Empati dan Teknologi Berpadu, Semifinalis Samsung Solve for Tomorrow 2025 Siap Jawab Tantangan Global

Jakarta, 17 September 2025 – Semangat inovasi dan empati generasi muda Indonesia kembali diuji dalam ajang bergengsi Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025. Program yang telah memasuki babak semifinal ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah perjalanan transformatif yang memberdayakan para inovator muda untuk menjadi agen perubahan dengan solusi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Sebanyak 80 tim dari berbagai penjuru Indonesia berhasil melaju ke tahap ini, siap memamerkan solusi kreatif mereka untuk menjawab tantangan sosial dan lingkungan.

Tahun ini, SFT 2025 mengusung dua tema global utama. Sebanyak 45 tim fokus pada “Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan” (Environmental Sustainability via Technology), sementara 35 tim lainnya mengangkat tema “Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga” (Social Change through Sport & Tech). Kemitraan Samsung dengan International Olympic Committee (IOC) pada tema Sport & Tech semakin memperkuat komitmen untuk mengatasi tantangan sosial melalui pendidikan dan inovasi.

Inovasi yang Lahir dari Empati

Semangat humanis para peserta tercermin dalam setiap proyek yang dikembangkan. Seperti yang ditunjukkan oleh tim AICTFIVE dari SMAN 5 Surabaya. Mereka menciptakan sebuah platform yang menggabungkan olahraga interaktif dengan permainan edukatif. Solusi ini ditujukan untuk membantu anak-anak penyandang disabilitas, khususnya cerebral palsy, mendapatkan terapi yang menyenangkan, inklusif, dan terjangkau.

“Melihat langsung tantangan anak-anak, mulai dari terbatasnya akses terapi di wilayah 3T hingga biaya yang tinggi, kami terdorong menghadirkan metode baru yang lebih menarik dan efektif,” ujar Zelma Nadhifa Hafizana Alasiry, Ketua tim AICTFIVE. Baginya, SFT 2025 mengajarkan bahwa inovasi sejati lahir dari empati, kerja sama, dan keberanian mewujudkan ide menjadi solusi nyata.

Di sisi lain, tim 4U dari IPB University menghadirkan KAMA Food Analyzer, sebuah inovasi untuk membantu masyarakat mengetahui kesegaran makanan dengan mudah dan akurat. Naufal Akmal Rizqulloh dari tim 4U berbagi pelajaran berharganya. “Awalnya saya hanya berpikir dari sisi teknologi, tapi SFT 2025 mengajarkan bahwa inovasi sejati lahir dari empati, memahami kebutuhan orang, dan merancang solusi yang benar-benar bermanfaat,” tuturnya. Inovasi ini sejalan dengan komitmen mereka pada keberlanjutan lingkungan, dengan mengurangi limbah makanan.

Menuju Panggung Global dan Olimpiade 2026

SFT 2025 menjadi lebih istimewa dengan kehadiran program Global Ambassador, hasil kolaborasi Samsung dan IOC. Sepuluh tim terbaik dari seluruh dunia yang lolos seleksi regional dan global akan menyandang gelar prestisius ini. Mereka tidak hanya mendapat pengakuan, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan ide inovatif, bertukar pengalaman dengan peserta internasional, dan memperluas jaringan kolaborasi.

Yang tak kalah menarik, para Global Ambassador akan diundang untuk mengikuti rangkaian kegiatan inspiratif bertepatan dengan Olimpiade Musim Dingin 2026. Ini adalah peluang emas untuk merasakan atmosfer ajang olahraga terbesar dunia sambil mempresentasikan solusi teknologi mereka di panggung global.

Semangat untuk bersaing di kancah internasional sudah terpancar dari para semifinalis. Gibran Tegar, semifinalis dari Universitas Indonesia, menyatakan keyakinannya, “Sejak awal, tim kami sudah mempersiapkan proyek dengan serius. Kami percaya, dengan kerja keras dan dukungan mentoring SFT, ide kami sangat layak bersaing secara global.”

Kiat Sukses dari Juara

Safina Amelia Khansa, perwakilan tim Solyd Ias dari Universitas Gadjah Mada yang meraih Juara 1 SFT 2024, berbagi kunci suksesnya. Ia menekankan pentingnya berdiskusi dengan mentor agar ide tetap fokus dan berkembang. “Siapkan presentasi dengan sepenuh hati, mulai dari slide, video, hingga cara penyampaian, supaya ide kalian terlihat hidup,” pesannya. Menurutnya, solusi yang ditawarkan harus jelas targetnya dan dikemas dengan menarik, sehingga dampak nyata inovasinya dapat langsung dirasakan.

Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menegaskan komitmen Samsung dalam mendukung generasi muda. “Melalui SFT 2025, kami ingin memberikan lebih dari sekadar kompetisi, melainkan juga ruang belajar, berkolaborasi, dan mengasah keterampilan yang relevan dengan era digital,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi, empati, dan inovasi, Samsung Solve for Tomorrow 2025 membuktikan bahwa masa depan Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan berada di tangan generasi muda yang tidak takut untuk bermimpi dan mewujudkannya menjadi aksi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Polandia Ancam Tembak Jatuh Pesawat Putin – Eropa Siaga Perang Udara

EtIndonesia. Ketika Washington dan Moskow tengah bersiap memulai putaran terbaru perundingan tingkat tinggi, sebuah pernyataan mengejutkan meledak dari Eropa Timur.

Pada 21 Oktober 2025, Menteri Luar Negeri Polandia, Radosław Sikorski menyampaikan ultimatum udara paling keras sepanjang perang Ukraina berlangsung: “Jika pesawat Presiden Putin terbang melintasi wilayah udara Polandia — kami tidak dapat menjamin keselamatannya.”

Pernyataan ini menggelegar di panggung diplomatik global — karena Polandia adalah anggota tetap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, yang secara hukum wajib menangkap Putin sebagai tersangka kejahatan perang sejak Maret 2023.

Artinya tegas dan tidak bisa ditawar:  jika pesawat Putin memasuki wilayah udara Polandia, dia dapat memaksanya mendarat dan langsung diekstradisi ke Den Haag.

Mengapa Polandia Mendadak Sekeras Ini?

Pemicunya adalah rencana Presiden Vladimir Putin untuk menghadiri KTT “Trump–Putin Summit” di Budapest, Hungaria, yang dikabarkan akan membahas kerangka damai baru untuk Ukraina.

Masalahnya — bukan isi pertemuan, melainkan bagaimana Putin dapat tiba tanpa ditangkap. Seluruh langit Eropa kini tertutup bagi pesawat Rusia, dan Polandia berdiri di pintu utama koridor udara NATO.

Warsawa secara terbuka ingin mengirim pesan politik ke Moskow dan Washington sekaligus: “Putin bukan lagi Kepala Negara — secara hukum dia adalah buronan internasional.”

Dengan kata lain:  Polandia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka siap menjadi negara NATO pertama yang secara nyata “menguji batas” kekebalan kepala negara dalam hukum internasional.

 Tiga Opsi Terakhir Putin untuk Terbang ke Budapest – Semuanya Berisiko Tinggi

Opsi 1 — Jalur langsung (Moskow → Ukraina → Hungaria)
• Durasi 3 jam — tercepat, namun harus melewati langit Ukraina Barat, pusat pertempuran rudal dan drone setiap hari.
→ Risiko ditembak hampir 100% — mustahil dipilih.

Opsi 2 — Jalur “diplomatik klasik” via Belarus → Polandia → Slovakia → Hungaria
• Dulu merupakan opsi paling realistis.
• Kini tertutup TOTAL secara politik dan militer setelah ancaman resmi Sikorski.
→ Masuk Polandia berarti siap disergap ICC.

Opsi 3 — Jalur memutar “menghindari dunia” melalui Laut Tengah
• Rute: Moskow → Turki → memutar ke Mediterania → melintasi Yunani & Balkan → menuju Hungaria
• Durasi lebih dari 8 jam, dua kali lipat dari normal.
• Masalah fatal: Montenegro adalah anggota ICC — secara hukum juga wajib menangkap Putin bila pesawatnya memasuki wilayah udara mereka.
→ Hanya bisa lolos jika Messi + Ronaldo + keberuntungan kosmik bersatu.

Artinya:  Putin secara praktis sudah tidak memiliki rute aman untuk terbang ke Eropa.

 Polandia Resmi Menjadi “Gerbang Api NATO” ke Rusia

Sejak awal September 2025:
• Puluhan drone Rusia ditembak jatuh saat melintas masuk Polandia.
• Ini tercatat sebagai kontak senjata langsung pertama NATO vs Rusia sejak perang dimulai.
• 8 agen sabotase pro-Rusia ditangkap hidup-hidup di wilayah Polandia — diduga hendak menyerang infrastruktur energi.

Sebagai tanggapan:
• Inggris & Prancis mengaktifkan patroli udara permanen bersama Polandia
• NATO memperkuat garnisun darat di perbatasan timur Polandia

Dengan kata lain: Polandia tak lagi “sekadar penonton”, melainkan titik front-line paling sensitif NATO melawan Rusia.

 Moskow Berguncang – Dua Serangan Internal di Malam yang Sama

20 Oktober 2025 — waktu Moskow

Gudang militer besar di Moskow terbakar hebat
• Api menjalar cepat, disertai suara ledakan beruntun
• Diduga keras akibat operasi sabotase Ukraina dari dalam Rusia

Serangan drone Ukraina mengguncang Rostov hingga dini hari
• Ledakan terdengar terus-menerus sepanjang malam
• Gangguan listrik dan infrastruktur sipil dilaporkan luas
• Analis meyakini kedua operasi dilakukan secara sinkron untuk memecah fokus komando militer Moskow


Uni Eropa Siap Ubah Aturan demi Memaksa Ukraina Masuk Secepat Mungkin

Sumber eksklusif Politico (21 Oktober 2025) mengungkapkan:

Brussel sedang menyiapkan mekanisme “keanggotaan bertahap kilat” khusus untuk Ukraina.

Konsepnya:
✔ Ukraina langsung diberi akses ekonomi dan pasar internal Uni Eropa
✔ Boleh ikut rapat konsultatif UE (tanpa hak voting dulu)
✔ Bantuan infrastruktur dipercepat dan dikucurkan langsung
✔ Hak suara penuh baru diberikan setelah reformasi politik diselesaikan

Dengan kata lain: UE siap menciptakan format keanggotaan baru — “pra-anggota militer-geopolitik”, demi mendahului Rusia.

Ini menjadi sinyal bahwa Eropa tidak akan menunggu tahun 2030 untuk menjadikan Ukraina bagian dari jaring pertahanan NATO–UE.

 Situasi kini bergerak ke titik paling berbahaya sejak perang 2022.

 Dunia menahan napas mempertanyakan hal yang sama: Apakah Putin akan menantang NATO dan terbang — atau bersembunyi dan kalah secara moral bahkan sebelum perang berakhir? 

Dalam Hidup, Jangan Hanya Tertawa Saat Bahagia, dan Jangan Hanya Menangis Saat Sedih

EtIndonesia. Kadang aku merenung dan bertanya dalam hati:  “Untuk apa sebenarnya kita hidup di dunia ini?”

Setiap pagi kita bangun dan bergegas menjalani rutinitas; setiap malam kita tenggelam dalam mimpi yang samar-samar. Saat hal baik datang, kita larut dalam kegembiraan — tapi cepat atau lambat rasa itu memudar, atau justru membesar hingga tak terkendali. Saat hal buruk menimpa, kita bisa terpuruk, atau bangkit dengan semangat dari titik terendah.

Namun ketika melihat seseorang tiba-tiba meninggal dunia, aku sering tersadar: segala hal baik atau buruk yang pernah kita alami di sepanjang hidup ini — sesungguhnya tidak sepenting yang kita bayangkan.

Makna Hidup Tak Sekadar “Datang dan Pergi”

Lihatlah bunga yang mekar di ranting pohon — dia tak peduli akan lama atau sebentar, karena makna hidupnya ada pada satu hal sederhana: dia pernah membuat dunia ini menjadi lebih indah.

Tapi kita manusia berbeda. Kita hidup di kota, sibuk dengan ambisi, dengan perbandingan, dengan impian tentang masa depan. Kita menanti datangnya hal-hal baik dan berdoa agar hal buruk menjauh. Padahal, baik suka maupun duka, tak ada seorang pun yang bisa menghindar darinya.

Hidup selalu berputar antara keduanya — suka dan duka, senyum dan air mata. Semua itu hadir bukan untuk menyiksa kita, tapi untuk menempa hati agar lebih kuat, lebih tenang, dan lebih matang menghadapi kehidupan.

Nasihat dari Orang Tua: Kuasai Hatimu di Saat Senang Maupun Susah

Ketika aku masih muda dan belum banyak memahami kehidupan, seorang tetua pernah berkata padaku: “Dalam hidup ini, kamu harus bisa mengendalikan hatimu — saat dalam keberuntungan, tetaplah rendah hati dan bekerja keras; saat dalam kesulitan, segeralah lepaskan kesedihan dan bangkit lagi.”

Waktu itu, aku tidak sepenuhnya mengerti. Namun setelah bertahun-tahun mengalami banyak hal — tertawa di tengah keberhasilan, menangis dalam kegagalan — barulah aku paham: Hidup ini pada dasarnya adalah tentang bagaimana kita menjaga sikap hati.

Hidup Itu Tentang Cara Kita Menyikapi

Ada kalimat yang pernah aku baca dan sangat membekas:“Manusia itu, saat tertimpa musibah selalu berharap datangnya keberuntungan; saat sudah mendapat keberuntungan, malah menginginkan sesuatu yang lebih baik. Akibatnya, ketika punya — tak tahu menghargai;  ketika kehilangan — baru menyesal; hingga akhirnya kehilangan semangat untuk menikmati hidup yang indah.”

Kalimat itu membuatku banyak merenung. Kita sering tidak bahagia bukan karena hidup terlalu sulit, tapi karena kita belum belajar untuk bersikap tenang menghadapi hal baik maupun buruk yang terjadi.

Pelajaran dari Luka dan Kesakitan

Hanya orang yang pernah menjalani operasi tahu — bahwa minum obat pahit bukanlah penderitaan yang besar. Hanya orang yang pernah jatuh keras tahu — bahwa luka lecet di kulit sebenarnya sepele dan tak perlu ditangisi.

Jadi, saat kamu mendapat hal baik, jangan hanya tertawa. Kendalikan hatimu, tetaplah rendah hati dan tenang. Saat kamu ditimpa hal buruk, jangan hanya menangis. Tenangkan dirimu, hadapi dengan keberanian dan keyakinan.

Baik kebahagiaan maupun kesedihan datang untuk mengajarkan sesuatu — kedewasaan hati.

Setiap Peristiwa, Baik Maupun Buruk, Adalah Guru Kehidupan

Hidup tak pernah menawarkan jalan yang selalu mulus. Jangan berharap hidup tanpa luka. Yang penting bukan menghindari rasa sakit, melainkan belajar menyembuhkan luka dan melangkah lagi dengan hati yang tenang.

Hal buruk bisa membuatmu jatuh, namun hal baik pun kadang bisa menjeratmu — karena banyak orang justru terluka oleh kesombongan setelah keberhasilan.

Faktanya, setiap orang sukses pernah jatuh, pernah terluka, tapi mereka tidak berhenti di sana. Mereka memilih untuk bangkit, menatap ke depan, dan berjuang hingga kembali bersinar.

Penutup: Hidup yang Tenang Adalah Hidup yang Dijalani dengan Hati yang Bijak

Jadi, jangan terlalu larut dalam tawa saat bahagia, dan jangan terlalu tenggelam dalam air mata saat sedih.

Baik suka maupun duka hanyalah bagian dari perjalanan hidup — yang terpenting adalah bagaimana kamu menjalaninya dengan hati yang lapang.

Hiduplah dengan kesadaran bahwa setiap peristiwa, baik atau buruk, datang untuk membentuk dirimu menjadi lebih kuat. Dan ketika kamu telah belajar tersenyum di tengah badai, itulah saatnya kamu benar-benar memahami apa arti bahagia yang sesungguhnya. (jhn/yn)

Bekerjalah dengan Pikiran yang Jernih, Hiduplah dengan Hati yang Tulus — Barulah Hidup Menjadi Bahagia

EtIndonesia. Pada masa-masa sulit di masa lalu, ketika kehidupan masih serba kekurangan, banyak orang justru mengingat masa itu sebagai masa yang paling bahagia. Sebaliknya, di zaman modern yang serba makmur seperti sekarang, di mana segala kebutuhan mudah terpenuhi, banyak orang justru merasa kosong dan tidak bahagia.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Zaman Dulu: Sederhana Tapi Bahagia

Pada masa lalu, kondisi kehidupan hampir semua orang sama — sederhana, serba terbatas, namun penuh semangat. Mereka punya satu tujuan yang sama: kehidupan yang lebih baik. Karena kesetaraan itu, tidak banyak rasa iri, tidak banyak perbandingan. Orang-orang bekerja keras bersama, saling mendukung, dan hubungan antarmanusia terasa murni dan tulus.

Zaman Sekarang: Makmur Tapi Hampa

Kini, di tengah kelimpahan materi, kesenjangan hidup antarindividu semakin besar. Standar kebahagiaan pun berbeda-beda. Banyak orang mulai mengukur nilai hidup dengan membandingkan diri dengan orang lain — siapa yang lebih kaya, lebih sukses, lebih terkenal. Akibatnya, semakin banyak hati yang terluka, karena hidupnya selalu dipandang dari kacamata perbandingan.

Padahal, baik di masa miskin maupun masa makmur, semua orang pada dasarnya menginginkan hal yang sama — hidup yang bahagia. Hanya saja, cara mencapainya berubah seiring zaman. 

Namun ada satu prinsip yang tak lekang oleh waktu: “Bekerjalah dengan pikiran yang jernih, dan hiduplah dengan hati yang sederhana — maka kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.”

Kebahagiaan Itu Diciptakan dari Dalam Diri

Di zaman serba cepat ini, banyak orang kehilangan rasa bahagia karena beban mentalnya sendiri. Dan penyakit batin semacam ini hanya bisa disembuhkan oleh satu orang — dirimu sendiri.

Kalau ingin bahagia, kamu harus:

  • Bekerja dengan kesadaran penuh (jernih),
  • dan menjalani hidup dengan kelapangan hati (sedikit “pura-pura tidak tahu”).

Bekerjalah dengan Pikiran yang Jernih

Bekerja adalah jalan kita untuk meraih kemapanan hidup. Untuk itu, pikiran harus selalu jernih dan fokus.

Orang yang sukses adalah mereka yang tahu apa yang mereka kejar, tetap tenang saat menghadapi kesulitan, dan tidak mudah menyerah. Mereka sadar bahwa kesuksesan bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari ketekunan dan kejernihan berpikir.

Sebaliknya, mereka yang tidak merasa bahagia sering kali bekerja tanpa arah, tidak sungguh-sungguh, mudah putus asa, dan akhirnya hanya tahu mengeluh. Padahal, orang yang sibuk mengeluh, sebenarnya sedang menutup pintu kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

Hiduplah dengan Hati yang “Sedikit Tidak Terlalu Serius”

Kalau bekerja menuntut keseriusan, maka hidup dan bergaul dengan manusia lain menuntut kelapangan. Dalam hubungan sosial, terlalu serius justru bisa melukai.

Kadang, berpura-pura “tidak tahu” atau “tidak terlalu peduli” bukanlah kebodohan — melainkan kebijaksanaan. Selama kita tetap menjaga prinsip dan tidak melanggar hal-hal besar, maka membiarkan hal kecil berlalu justru membuat hidup lebih ringan dan damai.

“Ketika kamu terlalu serius dalam menilai orang lain, hubungan akan mudah retak. Tapi ketika kamu tahu kapan harus mengabaikan, hatimu akan lebih tenang.”

Kesuksesan dan Kebahagiaan: Dua Jalan yang Saling Melengkapi

Bekerja dengan serius membuat kita berhasil secara materi. Menjalani hidup dengan kelapangan membuat kita berhasil secara batin.

Serius dibutuhkan agar sesuatu bisa selesai. Namun, tidak terlalu serius dibutuhkan agar hubungan bisa terjaga. Keduanya adalah dua sisi dari kebahagiaan yang utuh.

Dalam hidup, bahkan pemandangan terindah pun punya sisi yang kotor. Demikian pula hubungan antar manusia — tak ada yang sempurna, tak ada yang bebas dari perbedaan.

Kebahagiaan tidak bergantung pada seberapa banyak kita miliki, tapi pada cara kita memandang dan merasakan. Orang yang bisa menikmati hal-hal kecil, yang mau memaafkan, dan tidak suka memperhitungkan, akan selalu menemukan alasan untuk tersenyum setiap hari.

Penutup: Hidup yang Bahagia adalah Hidup yang Seimbang

Hidup ini seperti perjalanan singkat di bumi. Kita datang untuk belajar menikmati musim yang berganti, merasakan suka dan duka, dan akhirnya menyadari: “Kebahagiaan bukan sesuatu yang kita kejar, tapi sesuatu yang kita sadari.”

Jadi, bekerjalah dengan kesungguhan, tapi hiduplah dengan kelapangan. Bersungguh-sungguh dalam bekerja akan membuatmu tangguh, sementara kelapangan dalam bersikap akan membuatmu damai.

Ketika kamu bisa bekerja dengan jernih dan hidup dengan hati yang ringan, maka kebahagiaan akan selalu tinggal di dalam hidupmu — tanpa perlu lagi kamu cari ke mana-mana. (jhn/yn)

EJIF 2025: Daya Tarik Investasi Jatim Melesat, Rp76 Triliun Disiapkan untuk Investor

Surabaya, 22 Oktober 2025 – Sinergi kuat antara Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali menunjukkan hasil nyata dalam menarik investasi. Gelaran East Java Investment Forum (EJIF) 2025, yang berlangsung pada 21-22 Oktober di Surabaya, berhasil memamerkan proyek-proyek potensial senilai total Rp76 triliun dan ditandai dengan penandatanganan empat komitmen investasi baru. Forum ini menjadi bukti komitmen kolektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, serta mendukung visi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Acara yang mengusung tema “Boosting Investment for Inclusive and Sustainable Growth to Support East Java as Gerbang Baru Nusantara” ini berhasil menarik perhatian lebih dari 150 investor dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Australia, Belanda, Britania Raya, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Singapura, Tiongkok, India, Oman, dan Tunisia.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, Ibrahim, menekankan bahwa EJIF bukanlah sekadar acara seremonial. “Kegiatan EJIF merupakan bukti komitmen dalam penguatan kerja sama untuk mendukung perekonomian melalui peran investasi,” tegas Ibrahim. Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BI merupakan faktor kunci, terutama didukung oleh kelengkapan infrastruktur yang menjadi keunggulan Jawa Timur.

Pernyataan komitmen yang sama juga disampaikan secara gamblang oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Di hadapan para calon investor, pemilik proyek, serta seluruh Bupati dan Walikota se-Jatim, Emil menyatakan kesiapan pemerintah daerah menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Peraturan Daerah kami siapkan untuk memastikan iklim investasi yang kondusif dan kemudahan dalam berusaha. Gubernur Jawa Timur bersama Kapolda Jawa Timur, serta 38 Bupati/Walikota telah berkomitmen dalam gerakan anti premanisme,” tegas Wagub Emil, memberikan sinyal kuat kepada investor tentang keamanan dan kepastian berusaha di Jatim.

Proyek-Proyek Potensial dan Komitmen Nyata

Selama dua hari penyelenggaraan, EJIF 2025 memamerkan 20 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) serta tujuh Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ragam proyek yang ditawarkan mencakup berbagai sektor andalan, dengan nilai total investasi yang dipasarkan mencapai Rp76 triliun.

Yang lebih menggembirakan, forum ini tidak hanya berhenti pada promosi, tetapi juga menghasilkan aksi nyata. Terjadi penandatanganan empat komitmen investasi di sektor industri pengolahan dan agribisnis, yang menjadi penyokong utama ekonomi Jawa Timur. Komitmen ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor terhadap prospek bisnis dan iklim investasi di provinsi tersebut.

Dari Diskusi hingga Pertemuan Langsung

Untuk memberikan perspektif yang komprehensif, EJIF 2025 juga menyelenggarakan diskusi panel yang menghadirkan narasumber berkaliber. Turut hadir perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Kehadiran investor asing yang membagikan testimoni positif mengenai pengalaman mereka berinvestasi di Jatim semakin memperkuat kredibilitas acara.

Agar lebih efektif, panitia menyelenggarakan berbagai sesi pertemuan langsung, seperti many to many meeting, one on one meeting, dan kunjungan proyek (project visit). Aktivitas ini memberikan kesempatan emas bagi para investor untuk menggali informasi lebih dalam, melakukan tanya jawab langsung, dan menilai kelayakan proyek-proyek yang mereka minati.

Penopang Ekonomi yang Vital

Investasi telah memainkan peran yang tidak tergantikan dalam perekonomian Jawa Timur. Kontribusinya yang signifikan menjadi penopang utama yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi Jatim konsisten melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Kegiatan EJIF 2025 menutup dengan pesan yang jelas: upaya promosi investasi di Jawa Timur harus terus diperkuat melalui sinergi yang erat antara Pemerintah Provinsi, 38 Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Bank Indonesia. Dengan sinergi yang kokoh ini, visi untuk menempatkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara bukanlah sekadar wacana, tetapi sebuah tujuan yang sedang diwujudkan langkah demi langkah, menarik minat investor global untuk turut membangun masa depan ekonomi Indonesia dari timur.

Tiga Kesalahan dalam Hidup, Sekali Salah Langkah, Menyesal Seumur Hidup!

EtIndonesia. Menyirami bunga harus dari akarnya, menjalin pertemanan harus dengan hati.

Dalam Zuo Zhuan tertulis:“Manusia bukan nabi, siapa yang bisa hidup tanpa kesalahan?”

Dalam hidup, kita memang tak mungkin selalu benar. Ada kesalahan yang membuat kita belajar, tumbuh, dan menjadi lebih bijak. Namun, ada juga kesalahan yang sekali dilakukan — bisa menghancurkan seluruh hidup.

Hidup ini seperti permainan catur: setiap langkah menentukan hasil akhir. Sekali salah langkah, kadang tak ada kesempatan untuk memutar balik.

1. Salah Mengira Emosi Sebagai Kepribadian

Dalam kitab klasik Cai Gen Tan dikatakan: “Orang yang cepat marah dan berpikir kasar, tidak akan berhasil dalam apa pun.”

Seseorang yang tidak bisa mengendalikan amarahnya, akan sulit menjaga keberuntungan. Karena nasib baik sering pergi bersama dengan naiknya emosi.

Banyak orang bangga dengan temperamennya sendiri — setelah marah, mereka masih berkata : “Beginilah aku, ini karakaterku.”

Padahal mereka lupa: saat emosi tak terkendali, keberuntungan pun perlahan menjauh.

Lihatlah Zhang Fei di zaman Tiga Kerajaan. Setiap kali mabuk, dia selalu melampiaskan amarah kepada bawahannya. Lama-kelamaan, kebenciannya menumpuk hingga dua anak buahnya memenggal kepalanya dan menyerahkan diri ke musuh.

Setiap orang punya batas kesabaran. Jika kita selalu memaksa orang lain menanggung amarah kita, akhirnya amarah itu akan berbalik menghancurkan diri sendiri.

Filsuf Wang Yangming berkata: “Hati yang sempit adalah akar dari bencana; hati yang lapang adalah pintu menuju keberkahan.”

Sifat mudah marah sering menjadi awal malapetaka, sedangkan ketenangan dan kelapangan hati adalah sumber dari kebahagiaan.

Menang dalam hidup sering kali bukan soal kemampuan, tapi soal ketenangan. Ketika kamu mampu mengendalikan emosi, kamu sedang memegang kendali atas hidupmu.
Dan saat kamu memperlakukan orang lain dengan ramah, keberuntungan pun akan datang mendekat.

2. Salah Mengira Jabatan Sebagai Kemampuan

Wang Yangming juga pernah berkata: “Penyakit terbesar manusia adalah kesombongan. Seratus kesalahan berawal dari satu hal — kesombongan diri.”

Kesombongan adalah awal dari kejatuhan. Banyak orang gagal karena tidak bisa menempatkan diri dengan benar — mengira kesuksesan datang dari dirinya, padahal dia hanya sedang berdiri di atas bahu sistem atau orang lain.

Mereka lupa: jabatan bisa hilang, platform bisa lenyap, tapi kemampuan sejati tidak akan pernah dicabut dari diri seseorang.

Jangan pernah berpikir dunia berputar karena kita. Selalu ada orang yang lebih hebat, selalu ada langit yang lebih tinggi.

Laozi berkata: “Mengetahui orang lain adalah kecerdasan, mengenali diri sendiri adalah kebijaksanaan sejati.”

Orang yang terlalu tinggi menilai diri akan membuat orang lain muak. Sebaliknya, orang yang terlalu merendahkan diri juga akan diremehkan. Yang terbaik adalah menemukan keseimbangan dan mengenal batas diri.

Selama kamu bisa menempatkan dirimu dengan benar — tidak sombong, tidak pamer, tidak membanggakan yang sementara — jalan hidupmu akan panjang dan stabil.

3. Salah Mengira Teman Buruk Sebagai Sahabat Sejati

Teman bisa menentukan nasib hidup seseorang. Teman yang baik akan membawamu ke jalan kesuksesan, sedangkan teman yang buruk bisa menyeretmu ke jurang kehancuran.

Kesalahan terbesar dalam hidup adalah mempercayai orang yang salah.

Dulu, ketika Kongzi (Konfusius) menjabat sebagai menteri di Negara Lu, pemerintah berjalan dengan sangat baik — rakyat makmur, negeri tenteram. Namun, Raja Lu mulai berteman dengan Raja Qi, terlalu larut dalam kemewahan dan wanita, hingga melupakan urusan negara.

Konfusius menasihatinya berulang kali, namun sang raja justru merasa terganggu dan marah. Sejak saat itu, Negara Lu perlahan jatuh dan kehilangan kejayaannya.

Filsuf Xunzi berkata: “Seorang penguasa harus berhati-hati memilih menteri; seorang rakyat biasa pun harus berhati-hati memilih teman.”

Karena bergaul dengan orang baik membuatmu bercahaya, bergaul dengan orang jahat membuatmu gelap.

Teman yang baik akan mendorongmu tumbuh dan memperbaiki diri. Teman yang buruk hanya akan menarikmu turun bersama mereka.

Banyak orang hancur bukan karena nasib, tapi karena salah memilih teman. Dalam sejarah, Sun Bin dikhianati oleh “temannya” Pang Juan; dalam dunia modern, tragedi Jiang Ge juga berawal dari kepercayaan yang salah.

Orang bijak berkata:“Menyirami bunga harus dari akar, berteman harus dari hati.”

Maka, saat bergaul, gunakan mata hati. Jangan salah menilai orang licik sebagai teman dekat, dan jangan mengira teman beracun adalah sahabat sejati. Hanya dengan berteman dengan orang baik, hidupmu bisa benar-benar bersinar.

Penutup

Hidup ini adalah perjalanan panjang penuh pelajaran. Sesekali salah langkah tak apa — yang penting sadar dan mau memperbaiki.

Namun, ada tiga kesalahan yang harus kita hindari seumur hidup:

  • Salah mengira emosi sebagai kepribadian — akhirnya dihancurkan oleh diri sendiri.
  • Salah mengira jabatan sebagai kemampuan — akhirnya jatuh karena kesombongan.
  • Salah mengira teman beracun sebagai sahabat sejati — akhirnya celaka karena kepercayaan buta.

Karena itu, di setiap langkah kehidupan, berjalanlah sambil berpikir, dan berpikir sambil berjalan.

Hidup ini tidak punya tombol “ulangi”. Sekali salah arah, mungkin tak ada kesempatan kedua.

Hidup memang tak mudah — namun hanya mereka yang berhati-hati, berpikir jernih, dan terus belajar dari setiap kesalahan yang akan mencapai ketenangan sejati.

Mulai hari ini, hindarilah tiga kesalahan besar dalam hidup, melangkahlah dengan sadar di setiap tapak, maka hidupmu akan lebih damai, lebih terang, dan penuh berkah.(jhn/yn)

Perebutan Kekuasaan di Zhongnanhai Di Luar Dugaan — Topik Pengunduran Diri Xi Jinping Picu Perdebatan Sengit

Rapat pleno keempat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang berlangsung secara tertutup. Kini telah memasuki hari ketiga. Berbagai rumor mengenai perubahan posisi di tingkat tinggi menyebar luas di internet, mencerminkan betapa kerasnya pertarungan internal di kalangan elite. Perhatian utama publik tertuju pada kemungkinan perubahan struktur kekuasaan, khususnya apakah posisi Xi Jinping sebagai pemimpin tertinggi akan tergoyahkan.

EtIndonesia. Rapat pleno keempat Komite Sentral PKT berlangsung di Beijing dari 20 hingga 23 Oktober 2025. Selama beberapa hari ini, beredar banyak kabar: Xi Jinping kehilangan kendali atas militer. Bahkan, sejumlah jenderal bersama-sama menandatangani petisi untuk mencopot Xi dari jabatan Ketua Komisi Militer Pusat; Zhang Youxia dan Hu Chunhua dikabarkan akan ditambahkan ke dalam Komite Tetap Politbiro, memperluas jumlah anggota dari tujuh menjadi sembilan; Hu Chunhua dan Liu Zhenli disebut-sebut akan menjadi wakil ketua Komisi Militer; serta kemungkinan Wang Yang akan kembali menjabat posisi tinggi. Namun, ada pula sumber yang menyebutkan bahwa kekuasaan Xi tetap kokoh.

Pada 22 Oktober, komentator politik Tiongkok di AS, Zhang Tianliang, menjelaskan di platform X bahwa keamanan rapat pleno semacam ini biasanya dikendalikan oleh Biro Pengawal Pusat (Central Guard Bureau), yang berkoordinasi dengan Kementerian Keamanan Publik, pasukan Polisi Bersenjata Rakyat, serta kepolisian lokal. 

Ia mengatakan, kecuali Biro Pengawal Pusat membelot, sangat kecil kemungkinan muncul situasi di mana seluruh perwakilan militer meminta pemecatan Xi dari jabatan ketua Komisi Militer. 

Sebaliknya, jika Biro Pengawal Pusat benar-benar membelot, maka mereka bisa langsung menangkap Xi tanpa harus menunggu rapat pleno. Selain itu, jumlah perwakilan militer dalam Komite Sentral juga tidak cukup banyak untuk mengesahkan pemecatan melalui pemungutan suara.

Sementara itu, Yao Cheng, mantan perwira staf menengah di Markas Besar Angkatan Laut PKT, menulis di platform X bahwa kabar Xi akan mundur dari jabatan Ketua Komisi Militer Pusat dan digantikan oleh Zhang Youxia bukan sekadar rumor, melainkan mencerminkan keinginan militer. 

Menurutnya, sejak rapat pleno ketiga tahun lalu, Xi sebenarnya telah kehilangan dukungan militer. Ia menambahkan bahwa Xi harus disingkirkan karena dua alasan: pertama, setiap perintah dari Komisi Militer harus ditandatangani oleh ketua; kedua, selama Xi masih menjabat, ia akan terus ikut campur dan mungkin mencoba merebut kembali kekuasaan—sesuatu yang tidak dapat ditoleransi.

Menjelang rapat pleno ini, tepatnya pada 17 Oktober, sembilan jenderal berpangkat tinggi—termasuk He Weidong, Miao Hua, dan He Hongjun—dikeluarkan dari Partai dan militer. Mereka semua adalah loyalis Xi, banyak di antaranya berasal dari Korps ke-31 Fujian, yang dianggap sebagai basis kekuatan Xi. Pemecatan massal ini menunjukkan eskalasi konflik internal yang melampaui dugaan publik.

Pada hari pertama pleno, pemberitaan media resmi PKT tampak sangat dingin dan aneh. Laporan pembukaan pleno hanya terdiri dari satu kalimat pendek—sekitar seratus kata—yang menyebut Xi menyampaikan laporan kerja, tanpa disertai foto apa pun. 

Tak lama kemudian, Xinhua menerbitkan artikel yang memuji “prestasi ekonomi” Xi dan serangkaian editorial yang berulang kali menekankan istilah “inti kepemimpinan Xi.”

Analis politik Tang Hao, dalam programnya “Di Persimpangan Jalan”, mengulas faktor-faktor yang bisa membuat Xi turun dari kekuasaan. Menurutnya, setidaknya ada lima alasan utama:

  1. Ekonomi Tiongkok kolaps dan sulit pulih.
  2. Kesalahan kebijakan yang berulang, korupsi merajalela, dan kemarahan rakyat meluas.
  3. Militer telah “membersihkan” kelompok loyalis Xi; faksi anti-Xi mulai melawan.
  4. Hubungan AS–Tiongkok hancur dan Tiongkok terisolasi di dunia internasional.
  5. Kesehatan Xi memburuk dan ambisinya tidak lagi realistis.

Tang Hao menyoroti bahwa jumlah lulusan universitas meningkat setiap tahun, sementara banyak perusahaan bangkrut atau kabur, menyebabkan pengangguran besar-besaran dan kemerosotan konsumsi. Ditambah lagi, kebijakan yang “dipimpin langsung” oleh Xi justru sering gagal dan merugikan rakyat.

Mengenai jatuhnya sembilan jenderal, Tang Hao menilai bahwa ini bukan Xi yang sedang “membersihkan lingkaran dalamnya”, melainkan orang lain yang sedang “memotong sayapnya”—bahkan bisa dianggap sebagai bentuk kudeta militer terbatas.

Apakah Xi benar-benar akan mundur? Tang Hao menilai hal itu tidak mungkin sepenuhnya, karena pengunduran diri Xi akan mengguncang legitimasi PKT dan memperlihatkan pada dunia bahwa partai ini sedang kacau. 

Artikel terbaru Xinhua masih menyanjung Xi sebagai pemimpin yang akan menuntun negara menuju “Rencana Lima Tahun ke-15.” Artikel tersebut singkat, tetapi menyebut nama Xi sembilan kali, yang menurut Tang Hao mencerminkan kompromi antara kubu Xi dan anti-Xi.

Tang Hao juga berpendapat bahwa tidak ada tokoh di dalam partai yang berani mengambil alih tanggung jawab besar untuk memperbaiki kekacauan ekonomi, politik, dan diplomasi yang ditinggalkan Xi. Karena itu, kemungkinan besar Xi akan tetap menjabat secara nominal, mungkin hanya sebagai Presiden, sementara kekuasaan sebenarnya—terutama militer—akan dilucuti. Ketika waktunya tepat, Xi akan dijatuhkan dan dijadikan kambing hitam agar penerusnya bisa “memulai kembali dari nol.”

Sementara itu, komentator Zhou Xiaohui menulis di Epoch Times pada 22 Oktober bahwa jika Xi benar-benar mundur, ada empat cara yang mungkin:

  1. Xi secara sukarela mengundurkan diri sebagai anggota Komite Sentral—cara yang paling diinginkan oleh elite partai karena paling stabil.
  2. Politbiro mengusulkan pencopotannya (sangat jarang terjadi).
  3. Pleno Komite Sentral mengeluarkan keputusan untuk mencopotnya.
  4. Komisi Disiplin (pusat atau militer) mengajukan laporan pemeriksaan terhadap Xi, lalu pleno menyetujuinya.

Menurut Zhou, opsi pertama adalah jalan keluar paling baik bagi Xi karena dapat mencegah guncangan internal dan menghindari balas dendam terhadap dirinya dan keluarganya. Namun, jika Xi menolak mundur dan mencoba membalikkan keadaan melalui pemungutan suara di pleno, maka faksi militer yang menentangnya mungkin akan memaksa pengunduran dirinya secara paksa—mengingat Xi kini kehilangan kendali atas militer, sementara kekuatan yang tersisa di tangan Xi, seperti Biro Pengawal Pusat atau unit khusus Kementerian Keamanan Publik, tidak cukup kuat melawan pasukan elit.

Zhou juga mengungkapkan bahwa universitas-universitas utama di Beijing telah menerima perintah agar dari 20 hingga 29 Oktober, termasuk akhir pekan, harus ada staf yang bertugas siaga penuh waktu.

Menurutnya, masa siaga yang diperpanjang hingga seminggu setelah pleno ini sangat tidak biasa dalam dua dekade terakhir. Hal ini menandakan bahwa rezim tengah bersiap menghadapi kemungkinan gejolak besar di dalam partai, dan juga ingin mengawasi reaksi publik—terutama mahasiswa—terhadap potensi perubahan politik besar di Beijing. (Hui/asr)

Laporan oleh Li Siya /Li Quan – NTDTV.com

** Zhongnanhai  adalah kompleks pemerintahan dan kantor pusat Partai Komunis Tiongkok yang terletak di Beijing, tepat di sebelah barat Lapangan Tiananmen.

Wapres AS J.D Vance Tiba di Israel, Dorong Tahap Kedua Perjanjian Gencatan Senjata

Etindonesia. Baru seminggu sejak gencatan senjata di Gaza diberlakukan, dan selama seminggu terakhir, gencatan itu masih rapuh serta membutuhkan kompromi yang lebih sulit dari kedua pihak, Israel dan Hamas. Pada Selasa (21 Oktober), Wakil Presiden AS J.D. Vance tiba di Israel dengan tujuan menstabilkan tahap pertama gencatan senjata dan mendorong pelaksanaan tahap kedua.

 “Saya rasa kita sekarang telah memasuki pekan bersejarah dari rencana perdamaian Timur Tengah yang diusung Presiden Trump. Terus terang, perkembangan sejauh ini bahkan lebih baik dari yang saya perkirakan. Ini memang situasi yang sangat sulit, tetapi Israel dan Amerika bekerja sama untuk memulai rencana rekonstruksi Gaza, mendorong perdamaian jangka panjang, dan memastikan keberadaan pasukan keamanan di Gaza,” kata Wakil Presiden AS Vance. 

“Pasukan itu tidak terdiri dari orang Amerika, tetapi akan menjaga perdamaian dalam jangka panjang. Saat ini kemajuan kami sangat baik, posisi kami sangat menguntungkan. Kami harus terus bekerja keras, namun saya yakin tim kami mampu melakukannya,” tambahnya. 

Kunjungan Vance ke Israel pada hari Selasa merupakan langkah penting dari pemerintahan Trump untuk mendorong “tahap kedua” dari perjanjian gencatan senjata.

Vance mengakui bahwa ini akan menjadi negosiasi yang rumit, dan pejabat AS juga bertindak dengan sangat hati-hati akhir-akhir ini. Tahap berikutnya kemungkinan akan dimulai dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.

Sebelumnya, pemerintahan Trump mengusulkan “20 Poin Perjanjian Gencatan Senjata,” yang inti utamanya mencakup: Hamas membebaskan sandera pada minggu pertama, penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza, perlucutan senjata Hamas, pembentukan “Komite Palestina” untuk sementara memerintah Gaza, pemulihan ekonomi, serta pembentukan pasukan penjaga perdamaian.

Saat ini, Hamas masih menahan 15 jenazah sandera yang belum dikembalikan. Selama minggu lalu, bentrokan kecil kembali terjadi antara Israel dan Hamas; kedua pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan, nyaris menyebabkan gencatan senjata runtuh.

Namun kemudian, baik Israel maupun Hamas kembali menegaskan komitmen mereka untuk mematuhi rencana gencatan senjata.

Sehari sebelum kedatangan Vance, utusan khusus AS  Steve Witkoff  bersama menantu Trump, Jared Kushner, telah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas perkembangan pasca-gencatan senjata.

Saat ini, pihak mediator Mesir sedang berdialog dengan Hamas mengenai tahap berikutnya dari gencatan senjata. Hamas masih bersikap hati-hati terhadap tuntutan perlucutan senjata dan menyatakan bahwa hal itu harus “disepakati oleh semua faksi Palestina.” Presiden Trump baru-baru ini memperingatkan bahwa jika Hamas tidak mematuhi perjanjian, kelompok itu akan “disingkirkan sepenuhnya.” (Hui/asr)

Laporan oleh Anqi dan Wang Yanqiao, New Tang Dynasty Television.

“Tak Ada yang Mau Buang Waktu”: Rusia Mengatakan Masih Mempersiapkan Pertemuan Trump-Putin

EtIndonesia. Rusia mengatakan pada hari Rabu (22/10) bahwa mereka masih mempersiapkan pertemuan puncak potensial antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS, Donald Trump, meskipun belum ada tanggal yang ditetapkan dan bahwa Putin—seperti Trump—tidak ingin membuang-buang waktu.

Pekan lalu, setelah panggilan telepon dengan Putin, Trump mengatakan bahwa dia akan segera bertemu dengannya di Budapest sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Namun, Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa dia tidak ingin mengadakan pertemuan yang akan “membuang-buang waktu”, dan seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada rencana untuk pertemuan Trump-Putin “dalam waktu dekat”.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan pada hari Rabu bahwa tanggal untuk pertemuan puncak apa pun “belum ditentukan, tetapi sebelum itu, persiapan yang matang diperlukan—perlu waktu”.

“Tak Ada yang Mau Buang Waktu; Kata Kremlin”

Ditanya tentang pernyataan Trump tentang tidak ingin membuang-buang waktu, Peskov berkata: “Tak ada yang mau membuang-buang waktu, baik Presiden Trump maupun Presiden Putin.”

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan bahwa persiapan untuk KTT terus berlanjut, dan ia tidak “melihat adanya hambatan besar”. Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, calon tuan rumah, juga mengatakan persiapan untuk KTT terus berlanjut.

Trump telah lama mengatakan bahwa dia bertujuan untuk mengakhiri perang di Ukraina, perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Namun sejak menjabat, dia belum mencapai terobosan, meskipun telah melakukan pendekatan kepada Rusia, termasuk pertemuan puncak dengan Putin di Alaska pada bulan Agustus.

Rusia menguasai lebih dari 116.000 km persegi (44.800 mil persegi), atau lebih dari 19 persen wilayah Ukraina.

Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa telah menyerukan gencatan senjata segera di garis pertempuran saat ini menjelang perundingan damai, sebuah posisi yang didukung Trump secara terbuka pada hari Jumat setelah bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Moskow telah menetapkan persyaratan untuk gencatan senjata dan telah meminta Ukraina untuk menyerahkan lebih banyak wilayah.

Posisi Rusia Tetap Sama

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan bahwa syarat-syarat perdamaian Rusia tidak berubah sejak KTT Putin-Trump di Anchorage.

“Unsur-unsur posisi kami sudah diketahui semua orang,” kata Lavrov. “Unsur-unsur tersebut dirumuskan dengan sangat jelas oleh presiden kami dan semua orang mengetahuinya dengan baik.”

Pada hari Senin, pertemuan yang dijadwalkan akhir pekan ini antara Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk mempersiapkan KTT Trump-Putin ditunda.

Reuters, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Rusia telah menegaskan kembali persyaratan sebelumnya untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina dalam sebuah komunike pribadi yang dikirim ke AS selama akhir pekan, yang dikenal sebagai “non-paper”.

Ketika ditanya tentang laporan Reuters, Ryabkov mengatakan dia tidak dapat mengonfirmasinya. Dia menambahkan bahwa media Barat menerbitkan rumor berdasarkan sumber yang tidak disebutkan namanya yang memutarbalikkan fakta.(yn)

Liputan Media Partai Soal Sidang Keempat Partai Komunis Tiongkok Tak Lazim, Warga Serukan Penggulingan Pemerintahan Tirani

Sidang pleno keempat Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang berlangsung selama empat hari dimulai pada Senin (20 Oktober). Namun pada hari pembukaannya, media resmi Partai hanya menerbitkan satu siaran pers pendek sekitar seratus kata tanpa foto, menunjukkan suasana yang sangat rendah profil. 

Sementara itu, ekonomi Tiongkok terus lesu—pertumbuhan PDB kuartal ketiga hanya 4,8%, penjualan ritel anjlok ke titik terendah dalam sepuluh bulan terakhir, dan masalah pengangguran semakin parah. 

Selama sidang pleno, pengendalian keamanan di Beijing diperketat, dengan penjagaan ketat dan penangkapan terhadap para pencari keadilan. Opini publik mencemooh bahwa PKT berusaha menutupi keruntuhan rezimnya dengan narasi-narasi besar.

EtIndonesia. Sidang pleno keempat PKT dibuka pada 20 Oktober 2025 di Beijing. Hingga malam hari, media resmi hanya merilis satu laporan sekitar seratus kata, yang menyebutkan bahwa Sekretaris Jenderal PKT Xi Jinping menyampaikan laporan kerja—tanpa disertai foto apa pun.

Yang lebih aneh lagi, menjelang pembukaan sidang pleno, kantor berita Xinhua tiba-tiba menerbitkan artikel tengah malam pada 20 Oktober yang memuji Xi Jinping atas “kemajuan besar dan inovatif” yang disebut-sebut dicapai dalam pembangunan ekonomi dan sosial Tiongkok selama periode “Rencana Lima Tahun ke-14”.

“Kemungkinan satu-satunya yang bisa dilakukan Xi Jinping dalam sidang pleno kali ini adalah terus bergerak ke kiri, baik di bidang politik maupun ekonomi. Jadi sidang pleno keempat tahun ini tidak akan memiliki hal menarik yang berarti. Satu-satunya yang patut diamati adalah bagaimana media resmi setelah sidang selesai akan menggunakan narasi besar—seperti slogan-slogan Xi ‘harus ini, juga itu, bahkan lebih dari itu’—untuk menipu rakyat Tiongkok,” ujar pengamat politik Lan Shu. 

Namun, kenyataan ekonomi yang lesu dan kondisi fiskal yang genting sangat bertolak belakang dengan retorika media Partai.

Pada hari yang sama, Biro Statistik Nasional PKT mengumumkan bahwa pertumbuhan PDB kuartal ketiga tahun ini hanya 4,8%. Nilai penjualan ritel pada September naik hanya 3,0%, yang merupakan titik terendah dalam sepuluh bulan terakhir—menunjukkan kelebihan kapasitas industri dan lemahnya permintaan domestik. 

Para ahli menilai bahwa angka-angka resmi PKT biasanya palsu, dan kondisi sebenarnya kemungkinan lebih buruk.

“Sangat sulit mendapatkan data akurat karena PKT terus memalsukan angka. Indikator penting dari resesi dan depresi adalah pertumbuhan PDB serta tingkat pengangguran. Sekarang PKT sangat berusaha menutup-nutupi data pengangguran,” ujar Profesor Xie Tian dari Aiken Business School, Universitas South Carolina. 

Selama sidang pleno, Beijing kembali meningkatkan langkah-langkah keamanan. Selain memberlakukan larangan total terhadap drone, pihak berwenang juga melarang penerbangan balon dan lentera Kongming. 

Menurut laporan para pencari keadilan, situasi di Beijing seperti dalam keadaan siaga tinggi. Di daerah-daerah sibuk, jumlah patroli polisi meningkat, sementara di sekitar Hotel Jingxi—tempat sidang pleno berlangsung—terparkir mobil-mobil polisi dan kendaraan khusus.

Seperti biasa, pihak berwenang tidak hanya mengusir banyak pencari keadilan dari Kantor Pengaduan Beijing, tetapi juga memperketat pemeriksaan identitas di semua pintu masuk ke ibu kota. Di dalam kota, polisi melakukan razia terhadap warga luar daerah, menyebabkan banyak orang terpaksa menggelandang di jalanan.

“Teman saya dicegat saat kembali, diperiksa, dan tidak berani kembali ke tempat sewanya—jadi ia hidup menggelandang di luar. Benar-benar menyedihkan. Saya tidak mengerti, mengapa mereka (PKT) tidak merasa malu melihat orang-orang tidur di jalanan seperti pengungsi perang? Pemandangan itu membuat saya sangat sedih untuk rakyat yang menderita,” ujar seorang pencari keadilan bernama Zhao Wei. 

Beberapa pencari keadilan berpendapat bahwa satu-satunya harapan bagi rakyat Tiongkok untuk hidup layak adalah dengan bangkit menggulingkan kediktatoran.

Seorang pencari keadilan bernama He Wei berkata: “Kita harus memberontak. Yang paling ditakuti oleh Partai Komunis adalah rakyat yang memberontak.”

Belakangan, di berbagai platform daring beredar luas video buatan AI bertema “Era Pasca-Partai Komunis”. Video itu menampilkan rakyat turun ke jalan, menyerbu Lapangan Tiananmen sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Turunkan Partai Komunis”, menuntut “kebebasan berpendapat” dan “hak pilih”, serta menyerukan diakhirinya sistem satu partai. Video tersebut menarik perhatian besar di internet. (Hui/asr)

Laporan oleh Tang Rui dan Hong Ning – NTD Television

Militer Ukraina Serang Pabrik Kimia Rusia — Rudal Jarak Jauh “Storm Shadow” Tunjukkan Daya Hancur

EtIndonesia. Militer Ukraina pada Selasa (21/10/2025) mengumumkan bahwa mereka melancarkan serangan besar-besaran terhadap Rusia, dengan menggunakan rudal jelajah jarak jauh buatan Inggris “Storm Shadow”, yang menargetkan pabrik kimia Bryansk (Bryansk Chemical Plant) di Rusia.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyampaikan di Telegram bahwa operasi ini dipimpin oleh Angkatan Udara Ukraina dan dilaksanakan bersama dengan angkatan laut, darat, serta unit lain. Mereka berhasil menembus sistem pertahanan udara Rusia, menghantam sasaran, dan kini tengah mengevaluasi hasil serangan “berskala besar” tersebut.

Rudal Storm Shadow buatan Inggris memiliki jangkauan antara 250 hingga 560 kilometer (sekitar 155–349 mil), tergantung pada variannya. Rudal ini menggunakan sistem navigasi canggih dan teknologi pencocokan medan (terrain matching), yang memungkinkannya terbang rendah di bawah cakupan radar, serta dilengkapi kamera depan untuk mengenali target sebelum menghantam, sehingga meningkatkan akurasi dan efektivitas serangan.

Rusia sebelumnya telah memperingatkan negara-negara Barat agar tidak memberikan senjata berkemampuan serangan jarak jauh kepada Ukraina. Namun, pihak Kyiv menegaskan bahwa menyerang fasilitas Rusia yang berperan penting dalam perang melawan Ukraina adalah langkah yang sangat penting.

Militer Ukraina menulis di akun X (Twitter): “Pabrik kimia Bryansk adalah salah satu fasilitas kunci dalam kompleks industri militer negara agresor.”

Mereka menambahkan bahwa pabrik tersebut memproduksi mesiu, bahan peledak, dan komponen bahan bakar roket, yang digunakan dalam amunisi serta rudal yang ditembakkan Rusia ke wilayah Ukraina.

Menurut Kyiv Independent, Inggris dan Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi terhadap pabrik Bryansk, dan Ukraina juga telah beberapa kali menyerang fasilitas itu — termasuk menggunakan rudal jarak jauh ATACMS buatan perusahaan Amerika Lockheed Martin.

Pihak berwenang Moskow belum memberikan komentar resmi terkait serangan hari Selasa itu.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama para pemimpin Eropa lainnya berjanji akan “meningkatkan tekanan terhadap ekonomi dan industri pertahanan Rusia” sampai Presiden Vladimir Putin “bersedia mewujudkan perdamaian.”

Dalam pernyataan bersama itu disebutkan: “Baik sebelum, selama, maupun setelah gencatan senjata, Ukraina harus berada dalam posisi terkuatnya.”

Sebelumnya, Ukraina telah beberapa kali meminta Amerika Serikat untuk mengirimkan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk, yang memiliki daya hancur lebih besar, tetapi Presiden Trump belum menyetujuinya. Trump menilai bahwa solusi diplomatik lebih diutamakan daripada memperburuk eskalasi perang.

Setelah rencana KTT “Trump–Putin” di Budapest ditangguhkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai bahwa hal itu berkaitan dengan isu rudal Tomahawk. Dalam pidatonya Selasa malam, Zelensky berkata:

“Rusia kembali melakukan segala cara untuk menghindari jalur diplomasi. Begitu isu kemampuan serangan jarak jauh Ukraina tidak lagi mendesak, Rusia segera kehilangan minat pada perundingan damai.”

Ia menegaskan bahwa memperoleh kemampuan serangan jarak jauh mungkin merupakan kunci menuju perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Sementara itu, menurut laporan Reuters, pada Rabu (22/10/2025) dini hari, Rusia melancarkan serangan udara malam hari terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah sekitarnya. Rusia menembakkan rudal, kemudian mengirim drone kamikaze untuk melakukan pemboman, dengan infrastruktur energi sebagai target utama. Serangan ini menyebabkan enam orang tewas dan pemadaman listrik darurat di sebagian besar wilayah Ukraina. (Hui/asr)

Di Tengah Kekerasan Narkoba di Meksiko, Perusahaan Jasa Keamanan Siaga untuk Piala Dunia 2026

EtIndonesia. Suara tembakan terdengar di sebuah gudang di Mexico City saat Leopoldo Cerdeira mengosongkan selongsong peluru ke pintu mobil yang disangga oleh penyangga.

Alasan pistol berasap dan selongsong peluru berserakan di lantai adalah karena Cerdeira ingin menunjukkan kualitas pelat baja kendaraannya agar dapat disewakan kepada wisatawan asing kaya yang datang ke Meksiko untuk Piala Dunia 2026.

Pimpinan perusahaan keamanan Ruhe dengan bangga menunjukkan bagaimana peluru telah diblokir oleh lapisan sintetis padat yang melapisi seluruh armadanya yang berjumlah 70 kendaraan.

Pengusaha Meksiko ini siap untuk Piala Dunia, yang akan diselenggarakan bersama oleh negaranya bersama Amerika Serikat dan Kanada dari 11 Juni hingga 19 Juli tahun depan.

“Pemesanan kami ditujukan untuk wisatawan, orang-orang yang punya uang, yang datang untuk menonton pertandingan tetapi takut karena mereka telah mendengar hal-hal buruk tentang Meksiko,” kata Cerdeira di kantor pusat perusahaannya.

Mobil-mobil mewah Cerdeira baru-baru ini mengangkut delegasi FIFA yang berkunjung ke Meksiko, dan armada yang disediakan untuk Grand Prix Formula 1 Meksiko di akhir bulan ini akan bertambah menjadi 80 kendaraan untuk pesta sepak bola dunia tersebut.

Namun, industri keamanan Meksiko menawarkan lebih dari sekadar kendaraan lapis baja mewah pribadi.

Pengemudi, pengawal bersenjata, pelindung bom, rompi antipeluru, dan tas kerja lapis baja hanyalah beberapa produk lain yang ditawarkan oleh sektor yang diuntungkan dari kekerasan kriminal yang melanda Meksiko — negara dengan sekitar 30.000 pembunuhan per tahun.

Sebagian besar pertumpahan darah ini terkait dengan kartel narkoba Meksiko yang terkenal kejam.

“Ketidakamanan negara ini telah mendorong pertumbuhan industri kami,” kata Gabriel Hernandez, kepala Armoring Group, yang menjual mobil dan pakaian antipeluru untuk warga sipil dan personel militer di Meksiko, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Piala Dunia tahun depan akan menjadi tuan rumah pertandingan di tiga kota Meksiko, dengan jutaan orang diperkirakan akan berbondong-bondong ke Mexico City, kota industri di utara Monterrey, dan Guadalajara, rumah bagi musik tequila dan Mariachi yang sedang naik daun.

Pertandingan pembukaan akan digelar di Mexico City, di mana 40.000 kamera CCTV tambahan telah dipasang, dan penggunaan drone akan dibatasi di ketiga kota tersebut.

Pemerintah daerah mengatakan mereka melakukan yang terbaik untuk memastikan keamanan Piala Dunia, dan meskipun ibu kota—tempat Brasil yang dipimpin Pele meraih gelar juara dunia ketiga mereka pada tahun 1970 dan Argentina yang dipimpin Diego Maradona meraih gelar juara kedua mereka pada tahun 1986—biasanya terhindar dari serangan pengedar narkoba, hal yang sama tidak berlaku untuk kota-kota tuan rumah lainnya.

‘Gencatan Senjata Piala Dunia’

Guadalajara adalah pusat operasi Kartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), sebuah kelompok yang ditetapkan sebagai teroris oleh Amerika Serikat, yang telah menjanjikan hadiah sebesar 12 juta dolar bagi siapa pun yang dapat menangkap pemimpinnya, Nemesio Oseguera, yang dikenal sebagai El Mencho.

Untuk meyakinkan klien selain pelat baja, terdapat pegangan mobil yang dapat memberikan sengatan listrik, roda yang dapat menyemprotkan semprotan merica, dan ban yang dapat bertahan hingga 80 kilometer (50 mil) setelah bocor.

Harga sewa harian untuk satu mobil Cerdeira berkisar antara 800 dolar hingga 1.100 dolar, ditambah 500 dolar untuk pengemudi dan pendamping. Dengan 1.500 dolar, pelanggan juga dapat membeli rompi antipeluru yang tersembunyi.

Namun, perusahaan-perusahaan tersebut tidak memonopoli industri keamanan swasta Meksiko.

Kartel-kartel tersebut telah membentuk sektor paralel mereka sendiri, memproduksi “monster” — kendaraan raksasa dengan pelat baja rakitan sendiri.

Kelompok-kelompok seperti CJNG telah merilis video yang menunjukkan “sicario” (pembunuh bayaran) mereka berparade dengan kendaraan-kendaraan ini sambil bersenjata lengkap.

Pada awal tahun, pihak berwenang membongkar sebuah bengkel pembuatan baja gelap di negara bagian Sinaloa, di barat laut negara itu — basis kartel besar Meksiko lainnya.

Industri keamanan memiliki kekhawatiran tambahan akan jatuhnya tenaga kerja mereka ke tangan kartel — sebuah tantangan yang diklaim sedang ditangani oleh para pengusaha.

Delapan tahun yang lalu, dua pekerja yang dipekerjakan oleh Cerdeira direkrut oleh sebuah kelompok kriminal.

Menurut pengusaha tersebut, kelompok-kelompok ini menawarkan gaji tiga kali lebih tinggi, tetapi risikonya sangat besar: dua mantan karyawannya ditemukan tewas di negara bagian Sinaloa.

Namun, terlepas dari sifatnya yang berbahaya, kartel-kartel tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap Piala Dunia, menurut David Saucedo, konsultan keamanan yang bekerja untuk kedutaan besar dan otoritas lokal.

“Mereka sendiri memiliki basis sosial yang akan diuntungkan dari pertandingan-pertandingan ini,” jelasnya.

Saucedo bahkan menolak untuk mengesampingkan kemungkinan adanya kesepakatan diam-diam antara kartel dan otoritas, yang akan berkomitmen untuk tidak melakukan operasi skala besar terhadap kartel dengan imbalan jaminan bahwa pihak berwenang tidak akan melakukan “tindakan berdarah yang akan mencoreng citra Meksiko”.

“Ini akan menjadi semacam gencatan senjata Piala Dunia,” tambah Saucedo. (yn)

Wapres AS J.D. Vance Kunjungi Israel, Peringatkan Hamas untuk Patuhi Perjanjian

EtIndonesia. Wakil Presiden Amerika Serikat, J.D. Vance, pada Selasa (21/10/2025) mengunjungi Israel. Ia menyatakan bahwa AS optimistis terhadap tercapainya perdamaian yang langgeng, namun memperingatkan bahwa jika Hamas menolak bekerja sama, maka kelompok itu akan “dihancurkan sepenuhnya.” 

Pada hari yang sama, Presiden Donald Trump juga memperingatkan Hamas agar tidak melanggar kesepakatan, dan mengungkapkan bahwa sejumlah negara sekutu siap merespons seruan Amerika untuk mengirim pasukan ke Gaza.

Sementara itu, utusan khusus AS di Tel Aviv bertemu dengan para sandera yang telah dibebaskan dan menegaskan bahwa Washington akan terus mendorong gencatan senjata serta bantuan kemanusiaan.

Vance Tinjau Pusat Koordinasi Militer-Sipil di Israel Selatan

Pada Selasa, Wakil Presiden Vance tiba di Israel dan meninjau “Pusat Koordinasi Militer dan Sipil” yang baru dibentuk di wilayah selatan Israel. Ia mengatakan bahwa dirinya optimistis terhadap pelaksanaan perjanjian damai Gaza, sekaligus memperingatkan Hamas agar mematuhi kesepakatan.

“Hamas harus melucuti senjatanya dan benar-benar mengendalikan tindakannya,” kata Vance.

“Saya yakin kita akhirnya akan mencapai perdamaian yang langgeng. Jika Hamas menolak bekerja sama, seperti yang dikatakan Presiden (Trump), maka Hamas akan dihancurkan sepenuhnya.”

Vance juga menegaskan bahwa AS tidak menetapkan batas waktu bagi Hamas untuk melucuti senjata. Dalam kunjungan ini, ia dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat lainnya.

Trump Peringatkan Hamas di Media Sosial

Pada hari yang sama, Presiden Trump melalui platform Truth Social mengeluarkan pernyataan keras terhadap Hamas.

Dalam unggahannya, Trump menulis: “Banyak sekutu penting kami di Timur Tengah dan wilayah sekitarnya dengan tegas dan penuh semangat menyampaikan kepada saya bahwa jika Hamas terus melakukan tindakan jahat dan melanggar perjanjian dengan kami, mereka akan dengan senang hati merespons seruan saya dan mengirim pasukan besar ke Gaza untuk ‘menertibkan Hamas.’”

Utusan AS Bertemu Sandera yang Dibebaskan – 15 Jenazah Masih Ditahan Hamas

Pada hari yang sama, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff dan penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner bertemu di Tel Aviv dengan para sandera Israel yang telah dibebaskan.

Sehari sebelumnya, Steve Witkoff dan Kushner telah bertemu dengan Perdana Menteri Netanyahu untuk membahas kelanjutan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata di Gaza.

Keluarga dari Tal Haimi, salah satu sandera yang tewas, juga menyampaikan pernyataan di lokasi tempat ia gugur.

Ayah Tal, Zohar Haimi, mengatakan: “Kami telah menunggu kepulangannya selama dua tahun. Tadi malam kami akhirnya menerima kabar bahwa jenazahnya telah dipulangkan dari Jalur Gaza. Setelah penantian panjang, hati kami sedikit terhibur. Namun masih ada lima belas saudara kami yang tewas dan jenazahnya belum dikembalikan.”

Tal Haimi adalah komandan tim reaksi cepat di Nir Yitzhak, Israel. Ia gugur pada 7 Oktober 2023 saat mempertahankan permukiman, dan jenazahnya dibawa oleh Hamas ke Gaza.

Hingga kini, Hamas masih menahan 15 jenazah sandera yang tewas.

Gencatan Senjata Pulih, Bantuan Kemanusiaan Kembali Masuk Gaza

Pada Selasa, sejumlah besar truk bantuan kemanusiaan kembali memasuki Gaza. Sebelumnya, pada Minggu, serangan militan Hamas terhadap tentara Israel memicu serangan udara balasan, yang sempat menghentikan pengiriman bantuan. Setelah perjanjian gencatan senjata kembali diberlakukan pada Senin, distribusi bantuan kemanusiaan akhirnya dapat dilanjutkan. (Hui/asr)

Laporan oleh Zhao Fenghua – NTD Television

Video: AS Tewaskan 2 Orang dalam Serangan Terhadap Kapal yang Diduga Membawa Narkoba, di Samudra Pasifik

EtIndonesia. Militer AS melancarkan serangan kedelapan terhadap sebuah kapal yang diduga membawa narkoba, menewaskan dua orang di perairan Samudra Pasifik timur, ujar Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Rabu (24/11). Serangan ini menandai perluasan kampanye pemerintahan Trump melawan perdagangan narkoba di Amerika Selatan.

Serangan Selasa malam tersebut merupakan perubahan dari tujuh serangan AS sebelumnya yang menargetkan kapal-kapal di Karibia. Hegseth mengatakan di media sosial bahwa serangan terbaru tersebut menewaskan dua orang, sehingga jumlah korban tewas menjadi setidaknya 34 orang dari serangan yang dimulai bulan lalu.

Serangan ini menandai perluasan wilayah target militer di perairan Amerika Selatan serta peralihan ke Kolombia, tempat sebagian besar kokain dari produsen terbesar dunia tersebut diselundupkan. Postingan Hegseth juga membandingkan secara langsung antara perang melawan terorisme yang dideklarasikan AS setelah serangan 11 September 2001 dengan tindakan keras pemerintahan Trump.

“Sebagaimana Al Qaeda mengobarkan perang di tanah air kita, kartel-kartel ini juga mengobarkan perang di perbatasan dan rakyat kita,” kata Hegseth, seraya menambahkan “tidak akan ada perlindungan atau pengampunan — hanya keadilan.”

Presiden Donald Trump telah membenarkan serangan tersebut dengan menegaskan bahwa Amerika Serikat terlibat dalam “konflik bersenjata” dengan kartel narkoba dan menyatakan organisasi kriminal tersebut sebagai kombatan ilegal, dengan mengandalkan otoritas hukum yang sama yang digunakan oleh pemerintahan Presiden George W. Bush ketika mendeklarasikan perang melawan terorisme.

Dalam sebuah video singkat yang diunggah Hegseth pada hari Rabu, sebuah perahu kecil, yang setengahnya berisi paket-paket cokelat, terlihat bergerak di air. Beberapa detik setelah video dimulai, perahu tersebut meledak dan terlihat mengapung tak bergerak di atas air dalam kobaran api.

Pemerintah telah menghindari penuntutan terhadap penumpang kapal-kapal yang diduga sebagai penyelundup narkoba setelah memulangkan dua penyintas serangan sebelumnya ke negara asal mereka, Ekuador dan Kolombia.

Para pejabat Ekuador kemudian mengatakan mereka telah membebaskan pria yang telah dipulangkan ke negara mereka, dengan alasan bahwa mereka tidak memiliki bukti bahwa ia melakukan kejahatan di negara mereka.

Militer AS telah membangun kekuatan yang luar biasa besar di Laut Karibia dan perairan lepas pantai Venezuela sejak musim panas ini, yang menimbulkan spekulasi bahwa Trump dapat mencoba menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ia menghadapi tuduhan terorisme narkotika di AS.

Sebagian besar kematian akibat overdosis di Amerika Serikat disebabkan oleh fentanil, yang diangkut melalui darat dari Meksiko. Meskipun Venezuela merupakan zona transit narkoba utama, sekitar 75% kokain yang diproduksi di Kolombia diselundupkan melalui Samudra Pasifik bagian timur, bukan Karibia. (yn)