Sebagai Manusia, Ada Hal-hal yang Tidak Boleh Ditoleransi—Jika Tidak, Kita Sendirilah yang Akan Dirugikan

EtIndonesia. Dalam hidup, kita sering mendengar nasihat seperti: “Bersabar sejenak, badai akan reda; mundur selangkah, dunia menjadi luas.” Seolah-olah kesabaran adalah sebuah kebajikan dan pilihan yang bijak.

Namun kenyataannya, tidak semua hal dalam hidup bisa diselesaikan hanya dengan bersabar. Ada kalanya, jika kita terus-menerus mengalah, kita justru akan terjebak dalam situasi yang menyakitkan dan tak bisa kita kendalikan—bahkan sampai kehilangan martabat dan kendali atas hidup sendiri.

Menjadi manusia, ada batas-batas yang tidak boleh dilanggar. Jika tidak, yang dirugikan selamanya adalah diri sendiri.

Di Mana Batas Kesabaran Seharusnya Ditetapkan?

Kesabaran itu bukan hal yang buruk. Dia bisa meredakan konflik, menjaga keharmonisan, dan mempererat hubungan antar manusia.  Namun, kesabaran juga tidak boleh menjadi bentuk kompromi tanpa batas.

Kesabaran yang sehat harus didasarkan pada prinsip dan harga diri.  Ketika berhadapan dengan permintaan yang tidak masuk akal, perkataan yang merendahkan, atau perlakuan yang menyakitkan, kita harus belajar berkata “tidak”—berani melindungi diri sendiri.

Toleransi yang berlebihan justru membuat orang lain menganggap kita lemah dan tak bernyali.
Lama kelamaan, kita akan dianggap sebagai sosok yang bisa dipermainkan dan dimanfaatkan sesuka hati.

Jika terus-menerus menekan diri sendiri, yang akhirnya terluka adalah hati dan jiwa kita sendiri. Tak ada satu pun manusia yang bisa selamanya memendam ketidakadilan. Jika terlalu sering memaksakan diri untuk bersabar, kita justru mengikis rasa percaya diri dan kesehatan mental sendiri.

Harga Diri Bukanlah Sesuatu yang Bisa Dikorbankan

Sering kali, demi menjaga hubungan, atau untuk menghindari konflik yang tidak perlu, kita memilih diam dan mengalah. Terutama di dunia kerja, banyak orang memilih menahan ketidakadilan hanya karena takut berselisih dengan atasan atau rekan kerja.

Namun perlu disadari, begitu harga diri hilang, maka segala bentuk kesabaran pun tak akan membuat orang lain menghargaimu.

Harga diri adalah fondasi paling dasar dalam hidup. Tanpa keberanian mempertahankannya, bagaimana orang lain bisa menghormati keberadaan kita?

Ada hal-hal yang memang tidak bisa ditawar: ketika kita dipermalukan, dilecehkan, atau dirugikan secara terang-terangan—kita harus berdiri tegak dan menyatakan batas kita.

Jika tidak, suatu saat kita akan sadar bahwa semua pengorbanan yang kita lakukan demi “kerukunan” itu tidak pernah dihargai. Sebaliknya, kita justru menjadi sasaran empuk yang bisa diinjak-injak kapan saja.

Batas Antara Satu Manusia dan Manusia Lain

Hubungan antar manusia adalah tentang keseimbangan dan saling menghargai. Dalam persahabatan, cinta, keluarga, bahkan dunia kerja, kompromi memang dibutuhkan.

Tapi, kompromi tidak bisa selalu didasarkan pada pengorbanan diri sendiri.
Kesabaran yang berlebihan adalah bentuk penghancuran diri secara perlahan.

Contoh sederhana: banyak orang di tempat kerja yang demi menghindari konflik, memilih diam saat diperlakukan tidak adil.

Mereka terus menahan diri—hingga suatu saat mereka menjadi “tak terlihat”, tidak diperhitungkan, bahkan dilupakan saat ada kesempatan promosi.

Demi menghindari konflik jangka pendek, mereka justru mengorbankan nilai diri dan masa depan jangka panjang. Akhirnya, yang rugi tetaplah diri sendiri.

Batas diri bukanlah sesuatu yang boleh dikorbankan sembarangan. Apalagi jika itu sudah menyentuh harga diri dan hak pribadi. Kita harus punya keberanian untuk menyatakan ketidaksetujuan dan melindungi hak-hak kita.

Jika kamu tak pernah berani berkata “tidak”, maka jangan heran jika orang lain pun tak pernah belajar untuk menghormati kamu.

Belajar Menolak Permintaan yang Tidak Masuk Akal

Dalam kehidupan, terutama dalam lingkungan keluarga, kita sering kali menghadapi permintaan yang tak wajar. Kadang itu bukan karena niat buruk, tapi karena kebiasaan atau sikap egois yang tak disadari.

Namun, jika kita terus-menerus mengalah dan mengorbankan diri demi menyenangkan orang lain, kita akan kehilangan arah dalam hidup.

Misalnya, beberapa orangtua mungkin memaksakan kehendaknya pada anak, menuntut mereka untuk mengikuti pilihan hidup yang ditentukan orangtua, bahkan memaksa anak mengorbankan cita-cita dan kebahagiaannya sendiri.

Atas nama “bakti”, banyak anak akhirnya memilih diam, dan menyerah pada tekanan. Namun di balik itu, mereka sedang mengorbankan makna sejati dari hidup mereka.

Jika kesabaran seperti itu menjadi kebiasaan, maka ruang pertumbuhan pribadi dan kebebasan memilih akan semakin sempit. Hasilnya adalah frustrasi dan kesedihan yang terpendam.

Setiap orang berhak atas kehidupannya sendiri. Orangtua, pasangan, saudara atau teman memang penting—tetapi kita tidak boleh kehilangan identitas diri demi menyenangkan mereka.

Berani berkata “tidak”, menyampaikan pendapat dengan jujur, dan mempertahankan kehendak pribadi adalah bentuk tanggung jawab pada diri sendiri.

Lawanlah dengan Bijak, demi Melindungi Diri Sendiri

Banyak orang menganggap bahwa bersabar adalah bentuk kemuliaan.  Namun, dalam banyak kasus, perlawanan yang tepat justru adalah perlindungan terbaik bagi diri sendiri.

Jika kamu terus-menerus memilih diam atas perlakuan yang tidak adil, maka penderitaanmu akan terus membesar, seperti bola salju yang bergulir makin lama makin besar—hingga akhirnya menghancurkanmu.

Contohnya, dalam dunia kerja: Saat kamu menghadapi perlakuan tidak adil dari atasan atau rekan kerja, dan kamu hanya diam—maka bukan hanya tidak ada yang berubah, tapi kamu juga bisa kehilangan suara dan posisi di tempat kerja.

Sebaliknya, jika kamu berani mengemukakan pendapat dan menolak perlakuan yang salah secara rasional, kamu justru akan mendapatkan penghormatan dari orang lain.

Melawan bukan berarti membalas dendam.
Melawan adalah tentang memperjuangkan keadilan dan harga diri yang sewajarnya kita miliki.
Bukan untuk menyakiti, melainkan untuk menetapkan batas, agar kita tidak terus dilukai.

Penutup: Tegakkan Batasan, Hormati Diri Sendiri

Menjadi manusia, kita perlu belajar menegakkan batasan diri. Menghormati dan melindungi diri sendiri adalah bentuk kasih sayang paling penting yang bisa kita berikan pada diri kita.

Setiap orang punya nilai dan martabat yang tak bisa ditawar. Jangan karena takut konflik, kamu menyerahkan harga dirimu begitu saja.

Kesabaran memang mulia, tetapi ia tetap harus memiliki batas. Dalam kehidupan ini, ada hal-hal yang memang tidak boleh ditoleransi—kalau tidak, yang paling dirugikan adalah diri sendiri.

Beranilah menolak permintaan yang tidak masuk akal.

Beranilah menyuarakan pendapatmu.

Beranilah memperjuangkan keadilan dan hak-hakmu.

Hanya dengan mempertahankan batasan diri, kita bisa berjalan lebih mantap di jalan kehidupan.

Kita akan lebih percaya diri, lebih merdeka, dan lebih bahagia. Dan pada akhirnya, mampu menemukan keseimbangan sejati antara kesabaran dan ketegasan—itulah tanda kedewasaan dan kebijaksanaan sejati. (jhn/yn)

Trump Umumkan Tarif 35% untuk Impor dari Kanada, Mengisyaratkan Tarif Menyeluruh yang Lebih Tinggi

EtIndonesia. Presiden Trump mengungkapkan pada hari Kamis (10/7) bahwa barang impor dari Kanada akan dikenakan tarif 35% mulai bulan depan, dan pungutan menyeluruh tersebut mungkin melebihi 10%.

Trump,memberi tahu Perdana Menteri Kanada, Mark Carney tentang tarif yang akan diberlakukan dalam sebuah surat – salah satu dari puluhan surat yang telah dilayangkan presiden kepada para pemimpin asing minggu ini menjelang batas waktu 1 Agustus bagi negara-negara untuk mengamankan pakta perdagangan dengan AS.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk mengirimkan surat ini kepada Anda karena surat ini menunjukkan kekuatan dan komitmen Hubungan Perdagangan kita, dan fakta bahwa Amerika Serikat telah setuju untuk terus bekerja sama dengan Kanada, meskipun Kanada telah melakukan pembalasan finansial terhadap Amerika Serikat,” tulis Trump dalam surat tersebut.

“Seperti yang Anda ingat, Amerika Serikat mengenakan Tarif kepada Kanada untuk mengatasi krisis Fentanil di negara kita, yang sebagian disebabkan oleh kegagalan Kanada untuk menghentikan obat-obatan terlarang tersebut mengalir ke negara kita,” lanjut presiden. “Alih-alih bekerja sama dengan Amerika Serikat, Kanada justru membalas dengan Tarifnya sendiri.”

“Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan Tarif sebesar 35% kepada Kanada atas produk Kanada yang dikirim ke Amerika Serikat, terpisah dari semua Tarif Sektoral.”

Trump memperingatkan Carney bahwa “barang yang diangkut ulang untuk menghindari Tarif yang lebih tinggi ini akan dikenakan Tarif yang lebih tinggi” dan jika Kanada membalas, tarifnya akan naik.

Presiden mencatat bahwa perusahaan Kanada yang memilih untuk “membangun atau memproduksi produk di Amerika Serikat” tidak akan dikenakan tarif dan bahwa pemerintahannya “akan melakukan segala yang mungkin untuk mendapatkan persetujuan dengan cepat, profesional, dan rutin — Dengan kata lain, dalam hitungan minggu.”

Tahun lalu, AS diperkirakan memperdagangkan barang senilai 762,1 miliar dolar dengan tetangga utaranya, menurut Kantor Perwakilan Dagang AS.

Defisit perdagangan AS dengan Kanada—yang digambarkan Trump sebagai “ancaman besar” bagi perekonomian dan keamanan nasional Amerika—diperkirakan mencapai 63,3 miliar dolar pada tahun 2024, turun 1,4% dari tahun 2023.

“Jika Kanada bekerja sama dengan saya untuk menghentikan aliran Fentanil, kami mungkin akan mempertimbangkan penyesuaian terhadap surat ini,” kata presiden. “Tarif ini dapat diubah, naik atau turun, tergantung pada hubungan kami dengan Negara Anda.”

“Anda tidak akan pernah kecewa dengan Amerika Serikat. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!”

Trump sebelumnya mengenakan tarif 25% untuk mobil, aluminium, baja, dan impor dari Kanada, serta Meksiko, yang tidak mematuhi Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA).

Belum jelas apakah pengecualian USMCA akan berlaku mulai 1 Agustus.

Sementara itu, Trump mengisyaratkan dalam sebuah wawancara dengan NBC News bahwa tarif dasar 10% untuk semua impor dapat meningkat.

“Kami hanya akan mengatakan semua negara yang tersisa akan membayar, entah itu 20% atau 15%. Kami akan menyelesaikannya sekarang,” kata Trump kepada moderator “Meet the Press”, Kristen Welker.

“Saya pikir tarif ini diterima dengan sangat baik,” tambahnya. “Pasar saham mencapai titik tertinggi baru hari ini.”

Dengan Kanada menerima suratnya, Trump kini telah memberi tahu setidaknya 23 negara yang gagal mencapai kesepakatan perdagangan selama jeda 90 hari atas apa yang disebut tarif “Hari Pembebasan” tentang tarif yang akan mereka kenakan.

Presiden minggu ini juga mengumumkan tarif 50% untuk impor tembaga yang akan berlaku bulan depan.

“Tidak semua orang harus menerima surat,” kata Trump kepada NBC News. “Anda tahu itu. Kami hanya menetapkan tarif kami.” (yn)

Pria Lupa dan Telah Meninggalkan Istrinya di SPBU, Baru Sadar 300 Km Kemudian

EtIndonesia. Seorang pria berusia 62 tahun di Prancis membuat polisi waspada setelah menelepon layanan darurat untuk melaporkan bahwa dia lupa telah meninggalkan istrinya di SPBU di jalan raya dan tidak ingat SPBU yang mana.

Pada tanggal 5 Juli, seorang pria Paris berangkat berlibur ke Maroko bersama istri dan putrinya dengan mobil keluarga. Mereka berhenti beberapa kali di SPBU di sepanjang jalan, tetapi di salah satu pemberhentian tersebut, sesuatu yang aneh terjadi.

Sekitar pukul 04:30 pagi, pria tersebut, yang namanya tidak diungkapkan oleh media, meninggalkan SPBU tanpa menyadari bahwa dia telah meninggalkan istrinya di sana. Dia baru menyadari kesalahannya sekitar 300 km (186 mil) kemudian, dan segera menghubungi layanan darurat untuk meminta bantuan

Percakapan itu sangat aneh, karena pria itu tidak hanya harus menjelaskan bagaimana dia bisa lupa istrinya di SPBU, tetapi juga kesulitan mengingat SPBU mana yang dia tuju.

“Kami menerima panggilan yang agak membingungkan ini sekitar pukul 08 : 30 pagi,” ujar Gendarmerie di wilayah Lardes, Prancis, kepada France 3. “Pria itu tidak tahu lagi di mana dia berhenti, atau kapan. Pria itu menyebutkan sebuah tempat perhentian yang dia buat di dekat Orléans. Kami menghubungi rekan-rekan kami di lokasi untuk meminta mereka memeriksanya.”

Menariknya, putri pasangan itu yang berusia 22 tahun berada di dalam mobil sepanjang waktu, tetapi dia tidak dapat memberikan banyak bantuan kepada polisi karena dia tertidur dan tidak tahu di mana ayahnya melupakan ibunya.

Meskipun telah memeriksa beberapa tempat peristirahatan di sepanjang jalan tol, polisi tidak dapat menemukan wanita yang hilang itu, yang justru memperburuk situasi, karena mereka mulai curiga bahwa pria berusia 62 tahun itu sengaja melupakan wanita itu.

Untungnya, kisah aneh ini berakhir bahagia! Polisi berhasil menemukan wanita yang hilang itu dengan bantuan operator jaringan seluler dengan melacak ponselnya. Dia berada di sebuah pom bensin jalan tol di Deux-Sèvres, 300 kilometer dari tempat suaminya menyadari dia hilang. Wanita itu belum bergerak sejak pukul 04: 30 pagi, menunggu keluarganya kembali.

Setelah penyelidikan singkat, polisi menyimpulkan bahwa pria Paris itu benar-benar melupakan istrinya, sehingga setelah menyatukan kembali keluarganya, mereka diizinkan untuk melanjutkan perjalanan ke Maroko.(yn)

Sumber: odditycentral

“Praktik Nyata” Adalah Kunci untuk Maju — Tinggalkan Zona Nyaman, Wujudkan Mimpi dengan Langkah Nyata

EtIndonesia. Kembangkan layar kehidupan, tinggalkan zona nyaman, dan bergeraklah dengan tindakan nyata! Jadilah pribadi yang kaya batin dan hidupkan nilai sejati dari keberadaanmu.

Setiap orang memiliki mimpi. Ada yang ingin keliling Eropa, membeli mobil atau rumah, ada yang ingin menjadi dokter, dan banyak lagi. Namun apa pun bentuk mimpimu, hanya bisa terwujud jika kamu benar-benar mengambil tindakan.

Dwight D. Eisenhower, jenderal perang dunia kedua sekaligus Presiden Amerika Serikat, pernah mengatakan: “Satu ons tindakan lebih bernilai daripada satu ton teori.”

Dan memang benar—hanya melalui tindakan nyata, kita bisa melihat versi terbaik dari diri sendiri dan menggapai kehidupan yang luar biasa.

◎ Keluar dari Kenyamanan “Hanya Bicara”

Ada pepatah bijak yang mengatakan: “Lebih baik bangkit dan bertindak daripada hanya duduk dan berbicara.”

Manusia menjadi besar karena mimpi, dan mimpi hanya bisa terwujud karena manusia yang mewujudkannya.

Hari ini kita bisa melihat roket, satelit yang menjelajah bulan, pesawat yang melintasi dunia, dan teknologi medis yang menjaga kesehatan—semua itu adalah hasil dari tindakan nyata, bukan sekadar teori.

Penyair Dinasti Song Selatan, Lu You, pernah menulis: “Pengetahuan dari buku terasa dangkal; hanya dengan terjun langsung kita bisa memahami sepenuhnya.”

Berbicara tanpa bertindak hanyalah teori kosong. Hanya lewat kerja nyata dan usaha tanpa henti, mimpi bisa berubah menjadi prestasi.

Contoh luar biasa datang dari barat: Dokter Inggris Edward Jenner, menghadapi wabah mematikan cacar yang telah merenggut jutaan nyawa selama lebih dari seribu tahun.

Setelah lulus dari universitas, dia tetap mengobati pasien sambil melakukan pengamatan mendalam. Dia menemukan bahwa para pemerah susu sapi yang pernah terkena cowpox (sejenis virus ringan dari sapi) tampaknya menjadi kebal terhadap virus cacar.

Setelah penelitian dan eksperimen yang berlangsung selama dua puluh tahun—benar-benar seperti “mengasah pedang selama sepuluh tahun”—akhirnya Jenner berhasil mengembangkan vaksin pertama di dunia yang efektif melawan cacar, menyelamatkan umat manusia.

Pelajaran dari kisah ini jelas: Sukses tidak terjadi dalam semalam, apalagi tanpa usaha. Hanya mereka yang berani menghadapi kesulitan dan terus bertindak, yang pada akhirnya bisa menuai hasil besar.

◎ Belajar Sambil Melangkah, Percaya Bahwa Kamu Bisa

Banyak orang merasa ragu melangkah karena merasa belum cukup “ahli”. Padahal, tidak ada yang langsung terlahir dengan semua keterampilan. Sebagian besar keberhasilan dalam hidup terjadi karena kita belajar sambil melakukannya.

Filsuf Yunani Aristoteles pernah berkata:  “Untuk hal-hal yang harus kita kuasai, kita belajar dengan melakukannya.”

Setelah kamu menyusun rencana dengan matang, meskipun ada orang yang meremehkan atau mencibir, tidak perlu berdebat.

Yang paling penting adalah: Bertindak.

Yakinlah bahwa proses itu lebih penting daripada hasil akhir. Jalani semua dengan langkah mantap, satu langkah demi satu langkah.

Kalau kita amati, semua orang sukses adalah pelaku nyata. Mereka tidak hanya bermimpi, tapi juga bertindak.

Berikut ini adalah langkah-langkah konkret yang bisa kamu lakukan secara bertahap:

·        Rancang tujuan yang realistis dan terukur

·        Bagi menjadi beberapa sasaran kecil

·        Buat rencana konkret dan kerjakan tahap demi tahap

·        Pelajari pengetahuan dan keahlian yang relevan

·        Curahkan usaha dan fokus penuh pada apa yang kamu kerjakan

◎ Praktik Membawa Banyak Manfaat — Dorong Dirimu untuk Terus Maju

Kalau kamu ingin termotivasi, kamu harus mulai dari satu hal: Percaya pada dirimu sendiri.
Percaya bahwa kamu sanggup menaklukkan tantangan, menembus rintangan, dan melangkah terus ke depan.

Kekecewaan dan ketakutan adalah musuh paling kuat yang bisa melemahkan semangat. Namun, segala pengalaman dan pelajaran hidup yang paling berharga hanya bisa didapat dari pengalaman langsung.

Seperti kata bijak dari zaman Tiongkok kuno:  “Jika tak naik ke puncak gunung, kau takkan tahu langit setinggi apa. Jika tak berdiri di tepi jurang, kau takkan tahu betapa dalamnya bumi.”

Tokoh besar aliran Konfusianisme, Xunzi, pernah menekankan:  Hanya dengan terjun langsung, seseorang akan memahami dan memperoleh manfaat sejati.

Apa saja manfaat dari praktik nyata?

Berikut beberapa poin penting:

·        Melatih daya ingat dan pengalaman sukses karena kamu mengalami sendiri

·        Meningkatkan ketahanan mental, tidak mudah menyerah pada kesalahan

·        Menemukan potensi tersembunyi dan meningkatkan rasa percaya diri

·        Memicu semangat belajar, memperkaya wawasan dan mengaktifkan fungsi otak

Satu langkah nyata lebih berharga dari seratus mimpi. Praktik akan membuat hidupmu lebih berwarna, dan seiring bertambahnya usia, kepercayaan diri dan pengalaman nyata akan memancarkan cahaya dari dalam dirimu.

Kecantikan itu bukan hanya pada penampilan, tapi juga pada aura, sikap, dan cara bicara yang mencerminkan karakter dan kualitas batin. Inilah keindahan sejati—yang jauh lebih berharga dari sekadar penampilan luar.

◎ Tinggalkan Zona Nyaman, Wujudkan Hidup yang Bernilai

Jadi, mari kita tinggalkan zona nyaman, berani melangkah, bertindak nyata.

Jadilah pribadi yang aktif, yang memperkaya batin lewat pengalaman nyata.

Hiduplah dengan penuh makna, dengan kebebasan, dengan elegansi.

Bangun kehidupan yang tidak hanya dipenuhi impian, tapi juga dihiasi langkah-langkah nyata untuk mewujudkannya.(jhn/yn)

Apa Itu Operasi Baam, Serangan Besar-besaran Separatis Baloch di Pakistan

EtIndonesia. Setidaknya lima orang, termasuk wanita dan anak-anak, terluka dalam serangan granat di Turbat, Balochistan, pada hari Rabu (9/7). Kekerasan meningkat di seluruh provinsi setelah Operasi Baam diluncurkan oleh kelompok separatis terlarang Front Pembebasan Balochistan (BLF).

Menurut laporan polisi dan media lokal, penyerang tak dikenal dengan sepeda motor melemparkan granat tangan ke kediaman Muhammad Younis di daerah Absar, Turbat, bagian dari distrik Kech di Balochistan selatan.

Ledakan terjadi di halaman belakang rumah tersebut, melukai penghuninya, Hajra, Mahlab, Fatima, Naz Gul, dan Muhammad Ibrahim. Mereka semua dilarikan ke Rumah Sakit Distrik Turbat untuk perawatan, menurut media Pakistan, Dawn.

Pada hari yang sama, sebuah pos pemeriksaan polisi di Sibi juga menjadi sasaran serangan granat serupa, meskipun tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Insiden-insiden ini menyusul serangkaian serangan terkoordinasi yang dilancarkan Selasa malam di seluruh Balochistan dalam apa yang disebut BLF sebagai “Operasi Baam”, yang berarti “fajar”.

Setidaknya 17 serangan terpisah dilaporkan di distrik Panjgur, Surab, Kech, dan Kharan, menandai salah satu operasi pemberontak paling signifikan di provinsi tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut BLF, Operasi Baam merupakan serangan terkoordinasi yang strategis yang menargetkan instalasi militer, pos polisi, infrastruktur komunikasi, dan fasilitas administrasi.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis ke media, juru bicara BLF, Mayor Gwahram Baloch, mengaku bertanggung jawab atas kampanye tersebut dan mengatakan: “Perlawanan telah memasuki fase baru. Operasi Baam dirancang untuk menunjukkan bahwa para pejuang Baloch mampu melancarkan operasi berskala besar dan terkoordinasi di seluruh wilayah geografis yang luas,” menurut kantor berita ANI.

Dia menambahkan bahwa kampanye tersebut dimaksudkan untuk menimbulkan “kerugian manusia dan material” pada pasukan keamanan Pakistan, meskipun detail pasti mengenai korban dan kerusakan masih belum jelas.

Sumber-sumber lokal dan laporan media menunjukkan bahwa serangan tersebut sangat mengganggu jaringan telekomunikasi, terutama di Kech dan Panjgur, tempat pemadaman listrik sebagian dilaporkan. Pasukan keamanan telah melancarkan operasi pencarian dan pembersihan di wilayah-wilayah terdampak, tetapi hingga Kamis pagi, belum ada pernyataan dari pemerintah federal mengenai skala kerusakan atau jumlah korban.

Meskipun militer Pakistan belum mengeluarkan tanggapan resmi, personel keamanan terlihat meningkatkan patroli dan pos pemeriksaan di wilayah-wilayah penting Balochistan.

BLF adalah salah satu dari beberapa kelompok separatis Baloch yang telah melawan pemerintah selama lebih dari 20 tahun. Mereka menginginkan kendali yang lebih besar atas sumber daya alam Balochistan dan kebebasan politik yang lebih besar. Provinsi ini kaya akan mineral tetapi tetap miskin dan terbelakang. Masyarakat di wilayah tersebut telah lama mengeluh tentang perlakuan tidak adil, orang hilang, dan kurangnya peluang ekonomi. (yn)

Menghadapi Masalah Hati Langsung Panik? 3 Cara Ampuh Keluar dari Jerat Emosi Negatif 

EtIndonesia. Dalam dunia kerja yang penuh gejolak, kita sering merasa seperti dikepung oleh sekumpulan “hiu putih besar”—lingkungan kacau, tekanan tinggi, masalah tak kunjung selesai. Dalam situasi seperti ini, melarikan diri bukanlah jalan keluar terbaik.

Meskipun kita mencoba menenangkan pikiran, tak jarang masalah yang tak terduga justru datang menghantam. Ketika berhadapan dengan situasi sulit, berbagai emosi negatif seperti marah, cemburu, atau sedih dapat muncul begitu saja. Maka, kemampuan untuk tetap tenang dan berpikir jernih menjadi sangat penting.

Rahasia mengendalikan emosi adalah dengan memperlakukan gejolak batin itu sebagai masalah logika yang bisa diselesaikan.

Saat kita tenggelam dalam kekacauan, emosi yang tidak stabil justru akan memperumit keadaan. Menuruti emosi hanya akan memperburuk segalanya. 

Berikut ini adalah tiga cara efektif untuk menangani emosi seperti memecahkan persoalan logika:

1. Bedakan Hal yang Bisa Dikendalikan dan yang Tidak

Sebanyak apa pun penyesalan dan kekhawatiran kita, ada hal-hal dalam hidup yang memang tidak bisa kita kendalikan. Membuang energi dan membiarkan emosi terkuras untuk hal-hal yang tidak bisa diubah adalah perbuatan sia-sia.

Saya pernah bekerja di sebuah bengkel perbaikan mobil milik Toyota. Saat itu, saya ditugaskan mengantarkan mobil yang telah selesai diperbaiki ke rumah pelanggan. Namun, di tengah jalan, saya secara tidak sengaja menabrak tiang listrik. Otak saya seketika kosong, tubuh saya panik luar biasa.

Saat itu, senior yang duduk di samping saya berkata pelan: “Fokus saja pada hal yang bisa kamu kendalikan sekarang.”

Saya menarik napas dalam-dalam dan berpikir. Mobil sudah rusak, itu tidak bisa diubah. Yang bisa saya lakukan adalah bagaimana saya menghadapi pelanggan, dan bagaimana saya, sebagai karyawan, menyelesaikan masalah ini.

Saya segera mengakui kesalahan saya kepada pelanggan dan meminta maaf. Meski awalnya mereka kaget, akhirnya mereka bisa memaafkan. Setelah itu, saya langsung menghubungi kantor untuk mengatur jadwal perbaikan, memastikan mobil bisa selesai dalam seminggu seperti permintaan pelanggan.

Pelajaran pentingnya: ketika masalah terjadi, jangan larut dalam kepanikan. Fokuslah pada tindakan nyata untuk menyelesaikannya.

Daripada bertanya “Apa yang harus saya lakukan?” atau “Saya ingin kabur,” lebih baik segera mencari solusi yang bisa dilakukan. Dengan membatasi energi dan perhatian hanya pada hal-hal yang bisa dikendalikan, pikiran pun menjadi jauh lebih tenang.

2. Bedakan Fakta dan Opini

Saat saya masih bekerja di bidang perbaikan mobil, saya sering mendapat keluhan dari pelanggan yang khawatir dan banyak bertanya. 

Misalnya, ada pelanggan yang berkata:  “Setiap saya injak rem, selalu terdengar suara aneh. Jangan-jangan kampas remnya aus?”

Sebagai teknisi, saya diajarkan untuk tidak langsung percaya penuh pada pendapat pelanggan. Tugas kami adalah mencari tahu fakta yang sebenarnya.

Jika saya langsung berasumsi bahwa penyebab suara adalah kampas rem dan langsung menggantinya, bisa jadi saya salah diagnosa—karena mungkin suara itu berasal dari bagian lain.

Hal yang sama berlaku untuk emosi.

Saat kita marah atau merasa terganggu, tanyakan pada diri sendiri:  “Apakah ini berdasarkan fakta yang nyata, atau hanya persepsi dan prasangka saya sendiri?”

Dengan membedakan fakta dari opini, kita bisa mencegah emosi negatif berkembang liar dan membebani pikiran tanpa alasan.

3. Pisahkan Masalah dari Emosi

Ini adalah kelanjutan dari poin sebelumnya. Kita tidak hanya harus memisahkan fakta dan opini, tapi juga memisahkan masalah dengan emosi pribadi.

Saya pernah marah besar kepada seorang junior karena dia terlambat menyelesaikan perbaikan mobil, hingga mobil tidak bisa diserahkan tepat waktu ke pelanggan. 

Saya membentaknya dan berkata:  “Kamu tidak layak jadi teknisi kalau tidak bisa menepati janji!”

Namun, senior saya menegur saya:  “Keterlambatan penyerahan mobil dan rasa tidak terima atas kesalahan junior itu adalah dua hal yang berbeda.”

Saya langsung tersadar.

Yang seharusnya saya pikirkan adalah: “Kenapa dia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu?”

Bukan malah melampiaskan kemarahan yang tak membantu penyelesaian masalah.

Ingatlah: campur aduk antara emosi dan masalah hanya akan membuat keputusan jadi bias.

Jika kita bisa dengan jelas membedakan antara “apa masalahnya” dan “apa yang saya rasakan,” kita akan bisa menanganinya dengan jauh lebih rasional.

Cari Akar Masalahnya

Meskipun kita sadar harus memisahkan emosi dan masalah, saat masalah benar-benar terjadi, kita tetap harus mengambil tindakan. Kuncinya adalah: selalu telusuri akar permasalahannya.

Misalnya, ada seorang pegawai muda yang selalu datang terlambat. Kenapa?

Mari kita telusuri kemungkinan penyebabnya:

·        Dia tidak terbiasa bangun pagi. Alarm sebanyak apa pun akan dimatikan tanpa sadar.

·        Manajemen waktu pagi harinya buruk—terlalu lama sarapan, memilih pakaian, atau bersiap-siap.

·        Rumahnya berada di daerah yang transportasinya sering terlambat.

Kadang, satu masalah disebabkan oleh serangkaian faktor yang saling berkaitan. Bisa jadi, keterlambatannya berasal dari kebiasaan begadang karena sering minum-minum untuk menghilangkan stres. Kalau begitu, penyebab utamanya adalah tekanan batin, bukan sekadar manajemen waktu.

Jadi, meskipun kamu memberinya jam alarm paling canggih, atau mengancam akan memotong gajinya jika terlambat lagi, itu hanya akan menghasilkan perubahan jangka pendek—bukan solusi permanen.

Masalah harus diselesaikan dari akar, bukan hanya permukaannya. Jika tidak, masalah itu hanya akan muncul kembali dalam bentuk lain.

Gunakan Teknik “5 Mengapa” untuk Telusuri Akar Masalah

Salah satu cara paling efektif untuk menemukan akar masalah adalah metode yang disebut “5 Why” atau “5 Mengapa”—konsep yang berasal dari budaya kerja Toyota.

Caranya sederhana: terus bertanya “kenapa?” sebanyak lima kali atau lebih, untuk menggali lebih dalam.

Contoh:

·        Kenapa dia terlambat?
→ Karena dia bangun kesiangan.

·        Kenapa dia bangun kesiangan?
→ Karena dia tidur terlalu malam.

·        Kenapa dia tidur terlalu malam?
→ Karena setelah kerja dia pergi minum-minum.

·        Kenapa dia pergi minum-minum?
→ Karena dia merasa stres dan butuh pelampiasan.

·        Kenapa dia stres?
→ Karena dia merasa tidak dihargai oleh atasannya.

Nah, dari sini, kita tahu akar masalahnya ada pada tekanan mental dan lingkungan kerja. Bukan sekadar alarm atau waktu tidur.

Pendekatan “5 Mengapa” bukan hanya untuk industri manufaktur.

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, juga mengaku sering menggunakan metode ini dalam mengelola perusahaannya.

Di dunia modern yang kompleks—dengan masalah yang melibatkan sistem teknologi, alat bantu, dan emosi manusia—kita butuh cara yang sistematis untuk mengurai kekacauan.

Kesimpulan: Emosi Bisa Diatasi Jika Kita Mau Berpikir Logis

Setiap hari kita menghadapi berbagai tantangan. Dan hampir semua pekerjaan yang kita lakukan adalah tentang menyelesaikan masalah.

Saat masalah datang, biasakan diri bertanya “kenapa?”, lalu analisa secara jernih. Dengan membedakan fakta dan opini, memisahkan masalah dari emosi, serta mencari akar persoalan, kita bisa menghindari drama dan membebaskan diri dari emosi negatif yang tidak perlu.

Dengan begitu, pikiran menjadi lebih jernih, tindakan jadi lebih tepat, dan hati pun akan jauh lebih tenang. (jhn/yn)

Video: Pemberontak Houthi Yaman Tenggelamkan Kapal Yunani di Laut Merah, 11 Awak Hilang

EtIndonesia. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi tiga awak kapal dan seorang petugas keamanan hidup-hidup dari Laut Merah pada hari Kamis (10/7), ungkap sumber keamanan maritim, sehari setelah militan Houthi menenggelamkan kapal Yunani Eternity C dan mengatakan mereka masih menahan beberapa awak yang masih hilang.

Dengan demikian, jumlah total yang diselamatkan sejauh ini menjadi 10 orang, termasuk delapan awak kapal Philipina, satu warga negara India, dan satu petugas keamanan Yunani. Orang-orang yang ditemukan pada hari Kamis telah menghabiskan lebih dari 48 jam di laut. Sebelas orang lainnya masih hilang.

“Ini memberi kami lebih banyak keberanian untuk terus mencari mereka yang hilang, seperti yang diminta oleh operator kapal Yunani, dan menunjukkan bahwa rencana pencarian kami tepat,” kata Nikos Georgopoulos, seorang pejabat di perusahaan risiko maritim Diaplous yang berbasis di Yunani.

Eternity C adalah kapal kargo curah Yunani kedua yang ditenggelamkan minggu ini oleh milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman. Serangan tersebut, yang menurut Houthi merupakan aksi solidaritas dengan warga Palestina dalam perang Gaza, telah mengakhiri ketenangan selama berbulan-bulan di wilayah tersebut.

Misi Amerika Serikat di Yaman menuduh Houthi menculik awak kapal dan menyerukan pembebasan mereka segera.

Pada hari Rabu, juru bicara militer Houthi mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa angkatan laut Yaman telah “merespons untuk menyelamatkan sejumlah awak kapal, memberikan perawatan medis, dan mengangkut mereka ke lokasi yang aman”.

Eternity C tenggelam pada hari Rabu beberapa hari setelah Houthi menyerang dan menenggelamkan Magic Seas, menghidupkan kembali kampanye yang diluncurkan pada November 2023 yang telah mengakibatkan lebih dari 100 kapal diserang.

Kedua kapal yang diserang minggu ini mengibarkan bendera Liberia dan dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan Yunani. Semua awak dari Magic Seas diselamatkan sebelum kapal tenggelam.

Eternity C pertama kali diserang pada hari Senin dengan drone laut dan granat berpeluncur roket yang ditembakkan dari speedboat. Empat orang diduga tewas, dengan sumber keamanan maritim mengatakan mereka tewas dalam serangan tersebut. Jika terkonfirmasi, kematian ini akan menjadi yang pertama di wilayah tersebut sejak Juni 2024.

Setelah serangan kedua pada Selasa pagi, para awak kapal terpaksa melompat ke air. Tim penyelamat telah mencari mereka sejak Rabu pagi.

Operator kapal, Cosmoship Management, belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.(yn)

Jangan Kubur Potensi Hidupmu — Temukan Bakat Alamimu Lewat Dua Latihan Sederhana

EtIndonesia. Di zaman sekarang, dunia semakin mendorong kita untuk menampilkan keunikan dan jati diri. Maka, jangan biarkan dirimu terkubur dalam tumpukan rutinitas dan beban tak bermakna.

Artikel ini akan membimbingmu melalui dua latihan sederhana untuk menemukan potensi dan bakat alami yang mungkin selama ini tersembunyi.

Penulis buku “Hidup Baru yang Aku Inginkan”, Takumi Kawahara, adalah suami dari Marie Kondo, sang guru beres-beres asal Jepang yang mendunia. Dia juga merupakan produser eksekutif program realitas Netflix “Tidying Up with Marie Kondo”, dan tokoh di balik branding global sang istri.

Dalam bukunya, Kawahara berbagi prinsip hidup yang telah mereka jalani bersama—bagaimana menyortir beban hidup yang tidak perlu, dan menemukan kembali dirimu yang paling bersinar dan penuh semangat.

Dunia Lama Menyuruh Kita Menyesuaikan Diri—Dunia Baru Meminta Kita Jadi Diri Sendiri

Sejak kecil, kita dididik sebagai makhluk sosial untuk menyesuaikan diri:

“Berbuat baik pada sesama”,

“Kebersamaan adalah kekuatan”,

 “Semua untuk satu, satu untuk semua”.

Namun, pola pikir ini sering kali membuat kita terlalu peduli pada penilaian orang lain, dan akhirnya kehilangan jati diri, hanya untuk bisa tetap sama dengan orang kebanyakan.

Seluruh sistem sosial seolah mendorong kita untuk menyembunyikan keunikan diri, dan meniru jalan hidup orang lain.

Tapi sekarang, paradigma itu telah berubah. Di era baru ini, kita justru didorong untuk menonjolkan keunikan pribadi dan menjalani hidup yang sesuai dengan karakter asli kita.

Ini adalah zaman di mana kamu tidak perlu lagi memaksa diri menahan penderitaan, tidak harus terus-menerus berkata:

“Kesulitan itu melatihku.”

 “Harus mundur dulu sebelum bisa melompat jauh.”

Kita tidak perlu menjadi berlian yang teronggok di tempat sampah.

Jika lingkunganmu membuatmu menderita, jika pekerjaanmu membuatmu sesak—kamu berhak meninggalkannya. Apa pun tanggung jawabmu, apa pun impianmu, meskipun kamu memilih jalan lain hari ini, bukan berarti kamu tak akan mencapai tujuan itu.

Ingatlah: kamu bebas, dan kamu layak untuk bahagia.

Kenapa Menjadi Diri Sendiri Dimulai dari “Membuang” Hal yang Tak Sesuai Dirimu

Manusia cenderung memilih apa yang terlihat umum, normal, atau dapat diterima oleh orang lain.

Meskipun setiap orang memiliki sifat bawaan yang unik,  jika kita terus melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan karakter itu, bakat kita akan tertimbun semakin dalam, dan tidak pernah benar-benar terwujud.

Kita terlalu sibuk memenuhi ekspektasi dari luar, hingga perlahan-lahan mulai merasa:

·        Semakin tidak bahagia

·        Semakin kehilangan arah

·        Dan performa kita pun semakin menurun

Penulis sendiri pernah mengalami hal ini—mengejar “definisi sukses” menurut orang lain. Dia mencoba segalanya, seperti ingin mengoleksi medali pencapaian. Segala hal ia coba, tanpa peduli cocok atau tidak.

Kalau gagal? Dia paksa belajar lebih keras. Karena dia percaya seperti kebanyakan orang bahwa:

“Setiap tantangan adalah latihan, dan semua kesempatan harus diambil.”

Padahal, dalam diam dia sadar bahwa kemampuannya dalam memberi nasihat, membimbing orang lain, dan berkomunikasi justru paling kuat. Tapi dia tidak pernah fokus mengasahnya.

Baru setelah bertemu Marie Kondo, dia tersadar—dia harus “membuang” sebagian besar dari semua itu. 

Bukan berarti tak berguna, tetapi karena bakat sejatinya ada pada kemampuan komunikasi. Menguasai terlalu banyak hal, seperti seorang prajurit yang membawa terlalu banyak senjata—berat tapi tak efektif.

Latihan Pertama: Buat Daftar “Hal yang Tidak Kamu Suka”

Untuk tahu apa yang kamu kuasai, coba mulai dari mencari tahu apa yang tidak cocok dengan dirimu.

Tulislah segala hal yang:

·        Bahkan sebelum mulai saja kamu sudah enggan melakukannya

·        Membuatmu bosan

·        Membuatmu merasa lelah secara mental

Contoh:

·        Menyesuaikan jadwal terlalu sering

·        Bekerja dengan orang yang tidak sefrekuensi

·        Harus tetap bekerja saat kurang tidur

·        Berada bersama orang yang membuatmu terus waspada

·        Mengecek detail kecil yang membuat stres

·        Bergosip di sela waktu kerja

·        Negosiasi harga yang tidak membuahkan hasil

·        Macet saat berangkat kerja

·        Menandatangani kontrak hanya demi angka

·        Mengenakan pakaian yang tidak nyaman

Setelah kamu tahu apa yang tidak cocok, kamu akan semakin dekat dengan hal-hal yang cocok.

Latihan Kedua: Amati Apa yang Kamu Lakukan di Waktu Luang

Langkah selanjutnya adalah mencari tahu aktivitas yang benar-benar menyenangkan dan menggambarkan dirimu.

Perhatikan:

·        Apa yang kamu lakukan di akhir pekan?

·        Aktivitas apa yang membuatmu lupa waktu?

·        Hal apa yang sulit, tapi tetap kamu usahakan?

·        Apa yang kamu lakukan tanpa diminta?

Bakat alami sering kali tidak terlihat dari apa yang kamu katakan, tapi dari apa yang kamu lakukan.

Contoh:  Ketika penulis masih bekerja di perusahaan rekrutmen, setiap akhir pekan dia:

·        Menggambar

·        Memberi konseling pada teman

·        Meneliti tentang audio system

·        Mengunjungi kafe, toko buku, dan pusat perbelanjaan

Bagaimana denganmu?

Apakah kamu belajar bahasa baru? Belajar merangkai bunga? Main gitar? Menyelami dunia wine?

Perhatikan:

·        Apa yang kamu lakukan selama 7 hari berturut-turut?

·        Di mana kamu rela menghabiskan waktu tanpa paksaan?

Di situlah tanda-tanda kuat dari koneksi antara aktivitas dan kepribadianmu.

Kalau Belum Menemukan Bakatmu? Ciptakan Saja.

Jika setelah mencoba kamu tetap belum menemukan sesuatu yang terasa “klik”—tak masalah. Kamu bisa menciptakan jalurnya sendiri.

Contohnya:

·        Mulai olahraga

·        Mencoba fotografi

·        Memasak

·        Membaca buku

Mulailah dari hal kecil dan gratis, misalnya webinar atau seminar offline. Coba beberapa topik yang menarik perhatianmu. Jika tidak cocok, tinggalkan. Jika terasa pas, lanjutkan.

Yang terpenting adalah: ikuti intuisi dan perasaanmu. Ini juga bagian dari latihan menemukan jati diri.

Latihan Reflektif: Catat Apa yang Kamu Lakukan di Hari Libur

Contoh aktivitas di hari bebas:

·        Membaca komik di ponsel

·        Membuat rencana satu tahun ke depan

·        Menonton video YouTube

·        Berkomunikasi lewat media sosial

·        Tidur siang

·        Bermain dengan anak

·        Membersihkan email

·        Menyeduh kopi sendiri

·        Mengecek ulang to-do list

·        Memasak kari

Amati dan catat aktivitas-aktivitas seperti ini selama dua minggu berturut-turut, dan kamu akan menemukan pola dan petunjuk menuju bakat dan kebahagiaanmu sendiri.

Penutup:

Kita tidak perlu menjadi semua hal untuk semua orang. Tapi kita harus jadi satu hal yang paling kita kuasai—versi terbaik dari diri sendiri.

Bakat bukanlah sesuatu yang harus selalu dicari keluar, tetapi sesuatu yang sering tersembunyi di dalam—menunggu untuk kita sadari.

Jadi berhentilah menyamakan langkah dengan orang lain, dan mulailah menyusuri jalur hidup yang dibuat untukmu. (jhn/yn)

Ingin Sukses? Segera Tinggalkan 7 Kebiasaan Buruk Ini

EtIndonesia. Setiap orang pasti ingin meraih kesuksesan. Namun tanpa disadari, ada banyak kebiasaan mental yang tampak sepele tetapi justru menghambat langkah kita menuju sukses.

Majalah Entrepreneur asal Amerika pernah merangkum tujuh kebiasaan buruk yang bisa menggagalkan kesuksesanmu. Jika kamu ingin berhasil, temukan satu per satu dari kebiasaan ini dalam dirimu—dan segera ubah.

1. Suka Mengeluh

Mengeluh bukan hanya kebiasaan buruk, tapi juga akan mengubah cara kerja otakmu secara permanen. Begitu otak terbiasa berpikir negatif, maka di masa depan dia akan lebih cepat dan lebih mudah memunculkan pikiran-pikiran negatif lainnya.

Setiap kali kamu mengeluh atau fokus pada hal-hal yang tidak menyenangkan, kamu sedang memperkuat jaringan pikiran negatif di dalam otakmu. Akibatnya, kamu akan lebih mudah melihat sisi buruk dari kehidupan, dan akan sulit merasa puas.

Lebih buruknya lagi, mengeluh itu menular. Orang di sekitarmu bisa ikut terpengaruh dan berubah menjadi lebih pesimis.

Wajar jika seseorang ingin meluapkan stres atau kesulitan hidup lewat obrolan. Tapi jika kamu ingin sukses, kamu harus mulai memperhatikan cara berbicaramu. Jangan hanya membicarakan sisi gelap kehidupan. Paksa dirimu juga untuk menyebutkan hal-hal positif. Dengan begitu, kamu melatih otakmu untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas dan optimis—dan itu akan membukakan jalan keluar dari kesulitan.

2. Keyakinan yang Membatasi Diri (Limiting Beliefs)

Limiting beliefs adalah pikiran negatif yang membuatmu ragu akan kemampuanmu sendiri. Ibarat rekaman rusak, pikiran itu terus berputar dan mengulang pesan-pesan seperti:

“Aku tidak mampu,”

“Itu terlalu sulit,”

“Sukses bukan untuk orang seperti aku.”

Keyakinan ini secara langsung akan membatasi tindakanmu. Kamu akan malas bertindak, enggan mencoba, kehilangan fokus, dan akhirnya menyimpang dari jalur menuju sukses.

Keyakinan yang membatasi ini akan menumbuhkan rasa malas, menunda-nunda, dan membuatmu kehilangan motivasi. Kamu jadi tidak lagi melihat peluang, dan hanya melihat hambatan.

Jika kamu ingin sukses, waspadalah terhadap “monster” dalam pikiranmu ini. Semakin sering kamu memikirkannya, dia akan tumbuh semakin besar. Padahal, kendali atas pikiranmu sepenuhnya ada di tanganmu. Latihlah dirimu untuk terus meyakini bahwa kamu bisa, dan kamu pantas untuk berhasil.

3. Suka Menyalahkan Orang Lain

Saat segala sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, banyak orang cenderung marah dan menyalahkan orang lain. Namun sebenarnya, orang yang suka menyalahkan adalah orang yang belum dewasa secara emosional.

Mereka tidak mau bertanggung jawab dan mencari kambing hitam sebagai alasan.Dengan menyalahkan orang lain, mereka merasa sedang melindungi diri dan filosofi hidup mereka.

Meski setiap orang pasti pernah bertindak egois, namun mereka yang selalu menyalahkan sudah menjadikan itu sebagai pola pikir tetap. Setiap kali ada yang tidak sesuai harapan, mereka langsung menyalahkan orang lain secara otomatis.

Untuk mengubah kebiasaan ini, kamu perlu mengembangkan kecerdasan emosional (emotional intelligence).

Belajarlah untuk mendengar, menerima kesalahan sendiri, dan belajar darinya. Jika kamu tidak bisa menerima kesalahanmu sendiri, maka kamu tidak akan pernah tumbuh. Dan itu jelas akan menghambat kesuksesanmu.

4. Bicara Negatif pada Diri Sendiri

Self-talk negatif bisa membesar-besarkan masalah kecil dan membuatmu tenggelam dalam tekanan. Sesuatu yang sebenarnya sepele bisa berubah menjadi bencana dalam pikiranmu.

Contoh: ketika kamu berkata dalam hati: “Aku tidak bisa menghadapi ini.”

Maka otak bawah sadarmu akan mempercayainya, dan kamu akan berhenti berusaha mencari solusi.

Cara mengatasinya?

  • Ubah cara bicaramu pada diri sendiri.
  •  Bayangkan kamu sedang berbicara dengan sahabat yang kamu cintai dan hormati.
  • Gunakan kata-kata yang positif, membangun, dan penuh kasih sayang.
  • Latih diri untuk berbicara positif pada diri sendiri setiap hari, dan kamu akan merasakan tekanan berkurang serta kepercayaan diri yang meningkat.

5. Terjebak di Masa Lalu

Setiap orang punya masa lalu yang menyakitkan: kegagalan, penyesalan, kesalahan. Namun jika kamu terus-menerus hidup dalam bayang-bayang masa lalu, itu artinya kamu memilih sisi lemah dari kehidupanmu.

Mungkin kamu hidup dalam ketakutan, kemarahan, atau dendam. Jika kamu tak bisa hidup di masa kini dan menatap masa depan, maka kamu tidak akan pernah melangkah maju.

Cara terbaik untuk melangkah ke depan adalah dengan:

  • Belajar dari masa lalu, bersyukur atas pelajaran yang diberikannya, lalu lepaskan.
  • Fokus pada langkah selanjutnya.
  • Biarkan kesuksesanmu kelak menjadi balas dendam terbaik terhadap semua luka masa lalu.

6. Menolak Perubahan

Hidup dan karier selalu berubah. Jika kamu tidak mampu beradaptasi, maka kamu tidak akan pernah benar-benar sukses dan bahagia.

Saat kamu menghadapi hambatan dan menolak untuk berubah, itu menunjukkan bahwa kamu kehilangan kendali atas dirimu sendiri. Kamu hanya akan merasa semakin frustrasi, takut, dan marah. Emosi ini akan menurunkan fokus dan produktivitasmu, dan akhirnya memengaruhi seluruh lingkungan kerjamu.

Ingat, perubahan adalah bagian dari pertumbuhan. Kadang terasa tidak nyaman, tapi kamu bisa melatih diri untuk menyesuaikan diri. Jika kamu kesulitan, jangan ragu meminta bantuan.
Semakin cepat kamu beradaptasi, semakin mudah jalanmu menuju kesuksesan.

Ubah cara pandangmu—anggap perubahan sebagai peluang yang menguntungkan.

7. Terlalu Ingin Diakui

Orang yang selalu mencari pengakuan dari orang lain akan terlihat tidak percaya diri dan kurang mandiri. Semakin kamu mengemis pengakuan, semakin kamu terlihat lemah di mata orang lain.

Mereka akan cenderung meremehkanmu atau bahkan memanfaatkanmu.

Jika kamu ingin sukses, kamu harus yakin terhadap diri sendiri, terhadap pikiran dan keyakinanmu. Walaupun orang lain tidak selalu setuju denganmu, mereka tetap akan menghormatimu jika kamu penuh percaya diri dan berdiri tegak.

Pertentangan dan perbedaan pendapat adalah tempat terbaik untuk tumbuh. Dari perdebatan dan diskusi yang tajam, seringkali muncul ide-ide luar biasa.

Ingat: rasa haus akan pengakuan adalah pembunuh diam-diam bagi kesuksesanmu.

Kesimpulan: Sukses Dimulai dari Diri Sendiri

Tujuh kebiasaan buruk ini sering muncul tanpa kita sadari, tapi dampaknya besar terhadap keberhasilan hidup dan karier. Jika kamu ingin sukses, jangan hanya bekerja keras di luar—bekerjalah juga di dalam dirimu.

Lepaskan keluhan, ubah cara berpikir, belajar dari masa lalu, terbuka pada perubahan, dan percaya pada diri sendiri.

Saat kamu menguasai dirimu, kamu akan menguasai jalan menuju sukses. (jhn/yn)

Video: Rusia Gunakan Rudal Iskander untuk Serang Ukraina, Hancurkan Titik Penempatan Sementara Tentara Ukraina

EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Rusia telah merilis video pada hari Kamis (10/7) yang merekam momen ketika rudal balistik dari sistem Iskander menghancurkan titik penempatan sementara Ukraina di wilayah Nikolaev, yang terletak di Ukraina selatan.

Menurut pernyataan resmi, serangan tersebut menargetkan pangkalan sementara Angkatan Bersenjata Ukraina di dekat permukiman Baratovka. Rekaman tersebut menunjukkan rudal berpemandu presisi tersebut mengenai sasaran dengan akurasi yang menghancurkan.

“Semua target yang teridentifikasi telah dihancurkan,” klaim Kementerian Pertahanan Rusia.

Serangan udara Rusia di Kyiv telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk beberapa serangan paling mematikan dalam perang di kota berpenduduk tiga juta jiwa tersebut.


Rusia melancarkan serangan rudal dan drone terbesarnya ke Ukraina dalam lebih dari tiga tahun perang pada hari Rabu (9 Juli).

Angkatan Udara Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah menyerang dengan 728 drone dan 13 rudal, menambahkan bahwa sistem pertahanan udaranya mencegat 711 drone dan setidaknya tujuh rudal telah dihancurkan.

Sebelumnya pada 4 Juli, Rusia menyerang Kyiv dengan drone dalam serangan semalaman, melukai setidaknya 23 orang, merusak infrastruktur kereta api, dan membakar gedung serta mobil di seluruh kota, ungkap pihak berwenang di ibu kota Ukraina. Peringatan serangan udara berlangsung lebih dari delapan jam ketika Rusia meluncurkan total 539 drone dan 11 rudal yang menargetkan wilayah Ukraina, ungkap Angkatan Udara Ukraina.

Trump dan Perang Rusia-Ukraina

Serangan terbaru ini terjadi tepat setelah Presiden AS, Donald Trump mengatakan akan meningkatkan pengiriman senjata ke Ukraina – membatalkan pengumuman kebijakan AS sebelumnya – dan menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara “omong kosong” tentang Ukraina.

Trump, yang kembali berkuasa tahun ini dengan menjanjikan akhir yang cepat dari perang yang dimulai pada 2022, telah mengambil nada yang lebih lunak terhadap Moskow, berbeda dari dukungan kuat pemerintahan pendahulunya, Joe Biden, terhadap Kyiv. Namun, putaran awal perundingan antara Rusia dan Ukraina sejauh ini belum membuahkan hasil, karena Moskow belum menerima gencatan senjata tanpa syarat yang diusulkan oleh Trump dan diterima oleh Kyiv.

Namun, Trump tampaknya tidak senang dengan Putin dan sikapnya terhadap perang. Setelah panggilan telepon baru-baru ini antara kedua pemimpin, Trump mengatakan bahwa “tidak ada kemajuan.”

Beberapa hari kemudian, presiden AS Itu berjanji untuk memasok lebih banyak senjata pertahanan ke Ukraina – yang tampaknya membalikkan keputusan Pentagon sebelumnya untuk menunda beberapa pasokan amunisi penting.

Ketika ditanya oleh seorang wartawan tindakan apa yang akan diambilnya terhadap Putin, Trump berkata: “Saya tidak akan memberi tahu Anda. Kami ingin sedikit kejutan.”

“Kami menerima banyak omong kosong yang dilemparkan oleh Putin … Dia selalu sangat baik, tetapi ternyata tidak berarti,” kata Trump dalam rapat kabinet.

Terpisah, Eropa sedang menggodok paket sanksi baru terhadap Moskow. (yn)

Rotasi Bumi Secara Misterius Mendadak Bertambah Cepat, Para Ilmuwan Belum Temukan Kepastian Penyebabnya

Dikarenakan rotasi bumi yang secara misterius mengalami percepatan, tanggal 9 Juli 2025 menjadi hari terpendek sepanjang tahun ini. Total waktu dalam sehari berkurang 1,3 milidetik (0,0013 detik) dari panjang rata-rata hari. Para ilmuwan masih bingung soal penyebab pasti percepatan rotasi bumi ini.

EtIndonesia. Laporan dari Science Focus Magazine milik BBC yang dirilis pada 9 Juli, meskipun musim panas biasanya memiliki siang yang lebih panjang, namun pada hari itu panjang keseluruhan hari justru lebih pendek 1,3 milidetik dibandingkan rata-rata.

Secara umum, bumi membutuhkan waktu 24 jam atau 86.400 detik untuk berputar satu kali pada porosnya. Namun, kecepatan ini dapat mengalami fluktuasi kecil dari waktu ke waktu.

Untuk memantau perubahan ini, lembaga pengamat rotasi bumi, International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), secara konsisten mengukur panjang hari dengan presisi tinggi.

Sejak tahun 2020, IERS menemukan bahwa rotasi bumi mulai mengalami percepatan, dan tren ini terus berlanjut secara stabil hingga kini.

Data dari IERS memprediksi bahwa hari-hari terpendek tahun ini akan jatuh pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus, yang mana kebetulan merupakan saat di mana bulan berada paling jauh dari garis khatulistiwa.

Bulan memiliki pengaruh terhadap rotasi bumi melalui fenomena pengereman pasang surut (tidal braking). Gravitasi bulan menyebabkan tonjolan pasang di bumi. Selain menghasilkan pasang laut, efek ini secara perlahan juga menguras energi rotasi bumi, menyebabkan rotasi bumi melambat sekitar 2 milidetik per abad.

Untuk menjaga ketepatan waktu jam-jam presisi tinggi, IERS kadang-kadang menambahkan detik kabisat (leap second). Detik kabisat terakhir ditambahkan pada 31 Desember 2016.

Meski sejumlah peristiwa besar, seperti gempa bumi dahsyat di Jepang pada tahun 2011 (magnitudo 9,0), diketahui mempercepat rotasi bumi dan mempersingkat satu hari hingga 1,8 mikrodetik, namun penyebab tren percepatan rotasi saat ini masih belum diketahui.

Menurut Daily Mail, data terbaru menunjukkan kecepatan rotasi bumi kini meningkat secara tidak normal, menyebabkan panjang hari pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus sedikit lebih pendek dari biasanya. Meski perbedaannya kecil, fenomena ini telah menarik perhatian besar dari kalangan ilmiah.

Hari tercepat yang tercatat hingga kini adalah 5 Juli 2024, ketika rotasi bumi selesai lebih cepat 1,66 milidetik dari 24 jam standar.

Sejak tahun 2020, bumi mulai memecahkan rekor hari terpendek:

  • 19 Juli 2020, lebih pendek 1,47 milidetik,
  • 9 Juli 2021, juga 1,47 milidetik lebih singkat,
  • 30 Juni 2022, lebih pendek 1,59 milidetik,
  • 26 Juli 2022, lebih pendek 1,5 milidetik.

Laporan menyebutkan bahwa walaupun penyebab pastinya masih misterius, para ilmuwan menduga bahwa beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap percepatan ini, termasuk:

  • Perubahan atmosfer,
  • Pencairan gletser,
  • Pergerakan inti bumi,
  • Dan pelemahan medan magnet bumi.

(Hui/asr)

Jamur Raksasa Seberat 80 Kilogram Ditemukan di Yunnan,Tiongkok, Empat Pria Mengangkatnya Bersama-sama dari Gunung 

EtIndonesia. Baru-baru ini di Yunnan, Tiongkok, ditemukan jamur liar raksasa seberat 80 kilogram. Empat pria dewasa bekerja sama masuk ke gunung untuk mengangkat dan membawanya turun. Warga setempat terkejut dan menyatakan belum pernah melihat jamur sebesar itu sebelumnya.

Video yang beredar di internet memperlihatkan sebuah jamur liar berukuran raksasa ditemukan di sebuah pegunungan di Yunnan. Di bawah sinar matahari, jamur tersebut tampak semakin segar dan cerah. Beberapa petani membersihkan rumput liar di sekitarnya sebelum dengan hati-hati menggali jamur tersebut.

Saat proses pengangkutan, tiga pria dewasa tidak mampu mengangkat jamur itu sendirian, sehingga harus menambah satu orang lagi. Dengan kerja sama empat orang, barulah jamur itu bisa diangkat dan dimasukkan ke dalam sebuah keranjang besar. Setelah itu, mereka merencanakan jalur pengangkutan dan akhirnya berhasil memuat “raja jamur” ini ke atas kendaraan.

(Tangkapan layar video)

Pada  7 Juli pagi, jamur raksasa ini dipamerkan di pasar jamur liar Kunming, Yunnan, dan langsung menarik perhatian banyak orang.

Seorang warga setempat berkata: “Saya sudah mulai memungut jamur sejak umur 7 tahun, sekarang usia saya lebih dari 70 tahun, tapi saya belum pernah melihat jamur sebesar ini.”
Orang lain mengatakan, “Saya sudah mencuci jamur selama 15 tahun, tapi baru pertama kali melihat jamur sebesar ini.”

Setelah ditimbang di tempat, jamur liar raksasa ini diketahui memiliki berat lebih dari 80 kilogram dan segera dibeli oleh seorang pedagang seharga 1.600 yuan (RMB).

(Tangkapan layar video)

Menurut penemunya, Tuan Cui, kepada media, “Kami sudah menemukannya tahun lalu, jadi tahun ini kami kembali memeriksanya, dan ternyata tumbuh lagi satu jamur.” Karena ukurannya yang sangat besar, Cui meminta bantuan empat temannya untuk bersama-sama mengangkat jamur itu keluar dari gunung.

Diketahui bahwa jenis jamur ini biasa disebut “Yi Wo Yang” (一窝羊) oleh masyarakat Yunnan, atau juga disebut “Yi Wo Jun” (一窝菌), yang artinya “satu sarang jamur.” Ciri khasnya adalah tumbuh bergerombol, jadi secara teknis bukan hanya satu jamur, melainkan sekumpulan jamur yang tumbuh bersama, sehingga ukurannya bisa sangat besar. Jenis jamur ini tidak beracun dan aman untuk dikonsumsi. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Stres Berat dan Kehilangan Semangat? Milikilah Tujuan Hidup agar Hidupmu Penuh Warna

EtIndonesia. Saat hidup penuh tekanan dan tanpa arah, rasanya seperti kapal tanpa nakhoda—berputar-putar tanpa tujuan dan akhirnya kehilangan arah. Tapi, benarkah kamu rela menjalani hidup seperti ini selamanya?

Dengarkan Suara Hatimu, Temukan Tujuan Sejatimu

Pernahkah kamu benar-benar duduk diam dan mendengarkan suara hati yang paling dalam? Pernahkah kamu bertanya: “Apa sebenarnya yang ingin aku capai dalam hidup ini?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu, sadar atau tidak, akan terus mengiringi kita melewati pahit-manis kehidupan. Dalam hidup ini, manusia tidak menuntut banyak—yang kita harapkan hanyalah bisa menjalani kehidupan yang bermakna dan penuh warna, milik kita sendiri.

Setiap pagi, kita terbangun dengan malas-malasan, enggan beranjak dari tempat tidur, berharap setiap hari bisa bangun tanpa alarm—seolah itulah kebahagiaan sejati. Namun, ketika hari-hari dijalani dengan asal-asalan—hanya sekadar bersekolah atau bekerja tanpa arah—hidup pun terasa hampa, seperti pasir yang tercerai berai.

Saat tekanan hidup datang bertubi-tubi, hidup tanpa tujuan ibarat kapal yang terombang-ambing di tengah lautan tanpa arah. Bukankah hidup seperti itu membuang-buang waktu? Daripada larut dalam kekosongan, lebih baik segera menetapkan tujuan hidup. Meski belum tentu berhasil, setidaknya kita bisa mulai menghadapi diri sendiri dengan jujur, bertumbuh dalam kesulitan, dan menemukan jalan keluar yang baru. Kita bisa menjalani hidup yang lebih berarti dan bermartabat.

Tujuan Hidup Membawa Semangat, Warna, dan Kesuksesan

Kita hidup di dunia yang besar ini, dan dalam perjalanan panjang itu, tak terhitung jumlah tantangan yang kita hadapi. Namun, tidak peduli secerdas apa pun kita, selama memiliki cita-cita, mau berjuang, dan menetapkan tujuan hidup yang positif, kita tetap bisa meraih keberhasilan. Karena tujuan memberi kita semangat dan keberanian untuk terus melangkah ke depan, mewarnai hidup dengan karya dan pencapaian.

Kisah Nyata: Dari Pekerja Rendahan Menjadi Simbol Nasional

Bicara soal pekerjaan, profesi seperti petugas kebersihan sering dipandang rendah. Pekerjaan ini dianggap melelahkan, bergaji rendah, dan identik dengan status sosial bawah. Di banyak negara, petugas kebersihan bahkan sering diremehkan.

Namun, siapa sangka, pada tahun 2013 dan 2014, Bandara Haneda di Tokyo dinobatkan sebagai “Bandara Terbersih di Dunia” oleh lembaga penilaian internasional Skytrax dari Inggris. Tokoh di balik keberhasilan itu adalah seorang petugas kebersihan bernama Haruko Niitsu.

Namanya kemudian dikenal luas di seluruh Jepang. Dia tidak hanya diundang untuk memberikan ceramah, tetapi juga menerbitkan buku, diwawancarai oleh NHK dan BBC Chinese, dan bahkan diberi gelar sebagai “Pengrajin Tingkat Nasional” oleh Pemerintah Jepang.

Haruko tidak pernah meremehkan pekerjaannya. Tujuan hidup yang dia tetapkan adalah menjadi seorang profesional sejati dalam bidang kebersihan. Di Jepang, tidak ada gelar istimewa untuk petugas kebersihan—tapi Haruko berhasil mencapainya. Dia memiliki sertifikasi tingkat satu sebagai “Ahli Kebersihan Bangunan”, dan memahami lebih dari 80 jenis cairan pembersih di pasar Jepang berikut semua karakteristiknya.

Meskipun beberapa wisatawan asing memandangnya dengan merendahkan, Haruko tak pernah ambil pusing. Bila ada noda yang sulit dibersihkan di bandara, dia akan mencari segala cara untuk membersihkannya. 

Dia berkata: “Saya melakukan setiap pekerjaan dengan sepenuh hati. Harus tuntas. Karena ketika berhasil, saya merasa sangat puas dan bahagia!”

Kini, Haruko memimpin 700 petugas kebersihan di Bandara Haneda dan terus mempertahankan gelar “Bandara Terbersih di Dunia”. Profesi yang dulu dipandang sebelah mata itu kini membawanya pada kehormatan dan kebahagiaan sejati.

Manfaat Punya Tujuan Hidup: Hidup Lebih Tertata dan Bermakna

Mengejar tujuan tidak menjamin kesuksesan, tetapi tanpa tujuan, peluang untuk berhasil hampir tidak ada. Karena tanpa tujuan, kita mudah terlena dan malas. Sebaliknya, dengan tujuan yang jelas, kita bisa merasakan banyak manfaat:

·        Bangun pagi dengan semangat dan menghargai waktu

·        Fokus meningkat dan mudah menghindari gangguan

·        Lebih aktif, proaktif, dan penuh inisiatif

·        Kesehatan mental membaik, perilaku lebih positif

·        Menjalani kehidupan yang sesuai dengan keinginan pribadi

Inspirasi Dunia: Rafael Nadal dan Tujuan Hidupnya

Rafael Nadal, mantan petenis nomor satu dunia asal Spanyol yang telah memenangkan 14 gelar Grand Slam, pernah berkata:

“Saya selalu punya tujuan, baik sebagai petenis maupun sebagai pribadi. Dan pada akhirnya, tujuan adalah hal yang paling penting dalam segala hal.”

Kisah Sukses: Dari Lulusan SMA Menjadi Pendiri Perusahaan Publik

Lahir di Prefektur Nagano, Jepang, Masatoshi Kumagai hanya lulusan SMA. Namun, saat ulang tahunnya yang ke-21, dia memimpikan untuk memiliki perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Dia tahu betul, jika tujuan itu tidak diwujudkan, maka hanya akan jadi angan-angan belaka.

Masatoshi mulai mencatat semua tujuannya dalam buku harian: mulai dari target-target kecil yang ingin dicapai, langkah-langkah konkret untuk mencapainya, hingga evaluasi dan analisis atas perjalanan yang dilaluinya. Hari demi hari, dia bekerja keras dan mewujudkannya secara konsisten.

Pada usia 36 tahun, mimpinya pun menjadi nyata—dia mendirikan GMO Internet, Inc., sebuah perusahaan teknologi yang kini menjadi raksasa digital di Jepang dan tercatat di bursa saham.

Selama bertahun-tahun, buku catatannya tak pernah lepas dari genggamannya. Kini, buku itu tebalnya seperti tas kecil, berisi jejak kegembiraan, penderitaan, dan perjuangannya membangun impian dengan kerja keras dan konsistensi.

Akhir Kata: Waktu adalah Mata Uang Kehidupan

Ada pepatah lama yang mengatakan: “Waktu adalah uang.” Jika waktu adalah satu-satunya mata uang universal di dunia, siapa yang tidak ingin menjadi miliarder? Maka janganlah sia-siakan waktu. Jangan habiskan hidup hanya untuk bertahan dan menunggu ajal menjemput. Hidup tanpa arah adalah hidup yang kosong.

Daripada begitu, tetapkan tujuan hidupmu, curahkan seluruh tenaga, jadilah nahkoda bagi takdirmu sendiri. Dengan kerja keras dan pengorbanan, kamu akan menciptakan kehidupan yang gemilang—hidup yang bukan hanya indah untuk dijalani, tapi juga layak dikenang.(jhn/yn)

Netanyahu Kunjungi Pentagon, Militer Israel Tewaskan Seorang Komandan Hizbullah

Pada Rabu (9 Juli), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Pentagon dan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Di saat yang sama, militer Israel mengumumkan telah menewaskan seorang pemimpin milisi Hizbullah dalam serangan udara di Lebanon selatan.

EtIndonesia. PM Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Pentagon dan mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS dan pejabat militer tinggi lainnya. Mereka membahas operasi gabungan antara AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran yang dilakukan sebulan lalu.

 “Saya pikir Iran telah memperhatikan hal ini, dan saya yakin seluruh Timur Tengah pun memperhatikannya—tentang tekad Amerika dan kekuatan aliansi kami. Sejujurnya, saya rasa ini seperti dua singa yang mengaum, dan seluruh dunia telah mendengarnya,” kata Netanyahu. 

Setelah mengadakan jamuan makan malam di Gedung Putih bersama Presiden Trump pada  Senin, kedua pemimpin kembali mengadakan pertemuan tertutup di Gedung Putih pada  Selasa (8 Juli).

Menjelang pertemuan kedua, Presiden Trump menyampaikan bahwa fokus utama diskusinya dengan Netanyahu adalah situasi di Gaza.

Presiden AS Donald Trump:  “Ya, malam ini dia akan datang lagi. Kami sedang membahas Gaza, utamanya Gaza.”

Di hari yang sama, keluarga sandera yang ditahan oleh Hamas menggelar aksi di luar parlemen Israel, mendesak agar setiap kesepakatan gencatan senjata di Gaza harus mencakup pembebasan seluruh sandera.

Pada Rabu, dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Slovakia, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menyatakan bahwa gencatan senjata di Gaza bisa tercapai jika negosiasi dengan Hamas berhasil dilanjutkan.

 “Jika Hamas membebaskan para sandera dan meletakkan senjata, perang di Gaza bisa berakhir besok. Kami telah mengirim delegasi ke Doha untuk bernegosiasi. Kami juga telah menyetujui proposal gencatan senjata dari utusan AS Steve Witkoff,” ujar Menlu Israel Gideon Sa’ar. 

Sementara itu, serangan Israel ke Gaza masih terus berlangsung. Pada Rabu, ledakan terdengar di Gaza utara, dengan asap membumbung ke udara.

Militer Israel menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, mereka menyerang lebih dari 100 target militer Hamas, termasuk gudang senjata, peluncur roket, dan terowongan bawah tanah.

Pejabat kesehatan di Gaza menyatakan bahwa sedikitnya 40 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut. Israel menuduh Hamas menyembunyikan target-target militer di area permukiman dan menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.

Selain itu, militer Israel juga merilis video pada  Rabu yang memperlihatkan operasi mereka terhadap Hizbullah di Lebanon selatan.

Dalam pernyataan militer, pasukan Israel menyatakan bahwa mereka terus menjalankan misi pertahanan di sepanjang perbatasan Lebanon, termasuk menghancurkan infrastruktur teroris milik Hizbullah.

Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan bahwa pada hari Selasa, mereka berhasil menewaskan Hussein Mazhar—seorang komandan unit Badr Hizbullah yang bertanggung jawab atas wilayah Zahrani—dalam sebuah serangan di kota Babliyeh, Lebanon selatan.

Dilaporkan bahwa Hussein bertanggung jawab mendorong serangan Hizbullah terhadap Israel. (Hui/asr)

oleh: Zhao Fenghua, NTD