Pameran Seni “Sejati, Baik, Sabar” Tampil di Northern Beaches, Sydney, Australia — Tokoh Pemerintah Tersentuh dan Memberi Pujian

EtIndonesia. Baru-baru ini, kawasan Northern Beaches di Sydney, Australia, menjadi tuan rumah Pameran Seni “Sejati, Baik, Sabar” (Truthfulness, Compassion, Forbearance Art Exhibition). Sejumlah tamu kehormatan hadir dalam acara pembukaan, termasuk anggota parlemen negara bagian, wali kota, dan anggota dewan kota setempat. Mereka memuji para praktisi Falun Gong yang melalui karya seni luar biasa, menyampaikan kebenaran dan membangkitkan kesadaran nurani masyarakat.

Deretan lukisan indah nan realistis dalam pameran ini mencerminkan makna mendalam dari prinsip “Sejati, Baik, dan Sabar”, sekaligus mengisahkan kisah-kisah kemanusiaan yang menyentuh hati.

 “Pameran Seni ‘Sejati, Baik, Sabar’ tengah berlangsung di Mona Vale Creative Gallery, Northern Beaches, Sydney. Pameran ini menampilkan karya dari lebih dari sepuluh seniman yang merupakan praktisi Falun Gong,” demikian laporan reporter Wang Weibiao dilaporkan Jumat (3/10/2025). 

Northern Beaches di Sydney, Australia, menjadi tuan rumah Pameran Seni “Sejati, Baik, Sabar” (Truthfulness, Compassion, Forbearance Art Exhibition) – NTD

Dalam acara pembukaan, anggota Parlemen Negara Bagian New South Wales Michael Regan, Wali Kota Northern Beaches Sue Heins, serta beberapa pejabat lainnya memberikan sambutan. Mereka memuji para seniman yang menggunakan seni untuk menyerukan hati nurani, menentang penganiayaan dengan cara damai, dan menyebarkan nilai-nilai universal “Sejati, Baik, Sabar” melalui keindahan karya seni.

Anggota Parlemen NSW, Michael Regan:  “Para seniman ini benar-benar luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana kalian bisa melukis seakurat foto — tapi kalian berhasil, luar biasa!”

“Ini sangat menggugah hati. Di dunia sekarang, pameran seperti ini datang pada waktu yang tepat. Seni memiliki kekuatan untuk menyatukan orang, dan yang lebih penting, seni bisa menyampaikan kisah dan emosi. Karena itu, saya pikir pameran ini sangat kuat dampaknya. Mendengar kisah-kisah di balik lukisan ini benar-benar membuat mata saya berkaca-kaca.”

“Saya rasa penting bagi kita untuk terus menceritakan kisah-kisah ini, terus menyebarkannya, terus melakukan hal yang benar, dan terus mempromosikan perdamaian.”

Wali Kota Northern Beaches Sue Heins (NTD)

Wali Kota Northern Beaches, Sue Heins:  “Saya berdoa agar seluruh dunia dapat memahami betapa pentingnya kebaikan dan kebenaran. Lukisan-lukisan ini benar-benar luar biasa — begitu realistis dan penuh perasaan hingga penonton dapat merasakan emosi dalam setiap karya.”

Anggota Dewan Kota Northern Beaches, Miranda Korzy:  “Saya rasa karya-karya ini memiliki banyak lapisan makna. Tidak hanya indah, tetapi juga menceritakan kisah penganiayaan — sesuatu yang sangat berarti.”

Tanya Ostin, salah satu penyelenggara dan praktisi Falun Gong, menjelaskan bahwa banyak pengunjung yang baru menyadari adanya penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok setelah melihat pameran ini.

Northern Beaches di Sydney, Australia, menjadi tuan rumah Pameran Seni “Sejati, Baik, Sabar” (Truthfulness, Compassion, Forbearance Art Exhibition) – NTD

 “Banyak orang yang datang ke pameran ini sebelumnya tidak tahu bahwa penganiayaan masih berlangsung. Penganiayaan ini dimulai pada tahun 1999 — sudah 26 tahun berlalu, namun para praktisi Falun Gong masih terus dianiaya hingga kini,” katanya. 

Praktisi Falun Gong Zhuang Wei mengatakan bahwa lukisan-lukisan dalam pameran ini menggambarkan kisah nyata kehidupan para praktisi Falun Gong. Ia merasa sangat tersentuh oleh karya berjudul ‘Air Mata Seorang Yatim’, yang mengingatkannya pada pengalaman pribadinya — ketika ia dipenjara karena keyakinannya, dan putrinya yang masih berusia enam tahun mengalami trauma mendalam.

Zhuang Wei:  “Saya tak menyangka sebuah pameran bisa begitu menyentuh hati saya. Putri saya hanya berpisah dari ibunya selama dua tahun, lalu sebelas tahun dari ayahnya. Tapi saya tahu, ada begitu banyak anak-anak kecil yang tidak pernah lagi bisa melihat orang tua mereka. Kisah seperti ini sangat banyak. Kesedihan semacam itu… rasanya akan selalu tinggal di hati.”

Menurut panitia, sejak Pameran Seni ‘Sejati, Baik, Sabar’ diluncurkan pada tahun 2004, acara ini telah dipamerkan di lebih dari 900 kota di lebih dari 50 negara di seluruh dunia.

Sumber : NTDTV.com 

Hamas Setuju Gencatan Senjata dan Membebaskan Sandera — Rencana Trump Berpotensi Membawa Perdamaian

Hamas pada Jumat (3/10/2025) mengumumkan bahwa mereka setuju melakukan gencatan senjata dan akan membebaskan semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Keputusan ini dibuat berdasarkan rencana yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump, dan diharapkan dapat membuka jalan menuju perdamaian di kawasan Gaza. Berikut laporan dari koresponden NTD dari Washington, Zhang Liang.

EtIndonesia. “Pada Jumat, Hamas menyatakan kesediaannya untuk melaksanakan usulan Presiden AS Donald Trump, yaitu membebaskan semua sandera dan segera menghentikan pertempuran. Langkah ini dinilai membawa secercah harapan bagi perdamaian di Jalur Gaza. Juru bicara Gedung Putih, Levitt, menegaskan bahwa ‘Abraham Accords’ yang digagas Trump pada masa jabatan pertamanya telah berhasil menormalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab serta Teluk, dan Gedung Putih berharap proses perdamaian ini dapat terus berlanjut.” Demikian laporan Zhang Liang.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt :  “Presiden dengan sangat tegas telah menyampaikan kepada Hamas bahwa ini adalah proposal yang bisa diterima dan konkret. Mereka harus menerimanya, atau akan menghadapi konsekuensi yang sangat serius. Presiden telah memberikan tenggat waktu hingga Minggu (5 Oktober) pukul 18.00.”

Isi utama rencana tersebut mencakup beberapa poin penting:

  • Gencatan senjata segera,
  • Pertukaran sandera dengan tahanan,
  • Penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza,
  • Pelucutan senjata Hamas,
  • Pembentukan pemerintahan transisi yang dipimpin oleh lembaga internasional.

Menurut laporan terbaru PBB, operasi militer Israel di Gaza telah mencapai tingkat yang dapat dikategorikan sebagai genosida. Juru bicara Gedung Putih Levitt menambahkan bahwa Presiden Trump sangat prihatin terhadap kekerasan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Timur Tengah.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat telah memasuki hari ketiga penutupan operasionalnya (shutdown), karena Kongres belum mencapai kesepakatan terkait rancangan anggaran. Partai Demokrat bersikeras memperpanjang subsidi kesehatan yang akan berakhir pada akhir tahun, sementara Partai Republik mengusulkan agar hal itu dibahas dalam rancangan terpisah. Kedua belah pihak saling menyalahkan atas kebuntuan tersebut.

Ketua DPR AS Mike Johnson:  “Kami bertindak dengan itikad baik dan berusaha agar Partai Demokrat melaksanakan tanggung jawab mereka, tetapi mereka menolak melakukannya. Itulah fakta yang tidak bisa ditutupi.”

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune:  “Kita harus memprioritaskan pembukaan kembali pemerintah. Mengenai jadwal pemungutan suara, saya tidak tahu berapa banyak kesempatan lagi yang akan mereka gunakan untuk menolak. Semoga akhir pekan ini mereka bisa memikirkannya.”

Reporter Zhang Liang : “Selain itu, perang antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut. Komunitas internasional terus menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dan mencari jalan menuju negosiasi damai.” (Hui/asr)

Zhang Liang dan Yi Xin, Washington D.C., untuk New Tang Dynasty Television.

Armada UFO Terlihat di Meksiko, Pakar : “Pintu Masuk Lubang Cacing” bagi Alien 

Baru-baru ini, di langit di atas gunung berapi Popocatépetl yang sedang meletus di Meksiko, muncul sekelompok UFO (objek terbang tak dikenal) yang bersinar. Seorang pakar peneliti UFO berpendapat bahwa di dalam gunung berapi itu mungkin terdapat pangkalan rahasia makhluk luar angkasa, dan bahwa gunung berapi tersebut digunakan sebagai “pintu masuk cacing” oleh kehidupan asing.

EtIndonesia. Pada 29 September 2025, sebuah kamera merekam fenomena aneh di atas Gunung Berapi Popocatépetl. Dalam rekaman video pengawasan berdurasi 30 menit (yang dipercepat dalam mode time-lapse), terlihat asap tebal keluar dari kawah, sementara puluhan benda bercahaya melintas di sekitar kawah gunung, bergerak cepat ke berbagai arah seperti meteor.

Orang yang merekam video itu membagikannya di media sosial, mengungkapkan rasa takjub atas banyaknya titik cahaya di langit yang terbang melintas dengan kecepatan luar biasa dan saling bersilangan di udara.

Fenomena aneh di atas Gunung Popocatépetl itu menarik perhatian para penggemar UFO di Meksiko. Gunung ini sudah lama dianggap sebagai lokasi “panas” untuk mengamati UFO. 

Selama beberapa dekade, banyak saksi mata melaporkan telah melihat benda-benda misterius yang terbang ke dalam kawah gunung, melayang di sekitarnya, atau bahkan keluar dari kawah.

Pada tahun 2023, seorang warga setempat bernama Luis Guerra mengatakan bahwa ketika gunung berapi itu meletus, ia melihat sebuah benda berbentuk piring terbang melayang tepat di atas kawah. 

Berbagai laporan serupa sering muncul selama periode aktivitas vulkanik tinggi, dengan frekuensi yang begitu sering sehingga banyak orang berspekulasi bahwa Gunung Popocatépetl kemungkinan besar adalah markas rahasia makhluk luar angkasa.

Jurnalis investigasi UFO terkenal Jaime Maussan berpendapat bahwa gunung berapi ini mungkin merupakan “pintu masuk cacing” yang digunakan oleh makhluk luar angkasa untuk bepergian langsung ke ruang angkasa yang jauh.

Maussan mengutip rekaman yang dikumpulkan selama bertahun-tahun, yang menunjukkan bola atau piring bercahaya terbang masuk ke kawah dengan suhu ekstrem, dan menduga bahwa mereka mungkin memasuki “portal lintas dimensi” yang juga dapat digunakan untuk kembali ke Bumi.

Rekaman terbaru ini, menurutnya, memperkuat dugaan bahwa hal tersebut bukan sekadar khayalan. Namun, jika memang benar demikian, orang-orang bertanya-tanya: apa yang sebenarnya terjadi pada 29 September malam sehingga begitu banyak benda terbang muncul di langit?

Meski begitu, ada juga pengamat yang meragukan keaslian fenomena tersebut. Mereka berpendapat bahwa benda-benda bercahaya yang tampak bergerak cepat itu kemungkinan hanyalah pesawat biasa, dan tampak luar biasa hanya karena rekaman tersebut diambil dengan teknik time-lapse yang memadatkan 30 menit menjadi hanya 30 detik.

Sumber : NTDTV.com

Mengapa Ada Umat Manusia

Versi audio:

Text selengkapnya:

Master Li Hongzhi adalah pendiri latihan spiritual Falun Gong. Latihan ini menggabungkan meditasi dan latihan lembut dengan filosofi moral yang berpusat pada prinsip-prinsip Sejati-Baik-Sabar.

Setelah Master Li memperkenalkan latihan ini kepada publik di Tiongkok pada awal tahun 1990-an, sekitar 100 juta orang mulai berlatih. Sejak saat itu, latihan ini menyebar ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Master Li empat kali nominator Hadiah Nobel Perdamaian dan dinominasikan oleh Parlemen Eropa untuk Penghargaan Sakharov untuk Kebebasan Berpikir. Beliau juga merupakan penerima Penghargaan Kebebasan Beragama Internasional dari Freedom House.

Master Li memberi wewenang kepada The Epoch Times untuk menerbitkan artikelnya, “Mengapa ada Umat Manusia”, tertanggal 20 Januari 2023. Teks lengkapnya adalah sebagai berikut, diterjemahkan dari Bahasa Mandarin:

***

Mengapa Ada Umat Manusia

Pertama-tama menyapa Anda semua pada kesempatan Tahun Baru Imlek ini!

Tahun Baru seharusnya saya sampaikan ucapan Selamat Tahun Baru yang Anda suka dengar, tetapi bahaya yang saya lihat terus mendekati umat manusia selangkah demi selangkah. Untuk itu para Makhluk Ilahi meminta saya untuk memberikan beberapa patah kata yang hendak disampaikan kepada makhluk hidup di dunia, setiap kalimat adalah rahasia langit, tujuannya agar manusia mengenal fakta, dan memberikan kesempatan lagi kepada manusia agar terselamatkan.

Mengapa ada umat manusia, dari awal hingga akhir, alam semesta akan melalui empat tahapan proses panjang yaitu Terbentuk, Bertahan, Rusak, dan Musnah. Begitu alam semesta mencapai akhir dari proses “pemusnahan” terakhir, segala sesuatu dalam badan kosmik yang lebih besar, termasuk alam semesta tempat kita berada ini akan tercerai berai tak berwujud lagi dalam sekejap! Seluruh kehidupan akan musnah tak tersisa!

Kematian manusia hanyalah kemunduran dan penuaan tubuh secara permukaan, sedangkan jiwa sejatinya (diri sejati tidak mati dengan meninggalnya tubuh fisik) akan bereinkarnasi di kehidupan selanjutnya. Alam semesta mengalami proses Terbentuk, Bertahan, Rusak, Musnah, sedangkan manusia mengalami proses Lahir, Tua, Sakit, Mati, ini adalah hukum alam semesta, bahkan makhluk tingkat tinggi juga akan mengalami proses ini, hanya saja rentang waktunya sangat lama, dan Makhluk Ilahi yang lebih agung akan lebih lama lagi. Tidak ada rasa sakit dalam kehidupan dan kematian mereka, dan mereka selama prosesnya dalam keadaan sadar, ibaratnya seperti berganti pakaian luar saja. Dengan kata lain, biasanya kehidupan mereka tidak benar-benar mengalami kematian. Akan tetapi, ketika alam semesta dan kosmos tercerai berai pada tahapan terakhir Terbentuk, Bertahan, Rusak, Musnah, maka di dalam kehidupan juga tidak akan eksis lagi reinkarnasi, semua kehidupan dan materi akan lenyap, serta berubah menjadi debu, semuanya kembali ke ketiadaan. Pada saat ini manusia di dunia sedang mengalami tahap terakhir Pemusnahan dari Terbentuk, Bertahan, Rusak, Musnah. Segala sesuatu telah berubah menjadi lebih buruk di akhir zaman ini, seperti yang telah ditakdirkan, dan dengan demikian kehancuran sudah dekat, oleh sebab itu barulah masyarakat saat ini menjadi begitu kacau. Niat manusia jarang memiliki kebajikan, kacau, psikopat, pesta pora serta penyalahgunaan narkoba merajalela, banyak orang menganut ateisme dan segala fenomena kacau tumbuh subur, ini mutlak terjadi pada tahap akhir dari kosmos, dan tibalah kini saatnya!

Sang Pencipta menyayangi semua Makhluk Surgawi dan berbagai makhluk hidup yang baik dan mulia serta segala ciptaan indah dalam badan kosmik, oleh sebab itu pada awal tahapan “Rusak”, dibawalah sejumlah Makhluk Ilahi ke wilayah tanpa Makhluk Ilahi dari lapisan terluar tubuh kosmik (umumnya dikenal sebagai “yang berada di luar Alam Ilahi), dan menciptakan Bumi. Tetapi Bumi tidak dapat eksis secara mandiri, ia harus memiliki struktur kosmik yang terkorespondensi untuk membentuk suatu kehidupan dan sistem sirkulasi makhluk hidup agar dapat eksis. Untuk itu, Sang Pencipta, menciptakan sebuah ruang lingkup yang lebih luas di luar Bumi, yang oleh makhluk yang lebih tinggi disebut “Triloka (Tiga Alam)”. Bila penyelamatan akhir belum tiba waktunya, betapa pun tingginya tingkatan makhluk tingkat tinggi, tanpa persetujuan dari Sang Pencipta, Ia tidak diizinkan keluar atau masuk ke Triloka sekehendak hatinya. Dalam ruang lingkup Triloka terdapat tiga alam utama, lapisan tempat makhluk hidup di Bumi termasuk umat manusia ini disebut “Alam Keinginan”, di atas Alam Keinginan adalah alam kedua yang disebut “Alam Berbentuk”, dan di atasnya lagi adalah alam ketiga yang disebut “Alam Tanpa Bentuk”. Satu alam lebih tinggi dan lebih mulia dari alam lainnya, namun tidak satu pun yang dapat dibandingkan dengan sejumlah kerajaan surgawi yang berada di alam Ilahi dan di atas alam Ilahi. “Surga” yang biasa disebut oleh umat manusia, sesungguhnya berada di dalam alam Berbentuk dan alam Alam Tanpa Bentuk yang berada di dalam Triloka.  

Karena di setiap Tiga Alam terdapat sepuluh alam di dalamnya, jika ditambahkan Tiga Alam itu sendiri, maka totalnya menjadi tiga puluh tiga alam. Manusia di Alam Keinginan, ini adalah tingkatan yang paling rendah, juga dengan lingkungan yang paling buruk. Hidup ini penuh derita dan singkat, dan yang paling mengerikan adalah tidak ada prinsip yang lurus, dalam alam semesta prinsip manusia adalah terbalik,(kecuali prinsip Dharma yang diajarkan oleh Makhluk Suci kepada manusia). Misalnya: Siapa pun yang menang dalam pertempuran akan menjadi penguasa, untuk wilayah yang direbut oleh kekuatan militer, atau bagi yang kuat untuk dianggap sebagai pahlawan, di mata Makhluk Ilahi semua itu bukanlah kebenaran, karena semuanya diperoleh dengan pembunuhan dan pengambilan paksa dari orang lain. Alam semesta dan makhluk tingkat tinggi tidak akan seperti itu, namun di dunia manusia hal itu adalah keharusan, dan boleh dilakukan, itulah prinsip dunia manusia, jika dibandingkan dengan prinsip alam semesta adalah “prinsip yang terbalik”, itu sebabnya agar bisa kembali ke surga maka manusia harus “berkultivasi” berdasarkan prinsip kesejatian. Ada orang yang hidupnya agak lebih baik daripada orang lain, lalu sudah merasa dirinya sangat baik, itu hanya membandingkan dirinya dengan orang lain di dunia ini, namun sebenarnya mereka hanya hidup di tengah tumpukan sampah alam semesta. Triloka dibangun pada lapisan terluar dari badan kosmik alam semesta, di mana partikel berupa molekul dan atom yang paling rendah, paling kasar, dan paling kotor tersusun. Di mata makhluk tingkat tinggi, di sinilah tempat sampah alam semesta dibuang. Itulah sebabnya, Tuhan memandang lapisan partikel molekul ini sebagai “tanah”, yang merupakan lapisan paling rendah, inilah makna asli dari perkataan dalam agama bahwa “Tuhan menciptakan manusia dari tanah”, yang sebenarnya adalah menggunakan materi pada tingkat yang terbentuk dari molekul ini untuk menciptakan manusia. Penciptaan manusia oleh Makhluk Ilahi adalah atas perintah Sang Pencipta, dan para Makhluk Ilahi yang berbeda diminta untuk menciptakan manusia dengan wujud yang berbeda menurut penampilan masing-masing, oleh sebab itu ada manusia kulit putih, kulit kuning, kulit hitam, dan ras lainnya, ini hanya perbedaan pada tampilan luarnya saja, jiwa-jiwa di dalamnya adalah pemberian dari Sang Pencipta, jadi semua manusia memiliki nilai-nilai yang sama. Tujuan Sang Pencipta meminta para Makhluk Ilahi menciptakan manusia adalah dipergunakan untuk menyelamatkan makhluk hidup termasuk para Makhluk Ilahi di alam semesta yang lebih besar. Lalu mengapa Sang Pencipta meminta para Makhluk Ilahi untuk menciptakan umat manusia di tengah lingkungan yang rendah dan begitu buruk ini? Karena di sinilah lapisan terendah alam semesta, adalah tempat yang paling menderita, namun menderita baru dapat berkultivasi, menderita baru dapat melenyapkan karma. Di tengah penderitaan, manusia masih dapat mempertahankan kebajikan, masih tahu cara bersyukur, menjadi seorang yang baik, inilah cara meningkatkan diri sendiri. Apalagi penyelamatan adalah proses dari bawah ke atas, dan harus dimulai dari tingkat yang paling bawah. Kehidupan di sini adalah penderitaan, antara manusia dengan manusia juga akan ada konflik kepentingan, dan lingkungan alam yang buruk, untuk bertahan hidup manusia harus menguras tenaga serta pikiran dan lain sebagainya, semuanya itu dapat memberikan kesempatan bagi kehidupan untuk meningkatkan diri, dan melenyapkan karmanya. Penderitaan pasti dapat melenyapkan karma, di tengah penderitaan dan konflik, jika seseorang masih dapat mempertahankan kebajikan maka ia akan mengumpulkan pahala, dan dengan demikian jiwa kehidupannya akan mendapatkan peningkatan.

Tiba di era modern ini ketika Sang Pencipta hendak menggunakan tubuh manusia untuk menyelamatkan makhluk hidup di alam semesta, sebagian besar kehidupan asli dalam tubuh manusia digantikan oleh “para makhluk tingkat tinggi” yang telah bereinkarnasi menjadi manusia. Karena tubuh manusia dapat melenyapkan karma di tengah penderitaan, dan pada saat yang sama di tengah kondisi tidak adanya prinsip yang lurus, jika dapat memegang teguh pada kebenaran yang diajarkan Tuhan, dan dapat mempertahankan kebajikan maka kehidupan itu akan memperoleh peningkatan. Masa akhir telah tiba, gerbang surgawi dari Triloka telah terbuka, dan Sang Pencipta telah memilih orang-orang seperti ini untuk diselamatkan.

Badan kosmik alam semesta dalam proses Terbentuk, Bertahan, dan Rusak, segala sesuatunya sudah tidak murni lagi, sudah tidak sebaik saat pertama kali terbentuk, sehingga akan menuju “Kemusnahan”. Artinya, segala sesuatu dalam badan kosmik mulai rusak, makhluk hidup sudah tidak sebaik semula, dan kehidupan mereka juga sudah tidak murni lagi, sudah memiliki karma, sehingga mereka akan musnah. Jenis dosa ini disebut “dosa asal” dalam agama. Untuk menyelamatkan badan kosmik alam semesta, Sang Pencipta meminta para Makhluk Ilahi dan para Penguasa Ilahi untuk turun ke dunia menjadi manusia di lingkungan ini, menderita, meningkat, dan melenyapkan dosa, membentuk kembali diri mereka sendiri, dan kemudian kembali ke Surga (karena Sang Pencipta pada saat menyelamatkan manusia juga membentuk kembali alam semesta). Badan kosmik alam semesta yang baru adalah benar-benar murni dan mulia, manusia dapat mempertahankan kebajikan di tengah lingkungan penuh derita ini, dalam menghadapi hantaman konsep modern, manusia dapat tetap berpegang pada konsep tradisional, di tengah hantaman ateisme dan teori evolusi, dan masih bisa percaya pada Tuhan, maka orang seperti ini telah mencapai tujuan terselamatkan kembali ke Kerajaan Surga. Segala fenomena kekacauan adalah pengaturan terakhir oleh para Makhluk Ilahi, tujuannya adalah untuk menguji makhluk hidup apakah layak untuk diselamatkan, di saat yang sama penderitaan juga dapat melenyapkan karma di dalam proses ini, segala sesuatunya dilakukan demi menyelamatkan manusia kembali ke alam Kerajaan Surga.

Maka artinya, hidup manusia di dunia ini bukan demi pencapaian sosial apa pun. Perjuangan dan kerja keras, serta memperoleh dengan menghalalkan segala cara dalam hidup, hanya akan membuat manusia menjadi buruk. Tujuan manusia datang ke dunia ini adalah untuk menghapus dosa dan karma mereka, serta untuk mencapai peningkatan spiritual yang signifikan. Manusia datang ke dunia adalah untuk diselamatkan. Mereka datang dan mengambil wujud manusia untuk menantikan Sang Pencipta menyelamatkan dirinya untuk kembali ke Kerajaan Surga mereka. Di dalam penantian, kehidupan demi kehidupan terus-menerus mengumpulkan pahala, inilah pula tujuan reinkarnasi manusia. Kekacauan dunia adalah demi membentuk semua makhluk. Namun, ada pula sebagian orang yang memohon pertolongan Tuhan dalam menghadapi kesulitan, tidak mendapatkan kepuasan lalu mulai membenci Tuhan, dan dengan demikian berjalan sampai ke taraf menentang Tuhan, bahkan menempuh jalan iblis dan menciptakan karma yang baru. Orang-orang seperti ini bergegas kembalilah, memohon pengampunan Tuhan, dan kembali ke jalan yang benar. Sebenarnya segala sesuatu dalam hidup manusia, pantas mendapatkannya atau tidak, semuanya adalah sebab akibat dari kebaikan dan keburukan yang telah dilakukan pada kehidupan sebelumnya yang menumbuhkan buah pada kehidupan setelahnya, berapa banyak pahala kebajikan yang dikumpulkan pada kehidupan sebelumnya akan menentukan berapa banyak keberuntungan yang diperoleh pada kehidupan ini atau kehidupan berikutnya. Jika Anda memiliki banyak pahala, maka di kehidupan berikutnya Anda mungkin dapat menukar pahala tersebut dengan memperoleh jabatan tinggi dan kemakmuran, mungkin juga memperoleh berbagai kekayaan dan kebahagiaan, termasuk apakah keluarga Anda bahagia, bahkan bagaimana dengan kondisi putra putri Anda. Inilah penyebab fundamental mengapa ada orang yang kaya, ada yang miskin, ada yang menjadi pejabat tinggi, dan ada yang tunawisma, ini tidak seperti   kata-kata iblis yang dipropagandakan komunisme yang jahat tentang kesetaraan antara yang kaya dan yang miskin. Alam semesta ini sangat adil, jika makhluk hidup melakukannya dengan baik maka akan menuai kebaikan, jika melakukan kejahatan maka harus dibayar, tidak dibayar pada kehidupan kali ini akan dibayar pada kehidupan yang akan datang, ini adalah prinsip hukum (Dharma) alam semesta yang absolut! Surga, Bumi, Ilahi, dan Sang Pencipta memperlakukan manusia dengan belas kasih, Langit dan Bumi, seperti halnya manusia, adalah kreasi Sang Pencipta, Ia mutlak tidak akan hanya baik dengan kehidupan tertentu dan tidak baik dengan kehidupan lainnya. Alasan beberapa orang menjalani hidup bahagia dan yang lain tidak, semuanya karena imbalan dan pembalasan atas perbuatan masa lalu.

Manifestasi dari memperoleh dan kehilangan, di tengah realita akan terlihat seperti manifestasi yang normal di masyarakat, pada dasarnya adalah konsekuensi sebab akibat yang dilakukan oleh kehidupan itu sendiri. Tetapi ada atau tiada, dan mendapatkan atau kehilangan, manifestasinya di tengah masyarakat manusia adalah sejalan dengan kondisi sosial umat manusia, oleh karena itu manusia hidup di dunia ini tak peduli apakah Anda kaya atau miskin, Anda harus melakukan kebaikan, menahan diri dari perbuatan buruk, bersikap ramah, menjadi spiritual dan saleh, serta suka membantu orang lain. 

Dengan demikian pahala akan terkumpul, dan akan ada berkah di kehidupan berikutnya. Dahulu orang tua di Tiongkok sering mengingatkan bahwa jangan mengeluh tentang kesulitan dalam hidup ini, lakukan lebih banyak perbuatan baik dan kumpulkan kebajikan, maka Anda akan baik-baik saja pada kehidupan selanjutnya, dengan kata lain jika Anda tidak melakukan kebaikan atau mengumpulkan pahala di kehidupan Anda sebelumnya, percuma saja Anda memohon bantuan Tuhan. Alam semesta ini memiliki prinsipnya sendiri, dan bahkan makhluk tingkat tinggi pun harus menaatinya. Jika melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan, maka mereka pun akan dihukum. Tidak sesederhana yang dipikirkan oleh manusia, haruskah Tuhan memberikan apa pun yang Anda inginkan? Prasyaratnya adalah bahwa seseorang harus mengumpulkan pahala pada kehidupan sebelumnya. Dan hal-hal yang datang kepada Anda adalah karena berkat dan pahala yang Anda miliki! Karena ini ditentukan oleh hukum alam semesta. Tapi dibicarakan dari akarnya, ini bukanlah tujuan fundamental dari pengumpulan pahala. Hidup di dunia banyak mengumpulkan pahala, adalah demi mendasari jalan bagi diri sendiri untuk kembali ke Surga, dan bukan untuk ditukarkan dengan kehidupan yang hanya bahagia sesaat di dunia! 

Master Li Hongzhi

20 Januari 2023

Menjelang Sidang Paripurna Keempat Partai Komunis Tiongkok, Rumor Menyebutkan Xi Jinping Pertimbangkan Rencana Darurat Melarikan Diri ke Korut 

Vision Times

Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa pemimpin partai komunis Tiongkok (PKT) , Xi Jinping, sedang menyiapkan sejumlah rencana darurat jika terjadi kegagalan dalam perebutan kekuasaan, dengan laporan menyebutkan bahwa ia mungkin memiliki tiga skenario pelarian. 

Pada 27–30 September, Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son-hui, mengunjungi Beijing atas undangan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi. Ini merupakan kunjungan kedua Choe ke Tiongkok dalam sebulan terakhir. Namun, menurut pengamat Xiao Shuojia, selain narasi publik tentang persahabatan Tiongkok–Korea Utara, kunjungan Choe diduga juga mencakup pembicaraan jalur belakang yang sangat sensitif.

Dilaporkan bahwa pembicaraan tersebut menyinggung kemungkinan Xi melarikan diri ke Korea Utara jika situasi darurat terjadi seputar Sidang Paripurna Keempat Komite Sentral ke-20. Sumber menyebut isu ini kembali muncul setelah parade militer 3 September di Lapangan Tiananmen, Beijing.

Mengapa Korea Utara, bukan Rusia?

Bocoran menyebut Xi juga mempertimbangkan Rusia, tetapi menilai langkah itu “terlalu berisiko.” Jika harus mengasingkan diri ke Rusia, Presiden Vladimir Putin yang tengah sibuk dengan perang Ukraina akan menghadapi dilema terkait dukungan militer Tiongkok: mengembalikan Xi ke Tiongkok dengan risiko dicap pengkhianat, atau melindunginya yang berpotensi melemahkan posisi militer Rusia. Karena ketidakpastian ini, Xi disebut mencari alternatif yang lebih aman melalui Korea Utara.

Korea Utara menawarkan beberapa keuntungan:

Kedekatan geografis: Korea Utara adalah tempat perlindungan terdekat dari Beijing, memungkinkan evakuasi cepat lewat udara, darat, atau laut. Insiden masa lalu, seperti kegagalan pelarian Lin Biao, membuat Xi berhati-hati terhadap jalur ke utara.

Keamanan politik: Berbeda dengan Rusia yang diawasi internasional dan bergantung pada dukungan Tiongkok, Korea Utara bersifat independen, memiliki senjata nuklir, dan kurang terikat tekanan internasional. Bocoran menyebut Xi bahkan memberi Kim Jong-un 100 juta dolar AS sebagai “uang penampilan” saat parade 3 September, memperkuat hubungan pribadi mereka.

Taruhan besar bagi Xi

Sidang Paripurna Keempat yang dijadwalkan Oktober ini disebut sangat krusial bagi Xi. Meski secara resmi berfokus pada isu ekonomi, kenyataannya sidang itu diperkirakan menjadi ajang membahas suksesi dan transisi kekuasaan. Bocoran menyebut Xi mungkin melepaskan dua jabatan, tetapi mempertahankan kursi presiden, yang bisa berujung pada runtuhnya “faksi Xi” dan membuka peluang pembersihan politik.

Diskusi yang bocor tersebut dilaporkan mencakup berbagai aspek, termasuk:

• Rute pelarian: Rencana evakuasi melalui udara, darat, dan laut.
• Perlakuan politik di Korea Utara: Status dan perlindungan Xi setelah tiba.
• Jaminan ekonomi: Potensi pengaturan keuangan atau konsesi kepada Korea Utara.
• Penyampaian eksternal: Cara menjelaskan pelarian Xi kepada komunitas internasional.

Laporan ini menggambarkan situasi berisiko tinggi, di mana Xi disebut tengah mempersiapkan skenario terburuk, menyoroti dinamika kekuasaan dan persoalan keamanan di sekitar pertemuan politik besar Tiongkok. 

Bocoran lain juga menyebut bahwa jika jalur pelarian Xi ke Korea Utara benar-benar aman, ia bisa mengambil sikap lebih keras dalam Sidang Paripurna Keempat, menggunakan strategi “mundur untuk maju.”

Menurut sumber, kebocoran informasi ini juga dimaksudkan sebagai peringatan bagi faksi anti-Xi: Xi punya pilihan — Rusia atau Korea Utara — sebagai sinyal bahwa ia tidak tanpa jalan keluar. Ini dipandang sebagai pesan langsung kepada lawan politiknya, semacam “serangan pencegahan” menjelang sidang.

Seorang orang dalam juga mengungkap di media sosial bahwa rencana pengunduran diri Xi pada Sidang Paripurna Keempat sudah disampaikan secara lisan kepada anggota Komite Sentral. Mantan pemimpin Hu Jintao disebut menyarankan bahwa penyesuaian kepemimpinan sidang adalah “langkah perlu,” dan semua posisi yang diganti bersifat sementara, untuk diformalisasi pada Kongres Partai ke-21.

Bocoran juga mengklaim bahwa Wang Yang akan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal sementara. Semua empat faksi besar disebut mendukung Wang, sehingga kepemimpinannya dianggap tidak mengancam. Kandidat potensial untuk Perdana Menteri sementara antara lain Wang Yang, Hu Chunhua, Chen Jining, dan Yuan Jiajun, dengan Hu Chunhua dipandang paling mungkin.

Ketegangan memanas

Media Korea Selatan melaporkan bahwa Xi awalnya dijadwalkan mengunjungi Korea Selatan pada 31 Oktober–1 November untuk menghadiri KTT APEC di Gyeongju. Demi keamanan, Kedutaan Besar Tiongkok di Seoul disebut memesan seluruh Hotel Shilla. Namun, hal ini memicu kontroversi setelah hotel secara sepihak membatalkan delapan acara pernikahan yang melibatkan ratusan tamu demi mengakomodasi Xi. Meski pihak hotel menyebut “acara tingkat negara,” tidak ada detail tambahan, dan spekulasi publik cepat mengaitkannya dengan kunjungan Xi.

Insiden itu memicu kembali kritik di Korea Selatan, setelah para aktivis menuding Presiden Lee Jae-myung“pro-Tiongkok,” dan menimbulkan kemarahan karena pernikahan warga biasa dikorbankan demi akomodasi pemimpin Tiongkok. Sejak tahun lalu, warga Korea Selatan telah menggelar protes besar terhadap kebijakan “pro-Tiongkok,” dengan merobek potret Xi dan bendera Tiongkok sebagai bentuk penolakan terhadap pengaruh Beijing.

Di tengah meningkatnya protes, Kedutaan Besar Tiongkok di Seoul tiba-tiba membatalkan sewa Hotel Shilla pada akhir September. Hotel kemudian mengumumkan bahwa pernikahan yang dijadwalkan bisa dilanjutkan. Yang menarik, pembatalan paksa tempat menginap Xi ini belum pernah terjadi dalam sejarah kunjungan diplomatik Tiongkok–Korea Selatan.

Meski pemimpin Tiongkok sebelumnya pernah menghadapi protes di Korea Selatan, Hotel Shilla secara tradisional selalu menjadi tempat menginap pilihan pejabat Tiongkok. Analis menilai pembatalan mendadak ini bisa terkait dengan gejolak politik yang merembet dari lingkaran kekuasaan tertinggi Tiongkok.

Sidang Paripurna Keempat Partai Komunis Tiongkok dijadwalkan 20–23 Oktober, hanya sepekan sebelum KTT APEC di Gyeongju. Dengan makin intensnya pertarungan faksi di kalangan pejabat senior, pengamat berspekulasi sidang ini dapat berimplikasi besar bagi posisi politik Xi Jinping. Setiap tanda melemahnya otoritas Xi bisa menambah ketidakpastian atas rencananya hadir di KTT APEC.

Pengamat politik yang berbasis di AS, Chen Pokong, mencatat bahwa meski sidang ini dibingkai secara publik sebagai pertemuan ekonomi untuk memperbaiki sektor infrastruktur dan properti, fokus sejatinya adalah penataan personel, termasuk arah kekuasaan Xi dan kemungkinan rencana suksesi.

Ramalan dan Prediksi

Peribahasa Tiongkok kuno mengatakan: “Manusia berencana, Langit yang menentukan.” Tidak peduli sekuat apa pun rezim di masa lalu, sejarah menunjukkan keruntuhan politik bisa terjadi dalam semalam. Ramalan mengenai nasib PKT telah beredar bertahun-tahun, termasuk teks kuno Tui Bei Tu dan puisi Huangbo Chan Master, yang meramalkan kehancuran partai pada Tahun Ular, 2025.

Peramal asal Inggris, Parker, juga memprediksi pada 4 November 2023 bahwa Tiongkok akan menghadapi revolusi kedua, sebagian dipicu oleh menurunnya kesehatan Xi Jinping. Parker memperingatkan perpecahan internal di PKT bisa cukup besar untuk menggulingkan Xi. 

Dalam ramalannya yang berulang, Parker menyebut PKT pada akhirnya akan runtuh dan Tiongkok terpecah menjadi beberapa negara, termasuk pembebasan Hong Kong dan Tibet. Ia menekankan bahwa hanya ketika kebohongan komunisme terungkap, Tiongkok akan memiliki jalan nyata ke depan. Parker menambahkan bahwa peristiwa itu bisa terjadi pada 2025.

Peringatannya jelas: akhir kekuasaan Partai Komunis Tiongkok (PKT) mungkin sudah semakin dekat. Bagi mereka anggota PKT, jika belum secara resmi menyatakan pengunduran diri dari Partai, Liga Pemuda, atau Pionir Muda, agar segera melakukannya. Menurut pandangan ini, PKT bertahan karena para anggotanya, dan ketika partai itu runtuh, mereka yang masih berafiliasi dengannya akan turut menanggung nasib yang sama.

Bagi mereka yang ingin secara resmi menyampaikan pernyataan pengunduran diri melalui email, dapat mengirimkan permintaan ke: [email protected]

Kematian Aktor Tiongkok Yu Menglong Picu Kecurigaan Saat Gercepnya Upaya Sensor

Rezim menyebut jatuhnya Yu Menglong sebagai kecelakaan, tetapi unggahan di media sosial menyebut ia sempat dibius sebelum jatuh atau didorong dari jendela

Analisis Berita

Kematian mendadak aktor dan penyanyi Tiongkok Yu Menglong yang berusia 37 tahun, memicu gelombang kecurigaan publik di media sosial Tiongkok, setelah polisi dengan cepat menyimpulkan kasus itu sebagai “kecelakaan akibat jatuh setelah mengonsumsi alkohol” dan bergerak cepat menekan penyebaran informasi daring.

Yu, yang dikenal lewat perannya dalam sejumlah drama populer Tiongkok, dilaporkan jatuh dari lantai lima sebuah kompleks hunian di Beijing pada dini hari 11 September. Dalam waktu kurang dari 12 jam, polisi Beijing menyatakan kasus tersebut telah ditutup dengan alasan “tidak ditemukan unsur kriminal.” Namun, foto-foto dan kesaksian saksi mata di internet yang menunjukkan adanya kawat jendela robek, bekas cakaran, dan kejanggalan lain menimbulkan keraguan luas di kalangan publik.

BACA JUGA : Kematian Aktor Yu Menglong Bongkar Uang Tutup Mulut, Ancaman, dan Rekaman CCTV Rumah Sakit


Kecurigaan Ada Unsur Kejahatan

Klaim tak terverifikasi cepat menyebar di media sosial Tiongkok. Beberapa unggahan menuduh Yu dibius dan diserang sebelum jatuh, atau bahkan didorong dari jendela. Ada pula yang menyebut bahwa ibunya dikendalikan oleh pihak berpengaruh.

Rumor tersebut makin kuat setelah para penggemar mengingat siaran langsung Yu beberapa waktu lalu. Dalam siaran itu, Yu tampak memiliki memar di dahinya dan sempat berkata secara samar kepada penonton, “Jika suatu hari aku tiba-tiba menghilang, ketahuilah bahwa itu bukan kecelakaan.” Siaran tersebut mendadak diputus oleh pihak manajemen.

Yu Menglong di serial drama Eternal Love (2017)

Menambah kecurigaan, beredar pula video yang tampak memperlihatkan Yu tergantung terbalik dari balkon sebelum jatuh. Namun, di tengah sistem sensor ketat media sosial Tiongkok, konten semacam itu dengan cepat dihapus.

Reporter media lokal yang mendatangi lokasi menemukan mobil polisi tengah meninggalkan area, dan melaporkan bahwa tirai di salah satu jendela lantai lima tampak robek.

Menurut laporan media setempat, warga dan petugas kebersihan kompleks melihat seseorang jatuh sekitar pukul 06.00 pagi hari itu. Petugas keamanan segera memanggil ambulans, dan area kejadian langsung dipasangi garis polisi. Jenazah kemudian dibawa dengan ambulans sekitar pukul 07.00 pagi. Reporter yang kembali ke lokasi pada sore hari mendapati tanah tempat korban jatuh telah dibersihkan.

The Epoch Times tidak dapat secara independen memverifikasi klaim dan laporan tersebut.


Rezim Bergerak Cepat Membungkam Perbincangan Publik

Alih-alih menanggapi kejanggalan, pihak berwenang justru meluncurkan kampanye sensor besar-besaran. Semua unggahan tentang kematian Yu dihapus dari berbagai platform media sosial besar, termasuk unggahan penyanyi Hong Kong Daniel Chan yang hanya berisi ucapan duka.

Weibo, salah satu jejaring sosial terbesar di Tiongkok, pada 14 September mengumumkan telah menghapus lebih dari 4.300 unggahan terkait kasus tersebut dan memblokir lebih dari 60 akun dengan alasan “menyebarkan teori konspirasi,” menurut media pemerintah.
Para pengguna kemudian menggunakan kode dan emoji untuk mengelabui sistem penyaringan agar tetap bisa membagikan informasi.

Drama terakhir yang dilakoni Yu Menglong berjudul Feud

Pada 21 September, polisi Distrik Chaoyang di Beijing mengeluarkan pengumuman resmi yang menyebut semua spekulasi sebagai “rumor” dan mengklaim tiga orang telah mengakui membuat cerita palsu.

Dalam pengumuman itu, disebutkan unggahan mereka antara lain berisi klaim bahwa Yu dipaksa melompat dari gedung serta dugaan bahwa keluarganya dikendalikan oleh orang berpengaruh. Polisi menyebut ketiganya “melanggar hukum” dan dijatuhi “tindakan koersif,” namun tidak menjelaskan apakah mereka ditahan, didenda, atau mendapat hukuman lain.

Namun, warganet Tiongkok menyoroti kejanggalan mencolok — tidak ada dokumen sanksi administratif terhadap ketiga orang itu yang dipublikasikan di situs resmi pemerintah, padahal hal itu diwajibkan oleh undang-undang. Ketidaksesuaian ini semakin menumbuhkan ketidakpercayaan publik.


Pernyataan Keluarga dan Versi yang Bertentangan

Awalnya, agensi Yu mengonfirmasi kematiannya namun tanpa memberikan banyak rincian. Pada 16 September, pihak agensi  mempublikasikan pernyataan yang diklaim berasal dari ibu Yu, menyebut putranya meninggal akibat “terjatuh secara tidak sengaja saat minum alkohol” dan meminta publik untuk berhenti berspekulasi.

Namun pada saat yang sama, sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditulis oleh sang ibu beredar luas di internet, dan bertentangan langsung dengan pernyataan studio.
Dalam surat itu, sang ibu mengaku memiliki bukti penting bahwa kematian anaknya bukan kecelakaan, dan bertekad untuk mencari keadilan:

“Anakku adalah orang yang begitu cerah dan berhati baik. Ia tidak seharusnya pergi dengan ketidakadilan seperti ini, dan pembunuhnya tidak boleh menggunakan kata ‘kecelakaan’ untuk merendahkan arti hidupnya. … Aku siap bertanggung jawab atas setiap kata yang aku tulis, dan aku hanya berharap dapat menenangkan jiwa anakku di surga, agar ia tahu bahwa orang tuanya tidak pernah berhenti memperjuangkan keadilan untuknya.”

Pada 11 September 2025, aktor Tiongkok daratan Yu Menglong jatuh hingga tewas di kompleks hunian Sunshine Upper East, Beijing. (Gambar: Tangkapan layar daring)

Pola Umum Kerahasiaan

Pemerintah Tiongkok terus berupaya melabeli pertanyaan seputar kematian Yu sebagai “rumor” sembari membungkam artis dan penggemar yang menyuarakan keraguan.

Untuk saat ini, publik terjebak di antara dua versi yang saling bertentangan — versi resmi yang menyebut kematian Yu sebagai kecelakaan akibat mabuk, dan keyakinan luas bahwa Yu Menglong menjadi korban kekuatan besar dalam industri hiburan Tiongkok.

Selain itu, muncul dugaan kuat bahwa rezim berusaha menutup-nutupi kebenaran, memperkuat pola kerahasiaan yang kerap muncul dalam kasus sensitif secara politik di Tiongkok.

Laporan ini turut berkontribusi dari Fang Xiao.

Pendaki Gunung Alaska Tewas Terjatuh dari El Capitan di Taman Nasional Yosemite Saat Siaran Langsung

EtIndonesia. Seorang pendaki gunung populer asal Alaska tewas terjatuh dari El Capitan di Taman Nasional Yosemite, menandai kematian ketiga di taman tersebut pada musim panas ini.

Balin Miller, 23 tahun, meninggal dunia dalam kecelakaan pendakian pada hari Rabu (1/10); ibunya, Jeanine Girard-Moorman, mengonfirmasi hal tersebut.

“Dia sudah mendaki sejak kecil,” ujarnya. “Hati dan jiwanya benar-benar hanya untuk mendaki. Dia suka mendaki, dan itu tidak pernah tentang uang dan ketenaran.”

Kematian tersebut terjadi pada hari pertama penutupan pemerintah federal, yang membuat taman nasional “umumnya” tetap buka, dengan operasional terbatas dan pusat pengunjung ditutup, menurut Dinas Taman Nasional. Dinas taman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut dan “penjaga taman dan petugas darurat segera merespons.”

El Capitan adalah salah satu fitur paling mencolok di Taman Nasional Yosemite, sebuah tebing granit terjal yang sangat besar dengan ketinggian sekitar 915 meter yang memikat para pemanjat tebing dinding besar dari seluruh dunia. Alex Honnold menyelesaikan pendakian solo bebas pertama El Capitan pada tahun 2017 untuk film dokumenter “Free Solo”.

Banyak yang mengunggah penghormatan kepada Miller di media sosial, mengatakan bahwa mereka telah menontonnya memanjat melalui siaran langsung TikTok selama dua hari sebelum kematiannya dan menyebutnya sebagai “orang tenda oranye” karena pengaturan perkemahannya yang khas.

Awal tahun ini, seorang pemuda berusia 18 tahun dari Texas meninggal di taman saat melakukan solo bebas, atau memanjat tanpa tali, dengan formasi yang berbeda. Pada bulan Agustus, seorang wanita berusia 29 tahun meninggal setelah kepalanya terbentur cabang pohon besar saat mendaki.

Meskipun masih belum jelas apa yang sebenarnya terjadi, kakak laki-lakinya, Dylan Miller, mengatakan Balin sedang melakukan pendakian solo dengan tali utama – sebuah cara memanjat sendirian sambil tetap terlindungi oleh tali – di rute sepanjang 730 meter bernama Sea of ​​Dreams. Dia telah menyelesaikan pendakian dan sedang mengangkut perlengkapan terakhirnya ketika kemungkinan dia terjatuh dari ujung tali, kata Dylan.

Miller adalah seorang pendaki gunung ulung yang telah menarik perhatian internasional karena berhasil mencapai pendakian solo pertamanya di Slovak Direct Gunung McKinley, sebuah rute yang secara teknis sulit dan membutuhkan waktu 56 jam untuk menyelesaikannya, dia mengunggahnya di Instagram pada bulan Juni.

Dia tumbuh besar dengan memanjat di Alaska bersama kakak laki-lakinya dan ayah mereka, yang juga seorang pendaki. Meskipun Dylan membutuhkan waktu lebih lama untuk jatuh cinta pada olahraga ini, adiknya langsung menyukainya.

“Dia bilang dia merasa paling hidup saat memanjat,” kata Dylan Miller. “Saya kakak laki-lakinya, tetapi dia adalah mentor saya.”

Tahun ini, Balin Miller juga menghabiskan waktu berminggu-minggu memanjat sendirian di Patagonia dan Pegunungan Rocky Kanada, menyelesaikan pendakian es yang terkenal sulit bernama Reality Bath, yang belum pernah terulang selama 37 tahun, menurut majalah Climbing.

“Dia mungkin menjalani salah satu pendakian enam bulan terakhir yang paling mengesankan dari siapa pun yang dapat saya pikirkan,” ujar Clint Helander, seorang pendaki gunung Alaska, kepada Anchorage Daily News.

Namun, perjalanan terakhirnya ke Yosemite ini bukanlah pendakian yang sulit. Miller baru saja tiba dua minggu lebih awal untuk memanjat dan menikmati keindahan serta kesunyian taman sebelum anggota keluarganya yang lain, yang berencana untuk bertemu di sana.

Lebih dari sekadar pendaki, dia mencintai binatang dan menyenangkan, baik hati, serta penuh semangat, kata ibunya.

Dia sering memanjat dengan garis bintik-bintik berkilauan di tulang pipinya, menggambarkannya dalam sebuah wawancara dengan majalah Climbing seperti “seorang prajurit yang merias wajah sebelum berperang.”

“Dia telah menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal-hal yang mungkin tak terpikirkan, termasuk saya sendiri. Saya tak bisa membayangkan mendaki lagi tanpa dia,” kata saudaranya.(yn)

Pria di Tiongkok Mendirikan ‘Rumah Welas Kasih’ untuk Keluarga Kerabat yang Sakit di Rumah Sakit Terdekat

EtIndonesia. Seorang Samaria yang Baik Hati di Tiongkok dihujani pujian daring karena menyediakan tempat tinggal gratis bagi kerabat pasien rumah sakit setelah dia melihat mereka menghabiskan malam di lantai rumah sakit.

Zheng Gang, 39 tahun, dari Jinan di Provinsi Shandong, Tiongkok timur, didiagnosis menderita tumor otak saat pemeriksaan fisik pada tahun 2020.

Dia dirawat di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Qilu, Universitas Shandong. Dia pulih setelah menjalani perawatan selama 45 hari.

Zheng mengatakan dia memperhatikan bahwa kerabat banyak pasien terpaksa tidur di lantai rumah sakit selama kunjungan berikutnya.

Dia merasa kasihan kepada mereka karena dia tahu merawat pasien tidaklah mudah.

Keluarganya menderita tekanan fisik dan mental karena merawatnya.

Banyak pengunjung rumah sakit besar di ibu kota provinsi Tiongkok dengan sumber daya medis yang lebih baik bukanlah penduduk setempat dan banyak yang tidak mampu membeli tempat tinggal.

Zheng mengatakan bahwa kejadian tersebut memotivasinya untuk membantu mereka. Dia juga mendirikan rumah singgah tersebut sebagai ungkapan terima kasih kepada keluarganya.

Pada tahun 2022, dia menyewa sebuah flat di dekat rumah sakit dan memasang tempat tidur susun. Dia menamai flat tersebut Rumah Welas Asih dan mengatakan bahwa rumah singgah tersebut dapat menampung hingga 15 orang.

Zheng juga mulai bekerja sebagai pendamping medis di rumah sakit setelah dia pulih.

Profesi baru ini menyediakan orang-orang yang mendampingi pasien saat kunjungan ke rumah sakit, membantu mereka dengan pendaftaran daring, prosedur medis, dan memandu mereka di sekitar rumah sakit besar.

Profesi ini menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir karena kebutuhan akan pendampingan meningkat di kalangan orang yang tinggal sendiri dan lansia yang anak-anaknya bekerja dan tinggal di tempat lain.

Setiap sore setelah bekerja, Zheng memegang pengumuman kardus berisi informasi tentang rumah singgah tersebut dan mengundang kerabat pasien yang tampaknya sedang dalam kesulitan ke rumahnya.

Rumah Welas Asih telah berjalan selama empat tahun, dan Zheng mengatakan telah membantu lebih dari 300 keluarga.

Beberapa tinggal selama beberapa hari, sementara yang lain tinggal hingga sebulan. Zheng mengatakan mereka dapat tinggal selama yang mereka inginkan sesuai kebutuhan mereka.

Menurut situs web penyewaan rumah, sewa bulanan untuk apartemen tersebut sekitar 1.000 yuan (sekitar Rp 2,3 juta).

Kamar hotel di dekatnya berharga lebih dari 150 yuan (sekitar Rp 349 ribu) per hari.

Rumah tersebut juga menyediakan beras, mie, dan minyak gratis bagi para tamu untuk memasak sendiri dan para pasien.

Beberapa orang yang menerima bantuan dari Zheng juga membalasnya dengan membeli kebutuhan sehari-hari untuk rumah tersebut.

Seorang penerima manfaat mengatakan dia berterima kasih kepada Zheng karena Zheng membuatnya percaya bahwa kebanyakan orang itu baik.

“Dia pernah kehujanan, jadi dia tahu betapa pentingnya memegang payung untuk orang lain,” kata seorang pengamat daring.

“Dia membantu mereka yang terbebani penyakit untuk melihat secercah harapan,” kata yang lain.(yn)

Jangkrik Kering yang Digunakan Sebagai Isian Kue Bulan Memicu Kekhawatiran di Tiongkok Tentang Potensi Pilihan Kecoak

EtIndonesia. Menjelang Festival Pertengahan Musim Gugur tahun ini, sejenis kue bulan baru telah diluncurkan dan menarik perhatian publik di Tiongkok karena isiannya terbuat dari jangkrik.

Setelah kue bulan jangkrik tersebut viral di media sosial, pengguna internet di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, tempat kecoak merajalela karena iklimnya yang hangat, berkomentar jenaka bahwa kue bulan kecoak mungkin akan segera hadir.

Kue bulan jangkrik diproduksi oleh sebuah pusat pertanian di Linyi, Provinsi Shandong, di Tiongkok timur.

Mereka mengeringkan jangkrik dan menggilingnya menjadi bubuk sebelum mencampurnya dengan isian kue bulan tradisional, seperti wijen dan biji kenari.

“Anda tidak akan menemukan jejak serangga, baik secara visual maupun indra perasa, dalam produk kue bulan kami,” ujar Gao Yonghong, seorang manajer dari pusat pertanian jangkrik, kepada Linyi Daily.

“Sebaliknya, kue bulan ini lebih kenyal dan lebih bergizi,” tambahnya.

Seorang pengamat daring yang telah mencicipi kue bulan jenis ini berkata: “Rasanya agak asin. Tidak apa-apa jika Anda tidak memikirkan fakta bahwa ada jangkrik di dalamnya.”

Festival Pertengahan Musim Gugur adalah hari besar di Tiongkok; tahun ini jatuh pada tanggal 6 Oktober.

Orang-orang biasanya berkumpul kembali dengan anggota keluarga, mengamati bulan, dan berbagi kue bulan.

Isi kue bulan umumnya terbuat dari kacang, pasta kacang manis, atau pasta biji teratai dengan kuning telur. Akibatnya, kue bulan umumnya terasa lebih atau kurang manis.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kue bulan yang kreatif telah memikat media sosial di negara ini.

Di Provinsi Shanxi utara, sebuah pabrik makanan menambahkan cuka, bahan khas setempat, ke dalam isian kue bulan, sementara di provinsi tetangga, Shaanxi, orang-orang mencampur isiannya dengan minyak cabai pedas, bahan khusus di wilayah tersebut.

Beberapa toko di Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya, menggunakan daging kelinci atau dendeng suwir, keduanya jajanan kaki lima yang populer di provinsi tersebut, untuk membuat kue bulan.

“Ya Tuhan, dalam suasana seperti ini, sebentar lagi kita akan melihat kecoak menjadi bagian dari isian kue bulan,” kata seorang pengguna internet.

Seseorang lainnya mengerutkan kening melihat kreasi semacam itu: “Lihat kue bulan beraneka warna ini. Seharusnya tidak disebut kue bulan. Orang-orang gila!”

Penduduk di Shandong terkenal suka memakan serangga, terutama dengan cara digoreng. Awal tahun ini, seorang pria di Yantai, Shandong, menarik perhatian media sosial karena membuat bakpao berisi tonggeret goreng. (yn)

Wig Rambut Kemaluan Jadi Tren Terbaru di Kalangan Wanita Rusia yang Trendi

EtIndonesia. Wanita Rusia dilaporkan membayar hingga 20.000 rubel (sekitar Rp 4 juta) untuk wig kecil yang mereka tempelkan di area kemaluan mereka demi tampilan yang lebih alami, terinspirasi dari era 1990-an.

Menurut media Rusia, popularitas wig rambut kemaluan telah meroket dalam beberapa bulan terakhir, terinspirasi oleh tren kealamian yang melanda Rusia. Baik pria maupun wanita muda berbondong-bondong ke toko online dan marketplace khusus untuk mencari wig kemaluan yang realistis.

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa seseorang membutuhkan aksesori aneh seperti itu, tetapi jawabannya cukup sederhana. Sebagian besar pengguna ingin mempertahankan tampilan alami area kemaluan yang terinspirasi dari era 90-an, tetapi tidak ingin menumbuhkan rambut mereka sendiri, karena berbagai alasan.

Beberapa memilih untuk menghilangkan rambut secara permanen, yang lain hanya tidak ingin berurusan dengan rasa gatal karena tumbuhnya rambut, jadi wig adalah solusi yang tepat.

Kanal Telegram Mash News mengklaim bahwa harga ekstensi rambut kemaluan berkisar antara 600 rubel (Rp121.000) hingga 5.000 rubel (sekitar Rp 1 juta).

Beberapa wanita memilih aksesori yang terbuat dari bahan alami, dengan harga mulai dari 20.000 rubel (Rp 4 juta). Perekat khusus digunakan untuk pemasangan, yang menurut produsennya aman untuk kulit dan selaput lendir.

Moskva-24 melaporkan bahwa klinik transplantasi rambut di Moskow telah menerima permintaan untuk mengembalikan rambut ke area kemaluan klien mereka setelah prosedur penghilangan rambut permanen. (yn)

5 Percakapan Penting yang Perlu Dibahas Pasutri untuk Memperkuat Pernikahan

Ketika pasangan berbicara terbuka dan penuh empati tentang hal-hal yang tepat, mereka melindungi hubungan mereka dan memiliki pernikahan yang lebih bahagia serta tangguh.

oleh Walker Larson

“Komunikasi adalah perekat yang menyatukan hubungan,” kata pakar hubungan Amy Bellows. Sama seperti bangunan yang tanpa semen akan runtuh, pernikahan tanpa komunikasi perlahan akan rapuh. Komunikasi menjaga pasangan tetap selaras, menyatukan prioritas, tujuan, dan nilai mereka, serta—singkatnya—membuat hati dan pikiran semakin terhubung.

Namun, tidak semua jenis percakapan memiliki bobot yang sama. Semakin dalam percakapan, semakin dalam pula koneksi yang tercipta. Beberapa topik—meski tidak terdengar berat—tetap penting demi kelancaran kehidupan keluarga dan bisa menjadi kesempatan memperkuat ikatan pernikahan. Banyak kesalahpahaman, bahkan luka, muncul dalam rumah tangga karena kegagalan berkomunikasi. Jika kesalahpahaman itu menumpuk dan komunikasi terus terabaikan, lama-kelamaan pernikahan bisa terkikis hingga pasangan akhirnya hidup berdampingan tetapi terpisah.

Sebaliknya, psikolog dan peneliti menemukan bahwa berbicara tentang topik-topik tertentu secara rutin bukan hanya tanda hubungan sehat, tetapi juga sarana untuk menjaganya.

Berikut lima topik penting yang sebaiknya dibicarakan pasangan suami-istri, beserta cara menghadapinya.


1. Hubungan Itu Sendiri

Psikolog Mark Travers, yang meneliti dinamika pasangan, mengatakan bahwa pasangan dalam hubungan sehat berusaha membicarakan kondisi pernikahan mereka. Mereka secara sengaja bertanya tentang persepsi pasangannya: apakah ia merasa dicintai, dihargai, didukung, dan terhubung. Percakapan semacam ini memberi peluang besar untuk menyelesaikan masalah sebelum berkembang menjadi persoalan serius. Selain itu, hal ini memperkuat kepercayaan karena menunjukkan komitmen nyata untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pernikahan.

Terapis pasangan Lynda Spann juga menyarankan pembicaraan soal “perjanjian hubungan”—janji atau komitmen yang disepakati, misalnya: “Kita akan selalu menempatkan hubungan ini di atas segalanya.” Ia menulis, “Bicarakan tujuan kalian sebagai pasangan. Janji apa yang perlu dibuat dan ditepati agar bisa bahagia dan merasa aman?”


2. Filsafat Pengasuhan Anak

Bagi pasangan yang sudah atau akan memiliki anak, penting sekali memiliki kesepahaman dalam pola asuh. Mereka bisa merefleksikan pengalaman masa kecil masing-masing: hal-hal baik yang ingin ditiru dan hal-hal buruk yang ingin ditinggalkan. Orang tua perlu berbagi visi tentang budaya keluarga yang ingin dibangun serta tujuan besar dalam mendidik anak. Hanya dengan kesepahaman itulah mereka dapat berfungsi sebagai tim yang efektif demi kebaikan anak-anak.


3. Tujuan, Impian, dan Rencana

Selain membayangkan cara membesarkan anak, pasangan juga perlu merencanakan dan berandai-andai tentang tujuan masa depan lain: membangun rumah tambahan, bepergian ke luar negeri, atau berganti karier. Pernikahan berarti berbagi kehidupan paling intim antara dua orang, dan itu mencakup berbagi visi serta nilai. Ketika pasangan menyelaraskan pandangan mereka tentang masa depan, hal itu memperkokoh kesatuan hidup dan cinta di antara mereka.

Menurut Travers, bahkan mimpi yang tampak jauh sekalipun layak dibicarakan. Membicarakan skenario “andaikan” bisa menyenangkan, sekaligus membantu pasangan lebih mengenal satu sama lain. “Meski mimpi itu belum bisa diwujudkan, membicarakannya membantu pasangan tetap memahami nilai masing-masing,” tulisnya.

Greg Smalley dari Focus on the Family menyebut jenis percakapan ini sebagai “percakapan yang memberi kehidupan.” Ia menjelaskan, “Percakapan ini bertujuan untuk mengenal pasangan lebih baik dan memperkuat ikatan. Sifatnya ringan, penuh syukur, dan rasa ingin tahu. Tanyakan hal-hal yang belum pernah ditanyakan. Gali harapan dan impian.”


4. Keuangan dan Logistik

Perencanaan keuangan sangat penting untuk kestabilan rumah tangga dan pernikahan. Survei menunjukkan, 25 persen pasangan menikah sering bertengkar soal uang. Perselisihan ini bisa dicegah dengan komunikasi yang lebih baik, termasuk tentang prioritas keuangan.

Pasangan perlu membahas bersama pertanyaan seperti: Apakah kebutuhan keuangan kita tercukupi? Perlu menyesuaikan anggaran? Pengeluaran besar apa yang harus kita tabung? Tujuan finansial apa yang ingin dicapai?

Smalley menyebut percakapan ini sebagai bagian dari rapat “administratif.” Meskipun tidak dalam, topik ini krusial. Membicarakan uang, jadwal, dan logistik rumah tangga membantu kelancaran kehidupan sehari-hari sekaligus mencegah konflik kecil maupun pertengkaran besar soal keuangan.


5. Tantangan dan Ketakutan

Koneksi mendalam sering lahir dari kerentanan. Membuka diri pada pasangan tentang ketakutan atau kekhawatiran memang tidak mudah, tetapi justru membuka ruang kepercayaan baru. Suami atau istri bisa saling menghibur, mendukung, dan memberi nasihat, sehingga rasa persatuan semakin kuat.

“Dengan praktik jujur secara emosional setiap hari, akan tumbuh rasa aman yang kokoh,” tulis Travers. “Kedua pasangan tidak akan pernah merasa harus memikul beban sendirian.”

Demikian pula, menghadapi masalah—baik dalam pernikahan maupun dari luar—memberi peluang besar untuk bertumbuh, meski menyakitkan. 

Smalley menekankan bahwa percakapan saat ada luka atau kehilangan tetap penting dilakukan. “Percakapan seputar tantangan membantu kita tumbuh, baik sebagai individu maupun pasangan. Itu bisa membuka kelemahan yang tak terlihat atau mendorong perubahan penting dalam hidup.” Kadang, luka harus dihadapi terlebih dahulu sebelum kesembuhan datang.


Bagaimana Membicarakan Hal-hal Penting dalam Pernikahan

Percakapan adalah sebuah seni yang jarang diajarkan. Dalam semua topik di atas, keterampilan berkomunikasi akan membuat interaksi lebih bermanfaat dan memperkuat pernikahan. Beberapa topik, khususnya masalah dalam hubungan, memerlukan kepekaan ekstra.

Poin utama: selalu ingat untuk mengutamakan kebaikan pasangan. Itu adalah janji pada hari pernikahan—memajukan kesejahteraan pasangan, meski dengan pengorbanan. Percakapan penting harus berakar pada kesadaran akan janji itu. Bahkan kritik yang sulit sekalipun seharusnya bertujuan menyelesaikan masalah agar hubungan bisa tumbuh sehat. Tujuan akhirnya adalah melindungi dan mengembangkan pernikahan.

Smalley menyebut hal ini sebagai berbicara dengan “anugerah” (grace). Berbicara dengan anugerah bukan hanya tentang apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana mendengarkan. Mendengarkan secara aktif memastikan kedua pasangan merasa didengar dan dipahami—syarat utama percakapan yang bermakna.

Menurut Harvard Business Review, mendengarkan aktif meliputi tiga hal:

  1. Memberi perhatian penuh pada informasi yang disampaikan, baik tersurat maupun tersirat.
  2. Menjaga keseimbangan emosi, tanpa bereaksi berlebihan atau menghakimi secara cepat.
  3. Menunjukkan bahwa pasangan merasa didengar, melalui respons verbal maupun nonverbal.

Khusus saat membicarakan tujuan, impian, dan minat, sangat membantu bila pasangan mengekspresikan antusiasme. Tidak ada yang lebih mematikan semangat selain kurangnya perhatian. Menunjukkan minat pada hal-hal yang penting bagi pasangan adalah bentuk nyata cinta dan kepedulian.

Topik-topik dan tips di atas tentu bukan daftar lengkap—banyak hal lain yang pantas dibicarakan, dan seni berkomunikasi tak bisa dirangkum hanya dalam beberapa paragraf. Namun, semoga saran ini mendorong pasangan untuk lebih sadar dalam memilih apa yang dibicarakan dan bagaimana melakukannya. Komitmen terhadap komunikasi membantu pasangan meraih kedekatan dan cinta yang mereka rindukan.



Tentang Penulis
Walker Larson adalah seorang jurnalis lepas dan penulis budaya. Sebelum terjun ke dunia kepenulisan, ia mengajar sastra dan sejarah di sebuah akademi swasta di Wisconsin, tempat ia kini tinggal bersama istri dan putrinya. Ia meraih gelar magister dalam bidang sastra dan bahasa Inggris. Tulisan-tulisannya telah dimuat di The Hemingway Review, Intellectual Takeout, serta di laman Substack miliknya, The Hazelnut. Ia juga menulis dua novel berjudul Hologram dan Song of Spheres.

Militer Israel Blokade Jalur Utama Menuju Kota Gaza – Kesempatan Terakhir Warga untuk Mengungsi

EtIndonesia. Pada Kamis (2 Oktober), militer Israel memblokade jalan utama menuju Kota Gaza, mencegah warga yang sudah keluar untuk kembali lagi. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa ini adalah kesempatan terakhir bagi warga di dalam kota untuk melarikan diri. Sementara itu, Hamas masih mempertimbangkan rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Menurut laporan Reuters, Katz menegaskan dalam sebuah pernyataan: “Ini adalah kesempatan terakhir bagi warga Gaza untuk mengungsi ke selatan, sekaligus mengisolasi anggota Hamas di dalam Kota Gaza agar berhadapan dengan serangan penuh pasukan pertahanan Israel.”

Warga setempat menggambarkan bahwa militer Israel telah memasang barikade pasir di jalan utama, hanya mengizinkan orang keluar tetapi melarang masuk kembali. Mereka yang keluar juga harus menjalani pemeriksaan militer. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat kendali Israel atas koridor Netzarim, jalur strategis yang memisahkan Gaza Utara dan Gaza Selatan.

Menurut perkiraan PBB, sejak Israel melancarkan ofensif besar bulan lalu, sekitar 400.000 orang telah melarikan diri dari wilayah yang dilanda kelaparan tersebut. Namun, masih ada sekitar 600.000–700.000 orang yang terjebak di dalam Kota Gaza.

Pada Kamis pagi, asap menyelimuti Gaza Utara, sementara penduduk berbondong-bondong membawa keluarga dan barang-barang menuju selatan.

Israel menuntut semua warga Palestina yang tersisa agar segera mengungsi, serta memperingatkan bahwa mereka yang tetap tinggal akan dianggap sebagai pendukung Hamas.

Sementara itu, Hamas masih menimbang rencana perdamaian Presiden Trump. Rencana tersebut mencakup: pengembalian 48 sandera dan jenazah; Hamas harus melepaskan kekuasaan dan melucuti senjata; sebagai imbalan, ratusan tahanan Palestina akan dibebaskan; Gaza akan menerima bantuan kemanusiaan dan dukungan rekonstruksi; serta lebih dari 2 juta penduduk Palestina akan ditempatkan di bawah pemerintahan internasional. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menyetujui rencana tersebut.

Namun, rencana perdamaian itu tidak menyebutkan jalan menuju pembentukan negara Palestina. Seorang pejabat Hamas yang diwawancarai Associated Press secara anonim mengatakan bahwa ada beberapa poin yang tidak dapat diterima dan perlu direvisi, meski tanpa memberikan rincian. Sementara Qatar dan Mesir—dua mediator kunci—juga menyatakan bahwa sejumlah elemen dalam rencana itu masih membutuhkan negosiasi lebih lanjut. 

Sumber : NTDTV.com

Gempa Kuat Magnitudo 6,9 di Filipina – Operasi Pencarian dan Penyelamatan Berakhir, 72 Tewas, Lebih dari 20.000 Mengungsi

EtIndonesia. Gempa bumi berkekuatan 6,9 mengguncang Provinsi Cebu, Filipina Tengah, pada  30 September malam. Hingga kini tercatat 72 orang tewas. Pemerintah Filipina pada Kamis (2 Oktober) mengumumkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan telah selesai, karena seluruh korban hilang sudah ditemukan dan jumlah korban diperkirakan tidak akan bertambah lagi. Fokus kini dialihkan pada pemberian bantuan kepada para korban bencana.

Gempa yang terjadi di perairan sekitar Pulau Cebu ini mengakibatkan lebih dari 20.000 orang mengungsi dan melukai lebih dari 300 orang. Kota Bogo, dengan penduduk sekitar 90.000 jiwa, menjadi daerah yang paling parah terdampak.

Banyak korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan gedung dan rumah yang roboh, baik karena guncangan gempa maupun longsor yang menyusul setelahnya. Hujan deras dan pemadaman listrik turut menghambat upaya penyelamatan.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada 2 Oktober mengunjungi Bogo City. Ia menemui para pengungsi dan menyampaikan belasungkawa, seraya menekankan bahwa kerusakan infrastruktur secara luas membuat upaya penyelamatan semakin sulit.

“Kesulitan yang kami hadapi adalah kurangnya lokasi untuk menampung keluarga pengungsi, karena saat ini belum bisa dipastikan apakah bangunan yang digunakan sebagai tempat penampungan cukup aman secara struktural,” katanya. 

Ia menambahkan:“Kami akan memastikan ketersediaan makanan, air, dan pasokan listrik. Jika perlu, kami juga akan mengerahkan generator. Apapun yang dibutuhkan masyarakat, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menyediakannya.”

Filipina berada di Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), sabuk gunung berapi yang membentang dari Amerika Selatan hingga Rusia Timur Jauh. Kawasan ini sangat rawan gempa. Filipina sendiri mengalami lebih dari 800 gempa setiap tahunnya. 

Sumber : NTDTV.com

Aktris Kontroversial Berbasis AI Bisa Jadi Scarlet Johansson Berikutnya, Klaim Penciptanya

EtIndonesia. Tilly Norwood, seorang aktris muda berbasis AI yang telah mengguncang dunia akting di kalangan aktor manusia yang menganggapnya sebagai ancaman, berpotensi menjadi bintang global, setidaknya menurut penciptanya.

AI perlahan-lahan telah merambah hampir setiap sektor masyarakat dan pasar kerja, dan jika Anda membutuhkan bukti lebih lanjut bahwa tidak ada profesi yang benar-benar aman, para aktor/aktris berbasis AI bersiap untuk menyaingi rekan-rekan manusia mereka.

Studio bakat berbasis kecerdasan buatan Xicoia memicu kontroversi ketika mulai mempromosikan kreasinya yang mengesankan, seorang aktris berbasis AI bernama Tilly Norwood, selama musim panas. Diluncurkan oleh teknolog Belanda Emily Van der Velden sebagai bagian dari perusahaannya, Particle 6 Productions, Xicoia berspesialisasi dalam bakat akting berbasis AI, dan Tilly adalah proyek besar pertama perusahaan rintisan tersebut.

Agen bakat Hollywood dikabarkan diam-diam telah mengincar Norwood untuk representasi, dan Van der Velen yakin bahwa aktris AI tersebut suatu hari nanti bisa menjadi sebesar Scarlett Johansson.

“Kami ingin Tilly menjadi Scarlett Johansson atau Natalie Portman berikutnya, itulah tujuan kami,” ujar Emily Van der Velden kepada Broadcast International. “Orang-orang menyadari bahwa kreativitas mereka tidak perlu dibatasi oleh anggaran – tidak ada batasan dalam hal kreativitas, dan itulah mengapa AI bisa sangat bermanfaat.”

Xicoia perlahan-lahan mengembangkan Tilly Norwood di media sosial, terus-menerus mengunggah foto dan klipnya dalam berbagai latar, mulai dari skenario thriller dengan pencahayaan redup hingga latar romantis periode tertentu, untuk menunjukkan keserbagunaannya.

Studio-studio tampaknya mulai mempertimbangkan kemungkinan bekerja sama dengan bakat AI semacam itu. Aktor manusia jelas tidak terlalu senang dengan perkembangan ini.

“Yang jelas, Tilly Norwood bukanlah seorang aktor, melainkan karakter yang dihasilkan oleh program komputer yang dilatih berdasarkan karya para aktor profesional yang tak terhitung jumlahnya – tanpa izin atau kompensasi,” tulis serikat aktor SAG-AFTRA dalam sebuah pernyataan. “AI tidak memiliki pengalaman hidup untuk digali, tidak ada emosi, dan dari apa yang telah kita lihat, penonton tidak tertarik menonton konten buatan komputer yang terlepas dari pengalaman manusia. AI tidak menyelesaikan ‘masalah’ apa pun — justru menciptakan masalah penggunaan penampilan curian untuk membuat para aktor kehilangan pekerjaan, membahayakan mata pencaharian para penampil, dan merendahkan nilai seni manusia.”

Emily Van der Velden, seorang aktris, mencoba menenangkan rekan-rekan aktornya dengan mengatakan bahwa dia melihat : “AI bukan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai alat baru, kuas baru,” yang membuka kemungkinan-kemungkinan baru. Namun, dalam sebuah unggahan LinkedIn, ia juga mengatakan bahwa “penonton peduli dengan ceritanya, bukan apakah sang bintang masih hidup. Tilly sudah menarik minat dari agensi bakat dan penggemar. Era aktor sintetis tidak ‘akan datang’, melainkan sudah ada.”

Pembawa berita, model digital, dan influencer AI yang diberdayakan AI telah ada selama bertahun-tahun, jadi aktris yang dihasilkan AI seperti Tilly Norwood tidak lagi terdengar seperti fiksi ilmiah. (yn)