Hari ke-1313 Perang Rusia–Ukraina: Serangan Udara, Krisis Energi, dan Eropa Dihantui Drone Misterius

EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1313 dengan eskalasi yang semakin luas: dari serangan udara dan darat hingga krisis energi serta ancaman hibrida di Eropa. Ukraina melancarkan gempuran besar terhadap pos komando Rusia, menghantam kilang minyak strategis, sementara NATO memperkuat kehadiran militernya di utara. Pada saat yang sama, serangkaian insiden drone misterius mengguncang beberapa negara Eropa.

Serangan Udara Ukraina Hancurkan Pos Komando Rusia

26 September 2025 — Angkatan Udara Ukraina meluncurkan serangan besar di wilayah Udažne, dekat kawasan yang dikenal sebagai “Desa Tentara Merah”. Drone pengintai lebih dulu memetakan posisi komando Rusia, sebelum jet tempur Ukraina menjatuhkan tiga bom presisi yang menghantam pusat kendali dan gudang senjata.

Rekaman udara memperlihatkan dua bangunan utama luluh lantak, kawasan terbakar hebat, dan asap hitam membumbung tinggi. Serangan ini menjerumuskan pasukan Rusia ke dalam tiga krisis sekaligus:

  1. Terkepung di sejumlah sektor.
  2. Jalur mundur terputus.
  3. Konvoi logistik dihantam drone FPV Ukraina.

Bahkan propagandis pro-Kremlin, Yury Podolyaka, mengakui bahwa pasukan Rusia di sektor tersebut mengalami kerugian besar.

Ukraina Klaim Kuasai 300 Km² Wilayah

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, melaporkan hasil signifikan dalam kurun dua bulan terakhir. Ukraina berhasil:

  • Menghancurkan 85 target penting Rusia,
  • Membebaskan lebih dari 300 km² wilayah,
  • Menggagalkan infiltrasi sabotase di Donetsk–Siversk,
  • Menumpas pos pertahanan Rusia di Kupiansk dan Zaporizhzhia, serta
  • Merebut kembali hutan strategis di sektor barat.

Kilang Minyak Rusia Jadi Sasaran Drone

Malam 26 September 2025 — Ledakan besar mengguncang Kilang Afipsky di Krasnodar, sekitar 200 km dari garis depan. Kilang dengan kapasitas 6,25 juta ton per tahun itu adalah pemasok utama solar dan avtur bagi militer Rusia. Serangan ini merupakan kali ketiga dalam dua bulan terakhir setelah serangan serupa pada 7 Agustus dan 28 Agustus.

Dalam sebulan terakhir, 16 kilang Rusia telah menjadi sasaran drone, termasuk Kilang Ilsky yang memproduksi 32 ribu barel bensin per hari. Akibatnya, Moskow kehilangan sekitar 32–35% kapasitas pengolahan minyak, setara lebih dari 1 juta barel per hari.

Dampak serius yang ditimbulkan:

  • Ekonomi: harga bensin domestik melonjak 15%, antrean panjang di SPBU, dan pembatasan pembelian bahan bakar.
  • Militer: pasokan BBM untuk tank T-72 terhenti, memaksa unit lapis baja mundur hingga 20 km.
  • Pertahanan: meski dilindungi sistem S-300V4, drone Ukraina tetap menembus, memperlihatkan celah besar di pertahanan udara Rusia.

NATO Perkuat Sayap Utara

27 September 2025 — Media Finlandia Iltalehti melaporkan bahwa Brigade Mekanis Arktik ke-19 Swedia ditempatkan permanen di Lapland, Finlandia. Ini adalah pertama kalinya sejak tahun 1809 Swedia menempatkan pasukan tetap di Finlandia.

Brigade yang beranggotakan 4.000–5.000 personel ini diperkuat howitzer Archer dan kendaraan tempur salju. Langkah ini sekaligus memperkuat pertahanan NATO di Kutub Utara.

Selain itu, Brigade Lapis Baja ke-45 Jerman juga resmi ditempatkan di Lituania. Keputusan tersebut menunjukkan semakin eratnya barisan pertahanan Eropa, yang justru berlawanan dengan tujuan awal invasi Rusia untuk “mencegah ekspansi NATO.”

Zelenskyy Minta Rudal Tomahawk

Di sela Sidang Umum PBB pada 27 September 2025, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta langsung kepada Presiden AS Donald Trump agar Ukraina dibekali rudal jelajah Tomahawk dengan jangkauan 1.600 km.

Menurut Zelenskyy, jika persenjataan itu diperoleh, maka Kremlin bisa masuk daftar target sah. Trump dikabarkan “terbuka mempertimbangkan” permintaan tersebut, dengan perundingan lanjutan dijadwalkan pekan depan di Washington. Jika disetujui, langkah ini akan menjadi lompatan besar kemampuan serangan Ukraina jauh ke dalam wilayah Rusia.

Eropa Diguncang Drone Misterius

Sejak 10 September 2025, sejumlah negara Eropa mengalami penetrasi drone tak dikenal:

  • Lituania: Bandara Vilnius sempat ditutup.
  • Finlandia: drone melintasi PLTA.
  • Swedia: drone terlihat di pangkalan AL Karlskrona.
  • Denmark: dua kali bandara ditutup akibat drone.
  • Norwegia & Jerman: insiden serupa di pangkalan udara utama.

Bersamaan dengan itu, kapal pendarat Rusia Aleksandr Shabalin terdeteksi beroperasi tanpa transponder di dekat perairan Denmark. Insiden ini memperkuat dugaan adanya operasi hibrida Rusia untuk menguji kesiapan pertahanan Eropa.

Jerman Akui “Tak Lagi Damai”

27 September 2025 — Kanselir Jerman, Friedrich Merz  menyatakan secara terbuka bahwa “Jerman tidak lagi berada dalam masa damai.” Dia menegaskan meningkatnya serangan hibrida terhadap infrastruktur vital, dunia maya, dan ancaman militer langsung telah mengubah lanskap keamanan Eropa.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen menambahkan bahwa benua Eropa kini sedang menghadapi perang hibrida penuh dan apa yang terjadi saat ini “baru permulaan.”

Kesimpulan

Perang Rusia–Ukraina kini jauh melampaui pertempuran garis depan. Rusia menghadapi tekanan berlapis: serangan militer langsung, sabotase terhadap infrastruktur energi, dan penguatan NATO di Eropa Utara.

Dengan bahan bakar langka, kilang lumpuh, dan serangan drone misterius mengguncang Eropa, pertanyaan besar kini muncul: mampukah Moskow bertahan melewati musim dingin dalam kondisi energi kritis, sementara NATO dan Ukraina terus meningkatkan tekanan di semua lini?

Tekanan Terhadap Iran Kembali Menguat: Israel Ungkap Lokasi Uranium, PBB Aktifkan Sanksi Penuh

EtIndonesia. Isu nuklir Iran kembali menjadi sorotan dunia setelah serangkaian pernyataan keras, langkah diplomatik, hingga kebijakan sanksi internasional terbaru yang mengguncang Teheran.

Israel Ungkap Lokasi Uranium Tingkat Tinggi

Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News pada 27 September 2025, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel telah menemukan lokasi penyimpanan 400 kilogram uranium berkadar tinggi milik Iran. Temuan ini, menurut Netanyahu, telah dibagikan kepada intelijen Amerika Serikat.

Netanyahu menegaskan bahwa komunitas internasional tidak boleh lengah. Dia menyerukan dunia untuk terus menekan Iran melalui jalur diplomasi maupun ekonomi, dengan tujuan menghentikan upaya Teheran menghidupkan kembali program nuklirnya.

“Jika dunia membiarkan Iran terus melangkah, maka kita hanya tinggal menghitung waktu hingga mereka memiliki senjata nuklir,” ujarnya.

PBB Aktifkan Kembali Resolusi Lama

Sehari kemudian, pada 28 September 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengaktifkan kembali seluruh resolusi Dewan Keamanan yang berlaku sebelum Kesepakatan Nuklir 2015 (JCPOA). Keputusan ini mencakup:

  • Embargo penjualan senjata kepada Iran,
  • Pembekuan aset di luar negeri,
  • Serta larangan perjalanan bagi individu dan entitas yang terkait dengan program nuklir.

Uni Eropa segera menindaklanjuti langkah ini dengan mengintegrasikan sanksi tersebut ke dalam hukum domestik mereka. Para pejabat Eropa menyatakan, tujuan utama dari langkah ini adalah untuk menekan Iran agar menghentikan perilaku ekspansifnya di kawasan Timur Tengah.

Respons Keras dari Teheran

Langkah internasional tersebut langsung memicu reaksi keras dari Iran. Pemerintah Teheran pada 28 September mengumumkan penarikan duta besarnya dari Prancis, Jerman, dan Inggris sebagai bentuk protes.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa program nuklir mereka hanya bertujuan untuk kepentingan sipil, bukan militer. Mereka menuding AS dan Eropa melakukan tindakan “ilegal” yang melanggar kedaulatan Iran.

Sementara itu, Rusia dan Tiongkok menolak mendukung keputusan PBB tersebut. Kedua negara menyebut bahwa pengaktifan kembali sanksi hanya akan memperburuk ketegangan dan merusak peluang diplomasi.

Analisis dan Dampak ke Depan

Para pengamat menilai, situasi ini berpotensi membawa dunia kembali ke era konfrontasi nuklir yang lebih tegang. Dengan Israel yang semakin vokal, dukungan penuh AS, serta tekanan Eropa, Iran diperkirakan akan semakin keras mempertahankan hak nuklirnya.

Namun, di sisi lain, ketegangan ini bisa memicu eskalasi di kawasan Teluk Persia, terutama dengan meningkatnya aktivitas militer AS dan sekutu di wilayah tersebut.

Kesimpulan

  • 27 September 2025: Netanyahu umumkan temuan 400 kg uranium Iran.
  • 28 September 2025: PBB aktifkan kembali resolusi pra-2015, UE ikut memperkuat sanksi.
  • Iran tarik duta besar dari tiga negara Eropa, kecam langkah AS dan UE.
  • Rusia dan Tiongkok menolak mendukung sanksi baru.

Situasi ini menandai babak baru dalam ketegangan nuklir internasional, dengan kemungkinan tarik-menarik diplomasi yang semakin tajam dalam beberapa minggu ke depan.

Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Rusia Naik Jadi 25 Orang, 3 Tersangka Ditahan Menunggu Persidangan

EtIndonesia. Rusia selama bertahun-tahun menghadapi masalah serius dengan alkoholisme. Bulan ini, kasus keracunan alkohol kembali terjadi di wilayah barat negara itu. Pada Sabtu (27 September), tim penyidik Rusia melaporkan jumlah korban tewas akibat keracunan alkohol meningkat menjadi 25 orang, di mana hasil pemeriksaan menemukan kandungan metanol mematikan dalam tubuh para korban.

Menurut laporan AFP, Komite Investigasi Rusia (Investigative Committee) yang menangani kejahatan serius menyatakan, jenazah para korban dikirim dari Distrik Volosovsky, Wilayah Leningrad, ke lembaga terkait secara bertahap sejak 10 hingga 17 September.

Sebelumnya, komite tersebut menyampaikan bahwa hasil autopsi terhadap enam korban menunjukkan kadar metanol yang sangat tinggi atau mencapai tingkat mematikan. Dengan temuan ini, jumlah kematian akibat keracunan alkohol pada bulan ini meningkat menjadi 25 orang.

Penyidik juga mengkonfirmasi bahwa tiga tersangka telah ditahan dan saat ini menunggu proses persidangan.

Kasus kematian massal akibat miras oplosan murah bukanlah hal baru di Rusia. Meski jumlahnya sudah menurun dibandingkan puncaknya pada tahun 1990-an, insiden semacam ini masih sering terjadi. 

Awal pekan ini, dua tersangka dijatuhi hukuman hampir 10 tahun penjara karena memproduksi dan menjual sari apel oplosan yang menyebabkan 50 orang tewas pada tahun 2023.

Sumber : NTDTV.com

Perdamaian Gaza: Ultimatum 72 Jam! Hamas Ditantang Bebaskan Sandera atau Hadapi Badai Militer

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Senin (29 September 2025) menggelar pertemuan bersejarah di Gedung Putih dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pertemuan tersebut menjadi sorotan internasional karena membahas kerangka kerja untuk mengakhiri perang berkepanjangan di Gaza dan menandai langkah besar menuju terciptanya perdamaian di Timur Tengah.

Fokus Pertemuan: Akhiri Perang Gaza dan Bebaskan Sandera

Dalam konferensi pers bersama, Trump menegaskan keyakinannya bahwa perdamaian dapat segera diwujudkan. Salah satu prioritas utama adalah pembebasan seluruh sandera yang masih ditahan oleh Hamas. Menurut Trump, tanpa adanya jaminan pembebasan sandera, setiap upaya menuju perdamaian tidak akan lengkap.

CNN melaporkan bahwa penasihat dari Qatar baru-baru ini mengunjungi Gedung Putih untuk mendorong peran negara Teluk itu sebagai mediator. Qatar memang dikenal sebagai aktor kunci dalam negosiasi gencatan senjata, meski proses ini sempat terguncang setelah Israel melakukan serangan pada September lalu terhadap pimpinan Hamas yang bermukim di Doha.

Diplomasi Qatar dan Penyesalan Israel

Menjelang pertemuan, Trump melakukan percakapan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Sementara itu, Netanyahu berbicara dengan Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman.

Israel dalam kesempatan itu menyampaikan penyesalan mendalam atas pelanggaran kedaulatan Qatar yang menewaskan seorang prajurit negara tersebut. Netanyahu menegaskan komitmennya untuk tidak mengulangi serangan serupa. Qatar menyambut baik pernyataan tersebut dan menegaskan kesiapannya terus berkontribusi bagi stabilitas regional.

“Rencana Perdamaian 21 Poin Gaza”

Puncak dari pertemuan bersejarah ini adalah diumumkannya sebuah paket kesepakatan bernama “Rencana Perdamaian 21 Poin Gaza”. Inti dari kesepakatan tersebut antara lain:

  • Gaza akan dikelola oleh pemerintahan transisi yang terdiri dari warga Palestina dan pakar internasional.
  • Pengawasan dijalankan oleh Komite Perdamaian Internasional yang dipimpin langsung oleh Trump, hingga terbentuk otoritas Palestina yang telah direformasi.
  • Dukungan penuh datang dari Israel, Arab Saudi, Qatar, serta delapan negara Muslim Arab lainnya.
  • Hamas diberikan tenggat 72 jam untuk membebaskan 20 sandera dan menyerahkan senjata, dengan imbalan amnesti. Jika menolak, AS berjanji akan mendukung penuh Israel, termasuk lewat bantuan militer untuk menghancurkan Hamas.

Kritik terhadap Eropa dan Harapan untuk Iran

Trump dalam pernyataannya juga menyinggung keputusan sejumlah negara Eropa yang mengakui negara Palestina. Dia menyebut langkah tersebut sebagai “kebodohan politik” yang justru memperumit proses perdamaian.

Lebih jauh, Trump menyampaikan harapan agar Iran dapat ikut bergabung dalam kesepakatan Abraham Accords, yang sejak awal bertujuan menciptakan perdamaian permanen di kawasan Timur Tengah melalui rekonsiliasi antara Israel dan negara-negara Arab.

Analisis dan Dampak Regional

Pengumuman “Rencana Perdamaian 21 Poin Gaza” langsung menjadi perhatian global. Bagi banyak pengamat, ini adalah upaya paling ambisius sejak Perjanjian Oslo untuk mengakhiri konflik Israel–Palestina. Dukungan terbuka dari negara-negara Teluk juga memperlihatkan adanya momentum diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, tantangan tetap besar. Hamas hingga kini belum memberikan tanggapan resmi, sementara kelompok garis keras Palestina lain menolak kemungkinan kompromi. Di sisi lain, Eropa diperkirakan akan terus menekan AS dan Israel terkait isu pengakuan negara Palestina dan hak-hak kemanusiaan di Gaza.

Jet Tempur Polandia Dikerahkan Hadapi Serangan Udara Rusia, PLTN Zaporizhzhia Padam 4 Hari

EtIndonesia. Setelah Rusia melancarkan gelombang baru serangan udara terhadap Ukraina pada  28 September 2025 dini hari, jet tempur Polandia segera dikerahkan untuk memastikan keamanan wilayah udaranya. Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia telah mengalami pemadaman listrik selama empat hari berturut-turut. Pada 27 September, Ukraina dan Rusia saling menuduh pihak lawan menyerang jalur listrik.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa hingga pukul 03.00 GMT (11.00 waktu Beijing) pada 28 September, seluruh wilayah Ukraina berada dalam status siaga serangan udara.

Terkait serangan Rusia tersebut, militer Polandia menegaskan lewat unggahan di platform X: “Pesawat Polandia dan sekutu telah beroperasi di wilayah udara kami untuk menjamin keamanan dan melindungi warga.”

Menurut situs pelacak penerbangan real-time Flightradar24, Polandia sempat menutup wilayah udara di dekat kota Lublin dan Rzeszow di bagian tenggara, guna mengantisipasi “aktivitas militer tak terjadwal yang berkaitan dengan keamanan nasional.”

Sementara itu, PLTN Zaporizhzhia — fasilitas nuklir terbesar di Eropa — sudah padam selama empat hari. Walau pemadaman listrik kerap terjadi karena letaknya dekat garis depan, kali ini menjadi yang terpanjang sejak perang dimulai. Para pakar memperingatkan risiko kecelakaan bisa meningkat.

Pada 27 September, Ukraina dan Rusia saling menuding pihak lain menyerang jalur listrik yang memasok PLTN tersebut. Sejak awal invasi pada 2022, Zaporizhzhia telah berada di bawah kendali Rusia.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menulis di X: “Akibat tindakan Rusia, PLTN Zaporizhzhia sudah empat hari tanpa listrik.”

Sementara itu, pihak Rusia menyebut bahwa sejak 23 September — setelah Ukraina menyerang jaringan listrik — PLTN Zaporizhzhia tetap mendapat suplai melalui generator cadangan.

Operator PLTN yang didukung Moskow menyampaikan di Telegram: “Sejak 23 September 2025, pasokan listrik di PLTN Zaporizhzhia disediakan oleh generator diesel cadangan.”

Mereka menambahkan bahwa persediaan bahan bakar diesel “cukup” untuk mendukung operasi dalam waktu lama, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut. 

Sumber : NTDTV.com

Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Argentina Setelah Geng Narkoba Menyiarkan Langsung Penyiksaan dan Pembunuhan Tiga Orang Gadis

EtIndonesia. Pada Sabtu (27/9/2025), ribuan orang turun ke jalan di Buenos Aires, Argentina, menuntut keadilan bagi tiga gadis remaja yang menjadi korban penyiksaan dan pembunuhan brutal. Kejahatan keji yang terkait dengan geng narkoba ini disiarkan langsung melalui media sosial, memicu kemarahan publik di seluruh negeri.

Ketiga korban adalah sepupu Morena Verdi (20 tahun) dan Brenda Del Castillo (20 tahun), serta Lara Gutierrez (15 tahun). Mereka dilaporkan hilang selama lima hari sebelum akhirnya ditemukan pada 24 September, terkubur di halaman sebuah rumah di pinggiran selatan Buenos Aires.

Kepala Dinas Keamanan Provinsi Buenos Aires, Javier Alonso, mengungkapkan bahwa polisi mengetahui keberadaan rekaman video tersebut setelah menginterogasi seorang tersangka yang ditahan, yang kemudian memberikan informasi kepada penyidik.

Media Argentina melaporkan bahwa para pelaku melakukan penyiksaan dengan cara kejam, termasuk memotong jari, mencabut kuku, memukuli, hingga membuat korban sesak napas.

Menurut penyidik, proses penyiksaan itu disiarkan langsung di Instagram dan ditonton oleh 45 akun pribadi. Ketiga korban diduga dijebak dan dipaksa masuk ke dalam sebuah van.

Kasus ini disebut sebagai aksi “hukuman” karena para korban dituduh melanggar aturan geng, sekaligus untuk memberikan “efek jera”. Dalam video tersebut, terdengar suara salah satu pemimpin geng berkata: “Inilah akibatnya kalau mencuri narkoba saya.”

Dalam aksi protes, keluarga korban membawa spanduk dengan nama serta foto ketiga gadis tersebut, berjalan bersama demonstran menuju gedung parlemen.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan seperti: “Ini adalah femisida narkoba!” dan “Hidup kami bukan untuk dibuang!”

Menteri Keamanan Nasional Argentina, Patricia Bullrich, pada 26 September mengumumkan penangkapan tersangka kelima, sehingga total ada lima orang yang ditahan dalam kasus ini, terdiri dari tiga pria dan dua wanita. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Biaya Miliaran, Pertemuan 800 Jenderal AS di Quantico Picu Spekulasi: Apa yang Sedang Disiapkan?

EtIndonesia. Amerika Serikat bersiap menghadapi situasi global yang semakin genting. Menurut laporan Reuters, Menteri Pertahanan AS,  Pete Hegseth, secara mendadak memerintahkan seluruh perwira bintang satu ke atas—termasuk jenderal bintang dua, tiga, hingga empat—beserta penasihat senior untuk hadir langsung dalam sebuah rapat besar yang digelar di Universitas Korps Marinir Quantico, Virginia.

Mereka yang dipanggil bukanlah pejabat sembarangan. Daftar hadir mencakup komandan pasukan AS yang ditempatkan di berbagai kawasan strategis dunia: Korea Selatan, Jepang, Timur Tengah, hingga Eropa. Sebagian pejabat juga dijadwalkan diterbangkan melalui Pangkalan Udara Bersama Andrews, Maryland.

Trump Tampil Langsung: “Saatnya Tunjukkan Kekuatan dan Jiwa Korsa”

Presiden Donald Trump mengumumkan dirinya akan hadir langsung pada pertemuan bersejarah ini. 

Dalam pernyataannya, dia menekankan: “Saya ingin menyampaikan langsung kepada para jenderal bahwa kami mencintai mereka. Mereka adalah pemimpin yang sangat dihormati. Saatnya menunjukkan kekuatan, ketangguhan, kecerdasan, dan semangat. Ini demi jiwa korsa dan masa depan tim besar ini.”

Trump disebut ingin memompa moral sekaligus memastikan strategi militer AS tetap solid di tengah meningkatnya tekanan global.

Sumber internal Pentagon menyebut, Menteri Hegseth kemungkinan akan menegaskan pentingnya “mentalitas masa perang” di seluruh jajaran militer, sebuah sinyal bahwa Washington tidak lagi melihat situasi internasional sebagai konflik terbatas, melainkan ancaman sistemik yang memerlukan kesiapan penuh.

Mengapa Tatap Muka, Bukan Daring?

Keputusan untuk menggelar pertemuan tatap muka, bukan secara daring, langsung memicu spekulasi. Biaya transportasi dan keamanan yang diperkirakan mencapai jutaan dolar menandakan urgensi dan bobot tinggi dari agenda ini.

Sejumlah analis menilai, langkah ini bisa jadi pertanda Washington tengah mempersiapkan respons besar terhadap eskalasi global—terutama karena hampir seluruh kawasan strategis dunia kini berada dalam pusaran krisis militer.

Latar Belakang: Situasi Global yang Memanas

Rapat besar ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Dunia tengah menghadapi eskalasi di berbagai titik rawan:

  • Eropa Timur & Baltik
    Ketegangan udara meningkat tajam. Jet tempur Rusia berulang kali berhadapan dengan jet NATO di ruang udara Baltik dan Eropa Timur. Moskow bahkan memperingatkan akan “membalas keras” setiap provokasi aliansi Barat.
  • Amerika Latin
    Venezuela menggelar latihan militer gabungan dengan Rusia. Sebagai respons, Washington mengirim tambahan pasukan besar ke kawasan Karibia. Bocoran intelijen menyebut AS tengah menyiapkan skenario serangan drone ke target di Venezuela yang dicurigai terkait perdagangan narkoba.
  • Asia Pasifik
    Tiongkok meningkatkan intensitas latihan militer di sekitar Taiwan, termasuk operasi perang psikologis dan propaganda. Taipei pun memperketat siaga militer karena khawatir Beijing memanfaatkan momentum krisis global.
  • Korea Utara
    Laporan terbaru menunjukkan Pyongyang memiliki stok uranium tingkat tinggi hingga 2.000 kilogram, cukup untuk membuat sekitar 100 hulu ledak nuklir. Pakar AS–Korsel memperingatkan bahwa Korea Utara hanya tinggal “selangkah lagi” menuju kemampuan produksi senjata nuklir skala besar.
  • Timur Tengah
    Israel terus menggempur Gaza, sementara citra satelit memperlihatkan Iran membangun fasilitas nuklir bawah tanah baru di kawasan pegunungan, meski sebelumnya sudah dihantam rudal AS–Israel. Ketegangan bertambah setelah Inggris, Prancis, dan Jerman resmi mengaktifkan kembali sanksi terhadap Teheran mulai 27 September 2025, setelah 10 tahun ditangguhkan.

Analis: Dunia di Ambang Krisis Multi-Front

Pengamat geopolitik menilai, rapat besar para jenderal AS di Quantico pada 30 September 2025 ini menjadi salah satu pertemuan militer paling penting sejak Perang Dunia II.

“Ini bukan sekadar soal koordinasi militer biasa. Dunia tengah berada di ambang krisis multi-front—Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Latin semuanya mendidih bersamaan. AS jelas sedang mempersiapkan strategi besar,” ujar seorang analis pertahanan yang dikutip Reuters.

Dengan rapat besar ini, Washington tampaknya ingin mengirim pesan kuat ke sekutu maupun lawan: militer AS siap menghadapi skenario terburuk di berbagai belahan dunia sekaligus.

Trump Serukan Akhiri ‘Epidemi Kekerasan’ Seluruh AS Setelah Penembakan Gereja Mormon di Michigan 

“Ini tampaknya merupakan serangan yang kembali menargetkan orang Kristen di Amerika Serikat,” kata presiden.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (28/9/2025) menyerukan diakhirinya “epidemi kekerasan” di seluruh Amerika Serikat setelah penembakan yang menimbulkan korban jiwa di sebuah gereja Mormon di Michigan, dengan menyebutnya sebagai “serangan terarah” terhadap orang Kristen.

Trump dalam unggahan di Truth Social mengatakan bahwa ia telah “mendapat laporan tentang penembakan yang mengerikan” dan bahwa FBI “segera” berada di lokasi setelah insiden tersebut.

“Ini tampaknya merupakan serangan terarah lainnya terhadap orang Kristen di Amerika Serikat,” tulis Trump dalam unggahan itu. “Pemerintahan Trump akan terus memberi informasi kepada publik, seperti yang selalu kami lakukan. Sementara itu, BERDOALAH bagi para korban dan keluarga mereka.”

Presiden itu menambahkan dengan huruf kapital bahwa “epidemi kekerasan di negara kita harus segera diakhiri.”

Trump tampak merujuk pada sejumlah penembakan besar-besaran yang terjadi baru-baru ini, termasuk penembakan massal di sebuah gereja Katolik bulan lalu, pembunuhan komentator konservatif Charlie Kirk awal bulan ini, serta penembakan di gedung Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Dallas beberapa hari lalu yang menewaskan satu orang. Penembakan di sebuah marina di North Carolina pada Sabtu malam juga menewaskan tiga orang dan melukai delapan lainnya.

Ratusan orang berada di dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Grand Blanc Township ketika seorang pria berusia 40 tahun menabrakkan kendaraannya ke pintu depan, keluar dari mobil, lalu mulai menembak, kata Kepala Polisi William Renye kepada wartawan dalam konferensi pers.

Tersangka diduga juga membakar gereja tersebut, kata Renye. Api dan asap terlihat selama berjam-jam sebelum akhirnya berhasil dipadamkan. Tim penyelamat kemudian terlihat menyisir puing-puing bangunan.

“Kami meyakini akan menemukan korban tambahan setelah mencapai area yang terbakar,” ujar Renye.

Tersangka menggunakan senapan serbu dalam penembakan itu, tambah Renye.

Senapan serbu umumnya merujuk pada senjata api otomatis penuh (fully automatic) yang dapat dipilih mode tembakannya. Senjata mesin sendiri pada dasarnya dilarang sejak diberlakukannya Undang-Undang Perlindungan Pemilik Senjata Api tahun 1986, yang hanya memperbolehkan kepemilikan senjata mesin buatan sebelum 1986 bagi warga sipil, sehingga menjadi barang langka dan sangat mahal.

Polisi menyebutkan mereka belum memiliki motif jelas terkait kebakaran atau penembakan itu. Gereja tersebut, yang dikelilingi oleh area parkir dan halaman luas, berada di dekat kawasan perumahan dan balai Saksi Yehuwa.

Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, yang juga dikenal sebagai Gereja Mormon, menyatakan bahwa penembakan Minggu itu menyebabkan “banyak orang” terluka dalam “tindakan kekerasan yang tragis.”

“Gereja berkomunikasi dengan aparat penegak hukum setempat seiring berjalannya penyelidikan dan kami terus menerima pembaruan mengenai kondisi mereka yang terdampak,” kata juru bicara gereja, Doug Andersen. “Kami berterima kasih kepada para petugas darurat yang membantu korban dan keluarga mereka.”

“Tempat ibadah seharusnya menjadi tempat damai, doa, dan kebersamaan,” tambah Andersen.

Pejabat negara bagian maupun federal juga mengeluarkan pernyataan terkait penembakan tersebut, termasuk Direktur FBI Kash Patel dan Jaksa Agung Pam Bondi.

Patel, yang mengatakan pejabat FBI sedang menangani insiden itu, menulis di X bahwa “kekerasan di tempat ibadah adalah tindakan pengecut dan kriminal” serta menambahkan bahwa “doa kami bersama para korban dan keluarga mereka dalam tragedi mengerikan ini.”

“Kekerasan di tempat ibadah sungguh memilukan dan mengerikan,” tulis Bondi. “Mohon bergabunglah dengan saya dalam mendoakan para korban tragedi ini.” Ia menambahkan bahwa dirinya terus menerima laporan perkembangan kasus tersebut.

Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, dalam sebuah pernyataan menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas tanggap darurat yang hadir di lokasi serta menegaskan bahwa kekerasan di tempat ibadah “tidak dapat diterima.”

The Associated Press turut berkontribusi pada laporan ini.

Prancis Tinjau Kembali Kecelakaan AF447 yang Merenggut 228 Nyawa, Informasi Baru Terungkap

EtIndonesia. Pengadilan di Prancis telah melanjutkan kasus penerbangan AF447, yang jatuh 16 tahun lalu dan merenggut 228 nyawa, mengungkap detail baru tragedi tersebut, lapor Reuters.

Sidang baru telah dimulai di Prancis terhadap Air France dan Airbus terkait kecelakaan AF447 yang terjadi 16 tahun lalu. Pada tahun 2009, sebuah Airbus A330 yang terbang dari Rio de Janeiro ke Paris jatuh ke Samudra Atlantik, menewaskan seluruh 228 orang di dalamnya.

Pada tahun 2023, pengadilan Prancis membebaskan kedua perusahaan dari tuduhan pembunuhan tidak disengaja, karena tidak menemukan cukup bukti untuk menetapkan hubungan sebab akibat langsung antara tindakan mereka dan kecelakaan tersebut. Jaksa mengajukan banding atas keputusan tersebut, dan kini pengadilan banding telah memulai persidangan baru selama dua bulan, yang akan mencakup pemeriksaan bukti secara menyeluruh.

Setelah dua tahun mencari kotak hitam, para penyelidik menyimpulkan bahwa tragedi itu terjadi akibat tindakan kru yang salah setelah sensor kecepatan udara membeku. Pilot gagal merespons peringatan darurat dengan tepat, yang menyebabkan stall aerodinamis dan jatuhnya pesawat.

Investigasi juga menemukan bahwa Airbus menyadari adanya masalah pada sensor Pitot, yang mengukur kecepatan udara, tetapi bereaksi lambat. Di saat yang sama, Air France dikritik karena kurangnya pelatihan pilot untuk menangani keadaan darurat semacam itu.

Pengadilan sebelumnya mengidentifikasi beberapa kasus kelalaian oleh kedua perusahaan, empat oleh Airbus dan satu oleh Air France, tetapi memutuskan bahwa kasus-kasus tersebut tidak cukup untuk pertanggungjawaban pidana.

Jaksa penuntut bersikeras bahwa persidangan baru ini tidak hanya memiliki makna hukum tetapi juga simbolis. Mereka yakin proses ini akan memberikan efek katarsis bagi keluarga korban, yang telah mencari keadilan selama bertahun-tahun. Denda maksimum yang dapat dikenakan kepada kedua perusahaan jika terbukti bersalah adalah €225.000, tetapi kasus ini memiliki nilai preseden penting bagi penerbangan Prancis dan global.

Dalam sidang pertama, yang dimulai pada hari Senin pukul 13:30 waktu setempat, para eksekutif Airbus dan Air France-KLM diperkirakan akan memberikan kesaksian.

Yang diketahui tentang tragedi AF447

Pada tanggal 1 Juni 2009, sebuah Airbus A330-200 dengan penerbangan AF447 dari Rio de Janeiro, Brasil, menuju Paris, Prancis, jatuh di Samudra Atlantik utara sekitar pertengahan rute.

Seluruh 228 orang di dalamnya tewas.

Kecelakaan AF447 menjadi salah satu tragedi paling terkenal dalam sejarah penerbangan, yang menyebabkan perubahan standar pelatihan pilot dan peningkatan sistem keselamatan teknis di seluruh dunia. (yn)

TikTok Didenda Rp15 Miliar oleh KPPU Gara-gara Telat Laporkan Akuisisi Tokopedia

Jakarta, 29 September 2025 – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) resmi menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp15 miliar kepada TikTok Nusantara (SG) PTE. LTD. atas keterlambatan pelaporan notifikasi akuisisi mayoritas saham PT Tokopedia. Putusan ini dibacakan dalam sidang majelis komisi yang digelar hari ini di Kantor Pusat KPPU, Jakarta.

Akuisisi yang dilakukan TikTok tersebut membuat perusahaan singapura itu menguasai 75,01% saham Tokopedia, sementara sisanya, 24,99%, tetap dipegang oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Transaksi ini telah efektif secara hukum sejak 31 Januari 2024, sehingga batas akhir pemberitahuan kepada KPPU seharusnya dilakukan paling lambat 19 Maret 2024. Namun, TikTok terlambat melaporkan transaksi tersebut.

Dalam persidangan, TikTok Nusantara mengakui kelalaiannya, tidak menolak temuan KPPU, bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan, dan tidak memiliki catatan pelanggaran sebelumnya. Hal-hal tersebut menjadi pertimbangan meringankan yang mempengaruhi besaran denda yang dijatuhkan.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, KPPU menjatuhkan denda Rp15 miliar atas TikTok Nusantara (SG) PTE. LTD., yang wajib disetorkan ke kas negara dalam waktu 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap,” jelas pihak KPPU dalam pernyataannya.

Akuisisi Tokopedia oleh TikTok sebelumnya menjadi sorotan publik, seiring dengan kebijakan pemerintah yang melarang transaksi e-commerce dalam platform media sosial. Langkah akuisisi ini dinilai sebagai strategi TikTok untuk kembali masuk ke pasar e-commerce Indonesia dengan cara bermitra dengan Tokopedia, sekaligus memisahkan antara layanan media sosial dan niaga elektronik.

KPPU menegaskan bahwa kewajiban notifikasi atas transaksi akuisisi yang memenuhi ambang batas tertentu merupakan bentuk pengawasan untuk mencegah praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

TikTok diharapkan segera melunasi denda tersebut setelah putusan dianggap berkekuatan hukum tetap. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TikTok terkait putusan tersebut.

Marinir AS Berprestasi, Bertugas di Irak: Tentang Thomas Sanford, Pelaku Penembakan di Gereja Michigan

EtIndonesia. Pria yang menabrakkan kendaraannya ke pintu depan sebuah gereja Mormon di Michigan pada hari Minggu (28/9) dan menembaki jemaatnya telah diidentifikasi oleh polisi sebagai seorang pria berusia 40 tahun dari kota terdekat, Burton, yang memiliki karier gemilang sebagai Marinir AS. Pihak berwenang mengatakan mereka yakin tersangka penembakan, Thomas Jacob Sanford, telah sengaja membakar kapel Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir saat ratusan orang sedang berada di dalam untuk kebaktian.

Setidaknya empat orang tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. Polisi menembak mati tersangka, kata pihak berwenang.

Kepala Polisi, William Renye mengatakan kepada wartawan bahwa petugas menanggapi panggilan 911 dan tiba di gereja dalam waktu 30 detik dan membunuh penembak sekitar delapan menit kemudian, kata Renye. Setelah tersangka meninggalkan gereja, dua petugas mengejarnya dan “terlibat dalam baku tembak”.

Namun, kepala polisi tidak memberikan motif di balik serangan tersebut.

Tentang Tersangka Penembak

Mengutip catatan resmi, The New York Times melaporkan bahwa pria bersenjata itu lulus dari SMA terdekat pada tahun 2004. Pria yang juga dikenal dengan nama Jake ini bertugas di Marinir dari tahun 2004 hingga 2008.

Seorang juru bicara Korps Marinir AS mengatakan kepada NBC bahwa Sanford adalah seorang ‘mekanik otomotif organisasi’ sekaligus operator pemulihan kendaraan dan naik pangkat menjadi sersan selama masa tugasnya. Dia juga mendapatkan beberapa medali selama masa tugasnya, termasuk Medali Perilaku Baik Korps Marinir, Pita Penempatan Layanan Laut, Medali Kampanye Irak, Medali Layanan Perang Melawan Terorisme Global, dan Medali Layanan Pertahanan Nasional.

Dia dilaporkan ditugaskan ke Irak dari tahun 2007 hingga 2008, tetapi tugas terakhirnya adalah di Batalyon Pemeliharaan ke-2 Resimen Logistik Tempur 25 di Pangkalan Korps Marinir Lejeune di Carolina Utara, kata juru bicara tersebut.

Reaksi Terhadap Penembakan Gereja Michigan

Ryan Lopez, mantan teman sekelas tersangka penembakan di SMA, mengatakan kepada The New York Times bahwa dia masih berusaha mencerna berita tersebut. Dia mengatakan dia sering melihat Sanford di sekitar kota, dan tidak ada yang tampak aneh.

“Dia senang melihat saya, dia tampak biasa saja,” kata Lopez. Dia menambahkan bahwa Sanford adalah seorang pemburu angsa, kalkun, dan rusa yang rajin dan tampak seperti “anak desa” pada umumnya saat tumbuh dewasa.

Sanford menikah dengan teman SMA-nya pada tahun 2016, dan pasangan itu memiliki seorang putra berusia 10 tahun, menurut catatan pengadilan. Keluarganya belum merilis pernyataan apa pun hingga laporan ini diajukan.

Brad Schneemann, yang rumahnya sekitar 365 meter dari gereja, mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia dan putrinya mendengar “dua tembakan yang masing-masing terdiri dari empat hingga lima tembakan” sekitar pukul 10.30 pagi. “Lalu, kami benar-benar tidak mendengar apa pun untuk sementara waktu” sebelum mereka meninggalkan rumah untuk melihat apa yang terjadi.

Timothy Jones, 48, mengatakan keluarganya adalah bagian dari jemaat atau lingkungan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir lainnya yang berjarak sekitar 15 menit, tetapi anak-anaknya berada di lingkungan Grand Blanc Township pada Sabtu malam untuk menghadiri festival remaja musim gugur. Ia dan keluarganya pindah ke Flint dua tahun lalu, sebagian besar karena komunitas agama tersebut di daerah tersebut sangat kuat, katanya.

Penembakan Massal di AS

Ini adalah penembakan massal kedua di AS dalam waktu kurang dari 24 jam. Pada Sabtu malam, seorang pria di atas perahu menembaki kerumunan di Southport, Carolina Utara, menewaskan tiga orang dan melukai lima orang.

Presiden Donald Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa dia telah menerima pengarahan tentang penembakan di Michigan dan memuji FBI atas responsnya. Pihak berwenang setempat mengatakan FBI mengirimkan 100 agen ke Grand Blanc Township, sebuah komunitas berpenduduk sekitar 40.000 jiwa di luar Flint.

“DOAKAN para korban, dan keluarga mereka. EPIDEMI KEKERASAN DI NEGARA KITA INI HARUS SEGERA DIAKHIRI!” tulis Trump. (yn)

Zelenskyy Mengatakan Ukraina Mengupayakan Kesepakatan Senjata Jarak Jauh dengan AS

EtIndonesia. Ukraina siap untuk mengamankan kesepakatan tambahan dengan AS terkait pengiriman senjata, termasuk senjata jarak jauh, di samping perjanjian senilai 90 miliar dolar yang sudah ada, menurut Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Zelenskyy mengatakan dia tidak dapat membagikan detail lebih lanjut saat berbicara dengan para wartawan di Kyiv pada hari Sabtu. Ukraina saat ini mengandalkan kemampuan udara jarak jauhnya sendiri – terutama pesawat tanpa awak – untuk mencapai target militer dan energi yang seringkali berada jauh di dalam wilayah Rusia.

Delegasi Ukraina akan mengadakan pertemuan teknis di AS pada akhir bulan ini atau awal Oktober untuk implementasi praktis perjanjian pembelian senjata, kata Zelenskyy. Garis besar kesepakatan tersebut telah disepakati dengan Presiden AS, Donald Trump dalam sebuah pertemuan di sela-sela Sidang Umum PBB minggu ini, tambahnya.

Volodymyr Zelenskyy berbicara kepada awak media di Kantor Kepresidenan Ukraina di Kyiv pada 27 September.

Tim teknis dari Kyiv dan Washington juga akan mulai mengerjakan detail pembelian drone Ukraina oleh AS, kata Zelenskyy.

Secara terpisah, Perdana Menteri Yulia Svyrydenko akan bertemu dengan para pejabat di AS pada bulan Oktober untuk membahas potensi proyek Amerika di Ukraina sebagai bagian dari dana investasi bersama yang disepakati pada musim semi.

Zelenskyy juga mengatakan Ukraina sedang berbicara dengan negara-negara mitra tentang berbagi metode yang telah dikembangkan untuk melawan kawanan drone yang telah menjadi ciri invasi Rusia sejak 2022.

“Kami akan mengirimkan tim konsultan ke beberapa negara mengenai cara menangkal langkah-langkah tersebut. Beberapa negara akan mengirimkan perwakilan ke Ukraina untuk belajar,” kata Zelenskyy.

Yuliia Svyrydenko saat wawancara di Kyiv pada 20 Juli.

Ukraina menerima sistem pertahanan udara Patriot buatan AS dari Israel sebulan yang lalu, kata Zelenskyy. Dia memperkirakan akan menerima dua sistem lagi pada musim gugur, tambahnya, tanpa merinci dari mana peralatan tersebut akan berasal.

Menanggapi pelanggaran wilayah udara negara-negara perbatasan baru-baru ini oleh pesawat nirawak Rusia, Zelenskyy mengatakan bahwa pada 10 September, 92 UAV sedang menuju Polandia. Ukraina mencegat sebagian besar dari mereka, dengan 19 mencapai Polandia timur.

Secara terpisah, sebuah pesawat nirawak Hungaria terlihat di Ukraina minggu ini, menurut Zelenskyy, yang dibantah oleh militer Hungaria.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha mengunggah peta di situs media sosial X pada hari Sabtu, yang dia klaim menunjukkan rute yang dilalui oleh dugaan penerbangan pesawat nirawak pada hari Jumat. “Kami masih menunggu penjelasan Hungaria,” kata Sybiha. (yn)

Studi Kaitkan Minuman Manis dengan Penyebaran Kanker Kolorektal ke Bagian Tubuh Lain

“Pola makan sehari-hari tidak hanya berpengaruh terhadap risiko kanker, tetapi juga terhadap bagaimana penyakit itu berkembang setelah muncul,” kata peneliti utama dalam studi di Texas

Naveen Athrappully

Mengonsumsi minuman manis yang mengandung pemanis fruktosa dan glukosa dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal menyebar ke bagian tubuh lain, menurut sebuah studi yang ditinjau sejawat dan dipublikasikan pada 19 September di jurnal Nature Metabolism.

Dalam penelitian tersebut, peneliti memaparkan sel kanker kolorektal (CRC) pada kombinasi fruktosa dan glukosa, yang hampir meniru kondisi fisiologis akibat konsumsi minuman manis. Paparan ini ditemukan dapat meningkatkan “motilitas seluler dan potensi metastasis” sel CRC.

Motilitas seluler mengacu pada kemampuan sel—dalam hal ini sel kanker kolorektal—untuk berpindah dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Ini merupakan langkah kunci dalam penyebaran kanker di seluruh tubuh. Metastasis memiliki arti serupa, yaitu penyebaran sel kanker dari satu jaringan atau organ ke organ lain.

Peneliti menemukan bahwa ketika sel CRC menjadi lebih mobile, hal ini menyebabkan “penyebaran lebih cepat ke hati—lokasi paling umum metastasis kanker kolorektal,” menurut pernyataan pada 19 September dari University of Texas MD Anderson Cancer Center, yang memimpin penelitian ini.

Campuran glukosa-fruktosa “mengaktifkan enzim bernama sorbitol dehydrogenase (SORD), yang meningkatkan metabolisme glukosa dan memicu jalur kolesterol, sehingga mendorong terjadinya metastasis.”

Menghambat SORD memperlambat proses metastasis, bahkan dengan adanya campuran glukosa-fruktosa, sehingga membuka kemungkinan opsi pengobatan, kata pernyataan itu.

“Temuan kami menyoroti bahwa pola makan sehari-hari tidak hanya berpengaruh pada risiko kanker, tetapi juga terhadap perkembangan penyakit setelah muncul,” kata peneliti utama Jihye Yun dari Departemen Genetika pusat kanker tersebut.

“Meski temuan ini membutuhkan penelitian lebih lanjut, hasilnya menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi minuman manis, menargetkan SORD, atau memanfaatkan kembali statin dapat memberi manfaat bagi pasien kanker kolorektal.”

Statin adalah obat jantung yang digunakan untuk menghambat produksi kolesterol.

Penelitian ini mendapat dukungan dari Cancer Prevention and Research Institute of Texas, National Cancer Institute, Andrew Sabin Family Fellows Award, V Scholar Award, serta program Pew-Stewart Scholars for Cancer Research. Para penulis tidak menyatakan adanya konflik kepentingan.

Kanker Kolorektal pada Usia Muda

Kanker kolorektal, yang mencakup kanker usus besar dan rektum, merupakan penyebab kematian akibat kanker ketiga tertinggi pada pria di Amerika Serikat, menurut data dari American Cancer Society (ACS). Pada wanita, penyakit ini menempati urutan keempat.

Jika digabungkan antara pria dan wanita, kanker kolorektal adalah penyebab kematian akibat kanker kedua yang paling umum.

Pada 2025, ACS memperkirakan sekitar 107.320 kasus baru kanker usus besar dan sekitar 46.950 kasus baru kanker rektum di Amerika Serikat. Total kematian akibat kanker kolorektal tahun itu diperkirakan mencapai 52.900 orang.

“Tingkat orang yang didiagnosis dengan kanker usus besar atau rektum secara keseluruhan telah menurun sejak pertengahan 1980-an, terutama karena semakin banyak orang melakukan skrining dan mengubah faktor risiko gaya hidup. Dari 2012 hingga 2021, angka insiden menurun sekitar 1 persen setiap tahun,” kata ACS.

“Tetapi tren penurunan ini sebagian besar terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Pada orang di bawah usia 50 tahun, tingkat kasus justru meningkat 2,4 persen per tahun dari 2012 hingga 2021.”

Laporan American Medical Association pada 24 Juli juga menyebutkan semakin banyak orang muda yang didiagnosis kanker kolorektal, penyakit yang biasanya terkait dengan usia 50 tahun ke atas.

Pada Mei tahun lalu, sebuah studi yang dipresentasikan di Digestive Disease Week 2024 merinci angka kenaikan insiden kanker kolorektal antara 1999 dan 2020—peningkatan 500 persen pada kelompok usia 10–14 tahun; lonjakan 333 persen pada usia 15–19 tahun; kenaikan 185 persen pada usia 20–24 tahun; dan peningkatan 68 persen pada usia 25–29 tahun.

Studi tersebut menganalisis data dari basis data Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Menurut ACS, faktor risiko kanker kolorektal mencakup faktor yang dapat diubah, seperti gaya hidup, dan yang tidak dapat diubah.

Di antara faktor yang bisa diubah, risiko utama termasuk kelebihan berat badan, diabetes tipe 2, merokok, konsumsi alkohol, serta pola makan tertentu, seperti konsumsi daging merah atau daging olahan yang tinggi, dan memasak makanan pada suhu sangat tinggi.

Topan Bualoi Bergerak Menuju Vietnam Setelah Menyebabkan 20 Tewas di Philipina

EtIndonesia. Vietnam mengevakuasi ribuan orang dari provinsi-provinsi tengah dan utara pada hari Minggu (28/9) karena Topan Bualoi bergerak cepat menuju negara itu lebih cepat dari yang diperkirakan dan diperkirakan akan mendarat di kemudian hari.

Bualoi telah menewaskan sedikitnya 20 orang di Philipina tengah sejak Jumat, sebagian besar akibat tenggelam dan tertimpa pohon tumbang, serta memutus aliran listrik di beberapa kota, kata para pejabat. Badai tersebut memaksa sekitar 23.000 keluarga mengungsi ke lebih dari 1.400 tempat penampungan darurat.

Topan tersebut diperkirakan akan membawa angin berkecepatan hingga 133 km/jam (83 mph), gelombang badai lebih dari satu meter, dan hujan lebat yang dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor.

Badan Meteorologi Vietnam mengatakan Bualoi berada sekitar 200 kilometer di timur Vietnam tengah pada Minggu dini hari dan bergerak ke arah barat laut. Topan ini diperkirakan akan mendarat di antara Provinsi Quang Tri dan Nghe An.

Pihak berwenang mengandangkan kapal-kapal nelayan di wilayah utara dan tengah serta memerintahkan evakuasi. Media pemerintah melaporkan Da Nang berencana merelokasi lebih dari 210.000 orang, sementara Hue bersiap untuk memindahkan lebih dari 32.000 penduduk pesisir ke tempat yang lebih aman.

Otoritas Penerbangan Sipil mengatakan operasi dihentikan di empat bandara pesisir, termasuk Bandara Internasional Da Nang, dengan beberapa penerbangan dijadwal ulang.

Hujan deras telah mengguyur provinsi-provinsi tengah sejak Sabtu malam. Di Hue, banjir menggenangi jalan-jalan di dataran rendah, badai merobohkan atap-atap, dan setidaknya satu orang dilaporkan hilang setelah tersapu banjir.

Di provinsi tetangga, Quang Tri, sebuah kapal nelayan tenggelam dan satu lagi terdampar saat mencari perlindungan. Delapan orang telah diselamatkan sementara upaya sedang dilakukan untuk menyelamatkan tiga orang lainnya di laut, kata media pemerintah.

Para peramal cuaca memperingatkan hujan lebat lebih lanjut hingga 1 Oktober, yang meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di provinsi-provinsi utara dan tengah.

Bualoi adalah badai besar kedua yang mengancam Asia dalam seminggu. Topan Ragasa, salah satu topan terkuat yang melanda dalam beberapa tahun terakhir, menewaskan sedikitnya 28 orang di Philipina utara dan Taiwan sebelum mendarat di Tiongkok dan menghilang pada hari Kamis di Vietnam.

Pemanasan global membuat badai seperti Wipha lebih kuat dan lebih basah, menurut para ahli, karena lautan yang lebih hangat menyediakan lebih banyak bahan bakar bagi badai tropis, mendorong angin yang lebih kencang, curah hujan yang lebih tinggi, dan mengubah pola curah hujan di seluruh Asia Timur.(yn)