Jangan Pernah Meremehkan Orang yang Introvert

EtIndonesia. Seorang blogger @野生朱丽叶 membagikan kisahnya dengan tagar #Karena Introvert Saya Dipecat#. Dia mengaku orang yang pemalu saat baru kenal, tapi bisa sangat akrab ketika sudah dekat. Namun karena bekerja di industri jasa yang menuntut untuk cepat bergaul, bosnya mulai meragukan kemampuannya dan akhirnya memecatnya.

Sekilas, sifat introvert terlihat seperti “kutukan.” Namun, seorang netizen lain justru berbagi cerita bahwa dirinya juga introvert, tapi hanya dalam waktu 4 tahun berhasil naik jabatan hingga posisi wakil direktur.

Artinya, introvert bukanlah kesalahan. Justru bila bisa menggali kelebihannya, introvert bisa menjadi modal kemenangan.

1. Introvert: Tenang, Tidak Terburu-Buru, dan Lebih Fokus

Orang introvert cenderung tidak larut dalam hiruk-pikuk, sehingga lebih mampu menjaga fokus.

Contohnya aktor legendaris Tony Leung.

Dia pernah berkata: “Aku takut jadi pusat perhatian, berdiri di panggung selalu membuatku kikuk, tak tahu harus berbuat apa.”

Namun sifat inilah yang membuatnya bisa sangat fokus dalam akting.

·        Saat syuting Days of Being Wild, satu adegan dia ulang sampai 27 kali.

·        Untuk mendalami karakter Wei Xiaobao dalam Duke of Mount Deer , dia membaca novel aslinya 20 kali.

·        Demi The Grandmaster, dia belajar Wing Chun tiga tahun, bahkan sampai dua kali patah tulang.

Dia tidak sibuk dengan keramaian dunia hiburan, justru fokus membentuk setiap perannya dengan sempurna.

Hasilnya? Puluhan penghargaan aktor terbaik, menjadikannya salah satu aktor paling disegani di Asia.

Seperti kata Goethe: “Apapun pekerjaanmu, jika kau punya hati yang fokus, pasti akan ada pencapaian.”

2. Introvert: Pemikir yang Kreatif

Orang introvert juga dikenal sebagai pemikir mendalam.

Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple, adalah buktinya.

Sejak kecil dia pendiam dan lebih suka berkutat dengan elektronika. Saat orang lain sibuk bersosialisasi, dia menggambar sketsa komputer pribadi, merakit komponen, menulis program, hingga akhirnya menciptakan prototipe Apple pertama.

Dia berkata: “Bekerja sendiri memberiku ruang untuk merancang dan mengembangkan produk yang paling revolusioner.”

Introvert memang jarang menonjol di keramaian, tapi di ruang sunyi, mereka bisa melahirkan ide-ide besar yang mengubah dunia.

3. Introvert: Hemat Energi, Kuat dalam Kesendirian

Introvert tidak butuh keramaian untuk mengisi ulang energi. Mereka justru tumbuh dalam kesendirian.

Haruki Murakami adalah contohnya.

Dia tidak banyak bicara, bahkan pernah sebulan penuh nyaris tidak mengucapkan sepatah kata pun. Tapi justru dalam kesunyian itu, lahirlah karya-karya sastranya yang mendunia.

Rutinitasnya sederhana:

·        Bangun jam 4 pagi, menulis 5 jam,

·        Sore berlari atau berenang,

·        Malam membaca, mendengarkan musik, lalu tidur sebelum pukul 10.

Rutinitas sunyi itu membuat produktivitasnya luar biasa.

Introvert memang tidak mencari energi dari pesta atau keramaian. Mereka mendapatkan kekuatan dari ruang pribadi yang hening.

Penutup: Introvert, Sebuah Kekuatan yang Sering Diremehkan

Seperti kata Luo Yonghao: “Orang ekstrovert mungkin menggerakkan dunia, tapi orang introvertlah yang menciptakan dunia.”

Jadi, jika kamu seorang introvert:

·        Jangan takut karena tidak pandai bersosialisasi.

·        Jangan merasa rendah diri hanya karena diam.

Terimalah dirimu, temukan kelebihanmu: fokus, kreatif, dan nyaman dalam kesendirian.
Dari situlah lahir kekuatanmu.

Percayalah, masa depanmu akan bersinar dengan caramu sendiri.(jhn/yn)

(Edisi Khusus) Aliansi Retak: Rusia Cari Nafas di Beijing, Eropa Siap Kirim 200 Ribu Pasukan

EtIndonesia. Sebuah kunjungan diplomatik yang tampak rutin ternyata menyimpan makna yang jauh lebih serius. Ketua Duma Rusia, Vyacheslav Volodin, orang dekat Presiden Vladimir Putin, tiba di Beijing dengan delegasi besar berjumlah 13 orang. Secara resmi disebut sebagai “pertukaran parlemen”, namun di balik bahasa diplomatis itu tersembunyi sebuah misi penyelamatan mendesak: permintaan bantuan militer berskala besar.

Delegasi Jumbo: Bukan Sekadar Pertukaran Parlemen

Biasanya, kunjungan parlemen hanya melibatkan tiga hingga lima orang anggota. Namun kali ini, komposisi rombongan Rusia jauh berbeda: teknisi, negosiator, ahli anggaran, hingga koordinator risiko ikut serta.

Informasi bocor dari internal Moskow menyebut, Volodin membawa lebih dari 200 item daftar pembelian militer dari Tiongkok. Targetnya jelas:

  • Helikopter Z-20 untuk menggantikan armada Mi-28 yang banyak hancur,
  • mesin pesawat tempur,
  • sistem radar,
  • perangkat peperangan elektronik,
  • dan berbagai komponen vital lain yang kini sangat dibutuhkan Rusia di medan perang Ukraina.

Kekurangan logistik Rusia sudah pada titik kritis. Pasukan udara kehabisan stok, sementara cadangan suku cadang dan mesin hampir habis.

Pertemuan dengan Xi Jinping: Sinyal “Minta Tolong”

Hari pertama, Volodin bertemu dengan Ketua Kongres Rakyat Nasional, Zhao Leji. Namun puncaknya terjadi pada hari kedua, ketika Xi Jinping sendiri menerima Volodin secara langsung—sebuah sinyal jelas bahwa kunjungan ini bukan sekadar diplomasi simbolik.

Dalam pertemuan itu, Xi menekankan pentingnya kerja sama untuk “membela keamanan dan kepentingan pembangunan”.

  • Keamanan merujuk pada situasi Rusia yang tertekan di Ukraina.
  • Pembangunan mengacu pada ekonomi Rusia yang terisolasi akibat sanksi Barat.

Xi bahkan menyinggung kerja sama lembaga legislatif—kode diplomatik yang diyakini berkaitan dengan upaya membuat kerangka hukum agar transaksi bisa menghindari sanksi Barat, termasuk penggunaan yuan sebagai alat pembayaran.

Mengapa Rusia Panik?

Krisis di medan tempur menjadi alasan utama. Pada akhir musim panas 2025, Ukraina berhasil melancarkan serangan besar di Kherson dan Zaporizhzhia, menembus garis pertahanan dan mengancam jalur suplai Rusia.

Data OSINT (Open Source Intelligence) menunjukkan:

  • Kerugian peralatan Rusia mencapai level tertinggi sejak perang dimulai.
  • Stok amunisi dan kendaraan tempur semakin menipis.
  • Serangan presisi Ukraina melumpuhkan jalur logistik.

Situasi ini mempersempit opsi Putin. Dukungan Beijing bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak sebelum garis depan benar-benar runtuh.

Barat Membalas: Ultimatum dari Gedung Putih

Pada saat bersamaan, Washington dan Eropa membaca peluang. Pertemuan di Gedung Putih antara Donald Trump, Volodymyr Zelenskyy, dan para pemimpin inti Eropa berakhir tanpa pernyataan bersama—hal yang sangat jarang terjadi.

Menurut sumber diplomatik, Eropa membawa ultimatum keras:

  • Rusia boleh mempertahankan Donetsk dan Luhansk,
  • tetapi harus mundur tanpa syarat dari Kherson dan Zaporizhzhia.

Eropa juga menyiapkan tiga langkah besar:

  1. Resolusi PBB untuk mengirim 200 ribu pasukan penjaga perdamaian, didominasi Inggris, Prancis, dan Jerman.
  2. Buffer zone di Kherson dan Zaporizhzhia yang diperlakukan sebagai perbatasan Uni Eropa.
  3. Penempatan permanen pasukan Eropa di Ukraina, menjadikannya anggota de facto aliansi pertahanan Eropa.

Pesan tersiratnya jelas: siapa pun yang menghalangi akan berhadapan langsung dengan kekuatan tempur Eropa.

Kartu Truf Eropa: Nuklir & Pertahanan Udara

Keberanian Eropa muncul karena dua faktor utama:

  • Senjata nuklir: Inggris dan Prancis memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir independen dari AS.
  • Sistem pertahanan udara: Eropa Timur kini memiliki jaringan anti-rudal yang sangat rapat, bahkan melampaui beberapa aspek sistem pertahanan AS.

Dengan kekuatan ini, Eropa merasa cukup percaya diri untuk bergerak tanpa harus menunggu Washington.

Korea Utara: Panik Karena Efek Domino

Kekhawatiran justru datang dari Pyongyang. Jika Rusia jatuh, Korea Utara kehilangan pemasok minyak dan pangan utama. Data internasional menunjukkan lebih dari 1 juta barel minyak Rusia telah masuk ke Korea Utara sepanjang tahun terakhir—melanggar sanksi PBB.

Sejak pertengahan Agustus, Pyongyang meningkatkan intensitas uji coba rudal: dari rudal jelajah rendah, sistem pertahanan udara, hingga rudal balistik jarak menengah. Beberapa uji coba bahkan mencapai ketinggian 35 km, mendekati kemampuan anti-satelit.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat. Pada 22 Agustus, insiden di DMZ hampir memicu bentrokan langsung ketika tentara Korut mendekati garis demarkasi dan ditembaki peringatan oleh Korsel.

Posisi Beijing: Menolong, Tapi Tidak Membiarkan Menang

Pertanyaan besar: apakah Tiongkok benar-benar akan menjual helikopter Z-20 atau sistem senjata utama lain ke Rusia?

Jawabannya kemungkinan besar tidak. Strategi Beijing adalah menolong secukupnya, tapi tidak membiarkan Rusia menang total.

  • Jika Rusia menang besar, Tiongkok sulit menguasai Siberia dan Timur Jauh.
  • Jika Rusia kalah, Tiongkok kehilangan sekutu strategis.

Dengan strategi ini, Beijing menjaga Rusia tetap hidup, tapi dalam posisi lemah dan bergantung.

Kesimpulan: Perhitungan Rumit Tiga Pihak

  1. Rusia datang ke Beijing bukan untuk berdiplomasi, melainkan untuk menyelamatkan diri.
  2. Eropa melihat peluang emas untuk memaksakan solusi, bahkan siap mengerahkan pasukan besar.
  3. Korea Utara panik karena takut kehilangan suplai vital, sehingga berusaha membuka front kedua.
  4. Tiongkok memainkan strategi ganda: membantu Rusia agar tidak runtuh, tetapi memastikan Moskow tidak benar-benar menang.

Pada akhirnya, Beijing memperlakukan aliansi ini bukan sebagai kapal induk sekutu, melainkan sekadar perahu penyelamat untuk dirinya sendiri.

Logika Tiongkok sederhana:

  • Rusia boleh ditolong, tapi tidak boleh menang.
  • Korea Utara boleh disokong, tapi tidak akan diikuti dalam kegilaan.
  • Jika perang melebar, Beijing akan menjadi pihak pertama yang melompat keluar.

(***)

Video: Obrolan 50 Menit Pilot dengan Teknisi, Sebelum Jet Tempur F-35 Terjun Bebas

EtIndonesia. Seorang pilot F-35 Angkatan Udara AS terpaksa melontarkan diri dari jet tempur setelah menghabiskan 50 menit melakukan panggilan konferensi di udara dengan para teknisi, mencoba menyelesaikan kerusakan kritis sebelum pesawat jatuh di landasan pacu Alaska.

Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan jet tersebut berputar menuju landasan pacu awal tahun ini sebelum terbakar. Pilot terlihat melayang dengan selamat ke darat menggunakan parasut.

Es di saluran hidrolik hidung dan roda pendaratan utama menyebabkan kecelakaan karena mencegah pendaratan yang semestinya, menurut laporan yang diperoleh CNN. Setelah lepas landas, pilot mencoba menarik kembali roda pendaratan tetapi gagal. Ketika menurunkannya kembali, roda pendaratan hidung terkunci di sudut kiri.

Saat pilot mencoba memperbaiki masalah tersebut, jet tersebut bereaksi seolah-olah berada di darat. Dia kemudian bergabung dalam panggilan telepon dengan lima teknisi Lockheed Martin saat terbang di dekat pangkalan, menghabiskan hampir satu jam untuk memecahkan masalah tersebut.

Pilot mencoba dua pendaratan darurat untuk meluruskan roda pendaratan yang macet, tetapi keduanya gagal, sehingga roda pendaratan membeku sepenuhnya.

Sensor jet menunjukkan bahwa pesawat berada di darat, membuat pesawat “tidak terkendali” dan memaksa pilot untuk melontarkan diri.

Inspeksi Angkatan Udara menemukan bahwa sepertiga cairan hidrolik di roda pendaratan utama hidung dan kanan berisi air. Sembilan hari kemudian, masalah “lapisan es hidrolik” serupa terjadi di pangkalan yang sama, meskipun jet tersebut mendarat dengan selamat. Kecelakaan itu terjadi pada suhu -18 derajat Celcius.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa “pengambilan keputusan kru, termasuk mereka yang melakukan panggilan konferensi dalam penerbangan,” dan “pengawasan yang tidak memadai terhadap program bahan berbahaya” berkontribusi terhadap insiden tersebut.

Program F-35 Lockheed Martin telah menghadapi kritik karena jalan pintas produksi dan biaya tinggi. Harga jet tersebut turun dari sekitar 135,8 juta dolar pada tahun 2021 menjadi 81 juta dolar pada tahun 2024 berdasarkan kesepakatan awal dengan Departemen Pertahanan AS.

Program F-35 diproyeksikan akan berlanjut hingga tahun 2088, dengan total biaya diperkirakan melebihi 2 triliun dolar, menurut Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS. (yn)

Cara Hidup Terbaik di Usia Paruh Kedua

EtIndonesia. Waktu berjalan cepat, tahun demi tahun berlalu tanpa terasa. Kita sudah sampai di “tengah perjalanan” hidup.  Di sepanjang jalan, sudah merasakan dingin dan hangatnya dunia, perpisahan dan pertemuan, manis dan pahitnya pengalaman. Pernah berada di puncak, pernah pula jatuh di lembah, dan kini kita belajar untuk menoleh ke belakang dengan senyum—seraya melangkah mantap ke depan.

Mungkin masa lalu tidak selalu berjalan sesuai harapan, tapi itu sudah lewat. Yang penting adalah bagaimana kita menjalani sisa perjalanan, agar lebih tenang, lebih bijaksana, dan lebih bahagia.

1. Belajarlah untuk Diam

Kadang kita disalahpahami, tapi tak perlu repot membela diri. Tidak semua benar dan salah bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Orang bijak tahu kapan harus diam—sebab diam kadang lebih kuat daripada seribu perdebatan.

Hiduplah sederhana, tak perlu pamer, tak perlu mencari pengakuan. Orang yang benar-benar kuat adalah mereka yang diam-diam menang.

2. Kembalilah pada Ketenteraman

Semakin bertambah usia, kita semakin menyukai ketenangan. Tak lagi sibuk mengejar nama besar atau kemewahan semu.

Yang kita butuhkan hanyalah hati yang damai, tubuh yang sehat, dan jiwa yang bahagia.

Paruh kedua hidup seharusnya bukan untuk memburu, tapi untuk merawat diri.

3. Belajarlah untuk Mengalah

Beda pendapat dengan anak, tersinggung oleh sahabat—itu hal biasa. Kadang lebih baik kita menunduk sebentar, meminta maaf, lalu melanjutkan hidup dengan hati yang ringan. Bahkan dengan pekerjaan rumah sederhana seperti mengepel lantai, kita bisa menemukan kedamaian batin.

Mengalah bukan berarti kalah, tapi tanda kebijaksanaan.

4. Jangan Lagi Berkata: “Andai Waktu Bisa Diulang”

Hidup adalah jalan panjang dengan banyak persimpangan. Setiap pilihan yang sudah diambil, tak ada yang benar-benar salah atau benar.

Jangan biarkan masa lalu mengikat langkah kita. Setiap keputusan adalah bagian dari karya hidup kita yang unik.

5. Teruslah Belajar

Usia boleh bertambah, tapi semangat belajar jangan padam. Membaca, menulis, melukis, menyanyi, menari, atau bahkan sekadar mendengarkan musik—semua itu menjaga kita tetap segar dan tidak tertinggal oleh zaman.

 Selama kita tak menyerah pada usia, usia pun tak bisa mengalahkan kita.

6. Tetaplah Sederhana dan Tulus

Kesederhanaan di usia matang bukan kelemahan, tapi anugerah. Menikmati makanan dengan rasa syukur, tertawa tulus bersama teman, atau berjalan pagi dengan tenang—itulah kebahagiaan sejati.

 Tetaplah seperti anak muda yang polos dan bersih hatinya, meski dunia terus berubah.

7. Sesekali “Bersikap Biasa”

Hidup jangan terlalu kaku. Kalau ingin makan enak, makanlah. Kalau ingin bersantai, bersantailah.

Kebahagiaan bukan hanya pada cita-cita besar, tapi juga pada hal-hal sederhana: nasi hangat, tawa keluarga, dan waktu bersama orang tersayang.

8. Tetaplah Merawat Diri

Jangan berhenti mencintai keindahan hanya karena usia. Berpakaian rapi, berdandan pantas, menjaga penampilan—itu bukan untuk orang lain, tapi untuk menghormati diri sendiri.

Ingatlah, waktu bisa membuat rambut memutih, tapi tak bisa menghapus kecantikan jiwa.

9. Belajarlah untuk “Sedikit Lupa”

Ada kalanya kita pura-pura tidak tahu, pura-pura tidak dengar. Jangan simpan semua luka, jangan hitung semua salah.

Kadang “berpura-pura bodoh” adalah cara hidup paling cerdas, karena bisa menjaga kedamaian hati dan hubungan.

10. Rajinlah Memberi Doa dan Berkat untuk Orang Lain

Apa yang kita berikan pada orang lain, suatu hari akan kembali pada diri kita. Mendoakan kebaikan untuk orang lain bukanlah kehilangan, justru akan membuat hidup kita semakin hangat dan penuh cahaya.

Penutup

Hidup di paruh kedua bukan lagi tentang berlari cepat, melainkan tentang berjalan tenang dengan hati damai.

·        Diam lebih banyak, hati lebih tenteram.

·        Mengalah lebih sering, hidup lebih ringan.

·        Belajar terus, jiwa tetap segar.

·        Sederhana, tulus, dan penuh cinta—itulah puncak kebahagiaan.

Semoga sisa perjalanan kita diisi dengan kesehatan, kedamaian, dan senyuman yang tulus. (jhn/yn)

Israel Serang Gedung Militer di Dekat Damaskus, Menewaskan 6 Tentara Suriah

EtIndonesia. Pasukan darat Israel melakukan serangan udara di sebuah lokasi di Suriah dekat Kisweh, di luar Damaskus, yang telah menjadi sasaran serangan udara dua hari sebelumnya, menurut media pemerintah Suriah.

Serangan awal terjadi pada hari Selasa (26/8), dilaporkan menewaskan enam tentara Suriah, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Suriah. Kantor berita pemerintah SANA melaporkan pengeboman susulan pada hari Rabu (27 Agustus).

SANA mengutip sumber pemerintah yang mengungkapkan bahwa tentara menemukan “alat pengintai dan penyadapan” di lokasi tersebut sebelum serangan hari Selasa.

Seorang pejabat pertahanan anonim mengatakan kepada AFP bahwa lokasi tersebut adalah bekas pangkalan militer Suriah di Tal Maneh, dekat Kisweh. Setelah serangan kedua, SANA menyatakan bahwa pasukan Israel diterbangkan ke daerah tersebut untuk melakukan serangan udara, meskipun rinciannya masih belum jelas di tengah penerbangan pengintaian yang sedang berlangsung.

Israel telah melancarkan sejumlah serangan udara di Suriah sejak jatuhnya rezim tersebut dan telah menguasai sebagian besar zona demiliterisasi yang dipantau PBB di sepanjang garis gencatan senjata Suriah-Israel.

Persenjataan Hizbullah dilaporkan di lokasi

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, yang memantau zona konflik melalui kontak lokal, mengindikasikan bahwa lokasi tersebut menyimpan senjata yang terkait dengan Hizbullah, milisi Lebanon yang didukung Iran dan sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Observatorium tersebut menggambarkan serangan itu sebagai operasi darat Israel pertama dari jenisnya sejak jatuhnya Assad dalam serangan pemberontak pada bulan Desember.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk serangan pesawat tak berawak di pinggiran Kota Kisweh, menyatakan bahwa serangan tersebut mengakibatkan tewasnya delapan tentara.
Kementerian tersebut menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran berat hukum internasional” dan “pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan integritas teritorial (Suriah).” Kementerian tersebut menuduh Israel terus-menerus menjalankan kebijakan agresif yang bertujuan untuk mengganggu stabilitas kawasan.

Keterlibatan Israel di Suriah setelah jatuhnya Assad

Kekerasan baru-baru ini di Provinsi Sweida, Suriah, bermula ketika anggota suku Badui mendirikan pos pemeriksaan dan diduga merampok seorang pria Druze. Insiden ini memicu siklus penculikan dan serangan balasan antara suku Badui dan kelompok bersenjata Druze.

Pasukan pemerintah berusaha melakukan intervensi tetapi dianggap berpihak pada Badui, yang menyebabkan ketegangan dengan faksi-faksi Druze. Masuknya militer Suriah ke wilayah Druze menimbulkan kekhawatiran akan penargetan minoritas, terutama mengingat trauma masa lalu seperti serangan ISIS tahun 2018 terhadap komunitas Druze, yang menewaskan dan menculik banyak orang.
Israel melakukan intervensi terutama untuk mencegah kelompok militan beroperasi di dekat perbatasan utaranya dan untuk melindungi populasi Druze di Suriah karena hubungan yang kuat dengan komunitas Druze di Israel.

Dengan alasan keamanan, Israel memberlakukan zona demiliterisasi yang dideklarasikan sendiri di Suriah selatan dan melancarkan beberapa serangan udara. Meskipun AS berupaya menengahi perdamaian melalui Perjanjian Abraham dan terlibat dengan Pemerintah Suriah, Israel tetap waspada terhadap kepemimpinan baru di bawah al-Sharaa dan telah memperluas kehadirannya di wilayah Suriah sejak jatuhnya Assad. (yn)

10 Hal yang Sebaiknya Disimpan Rapat-rapat — Biarkan Membusuk di Perut, Jangan Pernah Diucapkan

EtIndonesia. Kenapa ada orang yang selalu bisa menempatkan diri dengan baik, sementara ada yang ke mana pun pergi selalu terbentur masalah?  Jawabannya sering kali ada pada kata-kata yang tidak seharusnya keluar dari mulut.

Dalam dunia orang dewasa, menahan diri untuk tidak bicara justru lebih penting daripada pandai bicara. Orang yang benar-benar cerdas paham betul, ada hal-hal yang harus dikubur dalam diam.

1. Masalah Keluarga

“Aib keluarga jangan diumbar keluar.”

 Konflik rumah tangga tidak akan selesai kalau diumbar pada orang luar—justru bisa jadi bahan gosip, menambah rumit keadaan.

Keluarga tempatnya kasih sayang, bukan ajang debat. Masalah rumah, sebaiknya diselesaikan di dalam rumah.

2. Cara Kamu Menghasilkan Uang

Ada pepatah lama: “Jangan pamer harta, jangan tunjukkan sumber rezeki.”

Kalau menemukan peluang bagus, cukup jalani diam-diam. Cerita ke orang justru bisa mendatangkan pesaing, iri hati, bahkan masalah.

Rezeki yang nyata itu lahir dari kerja diam-diam, hasil yang berbicara.

3. Kekurangan Fisik

Menerima diri itu penting, tapi menjadikan kekurangan tubuh sebagai bahan cerita tak ada gunanya.

 Alih-alih mendapat simpati, justru memperkuat perasaan minder.

Fokuslah pada kelebihan yang membuatmu unik, bukan pada kekurangan.

4. Rencana yang Belum Jadi

Ada ungkapan kuno: “Rahasia membawa keberhasilan, ucapan bisa membawa kegagalan.”

Kalau sesuatu belum tercapai, jangan buru-buru diumbar. Bisa bikin energi buyar, bahkan memancing gangguan.

Simpan dulu, kerjakan sampai matang. Biarkan hasil yang nanti bicara.

5. Rahasia Orang Lain

Menyebarkan privasi orang lain hanya akan melukai mereka, sekaligus menghancurkan reputasimu sendiri.

Di era banjir informasi, orang yang bisa menjaga rahasia adalah sosok paling berharga.

6. Hubungan atau Koneksi Keluarga

Membanggakan “kenalan orang dalam” hanya membuatmu tampak dangkal. Malah bisa menjerumuskan keluargamu ke masalah.

Rendah hati itu kekuatan. Bangun reputasi dengan kerja, bukan dengan koneksi.

7. Keuntungan dari Klien atau Relasi

Kalau ada klien memberi keringanan atau bonus khusus, simpanlah itu.

Menyebarkannya justru menghancurkan kepercayaan dan profesionalismemu.

Kepercayaan lebih mahal daripada uang. Sekali hilang, sulit kembali.

8. Jumlah Tabungan

Berapapun tabunganmu, itu urusan pribadi. Cerita sedikit bisa diremehkan, cerita banyak bisa menimbulkan iri, atau malah dimintai bantuan.

Rasa aman sejati datang dari hati yang tenang, bukan dari angka di rekening.

9. Permintaan Rahasia dari Orang yang Membantumu

Kalau seseorang percaya padamu dengan sebuah rahasia, jagalah seperti harta karun.

Mengkhianati kepercayaan itu berarti merusak martabatmu sendiri.

10. Rencana Pembagian Harta

Soal warisan atau pembagian harta adalah ujian terbesar manusia.

Mengumbar terlalu dini bisa menimbulkan pertengkaran dalam keluarga.

Lebih bijak jika direncanakan dengan tenang, dilaksanakan tepat waktu, tanpa banyak bicara.

Penutup

Diam bukan berarti lemah, melainkan tanda kebijaksanaan. Menjaga rahasia bukan picik, tapi bagian dari etika hidup.

Di zaman ketika semua orang sibuk bicara, justru mereka yang tahu apa yang harus disimpan di dalam hati akan hidup lebih terasa nyaman, lebih elegan, dan terhindar dari masalah yang tidak perlu.

Ingatlah: menjaga mulut (Tidak asal bicara), sama artinya menjaga ketenangan hidup.(jhn/yn)

Setidaknya 4 Orang Tewas, Lebih dari 20 Orang Terluka Setelah Rusia Melancarkan Serangan Rudal dan Pesawat Nirawak ke Ukraina

EtIndonesia. Setidaknya empat orang tewas dan lebih dari 20 orang terluka setelah Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak dan rudal semalam di ibu kota Ukraina, Kyiv, kata para pejabat. Rudal dan pesawat nirawak tersebut meledak di kota tersebut pada Kamis (28/8) dini hari, menerangi langit dengan asap. Serangan tersebut juga merusak dan menghancurkan bangunan-bangunan di beberapa distrik kota.

Menurut laporan Al Jazeera, serangan Rusia tersebut merupakan serangan kolektif besar pertama yang menyerang Ukraina sejak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Alaska pada awal bulan ini untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung.

Kepala administrasi militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan, mengutip informasi awal, bahwa seorang gadis berusia 14 tahun termasuk di antara mereka yang tewas. Dia menambahkan bahwa sebuah bangunan tempat tinggal lima lantai di distrik Darnytskyi di kota tersebut terkena langsung oleh pesawat nirawak dan rudal.

“Semuanya hancur,” kata Tkachenko.

Jumlah korban kemungkinan akan meningkat.

“Malam ini, Kyiv diserang secara besar-besaran oleh negara teroris Rusia,” tambahnya.

Kyiv Independent, sebuah media lokal, mengonfirmasi bahwa setidaknya empat orang tewas, dan jumlah korban kemungkinan akan meningkat.

Sementara itu, serangan lain di ibu kota nasional Ukraina meninggalkan jalan utama yang dipenuhi pecahan kaca. Tim penyelamat juga bekerja keras untuk mengevakuasi semua orang yang terjebak di bawah reruntuhan di 20 lokasi terdampak di kota tersebut.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, juga menyatakannya sebagai “serangan besar-besaran” oleh Rusia, menambahkan bahwa dua anak termasuk di antara mereka yang terluka.

Serangan terhadap Ukraina ini menyusul upaya Presiden AS, Trump yang gagal membujuk Putin untuk menghentikan perang di Ukraina, sementara Moskow dan Kyiv terus saling tuduh atas kebuntuan dalam negosiasi perdamaian. (yn)

Tujuh Kebiasaan yang Mudah Mendatangkan Masalah, Sebaiknya Dihindari

EtIndonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan berbagai macam orang. Ada sebagian orang yang perilakunya justru membuat mereka lebih mudah mengundang masalah, bahkan menimbulkan gangguan bagi orang-orang di sekitarnya.

Berikut adalah tujuh kebiasaan yang perlu diwaspadai dan sebaiknya kita jaga jarak darinya:

1. Suka Ikut Campur Urusan Orang

Orang tipe ini gemar mencampuri urusan orang lain, baik yang besar maupun kecil. Mereka merasa punya kewajiban untuk membantu, tetapi sering kali justru membuat keadaan semakin rumit. Akhirnya, bukan saja orang lain yang terganggu, mereka sendiri pun terjebak masalah yang tidak perlu.

2. Suka Bergosip

Tipe ini senang membicarakan orang lain di belakang, menyebarkan kabar yang belum tentu benar. Biasanya hanya berdasarkan asumsi pribadi, bukan fakta. Kebiasaan ini dapat melukai perasaan orang lain dan merusak hubungan sosial.

3. Suka Mengambil Keuntungan Kecil

Mereka selalu berusaha mencari celah untuk mendapatkan keuntungan, baik secara materi maupun non-materi. Meski kecil, sikap ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman. Bahkan demi sedikit keuntungan, mereka bisa merugikan orang lain, sehingga nama baiknya ikut tercemar.

4. Suka Pamer dan Cari Perhatian

Orang seperti ini ingin selalu jadi pusat perhatian. Demi tampil menonjol, kadang mereka melakukan hal-hal yang tidak pantas, yang akhirnya justru melukai orang lain. Alih-alih dihormati, sikap ini malah membuatnya dibenci dan merusak reputasi.

5. Mudah Marah

Emosi mereka tidak stabil. Hanya karena masalah sepele, mereka bisa meledak dan melukai perasaan orang di sekitarnya. Kebiasaan ini membuat orang lain enggan mendekat, dan tentu saja, merusak citra dirinya sendiri.

6. Suka Berbohong

Baik bohong kecil maupun besar, orang seperti ini terbiasa memelintir kenyataan. Mereka menggunakan kebohongan untuk mencapai tujuan pribadi. Namun sekali kepercayaan rusak, sulit untuk dipulihkan. Akhirnya, bukan hanya orang lain yang dirugikan, reputasinya pun hancur.

7. Suka Mengeluh

Orang ini selalu punya alasan untuk tidak puas—tentang hidup, pekerjaan, atau hal-hal kecil sehari-hari. Keluhan mereka sering dilampiaskan kepada orang sekitar, membuat suasana hati orang lain ikut buruk. Lama-lama, orang pun menjauh karena merasa energi mereka terkuras.

Penutup

Ketujuh kebiasaan di atas adalah sumber masalah dalam pergaulan. Jika kita menjumpai orang dengan sifat demikian, sebaiknya menjaga jarak dengan bijak.

Di sisi lain, kita sendiri juga harus berhati-hati agar tidak terjebak pada kebiasaan serupa. Dengan menjaga sikap, menghormati orang lain, dan berusaha memahami perasaan mereka, kita bisa menciptakan hubungan yang lebih sehat dan harmonis.(jhn/yn)

Terkadang, Takhayul Bisa Membantu Kita Menghadapi Masalah

EtIndonesia. Dunia ini bukanlah tempat yang serba hitam-putih atau mutlak benar-salah. Banyak hal tidak bisa dibagi hanya menjadi baik atau buruk. Sesuatu yang terlihat buruk pun bisa memiliki sisi baiknya, tergantung dari sudut pandang kita.

Kalau kita selalu bersikeras mencari benar dan salah secara mutlak, pada akhirnya hanya akan membuat diri kita bingung dan kehilangan arah.

Kisah Sang Jenderal dan Seratus Koin

Dahulu kala, ada seorang jenderal yang akan memimpin pasukannya berperang. Di daerah itu, masyarakat sangat percaya pada praktik perdukunan. Maka, sebelum berangkat, jenderal tersebut mengumpulkan para prajurit untuk melakukan ritual ramalan di depan umum.

Da mengangkat 100 keping uang logam ke langit, lalu berseru:“Jika perang ini ditakdirkan membawa kemenangan besar, biarlah 100 keping uang ini jatuh dengan sisi depan menghadap ke atas!”

Mendengar itu, banyak orang mencoba menghentikannya, khawatir jika hasil ramalan buruk, maka semangat pasukan akan runtuh. Tapi sang jenderal tidak menghiraukan mereka, lalu melemparkan koin-koin itu ke udara.

Ajaibnya, seratus koin itu semuanya jatuh dengan sisi depan di atas. Prajurit pun bersorak, semangat juang langsung membara, dan semua percaya kemenangan ada di depan mata.

Jenderal pun berkata: “Bagus! Segera paku 100 koin ini ke tanah. Nanti saat kita menang dan pulang, kita akan mencabutnya kembali untuk dipersembahkan kepada langit.”

Akhirnya, dengan semangat luar biasa, pasukan memenangkan perang dengan cepat. Setelah kembali dengan kemenangan, mereka mencabut koin-koin itu, dan barulah semua menyadari—ternyata kedua sisi koin memang sama saja!

Nilai Positif dari “Takhayul”

Banyak orang memandang remeh tradisi atau takhayul. Misalnya, perusahaan yang rutin mengadakan ritual sembahyang setiap bulan, atau kebiasaan menaruh camilan “Guaiguai” di dekat mesin agar tidak rusak. Sekilas memang terlihat tidak masuk akal.

Namun, jika dilihat dari sisi lain, selama tidak dilakukan secara berlebihan, takhayul juga punya nilai kebermanfaatan. Ia bisa menjadi sarana untuk menenangkan hati, menumbuhkan keyakinan, dan memperkuat semangat. Dengan begitu, kadang ia justru bisa membuka jalan menuju keberhasilan.

Hidup Selalu Punya Dua Sisi

Hidup bukan hanya soal masa-masa indah penuh keberuntungan, tetapi juga penuh tantangan dan kesulitan. Namun, baik dalam suka maupun duka, yang terpenting adalah kondisi hati kita.

Jika hati kita terjaga dengan baik, penuh keyakinan dan ketenangan, maka kita akan lebih berani menghadapi rintangan apa pun. Dan kadang, “takhayul” sederhana bisa menjadi sarana kecil yang membantu kita menjaga keyakinan itu.(jhn/yn)

Meski Harus Kembali Dari Titik Nol: Iwan Sunito dan Transformasi Spiritual-Sosok Pengusaha Diaspora Indonesia yang Sukses di Australia

Sydney, Australia – Nama Iwan Sunito telah menjadi legenda di dunia properti Australia. Diaspora Indonesia pertama yang meraih penghargaan EY Entrepreneur of the Year dan Urban Taskforce Property Person of the Year ini justru menemukan puncak kesuksesan setelah melewati lembah kelam pecah kongsi yang menghancurkan mahakarya 25 tahun-nya, Crown Group. Kini, melalui One Global Capital, Sunito membangun kerajaan baru yang tidak hanya lebih kuat secara finansial, tetapi juga lebih resilien secara spiritual.

“Masalah likuidasi ini memang melelahkan dimana mengeluarkan banyak biaya untuk pihak lain. Namun karena tidak ada itikad baik dari pihak lawan jadi ya berlanjut.”

Perjalanan Sunito dimulai sebagai seorang arsitek lulusan University of New South Wales. Pada 1996, bersama rekannya Paul Sathio, ia mendirikan Crown Group yang berkembang menjadi pengembang properti ternama dengan portofolio senilai miliaran dolar. Prestasi gemilangnya termasuk pengembangan proyek-proyek ikonik seperti Skye by Crown Group dan Infinity by Crown Group di Sydney.

Pecah Kongsi

Konflik dengan mitra bisnisnya di Crown Group menjadi ujian terberat dalam perjalanan karier Sunito. “Saya sudah melihat gejala ini 7 tahun sebelumnya. Tapi loyalitas membuat saya sulit keluar,” tuturnya dengan nada berat.

Krisis memuncak ketika audit keuangan menunjukkan anomaly mencolok: biaya operasional melonjak dua kali lipat tanpa penjelasan transparan. “Saya tidak bisa mengakses data, padahal sebagai co-founder seharusnya saya punya hak.” Upaya damai yang ditawarkan Sunito ditolak, memaksa penyelesaian melalui jalur hukum yang melelahkan.

Perang di pengadilan berlangsung tiga tahun dengan 7 putusan—semua dimenangkan Sunito. “Ini bukan kemenangan yang membanggakan. Yang saya pelajari: cara damai selalu lebih baik daripada perang,” tegasnya.

Kekuatan Spiritual: Fondasi Kebangkitan

Di tengah keterpurukan, Sunito menemukan perspektif baru tentang makna kesuksesan sejati. Istrinya menjadi sumber kekuatan utama: “Saya merasa diberkati karena ikut terberkati oleh kesetiaan dan doa-doa istri. Istri saya orang sangat baik, tidak pernah jahat kepada orang lain.”

“Awal-awal sempat saya bicara kepada istri saya, ya sudahlah kita mulai awal dengan membangun lima – sepuluh rumah proyek-proyek kecil, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Tuhan memberikan saya lebih besar. Saya menanamkan modal sebesar $1 juta tapi keuntungan yang saya dapat 400 miliar, melebihi keuntungan Crown selama 25 tahun,”

Keyakinannya pada prinsip unconditional love (kasih tanpa syarat) menjadi pedoman: “Seperti orang tua mencintai anak bukan karena prestasinya, tapi karena hakikatnya sebagai anak.” Filosofi ini membebaskannya dari rasa takut akan kegagalan materi.

One Global Capital: Arsitektur Bisnis yang Lebih Resilien

Dengan semangat baru, Sunito mendirikan One Global Capital dengan struktur bisnis yang revolusioner. Jika Crown Group mengkonsolidasi semua proyek dalam satu entitas, One Global Capital menerapkan sistem “gurita”: setiap proyek dibuat perusahaan terpisah. “Jika satu kaki terputus, yang lain tetap bertahan,” analoginya.

Strategi ini terbukti brilian. Dalam tiga tahun, portofolio One Global Capital mencakup:

  • One Global Resorts: Hotel mewah Rp1 triliun di Green Square, Sydney
  • One Global Gallery: Pusat perbelanjaan Rp280 miliar di Eastlakes
  • One Global Macquarie Park: Pengembangan hotel mewah Rp750 miliar

“Tahun 2022, saya sadar perusahaan baru ini sudah lebih besar dari Crown Group setelah 25 tahun,” ujarnya dengan bangga.

Inovasi Modular: Visi Global yang Lahir dari Penderitaan

Pengalaman pahit justru melahirkan inovasi terbesarnya: konsep hotel modular. “Saya ingin membangun masterpieces yang bisa direplikasi di seluruh dunia. Seperti Tesla yang terus berinovasi dengan model baru.”

Proyek perdananya di Macquarie Park menjadi prototype untuk ekspansi global. “Kami mencari lokasi-lokasi strategis di seluruh dunia. Tinggal bangun dengan desain yang sudah teruji.”

Ketangguhan Melalui Spiritualitas

Sunito berbagi wisdom untuk entrepreneur Indonesia:

  • Lepaskan keterikatan materi – “Kebebasan sejati adalah ketika kita tidak diikat oleh rasa takut kehilangan harta.”
  • Berkarya dengan hati – “Uang bukan tujuan akhir, tapi alat untuk menciptakan dampak.”
  • Percaya pada proses – “Seperti petani yang menanam padi: yang orang lihat hanya 6 bulan, tapi persiapannya sudah 7 tahun.”

Ia juga menyiapkan proyek spesial untuk Indonesia: ekological center yang menggabungkan konsep keberlanjutan dan teknologi. “Detailnya masih rahasia, tapi ini akan menjadi sesuatu yang belum pernah ada di Indonesia,” ujarnya misterius.

Warisan Abadi: Beyond Brick and Mortar

Bagi Sunito, kesuksesan sejati bukan pada jumlah aset, tapi pada kemampuan bangkit dari kegagalan dan tetap manusiawi di puncak. “Saya belajar bahwa hidup ini bukan tentang seberapa besar kita jatuh, tapi bagaimana kita berdiri lagi dengan integritas tetap utuh.”

Dari reruntuhan Crown Group, lahir One Global Capital yang tidak hanya lebih sukses secara finansial, tetapi juga lebih resilien secara spiritual. Inilah mahakarya terbesar Iwan Sunito: membuktikan bahwa dalam setiap krisis, selalu ada peluang untuk terlahir kembali.

Ekspansi Global dan Kembali ke Indonesia

Iwan Sunito dengan mengusung bendera yang baru “One Global Capital” kini memfokuskan pada pengembangan properti komersial dan hospitality di Australia dan Asia Tenggara. Yang menarik, dia menyiapkan proyek spesial untuk Indonesia: ekological center yang menggabungkan konsep keberlanjutan dan teknologi.

“Detailnya masih rahasia, tapi ini akan menjadi sesuatu yang belum pernah ada di Indonesia,” ujarnya misterius.

Ketika Cyber, Tank, dan Rudal Bersatu: Ukraina Guncang Rusia di Semua Front

EtIndonesia. Konflik Rusia–Ukraina kian memasuki fase eskalasi baru. Pada hari ke-1.280 perang, pertempuran di berbagai front meningkat drastis, dengan Ukraina melancarkan serangan darat, udara, hingga siber yang membuat Rusia semakin terdesak.

Serangan Darat: Ukraina Hantam Milnorad dan Pokrovsk

Pasukan Ukraina melancarkan operasi kejutan menggunakan kendaraan tempur M2 Bradley menuju Milnorad di front timur. Pertempuran sengit pecah di kawasan Red Army Village, membuat garis pertahanan Rusia di ambang kehancuran.

Menurut laporan Bild (25 Agustus 2025), Batalion Serbu ke-225 Ukraina memimpin serangan tersebut, didukung tank dan drone yang menghancurkan titik-titik tembak Rusia. Analisis intelijen Barat bahkan menyebut bahwa Ukraina hampir sepenuhnya merebut kembali Pokrovsk, meski Moskow menolak mengakui kekalahan.

Krimea Diguncang: Jalur Kereta dan Gardu Listrik Terbakar

Pada 26 Agustus 2025, Ukraina menggempur Zankoi, simpul logistik penting di Krimea. Serangan drone menyebabkan ledakan besar yang membakar rel kereta, gardu listrik, serta beberapa kereta tangki bahan bakar.

Hanya lima hari sebelumnya, Ukraina sudah menghantam stasiun yang sama dengan roket HIMARS dan menghancurkan 20 gerbong bahan bakar. Serangan beruntun ini diyakini sebagai strategi Kyiv untuk memutus jalur pasokan utama Rusia menuju Krimea.

Energi Rusia Runtuh: Kilang Minyak Terbakar

Selain jalur kereta, sektor energi Rusia juga terpukul. Kebakaran besar di Kilang Minyak Novoshakhtinsk, Rostov, berlangsung hampir sepekan. Lebih dari 400 petugas pemadam diterjunkan, namun kerugian tetap tak bisa dipulihkan.

Statistik terbaru menyebut sedikitnya 10 kilang minyak Rusia hancur, membuat kapasitas produksi nasional turun 17%. Dampaknya kini merembet ke Krimea hingga wilayah sekitar Moskow.

Manuver Multi-Front Ukraina

Dalam periode 24–26 Agustus 2025, Ukraina melancarkan operasi besar di lima front:

  1. Sumy – Menahan serangan Rusia di Beszsalivka dan Andriivka, lalu berbalik menyerang hingga Zolotaryvske.
  2. Kherson – Unit sabotase Ukraina menyusup hingga 60 km ke Skadovsk, menghancurkan konvoi militer Rusia.
  3. Pokrovsk – Brigade Lintas Udara ke-79 merebut kembali 3,42 km² wilayah, serta menawan lima tentara Rusia.
  4. Kupiansk–Lyman – Pasukan Ukraina membebaskan Simykhailivka dan Khrekivka.
  5. Zaporizhzhia – Brigade Pertahanan Teritorial ke-102 menghancurkan sistem peluncur roket berat TOS-1, senjata ikonik Rusia.

Senjata Baru: “Pembunuh Kapal Perang” dan Rudal Firebird

Pada 25 Agustus, Ukraina memamerkan varian terbaru rudal R-360 Neptune, kini dengan jangkauan 1.000 km. Rudal ini sebelumnya menenggelamkan kapal perang Rusia Moskva dan kini kembali dijuluki “pembunuh kapal perang”.

Tak hanya itu, Kyiv juga menguji rudal jarak jauh Firebird dengan jangkauan 3.000 km dan hulu ledak seberat 1.150 kg. Presiden Volodymyr Zelenskyy menargetkan produksi 1.000 unit Firebird dalam setahun, menandai eskalasi baru ancaman ke wilayah Rusia, termasuk Moskow.

Dukungan Internasional dan Finansial

Hingga saat ini, Ukraina telah menerima bantuan dari 120 negara dengan total donasi mencapai 3.120 miliar dolar AS. Uni Eropa berkomitmen menyalurkan tambahan 1 miliar dolar per bulan khusus untuk pembelian senjata buatan Amerika Serikat.

Perang Siber: Televisi Rusia Diretas

Pada 24 Agustus, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Ukraina, kelompok hacker asal Belarus “Cyber Partisans” meretas jaringan televisi Rusia. Selama tiga jam, 116 saluran menayangkan kerugian militer Rusia, krisis bahan bakar, hingga kegagalan Putin.

Sedikitnya 50.000 warga Moskow menonton siaran tersebut. Kelompok ini sebelumnya dikenal telah menyerang sistem perkeretaapian Belarus dan maskapai Rusia.

Kontroversi: Anak-anak Rusia Dilatih Militer

Di Rostov, sebanyak 83 anak usia 8–17 tahun terlihat mengikuti latihan militer, mulai dari merayap di lumpur hingga menggunakan senapan. Laporan The Times menyebut Kremlin tengah menyiapkan 35.000 anak dari wilayah pendudukan untuk diwajibkan bergabung dengan militer saat berusia 18 tahun.

Ketegangan Udara: NORAD vs Jet Rusia

Pada 24 Agustus, NORAD mengumumkan berhasil mencegat jet pengintai Rusia Il-20 di Zona Identifikasi Pertahanan Udara Alaska (ADIZ). Meski tidak memasuki wilayah udara AS atau Kanada, kehadirannya dianggap provokasi serius. AS mengerahkan F-16, E-3 AWACS, dan KC-135 untuk mengusir pesawat tersebut.

Sementara itu, insiden unik terjadi di Yerevan, Armenia, ketika jet tempur Rusia—diduga MiG—mendarat darurat di jalan raya pada dini hari 25 Agustus. Pesawat menabrak pembatas jalan dan tiang listrik, tanpa korban jiwa. Spekulasi bermunculan: dari dugaan pilot mabuk hingga relokasi rahasia menuju Iran.

Kesimpulan

Perang Rusia–Ukraina kini berada di persimpangan berbahaya. Ukraina semakin berani dengan serangan multi-front, rudal jarak jauh, hingga operasi siber. Rusia di sisi lain menghadapi tekanan berlapis: pasokan energi terguncang, logistik terputus, hingga provokasi udara dipatahkan.

Dengan dukungan internasional yang terus mengalir, konflik ini berpotensi memasuki babak penentu arah perang di Eropa Timur.

Ribuan Warga Kepung Polisi di Wuhan, Diduga karena Satpol PP Pukuli Ibu Hamil hingga Keguguran

Warga di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, mengepung aparat kepolisian. Kedua belah pihak beberapa kali terlibat bentrokan fisik. Kabar yang beredar menyebutkan, pemicu kejadian adalah tindakan Satpol PP (chengguan) yang melukai sejumlah orang, termasuk seorang ibu hamil yang dipukul hingga keguguran.

EtIndonesia.  Pada 25 Agustus malam, sejumlah video beredar di internet memperlihatkan di Jindi Plaza, Wuhan, ribuan warga mengepung sekelompok aparat kepolisian. Kedua pihak berulang kali bentrok, terdengar seorang perempuan berteriak “Tolong!”. Massa di sekitar meneriakkan dukungan dan menuding polisi: “Kalian yang lebih dulu memulai!”. Di lokasi juga terdengar orang memukul gong sebagai tanda protes.

Video lain yang diduga diambil pada siang hari menunjukkan polisi anti huru-hara, aparat berpakaian sipil, dan warga yang berunjuk rasa saling berebut spanduk merah. 

Bentrokan pecah, sejumlah warga dipukuli polisi. Dalam rekaman terlihat polisi anti huru-hara dengan brutal menghantam leher seorang pria berbaju hitam berkali-kali menggunakan sisi perisai. Dua warga lain dipukul hingga jatuh ke jalanan.

Kabar yang beredar menyebut, hari itu Satpol PP melukai banyak orang dan memukul seorang ibu hamil hingga keguguran. Peristiwa itu memicu amarah warga. Polisi lalu datang untuk “menjaga stabilitas”, namun justru memicu bentrokan dengan massa. Protes berlangsung hingga larut malam.

Video yang tersebar di platform luar negeri X memicu diskusi ramai di kalangan warganet:
“Apakah warga Wuhan sudah bangkit?”
“Benar-benar api perlawanan ada di mana-mana.”
“Harus belajar dari rakyat Jiangyou.”
“Sekarang kalau ada ketidakadilan, rakyat langsung berkumpul protes, bagus.”
“Panci presto bisa menahan tekanan sebesar apa?”

Pada hari yang sama, protes besar juga pecah di Guangxi. Video yang beredar menunjukkan para petani bunga melati melakukan aksi protes karena aturan baru pemerintah mewajibkan penggunaan kode QR dan pengikatan akun bank tertentu untuk bisa masuk pasar berjualan.

Sumber menyebut, harga bunga melati tahun ini sudah jatuh ke titik terendah dalam sejarah, membuat para petani sangat cemas. Ditambah lagi, banyak petani lansia yang tidak bisa menggunakan ponsel pintar, sehingga kebijakan pemerintah semakin memicu kemarahan mereka.

Sumber : NTDTV.com

Bank Indonesia Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2025, Cetak Transaksi Bisnis Rp107 Miliar

Surabaya, 25 Agustus 2025 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya sukses menyelenggarakan Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2025 di Kawasan Kota Lama Surabaya pada 23–25 Agustus 2025. Acara yang mengusung tema “Crafting Futures Through Local Flavors” ini tidak hanya fokus pada kopi, tetapi juga memperkenalkan cokelat dan rempah sebagai komoditas unggulan ekspor baru Jawa Timur.

Penutupan acara dihadiri secara langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Gubernur Jawa Timur, menandai kesuksesan event yang berhasil menarik lebih dari 31.000 pengunjung baik luring maupun daring. Nilai transaksi business matching mencapai Rp107 miliar, melonjak signifikan dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp29 miliar.

Dalam sambutannya, Destry Damayanti menekankan pentingnya eksplorasi potensi kopi, cokelat, dan rempah di pasar global. “Jawa Timur merupakan produsen 48% kopi Jawa sekaligus gerbang ekspor baru Nusantara. Melalui JCFF, kami ingin memperkuat branding dan nilai tambah produk lokal,” ujarnya.

Acara yang untuk pertama kalinya digelar di Kawasan Kota Lama Surabaya ini juga menjadi momentum peluncuran QRIS Tap—inovasi pembayaran digital yang memungkinkan transaksi tanpa perlu memindai QR Code, cukup dengan mengetuk perangkat.

Selama tiga hari, JCFF 2025 menampilkan rangkaian kegiatan seperti business matching, showcase 60+ UMKM binaan BI se-Jawa, talkshow, workshop, kompetisi, dan fashion show. Partisipasi UMKM tidak hanya dari sektor kopi, tetapi juga cokelat dan rempah—komoditas yang semakin dilirik pasar internasional.

Kepala KPwBI Jawa Timur, Ibrahim, menyatakan bahwa JCFF 2025 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga wujud nyata dukungan BI dalam menciptakan new source of growth dan mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di Surabaya.

“Keberhasilan JCFF membuktikan bahwa kolaborasi antara bank sentral, pemerintah daerah, dan UMKM dapat menciptakan dampak ekonomi yang signifikan sekaligus memperkuat ekosistem kreatif berbasis lokal,” tutupnya.

Dengan capaian tersebut, JCFF 2025 telah mencatatkan diri sebagai event strategis yang memperkuat posisi Jawa Timur sebagai hub ekonomi kreatif dan destinasi wisata berbasis heritage.

Kontrol Menjelang Parade Militer 3 September Diperketat, Kemarahan Publik Meledak di Beijing Muncul “Revolusi Toilet”

Menjelang parade militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 3 September 2025, para warga pengadu petisi, aktivis hak-hak sipil, serta pengacara HAM di berbagai daerah kembali menghadapi tekanan stabilitas yang ketat. Suasana di Beijing belakangan ini semakin tegang, sejumlah stasiun kereta bawah tanah dipenuhi polisi dan tentara yang berpatroli sambil membawa anjing pelacak. 

Kontrol ketat pihak berwenang memicu gelombang besar kemarahan rakyat. Warga menyalurkan kemarahan itu lewat sebuah “revolusi toilet”, di mana banyak toilet umum dipenuhi dengan slogan anti-PKT, seperti “PKT sudah seharusnya lenyap” dan “Gulingkan Xi Jinping”.

EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah video yang ramai beredar di media sosial luar negeri X menunjukkan pintu toilet umum di Beijing penuh dengan caci maki terhadap pemimpin PKT karena parade militer 3 September, serta dipenuhi slogan anti-komunis seperti “Tiran harus turun”, “Tiongkok butuh demokrasi dan supremasi hukum”, “PKT sudah seharusnya mati, 100 tahun perbudakan harus digulingkan”, dan sebagainya.

“Jenis slogan seperti ini adalah cara tersembunyi bagi rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kondisi sosial maupun terhadap pemimpin PKT. Karena sekarang di daratan Tiongkok kamera ada di mana-mana, jumlah kamera hampir lebih dari satu per orang. Tapi di toilet tidak mungkin dipasang kamera, masa iya orang dipantau saat buang air,” kata pengamat politik Zhang Tianliang.

Slogan anti-Komunis di toilet umum Beijing. (Sumber gambar: tangkapan layar dari internet)
Slogan anti-Komunis di toilet umum Beijing. (Sumber gambar: tangkapan layar dari internet)
Slogan anti-Komunis di toilet umum Beijing. (Sumber gambar: tangkapan layar dari internet)
Slogan anti-Komunis di toilet umum Beijing. (Sumber gambar: tangkapan layar dari internet)

Analisis menilai, metode protes seperti ini justru bisa menimbulkan efek psikologis yang menggentarkan rezim PKT.

Zhang Tianliang:  “Menulis slogan-slogan seperti ini secara diam-diam di toilet adalah cara yang aman, tapi tetap memberi tekanan psikologis pada Partai Komunis. Saya rasa ini adalah metode perlawanan yang biayanya sangat rendah, tapi dampaknya sangat efektif.”

Seorang warga Beijing berkata:  “Akhir-akhir ini di Beijing, kalau mau ke toilet umum saja harus pakai ‘real-name system’ (pakai identitas asli).”

Kabar di internet menyebutkan, di distrik pusat Beijing seperti Dongcheng, Xicheng, dan Chaoyang, toilet umum kini resmi menerapkan sistem identifikasi nama asli, warga harus memindai kode sebelum masuk.

Selain itu, setelah adanya petugas penjaga jembatan, petugas jaringan masyarakat, serta warga Chaoyang yang berpatroli, kini Beijing kembali membuka posisi baru “polisi toilet”. Warganet menyindir, ini adalah fenomena unik yang hanya ada di Beijing.

Namun, karena adanya blokade informasi dari PKT, berita-berita ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Menjelang parade militer PKT 3 September yang tinggal seminggu lagi, pengamanan di Beijing meningkat drastis. Banyak pengadu dari berbagai daerah diusir dan ditangkap, tak sedikit yang kehilangan tempat tinggal hingga terpaksa tidur di jalanan.

Seorang korban kasus Bank Desa Henan mengungkapkan:  “Begitu identitas kita masuk sistem, polisi Beijing akan tahu, lalu menelepon pemilik hotel agar tidak menerima kita menginap, jadi kita diusir ke jalan. Setiap hari bisa terlihat ada pengadu yang dipaksa diseret dari jalanan Beijing. Mereka biasanya bawa mobil van, lalu beberapa anak muda yang tidak berseragam langsung mengangkat dan memasukkan ke dalam.”

Selain itu, sejumlah aktivis hak-hak sipil, akademisi oposisi, dan pengacara di berbagai daerah kembali menghadapi tekanan ketat: ada yang “dipaksa berwisata”, ada yang kebebasannya dibatasi dan dikurung ketat di rumah, bahkan ada yang dilaporkan hilang.

Pada 25 Agustus, seorang warga mengunggah video yang menunjukkan kereta bawah tanah Beijing yang biasanya padat, kini kosong melompong. Penumpang sangat sedikit, hanya deretan tentara dengan wajah kaku yang duduk di dalam. Bahkan, di beberapa gerbong, setiap pintu dijaga aparat bersenjata lengkap dengan anjing pelacak.

Sumber : NTDTV.com