Permohonan Tunjangan Pengangguran AS Mencapai Level Terendah dalam 55 Tahun, Pasar Tenaga Kerja Tetap Kuat

Data ketenagakerjaan AS terbaru yang dirilis pada Jumat (24 Juli) lebih baik dari perkiraan. Pekan lalu, jumlah pemohon tunjangan pengangguran baru mencapai titik terendah dalam 55 tahun, menunjukkan bahwa perusahaan tidak secara signifikan mengurangi jumlah lowongan kerja, dan pasar tenaga kerja tetap stabil. Meskipun harga minyak kembali naik, sejauh ini tampaknya hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pasar tenaga kerja

EtIndonesia.com Pada akhir pekan 18 Juli, jumlah pemohon tunjangan pengangguran baru di AS turun menjadi 187.000 orang, berkurang 22.000 orang dari pekan sebelumnya, mencatatkan rekor terendah sejak September 1969, dan juga lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 215.000 orang.

Permohonan tunjangan pengangguran pertama kali merupakan indikator penting untuk mengamati pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan. Meskipun serangan militer AS terhadap Iran menyebabkan harga minyak melonjak, para ekonom menunjukkan bahwa kenaikan biaya energi belum memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar tenaga kerja.

Data terbaru menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AS saat ini belum secara signifikan memperluas PHK, dan pasar tenaga kerja tetap stabil.

Selain itu, penambahan lapangan kerja baru pada bulan Juni hanya mencapai 57.000 orang, yang juga menunjukkan bahwa perusahaan masih bersikap cukup hati-hati dalam merekrut tenaga kerja baru.

Adapun tingkat pengangguran turun dari 4,3% menjadi 4,2%, sebagian disebabkan oleh beberapa pengangguran yang menyerah mencari pekerjaan, sehingga tidak lagi dimasukkan dalam statistik pengangguran.

Laporan dari Amerika Serikat oleh Zheng Shengxun, wartawan New Tang Dynasty Television

Sering Terhenti Akibat Suhu Tinggi, Xpeng Tarik Kembali 33.000 Unit Mobil Listrik

EtIndonesia.com Sejak pertengahan Juli, banyak wilayah di Tiongkok terus mengalami cuaca panas dengan suhu di atas 40°C. Banyak pemilik mobil melaporkan bahwa Xpeng X9 mengalami gangguan sistem suspensi udara secara tiba-tiba saat sedang dikendarai, sehingga mobil “mogok”. Pada 24 Juli, rencana penarikan kembali 30.000 unit mobil oleh Xpeng terungkap.

Menurut pengumuman Administrasi Umum Pengawasan Pasar Tiongkok, nomor penarikan kembali Xpeng kali ini adalah S2026M0082V. Rencana penarikan kembali tersebut menunjukkan bahwa fluktuasi dalam proses produksi kendaraan menyebabkan penurunan kedap udara pada pegas udara depan. 

Setelah digunakan dalam waktu lama di lingkungan bersuhu tinggi dan kelembaban tinggi, pegas udara depan mungkin mengalami kebocoran udara secara perlahan, yang kemudian memicu menyalanya lampu peringatan dan munculnya pesan peringatan. Dalam situasi ekstrem, hal ini dapat mempengaruhi kemampuan pengendalian kendaraan dan menimbulkan risiko keselamatan.

Program penarikan kembali ini akan resmi dimulai pada 28 Agustus 2026. Rencananya, program ini akan mencakup sebagian mobil Xpeng X9 yang diproduksi antara 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025, dengan total 33.473 unit.

Juli lalu, insiden “macetnya” suspensi udara Xpeng X9 memicu perbincangan luas di kalangan industri.

Banyak pemilik mobil melaporkan secara daring bahwa dalam kondisi cuaca panas, suspensi udara Xpeng X9 tiba-tiba mengalami kegagalan saat berkendara, menyebabkan satu sisi atau seluruh bodi mobil turun, disertai munculnya peringatan merah di panel instrumen serta pemberitahuan kompresor overheat. Seorang pemilik mobil di Chongqing menggambarkan: setelah diparkir di garasi bawah tanah selama beberapa jam, saat keluar dan memasuki jalan tol, bagian belakang mobil turun hanya dalam waktu kurang dari 10 menit.

Ini bukanlah kali pertama X9 mengalami “ambles”. Sejak musim panas 2025, banyak pemilik X9 telah melaporkan masalah “ambles” pada suspensi udara serta suara berisik yang tidak wajar. Di situs-situs pengaduan kualitas seperti Chezi.com, terdapat banyak keluhan terkait kegagalan suspensi udara Xpeng X9.

Pada 15 Juli lalu, XPeng Motors secara terbuka meminta maaf dan mengusulkan program garansi khusus untuk pembaruan XPeng X9, dengan menyatakan akan memperpanjang masa garansi sistem pegas udara depan (termasuk rakitan kolom geser pegas udara depan, unit pasokan udara, kotak katup elektromagnetik unit pasokan udara, dan tangki penyimpanan udara) menjadi 8 tahun atau 160.000 kilometer.

Berdasarkan data yang dipublikasikan, XPeng X9 merupakan model MPV pertama dari XPeng Motors, yang pertama kali diperkenalkan pada November 2023, diluncurkan secara resmi pada Januari 2024, dan kemudian mengalami dua kali pembaruan model pada tahun 2025 dan 2026. Xpeng X9 model 2026 yang saat ini dijual memiliki kisaran harga antara 309.800 hingga 369.800 yuan, menjadikannya model dengan harga tertinggi di antara seluruh jajaran produk Xpeng yang saat ini tersedia.

Yang perlu diperhatikan, tepat pada hari ketika publik fokus pada informasi penarikan kembali tersebut, Xpeng mengumumkan hasil uji coba musim panas di Turpan yang baru saja diselesaikan pada Juli lalu. Hasilnya  menyatakan bahwa “dalam kondisi ekstrim dengan suhu permukaan tanah melebihi 70°C dan suhu luar ruangan 44°C, kendaraan berhasil mengatasi kondisi operasional yang kompleks seperti debu gurun, paparan sinar matahari yang terik, dan tanjakan jarak jauh”, “di lingkungan bersuhu tinggi Gunung Api, suhu kabin naik hingga 55°C lalu turun menjadi 29°C dalam waktu 6 menit”, “semua tes berhasil dilalui” dan sebagainya.

Para netizen berkomentar: “Saat berkendara di jalan raya tiba-tiba mobil miring ke satu sisi, jika mobil di belakang mengikuti terlalu dekat, membayangkannya saja sudah menakutkan,” “Uji coba di Gunung Api dengan suhu 70 derajat bisa dilalui, tapi di Chongqing dengan suhu 39 derajat mobil-mobil itu mati mesin secara massal, siapa yang akan percaya uji coba-uji coba itu di masa depan,” “Jangan membesar-besarkan.”

Laporan komprehensif oleh Wartawan Li Li / Editor Yun Tao – NTDTV.com

Trump Mengumumkan Kebangkitan Energi Nuklir, Reaktor Canggih Pertama AS dalam 40 Tahun Mulai Beroperasi

EtIndonesia.com Pada Jumat (24 Juli), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa energi nuklir sipil AS telah mencapai terobosan bersejarah, di mana empat perusahaan berhasil menyelesaikan target uji coba reaktor nuklir canggih, yang menjadi reaktor baru pertama yang dioperasikan dengan investasi swasta di AS dalam lebih dari 40 tahun. Para analis berpendapat bahwa AS sedang mempercepat kembalinya ke bidang energi nuklir, merebut posisi terdepan dalam persaingan energi masa depan, serta membangun sistem pasokan energi yang lebih andal.

“Hari ini, kita berkumpul di sini untuk merayakan tonggak sejarah dalam teknologi energi nuklir sipil, serta kebangkitan besar energi nuklir Amerika,” kata Trump. 

Presiden Trump tahun lalu menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan Menteri Energi Chris Wright untuk membentuk program uji coba reaktor nuklir canggih. Berkat kerja sama erat antara lembaga pemerintah dan perusahaan energi, target uji coba tersebut telah tercapai lebih awal dari jadwal.

“Pencapaian yang kita raih ini sungguh luar biasa. Sebagian besar orang menganggap tujuan ini mustahil tercapai, tetapi dengan senang hati saya mengumumkan bahwa empat perusahaan telah berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu, menciptakan pencapaian terdepan di bidang energi nuklir global. Ini adalah reaktor paling canggih yang didanai oleh investasi swasta baru dan pertama kali dioperasikan di Amerika Serikat dalam lebih dari empat dekade,” ujarnya. 

Pada Rabu (22/7), Departemen Energi AS mengumumkan 300 proyek pertama yang terpilih dalam “Usulan Proposal Misi Genesis” pemerintahan Trump, di mana yang terbesar adalah investasi energi nuklir senilai 60 juta dolar AS selama tiga tahun. 

Proyek ini akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu pembangunan fasilitas nuklir secara lebih cepat dan aman, sekaligus menurunkan biaya operasional, guna menyediakan energi yang terjangkau, andal, dan aman bagi masyarakat AS.

Pada hari Rabu yang sama, Administrasi Mineral Laut AS (Marine Minerals Administration) dan Komisi Pengatur Nuklir (Nuclear Regulatory Commission) menandatangani sebuah perjanjian untuk bersama-sama mengkoordinasikan dan mengawasi proyek-proyek energi nuklir lepas pantai yang potensial.

Laporan komprehensif oleh Zhang Qin, wartawan New Tang Dynasty Television

Serangan Bom Bundir di Pos Pemeriksaan Keamanan Pakistan Menewaskan 27 Orang, Termasuk Anggota Militer, Polisi, dan Pejabat Pemerintah

EtIndonesia.com  Militer Pakistan pada Jumat (24 Juli) menyatakan bahwa serangan bom bunuh diri terjadi di wilayah barat laut negara tersebut, di mana para militan menabrakkan kendaraan yang sarat bahan peledak ke pos pemeriksaan keamanan, mengakibatkan 15 orang tewas—termasuk personel militer, polisi, dan pegawai pemerintah—serta 12 penyerang tewas.

Kantor berita AFP melaporkan, media militer Pakistan mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan: “15 putra bangsa yang gagah berani telah gugur demi negara dan menjadi martir. Korban tewas termasuk 12 personel militer, 2 polisi, dan 1 mantan pejabat pemerintah dari departemen kehutanan.”

Menurut laporan, serangan terbaru ini terjadi di provinsi perbatasan barat laut Pakistan, Khyber Pakhtunkhwa. Daerah tersebut telah lama menjadi basis kelompok bersenjata yang melancarkan serangan.

Para penyerang mencoba menerobos paksa pos pemeriksaan di wilayah Tank, provinsi Khyber Pakhtunkhwa, lalu menabrakkan kendaraan yang dipenuhi bahan peledak ke tembok pembatas.

Kelompok bersenjata Taliban Pakistan (TTP), yang telah berperang melawan pemerintah Pakistan sejak 2007, menyatakan bahwa empat pelaku bom bunuh diri terlibat dalam serangan ini.

Saat ini, operasi pencarian dan penangkapan telah dilancarkan di wilayah sekitar untuk melacak semua pihak yang terlibat.

Sumber : NTDTV.com 

Aksi Damai Akbar di Washington DC Menentang Partai Komunis Tiongkok, Anggota Kongres AS dari Kedua Partai Bersatu Mendukung Falun Gong

EtIndonesia.com Pada 23 Juli 2026, lebih dari 2.000 praktisi Falun Gong dan pendukung dari berbagai kalangan mengadakan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Monumen Lincoln di ibu kota AS, Washington DC, menuntut agar “penganiayaan segera dihentikan” dan mengakhiri tirani Partai Komunis Tiongkok. 

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah latihan spiritual yang berlandaskan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Diperkenalkan kepada masyarakat di Tiongkok pada awal 1990-an, latihan ini dengan cepat meraih popularitas luas. Menurut perkiraan resmi saat itu, jumlah praktisinya mencapai antara 70 juta hingga 100 juta orang pada akhir dekade tersebut.

Pada Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT), yang khawatir popularitas Falun Gong akan mengancam kekuasaannya, melancarkan kampanye penindasan besar-besaran untuk memberantas latihan tersebut. Sejak saat itu, banyak praktisi mengalami penahanan sewenang-wenang, kerja paksa, penyiksaan, bahkan kehilangan nyawa akibat praktik pengambilan organ secara paksa.

Para praktisi Falun Dafa mengikuti pawai yang menyerukan diakhirinya 27 tahun penganiayaan terhadap Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Tiongkok, di Washington, pada 23 Juli 2026. Larry Dye/The Epoch Times

Sejumlah anggota Kongres AS dari kedua partai, pemimpin hak asasi manusia, dan tokoh masyarakat, hadir secara langsung untuk menyampaikan pidato dan memberikan dukungan kepada Falun Gong.

Sebelum aksi unjuk rasa, Komite Kongres dan Eksekutif AS untuk Tiongkok (CECC) mengeluarkan pernyataan di platform X, mengecam penganiayaan yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok terhadap praktisi Falun Gong, serta menuntut agar pihak berwenang AS “harus mendesak pembebasan semua praktisi Falun Gong yang ditahan, dan menjatuhkan sanksi kepada pejabat Partai Komunis Tiongkok yang bertanggung jawab atas kekejaman ini”.

“Selama beberapa tahun terakhir, saya bersama pihak lain telah memimpin upaya legislatif bipartisan yang dikenal sebagai ‘Undang-Undang Perlindungan Falun Gong’. Banyak dari Anda yang sudah tidak asing lagi dengan RUU ini. Melalui RUU ini, kami mengirimkan pesan yang jelas dan tegas kepada Partai Komunis Tiongkok: kami tidak akan mentolerir tindakan keji mereka yang merugikan kemanusiaan dan para praktisi Falun Gong!” ujar anggota Kongres AS dari Partai Demokrat Pat Ryan. 

Anggota DPR AS Pat Ryan (Demokrat–New York) bertemu dengan para praktisi Falun Dafa dalam aksi unjuk rasa tahunan di Lincoln Memorial, Washington, pada 23 Juli 2026. Madalina Kilroy/The Epoch Times

Lebih dari sepuluh anggota Kongres dari kedua partai juga masing-masing mengirimkan video dan surat dukungan, menuntut Partai Komunis Tiongkok segera menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong, serta menyerukan kepada negara-negara di dunia bebas untuk bersama-sama menghentikan kekejaman Partai Komunis Tiongkok.

Direktur Hubungan Luar Negeri Yayasan Peringatan Korban Komunisme (Victims of Communism Memorial Foundation), Karina Lipsman: “Selama 27 tahun, tak terhitung jumlahnya orang yang mengalami penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, pemenjaraan, dan pelanggaran hak asasi manusia serius lainnya hanya karena keyakinan spiritual damai mereka.”

Piero Tozzi, Direktur Senior Kebijakan Tiongkok di American First Policy Institute (AFPI): “Segala yang dialami Falun Gong di Tiongkok, Amerika Serikat, dan semakin banyak negara lain, menunjukkan bahwa cengkeraman Partai Komunis Tiongkok terus menjangkau wilayah-wilayah tersebut dan terus melakukan tindakan penindasan lintas batas. Hal ini menyoroti bahwa korban terbesar dari (tirani) PKT adalah rakyat Tiongkok sendiri!”

Pada 21 Juli, Departemen Luar Negeri AS secara khusus mengirimkan surat kepada The Epoch Times  yang menyatakan bahwa AS berkomitmen untuk memberantas tindakan penindasan lintas batas yang dilakukan rezim PKT di wilayah AS, serta melindungi kelompok-kelompok rentan seperti praktisi Falun Gong.

Faith McDonnell, Direktur Advokasi Katartismos Global (Gereja Kristen Global): “PKT melihat bagaimana Shen Yun, melalui penari, penyanyi, dan musisi yang penuh keindahan dan keanggunan, membela kebenaran dan kebaikan. PKT ingin membungkam mereka dan mengintimidasi mereka dengan berbagai ancaman teror.”

Sean Nelson, Penasihat Hukum Senior Bidang Kebebasan Beragama Global di “Aliansi Internasional untuk Membela Kebebasan” (ADF International): “Karena itulah, saya mengagumi Anda. Di tengah penganiayaan tanpa ampun selama puluhan tahun, Anda dan komunitas Anda selalu berani bersuara menentang kekejaman dan penganiayaan komunis.”

Enes Kanter Freedom, aktivis hak asasi manusia dan mantan pemain NBA, bergabung dengan para praktisi Falun Dafa dalam aksi unjuk rasa tahunan di Washington pada 23 Juli 2026. Samira Bouaou/The Epoch Times

Mantan bintang NBA dan aktivis hak asasi manusia, Enes Kanter Freedom : “Pesan kalian sedang menyebar di kalangan masyarakat dan ke seluruh penjuru dunia. Jika para pemimpin setiap negara mau mendengarkan pesan indah dan suci dari Falun Gong ini, kita tidak akan mengalami perang-perang ini sekarang. Oleh karena itu, saya harap kalian terus memperjuangkan keadilan, karena kalian sedang menginspirasi miliaran orang.”

Laporan wawancara dari Kantor Berita New Tang Dynasty Television di Washington, D.C.

Para praktisi Falun Dafa memegang foto-foto rekan praktisi yang meninggal dunia akibat penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Tiongkok, dalam aksi di Lincoln Memorial, Washington, pada 23 Juli 2026. Madalina Kilroy/The Epoch Times
Praktisi Falun Dafa mengikuti pawai di Washington pada 23 Juli 2026 untuk menyerukan diakhirinya 27 tahun penganiayaan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Falun Gong di Tiongkok. (Samira Bouaou/The Epoch Times)
Para praktisi Falun Dafa membentangkan spanduk di Lincoln Memorial, Washington, pada 23 Juli 2026. Samira Bouaou/The Epoch Times
Praktisi Falun Dafa mengikuti malam renungan lilin di Lincoln Memorial, Washington, pada 23 Juli 2025 untuk mengenang sesama praktisi yang meninggal dunia akibat penganiayaan Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Tiongkok. (Samira Bouaou/The Epoch Times)
Para praktisi Falun Dafa membentangkan spanduk bertuliskan “Untuk mengenang para praktisi Falun Gong yang tewas akibat penganiayaan Partai Komunis Tiongkok (PKT)” di Washington, pada 23 Juli 2026. Samira Bouaou/The Epoch Times

Kebakaran Hutan Melanda Eropa dan Amerika Utara; Spanyol Menyatakan Keadaan Darurat Nasional

EtIndonesia.com Belakangan ini, kebakaran hutan di sejumlah negara Eropa terus memburuk. Spanyol telah mengumumkan status darurat nasional, dan puluhan ribu warga dievakuasi secara darurat; di Semenanjung Cap Ferret, destinasi wisata Prancis, lebih dari 63.000 penduduk dievakuasi secara darurat. 

Di sisi lain, kebakaran hutan di Kanada juga memecahkan rekor tahunan, dengan asap tebal menyebar hingga ke Pantai Timur AS, menyebabkan kualitas udara di New York dan Washington DC memburuk parah, sementara krisis kebakaran hutan global terus memanas.

Karena banyak kebakaran hutan yang tidak terkendali, beberapa waktu lalu, pihak berwenang Spanyol mengumumkan bahwa Wilayah Otonomi Madrid dan Provinsi Ávila yang berbatasan dengannya telah memasuki status darurat nasional. Lebih dari 10.000 orang dievakuasi dari rumah mereka, dan militer juga turut serta dalam operasi penyelamatan.

“Saya terpaksa meninggalkan rumah. Situasinya benar-benar seperti bola api; jika saya terlambat 5 menit saja, kami semua pasti sudah tewas,” ujar Enrique Martín, salah satu warga yang dievakuasi dari Spanyol dilaporkan pada Sabtu (25/7/2026).  

Di sisi lain, pejabat pemerintah Spanyol menyatakan bahwa kebakaran hutan ketiga di Provinsi Ávila sedang bersatu dengan dua kebakaran hutan di wilayah Madrid, atau mungkin sudah bersatu, sehingga dikhawatirkan akan membentuk kawasan kebakaran yang lebih luas.

Perdana Menteri Spanyol Sánchez menulis di platform X: “Kami sedang menghadapi krisis yang parah, tidak hanya di berbagai provinsi Spanyol, tetapi juga wilayah di negara tetangga tidak luput dari dampaknya.”

Menurut laporan Reuters, pihak berwenang Prancis hari ini memerintahkan evakuasi total seluruh penduduk di Semenanjung Cap Ferret, sebuah destinasi wisata di pesisir Atlantik. Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan bahwa kebakaran hutan ini telah menghanguskan lebih dari 10.000 hektar hutan, merusak sekitar 80 rumah, di mana hampir 50 di antaranya hancur total. Ini merupakan kebakaran terbesar sejak musim kebakaran hutan tahun ini di Prancis.

Saat ini, sekitar 63.000 orang di Prancis telah dievakuasi dari kawasan wisata pesisir yang ramai, dan pihak berwenang juga mengerahkan kapal untuk membantu evakuasi penduduk dan wisatawan.

Karena api terus meluas, petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat menghadapi tekanan yang sangat besar, sehingga Prancis dan Spanyol telah meminta bantuan kepada Uni Eropa.

Sementara itu, kebakaran hutan di Kanada telah memecahkan rekor tahun-tahun sebelumnya, dengan lebih dari 920 titik kebakaran yang masih berkobar, di antaranya lebih dari 180 titik di Provinsi Ontario. Sebelumnya, Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) merilis serangkaian citra satelit yang menunjukkan asap tebal dari kebakaran hutan di Provinsi Ontario yang terbawa angin ke arah Amerika Serikat. Akibat asap tersebut, New York dan Washington sempat menduduki peringkat teratas dalam daftar polusi udara global.

Laporan komprehensif oleh Xiao Chang, koresponden New Tang Dynasty Television

Bau Busuk Menyebar Pasca Banjir di Guangxi, Tiongkok, Korban Bencana Tak Berani Bersuara

EtIndonesia.com Setelah Hengzhou, Guangxi, Tiongkok dilanda banjir besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, bau busuk yang diduga berasal dari jenazah korban menyebar ke seluruh wilayah bencana. Namun demikian, para korban bencana mengatakan bahwa meskipun ingin berbicara, mereka tidak berani mengatakannya, dan dilarang untuk mengatakannya.

“Bau ini benar-benar menyengat, baunya seperti… (bau mayat), saya tidak berani mengatakannya,” kata seorang blogger saat merekam video di lokasi bencana di Hengzhou, Guangxi.

Seorang blogger wanita yang merekam video di daerah bencana berkata, “Bau aneh di sini sangat menyengat, jadi ketika kamu tiba di lokasi, kamu benar-benar ingin menangis.”

Pada hari ketujuh setelah banjir, sejumlah petugas penyelamat pergi ke Kota Yunbiao untuk mengirimkan bantuan, dan melihat daerah bencana yang porak-poranda. Petugas penyelamat tersebut merekam video sambil berkata, “Astaga! Seluruh jalanan sepi tanpa jejak kehidupan, lihat? Terasa sangat menyeramkan. Truk di depan itu adalah truk bantuan kami. Kedua sisi jalan dipenuhi sampah, ditambah mobil-mobil yang terendam air, baunya sangat busuk, persis seperti bau toilet jongkok dan toilet kering di pedesaan!”

Seorang warga desa yang diwawancarai menceritakan bahwa setelah banjir, bau busuk mayat yang membusuk menyebar ke mana-mana, namun perkataannya terputus sebelum selesai. “Kami berada di Desa Guli, bau di sana benar-benar menyiksa. Saya tidak tahu persis bau apa itu, tapi secara halus bisa dibilang seperti bau ayam, bebek, dan ikan; secara kasar… bau yang tak terlukiskan.”

Seorang blogger yang memasuki daerah bencana berkata, “Ini adalah Desa Yunbiao Xinsheng, di mana pun kami pergi semuanya berantakan, seluruh desa mulai berbau busuk.”

Seorang korban bencana berkata dengan jujur: “90% keluarga kembali jatuh miskin dalam semalam. Banyak netizen yang menanyakan situasi korban jiwa, bukan karena kami tidak mau mengatakan, tapi karena apa pun yang kami katakan tidak bisa dikirim keluar. Bayangkan saja, banyak ikan yang bisa berenang pun mati, dan saat air datang, banyak orang tersapu.”

Seorang korban bencana menangis sambil berkata kepada tim penyelamat, “Seluruh anggota keluarga saya telah tiada, saya menangis sepanjang hari.”

Ada pula korban bencana yang merekam rumahnya sendiri; terlihat rumah-rumah hancur diterjang banjir, sambil mengeluh, “Semuanya hancur berantakan, harus memulai dari awal lagi, betapa sulitnya!”

Seorang korban perempuan yang diwawancarai tak bisa menahan tangis, sambil terisak-isak berkata, “Sungguh mengerikan! Dalam sekejap semuanya hilang, semuanya hilang, sungguh mengerikan. Hampir setiap keluarga mengalami kerugian puluhan hingga ratusan ribu, tidak ada yang kerugiannya kurang dari itu, sungguh sangat mengerikan, belum pernah saya lihat yang separah ini! Air naik 2 meter dalam satu jam, benar-benar banyak orang yang terpisah dari istri dan anak-anaknya, tidak bisa menemukan orang-orang itu, tidak bisa, sungguh menyedihkan!”

Seorang lansia yang selamat dari banjir mengatakan, air bah telah menghanyutkan kedua putranya, hanya tersisa dia dan suaminya. Seorang blogger wanita yang mewawancarainya di lokasi tidak bisa menahan air mata.

Seorang warga perempuan menceritakan suasana saat banjir melanda. Ia berkata, banjir datang dengan deras sehingga tidak sempat melarikan diri; dalam satu setengah jam, air sudah menggenangi lantai satu. 

“Kami tidak bisa pergi, jadi kami naik ke atap. Selama tiga hari itu tidak ada makanan, kami hanya minum air hujan,” katanya dengan suara tercekat, “Sungguh menyedihkan!”

Seorang blogger melihat para korban bencana membersihkan lumpur dengan kaki telanjang, lalu bertanya mengapa mereka tidak memakai sepatu. Seorang wanita lanjut usia menjawab, “Sepatu kami semua hanyut, mana ada sepatu yang bisa dipakai.”

Banyak warga desa yang melihat kampung halaman mereka yang hancur berantakan, kehilangan harapan: “Pembersihannya tidak akan pernah selesai, seluruh jalan dipenuhi lumpur.” 

“Sungguh menyedihkan, tidak mungkin membersihkan semua ini, sama sekali tidak bisa.” Lihat saja, tidak ada cara apa-apa.”

Pada 22 Juli, tim penyelamat datang ke daerah bencana Hengzhou untuk memberikan bantuan. Di Kecamatan Yunbiao, mereka melihat lokasi tersebut masih berupa reruntuhan, banyak rumah masih tertimbun lumpur, hujan kembali turun, jalanan berlumpur, dan bau busuk yang tak terlukiskan menyelimuti lokasi bencana.

Banyak netizen mengeluh: “Lokasi pasca-banjir di Hengzhou, Guangxi⋯⋯ bencana yang tak terbayangkan.”

“Bau mayat, bahkan kata-kata ini pun tak berani diucapkan, apalagi menyebutnya ‘negara adidaya’.”

“Rumah-rumah sudah seperti ini, bayangkan nasib orang-orang yang tak sempat melarikan diri saat banjir datang?”

“Pemandangan mengerikan seperti ini, benar-benar tak terbayangkan! Banyak orang terpisah dari istri dan anak-anaknya, sungguh tidak ada yang lebih menyedihkan dari ini di dunia.”

“Rakyat biasa tidak tahu bagaimana menggambarkan keadaan saat ini, hanya bisa berkata: Sungguh menyedihkan!! Tanah gersang sejauh ribuan li, pemandangan yang hancur berantakan, neraka di dunia. Wahai rakyat Tiongkok, bangunlah, ini bukan bencana alam, ini bencana yang disebabkan oleh manusia!”

“Bayangkan, bahkan ikan yang berenang pun mati, apalagi manusia. Tempat itu benar-benar berantakan, pemandangan yang benar-benar mengerikan. Orang-orang di bawah kekuasaan PKT menderita bencana tragis seperti itu, namun mereka bahkan tidak bisa bersuara, mereka tidak berani bersuara. Sungguh menyedihkan.” 

Mengenai banjir di Hengzhou, Guangxi, PKT secara resmi melaporkan 39 kematian dan 9 orang hilang pada 9 Juli, termasuk 26 kematian dan 7 orang hilang akibat runtuhnya bendungan Waduk Liulan. Tidak ada pembaruan lebih lanjut sejak saat itu. Namun, banyak korban mengatakan kepada The Epoch Times bahwa jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka resmi.

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui – NTDTV.com

Seorang Pria Menemukan Ribuan Tungau di Bulu Matanya; Perhatian! Jangan Lupa Mencuci Sprei dan Sarung Bantal

Seorang pria berusia 36 tahun dari Hubei, Tiongkok, mengalami mata kering dan gatal selama setengah tahun serta penurunan penglihatan. Setelah memeriksakan diri ke dokter, ditemukan bahwa folikel bulu matanya dipenuhi ribuan tungau demodex. Penyebabnya diduga karena ia jarang mencuci seprai, ditambah kebiasaannya sering menggosok mata dengan tangan. Para ahli menyatakan, tidak mencuci seprai di musim panas dapat memicu perkembangbiakan tungau dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan iritasi kulit.

EtIndonesia.com Baru-baru ini, media *Jimu News* melaporkan bahwa seorang pria berusia 36 tahun berinisial Yu (nama samaran) dari Hubei telah mengalami mata kering dan gatal selama hampir setengah tahun. 

Penggunaan obat tetes mata pun tidak membuahkan hasil, dan penglihatannya pun menurun secara signifikan. Setelah memeriksakan diri ke rumah sakit mata, ia didiagnosis menderita blefaritis akibat tungau demodex pada kedua mata yang disertai sindrom mata kering.

Dokter di rumah sakit tersebut menyatakan bahwa tepi kelopak mata Yu tampak memerah, dan terdapat banyak sekresi di pangkal bulu mata. Setelah mengambil masing-masing 8 helai bulu mata dari kedua matanya untuk diperiksa, hasilnya menunjukkan bahwa setiap folikel rambut mengandung 8 hingga 9 ekor tungau Demodex; dari 16 helai bulu mata tersebut, terdeteksi lebih dari seratus ekor tungau. Diperkirakan jumlah tungau yang bersarang di kedua matanya bisa mencapai ratusan hingga ribuan ekor.

Setelah ditanyai, dokter mengetahui bahwa Yu Nan tidak hanya sering menggosok matanya, tetapi juga mengganti seprai dan sarung bantalnya hanya sekitar setiap tiga bulan sekali. Diduga kebiasaan-kebiasaan inilah yang memungkinkan tungau berkembang biak secara massal.

Lalu, seberapa sering sebaiknya mengganti sprei, terutama di musim panas?

Majalah gaya hidup *Good Housekeeping* melaporkan bahwa ahli mikrobiologi dari Universitas Leicester, Dr. Primrose Freestone, menyatakan bahwa minyak, keringat, serta jutaan bakteri dan jamur yang terlepas dari kulit saat tidur dapat menyebabkan sprei mengeluarkan bau tidak sedap. Jika menumpuk terlalu banyak, bakteri akan berkembang biak di tempat tidur.

Di musim panas, akibat cuaca panas dan keringat, kondisi ini akan semakin memburuk. Semakin panas tempat tidur, semakin mudah bakteri berkembang biak. Jamur, tungau, dan tungau debu yang berkembang biak dalam jumlah besar di tempat tidur—yang memakan keringat dan sel kulit mati—dapat mengiritasi kulit bahkan paru-paru, mempengaruhi kualitas tidur, sementara kotoran tungau debu juga dapat memicu alergi.

Majalah *Good Housekeeping* menyarankan agar perlengkapan tidur dicuci setidaknya sekali seminggu jika suhu malam hari berada di atas 20 derajat. 

Bagi yang memelihara hewan peliharaan, disarankan untuk mencuci perlengkapan tidur setiap 3–4 hari sekali. Untuk membunuh bakteri dan tungau debu, disarankan mencuci dengan air bersuhu 60 derajat atau mengeringkannya dengan pengering pada suhu tinggi selama 30 hingga 40 menit.

Laporan oleh Li Yunfei / Editor Lin Qing

Perhatian Konten Sensitif! Tulang Belulang dalam Jumlah Besar Ditemukan di Lokasi Amblesan Jalan di Shanxi, Tiongkok

EtIndonesia.com  Baru-baru ini, di lokasi amblesan jalan di Kabupaten Jishan, Kota Yun, Provinsi Shanxi, Tiongkok ditemukan sejumlah besar tulang belulang. Topik terkait ini masuk ke daftar tren pada 25 Juli dan menarik perhatian publik.

Amblesan tersebut disebabkan oleh erosi akibat hujan yang terus-menerus. Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa di antara lapisan tanah tebing yang ambles, tumpukan tulang belulang yang sangat banyak terlihat berlapis-lapis, berjejer rapat, termasuk tengkorak, tulang belakang, dan tulang anggota tubuh, yang dapat dikenali dengan jelas. Pemandangan tersebut sangat mengguncang, membuat siapa pun yang melihatnya merinding dan terkejut.

Menurut laporan *Xin Jing Bao*, baru-baru ini ditemukan sejumlah besar tulang belulang di lokasi amblesan jalan dekat situs bersejarah Kota Yubi di Yuncheng, Shanxi. 

Menanggapi hal ini, staf Pusat Pelestarian Warisan Budaya Kabupaten Jishan pada 25 Juli menyatakan bahwa tulang-tulang tersebut merupakan sisa-sisa pertempuran Yubi di masa lalu, yang dapat dilihat oleh wisatawan dari tebing. Saat ini, mereka sedang mengajukan permohonan untuk melakukan pelestarian preventif terhadap situs Kota Yubi.

Situs Purbakala Kota Yubi memiliki luas total sekitar 2,646 juta meter persegi, terletak di dataran tinggi tingkat dua Sungai Fen di Desa Baijiazhuang dan Desa Jun’an, Kecamatan Taiyang, Kabupaten Jishan, yang dibangun pada tahun ke-4 masa pemerintahan Da Tong Dinasti Xi Wei (538 M). Tulang belulang yang terungkap tersebut merupakan sisa-sisa pertempuran Yubi pada masa itu, yang berjarak seratus meter dari area amblesan.

Ini bukanlah pertama kalinya tulang belulang di situs reruntuhan Kota Yubi terungkap. Akibat erosi air hujan sepanjang tahun, pelapukan lereng gunung, dan penurunan tanah di dasar jalan, lapisan tanah terkelupas sehingga sisa-sisa jenazah kuno yang terkubur di bawah tanah secara bertahap terungkap.

Menurut catatan sejarah, pada tahun 546 Masehi, pada masa Dinasti Utara dan Selatan Tiongkok, meletus Pertempuran Yubi yang sangat dahsyat, yang terjadi sekitar 1.480 tahun yang lalu. 

Di dalam situs reruntuhan Kota Yubi saat ini masih terdapat sisa-sisa tembok kota selatan, kuburan massal, menara api, dan terowongan bawah tanah. Menurut cerita rakyat, diperkirakan lebih dari 70.000 orang dimakamkan di sini.

Sumber : NTDTV.com 

Peringatan 27 Tahun Penganiayaan Terhadap Pengikut  Falun Gong : Seruan Diakhirnya Genosida dan Represi Lintas Negara Partai Komunis Tiongkok Menggema

EtIndonesia.com  Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).  Mereka menyerukan agar diakhirinya genosida dan represi lintas negara terhadap praktisi Falun Gong. 

Tak hanya di Jakarta, aksi seruan serupa juga digelar para praktisi Falun Gong yang berada di sejumlah wilayah di Indonesia yakni di Batam, Kepulauan Riau, Surabaya, Jawa Timur dan di Denpasar, Bali. 

Selama digelarnya aksi damai di Jakarta, spanduk besar yang bertulisan seruan penghentian penganiayaan dibentangkan saat digelar aksi. Spanduk itu bertuliskan “End 27 Years Persecution of Falun Gong in China” dan Akhiri 27 Penindasan Terhadap Falun Gong di China.”  Spanduk besar lainnya bertuliskan Partai Komunis China Merampas Organ Praktisi Falun Gong Hidup-hidup  dan Menjualnya Secara Ilegal. 

Pada kesempatan itu, peragaan praktisi Falun Gong yang menjadi korban perampasan organ juga ditampilkan. Terlihat seorang praktisi Falun Gong yang terbaring dan seorang tenaga medis yang mengambil secara paksa organ dalam tubuh praktisi Falun Gong. 

Saat aksi digelar, sejumlah warga yang melintasi lokasi kegiatan terlihat turut membubuhkan tanda tangan atas dukungan mereka penghentian penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Mereka juga menerima dengan baik brosur yang menjelaskan fakta kebenaran tentang Falun Gong. 

Falun Gong atau Falun Dafa adalah  metode meditasi dan kultivasi jiwa-raga, sangat populer di Tiongkok pada dekade 1990-an. Diperkirakan 70 juta hingga 100 juta orang mempraktikkannya karena diyakini memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan ketenangan mental.

Pada 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan kampanye penganiayaan secara nasional terhadap Falun Gong. Sejak itu, para praktisinya menjadi sasaran berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia, termasuk kerja paksa dan pengambilan organ secara paksa.

Berdasarkan dokumentasi minghui.org yang memantau penganiayaan terhadap Falun Gong, sebanyak 5.359 praktisi telah terkonfirmasi meninggal dunia akibat penganiayaan. Namun, angka tersebut diyakini belum mencerminkan jumlah korban yang sebenarnya karena ketatnya kontrol informasi oleh pemerintah Tiongkok. Kasus-kasus lainnya diduga belum dapat diverifikasi secara independen.

“Aksi damai ini diselenggarakan untuk mengenang para korban, meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai pelanggaran HAM yang masih berlangsung di Tiongkok serta menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap jutaan praktisi Falun Gong,” demikian siaran pers Himpunan Falun Dafa Indonesia (HFDI) yang dibacakan di depan Kedubes Tiongkok. 

Menyikapi situasi penindasan yang kian meluas hingga ke ranah internasional, HFDI  menyampaikan tuntutan resmi sebagai berikut : 

Kepada Pemerintah Republik Indonesia : 

  • Menyatakan Keprihatinan Mendalam : Mendorong pemerintah untuk aktif bersuara dan menyatakan keprihatinan terhadap laporan pelanggaran HAM berat yang menimpa praktisi Falun Gong.
  • Mendukung Penyelidikan Internasional :  Meminta Indonesia mendukung investigasi independen, transparan, dan berbasis hukum mengenai dugaan pengambilan organ paksa melalui mekanisme PBB. 
  • Etika Kerjasa Sama Kesehatan : Memastikan seluruh kerjasa sama bilateral di bidang kesehatan dan transplantasi organ dengan pihak luar negeri tetap menjunjung tinggi transparansi dan etika medis universal 
  • Komitmen Kebebasan Berkeyakinan : Terus memperjuangkan kebebasan berekspresi dan berkeyakinan di kancah internasional sejalan dengan Deklarasi Universal HAM dan UUD 1945.

Kepada Pemerintah dan Otoritas Tiongkok (PKT) : 

  • Menghentikan Penganiayaan :  Segera mengakhiri segala bentuk penindasan, penyiksaan, dan represi transnasional terhadap praktisi Falun Gong di seluruh dunia.
  • Membebaskan Tahanan Hati Nurani : Membebaskan seluruh praktisi yang ditahan semata-mata karena mempertahankan keyakinan dan prinsip Sejati-Baik-Sabar.
  • Membuka Akses Investigasi : Memberikan akses penuh bagi penyelidik independen internasional untuk memeriksa fasilitas penahanan dan sistem transplantasi organ di Tiongkok dilakukan sesuai standar etika medis internasional. 

Sementara itu, Global Human Rights Effort (GHURE) menyampaikan penghormatan kepada ribuan korban yang telah kehilangan nyawa, kebebasan, dan martabat kemanusiaannya selama hampir tiga dekade terakhir. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan tidak boleh dilupakan ataupun dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.

Dalam rangka mensikapi situasi dan kondisi di Tiongkok sekaligus memperingati 27 tahun penganiayaan terhadap Falun Gong, Global Human Rights Effort (GHURE) menyampaikan tuntutan sebagai berikut:

Kepada Pemerintah Republik Indonesia:

1.  Menyatakan keprihatinan terhadap berbagai laporan internasional mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap praktisi Falun Gong dan kelompok tahanan hati nurani lainnya di Tiongkok.

2.  Mendukung penyelidikan internasional yang independen, transparan, dan berbasis hukum mengenai dugaan pengambilan organ paksa di Tiongkok melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa dan forum internasional lainnya.

3.  Memastikan bahwa kerja sama Indonesia dengan pihak mana pun di bidang kesehatan dan transplantasi organ tetap berlandaskan prinsip etika medis, transparansi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

4.  Terus memperjuangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Kepada Pemerintah dan Otoritas Tiongkok:

1.  Mengakhiri segala bentuk penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong serta kelompok agama dan keyakinan lainnya.

2.  Memberikan akses penuh kepada penyelidik independen internasional untuk

memeriksa sistem transplantasi organ, rumah sakit, pusat penahanan, dan fasilitas lain yang relevan.

3.  Membebaskan seluruh tahanan hati nurani yang ditahan semata-mata karena keyakinan atau pandangan mereka.

4.  Membuka seluruh arsip dan data mengenai transplantasi organ agar dapat diverifikasi secara independen oleh komunitas internasional.

5.  Memastikan bahwa seluruh praktik transplantasi organ di Tiongkok memenuhi standar etika medis internasional, dilakukan atas dasar persetujuan sukarela, serta diawasi secara transparan.

“GHURE meyakini bahwa penghormatan terhadap martabat manusia merupakan

fondasi perdamaian dunia. Apabila berbagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia tidak diselidiki secara transparan, maka impunitas akan terus mengancam nilai-nilai kemanusiaan universal,” tegas Ghure dalam pernyataan resmi di Depan Kedubes Tiongkok. 

Kegiatan aksi damai memperingati 27 tahun berlangsungnya penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong di Depan Kedubes Tiongkok, juga disertai dengan menunjukkan foto-foto para praktisi Falun Gong yang meninggal dunia akibat penganiayaan. 

Nyala lilin untuk mengenang mereka yang telah tiada, menandakan spirit keteguhan para praktisi Falun Gong yang tak pernah pudar. Kegiatan diakhiri saat siang memudar dan temaram tiba, aksi damai secara keseluruhan berlangsung dengan damai dan tertib.  (**)

Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026) Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026) Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026) Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026) Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026) Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Siaran pers dari Himpunan Falun Dafa Indonesia dibacakan. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026) Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026) perwakilan dari Ghure membacakan pernyataan sikap. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Warga menerima brosur yang diberikan oleh praktisi Falun Dafa. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Warga menerima brosur yang diberikan oleh praktisi Falun Dafa. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Warga menerima brosur yang diberikan oleh praktisi Falun Dafa. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Warga menerima brosur yang diberikan oleh praktisi Falun Dafa. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Warga menerima brosur yang diberikan oleh praktisi Falun Dafa. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Para praktisi Falun Dafa membawa foto-foto rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Para praktisi Falun Dafa membawa foto-foto rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Para praktisi Falun Dafa membawa foto-foto rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Para praktisi Falun Dafa membawa foto-foto rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan. Foto : ETIndonesia.com
Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 27 tahun penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Aksi kali ini digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Para praktisi Falun Dafa membawa foto-foto rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan. Foto : ETIndonesia.com

Banjir dan Hujan Es Melanda Berbagai Wilayah di Tiongkok, Shaanxi dan Hebei Terdampak

Pada Rabu (22 Juli), hujan lebat mengguyur Baoji di Provinsi Shaanxi serta sejumlah wilayah di Provinsi Hebei, termasuk Shijiazhuang, Langfang, dan Cangzhou. Banyak toko di lantai dasar dan kendaraan terendam banjir. Sehari sebelumnya, wilayah Xi’an dan daerah lain di Shaanxi juga dilanda badai, hujan deras, serta hujan es

Laporan ini juga menyebutkan bahwa sebagian warganet berkomentar bahwa berbagai bencana yang terjadi mencerminkan “kemarahan langit” terhadap pemerintahan saat ini. Pernyataan tersebut merupakan opini yang dikutip dari komentar warganet

EtIndonesia.com Pada 22 Juli malam, Kota Baoji mengalami cuaca konvektif ekstrem. Di beberapa wilayah turun hujan deras yang disertai hujan es. Banyak jalan di pusat kota tergenang air, sehingga toko-toko di lantai dasar dan kendaraan terendam.

Video yang beredar di internet memperlihatkan sejumlah warga terjebak di jalan maupun di dalam terowongan dan tidak dapat bergerak.

Seorang anggota tim penyelamat sukarela yang menggunakan nama samaran Xiaolin mengatakan bahwa kantor tim penyelamat mereka juga ikut terendam banjir, termasuk peralatan penyelamatan yang rusak karena terendam air.

“Tadi malam hujan deras turun sekitar setengah jam. Air langsung masuk ke dalam rumah, dan ketinggian air di dalam rumah mencapai lutut. Belum pernah banjir sedalam ini sebelumnya. Kami baru saja kembali dari Guangxi setelah membantu evakuasi di sana, sekarang justru harus menyelamatkan diri sendiri. Mobil-mobil yang parkir di pinggir jalan sekarang sedang dievakuasi dengan derek,” katanya. 

Hebei Dilanda Hujan Lebat dan Banjir Perkotaan

Menurut laporan,  22 Juli sejak pukul 07.00 hingga 23 Juli pukul 07.00, hampir seluruh wilayah Hebei diguyur hujan.

Di kota-kota seperti Shijiazhuang, Langfang, dan Cangzhou, hujan sangat lebat menyebabkan banjir perkotaan. Banyak toko di lantai dasar serta kendaraan terendam.

“Setiap kali hujan, kawasan Lingkar Selatan pasti banjir karena air tidak bisa mengalir. Beberapa mobil terendam di sini, bahkan sebuah bus juga terendam. Pemilik mobil Audi sampai menangis. Mobilnya yang baru dibeli langsung harus diderek. Tahun lalu mobil saya juga pernah terendam di tempat ini,” ujar seorang warga Kabupaten Dacheng, Kota Langfang, bermarga Wang. 

Sementara itu, seorang warga Kabupaten Xian, Kota Cangzhou, bermarga Li, mengatakan: “Hujannya sangat deras. Air sudah melewati lutut dan masuk ke dalam rumah. Tirai jendela sampai dilepas untuk menghalangi air. Mobil-mobil juga kemasukan air. Entah sudah berapa jalan yang terendam.”

Hujan Es Merusak Lahan Pertanian

Sekitar pukul 17.40 pada 21 Juli, wilayah utara Kabupaten Qian, Kota Xianyang, termasuk Kecamatan Fengyang, tiba-tiba diguyur hujan es berukuran besar.

Permukaan tanah tertutup lapisan es yang cukup tebal. Banyak lahan pertanian mengalami kerusakan parah, terutama tanaman jagung serta buah-buahan yang hampir memasuki masa panen.

Seorang warga Desa Fengyang bermarga Xue mengatakan : “Hujan es membuat seluruh wilayah kami terkena dampak. Jagung dan apel semuanya rusak. Kaca mobil juga pecah terkena hujan es. Kerugiannya sangat besar.”

Pada hari yang sama, banyak wilayah di Provinsi Shaanxi mengalami cuaca konvektif ekstrem yang jarang terjadi, berupa angin kencang, hujan deras, petir, dan hujan es.

Di ibu kota provinsi, Xi’an, kecepatan angin dilaporkan mencapai tingkat 11 menurut skala angin Tiongkok. Tiang listrik tumbang, banyak pohon tercabut hingga ke akarnya, dan beberapa kendaraan rusak tertimpa pohon.

Laporan tersebut juga mengutip komentar sebagian warganet yang menyatakan: “Di bawah pemerintahan PKT, langit dan rakyat sama-sama murka. Bencana terjadi di mana-mana. Menjelang berakhirnya dinasti-dinasti pada zaman dahulu juga sering terjadi keadaan seperti ini. Mungkin rezim PKT sudah mendekati akhirnya.”

Pernyataan tersebut merupakan pendapat yang dikutip dari komentar warganet, bukan fakta yang telah diverifikasi.

Laporan oleh Xiong Bin dan Chen Jianming, NTD Television

Eropa Dilanda Gelombang Kebakaran Hebat! Prancis Evakuasi Besar-Besaran pada Malam Hari

EtIndonesia.com Musim panas tahun ini benar-benar membawa cuaca ekstrem ke Eropa. Gelombang panas yang berkepanjangan telah memicu kebakaran hutan di berbagai negara.

Pejabat Prancis pada 23 Juli mengatakan bahwa kebakaran hutan yang menyebar dengan sangat cepat di barat daya Prancis telah menghanguskan lebih dari 2.400 hektare lahan hanya dalam semalam. Lebih dari 10.000 orang terpaksa dievakuasi, sementara banyak wisatawan harus meninggalkan area perkemahan mereka pada malam hari.

Kebakaran terjadi di kawasan wisata populer di dekat Bordeaux. Pemerintah setempat telah mengerahkan lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Wali Kota Lège-Cap-Ferret mengatakan bahwa api menyebar jauh lebih cepat dari perkiraan. Sejumlah jalan telah ditutup, dan jika keadaan semakin memburuk, pemerintah bahkan siap melakukan evakuasi seluruh semenanjung melalui jalur darat maupun laut.

Menurut laporan Reuters, seorang wisatawan menceritakan bahwa saat itu mereka sedang makan malam ketika tiba-tiba langit berubah menjadi merah menyala, kemudian diselimuti warna merah kehitaman. Udara dipenuhi bau benda yang terbakar.

Tak lama kemudian, mobil, kendaraan karavan, dan tenda mereka tertutup abu. Sekitar dua jam kemudian, mereka menerima perintah evakuasi darurat.

Spanyol dan Italia Juga Berjuang Melawan Kebakaran

Bukan hanya Prancis, Spanyol dan Italia juga tengah menghadapi kebakaran hutan besar.

Di Spanyol, sejumlah kebakaran masih belum berhasil dikendalikan. Jalur kereta cepat yang menghubungkan Madrid dan Barcelona bahkan sempat dihentikan operasinya.

Sepanjang tahun ini, lebih dari 100.000 hektare lahan di Spanyol telah terbakar.

Sementara itu, di Pulau Sisilia, Italia, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 59 tahun meninggal dunia setelah tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan saat bertugas memadamkan api.

Eropa Mengalami Tiga Gelombang Panas Berturut-turut

Laporan tersebut menyebutkan bahwa tahun ini Eropa telah mengalami tiga gelombang panas secara berturut-turut.

Akibat suhu yang sangat tinggi, vegetasi menjadi semakin kering sehingga hampir seluruh benua berubah menjadi seperti “tong mesiu raksasa” yang mudah terbakar.

Luas wilayah yang terbakar akibat kebakaran hutan tahun ini telah melampaui rata-rata selama 20 tahun terakhir.

Dampak Gelombang Panas Semakin Meluas

Dampak cuaca panas ekstrem tidak hanya berupa kebakaran hutan.

  • Prancis khawatir hasil panen pangan akan menurun.
  • Belanda mengumumkan mulai mengalami kekurangan air.
  • Inggris mulai memberlakukan pembatasan penggunaan air bagi penduduk.
  • Yunani menetapkan tujuh pulau dalam status darurat pasokan air.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa seiring perubahan iklim yang terus menyebabkan suhu global meningkat, Eropa kemungkinan akan menghadapi gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan yang semakin sering serta lebih parah di masa mendatang.

Sumber : NTDTV.com

Jersey Timnas dan Kemeriahan Piala Dunia Warnai General Artist Meeting MYZE Hotel Sumenep

0

SUMENEP, Juli 2026 – Suasana berbeda menyelimuti Aryawiraraja Ballroom MYZE Hotel Sumenep. Bukan rapat formal yang kaku, melainkan semangat sepak bola yang meriah. Seluruh artist (karyawan) mengenakan jersey tim sepak bola favorit mereka, menciptakan lautan warna yang mencerminkan kebersamaan dan semangat sportivitas.

MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL sukses menyelenggarakan General Artist Meeting 2026 dengan tema World Cup Football pada Juli 2026. Agenda rutin perusahaan ini dikemas secara unik dan interaktif, bertujuan mempererat komunikasi antara manajemen dan seluruh artist sekaligus membangun semangat kolaborasi yang lebih kuat.

Bukan Sekadar Rapat, Tapi Panggung Kreativitas dan Kebersamaan

General Artist Meeting merupakan forum penting yang menjadi wadah penyampaian berbagai informasi dan perkembangan hotel. Dalam kegiatan ini, setiap Head of Department turut memberikan arahan sesuai bidangnya masing-masing, memastikan seluruh artist memiliki pemahaman yang sama mengenai arah dan tujuan perusahaan.

Namun, yang membuat acara ini istimewa adalah kemasan kreatif yang menyertainya. Setiap departemen menampilkan talent performance yang menghibur—mulai dari tarian, nyanyian, hingga sketsa komedi—menjadi ajang bagi para artist untuk menunjukkan bakat di luar tugas sehari-hari. Suasana santai dan penuh kekeluargaan pun tercipta, mempererat hubungan antar departemen.

Games Piala Dunia, Lucky Draw, dan Hadiah Menarik

Keseruan semakin terasa melalui berbagai games bertema Piala Dunia, team challenge, lucky draw, hingga pembagian hadiah menarik yang melibatkan seluruh artist. Konsep interaktif ini diharapkan mampu meningkatkan semangat, kekompakan, dan kolaborasi antar tim dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu.

Dukung UMKM Lokal, Manfaat Berganda

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaku usaha lokal, MYZE Hotel Sumenep juga menggandeng beberapa UMKM di sekitar hotel untuk menyediakan konsumsi selama acara. Aneka makanan dan minuman yang disajikan berasal dari UMKM lokal, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan bagi seluruh artist, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Semangat Sportif dan Kolaborasi untuk Pelayanan Terbaik”

Akfian Farado Gusti, General Manager MYZE Hotel Sumenep, bersama jajaran Head of Department, menyampaikan bahwa acara ini dirancang untuk memperkuat ikatan internal sekaligus menciptakan suasana kerja yang positif.

“General Artist Meeting menjadi momen bagi seluruh artist untuk saling terhubung, memahami arah perusahaan, dan menikmati kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan. Melalui tema Piala Dunia, kami ingin menghadirkan suasana yang penuh semangat, sportif, dan menyenangkan. Kami juga bangga dapat melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia konsumsi, sehingga acara ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi internal perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar,” ujar Akfian.

Menuju Pelayanan yang Lebih Baik

Melalui General Artist Meeting 2026, MYZE Hotel Sumenep berharap seluruh artist semakin termotivasi untuk terus berkembang, menjaga semangat kolaborasi, serta bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu yang berkunjung.

Dengan semangat Piala Dunia yang membara, MYZE Hotel Sumenep membuktikan bahwa kebersamaan dan kerja sama adalah kunci untuk mencetak “gol” dalam dunia perhotelan—memberikan pengalaman menginap yang tak terlupakan bagi setiap tamu.

Gelar Wedding Showcase Perdana, Narita Hotel Surabaya Suguhkan Inspirasi Pernikahan Modern ala Jawa

SURABAYA – Memilih venue pernikahan kerap menjadi salah satu keputusan paling penting sekaligus membingungkan bagi calon pengantin. Mulai dari lokasi, dekorasi, hingga kapasitas—semua harus diperhitungkan agar hari sakral berjalan sempurna.

Melihat kebutuhan tersebut, Narita Hotel Surabaya menghadirkan komitmennya sebagai salah satu destinasi pernikahan pilihan di Surabaya dengan menyelenggarakan Wedding Showcase bertajuk “Aethers & Love: Javanese Modern Wedding” pada 18–19 Juli 2026. Acara ini menjadi ajang inspiratif bagi calon pengantin yang ingin mewujudkan pernikahan impian dengan sentuhan budaya Jawa yang elegan dan modern.

Javanese Modern: Tradisi dan Kemewahan dalam Satu Dekorasi

Mengusung konsep Javanese Modern Wedding, acara ini dirancang untuk menghadirkan inspirasi pernikahan adat Jawa dengan sentuhan megah, hangat, dan tetap relevan dengan gaya masa kini.

Hendra, General Manager Narita Group, menyampaikan bahwa Wedding Showcase ini merupakan yang pertama kali diadakan di Narita Hotel Surabaya.

“Kami ingin menghadirkan inspirasi pernikahan adat Jawa dengan sentuhan modern yang megah dan penuh kehangatan. Melalui Wedding Showcase ini, kami ingin membantu para calon pengantin menemukan inspirasi sekaligus solusi pernikahan yang praktis, elegan, dan berkesan,” ujar Hendra saat ditemui di Narita Hotel Surabaya, Minggu (19/7/2026).

Selama dua hari, pengunjung dimanjakan dengan tema pernikahan adat Jawa dan Modern yang ditampilkan lengkap dengan dekorasi, menu, hingga model pengantin. Hal ini memungkinkan calon pengantin membayangkan secara nyata suasana pernikahan mereka jika digelar di Narita Hotel.

5 Venue, Kapasitas Luas, dan Parkir Gratis

Salah satu keunggulan Narita Hotel Surabaya adalah lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau. Selain itu, hotel ini menyediakan lahan parkir gratis yang luas dan aman, mampu menampung hingga 100 kendaraan roda empat.

Calon pengantin juga dapat memilih dari 5 pilihan venue indoor dan outdoor, yaitu:

  • Gayatri Room
  • Mangkunegara Ballroom
  • Jatayu Resto
  • Garden
  • Pool Side Narita Hotel Surabaya

Reihan Taufik, Sales Manager Narita Hotel Surabaya, menjelaskan bahwa setiap venue menawarkan kapasitas luas, desain modern, serta fasilitas lengkap—cocok untuk konsep pernikahan intim hingga grand wedding.

“Didukung oleh layanan profesional dan standar pelayanan hotel berbintang, setiap detail acara pernikahan dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan maksimal bagi pasangan dan tamu undangan,” ungkap Reihan.

Vendor Terbaik dan Promo Eksklusif

Narita Hotel Surabaya juga menggandeng berbagai vendor pernikahan terbaik untuk memberikan solusi lengkap bagi pasangan, di antaranya:

  • RR Wedding Organizer
  • Lia Makeup Artis Attire
  • Ephotostory
  • Sair Video
  • Twins Organizer
  • MC Maston
  • My Card
  • Framing Band

Saryanto, Operasional Manager Narita Hotel Surabaya, menambahkan bahwa pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai promo menarik dan bonus eksklusif yang hanya berlaku selama Wedding Showcase.

“Para calon pengantin dapat menikmati keuntungan berupa harga paket pernikahan khusus dan bonus-bonus tambahan,” tandas Saryanto.

Beberapa paket yang ditawarkan antara lain:

  • Paket Silver – Rp140.000/net/pax
  • Paket Gold – Rp160.000/net/pax
  • Paket Platinum – Rp180.000/net/pax

Selain itu, ada paket spesial untuk pernikahan intim:

  • Akad Intimate 50 pax – mulai Rp30 juta (all in)
  • Akad & Resepsi Intimate 100 pax – mulai Rp49,5 juta (all in)

Istimewanya, calon pengantin juga bisa memilih konsep pernikahan outdoor di tepi kolam dengan Paket Garden & Pool Area untuk 300 pax hanya Rp98,5 juta—suasana santai namun tetap elegan.

Inspirasi, Kemudahan, dan Kenangan Abadi

Melalui Wedding Showcase “Aethers & Love”, Narita Hotel Surabaya tidak hanya menawarkan venue, tetapi juga pengalaman merancang pernikahan yang lebih mudah, menyenangkan, dan penuh inspirasi. Dengan menggabungkan nilai tradisi dan estetika modern, hotel ini hadir sebagai mitra terpercaya bagi pasangan yang ingin memulai babak baru kehidupan dengan perayaan yang tak terlupakan.

Bukan Sekadar Panggung, Ini Ruang #SetaraBerkarya untuk Anak Disabilitas

SURABAYA, 23 Juli 2026 – Di tengah gemerlap lampu panggung Caesar Lounge, Dafam Pacific Caesar Surabaya, anak-anak penyandang disabilitas berdiri dengan penuh percaya diri. Mereka bukan sekadar tampil—mereka menyampaikan pesan: bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, bermimpi, dan menginspirasi.

Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Dafam Pacific Caesar Surabaya menghadirkan perayaan yang jauh dari sekadar seremoni. Bertajuk #SetaraBerkarya, acara yang digelar pada Kamis (23/7) pukul 17.00–20.00 WIB ini menjadi ruang aktualisasi diri bagi anak-anak dari UPTD Kampung Anak Negeri dan Rumah Anak Prestasi.

Panggung itu hidup. Ada pameran lukisan, pentas seni, storytelling, hingga fashion show—semua diperankan oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi luar biasa jika diberi kesempatan.

“Setiap Anak Berhak Mendapat Panggung”

Muhamad Muamar Khadafi, General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan gerakan untuk mengubah cara pandang masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menyampaikan pesan kuat bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki potensi luar biasa yang wajib didukung dan dilindungi. Keberhasilan acara yang penuh makna ini juga tidak lepas dari dukungan penuh para sponsor yang memiliki visi sejalan dalam kepedulian terhadap anak-anak,” ujar Muamar.

Tema Hari Anak Nasional tahun ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” , selaras dengan semangat yang diusung. Bukan sekadar kata-kata, tema itu diterjemahkan menjadi ruang nyata di mana anak-anak disabilitas tidak hanya diperhatikan, tetapi juga didengar dan diapresiasi.

Dukungan Lintas Sektor

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya:

  • Leo Arief Budiman – Founder Disabilitas Berkarya
  • Dr. Ermi Ndoen – UNICEF Health and Nutrition Specialist
  • Buyung Hidayat Rahman, S.STP, M.Si. – Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial
  • Eva Rachmawati, S.Psi. – Kepala UPTD Kampung Anak Negeri
  • Mike Neuber – Manager Advisor Wisma Jerman
  • Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Institut Français Indonésie

Kehadiran mereka menegaskan bahwa inklusivitas adalah tanggung jawab bersama—lintas sektor, lintas lembaga.

Buyung Hidayat Rahman menyampaikan bahwa anak-anak binaan UPTD Kampung Anak Negeri dan Rumah Anak Prestasi memiliki bakat yang luar biasa.

“Ketika mereka diberikan kesempatan dan ruang aman untuk berekspresi seperti malam ini, mereka tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga membangun rasa percaya diri untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ermi Ndoen dari UNICEF menambahkan:

“Melihat anak-anak tampil percaya diri dalam fashion show, bercerita dalam bahasa Inggris, hingga bermusik dengan penuh penghayatan adalah bukti bahwa perlindungan dan kasih sayang yang tepat akan melahirkan generasi yang tangguh. Malam ini memicu inspirasi bagi kita semua orang dewasa untuk lebih peduli dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi.”

Lukisan Anak Bangsa Menghiasi Lobby Hingga Akhir Tahun

Malam perayaan ditutup dengan apresiasi meriah untuk karya-karya lukisan anak binaan. Karya-karya tersebut akan dipamerkan di lobi hotel hingga 31 Desember 2026, sehingga pengunjung dan tamu hotel dapat menikmati hingga membeli langsung karya anak bangsa.

Langkah ini bukan sekadar pameran, melainkan bentuk keberlanjutan—memastikan bahwa karya mereka terus dilihat, diapresiasi, dan bernilai.

Lebih dari Tema: Sebuah Gerakan

#SetaraBerkarya bukan sekadar tagline. Ini adalah ajakan untuk melihat kemampuan sebelum keterbatasan, memberikan kesempatan sebelum penilaian, dan merayakan setiap langkah kecil yang membawa anak-anak menuju masa depan yang lebih percaya diri, mandiri, dan penuh harapan.

Dafam Pacific Caesar Surabaya berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bahwa inklusivitas dimulai dari keberanian membuka ruang, memberikan kesempatan, dan merayakan keberagaman. Karena pada akhirnya, Hari Anak Nasional adalah tentang memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal.