Trump–Putin Selesaikan Pertemuan Putaran Pertama , Gelar Konferensi Pers Bersama

Pada Jumat (15 Agustus), KTT AS–Rusia yang sangat dinantikan digelar di Anchorage, Alaska. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah tiba di Alaska dan memulai pertemuan mereka. Sekitar pukul 18.00 waktu Pantai Timur, wartawan menerima pemberitahuan untuk menghadiri konferensi pers bersama.

Etindonesia. Lokasi pertemuan Trump dan Putin digelar di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson milik Angkatan Udara AS. Sekitar pukul 13.00, ruang tunggu media di dalam pangkalan telah dibuka, dengan latar bertuliskan tema “Pursuing Peace” (Mengejar Perdamaian) dan “Alaska 2025”.

Pukul 15.30, kedua pemimpin duduk berdampingan di sebuah ruangan di dalam pangkalan, dengan delegasi masing-masing serta penerjemah di sisi mereka. Delegasi AS mencakup Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan utusan khusus Steve Witkoff, sementara dari pihak Rusia hadir Menlu Sergey Lavrov dan penasihat kebijakan luar negeri Yury Ushakov.

Sekitar pukul 18.00, wartawan mendapat pemberitahuan konferensi pers akan dimulai. Kremlin dalam sebuah pernyataan singkat mengatakan bahwa pembicaraan “dalam format terbatas” dengan delegasi AS telah selesai.

Konferensi Pers Bersama

Konferensi pers hanya berlangsung beberapa menit. Trump mengundang Putin untuk berbicara terlebih dahulu. Kedua pemimpin tidak menerima pertanyaan dari media.

Putin: Datang ke AS sebagai “Tetangga”

Putin mengatakan ia mengunjungi AS sebagai seorang “tetangga”.

“Meski dipisahkan oleh samudra, Rusia dan AS sebenarnya adalah tetangga dekat. Jarak kami hanya 4 kilometer. Kami adalah tetangga, itu fakta,” kata Putin.

Ia menambahkan bahwa karena itu ia menyapa Trump di landasan pesawat dengan sebutan: “Halo, tetangga.”

Putin lalu menyinggung sejarah Alaska, yang merupakan wilayah Rusia hingga dijual ke AS pada pertengahan abad ke-19. Ia menekankan bahwa di Alaska terdapat gereja Ortodoks Rusia, dan ia percaya warisan ini dapat membantu membangun kembali hubungan yang setara dan saling menguntungkan.

Putin: Pertemuan Ini “Sudah Seharusnya Digelar”

Putin menekankan bahwa hubungan AS–Rusia beberapa tahun terakhir turun ke titik terendah sejak Perang Dingin, sehingga saatnya beralih dari konfrontasi menuju dialog. Ia mengatakan pertemuan ini “sudah seharusnya diadakan sejak lama”.

Putin mengungkapkan bahwa ia dan Trump telah beberapa kali melakukan percakapan yang “terus terang”, serta menyebut peran utusan Trump, Grenell, dalam mendorong dialog.

Putin: Konflik Ukraina “Ancaman Bagi Keamanan Kami”

Putin menyatakan bahwa Rusia “sungguh-sungguh ingin” mengakhiri perang dengan Ukraina.

“Situasi di Ukraina adalah ancaman mendasar bagi keamanan kami. Selain itu, kami selalu menganggap bangsa Ukraina sebagai saudara, ini sudah sering saya tekankan,” ujarnya.

“Bagi kami, yang terjadi sekarang adalah tragedi dan luka yang dalam. Karena itu, kami sungguh berharap semua ini bisa segera berakhir,” tambah Putin.

Putin: Keamanan Ukraina Harus Dijamin
 

Putin mengatakan: “Agar solusi bisa bertahan lama, akar utama konflik harus dihapus. Kami sudah sering menekankan pentingnya memperhitungkan semua kekhawatiran Rusia yang sah, serta memulihkan keseimbangan keamanan yang adil di Eropa dan dunia.”

Trump: Akan Hubungi NATO dan Zelenskyy

Setelah Putin, Trump hanya menyampaikan pernyataan singkat.

“Kami telah mencapai kesepakatan dalam banyak hal — bisa dibilang sebagian besar. Ada beberapa isu penting yang belum sepenuhnya disepakati, tapi sudah ada kemajuan,” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa setelah pertemuan, ia akan menelepon NATO dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

“Pada akhirnya keputusan ada di tangan mereka,” katanya, merujuk pada Zelensky dan Uni Eropa.

Putin Usul Pertemuan Berikutnya di Moskow, Trump Merespons

Putin mengusulkan agar pertemuan berikutnya digelar di Moskow. Trump segera menanggapi: “Oh, itu menarik. Saya mungkin punya beberapa pertanyaan, tapi saya kira itu mungkin saja.”

Situasi Sebelum dan Sesudah Pertemuan

  • Pertemuan Tiga Lawan Tiga Selesai
    Kremlin menyatakan pembicaraan dalam format tiga lawan tiga dengan AS telah selesai. Hingga saat ini, KTT berisiko tinggi soal perang Ukraina itu sudah berlangsung tiga jam, dengan kedua pemimpin mencari cara mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir.
  • Atmosfer Positif
    Utusan Rusia Kirill Dmitriev mengatakan di televisi Rusia bahwa pertemuan di Alaska berjalan “sangat” baik dengan atmosfer yang positif.
  • Simbolisme dan Pertunjukan Militer
    Saat kedua pemimpin tiba, pesawat Air Force One (Boeing 747) diparkir berdampingan dengan pesawat Putin, Ilyushin Il-96. Setelah berjabat tangan di karpet merah, mereka berfoto di panggung bertema “Alaska 2025”.

Ketika berjalan menuju panggung, empat jet tempur F-22 Raptor dan satu pembom siluman B-2 Spirit terbang melintas di atas mereka.

  • Interaksi di Mobil “The Beast”
    Setelah sesi foto, Trump mengundang Putin menaiki mobil kepresidenan AS “The Beast”. Keduanya berbicara secara pribadi di dalam mobil, ditemani hanya sopir dan satu agen pengawal.

Analisis dan Kekhawatiran

Sebelum pertemuan, Trump mengatakan di Air Force One bahwa pertemuan ini adalah “langkah awal”. Ia menyebut: “Kalau semuanya berjalan baik, akan ada pertemuan lagi, dan segera. Kalau tidak, mungkin tidak akan pernah ada pertemuan lagi.”

Olesia Horyanova, analis keamanan Ukraina, memperingatkan bahwa sebagian warga Ukraina khawatir Putin akan menggunakan pertemuan ini untuk mendorong pencabutan sanksi terhadap Rusia. Ia menekankan, meski Moskow mengklaim sanksi tidak efektif, kenyataannya sanksi tersebut memang melukai ekonomi Rusia.(Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Pimpin Upacara Detik-detik HUT ke-80 RI di Istana Negara, Prabowo Kenakan Busana Adat Betawi dan Gibran Hadir dengan Busana Gayo

EtIndonesia. Presiden Prabowo Subianto memimpin secara langsung Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta,  Minggu, 17 Agustus 2025. Kali ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Prabowo memimpin upacara dengan  busana adat Betawi.  

Dikutip dari siaran pers BPMI Setpres, upacara dimulai dengan laporan Komandan Upacara Kolonel Inf Amril Hairuman Tehupelasury, kepada Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara. Tak lama berselang, dentuman meriam sebanyak tujuh belas kali, disertai bunyi sirene panjang, menggema menandai dimulainya Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. (tangkapan layar YT Sekretariat Presiden)

Momen khidmat terjadi ketika Presiden Prabowo membacakan langsung naskah proklamasi yang 80 tahun silam dikumandangkan oleh proklamator, Soekarno. 

Usai pembacaan, Kepala Negara memimpin segenap peserta upacara untuk mengheningkan cipta guna mengenang jasa para pahlawan. Selanjutnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar memandu pembacaan doa, menghadirkan suasana syahdu di halaman Istana Merdeka.

Prosesi berlanjut dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim “Indonesia Berdaulat.” 

Bianca Alessia Christabella Lantang, perwakilan Sulawesi Utara, dipercaya membawa bendera Merah Putih. Ia didampingi El Rayyi Mujahid Faqih dari Kalimantan Timur sebagai pembentang, Farrel Argantha Irawan dari DKI Jakarta sebagai pengerek, dan Arka Bintang Is’adkauthar dari Jawa Timur sebagai Komandan Kelompok 8.

Dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Merah Putih pun perlahan naik dan berkibar dengan gagah di langit halaman Istana Merdeka, disambut penuh rasa bangga oleh seluruh hadirin. Selepas pengibaran, laporan terakhir komandan upacara kepada inspektur upacara menandai berakhirnya prosesi sakral Detik-Detik Proklamasi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persembahan lagu “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar oleh Gita Bahana Nusantara (GBN). Tahun ini, tampil pula para pelajar dari Sekolah Rakyat yang turut bernyanyi bersama, menambah semarak dan kekhidmatan peringatan kemerdekaan.

Dikutip dari siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden Wakil Presiden, Wapres RI Gibran Rakabuming bersama Ibu Selvi Gibran Rakabuming turut menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/08/2025). Wapres dan Ibu Selvi tiba sekitar pukul 09.35 WIB dengan didampingi kedua putra-putrinya, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.

Setibanya di Istana, Wapres beserta keluarga terlebih dahulu menyapa para wartawan dan tamu undangan yang telah memenuhi area upacara. Setelah itu, mereka berjalan menuju mimbar kehormatan untuk bersama-sama mengikuti prosesi upacara.

Pada Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI ini, Wapres Gibran tampil elegan dengan balutan busana adat Kerawang Gayo. Pilihan busana ini tidak semata-mata untuk penampilan seremonial, melainkan sarat dengan nilai filosofis yang mendalam.

Warna-warna khas Gayo—merah, hitam, dan emas—mencerminkan tiga makna luhur: mersik (keberanian), lisik (kerajinan), dan unik (ketelitian). Keserasian tampak dari teluk belanga hitam yang dikenakan Wapres, dipadu dengan kain songket merah-emas-hitam yang melingkar sebagai ikat pinggang, serta penutup kepala adat yang kian menegaskan wibawa dan kharisma.

Sementara itu, Ibu Selvi juga tampil anggun dalam balutan pakaian adat Palembang. Baju kurung klasik berwarna merah marun bermotif Benang Emas Pucuk Rebung dan Bunga Tabur, berpadu dengan kain songket emas yang memancarkan pesona mewah namun natural.  (BPMI)

Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. (tangkapan layar YT Sekretariat Presiden)
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. (tangkapan layar YT Sekretariat Presiden)
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. (tangkapan layar YT Sekretariat Presiden)
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. (tangkapan layar YT Sekretariat Presiden)
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. (tangkapan layar YT Sekretariat Presiden)
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. (tangkapan layar YT Sekretariat Presiden)
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. (tangkapan layar YT Sekretariat Presiden)
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. (tangkapan layar YT Sekretariat Presiden)
Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming bersama Mantan Presiden dan Wapres RI serta Ibu Negara RI (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden Wakil Presiden)

Gempa Magnitudo 6,0 Mengguncang  Poso, 29 Orang Terluka, 1 Gereja Roboh, 13 orang Dilarikan ke Rumah Sakit

EtIndonesia– Gempa bumi dengan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/8/2025) pukul 05.38 WIB. Adapun pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,30 LS dan 120,62 BT dengan kedalaman 10 kilometer. 

Jika dihitung berdasarkan jarak, episenter gempa tercatat berada di 18 km barat laut Poso, 82 km timur laut Sigi, 89 km barat laut Morowali Utara, 93 km tenggara Kota Palu, dan 1.625 km timur laut Jakarta. Gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Dikutip dari siaran pers BNPB, sebagian besar warga di wilayah Kecamatan Poso Pesisir seperti Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura dan Lape merasakan dampak guncangan. Di Kabupaten Poso, gempa dirasakan kuat selama kurang lebih 15 detik. Sebagian besar masyarakat berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat aman.

Sesaat setelah guncangan mereda, BPBD Kabupaten Poso segera melakukan monitoring dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat untuk melakukan pendataan. Laporan sementara didapati sebanyak 29 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 13 orang dirujuk ke RSUD Poso, yang mana 2 orang dalam kondisi kritis dan 6 orang lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo. 

Selain itu, 1 unit fasilitas ibadah yakni Gereja Jemaat Elim di Desa Masani dilaporkan mengalami kerusakan. Pendataan terhadap jumlah pengungsi masih terus dilakukan.

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, guncangan dirasakan sedang selama sekitar 7 detik. Masyarakat juga sempat keluar rumah, dan BPBD setempat melakukan langkah monitoring serta koordinasi dengan aparat setempat. Hingga siaran pers ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan di Kabupaten Sigi.

Dalam kurun beberapa jam setelah gempa, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Poso, termasuk assessment lapangan dan koordinasi dengan aparat setempat. Kebutuhan mendesak yang dilaporkan sementara adalah tenda dan obat-obatan untuk mendukung penanganan warga terdampak.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto telah mengintruksikan jajaran untuk segera mengambil langkah cepat. Melalui Kedeputian Bidang Penanganan Darurat, Kepala BNPB memerintahkan untuk mempertebal koordinasi dengan unsur di daerah. Kepala BNPB juga memerintahkan segenap tim agar segera menuju ke lokasi kejadian untuk memberikan pendampingan, monitoring dan segala hal yang menjadi prioritas penanganan darurat.

“Analisa betul kondisi di sana. Kita segera masuk kesana,” perintah Kepala BNPB.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD setempat dan pihak terkait di tingkat kecamatan serta desa untuk melakukan pendataan, pemantauan, dan penanganan pasca gempa. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, masyarakat disarankan segera mencari tempat aman dan menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh, memastikan jalur evakuasi di rumah, sekolah, dan tempat kerja bebas hambatan, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok, obat-obatan, dokumen penting termasuk senter. 

Selain itu, warga juga dihimbau untuk mematikan aliran listrik, gas, dan air jika diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran atau kebocoran.

Sebagai penguat sistem peringatan dini, masyarakat juga dapat membuat alarm darurat dari perkakas rumah tangga seperti panci atau kaleng bekas yang disusun atau ditumpuk ke atas. Jika terdapat guncangan dari aktivitas gempa bumi, maka perkakas itu akan terjatuh dan menimbulkan suara sebagai pertanda adanya bahaya.

Terakhir, BNPB mengimbau kepada masyarakat diharapkan hanya mengikuti perkembangan informasi resmi dari BNPB, BMKG dan BPBD melalui kanal terpercaya, serta tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. (asr)

Pria dengan Puting Sakit Terkejut Mengetahui Ada Pisau di Dadanya Selama 8 Tahun

EtIndonesia. Seorang pria Tanzania yang datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dan keluarnya nanah dari puting kanannya terkejut mengetahui bahwa dia telah hidup dengan pisau besar yang tertancap di dadanya selama delapan tahun.

Para dokter di Rumah Sakit Nasional Muhimbili di Tanzania baru-baru ini menerbitkan sebuah studi kasus yang sangat tidak biasa di jurnal ilmiah National Library of Medicine. Mereka menulis tentang seorang pria berusia 44 tahun yang umumnya sehat yang datang ke rumah sakit dengan riwayat keluarnya nanah putih dari puting kanannya selama 10 hari.

Dia tidak merasakan adanya nyeri dada, kesulitan bernapas, batuk, atau demam, tetapi ketika ditanya apakah ada hal penting yang ingin dia sampaikan kepada dokter, dia teringat sebuah pertengkaran hebat delapan tahun sebelumnya, di mana dia mengalami beberapa luka di wajah, punggung, dada, dan perut. Dokter berhasil menjahit luka-luka tersebut saat itu, dan dia menjalani kehidupan yang hampir tanpa masalah sejak saat itu, hingga putingnya mulai mengeluarkan nanah.

Karena tidak dapat menentukan penyebab infeksi, dokter memerintahkan pemeriksaan rontgen dan terkejut melihat bilah pisau besar tertancap di dada pria itu.

“Pencitraan awal dengan radiografi dada lateral menunjukkan adanya benda logam yang tertahan di bagian tengah toraks, dengan kekeruhan di sekitarnya yang kemungkinan merupakan hematoma lokulasi kronis atau yang telah sembuh, atau fibrosis pascatrauma, akibat luka tusuk pasien,” tulis para dokter dalam studi kasus mereka.

Entah bagaimana, bilah pisau, yang telah menembus tulang belikat kanan, secara ajaib berhasil menghindari organ-organ utama.

Pada saat pertengkaran pria itu, delapan tahun yang lalu, rumah sakit tempat dia dirawat tidak memiliki sarana untuk melakukan pemeriksaan radiologis, dan karena dia tidak melaporkan rasa sakit setelah lukanya sembuh, tidak ada yang mau menyelidiki lebih lanjut.

Yang lebih aneh lagi adalah bahwa pisau itu tidak menyebabkan rasa tidak nyaman pada pasien berusia 44 tahun itu untuk waktu yang lama. Nanah tersebut merupakan akibat dari jaringan mati yang menumpuk di sekitar benda asing tersebut.

Menyusul penemuan mengejutkan tersebut, pisau tersebut dengan hati-hati dikeluarkan selama operasi bersama jaringan mati dan nanahnya. Pasien dirawat selama 24 jam di ICU sebelum dipindahkan ke bangsal umum selama 10 hari. Pemulihannya berjalan lancar, dan pemeriksaan lanjutan selanjutnya berjalan lancar.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya kami melaporkan tentang seseorang yang hidup dengan pisau di dadanya tanpa menyadarinya selama bertahun-tahun. Di sisi lain, beberapa orang tidak menyadari sumpit tertancap di bola mata mereka. (yn)

Sebuah Peristiwa Kecil yang Memberi Pencerahan

EtIndonesia. Dalam hidup, setiap hari ada banyak hal yang terjadi. Ada yang seperti asap di langit—sekilas lewat dan cepat terlupakan. Tapi ada juga yang begitu membekas di ingatan, tak bisa dihapus.

Salah satunya terjadi menjelang ujian akhir semester tahun lalu.

Karena ujian sudah dekat, setiap hari saya hanya belajar dan mengulang pelajaran. Saya merasa semua materi sudah sangat dikuasai, sehingga mulai belajar dengan setengah hati. Bahkan, latihan-latihan yang diberikan guru pun tidak saya anggap penting.

Suatu hari, guru meminta kami menulis dua puisi klasik dan dua kutipan terkenal. Saya pun dengan cepat menyelesaikannya. Namun, ketika buku catatan dikembalikan, saya terkejut—nilainya “90”! Saya bahkan sempat ragu apakah mata saya yang bermasalah. Sejak kecil, nilai saya hampir selalu “sangat baik”. Bagaimana mungkin sekarang jatuh sejauh itu?

Setelah diperiksa, ternyata saya menukar urutan isi dua puisi itu, dan pada dua kutipan terkenal, saya lupa menuliskan nama pengarangnya! Saya benar-benar kecewa.

Di rumah, saya merenung sendirian: Mengapa hasilnya bisa seperti ini? Alasannya hanya satu—karena saya terlalu sombong dan merasa diri sudah cukup pintar. Untungnya, dari peristiwa ini saya sadar akan kesalahan saya tepat waktu, sehingga pada ujian akhir semester, saya bisa meraih nilai yang baik.

Bagi perjalanan belajar saya, ini hanyalah sebuah peristiwa kecil. Namun, meski sudah lama berlalu, pelajarannya sangat besar: Jangan pernah merasa sombong dan puas diri. Kesombongan membuat kita kehilangan akal sehat, kepuasan berlebihan membuat kita kehilangan arah.

Di masa depan, saya akan selalu mengingat: Rendah hati membawa kemajuan, sedangkan kesombongan membuat kita tertinggal.

Suatu hari, saya dan seorang teman pergi bermain ke taman. Saat melewati tempat sampah, kami melihat banyak bungkus makanan dan tisu berserakan di sekitarnya. Saya berpikir, mungkin ada anak-anak yang habis makan lalu membuangnya sembarangan.

Saya dan teman pun memungutnya dan mengembalikannya ke “rumah” mereka—tempat sampah itu—lalu melanjutkan bermain.

Sore hari saat hendak pulang, kami kembali melewati tempat itu. Bau busuk menusuk hidung membuat kami menutup hidung rapat-rapat. Di luar tempat sampah, sudah menumpuk banyak sekali sampah. Kami kesal, berpikir: Mengapa ada lagi yang membuang sampah sembarangan? Apakah mereka tidak tahu pentingnya menjaga kebersihan lingkungan?

Saat kami berbincang, datanglah seorang anak laki-laki sekitar enam tahun. Dia membuang kantong sampah ke dalam tempat sampah, lalu menatap sampah yang berserakan di luar dengan dahi berkerut. Beberapa saat kemudian, dia mengambil selembar kertas, menulis sesuatu dengan spidol warna, lalu menempelkannya di tempat sampah sebelum pergi.

Setelah dia pergi, kami mendekat. Ternyata tulisan di kertas itu adalah huruf-huruf besar yang sedikit miring: “Tolong Jangan Buang Sampah Sembarangan.”

Saya terharu dan berkata kepada teman: “Anak kecil saja tahu untuk tidak membuang sampah sembarangan. Lalu bagaimana dengan orang dewasa?”

Dari peristiwa ini saya paham: Jika setiap orang membuang sampah sembarangan, lingkungan kita akan kotor dan tidak layak huni. Tentu ini bukanlah yang kita inginkan!

Maka, kita semua harus bertindak, mulai dari diri sendiri, menjaga kebersihan lingkungan. Hanya dengan begitu rumah kita akan menjadi tempat yang lebih indah.

Pada suatu Sabtu yang cerah, saya dan kedua orangtua pergi ke Xiaolangdi untuk melihat pemandangan pintu air dibuka. Mobil melaju di jalanan yang berliku, pohon-pohon besar berbaris di tepi jalan, tampak lebih hijau karena baru saja diguyur hujan. Rumput liar pun seolah mengenakan pakaian hijau baru, dan bunga-bunga tampak semakin segar.

Sesampainya di pintu air, air putih seperti susu memancar deras, bagaikan naga raksasa putih yang meliuk-liuk di udara. Pemandangan itu sungguh megah. Kami duduk di bangku panjang sambil melihat pemandangan dan makan camilan.

Tanpa sadar, kulit telur, kulit buah, bungkus plastik, dan sampah kecil lainnya jatuh ke tanah. Tidak lama kemudian, sampah itu sudah menumpuk di sekitar kami. 

Saat ayah berbalik dan melihatnya, beliau berkata: “Jangan membuang sampah sembarangan! Itu perbuatan yang tidak beretika. Kita harus menghargai kerja keras orang lain dan menjaga lingkungan. Perilaku seseorang tercermin dari hal-hal kecil seperti ini.”

Lalu ayah mengumpulkan semua sampah itu ke dalam kantong plastik dan membawanya untuk dibuang nanti.

Mendengar itu, saya merasa sangat malu. Ternyata, perilaku beradab hanya terpaut satu langkah. Hal yang sederhana seperti ini memang semua orang tahu, tetapi mempraktikkannya tidak selalu mudah.

Dalam perjalanan pulang, saya membuang sampah ke tempatnya. Saya berpikir, lain kali kalau pergi berwisata, saya akan membawa kantong sampah sendiri untuk mengumpulkan semua sampah yang saya hasilkan. Semoga kebiasaan ini bisa menyebar dari satu orang ke orang lain, seperti obor Olimpiade yang tak pernah padam.(jhn/yn)

Saat Suasana Hati Sedang Buruk, Datangilah Empat Tempat Ini — Pandanganmu Akan Berubah

EtIndonesia. Penyair Bei Dao pernah berkata: “Batas jarak yang ditempuh seseorang, itulah batas dunianya.”

Nama aslinya adalah Zhao Zhencai (lahir 2 Agustus 1949), dan “Bei Dao” adalah nama pena yang diberikan oleh penyair Mang Ke—nama yang membuatnya dikenal luas di dunia sastra.

Jangkauan langkah kakimu menentukan keluasan pandanganmu melihat dunia. Dan dibanding panorama alam, ada beberapa tempat yang jauh lebih layak untuk kamu kunjungi demi membentuk cara pandang hidup.

Seorang penulis pernah berkata, “Jika aku boleh menambahkan satu hari libur nasional, aku akan mengatur bahwa pada hari itu, orang-orang dilarang bepergian untuk hiburan atau wisata. Sebaliknya, mereka wajib pergi ke rumah sakit untuk melihat secara langsung ‘lahir, tua, sakit, dan mati’.”

Di Selandia Baru, Sekolah Dasar Linfield bahkan mewajibkan murid-muridnya untuk setiap semester mengunjungi rumah sakit, agar mereka belajar merasakan makna kesehatan dan kehidupan.

Ketika kamu datang ke rumah sakit, barulah kamu akan sadar betapa bahagianya bisa duduk dengan nyaman tanpa rasa sakit, bebas mengutarakan pikiran; betapa berharganya berjalan di bawah langit biru dan awan putih setelah pulang kerja; betapa nikmatnya menyeruput teh hangat bersama teman dan berbincang santai.

Berjalanlah di rumah sakit, dan kamu akan mengerti: dibanding kesehatan, tidak ada hal yang benar-benar tak bisa dilepaskan. Uang bisa dilepaskan, jabatan bisa dilepaskan, bahkan kemuliaan pun bisa diabaikan—meski langit runtuh sekalipun.

Profesor Lu Zhen dari Universitas Nankai pernah menghabiskan lima tahun berkeliling 49 negara. Selain menikmati pemandangan, dia punya kebiasaan unik: di setiap tempat yang dia datangi, dia pasti menyempatkan diri mengunjungi makam tokoh terkenal.

Bagi Lu Zhen:  “Perjalanan bukan diukur dari seberapa jauh jarak yang ditempuh, seberapa banyak uang yang dihabiskan, atau seberapa banyak foto yang diambil. Yang terpenting adalah sejauh mana perjalanan itu mengubah cara pandangmu terhadap hidup. Dan makam—adalah tempat terbaik untuk itu.”

Ada seorang pengusaha sukses yang setiap hari pulang membawa setumpuk berkas, bekerja hingga larut malam. Meski kerja keras, dia tetap cemas dan tubuhnya mulai drop, hingga akhirnya dia menemui dokter.

Dokter bertanya: “Kenapa semua berkas itu harus kamu bawa pulang?”

Pengusaha:  “Karena semua ini penting dan mendesak.”

Doketer: “Tidak bisa dibantu asisten atau wakilmu?”

Pengusaha: “Tidak, semua harus aku tanda tangani sendiri.”

Dokter tersenyum dan menulis resep: “Setiap hari berjalan di pemakaman selama dua jam, seminggu minimal satu putaran penuh.”

Awalnya pengusaha itu bingung, namun dia menuruti saran tersebut. Setahun kemudian, dia berhenti mengurusi semua hal kecil, dan perusahaan justru berjalan lebih baik. Dia akhirnya mengerti: di hadapan hidup dan mati, hal-hal lain begitu kecil dan mudah dilepaskan.

Sejarawan Xu Zidong pernah berkata:  “Jika ada hal yang membuatmu buntu, pergilah ke pemakaman. Kamu akan segera mengerti. Pemakaman adalah miniatur kehidupan.”

Seorang netizen bernama Dada pernah mengikuti kunjungan sekolah ke penjara. Peraturan ketat: tak boleh memakai rok, celana pendek, atau baju tanpa lengan; tak boleh membawa ponsel atau jam tangan; setiap langkah harus sesuai antrean dan jadwal.

Begitu masuk, bau menyengat disinfektan menusuk hidung. Sel tahanan sempit, satu ruangan diisi 12 orang, semua perlengkapan seragam.

Seorang napi kasus korupsi bercerita: saat ditangkap, anaknya baru berusia lima tahun. Dia berbohong mengatakan sedang pergi ke luar negeri. Kini anaknya sudah sepuluh tahun, tapi dia masih tak berani mengatakan kebenaran—bahkan membayangkannya pun tidak sanggup.

Dada pulang dengan perasaan berat: banyak orang masuk ke sini hanya karena satu langkah salah, satu pikiran keliru yang mengubah segalanya.

Film The Shawshank Redemption menggambarkan perasaan ini lewat tokoh Red:  “Malam pertama adalah yang paling menyakitkan. Kulit terasa seperti terbakar karena bubuk disinfektan. Begitu pintu jeruji terkunci, barulah kamu sadar semua yang dulu kamu miliki telah pergi. Yang tersisa hanyalah kenangan.”

Banyak napi yang di malam pertamanya nyaris gila. Ada seorang napi gemuk yang berteriak ingin pulang, ingin bertemu ibunya—akhirnya tewas dipukuli sipir.

Baru di saat itu terasa, tidak ada yang lebih berharga daripada kebebasan.

Seperti kata Ingersoll: “Bagi manusia, kebebasan itu seperti cahaya bagi mata, udara bagi paru-paru, dan cinta bagi jiwa.”

Pergilah melihat penjara, maka kamu akan paham betapa mahalnya kebebasan. Di persimpangan hidup, kamu akan lebih berhati-hati menjaga dirimu.

Jika ingin berdialog dengan para pemikir besar dengan cara termurah, pergilah ke toko buku atau perpustakaan. Manfaatnya banyak, kesenangannya pun tak terhitung.

Pengusaha Wang Shi menulis di mejanya:  “Tolok ukur keberhasilan seseorang bukan seberapa tinggi dia mendaki puncak, melainkan seberapa kuat dia bangkit dari jurang terdalam.”

Bagi Wang Shi, kekuatan bangkit itu datang dari membaca.

Pada 2011, di usia 59 tahun, dia memutuskan kuliah di Harvard, bukan untuk gelar kehormatan, melainkan untuk benar-benar belajar. Dia menghadiri kuliah, membuat catatan, mengikuti seminar, menghabiskan waktu di toko buku, dan bolak-balik antara apartemen, kampus, dan perpustakaan—lebih tekun dari siswa kelas tiga SMA menjelang ujian.

Seringkali, manusia bukan kalah oleh kerasnya hidup, tapi oleh kemalasannya sendiri. Jika kamu sudah lupa kapan terakhir kali menginjak toko buku atau membaca buku, mungkin inilah alasan kenapa hidupmu stagnan.

Pergilah ke toko buku, dan kamu akan sadar betapa miskinnya pengetahuanmu, dan betapa besar kebutuhanmu akan asupan baru bagi pikiran.

Makna berjalan ada pada kemampuannya mengubah pola pikir.  

Seperti kata Lu Zhen: “Perjalanan bukan soal jarak, biaya, atau foto, melainkan perubahan cara pandang.”

Bahkan hanya berjalan mengelilingi kamarmu, bisa lebih berarti daripada mengelilingi dunia tanpa perubahan hati.

Mungkin, sudah saatnya kamu keluar. Tidak harus ke tempat wisata terkenal—rumah sakit, pemakaman, penjara, toko buku—semua bisa jadi pilihan. Siapa tahu, tanpa sengaja, pandanganmu tentang hidup akan berubah selamanya. (jhn/yn)

Mereka yang Tak Punya Kampung Halaman Adalah Orang yang Malang



EtIndonesia.
Sebenarnya, kalimat ini mestinya berbunyi: “Mereka yang tidak pernah kehilangan kampung halamanlah yang malang.” Tapi kalau dipikir-pikir, cara pertama mengatakannya pun ada benarnya.

Bila seseorang tidak pernah meninggalkan kampung halaman, tidak pernah merasakan berbagai rasa yang dibawanya, bukankah itu sama saja dengan tidak punya kampung halaman?

Tinggal terlalu lama di tanah kelahiran, pelan-pelan kamu akan merasa bahwa kampung halaman adalah belenggu, penjara, gunung berapi, rawa yang menenggelamkan, batu besar yang menekan dada, atau tali jerami yang tak bisa diputus bahkan dengan api. Dia bisa menjadi malam-malam panjang tanpa tidur, di mana setiap menit dan detiknya adalah pergulatan. Sementara itu, “tempat jauh” justru tampak seperti musik, tarian, surga, negeri peri, pantai, debur ombak, hembusan angin sepoi, cahaya bulan, gerimis lembut, pelangi, kemabukan indah, keromantisan, kicau burung, hijaunya padang rumput yang luas—bahkan sosok bidadari yang sudah ratusan kali kau temui di dalam mimpi.

Maka, sayap impian yang pernah kau simpan sejak bayi mulai terbentang, ingin mencoba terbang. Kau ingin memutus tali, memecahkan penjara, meninggalkan gunung berapi dan rawa itu. Kau mulai “mengkhianati” pohon kecil tempatmu dulu berteduh, mulai meninggalkan sumur yang telah memberimu air belasan bahkan puluhan tahun lamanya. Kau mulai mengkhianati orang-orang kampung halaman, berniat meninggalkan mereka demi masuk ke dunia yang telah kau rajut ratusan bahkan ribuan kali dalam benakmu. Kau merasa dirimu adalah bagian dari dunia itu, bukan dari tanah kelahiranmu yang sempit.

Hingga pada suatu pagi yang masih remang, kau akhirnya pergi—tanpa menoleh ke belakang. Hanya membawa sebuah ransel kecil, tak ada yang lain. Seolah semua yang ada di sini bukanlah yang kau mau; semua yang kau mau ada di tempat jauh itu, dan sudah menunggumu di sana.

Kau melangkah mantap, seperti seorang pahlawan berangkat perang.

Kampung halaman pun kalah oleh tempat jauh.

Lalu kau menetap di negeri yang jauh itu—sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, lalu dua tahun lagi…

Sampai suatu ketika, kau tak lagi betah. Kau mulai rindu kampung halaman. Kau menyadari, kampung halaman kini terasa jauh sekali. Saat kau berada di sana dulu, tempat jauh tak pernah terasa sejauh ini.

Kau ingin mendekatinya lagi, tapi sudah tak bisa. Bahkan di dalam mimpi pun sulit kau capai.

Kau mencoba merentangkan kembali sayap yang dulu membawamu terbang meninggalkan rumah, ingin kembali dalam semalam saja. Tapi tiba-tiba kau sadar—sayap itu sudah hilang. Kau meraba seluruh tubuh, bahu, lengan, wajah… semua sudah tak sama lagi. Kau bukan lagi dirimu yang dulu.

Kau tak tahu kapan dan bagaimana sayap itu pergi, apalagi kenapa. Tapi sesungguhnya, karena kau terlalu larut dalam godaan tempat jauh yang kini kau tinggali, hingga lupa merawat sayap itu. Dalam kesedihan, sayap itu pulang ke titik awalnya—karena sayap itu hanya milik kampung halaman.

Kau terduduk, menangis. Air mata mengalir, tapi tak ada yang melihat. Tempat jauh membiarkanmu menangis sepuasnya, tapi tidak akan menghapus air matamu.

Berbeda dengan kampung halaman, di mana banyak mata yang selalu memperhatikanmu. Banyak tangan yang terulur untuk mengusap pipimu, bahkan sebelum kau sadar bahwa matamu basah.

Akhirnya kau mengerti rasa kampung halaman, dan juga rasa tempat jauh. Kau tersenyum, merasa dirimu beruntung. Kau menenangkan diri: orang yang malang justru mereka yang belum pernah kehilangan kampung halaman. Sebab, dari arti yang sesungguhnya, mereka belum tahu seperti apa rasanya kampung halaman—kecuali jika mereka juga pernah kehilangannya seperti dirimu.

Kini kau sadar, setiap rumput dan pohon di kampung halaman adalah saudaramu. Memeluk sebatang pohon pun, kau akan tanpa ragu memanggilnya “Ibu”.

Kali ini, tempat jauh kalah oleh kampung halaman.

Kau seperti pengemis yang tiba-tiba mendapat sepotong emas. Pada suatu malam yang sepi, kau berjalan sendirian menuju arah rumah. Kau pikir, kakimu adalah sayapmu sekarang. Kau rela menempuh perjalanan itu, meski mati di jalan pulang sekalipun, rasanya tetap berharga.

Kampung halaman itu seperti istri—mungkin ia lusuh, rambutnya kusut, pakaiannya compang-camping, tapi pada akhirnya ia yang memberimu kehangatan.

Tempat jauh itu seperti kekasih—mungkin dia cantik, bersinar, romantis, dan mempesona, tapi pada akhirnya ia hanyalah mimpi sesaat.(jhn/yn)

Bersiap Mengintensifkan Serangan ke Gaza, Militer Israel : Serangan IDF Melumpuhkan Hamas

Pada Kamis (14 Agustus), militer Israel menyatakan sedang bersiap untuk meningkatkan operasi militer di Gaza demi sepenuhnya melumpuhkan kelompok  Hamas demi mengakhiri perang. Sementara itu, Menteri Keuangan garis keras Israel, Bezalel Smotrich, mengumumkan rencana pembangunan permukiman baru di Tepi Barat.

EtIndonesia. Serangan Israel ke Gaza masih berlangsung. Kamis lalu, asap terus membumbung di dekat Khan Younis, Gaza selatan. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Letjen Eyal Zamir, mengatakan pasukan sedang mempersiapkan tahap lanjutan operasi ofensif.

 “Beberapa hari ini, IDF sedang menyelesaikan persiapan untuk memperdalam serangan di Jalur Gaza, yang akan melumpuhkan kemampuan Hamas di Gaza, baik dari sisi pemerintahan maupun militer. Perang ini akan berakhir ketika keamanan dan masa depan kami terjamin,” katanya. 

Pada hari yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Israel mengunjungi perbatasan Kerem Shalom. Ia menegaskan kembali lima syarat untuk mengakhiri perang di Gaza: perlucutan senjata Hamas, pembebasan seluruh sandera, demiliterisasi Gaza, kontrol keamanan, dan pembentukan pemerintahan sipil di Gaza.

Wakil Menlu Israel Sharon Haskel mengatakan, “Kelima, Gaza harus memiliki pemerintahan sipil damai non-Israel, yang tidak mengajarkan kebencian pada anak-anaknya, tidak memberi hadiah pada terorisme, dan tidak menyerang warga Israel.”

Dalam wawancara media, lembaga militer Israel yang mengkoordinasikan bantuan ke Gaza menyatakan telah melakukan upaya besar dalam pendistribusian bantuan. Dalam beberapa minggu terakhir, sekitar 300 truk bantuan—sebagian besar berisi makanan—masuk ke Gaza setiap hari.

Hari itu pula, operasi bantuan kemanusiaan lewat udara untuk Gaza masih terus berlangsung.

Di hari yang sama, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dalam konferensi pers mengumumkan bahwa Israel akan membangun permukiman baru di Tepi Barat.

Smotrich menyatakan, “Hari ini kami akhirnya memenuhi janji untuk menghubungkan Ma’ale Adumim dengan Yerusalem, satu-satunya ibu kota kami. Koneksi strategis, keamanan, dan demografis ini memastikan ibu kota bersatu untuk generasi mendatang.”

Sebelumnya, rencana pembangunan permukiman di Ma’ale Adumim telah dua kali dibekukan karena penolakan sebagian sekutu Israel dan negara lain. Langkah ini dinilai  dapat mengancam tercapainya kesepakatan damai dengan Palestina di masa depan.

Sumber : NTDTV.com

Topan Yangliu Menerjang Berbagai Daerah di Daratan Tiongkok, Guangdong Terendam Banjir setelah Pemasangan Jaring Anti-Nyamuk

Pada 14 Agustus, Topan Yangliu mendarat di Provinsi Fujian, Tiongkok, lalu melanda Guangdong, Guangxi, Sichuan, dan daerah lain dengan angin kencang serta hujan deras. Kota Foshan mengalami nasib sial berturut-turut: wabah nyamuk belum reda, kini justru terendam banjir.

EtIndonesia. Menurut Badan Meteorologi Pusat Tiongkok, pada 14 Agustus 2025 pukul 00.30, Yangliu mendarat di pesisir Kabupaten Zhangpu, Fujian, kemudian bergerak memasuki Kota Meizhou, Guangdong, dengan kecepatan sekitar 30 km/jam menuju barat laut.

Akibat topan ini, wilayah utara Guangdong, timur laut Guangxi, selatan Hunan, dan barat daya Jiangxi mengalami hujan lebat ekstrem.

Video dari Zhangpu, Fujian, menunjukkan pepohonan tumbang, pintu rumah sulit ditutup akibat tiupan angin, kabel listrik putus dan memercik api, jalanan tergenang air, dan gerobak pedagang kaki lima terhempas angin hingga terbalik. Setelah topan lewat, ranting-ranting berserakan di jalanan.

Topan juga membawa hujan deras ke Guangdong, Guangxi, dan Sichuan. Di Foshan, Guangdong, beberapa jalan tergenang, termasuk Stasiun Zhihui Xincheng yang terendam parah.

Sejumlah warga Foshan mengeluhkan bahwa selain topan, banjir juga diperparah oleh kebijakan pemerintah kota yang menutup semua saluran air dengan jaring anti-nyamuk. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir ke saluran pembuangan. Warga berkomentar sinis, “Air tidak bisa surut karena saluran ditutup jaring anti-nyamuk”, “Nyamuk akan kembali merajalela”, dan “Pimpinan, ayo cepat surutkan banjirnya.”

Di Cenxi, Guangxi, jalanan juga terendam. Seorang warganet menulis, “Hari ini saya dinas ke Cenxi, hampir tidak bisa pulang. Baru masuk supermarket dua menit, langit langsung gelap.”

Video dari berbagai daerah Guangdong menunjukkan atap rumah tercabut, pohon tumbang, tenda restoran terbuka beterbangan, bahkan pekerja ikut terseret angin. Beberapa warganet menyebut terjadi tanah longsor, listrik dan komunikasi terputus, serta ada korban jiwa, meski pihak berwenang belum mengumumkan data resmi.

Di Chengdu, Sichuan, sebuah restoran terkena dampak parah. Pemilik restoran Wang Defu mengatakan melalui video bahwa pada 14 Agustus pukul 16.00 waktu setempat, angin topan setara skala 8 menghantam, merobohkan dinding kaca, menerbangkan kipas angin besar dan mesin kasir.

“Rasanya seperti langit runtuh. Sore ini kami baru saja mengalami langsung angin super kencang di Chengdu. Seluruh dinding kaca di sudut ini terbang, dan peralatan seperti kipas besar serta mesin kasir entah terbawa ke mana,” ujar sang pemilik. 

Sumber : NTDTV.com

Intelijen Ukraina: Rusia Akan Uji Coba Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir Baru untuk Meningkatkan Tekanan pada Negara Barat

EtIndonesia. Rusia sedang bersiap untuk menguji coba rudal jelajah bertenaga nuklir barunya dan jika berhasil, berencana untuk menggunakan hasilnya guna memperkuat posisi negosiasinya dengan Barat, ungkap intelijen militer Ukraina pada hari Jumat (15/8).

Andriy Yusov, juru bicara dinas tersebut, mengeluarkan pernyataan tertulis kepada Reuters tepat sebelum Presiden AS, Donald Trump dijadwalkan mengadakan pembicaraan di Alaska dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk mengakhiri perang Moskow di Ukraina.

Dia tidak memberikan penilaian mengenai kemungkinan waktu uji coba dalam pernyataan tersebut, yang disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan yang diajukan oleh Reuters untuk laporan yang diterbitkan pada hari Selasa bahwa Moskow sedang bersiap untuk menguji coba rudal jelajah 9M730 Burevestnik.

Dia tidak menjelaskan bagaimana dinasnya sampai pada penilaian tersebut. Selama bertahun-tahun, dinas tersebut telah menerima informasi intelijen dari Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya, dan memiliki jaringan sendiri di dalam Rusia.

Reuters pada hari Selasa melaporkan dua peneliti AS dan seorang sumber keamanan Barat mengatakan bahwa Moskow sedang mempersiapkan uji coba Burevestnik di lokasi uji Pankovo di kepulauan Novaya Zemlya di Laut Barents.

Para peneliti mengatakan citra satelit dari Planet Labs, sebuah perusahaan satelit komersial, menunjukkan aktivitas yang ekstensif di lokasi tersebut, peningkatan personel dan peralatan, serta keberadaan kapal dan pesawat yang terkait dengan uji coba senjata sebelumnya yang dijuluki SSC-X-9 Skyfall oleh NATO.

Kementerian Pertahanan Rusia, Pentagon, dan CIA menolak berkomentar untuk laporan tersebut. Gedung Putih tidak berkomentar langsung mengenai apakah uji coba sedang dipersiapkan, dan menanggapi pertanyaan tentang hal itu dengan mengatakan bahwa Trump menginginkan perdamaian di Ukraina.

Yusov mengatakan Moskow, yang telah mengancam akan menggunakan senjata nuklir terkait perang Ukraina, melihat uji coba ini sebagai pengaruh diplomatik.

“Rusia sedang mempersiapkan putaran uji coba 9M730 Burevestnik berikutnya,” demikian pernyataannya. “Tujuan dari uji coba ini adalah untuk memvalidasi solusi ilmiah dan teknis yang diterapkan oleh rudal tersebut.”

“Jika berhasil, Rusia akan memanfaatkan hasil uji coba untuk mempertahankan kepentingannya dalam negosiasi dengan Barat,” lanjutnya.

Putin mengatakan senjata itu “tak terkalahkan” oleh sistem pertahanan rudal, dengan jangkauan yang hampir tak terbatas dan jalur terbang yang tak terduga.

Namun, banyak pakar mengatakan masih belum jelas apakah rudal itu dapat menghindari sistem pertahanan, tidak akan memberi Moskow kemampuan yang belum dimilikinya, dan akan memuntahkan radiasi.

Burevestnik memiliki rekam jejak uji yang buruk, menurut kelompok advokasi Nuclear Threat Initiative, dengan dua keberhasilan parsial di antara 13 uji coba yang diketahui.(yn)

Manusia, Selain Kesehatan, Segalanya Hanyalah Awan yang Berlalu

EtIndonesia. Ada pepatah yang mengatakan: “Suasana hati adalah gerbang pertama menuju kesehatan; hanya dengan hati yang gembira, kesehatan akan selalu menyertaimu.”

Benar adanya, “Kamu mungkin memiliki sepuluh ribu kemampuan, bisa menaklukkan dunia bahkan mengubah sejarah, tetapi tanpa kesehatan, semua itu hanyalah omong kosong.”

Kesehatan adalah modal terbesar dan harta paling berharga dalam hidup. Memiliki kesehatan berarti memiliki kebahagiaan, memiliki masa depan, dan memiliki segala kemungkinan. Kesehatan adalah syarat utama untuk memiliki segalanya.

Ingatlah untuk menghargai diri sendiri. Jangan tunggu sampai kehilangan kesehatan baru menyadari bahwa kita telah mengorbankan modal terakhir yang kita punya—dan meruntuhkan batas hidup itu sendiri.

Di dunia ini, persaingan begitu ketat. Demi bertahan hidup, demi memberi keluarga kehidupan yang lebih baik, banyak orang bekerja siang dan malam, memeras tenaga, menguras tubuh.

Namun, suatu hari, ketika uang sudah terkumpul, karier sudah berhasil, barulah sadar: tubuh sudah roboh, kesehatan telah runtuh.

Kalau dipikir lagi, sungguh tidak sepadan. Hidup hanya sekali. Tubuh yang sehat tak ternilai bagi setiap orang. Seseorang boleh saja tidak punya harta atau nama besar, tetapi tidak boleh kehilangan kesehatan. Sebab, tanpa tubuh yang kuat, meski seluruh dunia ada di genggaman, apa gunanya?

Kesehatan bukan hanya modal hidup, tapi juga sumber energi jiwa. Hidup ini singkat; tubuh yang sehat adalah bekal utama untuk bertahan. Kebahagiaan sejati berawal dari tubuh yang sehat, karena hanya tubuh yang sehatlah yang bisa menopang jiwa yang sehat. 

Maka benarlah kata pepatah: “Sehat dan bahagia adalah kekayaan paling berharga.”

Kita boleh saja menganggap harta dan nama sebagai debu, tetapi jangan pernah menyia-nyiakan kesehatan. Sekali kesehatan habis, berapa pun uang yang kita miliki tak akan bisa membelinya kembali. Saat itu, penyesalan pun sudah terlambat. Tanpa kesehatan, kita tak punya apa-apa.

Kesehatan adalah tanggung jawab terhadap keluarga. Bila kita sakit-sakitan, rumah tangga pun akan diselimuti awan kelabu. Suasana hangat dan bahagia akan hilang.

Karena itu, setiap orang harus sadar akan pentingnya menjaga kesehatan—baik fisik maupun mental—untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai. Anggaplah kesehatan sebagai tanggung jawab yang tak bisa dihindari.

Hanya dengan tubuh dan jiwa yang sehat, kualitas hidup akan meningkat, hari-hari menjadi lebih indah, dan keluarga akan terasa lebih hangat. Kesehatan adalah pondasi kebahagiaan keluarga dan sumber sejati dari kegembiraan. Tanpa kesehatan, segalanya hanyalah sia-sia

Benarlah kata pepatah: “Sehat adalah berkah.”

Kitab Suci pun menegaskan: “Tidak ada kekayaan yang lebih baik daripada kesehatan, dan tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada hati yang gembira.”

Gorky juga berkata: “Kesehatan itu seperti emas.” 

Kita bisa saja hidup tanpa emas, tetapi tidak tanpa kesehatan. Selama kesehatan ada, emas akan datang, sebab emas adalah hasil ciptaan manusia.

Jika kehilangan uang, kita masih bisa berusaha mencarinya kembali. Tetapi jika kehilangan kesehatan, hidup akan berjalan menuju kemerosotan dan kehancuran.

Maka benarlah kata orang bijak: “Manusia bisa melakukan banyak kebodohan dalam hidupnya, tetapi yang paling bodoh adalah mengabaikan kesehatan.”

Jadilah orang yang bijaksana: jangan menghias diri dengan perhiasan mewah, tapi persenjatai tubuhmu dengan kesehatan. Hanya dengan itu, kamu layak disebut orang paling cerdas—dan orang yang benar-benar bahagia.

Trump dan Putin Mengakhiri Perundingan “Produktif” Tanpa Hasil

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump dan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin pada hari Jumat (15/8) mengadakan pertemuan puncak berisiko tinggi yang “sangat produktif” dan “saling menghormati” di Alaska, di tengah upaya kedua pemimpin dunia untuk mengakhiri konflik Ukraina—salah satu konflik paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir.

Presiden Trump menegaskan bahwa “tidak ada kesepakatan sampai ada kesepakatan”, menunjukkan tidak adanya resolusi yang tepat selama pertemuan tersebut, sementara Presiden Putin menggambarkan perundingan tersebut sebagai “tuntas dan bermanfaat”. Putin juga mengatakan Rusia “dengan tulus ingin mengakhiri” konflik di Ukraina tetapi menandai “kekhawatiran yang sah” yang perlu dipertimbangkan.

Kedua pemimpin menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers bersama setelah tiga jam perundingan mengenai invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, perang yang telah menewaskan ribuan orang sejauh ini dan yang belum direstui Moskow, yang meraih kemajuan pesat tepat sebelum pertemuan puncak. Namun, keduanya tidak menjawab pertanyaan apa pun dari wartawan.

“Kami mengadakan pertemuan yang sangat produktif, dan banyak poin telah disepakati. Hanya sedikit yang tersisa,” kata Trump kepada para wartawan, seraya menambahkan: “Kami tidak sampai di sana, tetapi kami memiliki peluang yang sangat besar untuk sampai di sana.”

Presiden Rusia, yang pertama kali berbicara di depan media dan lebih lama dari Trump, mengatakan “negosiasi berlangsung dalam suasana yang konstruktif dan saling menghormati”.

“Mereka sangat teliti dan bermanfaat. Kami berharap kesepahaman yang telah kami capai akan… membuka jalan bagi perdamaian di Ukraina,” ujarnya.

Dia juga mengatakan Moskow berharap “Kyiv dan ibu kota Eropa akan memandang semua ini secara konstruktif dan tidak akan menciptakan hambatan apa pun”.

Presiden Rusia juga memperingatkan terhadap “upaya untuk mengganggu kemajuan yang sedang berkembang melalui provokasi atau intrik di balik layar.”

“Saya telah berulang kali mengatakan bahwa bagi Rusia, peristiwa di Ukraina terkait dengan ancaman mendasar terhadap keamanan nasional kami,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa “keseimbangan yang adil dalam bidang keamanan di Eropa dan di dunia secara keseluruhan harus dipulihkan.”

Rusia di masa lalu telah berulang kali mendesak Ukraina untuk meninggalkan ambisinya bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan menyerahkan wilayah timurnya yang diklaim telah dianeksasi oleh Moskow. Ukraina telah menolak gagasan tersebut dan menyerukan agar setiap kesepakatan damai mencakup jaminan keamanan untuk mencegah Rusia menyerang lagi.

KTT tersebut berlangsung di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, instalasi militer terbesar di Alaska dan Pangkalan Perang Dingin untuk pengawasan Uni Soviet. Kedua pemimpin tiba dengan jet kepresidenan masing-masing dan mendarat di landasan sebuah pangkalan udara, dengan Trump bertepuk tangan saat Putin menginjakkan kaki di tanah Barat untuk pertama kalinya sejak memerintahkan invasi ke Ukraina pada tahun 2022.

Selama konferensi pers, Trump memuji apa yang disebutnya sebagai area kesepakatan yang luas dengan Putin, tetapi tidak memberikan detail tentang bagaimana pertemuan yang sangat bersahabat ini akan memengaruhi perang di Ukraina.

Putin berbicara tentang perlunya AS dan Rusia untuk bekerja sama dan juga berbicara tentang kemajuan secara umum. Saat meninggalkan panggung dan Trump berbicara tentang pertemuan kedua, Putin tersenyum dan berkata dalam bahasa Inggris: “Lain kali di Moskow.” (yn)

Kisah Klasik: Kematian Tragis Burung Cuit Zamrud

EtIndonesia. Konon, di hutan hujan Amerika Selatan, hidup seekor burung berwarna hijau zamrud dengan lingkaran-lingkaran motif abu-abu di tubuhnya, menyerupai gelombang air. Karena itulah dia diberi nama burung Cuit Zamrud (raja-udang Eurasia).

Sebagai informasi, raja-udang Eurasia atau raja-udang sungai adalah jenis burung raja-udang kecil yang memiliki tujuh subspesies dan tersebar luas di wilayah Eurasia hingga Afrika Utara.

Burung ini sangat indah, namun hidupnya penuh kesibukan. Setiap hari ia terus-menerus membangun sarang hingga tampak lesu dan kelelahan. Keunikan sarang burung ini adalah ukurannya yang sangat besar—terlihat megah ketika bertengger di atas pepohonan.

Namun, hal itu menimbulkan tanda tanya: tubuh burung Cuit Zamrud hanya sepanjang 5–6 cm, mengapa mereka membangun sarang yang ukurannya berkali-kali lipat, bahkan belasan kali lebih besar dari tubuhnya?

Untuk mencari tahu, seorang ahli zoologi melakukan eksperimen. Dia membuat sebuah sangkar besar dan memasukkan seekor burung Cuit Zamrud untuk mengamati proses membangun sarangnya.  Hasilnya mengejutkan—burung itu hanya membangun sarang sebesar tubuhnya, lalu berhenti.

Penasaran, sang peneliti memasukkan burung kedua ke dalam sangkar. Kali ini situasinya berubah total. Burung baru itu mulai membangun sarang dengan giat, dan burung pertama yang sebelumnya berhenti juga ikut-ikutan memperluas sarangnya. Semakin lama, kedua sarang itu makin besar.

Beberapa hari kemudian, kedua burung itu tampak kelelahan, dan kecepatan membangun pun melambat. Tak lama, burung yang pertama dimasukkan mati karena keletihan. Anehnya, begitu burung itu mati, burung satunya langsung berhenti membangun sarang.

Peneliti mengulang percobaan dengan burung lain, dan hasilnya sama persis. Saat itulah dia menyadari penyebabnya: burung Cuit Zamrud mati karena sifat suka membandingkan diri.

Burung ini tak tahan jika ada sarang burung lain yang lebih besar. Begitu melihat “rumah” tetangganya sedang dibangun, dia akan bekerja tanpa henti untuk memperbesar sarangnya sendiri—hingga akhirnya kelelahan dan mati.

Sesungguhnya, hidup manusia pun tak jauh berbeda. Jika ingin benar-benar meraih kebahagiaan dan hidup ringan tanpa beban, jangan selalu menjadikan orang lain sebagai tolok ukur. Sering kali, yang terpenting adalah kita sendiri merasa cukup.

Segala sesuatu—dan terhadap siapa pun—cukup lakukan yang terbaik. Berusaha secukupnya. Tak perlu membuat tubuh terlalu lelah, apalagi memenuhi hati dengan kesedihan.

Jika terus menatap kehidupan orang lain, kita akan buta terhadap kebahagiaan kita sendiri.

Manusia yang tidak bersaing akan hidup lebih ringan. Hidup tanpa membanding-bandingkan akan terasa lebih lapang.  Hati yang tidak terus-menerus menginginkan akan selalu damai.

Semoga kita menjadi pribadi yang tahu bersyukur dan merasa cukup. Membuat keluarga tetap tenteram, memperlakukan sahabat dengan tulus, menjaga hati tetap gembira, dan menyambut hidup dengan semangat penuh.