Anjingnya Pun Berkostum Merek Desainer: Detail Gaya Hidup Mewah Sosok Yang Lanlan di Australia Menjadi Sorotan

EtIndonesia. Daily Mail  Australia pada 4 Oktober 2025 mengungkap detail gaya hidup super mewah, sosok wanita yang bernama, Yang Lanlan di Australia — bahkan anjing peliharaan pun mengenakan barang-barang bermerek dari kepala hingga kaki.

Menurut laporan tersebut, di Sydney, untuk memesan salah satu dari sepuluh kursi di restoran Jepang mewah Yoshii’s Omakase di hotel Crown, seseorang mungkin harus menunggu hingga dua tahun, dengan biaya pengalaman makan minimal 380 dolar Australia. Namun bagi Yang Lanlan, pengeluaran seperti itu hanyalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia pernah mengunggah foto dirinya sedang makan di restoran tersebut di media sosial, sambil menikmati sebotol sampanye Dom Pérignon senilai 1.000 dolar Australia.

Menjelang Natal tahun lalu, rumah mode Chanel mengadakan pertunjukan pribadi The Nutcracker di Gedung Opera Sydney khusus bagi pelanggan topnya, dan menjamu mereka dengan makan malam di restoran Bennelong. Para tamu yang diundang semuanya adalah “VVIP” (Very Very Important Persons), dan Yang Lan Lan termasuk di antara mereka. Ia dikabarkan diundang karena pengeluarannya di butik Chanel melebihi 1 juta dolar Australia per tahun (Rp10 miliar), menempatkannya di daftar pelanggan paling eksklusif merek tersebut.

Laporan itu juga menyebut bahwa di akun Instagram-nya, Yang Lanlan sering memamerkan foto-foto dirinya makan di restoran kelas atas Sydney seperti LuMi Dining, Allta, dan Yoshii’s Omakase, yang semuanya merupakan restoran bintang dua Michelin dalam panduan kuliner 2025.

Namun, dalam foto-foto yang ia unggah, latar belakangnya sering dibuat buram dan wajahnya selalu tertutup, seolah-olah ia takut dikenal publik.

Seorang mahasiswa keturunan Tionghoa yang mengenal Yang Lanlan mengungkapkan, “Dia setiap hari makan makanan mewah, sering berbelanja gila-gilaan di Chanel atau Louis Vuitton, dan kadang bahkan menyewa seluruh toko untuk dirinya sendiri.”

Diketahui, Yang Lanlan memelihara seekor anjing jenis Shiba Inu bernama “Wangzai”, yang juga menikmati kehidupan mewah — mengenakan kalung Celine seharga 990 dolar, tidur di atas bantal Louis Vuitton, dan berselimutkan kain Hermès.

Menurut laporan itu, Shiba Inu adalah anjing pemburu asal Jepang, dan di Australia harga seekor anak Shiba Inu biasanya berkisar antara 5.000 hingga 6.500 dolar AS.

Mahasiswa yang sama mengatakan, “Anjingnya punya lebih banyak barang bermerek daripada saya,” dan “hidupnya lebih nyaman daripada kebanyakan sopir.”

Mahasiswa itu juga menambahkan bahwa Yang Lanlan hanya bergaul di kalangan komunitas Tionghoa karena kemampuan bahasa Inggrisnya sangat terbatas.

Dalam acara-acara publik, Yang Lanlan selalu tampil dengan pakaian bermerek dari kepala hingga kaki — terutama dari Chanel, Hermès, dan Louis Vuitton. Namun ia hampir selalu mengenakan masker dan topi. Satu-satunya saat ia tertangkap kamera tanpa masker adalah pada 3 September, ketika makan siang bersama temannya di Museum Seni Kontemporer Sydney.

Saat itu, ia mengenakan jaket Louis Vuitton senilai 4.326 dolar AS, celana kerja Louis Vuitton 3.000 dolar AS, sepatu bot Hermès 2.600 dolar AS, dan topi ikonik Louis Vuitton 1.220 dolar AS.

Satu-satunya kesempatan Yang Lanlan difoto tanpa topi adalah ketika ia pergi ke kantor polisi Rose Bay untuk melapor, mengenakan rompi ungu Chanel senilai 16.000 dolar AS.

Sejak kecelakaan mobil pada 26 Juli, nama Yang Lanlan langsung terkenal. Namun tak lama kemudian, ia menghapus seluruh akun media sosialnya.

Sebelumnya, pengacaranya, John Korn, mengungkapkan bahwa Yang Lanlan dikirim oleh orang tuanya ke Australia pada usia 14 tahun untuk bersekolah. Ia kini telah memperoleh izin tinggal permanen. Ia disebut “jarang keluar rumah” dan menderita masalah kesehatan mental yang serius.

Seorang kenalan Yang Lanlan mengatakan kepada Daily Mail bahwa sejak tahun 2021, Yang telah tinggal di Australia dan terdaftar sebagai mahasiswa jurusan bisnis di Universitas Sydney, namun “sebenarnya ia hampir tidak pernah hadir di kelas.”

Yang Lanlan dijadwalkan akan kembali menghadiri sidang di pengadilan pada 17 Oktober mendatang.

Latar Belakang Kasus dan Rincian Dakwaan

Kasus ini berawal dari kecelakaan yang terjadi pada  26 Juli dini hari di kawasan elit Rose Bay, Sydney. Saat itu, Yang Lanlan yang berusia 23 tahun sedang mengemudikan SUV Rolls-Royce senilai 1,5 juta dolar Australia, ketika mobilnya bertabrakan langsung dengan van Mercedes.

Pengemudi Mercedes, George Plassaras (52 tahun), mengalami luka serius. Plassaras merupakan sopir pribadi penyiar radio terkenal Australia, Kyle Sandilands, yang kebetulan tidak berada di mobil saat kecelakaan terjadi.

Cedera yang dialami Plassaras sangat parah: patah tulang punggung, sepuluh tulang rusuk, panggul, dan tulang paha, tulang panggul hancur, pendarahan internal di limpa, serta pengangkatan total sendi panggul kanan. Laporan medis menunjukkan bahwa ia mungkin akan mengalami cacat permanen.

Karena mobil mewah yang dikendarai Yang dan latar belakangnya yang misterius, kasus ini segera menarik perhatian luas dari media dan publik, terutama di komunitas Tionghoa. Pada sidang pertama Agustus, hampir seratus anggota komunitas Tionghoa antre di luar gedung pengadilan. Meskipun jumlahnya berkurang pada sidang kedua, ruang sidang tetap penuh — sebagian besar oleh warga keturunan Tionghoa — menunjukkan tingginya minat dan keprihatinan publik terhadap kasus tersebut.

Sidang Awal dan Reaksi Publik

Sidang pertama digelar pada 15 Agustus, menarik hampir 100 orang penonton, banyak di antaranya berasal dari komunitas Tionghoa yang penasaran ingin melihat sosok “perempuan misterius di mobil mewah” itu.

Yang hanya muncul sekitar 10 menit melalui video, di mana pengacaranya menyatakan bahwa mereka belum siap mengajukan pembelaan. Sidang kemudian ditunda hingga 26 September.

Setelah kasus ini terungkap ke publik, identitas misterius Yang menjadi topik panas di dunia maya, disertai klaim berlebihan yang menyebar dengan cepat — seperti tuduhan bahwa ia membayar uang jaminan 70 juta dolar Australia hanya dalam hitungan menit serta memiliki kekayaan 270 miliar dolar Australia (Rp 2.700 triliun).

Namun, pejabat Departemen Komunitas dan Kehakiman New South Wales membantah rumor tersebut secara terbuka, menegaskan bahwa tidak pernah ada jaminan sebesar itu. Bahkan, pembebasan Yang dilakukan sesuai prosedur standar jaminan kepolisian. (Hui/asr)

(Video) Badai Salju Mendadak di Gunung Everest Menjebak Hampir 1.000 Wisatawan, Mereka Terpaksa Menyelamatkan Diri dengan Risiko Hidup atau Mati 

EtIndonesia. Badai salju hebat tiba-tiba melanda lereng timur Gunung Everest (Qomolangma), pada 5 Oktober 2025. Insiden tersebut menyebabkan hampir seribu wisatawan terjebak. Banyak tenda hancur tertimbun salju, beberapa orang mengalami hipotermia, dan situasinya sangat genting. Ratusan wisatawan nekat melarikan diri di tengah badai salju — video kejadian ini tersebar luas di media sosial dan menarik perhatian besar.

Menurut sejumlah video yang diunggah netizen di platform media sosial, kamp di lereng timur Everest di wilayah Dingri, Shigatse, Tibet, dilanda badai salju besar secara tiba-tiba, membuat hampir seribu orang terperangkap dan tidak bisa turun gunung.

Sebuah video menunjukkan bahwa pada 4 Oktober dini hari, kamp Cuoxuerenma di lereng Everest mulai diguyur salju lebat, hingga tenda-tenda tertimbun salju. Wisatawan yang merekam video berkata: “Kami bertahan dengan susah payah sampai pagi,  pada 5 oktober, semua orang terpaksa melarikan diri.”

Seorang wisatawan perempuan yang terjebak juga mengunggah video pada 5 oktober dan berkata: “Saljunya sangat tebal, kami masih menunggu tim penyelamat tapi belum datang. Orang-orang di depan sedang membuka jalan, mendaki celah gunung. Salju setebal ini, bahkan ada seekor anjing yang ikut membuka jalan.”

Dalam video terlihat rombongan panjang wisatawan berjalan perlahan di salju setinggi lutut.

Perempuan itu berkata: “Orang yang membuka jalan sangat kelelahan. Sekarang yak sudah datang, biarkan yak membuka jalan. Para pemandu di depan sudah hampir tak kuat. Sekarang kami sedang mendaki celah gunung di ketinggian 5.300 meter, semua orang berjalan sangat lambat.”

Beberapa ekor yak terlihat berjalan di depan membuka jalur di tengah badai salju. “Karena badai salju ini, para penggembala dan semua yak mereka juga ikut mundur dari daerah ini,” tambah wisatawan tersebut.

Video lainnya memperlihatkan ratusan wisatawan berbaris mendaki gunung bersalju, dengan seorang wanita berkata:

“Kami sedang menyeberangi celah gunung. Orang yang membuka jalan di depan sudah sampai di lereng tengah, dan terus berusaha naik,” katanya. 

Menurut laporan media daratan Tiongkok, 4 Oktober terjadi badai salju terkuat selama masa libur “Pekan Emas” di lereng timur Everest, dengan jarak pandang menurun hingga kurang dari satu meter. Jalur utama seperti Wula Pass tertutup total oleh salju tebal. Pada pukul 17.50 waktu setempat, kawasan wisata Everest ditutup darurat dan penjualan tiket dihentikan. Jalan menuju lokasi membeku dan kendaraan tak bisa melintas.

Akibat badai salju mendadak ini, banyak rombongan pendaki terjebak di kamp Xiaowucuo, Tangxiang, dan Rega. Tenda-tenda di sana banyak yang runtuh tertimpa salju, bahkan terkubur seluruhnya. Yak yang digunakan untuk membawa barang juga tidak dapat bergerak karena salju terlalu dalam.

Menurut informasi dari netizen, pada 5 Oktober dini hari, tim penyelamat Blue Sky Tibet menerima panggilan darurat dari orang-orang yang terjebak di lereng timur Everest. Mereka melaporkan bahwa sekitar seribu orang masih terjebak di beberapa kamp, dengan tenda-tenda runtuh dan sejumlah orang mengalami hipotermia, situasinya sangat berbahaya.

Seorang netizen bernama “7777” mengunggah video yang memperlihatkan orang-orang berjalan menembus badai salju sambil berkata:

“Saya tidak terjebak, ini adalah rekaman saat saya terus berjalan ke luar, tapi saya dengar banyak orang masih terperangkap di dalam.”

Seorang wisatawan lain bernama Tuan Sun, yang berhasil turun lebih awal dari kamp lereng timur Everest, mengatakan bahwa salju mulai turun sejak  3 Oktober malam dan tidak berhenti hingga 4 Oktober. Ia beruntung berhasil turun sebelum jalan tertutup.

“Teman saya di atas bilang salju turun sangat deras malam itu, banyak tenda ambruk, dan salju di kamp mencapai lebih dari satu meter. Jalur turun benar-benar tertutup,” kata Sun.

“Kabar dari atas bilang masih ada sekitar seribu orang yang tak bisa bergerak. Salju sudah lebih dari satu meter,” ujarnya. 

Pihak pengelola kawasan wisata Gunung Everest di Tibet mengkonfirmasi bahwa ribuan wisatawan memang terjebak akibat badai salju mendadak. Mereka menyatakan bahwa ratusan penduduk setempat dan tim penyelamat telah dikerahkan ke pegunungan untuk membersihkan jalur menggunakan alat berat.

Pada 5 Oktober, sebanyak 350 wisatawan berhasil mencapai titik evakuasi di Kota Quedang, sementara 200 orang lainnya sudah berhasil dihubungi dan sedang dalam proses evakuasi bertahap.

Pada 6 Oktober, salah satu wisatawan yang selamat, pengguna media sosial bernama “Leng Yuexin”, menulis: “Mengalami badai salju di lereng timur Everest — ribuan orang melakukan evakuasi besar-besaran. Yang penting, kami masih hidup dan berhasil kembali.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Antusiasme Luar Biasa! First Sale Xiaomi 15T Series di Surabaya Diserbu Penggemar

0

🎉 Antrian Panjang Bukti Daya Tarik Flagship Terbaru

Surabaya, 5 Oktober 2025 – Gelombang antusiasme pecinta teknologi mewarnai hari pertama penjualan perdana Xiaomi 15T Series di Pakuwon Mall, Surabaya. Antrian panjang terbentuk sejak pagi hari, menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap smartphone flagship hasil kolaborasi Xiaomi dengan Leica ini.

Sejak registrasi dibuka pukul 08:00 WIB, ratusan calon konsumen sudah memadati Xiaomi Store. Mereka mendapatkan wristband dengan QR Code sebagai akses resmi untuk masuk ke jalur antrian pembelian yang dibuka tepat pukul 10:00 WIB.

✨ Experience Interaktif dan Menghibur

Sambil menunggu antrian, pengunjung disuguhkan berbagai aktivitas seru:

  • 📸 Photo Spot dengan konsep menarik
  • 🎯 Camera Hands On Challenge untuk menguji kemampuan fotografi
  • 🎮 Games & Quiz interaktif dengan hadiah menarik
  • 🎁 Lucky Tap Challenge khusus pembeli dengan hadiah waist bag, notebook, dan tumbler eksklusif

💬 Apresiasi dari Pimpinan Xiaomi

Wentao Zhao, Country Director Xiaomi Indonesia, menyampaikan apresiasi: “Antusiasme yang terlihat melalui antrian panjang hari ini adalah cerminan bagaimana konsumen rela menunggu demi menjadi yang pertama merasakan kemampuan mobile photography kelas atas hasil kolaborasi Xiaomi dengan Leica. Ini menjadi motivasi kami untuk terus membawa semangat ‘Innovation for Everyone’.”

🎁 Promo Spesial First Sale

Selama periode 4-10 Oktober 2025, setiap pembelian mendapatkan penawaran menarik:

Tipe DeviceHadiah LangsungSpesial Promo
Xiaomi 15TXiaomi Smart Band 10Bundling eSIM XL 60GB/12 bulan
Xiaomi 15T ProXiaomi Band 10 atau 50W Wireless Charging Stand ProBundling eSIM XL 60GB/12 bulan

🔥 Diskon Spesial 500RB untuk varian 12/256GB di platform online
🎯 100 pembeli pertama di 14 Xiaomi Store terpilih mendapatkan Xiaomi Smart Air Purifier 4 Compact

📊 Tabel Harga dan Ketersediaan

ModelHargaPlatform
Xiaomi 15T 12/256GBRp6.499.000*Online Eksklusif
Xiaomi 15T 12/512GBRp7.499.000Offline
Xiaomi 15T Pro 12/512GBRp9.999.000Online
Xiaomi 15T Pro 12GB/1TBRp10.999.000Offline Only

*Harga promo 4-10 Oktober 2025

🌟 Keunggulan Teknologi Xiaomi 15T Series

📷 Revolution in Mobile Photography

  • Zoom Revolusioner: Optical zoom 5x, optical-level zoom 10x, Ultra Zoom 20x
  • Kamera Utama 50MP dengan lensa Leica Summilux
  • Sensor Light Fusion 900 dengan dynamic range 13,5 EV
  • Kamera Depan 32MP untuk selfie dan vlogging berkualitas

⚡ Performa Tangguh

  • Chipset MediaTek Dimensity 9400+ (3nm) untuk 15T Pro
  • Chipset MediaTek Dimensity 8400-Ultra untuk 15T
  • Baterai 5500mAh dengan teknologi HyperCharge
  • 90W wired + 50W wireless HyperCharge (15T Pro)
  • 67W HyperCharge (15T)

🖥️ Layar Imersif & Durabilitas Tinggi

  • Layar 6,83 inci dengan refresh rate 144Hz (Pro) dan 120Hz (standar)
  • Teknologi eye-care untuk kenyamanan mata
  • Corning® Gorilla® Glass 71 untuk ketahanan maksimal
  • Sertifikasi IP68 tahan debu dan air

🎨 Pilihan Warna Elegan

  • Xiaomi 15T Pro: Black, Gray, Mocha Gold
  • Xiaomi 15T: Black, Gray, Rose Gold

✦────────────────────────────────────────────────────────✦

First Sale Xiaomi 15T Series di Surabaya membuktikan bahwa inovasi teknologi yang dikombinasikan dengan pengalaman berbelanja yang menyenangkan mampu menciptakan momen spesial bagi para penggemar setia Xiaomi. Bagi yang melewatkan first sale, masih ada kesempatan hingga 10 Oktober untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik!

#Xiaomi15TSeries #InnovationForEveryone #LeicaPhotography

Penembakan Langka di Sydney, Australia : Pelaku Tembak Acak dari Lantai Dua, 16 Orang Luka-luka

EtIndonesia. Sebuah  insiden penembakan hebat  terjadi di kawasan pusat kota Sydney, Australia, pada 5 Oktober 2025 malam. Seorang pria bersenjata menembak secara acak dari jendela apartemennya, melepaskan sekitar 50 tembakan dan menyebabkan 16 orang luka ringan hingga berat, sebelum akhirnya dikepung dan ditangkap oleh polisi. Polisi pada 6 Oktober menyatakan bahwa kasus ini tidak terkait dengan terorisme atau aktivitas geng, namun belum mengungkapkan motif pelaku.

Peristiwa itu terjadi di sebuah jalan di wilayah Inner West, Sydney. Polisi segera tiba di lokasi setelah menerima laporan dan menemukan pelaku sedang menembaki kendaraan yang lewat serta petugas kepolisian.

Seorang saksi mata mengatakan kepada ABC News bahwa ia sedang menonton pertandingan rugby ketika mendengar suara tembakan. “Tembakannya sangat keras, disertai kilatan cahaya, percikan api, dan asap—benar-benar seperti di film,” ujarnya.

Pekerja kantor bernama Joe Azar, yang kantornya terletak di seberang jalan tempat kejadian, mengatakan kepada The Sydney Morning Herald bahwa awalnya ia mengira suara itu berasal dari petasan atau lemparan batu ke jendela,” katanya.

“Kaca depan mobil seseorang hancur, lalu kaca halte bus juga pecah. Perasaan tidak nyata itu tiba-tiba datang—baru saya sadar bahwa benar-benar terjadi sesuatu.”

 “Situasinya benar-benar kacau. Semuanya terjadi begitu cepat, saya bahkan tidak sempat memahami apa yang sedang terjadi,” tambahnya. 

Menurut laporan AFP, Stephen Parry, pejabat sementara Kepolisian Negara Bagian New South Wales, mengatakan bahwa pelaku menembakkan “sekitar 50 hingga 100 peluru.”

Polisi dalam jumlah besar segera mengepung lokasi dan menutup area sekitar. Mereka kemudian masuk ke ruangan di atas toko tempat kejadian dan berhasil menangkap pria berusia 60 tahun itu. Di lokasi, polisi menemukan dua senapan.

Pelaku mengalami luka ringan di bagian mata saat penangkapan dan telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Hingga kini, polisi belum secara resmi menetapkan dakwaan terhadapnya.

Sebelumnya, polisi menyampaikan bahwa seorang pria datang sendiri ke rumah sakit untuk mengobati luka tembak pada seorang wanita, yang kini berada dalam kondisi serius. Selain itu, 19 orang lainnya mengalami luka akibat serpihan peluru atau pecahan kaca, beberapa di antaranya dibawa ke rumah sakit.

Pada 6 Oktober, pejabat sementara Kepolisian New South Wales, Stephen Parry, memperbarui jumlah korban luka menjadi 16 orang.

Kepala Polisi New South Wales, Mal Lanyon, dalam wawancara dengan stasiun radio lokal 2GB, mengatakan bahwa motif pelaku masih belum diketahui, namun “tidak ada bukti yang menunjukkan keterkaitan dengan aksi teror atau kegiatan geng mana pun.” Ia menyebut insiden ini sebagai “serius dan mengerikan.”

Sejak tragedi penembakan massal di Port Arthur, Tasmania, pada tahun 1996 yang menewaskan 35 orang, Australia memberlakukan undang-undang senjata api yang sangat ketat. Sejak itu, insiden penembakan massal menjadi sangat jarang terjadi di negara tersebut.

Pada 2022, di kota kecil Wieambilla, Queensland, terjadi penembakan yang menewaskan enam orang, termasuk dua polisi.

Selain itu, seorang pria berusia 56 tahun bernama Dezi Freeman pada Agustus lalu menembak polisi hingga menewaskan dua orang dan melukai satu lainnya. Freeman masih buron dan diketahui membawa senjata api. (hui)

Sumber : NTDTV.com

Bocah 10 Tahun di Guangzhou, Tiongkok  Berlutut di Jalan Minta Tolong untuk Selamatkan Ibunya, Mengharukan Para Netizen (Video)

EtIndonesia. Pada 4 Oktober 2025, terjadi kecelakaan beruntun di sebuah terowongan di Guangzhou, Tiongkok.  Seorang wanita pengemudi pingsan setelah mobilnya ditabrak dari belakang, sementara putranya yang berusia 10 tahun berlutut di jalan sambil menangis memohon bantuan kepada pengendara yang lewat, berkata, “Tolong selamatkan ibuku!” — pemandangan ini menyentuh hati banyak orang di seluruh Tiongkok.

Menurut video yang diunggah netizen, kecelakaan itu terjadi di Terowongan Shimentangshan, Guangzhou. Sebuah mobil mengalami tabrakan beruntun, dan setelah benturan keras, airbag mobil terbuka, membuat pengemudi wanita pingsan. Di dalam mobil juga terdapat dua anaknya.

Dalam keadaan panik, bocah laki-laki berusia 10 tahun itu segera keluar dari mobil, lalu berlutut di tengah jalan sambil menangis dan memohon, “Tolong selamatkan ibuku!”

Tindakan sang bocah menarik perhatian beberapa pengendara lain. Salah satu pengemudi segera menghentikan mobilnya, mendekat untuk memeriksa keadaan, kemudian membantu menurunkan ibu yang terluka dari mobil. Mereka bersama-sama membawa ibu dan anak-anak itu naik ke mobil lain untuk segera dibawa ke rumah sakit.

Video anak laki-laki yang berlutut menyelamatkan ibunya cepat menyebar di media sosial dan menyentuh hati banyak orang. Banyak komentar netizen menulis,

“Mataku langsung berkaca-kaca saat menonton ini.”
“Anak yang luar biasa bertanggung jawab!”
“Ibunya pasti luka parah hingga anak itu harus sampai berlutut di jalan, anak yang sangat berbakti.”
“Orang bilang ‘lelaki sejati tak mudah berlutut’ — tapi lutut anak berusia 10 tahun ini jauh lebih berharga daripada emas!”
“Sebagai seorang ibu dari dua anak, saya menangis melihat video itu. Hati saya remuk membayangkannya.”

Netizen bernama “Bukan Niuniu-nya Niu’er,” yang merekam kejadian itu, menjelaskan di kolom komentar:

“Saat saya tiba di lokasi, sudah ada tiga mobil yang saling bertabrakan. Saya melihat hanya anak kecil yang berlutut di pintu mobil memohon bantuan, sementara semua airbag terbuka. Saya langsung sadar ada yang tidak beres, jadi turun untuk menolong. Saat saya dekati, ibunya sudah tidak sadar. Di mobil hanya ada satu anak laki-laki sekitar 10 tahun dan dua anak perempuan. Saya langsung menelepon polisi dan membantu membawa mereka ke Rumah Sakit Longdong. Setelah polisi datang, barulah saya pergi.”

Pada 5 Oktober, ibu anak itu, Nyonya Ye, mengatakan kepada Yangcheng Evening News bahwa ia menangis saat menonton video tersebut di internet. Ia berkata, setelah kecelakaan ia tidak sadarkan diri:

“Saya tidak menyangka anak saya mencintai saya sampai seperti itu.”

Ye menambahkan, setelah kejadian, putranya tidak pernah membicarakan soal berlutut di jalan.

“Pagi ini saya bertanya kepadanya, kenapa kamu lakukan itu? Dia bilang, ‘Aku hanya ingin menyelamatkanmu.’ Saya bilang, ‘Ibu lihat kamu gemetar ketakutan waktu itu, kamu takut, ya?’ Dia menjawab, ‘Iya, aku takut, takut kalau Ibu sudah nggak ada.’”

Menurut laporan media, setelah kecelakaan terjadi, seorang pengemudi bernama Nyonya Zheng segera turun dari mobil untuk menolong. Ia menenangkan tiga anak yang ketakutan dan membawa mereka ke mobilnya. Tak lama kemudian, beberapa pengendara lain membantu menurunkan ibu yang pingsan, lalu bersama Nyonya Zheng mengantarnya ke rumah sakit.

Nyonya Ye mengatakan pada 5 Oktober bahwa ia sudah menghubungi Nyonya Zheng dan menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Saya masih sangat trauma kalau mengingat kejadian itu,” katanya. “Saya benar-benar berterima kasih kepada semua orang baik yang membantu. Kalau anak-anak saya tidak segera ditenangkan waktu itu, trauma mereka pasti akan sangat besar.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Kakek di Tiongkok Ini Pergi Sendiri ke Rumah Sakit, Terpaksa Minta Makan ke Restoran — Netizen Menangis Tersentuh (Video)

EtIndonesia. Pada 22 September 2025, seorang pemilik restoran di Zhaotong, Provinsi Yunnan, Tiongkok menceritakan pengalaman menyentuh: seorang kakek yang sedang dirawat sendirian di rumah sakit datang ke restorannya untuk meminta makanan karena tidak punya uang untuk makan. Video itu kemudian menyebar luas di internet dan membuat banyak orang menangis.

Menurut laporan berbagai media daratan Tiongkok, pemilik restoran hotpot bernama Tuan Mou menceritakan bahwa pada malam 22 September, ketika semua pelanggan sudah pulang dan ia sedang beristirahat di meja kasir sambil menggendong anaknya, seorang kakek dengan tas di punggung perlahan masuk ke restoran. Ia membuka sebuah kotak makan berisi nasi dingin, lalu berkata pelan:

“Saya dirawat di rumah sakit dekat sini. Seharian belum makan. Bisakah saya meminta sedikit lauk sisa?”

Kakek itu dengan hati-hati mengeluarkan kartu identitas, rekam medis, dan kartu identitas putrinya, sambil terus menegaskan, “Saya bukan penipu.”

Tuan Mou memperhatikan bahwa kakek itu telah menunggu di luar restoran selama sekitar satu jam. Ia menduga bahwa kakek tersebut sengaja menunggu hingga tidak ada pelanggan baru masuk sebelum memberanikan diri masuk.

Melihat gelang pasien di pergelangan tangan sang kakek, Tuan Mou memintanya duduk dan segera ke dapur untuk memasakkan dua hidangan: tumis daging babi khas Sichuan dan tumis sayur hijau.

Ketika makanan hangat dihidangkan, Tuan Mou bertanya dengan lembut, “Anak Bapak tidak menemani Bapak?”

Kakek itu menjawab pelan, “Saya punya seorang anak perempuan, tapi dia sudah meninggal karena kanker.”

Setelah itu, sang kakek meminta agar makanan dibungkus untuk dibawa pulang. Tuan Mou berkata, “Makan saja di sini.”

Namun sang kakek menjawab, “Saya takut mengotori toko Anda.”

Tuan Mou kemudian mengatakan bahwa melihat kakek itu membuatnya teringat pada kedua orang tuanya yang bekerja keras di luar kota. Saat kakek itu hendak pergi, Tuan Mou berkata,

“Selama Bapak dirawat, kalau tidak punya uang untuk makan, datang saja ke sini. Saya akan sediakan dua kali makan gratis setiap hari.”

Video ini membuat banyak warganet menangis dan tersentuh:
“Tidak tahan lihatnya, kakek ini benar-benar menyedihkan.”
“Hati saya terasa sesak, ingin menangis.”
“Melihat kejadian di Zhaotong ini, saya tidak bisa menahan air mata.”
“Masih banyak orang yang hidup susah di luar sana, makan hanya roti dan air, tidur di bawah jembatan atau taman.”
“Terima kasih untuk pemilik restoran yang berhati baik. Banyak orang berjuang keras hanya untuk sekadar bertahan hidup.”

Beberapa warganet juga berbagi pengalaman pribadi dan memuji kebaikan hati sang pemilik restoran:  “Saat Shanghai lockdown, akhir April saya hanya punya lima yuan di rekening dan masih harus menunggu gaji beberapa hari lagi.”

 “Suatu malam, ada pemuda datang ke toko saya, bilang belum dapat kerja dan ponselnya hilang. Suami saya langsung memasakkan sepiring besar nasi goreng untuknya. Kami bilang dia boleh makan gratis beberapa hari, meski dia tak pernah datang lagi, semoga dia sudah dapat pekerjaan.”

 “Dunia ini memang keras, tapi selalu ada orang seperti pemilik restoran itu — yang dengan secercah cahaya kecil menerangi jalan orang lain. Semoga kebaikan seperti ini terus menular.”

Namun, ada pula komentar pedas dari warganet:
“Siapa yang membuat para lansia jadi tak punya sandaran seperti ini?”
“Detail ketika kakek itu menunjukkan kartu identitas anak perempuannya menggambarkan betapa putus asanya kelompok ‘keluarga kehilangan anak tunggal’ di bawah tekanan penyakit dan kemiskinan.”

Tiongkok memiliki lebih dari satu juta “keluarga kehilangan anak tunggal” — korban kebijakan satu anak yang diterapkan sejak 1980-an. Saat itu, pemerintah PKT mengkampanyekan slogan “Punya satu anak lebih baik, pemerintah akan tanggung jawab di masa tua.” Namun pada 2005, rezim berubah haluan dengan menyatakan bahwa “tanggung jawab merawat lansia tidak bisa bergantung pada pemerintah.”

Pada 2015, para ahli demografi memperkirakan bahwa dari 218 juta anak tunggal di Tiongkok, sekitar 10 juta di antaranya bisa meninggal sebelum usia 25 tahun. Artinya, jutaan keluarga di masa depan akan kehilangan satu-satunya anak mereka — menghadapi masa tua tanpa dukungan dan tanpa harapan. (hui)

Sumber : NTDTV.com

Gadis di Tiongkok Jatuh dari Lantai 20 dan Mendarat di Awning, Diselamatkan oleh Tetangga 6 Lantai di Bawahnya

EtIndonesia. Seorang gadis berusia empat tahun di Tiongkok secara ajaib selamat setelah jatuh dari gedung apartemen 20 lantai berkat seorang tetangga heroik enam lantai di bawahnya yang menolongnya sebelum menariknya ke tempat aman.

Pada 16 September, Wu Yumei, seorang ibu dua anak yang tinggal di lantai 14 sebuah blok apartemen di Lengshuijiang, Loudi, Provinsi Hunan di Tiongkok tengah, sedang menyiapkan makan malam ketika tiba-tiba dia mendengar suara keras di luar jendelanya.

Wu menemukan seorang gadis kecil, diperkirakan berusia empat tahun, terjebak di tenda di lantai 13.

Anak itu dilaporkan telah memanjat keluar dari jendela anti-pencurian di lantai 20 dan kehilangan pijakannya.

Bertindak berdasarkan naluri, Wu mencondongkan tubuh dan meraih tangan anak itu yang terulur, memeluknya erat-erat sambil menghiburnya dan berteriak memanggil putranya yang berusia 16 tahun untuk memanggil polisi dan pemadam kebakaran.

“Jangan takut, polisi dan pemadam kebakaran akan segera datang,” bisiknya lembut kepada gadis itu.

Dia kemudian merekam video dan mengunggahnya di grup obrolan lingkungan, meminta bantuan dengan segera. Namun, tidak jelas bagaimana dia bisa melakukan itu sambil memegangi gadis itu.

Tetangga Zeng Jun dan Ju Bo bergegas ke lantai 14 untuk membantu, mengambil alih dari Wu dan dengan hati-hati memegangi gadis yang ketakutan itu.

Petugas pemadam kebakaran dan polisi tiba beberapa menit kemudian, dan tim penyelamat memecahkan jendela lorong lantai 14 untuk memasang tali pengaman.

Tim kemudian menarik gadis kecil itu dari tenda lantai 13 dan membawanya ke dalam gedung, menyelesaikan penyelamatan.

Wu kemudian menemukan bahwa tangannya terluka selama upaya penyelamatan.

Gadis kecil itu dibawa ke rumah sakit dan ditemukan tidak terluka secara fisik.

“Saya sangat takut sampai menangis sambil meminta bantuan. Saya takut tangan saya berkeringat dan saya mungkin kehilangan pegangan. Ketika anak itu akhirnya diselamatkan, kaki saya lemas dan saya jatuh ke lantai. Tapi saya sangat bahagia,” ujar Wu kepada Hunan Daily Press Group.

Keluarga gadis itu mengunjungi Wu untuk berterima kasih keesokan harinya, mentraktirnya dua kali makan.

“Keluarga itu mengatakan saya telah memberi anak mereka kehidupan kedua, dan ketika dia dewasa dan menikah, dia pasti akan mengundang saya ke pernikahannya,” kata Wu.

Dia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan pesan kepada publik.

“Saya sendiri seorang ibu dari dua anak. Menyelamatkan seorang anak adalah tindakan naluriah. Saya sangat ketakutan saat itu, dan saya hanya berharap semua orang tua mengawasi anak-anak mereka dengan saksama.”

Kisah itu menjadi viral, dengan netizen membanjiri media sosial dengan pujian untuk tetangga yang berani itu.

Seseorang berkata: “Sungguh keajaiban. Para penyelamat ini pantas mendapatkan rasa terima kasih yang tak terhingga.”

Sementara yang lain menambahkan: “Anda pada dasarnya adalah orang tua kedua bagi anak itu. Sungguh luar biasa.” (yn)

Hal-hal yang Tak Bisa Ditunda

EtIndonesia. Pada Juli 2001, majalah “Opportunity” resmi diluncurkan di Milan, Italia. Demi memastikan edisi perdana langsung meledak, Ketua Dewan Direksi, Henry Kendry, mengusulkan agar Bill Gates menulis kata pengantar peluncuran.

Ide disetujui. Henry lalu menulis sepucuk surat kepada Gates:

“Semua orang tahu, Anda belum menunggu sampai lulus kuliah untuk memulai bisnis. Kekayaan Anda saat ini membuktikan bahwa Anda adalah orang paling piawai dalam menangkap peluang, sekaligus orang yang paling memahami arti kesempatan. Setelah melalui banyak pertimbangan, redaksi majalah Opportunity yakin, penulis terbaik untuk kata pengantar perdana tidak lain adalah Anda. Kami sangat berharap Anda berkenan meluangkan waktu.”

Namun, setelah surat dikirim, tidak ada jawaban. Waktu semakin mepet. Henry sadar tidak bisa hanya menunggu. Dia pun mengutus seorang reporter langsung ke San Francisco untuk menemui Gates. Setelah melalui usaha keras, Gates akhirnya bersedia menerima wawancara singkat—hanya tiga pertanyaan—di dalam pesawat dari New York menuju Nairobi.

Untuk memastikan Gates menyebut kata “kesempatan” (opportunity), reporter itu menyiapkan tiga pertanyaan dengan inti yang sama:

1. Menurut Anda, hal apa yang paling tidak bisa ditunda?

2. Menurut Anda, apa yang sama sekali tak boleh ditunda?

3. Apa hal yang menurut Anda tidak bisa menunggu?

Dia berharap Gates akan menjawab sama, dan tiga kali menyebut kata “kesempatan.”

Wawancara pun dimulai. Reporter membuka dengan basa-basi:  “Baru saja Anda selesai mengurus pemakaman ibu Anda, lalu langsung pergi ke Afrika untuk menghadiri acara donasi bagi riset HIV/AIDS. Itu sungguh mengagumkan! Sekarang izinkan saya bertanya tiga hal singkat.”

Dia menyerahkan secarik kertas berisi pertanyaan.

Gates menatap kertas itu, lalu tersenyum.

“Saya tidak tahu bagaimana orang lain memandang pertanyaan ini. Berdasarkan pengalaman pribadi, hal yang paling tidak bisa ditunda adalah berbakti kepada orang tua. Mungkin jawaban ini mengecewakan Anda, tapi mengingat saya baru saja kehilangan ibu, saya yakin ini adalah jawaban yang paling jujur.

Untuk pertanyaan kedua, menurut saya jawabannya adalah cinta. Jika kamu jatuh cinta pada seorang gadis, jangan disimpan terlalu lama, atau dia akan menjadi milik orang lain.

Untuk pertanyaan ketiga, terus terang, jawabannya adalah berbuat baik. Kalau kamu belum merasakannya, mungkin karena kita masih berada di frekuensi yang berbeda.”

Wawancara berakhir. Reporter itu kecewa, karena Gates sama sekali tidak menyebut kata “kesempatan.” Saat dia kembali ke kursinya, dia mendengar bunyi ketikan keyboard. Rupanya, seorang jurnalis dari majalah Life Weekly yang duduk tak jauh darinya sedang menuliskan kalimat berikut:

“Di dunia nyata, banyak orang percaya hal yang paling tidak bisa ditunda adalah kesempatan—bahwa dia hanya datang sekali, dan harus segera diraih. Tapi cara berpikir yang lahir dari medan perang itu sebenarnya tidak cocok untuk kehidupan sehari-hari. Dalam hidup, hanya ada dua atau tiga hal yang benar-benar tidak bisa ditunda. Apa saja itu? Jika ingin tahu jawabannya, jadilah dulu seorang miliarder seperti Bill Gates.”

Kalimat itu kemudian dipublikasikan di majalah Life Weekly. Hingga kini, karena hanya segelintir orang yang bisa menjadi sekaya Bill Gates, hampir tidak ada yang benar-benar tahu jawabannya.

Pelajaran Hidup

Kebanyakan orang mengejar kesempatan seolah itu satu-satunya hal yang harus segera digenggam. Padahal, menurut Bill Gates, ada hal-hal yang jauh lebih penting dan tidak bisa ditunda: berbakti, mencintai, dan berbuat baik.

Inspirasi Karier dari Seekor Anak Anjing

EtIndonesia. Anak anjing bernama Tom sibuk mencari pekerjaan. Beberapa hari dia berkeliling, namun hasilnya nihil. 

Dengan wajah muram dia mengadu kepada ibunya: “Aku benar-benar sampah yang tak berguna. Tidak ada satu pun perusahaan yang mau menerimaku.”

Ibunya heran dan bertanya: “Kalau begitu, bagaimana dengan lebah, laba-laba, burung skylark, dan kucing?”

Tom menjawab:  “Lebah bisa jadi pramugari, laba-laba pintar membuat jaringan jadi bisa bekerja di internet, skylark lulus dari akademi musik jadi penyanyi, sedangkan kucing lulus dari sekolah kepolisian jadi satpam. Berbeda dengan mereka, aku tidak pernah mendapat pendidikan tinggi apalagi punya ijazah.”

Ibunya bertanya lagi: “Kalau kuda, domba, sapi betina, dan ayam betina?”

Tom kembali menghela napas: “Kuda bisa menarik kereta, bulu domba bisa jadi bahan pakaian, sapi betina bisa menghasilkan susu, ayam betina bisa bertelur. Sedangkan aku? Aku tidak punya kemampuan apa pun.”

Ibunya pun tersenyum bijak dan berkata: “Kamu memang bukan kuda yang gagah menarik kereta perang, juga bukan ayam yang bisa bertelur. Tapi kamu bukan sampah. Kamu adalah seekor anjing—anjing yang setia. Meskipun kamu tidak berpendidikan tinggi dan kemampuanmu tidak banyak, satu hal yang kamu punya bisa menutupi semua kekuranganmu: hati yang tulus. Ingat kata-kataku, Nak, meski hidup penuh penderitaan, jagalah hatimu yang seperti emas itu, biarkan ia bersinar.”

Tom mendengar nasihat ibunya dan mengangguk mantap. Akhirnya, setelah melewati banyak kesulitan, Tom bukan hanya berhasil mendapat pekerjaan, tapi bahkan diangkat menjadi manajer departemen administrasi.

Seekor burung beo tidak terima, lalu mendatangi bos dan berkata: “Kenapa Tom bisa dapat jabatan tinggi itu? Dia bukan lulusan universitas ternama, juga tidak bisa bahasa asing!”

Bos menjawab dengan tenang: “Sangat sederhana—karena dia seekor anjing yang setia.”

Pelajaran Karier

Dalam sebuah organisasi, biasanya ada empat tipe karyawan:

1. Kuda liar – berkemampuan tinggi, tapi loyalitas rendah.

2. Anjing setia – loyalitas tinggi, meski kemampuan terbatas.

3. Sampah – tidak punya kemampuan, tidak punya loyalitas.

4. Pemilik sejati – kemampuan tinggi dan loyalitas tinggi (sangat langka).

Bagi seorang pemimpin, yang terpenting bukan sekadar mengandalkan “kuda liar” yang berbakat, tetapi juga bagaimana mengelola hubungan kerja antara kuda liar dan anjing setia. Sebab, talenta hebat memang bisa mendorong kemajuan perusahaan, tetapi tanpa kesetiaan yang menopang pekerjaan sehari-hari, semua perubahan bisa berakhir hanya sebagai sandiwara.

Kemampuan itu bisa dibuktikan dengan ijazah atau kinerja, tetapi karakter hanya bisa dibuktikan dengan satu hal—loyalitas.(jhn/yn)

Coba Sekali Lagi

EtIndonesia. Apa yang lebih keras daripada batu? Apa yang lebih lembut daripada air?  Namun, air yang lembut mampu menembus batu yang keras—karena ketekunan tanpa henti.

Ada seorang pemuda yang melamar pekerjaan di Microsoft, padahal perusahaan itu sama sekali tidak memasang iklan lowongan. Melihat hal itu, sang direktur umum merasa heran. Pemuda itu pun, dengan bahasa Inggris yang belum terlalu lancar, menjelaskan bahwa dia kebetulan lewat dan nekat masuk untuk mencoba peruntungan.

Direktur merasa ini hal yang unik, lalu memutuskan memberi kesempatan wawancara. Hasilnya? Jauh dari baik.

Pemuda itu tampil sangat buruk. Dia beralasan bahwa dia memang tidak sempat melakukan persiapan. 

Sang direktur mengira alasan itu hanyalah cara untuk menyelamatkan muka, sehingga dia hanya menjawab sambil lalu: “Kalau begitu, datanglah lagi kalau kamu sudah siap.”

Seminggu kemudian, pemuda itu benar-benar kembali ke Microsoft. Kali ini dia tampil lebih baik, meski tetap belum berhasil. 

Sang direktur pun mengulang kalimat yang sama: “Kalau kamu sudah siap, datanglah lagi.”

Begitulah, pemuda itu akhirnya lima kali berturut-turut melangkah masuk ke Microsoft, dengan setiap kesempatan dia tampil lebih baik daripada sebelumnya.

Akhirnya, Microsoft benar-benar merekrutnya—bahkan menjadikannya salah satu karyawan yang diprioritaskan untuk dikembangkan.

Pelajaran Hidup

Seperti air yang terus menetes hingga melubangi batu, kegigihan dan ketekunan mampu membuka pintu yang awalnya tampak mustahil. Kadang kegagalan bukan tanda akhir, melainkan undangan untuk mencoba sekali lagi. (jhn/yn)

42 Tewas Akibat Hujan Lebat Picu Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Nepal, Operasi Penerbangan Terganggu

EtIndonesia. Tanah longsor dan banjir yang dipicu oleh hujan deras di Nepal telah menewaskan sedikitnya 42 orang, kata seorang pejabat bencana pada hari Minggu (5/10).

Beberapa wilayah di negara itu telah terendam banjir sejak Jumat, mendorong otoritas bencana untuk memperingatkan kemungkinan banjir di beberapa sungai.

“Sejauh ini, 42 orang tewas dalam bencana yang dipicu hujan dan lima orang hilang,” kata Shanti Mahat, juru bicara Otoritas Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal, kepada AFP.

Setidaknya 37 orang tewas akibat tanah longsor di distrik Illam di timur.

“Hujan deras semalaman menyebabkan tanah longsor,” kata pejabat distrik setempat, Sunita Nepal.

“Karena jalan-jalan terblokir, beberapa daerah sulit dijangkau. Petugas penyelamat menuju ke sana dengan berjalan kaki.”

Sungai-sungai di ibu Kota Kathmandu juga meluap, menggenangi permukiman di sepanjang tepiannya.

Petugas keamanan dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan dengan helikopter dan perahu motor.

Tanah longsor telah memblokir beberapa jalan raya dan mengganggu penerbangan, menyebabkan ratusan pelancong—banyak yang kembali setelah merayakan festival Hindu Dashain—terlantar.

Hujan monsun, biasanya terjadi antara bulan Juni dan September, menyebabkan kematian dan kerusakan yang meluas setiap tahun di seluruh Asia Selatan, tetapi jumlah banjir dan tanah longsor yang fatal telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Para ahli mengatakan perubahan iklim telah memperburuk jadwal, frekuensi, dan intensitas bencana. (yn)

Pembersihan Puing Mushola Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Memasuki Tahap Akhir,  53 Santri Meninggal Dunia dan 10 Santri Masih Dicari

EtIndonesia- Tim SAR bekerja 24 dalam melakukan penanganan insiden runtuhnya mushola Pondok Pesantren Al Khoziny atau yang dikenal dengan nama Pondok Pesantren Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Kini sudah memasuki tahap akhir pembersihan puing bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan Senin (6/10/2025), semua pekerjaan pembersihan rampung, sehingga seluruh rangkaian operasi SAR diharapkan dapat segera diselesaikan.

Tim SAR mengangkat jenazah di insiden runtuhnya Mushola Pondok Pesantren Al Khoziny atau yang dikenal dengan nama Pondok Pesantren Buduran di Sidoarjo, Jawa Timur (BASARNAS)

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan memimpin sendiri proses pembersihan sisa puing di lapangan. Alat berat bergantian peran. Breaker excavator pemecah beton dikerahkan untuk menghancurkan puing dengan dimensi yang lebih besar. Setelah hancur, bucket excavator mulai mengais puing dan dipindahkan menggunakan dump truk.

“Hari ini kita harapkan akan selesai pembersihan dan evakuasi,” kata Budi dalam keterangannya. 

Hasil pengumpulan informasi kaji cepat di lapangan, diperkirakan masih ada jenazah yang tertimbun. Jumlahnya belum diketahui dengan pasti. Namun diperkirakan kurang lebih tidak jauh berbeda dengan daftar nama orang hilang yang dirilis dari data pondok pesantren, yakni sebanyak 10 orang.

“Diperkirakan tinggal 10 orang lagi yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” ungkap Budi.

Tim SAR mengangkat jenazah di insiden runtuhnya Mushola Pondok Pesantren Al Khoziny atau yang dikenal dengan nama Pondok Pesantren Buduran di Sidoarjo, Jawa Timur (BASARNAS)

Korban Meninggal Dunia Sebanyak 53 Orang

Hasil pendataan per pukul 14.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia  mencapai 53 jiwa.

Selebihnya, jumlah yang masih dicari ada 10 orang. Sementara itu, yang masih dalam perawatan ada 6 orang, kemudian jumlah yang telah selesai menjalani perawatan sebanyak 97 orang, termasuk satu orang yang tidak membutuhkan perawatan.

Adapun tim SAR gabungan juga menemukan lima potongan bagian tubuh. Temuan bagian tubuh ini masih dalam tahap identifikasi oleh pihak Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.

Insiden ambruknya bangunan empat lantai ini menjadi bencana dengan korban meninggal dunia terbanyak sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bersama tentang perencanaan pembangunan, pengawasan dan evaluasi, serta manajemen kesiapsiagaan masyarakat tentang penyelamatan diri dan evakuasi dalam fase tanggap darurat bencana.

“Di sepanjang tahun 2025, ini menjadi bencana dengan korban yang paling besar menurut data BNPB,” pungkas Budi. (asr)

Bungkukkan Badanmu, Ambil Kembali Martabatmu

EtIndonesia. Lebih dari 70 tahun lalu, seorang pemuda Norwegia menyeberangi laut menuju Prancis. Dia bertekad mengikuti ujian masuk di Konservatori Musik Paris yang terkenal.

Saat ujian, meski dia berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya, para penguji tetap tidak menerimanya.

Dengan kondisi miskin dan lapar, pemuda itu berjalan ke sebuah jalan ramai tak jauh dari akademi. Di bawah sebuah pohon beringin, dia membuka biolanya dan mulai bermain. Satu lagu demi satu lagu dia mainkan, membuat banyak orang berhenti dan terpikat. Ketika lapar semakin mencekik, dia pun membuka kotak biolanya. Penonton yang terkesan mulai meletakkan uang ke dalamnya.

Namun, seorang pemuda usil dengan sinis melempar uang ke tanah, tepat di kakinya.


Si pemain biola melihatnya, lalu membungkuk, mengambil uang itu, dan dengan sopan menyerahkannya kembali:  “Tuan, uang Anda jatuh.”

Orang usil itu malah kembali melemparkan uang tersebut ke tanah dengan arogan:  “Sekarang uang ini sudah milikmu. Kamu harus menerimanya!”

Pemuda itu kembali menatapnya, lalu membungkuk dalam-dalam dan berkata dengan penuh hormat: “Terima kasih atas bantuan Anda! Barusan uang Anda jatuh, saya membungkuk untuk memungutnya. Sekarang uang saya jatuh ke tanah, bolehkah Anda juga membungkukkannya untuk saya?”

Orang usil itu terdiam sejenak, lalu dengan wajah memerah karena malu, dia mengambil uang itu dan meletakkannya ke dalam kotak biola sebelum pergi dengan tergesa.

Di antara kerumunan, ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikannya dengan tenang. Itu adalah salah satu penguji yang menolaknya sebelumnya. Terpukau oleh sikap pemuda itu, dia kemudian mengajaknya kembali ke konservatori, dan akhirnya menerima dia sebagai murid.

Nama pemuda itu adalah Bill Sadin, yang kelak menjadi musisi terkenal asal Norwegia. Salah satu karyanya yang paling dikenal berjudul “Angkatlah Dadamu”.

Pelajaran Hidup

Ketika hidup berada di titik terendah, kita sering menjadi sasaran hinaan dan pelecehan. Saat kita berjuang keras hanya untuk bertahan hidup, ada saja orang yang dengan sengaja menginjak harga diri kita.

Melawan dengan amarah hanya akan membuat orang yang sempit hati semakin kejam. Tetapi dengan akal sehat, ketenangan, dan kelapangan hati, kita bisa mempertahankan martabat kita dengan cara yang lebih berkelas.

Ingatlah: Bungkukkan badanmu, dan ambil kembali martabatmu.(jhn/yn)

“Pertumpahan Darah Besar-besaran Akan Menyusul”: Trump Peringatkan Israel dan Hamas Terkait Rencana Perdamaian Gaza

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump pada hari Senin (6/10) mendesak Israel dan Hamas untuk “bergerak cepat” dalam rencana perdamaian Gaza, memperingatkan bahwa kegagalan untuk melakukannya dapat menyebabkan “pertumpahan darah besar-besaran”. Pernyataannya muncul ketika Israel dan Hamas akan mengadakan negosiasi di Mesir hari ini di tengah harapan kemungkinan gencatan senjata.

“Saya diberitahu bahwa tahap pertama harus diselesaikan minggu ini, dan saya meminta semua orang untuk BERGERAK CEPAT. Saya akan terus memantau “konflik” yang telah berlangsung berabad-abad ini. WAKTU SANGAT PENTING ATAU, PERTUMPUKAN DARAH BESAR-BESARAN AKAN MENYUSUL – SESUATU YANG TAK INGIN DILIHAT SIAPA PUN!” tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.

Menurut pemimpin Partai Republik tersebut, telah terjadi “diskusi positif” dengan Hamas dan negara-negara lain mengenai rencana perdamaian Gaza.

“Telah terjadi diskusi yang sangat positif dengan Hamas, dan negara-negara dari seluruh dunia (Arab, Muslim, dan lainnya) akhir pekan ini, untuk membebaskan para sandera, mengakhiri perang di Gaza, tetapi yang lebih penting, akhirnya perdamaian di Timur Tengah yang telah lama dinantikan. Perundingan ini sangat sukses, dan berjalan cepat. Tim teknis akan bertemu kembali pada hari Senin, di Mesir, untuk membahas dan mengklarifikasi detail akhir,” ujarnya.

Fase pertama rencana perdamaian Gaza kemungkinan akan berfokus pada pembebasan para sandera.

Hamas pada Jumat malam menerima beberapa bagian dari rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Trump, termasuk mengakhiri perang, penarikan pasukan Israel, pembebasan sandera Israel dan tawanan Palestina, upaya bantuan dan pemulihan, serta penolakan terhadap pengusiran warga Palestina dari wilayah tersebut setelah Presiden AS mengeluarkan ultimatum kepada kelompok Palestina tersebut untuk menerima rencana perdamaiannya atau menghadapi “neraka”.

Trump kemudian memperingatkan Hamas untuk “bergerak cepat” dan menyetujui perjanjian damai dengan Israel atau “mengancam kehancuran lebih lanjut” di Gaza. Hamas juga memperingatkan Israel untuk menghentikan pengeboman Gaza. Namun, beberapa jam setelah peringatan Trump, Israel dilaporkan menyerang Gaza, menewaskan enam orang. Sehari kemudian, Trump mengklaim bahwa Israel menyetujui garis penarikan awal, dan setelah konfirmasi Hamas, akan ada gencatan senjata.

Apa Kata PM Israel

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dia berharap dapat mengumumkan pembebasan semua sandera dari Gaza “dalam beberapa hari mendatang”.

“Saudara-saudariku, warga negara Israel, kita berada di ambang pencapaian yang sangat besar. Ini masih belum final. Kita sedang mengerjakannya dengan tekun, dan saya berharap dalam beberapa hari mendatang, masih selama hari raya Sukkot, saya dapat mengumumkan kepada Anda kembalinya semua sandera kita, baik yang hidup maupun yang mati. Pada saat yang sama, IDF tetap berada di kedalaman Jalur Gaza dan di wilayah-wilayah yang dikuasainya,” ujarnya dalam pesan video berbahasa Ibrani.

Namun, Netanyahu berjanji untuk “melucuti” Hamas dengan “cara mudah atau sulit”. Dia juga mengisyaratkan bahwa Israel tidak akan menarik diri sepenuhnya dari Gaza—sesuatu yang telah lama dituntut Hamas.

“Militer Israel akan terus mempertahankan wilayah yang dikuasainya di Gaza, dan Hamas akan dilucuti pada tahap kedua rencana tersebut, secara diplomatis, atau melalui jalur militer oleh kami. Anda dengar Trump, dia tidak akan menerima penundaan tambahan. Pada tahap kedua, Hamas akan dilucuti, dan Gaza akan didemiliterisasi. Ini akan terjadi baik secara diplomatis melalui rencana Trump maupun secara militer oleh kami. Ini akan terjadi baik dengan cara mudah maupun sulit,” ujarnya. (yn)