepuluh hari penyelenggaraan, Alternativa Film Festival akan membuka seluruh acaranya secara gratis bagi publik, menghadirkan pemutaran film kompetisi, diskusi terbuka, dan berbagai kegiatan interaktif untuk memperluas jangkauan pesan sosial dari setiap karya. Festival ini juga menghadirkan Industry Days, program profesional yang mempertemukan pembuat film, produser, dan tokoh gerakan sosial guna mendorong kolaborasi lintas sektor. Seluruh rangkaian akan berpuncak pada malam penghargaan di Medellín, di mana para sutradara terpilih akan diundang hadir langsung dengan dukungan penuh dari penyelenggara.
Untuk merayakan kreativitas para sineas ini, pada malam puncak acara AFF 2026 menghadirkan sejumlah penghargaan bergengsi seperti Spotlight, Future Voice, Alter, Nativa, dan Focus Award, dengan total hadiah mencapai 120.000 dolar AS.

Kamu Tidak Akan Pernah Bisa Masuk ke Lingkaran yang Bukan Milikmu Hanya dengan “Like”

EtIndonesia. Entah sejak kapan, linimasa media sosial dipenuhi artikel yang mengajarkan cara bersosialisasi: bagaimana menjilat atasan, bagaimana bersandiwara untuk mendekati orang-orang “berkelas”, bagaimana memanfaatkan setiap kesempatan demi keuntungan pribadi. Intinya: demi mencapai tujuan, lakukan apa pun, asal berhasil. Dan yang paling sering muncul adalah anjuran untuk selalu memberi like pada status orang-orang yang dianggap “berguna”.

Tapi menurutku, jadilah manusia dulu, baru belajar bersosialisasi. Sosial itu bukan soal kelicikan, bukan soal trik, bukan soal menaiki tangga sosial dengan cara memaksa diri masuk ke lingkungan yang tidak sesuai.

Semua Orang Tidak Bodoh

Aku pernah menemani seorang teman artis pergi ke salon kuku. Selesai perawatan, dia merasa puas dan langsung membuat kartu member senilai 10 ribu yuan. Petugas yang mengerjakan kukunya langsung mengenalinya—temanku memang sudah pernah main banyak drama. 

Melihat dia begitu royal, pegawai itu pun mendekat:  “Jie, kita tambah WeChat ya. Kalau nanti mau datang lagi, kabari saya dulu biar saya atur waktunya untuk Anda.”

Sejak malam itu, pegawai tersebut mulai like setiap postingan teman artisku.

 Setiap komentar selalu berupa pertanyaan:

  • “Kak, gaun ini cantik banget! Merknya apa? Aku mau beli juga.”
  • “Rumahnya bagus, ini komplek mana? Indah sekali!”
  • Bahkan saat temanku mem-posting foto seekor anjing, dia komen: “Ini anjing siapa? Kok baru lihat? Aku pengin banget elus!”

Awalnya temanku membalas sopan, namun lama-lama dia berhenti. Namun si pegawai tetap memaksa mendekat: tengah malam kirim pesan:

  • “Kak, aku patah hati. Bisa tolong carikan aku pacar?”
  • “Kak, kapan-kapan aku ikut belanja ya. Kakak kan stylish, bisa bantuin aku pilih-pilih.”

Akhirnya temanku benar-benar tak tahan dan memblokirnya.

Dia berkata, “Aku bukan meremehkan dia. Baju yang aku pakai adalah sponsor, tiap satu harganya ribuan. Bukan untuk pamer, itu kenyataan. Dia masih anak muda umur 20-an yang tinggal kamar sewaan. Di usianya, aku juga tidak bisa membeli apa-apa.

 Kalau pun aku beri tahu merknya, dia tidak akan sanggup membelinya. Aku umur 35, sudah kerja keras belasan tahun sampai bisa tinggal di lingkungan bagus. Sedangkan dia baru merantau. Bahkan tahu nama komplek pun, dia belum tentu bisa sanggup sewa.  Kami tidak punya kesamaan apa pun. Awalnya hubungan profesional saja sudah cukup, tapi dia memaksa mendekat, dan itu membuatku tidak nyaman.”

Menurutku, pegawai ini pasti membaca artikel-artikel “tips bersosialisasi” dan mencoba menerapkannya secara membabi buta.

Dan di sini aku ingin menegaskan: Tidak ada persahabatan yang lahir dari saling like.

Setiap Orang Memang Setara, Tapi Lingkaran Sosial Tidak Sama

Benar bahwa semua manusia setara. Mendiskriminasi orang adalah hal yang menyedihkan dan tidak bermartabat. Namun dalam kenyataan, fondasi ekonomi dan posisi sosial memang memengaruhi siapa yang akan menjadi temanmu, dan siapa yang akan memilihmu sebagai teman.

Dulu saat usiaku 22 tahun, aku bekerja sebagai jurnalis majalah dan sering mewawancarai artis. Awalnya aku juga bermimpi suatu hari aku bisa akrab dengan mereka, jadi teman dekat. Tapi tidak sampai setahun, aku paham bahwa itu hanya ilusi.

Para artis itu ramah, profesional, dan menghargai siapa pun di sekitarnya. Tapi untuk menghabiskan akhir pekan berjalan-jalan ke mall mewah dan “belanja tas”,  aku bahkan tidak mampu membeli satu pun. Topik mereka, gaya hidup mereka, lingkaran mereka—semuanya bukan dunia yang aku pahami.

Sosialisasi seperti itu melelahkan bagi dua pihak. Tidak ada yang menikmati, tidak ada yang mendapat manfaat.

Jika Lingkaran Sosial Berbeda, Jangan Memaksa Masuk

Tidak perlu memaksa diri mendekati orang dari lingkaran yang tidak cocok denganmu. Tidak perlu memaksa diri bersikap manis demi terlihat ramah. Tidak perlu menyiksa diri demi memenuhi standar orang lain.

Mengurangi sosialiasi yang tidak perlu itu penting.

  • Pertama, jika tidak ada kecocokan, dipaksakan pun tetap tidak bahagia.
  • Kedua, waktu sangat berharga. Semakin dewasa, kita tidak ingin membuangnya untuk hal-hal yang tidak menghasilkan apa pun. Lebih baik fokus cari uang, mengembangkan diri, atau bersama orang-orang yang benar-benar kita sukai.
  • Ketiga, kenyataannya: Tanpa modal yang setara, tidak ada “pertemanan strategis” yang mampu memberi manfaat nyata.

Koneksi yang berguna hanya lahir saat dua orang berada pada level yang seimbang.

Kesimpulan

Jadi, tidak perlu “berusaha mati-matian” agar diterima oleh lingkaran yang bukan milikmu. Tidak perlu mengejar-ngejar orang yang tidak sefrekuensi denganmu.

Ketika waktunya tiba, ketika dirimu sudah berada pada tahap yang tepat,  lingkaran yang kamu impikan akan membuka pintunya sendiri untukmu.(jhn/yn)

Netanyahu Menolak Negara Palestina

EtIndonesia. Israel sekali lagi menegaskan pendiriannya yang teguh terhadap pembentukan negara Palestina, meskipun gencatan senjata baru-baru ini dengan Hamas, menurut The Times of Israel.

Dalam rapat pemerintah pada 16 November, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sekali lagi menyatakan bahwa dia tidak mendukung pembentukan negara Palestina di wilayah mana pun.

“Penolakan kami terhadap negara Palestina di mana pun di sebelah barat Sungai Yordan ada, tegas, dan tidak berubah sama sekali,” kata Netanyahu. “Saya telah menentang upaya-upaya ini selama beberapa dekade, dan saya melakukannya terhadap tekanan eksternal maupun internal.”

Menteri ultra-kanan Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir juga berbicara dengan tegas. Ben-Gvir bahkan mengancam akan meninggalkan koalisi jika posisi perdana menteri tidak dijelaskan.

Diskusi semakin intensif karena rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mencakup rumusan tentang jalan menuju negara Palestina sebagai bagian dari rencana perdamaian AS.

Netanyahu sebelumnya menyetujui rencana ini saat kunjungannya ke Gedung Putih, tetapi sejak itu, dia tidak memberikan komentar publik terkait pembentukan negara.

Perjuangan melawan Hamas berlanjut

Perdana menteri juga mengonfirmasi upaya yang sedang berlangsung untuk melucuti senjata kelompok militan tersebut.

“Saya tidak butuh bala bantuan, cuitan, atau ceramah dari siapa pun,” tambah perdana menteri, yang mitra koalisi sayap kanannya menuntut pada Sabtu malam agar dia dengan tegas menolak status negara Palestina menyusul rilis pernyataan yang diorganisir AS oleh beberapa negara yang menegaskan bahwa rencana Trump “menawarkan jalan menuju penentuan nasib sendiri dan status negara Palestina.”

Menteri Pertahanan, Israel Katz, mencatat bahwa “Kebijakan Israel jelas: tidak akan ada negara Palestina.”

Dia menambahkan bahwa Gaza akan didemiliterisasi hingga terowongan terakhir, dan pasukan Hamas akan dilucuti senjatanya di kedua sisi garis kuning tempat Israel menarik pasukannya pada 10 Oktober.

Israel bermaksud untuk secara independen menentukan pasukan internasional mana yang akan diizinkan untuk mendukung gencatan senjata di Jalur Gaza sebagai bagian dari rencana yang diusulkan oleh Pemerintah AS. Netanyahu menekankan bahwa keputusan akhir mengenai komposisi misi asing akan tetap berada di tangan Israel, yang memungkinkannya untuk mengendalikan keberadaan pasukan eksternal dan memastikan kepatuhan terhadap gencatan senjata.

Parlemen Israel telah menyetujui rancangan undang-undang untuk memperluas legislasi Israel ke Tepi Barat yang diduduki, dengan perolehan suara 25 dari 120 anggota parlemen, sementara 24 dari 120 anggota parlemen menolak.(yn)

Hormati Setiap Orang yang Hidup di Dunia Ini

EtIndonesia. Manusia adalah makhluk sosial. Karena itu, dalam kehidupan bermasyarakat—baik di pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari—kita selalu saja bertemu dengan orang yang membuat kita tidak nyaman: ada yang malas, ada yang munafik, ada pula yang licik. Ketika emosi sedang memuncak, kita mungkin akan mengejek atau memberikan kritik keras. Saat emosi lebih terkendali, kita tetap saja menyimpan kesan buruk terhadap orang tersebut.

Kadang-kadang, kita bahkan sampai bertanya-tanya: “Kenapa orang seperti itu masih ada di dunia ini? Bukankah mereka hanya menghambat kemajuan?”

Namun pandangan itu berubah setelah saya menonton sebuah acara tentang kehidupan hewan.

Dalam acara tersebut, ditampilkan berbagai keterampilan bertahan hidup dari hewan-hewan yang berbeda. Singa mengandalkan cakar dan taringnya yang kuat untuk memburu mangsa. Serigala bertahan hidup melalui kerja sama kelompok dan kemampuan mengejar yang tak kenal lelah. Di sisi lain, ada hewan-hewan yang bertahan dengan cara berbeda: bunglon menyamar untuk memancing mangsa mendekat; kalajengking dan ular menggunakan racun mematikan untuk membuat lawan tak berdaya.

Di dunia hewan—yang sepenuhnya jujur dan memperlihatkan sifat aslinya—ada yang mengandalkan kekuatan fisik seperti singa dan serigala, ada pula yang bertahan dengan kemampuan khusus seperti penyamaran bunglon atau racun ular. 

Kita tidak bisa berkata bahwa hewan yang “positif” seperti singa lebih pantas hidup, sementara yang bertahan dengan cara “gelap” seperti bunglon atau ular tidak layak hidup. Alam bersifat adil: siapa yang mampu bertahan, dialah yang hidup. Itulah hukum alam—survival of the fittest.

Justru keanekaragaman itulah yang membuat alam menjadi indah dan harmonis. Ada pemandangan megah ketika kawanan singa memburu kerbau, ada pula ketegangan ketika seekor ngengat perlahan terjebak dalam penyamaran bunglon. Dunia yang beragam itu, pada akhirnya, indah.

Lingkungan manusia sebenarnya sama saja.

Dalam lingkungan sosial kita, ada orang yang rajin dan mau berkembang, ada orang yang suka membantu; tapi ada juga yang malas, egois, atau licik. Baik yang rajin maupun yang licik, pada dasarnya mereka hanya ingin hidup sedikit lebih baik. Orang rajin meningkatkan kemampuan agar mendapat imbalan yang layak. Orang licik mungkin sedang berusaha menyesuaikan diri dengan orang-orang yang menguntungkan baginya demi kondisi hidup yang lebih baik. Orang yang egois bisa jadi dulunya terlalu berbaik hati dan pernah disakiti, sehingga kini menjadi dingin.

Namun tujuan semua orang sebenarnya sama: ingin bertahan hidup, ingin hidup lebih layak.

Karena itu, apa pun jenis orangnya—malas atau rajin, jujur atau munafik, hangat atau dingin—mereka semua sedang berjuang mempertahankan hak hidupnya dengan cara yang mereka anggap benar. Dalam persaingan alamiah kehidupan, tidak ada yang mutlak benar atau salah, tidak ada yang sepenuhnya terang atau gelap. Selama seseorang mampu bertahan hidup, ia layak dihargai.

Setiap orang yang hidup di dunia ini—baik yang kita sukai maupun yang tidak—semuanya bersama-sama membentuk wajah dunia yang penuh warna. Dunia ini bisa indah justru karena keberagaman itu: ada dinamika, ada pertentangan, ada kerja sama. Sama seperti dunia hewan yang memiliki kejar-kejaran yang dramatis dan jebakan yang menegangkan.

Karena itu, saya belajar bahwa saya harus menghormati setiap orang yang hidup di dunia ini, baik yang saya sukai maupun yang tidak. Saya menghargai kalian yang mampu bertahan hidup dengan cara masing-masing, dan saya bersyukur karena kita bersama-sama membentuk dunia yang penuh warna ini.

Kita semua hidup di sini, berjuang, dan berusaha demi kelangsungan hidup kita masing-masing.(jhn/yn)

Israel Meningkatkan Teknologi ‘Pembunuh Shahed’ Tetapi Menyembunyikannya Bahkan dari AS

EtIndonesia. Ukraina terus menggunakan rudal AIM-9M untuk mencegat target udara. Namun, setelah modernisasi senjata ini baru-baru ini oleh Israel, muncul pertanyaan apakah peningkatan tersebut juga dapat tersedia untuk tentara Ukraina, menurut TWZ.

Setelah serangan massal Iran, Israel meningkatkan kepala pencari (seeker head) dari sidewinder AIM-9M, yang telah meningkatkan efektivitas rudal tersebut terhadap drone serang jarak jauh seperti Shahed, yang secara aktif digunakan oleh Rusia dalam serangan terhadap Ukraina.

Sebagaimana dicatat dalam laporan oleh Foreign Policy Research Institute, versi dasar AIM-9M terbukti kurang efektif dibandingkan dengan AIM-9X, yang mendorong modernisasi.

Menurut FPRI, perubahan yang diterapkan secara signifikan meningkatkan kemampuan AIM-9M untuk mencegat target, terutama menunjukkan kinerja yang baik terhadap Shahed.

Pada saat yang sama, Israel merahasiakan semua detail peningkatan tersebut: tidak jelas apakah itu menyangkut perangkat lunak, perangkat keras, atau kombinasi keduanya.

Perspektif untuk Ukraina

Mengingat Ukraina secara aktif menggunakan rudal AIM-9M untuk melawan drone serang, peningkatan ini dapat menjadi berharga dalam melawan serangan massal oleh pasukan Rusia. Namun, kemungkinan transfer teknologi tersebut masih sangat rendah.

Israel secara tradisional mempertahankan sikap yang sangat hati-hati, dan AIM-9M yang telah dimodernisasi belum ditransfer bahkan ke sekutu, termasuk AS.

Apa yang saat ini digunakan Ukraina secara efektif di medan perang

Unit-unit Ukraina telah mulai menggunakan sistem panduan terminal TFL-1 yang baru, yang meningkatkan akurasi drone FPV dan memungkinkan mereka untuk menyelesaikan penerbangan di sepanjang lintasan yang dituju bahkan jika koneksi dengan operator terputus.

Helsing yang berbasis di Jerman juga memperluas produksi drone tempur HX-2 dan telah mengirimkan sistem ini ke unit-unit Ukraina. Pengujian yang berhasil dan peralihan ke produksi serial memperkuat posisi model tersebut di antara pesawat nirawak taktis.

Ukraina secara aktif meningkatkan produksi drone dalam negeri, yang bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan pada sistem DJI Mavic Tiongkok. Beberapa ribu platform dalam negeri pertama telah dikirimkan kepada pasukan garis depan.

Ukraina telah memperkuat posisinya secara signifikan dalam teknologi drone dalam waktu singkat dan telah menjadi salah satu pemimpin dunia dalam manufaktur drone.

Selain itu, Rusia telah meningkatkan produksi BTR-82 dengan pesat, yang secara efektif memulihkan produksi skala besar kendaraan lapis baja era Soviet. (yn)

Trump akan Temui Putra Mahkota Saudi Pekan Depan: AS Pertimbangkan Penjualan Jet Tempur Siluman F-35

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat menyatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan proposal penjualan jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin kepada Arab Saudi. Trump dijadwalkan bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) di Gedung Putih pekan depan.

Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One: “Mereka ingin membeli banyak jet tempur.”

Menurut Trump, Riyadh menyampaikan minat besar, bukan hanya untuk F-35, tetapi juga untuk berbagai jenis pesawat tempur lain.

Pertemuan Trump dan Putra Mahkota pekan depan diperkirakan akan menghasilkan paket kerja sama besar mencakup perjanjian ekonomi dan pertahanan, termasuk potensi transaksi militer tersebut.


Trump Dorong Saudi Bergabung dalam “Abraham Accords”

Trump kembali menegaskan harapannya agar Arab Saudi segera bergabung dalam Abraham Accords, kesepakatan yang ia inisiasi pada masa jabatan pertamanya dan membuka normalisasi diplomatik antara Israel dengan:

  • Uni Emirat Arab
  • Bahrain
  • Sudan
  • Maroko

Trump meyakini bahwa bila Saudi bergabung, maka semua negara Arab lainnya akan ikut.

Ketika ditanya mengenai pokok pembicaraan dengan MBS, Trump menjawab bahwa pertemuan itu:

“Bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi sebuah penghormatan bagi Saudi.”


Kerja Sama Raksasa: 600 Miliar Dolar

Pada kunjungannya ke Timur Tengah Mei lalu, Trump dan Putra Mahkota Salman menandatangani kerangka kerja sama ekonomi senilai 600 miliar dolar AS, termasuk:

  • 142 miliar dolar kesepakatan penjualan senjata,
  • Pemasokan berbagai peralatan militer,
  • Program pelatihan dan dukungan teknis.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman, melalui unggahan Facebook, mengatakan jelang keberangkatannya:

“Di bawah kepemimpinan Salman dan Presiden Trump, prospek perdamaian dan kemajuan di Timur Tengah belum pernah secerah ini.”


Saudi Ingin Modernisasi Angkatan Udara

Arab Saudi tengah berupaya memperbarui armada jet tempurnya untuk menghadapi ancaman:

  • Iran,
  • Kelompok Houthi di Yaman.

Rencana penjualan F-35 ini tetap (harus) melalui proses pemeriksaan dan persetujuan Kongres AS. (jhon)

Sumber : NTDTV.com

Dunia Begitu Luas — Jauhkan Dirimu dari “Orang-Orang Sampah”

EtIndonesia. Seekor harimau besar melihat seekor anjing gila, dan dia segera menghindar.

Anak harimau heran dan berkata: “Ayah, kamu berani melawan singa, bisa bersaing dengan cheetah, tapi kok justru menghindari seekor anjing gila? Memalukan sekali!”

Harimau bertanya:  “Nak, mengalahkan seekor anjing gila itu membanggakan tidak?”

Anak harimau menggeleng.

 “Kalau sampai digigit anjing gila, itu sial tidak?

 Anak harimau mengangguk.

“Kalau begitu, untuk apa kita mencari gara-gara dengan anjing gila?”

Tidak semua orang pantas menjadi lawanmu. Jangan berdebat dengan orang yang tidak berpendidikan, tidak sopan, atau tidak punya kualitas diri. Senyumlah sedikit, lalu jauhi mereka. 

Jangan sampai mereka “menggigit” dan menyakitimu.  Banyak orang tidak sadar sedang bertarung dengan anjing gila dalam hidupnya!

Sebuah Tragedi yang Seharusnya Bisa Dihindari

Ada sepasang kekasih yang sedang makan malam di restoran. Beberapa pemabuk di meja sebelah menggoda sang perempuan dengan siulan.

 Pacarnya berkata: “Kita sudah selesai makan, ayo pulang saja.”

Sang perempuan marah: “Kok kamu pengecut begitu? Kamu ini laki-laki atau bukan?”

Pacarnya tetap memilih mengalah: “Tak perlu cari masalah dengan para pemabuk.”

Tapi perempuan itu tak terima. Dia maki pacarnya, kemudian malah mendatangi para pemabuk itu dan menantang mereka. Akhirnya para pemabuk itu menyerang, dan pacarnya terpaksa maju membela. Dia ditikam tiga kali. Di rumah sakit, dia meninggal setelah gagal diselamatkan.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia bertanya pada kekasihnya: “Sekarang… aku sudah jadi laki-laki belum?”

Betapa menyedihkan. Jika saja perempuan itu tahu apa yang disebut “Hukum Orang Sampah”, tragedi ini tidak perlu terjadi.

Hukum Orang Sampah (“Garbage People Law”)

Seorang teman berkendara di jalur yang benar.Tiba-tiba sebuah mobil hitam keluar dari tempat parkir dan nyaris menabraknya. Setelah dia mengerem mendadak, mobil itu hanya berjarak beberapa sentimeter dari bempernya.

Tapi sopir mobil hitam itu malah marah, membentak, memaki. Temanku hanya tersenyum dan melambaikan tangan dengan ramah.

Aku kaget dan bertanya :  “Kenapa kamu begitu? Dia hampir merusak mobilmu dan membahayakan kita!”

Dia menjawab : “Banyak orang itu seperti tempat sampah berjalan. Di dalam dirinya penuh sampah: frustrasi, amarah, iri hati, dendam, kesombongan, kebencian, prasangka, serakah, tidak puas, selalu membandingkan, tidak senang melihat orang bahagia, kebodohan, kebingungan, niat balas dendam, dan kekecewaan. Sampah itu menumpuk dan menumpuk, dan pada akhirnya mereka perlu membuangnya ke suatu tempat.

Kadang-kadang, kitalah yang kebetulan lewat. Dan sampah itu dilempar ke kita. Kita tidak perlu memungutnya, tidak perlu membalas. Cukup tersenyum, melambaikan tangan, menjauh… lalu lanjutkan hidup kita.”

Dia menambahkan : “Kalau kita menerima sampah mereka, kita akan membawanya pulang. Kita sebarkan lagi ke keluarga, teman, kolega, atau orang asing. Itulah awal dari lingkaran negatif yang tak ada ujungnya.”

Bahagia dan Sukses Berawal dari Kemampuan Menjauh

Orang yang bahagia dan sukses tidak pernah membiarkan “orang-orang sampah” menguasai hidupnya kapan pun. Hidup ini singkat—jangan buang tenaga dan emosi untuk hal-hal murahan seperti itu.

Ketika seseorang memperlakukanmu dengan buruk, senyumlah dan lewatkan saja. Mengabaikan adalah kemenangan paling elegan. (jhn/yn)

Pria Tiongkok 33 Tahun Berulang Kali Melakukan Serangan Seksual — Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup di Inggris

EtIndonesia. Seorang pria asal Tiongkok berusia 33 tahun, Xu Chao, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Inggris setelah terbukti melakukan serangkaian pemerkosaan dan serangan seksual terhadap sedikitnya enam perempuan antara tahun 2021 hingga 2025. Hakim menetapkan bahwa ia tidak berhak mengajukan pembebasan bersyarat selama 14 tahun ke depan.

Polisi London menyerukan agar lebih banyak korban yang mungkin pernah diserang Xu untuk berani tampil dan melaporkan kejadian.


Menggunakan Perusahaan Rekrutmen Sebagai Kedok

Xu telah tinggal di London sejak 2016. Ia mendirikan sebuah agensi rekrutmen palsu yang mengaku dapat membantu lulusan baru mencari pekerjaan di Inggris.

Melalui kedok tersebut, ia mendekati korban dan mengundang mereka ke apartemennya.


Mencampurkan Obat Bius ke Dalam Minuman

Di dalam apartemen, Xu memberikan koktail yang telah dicampur obat bius hingga korban kehilangan kesadaran. Setelah itu, ia:

  • Memotret para korban yang tak berdaya,
  • Melakukan serangan seksual,
  • Dan melakukan pemerkosaan.

Polisi juga mengungkap bahwa Xu memakai perangkat pengawasan rahasia untuk mengincar, mengawasi, dan memanipulasi para korbannya.


Mengaku Bersalah atas Banyak Tuduhan Berat

Di Pengadilan Pidana Woolwich, Xu Chao mengakui sejumlah dakwaan, termasuk:

  • Pemerkosaan,
  • Penyerangan seksual,
  • Sengaja meracuni korban,
  • Voyeurisme,
  • Dan upskirting (merekam bagian bawah rok tanpa izin).

Kepolisian Metropolitan London menyebut Xu sebagai:

“Pelaku berantai, predator seksual yang sangat berbahaya,”
“Tindakannya benar-benar menjijikkan.”

Mereka mendesak korban lain untuk menghubungi polisi.


Polisi: “Tak ada kata terlambat untuk bersuara”

Superintendent Louise Sanderson dari Kepolisian London mengatakan:

“Tak peduli berapa lama waktu berlalu, tidak ada kata terlambat untuk berbicara.
Setiap suara sangat penting.
Setiap laporan bisa membantu kami mengungkap seluruh kejahatan Xu Chao.”


Kasus Serupa Awal Tahun Ini

Pada awal Maret tahun ini, seorang pria Tiongkok lainnya, Zou Zhenhao, juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Inggris setelah terbukti membius dan memperkosa setidaknya 10 perempuan. (Jhon)

Mantan Hakim Tiongkok Ungkap Modus: Pemerintah Daerah Gunakan “Investasi” untuk Menipu Pengusaha Tambang Batubara

EtIndonesia. Mantan hakim dari Provinsi Guizhou, Lin Xiaolong, mengungkap berbagai praktik penindasan rezim Tiongkok yang ia lihat selama bekerja di pengadilan. Baru-baru ini, ia membeberkan bahwa pemerintah Kabupaten Nayong — wilayah yang dikenal sebagai “laut batubara” di barat daya Tiongkok — menipu banyak investor tambang melalui skema yang dibungkus sebagai program investasi dan pengembangan daerah.

Menurut Lin, pemerintah Nayong awalnya mengundang pengusaha dari berbagai daerah untuk menanamkan modal dalam industri tambang batubara, dengan janji berbagai kebijakan insentif. Hasilnya, hampir 200 tambang mulai beroperasi. Namun setelah melihat keuntungan besar yang dihasilkan, pemerintah setempat mulai berusaha merebut seluruh kendali usaha tersebut.

Pemerintah Larang Pengusaha Menjual Batubara Secara Mandiri

Lin menjelaskan bahwa biaya produksi batubara hanya sekitar 600 yuan per ton, sementara harga jual di pasar saat itu mencapai 2.100–2.300 yuan per ton — margin keuntungan yang sangat besar.

Namun pemerintah daerah kemudian mengeluarkan kebijakan baru:

“Pengusaha tidak boleh menjual batubara ke luar secara mandiri, itu dianggap ilegal. Mereka harus menjual ke pemerintah.”

Pemerintah lalu mendirikan sebuah lembaga bernama “Kelompok Distribusi Batubara untuk Pembangkit Listrik” (Electric Coal Transport & Sales Group). Semua penjualan harus melalui lembaga ini—uang masuk ke mereka terlebih dulu, baru kemudian pengusaha menerima pembayaran.

Hasilnya, lembaga tersebut menguras modal para pengusaha tambang secara perlahan, hingga banyak yang jatuh bangkrut. Menurut Lin, sejak awal janji investasi hanyalah sebuah jebakan.

Kebijakan Baru: Tambang Kecil Dipaksa Tutup atau Diintegrasikan

Setelah itu, pemerintah kembali membuat aturan baru yang menyulitkan para pengusaha:

  • Semua tambang dengan kapasitas produksi di bawah 300.000 ton per tahun harus ditutup,
    atau dipaksa bergabung menjadi tambang besar.

Padahal sebelumnya, pemerintah menjanjikan bahwa tambang dengan produksi di atas 30.000 ton per tahun sudah diperbolehkan beroperasi.

Modus Tambahan: Pemerintah Dirikan Perusahaan Pinjaman Mikro

Untuk mempercepat perebutan aset, para pejabat daerah—melalui kerabat dan orang dekat—mendirikan perusahaan-perusahaan pinjaman mikro.

Dalam praktiknya:

  • Pengusaha yang butuh modal dipaksa meminjam uang,
  • Hak tambang digunakan sebagai jaminan,
  • Perusahaan pinjaman lalu mengambil alih sertifikat hak tambang dengan dalih gagal bayar,
  • Setelah mendapatkan hak tambang, perusahaan langsung dibubarkan.

Nilai satu izin tambang bisa mencapai puluhan juta yuan, sehingga pengusaha dengan mudah kehilangan seluruh asetnya.

Pemerintah Baru Menghentikan Semua Produksi Tambang

Ketika pimpinan daerah berganti, kebanyakan tambang dipaksa menghentikan produksi secara total, membuat para investor merugi hingga ratusan juta yuan.

Banyak pengusaha lalu mengajukan gugatan ke pengadilan. Namun meski mereka menang dan memegang putusan resmi, dokumen itu tidak memiliki efek apa pun. Akhirnya, karena jumlah perkara terlalu banyak, pengadilan memutuskan tidak menerima gugatan baru.

Warga dan Pengusaha Sama-Sama Jadi Korban

Lin juga memaparkan bagaimana pemerintah mengorbankan warga lokal:

  • Pemerintah memerintahkan pengusaha memberi kompensasi kepada warga atas lahan yang dipakai tambang.
  • Pemerintah berjanji akan mencairkan dana kompensasi ke pengusaha untuk diteruskan kepada warga.
  • Namun dana itu tidak pernah diberikan,
    sehingga pengusaha menjadi pihak yang disalahkan warga.

Saat warga memprotes secara massal, pemerintah merespons dengan kekerasan:

  • Warga ditembaki bom molotov buatan aparat dan peluru karet,
  • Banyak yang luka parah dan dirawat di rumah sakit,
  • Sebagian warga bahkan dikenai penahanan administratif.

Lin Xiaolong: “Partai Komunis adalah Penipu Terbesar”

Lin mengakhiri kesaksiannya dengan kecaman keras: “Mereka mengundang investor, memakan habis uangnya, lalu melarang mereka menuntut. Apa bedanya dengan pusat penipuan di Myanmar Utara? Janji gaji tinggi untuk memancing korban, lalu dijebak dan diperas habis—polanya sama persis.” (Jhon)

Bantu Kecukupan Air Layak Minum di Masyarakat, Anggota DPR Apresiasi AQUA

JAKARTA – Kondisi sistem penyediaan air minum di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dan belum merata. Akses terhadap air layak minum dinilai belum optimal, terutama di daerah padat penduduk dan wilayah terpencil. Meskipun pemerintah terus berupaya memperluas cakupan air bersih, masih terdapat kesenjangan signifikan dalam ketersediaan air minum aman bagi masyarakat.

“SPAM kita di Indonesia masih sangat parah cakupannya. Di Jawa Barat saja, yang dekat dengan Jakarta, baru sekitar 20 persen. Di Bandung sekitar 70 persen, tapi hampir 100 persen air minum itu tidak bisa langsung diminum. Kondisinya hampir sama di semua wilayah,” ujar anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertema Standardisasi Bahan Baku Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bersama Kemenperin, BSKJI, dan sejumlah pelaku industri air minum.

Ia menilai, air minum merupakan kebutuhan pokok yang harus tersedia bagi seluruh warga negara. Karena itu, Bambang menyampaikan apresiasi terhadap AQUA yang dinilainya telah berperan penting dalam menyediakan air layak minum bagi masyarakat Indonesia.

Selain menyediakan air minum berkualitas, menurut Bambang, AQUA juga memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Dari sekitar 67 juta UMKM di Indonesia, 80 persen di antaranya menjual air minum AQUA. “Bayangkan berapa banyak tenaga kerja yang terserap dan multiplier effect yang dihasilkan. Kehadiran AQUA membantu masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil yang menjual makanan dan minuman sehari-hari. Saya salut dengan AQUA,” ujarnya.

Meski sempat diterpa isu soal sumber airnya yang disebut bukan dari pegunungan, Bambang menegaskan bahwa AQUA tetap memberikan dampak ekonomi dan sosial yang besar. Ia juga menaruh kepercayaan terhadap hasil penelitian para pakar hidrogeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membuktikan bahwa sumber air AQUA berasal dari air pegunungan alami dan telah melalui kajian ilmiah mendalam.

“Saya bela AQUA karena pertama, dari segi mutu sudah terbukti. Kedua, karena perannya dalam menyediakan air layak minum di masyarakat. Coba bayangkan kalau tidak ada air AQUA, masyarakat akan jauh lebih sulit mendapatkan air minum yang aman,” katanya.

Data Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menunjukkan masih ada sekitar 28 juta penduduk Indonesia yang kesulitan mendapatkan air bersih hingga Maret 2025. Sekretaris Kemenko Infrastruktur, Ayodhia Kalake, menyebut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan 2,2 miliar orang di dunia belum memiliki akses air minum layak dan 3,5 miliar belum memiliki sanitasi yang memadai pada 2024. “Sekitar 28 juta warga Indonesia masih harus mendapat perhatian serius dalam akses air bersih setiap hari,” ujarnya dalam webinar Air untuk Negeri beberapa waktu lalu.

Ayodhia menambahkan, 80 persen pasokan air di Indonesia digunakan untuk sektor pertanian, sementara lebih dari 50 persen sumber air berpotensi tercemar. Kondisi ini, katanya, menjadi tantangan besar di tengah upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto.

Dalam acara yang sama, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa indeks kualitas air nasional pada 2024 masih berada di angka 51,78, di bawah target nasional. Ia menyoroti enam dari sepuluh provinsi dengan kualitas air terendah berada di Pulau Jawa — wilayah dengan kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi tertinggi. Sungai-sungai strategis seperti Citarum, Brantas, Musi, dan Batanghari, menurutnya, juga menunjukkan tren penurunan kualitas dalam tiga tahun terakhir.

Hanif menjelaskan, ketimpangan pasokan air bersih juga terjadi antarwilayah. Pulau Jawa memiliki indeks pemanfaatan air hanya 0,27 meski kebutuhan air untuk pangan mencapai lebih dari 30 ribu juta meter kubik per tahun. “Sementara di Papua, indeksnya mencapai 1,89, artinya ketersediaan air di sana jauh lebih besar tetapi belum termanfaatkan optimal,” ucapnya.