Serangan Beruang Terjadi di Beberapa Wilayah Jepang, Festival Lampu Musim Gugur di Desa Gassho Dibatalkan

Di berbagai wilayah Jepang, sejumlah kasus serangan beruang terhadap manusia terjadi secara beruntun tahun ini. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal telah mencapai 12 orang, menjadi yang tertinggi dalam sejarah.

EtIndonesia. Baru-baru ini, di Desa Shirakawa, lokasi Desa Gassho-zukuri yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, pemerintah setempat membatalkan acara penerangan daun musim gugur (Momiji Illumination) yang dijadwalkan pada 1–2 November. Pemerintah Prefektur Gifu juga mengeluarkan peringatan “waspada beruang”, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

Menurut laporan Mainichi Shimbun, sebagian besar insiden ini terjadi di wilayah Tohoku (Jepang Timur Laut), namun baru-baru ini beruang juga terlihat di wilayah Gifu dan Aichi, muncul di sekitar pemukiman menjelang masa hibernasi.

Museum terbuka “Gassho-zukuri Minkaen” di Shirakawa telah memutuskan untuk membatalkan acara penerangan daun musim gugur yang semula dijadwalkan pada 25–26 Oktober dan 1–2 November.

Di area museum ditemukan sarang beruang yang dibuat dari ranting, serta sisa buah kesemek yang dimakan beruang. Selain itu, beruang juga diketahui berkeliaran di malam hari, sehingga pihak pengelola telah membersihkan buah-buahan yang berpotensi menarik beruang datang.

Musim gugur ini, di Prefektur Gifu terjadi beberapa kasus serangan beruang terhadap manusia:

  • 2 September: Seorang siswa SMA di Kota Nakatsugawa diserang beruang saat pulang sekolah, menyebabkan luka di kepala dan punggung.
  • 27 September: Seorang pria lanjut usia berusia 80-an tahun, anggota tim pengendali satwa liar di Kota Hida, diserang beruang yang terjebak di perangkap, mengakibatkan luka di kepala dan tangan kanan.
  • 5 Oktober: Seorang wisatawan asal Spanyol berusia 40-an tahun diserang beruang saat menunggu bus di Desa Gassho, mengalami luka di pergelangan tangan kanan.
  • Sekitar seminggu kemudian: Seorang pria berusia 70-an tahun di Kota Takayama juga diserang beruang, mengalami luka di kepala dan pergelangan tangan kiri.
  • 31 Oktober: Setelah laporan kemunculan beruang di distrik Nyūkawa, Takayama, dua sekolah di wilayah tersebut ditutup sementara.

Di Kota Nanyō, Prefektur Yamagata, seekor beruang terlihat di dekat sebuah sekolah dasar pada 29 Oktober. Rekaman kamera pengawas menunjukkan beruang itu berdiri dan mencakar pintu sekolah, bahkan menabrak pintu masuk. Beruang tersebut belum berhasil ditangkap, dan sekolah kini berada dalam status siaga.

Pada hari yang sama, seekor beruang juga terlihat di ruang latihan tim bisbol di sebuah SMA swasta di Kota Yamagata, dan pihak sekolah menangguhkan sementara semua kegiatan klub.

Di Kota Morioka, beruang terlihat dua hari berturut-turut (28–29 Oktober) di kampus Universitas Iwate, sehingga kegiatan belajar dihentikan sementara.

Pada 30 Oktober, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang bersama Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan surat edaran ke seluruh dewan pendidikan di Jepang, meminta sekolah menjamin keamanan siswa di sekolah maupun di perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Mereka juga menganjurkan siswa membawa perlengkapan yang dapat mengusir beruang, seperti:

  • Lonceng beruang (kuma-suzu),
  • Bel sepeda,
  • Botol plastik kosong yang dapat ditekan hingga mengeluarkan bunyi keras yang tidak disukai beruang.

Selain itu, siswa diingatkan:

  • Tidak membawa makanan di tangan saat berjalan,
  • Segera menjauh jika menemukan jejak kaki beruang.

Pada hari yang sama, pemerintah Jepang untuk pertama kalinya mengadakan “Rapat Menteri terkait Serangan Beruang”. Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengumumkan bahwa pemerintah sedang mengkaji kemungkinan memperbolehkan polisi menggunakan senapan untuk membantu dalam operasi perburuan beruang. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Xi Jinping Menginap di Hotel Bintang Empat di Korsel, Picu Banyak Spekulasi

Pemimpin partai komunis Tiongkok  (PKT) Xi Jinping baru-baru ini melakukan kunjungan ke Korea Selatan. Namun, yang mengejutkan publik, ia memilih menginap di sebuah hotel bintang empat di Gyeongju alih-alih hotel mewah bintang lima. Keputusan ini menimbulkan berbagai dugaan di kalangan luar negeri.

EtIndonesia. Xi Jinping tiba di Busan pada 30 Oktober untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, lalu menuju Gyeongju untuk menghadiri KTT APEC pada 31 Oktober, dan menginap di Hotel Kolon, sebuah hotel bintang empat bergaya tradisional Korea yang dibangun pada tahun 1978 dan terletak di kawasan pegunungan yang terpencil.

Menariknya, Gyeongju memiliki beberapa hotel bintang lima, namun Xi justru memilih hotel bintang empat—sesuatu yang sangat berbeda dari gaya hidup mewah dan penuh kemewahan yang biasa ia tunjukkan.

Media sebelumnya melaporkan bahwa setiap kali Xi melakukan kunjungan luar negeri, demi menghindari risiko pembunuhan, ia biasanya menyewa seluruh hotel mewah terbaik di kota tersebut. Ia juga membawa tim besar, termasuk juru masak pribadi dari State Guesthouse Diaoyutai Beijing, yang menyiapkan semua makanannya.

Sebagai contoh, ketika Xi menghadiri KTT BRICS di Afrika pada 2023, semua perlengkapan di kamar hotelnya—mulai dari cangkir, mangkuk, tempat tidur, kasur, karpet, hingga tirai—diganti dengan barang-barang khusus yang dikirim langsung dari Tiongkok, menunjukkan tingkat paranoia keamanan yang ekstrem.

Karena itu, keputusan Xi kali ini untuk tinggal di hotel bintang empat Kolon Hotel menimbulkan banyak dugaan.

Beberapa analis berpendapat bahwa pilihan hotel tersebut mungkin didasarkan pada pertimbangan keamanan dan privasi. Lokasinya yang relatif terpencil dinilai lebih mudah diamankan dan mengurangi risiko gangguan dari luar.

Namun, kunjungan Xi ke Korea Selatan kali ini diwarnai dengan gelombang besar protes anti-PKT. Ribuan warga Korea membawa spanduk bertuliskan “Hancurkan PKT” dan “Xi Jinping, pergilah!”, bahkan menggunakan pengeras suara untuk meneriakkan “Xi Jinping keluar!” dan “Xi Jinping go home!”.

Menurut sejumlah warga lokal, setelah Xi menginap di Kolon Hotel, jumlah polisi di sekitar area tersebut meningkat drastis, dan tingkat keamanan dinaikkan secara signifikan.

Ada juga pandangan bahwa Xi memilih Kolon Hotel untuk menghindari lokasi tempat Presiden AS Donald Trump menginap, yaitu Hotel Hilton Gyeongju, yang berjarak sekitar 7,7 kilometer. Pemisahan lokasi ini dianggap disengaja untuk alasan diplomatik maupun keamanan.

Namun, sebagian pengamat meragukan hal ini, dengan alasan bahwa Xi Jinping dikenal sangat mementingkan gengsi dan kenyamanan, sehingga sulit dipercaya ia rela menurunkan standar hanya demi menghindari Trump.

Selain itu, Kolon Hotel berjarak sekitar 10 menit berkendara dari Kuil Bulguksa, kuil Buddha terkenal di Korea. Beberapa pihak berspekulasi bahwa Xi mungkin memilih lokasi tersebut agar lebih mudah berkunjung secara diam-diam ke kuil untuk “berdoa” atau “meminta berkah”, jauh dari sorotan publik.

Walaupun Xi adalah pemimpin Partai Komunis yang secara resmi berpaham ateis, WikiLeaks pernah mengungkapkan bahwa Xi sebenarnya percaya pada ajaran dan energi spiritual Buddhis serta kekuatan supranatural. Dalam beberapa tahun terakhir, Xi sering “mengunjungi” situs-situs keagamaan Buddha dan Tao dengan dalih inspeksi resmi. 

Banyak pihak menilai hal itu sebagai upaya “berdoa mendadak” setiap kali menghadapi tekanan politik, krisis diplomatik, atau masalah kesehatan.

Menurut laporan media Korea, Xi awalnya dijadwalkan menginap di Hotel Shilla di Seoul, namun karena gelombang protes keras dari masyarakat, pihak PKT terpaksa membatalkan pemesanan tersebut.

Beberapa analis menilai bahwa kesulitan Xi dalam memilih hotel kali ini, hingga akhirnya menginap di hotel bintang empat, tidak sepenuhnya atas kehendaknya sendiri, melainkan mencerminkan perubahan keseimbangan kekuasaan internal di kalangan elite PKT setelah Sidang Pleno Keempat baru-baru ini.

Di platform media sosial X, seorang pengguna berkomentar: “Sebulan lalu, semua hotel bintang lima sudah dipesan. Tapi sebelum Sidang Pleno Keempat, semuanya dibatalkan. Setelah pleno, baru tiba-tiba dipesan hotel bintang empat. Xi Jinping sekarang cuma boneka.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Anak Laki-laki 10 Tahun di Shandong, Tiongkok  Diambil Enam Organ Setelah Operasi Akibat Cedera Ringan Saat Bermain

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun di Kabupaten Chengwu, Kota Heze, Provinsi Shandong, Tiongkok mengalami nasib tragis setelah mengalami benturan ringan saat bermain dengan teman-temannya. Ia merasakan sakit di perut dan dibawa ke rumah sakit, di mana dokter mengatakan bahwa ada tumor di rongga perut dan perlu dilakukan operasi. Namun setelah operasi, enam organ dalam tubuhnya diangkat, membuatnya kehilangan kemampuan hidup normal dan harus bergantung pada obat-obatan demi bertahan hidup. Kasus ini memicu perhatian luas publik daratan Tiongkok 

EtIndonesia.  Menurut laporan media Tiongkok, pada 26 Oktober 2023, Xiao Ye, siswa kelas lima SD, tertabrak di bagian perut saat bermain di waktu istirahat dan sejak itu terus mengeluhkan sakit perut.

Ibunya, Nyonya Yue, membawa anaknya ke Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Chengwu untuk diperiksa. Setelah pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa di antara lambung dan pankreas anak terdapat “massa abnormal” dan menyarankan pemeriksaan laparoskopi sekaligus operasi.

Menurut penuturan Nyonya Yue, operasi berlangsung hampir 14 jam. Selama operasi, dokter beberapa kali keluar dengan panik meminta tanda tangan keluarga, mengatakan bahwa terjadi pendarahan hebat dan mereka harus membuka perut anak. Dokter juga mengklaim bahwa ada tumor besar di pankreas yang harus segera diangkat bersama dengan duodenum. Keluarga meminta agar anak dipindahkan ke rumah sakit lain, namun dokter menolak.

Setelah operasi, anak tersebut kehilangan beberapa organ, termasuk duodenum, pankreas, sebagian besar lambung, dan sebagian usus halus. Sejak itu, ia tidak lagi bisa makan atau minum secara normal, dan harus hidup bergantung pada infus nutrisi jangka panjang.

Sebuah laporan penilaian forensik yang dikeluarkan oleh lembaga pihak ketiga pada 16 Desember 2024 menyimpulkan bahwa Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Chengwu melakukan kesalahan medis. 

Pihak rumah sakit dinilai terlalu percaya diri, kurang persiapan sebelum operasi, gagal memperkirakan risiko yang seharusnya dapat diantisipasi, serta tidak memiliki langkah pencegahan yang memadai. Selain itu, dokter tidak memberikan penjelasan yang cukup tentang risiko operasi dan alternatif pengobatan, sehingga tidak memenuhi kewajiban profesionalnya.

Dalam surat jawaban resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Chengwu pada 28 September 2025 disebutkan bahwa rumah sakit tersebut memiliki tiga pelanggaran utama:

  1. Tidak menyelesaikan rekam medis dalam 24 jam,
  2. Surat persetujuan operasi tidak lengkap dan ditandatangani secara tidak sesuai aturan,
  3. Prosedur konsultasi praoperasi tidak standar.
    Pihak berwenang mengatakan kasus ini telah dibuka pada 26 Mei dan akan dikenakan tindakan administratif sesuai aturan.

Selama dua tahun terakhir, Nyonya Yue membawa anaknya ke berbagai kota seperti Nanjing dan Hangzhou untuk mencari pengobatan. Dokter mengatakan anak itu membutuhkan transplantasi beberapa organ, namun kemungkinan menemukan donor yang cocok sangat kecil. 

Bahkan jika transplantasi berhasil, ia tetap harus seumur hidup mengkonsumsi obat anti-penolakan. Biaya pengobatan pun sangat besar dan sulit ditanggung oleh keluarganya.

Komentar warganet mengatakan:

  • “Rumah sakit harus bertanggung jawab penuh! Para pelaku harus dihukum berat!”
  • “Anak umur 10 tahun, bagaimana bisa punya begitu banyak kanker? Kalaupun benar tumor, seharusnya keluarga disarankan mencari opini kedua sebelum operasi besar seperti itu. Ini jelas penipuan dan perbuatan keji!”
  • “Dokter tolol, menghancurkan hidup anak itu!”

Ada juga warganet yang berspekulasi, “Apakah mungkin organnya dijual?” Namun ada yang menanggapi, “Saya rasa bukan karena perdagangan organ, melainkan dokter terus melakukan kesalahan dan menutupi satu kebohongan dengan kebohongan lain, hingga akhirnya situasi makin parah.”

 Yang lain berkomentar , “Jangan-jangan ini malah semacam eksperimen manusia?” (Hui/asr)

Laporan oleh Li Li / Lin Qing – NTDTV.com

Aksi Protes Meletus! Petani Hainan, Tiongkok  Kepung dan Bongkar Papan Nama Perusahaan Negara, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan 

Pada 31 Oktober 2025, para petani di Hainan, Tiongkok  melakukan protes terhadap perusahaan BUMN Tiongkok Hainan Rubber Group (海胶集团), membalikkan kendaraan serta melemparkan berbagai benda ke arah petugas perusahaan dan polisi. 

EtIndonesia. Perusahaan milik negara di Hainan dituduh secara diam-diam menebang pohon pinang milik warga, memicu aksi protes besar-besaran. Para petani setempat mengepung gedung kantor, membalikkan kendaraan, dan membongkar papan nama perusahaan. Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan untuk menakut-nakuti dan membubarkan massa.

Video yang beredar di internet memperlihatkan bahwa cabang Jiachai dari Hainan Rubber Group Co., Ltd. secara paksa menebang kebun pinang milik warga setempat, yang kemudian menimbulkan kemarahan dan protes besar.

Pada 31 Oktober siang, para petani menumpuk batang-batang pohon pinang yang ditebang di depan gedung perusahaan, menuntut penjelasan. Semakin banyak warga yang berdatangan, mereka memblokir pintu gerbang perusahaan sambil berteriak meneriakkan slogan-slogan protes.

Menjelang malam, para petani yang marah mulai membalikkan kendaraan di halaman perusahaan. Setelah polisi mundur, beberapa orang memanjat ke atap dan menurunkan papan nama perusahaan.

Video di lokasi menunjukkan bahwa karyawan perusahaan terjebak di dalam gedung dan baru bisa meninggalkan tempat tersebut pada malam hari di bawah pengawalan polisi. Polisi membuat barikade manusia untuk menahan massa, sementara pasukan anti huru-hara menggunakan perisai dan payung hitam untuk menangkis batu serta benda-benda lain yang dilemparkan oleh pengunjuk rasa, guna melindungi evakuasi karyawan perusahaan yang tampak panik.

Massa baru mulai bubar menjelang tengah malam, meninggalkan lokasi yang porak-poranda.

Rekaman lain menunjukkan bahwa polisi sempat melepaskan tembakan peringatan untuk mengintimidasi para petani.

Hainan Rubber Group adalah perusahaan milik negara berskala besar yang pada tahun 2025 menempati peringkat ke-315 dalam daftar Fortune China 500.

Reaksi dan Sorotan di Dunia Maya

Video bentrokan tersebut dengan cepat menyebar di internet dan memicu diskusi luas. Karena ketatnya sensor daring di Tiongkok, hanya cuplikan yang dibagikan ke media sosial luar negeri yang masih dapat diakses setelah kejadian itu.

Banyak pengguna internet Tiongkok mengatakan bahwa insiden tersebut mencerminkan keretakan mendalam dalam kepercayaan antara warga dan pihak berwenang.

Sebagian memuji keberanian warga Hainan yang berani menentang tindakan pemerintah yang dianggap berlebihan, sementara yang lain menilai kerusuhan itu merupakan akibat dari keluhan lama yang akhirnya meledak.

Dalam sebuah pernyataan di akun resminya di Douyin—versi Tiongkok dari TikTok—pada 31 Oktober, perusahaan Hainan Rubber menyatakan bahwa lahan yang disengketakan berada dalam batas wilayah cabang lokalnya dan bahwa mereka memiliki hak penggunaan yang sah.

Perusahaan menuduh warga desa telah “menduduki lahan secara ilegal” selama bertahun-tahun dan mengatakan bahwa mereka menyingkirkan “tanaman non-karet” setelah warga menolak menghentikan “pelanggaran” mereka, yang kemudian memicu konfrontasi.


Pernyataan Perusahaan Picu Keraguan

Pernyataan Hainan Rubber menuai skeptisisme luas di dunia maya. Banyak pengguna meragukan klaim perusahaan atas kepemilikan lahan tersebut. Beberapa menyoroti bahwa Hainan Rubber baru didirikan pada tahun 2005, sementara warga telah menggarap tanah itu selama beberapa dekade.

Ada pula yang menuduh perusahaan milik negara (BUMN) Tiongkok menyalahgunakan kekuasaan mereka, dan memperingatkan bahwa jika praktik semacam itu dibiarkan, sengketa lahan serupa bisa saja muncul di berbagai daerah lain di Tiongkok.

Tarik Ulur Ekonomi

Menurut warga kepada The Epoch Times pada 1 November dengan syarat identitasnya dirahasiakan demi keamanan bahwa sengketa tersebut berpusat pada perbedaan kepentingan penggunaan lahan. Perusahaan berencana mengambil kembali tanah itu untuk menanam pohon karet, sedangkan warga desa lebih memilih menanam pinang, tanaman bernilai tinggi yang populer di wilayah selatan Tiongkok.

“Menanam karet tidak banyak menghasilkan uang—pekerjaannya berat,” ujarnya. “Harus bekerja setiap hari. Kalau pinang, keuntungannya jauh lebih besar.”

Satu pohon pinang yang dikelola dengan baik dapat menghasilkan sekitar 2.000 yuan (sekitar Rp4,3 juta) per tahun, katanya. Sebuah kebun pinang yang sudah matang bisa memiliki lebih dari 1.000 pohon. Namun, pohon pinang membutuhkan waktu sedikitnya tujuh tahun sejak ditanam hingga berbuah, sehingga menjadi aset penting bagi petani setempat.


Laporan yang Dihapus

Media lokal Tiongkok Xinhuanghe sempat memberitakan insiden itu pada dini hari 1 November, tetapi The Epoch Times menemukan bahwa laporan tersebut sudah dihapus pada pukul 10.00 pagi hari yang sama.

Penghapusan pemberitaan oleh media lokal itu menyoroti sensitifnya isu sengketa lahan dan kerusuhan sosial di Tiongkok, di mana laporan tentang bentrokan dengan badan usaha milik negara sering kali cepat dihapus dari ruang publik. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com/Theepochtimes.com

Lebih dari 5.000 Mahasiswa Menolak Masuk Universitas: Mitos Ujian Masuk Perguruan Tinggi Tiongkok Runtuh

EtIndonesia. Jika berbicara tentang ujian paling kompetitif di dunia, tidak ada yang menandingi Gaokao, ujian masuk perguruan tinggi di Tiongkok. Saat hari ujian tiba, seluruh negeri memasuki “mode Gaokao”: proyek konstruksi dihentikan, lalu lintas dialihkan, ambulans siaga — suasana nasional yang “mendukung ujian” ini menunjukkan betapa seriusnya orang Tiongkok memandang Gaokao.

Namun, musim penerimaan mahasiswa tahun ini terasa luar biasa “dingin”: lebih dari 5.000 siswa yang sudah diterima kuliah memilih untuk tidak mendaftar. Mengapa demikian?

Beberapa warganet berkomentar: “Dengan ekonomi yang lesu, kuliah sekarang cuma untuk membantu dosen punya pekerjaan.” 

Bukan hanya universitas swasta dalam video yang terdampak — bahkan Universitas Jiaotong Shanghai, yang berada tepat di bawah Tsinghua dan Peking University, juga mengalami fenomena mahasiswa diterima tapi tidak mendaftar.

Padahal, masuk ke Jiaotong Shanghai selama ini dianggap sebagai bukti kekuatan dan keberuntungan, tapi kini ada yang menolak kesempatan itu demi universitas lain — hanya karena universitas lain menawarkan peluang kerja lebih stabil setelah lulus. Ini menunjukkan bahwa kelesuan ekonomi Tiongkok telah mencapai titik yang sangat parah.

Biaya kuliah yang tinggi, jurusan tidak populer, dan kesulitan mencari kerja membuat generasi muda menolak menjadi “korban” dari sistem pendidikan dan ekonomi yang tidak adil.

Baru-baru ini, Kantor Penerimaan Mahasiswa Sarjana Universitas Donghua Shanghai mengumumkan bahwa 43 mahasiswa baru membatalkan pendaftaran mereka. 

Berita ini ramai dibicarakan di internet dan bahkan masuk daftar topik hangat di Baidu pada 27 Oktober.

Dalam pengumuman 17 Oktober di situs resmi kampus disebutkan bahwa mahasiswa baru angkatan 2025 seharusnya melapor pada 11 September 2025. Karena 43 orang tidak hadir hingga batas waktu, maka dianggap mengundurkan diri dari hak masuk kuliah.

Berdasarkan data, 43 mahasiswa tersebut berasal dari berbagai fakultas, seperti Fakultas Tekstil, Desain Busana dan Seni, Teknik Mesin, serta Ilmu dan Teknologi Informasi.

Menurut situs resminya, Universitas Donghua berada di Shanghai dan merupakan universitas langsung di bawah Kementerian Pendidikan Partai Komunis Tiongkok (PKT), termasuk dalam proyek nasional “211” dan “Double First-Class University”.

Setelah pengumuman itu muncul, warganet ramai berkomentar:

  • “Yang tidak daftar itu pasti memilih masuk sekolah kejuruan.”
  • “Temanku lulusan Desain Busana di universitas ini, setelah lulus tidak bisa dapat kerja. Sekarang orang tua malah menjadikan jurusan itu contoh buruk bagi anaknya yang mau pilih jurusan.”
  • “Jurusan jebakan, nggak ada masa depan.”
  • “Anak muda ini masih berpikiran jernih.”
  • “Sekarang gelar sarjana nggak ada harganya.”
  • “Kuliah pun ujung-ujungnya cuma jadi buruh pabrik.”
  • “Sudah paham, jadi nggak mau ditipu lagi.”

Seorang warganet dari Liaoning menulis: “Di tempatku, mahasiswa S2 saja jadi kurir makanan. Buat apa kuliah?”

Karyawan Kantor Penerimaan Donghua menjelaskan kepada Jimu News bahwa setelah perkuliahan dimulai, para dosen pembimbing sudah menghubungi satu per satu mahasiswa yang tidak hadir. 

Dari 43 orang tersebut, ada yang ingin mengulang ujian Gaokao, ada siswa dari Hong Kong, Makau, dan Taiwan yang memilih kuliah di daerahnya masing-masing, serta lebih dari 10 orang yang sudah menemukan pekerjaan memuaskan sehingga meninggalkan hak kuliahnya.

Warganet pun menanggapi dengan menyindir :

  • “Beberapa tahun lalu universitas masih sombong, sekarang malah mereka yang harus bujuk-bujuk siswa.”
  • “Biaya kuliah sudah terlalu tinggi, orang nggak mampu bayar.”
  • “Nanti universitas akan memohon agar siswa mau masuk, lebih heboh dari ibu-ibu berebut telur diskon.”

Sebelumnya, peneliti pendidikan dari Universitas Tsinghua, Huang Wenhan, menyatakan bahwa ketertarikan mahasiswa pada universitas bergengsi kini menurun drastis. Banyak siswa lebih fokus pada tekanan nyata dari biaya hidup dan peluang kerja.

Ia menilai bahwa kondisi ekonomi Tiongkok yang lesu dan gelombang pengurangan tenaga kerja perusahaan telah sangat memengaruhi keputusan siswa dalam melanjutkan pendidikan. Para siswa bukan tidak berusaha, tapi mereka tengah berhitung antara “nilai ijazah” dan “realitas hidup.”

Pada intinya, gelombang penolakan kuliah di seluruh Tiongkok disebabkan oleh dua hal:

  1. Biaya kuliah terlalu mahal.
  2. Sulit mencari kerja.

Lebih ironis lagi, beberapa universitas justru menjadi “komplotan pemoles data” untuk memperindah statistik penyerapan kerja lulusan.

Seorang lulusan Universitas Komunikasi Tiongkok mengungkapkan bahwa dosennya memintanya membuat akun Douyin (TikTok versi Tiongkok) dan menuliskan “pekerja fleksibel” dalam formulir data pasca-lulus.

Akhirnya, akun kosong tanpa penghasilan itu pun dihitung sebagai “lulusan yang telah bekerja.”

Padahal, kenyataannya ia tidak punya penghasilan maupun masa depan.

Banyak dari mereka yang dikatakan “bekerja fleksibel” itu sebenarnya masih bergantung secara finansial pada orang tua. Para sosiolog menyebut fenomena ini sebagai lahirnya generasi “anak bangunan mangkrak” (rotting kids) — layaknya proyek bangunan terbengkalai yang menyedihkan: setelah bertahun-tahun “investasi pendidikan”, hasilnya justru sia-sia di reruntuhan ekonomi.

Pengangguran bukan sekadar angka ekonomi, tetapi air mata dari ribuan keluarga dan cerminan dari keruntuhan sosial. Banyak orang tua menulis di media sosial bahwa mereka telah menjual harta demi menyekolahkan anak agar bisa “mengubah nasib,” tetapi anak mereka justru kembali ke rumah tanpa pekerjaan, hidup bergantung pada orang tua — membuat kondisi keuangan keluarga makin terpuruk.

Blogger “Zaiye Shuo” menulis: “Perbedaan antara ‘anak bangunan mangkrak’ dan ‘bangunan mangkrak’ adalah: yang satu dari beton dan baja, yang lain adalah kehidupan manusia yang nyata.”

Namun, di tengah data suram ini, pemerintah PKT masih menutupi dan memoles kenyataan.

Menurut “Zaiye Shuo”, rezim terus menghindari akar masalah: struktur ekonomi Tiongkok tak lagi mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Lebih parah lagi, industri masa depan yang digadang-gadang seperti AI, energi hijau, dan kendaraan listrik, justru berlandaskan otomatisasi tinggi — yang berarti lapangan kerja makin sedikit.

Para sosiolog menegaskan, industri “berkilau” ini nyaris tidak memberi kontribusi pada penciptaan lapangan kerja, bahkan justru menguranginya.

Kebingungan generasi muda pun makin mendalam. Mereka melihat krisis ini bukan sekadar siklus sementara, tapi krisis struktural. Ketimpangan antara sistem pendidikan dan struktur ekonomi ibarat lubang hitam tak berdasar yang terus menelan satu generasi demi generasi berikutnya.

Musim dingin dunia kerja ini tidak akan berakhir dalam waktu singkat — bisa berlangsung bertahun-tahun, bahkan lebih lama lagi. (Hu)

Sumber : NTDTV.com

Mengapa Pemerintah Amerika Serikat Bisa Tutup? Siapa yang Paling Terdampak?

Etindonesia. Pemerintah Amerika Serikat telah tutup selama sebulan penuh, Jumat (31 Oktober) memasuki hari ke-31. Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) pada Rabu (29 Oktober) menyatakan bahwa penutupan pemerintah federal dapat menyebabkan kerugian ekonomi antara 7 hingga 14 miliar dolar AS.

Sejak sistem penganggaran Kongres dijalankan pada tahun 1976, pemerintah federal telah 22 kali mengalami penutupan sebagian atau total, dengan durasi terpendek satu hari dan terpanjang 35 hari. Ada kemungkinan kali ini akan memecahkan rekor.

Jadi, apa penyebab penutupan ini? Dan siapa yang paling terdampak? Mari kita bahas bersama.

Tema kali ini, narasumber kami adalah jurnalis senior sekaligus pembawa acara “Fang Wei Time”, Fang Wei.

Chen Yue: Bagi banyak orang Tionghoa, terutama yang pernah tinggal di  daratan Tiongkok, mendengar kabar “pemerintah tutup” terdengar sangat aneh dan sulit dibayangkan. Tapi bagi orang Amerika, kehidupan tetap berjalan normal: urusan diplomasi, militer, bahkan pasar saham juga tetap beroperasi.

Selama masa penutupan ini, Presiden Trump bahkan melakukan kunjungan lima hari ke Asia, menandatangani perjanjian, dan mengadakan pertemuan seperti biasa.

Jadi,  mengapa pemerintah Amerika bisa sampai tutup? Dan bagaimana orang Amerika merasakannya?

Fang Wei: Pemerintah Amerika bisa tutup karena mekanisme pengelolaan uang negara yang ketat.

Pihak yang memegang uang (anggaran) adalah Kongres, sedangkan yang membelanjakan uang adalah pemerintah (eksekutif) — yaitu presiden dan kabinetnya.

Artinya, Kongres harus menyetujui anggaran terlebih dahulu, baru pemerintah bisa menggunakannya.

Sekarang masalahnya adalah Kongres macet — tidak menyetujui anggaran baru, jadi pemerintah tidak punya dana untuk beroperasi.

Lalu, apa dampaknya bagi masyarakat?

Saya tahu isu “pemerintah tutup” ini sering dibesar-besarkan di Tiongkok. Media Partai Komunis selalu berkata: “Lihat, Amerika kacau!

 Tapi ketika saya bertanya pada penonton saya di AS, kebanyakan menjawab mereka hampir tidak merasakannya.

Mengapa? Karena meskipun pengeluaran tahunan pemerintah AS mencapai hampir 7 triliun dolar, sistem Amerika tetaplah seperti yang dirancang oleh konstitusi dulu — pemerintah kecil, masyarakat besar.

Sebagian besar uang negara digunakan untuk program kesejahteraan dan militer, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari, pemerintah sangat sedikit campur tangan dalam urusan rakyat dan ekonomi.

 Karena itu, dampaknya bagi warga biasa sebenarnya kecil sekali.

Itulah sebabnya penutupan pemerintah bukanlah bencana besar.

 Sebagian besar bisnis dan kehidupan masyarakat tetap berjalan seperti biasa — kecuali kalau Anda perlu:

  • mencairkan cek pajak dari IRS,
  • mengajukan pinjaman ke Badan Usaha Kecil,
  • atau berkunjung ke taman nasional (yang kini sampahnya tidak diangkut).

Kalau penutupan berlangsung lama, efeknya tentu makin terasa, tapi dalam jangka pendek, hampir tidak ada perbedaan.

Chen Yue: Jadi, bagaimana hubungan antara Kongres dan pemerintah dalam menyetujui anggaran ini? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Fang Wei: Inilah yang disebut mekanisme politik Amerika sejak tahun 1787: pemisahan tiga kekuasaan — legislatif, eksekutif, dan yudikatif — masing-masing punya wewenang sendiri.

Dalam urusan keuangan, Konstitusi menetapkan dengan jelas bahwa “kantong uang” dipegang oleh Kongres, karena Kongres dipilih langsung oleh rakyat dan mewakili kepentingan rakyat.
Pemerintah hanya boleh membelanjakan uang yang disetujui oleh Kongres.

Masalah muncul karena pertikaian politik antara dua partai besar.
Sekarang kekuatan Partai Republik dan Demokrat hampir imbang (sekitar 50:50).
Untuk meloloskan suatu rancangan di Senat, perlu minimal 60 suara.

Tahun anggaran 2025 sudah habis, dan belum ada anggaran baru. Jadi pemerintah butuh pendanaan sementara (temporary funding) agar bisa terus beroperasi dengan pola lama.
Namun, Partai Demokrat melihat ini sebagai kesempatan untuk menghambat agenda Trump, sehingga menolak memberikan suara dukungan yang dibutuhkan.

Apakah sistem ini baik atau buruk?
Menurut saya, lebih banyak manfaatnya.
Mengapa? Karena sistem ini mencegah pemerintah mengatur uang sesuka hati. Jika pemerintah boleh mengatur dan membelanjakan uangnya sendiri, negara bisa mengalami keborosan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Sekarang, dengan sistem “Kongres pegang uang, pemerintah yang membelanjakan”, ada pengawasan dan keseimbangan.

Tentu ada sisi negatifnya juga — seperti yang kita lihat sekarang.

Namun, sepanjang sejarah 250 tahun Amerika, sistem ini relatif stabil karena kedua partai biasanya masih mengutamakan kepentingan nasional.

Masalah besar baru muncul dalam beberapa tahun terakhir karena pertentangan nilai dan ideologi semakin tajam.

Chen Yue: Lalu, dalam kasus penutupan pemerintah kali ini, apa dampak nyatanya? Dan apakah menurut Anda ini akan berlangsung lama?

Fang Wei:
Untuk jangka pendek, tidak terlalu berdampak besar. Tapi kalau berlangsung lama, masalahnya akan makin serius.

Awalnya, pemerintah masih bisa meminjam atau menggunakan dana cadangan, tapi lama-lama itu akan habis.
Begitu dana berhenti mengalir, masalah mulai muncul.

Contohnya:

  1. Pengatur lalu lintas udara di bandara tetap bekerja, tapi tidak menerima gaji. Banyak dari mereka hidup dari gaji bulanan — kalau tidak dibayar, mereka kesulitan bertahan.
  2. 40 juta penerima kupon makanan (food stamps), yaitu warga berpenghasilan rendah, tidak lagi menerima bantuan. Padahal itu adalah sumber utama makanan mereka setiap bulan.
  3. Tentara AS — militer terkuat di dunia — tidak menerima gaji mulai hari ini.
    Ini jelas sangat mengganggu moral pasukan, karena anggaran militer terlalu besar untuk bisa “ditambal” dari sumber lain.

Semakin lama penutupan berlangsung, semakin dalam kerusakan yang ditimbulkan.

Apakah kali ini akan berlangsung lama?
Sepertinya iya.
Rekor terpanjang sebelumnya adalah 35 hari, dan kali ini bisa memecahkannya, karena pertarungan politik sangat sengit.

Namun, ini bukan sekadar konflik antara Republik dan Demokrat.

Pada Maret lalu, situasi yang sama sempat terjadi, tapi Senat Demokrat waktu itu membiarkan anggaran sementara lolos.
Mengapa kali ini tidak? Karena ada pertikaian internal di Partai Demokrat sendiri.

Faksi kiri ekstrem dalam partai ingin menghadang semua kebijakan Trump, sementara faksi moderat (seperti Chuck Schumer, pemimpin Senat Demokrat) sebenarnya ingin segera menyelesaikannya demi stabilitas nasional.

Namun karena perebutan kekuasaan di dalam partai sangat intens, Schumer terpaksa berhadapan langsung dengan Trump.

Jadi, dalam waktu dekat belum terlihat solusi.

 Jika terus berlarut, kerusakan terhadap negara akan makin parah.

Trump bahkan sudah mengeluarkan “bom politik”: ia mengancam akan menghapus aturan filibuster (debat panjang di Senat), agar keputusan bisa disahkan dengan suara mayoritas sederhana (50+1), bukan 60 suara.

Jika Partai Republik benar-benar melakukannya, penutupan pemerintah bisa segera berakhir, tapi itu juga akan mengguncang seluruh sistem politik AS dan mengubah keseimbangannya secara besar-besaran.

Ini masalah besar yang mungkin akan kita bahas di kesempatan lain.

Chen Yue: Baik, terima kasih banyak atas analisis Anda, Pak Fang.

Fang Wei: Terima kasih.

(Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Ilmuwan Ungkap Misteri Berabad-abad Tentang Ledakan Mirip Meriam yang Berasal dari Danau

EtIndonesia. Selama berabad-abad, para ilmuwan telah dibingungkan oleh fenomena misterius yang dikenal sebagai “Seneca’s Gun”, sebuah ledakan keras yang berasal dari Danau Seneca di New York.

Catatan ledakan keras yang terdengar di Danau Seneca berasal dari abad ke-17, tetapi telah menjadi subjek mitos dan cerita rakyat jauh sebelum itu. 

Suku Seneca, suku asli Amerika yang tinggal di sekitar danau, percaya bahwa ledakan tersebut adalah suara dewa yang murka kepada para prajurit yang telah menodai tempat perburuan suci mereka, sementara para pionir awal percaya bahwa ledakan tersebut adalah drum yang dimainkan oleh arwah para prajurit yang gugur dalam Perang Kemerdekaan. 

Hipotesis ilmiah baru muncul pada abad ke-20, tetapi tidak satu pun yang terkonfirmasi hingga tahun 2025, ketika sebuah tim peneliti yang menggunakan peralatan canggih memetakan dasar Danau Seneca.

Untuk jangka waktu yang sangat panjang, ledakan Danau Seneca, yang juga dikenal sebagai “Seneca Guns” atau “Seneca Drums”, merupakan misteri yang tak terjelaskan oleh hukum alam mana pun. 

Namun, pada tahun 1934, ahli geologi Jerman, Herman Fairchild, mengajukan “hipotesis letusan gas bawah tanah”, yang menyatakan bahwa gas metana yang terperangkap di bawah tanah meletus melalui dasar danau, menghasilkan suara ledakan ketika menembus permukaan air. Hipotesis ini ternyata sangat akurat, tetapi belum dapat dibuktikan pada saat itu.

Upaya untuk menemukan penyebab ledakan keras tersebut terus berlanjut sepanjang abad ke-20, dengan beberapa peneliti menggunakan pengukuran sonar danau, sementara yang lain mengandalkan peralatan deteksi gas. Namun, fenomena tersebut begitu acak dan tiba-tiba sehingga tak seorang pun mampu memberikan penjelasan yang lengkap. Hal itu berubah dengan operasi survei lapangan yang dilakukan di Danau Seneca antara tahun 2018 dan 2024.

Tujuan awal ekspedisi survei ini adalah untuk mendokumentasikan bangkai kapal uap abad ke-19 dan kapal-kapal lain yang karam di dasar Danau Seneca dalam resolusi tinggi. Namun, dengan bantuan peralatan canggih, mereka juga menemukan lebih dari 140 “lubang”. Diameter cekungan besar ini berkisar antara beberapa puluh hingga beberapa ratus meter. Para ilmuwan menduga bahwa topografi yang tidak biasa di dasar danau ini terkait dengan fenomena Seneca Guns, tetapi konfirmasi baru muncul awal tahun ini.

Tim gabungan ilmuwan dari Fakultas Ilmu Lingkungan dan Kehutanan Universitas Negeri New York dan Universitas Cornell mengumpulkan sampel air dan sedimen dari berbagai lokasi di dasar danau untuk menganalisis keberadaan gas geologi seperti metana. Setelah menganalisis data, mereka akhirnya mengonfirmasi “teori letusan gas bawah permukaan” yang diajukan oleh Fairchild pada tahun 1934.

Tampaknya, gas membangun tekanan di bawah tanah dalam jangka waktu yang lama, dan ketika mencapai batasnya, gas tersebut menembus dasar danau dan dilepaskan sekaligus. Ketika gelembung-gelembung raksasa naik ke permukaan dan pecah, mereka menciptakan gelombang kejut yang menghasilkan suara gemuruh rendah yang mirip dengan tembakan meriam.

Menariknya, wilayah Seneca juga terkenal dengan kawanan rusa putih terbesar di dunia. (yn)

Wanita Menuduh Suami Selingkuh Setelah Konsultasi dengan Peramal Online

EtIndonesia. Polisi di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok, baru-baru ini memediasi perselisihan rumah tangga yang pelik antara seorang pria setempat dan istrinya, yang menuduhnya berselingkuh karena seorang peramal telah memberitahunya demikian.

Awal bulan ini, seorang pria datang ke kantor polisi di Wuhu untuk mengadukan pelecehan yang terus-menerus terhadap istrinya setelah sesi meramal online. Setelah membayar 500 yuan (sekitar Rp 1,1 juta) untuk mendengar pendapat orang yang sama sekali tidak dikenal tentang kesetiaan suaminya, sang istri mengkonfrontasi suaminya, menuduhnya mengunjungi hotel dengan perempuan lain dan membayar pekerja seks komersial.

Awalnya, pria itu tidak tahu dari mana asal tuduhan istrinya, dan dia mencoba menjelaskan bahwa dia setia, tetapi ketika dia mengetahui bahwa istrinya mendasarkan tuduhannya pada ramalan seorang peramal, dia langsung melapor ke polisi.

“Dia menghabiskan 500 yuan untuk berkonsultasi dengan seorang peramal yang mengatakan dia berselingkuh. Sang peramal meminta bayaran, dan setelah membayar, dia yakin tafsir mereka pasti akurat,” kata Zhao Xingyu, seorang petugas polisi dari Kantor Polisi Guandou. “Wanita itu mudah memercayainya karena orang lain telah mengklaim bahwa ramalannya sangat akurat.”

Pria yang dituduh secara tidak adil itu begitu muak dengan tuduhan tak berdasar istrinya sehingga dia meminta bantuan polisi setempat untuk memediasi perselisihan mereka, karena kehidupan pernikahan mereka sudah tak tertahankan. Istrinya lebih memercayai peramal daring daripada dirinya, dan dia tidak dapat meyakinkannya bahwa dia tidak bersalah.

“Dia terus-menerus menelepon peramal ini sejak pagi. Saya bilang padanya saya tidak tahan lagi. Hidup seperti ini sungguh tak tertahankan,” kata pria itu kepada polisi setempat.

Setelah dikritik oleh polisi atas perilakunya, wanita itu dilaporkan mengalah dan pasangan itu kembali ke kehidupan damai mereka.(yn)

Waspada! Jika di Malam Hari Sering Muncul 7 Gejala Ini — Bisa Jadi Bukan Penyakit Ringan, Bahkan Tanda Kanker

EtIndonesia. Pukul dua dini hari — Pak Liu, 57 tahun, kembali terbangun dari tidurnya. Bukan karena mimpi buruk, melainkan rasa jantung berdebar, keluar keringat dingin, dan sulit bernapas.

Di samping ranjang, sudah siap obat jantung darurat. Namun setiap kali menelannya, dia diam-diam bertanya dalam hati: “Apakah jantungku kambuh lagi?”

Istrinya yang sudah terbiasa menyaksikan ini tetap tak bisa menyembunyikan rasa cemas: “Sudah bertahun-tahun begini, kamu masih bilang nggak apa-apa?”

Yang tidak mereka sadari adalah — keluhan malam hari seperti ini bukan gangguan biasa, tetapi bisa jadi alarm darurat tubuh yang sangat serius.

Banyak orang mengira tidur malam adalah waktu paling aman untuk tubuh beristirahat. Padahal justru banyak penyakit kronis dan bahkan penyakit mematikan paling sering muncul dan kambuh di malam hari.

Berikut 7 gejala malam hari yang tidak boleh diremehkan — beberapa di antaranya bahkan bisa jadi tanda awal kanker.

1. Sering Berkeringat Dingin Tengah Malam → Bisa jadi sinyal awal serangan jantung

Saat jantung kekurangan suplai darah, sistem saraf simpatis akan aktif. Akibatnya dapat muncul:

  • keringat dingin,
  • jantung berdebar,
  • dada terasa sesak.

Waktu paling berbahaya adalah pukul 2–4 dini hari — saat tekanan darah dan detak jantung paling mudah melonjak. Jika kamu mengalami keringat dingin + dada nyeri + tangan kaki terasa dingin — jangan tunggu besok. Segera ke rumah sakit!

2. Sering Terbangun Karena Ingin Buang Air Kecil → Jangan hanya menyalahkan faktor usia

Jika malam hari sering buang air kecil 2–3 kali bahkan lebih, tetapi siang hari normal,
itu bisa jadi tanda awal masalah ginjal, prostat, atau bahkan kanker kandung kemih.

Pria usia 50 tahun ke atas wajib waspada bila frekuensi buang air malam mendadak meningkat. Segera periksa.

3. Batuk-batuk Tanpa Henti di Malam Hari → Bisa jadi sinyal awal kanker paru

Banyak pasien kanker paru mengaku tidak merasa sakit apa pun di awal — kecuali batuk ringan namun sering muncul malam hari

Jika batuk lebih dari 3 minggu, apalagi disertai suara serak, sesak, atau riwayat merokok — jangan tunda pemeriksaan.

4. Sakit Kepala Hebat Saat Tengah Malam atau Subuh → Bisa jadi gangguan pembuluh darah otak

Tiba-tiba sakit kepala seperti ditusuk atau disertai mual muntah saat dini hari?  Waspada — bisa jadi tanda awal stroke, perdarahan otak, atau tumor otak.

Terutama bila kamu punya riwayat hipertensi atau diabetes.

5. Sakit Perut Tengah Malam yang Berulang di Titik yang Sama → Bisa jadi sinyal kanker pencernaan

Beberapa kanker seperti kanker pankreas, lambung, dan hati, di awal sering hanya menunjukkan gejala nyeri malam hari — dan tidak membaik dengan obat biasa.

Jika disertai berat badan turun, lemas, atau nafsu makan berkurang, segera periksa.

6. Sering Kram Tengah Malam dan Terjadi di Jam yang Sama → Tak selalu sekadar kekurangan kalsium

Apalagi jika kram berlangsung lama, disertai lemas, otot mengecil, atau susah berjalan.  Ini bisa terkait masalah saraf — bahkan faktor tumor.

7. Mendadak Sulit Bernapas + Batuk Dahak Busa Merah Muda → Kondisi darurat! Bisa jadi gagal jantung akut

Bila seseorang tiba-tiba sesak berat, napas berbunyi, dan batuk lendir berbusa berwarna merah muda,
itu bisa jadi pertanda paru-paru penuh cairan (edema paru) akibat gagal jantung akut.
Segera telepon ambulans — jangan tunggu satu menit pun.

Kesimpulan

Malam bukan selalu waktu aman. Justru saat itulah tubuh sering memberi sinyal bahaya.

Jangan berpikir: “Tahan saja, nanti juga hilang.”

Yang benar adalah: “Periksa, agar tenang dan tidak terlambat.”

Kesehatan tubuh sering diselamatkan oleh kesadaran lebih awal. Jangan biarkan penyesalan datang setelah segalanya terlambat. (jhn/yn)

Saya Seorang Ahli Gizi—Begini Cara Saya Minum Kopi untuk Kesehatan

Seni menikmati kopi secara strategis bisa mengubah kebiasaan harian ini menjadi cara ilmiah untuk memperpanjang umur dan menjaga kesejahteraan.

Oleh Sheridan Genrich

Sebagai seorang ahli gizi, saya menikmati kopi bukan hanya karena aromanya atau sensasi segarnya di pagi hari.

Riset terbaru menunjukkan bahwa kopi, bila diminum dengan cara yang tepat, dapat memperlambat penuaan biologis, melindungi jantung, menurunkan risiko diabetes, dan bahkan menjaga kesehatan usus.

Kuncinya terletak pada bagaimana Anda meminumnya dan jenis kopi yang dipilih.


Lebih dari Sekadar Pembangkit Semangat

Sebagian besar orang minum kopi hanya untuk memulai hari dengan lebih bersemangat. Namun sains kini membuktikan bahwa manfaat kopi jauh melampaui sekadar peningkatan kewaspadaan.

Mereka yang rutin minum kopi—dengan cara yang terkontrol—ternyata memiliki risiko penyakit yang lebih rendah.

Sebuah studi nasional di AS terhadap lebih dari 2.000 orang berusia 60 tahun ke atas menemukan bahwa mereka yang minum dua cangkir atau lebih kopi seduh per hari memiliki kemungkinan 42 persen lebih rendah mengalami penurunan fungsi kognitif dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi sama sekali.

Temuan ini menunjukkan bahwa kopi melindungi otak dari penurunan fungsi kognitif dengan mengurangi kerusakan oksidatif pada sel saraf (neuron). Kopi juga dapat memengaruhi keseimbangan neurotransmiter, yang penting untuk menjaga ingatan dan kemampuan berpikir seiring bertambahnya usia.

Kandungan polifenol dalam kopi terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Penelitian lain dari CND Life Sciences juga mengaitkan konsumsi kopi dengan penurunan risiko penyakit Parkinson, memperkuat manfaat metabolik sekaligus perlindungan saraf.

Analisis gabungan dari 40 penelitian dengan lebih dari 3,8 juta peserta menemukan bahwa minum dua hingga empat cangkir kopi per hari berkaitan dengan penurunan signifikan risiko kematian dari berbagai penyebab, menegaskan peran kopi dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Dasar dari semua manfaat ini terletak pada senyawa bioaktif kopi, terutama asam klorogenat, yaitu polifenol aktif yang dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan, serta meningkatkan produksi nitrat oksida untuk memperlancar aliran darah dan memperkuat fungsi otak.


Panduan Saya: Cara Minum Kopi untuk Umur Panjang

Selama bertahun-tahun, saya menyusun cara minum kopi yang paling optimal untuk memaksimalkan manfaat kesehatannya.

1. Waktu Adalah Segalanya

Kopi paling baik dikonsumsi pada pagi hari, saat dapat meningkatkan metabolisme dan menjaga kesehatan jantung.

Sebuah studi dalam European Heart Journal menemukan bahwa peminum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian dan penyakit jantung yang lebih rendah dibanding mereka yang minum kopi sepanjang hari atau tidak minum sama sekali.

Saya menyarankan untuk menghentikan konsumsi kafein 8–10 jam sebelum tidur, karena minum kopi di sore hari bisa mengganggu pola tidur, yang justru mengurangi manfaat jangka panjangnya.

2. Tetap di Zona Aman

Berdasarkan banyak studi, dua hingga empat cangkir per hari memberikan manfaat maksimal tanpa menyebabkan gangguan tidur, kecemasan, atau tekanan darah tinggi.
Bagi pecinta espresso, satu cangkir dengan dua shot mengandung sekitar 126 miligram kafein, dan batas aman untuk orang dewasa adalah maksimal 400 mg per hari. Waktu terbaik untuk menikmatinya adalah sebelum tengah hari.

3. Gunakan Metode Seduh yang Tepat

Metode penyeduhan memengaruhi efek kopi pada jantung. Kopi tanpa filter seperti French press atau espresso mengandung diterpen, senyawa yang bisa menaikkan kolesterol.
Sebaliknya, kopi saring (drip atau pour-over) dapat menghilangkan diterpen sambil tetap mempertahankan antioksidan.

4. Minum Kopi Hitam—atau Hampir Hitam

Kopi hitam memiliki kandungan antioksidan tertinggi. Jika rasa pahit terasa terlalu kuat, gunakan susu nabati tanpa pemanis seperti kedelai, oat, atau almond, yang lebih menjaga bioavailabilitas polifenol dibanding susu sapi.

Sebuah studi tahun 2023 menunjukkan bahwa susu sapi dapat mengurangi penyerapan polifenol hingga 30 persen.

Namun, saya pribadi kadang menambahkan sedikit susu organik—karena kenikmatan juga bagian dari keseimbangan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa protein susu dapat meningkatkan efek antiinflamasi kopi.

5. Hindari Gula Tambahan

Gula dan sirup rasa dapat menghambat manfaat kopi dengan menaikkan gula darah dan memicu penambahan berat badan.

Pemanis alami seperti stevia atau monk fruit adalah pilihan terbaik karena tanpa kalori dan tidak memengaruhi kadar gula darah.

Sedikit madu bisa digunakan bagi mereka yang metabolisme tubuhnya sehat.

6. Segar Adalah Kunci

Kandungan antioksidan menurun seiring biji kopi menjadi basi. Gunakan biji kopi segar yang baru disangrai, disimpan dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya dan panas.

Idealnya, biji digunakan dalam waktu 2–4 minggu setelah disangrai untuk rasa dan manfaat maksimal.


Toleransi Kafein Berbeda Tiap Orang

Setiap orang memiliki metabolisme kafein yang berbeda, dipengaruhi oleh gen CYP1A2.

  • Metabolisme cepat dapat menikmati 2–4 cangkir kopi per hari tanpa efek samping, bahkan cenderung mendapat manfaat jantung.
  • Metabolisme lambat mungkin mengalami kecemasan, jantung berdebar, atau gangguan tidur meski hanya minum sedikit, dan pada beberapa studi, konsumsi berlebihan justru meningkatkan risiko hipertensi.

Jika Anda termasuk metabolisme lambat, batasi satu cangkir di pagi hari dan hindari kafein setelah tengah hari.

Untuk orang yang sensitif, pilih kopi tanpa kafein (decaf) berkualitas tinggi, diseduh dari biji segar agar tetap mempertahankan antioksidan dan rasa.

Kopi decaf tetap mengandung antioksidan dan sifat antiinflamasi, serta banyak manfaat untuk umur panjang, tanpa membuat sistem saraf terlalu terstimulasi.


Siapa yang Sebaiknya Menghindari Kopi

Beberapa kelompok sebaiknya membatasi atau menghindari kopi:

  • Penderita hipertensi atau aritmia jantung yang tidak terkontrol, karena kafein dapat meningkatkan risiko.
  • Penderita gangguan kecemasan berat atau serangan panik, karena kafein bisa memperburuk gejalanya.
  • Penderita epilepsi, karena kafein dapat meningkatkan aktivitas saraf berlebih.
  • Ibu hamil dan menyusui, karena kafein bisa menembus janin dan metabolisme kafein melambat selama kehamilan.

Jika dilihat dari sisi yang tepat, kopi bukan sekadar kebiasaan pagi hari—melainkan alat terapeutik yang bisa menyatu dengan gaya hidup sehat.

 Saya pribadi menjadikan rutinitas ini sederhana: satu cangkir kopi segar di pagi hari, dinikmati hitam atau dengan sedikit susu, sebagai cara menyadari bahwa setiap teguk bukan hanya memberi semangat, tetapi juga menyokong fokus mental dan vitalitas jangka panjang.


Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini merupakan opini penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times. Epoch Health menyambut diskusi profesional dan debat yang sehat.

Kekurangan Vitamin D Terkait dengan Peningkatan Risiko Demensia Dini

Studi menemukan 15 faktor yang terkait dengan meningkatnya risiko demensia yang muncul lebih awal.

Oleh George Citroner

Lupa dan bingung yang dulu dianggap tanda penuaan normal kini semakin banyak dialami oleh orang dewasa di usia produktif. Tingkat demensia dan Alzheimer yang muncul sebelum usia 65 tahun di Amerika Serikat meningkat dua kali lipat antara 2013 hingga 2017, menurut data dari perusahaan asuransi kesehatan Blue Cross Blue Shield (BCBS).

Salah satu temuan penting dari studi tersebut adalah kekurangan vitamin D menjadi salah satu dari 15 faktor gaya hidup yang dapat disesuaikan dan tampaknya meningkatkan risiko seseorang terkena demensia dini.

Selain menyoroti penyalahgunaan alkohol dan isolasi sosial, hubungan mengejutkan antara rendahnya kadar vitamin D dan penurunan fungsi kognitif dini menunjukkan bahwa suplemen sederhana setiap hari mungkin dapat membantu mengurangi tren peningkatan kasus ini. Sekitar 35 persen orang dewasa di Amerika Serikat diketahui mengalami kekurangan vitamin D.


Studi Terbesar di Bidangnya

Rata-rata usia penderita demensia atau Alzheimer dini berada di kisaran 49 tahun, dengan perempuan lebih banyak terdampak dibanding laki-laki, menurut data BCBS.

Studi berskala besar yang diterbitkan di jurnal JAMA Neurology ini mengidentifikasi 15 faktor risiko kesehatan dan gaya hidup yang terkait dengan demensia dini. Penelitian ini menganalisis data dari lebih dari 356.000 orang berusia di bawah 65 tahun yang terdaftar dalam UK Biobank, basis data biomedis berskala besar di Inggris, antara tahun 2006 hingga 2010.

“Ini adalah studi terbesar dan paling kuat yang pernah dilakukan di bidang ini,” kata David Llewellyn dari University of Exeter dalam pernyataannya.


Faktor Risiko Demensia yang Muncul Dini

“Demensia yang muncul pada usia muda memberikan dampak yang sangat besar, karena orang yang mengalaminya biasanya masih bekerja, memiliki anak, dan menjalani kehidupan yang aktif,” ujar Stevie Hendriks, peneliti utama dari Departemen Psikiatri dan Neuropsikologi, Universitas Maastricht, Belanda.

“Selama ini penyebabnya sering diasumsikan karena faktor genetik, tapi pada banyak kasus, kita belum tahu secara pasti apa penyebab sebenarnya,” tambahnya.

Faktor risiko utama yang berkontribusi meliputi penyalahgunaan alkohol, stroke, dan gangguan pendengaran — faktor-faktor yang sebelumnya memang telah dikaitkan dengan penurunan kognitif.

Namun, penelitian ini juga mengungkap faktor risiko tambahan yang belum banyak dieksplorasi, seperti kekurangan vitamin D, tingginya kadar protein C-reaktif (penanda peradangan) terutama pada perempuan, hipotensi ortostatik (tekanan darah rendah saat berdiri setelah duduk), dan isolasi sosial.


Vitamin D Menurunkan Risiko Demensia hingga 40 Persen

Penelitian-penelitian sebelumnya juga menemukan kaitan antara kekurangan vitamin D dan meningkatnya risiko demensia, kata Claire Sexton, direktur senior program ilmiah dan edukasi di Alzheimer’s Association, kepada The Epoch Times.

Namun, hanya sedikit studi yang secara khusus meneliti faktor risiko demensia yang muncul di usia muda, sehingga riset tim Hendriks menjadi “tambahan berharga dalam literatur ilmiah,” ujarnya.

Salah satu studi terkait yang diterbitkan di jurnal Alzheimer’s & Dementia: Diagnosis, Assessment & Disease Monitoring membandingkan waktu munculnya demensia antara orang yang mengonsumsi suplemen vitamin D dan yang tidak mengonsumsinya.

Penelitian itu melibatkan 12.388 warga Amerika tanpa diagnosis demensia pada awal studi, dengan usia rata-rata 71 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa dari mereka yang mengembangkan demensia dalam 10 tahun, sekitar 75 persen tidak mengonsumsi suplemen vitamin D, sementara hanya 25 persen yang rutin mengonsumsinya.

Suplemen tersebut memberikan perlindungan lebih besar pada perempuan, namun juga menurunkan risiko pada laki-laki. Menariknya, manfaat vitamin D tampak lebih signifikan ketika dikonsumsi sebelum munculnya gejala gangguan kognitif.

“Efek vitamin D jauh lebih besar pada perempuan dibanding laki-laki, serta lebih efektif pada mereka dengan fungsi kognitif normal dibanding yang sudah mengalami gangguan ringan,” tulis para peneliti.

Secara keseluruhan, penelitian itu menemukan bahwa konsumsi suplemen vitamin D dikaitkan dengan penurunan risiko demensia sebesar 40 persen dibanding mereka yang tidak mengonsumsinya.

Namun, Ms. Sexton mencatat bahwa hasil uji klinis acak (randomized controlled trials) tentang efek vitamin D terhadap fungsi kognitif masih menunjukkan hasil yang beragam, sehingga riset lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan hubungan tersebut.


Faktor Risiko yang Bisa Kita Ubah

Beberapa faktor risiko yang diidentifikasi dalam penelitian ini dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, seperti penyalahgunaan alkohol, diabetes, penyakit jantung, dan stroke — dua yang terakhir erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi, yang juga merupakan faktor risiko demensia.

Olahraga teratur, berhenti merokok, dan memperbaiki pola makan dapat membantu menurunkan risiko tersebut.

Sementara itu, kesepian atau isolasi sosial lebih sulit diatasi. Peserta yang jarang berinteraksi dengan keluarga atau teman (kurang dari sekali sebulan) memiliki tingkat demensia dini yang lebih tinggi dibanding mereka yang lebih sering bersosialisasi.

Menurut Surgeon General Amerika Serikat Vivek Murthy, bahkan sebelum pandemi COVID-19, sekitar setengah orang dewasa di AS mengaku merasa kesepian. Ia menyarankan agar orang mulai mengambil langkah sederhana untuk mengurangi perasaan terisolasi, seperti menjawab telepon dari teman, makan bersama, atau mendengarkan orang lain tanpa menatap ponsel.

“Isolasi sosial memang berkaitan dengan depresi, namun dalam analisis kami, depresi tidak memediasi hubungan antara isolasi sosial dan demensia dini, yang berarti keduanya berkontribusi langsung terhadap risiko demensia,” tulis para peneliti.

Untuk mencegah demensia dini, para ahli merekomendasikan perubahan gaya hidup yang menargetkan faktor-faktor risiko utama seperti kekurangan vitamin D, peradangan, tekanan darah rendah, dan isolasi sosial.

Tanda-tanda Pernikahan Mulai Retak Bukanlah Pertengkaran — Melainkan Perubahan Halus Ini

EtIndonesia. Banyak orang mengira bahwa tanda pernikahan bermasalah adalah pertengkaran, perang dingin, bahkan kekerasan. Padahal, pertanda sesungguhnya justru bukan berasal dari konflik yang terlihat jelas, melainkan dari perubahan-perubahan kecil yang halus, diam-diam, dan sering diabaikan.

Perubahan itu seperti gelombang sebelum badai — hampir tak terdengar, tetapi sangat mematikan jika tidak disadari dan disikapi tepat waktu.

1. Komunikasi Semakin Minim, Walau Secara Permukaan Tampak Tenang

Pertengkaran masih menunjukkan adanya interaksi.  Yang lebih berbahaya adalah kesunyian total.

  • Yang dulu bertanya: “Hari ini gimana?” — kini hanya menjawab : “Hmm” atau “Terserah.”
    – Yang dulu berbagi cerita — kini hanya bicara seperlunya.
    – Yang dulu bertukar pendapat — kini hanya menjalankan peran, bukan hubungan.

Saat komunikasi tinggal basa-basi, itu artinya ikatan hati sedang perlahan terputus. Banyak pernikahan hancur—bukan karena pertengkaran—tapi karena terlalu lama diam.

2. Emosi Dingin, Kepedulian Menghilang

Dalam pernikahan, cinta bukan hanya komitmen, tetapi perhatian yang tampak dalam tindakan kecil setiap hari.

Tanda bahaya antara lain:

  • Tidak lagi peduli hari penting atau suasana hati pasangan
  • Pasangan sedang sedih atau stres, tetapi tak ada empati
  • Pelukan, sapaan hangat, bahkan sekadar “hati-hati ya” mulai hilang

Dingin bukan berarti tidak cinta — tetapi cinta yang sedang perlahan mati.

3. Tanggung Jawab Menurun, Keseimbangan Keluarga Goyah

Ketika rasa memiliki mulai hilang, maka rasa tanggung jawab ikut memudar.

Yang sering terjadi:

  • Semua urusan rumah diserahkan ke satu pihak saja
  • Tidak lagi peduli pada ekonomi, anak, kebersihan, atau keputusan keluarga
  • Yang dulu rela berbagi beban — kini hanya tahu menyalahkan

Pernikahan berubah seperti kerja sama bisnis, bukan ikatan untuk saling menopang.

4. Kepercayaan Goyah, Rasa Waspada Meningkat

Dalam pernikahan yang retak, kepercayaan runtuh lebih dulu sebelum cinta.

Tandanya:

  • Selalu curiga pada setiap gerak-gerik pasangan
  • Suka memeriksa ponsel, chat, media sosial
  • Percakapan dipenuhi sindiran, nada dingin, dan defensif

Saat kepercayaan menghilang, hubungan berubah menjadi benteng pertahanan, bukan tempat pulang.

5. Kehidupan dan Minat Semakin Terpisah

Yang dulu ingin selalu bersama, kini lebih memilih ruang masing-masing.

Contohnya:

  • Tidak tertarik dengan hobi, aktivitas, atau perasaan pasangan
  • Mulai membangun “dunia sendiri” tanpa melibatkan pasangan
  • Waktu senggang, weekend, liburan — mulai sengaja dipisah

Jika hati sudah tak ingin bersama, jarak fisik tinggal soal waktu.

6. Tidak Lagi Membicarakan Masa Depan

Pernikahan yang sehat selalu punya tujuan dan visi bersama.  Sebaliknya, pernikahan yang akan runtuh biasanya menunjukkan:

  • Menghindari topik tentang rumah, anak, keuangan, masa depan
  • Janji-janji lama tidak pernah dibahas lagi
  • Hidup hanya dijalani “asal lewat”, tanpa harapan, tanpa arah

Ketika masa depan tak lagi dibicarakan — masa depan itu hilang perlahan.

Penutup

Retaknya pernikahan bukan dipicu satu pertengkaran, dan bukan pula karena satu kali perang dingin.

Ia retak pelan-pelan, diam-diam, dari hal-hal kecil:

  • Komunikasi yang memudar
  • Perhatian yang menghilang
  • Tanggung jawab yang ditinggalkan
  • Kepercayaan yang runtuh
  • Kehidupan yang berjalan terpisah
  • Masa depan yang tak lagi dibayangkan bersama

Siapa yang peka — bisa menyelamatkannya.  Siapa yang abai — menyadarinya saat semuanya terlambat.

Merger Bank-Bank Tiongkok: Tanda Lain Rapuhnya Ekonomi dan Sektor Keuangan

Sebagai pengakuan atas rapuhnya kondisi keuangan Tiongkok, Beijing memulai program besar-besaran merger perbankan, dimulai dari Provinsi Henan.

oleh Milton Ezrati

Sebagai pertanda yang nyata bahwa para pejabat Tiongkok tengah bersiap menghadapi gejolak keuangan, kantor Administrasi Regulasi Keuangan Nasional (NFRA) di Provinsi Henan mengumumkan rencana merger yang melibatkan hingga 82 lembaga keuangan kecil di wilayah tersebut.

Semua lembaga akan digabungkan ke dalam satu institusi besar, yakni Henan Rural Commercial Bank. Konsolidasi ini mencakup bank-bank desa kecil hingga lembaga keuangan yang sedikit lebih besar di sembilan kota. Karena tidak ada satu pun bank yang dilaporkan mengalami masalah serius, langkah ini menunjukkan pengakuan diam-diam dari otoritas bahwa struktur keuangan Tiongkok lemah dan rentan, bahkan terhadap guncangan kecil sekalipun.

Saat mengumumkan langkah ini pada akhir September, Kepala NFRA Li Yunze menyatakan bahwa penanganan risiko keuangan menjadi prioritas utama lembaganya. Ia juga memberi sinyal bahwa langkah serupa akan diterapkan di provinsi lain, dengan kebijakan “Satu provinsi, satu kebijakan.”

Langkah besar ini tampaknya didorong oleh temuan serius dalam laporan Stabilitas Keuangan 2024 Bank Rakyat Tiongkok, yang mengidentifikasi adanya risiko berlebih di 357 lembaga keuangan di seluruh negeri.

Henan menjadi tempat yang logis untuk memulai program ini. Pada 2022, banyak bank di provinsi tersebut mengalami masalah kredit, hingga pemerintah terpaksa membekukan simpanan di empat bank lokal. Tindakan itu memicu kepanikan: massa berbondong-bondong mendatangi kantor bank untuk menarik simpanan mereka. Situasi memanas karena sebagian besar bank kecil tersebut memiliki keterkaitan dengan pemerintah daerah, politisi lokal, serta perusahaan yang berafiliasi dengan kepentingan politik.

Di balik kekhawatiran akan lemahnya sektor keuangan, langkah Beijing ini juga tampak didorong oleh keinginan untuk memperkuat kontrol pusat. Sentralisasi kekuasaan memang menjadi ciri khas pemerintahan Xi Jinping, dan jauh lebih mudah mengawasi beberapa lembaga besar dibandingkan banyak lembaga kecil yang tersebar.

Dorongan untuk memperbesar kendali juga mencerminkan kesadaran Beijing bahwa pemerintah daerah telah salah urus keuangan dan menumpuk utang yang membebani sistem ekonomi. Dengan memisahkan keterkaitan antara bank-bank kecil dan pemerintah daerah, Partai Komunis Tiongkok (PKT) dapat lebih mudah menertibkan keuangan lokal dan menerapkan disiplin fiskal yang lebih ketat.

Selain alasan politik, ada pula kebutuhan nyata untuk mengendalikan risiko sistemik yang kini mengancam ekonomi Tiongkok. Krisis properti yang meledak pada 2021—dipicu oleh runtuhnya raksasa pengembang Evergrande—masih menjadi masalah besar hingga kini. Meski pemerintah telah berupaya menahan dampaknya, krisis itu terus mengguncang stabilitas keuangan nasional dan menjadi beban langsung bagi perekonomian.

Perlambatan ekonomi secara umum, ditambah dampak krisis properti terhadap kondisi keuangan rumah tangga, telah membuat konsumen Tiongkok semakin berhati-hati dalam berbelanja. Hal ini semakin menyulitkan PKT untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke jalurnya.

Faktor eksternal turut memperburuk keadaan: tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap produk Tiongkok, serta ancaman untuk menambah beban tarif, meningkatkan ketidakpastian dan risiko ekonomi. Dalam situasi seperti ini, wajar jika Beijing menindaklanjuti laporan Bank Sentral yang memperingatkan tingginya risiko dalam sistem keuangan.

Meski langkah NFRA ini memperlihatkan kerapuhan sektor keuangan Tiongkok, setidaknya ada sedikit tanda positif: Beijing kali ini bergerak lebih cepat dari biasanya. Selama ini, pemerintah cenderung bereaksi terlambat terhadap krisis. Contohnya, butuh waktu dua tahun setelah kejatuhan Evergrande sebelum mereka benar-benar mengambil langkah mitigasi ekonomi dan keuangan.

Keterlambatan yang sama juga terjadi dalam menghadapi penurunan daya beli masyarakat serta kebutuhan untuk mengalihkan model ekonomi dari ketergantungan ekspor. Tanda-tanda perlunya perubahan itu sudah lama tampak, bahkan sebelum Trump terpilih kembali.

Namun, berbeda dari pola lama yang reaktif, program merger bank kali ini menunjukkan pendekatan yang lebih proaktif. Beijing tampak berusaha mengantisipasi krisis sebelum benar-benar terjadi.

Memang, langkah ini masih kecil dibanding besarnya masalah ekonomi dan keuangan Tiongkok secara keseluruhan. Namun demikian, tindakan ini memberikan sedikit harapan bahwa pemerintah mungkin mulai belajar mengelola krisis secara lebih matang dan terencana.



Milton Ezrati adalah editor kontributor di The National Interest, afiliasi dari Center for the Study of Human Capital di Universitas Buffalo (SUNY), serta kepala ekonom di firma komunikasi Vested yang berbasis di New York. Sebelumnya ia menjabat sebagai kepala strategi pasar dan ekonom di Lord, Abbett & Co. Ia juga rutin menulis untuk City Journal dan Forbes. Bukunya yang terbaru berjudul “Thirty Tomorrows: The Next Three Decades of Globalization, Demographics, and How We Will Live.”

Jangan Jadi Pengganggu di Tempat Gym: Enam Aturan Etikanya 

Catatan penting bagi pembuat konten pemula dan anggota baru pusat kebugaran.

Oleh Bill Lindsey

Muhammad Mustafa, seorang penggemar berat olahraga sekaligus staf di Squatwolf, produsen pakaian dan aksesori fitnes, tahu betul bagaimana rasanya menjadi korban perilaku buruk di gym.

“Itu hari latihan biasa, dan saya sedang fokus melakukan Romanian deadlift dengan beban berat,” ujarnya.

“Gym adalah zona pribadi saya—tempat untuk mendorong batas kemampuan dengan tenang. Saat itu saya sedang menggunakan mesin leg press sebagai penopang dan benar-benar fokus pada latihan.”

Tiba-tiba, di tengah set, Mustafa merasa ada yang menepuk pundaknya. Terkejut dan hampir kehilangan pegangan pada beban, ia menoleh dan melihat seorang perempuan berdiri tak sabar ingin memakai mesin tersebut.

“Ia terus berkata, ‘Hei, dengar,’ tanpa peduli kalau saya sedang mengangkat beban berat,” katanya. “Saya mencoba menjelaskan bahwa memotong latihan orang di tengah set itu tidak sopan dan berbahaya.” Namun bukannya meminta maaf, perempuan itu malah marah dan menyebut Mustafa yang bersikap kasar.

Mustafa menyelesaikan latihannya dan memilih pergi.


Etika di Gym—Ya, Tolong!

Menurut International Health, Racquet, and Sportsclub Association, Januari selalu mencatat lonjakan sekitar 12 persen anggota baru setiap tahunnya.

Dengan banyaknya anggota baru, ini waktu yang tepat untuk mengingat kembali bagaimana berinteraksi dengan sesama pengguna gym dan peralatannya secara sopan dan damai, agar semua orang bisa memulai tahun dengan semangat positif.

Berikut enam aturan etika di gym agar setiap sesi latihan berjalan lancar tanpa menyinggung siapa pun.


1. Pahami Cara Menggunakan Alat

Bagi anggota baru, berolahraga di depan orang lain bisa terasa menegangkan, apalagi saat melihat pengguna berpengalaman berganti alat dengan mudah. Butuh waktu untuk mengenali alat baru, bahkan bagi yang sudah lama berlatih.

Memberi waktu bagi diri sendiri untuk belajar justru menjadi langkah terbaik agar perjalanan fitnes terasa menyenangkan—baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Jimmy Richard, pelatih pribadi bersertifikat dan pelatih kebugaran daring, membagikan kisah lucu saat mencoba gym baru bersama ayahnya.

“Saat itu kami sedang di hotel dan menggunakan treadmill,” ujarnya. “Ayah saya kesulitan mengatur kecepatannya. Ia terus menekan tombol, dan tiba-tiba saja terpental ke belakang. Untungnya dia baik-baik saja, dan kami malah tertawa.”


2. Hormati Ruang Pribadi

Seperti yang dialami Mustafa, banyak orang datang ke gym untuk benar-benar fokus dan masuk ke kondisi yang disebut atlet sebagai the zone. Kecuali diajak berbicara, tahan keinginan untuk mengobrol dengan orang lain, walau posisinya dekat. Jangan juga mengintip atau membandingkan kecepatan dengan pengguna treadmill atau sepeda di sebelah.

Memotong latihan orang lain hanya untuk meminta alat juga tidak sopan dan bisa berbahaya, terutama jika melibatkan beban berat.


3. Jaga Kebersihan

Selalu gunakan handuk untuk mengelap alat setelah dipakai. Menghapus keringat di bangku atau kursi seharusnya menjadi kebiasaan otomatis. Jika handuk sudah basah, ambil yang baru untuk mandi.

Meninggalkan keringat di permukaan alat bukan hanya jorok, tapi juga tidak peduli dan berisiko membuat orang lain terpeleset. Jika tersedia, gunakan juga semprotan disinfektan yang disediakan gym.


4. Kembalikan Alat ke Tempatnya

Godaan untuk meninggalkan beban setelah digunakan sering terjadi, terutama pada latihan angkat berat. Namun, alat bebas (free weights) biasanya disusun berdasarkan ukuran dan berat agar mudah digunakan. Setelah selesai, kembalikan ke tempat semula. Tidak melakukannya adalah cara cepat untuk mendapat reputasi buruk di gym.

Selain itu, jangan berdiri tepat di depan rak beban saat berlatih, karena akan menghalangi orang lain. Selalu beri ruang bagi pengguna lain, dan jangan menutup pandangan mereka terhadap cermin yang digunakan untuk memeriksa postur.


5. Jangan Kuasai Alat Terlalu Lama

Beberapa alat seperti bench press dan squat rack adalah favorit banyak orang, sehingga sering ada antrean. Walau tak perlu tergesa-gesa, tetaplah peka terhadap orang lain dan selesaikan latihan dengan tempo wajar.

Mengambil terlalu banyak selfie saat gym sedang ramai termasuk pelanggaran etika. Ini juga berlaku bagi mereka yang suka merekam perjalanan fitnes untuk media sosial.

Jimmy Richard mengatakan, “Sekarang banyak orang berubah jadi ‘sutradara’ film latihan mereka sendiri, merekam tiap repetisi dan set dengan ponsel.”

Ia pernah menemukan mesin leg press dikuasai seorang pria berotot besar yang sibuk merekam dengan ponselnya. Setelah selesai, pria itu tidak segera pindah, melainkan duduk sambil menonton videonya.

“Saya bertanya dengan sopan, ‘Masih banyak set lagi, bro?’ dan dia menjawab, ‘Iya, masih banyak.’ Empat puluh menit kemudian, dia masih di sana, mengedit videonya,” cerita Richard. Akhirnya, ia memilih mencari gym lain yang pengunjungnya lebih sopan.

Jika memang harus pergi sebentar untuk minum atau ke toilet, tinggalkan handuk di kursi atau biarkan beban tetap terpasang agar orang tahu alat itu masih digunakan.

Namun jangan asal “menandai” alat dengan handuk hanya untuk memonopoli dua alat sekaligus, apalagi saat gym sedang penuh. Itu termasuk perilaku tidak pantas.


6. Jaga Suara Tetap Rendah

Sebagian besar orang kini berolahraga sambil mendengarkan musik atau podcast lewat earphone. Pastikan volumenya cukup rendah agar tidak terdengar orang di sebelah.

Selain itu, jangan bernyanyi keras mengikuti lagu—orang lain tidak datang untuk mendengar konser gratis. Hindari juga menelepon di area latihan; suara percakapan bisa mengganggu fokus orang lain.

Termasuk juga teriakan keras atau menjatuhkan beban dengan dramatis seperti atlet Olimpiade. Selain mengagetkan dan tidak sopan, itu bisa merusak alat atau melukai diri sendiri.


Tetap Konsisten

Berolahraga tidak mudah, tapi hasilnya sepadan. Jika kamu baru bergabung di gym sebagai bagian dari resolusi tahun baru, ingatlah bahwa tempat itu adalah ruang bersama bagi orang-orang dengan tujuan serupa.

Etika dan kebiasaan baik akan menciptakan suasana positif yang membuat setiap orang betah berlatih.

Atlet voli pantai Olimpiade Kerri Walsh Jennings pernah berkata, “Ini adalah perjalanan, bukan perlombaan untuk cepat bugar.”

Kesimpulannya sederhana: buat rencana, jalani dengan konsisten, dan nikmati kebersamaan dengan sesama pejuang kebugaran.

Sumber : Theepochtimes.com

Studi AS : Jahe Bisa Hilangkan 50% Sel Menua dalam 24 Jam? Fakta atau Harapan?

EtIndonesia. Setiap pagi, aroma jahe hangat memenuhi dapur. Begitu juga dengan kebiasaan Bu Wang, 68 tahun, yang selalu memasukkan tiga irisan jahe segar ke dalam segelas susu kedelainya.

Melihat kebiasaan itu, tetangganya bercanda :  “Wah Bu, jangan-jangan makan jahe bisa bikin awet muda?”

Bu Wang tertawa dan menjawab :  “Katanya dari berita, ilmuwan Amerika menemukan jahe bisa menghapus 50% sel tua dalam 24 jam. Kalau benar, saya boleh dong tetap muda selamanya!”

Tapi benarkah sehebat itu? Apakah sepotong jahe di dapur kita bisa jadi “obat awet muda alami”? Mari kita ungkap faktanya.

Penelitian Besar di AS: Jahe Bisa Menghancurkan Sel Menua?

Isu ini berasal dari kolaborasi penelitian antara U.S. National Institute on Aging dan Mayo Clinic. Dalam eksperimen laboratorium, peneliti menambahkan ekstrak jahe murni — seperti gingerenone A dan 6-gingerol — ke kultur sel manusia yang sudah menua.

Hasilnya mengejutkan: dalam 24 jam, sekitar 50% sel tua menghilang, dan sel baru tampak lebih aktif serta sehat. Bahkan dalam laporan lain, 6-gingerol mampu membersihkan 40% sel menua tanpa merusak sel sehat.

Yang bikin ilmuwan makin antusias — dibandingkan obat anti-aging tradisional (kombinasi dasatinib + quercetin), ekstrak jahe terlihat lebih selektif dan efek sampingnya lebih rendah.

Tak heran, hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal internasional seperti PLOS ONE, dan membuat publik ramai berspekulasi: “Jahe = pemutar balik usia?”

Jadi, apakah cukup makan jahe setiap hari supaya awet muda?

Sayangnya, tidak sesederhana itu.

  • Zat aktif yang digunakan di laboratorium adalah ekstrak murni & terkonsentrasi, bukan jahe biasa.
  • Kandungan gingerenone A dalam jahe segar hanya sekitar 3% dari total bobotnya.
  • Untuk menyamai dosis eksperimen (sekitar 1000 mg per hari), seseorang harus makan ratusan gram jahe mentah setiap hari — hampir seperti makan jahe sebagai nasi.

Selain itu, proses penuaan manusia tidak ditentukan oleh satu faktor saja, tetapi dipengaruhi oleh genetik, pola makan, stres, tidur, aktivitas fisik, lingkungan, dan banyak faktor kompleks lainnya.

Fakta Penting: Jahe Sehat, Tapi Tetap Ada Risikonya

Jahe memang bahan kesehatan yang sangat baik bila dikonsumsi secara wajar — manfaatnya antara lain:

  • Menghangatkan tubuh & melancarkan pencernaan
  • Antioksidan & anti-peradangan
  • Membantu cegah masuk angin & memperlancar metabolisme

Namun bila dikonsumsi berlebihan, justru bisa memberi efek samping:

  • Meningkatkan beban kerja hati (karena kandungan safrole)
  • Memicu iritasi lambung
  • Ada studi yang menyebut 6-gingerol justru bisa menghambat pertumbuhan rambut jika dioleskan langsung

Cara “Anti-Penuaan” yang Justru Lebih Efektif

– Gunakan jahe secukupnya sebagai bumbu makanan
– Perbanyak makanan kaya antioksidan: sayuran hijau gelap, kedelai, buah beri, kacang-kacangan
– Tidur cukup dan teratur
– Olahraga rutin (khususnya jalan cepat / latihan otot ringan)
– Jaga suasana hati tetap sehat dan stabil

Dan ingat — jika punya penyakit kronis atau kondisi khusus, selalu konsultasikan lebih dulu ke dokter.

Kesimpulan

Jahe bukan obat mujarab untuk awet muda, apalagi jika hanya dimakan mentah setiap hari.
Penelitian modern memberi harapan, bukan jaminan instan.

Jahe adalah “bumbu kesehatan”, bukan “obat keabadian”. Yang membuat panjang umur bukan satu bahan ajaib — melainkan kebiasaan hidup yang benar dan konsisten. (jhn/yn)