Mengapa Pengantin Wanita dari Etnis Minoritas Bai di Tiongkok Mengenakan Kacamata Hitam di Hari Pernikahannya?

EtIndonesia. Ritual pernikahan yang menarik dan unik di kalangan etnis minoritas Bai di Tiongkok melibatkan para pengantin wanita yang mengenakan kacamata hitam di hari pernikahan mereka untuk menyembunyikan air mata mereka saat mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga mereka.

Suku Bai, yang namanya berarti putih dalam bahasa Mandarin, awalnya menyebut diri mereka sebagai Baipzix karena preferensi mereka yang kuat terhadap warna putih, yang sangat mereka junjung tinggi.

Pada tahun 1956, mereka secara resmi diakui oleh Pemerintah Tiongkok sebagai kelompok etnis Bai.

Saat ini, mereka sebagian besar tinggal di Prefektur Otonomi Bai Dali di Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, dengan populasi sekitar dua juta jiwa pada tahun 2020.

Pernikahan suku Bai berlangsung megah dan meriah.

Misalnya, sebelum seorang putri menikah, ibunya akan menyuapinya menggunakan dua belas pasang sumpit secara bergantian.

Suapan pertama yang disuapi putri tersebut harus diludahkan ke tangan kirinya. Baru pada suapan kedua dan seterusnya dia dapat mulai menelan, melanjutkan ritual ini hingga dia kenyang.

Sebelum tiba di rumah mempelai pria, pengantin wanita secara tradisional mengenakan kacamata hitam, sebuah praktik yang telah ada sejak lebih dari 100 tahun yang lalu.

Ini berasal dari tradisi “pernikahan menangis”, atau kujia dalam bahasa Tionghoa, di mana pengantin wanita diharapkan meneteskan air mata saat mengucapkan selamat tinggal kepada orangtuanya sebagai tindakan simbolis bakti kepada orangtua.

Akibatnya, matanya menjadi merah dan bengkak karena menangis, dan kacamata hitam dikenakan di depan umum untuk menyembunyikannya.

Tidak jelas apakah kacamata hitam yang digunakan pada hari pernikahan digunakan kembali atau diwariskan dalam keluarga.

Selain kacamata hitam, sebuah cermin juga digantung di dada pengantin wanita.

Ini memiliki tujuan ganda: untuk mengusir roh jahat dan melambangkan bahwa, mulai saat ini, pengantin wanita harus bebas dari pikiran egois dan memiliki hati sejernih cermin sambil sepenuhnya mendedikasikan dirinya untuk menjadi istri yang baik.

Selain kewajiban untuk menyembunyikan tekanan emosional, pengantin Bai juga harus menanggung ketidaknyamanan fisik dalam ritual selanjutnya yang dikenal sebagai “mencubit pengantin wanita”.

Ketika pengantin wanita tiba di rumah pengantin pria, teman, kerabat, dan bahkan anak-anak berlomba mencubit pengantin baru, terkadang hingga kulitnya memerah atau bahkan memar.

Ritual ini dipandang sebagai bentuk berkat yang mendalam bagi pasangan pengantin.

Selama ritual ini, pengantin wanita diharapkan tetap tenang dan menahan cubitan, betapa pun menyakitkannya. Jika dia meringis kesakitan, diyakini bahwa berkat yang diberikan tidak akan berguna.

Jika dia hanya dicubit ringan, hal itu mungkin menandakan ikatan yang lebih lemah atau berkat yang kurang antusias antara kedua keluarga.

Meskipun demikian, ritual ini hanya untuk bersenang-senang, mirip dengan lelucon pesta pengantin modern, dan umumnya dilakukan dalam batas-batas yang wajar.(yn)

Bulu Burung Termahal di Dunia Berbobot 9 Gram, Harganya Hampir Rp 450 Juta

EtIndonesia. Bulu burung huia yang langka dan terawat baik dilelang seharga 46.000 dolar Selandia Baru (sekitar Rp 437 juta), menjadikannya bulu termahal di dunia.

Endemik Selandia Baru, burung huia telah punah sejak awal abad ke-20. Burung ini sudah langka ketika orang Eropa tiba di pulau itu, dan bulunya menjadi incaran para kolektor dan pedagang busana, yang akhirnya menyebabkan kepunahannya. 

Bulu burung ini masih sangat dihargai di kalangan kolektor, jadi tidak mengherankan jika bulu termahal di dunia berasal dari burung huia. Awalnya diperkirakan akan terjual hingga 3.000 dolar dalam sebuah lelang, bulu burung huia yang masih asli terjual dengan harga 28.365 dolar tahun lalu, mencetak rekor baru untuk bulu termahal di dunia.

“Huia adalah burung yang sangat ikonik dan banyak orang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan burung ini,” ujar Leah Morris, kepala seni dekoratif di Rumah Lelang Webb, kepada The Guardian. “Bulunya tidak banyak bergerombol… Anda juga akan melihat bahwa dia mempertahankan banyak warna aslinya… warna cokelatnya yang kaya dan berkilau, serta tidak ada tanda-tanda kerusakan akibat serangga.”

Salah satu alasan mengapa bulu burung huia sangat dihargai adalah makna budaya dan spiritualnya bagi masyarakat Maori. Bulu mereka sering dikenakan sebagai hiasan kepala oleh para kepala suku.

Bulu termahal di dunia hanya berbobot 9 gram, yang berarti nilainya berkali-kali lipat dari berat emasnya.(yn)

Kartu SIM Mendadak Dinonaktifkan — Pria Tiongkok Membeku Putus Asa di Pinggir Jalan di Ketinggian 4.000 Meter

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang pria asal Henan mengalami kejadian tragis: setelah kembali dari luar negeri, kartu SIM miliknya tiba-tiba dinonaktifkan oleh operator dengan alasan “pencegahan penipuan” (anti-scam). Akibatnya, ia terjebak di pinggir jalan di Tibet, di ketinggian lebih dari 4.000 meter di bawah suhu di bawah nol, hingga nyaris kolaps karena kedinginan. Peristiwa ini memicu perdebatan luas di media sosial Tiongkok.

Menurut laporan media daratan, Li, seorang pria asal Henan yang bekerja di Xinjiang, baru saja bepergian ke luar negeri. Pada 18 September, ia berangkat dari Guangzhou menuju Nepal untuk melakukan pendakian, dan pada 5 Oktober kembali ke Tiongkok melalui perbatasan Zhangmu. Saat hendak menelepon untuk memesan bus, ia baru menyadari bahwa kartu SIM miliknya tidak bisa digunakan.

Ia segera mengisi ulang pulsa sebesar 200 yuan, namun ponselnya tetap tidak berfungsi. Terpaksa, ia meminta bantuan petugas bea cukai untuk memanggil kendaraan, dan akhirnya tiba di Kabupaten Nyalam sekitar pukul 20.00 malam hari itu.

Li mengatakan bahwa wilayah Nyalam berada di ketinggian lebih dari 4.000 meter, dengan suhu di bawah nol dan salju setinggi lutut. Kota itu sedang mengalami pemadaman listrik total, dan ia tidak membawa uang tunai karena hanya membawa perlengkapan pendakian seadanya.

“Saya berdiri di jalan dan benar-benar putus asa. Ponsel tidak bisa digunakan, tidak bisa membayar apa pun. Saya lapar, dan angin dingin menampar telinga saya,” katanya.

Kemudian, melalui cara lain, ia berhasil menghubungi layanan pelanggan China Mobile. Pihak operator menjelaskan bahwa nomor ponselnya “dinonaktifkan sementara untuk perlindungan dari penipuan”.

Petugas layanan pelanggan memberinya tiga opsi untuk memulihkan layanan:

  1. Datang langsung ke kantor pelayanan terdekat untuk verifikasi identitas,
  2. Kembali ke Xinjiang untuk mengurusnya, atau
  3. Mencoba verifikasi online di tempat yang memiliki pencahayaan cukup baik.

Namun, malam itu terlalu gelap untuk melakukan verifikasi online, sementara kantor layanan setempat sudah tutup karena pemadaman listrik.

Li memohon agar jaringan datanya dibuka selama empat jam saja, supaya ia bisa makan, beristirahat, dan mencari kendaraan menuju kota berikutnya.

“Saya tidak melakukan pelanggaran apa pun, masih membayar biaya bulanan, tapi mereka tetap tidak bisa memprosesnya,” katanya.

Akhirnya, Li membatalkan perjalanannya dan menuju kantor layanan di Shigatse, namun diberi tahu bahwa “kartu Xinjiang hanya bisa diurus di Xinjiang atau Lhasa.” Ia kemudian membuat kartu operator baru agar bisa melanjutkan perjalanan ke Lhasa. Tak lama kemudian, ia menerima pesan dari pihak China Mobile bahwa ia tidak perlu ke Lhasa, dan hasil penanganan akan diberikan dalam 48 jam. Namun, hingga 13 Oktober (8 hari kemudian), kartunya belum juga dipulihkan.

Li mengatakan bahwa saat ini ia tidak lagi menuntut pemulihan kartunya, melainkan meminta agar China Mobile mengembalikan pulsa 200 yuan yang telah ia isi sia-sia dan mengganti biaya perjalanan tambahan akibat gangguan ini.

Netizen: “Bukan Perlindungan, Tapi Menyakiti Pengguna”

Banyak netizen mengaku mengalami hal serupa:

  • “Ibu saya hanya mengklik satu pesan penipuan, dan nomor ponselnya langsung dibatalkan. Konyol sekali.”
  • “Nomor saya tidak pernah dipakai ke luar negeri, tapi karena jarang digunakan malah langsung diblokir. Apa itu wajar?”
  • “Baru pakai nomor 10 hari, tiba-tiba terblokir. Saya isi ulang 50 yuan tetap tidak bisa. Katanya takut saya pakai buat penipuan, jadi langsung dinonaktifkan.”
  • “Waktu pandemi, ponsel saya diblokir saat turun dari kereta — tidak bisa scan kode keluar stasiun, hampir gila rasanya.”
  • “Bukan ditipu penjahat, malah hampir mati karena kebijakan operator.”

Banyak juga yang mengecam kebijakan tersebut, menilai bahwa slogan “demi melindungi Anda” justru menjadi alasan untuk memperumit hidup pengguna:

“Atas nama ‘demi kebaikanmu’, mereka seenaknya menghentikan layanan ponsel atau membekukan rekening bank. Sudah banyak orang menderita karena ini.”

“Ini bukan perlindungan, tapi justru menyakiti pengguna.”

Seorang pengguna berkomentar: “Logika semacam ‘lebih baik salah menonaktifkan daripada membiarkan lolos’ membuat seluruh biaya pencegahan penipuan ditanggung pengguna. Yang mereka sebut ‘perlindungan’ itu sebenarnya bentuk kemalasan birokrasi, yang justru mengorbankan hak-hak dasar pengguna.” (Hui/asr)

Jika Kamu Memilih Terpuruk, Bahkan Dewa pun Tak Bisa Menyelamatkanmu; Jika Kamu Ingin Tumbuh, Kamu Akan Menemukan Jalan di Tengah Keputusasaan

EtIndonesia. Jika kamu memilih untuk jatuh dan menyerah, maka bahkan dewa pun tak bisa menyelamatkanmu. Namun jika kamu memilih untuk bertumbuh dan bangkit, maka di titik paling gelap sekalipun, kamu tetap akan menemukan secercah cahaya kehidupan.

Lupakan semua alasan yang membuatmu berkata “tidak mungkin”,  dan berpeganglah pada satu alasan mengapa kamu masih bisa.

Bangkitlah — Dunia Tak Berutang Apa pun Padamu

Tenangkan gejolak hatimu. Lepaskan rasa malasmu. Buang kebiasaanmu yang hanya semangat tiga menit lalu berhenti di tengah jalan. Kosongkan pikiranmu yang mudah tergoda oleh hal-hal sepele. Dan kendalikan pandanganmu yang terlalu mudah tertarik oleh gemerlap dunia.

Berhentilah membuang waktu untuk bergosip tentang hidup orang lain, dan mulailah fokus pada hidupmu sendiri. Saatnya bekerja keras — dengan sungguh-sungguh!

Dekatkan Diri pada Energi Positif — Atau Jadilah Sumbernya

Cara terbaik untuk tumbuh adalah mendekat dengan orang-orang yang punya energi positif. Namun, yang lebih luar biasa adalah menjadi pribadi positif itu sendiri,  yang bisa menginspirasi dan menarik orang lain untuk berubah.

Jangan pernah berkompromi dengan diri sendiri. Jangan pernah puas dengan hidup seadanya.

Kalau kamu menuntut lebih dari dirimu, kamu akan menjadi lebih baik.  Kalau kamu menuntut lebih dari hidup, hidup pun akan memberikan lebih banyak untukmu.

Jangan Pilih Kenyamanan di Usia Perjuangan

Di masa muda, jangan memilih kenyamanan sebelum waktunya. Punya sedikit keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman.

Hidup ini seperti mengarungi sungai melawan arus — jika kamu tidak mendayung ke depan, kamu akan hanyut ke belakang.

Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa usaha. Tidak ada keajaiban yang terjadi tanpa kerja keras. Dan tidak ada orang yang benar-benar “beruntung” — yang ada hanyalah mereka yang terus mencoba saat orang lain menyerah.

Kesuksesan Bukan Hadiah, Tapi Akumulasi Keringat

Semua yang kamu miliki hari ini berasal dari usaha yang kamu bangun sedikit demi sedikit. Kalau hidupmu sekarang belum seperti yang kamu impikan,  jangan menyerah — pikirkan cara baru, cari jalan lain.

Sejauh apa pandanganmu, sejauh itu pula langkahmu bisa melangkah. Siapa yang berani berubah, dia yang akan bertumbuh. Siapa yang berani menantang diri sendiri, dialah yang akan mengubah nasibnya.

Kesuksesan hari ini lahir dari kerja keras kemarin. Dan keberhasilan esok akan bergantung pada usaha hari ini. Karena kesuksesan adalah proses, bukan kebetulan.

Pertumbuhan Lebih Penting daripada Keberhasilan

Kamu boleh belum sukses, tapi kamu tidak boleh berhenti bertumbuh. Pertumbuhan jauh lebih penting daripada hasil.

Orang yang selalu mencari cara untuk menyelesaikan masalah, pasti akan menjadi pemenang. Tapi mereka yang hanya mencari alasan untuk menghindar,  pasti akan kalah bahkan sebelum berjuang.

Waktu membuatmu tumbuh, pengalaman membuatmu matang, perjuangan membuatmu berhasil.

Hidup Adalah Proses Menjadi Lebih Kuat

Kehidupan yang penuh pengalaman akan memperkaya jiwamu. Rintangan akan mengasah keberanianmu. Kesulitan akan menantang batas kemampuanmu. Musibah akan menempa keteguhanmu. Dan setiap kejatuhan akan mengajarkanmu cara bangkit dengan lebih kuat.

Hidup adalah tentang jatuh berkali-kali, tapi setiap kali jatuh, kamu menjadi lebih tangguh. Selama kamu hidup, jangan berhenti berjuang. Selama kamu bernapas, jangan berhenti bermimpi. Selama ada semangat, akan selalu ada harapan.

Kenyamanan Bisa Meninabobokanmu

Jangan terbuai oleh kenyamanan sementara. Tempat yang bisa melindungimu dari angin dan hujan, juga bisa membuatmu tak pernah melihat langit biru lagi.

Satu-satunya cara untuk benar-benar bebas, adalah dengan menjadi kuat sendiri.

Ketekunan Adalah Kunci dari Segala Keberhasilan

Kunci setiap keberhasilan adalah pengulangan dan ketekunan. Tak ada kesulitan yang abadi, tak ada luka yang tak bisa sembuh. Jangan tenggelam dalam kesedihan atau rasa kasihan pada diri sendiri.

Rasa sakit hanyalah tamu sementara, datang untuk melatih tekadmu dan menguji keyakinanmu. Bangkitlah, hadapi, dan injak semua kesulitan itu di bawah kakimu.

Penutup: Nasibmu Ada di Tanganmu Sendiri

Tidak ada yang bisa menyelamatkan orang yang memilih untuk menyerah. Tapi siapa pun bisa menemukan jalan baru, asalkan ia mau bertumbuh dan memperjuangkannya.

Jangan tunggu keajaiban — jadilah keajaiban itu sendiri. Karena selama kamu punya kemauan, bahkan di jalan buntu pun, kehidupan akan membuka celah untukmu melangkah lagi.(jhn/yn)

Jangan Terlalu Menganggap Diri Sendiri Terlalu Penting

EtIndonesia. Seekor unta dengan sabar menapaki padang pasir yang luas, melewati angin, panas, dan kesunyian dengan penuh ketekunan. Di punggungnya, seekor lalat hinggap — tanpa mengeluarkan tenaga apa pun, dia pun ikut menyeberangi gurun bersama sang unta.

Setelah perjalanan panjang itu, lalat berkata dengan nada mengejek: “Unta, terima kasih ya, sudah bersusah payah membawa aku melewati padang pasir. Sekarang aku pergi dulu. Selamat tinggal!”

Unta menoleh dan menjawab tenang:“Kamu hinggap di punggungku, aku bahkan tak sadar keberadaanmu. Sekarang kamu mau pergi, juga tak perlu berpamitan. Karena kamu tidak punya berat apa pun. Jadi jangan terlalu menganggap dirimu penting — siapa sebenarnya kamu pikir dirimu itu?”

Kisah yang Menyadarkan: Jangan Merasa Diri Tak Tergantikan

Manusia sering kali seperti si lalat — mengira dirinya memberi pengaruh besar, padahal sebenarnya tidak berarti banyak.

Banyak orang begitu sibuk mencari perhatian, berusaha menjadi pusat dunia, namun lupa bahwa bumi tetap berputar tanpa siapa pun dari kita.

Cerita dari Aktor Ternama Ying Ruocheng

Aktor legendaris Tiongkok Ying Ruocheng pernah bercerita tentang pengalaman pribadinya. Dia lahir di keluarga besar, dan setiap kali makan, selalu puluhan orang duduk bersama di ruang makan yang megah.

Suatu hari, dia ingin bercanda. Sebelum makan dimulai, dia diam-diam bersembunyi di dalam lemari besar di ruang makan, berniat menunggu keluarganya panik mencari dirinya, lalu dia akan keluar dan mengejutkan mereka.

Namun kenyataannya — tak ada seorang pun yang sadar dia tidak hadir. Mereka makan dengan lahap, berbincang gembira, dan kemudian meninggalkan ruangan.

Setelah semua pergi, Ying Ruocheng baru keluar dari persembunyiannya, diam-diam duduk di meja, dan memakan sisa makanan yang tersisa.

Saat itu, dia tersenyum pahit dan berkata pada dirinya sendiri: “Mulai hari ini, aku tidak akan pernah lagi menganggap diriku terlalu penting. Karena semakin kamu merasa dirimu berarti, semakin besar pula rasa kecewa yang akan kamu alami.”

Pelajaran dari Benjamin Franklin

Suatu ketika, Benjamin Franklin, “Bapak Bangsa Amerika”, datang berkunjung ke rumah seorang tokoh tua yang sangat dihormati. Masih muda dan penuh semangat, Franklin melangkah dengan dada tegap dan kepala tinggi.

Namun begitu melewati pintu, kepalanya terbentur keras pada kusen pintu yang rendah. Sambil mengusap kepalanya yang sakit, dia menggerutu pelan.

Tuan rumah itu tersenyum dan berkata:“Sakit, bukan? Tapi itulah pelajaran terpenting yang akan kamu dapat dari kunjungan ini. Jika ingin hidup damai di dunia ini, ingatlah — kadang kamu harus tahu kapan harus menundukkan kepala.”

Makna yang Dalam: Kerendahan Hati Adalah Bentuk Kecerdasan

Cerita ini sederhana, tetapi maknanya dalam. Dia mengajarkan kita untuk menyadari posisi diri, tidak menilai diri kita terlalu tinggi di mata orang lain.

Setiap orang memang penting, tetapi tidak ada satu pun yang benar-benar tak tergantikan. Bumi akan tetap berputar, hari akan tetap berganti,  hidup akan tetap berjalan — dengan atau tanpa kita.

Rendah Hati Bukan Rendah Diri

Kita boleh percaya diri, tapi jangan sombong.

Kita boleh berani, tapi jangan congkak.

Kita boleh merasa kuat, tapi jangan merasa kuasa atas segalanya.

Tidak ada manusia yang abadi, tidak ada kekuatan yang tak terkalahkan. Kita bisa menolong, bisa memimpin, bisa berjuang — tetapi kita bukan pusat semesta.

Kesimpulan: 

Tidak menganggap diri terlalu penting adalah bentuk kematangan. Itu adalah tanda kedewasaan hati, kebijaksanaan dalam bersikap, dan ketinggian budi pekerti.

Kerendahan hati membuat kita damai. Kesadaran bahwa dunia tak berputar di sekitar kita, membuat kita lebih menghargai setiap peran kecil yang kita jalankan. (jhn/yn)

Menteri Perang AS Mendesak Negara-Negara Sekutu NATO untuk Membeli Lebih Banyak Senjata bagi Ukraina

EtIndonesia. Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth, pada Rabu (15 Oktober), menghadiri KTT NATO dan menyerukan kepada negara-negara anggota untuk membeli lebih banyak senjata bagi Ukraina. Ia kembali menekankan bahwa perdamaian datang dari kekuatan besar yang dihormati oleh lawan; meningkatkan “kekuatan tembakan” akan memberi manfaat bagi Ukraina.

“Harapan kami hari ini adalah lebih banyak negara menyumbang lebih banyak, membeli lebih banyak, dan memberikan bantuan kepada Ukraina sehingga konflik ini dapat diakhiri dengan cara damai,” ujarnya. 

“Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina” disusun oleh Amerika Serikat dan sekutu, memanfaatkan dana negara anggota NATO untuk membeli senjata yang dibutuhkan Ukraina dari Amerika Serikat.

Sekjen NATO Mark Rutte berterima kasih kepada AS dan mengharapkan lebih banyak negara anggota yang bergabung.

“Hingga kini telah berjanji mengalokasikan 2 miliar dolar AS. Hari ini, saya memperkirakan banyak negara akan mengumumkan partisipasi mereka,” katanya. 

Hegseth menekankan bahwa ini adalah momen bersejarah; di bawah kepemimpinan Presiden Trump, harapan perdamaian di Gaza mulai muncul, dan ia berharap harapan yang sama bisa terlihat untuk Ukraina.

 “Saya pikir seluruh dunia melihat bahwa kita memiliki seorang presiden yang menginginkan perdamaian; dia mencari perdamaian dengan berdiri bersama mereka yang berdiri bersama AS dan mendukung perdamaian. Itulah yang kita lihat di sana, dan saya berharap kita juga dapat melihatnya di Ukraina. Itulah fokus upaya kita,” katanya. 

Swedia, Estonia, dan Finlandia pada Rabu berjanji menyumbang untuk bergabung dalam inisiatif Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina.

Menurut Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia (Jerman), bantuan militer untuk Ukraina pada Juli–Agustus turun 43% dibandingkan dengan paruh pertama tahun ini.

Rutte menyatakan bahwa KTT NATO kali ini akan berfokus pada bagaimana memperkuat kemampuan pencegahan dan pertahanan Eropa.

Setelah serangkaian insiden pesawat tanpa awak (drone) Rusia yang memasuki wilayah udara, Jerman bersiap memainkan peran utama dalam sistem pertahanan udara manapun di Uni Eropa.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistolis, saat menghadiri pertemuan para menteri pertahanan NATO hari itu, menyatakan rencana Jerman untuk menggelontorkan puluhan miliar euro untuk pembelian drone.

Sementara itu, Presiden AS Trump juga menyatakan sedang mempertimbangkan untuk menyediakan rudal Tomahawk kepada Ukraina melalui para sekutu.

Rudal Tomahawk jarak jauh akan memungkinkan Ukraina melakukan serangan jarak jauh ke dalam wilayah Rusia.

Sumber : NTDTV.com

Model Wanita 26 Tahun Asal Belarus Diculik ke Kawasan Penipuan Myanmar — Diduga Dibunuh untuk Pengambilan Organ Hidup

EtIndonesia. Seorang model asal Belarus berusia 26 tahun, Vera Kravtsova, terbang ke Thailand lalu diculik ke kawasan penipuan di perbatasan Myanmar. Karena dianggap gagal mencapai target penipuan, ia dilaporkan menjadi korban pengambilan organ hidup dan tewas.

Menurut berbagai laporan media asing, Kravtsova — mantan pembawa acara versi Belarus dari program The Voice — berpendidikan sarjana. Ia sebelumnya pindah dari Minsk, ibu kota Belarusia, ke Saint Petersburg, Rusia. Pada September tahun ini, ia mendaftar lewat iklan daring dan terbang ke Bangkok untuk mengikuti audisi kerja sebagai model. Namun ia tidak pernah tampil di panggung busana mewah di Thailand; alih-alih, ia diculik dan dibawa ke Myanmar.

Di kawasan penipuan di perbatasan Myanmar, Kravtsova dipaksa menyerahkan paspor dan ponsel sehingga tidak bisa menghubungi keluarga. 

“Tugasnya termasuk harus tampil cantik, melayani ‘bos’-nya, dan menipu orang kaya,” begitu isi laporan.

Myanmar terkenal karena keberadaan skema penipuan semacam ini. Laporan menyebutkan geng kriminal Tiongkok dan milisi Myanmar mengelola kawasan penipuan secara ilegal di sepanjang perbatasan: mereka memikat perempuan asing dengan janji pekerjaan yang baik, lalu menculik dan memaksa mereka bekerja.

Para korban yang berhasil melarikan diri menceritakan bahwa setelah dibawa ke kawasan penipuan mereka hilang kontak dengan dunia luar, disiksa, dan diperas; jika tidak berhasil menipu cukup uang dari korban lain secara daring, mereka diancam akan mengalami pengambilan organ atau dipaksa menjadi pekerja seks.

Menurut laporan, para penculik mengatakan kepada Kravtsova bahwa ia harus “tetap cantik untuk meraih uang dari klien kaya.” Karena takut nyawanya terancam, ia terpaksa setuju bekerja, tetapi ketika ia tak lagi menghasilkan uang atau tak ada klien, ia menghilang secara misterius.

Awal Oktober, keluarga Kravtsova menerima kabar bahwa ia telah meninggal dunia. Para penculik menuntut tebusan sebesar 500.000 dolar AS untuk menyerahkan jenazah kepada keluarga.

Setelah keluarga menolak, mereka kemudian diberitahu bahwa organ Vera telah dijual dan jenazahnya telah dibakar.

Diperkirakan kawasan penipuan yang berpengamanan ketat di perbatasan Myanmar tersebut mungkin menahan hingga sekitar 100.000 korban.

Baru-baru ini, seorang perempuan Siberia berusia 24 tahun, Dashinima Ochirnimaeva, juga tertipu lewat tawaran pekerjaan model dan dibawa ke Myanmar. Ia hampir menjadi korban perdagangan organ, namun berhasil diselamatkan setelah diplomat Rusia turun tangan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Rumah Sakit Anak Shanghai Penuh Sesak karena Lonjakan Virus RSV, Warga Panik

Selama libur “Pekan Emas”  1 Oktober, di berbagai wilayah Tiongkok terjadi wabah virus pernapasan syncytial (RSV). Rumah sakit anak-anak dipadati pasien. Banyak orang tua melaporkan bahwa anak mereka terinfeksi RSV; sebagian harus dirawat di ICU, bahkan ada yang menerima “surat pemberitahuan kondisi kritis.”

Etindonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, RSV menyebar di berbagai daerah Tiongkok, menyebabkan rumah sakit anak-anak penuh sesak.

Seorang dokter di Rumah Sakit Anak Provinsi Hunan mengatakan: “Dalam beberapa hari ini, baik di klinik demam maupun di antara pasien rawat inap, jumlah pasien dengan infeksi virus pernapasan syncytial memang menunjukkan tren peningkatan.”

Professor Liu, dari Akademi Pengobatan Tradisional Tiongkok di Kanada, menjelaskan: “Virus RSV memiliki pola infeksi yang sangat musiman. Puncaknya biasanya terjadi setelah bulan Oktober. Virus ini dapat mengganggu sistem kekebalan, dalam tingkat tertentu menurunkan daya tahan tubuh anak.”

Pada 9 Oktober, media daratan Tiongkok melaporkan dari Rumah Sakit Anak Shanghai bahwa dalam dua hari terakhir, jumlah anak yang datang ke IGD dengan demam, batuk, dan asma meningkat sekitar 30% dibandingkan akhir September.

Di rumah sakit itu, bagian gawat darurat, pediatri, dan pulmonologi semuanya dipenuhi antrean panjang. Di ruang perawatan, kebanyakan pasien adalah anak-anak yang terinfeksi virus. Pada pukul 3 dini hari di area infus, tempat tidur darurat bahkan diperpanjang hingga ke ujung lorong, dengan suara batuk terdengar di mana-mana.

Seorang dokter mengatakan, pada 7 Oktober ia menangani seorang pasien berusia 5 tahun, dan nenek serta ibunya juga menunjukkan gejala serupa.

Banyak warganet melaporkan bahwa anak mereka masuk ICU. Bahkan ada yang menandatangani surat pemberitahuan kondisi kritis.

Laporan mingguan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Tiongkok menunjukkan bahwa tingkat positif RSV di Shanghai mencapai 34,7%, hampir tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

“Dibandingkan dengan virus corona dan influenza, partikel RSV jauh lebih kecil. Virus ini sangat berbahaya bagi ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak-anak di bawah usia dua tahun,” jelas Dr. Jiang Guanyu dari Rumah Sakit Umum Kota Taipei.

Para ahli mengingatkan bahwa RSV menular terutama melalui percikan (droplet) dan kontak erat. Virus ini secara khusus menyerang anak-anak usia dini, meskipun orang di semua kelompok umur juga dapat terinfeksi. (Hui/asr)

Sumber ; NTDTV.com

Hiduplah Seperti Seekor Hiu

EtIndonesia. Kita tahu bahwa ikan dapat naik dan turun di air karena adanya gelembung renang (kantung udara) dalam tubuhnya.  Namun tahukah kamu bahwa hiu — penguasa lautan — ternyata tidak memiliki gelembung renang sama sekali?

Secara logika, tanpa gelembung renang, seekor ikan seharusnya tidak bisa bertahan hidup di laut, karena dia akan tenggelam begitu berhenti berenang. Namun, justru karena kekurangan itulah, hiu harus terus bergerak, tanpa henti. Jika dia berhenti sejenak, dia akan langsung jatuh ke dasar laut, yang berarti tidak ada waktu untuk beristirahat, apalagi menyerah.

Kekuatan yang Tercipta dari Keterpaksaan

Selama jutaan tahun evolusi, hiu tidak pernah berhenti berenang, tidak pernah berhenti berjuang melawan tekanan hidup di samudra luas.

Dan justru karena terus bergerak tanpa henti itulah, hiu akhirnya membangun tubuh yang kuat, gesit, dan tangguh. Dia tidak punah, tidak kalah oleh waktu, bahkan berkembang menjadi raja laut yang ditakuti semua makhluk laut lainnya.

Hiu tidak mengeluh karena kekurangannya, tidak menyalahkan nasib karena lahir tanpa gelembung renang. Sebaliknya, dia mengubah kekurangan menjadi keunggulan, dan menjadikan perjuangan sebagai kekuatannya.

Kelemahan Bukan Akhir — Jika Kamu Tak Menyerah

Dalam hidup, kita pun sering kali seperti hiu. Kita mungkin tidak memiliki semua yang diinginkan: uang, pendidikan, kesempatan, atau dukungan dari orang lain. Namun, kekurangan bukan alasan untuk berhenti, melainkan alasan untuk terus bergerak.

Jika kamu berhenti berusaha, kamu akan tenggelam. Jika kamu terus berenang, sekecil apa pun langkahmu, kamu akan tetap berada di permukaan — bahkan bisa menjadi yang terkuat.

Bergerak Adalah Rahasia Bertahan Hidup

Ketika menghadapi kesulitan, jangan lari darinya. Ketika hidup menekanmu hingga nyaris kehabisan napas, ingatlah hiu — yang harus berenang untuk hidup.

Bergeraklah, walau perlahan. Berjuanglah, walau lelah. Karena setiap gerakan kecil yang kamu lakukan hari ini, akan memperkuat jiwamu dan membentukmu menjadi pribadi tangguh.

Kesimpulan: Jadi Penguasa di Lautan Hidupmu


Selama kita terus berusaha, terus maju, dan tidak menyerah pada keadaan,  maka seberapa berat pun hidup ini, kita tetap bisa menjadi penguasa atas nasib kita sendiri.

Ingatlah:  Hidup tidak menuntutmu untuk sempurna, hanya memintamu untuk terus bergerak — seperti seekor hiu. (jhn/yn)

Menkeu AS Scott Bessent: Pengendalian Ekspor Tanah Jarang oleh PKT Memaksa Dunia untuk Melepas Ketergantungan

EtIndonesia. Pada Rabu (15/10/2025), Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengecam langkah Beijing yang membatasi ekspor logam tanah jarang (rare earth) sebagai tindakan “melawan seluruh dunia”. Ia menegaskan bahwa Washington dan sekutunya akan bekerja sama erat dan “tidak akan diperintah ataupun dikendalikan” oleh pihak mana pun.

Bessent memperingatkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) bahwa jika terus memilih menjadi “mitra yang tidak dapat dipercaya” di mata dunia, maka negara-negara lain pada akhirnya akan dipaksa untuk melepaskan ketergantungan terhadap PKT.

 “Kita harus bekerja sama untuk segera mengurangi risiko dan melakukan diversifikasi rantai pasokan kita, agar ketergantungan terhadap Tiongkok dapat diminimalkan,” ujarnya salam konferensi pers di Departemen Keuangan AS menyerukan kepada para sekutu AS. 

Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan pertemuan para pemimpin ekonomi dunia di Washington minggu ini dalam rangka rapat musim gugur Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Lebih awal pada hari yang sama, dalam wawancara dengan saluran bisnis CNBC, Bessent menyampaikan bahwa meskipun ketegangan meningkat, ia tetap “optimistis” terhadap prospek negosiasi dagang dengan Tiongkok.

Menanggapi langkah terbaru PKT yang memperketat ekspor logam langka, Presiden AS Donald Trump merespons keras dengan mengumumkan penerapan tarif tambahan 100% terhadap barang-barang asal Tiongkok mulai 1 November.

Bessent menyebutkan bahwa kemungkinan perpanjangan masa penangguhan tarif tinggi tetap terbuka — asalkan PKT menunda penerapan kebijakan pengendalian logam langka tersebut.

Dalam konferensi pers yang sama, Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer memperingatkan bahwa AS sedang bersiap untuk mengenakan tarif tambahan serta memberlakukan langkah-langkah pengendalian ekspor lainnya.

Ia menegaskan bahwa langkah PKT merupakan bentuk “pemaksaan ekonomi terhadap dunia” dan menyerukan agar Beijing segera mencabut kebijakan pembatasan ekspor logam langka itu.

Bessent juga memperkirakan bahwa Presiden Trump masih akan bertemu dengan pemimpin PKT Xi Jinping di Korea Selatan pada akhir bulan ini.

 “Seperti yang dikatakan Presiden Trump, kami ingin membantu Tiongkok, bukan menyakitinya. Namun jika beberapa pihak dalam pemerintahan PKT justru melakukan tindakan yang mengecewakan dan menggunakan tekanan ekonomi untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi global, maka yang paling menderita justru adalah ekonomi Tiongkok sendiri. Tak diragukan lagi, ini adalah situasi di mana PKT sedang menentang seluruh dunia,” katanya. 

Sementara itu, Greer mengingatkan bahwa dalam perjanjian dagang yang ditandatangani di Swiss awal tahun ini, AS berjanji untuk menurunkan tarif sebagai imbalan atas pasokan logam langka dari Tiongkok. Sambil menunjukkan salinan “Perjanjian Jenewa”, Greer berkata, “Sejak saat itu kami memang menurunkan tarif, namun kini pihak PKT justru memperluas cakupan kontrol ekspor mereka.”

Bessent mengungkapkan,  “Dalam satu minggu terakhir, beberapa produsen mobil AS telah menghubungi kami untuk melaporkan bahwa pasokan magnet berbahan logam langka melambat secara signifikan. Saat kami menanyakan hal ini ke pihak PKT, mereka hanya menjawab, ‘Mungkin karena musim liburan.’”  Ia menegaskan bahwa pemerintah PKT adalah pihak yang tidak dapat dipercaya. (Hui/asr)

Hidup yang Sebenarnya Dimulai dari Saat Kita Menetapkan Tujuan

EtIndonesia. Bissell — sebuah oasis kecil di tengah gurun Sahara Barat — kini dikenal sebagai permata di padang pasir,  setiap tahun dikunjungi puluhan ribu wisatawan. Namun, sebelum seorang penjelajah bernama Ken Levin menemukannya, tempat ini hanyalah wilayah terpencil, tertutup, dan miskin, dihuni oleh orang-orang yang tidak pernah meninggalkan gurun tempat mereka dilahirkan.

Konon katanya, bukan karena mereka tidak mau meninggalkan tanah gersang itu,  melainkan karena setiap kali mencoba keluar, mereka selalu berakhir kembali ke titik awal.

Misteri Gurun yang Tak Bisa Ditembus

Ken Levin awalnya tidak percaya. Dia mencoba bertanya kepada penduduk setempat dengan bantuan bahasa isyarat, namun semua menjawab sama: “Ke mana pun kami berjalan, akhirnya kami tetap kembali ke sini.”

Untuk membuktikan hal itu,  Ken memutuskan mencoba sendiri. Dia berjalan ke arah utara dari Desa Bissell, dan hanya dalam tiga setengah hari, dia berhasil keluar dari gurun.

Ken menjadi semakin penasaran — mengapa penduduk Bissell tidak bisa melakukan hal yang sama?

Menemukan Jawaban di Tengah Pasir

Untuk mencari tahu, dia menyewa seorang pemuda lokal untuk menjadi pemandu. Mereka membawa persediaan air untuk dua minggu, menunggang dua ekor unta, dan Ken berjanji tidak akan menggunakan kompas atau peralatan modern apa pun, hanya membawa tongkat kayu sebagai alat bantu jalan.

Selama sepuluh hari, mereka menempuh perjalanan sekitar 800 mil, namun pada hari ke-11 pagi, mereka tiba-tiba menyadari sesuatu yang mencengangkan — mereka kembali ke Desa Bissell!

Saat itulah Ken akhirnya mengerti penyebabnya.  Alasannya sederhana, namun sangat penting : Orang-orang Bissell tidak mengenal Bintang Utara (rasi bintang Biduk).

Tanpa Arah, Kita Hanya Berputar di Tempat

Di tengah padang pasir yang tak berujung, jika seseorang berjalan hanya berdasarkan perasaan atau intuisi, maka langkahnya akan membentuk lingkaran-lingkaran besar dan kecil, hingga akhirnya dia akan kembali ke titik awal.

Desa Bissell berada di tengah gurun tanpa batas pandang, tak ada gunung, tak ada pohon, tak ada satu pun tanda alam untuk dijadikan patokan arah. Tanpa kompas, tanpa mengenal bintang penunjuk, keluar dari gurun adalah hal yang mustahil.

Sebuah Bintang, Sebuah Tujuan

Sebelum meninggalkan desa,  Ken Levin memanggil pemuda yang menemaninya — namanya Agutel.

Dia berkata: “Jika kamu ingin keluar dari gurun ini, istirahatlah di siang hari, dan berjalanlah di malam hari mengarah ke bintang di utara. Ikuti saja satu arah itu — jangan berhenti, jangan berbelok.”

Agutel mengikuti nasihat itu. Tiga hari kemudian, dia berhasil menembus batas gurun dan melihat dunia di luar pasir.

Sejak saat itu,  Agutel dikenal sebagai pembuka jalan bagi penduduk Bissell.  Sebuah patung perunggu dirinya kini berdiri di tengah kota kecil itu, dengan tulisan di bawahnya: “Kehidupan baru dimulai dari saat seseorang menentukan arah.”

Makna Kehidupan yang Sejati

Saya tidak tahu apa makna yang kamu rasakan dari kisah ini, tetapi berdasarkan pengalaman hidup saya, saya percaya satu hal: Hidup seseorang — tak peduli berapa pun usianya — baru benar-benar dimulai pada hari dia menetapkan tujuannya.

Sebelum hari itu, apa pun yang kita lakukan, sebanyak apa pun langkah yang kita ambil, kita hanya berjalan dalam lingkaran — tanpa arah, tanpa ujung.

Penutup: Temukan Bintang Utaramu

Gurun kehidupan tidak berbeda jauh dari gurun pasir. Tanpa arah yang jelas, kita mudah tersesat di tengah godaan, kebimbangan, dan rutinitas.

Namun begitu kamu menemukan “bintang utaramu” — tujuan yang memberi makna bagi hidupmu — maka jalanmu, meski berat, akan membawa kamu keluar dari kebingungan menuju cahaya.

Karena sesungguhnya, hidup yang bermakna bukan tentang berapa jauh kamu berjalan, tapi tentang ke mana kamu melangkah. (jhn/yn)

Di Jalan yang Berlumpur, Baru Akan Meninggalkan Jejak

EtIndonesia. Seorang biksu muda setiap hari mendapat tugas dari gurunya untuk pergi meminta sedekah (mengumpulkan derma).  Namun, ada satu hal yang selalu membuatnya bingung — sang guru selalu menyuruhnya melewati jalan kecil yang sempit, terjal, dan berlumpur,  serta melarangnya melewati jalan besar yang lebar dan halus.

Hari demi hari berlalu, rasa herannya berubah menjadi kekecewaan dan keluh kesah.

Akhirnya, suatu hari dia memberanikan diri bertanya kepada gurunya: “Guru, mengapa setiap kali saya harus melewati jalan yang sulit dan berlumpur itu? Saya tidak takut lelah, tapi setiap kali pulang sepatu saya penuh lumpur, pakaian saya kotor, dan saya benar-benar tak mengerti — apa gunanya semua ini?”

Sang guru hanya tersenyum lembut, lalu mengajaknya berjalan ke jalan kecil yang dimaksud.

Dia menunjuk ke tanah dan berkata pelan : “Lihatlah ke bawah, apa yang kamu lihat di sini?”

Biksu muda menunduk, dan melihat jejak kakinya sendiri, satu per satu menancap dalam di tanah basah itu. Ketika dia menoleh ke arah jalan besar di sebelahnya, jalannya memang bersih, lebar, dan lurus, namun tak ada satu pun jejak kaki manusia.

Sang guru berkata dengan tenang: “Jalan yang berlumpur akan meninggalkan jejak langkahmu, sedangkan jalan yang mulus tidak akan mengingat bahwa kamu pernah melaluinya.”

Kalimat itu seperti lonceng yang menggema di dalam hati.

Makna Kehidupan di Balik Lumpur

Hidup pun sama seperti itu. Jalan yang sulit, penuh lumpur, dan membuat kita terjatuh — itulah yang meninggalkan jejak perjuangan kita.

Sementara jalan yang lurus dan mudah, sering kali hanya membawa kita berjalan tanpa arah, tanpa pengalaman, tanpa kisah, dan tanpa kenangan berarti.

Kesulitan dan penderitaan memang tidak menyenangkan, tapi justru dari situlah tumbuh ketabahan dan kekuatan. Kegagalan dan kekecewaan memang menyakitkan, tapi merekalah yang mengajarkan kita kerendahan hati dan kebijaksanaan.

Hidup tak perlu dibayangkan terlalu sempurna, dan juga tak perlu dikeluhkan terlalu berat.

Selama kita menjalaninya dengan hati yang tenang dan tulus, setiap pengalaman — baik maupun buruk —  adalah bagian dari proses menuju diri kita yang lebih matang dan kuat.

Jangan takut dengan jalan berlumpur. Karena di situlah jejak kehidupanmu tercetak paling dalam.

Renungan Sang Pembaca:

Hidup ini — tidak panjang, tapi juga tidak pendek. Yang benar-benar membekas di hati kita, bukanlah hari-hari yang datar dan biasa-biasa saja,  melainkan momen-momen yang istimewa, yang meninggalkan bekas di jiwa.

Coba renungkan — saat masa sekolah dulu, berapa banyak kenangan yang masih jelas di ingatanmu? Berapa banyak teman yang masih kamu ingat wajah dan suaranya? Dan setelah bekerja, berapa banyak peristiwa yang masih hidup dalam hatimu sampai sekarang?

Hidup yang terlalu datar, seperti jalan lurus tanpa hambatan, mungkin mudah dilalui, tapi tak meninggalkan cerita. Justru hari-hari penuh lumpur dan perjuanganlah yang menorehkan jejak paling dalam di perjalanan hidupmu.

Tanah yang lembek membuat bekas kaki makin jelas, begitu pula masa-masa sulit membuat kenangan makin kuat. Dari sanalah hidupmu menjadi kaya akan pengalaman, dan kelak, saat kamu menoleh ke belakang, kamu bisa tersenyum — karena setiap jejak itu adalah bukti bahwa kamu pernah berjuang.

Karena sesungguhnya, jalan yang berlumpur adalah jalan yang meninggalkan sejarah. Dan setiap lumpur di kakimu adalah tanda bahwa kamu telah benar-benar hidup. (jhn/yn)

Bekerja dengan Sungguh-sungguh di Tempat yang Tak Terlihat

EtIndonesia. Tahukah kamu?  Sebuah mobil rata-rata membutuhkan sekitar enam ribu baut dan mur kecil. Banyak orang mungkin tak pernah memperhatikan detail kecil ini.

Sekarang, industri otomotif sedang terjebak dalam perang harga — siapa yang bisa menekan biaya paling rendah, dialah yang bisa bertahan. Perusahaan-perusahaan yang cerdas tahu bahwa penghematan tidak selalu harus mencolok; mereka bahkan mulai memangkas biaya dari hal-hal yang nyaris tak terlihat — seperti baut.

Misalnya, jika satu baut harganya diturunkan dari 1,6 yuan menjadi 0,6 yuan, biaya per mobil bisa berkurang hingga 1.000 yuan. Namun, yang sering dilupakan adalah bahwa baut pun memiliki kelas dan kekuatan berbeda.

Baut dengan grade 8.8 ke atas disebut baut bertegangan tinggi. Terbuat dari baja paduan dan melalui perlakuan panas khusus, sedangkan baut grade 4.6 atau 3.6 hanya dari baja karbon biasa. Labelnya mudah dipahami — misalnya, grade 4.6 berarti kekuatan tarik 400 MPa dan kekuatan luluh 240 MPa.

Nah, di sinilah masalahnya: Baut murah grade 3.6 seharga 0,6 yuan punya toleransi kesalahan 0,05 mm dan tidak tahan karat. Pada mobil baru, memang tidak terlihat bedanya.Tapi setelah dipakai setahun atau dua tahun, baut mulai berkarat, melemah, bahkan mudah patah.

Saat mobil diservis, hal ini menjadi jelas — terutama pada baut di bagian bawah sasis, yang mudah dol (rusak ulirnya) atau bahkan putus saat dikencangkan.

Sebaliknya, ada perusahaan yang tetap berpegang pada kualitas, meskipun harus menghemat di bagian lain yang terlihat — misalnya mengganti kulit asli dengan kulit sintetis, tapi untuk baut, mereka tetap memilih yang terbaik.

Baut grade 12.9 seharga 1,6 yuan, dibuat dari aluminium penerbangan, memiliki perlindungan anti karat berlapis, dengan presisi hingga 0,01 mm — dan bisa tahan hingga lebih dari sepuluh tahun tanpa masalah.

Faktanya, Tiongkok sepenuhnya mampu memproduksi baut berkualitas tinggi. Baut ungu yang digunakan Toyota pun bisa diproduksi di dalam negeri. Bahkan baut super presisi seharga 60 yuan per biji yang digunakan pada iPhone dibuat oleh perusahaan di Guangdong.

Masalahnya bukan kemampuan teknis, melainkan apakah perusahaan mau menggunakannya atau tidak.

Pada akhirnya, jenis baut yang dipilih mencerminkan sikap sebuah perusahaan terhadap tanggung jawabnya. Mereka yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh di tempat yang tak terlihat, itulah perusahaan yang benar-benar menghormati produknya dan konsumennya.

Catatan Reflektif:

Sebelum membaca, perlu dijelaskan bahwa perhitungan biaya dalam artikel ini mungkin hanya contoh ilustratif, bukan data nyata — tetapi maknanya sangat penting.

Pesan yang ingin disampaikan sederhana namun mendalam “Perusahaan yang berintegritas akan bekerja dengan sungguh-sungguh di tempat yang tidak terlihat”.

Mereka tidak akan mengorbankan kualitas pada detail kecil demi menghemat biaya, terutama bila penghematan itu mengorbankan keselamatan dan kesehatan konsumen.

Sayangnya, ada perusahaan tak beretika yang demi menekan biaya, mengganti bahan makanan dari kualitas pangan menjadi kualitas industri. Demi menghemat beberapa rupiah, mereka justru mengambil risiko atas kesehatan pelanggan, menggunakan cara-cara curang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

Namun, seperti pepatah berkata: “Manusia boleh berbuat, tapi langit selalu melihat.”

Uang yang didapat dengan cara kotor mungkin memberi keuntungan cepat, tapi itu hanyalah kenikmatan sementara. Ketika kebusukan terbongkar, reputasi hancur, dan hukum pasti menuntut pertanggungjawaban. (jhn/yn)